All language subtitles for The Girl Who Sees Smells episode 04 [iQIYI subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[The Girl Who Sees Smells]

[Episode 4]

[Bus mendekati stasiun]

[Mohon berhati-hati]

Kakek!

Fenfen.

Kakek.

Nona, kamu...

Kakek, ini Qiao Yi.

Dia teman sekamarku saat kuliah.

Dia yang meneleponmu.

- Terima kasih, ya. - Halo, Kakek.

Kamu kurusan lagi.

Gemuk sangatlah cepat.

Besok aku akan jadi gemuk untuk kamu lihat.

Ayo pulang.

Mana bisa semudah itu?

Mari, biar aku saja.

Ti... tidak apa-apa, Kakek.

Anda biarkan dia membawanya.

Sudah sampai rumah.

Bagus juga.

Lumayan, 'kan?

Duduklah, Kakek.

Biaya sewanya mahal, 'kan?

Tidak mahal, Kakek.

Qiao Yi sangat menjagaku.

Dia menanggung tanggung jawab besar.

Kamu...

Kamu tidak boleh mengambil keuntungan dari dia.

Kakek.

Mari, minum air.

Terima kasih.

Kakek, Anda jangan segan denganku.

Namun, sekarang Fenfen baik-baik saja.

Pekerjaannya sudah benar.

Semuanya salahku.

Temperamenku seperti petasan.

Lihatlah, aku langsung mengatakannya dengan berlebihan

sehingga Anda terkejut.

Bagaimana bisa menyalahkanmu?

Jika bukan karenamu,

aku tidak tahu kalau terjadi hal sebesar itu.

Kakek, kamu tidak menyalahkanku, 'kan?

Untuk apa menyalahkanmu? Tentu saja tidak.

Kalau mau, salahkan si Marga Yang itu.

Dasar tidak tahu diri.

Dia sama sekali tidak tahu kebaikan Fenfen.

Benar, Kakek. Aku juga berpikiran begitu.

Menghentikan kerugian tepat waktu.

Kulihat Fenfen tidak mempermasalahkannya.

Kakek menjadi tenang.

Tidak masalah.

Kak.

Tianran sudah kembali.

Kamu tidak mau bertemu dengan dia?

Apakah aku yang tidak mau bertemu dengannya?

Dia kembali untuk membantu Keluarga Ding.

Di hatinya tidak ada kita.

Dia pasti punya rencananya sendiri.

Selain itu, Keluarga Ding juga bukan orang lain.

Keluarga kita adalah teman lama.

Baik, terserah kamu mau bilang apa.

Kalau dia mau kembali, dia pasti kembali.

Sebaliknya penyakitmu,

bagaimana keadaanmu belakangan ini?

Saat ini kondisiku baik.

Yijiang juga sedang mencari solusi.

Aku sungguh ingin sakit menggantikanmu.

Tenang saja, aku tidak apa-apa.

Biar aku saja.

Aku saja.

Kakek, kenapa kamu datang?

Qiao Yi bilang kamu bekerja di sini.

Aku menganggur setelah makan, jadi, jalan-jalan.

Lalu, kemari melihatmu.

Aku saja, Kakek.

Biar aku saja.

Kakek.

- Mau dipindah ke mana? - Kakek.

Jangan pindahkan, ini terlalu melelahkan, Kakek.

Tubuhku sangat hebat.

Aku baik-baik saja.

Tidak perlu khawatirkan aku. Ayo, mana yang mau dipindahkan?

Baik, aku tahu.

Tubuh kakekku yang terbaik, 'kan?

Namun, nanti,

aku dan rekan kerjaku pasti bisa memindahkan semuanya.

Kamu istirahat saja, Kakek.

Kamu seorang gadis.

Terlalu melelahkan kalau mengerjakan ini.

Tidak kelelahan, Kakek.

Orang di sini sangat baik.

Semua rekan kerja sangat menjagaku.

Apalagi, aku...

Fenfen, Merlot ini...

Ketua. Ini ketua kami, Daxiong.

Daxiong, Kakek.

Kakek, Anda masih ingat aku?

Daxiong dari Keluarga Wang?

Sudah bertahun-tahun tidak ketemu, masih...

Fenfen kami sudah bergantung padamu.

Jangan segan, Kakek.

Itu sudah seharusnya.

Fenfen seperti keluarga sendiri.

Fenfen.

Melihat ada teman baik di sisimu,

Kakek merasa senang dari lubuk hatiku.

Namun, Fenfen,

Kakek tetap berharap kamu bisa menemukan

orang yang bisa menyayangimu.

Kakek, aku bisa menjaga diriku dengan baik.

Kamu tenang saja.

Fenfen, kurasa Kakek benar.

Kakek, Anda tenang saja.

Asalkan ada aku,

tidak peduli kapan

dan apa pun yang terjadi,

aku akan ada di sisi Fenfen selamanya.

Siang ini aku traktir makan sebagai tuan rumah.

Baik, terima kasih, Ketua.

Tidak perlu segan.

Daxiong, sudah merepotkanmu.

Kakek, Anda jangan segan.

Kita sudah sepakat, hari ini kamu yang traktir.

Tidak masalah.

Jangan, Kakek. Hari ini harus aku yang traktir.

Lihatlah, aku bermain dengan Fenfen

sejak kecil hingga dewasa.

Sebenarnya...

Sebenarnya, hari ini aku juga mengajak satu orang.

Siapa?

Mengajak satu orang lagi?

Seharusnya kamu yang traktir, 'kan?

Tidak masalah.

Mari, semuanya duduk.

Duduklah.

Duduk, cepat duduk.

Xiaoming.

Kakek.

Fenfen, kamu sudah tidak kenal?

Halo.

Dia tumbuh bersamamu sejak kecil,

kakak dari Keluarga Li.

Saat kecil, kamu memanggil dia Kakak Li.

Halo.

Putra Kepala Desa.

Aku ingat.

Kakek, apa yang Anda lakukan?

Bukankah kalian sudah lama tidak bertemu?

Sekarang kalian juga di kota yang sama.

Kelak,

sesekali kalian sama-sama keluar

untuk makan dan mengobrol.

Dengan begini, ada satu lagi orang yang peduli padamu.

Kakek juga tenang.

Fenfen, 'kan?

Kamu jauh lebih cantik dibanding dulu.

Te... terima kasih.

Aku ingat saat kecil,

kita pernah ke kebun,

lalu, kamu tidak sengaja jatuh ke tangki septik.

[Tolonglah]

[Kenapa masalah yang begitu memalukan]

[masih diungkit sekarang?]

Kamu adalah...

Daxiong?

Bukan, aku Xiong.

Ketua tim Fenfen,

juga teman terbaiknya.

Aku ingat saat itu,

kamu selalu mengikuti Fenfen

dan kamu dikejar.

Juga pernah diseret ke pohon, 'kan?

Kak Xiaoming, benar?

Bagaimana kalau kamu minum lebih banyak air

dan kurangi bicara?

Fenfen.

Pesan makanan.

Baiklah, aku pesan makanan.

Makanan sudah kupesan.

Minumlah air, Kakek.

[Qiao Yi, butuh bantuan darurat!]

[Lu Fenfen]

[Lu Fenfen: Qiao Yi, butuh bantuan darurat!]

Kamu terlalu lamban.

Sampai sekarang kamu belum mendapatkan ciuman Lu Fenfen.

Dia menganggapku sebagai adik yang di bawah umur

dan terus menolakku.

Bagaimanapun juga,

jika masih tidak mendapatkan ciumannya,

kamu akan sekarat, Tuan Muda.

Tidak bisa, aku harus membantu saudaraku.

Aku harus membantu.

Jangan bergerak.

Kakek, mari makan iga.

Baik.

Fenfen, kamu juga makan satu.

Terima kasih.

Makanlah.

Ming sungguh sungkan.

Dia juga bilang

mau bawa kita berkeliling setelah makan.

Benar, semuanya bersama-sama.

Aku ada mobil.

Kakek, aku masih ada urusan sore ini.

Tidak masalah.

Aku ada urusan.

Tidak ada urusan, memangnya urusan apa?

Fenfen.

Kenapa kamu diam-diam

kencan buta dengan pria lain?

Aku...

Bukankah kamu pernah bilang akan mencintaiku selamanya?

Apa yang kamu lakukan? Lepaskan!

Kakek, dia...

Siapa dia?

Halo, Kakek.

Aku pacar Lu Fenfen.

Xu Tianran.

Kakek, hari ini aku akan membawamu jalan-jalan,

lalu, membawamu makan makanan enak nanti malam.

Kakek.

Bagaimana kalau aku memfotomu?

Baiklah.

Boleh.

Langitnya cerah, bagus sekali.

Benar, di sini.

Perlihatkan padaku. Kamu boleh juga.

Ayo foto keluarga.

Ayo swafoto untuk foto keluarga.

Tidak perlu. Kakek, kamu cepat berfoto.

Kemarilah.

Kemari.

Mari.

Bagus.

Aku bantu kalian berfoto.

Tidak. Tidak perlu, Kakek.

Saat aku merindukan kalian,

aku bisa melihatnya.

Mari.

Bisa lebih dekat, tidak?

Buat pose hati.

Ayo, siap-siap.

Satu, dua, mulai.

Hati.

Bukan begitu.

Yang seperti ini.

Ayo, seperti ini.

Bersiap, mulai.

Hati... Bagus.

Benar.

Kalian harus lebih mesra.

Lihat, kamu lihat.

Mereka sangat mesra.

Belajar dari mereka.

Tiru mereka.

Biarkan aku cium lagi.

Di sini ada banyak orang.

Ayo foto.

Bagaimana mereka melakukannya?

Cantik, tidak?

Ciumlah.

Kamu memang cantik.

Kalau begini?

- Kita foto di sana. - Baik.

Bagus.

Sudah boleh.

Kakek, kamu lapar?

Tidak.

Ayo makan sesuatu yang enak.

Kamu lapar, tidak?

Tidak, aku tidak lapar.

Coba lihat itu.

Kakek, kamu mau main itu, tidak?

Tidak mau.

Kakek.

Kamu ingin membawaku ke tempat ini?

Benar.

Bukan Kakek yang ingin kemari, tapi aku.

♫Aku ingin mengumumkan pada dunia dengan lantang♫

Tempat yang ingin didatangi Fenfen

♫Rasa sukaku padamu♫

adalah tempat yang Kakek sukai.

♫Terlalu besar♫

Kalau begitu, aku bawa kamu terjun lenting.

♫Tidak bisa berhenti mengatakan aku mencintaimu♫

Tidak.

Tidak bisa, aku mana bisa terjun lenting?

♫Meskipun malam sangat panjang♫

Kalian saja yang terjun lenting.

♫Jika ada kamu akan menjadi romantis♫

Ayo, kalian terjun lenting.

♫Setiap hari mendengarmu selesai menceritakan♫

♫Dongeng sebelum tidur baru bilang selamat malam♫

♫Kerinduan setiap waktu♫

♫Ternyata bisa berubah menjadi kebiasaan♫

♫Perpisahan yang tidak ada habisnya♫

♫Kebanyakan saat-saat aneh terlalu singkat♫

♫Terkadang akan terjerat dan tidak bisa putus♫

♫Mungkin akan buta dan berani♫

♫Tapi suaramu♫

♫Terus berputar di benakku♫

Kalian berdua mampu, tidak?

Sebenarnya, Fenfen sangat menderita.

Ayah ibunya sudah lama meninggal.

Aku seorang yang membesarkan dia.

Saat kecil,

impiannya adalah bermain di taman hiburan.

Saat itu aku harus memelihara babi,

jadi, tidak ada waktu juga tidak ada uang.

Kakek.

Pendampingan keluarga tidak bernilai.

Sekarang Fenfen bisa sebahagia itu

karena dia memiliki kakek terbaik di dunia.

Fenfen bilang kamu seperti anak kecil.

Kulihat kamu sangat dewasa dan bijaksana.

Beri tahu aku,

apakah kamu tulus menyukai Fenfen?

Aku...

Jangan beri tahu aku.

Jawab dirimu sendiri.

Kakek sudah tua,

tidak mungkin bisa menjaga dia selamanya.

Namun, aku hanya berharap cucuku

bahagia sepanjang hari.

Meskipun sedikit tidak bahagia,

itu akan segera berlalu.

Dia pasti bisa.

Meskipun dia terlihat bodoh,

tapi sebenarnya dia sangat tangguh.

Menurutku, dia seperti siput.

Meskipun lambat,

tapi

terus bergerak menuju tujuannya.

Sebenarnya, perkataanmu benar.

Gadis ini keras kepala.

Kamu juga tahu,

Fenfen berbakat dalam perasa.

Juga sangat menyukai anggur merah.

Dengan niat Fenfen terhadap anggur merah ini,

dia pasti bisa menjadi

pencicip anggur terbaik di dunia.

Baik, kuharap bisa begitu.

Kukatakan padamu, pegang ini.

Ada apa?

Peganglah, lalu serang dia.

Tidak, aku mau serang kamu.

Kakek.

Tinggallah dua hari lagi baru pergi.

Sudahlah.

Kakek baik-baik saja.

Kalau aku masih tidak pulang,

anak babi akan mati kelaparan.

Lain kali,

kalian dan Fenfen datang ke kebun anggurku.

Aku akan membunuh babi untuk kalian makan.

Baik.

Pasti akan ke sana saat ada luang.

Fenfen.

Biaya hidup di kota besar tinggi. Ambillah.

- Tidak mau, aku punya uang. - Ambillah.

Xu orang yang baik, kamu harus menghargainya.

Xu.

Dua hari ini sudah merepotkanmu dan membuatmu menghabiskan banyak uang.

Kakek tenang saja.

Aku akan menjaga Fenfen dengan baik.

Kakek, ada kami,

kamu tenang saja.

Baiklah, aku pergi dulu.

Aku bawakan untukmu.

Kakek.

Apa yang membuatmu begitu bahagia?

Kak.

Bagaimana pemindahan personel tahun lalu?

Urusan perusahaan sudah beres.

Apakah terjadi sesuatu belakangan ini?

Bagaimana tubuhmu?

Lumayan bagus.

Yijiang telah menemukan rencana penyembuhan baru.

Tenang saja.

Sungguh? Apa itu.

[Masalah Fenfen belum pasti,]

[lebih baik tidak beri tahu Kakak dulu]

[agar dia tidak khawatir]

Kak, aku menemukan anggur merah baru.

Aku bawa kamu mencicipinya.

Lain kali baru kuberi tahu.

♫Begitu aku memikirkanmu♫

♫Jantungku berdebar kencang♫

♫Kenangan penuh dengan♫

♫Aromamu♫

♫Pertemuan yang seperti mimpi♫

♫Pasti merupakan suatu pertanda♫

♫Hampir menggila di dunia yang rumit♫

♫Tapi senyumanmu adalah obatku♫

Kamu buru-buru sekali.

Aku sudah mau terlambat bekerja.

Kamu sudah makan?

Aku sudah minum kopi.

Bagaimana boleh? Kamu makan ini.

Kamu sudah terlambat, 'kan?

Aku antar kamu.

Baik, kalau begitu sudah merepotkanmu.

Ayo pergi.

Terima kasih.

Ada apa?

Aku tersedak.

Hanya masalah kecil.

Kenapa kamu menyetir sekencang itu?

Kamu harus absen 10 menit lagi.

Kalau aku tidak bergegas, apa kamu bisa sempat?

Tadi aku hampir mati ketakutan.

Bahkan jantungku hampir melompat keluar.

Ini pertama kalinya kamu naik mobilku,

jadi, kamu begitu takut.

Meskipun masih muda,

ternyata kamu sopir berpengalaman.

Aku melakukannya demi siapa?

Baiklah, semua demi aku.

Terima kasih, ya.

Jika bukan karena keterampilan mengemudimu yang luar biasa,

hari ini aku pasti sudah terlambat.

Ini cukup bagus.

Juga tidak tahu siapa

yang biasanya selalu bilang bahwa dirinya pemberani.

Aku ketakutan karena kamu menyetir terlalu kencang.

Anak ini tidak bisa dipuji, begitu dipuji langsung melayang.

Tidak bicara denganmu lagi, aku pergi kerja dulu.

Bagaimana kalau aku gendong kamu?

Lagi pula, ini juga bukan pertama kalinya.

Aku tidak selemah itu.

Aku pergi kerja dulu.

Lu Fenfen.

Sadarlah.

Dia hanya sopan.

Presdir Xu, ada telepon dari An Da.

Produk akuatik tidak distok sesuai jadwal

dan restoran tidak dapat menyediakan makanan laut.

Pelanggan yang sudah memesan sangat marah

dan komplain meningkat berkali-kali lipat.

Tenangkan pelanggan dulu.

Hubungi layanan pelanggan untuk pengembalian uang tanpa syarat.

Lalu, kita buat kompensasi yang ditargetkan.

Baik, aku akan segera menjawab mereka.

Siapa yang bertanggung jawab atas penyediaan kali ini?

Selama ini kita bekerja sama dengan Chen untuk produk akuatik.

Dia sudah belasan tahun bekerja sama dengan grup

dan tidak pernah terjadi kesalahan.

Secara teori...

Sekarang dia ada di luar.

Apa Anda mau bertemu dengannya?

Tidak peduli siapa dan apa pun alasannya,

semua bukan alasan untuk membuat kesalahan.

Membangun merek butuh bertahun-tahun.

Satu kesalahan saja cukup untuk menghancurkannya.

Baik, aku sudah mengerti bagaimana cara menanganinya.

Maaf.

Kami akan bertanggung jawab penuh atas masalah kali ini.

Di saat yang sama, kami juga menantikan kunjungan Anda berikutnya.

[Bai Bing]

[Maaf, seharusnya aku lebih berhati-hati]

[Aku pasti akan mengendalikan dampaknya]

[Baik]

Direktur Chen,

jika Anda membatalkan pesanan sekarang,

kami harus bagaimana?

Kenapa barangnya tidak terkirim?

Awalnya aku ingin menjelaskan padanya,

tapi aku bahkan tidak bertemu dengan dia.

Lebih dari 20 orang kami

mengandalkan pesanan Anda untuk makan.

Aku benar-benar tidak berdaya.

Kali ini sungguh maaf.

[Swalayan Manjiafu]

Anda bekerjalah, aku pergi dulu.

- Baik. - Baik.

Hati-hati di jalan.

Manajer.

Duduklah.

Manajer.

Ini daftar penjualan kita bulan ini.

Tadi kamu sudah dengar semuanya?

Aku mendengar garis besarnya saja.

Kamu adalah ketua tim, bagaimana menurutmu?

Manajer.

Kita harus berusaha keras

meningkatkan kinerja penjualan bulan ini.

Meningkatkan apanya?

Dengan bawahan-bawahan tidak efektifmu itu,

sejak awal kita sudah kelaparan.

Aku beri tahu kamu.

Semua peringkat 30% terbawah

dalam kinerja penjualan bulan ini

harus dipecat.

Perusahaan tidak punya uang untuk menafkahi pengangguran.

Aku... aku mengerti.

Halo, silakan mencicipi...

[Bank Pertanian Tiongkok]

["Bank Pertanian Tiongkok" Rekening Anda dengan akhiran 6674 telah menyelesaikan setoran UnionPay sebanyak 3.000 yuan, saldo sekarang 4.149,18 yuan]

Kemari.

Pelan-pelan, sekarang waktu kerja.

Mana bonusnya?

Apa?

Bonus.

Iya, bonus.

Lu Fenfen.

Jangan sepanik itu, oke?

Kamu tidak dapat, aku tidak dapat,

semua tidak dapat.

Aku baru saja dimarahi manajer,

sekarang dipukuli olehmu.

Kenapa?

Direktur Chen, pelanggan besar yang sering bekerja sama dengan kita

tiba-tiba membatalkan pesanan

sehingga penjualan kita

turun drastis bulan ini.

Kurasa karena ini.

Apakah separah itu?

Masih ada yang lebih parah.

Tadi manajer memanggilku ke kantornya

dan berkata padaku,

peringkat 30% terbawah

dalam kinerja keseluruhan bulan ini akan dipecat.

Aku harus memperingatkanmu.

Meskipun penjualan anggur merahmu bagus

dan jumlahnya cukup banyak,

tapi kinerja keseluruhanmu selalu buruk.

Aku tahu.

Pada saat ini,

kamu harus bijaksana dalam berbicara dan bertindak.

Jangan membuat kesalahan lagi,

mengerti?

Kamu harus menahannya.

Tahan, ya.

Tuan, bisakah kubantu?

Kamu orangnya.

Kamu menjual anggur palsu padaku.

Anggur palsu?

Itu tidak mungkin, Tuan.

Swalayan kami dimiliki oleh satu perusahaan.

Semuanya satu sumber,

jadi, tidak mungkin ada anggur palsu.

Coba kamu cium.

Kamu menjual ini padaku, 'kan?

Aku...

Kamu memang kejam.

Anggur merah seharga lebih dari seribu yuan

ternyata bisa palsu?

Tidak bisa.

Hari ini harus ganti rugi 10 kali lipat.

Tuan,

apakah ada kesalahpahaman di sini?

Swalayan kami tidak mungkin menjual anggur palsu.

Padahal aku ingat dengan jelas,

kamu yang menjual anggur ini padaku.

Aku katakan padamu,

sekarang kalau swalayan tidak mau ganti rugi, kamu yang ganti rugi.

Ayo temui atasanmu!

Tuan,

bicarakan baik-baik, jangan main tangan.

Xu Tianran.

Siapa kamu? Jangan ikut campur.

Awalnya kulihat sikapmu jujur,

jadi, mau menyuruhmu ganti rugi lebih sedikit.

Sekarang lebih bagus, kamu harus ganti 10 kali lipat!

Tidak boleh kurang sepeser pun!

Semuanya, cepat kemari!

Kemarilah! Semuanya lihat!

Sekarang,

bisa-bisanya wanita ini menjual anggur palsu padaku.

Aku berniat baik menemui dia untuk membicarakannya.

Bisa-bisanya dia memanggil pacar mudanya ini

dan mau memukulku!

- Sekarang apa masih ada norma? - Tuan.

Tuan.

Kami pasti akan mengganti rugi pada Anda.

Namun, bisakah Anda jangan berteriak sembarangan?

Bukan, apa yang terjadi?

Ada apa?

Kamu atasan, 'kan?

Benar.

Kukatakan padamu.

Wanita ini menjual anggur palsu.

Untuk apa memotretku?

Bukan, siapa yang mengizinkanmu memotret? Hapus!

[Segera selidiki orang ini untukku]

[Mingchen: Segera selidiki orang ini untukku]

Aku curiga kamu sengaja mencari masalah.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.