Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 13]
Tunggu.
Kusuruh orang antar tangga untukmu dulu.
Jangan lepaskan baju antipeledak dulu.
Kalau jumlah ini
memang seperti yang dikatakan pelaku,
bisa menghancurkan sebuah gedung,
Tidak ada gunanya memakai baju antipeledak.
Waktu tidak menunggu orang.
Selain itu, kalau memakai baju antipeledak
juga tidak bisa masuk.
Setidaknya biarkan robot mencobanya.
Kelebaran ini,
robot pengintai mungkin berguna.
Robot penjinak bom benar-benar tidak berguna.
Jangan cerewet lagi.
Tunggu kabar dariku.
Masih belum dijelaskan?
Benar.
Mati pun tidak mau mengatakan
pengaturan waktu ledakan.
Lu Yanchen sedang membongkar bom.
Bom ada di pusat kota.
Meskipun semua orang di mall
sudah dievakuasi,
di sebelah ada sebuah rumah sakit,
pasien tidak bisa dievakuasi.
Kapten Lu tidak akan membiarkan bom meledak,
dia sendiri yang membongkar bom.
Harus tanyakan
waktu ledakan yang sudah ditetapkan
dan cara ledakan.
Interogasi beberapa rekannya.
Cari solusinya.
Hanya aku yang tahu waktu ledakannya.
Tidak ada gunanya kalian bertanya.
Tunggu meledak saja.
Pergi menjalankan misi?
Mencari pacar yang punya pekerjaan ini
harus berhati besar.
Priamu itu,
setengahnya adalah milik negara,
setengahnya
adalah milik keluarga.
Sudah dulu, ya. Perutku sedikit sakit.
Jangan khawatir, istirahatlah dengan baik.
Kututup dulu.
Perangkat antigerak.
Tidak bisa bergerak.
Tidak boleh goyang.
Ada perangkat waktu.
Jumlah peledak sangat besar.
Bagaimana situasi TKP?
Masih dibongkar.
Kamu perhatikan gerakannya.
Waktu ledakan yang ditentukan
pasti sudah hampir tiba.
Beri tahu Lu Yanchen,
kita putuskan
waktu ledakan akan segera tiba.
Kalau dia masih tidak bisa
membongkar alat peledak,
pada saat terakhir,
aku harap dia juga
bertanggung jawab atas hidupnya sendiri.
Baik.
Perintah dari ketua tua.
Lindungi dirimu baik-baik.
Aku tahu.
Aku tidak boleh mundur.
Di rumah sakit sebelah,
pasien di ICU
butuh listrik untuk mempertahankan hidup.
Apa mereka bisa dikeluarkan?
Informasi dari ruang interogasi,
kemungkinan besar akan meledak.
Begitu banyak cara ledakan.
Saat penjahat sedang mengaturnya,
jika tidak hati-hati
juga bisa mati.
Pasti ada cara lain yang aman.
Aku pasti bisa menemukannya.
Tidak apa-apa.
Akan membaik setelah minum obat.
Kurasa sudah hampir tiba
waktunya meledak.
Lu Yanchen masih belum keluar?
Masih belum.
Lu Yanchen.
Lu Yanchen.
Waktu hampir habis, pergilah.
Aku tidak boleh mundur.
Ada aku,
setidaknya masih ada harapan.
Sudah ketemu.
Bersiap untuk membongkar kabelnya.
Pembongkaran kabel berhasil.
Qin Mingyu.
Bawa mobil kemari.
Aku akan membawa bom keluar.
Segera atur orang.
Tiga kilometer di luar kota, gali lubang dalam.
Bersiap meledakkan bom.
Baik.
Aneh, kenapa tidak meledak?
Apa yang terjadi?
Kami punya banyak waktu
untuk menunggu penjelasanmu.
Daya ledak bom ini terlalu kuat.
Penghancuran harus dilakukan
dengan cara menggali lubang dan menguburnya.
Sudah ada yang menggali lubang.
Setelah ini akan segera ke sana.
Kamu ini sedang merebut jasaku.
Aku juga ketua tim.
Tidak lebih rendah darimu.
Benar.
Kerangka yang dilepas
mungkin meninggalkan beberapa
sidik jari dan petunjuk.
Serahkan pada rekan kepolisian.
Bom yang begitu detail,
apa dia membuatnya sendiri?
Aku agak tidak percaya.
Harus diselidiki sejelas mungkin.
Awalnya aku ingin kamu jadi pengamat
untuk melepaskan simpul di hatimu.
Tapi tidak disangka,
membiarkanmu berkeliling menuju gerbang kematian.
Sudah ditakdirkan.
Aku akan kembali untuk menulis laporan besok.
Aku pergi dulu.
Pergilah.
Kapten Lu,
cepatlah pulang.
Raut wajah kakak ipar berubah.
Apa yang telah kamu katakan?
Aku tidak boleh banyak bicara.
Semuanya rahasia.
Aku hanya menyuruh kakak ipar menjaga diri.
Tidak seharusnya aku menyuruhmu pergi.
Halo.
Permisi, di mana ada apotek?
Bisa membeli obat flu, demam,
dan termometer.
Keluar nanti belok kanan.
Jalan pertama ke arah utara,
ada sebuah apotek.
Terima kasih.
♫Kamu pasti diam-diam menyimpan♫
♫Banyak kesulitan♫
♫Menunggu bertemu seseorang♫
♫Yang bisa mengerti kesulitan itu♫
♫Di malam yang ada arak dan angin♫
Gui Xiao.
♫Separuh bulan♫
Ayo.
♫Bulan♫
♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫
Buka mulutmu.
♫Kenangan yang lama♫
Minum obatnya.
Buka mulutmu.
♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫
♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫
Ayo.
Minum air.
♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫
Tidak perlu membuka mata.
Minumlah sedikit lagi.
♫Rasanya sejuk♫
♫Sejuk♫
♫Kamu pasti diam-diam pergi♫
♫Ke tempat terjauh♫
♫Membawa kembali oksigen hijau musim panas♫
♫Dan juga daun kuning musim gugur♫
♫Di malam yang bermimpi mengejutkan di taman♫
♫Sebuah lagu sedih tentang masa muda yang indah♫
♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫
♫Kenangan yang lama♫
♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫
♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫
♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫
♫Rasanya sejuk♫
♫Sejuk♫
♫Kamu pasti diam-diam memandang♫
♫Ke tempat dimulainya mimpi♫
♫Pemandangan musim semi yang manis♫
♫Dan cerahnya salju pertama♫
♫Di malam yang bertemu tanpa sengaja♫
♫Cahaya yang redup menjadi terang benderang♫
♫Kamu pasti diam-diam mengarungi♫
Suhu tubuhnya 39 derajat.
♫Lautan takdir♫
♫Mencium gelombang panas yang angkuh♫
♫Memeluk cahaya bintang yang menangis♫
♫Di malam yang membosankan♫
Maaf.
♫Semangkuk kebiasaan penuh dengan keinginan♫
♫Semangkuk kebiasaan penuh dengan keinginan♫
Area kota.
Bom itu sangat merepotkan.
Aku harus pergi.
Aku tidak menduga ini sebelum pergi.
Aku tahu.
Aku mengerti.
Aku hanya khawatir semalaman.
Aku tahu ini pekerjaanmu.
Mungkin ini pengalaman pertamaku,
masih belum berpengalaman.
Kemarilah.
Sebelum membongkar, mereka bertanya padaku untuk meninggalkan pesan wasiat.
Aku tidak menyebutmu.
Tahu kenapa?
Takut jika aku meninggalkan satu kata lagi,
kamu benar-benar tidak bisa melupakanku.
Kelak kamu tidak hanya tidak bisa menikah,
setiap tahun juga harus datang ke Qining.
Datang jauh-jauh untuk berkunjung ke makamku.
Kita belum menikah,
tapi membuatnya terlihat seperti keluarga pahlawan yang gugur.
Aku rasa kamu bisa melakukan hal ini.
Aku hanya ada satu kalimat.
Lu Chen, dengarkan baik-baik.
Kita menikah begitu kamu pulang.
Kita segera menikah.
Semalaman aku
memimpikan
masa kecil kita.
Aku terbangun beberapa kali,
tapi aku tidak melihatmu.
Aku berpikir,
jika kamu
berkorban dalam misi kali ini,
aku pasti akan menyesal.
Aku tahu.
Ayahku telah mengatakan banyak hal buruk.
Aku juga tahu,
keluargamu tidak menyukaiku
karena masalah pembatalan pernikahan.
Tidak masalah.
Aku tidak ingin mencemaskan hal-hal ini lagi.
Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
Kita sudah berpisah belasan tahun.
Sebelum bertemu denganmu lagi,
aku bahkan tidak berencana untuk menikah.
Karena sekarang ada kesempatan untuk bersama,
ayo kita menikah.
Haruskah kamu berpikir begitu lama?
Apa kamu
masih mencemaskan sikap ayahku
dan sikap keluargaku?
Tidak apa-apa, itu tidak penting.
Gui Xiao.
Jika tadi
aku tidak meninggalkan sepatah kata pun untukmu,
mati begitu saja,
apa kamu takut?
Takut.
Setidaknya kamu berikan aku status
sebagai keluarga pahlawan yang gugur.
Dengan begini, aku baru bisa membereskan dampaknya untukmu.
[Kantor Polisi Detasemen SWAT Kota Qining]
[Kantor Markas Pelatihan Polisi Kota Qining]
Biasanya kamu pandai bicara.
Di saat penting,
kamu menyuruh Kapten Lu menjalankan misi berbahaya.
Kalau membuat pacarnya mati terkejut,
apa kamu sanggup ganti rugi?
Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Kalau itu kamu, apa yang akan kamu katakan?
Kamu juga tidak ada cara lain.
Biasanya aku
tidak terlalu suka bergaul dengan wanita.
Putramu bahkan sudah SD,
masih saja begitu rendah hati.
Aku tidak mengerti hati wanita.
Nomor Beijing?
Mungkin ini putraku.
Aku angkat telepon dulu.
Anggap saja kamu beruntung.
Hari ini ayahmu istirahat.
Ada apa? Katakan saja.
Halo, Kapten Qin.
Aku Duan Rou.
Ada apa, Kapten Qin?
Apa ada misi?
Pergi sana.
Cepat pergi makan.
Cepat makan.
Halo, aku Qin Mingyu.
Aku tahu kamu adalah Qin Mingyu,
kapten Tim SWAT Qining.
Benar.
Putramu sedang berobat.
Dokter bertanya,
apa ada riwayat alergi?
Seharusnya tidak ada.
Apa yang kamu maksud dengan seharusnya?
Menurutku tidak.
Apa yang kamu maksud dengan menurutmu?
Bukan begitu,
aku sungguh tidak yakin.
Duan...
Rou.
Rou.
Aku akan bicara dengan dokter.
Kamu tidak yakin, jadi minta dokter memberikan saran.
Apa kamu setuju?
Aku setuju.
Selain itu,
Xiaonan sudah lama berada di sisimu.
Makanannya terlalu monoton.
Makanan yang dia sukai hanya beberapa saja.
Tidak bisa dibilang pilih-pilih makanan,
hanya terlalu pengertian dan tidak mau mengajukan permintaan.
Anak laki-laki
tidak perlu begitu banyak permintaan, 'kan?
Serius sedikit, Kapten Qin.
Masalah nutrisi anak
bisa memengaruhi kebugaran fisik
dan efisiensi belajar.
Kamu benar, Nona Duan Rou.
Langsung panggil Duan Rou saja.
Tidak perlu sesungkan itu.
Duan...
Tunggu sebentar.
Ada apa?
Tahu privasi, tidak? Pergi!
Duan Rou.
Begini,
aku memang tidak berpengalaman
merawat anak.
Aku bukan bermaksud membantah maksudmu.
Begini saja.
Sesuai ucapanmu.
Kamu berikan ide, aku yang bayar.
Aku menyuruhmu jangan sungkan,
kamu malah benar-benar menganggapku sebagai orang sendiri.
Aku tidak terlalu pandai bicara.
Namun, gaji dan tunjanganku
cukup bagus.
Beli saja apa pun yang kamu inginkan.
Bukan, maksudku,
belikan saja apa pun yang diinginkan anakku,
katakan saja padaku.
Aku mengerti, Kapten Qin.
Kalau begitu, aku pergi menemui dokter dulu.
Kamu tenang saja.
Putramu akan dirawat dengan sangat baik
di tanganku.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Duan Rou.
Ayah.
Bibi Duan Rou sangat baik.
Kapten Qin.
Kapten Qin.
Tadi mereka bertanya siapa yang akan menulis laporan kemarin.
Aku telepon dan panggil Kapten Lu kemari?
Semalam kamu belum jera?
Dia baru kembali dari garis hidup dan mati
dan sedang menemani pacarnya.
Sekarang kamu memanggilnya,
apa yang kamu pikirkan?
Kalau begitu, siapa yang akan menulisnya?
Siapa lagi?
Aku saja.
Kapten Qin.
Tidak bisa menulisnya?
Bagaimanapun juga, bukan kamu yang membongkarnya.
Kali ini,
sudah saatnya tragedi Kapten Lu berlalu.
Masalah pengorbanan kapten lama
memang bukan tanggung jawabnya.
Setiap kali memikirkan ini,
aku merasa sedih untuknya.
Bukankah waktu itu ketua sudah menghentikannya?
Dia sendiri yang bersikeras menariknya.
Kamu tidak mengerti.
Inilah Lu Yanchen.
Kamu benar-benar menangis?
Kamu tidak senang?
Aku baru sembuh, mengerti?
Tidak mengerti.
Siapa yang melayanimu seharian?
Aku belum menutup mata sampai sekarang.
Bukankah hanya menyuapiku obat?
Tidak hanya itu.
Apa lagi?
Keringat
dan menyeka badan.
Jadi sudah sepakat.
Kita menikah, setuju atau tidak?
Aku tidak peduli.
Sekarang aku akan memberi tahu ibuku
kalau aku mau menikah.
Kamu juga beri tahu ibumu.
Aku akan melihatmu mengirimnya.
Apa kamu juga mau
melihatku membuat laporan pernikahan?
Ibuku sudah membalas.
Dia bilang dia merestui kita.
Cepatlah.
Aku hangatkan handuk untuk mengelap wajahmu.
Dasar.
Sejak kecil sudah malas.
Berbaringlah sebentar.
Xu Yao?
Apa terjadi sesuatu?
Tidak, nanti kuhubungi lagi.
Kamu cemburu?
Apa tidak boleh?
Apa yang kamu lakukan?
Tenanglah.
Sekarang siang bolong begini.
Aku sudah menjagamu seharian
dan belum mandi.
Tunggu aku 20 menit.
Nanti kita keluar.
Lu Chen.
Kenapa waktu itu
kamu meninggalkan Qining?
Maksudku,
apa kamu menghadapi
suatu masalah pekerjaan,
jadi memutuskan untuk pergi?
Tidak bisa kamu katakan?
Biar kupikirkan.
Kupikirkan bagaimana memberitahumu.
Lupakan saja, aku tidak ingin tahu lagi.
Dua tahun pertama sejak ke Qining,
aku punya tiga pilihan.
Saat itu ada dua ketua
dari sini.
Saat memilih orang,
kapten lama
mengobrol denganku selama beberapa jam.
Dia tahu aku tinggal di Beijing,
jauh dari Qining.
Jadi, dia takut aku tidak datang.
Dia bukan orang
yang pandai berbicara.
Dia menatapku.
Tatapan mencari bantuan yang baik itu,
membuatku memilih Qining.
Satu di antara dua ketua yang datang hari itu
berkorban untuk melindungi rekan kerja
dalam pengejaran setelahnya.
Satunya lagi adalah kapten lamaku.
Hari itu saat mengunjungi makam,
kamu pernah melihatnya.
Terakhir kali kamu datang ke Qining,
dia baru saja berkorban.
Saat kamu meneleponku,
aku sedang pergi ke rumah mereka
untuk mengunjungi ayahnya.
Seharusnya aku yang berkorban.
Di geng berbahaya setempat,
aku pernah beberapa kali menangkap penjahat kelas kakap.
Kematian kapten lama
disebabkan oleh beberapa orang ini.
Jadi, aku selalu merasa
aku yang membuatnya mendapat masalah.
Kemudian,
aku menyerahkan laporan pengunduran diri.
Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?
Tidak ada lagi.
Jarang-jarang kamu mau bicara sebanyak itu.
Anggota tim ingin bertemu denganmu.
Bertemu denganku?
Bukannya mau menikah?
Mereka ingin bertemu dengan kakak ipar.
Setelah kepergian kali ini,
mungkin tidak akan ada lagi kesempatan
untuk bertemu.
Namun, semua pernah bertemu.
Terakhir kali di restoran kecil itu.
Terakhir kali kamu sangat galak.
Apa kamu tidak sadar mereka takut padamu
dan tidak berani mengobrol denganmu,
karena mereka ketakutan?
Siapa yang sangat galak?
Kamu yang galak padaku,
makanya aku balas bersikap galak.
Pergi atau tidak?
Kalau begitu, aku mau pakai rok.
Apa kamu tahu
suhu Qining sekarang?
Pakai rok terlihat bagus.
Pakaiah kalau kamu tidak takut dingin.
Mobilnya tidak boleh masuk?
Makan sesuatu untuk mengisi perut.
Aku rasa
nanti mereka tidak akan melepaskanku.
Apa aku harus makan?
Makanlah sedikit.
[Kantor Polisi Detasemen SWAT Kota Qining]
[Kantor Markas Pelatihan Polisi Kota Qining]
Lama tidak berjumpa.
Tidak lama, hanya dua bulan.
Benar.
Sebelum Imlek sampai setelah Imlek.
Kukatakan dengan serius.
Terima kasih padamu dan rekan kerjamu
karena sudah menjaga putraku.
Katakan dengan serius.
Bagaimana dengan yang lain?
Di kantin.
Kapten Lu kembali ke Qining dengan kemenangan.
Selamat.
Akhirnya Kapten Lu membawa pulang pasangan.
Sungguh patut dirayakan.
Nakal.
Kapten Lu.
Kapten Lu.
Ini...
Kakak Ipar?
Aku kira mereka
bercanda denganku.
Itu...
Tunggu aku kembali.
[Kantin]
Sudah cukup.
Aku bersusah payah
mencarikan kakak ipar untuk kalian.
Kalau kabur karena dilihat, siapa yang akan bertanggung jawab?
Halo, Kakak Ipar.
Halo, semuanya.
Ayo makan.
Makan dulu.
Qin Mingyu.
Ambilkan minum.
Ada.
Aku menyiapkan sesuatu yang segar.
Air soda.
Rasanya juga lengkap.
Kamu cukup cermat.
Tentu saja.
Tapi Kakak Ipar bisa minum atau tidak,
itu tergantung padamu, Kapten Lu.
Melihat sikap kalian,
apa yang sudah kalian diskusikan? Katakan saja.
Lima kilometer 20 menit.
Tidak keterlaluan, 'kan?
Syarat tambahan.
Bawa beban.
Berapa?
Tidak banyak.
Satu istrimu.
Tidak takut pengaruhnya buruk?
Tidak takut.
Ketua sudah berkata,
Kapten Lu sudah bukan anggota tim kami lagi.
Kalau malu juga bukan kami.
Dasar bocah kurang ajar.
Hubungan kita sedangkal itu, ya?
Kalian lihat, belajarlah.
Kapten Lu memang berpengalaman.
Melepas kancing yang bisa dilepas
untuk mengurangi ikatan.
Mencegah tidak bisa bernapas saat lari
sambil menggendong istri nanti.
Lima kilometer.
Bagaimana caranya lari 5.000 meter?
Angin di luar begitu kencang,
sebentar lagi langit juga akan gelap.
Selain itu, aku memakai rok,
bagaimana bisa membawa beban?
Harus digendong?
Kerja sama.
Luar biasa.
Ini baru Kakak ipar.
Ayo.
Bawakan.
Nanti cari posisi yang nyaman.
Lima kilometer setidaknya butuh setengah jam.
Kalau nanti kamu merasa tidak nyaman,
katakan saja padaku.
Aku akan ganti posisi.
Bagaimana menggantinya?
Ganti sesuai perkataanmu.
Peluk aku erat-erat.
Siapa itu?
Kapten Lu, mantan kapten.
Dia membawa pulang istri untuk menemui kawan-kawan
dan malah dibalikkan.
Kapten Lu berlari cukup cepat.
Berapa beratmu sekarang?
Tidak sampai 45 kilogram.
Terlalu ringan, makanlah lebih banyak.
Kapten Lu, semangat!
Kalau masakanmu enak,
aku akan makan lebih banyak.
Kapten Lu hebat!
Semangat, Kapten Lu!
Semangat! Kapten Lu, semangat!
Apa kamu tidak bisa mengurangi kecepatan?
Mereka juga tidak membatasi kecepatan.
Waktu 20 menit
untuk menyelesaikan lima kilometer dengan membawa beban
adalah syarat paling mendasar.
Aku sebagai mantan kapten
tidak boleh memalukan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.