Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PANDORA: BENEATH THE PARADISE
TIGA BELAS TAHUN LALU
Beberapa saat lalu, mantan Ibu Negara, Gong Jayeong ditemukan tewas di rumahnya.
Meski telah dinyatakan bunuh diri, ada spekulasi
bahwa penyidikan kejaksaan mengenai keterlibatan beliau
dalam pembunuhan suaminya dan mendiang Presiden Ko Taesun
mungkin menjadi faktor pendorong untuk mengakhiri hidupnya.
Kegagalan polisi dan kejaksaan mengidentifikasi tersangka
dua tahun setelah kematian presiden telah meningkatkan kritik publik.
Tuntutan rakyat untuk penyelidikan ulang
atas pembunuhan itu menjadi banyak isu pembicaraan.
Sementara itu, ketidakhadiran Ko Haesoo di pemakaman ibunya
menimbulkan spekulasi lebih lanjut.
Rumor tersebar, Haesoo melarikan diri ke luar negeri atau sudah meninggal.
Ayah!
Aku juga ingin mati!
TIGA BELAS TAHUN LALU, PRANCIS
EPISODE EMPAT
Begini…
Sekarang, jangan terlalu banyak berpikir. Beristirahatlah.
Makan makanan yang enak dan jalan-jalan.
Kau suka di sini, kan?
Isunya akan segera mereda.
Orang-orang akan segera lupa.
Terima kasih atas perhatiannya.
- Sepertinya aku akan berjalan-jalan. - Baik.
Dia terlihat baik-baik saja, kan?
Menurutmu begitu?
Selamat pagi. Aku Hong Yura, pemandu wisata kalian di Pulau Korsika.
Salam kenal.
Ini ringkasan rencana perjalanannya.
Sebenarnya, kami meminta dua pemandu wisata.
Iya, adikku akan segera datang.
Hati-hati di sana.
Tidak!
Mengapa kau menyelamatkanku?
Apa aku meminta bantuan? Mengapa menyelamatkanku?
Pikirmu kau siapa beraninya ikut campur dalam urusanku?
Sudah selesai marahnya?
Apa kau tak kasihan pada mereka?
Kau tak perlu berterima kasih padaku, jadi tenanglah.
"Berterima kasih?" Apa kau gila?
Aku ingin membunuhmu sekarang.
Saat aku berpikir bisa mati dengan tenang,
kau malah kembalikan aku ke neraka dunia ini! Kau mengerti?
Kau tak akan bisa mengerti penderitaanku!
Mengapa aku harus mengerti?
Pikirmu hanya kau yang menderita?
Kedua orang tuaku tewas karena kecelakaan.
Aku koma selama satu tahun dan baru beberapa bulan lalu siuman.
Seperti ada yang hapus semua ingatanku. Aku bahkan tak mengenal siapa diriku.
Wajahku dan namaku.
Semuanya terasa asing bagiku.
Setiap hari ibarat mimpi buruk karena rasa bersalah telah selamat.
Aku bahkan tidak bisa mengungkapkan kesengsaraanku demi adikku yang berbakti.
Aku berharap…
Aku berharap aku bisa memilih untuk mati sepertimu.
Namun, aku harus hidup seolah
semua baik-baik saja.
Lalu apa?
Aku yakin kau memiliki
sebuah alasan untuk hidup.
Jika tak ada, cari.
Temukan alasan itu dengan cara apa pun. Lalu hiduplah seperti yang lain.
Jadi, marilah kita hidup…
Jangan memilih mati.
Operasinya sukses.
Datanglah kembali jika ada keluhan.
Terima kasih, Dokter.
DIREKTUR KIM SEONDEOK
PESAN
Kau ingin tahu siapa yang mengubahmu menjadi Hong Taera?
KLINIK OPERASI PLASTIK CHLOE
Tidak.
Tak mungkin dia No. 50.
Siapa yang menyuruhmu memberi tahu Ko Haesoo tentang No. 50?
Uhm Sangbae.
Kepala Sekretaris Uhm Sangbae?
Benar.
Mata-mata Pimpinan Jang Kummo.
KEPALA SEKRETARIS UHM SANGBAE
Pimpinan Jang adalah ayah mertua Haesoo.
Bagaimana dia bisa perintahkan pembunuhan, lalu menerima Haesoo sebagai keluarga?
Memanipulasi pernikahan putranya hanya permainan baginya, jika demi Kumjo.
Dia mungkin menjadikanmu istri Pyo Jaehyun agar kau jadi kelemahan utamanya.
Jika yang kau katakan benar, pemulihan ingatanmu adalah bagian dari rencananya.
Ya, ampun.
Sepertinya Ko Haesoo tak akan mati ditanganku, melainkan ayah mertuanya.
Semakin dia mendalami kasus ayahnya, dia semakin dalam bahaya.
Mungkin itu tujuan Pimpinan Jang.
Bayaran awal darimu adalah berlian kualitas tinggi.
Aku rasa informasi yang kuberikan sesuai dengan harganya, kan?
Haesoo dalam bahaya.
Taera, mengapa kau…
bicara dengan Kim Seondeok?
Benarkah kau orangnya?
Apa kau pembunuh ayahku?
Teganya kau lakukan ini padaku?
Sudah kubilang, kan?
EKSPERIMEN RED, GAGAL
Aku sudah bilang dia punya banyak trik kotor.
Apa kau sudah melihat sifat asli Pyo Jaehyun?
Mungkin dia memang lebih jahat dari yang kita bayangkan.
Jaehyun…
Dia belum pernah menipuku.
Tidak sekali pun.
Aku harus mendengarkan yang dia…
Dia pandai berkata dengan manis tetapi hatinya kejam.
Red dia bunuh dan tanpa malu memanfaatkan itu untuk kampanyenya.
Dia mengaku ingin memajukan Hatch,
dan kau serta Sungchan hanya termakan oleh ucapannya.
Inilah kesempatanmu.
Ambil alih Hatch dan bawalah ke Kumjo.
Kau sudah cukup mengembangkannya.
Apa Jaehyun sibuk?
Mengapa muram?
Kau punya pacar baru?
- Menyulang. - Menyulang.
- Selamat, Penyiar Ko. - Terima kasih.
Menurut rumor, dia selalu juara pertama sejak ujian tertulis.
Semua karena aku yang mengajari dasar ilmunya.
Ya, kita paham. Kau yang jadi tutornya. Tak perlu sombong.
Sungguh, terima kasih.
Aku bisa sampai di sini karena kalian semua.
Apa aku juga dapat pujian?
Hong Taera!
Selamat. Aku tahu kau pasti berhasil.
Kapan kau tiba di Seoul? Bagaimana bisa tahu aku ada di sini?
Jaehyun tidak bilang apa-apa?
Aku akan tinggal di Korea sekarang.
Jaehyun membantu aku dan Yura untuk pindah.
Ini berita bagus.
Aku sangat merindukanmu.
Ingatlah.
Aku lebih tua darimu, jadi perlakukan aku dengan baik.
Terima kasih, Taera. Kau sudah membantuku menemukan alasan untuk hidup.
Semuanya kebohongan.
Dia membunuh ayahku, tetapi seolah tak berdosa.
Dia ada di dekatku dan menipuku hingga aku percaya dia tulus berteman.
Mengapa Pimpinan Jang membutuhkanku setelah aku kehilangan ingatan?
Untuk mengawasi Jaehyun
ataukah membutuhkanku untuk ada di sisi Haesoo
agar Haesoo tersiksa?
Apa alasannya?
Ibu.
Kau sudah bangun.
Aku bermimpi aneh.
Ibu meninggalkanku sendiri dan pergi.
Aku memanggil, tetapi Ibu tak menoleh sedikit pun.
Itu mimpi yang sangat aneh.
Ibu tak akan pernah meninggalkanmu sendiri.
Ibu selalu datang jika kau memanggil, 'kan?
Ibu sungguh tak akan meninggalkanku?
Mungkin kau masih bayi sehingga takut akan mimpi.
Aku bukan bayi. Aku sudah besar sekarang.
Sudah besar dan tahan jika digelitik?
Suara apa itu?
Kalian tak apa? Tidak terluka?
- Jiu, kau tak apa-apa? - Iya.
Sayang. Itu…
Haesoo.
Maafkan aku.
Aku sedang membersihkan bebatuan,
tapi tak sengaja terlempar ke sana.
Kalian terkejut?
Sedang apa kau di situ?
Taera yang membuatkan taman itu untukmu, kan?
Aku tak ingin melihatnya lagi.
Tamannya sudah terlalu subur.
Agak aneh jadinya.
Tak masalah, 'kan?
Ibu.
Jiu, kau ketakutan?
Tante yang salah. Maaf.
Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit terkejut.
- Ada apa, Pak? - Tidak ada apa-apa.
Apa kau bisa bantu pangkas seluruh taman? Aku tak ingin melihat bunga satu pun.
Iya, Bu.
Haesoo agak sedikit aneh, ya?
Kira-kira apa yang terjadi?
Beberapa hari yang lalu dia mencemaskanmu.
Benarkah?
Dia yang menyarankan kita mencari pengawal pribadi untukmu.
Mungkin tak terlihat, tetapi dia peduli padamu.
- Aku tahu. - Dia sangat bergantung padamu.
Jagalah dia. Kau tahu dia tak punya siapa-siapa.
Semoga kau tak ada acara malam ini. Aku mengundang beberapa tamu.
Pimpinan Jang ingin bertemu denganmu.
Kakek, aku pandai menunggang, 'kan?
Kau semakin pandai. Keren.
Pyo Jaehyun sudah tiba, Pimpinan.
Lanjutkan menunggang.
Berhenti.
Apa kau tak bisa lihat aku lelah?
Kau harusnya memintaku istirahat.
Pelatih Kim, kenapa kerjamu tidak becus?
Maafkan aku. Aku akan lebih baik lagi.
Kemarikan.
Astaga…
Akhirnya aku cocok juga. Aku keren.
Apa ada cokelat panas?
Kekuasaan adalah hal yang mengherankan.
Bahkan tokoh seperti Pyo Jaehyun juga tunduk pada kekuasaan.
Kau pasti sangat ingin memenangkan pemilu,
jika kau sampai rela tanganmu kotor.
Sayang sekali. Negara ini pasti akan terkejut.
Itu adalah keputusan yang tak dapat dielakkan demi Hatch.
Maka, ini saatnya melepas Hatch. Biarkan berjalan sebagaimana mestinya.
Pimpinan.
Jangan sentuh Hatch.
Jangan harap Dojin akan ada untukmu. Dia bukan temanmu.
Mencalonkan diri jadi presiden? Silakan saja.
Untuk apa menahan ego kekanakanmu itu?
Tidak.
Aku tak akan menyerahkan apa pun.
Seperti yang kau lakukan 15 tahun lalu, aku akan menjaga semua milikku.
Apa?
Aku melihatnya.
Betapa menyedihkannya kau memohon pada mendiang Presiden Ko Taesun.
Apa-apaan ini?
Kontraktor telah dipilih,
dan kau melemparku dari proyek Jembatan Daehan?
Ini adalah pencapaian seumur hidup.
Kau tahu benar besarnya usaha Konstruksi Kumjo untuk menangkan kontrak.
Setelah pelantikan,
aku akan memberi dukungan penuh proyek infrastruktur pertamamu.
Konstruksi akan mulai esok lusa.
Jika kau masih tak yakin,
aku rela memanggil tim eksekutif untuk datang besok
agar bisa menjelaskan lagi rencana konstruksinya.
Apa semua ini benar?
GRUP KUMJO BERKAS-X
Korupsi subkontrak, konstruksi palsu
lalu, menutupi kematian pekerja lapangan.
Apakah ini sifat asli seseorang yang aku anggap sahabat?
Laporan kematian sudah disampaikan dan kompensasi sudah diajukan.
Lalu, korupsi subkontraktor?
Kau berkata begitu karena kau tak paham aturan bisnis ini.
Ini bahkan tak layak untuk dibicarakan!
Kau benar. Aku terlalu abai.
Jadi, aku akan meluruskannya.
Setelah pelantikan, jaksa akan menemuimu.
Jaksa? Mengapa?
Apa kesalahan Kumjo?
Aku berusaha menahan karena kau temanku.
Baiknya kau bekerja sama dengan jaksa.
Taesun,
keberlangsungan Kumjo bergantung pada proyek ini.
Jika semua lancar,
posisi kita di kalangan elite keuangan semakin kuat.
Kita ini sahabat.
Persahabatan kita lebih kuat dari ini, 'kan?
Aku tak akan membiarkan korupsi selama aku berkuasa.
Kau pun tak terkecuali.
Inilah caraku melindungi 30 tahun persahabatan kita.
Kau pikir kau akan memenangkan pemilu tanpa bantuanku?
Lihat saja, kau akan menyesalinya.
Akulah si keparat…
yang selalu menuntaskan niatnya.
- Pak Pyo. - Iya?
- Aku menyelesaikan perhitungannya. - Mari lihat.
Sejak kapan kita menganggap memori lama menjadi sebuah kenyataan?
Itulah yang disebut "distorsi memori".
Setelah ayah Haesoo meninggal, jaksa tak pernah menuntutmu.
Lalu Kumjo meningkat pesat menjadi tiga terbesar di Korea.
Benar, bukan?
Investigasi oleh jaksa?
Itu tak pernah ada.
Kumjo memang sudah berkembang.
Kami sudah meluas ke beberapa sektor
dari produksi hingga distribusi, lumrah jika kami maju.
Apakah Haesoo juga berpikir begitu?
- Bagaimana dengan Dojin? - Mengapa?
Apa mereka mengatakan sesuatu?
Ketika mendiang Presiden Ko meninggal,
kaulah tersangka utama dari pembunuhan itu.
Kau tahu itu bukan rahasia.
Namun, ketika kau menerima Haesoo sebagai menantumu,
kau terbebas dari segala kecurigaan.
Itu adalah…
langkah yang sempurna.
Pernikahan mereka…
Apa kau sungguh menerima Haesoo hanya demi Dojin?
Itu yang Dojin yakini?
Aku memiliki bukti, tetapi kau hanya omong kosong.
Apa yang membuatmu berpikir mampu melawanku?
Siapa yang bilang…
aku tak punya bukti?
Iya, Dojin.
Ya, ayo bertemu. Ada yang harus aku bicarakan denganmu.
Oh, benar.
"Sayang sekali."
Ketika kami mengungkapkan kebenarannya, "bangsa ini akan sangat terkejut".
Bukankah begitu?
Kau yakin sudah berhati-hati?
Bagaimana dia bisa tahu kejadian 15 tahun lalu?
Tak ada satu pun yang tahu, Pak. Aku yakin.
Bocah itu tidak hanya menggertak.
Gali semua tentang Pyo Jaehyun. Jangan lewatkan apa pun.
Bawakan semua yang kau temukan…
atau kau rasakan akibatnya, mengerti?
RUMAH SAKIT JIWA HANWOOL
Tunggu! Bu Ko, tunggu!
Aku benar-benar bisa dipecat jika melakukan ini tanpa persetujuan bos.
Sudah kubilang aku akan bertanggung jawab.
Bila tak mau, lupakan berita eksklusifnya.
Eksklusif.
Ini membuatku gila. Hei, ayo lakukan saja.
Eksklusif!
Dokter, aku menerima informasi, ada orang sehat
yang dipaksa dirawat di sini.
Iya, tetapi itu tidak benar.
Biarkan kami memastikan
atau kami akan siarkan semua ini
tanpa disunting lebih dahulu.
Terus rekam. Kau kira menjadi wartawan itu lelucon?
Kepala perawat Jung Yusun ada di ujung lorong.
Dia adalah bukti dan saksi mata.
Kami mau masuk!
- Ayo! - Apa? Tangkap dia!
Tidak! Kau kira ini di mana?
Mengapa dia tak ada di sini?
Seharusnya dia di sini. Kau tahu di mana Jung…
Siapa kau?
Aku rasa kita dipermainkan.
- Kita dipermainkan? - Sepertinya begitu.
- Tunggu, Bu Ko tentu saja… - Hei, keluar!
- Jangan dorong, Pak! - Keluar!
Bu Jung mengobati infeksi telinga No. 50 dari gigitan anjing liar, kan?
Dia juga mengatakan mereka memelihara anjing liar di gedung paviliun.
Kau lihat itu?
Itu…
Ada sesuatu di sana.
Haesoo, lagi?
Oh, sial.
Haesoo. Apa lagi yang bisa kita…
Wah…
Bukankah kau Ko Haesoo?
Apa kau merekam?
Tempat apa ini?
Ini bangsal ICU. Kau dilarang masuk ke sini tanpa izin.
Astaga.
Kita bertemu lagi, Bu Ko Haesoo.
Sepertinya kau masih terjebak dalam pemikiran irasional
melihat tingkahmu yang tak beradab.
Sakit. Aku bilang aku akan pergi. Lepaskan aku.
Bu Ko!
Lepaskan.
Itulah mengapa…
aku tak bisa membiarkannya kali ini.
Aku juga.
Kau akan merasakan akibatnya karena membunuh ayahku.
Selain itu,
katakan pada wanita bernama No. 50
bahwa aku akan segera menemuinya.
Permisi.
Bu Ko, sekarang bagaimana?
PERSAHABATAN 30 TAHUN, PIMPINAN GRUP KUMJO
MENANGIS DI PEMAKAMAN PRESIDEN
PENCARIAN: GRUP KUMJO
GRUP KUMJO PERINGKAT KETIGA NASIONAL
MERAIH PRESTASI
Pilseung.
Ada yang mengikutimu.
Mengapa Uhm mengikutiku?
Apa benar Pimpinan Jang dalangnya?
Iya, Pak.
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Aku bilang aku ingin sendiri.
Aku melihat ada mobil mencurigakan mengikuti.
Aku harus ikuti karena keselamatan Ibu adalah prioritasku.
- Kau akan beri tahu Jaehyun… - Aku belum melaporkannya.
Jangan khawatir.
Pilseung, bisa tolong aku?
Apa yang bisa kubantu lagi, Bu?
Terima kasih.
Atas bantuanmu aku temukan semua yang kubutuhkan.
Ini aneh, ya?
Hal yang aku lakukan tanpa sepengetahuan Jaehyun.
Tak perlu dijelaskan.
Keselamatan Ibu adalah prioritasku.
Maaf.
Aku ingat cerita Jiu padaku.
Katanya kau berbicara seperti robot.
Oh, begitu.
Mari berkenalan pelan-pelan.
Pilseung.
Maaf.
Mari kita pergi.
Mari.
Omong-omong… Astaga!
Maafkan aku, Pilseung.
Silakan ke mobil lebih dahulu. Aku akan menyusul.
Astaga, aku sangat ceroboh.
Astaga.
Kembali ke rumah setelah menyelidiki Pimpinan Jang dari Grup Kumjo.
Baiklah. Berusahalah dengan baik, Hong Taera.
Mari kita temukan siapa dalangnya, seperti yang kau inginkan.
Mengapa kau membiarkan No. 50 hidup?
Tidak ada salahnya mencari tahu siapa dalang di balik No. 50 ini.
Kita akan sering bertemu Pak Pyo,
jadi mengapa tidak mengancamnya saja sekalian?
Wanita itu melakukan ini padaku, berarti Direktur juga dalam bahaya.
Beri aku perintah…
Akan kuhabisi dia.
Bisa apa kau dengan satu mata?
Kau harus berterima kasih pada No. 50.
Lewat tiga cm lagi, kau bahkan tak akan di sini membuat banyak alasan.
Ini cukup untuk membuatmu tak kelaparan,
jadi tutup mulutmu sepanjang sisa hidupmu.
Diam.
Apa kau membuangku?
Tidak, aku tak punya tempat lagi.
Aku sudah melayanimu seumur hidupku.
Aku ingin mati di sini.
Kau anak buah andalanku, tapi sudah dikalahkan No. 50 dua kali.
Harga diriku…
tak bisa menerimanya.
Jangan temui aku lagi.
Jangan pernah lupa, akulah yang menyelamatkanmu.
Buang ini.
Berhenti. Cukup, Sungchan.
Apa kau gila?
Kau membunuh Red.
Itu pengkhianatan.
- Biar aku jelaskan. - Jelaskan apa?
Kami sudah dengar semuanya dari penjaga di penjara.
Kami tahu rencana busuk yang kau buat dengan dr. Yang, Bajingan.
Efek samping Red?
Kau menyembunyikan dan membunuhnya.
Baik, memang aku yang melakukannya.
Namun, untuk menyelamatkan Hatch, tak ada pilihan lain.
Dasar tak tahu malu!
Kau menggunakan kematian Red untuk keuntungan politikmu,
jadi jangan bermuka dua.
Red menderita karena epilepsi akut.
Itu bukan karena efek samping tapi karena stres dari presentasi.
Kita tak pernah sangka dia bisa mengalami kejang yang diakibatkan stres.
Tampal pintar buatan kita itu sempurna!
Tampal pintarnya sempurna?
Bodoh. Kita ini gagal lagi.
- Lupakan presentasi kedua… - Tidak.
Red tak seharusnya tampil di hadapan orang tetapi presentasi baru tetap dilakukan.
Sungchan, kau pasti bisa.
Tampal manusia sukses. Dengan keterampilanmu, kita bisa…
Hentikan ocehanmu, Sialan!
Wah.
Apa yang akan kau lakukan jika terjadi sesuatu?
Kau akan membunuh orang juga seperti Red?
Aku hampir mulai uji coba manusia karenamu.
Aku…
tak ingin berbuat kesalahan yang sama.
Variabel? Itu kesalahan kita.
Llupakan uji coba manusia. Kita tak bisa meneruskannya.
Lantas Kyojin?
Apa kita akan membiarkannya?
Kalian kira aku melakukan ini demi menjadi Presiden?
Apa aku sedangkal itu di mata kalian?
Aku tak peduli jika kehilangan semuanya: uang atau Hatch,
selama bisa menyelamatkan Kyojin.
Semua siap?
Tentu saja.
- Baiklah. - Waw.
Kau terlihat sangat bersemangat.
Kau tahu kita sangat kompetitif, Kyojin.
Aku mereparasi motor ini di bengkel dan mengisi tangki dengan bensin bagus.
Aku juga sudah memeriksa radio.
Kalian sudah bicara dengan Sujeong hari ini?
Belum.
Mengapa, Kyojin?
Aku tak bisa menghubunginya sejak kemarin.
Aku punya firasat buruk.
Baru satu hari, 'kan?
Aku yakin dia pasti banyak urusan pribadi.
- Ayo! - Baik.
Kau ikut taruhan hari ini, 'kan?
Posisi terakhir akan bertanggung jawab penuh.
Sebagai gantinya, rahasiakan ini sampai mati.
Baiklah. Berhati-hatilah.
Jalanan di Gunung Hongak ini cukup sulit.
Baik!
Jang Dojin, kau pakai bensin berkualitas?
Rasanya seperti melayang.
Ini hadiah spesial.
Lagi pula, aku akan mengalahkan kalian.
Kyojin.
Akan aku tunjukkan pepatah "murid menjadi guru".
Semuanya, konsentrasi!
Tunggu, remnya tak bekerja…
Kyojin, ada apa?
Ada yang terjadi?
Kyojin.
Jika kita tidak pergi hari itu, dia akan baik-baik saja.
Semua karena taruhan itu…
Itu masih membuatku gila hingga saat ini!
Kyojin itu ibarat…
idola kita.
Dia takkan bertahan tanpa bantuan kita.
Tanpanya, kita tak punya penelitian. Begitu berartinya dia.
Diam, kau. Kau pikir kau lebih peduli padanya dibandingkan aku?
Berhenti mencari alasan.
Ini demi ibumu juga.
Bagaimana Gunung Hongak?
Kau menemukan apa yang kau cari?
Tidak.
Sepertinya aku perlu pergi sekali lagi.
Ada apa di Hongak?
Apa yang sebenarnya kau cari?
Apakah karena kecelakaan hari itu?
Ini bukan kebetulan, kan?
Apa seseorang mencoba membunuhmu?
Tolong, beri tahu Ibu.
Apa yang terjadi hari itu, Kyojin?
Apakah…
Dojin yang membuatmu begini?
Ibu.
Apa Ibu masih belum menerima Dojin?
Jika kau merawatnya sejak bayi, dia adalah putramu dan adikku.
Bagaimana bisa kau menerimanya?
Kumjo akan diwariskan pada bocah yang ibunya tak kita kenal. Kau bisa tenang?
- Ibu. - Aku tak memercayainya.
Caranya menyembunyikan keserakahannya membuatku makin membencinya.
Pria yang menginginkan posisimu bukanlah adikmu atau pun putraku!
Dokter Hwang telah tiba.
- Mari lakukan pemeriksaan. - Ya, Pak.
Ibu akan mengembalikan semua pada tempatnya.
Demimu, ibu takkan menyerah.
Apa kau sudah gila?
Rumah Sakit Jiwa Hanwool mengancam akan menuntut kita!
Apa kau tak tahu sedekat apa Kim Seondeok dengan petinggi politik?
Mengapa kau berbuat hal yang mempermalukan kantor?
Pak, Bu Ko bilang dia akan bertanggung jawab penuh, kan?
Jika kau mau tanggung jawab, kenapa diam saja?
Bahkan jika dipecat, kau tetap ibu rumah tangga dari keluarga kaya.
Apa pedulimu?
Aku sadar ini salahku tetapi kata-kata Bapak keterlaluan.
Aku tak pernah menyiakan pekerjaanku.
Mau lihat bagaimana keterlaluan itu?
Semuanya buat permintaan maaf tertulis dan ada potongan gaji selama enam bulan.
Dan Bu Ko, kau berhenti dari berita pukul 08.00!
Pak Kepala!
Dia bisa dapat Hong Taera dan Pyo Jaehyun untuk berita spesial pemilu.
- Benar, Haesoo? - Benarkah?
Aku dengar mereka tak akan hadir karena istrinya menentangnya.
Apa benar Bu Ko berhasil?
Mereka sudah bersedia untuk berita eksklusif.
Jadi, dia bisa tetap di berita pukul 08.00, Pak Kepala?
Kenapa kau ikut campur?
Aku tak akan lakukan berita ekslusif.
Haesoo, bisakah kau melepaskan berita pukul 08.00?
Kerja kerasmu di sana.
Kalian berdua dekat.
Pers akan segera menyerbu Taera,
jadi beritanya harus eksklusif.
Dialah penyelamatmu sekarang.
Terima kasih, Pilseung.
Kau dari mana?
Butik Yura. Ada beberapa urusan pekerjaan.
Mengapa Yura tiba-tiba pergi ke Prancis.
Bukankah dia sibuk di butik?
- Bagaimana kau tahu? - Jiu bilang padaku.
Apa yang terjadi?
- Halo! - Halo.
Ini adalah tim kampanye.
Aku ingin mengenalkan mereka padamu.
Aku Oh Yeongguk, manajer kampanye. Senang bertemu denganmu.
Terima kasih.
Kau lebih cantik dilihat langsung, Bu Hong.
Kalian akan cocok jika difoto.
Apa yang terjadi?
Tim akan bekerja di sini sementara kantor disiapkan.
- Di rumah? - Iya.
- Jadi dia… - Oh, itu Pak Bong.
Astaga, norak sekali.
- Siapa itu? - Unik sekali.
- Iya, dia… - Luar biasa.
- Dia datang jauh-jauh kemari? - Tak mungkin.
- Kita akan menang. - Benar.
Oh, maaf.
Betapa tidak sopannya aku.
Aku mohon maaf.
Menurutku, kau adalah…
tipe orang yang dapat menggugah semangat dalam diri.
Baik.
Mulai sekarang, aku akan mengatur Bu Taera dengan tanganku ini.
Namaku Woori Bong
atau Bong Woori.
Panggil saja Pak Bong.
- Terima kasih. - Terima kasih!
Gayamu sungguh…
- Halo! Lama tak berjumpa. - Sudah lama.
Aku tak pernah bilang akan membantumu.
Taera.
Kampanyenya mulai terasa, Kandidat Pyo.
Bantulah kami.
Setiap suara berarti.
Oh, astaga. Pak Bong membantu Taera?
Aku sudah mulai terkesan.
Tentu, orang hebat pasti saling mengenal.
Kami teman satu dokter. Dokter kulit kami sama.
Pak, ada yang harus kusampaikan.
Permisi.
Sepertinya kau sudah mulai menyesuaikan.
Aku kira kau tak setuju.
Kau tak bermimpi menjadi ibu negara, kan?
Apa kau merasa pantas?
Ko Haesoo tahu bahwa kau No. 50.
Kau yakin Haesoo tahu tentangku?
Dia masuk ke gedung paviliun,
bahkan memintaku memperingatkanmu.
Dia pasti tahu sesuatu.
Dia akan segera mengancam kita.
Kita harus menyingkirkannya.
Apa maksudmu? Kau lupa apa pesanku?
Jangan mengganggu Haesoo.
Setelah tahu kaulah pelakunya, apa dia akan diam saja?
Suami dan putrimu juga bisa dalam bahaya.
Mungkin ini yang diinginkan Pimpinan Jang.
Membuatmu menyingkirkan Haesoo dengan tanganmu sendiri.
Apa kau ingat seseorang bernama Sophie?
Dia bilang dia bersekolah denganmu di Prancis dan kalian bersahabat.
Aku tak ingin melihatnya lagi.
Tamannya sudah terlalu subur.
Agak aneh jadinya.
Ibu!
Apakah hari ini menyenangkan?
Beginilah taman kanak-kanak.
Hanya menyusun balok dan sebagainya. Membosankan!
Halo, Tante! Bukankah nenek Leo datang hari ini?
Kejutan! Aku akan membelikan makan malam yang enak.
Hore!
Dasar kau.
Tante mau makan apa?
Aku juga mau!
Kau mau? Kau mau ikut Tante, Jiu?
Hore!
Hei!
Dojin, aku melihat Haesoo pergi.
Bukalah. Ada yang harus aku katakan.
Aku akan berdiri di sini sampai kau buka pintunya.
Dojin, Sayang. Kau tahu…
Pimpinan.
Maafkan aku, Pimpinan.
Aku berusaha menahan diri,
tapi itu tidak mudah.
Aku tak bisa hidup tanpa Dojin.
Aku tak ingin apa-apa lagi.
Apa boleh aku diam-diam tetap berada di samping Dojin?
Kumohon, Pimpinan.
Hong Yura!
Ayah, maafkan aku.
Hei, keluar. Keluar!
- Lepaskan! - Keluar…
Aku bilang lepaskan!
Ada yang harus aku katakan pada Pimpinan.
Selama ini, aku…
Kau sudah gila?
Apa ini yang sudah kuajarkan?
Kau berselingkuh dengan kakak ipar Pyo?
Apa kata ibumu jika dia tahu?
Dia akan menuduhmu sebagai hidung belang seperti ayahmu.
Ini bukan salahnya.
Aku yang menggodanya.
Segera kirim dia ke luar negeri.
Ke tempat yang sangat jauh hingga dia tak akan kembali.
Mengerti?
- Pimpinan. - Baik, Ayah. Akan kulakukan.
- Pimpinan! - Kemari.
- Pemimpin! - Ayo!
- Apa yang harus aku lakukan agar… - Ayo!
Tidak, lepaskan aku! Bisa-bisanya kau berbuat begini?
Ayo!
Apa? "Baik, Ayah?"
Apa kau sungguh akan mengusirku?
Kau pikir aku akan menghilang begitu saja?
Aku akan beri tahu Ko Haesoo segalanya tentang kita.
Dia berhak untuk tahu
bahwa suaminya seorang hidung belang.
Jika berani beri tahu Haesoo, bukan hanya peringatan yang kau dapat.
Biar kuberitahu, aku tak akan pernah meninggalkan Haesoo.
Kau mau menghancurkan keluargaku? Aku bisa membunuhmu.
Sialan.
Tidak.
Jaehyun pasti sangat senang.
Kau seharusnya belajar saat itu, dasar bodoh.
Pastikan kau singkirkan wanita itu agar masalah ini tak berbalik padamu.
Kau mengerti?
Ya, aku mengerti.
Hong Yura…
Beraninya kau menghancurkanku.
PANGGILAN KELUAR HONG YURA
Nomor yang Anda hubungi sedang sibuk…
Aku kembali, Bu Hong.
Mengapa kau sendiri? Di mana Jiu?
Ibu Ko menjemputnya.
Haesoo menjemputnya? Apa maksudmu?
Katanya mereka akan makan malam bersama dan sudah meminta izin Ibu.
Apa itu salah?
Ya, Taera.
Haesoo, kau ada di mana sekarang?
Apa kau bersama Jiu?
Iya, Jiu bersamaku.
Aku akan menjemputnya. Aku harus ke mana?
Mengapa?
Apa Jiu tak boleh bersamaku?
Tidak, bukan begitu…
Aku akan menyusul, jadi katakan kau ada di mana.
Taera, mengapa kau terdengar khawatir?
Tunggu, apa kau takut aku akan menyakiti putrimu?
Katakan kau ada di mana!
Mengapa tak menjawab?
Sungguh mengecewakan.
Aku selalu percaya padamu, tapi ternyata kau tak percaya padaku.
Haesoo, katakan saja kau di mana.
Haesoo!
Kebahagiaan yang tak seharusnya kau rasakan…
Akan kuhancurkan berkeping-keping.
Hong Taera.
Tidak!
- Jangan menyetir dalam keadaan ini. - Aku memintamu mengawasi Jiu!
Jika sesuatu terjadi padanya…
Bagaimana rasanya
bertemu kembali dengan kakak yang mencampakkanmu?
Aku tak punya kakak.
Hilangnya ingatan
dan sikapnya yang seperti korban ini,
nampaknya bukan kesengajaan.
Semakin banyak yang dikorbankan, semakin ingin menyembunyikan fakta.
Berikan perintahnya,
aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.
Apa kau yakin ada di rumahnya?
Aku sudah mencari setiap sudut rumah.
Jika tak ada di sini, aku bersumpah…
Tunggu.
Aku menemukannya.
Diska lepas dengan logo Hatch.
Mari segera bertemu.
Sungchan.
Jadi…
Itu alasanmu berpacaran denganku?
Untuk mencuri berkas penelitianku?
Mengapa?
Dojin yang menyuruhmu?
Bukan?
Ambil saja.
Berikan padanya
dan perbaiki hubunganmu dengan Dojin.
Sungchan, ada apa?
Lihat aku.
Aku bilang lihat aku!
Lihat aku!
Apa kau mencintaiku? Karena aku mencintaimu.
Hei!
Kau tak suka padaku?
Lepas! Lepaskan aku!
Ini milikku! Kembalikan! Kembalikan padaku!
Hei!
Hei!
Jawablah, Hong Taera!
CARI, TARGET, ARAH
PANGGILAN MASUK 010-0586-8614
Ko Haesoo! Hentikan mobilnya!
Yura.
Yura meninggal?
Mengapa kau melakukannya? Mengapa?
Semua ini salah Jang Dojin.
Kakak iparku simpananmu?
Ini membuatku gila!
Kita bukan di Kumjo.
Kau akan mengatasi krisis ini sebagai pewaris seorang konglomerat.
Seseorang akan menunjukkan dirinya padamu.
Nampaknya hidupmu sebagai Hong Taera sudah berakhir.
Apa kau dan Jaehyun akan tampil di acara khusus?
Kau bisa melakukannya untukku, 'kan?
Aku menantikannya.
Aku juga.
Terjemahan subtitle oleh Tyana Rahestrie
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.