Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[The Girl Who Sees Smells]
[Episode 2]
Boleh aku tanya sebentar,
apakah kamu lajang?
Untuk apa Anda menanyakan hal ini?
Tuan,
apakah dia lajang atau tidak ada hubungannya
dengan kamu membeli anggur atau tidak?
Ada.
Aku sudah punya pacar, Tuan.
Dia adalah pacarmu?
Bukan, dia adalah manajerku.
Halo, Manajer.
Manajer, aku terus merasa
sudah kenal lama begitu melihatmu.
Tuan...
Halo, Manajer.
Baguslah kalau manajer.
Begini.
Aku
sangat berterima kasih Anda datang membeli anggur di tempat kami.
Tapi, kehidupan pribadiku
seharusnya tidak perlu kuberitahukan pada Anda, 'kan?
Selain itu, pacarku itu sangat tampan.
Aku...
[Senior]
Jiannan.
Ada apa? Kenapa kamu tidak membalas pesan?
Aku bersalah padamu.
Apa ujiannya gagal?
Tidak apa-apa, kita bisa ulang sekali lagi.
Suatu hari nanti, pasti bisa berhasil, bukan?
Apa kamu ada waktu nanti?
Apa mungkin dia ingin melamarku?
Ada.
Apa yang mau kamu katakan padaku?
Aku bukan hanya mau bicara denganmu,
aku juga mau membawamu bertemu orang paling penting bagiku.
Orang terpenting?
Ketua.
Fenfen.
Apa mungkin Jiannan
ingin melamarku?
Tidak mungkin, 'kan?
Ketua, aku mau minta izin.
Aku mau pulang dan bersiap-siap sebentar.
Pelan-pelan, hati-hati di jalan, Fenfen.
Astaga!
Tamatlah kamu, Xu Mingchen.
Terima kasih.
Nona, apa ada yang ingin kamu pesan?
Aku akan pesan nanti.
Aku sedang menunggu orang.
Baiklah.
Kamu sudah menunggu sangat lama, 'kan?
Tidak, aku juga baru sampai.
Fenfen, aku mau kenalkan padamu.
Dia adalah wanita yang paling penting dalam hidupku.
Halo, Bibi.
Dia adalah tunanganku.
Tunangan?
Bukankah kamu mau mengenalkan ibumu padaku?
Omong kosong apa yang kamu katakan? Apanya ibuku?
Lu Fenfen.
Dia adalah tunanganku.
Masalah sudah seperti ini, aku harus jujur padamu.
Saat kita bersama,
aku adalah lelaki kecil yang tidak mengerti cinta.
Karena kamu baik padaku,
aku baru bersama denganmu.
Hingga suatu hari, Kak Chen muncul.
Aku baru mengerti apa itu cinta sejati.
Kak Chen?
Cinta sejati?
Lu Fenfen.
Sebenarnya, kamu juga mengerti.
Di antara kita tidak ada cinta.
Aku dan kamu
hanyalah dua orang gagal yang saling memberi kehangatan.
Tiga tahun.
Aku bersama denganmu selama tiga tahun.
Kamu bilang padaku tidak ada cinta?
Jadi,
aku merasa aku tidak bisa menunda waktumu lagi.
Aku juga sangat menderita.
Aku bolak-balik memikirkannya selama beberapa malam.
Aku tidak bisa menipu diri sendiri lagi.
Aku tidak punya nasib untuk diterima sebagai pegawai negeri.
Kamu ikut denganku
hanya bisa hidup menderita saja.
Tapi, kamu tidak pernah tanya padaku.
Aku tidak keberatan hidup susah.
Tapi, aku tidak mau hidup susah.
Jangan keras kepala lagi.
Dunia ini sangat realistis.
Yang Jiannan.
Aku terus merasa kamu sangat berusaha dan berjuang keras.
Makanya, aku terus mendukung impianmu.
Tapi, aku tidak menyangka kamu begitu licik.
Kamu tidak tahu malu!
Apa yang asal kamu bicarakan?
Aku dan Kak Chen adalah cinta sejati.
Jangan pikirkan kami dengan pikiran kotormu.
Aku kotor?
Ya, memang kotor!
Setiap hari selama tiga tahun bersama denganmu,
rasanya sangat kotor.
Aku tidak menyangka,
selama ini ada seorang sampah di sisiku.
Siapa yang kamu katakan sampah? Apa kamu sudah gila?
Aku tidak gila.
Dia memang sampah!
Pejuang di antara sampah!
Coba kamu katakan sekali lagi!
Bibi, memukul orang tidak terlalu baik, 'kan?
Siapa kamu?
Masih menyentuh wanitaku.
Kamu mau apa?
Nan, kamu baik-baik saja?
Kamu...
Apa ini seleramu?
Ternyata kalian sejak awal sudah saling mengenal.
Sebenarnya apa hubungan kalian?
Hubungan apa tidaklah penting.
Menghajar pria berengsek yang terpenting.
Barusan kami sudah mendengarnya dengan jelas.
Bukankah kamu merasa lelah
dan ingin mencari jalan pintas,
sekalian mencari seorang ibu, benar, 'kan?
Kami adalah cinta sejati.
Cinta sejati?
Cinta sejati kalian itu benar-benar tidak tertandingi.
Melampaui kesenjangan sebesar 30 tahun.
Melampaui kemiskinan dan kekayaan.
Sebenarnya,
kami sangat menghormati cinta sejati.
Tapi, urutanmu ini salah.
Normalnya ketika seseorang menemukan cinta sejati,
dia akan putus dengan kekasihnya yang sekarang,
lalu bersama dengan cinta sejatinya.
Tapi, kamu.
Membawa cinta sejatimu
untuk putus dengan kekasihmu yang sekarang.
Aku benar-benar pertama sekali melihatnya.
Apa tidak ada pengurus di sini?
Aku mau lapor polisi.
Lapor polisi?
Kamu laporkan saja!
Barusan aku sudah merekam
tindakan kalian memukul orang.
Kalau kamu mau lapor polisi,
juga seharusnya wanita ini yang lebih dulu.
Aku beri kamu waktu lima detik.
Segera minta maaf kepadanya.
Ma... maaf.
Yang keras!
Maaf, Lu Fenfen, aku salah.
Pergi sana!
Terima kasih.
Kenapa aku begitu sibuk hari ini?
Setiap hari ada saja yang meneleponku.
Halo.
Lili.
Ada apa, Lili?
Lili.
Kamu kirimkan lokasimu padaku.
Kenapa dia pergi?
Tidak minum lagi?
Dia mungkin ada urusan.
Kamu juga kurangi minummu.
Apa perlu aku panggil mobil untuk mengantarmu pulang?
Aku tidak mau pulang.
Aku mau kembali ke masa kecil.
Tidak ada kekhawatiran apa pun.
Saat bahagia, aku minum anggur.
Saat tidak senang, aku akan tidur.
Awalnya kukira,
aku dan senior akan bersama selamanya.
Setelah itu,
aku juga bisa menjemput kakekku kemari.
Bersama dengan keluarga memang sangat indah.
Adik.
Kamu belum dewasa.
Kamu jangan belajar dari Kakak untuk bernostalgia di sini.
[Apa-apaan?]
[Dia senang menjadi Kakak]
Kadang kala,
air mata dan keringat harus dilap sendiri.
Ini adalah cara anak generasi 2000
untuk menghibur orang.
Apanya generasi 2000?
Aku lebih dewasa darimu.
Aku juga tidak akan berakhir seperti dirimu sekarang.
Aku beri tahu kamu sebuah rahasia.
Aku punya perasa mutlak.
Anggur yang pernah aku minum,
aku tidak akan melupakan rasanya.
Aku sangat hebat dalam pengecapan buta.
Aku tidak tahu kamu hebat pengecapan buta atau tidak.
Tapi aku tahu bahwa kamu sudah mabuk.
Bicaralah baik-baik.
Aku bicara dengan sangat baik.
Aku tidak butuh nasihatmu.
Kenapa aku merasa kamu tidak senang?
Aku beri tahu kamu.
Aku, Lu Fenfen sangat setia kawan.
Hari ini,
kamu sudah membantuku.
Kelak, kamu adalah adik kandungku.
Jika kamu bertemu masalah,
katakan pada Kakak.
Kakak akan membantumu menyelesaikannya.
Ini tidak bisa.
Ini harus berpacaran baru boleh.
Walaupun aku baru saja putus cinta,
tapi aku juga tidak bisa
sembarangan mencari seseorang untuk pacaran.
Apalagi, adik kecil seperti dirimu ini.
[Sebenarnya, aku juga tidak ingin pacaran denganmu]
Kamu sudah boleh pulang, 'kan?
Apa kamu tahu di mana rumahmu?
Kamu merendahkan siapa?
Kemampuan minumku itu sangat bagus.
Aku tentu ingat di mana rumahku.
Rumahku... rumahku di...
Rumahku di...
Di mana kuncimu?
Sidik jari adalah kunci.
Buka.
Pintu terbuka.
Kamu sudah sampai di rumah.
Aku tidak bisa jalan lagi.
Gendonglah aku.
Siapa kamu?
Kenapa kamu bisa ada di sini?
Apa kamu tidak ingat apa pun lagi?
Kamu...
Kamu pria yang menciumku secara paksa itu?
Beraninya kamu menciumku
tanpa persetujuan dariku?
Aku mau ke toilet.
Aku mau muntah.
Kenapa datanya mendadak berubah menjadi baik?
Aku mabuk lagi semalam.
[Aku keledai jika mabuk!]
Kenapa kamu ada di sini?
Apa kepalamu masih sakit?
Apa kamu benar-benar tidak ingat apa pun lagi?
Aku ingat.
Aku ingat kalian sudah membantuku semalam.
Jadi, apa kalian butuh bantuan untuk pindah rumah?
Boleh.
Tidak perlu lagi.
Kami juga baru saja pindah kemari.
Kelak, mohon bantuannya.
Tidak masalah, bertemu adalah jodoh.
Namaku Lu Fenfen.
Kelak, mohon bantuannya.
Namaku He Le, Le yang artinya bahagia.
Baiklah.
Tidak, aku...
Apa yang kamu lakukan pagi-pagi?
Ketua, kamu mengejutkanku.
Itu... Fenfen.
Kamu baik-baik saja semalam?
Kamu sudah tahu?
Lamaran berubah menjadi diputuskan.
Benarkah?
Kamu tidak tahu?
Aku tidak tahu.
Kenapa kamu tersenyum?
Bukan.
Fenfen, itu...
Semalam,
aku terlalu mengkhawatirkanmu.
Jadi, aku pergi ke rumah kalian untuk melihatmu.
Aku ingin melihatmu.
Alhasil, begitu aku sampai di sana dan melihatnya.
Pintu rumah kalian sedikit terbuka.
Secara naluriah, aku lalu
mengikuti celah pintu ini
dan melihat ke dalam.
Kamu tahu ada seorang pria, 'kan?
Dia...
Memaksa menciummu.
Apa?
Yijiang.
Bukan, Mingchen.
Kamu hanya satu tahun lebih tua dari aku dan Yijiang.
Kenapa gayamu begitu kuno?
Aku tidak tertarik dengan sesuatu yang rendahan.
Sebenarnya apa yang telah terjadi semalam?
Kenapa kamu bisa sampai dilaporkan ke polisi?
Pelecehan seksual?
Itu namanya saat indah yang sulit dilupakan.
Itu namanya kecelakaan.
[Maksudmu,]
[aku sudah mabuk]
[Seorang pria seumuran anak SMA]
[mau melecehkanku?]
Kamu! Minggir!
Turun!
Setelah itu, kamu lapor polisi?
Itu... Fenfen.
Ini hanya salah paham.
Bukan, aku yang salah paham.
Tadi aku dengar orang yang lapor polisi,
dia melihat dengan mata kepala sendiri
kamu menganiaya gadis di dalam rumah itu.
Benar, dia pelakunya.
Barusan dia tidak memakai baju.
Bukan, aku hanya kebetulan lewat.
Lewat?
Lewat? Pak Polisi, bagaimana mungkin begitu kebetulan seperti itu?
Tengah malam lewat di depan rumah orang tanpa alasan.
- Aku... - Benar atau tidak?
Aku adalah tetangganya.
Dia sebenarnya adalah tetanggamu.
Bisakah kamu jangan bicara dengan ambigu?
Mengejutkan aku saja.
Kebetulan sekali.
Omong-omong,
kamu harus berterima kasih padaku.
Kalau tidak, kamu tidak bisa
duduk di sini dengan santai lagi.
Oh, ya.
Semalam,
setelah aku mengirimkan pesan kepada kalian,
bagaimana kalian mengurusnya?
Apa hubunganmu dengan gadis ini?
Pak Polisi.
Kami bekerja di swalayan yang sama.
Aku adalah ketuanya.
Kalau begitu, hubungan rekan kerja.
Benar.
Untuk apa seorang rekan kerja datang ke rumahnya semalam ini?
[Situasi darurat! Aku sekarang harus menjadi tetangga Lu Fenfen. Bantu aku urus hal ini]
Pak Polisi.
Bukan, aku yang lapor polisi.
Halo, apa ini adalah pemilik dari
unit 110, gedung 12, Kompleks Huasheng?
Halo, apa kamu adalah penyewa unit 110?
Pemilik rumah Anda ini
ada kebetuhan mendesak sehingga sudah menjualnya.
Aku baru saja pindah kemari.
Tipu, dasar pencuri.
Karena kamu baru saja pindah kemari,
tolong kamu buktikan sebentar.
- [Apa sudah selesai?] - [Sudah]
Pintu terbuka.
Bukan, dia...
Astaga!
Ini benar-benar tindakan luar biasa.
Aku bahkan merasa salut pada diriku sendiri.
Benar.
Aku terus mengkhawatirkanmu sepanjang hari.
Sekarang, masalah rumah sudah dibereskan.
Kita bicarakan hal pentingnya.
Ada hal penting apa lagi?
Ciuman. Ciuman yang bisa menyelamatkan nyawa.
Permasalahan bertubi-tubi seperti ini,
kukira aku adalah pemeran utama film drama atau semacamnya.
Terima kasih untuk semalam.
Tidak masalah.
Ada apa denganmu? Sedang sakit?
Penyakit lama.
Apa mau mencoba resep rahasia keluargaku?
Baiklah.
Terima kasih.
Bagaimana? Sangat harum, 'kan?
Hati-hati panas.
Rasanya tidak buruk, 'kan?
Pertama kalinya minum, rasanya lumayan enak.
Apa kamu selalu seperti ini kepada siapa pun?
Kurasa,
kamu terlalu ramah dan baik hati.
Makanya, kamu baru ditipu oleh pria berengsek.
Aku juga pernah merenungkan masalah ini.
Apa mungkin aku terlalu bodoh?
Tapi, aku berpikir kembali.
Aku baik kepadanya,
itu adalah tanggung jawabku sebagai pacarnya.
Dia berselingkuh tidak mengartikan aku telah melakukan kesalahan.
Selain itu, kalau aku tidak menolongmu,
kamu juga tidak akan membantuku semalam.
Jadi, orang baik tetap akan mendapat balasan yang baik.
Apa kamu tidak merasa sedih?
Awalnya pasti akan merasa sedih.
Kamu benar-benar optimis.
Tentu saja harus optimis.
Karena hidup tetap harus dilanjutkan.
Nanti,
kamu minum habis yang tersisa di panci itu.
Aku pulang dulu.
[Lu Fenfen]
[Sebenarnya, kamu orang seperti apa?]
[Apa aku benar-benar harus mengejarmu?]
Es krim ini enak sekali.
Anggur di dalam ini sangat otentik.
Rasanya seperti sedang berjalan di kebun anggur saja.
[Philip, Ahli Anggur Merah Prancis]
Philip?
Philip.
Bukankah dia adalah ahli anggur merah
termuda yang ada di majalahmu itu?
Dia orangnya.
Aku beri tahu kamu.
Ahli anggur merah adalah level tertinggi
di antara somelier dan pencicip anggur.
Dia adalah lambang kewibawaan.
Apa mungkin dia ingin mengembangkan karier di Tiongkok?
Apa aku bisa bertemu dengannya?
Dokter Jian, laporan pemeriksaannya sudah keluar.
Apa hasilnya?
Sama seperti sebelumnya.
Hormon pertumbuhan normal.
Tekanan darah, detak jantung, hemoglobin,
semua indikator sudah kembali normal.
Mingchen.
Jika dilihat dari kondisi saat ini,
ciuman Lu Fenfen
memiliki bantuan yang pasti
untuk sindrom kembali muda milikmu itu.
Mingchen.
Aku mau mencobanya.
Coba apa?
Kamu tidak bisa.
Ada hal yang lain?
Sekarang,
ini bukan sedang penyembuhan,
tapi untuk menstabilkan.
Efek enzim
akan mengalami penurunan yang signifikan seiring waktu.
Ciuman itu bisa bertahan berapa lama?
Waktu yang detail tidak bisa dipastikan.
Tapi, setelah 24 jam,
konsentrasi enzim dalam darah yang ada di tubuhmu
akan menjadi kosong.
Gawat, Mingchen.
Lebih baik, aku coba sekali.
Jadi, sekarang masalah utamanya adalah
bagaimana agar bisa mendapatkan ciuman Lu Fenfen?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.