All language subtitles for ROAD HOME episode 12 [iQIYI subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Road Home]

[Episode 12]

Aku angkat telepon dulu.

Aku angkat telepon dulu.

Kakak Ipar,

bagaimana kamu

bisa kenal dengan Kak Chen?

Teman sekolah.

Dia mengulang satu tahun,

kebetulan sampai di angkatan kami.

Kalau begitu, kamu ceritakan

saat Kak Chen sekolah dulu.

Dia...

Siswa berbakat olahraga.

Nilainya lumayan bagus.

Lumayan bagus kenapa masih mengulang kelas?

Alasan keluarga.

Sudah kuduga.

Begitu Kakak Ipar bilang Kak Chen pernah mengulang kelas,

mengagetkanku saja.

Setelah lulus, dia pergi ke kepolisian,

nilainya paling bagus.

Halo, siapa ini?

Aku adalah Gui Yuanshan,

ayah Gui Xiao.

Kamu seharusnya masih ingat, 'kan?

Ingat.

Ada apa Anda mencariku?

Belakangan ini aku baru tahu

kamu dan Xiaoxiao sedang pacaran.

Benarkah?

Ya.

Baru saja dimulai.

Kalian tidak cocok.

Aku tidak keberatan

terhadap pekerjaanmu.

Tapi kondisi keluargamu,

ayahmu.

Keluarga seperti ini tidak pantas untuk Xiaoxiao.

Kenapa kamu diam saja?

Apa yang kukatakan bukanlah kenyataannya?

Ya.

Aku akui, ini adalah kenyataan.

Tapi dia adalah dia, aku adalah aku.

Kalau kalian bersama,

Xiaoxiao pasti harus bertemu ayahmu.

Lingkungan keluargamu seperti itu,

bagaimana bisa menjalani hidup yang baik?

Aku ingat waktu itu,

saat aku bertemu denganmu di Qining,

aku juga pernah bilang padamu.

Saat itu kamu masih muda dan bersemangat,

bilang ini bukan masalah.

Sekarang kamu sudah

memiliki kariermu sendiri.

Dalam kehidupan sosial dan kehidupan,

juga sudah pernah berusaha keras.

Sudah saatnya dewasa.

Seorang pria tidak seharusnya membawa kerepotan

dan masalah keluargamu

kepada wanita.

Ini adalah sebuah cara

yang sangat tidak bertanggung jawab.

Jika kamu menyukai Xiaoxiao,

seharusnya berharap dia hidup dengan baik,

hidup dengan nyaman.

Kalian sudah tidak muda lagi.

Sudah bukan di umur untuk pacaran lagi.

Kalian sekarang bersama

di usia ini,

harus membentuk keluarga.

Baik atau buruknya penggabungan

antara dua keluarga,

berbagai kontradiksi dalam pandangan hidup,

apakah kamu pernah mempertimbangkannya?

Gui Xiao.

Ayahmu.

Ayah.

Xiaoxiao.

Aku baru saja berbicara dengannya.

Saat adikmu mengucapkan selamat tahun baru padaku beberapa hari yang lalu

dia menyebutkan

Lu Yanchen yang meninggalkan Qining.

Bukankah kalian sudah lama putus?

Kami sudah baikan.

Apakah kamu pernah bertanya padanya,

atau dia memberitahumu

kenapa dia ingin meninggalkan Qining?

Bukankah hanya

perpindahan pekerjaan yang normal?

Kamu bisa bertanya sendiri padanya.

Dia dulu banyak berjasa.

Kali ini di Qining,

banyak atasan

yang membelanya.

Baru saja menetapkan posisi baru untuknya,

tapi dia sudah akan meninggalkan Qining

dan mengajukan untuk dipindahkan ke kota besar.

Xiaoxiao.

Dia mencarimu lagi,

menurutmu, apa di antara kalian

masih ada perasaan?

Dia hanya ingin memanfaatkanmu.

Aku sudah sering melihat orang seperti ini.

Apakah kamu masih ingat

putri Paman Zhao?

Itu karena dia terlalu polos.

Dia bukan orang seperti itu.

Aku yang mencarinya.

Tepatnya, aku memohon padanya mati-matian

untuk berbaikan denganku.

Aku tidak setuju kalian pacaran.

Apalagi menikah.

Kamu sekarang berada di dalam perasaan,

tidak bisa melihat dengan jelas orang ini

dan keluarganya.

Dia hanya ingin

mengubah hidupnya

dengan cara bersamamu.

Tak peduli bagaimana,

ini adalah urusanku sendiri.

Sudah, ya. Aku tutup dulu.

Sinyal di sini tidak bagus.

Aku dan ayahku

baru bicara sebentar langsung putus begitu saja.

Tadi kamu

juga seperti ini?

Kenapa tidak masuk?

Tanganmu sudah membeku seperti ini.

Aku tidak bisa menemukanmu,

bagaimana aku bisa masuk?

Apa yang dia katakan padamu?

Sudah lupa.

Aku serius bertanya padamu.

Mari.

Ada bau busuk.

Mengatakannya seperti kamu tidak ada saja.

Kita makan daging kambing bersama.

Pahlawan memang sulit melewati rintangan wanita cantik,

Kapten Lu.

Hari ini kamu sudah membuatku mengerti.

Tapi Kapten Lu,

kamu bercanda dengan Kakak Ipar

di sebelah tumpukan kotoran kuda beku

di rumah kami.

Kamu tidak takut menyusahkan Kakak Ipar?

Kenapa begitu pandai berbohong?

Aku berbohong apa padamu?

Kamu sendiri mengerti.

Ada satu hal,

aku memang membohongimu selama belasan tahun.

Aku kidal.

Saat sekolah,

diubah secara paksa.

Hanya keluargaku yang tahu.

Kamu kidal?

Aku pakai tangan kiri.

Sudah kuduga.

Bagaimana mungkin

ada orang yang bisa mengalahkanku dengan tangan kiri?

Lu Chen, kamu adalah penipu yang tidak tahu malu.

Kamu terlalu licik.

Kamu terlalu licik.

Kamu adalah pembohong besar.

Kita akan segera pergi.

Aku mengobrol sebentar dengan mereka.

Pergilah.

Apakah perlu mencari orang untuk memerahkannya lagi?

Orang yang berkorban demi negara,

di padang rumput yang luas ini,

pasti memiliki tempat untuk jiwanya yang setia.

Di sini semuanya hanyalah sebuah formalitas.

Dia adalah rekan setimmu?

Salah satu orang baru

yang pernah kubimbing.

Bagaimana dia berkorban?

Dia adalah orang dari Provinsi Zhejiang,

seorang yatim piatu.

Awalnya, dia datang ke sini dulu.

Kemudian pergi lagi

ke tempat dataran tinggi.

Tempat itu sangat merusak tubuh.

Terutama saat latihan intensitas tinggi.

Tidak lama kemudian situasinya memburuk,

tidak berhasil diselamatkan.

Sebelum meninggal, dia bilang ingin dikubur di Qining,

jadi Kapten Lu mengaturnya kemari.

Selama bertahun-tahun,

yang sesuai standar pahlawan yang berkorban bagi negara

semuanya dikubur di sini.

Kebetulan aku juga tinggal di sekitar sini,

juga leluasa mengunjunginya.

Ada satu lagi, aku pergi sendiri.

Itu adalah mantan kaptennya.

Saat Kapten Lu ada masalah,

setiap kali datang,

dia harus pergi sendiri untuk berbicara.

Pantas saja,

meski memutar jalan dia juga harus kemari.

Ini adalah

biaya akomodasi dan uang makan dua hari ini.

Aku hitung nilai kira-kiranya saja.

Jika tidak cukup, minta lagi padaku.

Aku tidak mau, tidak mau.

Ambillah.

Sekarang kamu sudah dipindahkan,

kamu tidak berhak memerintahku.

Kamu pikir aku tak bisa menangkapmu?

Benar, 'kan?

Dasar bocah menyebalkan.

Ambillah.

Kakak Ipar,

kamu lihat apakah Kapten Lu sangat kaku?

Aku lebih kaya darinya, oke?

Apa ini?

Apakah jam tangan ini mahal?

Ini jam tangan yang hanya dipakai orang kaya.

Ini pertama kalinya aku melihat orang yang begitu imut

saat pamer kekayaan.

Iya, aku akui kamu punya uang.

Kalian benar-benar kaya.

Domba, batu bara, sumber daya langka, gas alam sudah dikuasai.

Terakhir kali datang

aku masih merasa harga barang tinggi.

Ini baru benar.

Sebagai saudara,

kehidupan hanya sekali, tidak ada kehidupan selanjutnya.

Kamu jangan melakukan hal yang kaku ini lagi.

Aku malah berharap

kamu tinggal di sini seumur hidup.

Tentu saja.

Itu karena mengira

kamu akan jomblo

seumur hidupmu.

Sekarang tidak ada pemikiran ini lagi.

Jangan omong kosong, ambillah.

Aku tidak mau.

Apakah kamu meremehkanku?

Anggap saja sebagai hadiah pernikahan dariku.

Saat kalian berdua menikah,

kemungkinan besar

aku tidak sempat menghadirinya.

Jika kamu bersikeras memberikannya padaku juga boleh.

Kecuali kamu tidak mau menikahi Kakak Ipar lagi.

Untuk apa kamu melibatkanku?

Ini masalah kalian berdua.

Baik, aku akan mengambilnya.

Ini baru benar.

Nanti kami

masih ada urusan di Kota Qining.

Kami pergi dulu.

Baik.

Sampai jumpa, Kakak Ipar.

Sampai jumpa.

Pelan-pelan, ya.

Apa yang kamu bicarakan

dengan staf manajemen tadi?

Ingin memahami

industri pemakaman di sini.

Jika aku tidak salah ingat,

Cai waktu itu

termasuk rekan kerjamu, 'kan?

Aku ingat dia menjual

penghancur rol bergigi ganda?

Bukan.

Pekerjaanku berinvestasi.

Setiap hari melihat-lihat,

bagaimana membantu bos menghabiskan uang.

Perusahaan pemakaman

yang dia investasikan tahun lalu

sudah dipasarkan.

Aku baru ingat,

jadi ingin memahami tempat ini.

Aku tiba-tiba ada satu perasaan.

Aku pernah kembali ke Beijing saat di Qining.

Malam itu,

aku melihat penunjuk bus di pinggir jalan.

Semua nama pemberhentiannya sangat asing.

Saat melihat satu per satu namanya,

tiba-tiba ada semacam

ilusi hidup di dua dunia

yang berbeda denganmu.

Sekarang mendengarmu membicarakan

pekerjaanmu juga sama.

Sama sekali dunia yang berbeda.

Aku mengembangkan ekonomi,

kamu melindungi negara,

bukankah ini satu dunia yang sama?

Tiba-tiba aku punya sebuah perasaan.

Apa?

Di sini

melihat kamu dan tanah bersalju.

Ada perasaan memandang Lu Chen di langit dan hijaunya padang rumput

tak terbatas di tempat dengan angin bertiup salju.

Ada apa?

Bannya bocor.

Aku ganti ban dulu.

Takutnya orang tidak bisa melihat dari kejauhan.

Apakah ada payung?

Ada.

Apakah ada prinsip misteriusnya saat menginjak dengan kaki?

Katakanlah.

Meskipun ban mobilku anti bocor,

bagaimana jika

nanti bertemu yang tidak anti bocor,

aku juga bisa belajar ganti sendiri.

Kamu tidak perlu belajar.

Ada aku.

Kamu mau apa?

Cium dulu.

Berpura-pura.

Ini...

Mau bangun tidak?

Lupakan saja.

Bahkan jika ada mobil yang lewat,

juga tidak ada orang yang mengenal kami.

♫Bagaimana bisa jatuh cinta padamu?♫

♫Aku bertanya pada diriku sendiri♫

♫Aku bisa melepaskan segalanya♫

♫Tidak disangka hari ini sulit berlalu♫

♫Bagaimana bisa jatuh cinta padamu?♫

♫Aku bertanya pada diriku sendiri♫

♫Aku bisa melepaskan segalanya♫

♫Tidak disangka hari ini sulit berlalu♫

Perlu bantuan?

Tidak perlu.

Sudah selesai diperbaiki, sudah diperbaiki.

♫Kamu tidaklah cantik♫

Jika sudah diperbaiki, cepatlah pergi.

♫Tapi kamu sangat manis♫

Berjalan maju setengah jam lagi

sudah bisa sampai di Qining.

Baik.

Terima kasih.

♫Oh, Cinderella♫

♫Cinderella-ku♫

♫Aku selalu menyakiti hatimu♫

♫Aku selalu begitu kejam♫

♫Sudah kubilang jangan menganggapnya serius♫

Dulu saat datang masih turun salju.

Banyak rumah kecil

yang ditutupi oleh salju.

Sekarang saljunya sudah mencair.

Ketua.

Kebetulan kamu datang.

Aku punya banyak berita bagus.

Bukankah baru selesai menangkapnya?

Masih ada kabar yang lebih baik dari ini?

Tentu saja.

Di mana Lu Yanchen sekarang?

Dia baru saja menelepon, sudah masuk ke Qining.

Katakan padanya,

pacarnya ini

adalah bintang keberuntungan.

Luangkan waktu, aku akan melakukan sambutan tuan rumah

dan mentraktir gadis ini makan.

Tidak perlu repot-repot.

Aku akan meneleponnya sekarang

dan Anda katakan saja padanya.

Baik.

Halo.

Baik, aku mengerti.

Benar, dia ada di sampingku.

Baik.

Bukan ayahku, 'kan?

Ketua sebelumnya.

Aku menyadari, orang-orang di sini

sangat suka mengendarai kendaraan off-road.

Sebelumnya aku sudah menyadarinya.

Bisa memuat barang, lebih mudah untuk perjalanan jauh.

Apakah kamu sangat senang kembali?

Kamu sudah tinggal di sini begitu lama,

pasti perasaanmu sangat dalam, 'kan?

Jika bukan karena bertemu lagi denganmu,

aku berencana tinggal

di sini seumur hidup.

Kenapa memesan

kamar sebagus ini?

Ini kampung halaman keduaku.

Kamu ke sini,

ingin kamu tinggal dengan lebih baik.

Terima kasih, Kapten Lu.

Sama-sama.

Ketua sebelumnya

meneleponku

dan menyuruhku ke sana malam ini.

Urusan pekerjaan?

Tidak boleh bilang.

Aku tidak akan bertanya.

Pergilah.

Kukatakan saat pulang.

Kapan kamu pulang?

Aku ingin tahu apakah aku tidur duluan

atau menunggu kamu pulang baru tidur.

Hanya sebentar.

Kalau begitu, aku tunggu kamu pulang.

Aku pergi dulu.

Aku lupa mengambil kunci mobil.

Pikirkan mau makan apa malam ini.

Aku akan segera kembali.

[Kantor Polisi Detasemen SWAT Kota Qining]

[Kantor Markas Pelatihan Polisi Kota Qining]

Aku sangat merindukanmu.

Jangan bertele-tele.

Bicara masalah serius.

Gui Xiao sungguh adalah bintang keberuntungan.

Aku sungguh tidak menyangka

para pencuri mobil ini juga melakukan penyelundupan.

Semuanya menyelidiki berdasarkan petunjuk yang ada

dan sebelum Imlek sudah menangkap mereka.

Begitu ditangkap,

malah menangkap ikan besar yang tidak terduga.

Apakah ada hubungannya dengan orang-orang itu?

Sudah tertangkap?

Kurang lebih begitu.

Ditambah, kami pada dasarnya

tidak bisa mendengarkan interogasi.

Kamu yang menangani kasus ini,

jadi kamu harus kembali untuk serah terima pekerjaan.

Selain itu, penilaian interpol

akan bisa mengorek informasi tentang bahan peledak.

Kapten Chen juga meminta kami untuk ikut mendengarkan.

Ini bisa dibilang

penyelesaian kasus terakhirmu di Qining.

Penyelesaian yang sempurna.

Ayo.

Kapten Lu.

Kapten Lu.

Kapten Lu.

Kapten Lu.

Kapten Lu.

Kali ini menyelidiki berdasarkan petunjuk yang ada,

berhasil menangkap orang-orang ini.

Kita harus mengingat jasa Kakak Ipar.

Hanya beruntung.

Aku paling mengerti situasi di lokasi saat itu

dibanding siapa pun.

Interogasi saja, aku akan mendengarkan.

Komisaris.

Sudah diinterogasi begitu lama, bagaimana perkembangannya?

Kapten Lu lebih tenang dari kita.

Dia sudah lama menjadi polisi SWAT di Qining.

Menghadapi orang seperti ini

bukan hanya satu dua hari.

Aku percaya dia bisa mengatasinya dengan baik.

Aku pergi rapat dulu.

Setelah ada hasilnya,

langsung serahkan laporannya kepadaku.

Baik.

Masuk sebentar.

Di Mal Xin Guang Mang ada dua.

Tahun lalu kalian terlalu ketat

mengejar orang-orang ini.

Bocah ini berencana mengorbankan diri

dan membalas dendam pada masyarakat.

Cepat, kita harus berangkat sekarang.

Kalian lanjutkan interogasi.

Baik.

Panggil tim penjinak bom ke sana.

Aku juga pergi, berangkat bersama.

Bagaimana jika...

Qin Mingyu.

Jika terjadi sesuatu,

menurut aturan tim penjinak bom,

siapa yang kedudukannya tinggi akan maju duluan.

Kedudukanku di tim penjinak bom lebih tinggi darimu.

Mengerti?

Aku pikir,

apakah perlu meninggalkan pesan untuk Kakak Ipar?

Aku mengerti,

ini sangat rahasia

dan tidak boleh dibocorkan sedikit pun.

Namun, baru tiba di Qining kamu sudah menghilang.

Takut dia khawatir.

Ayo.

Gao Hai.

Antarkan kunci ini.

Minta dia menungguku.

Baik.

Apa-apaan kamu?

Halo.

Nomor yang Anda tuju

tidak dapat dihubungi.

Informasi penelepon

akan diberitahukan melalui SMS.

Tidak aktif.

Ponselnya kehabisan baterai?

Gui Xiao.

Xu Yao,

aku sedang menelepon.

Kamu langsung saja ke intinya.

Atau besok aku akan meneleponmu?

Aku sedang merasa tertekan,

ingin berbicara dengan seseorang.

Hasil pemeriksaan Bin tidak terlalu bagus.

Hasilnya sedikit berbeda dengan

pemeriksaan tumor di rumah sakit sebelumnya.

Masih belum didiagnosa positif.

Tapi yang seperti dia ini...

sepertinya lebih merepotkan.

Harus melakukan radioterapi.

Dengan radioterapi, ada kesempatan untuk menyembuhkan tumor.

Tapi, begitu terkena penyakit ini,

kemungkinan untuk kambuh sangat tinggi.

Setiap kali posisinya juga akan berbeda.

Aku tidak berani memberi tahu keluargaku.

Dan aku juga tidak berani memberitahunya.

Sekarang aku benar-benar tidak tahu

harus bagaimana.

Kamu adalah dokter.

Kamu seharusnya tahu,

tidak ada gunanya panik

di kondisi seperti saat ini.

Selain itu, hubunganmu dengannya sangat baik.

Jika kamu mengalami

perubahan emosi,

dia pasti bisa merasakannya.

Tunggu sebentar, aku buka pintu dulu.

Kakak Ipar.

Ini dari Kapten Lu untukmu.

Di mana dia?

Ada urusan, dia memintamu menunggunya.

Ada urusan apa?

Harus menunggu berapa lama?

Diusahakan secepatnya.

Apakah terjadi sesuatu?

Kakak Ipar, jaga dirimu.

Gao Hai.

Tidak apa-apa.

Gui Xiao.

Jika kamu sibuk, kita bicarakan nanti.

Tidak apa-apa.

Dua hari ini aku cuti.

Aku sedang di Qining.

Sedang cuti tahunan?

Bisa dibilang begitu.

Bukan.

Ada yang salah dengan suaramu.

Aku tadi sepertinya mendengar kamu

meneriakkan sesuatu.

Lu Chen juga kembali ke Qining

untuk menjenguk ketua dan bawahan lamanya .

Mungkin

dia sedikit mabuk

dan takut aku marah,

jadi dia mencari orang untuk mengantarkan pesan.

Baiklah.

Xu Yao,

kamu temani istrimu berobat dulu.

Nyawa paling penting.

Uang adalah masalah kecil.

Tunggu kami pulang.

Bukan.

Apakah di tempatmu

benar-benar terjadi sesuatu?

Tidak apa-apa, aku sakit perut.

Aku tutup dulu.

Aku akan meneleponmu lagi besok.

Halo.

Kak.

Aku, Gui Xiao.

Kenapa?

Ada apa?

Tidak apa-apa.

Hanya ingin mengobrol denganmu.

Kenapa?

Jika polisi SWAT seperti kalian pergi melakukan misi

akan seperti apa?

Apakah semua misi tidak boleh dikatakan?

Ya, rahasia.

Terkadang jika ada misi penting,

bahkan kami sendiri pun tidak tahu.

Setelah naik mobil akan diberikan secarik kertas

dan baru tahu akan melakukan apa.

Kenapa?

Apakah kekuatan kalian sudah siap?

Kekuatan pemadam kebakaran kami untuk melakukan pertolongan

sudah siap.

Kapan pun bisa memulai

untuk melakukan pemadaman api dan penyelamatan.

Terima kasih.

Bagaimana hasil interogasi di sana?

Masih belum ada hasil.

Masalahku di sini tidak besar,

bisa diselesaikan dengan robot.

Di bagianmu

tidak bisa.

Saat kamu ke sana

harus punya pertimbangan sendiri.

Pertimbangan apa?

Di samping sini ada sebuah

rumah sakit terbaik di Qining.

Apakah kamu tahu konsekuensinya?

Ribuan meriam, ribuan darah.

Tanah air sangatlah berharga.

Begitu mengenakan pakaian ini,

kalian harus mengingat kalimat ini di hati.

Ingat seumur hidup.

Baik.

Tolong aku!

Diam kamu.

Kamu, letakkan pistolnya.

Baik.

Akan aku letakkan.

Cepat!

Kamu jangan emosi.

Jangan melukai sandera.

Cepat!

Jangan bergerak!

Tolong!

Maju perlahan.

Maju perlahan.

Kamu, yang di tengah itu.

Baik, aku ke sana.

Maju dua langkah lagi.

Baik.

Kamu jangan melukai sandera.

Jangan omong kosong.

Jangan bergerak!

Kamu jangan bergerak!

Aku akan meledakkan kalian sampai mati!

Tembak.

Aku tidak setuju kamu mengundurkan diri seperti ini.

Ini adalah kejadian tidak diduga.

Kamu tidak boleh melemparkan seluruh tanggung jawab ini

pada dirimu sendiri.

Aku yang tidak menanganinya dengan baik.

Aku sudah sepantasnya menanggung semua tanggung jawab.

Aku pergi dulu.

Hati-hati.

[Mal Xin Guang Mang]

[Lubang Pembuangan Asap]

Tunggu sebentar.

Aku akan menyuruh orang mengantarkan tangga untukmu.

Jangan buka baju antipeledak dulu.

Jika jumlahnya

sungguh seperti yang dikatakan pelaku,

maka bisa menghancurkan sebuah gedung.

Mengenakan baju antipeledak juga tidak ada gunanya.

Waktu tidak menunggu.

Ditambah, memakai baju antipeledak

juga tidak bisa masuk.

Setidaknya, biarkan robot mencobanya dulu.

Dengan ukuran ini,

robot pengintai mungkin akan berguna.

Robot penjinak bom sungguh tidak berguna.

Jangan bertele-tele lagi.

Tunggu kabar dariku.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.