Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitles by DramaFever Diterjemahkan Oleh Laborc.
Benar. Aku tak boleh mundur dari sini.
Chef menghubungiku.
Menungguku karna dia khawatir.
Selama ini aku sangat menyukainya.
Dan seberapa sulitnya untuk mendapatkan hatinya?
Aku akan memikirkan diriku sendiri.
Kali ini saja.
Aku akan menjaganya. Aku akan melakukan apapun juga...
untuk menjaga hati Chef.
Chef! /Dari mana saja kau...
Kenapa... kenapa kau seperti ini?
Gara-gara kau, aku kehilangan waktu tidurku...
Ya ampun. Ini masalah.
Kau benar-benar jatuh cinta padaku. Ya ampun.
Yah, memang sulit tidak jatuh hati padaku.
Aku mengerti, jadi sekarang kau bisa melepaskan aku.
Tidak, aku tidak ingin melepaskanmu. Aku tidak ingin terpisah darimu.
Yah, apa ini sedang di tengah jalan?
Kau menjadi maniak lagi?
Sebelumnya, kau bahkan tidak membiarkan aku menyentuhmu.
Kegemaranmu tarik ulur.
Apa yang harus kita lakukan? Terus seperti ini?
Ya.
[Oh My Ghostess Episode 12]
Petugas Han! /Petugas Choi.
Selamat atas keluarnya dirimu dari Rumah sakit.
Apa ini tofu?
Layaknya aku baru keluar dari penjara saja.
Orang-orang bilang polisi harus makan tofu saat keluar dari rumah sakit.
Aku khusus menyiapkan tofu organik.
Organik?
Aku akan membawa tasmu.
Semakin aku pikirkan masalah itu, aku semakin merasa malu.
Berani sekali penjahat itu merampok seorang polisi?
Aku terlalu ceroboh.
Setelah orang itu tertangkap, aku akan menghajarnya.
Dia membuat karirku ternoda, sebagai seorang polisi.
Aku akan membunuhnya.
Kau tidak lapar?
Kau pasti menderita makan makanan rumah sakit selama ini.
Sop. /Aku setuju.
Ayo kita makan itu.
Ayo.
Aku tidak suka berada di rumah sakit.
Ini dia sop pesanan kalian.
Terima kasih. /Kami akan memakannya.
Aku khawatir saat mendengarmu masuk rumah sakit.
Aku senang sekali melihatmu seperti ini, Petugas Han.
Aku juga, Paman. Terima kasih.
Ya, silahkan makan yang banyak. /Ya, pastinya.
Makan pelan-pelan, bisa 'kan?
Kau baru saja keluar dari rumah sakit. Bagaimana bisa nafsu makanmu sebagus ini?
Hey, pernah kau coba makanan rumah sakit? Rasanya benar-benar tidak enak.
Makanan di sini benar-benar enak. Aku benar-benar tersentuh.
Nih, makan punya ku.
Kau seharusnya memberiku daging.
Aku akan memberimu daging. Nih.
Semakin aku pikirkan, aku merasa bersalah pada Eun Hee.
Kau tahu karna CCTV itu...
Tidak ada saksi mata dan itu petunjuk terakhir yang kita miliki.
Dan aku kerampokan barang-barang itu.
Apakah itu masuk akal bagimu? Bagaimana?
Tidak, kau sudah melakukan semua yang kau bisa.
Itulah kenapa aku tidak memberitahu masalah itu pada Eun Hee dan kakak iparku.
Jangan terlalu khawatir.
Bagaimana tidak?
Makan, makan. /Ya, kau juga.
Hey, ayolah!
Kenapa kau membawa yang ini? Seharusnya kau panggil yang lain untuk melakukannya.
Kau bisa melukai punggungmu.
Aku tidak apa-apa. /Sekarang kau milikku.
Apa?
Kau harus lebih menghargai tubuhmu.
Ya, Chef. Aku akan melakukannya.
Oh, ayo pergi ke pasar bersama-sama nanti.
Tapi jika kita terus pergi bersama-sama, orang-orang akan menganggap itu aneh.
Setelah aku memberikanmu isyarat, bilang kau sakit dan akan pergi ke rumah sakit.
Baiklah, tapi bagian mana yang harus aku bilang sakit?
Haruskah aku bilang pergelangan kakiku terkilir?
Atau karna sekarang sedang musim panas, muntah-muntah dan diare?
Terserah kau saja.
Baiklah.
Kau terasa sedikit berbeda hari ini. /Apa?
Pastinya ini bukan dirimu yang maniak itu.
Mungkin sedikit lebih berani.
Kau selalu tampak lebih cantik saat kau dalam keadaan normal. Sampai jumpa nanti.
Ya, Chef.
Apa-apaan.
Ada apa?
Apa kalian semua di sini? Kalian semua di sini?
Mereka melakukan apa?
Mereka melakukan apa? Apa? /Diam saja.
Ku rasa Chef dan Bong pacaran.
Kenapa aku... Kau mengatakan hal yang tidak masuk akal pagi ini.
Hal itu benar-benar tidak masuk akal.
Apa Chef memakai obat-obatan? Kenapa dia mengencani Bong?
Ji Woong, aku benar-benar menyukaimu.
Tapi, itu tidak terdengar benar.
Aku tahu aku benar.
Aku melihatnya dengan mataku sendiri.
Mereka berada di depan toilet dan Chef mengatakan...
'Bong, kau cantik sekali.'
'Sampai jumpa nanti.' /Pinggirin kepalamu.
Pinggirin kepalamu. /Baik, baik.
Itu bisa saja terjadi karna mereka membenturkan kepala mereka.
Siapa yang menunjukan kasih sayang dengan melakukan ini?
Apa ini pergelaran fasion show Andre Kim?
Min Soo, kau menyebalkan sekali.
Suasananya, begini...
Ada suatu hal yang romantis.
Tutup saja mulutmu.
Jadi saja seorang penulis.
Jika kau akan membuat cerita fiksi, kau harus mencoba suatu hal masuk akal.
Hey, kemarilah.
Kau benar-benar tidak tahu siapa yang Chef kencani saat ini?
Siapa itu?
Sudah banyak desas-desus mengenai hal itu.
Apa yang akan kau lakukan sekarang, Ji Woong? Kau harus merelakan dewi-mu.
Dewi... PD Lee?
Ding dong deng... dong!
Aku curiga pada mereka berdua.
Saat berhubungan dengan mereka berdua...
Mereka akhirnya bersama.
Itulah sebabnya aku membawa Bong ikut bersama mobilku saat itu.
Ah... /Benarkah?
Bukankah itu hanya imajinasi-mu belaka? Kau tidak yakin.
Aku yakin sekali.
Aku tidak pernah salah sebelumnya.
Tapi apa? Chef dan Bong?
Jika Chef dan Bong benar-benar ada hubungan seperti itu...
Maka aku akan... aku...
Aku rela di kebiri, seperti Kasim Huh.
Apa-apaan itu.
Aku pergi dulu.
Aku benar-benar ingin mengebiri kau.
Hey, bangun. Ayo makan ini.
Aku pergi ke pemakaman dan membawa makanan dari sana.
Hey, berhentilah menjadi sangat bodoh!
Meskipun kau merana seperti ini, orang itu juga tidak akan tahu.
Kau harus tahu diri.
Kenapa kau repot-repot menempatkan dirimu ke dalam situasi seperti itu?
Kau hanya seorang hantu.
Kurasa kau tidak bisa menyelesaikan dendam keperawananmu sekarang.
Ayo kita lakukan saja ritual kematian.
Aku akan membuatmu tidak merasakan sakit dan penderitaan. Oke?
Hey, kenapa diam saja?
Dulu kau selalu bicara dan tidak pernah menutup mulutmu.
Kau seharusnya merespon saat orang berbicara padamu.
Terserahlah. Lakukan saja apa yang kau mau.
Terus saja berbaring di sana dan menjadi fosil.
Astaga, yang benar saja.
[Jangan makan terlalu banyak.]
[Oke.]
Ini enak.
Apa itu? Apa itu? Siapa itu? Siapa itu?
Bukan apa-apa.
Kenapa pria dewasa menyembunyikan hal seperti itu?
Ada hal yang baik sedang terjadi, iya 'kan?
Apa maksudmu? Aku bilang tak ada apa-apa.
Hal itu sudah tertulis di wajahmu. Lihat!
Tertulis 'Sedang berkencan' di sini.
Apa seperti itu?
Sudah aku bilang itu tidak benar.
Kenapa kau tidak percaya?
Aku selesai makan.
Aku akan pergi ke pasar, jadi kalian semua beres-beres.
Ya, Chef.
Ow... ow!
Apa? Ada apa?
Tadi pergelangan kakiku terkilir.
Rasanya cukup sakit dan kurasa aku harus pergi ke rumah sakit.
Oh tidak! Itu tidak bagus. /Ouch!
Banyak hal yang harus kita lakukan setelah makan, dasar Bong sialan!
Pergilah ke rumah sakit dan cepat kembali.
Ya, Sous Chef. Aku menyesal sekali.
Ouch! Ini sakit sekali. /Apa yang harus kita lakukan?
Bagaimana ini? /Apa yang harus kita lakukan?
Sakit sekali.
Astaga, dia membuatku sakit kepala!
Wow, bulu kuduk ku merinding. /Apa?
Apa kau tadi melihat akting kaki itu?
Saat dia di sini, dia memegang kaki kirinya.
Tapi saat dia pergi, dia memegang kaki kanannya.
Sous Chef, aku sudah bilang dia melakukannya untuk ikut Chef.
Kau salah.
Kau keliru! Semuanya!
Bagaimana kau bisa bertahan hidup jika kau terus seperti ini?
Aku sudah bilang aku benar-benar melihatnya!
Kau salah! Dasar kau!
Apa kebanyakan?
Bagus.
Chef, aku akan membawanya.
Tidak apa-apa. Aku ini kuat.
Lihat otot-otot ini.
Sentuhlah.
Ini bukan bualan, kau tahu... /Di mana?
Apa maksudmu, di mana? Di sini... Oh, otot-ototku agak tersembunyi hari ini.
Aku tidak bercanda.
Oh, aku merasakannya dan ku rasa ototnya ada di sini. Sangat berotot.
Benarkah? /Ya.
Kau harus menggerai rambutmu saat kita keluar.
Ya? /Kau terlihat cantik seperti itu.
Oh, benarkah? Baiklah.
Ini dia. Cantik sekali.
Hey, Sun Woo!
Oh, hey.
Membeli bahan-bahan makanan?
Bukankah kau terlalu berlebihan? /Kenapa?
Kau tidak pernah datang lagi. Rasa sayangmu pasti sudah hilang.
Aku sibuk sekali. Mari bersama-sama kelak.
Tapi, kenapa kau yang membawa semua kantong itu? Bukankah itu berat?
Jika kau membawa dia, kau seharusnya membuat dia bekerja.
Chef, berikan saja padaku.
Lenganku sedikit kram, tapi sudah lebih baik sekarang.
Kenapa kau tidak menyuruhnya pergi dan kita bisa makan es serut?
Bukankah kau harus membuka restoran?
Bukannya belum terlalu lama sejak kau membuka restoranmu.
Kau seharusnya memikirkan agar restoranmu laris.
Cepatlah pergi!
Aku hanya senang bertemu denganmu, itu saja.
Aku akan menemui lain kali. Pergi saja.
Kau bicara omong kosong saat kita lama tidak bertemu.
Omong kosong?
Chef, aku benar tidak apa-apa. Lupakan saja. Ayo pergi.
Chef, jangan berpegangan tangan.
Ada terlalu banyak orang di sini dan kebanyakan dari mereka sepertinya mengenalmu.
Siapa yang peduli? Apa kita melakukan kejahatan?
Apa?
Dan kau suka berpegangan tangan. /Apa?
Ngomong-ngomong, Chef, kemana kita akan pergi?
Suatu tempat. Kau pasti akan terkesan. /Apa?
Tunggu dulu, apa yang akan kita lakukan di sini?
Aku di sini bukan untuk menjualmu.
Tentu saja kita datang untuk makan.
Aku tidak bisa makan sosis darah rebus.
Apa maksudmu? Kau bilang makanan kesukaanmu sop sosis darah.
Aku bilang begitu? /Ya.
Makanannya sudah datang.
Bon appetit.
Bibi, saat terbaik memakannya adalah sekarang, benar 'kan? /Ya, kau harus memakannya sekarang.
Makanlah. /Ya, Chef.
Aromanya benar-benar enak.
Yum. Ini dia... rasa ini. Ini benar-benar enak.
Silahkan makan. /Ya.
Jika kau sangat suka, kenapa kau tidak makan?
Aku akan makan.
Oh, kau...
Nih.
Hey, kau tidak lihat tanganku memerah? Cepatlah makan.
Ya, Chef.
Bagaimana? Luar biasa, kan?
Ya, ini enak sekali.
Kuncinya adalah aroma daun bawang dan pasta kedelai.
Kau harus makan lagi, Chef.
Nih.
Tunggu, tidak, tidak.
Aku sudah banyak makan mie tadi. Kau saja yang makan.
Baiklah. /Makanlah yang banyak.
Ya, Chef.
Kelihatannya enak.
Chef, boleh aku pergi ke toilet?
Tentu saja. /Baiklah.
Tidak apa-apa. Aku bisa mengatasi hal ini.
Jika aku bisa mengatasi sosis darah, itu juga baik untukku.
Ini Karna perutku lemah pada sosis darah.
Tidak apa-apa, Na Bong Sun. Kau akan baik-baik saja.
Fighting.
Kenapa kau lama sekali? Cepatlah makan.
Oh Chef, kau makan cepat sekali.
Kupikir ini masih kurang jadi aku memesan lagi.
Apa? /Tidak apa-apa, kan?
Ya.
Oh, hey, So Hyung.
Ya, teman. Kalau tidak kuhubungi, kau tidak akan pernah menghubungiku lagi.
Apa kau akan terus seperti itu?
Tidak, maafkan aku. Aku sibuk sekali.
Aku hanya bercanda. Jangan takut.
Tidak ada yang penting. Kita hanya harus melakukan beberapa adegan tambahan yang harus kita rekam.
Idenya adalah syuting di restoranmu.
Bagaimana menurutmu? Kau setuju?
Jika memang harus, sebaiknya kita lakukan.
Kapan? /Bibi, tolong ambilkan gunting.
Kurasa besok malam.
Baiklah. Hubungi aku kalau begitu.
Terima kasih.
Terima kasih atas kerja keras kalian hari ini.
Oh, besok, tim produksi acara Chef vs. Chef akan ada di sini untuk syuting.
Sekedar pemberitahuan.
Wow, apa kita akan tampil di TV? /Tentu saja.
Lihatlah kalian berlebihan sekali. Norak sekali.
Apakah tampil di TV hal penting?
Seorang chef seharusnya tidak tampil terlalu banyak di TV.
Kau akan menjadi Chef Marco, penyakit TV.
Dokter pun tak akan sanggup mengobatinya.
Ya, Chef.
Makanan pembuka untuk besok adalah terong dengan saus tomat.
Na Bong. /Ya?
Kenapa tidak kau saja yang membuatnya?
Apa?
Aku... aku?
Kenapa kau terkejut? Sampai kapan kau berencana hanya mencuci piring?
Tapi, tetap saja... aku?
Tunggu dulu, maksudku, Chef.
Kupikir Bong belum siap.
Itulah sebabnya aku memberinya kesempatan.
Apa aku bilang permanen?
Kau butuh pengalaman untuk meningkatkan keterampilanmu.
Ini kesempatan pertamanya sebagai seorang chef, jadi Joon kau harus membantunya.
Ya, Chef. /Baiklah, bubar.
Wow, Bong Bo Roo.
Semuanya akan baik-baik saja. Kau bisa melakukannya.
Aku akan mengawasimu.
Apa maksudmu kau tidak bisa?
Aku belum siap.
Dan jika aku mengacaukannya, Kurasa itu akan membuat malu restoran kita.
Kau pernah bilang kau bisa melakukannya. /Apa?
Apa kau hanya bercanda?
Kemana perginya kepercayaan dirimu?
Apa kebiasaan lamamu kembali lagi?
Itu... bukan itu yang terjadi. Chef...
Na Bong Sun. Kau punya bakat.
Lebih dari cukup untuk menangani hidangan terong.
Sup nasi bakar dan pancake soba. Itu semua hidanganmu.
Begini...
Dan kau pikir aku tidak bisa membedakan antara masalah pribadi dan urusan bisnis?
Kau pikir aku memberikan kesempatan karna perasaan pribadi?
Tidak sama sekali. Itu karna kau layak mendapat kesempatan.
Paham?
Oke? Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?
Na Bong Sun, kau bisa melakukannya, kan?
Ya?
Aku akan lakukan yang terbaik.
Oke. /Ya.
Kau lebih dari mampu.
Semuanya baik-baik saja?
Oh, Chef. Ya, aku akan bekerja keras.
Kerja keras tidaklah cukup. Rasanya juga harus enak.
Pastikan kau tidak menggunakan minyak untuk itu. Karna minyaknya akan terserap.
Lumayan sulit, kan? /Ya.
Kau harus merasa sulit agar menjadi lebih baik.
Bagaimana dengan sausnya? /Aku sedang memasaknya sekarang.
Oke.
Kau tidak perlu memotong dadu tomatnya.
Sebaiknya tetap menjaga teksturnya. /Oke.
Pembubuannya lumayan bagus. Tambahkan sedikit lagi merica.
Buatlah agak pedas. /Ya, Chef.
Kau harus siap.
Terima kasih.
Wah, ini enak sekali.
Bagaimana cara mereka memanggangnya sehingga tidak ada bau dagingnya?
Hey, apa kau ingin mencobanya?
Kau suka daging sapi panggang.
Jika kau tidak makan sekarang, aku akan menghabiskan semuanya.
Hey, kau tidak mau makan?
Apa kau tidak lapar?
Astaga, kurasa kau benar-benar sakit hati.
Kau biasanya tergila-gila pada makanan, tapi sekarang kau sedikit pun tidak tertarik.
Siapa itu?
Aku tidak berharap ada yang datang saat ini.
Siapa itu?
Hey, aku datang!
Kenapa kau datang pada jam seperti ini?
Aku tadi dalam perjalanan pulang, tapi kemudian aku kepikiran kau.
Aku membawa bir dan soju. Bagus, kan?
Oh.
Ya ampun. Kau minum sendirian?
Kue beras dan pancake. Kau melakukan ritual leluhur hari ini, ya?
Kau tidak menelepon sebelum datang. Ada apa?
Aku butuh sesuatu yang bersifat privasi.
Aku sudah tahu kau tidak punya pacar. Privasi apanya?
Jadilah teman minumku hari ini.
Aku merasa gelisah karna Sun Woo.
Mari jangan membicarakan masalah putramu.
Aku yakin sekali ada sesuatu antara dia dan Bong Sook atau apalah itu.
Tapi kau pernah mengatakan... peruntungan orang mati.
Hal itu benar-benar menggangguku.
Akankah hal buruk terjadi pada Sun Woo? /Hey.
Ayo kita pergi makan keluar.
Kenapa? /Kupikir itu akan lebih baik.
Di sini lebih nyaman dan juga ada banyak makanan di sini.
Pemilik warung tenda di seberang jalan sana tampan.
Dia mirip seperti Jang Dong Gun.
Jang Dong... benarkah? /Ya, ayo berangkat, cepatlah.
Tinggalkan ini? /Ya, tinggalkan saja. Cepat.
Berapa umurnya? /Apa?
Aku merindukanmu, Chef.
Ini tidak benar.
Hey, aku lagi sibuk.
Aku benar-benar tidak banyak waktu saat ini.
Terong... oh, panas!
Oh, panas sekali.
Ah... panas.
Astaga, aku bisa gila.
Tidak, Na Bong Sun. Aku harus kuat.
Ini tidak ada apa-apanya... sial.
Sial?
Sial... yang benar saja!
Siapa yang akan memanggilku Bong!
Aku Na Bong Sun!
Oh, itu membuatku merasa lebih baik.
Oke, mari bekerja sedikit lebih keras Na Bong Sun.
Kau melakukannya dengan baik.
Jadilah kuat.
Kumohon.
Jadilah lezat.
Kurasa sudah benar.
Oh, kau pulang. Kau terlambat.
Ya.
Ada banyak keluhan masyarakat hari ini.
Kau belum tidur.
Bagaimana aku bisa tidur saat kau belum pulang?
Ya ampun, tanganmu kenapa? Apa kau melukai dirimu sendiri?
Ya, sedikit. Aku tadi mencoba menghentikan perkelahian.
Oh tidak, kau seharusnya hati-hati. Biar aku lihat.
Ini tidak apa-apa.
Biar aku lihat. Mungkin kau harus ke rumah sakit.
Tidak apa-apa.
Aku bikang tidak apa-apa. Kenapa kau bawel sekali?
Sung Jae.
Maafkan aku.
Aku terlalu sensitif belakangan ini.
Aku benar-benar menyesal.
Jangan terlalu khawatir dan tidurlah. Aku akan sikat gigi dulu.
Sung Jae.
Kau boleh menunjukan rasa kecewamu padaku saat ini dan seterusnya.
Bagaimana bisa seseorang selalu menjadi baik hati?
Tapi, jangan sampai terluka. Aku tidak suka saat kau terluka.
Baiklah, aku mengerti.
Tidurlah.
Pasti enak sekali.
Satu menu spesial dan satu terong!
Akan segera datang.
Satu terong dengan saus tomat dan satu menu spesial.
Satu Shrek dan satu terong. /Oke.
Dong Chul, pegang ini. /Oke.
Satu pasta Shrek dan satu terong saus tomat.
Kurasa menu terongnya sukses.
Ya, responnya baik dan banyak yang pesan.
Aku sudah mencicipinya tadi. Rasanya benar-benar enak.
Hey, Bong Sun. Kau benar-benar sudah berkembang.
Selamat ya.
Terima kasih.
Hey, ini semua karna dia sudah belajar dengan melihat kita memasak setiap hari.
Apakah itu mungkin terjadi tanpa adanya chef yang hebat dan sous chef?
Hey, Bong. Ini bukanlah nama makanan.
Ini wajahmu.
Ya, Sous Chef.
Berhentilah bicara. Apakah Shrek untuk meja tiga sudah siap?
Ya, Chef. /Kalau begitu, periksa!
Ya!
Sekarang masih waktu makan siang. Terus fokus.
Ya, Chef.
Tak apa-apa.
Aku sudah bilang ini akan berhasil.
Ya, aku tahu Chef.
Setelah membersihkan piring kotor, bagaimana rasanya makananmu di hidangkan?
Rasanya menyenangkan, bukan? /Ya.
Aku masih tidak lupa saat pertama kali aku melakukannya.
Untuk langkah pertama, kau melakukannya dengan baik.
Aku bangga padamu, Na Bong Sun.
Terima kasih.
Terus jaga kepercayaan dirimu.
Setelah syuting kita adakan pesta selamatan.
Ya, Chef. /Oke.
Ini hanya syuting restoran. Kenapa ENG harus ikut juga?
Kau bisa melakukan ini tanpa aku. Kenapa kau lebih memilih cara yang sulit?
Syuting akan lebih baik jika kau yang melakukannya, Sutradara.
Ini hanya restoran. Siapa yang akan peduli?
Setelah ini selesai, Aku akan membelikanmu mie kedelai.
Lupakan saja. Aku tidak mau. /bagaimana dengan soba?
Lupakan saja. /Bagaimana dengan mie dingin?
Akan aku pertimbangkan. /Baiklah, mie dingin.
Hoon, mari bergegas!
Halo, selamat datang.
Oh, halo.
Halo, selamat datang.
Halo.
Oh, Chef Kang.
Halo, terima kasih untuk hari ini. /Oh, sudah menjadi pekerjaanku.
Cepatlah pindahkan kotak-kotak itu! Panas sekali di sini!
Apa kabarmu, Eun Hee? /So Hyung, kau luar biasa sekali.
Kau benar-benar tampak seperti PD sekarang.
Apakah aku terlihat seperti PD palsu selama ini?
Oh, ayolah.
Aku seharusnya mengajakmu syuting dari dulu.
PD Lee, halo.
Kau sudah menjadi lebih cantik dalam beberapa hari.
Jika kau mengenakan gaun pengantin, itu akan lebih baik lagi.
Aku tahu itu hanya kata-kata kosong, tapi terima kasih Min Soo.
Terima kasih untuk syuting hari ini.
Tentu saja, panggil aku jika butuh sesuatu.
Aku akan mendedikasikan diriku untuk membantumu.
Tunggu dulu.
Ada sesuatu di sini.
Perhiasanmu cantik sekali. /Terima kasih.
Terima kasih sudah menyambut kami.
Bong Sun, bagaimana kabarmu?
Oh, halo.
Terima kasih sudah menyambut kami. /Ya.
Apa yang kalian semua lakukan? Bersiaplah.
Ya, Chef!
Dasar orang itu...
Untuk ruang makan, Kurasa kita bisa melakunya secara natural.
Begitu juga untuk dapur, bisa kau merekam keseluruhannya nanti?
Dan kupikir kita bisa menggunakan kamera 6mm, untuk merekam saat memasak.
Ya, aku mengerti. Mari cepat kita selesaikan.
Aku seharusnya tidak berada di lokasi syuting seperti ini. Kenapa aku malah datang?
Kenapa kau seperti ini?
Kau harus ada di sini agar kita mendapat gambar yang bagus.
Astaga PD Lee, kau juga bisa melakukannya.
Hey, dia ingin cuplikan yang bagus!
Hoon, apa kau sudah selesai mengatur peralatan?
Ya, hampir selesai!
Apa yang kau lakukan di sana? Apa maksudmu hampir selesai?
Kenapa kau tidak memindahkan semua barang-barang yang ada di sana!
Atur semua yang ada di sana. Cepatlah!
Cuaca panas sekali. Jangan membuatku kesal, oke!
Ya, ya.
Minumlah ini.
Hey Bong! /Ya?
Apa yang kau lakukan? Kau seharusnya memberi sutradara lebih dulu.
Air dingin juga punya hirarki. /Maafkan aku.
Pakai sedikit akalmu. /Baiklah, aku mengerti...
Sini, biar aku saja. /Baik.
Dan singkirkan benda ini.
Ya, Sous Chef.
Tinggalkan saja, biar aku yang melakukannya.
Tidak apa-apa. /Urus saja kru.
Oke.
Oh asam sekali. Aku tidak mau.
Sutradara, kau tidak memeriksa white balance?
Aku sudah memeriksanya tadi.
Apa? Apa kau pikir aku tidak melakukannya?
Astaga, PD muda saat ini bertingkah seakan mereka tahu segalanya.
Hey, Hoon!
Kemana perginya dia?
Kau pasti sedang memainkan teleponmu lagi, ya?
Kau lebih baik tidak tertangkap olehku!
Panas sekali...
Hey kau, bawa kotak baterai yang ada di sana.
Aku? Baterai?
Kotak baterai!
Yang ini? /Bukan, yang ada di sudut.
Yang ini? /Tidak, yang di sudut itu!
Tidak, kau tidak mengerti 'sudut'? /Uh...
Apa itu di sudut?
Apa yang satu ini? /Ya, yang itu.
Oke.
Astaga... /Kenapa kau meminta Bong Sun melakukannya?
Oh, terima kasih.
Ya ampun.
Oh, terima kasih.
Berikan saja padaku. Menjengkelkan sekali.
Bagaimana kau tidak mengerti apa itu sudut?
Astaga, hidungku basah.
Hey, hey. Ambilkan satu lagi.
Apa? Ambilkan apa? /Kau tahu!
Kleenex! /Kleenex?
Hidungku basah. Tak bisakah kau ambil saja? /Aku akan segera membawanya.
Astaga...
Inilah yang aku maksud. /Ini dia.
Ada lagi?
Tidak... tidak ada.
Ayolah. /Apa?
Jangan lakukan apa-apa dan duduk di sini. Lakukan saja perintahku.
Chef, aku sungguh tidak apa-apa. /Kubilang duduk.
Kau bahkan tidak beristirahat dan melakukan ini.
Jika aku tahu akan seperti ini, aku tidak akan setuju untuk syuting.
Hey, Huh Min Soo! Apa kau tidak akan menjaga keluargamu?
Karna kau terus meremehkan Bong Sun, orang lain juga turut meremehkan dia!
Ya, maafkan aku, Chef.
Apa maksudmu, aku meremehkan dia...
Kau membuatku merasa menyesal.
Aku hanya meminta bantuan karyawanmu, Chef Kang.
Kenapa kau marah sekali?
Apa kalian berdua pacaran?
Ya, kami pacaran.
Jadi, jangan perlakukan dia seenaknya.
Chef...
Wow, mengejutkan sekali... luar biasa!
Bagaimana bisa hal besar terjadi seperti ini?
Lihat, apa kubilang?
Aku sudah bilang ada yang mencurigakan diantara mereka berdua.
Kenapa kalian tidak percaya padaku?
Itu hal yang baik. Kita seharusnya memberi mereka ucapan selamat.
Apa ini? Apa kau sudah tahu?
Aku masih sedikit kurang yakin.
Astaga, kau... kau sengaja tidak memberitahu kami, kan?
Dasar kau!
Kau melihatku menyudutkan Bong dan kau ingin membuatku hancur.
Jadi, kau sengaja tidak memberitahu aku.
Tidak, mereka merahasiakannya jadi kenapa aku harus menceritakannya pada orang lain?
Kau tega sekali, dasar kau.
Kenapa kau lakukan itu?
Apa?
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus berhenti bekerja?
Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Kenapa kau harus berhenti kerja?
Pegang dia.
Joon, ambilkan telanan dan pisau.
Kasim Huh, keluarkan kejantananmu.
Hey, geli au!
Oh, ada apa?
Apa kau ingin makan?
Katakan saja padaku.
Jika kau ingin makan, Aku akan membelikannya untukmu.
AKu akan melakukannya. /Apa?
Aku akan melakukan ritual kematian.
Apa kau sudah membulatkan tekadmu?
Aku akan melakukannya sehingga aku tidak lagi merasakan sakit ini.
Oke?
Oke... kau mendapatkannya.
Aku akan mengumpulkan seluruh kekuatan yang kumiliki.
Akan kulakukan yang terbaik, agar kau tidak menderita terlalu banyak.
Jangan khawatir.
Baiklah, mari kita lakukan besok.
Jangan di tunda terlalu lama.
Apa kau akan baik-baik saja?
Ya.
Aku hanya ingin mengunjungi ayahku dan mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya.
Chef Kang, maaf masalah tadi.
Sampai jumpa.
Kau sudah bekerja keras Chef Kang. /Ya.
Kau cukup keren hari ini.
Kapan sih aku tidak keren?
Hari ini, kau agak berlebihan dari biasanya.
Kau romantis juga.
Cinta pasti merubah orang.
Chang Kyu dulu bilang begitu.
Dia bilang saat dia menyukai seorang gadis, dia akan membuatkannya cicin dari bunga.
Tapi, kau bukan orang yang seperti itu
Kenapa kau mengungkit masa lalu?
Kau sudah selesai bekerja, kan?
Ayo pergi. Aku akan mentraktir kau dan Bong Sun minum.
Kami berdua?
Hey, apa yang sedang dia lakukan?
Bong, Bong! Tunggu, tunggu!
Jangan lakukan itu.
Aku saja yang akan melakukannya!
Hey, kau tahu keahlianku adalah menarik dan mendorong.
Haruskah Bong Sun melakukan pekerjaan berat seperti ini?
Sous Chef, aku bisa melakukannya.
Hey, ayolah.
Sekarang kemarilah. /Apa?
Kemarilah. /Apa?
Tunggu, tunggu.
Duduklah. Duduk di sini.
Diam saja di sini.
Kau tahu kau sangat berharga untukku, kan? /Ya...
Itulah sebabnya aku mengajarimu banyak hal, karna aku ingin melatihmu.
Dan aku memberimu banyak pekerjaan agar kau mendapat banyak pengalaman.
Aku juga. /Oke, oke.
Kau, diam.
Jadi, kau tahu perasaanku yang sebenarnya?
Tentu saja, aku tahu bagaimana perasaanmu.
Saat kau tersenyum, matamu terlihat seperti seekor anjing...
Seperti anak anjing... /Mirip seperti anak anjing! Imut sekali.
Aku tidak bilang kau seperti anjing. Aku bilang kau seperti anak anjing.
Oh...
Apa ini?
Aku akan melakukan yang terbaik.
Oh tidak, Sous Chef. Aku yang harus melakukan lebih baik.
Tidak, tidak. Aku akan melakukan yang terbaik.
Oh.
Kau disini saja.
Di sini. /Terima kasih.
Oh, Chef.
Kau pasti terkejut, kan?
Aku tidak berencana melakukannya seperti itu.
Apa kau baik-baik saja, Chef?
Tentu saja, aku baik-baik saja.
Aku hanya merasa khawatir karna... Aku membocorkannya tanpa persetujuanmu.
Tolong mengertilah. Aku hanya gegabah.
Kau baik-baik saja, kan?
Oh, ya. Aku baik-baik saja selama kau juga baik-baik saja dengan hal itu.
Kau memilih kata-kata yang baik untuk di katakan.
So Hyung mengajak minum. /Ah...
Denganmu. /Apa?
Dengan aku juga?
Dia bilang dia menyesal padamu dan ingin berbaikan.
Apa kau setuju?
Ya.
Oke.
Apa itu?
Apa kau mau ini, Chef? /Siapa yang memberikannya?
Sous Chef.
Terima kasih banyak untuk semuanya hari ini.
Karna ini pertama kalinya kita minum bersama, mari kita lakukan one-shot.
Bersulang. /Oke.
Apa mau aku pesankan bir?
Tidak, aku akan minum soju saja.
Ya ampun, kau perhatian sekali.
Aku akan kalah jika aku merasa iri.
Sejujurnya, aku iri sekali Bong Sun.
Jangan, kau orang yang hebat PD Lee.
Aku selalu iri padamu.
Bagaimana bisa ada orang yang selalu ceria, percaya diri dan penuh dengan pesona?
Benarkah? /Ya.
Ya, aku bersungguh-sungguh.
Kau seharusnya tidak jujur padaku.
Tapi, kau terlihat begitu jujur. Aku tak bisa membencimu.
Aku kalah, Bong Sun.
Sini, tuangkan minuman. /Oh, oke.
Ada apa dengan kalian berdua?
Apa aku ini hantu?
Astaga.
Kalian benar-benar memperlakukan aku seperti hantu.
Ya, adik ipar.
Ya, ini aku. Saat ini kau berada di mana?
Aku sedang minum-minum. Ada apa?
Eun Hee pergi ke pusat rehabilitasi.
Tapi, aku ada keperluan mendesak.
Apa kau bisa menjemput dan mengantar dia pulang.
Oh, ya?
Oke, aku bisa.
Oke, sampai jumpa.
Ada apa?
Adik iparku ada keperluan mendadak
jadi sepertinya aku harus menjemput Eun Hee.
Apa yang bisa aku lakukan? /Oh, kau harus pergi.
Ya, pergilah.
Bukankah kalian terlalu bersemangat untuk menyingkirkan aku?
Yah, kau harus pergi. /Aku merasa jengkel.
Jangan minum terlalu banyak. /Oke.
Jika dia memukulmu, telepon aku. /Eh?
Jika dia memukulku, aku juga akan memukulnya.
Astaga! /Dia tidak mudah di pukuli.
Berhentilah bicara dan pergi saja.
Kau tidak lihat aku sedang minum dan aku menunggu?
Oke. /Hati-hati di jalan.
Sampai jumpa. /Oke.
Sini. Aku akan menuangkan minuman. /Oke.
Bersulang.
Oke, hati-hati.
Aku merasa sangat bersalah. Kau datang terburu-buru karna aku.
Jangan bilang begitu. Tidak apa-apa.
Kau adalah prioritas nomor satu.
Kau tersentuh?
Ada orang lain yang menjadi nomor nol, kan?
Apa?
Ah...
Maafkan aku. Kau tadi terkejut, kan?
Ya.
Aku tidak tahu semuanya bisa berubah seperti itu.
Aku merasa seperti aku telah tersihir.
Kau tampak baik.
Cinta bahkan membuat Kang Sun Woo berdansa.
Cinta apa? Kau berlebihan.
Aku benar. Ada hati di matamu.
Aku selalu menyukai Bong Sun, jadi aku gembira atas kalian berdua.
Sekarang aku punya ribuan tentara dan kuda.
Oh iya, jangan bilang pada ibu.
Aku tak tahu bagaimana dia akan bereaksi.
Oke.
Tapi, kurasa Ibu sudah mengetahuinya.
Dia bertanya padaku Bong Sun itu seperti apa.
Bilang padanya kau tidak tahu. Berpura-pura saja tidak tahu.
Oke, akan kulakukan. /Baiklah.
Ayah.
Jangan meletakkan segela sesuatu di atas kompor dan melupakannya.
Saat kau selesai bekerja, pastikan kau mematikan gas.
Perhatikan lagi.
Pastikan kau sudah mematikannya.
Oh iya, gas.
Ayahku mendengar dengan baik.
Jangan bepergian sambil membawa barang berat.
Itu akan membuat punggungmu sakit.
Ajak Kyung Mo untuk melakukannya.
Oh ya!
Hey, kau.
Sekarang hanya ayah yang kau punya. Oke?
Sekarang kau harus lebih dewasa.
Aku tahu kau punya hati yang baik.
Jagalah ayah.
Kyung Mo. /Siap!
Hey, nak. Berhentilah bermain game. /Ow!
Ayah membuatku mati!
Ya ampun, kapan anak itu akan dewasa?
Untuk terakhir kalinya...
Aku ingin melihat dia untuk terakhir kalinya.
Ini aneh.
Kita minum botol kedua kita. Aku seharusnya pusing sekarang.
Kenapa aku tidak mabuk sama sekali?
Sini... ya.
Ayo minum. /One shot.
Kau minum dengan baik.
Bong Sun, kau harus menjadi teman minumku.
Ya, ini bagus.
Bong Sun. /Ya?
Kau sangat...
Unik... /Huh?
Kau selalu berubah-ubah.
Ah...
Aku pikir kau seperti itu, tapi kau seperti ini.
Sun Woo pasti jatuh cinta karna hal itu.
Apa aku benar? /Ya.
Itulah salah satu pesonaku.
Oh, apa mabuk Bong Sun?
Tidak.
Suasana hatiku sedang baik. Aku tidak mabuk sama sekali.
Aku baik-baik saja.
Kau benar-benar imut saat mabuk.
Pokoknya, tolong maafkan aku karna membuat masalah saat MT.
Mari kita tidak berburuk sangka.
Dan buat Sun Woo bahagia mulai sekarang.
Ya, tentu saja.
Kau imut sekali.
Aku tidak bisa membencimu.
Oke, oke. Ya. /Ya.
Bong Sun, aku akan mengantarmu pulang.
Jangan PD Lee, aku baik-baik saja.
Aku tidak mabuk.
Apa ingin lihat?
Lihat ini?
Ya ampun!
Orang yang mabuk tidak bisa melakukan ini dalam waktu lama, tapi aku bisa.
Apa kau benar-benar tidak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
PD Lee.
Semua orang secara alamiah egois, bukankah begitu?
Bila kau punya masalah
dan kau berada dalam situasi kritis...
maka kau tidak punya waktu untuk memikirkan yang lainnya, kan?
Orang-orang seperti itu, kan?
Ya... karna mereka manusia.
Itu benar. /Kenapa?
Karna kau merasa kasihan padaku?
Ya.
Aku minta maaf padamu, PD Lee.
Aku minta maaf pada hantu itu dan pada Chef.
Ya.
Aku hanya menutup mata saat ini.
Oke, aku pergi dulu PD Lee.
Selamat malam.
Hati-hati di jalan. Aku bisa mendapat masalah oleh Sun Woo.
Oke.
Bong Sun cukup aneh saat dia mabuk.
Kurasa aku tahu kenapa Kang Sun Woo jatuh cinta padanya.
Semuanya baik-baik saja.
Ini semua akan berhasil.
Aku punya...
masa depan yang cerah di depanku.
Semuanya baik-baik saja.
Semuanya akan berhasil.
Benar. Semuanya akan berhasil.
Apa kau pernah sebahagia dari dirimu yang sekarang?
Apa yang kau lakukan? Ayo bermain bersama.
Tidak! Aku tak ingin bermain denganmu.
Kenapa Na Bong Sun selalu sendiri?
Apa dia bisu?
Hey, dia merespon suara kecil seperti nyamuk sesekali.
Jangan perhatikan dia.
Ada sesuatu yang suram mengenai dia. Aku mendapat perasaan buruk.
Aku juga.
Oke.
Aku tak bisa lebih bahagia dari pada ini.
Ya, itu benar.
Semuanya baik-baik saja.
Semuanya akan berhasil.
Na Bong Sun.
Oh, tunggu!
Tunggu, tunggu... tunggu dulu.
Bukankah kau datang untuk bertemu Chef?
Tidak.
Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal pada ayahku.
Ini hanya kebetulan saja...
Apa kau baik-baik saja?
Oh... ya.
Hey, kau beruntung.
Kau nyaris menjadi juniorku.
Aku menyelamatkanmu, Na Bong Sun.
Hati-hati terhadap mobil.
Itu salahmu jika kau menyebrang dan kau mati.
Aku pergi sekarang. /Tunggu!
Masalahnya...
Maafkan aku.
Dan terima kasih.
Kau menceritakan kisah ayam dan banteng.
Maaf untuk apa?
Siapa yang merasuki orang lain tanpa permisi dan menyebabkan masalah?
Kau membuatku malu.
Na Bong Sun.
Tolong berbahagialah.
Aku benar-benar akan pergi sekarang. Hiduplah dengan baik.
Tunggu, bukankah ini mobil yang tadi?
Petugas Choi?
Shin Soon Ae.
Sialan.
Sialan! Hey kau!
Apa kau tidak waras? Keluarlah!
Hey! Kau tidak mau keluar? Keluar sekarang!
Keluar kau bajingan. Sekarang!
Keluarlah.
Astaga, kau membuatku kaget!
Hanya masalah waktu saja aku terbiasa dengan ini.
Astaga, aku masih saja terkejut.
Hey, apa kau bertemu ayahmu?
Apa kau sudah mengucapkan salam perpisahan?
Hey... kau!
Kenapa dia diam saja?
Apa karna kau sedih setelah melihat ayahmu?
Astaga. Kenapa kau mengucapkan selamat tinggal padanya?
Itu hanya menambah rasa sakit.
Unni. /Ya. Apa?
Mengenai ritual kematian...
Kupikir aku harus menundanya.
Apa? Kenapa? Sekarang apa?
Kau tidak bisa pergi karna ayahmu?
Tidak, bukan itu.
Ada hal yang tampaknya sedikit... ganjil.
Ganjil? Apa yang tampak ganjil?
Saat ini, kaulah yang terlihat ganjil.
Tidak.
Dia bukan orang yang aku kenal.
Aku hanya...
mendapat perasaan buruk.
Kurasa aku tidak bisa pergi untuk saat ini.
Apa yang kau katakan?
Kau tidak membuat alasan untuk menghindari ritual kematian, kan
Atau kau bertemu pria bervitalitas?
Hatimu bimbang, kan?
Bukan itu.
Pria itu...
Dia mencoba membunuh Na Bong Sun.
Siapa?
Pria bervitalitas?
Bukan.
Petugas Choi.
Petugas Choi...
Maksudmu saudara iparnya?
Na Bong Sun! /Ya, Chef.
Apa kau banyak minum? Kenapa kau tidak menjawab telepon?
Telepon? /Ya.
[Missed Call] Oh...
Tampaknya kau dalam suasana hati yang buruk?
Apa terjadi sesuatu dengan So Hyung?
Tidak sama sekali.
Tidak, aku sedang dalam suasana hati yang baik.
Benarkah? /Ya.
Aku khawatir tanpa alasan.
Kalau begitu masuklah ke dalam dan buatkan sesuatu. Aku lapar sekali.
Oh, kau belum makan apapun.
Apa yang harus aku buat, Chef?
Nasi? /Apa?
Nasi goreng yang pernah kau buat dulu.
Nasi goreng?
Kupikir kau tidak makan nasi.
Ya, aku bilang aku tidak makan nasi, tapi bukan berarti aku tidak bisa memakannya.
Apa? /Aku memutuskan untuk mulai makan nasi sekarang.
Karna jika terlalu menghindarinya membuatku mendapat masalah pencernaan.
Dan bukan kau bilang kau lebih suka nasi?
Aku harus berlatih jika aku akan makan nasi.
Cepat, cepat. /Oh, oke.
Sudah selesai.
Aromanya cukup mengesankan.
Penguntit memakannya seakan tidak ada hari esok.
Sini.
Ini lumayan juga.
Wow, seperti yang di harapkan. Kau muridnya siapa?
Buatkan aku nasi mulai sekarang, oke?
Ajari aku menjadi orang Korea mulai sekarang.
Oke.
Ada apa?
Kau menjadi aneh sejak tadi.
Tidak, aku baik-baik saja.
Kurasa kau tidak baik-baik saja.
Apa kau yakin tidak ada yang terjadi?
Ya, aku hanya sedikit lelah.
Ya, kau pasti kaget hari ini. Kau pasti lelah setelah semua itu.
Oke, makan yang cepat dan kita pergi keluar.
Kemana?
Mencari udara segar.
Dimana ini?
Tidak bisakah kau menebak dengan melihatnya? Ini Namsan.
Bukankah kau bilang ingin datang ke sini?
Orang-orang dari kota kecil selalu ingin mengunjungi Namsan dan bangunan 63. Dasar payah.
Aku ingin datang ke sini?
Terakhir kali kau bilang saat kita di taman bermain.
Bahwa banyak hal yang belum pernah kau lakukan.
Kau belum pernah pergi ke Namsan.
Kau belum pernah naik kapal pesiar dan sebagainya.
Jadi aku akan membiarkanmu melakukan semuanya, oke?
Kau itu semua keinginanmu.
Aku cukup bijaksana, kan?
Aku biasanya tidak peduli dengan perkataan orang.
Tapi, aku ingat dengan perkataanmu.
Apa kau terkesan?
Kenapa? Kau tidak terkesan? /Apa?
Tidak, aku menyukainya.
Kalau begitu, bisa kita pergi?
Meskipun sedikit norak, pasti ada alasan kenapa banyak pasangan datang ke sana.
Wow, aku bukan orang yang suka menikmati suasana malam seperti ini.
Karna Na Bong Sun, Aku melakukan hal-hal seperti ini.
Lagi pula, kau harus melakukan hal ini di tempat seperti ini.
Seperti berfoto dan semacamnya.
Kemarilah. /Oke.
Dengan pemandangan malam... /Oh...
Bersiaplah.
Selesai.
Menyegarkan sekali.
Ini benar-benar bagus.
Karna ada kau di sini bersamaku.
Sangat penting kau datang dengan siapa, kau tahu itu?
Aku setuju dengan hal itu karna aku datang kesini bersamamu.
Oke.
Apa kau tahu aku benar-benar berterima kasih padamu?
Kau tahu saat teman-teman sekolahku datang ke restoran?
Aku menjadi sedikit gila.
Setelah aku sadar...
Dalam usia 33 tahunku...
Aku merasa itu hal yang paling memalukan, menyedihkan dan kesepian.
Tapi, pancake yang kau buat dan caramu mengganggu dan bicara padaku.
Itu membuatku nyaman.
Itu bukan aku.
Aku selalu kesepian sejak aku kecil.
Walaupun saat aku kesepian dan sedih
aku terbiasa menyembunyikan diri dan menahannya.
Tapi, memiliki seseorang di sampingku...
Itu saja sudah cukup menghiburku.
Aku sudah mempelajarinya.
Itu bukan aku.
Alasan Chef ingin makan nasi...
Dan orang yang menghibur Chef...
Bukanlah aku.
Terima kasih, Na Bong Sun.
Karna membuat aku menginginkan hal yang tak pernah aku inginkan sebelumnya.
Dan terus ada di sampingku.
Itu bukan aku... Itu bukanlah aku.
Oh, kita bergerak.
Pemandangannya terlihat berbeda saat berjalan turun.
Menakjubkan sekali.
Karna kita sudah pergi ke Namsan, kita akan berlayar lain kali.
Itu sedikit norak, tapi mau bagaimana lagi?
Hal itu tidak norak sama sekali.
Oh, baiklah!
Kau tidak norak. Aku hanya bercanda.
Tidak perlu marah.
Aku bukan orang yang kau suka, Chef.
Apa?
Apa yang kau katakan? Kau bukan orang yang aku suka?
Apa maksudmu, Na Bong Sun?
Dia seorang hantu.
Apa?
Orang yang kau suka adalah seorang hantu.
Aku... aku...
Sebenarnya, aku bisa melihat hantu.
Dan ada hantu di dalam tubuhku.
Apa kau tahu tentang kerasukan yang sering orang-orang bicarakan?
Jadi, orang yang kau suka...
Itu adalah aku yang sedang di rasuki oleh hantu.
Bukan aku, seperti yang kau lihat saat ini.
Maafkan aku.
Astaga.
Maafkan aku, Chef.
Aku tidak paham dengan perkataanmu. Aku benar-benar tidak mengerti.
Berhentilah menangis dan katakan padaku.
Maafkan aku, Chef.
Na Bong...
Subtitles by DramaFever Diterjemahkan Oleh Laborc
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.