Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[The Girl Who Sees Smells]
[Episode 5]
Aku curiga kamu sengaja mencari masalah.
Sembarangan mengambil sebotol anggur kosong
yang diisi dengan anggur berkualitas rendahan,
lalu ingin mencari masalah?
Aku beri tahu kamu, aku adalah konsumen.
Aku hanya melindungi hak legalku.
Apa aku salah?
Dia menjual anggur palsu padaku.
Apa tidak ada norma lagi?
Orang normal kalau sudah membeli anggur palsu,
seharusnya akan langsung pergi ke swalayan
dan bukan datang setelah membuka anggurnya selama beberapa hari.
Aku minum anggur dengan teman di siang hari untuk menyenangkan diri.
Hanya minum beberapa gelas saja, ini...
Kalian bisa mencium aroma anggur di tubuhku ini.
Kalau kamu minum di siang hari,
sisa anggur yang ada di tutup anggur seharusnya sudah kering total.
Aku bisa asal mengambil secarik tisu basah,
lalu bisa langsung mengusapnya hingga bersih dengan sekali usap.
Botol anggur milikmu ini setidaknya sudah dibuka selama tiga hari.
Halo, aku mau lapor polisi.
Maksudmu adalah
aku yang sudah merusak aroma anggur itu sendiri lalu datang mencari kalian.
Anggur yang berubah aroma dengan anggur palsu,
apa aku tidak bisa membedakannya?
Anggurnya tentu tidak berubah aroma.
Anggur yang ada di tanganmu ini,
jika dilihat dari kadar kehilangan efek alkoholnya,
ini baru hilang beberapa jam.
Kalau begitu, masalahnya muncul.
Kenapa anggur sudah dibuka selama tiga hari,
tapi efek alkoholnya malah hilang hanya beberapa jam?
Sudahlah.
Terserah kamu mau bilang berapa hari.
Seolah-olah pabrik anggur ini milik keluargamu saja.
Jangan panik, sekarang baru poin pentingnya.
Label untuk anggur ini Chardonnay dari Burgundy.
Ini adalah anggur putih klasik.
Aku juga tidak tahu mana sarafmu yang salah.
Kamu memasukkan anggur merah di dalamnya siang bolong seperti ini.
Kalau ingin mencari masalah,
mohon kamu melakukannya dengan lebih profesional.
Kamu bukan hanya mencari masalah,
tapi juga menyentuh wanitaku dengan sesuka hati.
Bu... bukan...
Te... teman.
Xu Tianran.
Teman.
Minggir sebentar.
Teman, bicarakan baik-baik.
Aku baru saja mendapat telepon dari massa
kalau ada pelaku yang kebiasaan mencari masalah di sini.
Benar, dia orangnya.
Kenapa kamu lagi?
Bu... bukan.
Ini sudah yang kelima kali bulan ini!
Bukan.
Tidak tahu bertobat, bawa pergi!
Bu... bukan, Pak Polisi.
Aku hanya minum anggur dengan temanku di siang hari.
Bu... bukan.
Sudah merepotkan Anda.
Mari, silakan. Sudah merepotkan Anda.
Anda jauh-jauh datang kemari.
Kemarilah, jangan dilihat lagi, ya.
Semuanya bubarlah.
Lakukan urusan kalian sendiri.
Terima kasih semuanya.
Terima kasih.
Kamu masih bilang punya perasa mutlak.
Bahkan kamu tidak bisa membedakan
anggur putih yang paling dasar dan anggur merah.
Itu karena dia mabuk,
lalu datang langsung memaki dan menarikku.
Aku menjadi linglung.
Sudahlah, berikan ponselmu padaku.
Ponsel.
Kelak kalau kamu bertemu bahaya lagi,
telepon aku.
Apa ini adalah hadiah terima kasih darimu?
Lain kali aku traktir kamu makan enak lagi.
Ketua kami sangat berterima kasih padamu.
Aku akan tanya padanya dua hari lagi.
Apakah ada
penghargaan untuk keberanian menegakkan keadilan dan semacamnya itu.
Aku akan memintakannya untukmu.
Kenapa kamu tidak melawan?
Kamu tahu apa yang sedang kubicarakan.
Kenapa?
Kenapa?
Tidak ada begitu banyak alasan.
Karena aku butuh pekerjaan ini.
Di mana martabatmu? Di mana kepribadianmu?
Bukankah semua ini lebih penting dibandingkan pekerjaan?
Itu duniamu.
Kamu tentu bisa mengutamakan
harga dirimu yang berharga itu.
Lalu, kamu pakai uangmu itu
untuk menumpuk sebuah kehidupan yang bersinar.
Tapi, orang biasa seperti diriku ini,
hidup saja sudah sangat kesusahan.
Atas dasar apa kamu mempertanyakanku?
Lu Fenfen, selama kamu bersedia,
aku bisa membuatmu hidup dengan sangat baik seumur hidup ini.
Apa maksudmu?
Apa kamu mau mengatakan soal menandatangani kontrak?
Jadi, dalam hatimu,
aku bisa dibeli dengan uang?
Kalau begitu, berapa banyak yang ingin kamu tawarkan?
Bukan, aku tidak bermaksud seperti itu.
Aku hanya merasa
kamu sangat berbakat dalam urusan anggur.
Kalau hanya karena uang
kamu tidak bisa belajar ke Prancis,
aku bisa mendukungmu sepenuhnya.
Terima kasih.
Tapi, aku mau mengandalkan diriku sendiri.
Coba kamu lihat, di sana.
Semua orang ini terlihat sibuk.
Semua hanya demi gaji yang sedikit itu.
Orang biasa seperti diriku ini sangat banyak.
Bahkan, untuk hidup saja sudah sangat menyulitkan bagi kami.
Jadi, kadang kala
kita harus menurunkan
harga diri yang sedikit itu.
Tapi, ini juga sangat normal.
Karena bukan setiap orang
akan terlahir dengan bergelimang harta.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Apa kamu benar-benar merasa seperti itu?
Aku juga tidak tahu.
Kadang kala,
aku merasa kamu hanyalah anak kecil.
Tapi, kadang kala
aku merasa kamu sepertinya sangat kelelahan.
Kamu seperti telah memakai sebuah cangkang yang berat.
[Bagaimana dia tahu?]
Kenapa? Apa aku salah bicara?
Jangan berpura-pura terpuruk.
Anak muda masih tidak tahu tentang kekhawatiran.
Ayo pergi.
Apa kamu... menyukainya?
Bagaimana mungkin aku menyukai Lu Fenfen?
Mingchen.
Kamu sudah terjebak.
Aku akui bahwa
aku sedikit memiliki perhatian khusus padanya.
Saat bersama dengannya, aku merasa sangat rileks.
Aku merasa aku telah kembali ke masa kecilku.
Saat itu,
ayah dan ibuku belum mengalami kecelakaan.
Mingchen, sebenarnya sejak awal aku sudah bilang padamu
biasanya hidupmu itu sudah terlalu tertekan.
Awalnya aku menyuruhmu untuk mengejar Lu Fenfen
karena ingin kamu tetap hidup.
Tapi, sekarang kelihatannya
hubungan kalian berdua
adalah obat khusus untukmu.
Tapi, perasaan seperti ini membuatku merasa sangat tidak tenang.
Aku terus merasa akan hilang kendali.
Inilah pesona dari cinta.
Ini sangat bagus.
Pintu terbuka.
Fenfen.
Fenfen.
Bibi.
Kamu ke mana?
Aku pergi bekerja.
Biaya sewa selama tiga bulan.
Berikan uangnya.
Bibi, uang sewanya itu,
aku benar-benar sedikit kekurangan uang.
Kalau Anda memberikan kelonggaran lagi...
Aku sudah melonggarkan waktu untukmu selama beberapa minggu, 'kan?
Kamu tidak bisa membayarnya, ya?
Kalau tidak bisa bayar, bereskan barangmu dan pindah.
Bibi.
Berapa utang dia padamu?
50.000 yuan?
5.000 yuan.
4.500 yuan.
Apa tidak ada biaya keterlambatan?
Aku transfer padamu.
Baik, kamu lugas sekali.
Sudah aku kirimkan.
Terima kasih.
Apa dia temanmu?
Bibi, apa Anda masih ada urusan?
Tidak ada lagi, aku akan pergi.
Aku tidak mengganggu kalian lagi.
Tidak mengganggu kalian lagi.
Jangan salah paham, kamu tetap harus membayarnya.
Tentu saja, aku akan buat surat utang kepadamu.
Yang aku katakan bukan uang,
tapi mungkin yang lain.
Yang lain? Apa yang lain?
Jangan lakukan hal ini.
Kamu sudah banyak menonton drama televisi, ya.
Aku mau waktumu semalaman.
Dasar mesum!
Tenang saja.
Aku tidak akan melakukan tindakan di luar batasan.
Tapi, satu malam ini,
kamu dan waktumu
hanya milikku.
Apa kamu yakin kamu tidak akan melakukan apa pun?
Adik, aku beri tahu padamu, aku adalah kakak.
Kamu tidak boleh bertindak sembarangan.
Kurasa kamu juga tidak berani berbuat macam-macam.
Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.
Sekeren ini?
Presdir, aku tahu kamu sangat tegas.
Tapi, setelah bekerja sama dengan perusahaan selama bertahun-tahun,
urusan pengiriman barang itu
tidak pernah terjadi kesalahan apa pun.
Ada alasan untuk keterlambatan terakhir kali itu.
Menurutmu, bisakah melihat
hubungan kerja sama dengan perusahaan selama bertahun-tahun ini,
berikan sebuah pengecualian satu kali?
Chen.
Lanjutkan.
Presdir Xu, aku juga sudah tua.
Aku mengerti masalah dalam dunia bisnis.
Salah tetap salah, kalau salah harus mengakuinya.
Barusan aku memohon padamu bukan untuk diriku sendiri.
Perusahaanku ini tidak bisa dibandingkan dengan perusahaanmu.
Tapi, aku juga mempekerjakan hampir ratusan orang.
Kalau Presdir mau menghukum,
kamu hukum aku sendiri saja.
Lihatlah, semua orang ini begitu sibuk,
sebenarnya hanya demi gaji yang sedikit itu.
[Ada banyak orang biasa yang seperti aku ini]
[Bahkan, untuk hidup saja sudah cukup menyulitkan bagi kami]
[Jadi, kadang kala,]
[kita harus menurunkan sedikit harga diri itu]
Keterlambatan pengiriman kali ini
mengakibatkan konsekuensi yang sangat serius.
Bukan hanya menyebabkan kerugian di bagian keuangan,
dengan kualitas pelayanan
yang merupakan standar industri tertinggi dalam industri perhotelan,
bagi citra dan nama baik perusahaan
telah menciptakan kerugian yang tidak kecil.
Chen, aku sudah melihat laporannya.
Saat itu, ada situasi darurat yang terjadi pada keluarga sopir.
Jadi, harus segera di antar ke rumah sakit.
Tentu saja itu bisa dimaafkan.
Sama seperti yang kamu katakan,
kamu sudah bekerja sama dengan perusahaan selama 15 tahun.
Tapi, tidak pernah terjadi kesalahan apa pun.
Dedikasi dan kepercayaan ini,
kurasa...
Kamu layak mendapatkan satu kesempatan lagi.
Terima kasih, Presdir.
Hanya kali ini saja.
Selain itu, kerugian yang disebabkan oleh keterlambatan ini
juga harus dikenakan sanksi yang sepantasnya.
Kamu segera buatkan rencananya.
Baiklah.
Rapat hari ini sampai di sini, bubarlah.
Mingchen.
Direktur Xu, apa Anda ada urusan?
Kamu pergi bekerja saja dulu.
Mingchen, kamu melakukannya dengan sangat baik barusan.
Paman merasa kamu sangat hebat.
Manajemen ini
sebenarnya adalah sebuah seni keseimbangan.
Kamu memang tidak bisa terus berada dalam kondisi tertekan.
Mempertahankan fleksibilitas yang sesuai
tetap diperlukan.
Direktur Xu, kamu bisa terus terang saja.
Mingchen, kita adalah paman dan keponakan.
Satu keluarga tidak akan sungkan.
Kamu terus-menerus memanggilku Direktur Xu,
begitu didengar sangat asing.
Aku punya sedikit hal kecil.
Aku akan memohon untuk Song kepadamu.
Direktur Xu.
Pengurusan karyawan juga berada dalam yurisdiksiku.
Kalau kamu keberatan,
kamu boleh mengusulkan mosi kepada dewan direksi.
Direktur Xu.
Saat di perusahaan, aku adalah presdir.
Kuharap Anda juga bisa sama seperti yang lain,
memanggil jabatanku.
Itu sama sekali tidak asing.
[Anggur]
Kenapa kamu ada di sini?
Aku justru ingin tanya padamu.
Bagaimana persiapanmu?
Kamu begitu percaya padaku.
Aku tentu saja harus melakukan yang terbaik.
Kamu tidak perlu terlalu tertekan.
Kamu pasti tidak masalah.
Majalah ini bagus.
Sebelumnya, aku juga sering membacanya.
Aku pernah melihat berita tentangmu di majalah ini.
Itu saat periode kamu menjadi ahli anggur merah.
Itu sudah bertahun-tahun lalu.
Kamu adalah idolaku.
Karena dirimu juga,
aku berniat untuk menjadi somelier.
Benarkah?
Benar.
Aku masih menyimpan majalah periode itu hingga sekarang.
Kamu tidak tahu aku sangat bersyukur
kamu bisa memberikanku kesempatan ini.
Aku bahkan merasa seperti sedang bermimpi sekarang.
Kalau budiku sebesar ini,
ucapan saja tidak cukup untuk membuktikannya.
Apakah kamu mau mentraktirku makan?
Bukan hal yang besar, tidak masalah.
Kamu yang pilih tempatnya.
Kenapa aku menyetujuinya?
Bagaimana kalau dia ingin pergi ke restoran Michelin atau semacamnya?
Aku bahkan tidak sanggup membayar biaya layanannya.
Ada apa?
Mingchen si bocah ini.
Sekarang dia benar-benar makin tidak pengertian.
Hari ini saat rapat,
Chen melakukan kesalahan yang begitu besar.
Dia menyebabkan kerugian yang begitu parah untuk perusahaan.
Dia tidak mengatakan apa pun dan tetap melanjutkan kerja samanya.
Coba kamu lihat Song.
Itu hanya hal kecil
dalam kehidupan saja,
dia terus tidak mau melepaskannya.
Aku sebagai pamannya memohon padanya juga tidak berguna.
Dia sama sekali tidak menghargaiku.
Setidaknya, aku juga adalah pamannya.
Dia malah
terus-menerus memanggilku Direktur Xu.
Dia terus beradu mulut denganku.
[Dreaming Back to the Qing Dynasty]
Bagus, anak ini sekarang
juga sudah belajar bermain siasat denganku.
Keluarga Xu tetap saja Keluarga Xu.
Tapi Paman Song, aku mau mengingatkanmu.
Mingchen adalah presdir perusahaan.
Dari segi posisi, dia satu tingkat di atasmu.
Kamu terus-menerus memanggilnya bocah,
bagi orang luar itu tidak terlalu pantas.
Qingran.
Ketua Dewan.
Aku juga tidak punya maksud lain.
Bukankah aku berpikir untuk keuntungan perusahaan?
Bukankah begitu?
Ditambah lagi.
Mingchen adalah presdir.
Manajemen sehari-hari adalah tanggung jawabnya.
Kamu datang mencariku,
pertama, aku tidak bisa mengganggu keputusannya.
Kedua,
aku selalu mendukung keputusannya tanpa syarat.
Bagaimana menurutmu?
Benar, setiap perkataan Ketua Dewan memang sangat berlogika.
Kita memang harus mendukungnya tanpa syarat.
Baiklah, aku tidak ada urusan lain lagi. Aku pergi dulu.
Antar Direktur Xu keluar.
Tidak perlu lagi, seduhkan teh untuk Ketua Dewan saja.
Ketua Dewan.
Tubuh Mingchen
apakah bermasalah?
Hari ini saat rapat,
kulihat dia sepertinya tidak terlalu sehat.
Aku benar-benar sangat khawatir.
Terima kasih atas perhatian Direktur Xu, dia sangat sehat.
Baguslah kalau tidak apa-apa.
Dia memang menunggu untuk mencari masalah.
Tidak tahunya, Presdir Xu sama sekali tidak terjebak.
Mingchen melakukannya dengan baik.
Tapi, biasanya Presdir Xu sangat tegas.
Kali ini, dia memberikan kesempatan
juga membuatku tidak menyangka.
Aku juga tidak menyangka.
Mungkin karena tubuhnya sudah baik.
Suasana hatinya juga berubah menjadi baik.
Tubuhnya membaik?
Yijiang sudah menemukan caranya?
Bagus sekali.
[Masa Lalu Mengikuti Angin]
Bos, sama seperti biasa, ya.
Baiklah.
Diam.
Mari, duduk di sini.
Silakan kedua tamu minum air dulu.
Baik.
Kami lakukan sendiri saja.
Baiklah, tunggu sebentar.
Untung saja.
Kamu tidak membawaku
ke Restoran Michelin dan semacamnya.
Kalau tidak,
aku mungkin tidak akan sanggup bayar biaya layanannya.
Aku mungkin harus tinggal di sana untuk cuci piring.
Kamu benar-benar jujur dan berani mengatakan apa pun.
Aku mewarisi sifat ayahku.
Oh, ya. Apa kamu orang lokal?
Kenapa bertanya seperti ini?
Jalanan ini sangat terkenal di daerah kami.
Tapi, orang luar belum tentu mengetahuinya.
Kamu cukup pintar.
Bagaimana? Apa senang kembali ke rumah?
Tidak senang?
Rumah...
Saat berada di sini, aku sangat membencinya.
Tapi, saat aku meninggalkan tempat ini,
aku merindukannya.
Bagiku, rumahku benar-benar sangat rumit.
Lidah bebek panggang sudah selesai.
- Baik. - Mari, Nona.
Silakan dimakan selagi panas.
Baik.
Jangan bicarakan ini lagi, ayo makan.
Tunggu aku sebentar, aku pergi membeli sesuatu.
Xu Mingchen.
Aku bahkan tidak percaya, apa ini masih dirimu?
Aku hanya melakukan pengecualian satu kali.
Kenapa begitu berlebihan?
Coba kamu dengar.
Aku hanya membuat pengecualian satu kali saja.
Xu Mingchen yang dulu
tidak akan pernah mengatakan ucapan seperti ini.
Xu Mingchen yang dulu dengan yang sekarang,
apa ada bedanya?
Xu Mingchen yang dulu
adalah sebuah mesin bisnis tanpa emosi.
Semuanya hanya demi efesiensi.
Berikan perintah, laksanakan, dan umpan balik.
Xu Mingchen yang sekarang
bisa berbaik hati dan membuat pengecualian.
Dia seolah-olah seperti sudah memiliki perasaan manusia.
Hal yang membuatku lebih tertarik adalah
siapa yang sudah mengubah program
dan membuatmu berubah?
Lu Fenfen, 'kan?
Jika membicarakan Lu Fenfen,
aku sudah berhasil menaklukkannya.
Apa katamu?
Bukan menaklukkan yang seperti kamu bayangkan.
Aku sudah mendapatkan waktu semalaman miliknya.
[Masa Lalu Mengikuti Angin]
Bos.
Berikan pembuka penutup dan dua buah gelas.
Baiklah.
Aku beri tahu kamu, ya.
Jangan melihat anggur ini murah,
tapi anggur ini sangat cocok dengan lidah bebek panggang ini.
Mari, aku bantu kamu buka.
- Aku bantu tuangkan. - Terima kasih.
Aku tuang sendiri saja.
Baiklah.
Mari.
Ayo, cicipi.
Anggur ini tidak perlu dihilangkan alkoholnya.
Coba.
Bagaimana?
Memang lumayan.
Aku sudah bilang.
Kelihatannya, aku yang sudah berprasangka buruk.
Di Prancis,
ada kebiasaan makan daging bebek dengan anggur merah.
Tapi, lidah bebek panggang dengan anggur merah ini,
aku masih pertama kali.
Tidak disangka kamu bisa memikirkannya.
Daging bebek ini lebih berlemak,
tapi tekstur dagingnya sangat kering dan keras.
Makanya, cara memasak makanan Prancis yang biasanya
adalah memasaknya dengan lambat dan suhu yang rendah.
Itu untuk memblokir minyaknya.
Tapi, bau dari minyak yang ditahan itu terlalu berat.
Jadi, tidak bisa dipadukan dengan
anggur merah yang astringen muda.
Harus dipadukan dengan yang dewasa,
ketebalannya relatif lebih tinggi.
Misalkan, Santo Emilion dari Bordeaux.
Tapi, lidah bebek ini berbeda.
Lidah bebek itu garing, empuk, dan berair.
Jadi, cocok dipadukan dengan
anggur merah yang segar dan enak ini.
Ditambah BBQ ini memang relatif asin,
jadi ada penyesuaian rasa manis seperti ini.
Anggur semi-manis mint produk lokal ini
adalah perpaduan terbaik dengan lidah bebek panggang.
Satu gigitan lidah bebek, satu tegukan anggur merah.
Maaf.
Halo.
Baik. aku mengerti.
Ada apa?
Barusan
Grup Xu ingin mensponsori Kelas Ahli milikku.
Benarkah? Selamat untukmu.
Kenapa?
Kenapa?
An Da milik Grup Xu dan Hotel Xiya milik Grup Ding.
Itu semua merupakan hotel kelas top di seluruh negeri.
Mereka mengundangmu,
bukankah itu artinya pengakuan terbesar untukmu?
Selamat.
Kamu tidak senang?
Mereka memberikannya sesuka hati,
tapi apakah pernah bertanya padaku mau atau tidak?
Kepala.
Ada apa dengan Lu Fenfen ini?
Aku mengirimkan banyak pesan, kenapa tidak ada yang dibalas?
Fenfen, ada apa denganmu?
Aku mengirimkan banyak pesan untukmu,
kamu juga tidak membalasnya.
Kalau ada urusan, kamu bisa mengirimkan pesan WeChat padaku saja.
Ini tidak bisa dijelaskan di WeChat, ada kabar gembira.
Cepatlah, aku masih harus pulang untuk belajar.
Ada dua kabar baik, mau dengar yang mana dulu?
Terserah.
Pesanan pelanggan besar, Direktur Chen sudah kita dapatkan lagi.
Selanjutnya.
Performa dan bonus kita sudah kembali lagi.
Benarkah?
Benar.
Aku sudah punya uang.
Performa bonus sudah dibagikan.
Nanti kita keluar untuk merayakannya sebentar.
Karaoke.
Boleh.
Ayo pergi.
- Ayo. - Ayo.
Ayo pergi.
Aku bilang, hari ini kamu tidak boleh menguasai mikrofon sendiri.
Kenapa tidak bisa?
Setiap kali dia yang menyanyi.
Lu Fenfen.
Kalian pergi dulu, aku akan menyusul.
Cepat sedikit.
Ketemu di tempat lama, kami menunggumu.
Ayo.
Kenapa kamu kemari?
Aku datang untuk menjemputmu.
Apa kamu sudah lupa dengan janji kita?
Malam ini kamu hanya milikku.
Aku ingat.
Ini untukmu, janji kita dibatalkan.
Kamu sedang mengingkari janji.
Memang kamu yang sudah memaksaku.
Juga semalaman.
Kurangi menonton drama televisi, Adik.
Kakak orang dewasa. Orang dewasa itu sangat sibuk, oke?
Mari, ambil ini.
Aku tidak peduli, aku sudah menyiapkan semuanya.
Bagaimana kalau kamu ikut karaoke denganku?
Kamu mau pergi atau tidak?
Mau.
Bonus perfoma bulan depan pasti akan dibagikan juga.
Terima kasih, Kepala.
Halo semuanya.
Fenfen sudah datang.
Kami sudah menunggumu sangat lama, kamu lambat sekali.
Fenfen, adikmu tampan sekali.
Kamu... apa hubungan kalian?
- Tetangga. - Pacar.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.