Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
ISTRI KAKAKKU
Kau bisa berbuat apa tanpaku?
Sudah siap.
Aku punya 20 anggur untuk sarapan.
Tak bisakah menjadi 21?
Tidak, itu harus 20...
...jangan ada satu lagi.
Kau gila!
Mungkin saja.
Setidaknya aku tak bicara dengan serangga.
Zoe.
Kau takkan pakai gaun itu ke acara misa, kan?
Sebaiknya pakailah gaun yang kuberikan padamu.
Aku tak menyukainya, Ignacio.
Sayang, gaun ini terlalu mencolok untuk acara misa.
Di sana ada banyak orang. Aku tak suka ini.
Dengarkanlah aku.
Sudah kau temukan buku doa ibuku?
Ya.
Kuharap itu bisa membantu.
Tuhan bersamamu.
Juga bersama batinmu.
Berkat dari Tuhan,...
...Bapa, Anak, dan Roh Kudus...
...akan hinggap padamu.
Amin.
Kalian bisa pergi dengan damai./ Terima kasih Tuhan.
Kau tak apa-apa? Ayo.
Hai, Santiago!/ Ignacio!
Selamat./ Terima kasih banyak.
Imam Paroki, siapa yang menyangka?
Monsignor Moretti sudah sangat bermurah hati atas keputusannya.
Aku senang kau bisa datang.
Zoe tahu kita tak bisa kehilangan keyakinan, Santiago.
Keyakinan itu hal utama, Ignacio.
Zoe, batinmu harus kuat...
...untuk mendukung suamimu.
Oh ya, aku ingin merekomendasikan buku ini.
"Jalur", karya Balaguer.
Ini akan banyak membantu masalahmu.
Kita bisa membicarakannya jika kau berkunjung lagi.
Aku janji akan membacanya.
Baiklah, kami mau pergi.
Ibuku menunggu kami untuk makan siang di rumahnya.
Tuhan memberkatimu. Titip salam untuk Christina.
Terima kasih./ Terima kasih. Permisi.
Oh, Santiago!
Pertahankan sikapmu ini maka kau bisa menjadi Paus.
Semoga saja, Ignacio.
Kau tak bisa bayangkan betapa menyesalnya aku!
Kuharap Dokter itu akhirnya bisa temukan cara untuk memberiku cucu.
Ya, itu sangat disayangkan, Bu./ Terima kasih, Mercedes.
Cuma akan ada kami bertiga lagi.
Kenapa begitu? Bukankah Gonzalo akan datang?
Oh, Gonzalo harus melukis.
Ia lupa waktu saat sedang bekerja.
Nak.
Kenapa kau tak meneleponnya?
Jika kau yang memintanya, mungkin ia akan datang.
Zoe, seorang ibu, takkan pernah salah.
Anak-anakku sudah berubah.
Mereka...
...lebih dari sekedar saudara. Mereka itu teman dan...
...tiba-tiba saja...
...sesuatu terjadi.
Masalah pria.
Kutinggalkan pesan, tapi kurasa ia takkan mendengarnya.
Kita mulai saja tanpa dia.
Halo.
Hei, Raulito./ Hai!
Ini tak mungkin.
Mustahil! Astaga, ini pasti keajaiban.
Taruh saja lukisan itu di lantai.
Bagaimana kabarmu?/ Apa kabar, Kakak ipar?
Bagaimana kabarmu?/ Baik. Dan kau?
Baik! Baiklah, senang melihatmu!
Aku juga. Kami menunggumu di rumah ibumu.
Ya, aku tahu, tapi aku sangat sibuk dengan acara itu dan--
Bagaimana acaranya?
Lebih baik tanyakan hasilnya. Aku sudah...
...menjual lukisan ini.
Tapi kemari dan lihatlah apa yang masih tersisa.
Lukisan ini sangat bagus.
Kau suka?
Dan ada apa dengan kejutan yang menyenangkan ini?
Baik, aku ke sini karena...
...aku ingin salah satu dari lukisanmu ada di kamarku.
Bagaimana menurutmu?
Benarkah?
Kalau begitu, pilihlah. Yang mana yang kau suka?
Aku suka yang ini.
Maka ini adalah milikmu.
Boleh kubawa begitu saja?/ Tentu.
Lukisan ini harganya 3 ribu dolar.
Ini bagus, 'kan?
Apa aku harus membayarnya?
Ya, baik, aku takkan mengambil uangmu, tapi...
...aku tahu kakakku akan keenakan...
...jadi akan kupinta ia yang membayarnya.
Hei./ Hei.
Apa itu?
Salah satu lukisannya Gonzalo.
Lumayan.
Kau tak menyukainya?/ Aku suka.
Jika tidak, aku takkan menggantungnya./ Tidak, kubilang aku suka.
Apa ia memberikannya padamu?
Apa ia memintamu bayaran?
Tidak banyak.
Brengsek!
Tak cukupkah kirimanku padanya setiap bulan?
Apa ia harus menjual lukisan itu padamu?
Jangan berlebihan, Ignacio, itu cuma 3 ribu dolar.
Ini bukan masalah uang.
Ini tentang apa yang telah ia lakukan.
Aku bekerja keras di pabrik peninggalan ayah.
Dan Gonzalo cuma diam saja.
Ia cuma tinggal di rumah melukis atau bermain-main.
Kukirimkan banyak uang padanya setiap bulan, Zoe.
Jadi bukan uang yang ia butuhkan.
Itu rendahan sekali karena memintamu bayaran atas lukisan itu.
Kita bisa mengadopsi jika kau mau.
Tidak.
Kenapa tidak, Zoe?
Itu bukan ide yang buruk.
Dengar, jika aku tak bisa memberimu keturunan, pasti ada alasannya.
Ini adalah kehendak Tuhan./ Bukan.
Mungkin Tuhan inginkan kita mengadopsi.
Jangan libatkan Tuhan dalam masalah ini.
Lalu?
Lalu tak ada. Kita jangan mengadopsi. Aku tak mau.
Sayang.
Jika aku sampai punya anak, aku ingin ia mirip sepertiku...
...baunya sepertiku... darah dagingku.
Tapi kita tak bisa, Sayang.
Maksudmu, kau yang tak bisa.
Jadi bagaimana?
Kau ingin punya anak dari pria lain?
Tidak.
Sayang...
...aku menelepon untuk memberitahumu...
...aku makan siang dengan Boris jadi tak perlu menungguku.
Tidak.
Kukatakan nanti.
Begitu juga aku, Sayang. Dah.
Aku harus berbohong padanya.
Aku tak bisa memberitahunya kalau aku bersamamu.
Kenapa?
Apa yang salah denganmu jika bersamaku?
Tak ada, tapi...
...Ignacio takkan setuju jika aku berpose untukmu.
Ia sama sekali tak ingin kau melukisku.
Ia menjadi kejam.
Ia memang berengsek.
Sangat bagus.
Jangan senyum terlalu lebar. Seperti itu!
Kau masih belum memberitahuku untuk apa pemotretan ini.
Akan kuberitahu. Pindah ke tepi ranjang itu.
Aku ambil gambarnya...
...merubahnya menjadi slide, aku memproyeksikannya...
...lalu aku mulai melukisnya.
Begini tak masalah?/ Itu sempurna.
Kau tampak tegang. Bagaimana jika kau santai dan berbaring?
Ayolah!
Seperti itu, benar, sangat bagus.
Ignacio. Ia bajingan yang beruntung.
Ia tak pantas mendapatkan Dewi sepertimu.
Aku sudah tak tahan lagi./ Halo?
Kami bercinta cuma di hari Sabtu.
Zoe?/ Cuma di hari Sabtu?
Ia bilang sangat menikmatinya jika begitu.
Maka ia akan bisa klimaks.
Ia memang selalu bajingan.
Kau harusnya lihat saat ia melihat lukisanmu.
Aku bisa membayangkannya, ia iri padaku.
Aku tak tahu kenapa ia melakukannya. Sumpah aku tak mengerti.
Karena iri.
Ia iri padaku, karena ia tahu aku bahagia.
Ia tahu aku suka pekerjaanku, dan itu mengganggunya.
Ia sangat muak dengan bekerja di pabrik...
...karena ia tak berani untuk berbuat semaunya.
Jangan bilang begitu, ia itu kakakmu.
Dan ia suamiku./ Aku tak peduli...
...walau ia itu kakakku.
Ia tak harus melakukan itu pada lukisanku.
Kau tahu berapa lama aku melukis di setiap lukisannya?
Aku tahu, Gonza. Mungkin itu salahku.
Harusnya aku tak bilang kau menjualnya padaku.
Bukan itu masalahnya.
Ia punya uang untuk dihabiskan. Masalahnya itu adalah lukisanku.
Kau tahu apa? Kurasa, sebaiknya aku pergi.
Kenapa?
Aku harus tidur. Aku lelah.
Istirahatlah di sini.
Maksudku...
...kau bisa minum anggur dan...
...jika kau lelah kau bisa tidur.
Ayolah.
Aku ingin melukis...
...dan tak ingin lagi ada perselisihan.
Hai.
Dari mana kau?
Dari luar.
Dari luar mana?
Kenapa kau melakukannya?
Aku tak tahu.
Aku kehilangan kendali.
Maafkan aku, oke?
Kau menjadi gila.
Itu sudah menggangguku karena dia menjual lukisan itu padamu.
Itu membuatku marah.
Kenapa?
Itu menunjukkan kalau dia bisa mencari nafkah./ Tidak, itu tidak.
Gonzalo tak bekerja. Dia cuma pemalas...
...yang hidup dari yang kuberikan di setiap bulannya.
Itu lukisanku. Aku menyukainya.
Ya, tentu, apa pun yang dilukis oleh Gonzalo itu imut.
Itukah sebabnya kau meneleponku?
Berapa kali lagi kita harus melalui ini, Sayang?
Kita sudah bersama selama tiga tahun, Sayang.
Lalu kenapa?/ Apa maksudmu?
Semua pasangan yang bersama selama itu...
...pasti ingin hidup bersama.
Di bagian mana yang tak kau mengerti?
Kita bukanlah sepasang kekasih, Sayang.
Aku tak mau menikah.
Aku tak mau punya anak.
Kita saling suka, Sayang, dan kita baik-baik saja.
Tak ada ikatan, tak ada konflik.
Simpanlah omong kosong itu untuk orang lain.
Bukan untukku./ Kau tak suka omong kosongku?
Lalu kenapa tak mencari pria lain...
...yang memberimu kepuasan saat aku melukis?
Aku muak denganmu.
Dewasalah, brengsek!
Kuhubungi kau besok saat emosimu mereda, Sayang.
Hai. Aku cuma ingin bilang kalau aku membuat deposit.
Kuberi sedikit ekstra karena...
...itu kesepakatan yang baik.
Maaf tentang lukisannya, bung.
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Kurasa aku sudah kehilangannya.
"Aku sudah kehilangannya." Brengsek.
Sampai jumpa.
Apa kabar, Zoe?
Kau ada di mana?
Aku ingin bertemu denganmu.
Aku menelepon agar kau bisa lihat foto ini sebelum aku melukisnya.
Apa aku bilang kalau Ignacio menelepon?
Dia ingin bertemu, tapi kubilang tak mau.
Apa yang dia bilang?
Cuma omong kosong.
Jika aku menjual lukisan lainnya padamu...
...dia akan hancurkan semuanya.
Dia memang bodoh. Dia tak ada harapan.
Sebenarnya aku tak tahu kenapa kau bisa tahan dengannya.
Aku bisa menemuimu sesekali.
Aku belum bisa mengeluarkanmu dari pikiranku.
Gonza.../ Astaga, aku sangat menyukaimu!
Aku juga, tapi...
...ini kesalahan.
Berjanjilah kau akan merahasiakannya.
Tentu saja, Sayang. Aku banci yang berkelas.
Kebijaksanaan adalah salah satu dari kebajikanku yang terbesar.
Tidakkah kau pikir aku sudah bertindak seperti pelacur?
Tidak sama sekali!
Selain itu, wanita berhak untuk melakukan itu sekarang dan nanti.
Tapi itu saudaranya!/ Lalu?
Gonzalo sangat seksi.
Dia jantan sekali. Aku tergila-gila padanya!
Aku iri padamu, Nona.
Jangan merasa bersalah.
Rasa bersalah...
...itu diciptakan oleh Pendeta.
Jika suamimu tak menyadarinya dia akan mengabaikanmu...
...karena kau wanita, kaupun butuh biaya hidup...
...itu cuma selingkuh, yang kau lihat ada jalan lain untuk membuatmu bahagia.
Dan tak ada salahnya mencium Gonzalo, yang jantan sekali...
...jika dia meneleponmu lagi...
...jangan lewatkan kesempatanmu.
Aku tak tahu. Aku merasa seperti...pelacur.
Oke, jika kau pelacur, lalu aku ini apa?
Bagaimana kau bisa memakai 2 pasang kaus kaki?
Kakiku kedinginan. Kenapa? Apa itu mengganggumu?
Tidak, itu cuma selalu mengejutkanku.
Aku lebih senang seperti ini.
Dan haruskah kita mendengar musik ini setiap malam?
Matikan saja jika kau mau.
Aku mau tidur.
Aku lelah dan aku ada perjalanan bisnis besok.
Lagi?/ Ya, lagi.
Tak ada yang membantuku di pabrik.
Dan aku harus melakukan semuanya sendiri.
Jangan lama. Aku akan menunggumu.
Sayang?
Aku mau pergi ke bandara.
Kau yakin tak mau ikut denganku?
Baiklah, aku akan kembali dalam dua hari.
Kuhubungi kau malam ini, oke?
Masuklah, Maria.
Anda terlihat cantik hari ini.
Terima kasih, Maria./ Nyonya...
...ada yang ingin kuberi tahu./ Ya?
Aku temukan ini di microwave.
Sepertinya terbakar. Kurasa ini salah satu CD musik pemakaman...
...yang disukai Tn. Ignacio./ Kalau begitu...
...aku senang. Buang saja. Sepertinya ada...
...hantu di rumah ini./ Aku setuju, Nyonya.
Untungnya, hantu itu sudah pergi mulai sekarang dan nanti.
Sepertinya begitu. Permisi.
Panggillah jika Anda butuh sesuatu.
Terima kasih, Maria.
Baiklah! Kunyalakan sedikit saja.
Ya, Nyonya, telurnya hampir selesai. Apa lagi?
Berasnya di dalam panci, kan?
Setengah jam sebelumnya, Anda cuma perlu menekan ini.
Sempurna!
Anda tahu salmonnya harus diapakan?
Ya, Maria, aku masih ingat dengan pelajaran memasak.
Tentu, Nyonya. Apa Anda yakin tak memerlukanku malam ini?
Ya. Jangan khawatir. Bahkan, kau boleh...
...libur, besok./ Jika Anda mau...
...aku bisa tinggal untuk membantu Anda.
Aku sangat suka Ny. Christina.
Tidak, terima kasih, Maria.
Siapa ini?/ Aku lupa kunciku. Bukalah, Sayang.
Ignacio?
Ayolah, ini Gonzalo. Bukalah!
Halo./ Ada apa?
Apa aku menakutimu?/ Ya, aku ketahuan.
Senang bisa melihat wajahmu.
Selamat datang./ Terima kasih.
Sudah lama sekali kau tak berkunjung.
Ya, sudah lama sekali.
Gaun itu sangat indah.
Terima kasih.
Kau tampak sangat cantik.
Aku membawa anggur.
Terima kasih, sepanjang sore aku berada di dapur.
Oh, ya? Sepanjang sore...
...aku memikirkanmu./ Gonza, jangan!
Jangan apa? Cuma sebuah kecupan.
Jangan, ini rumahnya Ignacio.
Lalu kenapa?/ Gonza...
...aku mengundangmu makan malam karena aku suka...
...keluar denganmu, tapi berjanjilah kau akan menjaga sikap.
Aku janji.
Halo?
Hai, Sayang.
Bagaimana kabarmu?
Baik, sangat baik.
Kau sedang apa?
Tak ada. Aku mau makan malam.
Zoe, kau terdengar stres. Kau baik-baik saja?
Ya, semuanya baik. Dan kau?
Baik, baik.
Hari yang berat, banyak pekerjaan, tapi...
...akhirnya aku kembali ke hotel.
Zoe...apa kau mencintaiku?
Tentu saja. Kenapa? Kau meragukanku?
Tidak, aku tak meragukanmu.
Aku cuma ingin mendengar kau mengatakannya.
Kalau begitu, aku mencintaimu, Aku mencintaimu, aku mencintaimu.
Baiklah.
Tiga kali sudah cukup.
Sampai jumpa hari Rabu.
Tidurlah yang nyenyak.
Belakangan ini aku memikirkan tentang hari pernikahanmu.
Sebenarnya, pernikahan itu membosankan.
Rata-rata usianya: 84.
Aku menari dengan semua bibiku, dan teman-teman ibuku...
Astaga, sangat membosankan! Sungguh.
Aku ingat...
...saat aku mengejarmu ke kamar mandi, kau ingat?
Ya.
Itu cobaan yang berat.
Pertama...aku harus terus mengawasi Ignacio.
Lalu, pergi dari semua wanita tua itu.
Kau tak tahu betapa inginnya aku menciummu saat itu.
Tapi kau tak mau.
Kenapa kau tak meninggalkannya?
Maksudku, itu pasti menderita jika tinggal dengan orang yang tak bercinta denganmu, kan?
Aku tak bisa. Aku tak suka sendiri.
Aku tak mau hidup sendiri. Aku tak...
Aku tak...suka tidur sendiri.
Kau punya aku.
Kau adalah adik iparku. Aku tak bisa bersamamu.
Kau menganggapku sebagai teman?
Baiklah...
...aku mau pergi sekarang./ Tidak, jangan pergi. Tinggallah.
Kau mau aku tidur di sini?
Ya.
Aku tak mau tidur sendiri.
Tidak hari ini.
Boleh kupinjam bantal dan selimut, aku akan tidur di sini. Tak masalah?
Bagaimana jika kau tidur di sana?
Di mana?
Di atas, denganku.
Takkan ada yang terjadi.
Aku cuma ingin kau menemaniku.
Ya?
Baiklah.
Kau mau pakai piyama?
Sejujurnya, jika kau tak keberatan...
...aku pakai celana pendek saat aku tidur.
Tidak, aku tak keberatan.
Gonza?
Aku ingin dipeluk.
Aku sering memimpikanmu.
Pernahkah kau berkhayal bercinta denganku?
Ya.
Dan kau?
Pernahkah kau berkhayal bercinta denganku?
Tidak.
Aku tak memercayaimu.
Maka jangan.
Aku tak memercayaimu, kau pembohong.
Aku tak memercayaimu.
Tunggu!
Jangan, jangan!
Aku tak percaya ini.
Tidak, jangan pergi.
Boris!
Ini menyegarkan.
Demi Tuhan! Hapuslah rasa bersalah dari wajahmu itu.
Kuharap aku terbangun dengan rasa bersalah seperti itu.
Lihatlah kepergiannya, itu--
Siapa yang peduli dengan kepergiannya?
Yang terpenting adalah kedatanganmu.
Bagaimana rasanya?
Itu indah sekali.
Tak ada yang istimewa. Itu tak masalah.
Hanya saja...
...sekarang kau harus...
...kembali...
...ke ranjang suamimu seperti gadis baik-baik...
...dan melupakan Gonzalo.
Jika kau inginkan kekasih, aku takkan mengkritikmu.
Aku ini dermawan. Aku memberi pada orang yang sangat membutuhkan.
Tapi bukan kau.
Kau tak boleh melakukannya lagi dengan Gonzalito.
Ini sangat nikmat, Sayang!
Sangat nikmat!
Katakan padaku./ Apa, Sayang?
Kau sedang bersama wanita lain?
Jawablah aku.
Jangan berhenti, Sayang.
Jangan berhenti.
Jawab aku.
Tapi, ayolah, kenapa kau tanyakan itu?
Bersumpahlah.
Jangan berhenti, Sayang./ Bersumpahlah.
Bersumpahlah./ Aku bersumpah.
Aku bersumpah demi kakakku.
Ayolah!
Siapakah cinta sejatiku?
Aku.
Lalu?
Lalu?
Bicaralah yang kotor padaku, Sayang.
Zoe.
Sayang, adakah yang terjadi?
Tidak.
Aku cuma sedang sensitif.
Kau ingin kita...
...mengadopsi seorang anak?
Tidak.
Bukan itu masalahnya.
Lalu apa?
Kau yakin kau mencintaiku, Sayang?
Tentu saja, bodoh, tentu saja.
Apa kau meragukanku?
Peluklah aku.
Kemarilah, kemarilah!
Cium aku, ya?
Ingatlah, hari ini bukan hari Sabtu, Sayang.
Maafkan aku.
Sedikit lagi, Zoe. Tekukkan sedikit, jangan berlebihan.
Maaf, itu ponselku.
Halo?
Hai, Ignacio. Ada apa? Aku di kelas yoga.
Tidak. Ayo, katakan saja.
Makan siang?
Sebentar. Aku ada panggilan lain.
Gonza?
Hai.
Kenapa kau pergi tanpa pamit?
Tidak, aku tak marah.
Sekarang aku tak bisa.
Hotel apa?
Baiklah, ya.
Sampai ketemu di sana.
Cium sayang.
Jadi, siapa itu?
Gonzalo.
Dasar pelacur!
Oh, ya? Lihat siapa yang bicara!
Tidakkah seharusnya kita melakukan pencegahan?
Kau minum pil atau apa?
Untuk apa? Aku tak bisa punya anak.
Kupikir Ignacio yang tak bisa.
Ignacio tak bisa, begitupun aku.
Baguslah.
Karena aku benci pakai kondom.
Sedang apa kau di sini?
Menikmati malam.
Dan bunga itu?
Bunga ini...
...untukmu.
Di mana kutaruh bunga ini?
Lemparkan bunga itu padaku.
Ayo, lemparkan bunga itu.
Kau menyuruhku membuangnya ke kolam renang?
Ya, memang kenapa?
Kau seperti seorang Dewi.
Sekarang, lompatlah.
Tidak, kau gila? Airnya dingin.
Ayolah, Sayang, airnya menyegarkan.
Apa kau gila? Aku tak memakai...
...celana renangku, Zoe./ Sungguh mengerikan!
Tuan rumah ini tak bisa berenang telanjang...
...dengan istrinya di rumahnya. Jangan konyol. Lompatlah.
Baiklah.
Baik.
Aku bisa masuk angin!/ Kau seperti wanita tua.
Tidak, Sayang.
Kenapa?
Aku tak tahu. Aku kedinginan, Sayang.
Maaf, tapi aku mau keluar. Aku sangat kedinginan.
Bagaimana kabar Boris?
Menderita.
Bayangkan saja. Dia temukan kekasihnya dengan wanita.
Kau tak bilang padaku./ Kasihan sekali.
Kau takkan berpakaian?
Tidak.
Kau akan masuk angin jika badanmu tak ditutupi.
Tidak...
...jika kau menghangatkanku.
Sayang, ada apa denganmu?
Apa yang membuatmu terangsang?
Kenapa kau selalu menganalisaku, Ignacio?
Lebih baik bercintalah denganku.
Hari ini?
Ya, hari ini.
Dan jangan katakan ini bukan hari Sabtu.
Hilangkan omong kosong itu.
Sayang, itulah caraku.
Aku tak bisa bergairah jika bukan hari Sabtu.
Tapi besok hari Sabtu, Sayang.
Ya?
Apa yang kaulakukan?
Kau memilih onani daripada bercinta denganku?
Tidak, bodoh, tentu saja tidak.
Aku cuma tak bisa tidur.
Dan kupikir...
...mungkin aku bisa sedikit santai jika seperti ini.
Siapa yang kau pikirkan?
Kau.
Sungguh?
Sungguh.
Jika kau memikirkanku...
...kenapa tak membangunkanku?
Aku tak tahu. Itu..
Aku tak mau.
Kau tampak sangat manis tertidur seperti itu...
...aku tak mau membangunkanmu.
Tapi membangunkanku seperti ini...
...lebih baik daripada tidur.
Jauh lebih baik.
Aku menemui ayahmu pagi ini.
Kubawakan bunga lili. Indah sekali.
Permisi, ini dibuat khusus untuk Anda.
Ini ikan.
Aku alergi. Zoe tak memberitahumu?
Sekitar 10 tahun lalu...
...aku makan sup ikan dan itu hampir membunuhku.
Ada Ayam di kulkas, Maria.
Akan kupersiapkan untuk Anda. Permisi.
Terima kasih.
Omong-omong, kita akan tunggu Gonzalo.
Dia takkan datang, Bu.
Gonzalo tak suka rumah ini.
Dengar, adikmu mungkin selalu terlambat...
...dan malas, tapi kalian?
Dia sangat menyayangimu.
Selain itu, dia janji akan datang.
Jangan khawatir, Sayang, itu pasti Gonzalo. Biar aku saja.
Maria, tolong buka pintunya.
Apa kabar?
Apa aku sangat terlambat?/ Tidak, masuklah.
Kami sudah biasa.
Bagaimana kabarnya, jutawan?
Baik, baik.
Aku senang kau datang, Gonzalo.
Ayolah!/ Tidak, serius.
Gonzalo, kita ini saudara. Itu salah jika semakin menjauh.
Kau tahu keadaan rumah ini, kami menyayangimu.
Sebanyak kau menyayangi lukisanku, Berengsek?
Dengar.
Gonzalo, aku ingin minta maaf secara pribadi...
...atas apa yang kulakukan. Aku tak tahu apa yang merasukiku.
Itu bodoh dan gegabah. Maukah kau memaafkanku?
Ayolah, aku tak ingin ada kecemburuan di antara kita.
Kita ini saudara, Gonzalo.
Justru sebaliknya. Aku senang kau di sini, makan siang dengan keluarga.
Ayolah. Ibu sedang menunggu kita.
Bahkan...
...seharusnya kita makan siang bersama seminggu sekali.
Bagaimana menurutmu?/ Selama kau yang traktir...
...aku mau saja.
Terima kasih.
Bagaimana kabarnya wanita tercantik di planet ini?
Akhirnya./ Hei.
Bagaimana kabarmu, Bu?/ Sangat baik.
Senang melihatmu. Hei, Kak.
Hai, Gonza!
Bagaimana kabarmu?/ Baik.
Kubawakan sebotol anggur./ Terima kasih. Tak perlu repot.
Ya, aku harus, Kak.
Bagaimana kabar Ibu? Semua baik-baik saja?
Selain kau yang terlambat./ Ya, maaf.
Yah, kami tahu itu bukan...
...salah satu poin terkuatmu./ Maaf.
Kenapa kau tak membawa kekasihmu?
Yang mana?
Yang terbaru. Aktris Amerika Selatan, benar 'kan?
Laura. Ya, dia dari Venezuela, Bu.
Benar, Laura.
Kau masih bertemu dengannya?
Seperti yang lainnya.
Bagus. Aku senang, Nak. Dia gadis yang cantik.
Ya, cantik, Bu.
Kau harus mulai mencari wanita untuk menikah.
Menikah? Aku?/ Tentu saja.
Bu, kau tahu aku tak punya rencana...
...menikah dengan siapa pun./ Oh, Sayang!
Kau harus berpikir untuk jadi seorang ayah.
Dan membuatku menjadi nenek.
Baiklah, berikan dia waktu.
Dia cuma belum menemukan wanita yang tepat.
Lalu apa?
Dan jika aku tak bisa punya anak seperti Ignacio, bagaimana?
Jangan konyol!
Jadi masa depan keluarga ini bergantung padaku?
Astaga! Aku merasa sangat bangga!
Permisi. Aku akan membuka anggurnya Gonzalo.
Permisi.
Dan cucilah tanganmu yang kotor.
Ya, Bu.
Maria, bawalah itu ke ruang makan dan layani.
Gonza, jangan di sini!
Kau ingin aku datang dan memuaskanmu?
Katakanlah.
Kau inginkan itu?
Maria, mulai persiapkan makanan penutupnya.
Ya, Nyonya.
Maria, bisa aku minta segelas air?
Apa itu nikmat bagimu?
Cuma nikmat atau sangat nikmat?
Sangat nikmat.
Bagaimana dengan Ignacio?
Katakan saja dia...
...biasa-biasa saja./ Itu berarti dia menyebalkan.
Saat kami bertemu, dia tak seperti itu.
Dia kekasih yang baik.
Atau mungkin aku tak tahu seperti apa kekasih baik itu.
Itu lebih dari itu.
Tapi sekarang itu bencana.
Aku merasakan...
...dia cuma melakukannya karena kawajiban.
Dan saat dia melakukannya, dia memikirkan orang lain.
Kau tahu kenapa? Karena kurasa dia tak menyukai wanita.
Kenapa kau bilang begitu?
Entah. Kurasa dia gay yang tertekan.
Apa kau serius?
Ya.
Meski aku tahu dia takkan pernah mengakuinya.
Kenapa kau bilang begitu?
Penilaian.
Penilaian belaka.
Katakan yang sebenarnya.
Naluri gay-mu tak pernah salah.
Terima kasih, tapi.. Mari kita lihat...
...yang sebenarnya, sebenarnya.
Sebenarnya kurasa suamimu itu bukan...
...lemarinya gay.
Bukan.
Menurutku...
...dia gay gila yang terkunci di bagasi neneknya yang berdebu dengan tujuh kunci.
Kasihan sekali!
Aku kasihan, karena tak bisa kubayangkan saat dia keluar dari lemari itu...
...dari bagasi itu, di mana tempat dia terkunci.
Tapi kenapa? Kenapa kau bilang begitu?
Karena tidur denganmu dan tak ingin bercinta setiap hari, bagiku sepertinya...
...itu kejahatan. Sebuah kejahatan, Sayang.
Kejahatan tak tersebutkan.
Dia tak suka bercinta denganku?
Tidak. Aku bicara tentang seks.
Yang nyata, seks yang sejujurnya.
Kawin, bercinta, ngeseks, seperti yang mereka bilang.
Dan jika suamimu tak ingin ngesek denganmu...
...mungkin dia memang gay atau dia impoten.
Tidak, tidak impoten. Sungguh. Aku tahu itu yang sebenarnya.
Kau memang benar tentang itu. Aku juga tahu itu.
Apa?
Tidak, tak seperti yang kau pikirkan. Jangan konyol.
Aku cuma bercanda. Bagaimana kau bisa berpikir..?
Siap, Tuan? Itu yang terakhir.
Aku tak tahu kenapa yang terakhir selalu menyakitkan.
Aurorita, pijatlah aku./ Baiklah, Tuan.
Sial!
Bagaimana jika memijatnya di lain waktu saja?
Baiklah./ Akan kuhubungi kau.
Baik./ Terima kasih.
Mariana, bukankah kubilang agar jangan mengganggu?
Kau membuatku menunggu.
Bukankah kita akan makan malam seminggu sekali?
Oh, kau lupa!
Tidak, jangan khawatir. Tak apa-apa.
Kubilang tak perlu khawatir.
Tapi akan kukirim tagihannya, ya?
Dah.
Bisa kulihat menunya?
Dan sebotol wiski, berlabel biru.
Segera, Tuan./ Terima kasih.
Apa yang kaulakukan?
Memang kenapa?
Kau bilang punggungmu takkan digosok dengan lilin lagi.
Aku tak suka itu, Zoe.
Itu membuatku merasa lebih tua.
Selain itu, aku ingin terlihat menarik bagimu, Sayang.
Kau tak berpikir ada wanita lain, 'kan?
Ignacio, ada yang ingin kutanyakan.
Ya, Sayang?
Pernahkah kau bersama pria?
Ya.
Aku bersama pria hari ini.
Seorang insinyur dari pabrik.
Kami bersama, memeriksa mesin yang ingin kami beli.
Jangan melucu. Kau tahu apa maksudku.
Tidak, aku tak tahu maksudmu.
Pernahkah kau...
...berhubungan seks dengan pria?
Tidak. Tak pernah.
Kenapa kautanyakan itu, Sayang?
Jadi kau tak pernah berhubungan seks dengan pria?
Sudah kubilang padamu.
Aku tak suka pria, Zoe.
Aku menyukaimu.
Dan kupikir kau akan menanyakan hal yang serius.
Bersumpahlah kau bukan gay./ Astaga! Zoe.
Jangan konyol. Aku tak mau bersumpah.
Bersumpahlah./ Baiklah, aku bersumpah.
Zoe.
Kaulah cinta sejatiku.
Tak ada yang lainnya.
Sekarang tidurlah. Suasana hatimu sedang buruk.
Gonza? Hei.
Baik.
Aku sudah membuat keputusan.
Aku menuliskan surat padanya.
Maria.
Bisa kau bawakan tasku ke mobil?
Ya, Nyonya.
Sial!
Siapa ini?
Apa maumu?
Kau berengsek, Gonzalo.
Aku juga menyayangimu, berengsek.
Dasar bajingan!
Kuharap ibu tak mendengarmu.
Bagaimana bisa kau bilang pada Zoe aku ini gay?
Jangan menyentuhku!
Itukah masalahmu?
Kau dan lukisan berengsekmu ini!
Jangan sentuh lukisanku, atau akan kuhajar kau.
Jangan berani menyebutku gay lagi, berengsek.
Jangan sampai berani.
Aku melarangmu untuk bertemu Zoe lagi.
Apa kau dengar?
Apa maumu?
Menghancurkan pernikahanku? Apa begitu?
Kau pikir siapa dirimu memberi tahu istriku bahwa aku ini gay?
Kau pikir siapa dirimu?
Aku cuma mengatakan yang sebenarnya.
Kau pikir aku tak ingat, berengsek?
Apa yang kaubicarakan?/ Kau tahu benar...
...apa yang kubicarakan, dasar homo.
Katakan apa yang kaulihat ini.
Tidak ada.
Apa yang kaulihat ini, hah?
Apa yang kaulihat itu adalah dunianya anak kecil.
Anak yang dipenuhi rasa takut. Ia sangat dimanipulasi...
...karena kakaknya yang menginginkan hal itu.
Aku ingat benar saat kau bilang:...
"Tutuplah matamu...
...dan pikirkanlah gadis yang sangat kau sukai".
Dan saat akhirnya aku harus bersama seorang wanita...
...kau tahu hal apa yang pertama kali kupikirkan?
Itu kau.
Kau, homo berengsek.
Kau mencabuliku! Dan aku menatapmu.
Kau adalah idolaku. Aku melakukan semuanya...
...dan sekarang kau ke sini mengeluhkan hal itu.
Bajingan kau!
Pergilah!
Pergilah!
Kau gila, Gonzalo.
Menjauh dari istriku.
Zoe!
Sial!
Gonzalo, kau berengsek.
Bajingan!
Kubilang pada Gonzalo kalau aku tak bisa hamil.
Kau membohonginya!/ Tidak, aku tak bohong.
Kupikir aku tak bisa.
Kau harus memercayaiku, Boris.
Baiklah. Aku percaya padamu, Sayang.
Dan sekarang bagaimana?
Lagipula, kuyakin kau ingin punya bayi.
Kurasa begitu.
Tapi...
...bagaimana jika Gonzalo tak mau?
Jika kau mau, kau bisa memilikinya sendiri.
Aku tak mau anakku tak punya ayah.
Benar.
Jika kau ingin anakmu punya ayah...
...tak masalah. Aku bisa menjadi ayah dari anakmu.
Begitu saja.
Begitu saja.
Aku juga, aku juga. Maksudku, aku mengagumi diriku.
Apa kau sungguh bersedia?
Tentu saja, Sayang, tentu saja.
Kami mengagumi cara dia mengembangkan...
...pasarnya./ Terutama karena...
...dia melakukannya saat banyak...
...pabrik yang sudah tutup./ Itu sebabnya kami ingin...
...Anda berpartisipasi...
...di perusahaan kami.
Berpartisipasi.
Ya.
Apa yang sebenarnya Anda mau?
Anda ingin...
...saranku atau modalku?
Ini jelas sekali ada seseorang yang menginformasikan pada Anda...
...bahwa kami punya masalah dalam modal--
Permisi sebentar.
Permisi.
Bisa kau memberitahuku apa Nn. Zoe Edwards...
...menginap di hotel ini?/ Bisa sebutkan namanya lagi?
Edwards.
Tapi kau bilang kalau kau tak bisa hamil.
Kurasa juga begitu.
Gonza, Ini keajaiban kalau aku bisa hamil.
Keajaiban? Apa kau sudah gila?
Bagaimana jika itu cuma menurutmu saja?
Bagaimana kau bisa yakin kalau kau sedang hamil? Ayolah.
Aku lakukan 3 kali tes, semuanya positif.
Astaga! Ya ampun!
Tester itu omong kosong, itu cuma omong kosong.
Apa yang akan kaulakukan?
Berengsek!
Dan kau tak pernah tidur dengan pria lain?
Tidak.
Bagaimana kau tahu Ignacio bukan ayahnya?
Ignacio mandul./ Siapa bilang?
Dokter mana yang mengatakan kau tak bisa punya anak?
Jangan mempermainkanku.
Jika kau hamil, yang aku ragu karena tester yang kaugunakan itu tak berguna...
...kau punya dua pilihan.
Kau beri tahu Ignacio kalau dia ayahnya...
...atau kau menyingkirkannya.
Melakukan aborsi?
Apa itu saranmu?
Aborsi atau beri tahu Ignacio kalau dia ayahnya.
Cuma itu pilihanmu.
Kau tak peduli kalau ini anakmu, 'kan?
Bagaimana mungkin?
Bagaimana aku tahu kalau itu adalah anakku, hah?
Kau berbohong padaku.
Kau bilang tak bisa hamil dan kini ingin punya anak denganku.
Maka, uruslah urusanmu sendiri!
Jangan menghubungiku.
Jangan menemuiku, aku tak mau masalah ini diungkit lagi.
Setelah aku tinggalkan kamar ini kau tak mengenalku, paham?
Ya?
Selamat pagi, Nn. Berkley, ini kiriman untuk Anda.
Terima kasih./ Permisi.
Selamat, Ignacio.
Jangan takut, Zoe.
Aku akan bersikap bijaksana.
Takkan ada yang bisa memaafkanku.
Jangan bilang begitu.
Kita ini pendosa dan Tuhan selalu mengampuni orang yang bertobat.
Aku hamil.
Bukankah seharusnya kau bahagia?
Bukankah itu yang kalian inginkan selama bertahun-tahun?
Ya, tapi...
...Ignacio bukan ayahnya.
Siapa ayahnya?
Aku tak bisa memberitahumu.
Ceritakan semuanya, Zoe.
Atau Tuhan takkan mengampunimu.
Aku tak bisa.
Dugaanku kau belum pertimbangkan untuk aborsi.
Tuhan takkan mengampuni itu.
Kehidupan manusia itu suci.
Kau harus miliki anak itu.
Ignacio akan membunuhnya.
Katakan itu anaknya.
Katakan itu keajaiban Tuhan.
Ignacio dan aku sudah lama bersahabat.
Dia sangat baik, berjiwa mulia.
Dia akan memercayaimu.
Zoe, sebenarnya...
...ini menentang etikaku...
...tapi aku berempati padamu.
Kau bisa memecahkan masalahmu di sini.
Hubungi mereka tapi jangan menyebutkanku.
Di sini terbaring Juan Ignacio Edwards memori istri tercinta Christina
Dan anak Ignacio dan Gonzalo Mexico City 1942-1992
Untuk Zoe : Tak ada rasa dendam. Kutemukan ponselmu di kolam renang.
Aku mengirimkanmu yang baru agar kau bisa menghubungi Gonzalo.
Jika kau tekan nomor 1 kau akan menghubunginya.
Jika tekan 2, kau menghubungiku, jika membutuhkanku.
Aku masih mencintaimu, Ignacio.
Aku ingin menjelaskan apa yang terjadi.
Kau tak perlu jelaskan apa pun.
Gonzalo ingin aku menyingkirkannya.
Lupakan Gonzalo. Dia tak layak untuk itu.
Cuma kau dan bayi itu yang kupedulikan.
Zoe, aku bersamamu.
Aku akan mendampingimu untuk apa pun yang kaubutuhkan.
Jika kau mau, aku bersedia menjadi ayah dari anakmu.
Tapi aku harus...
...mengatakan sesuatu sebelum kau setuju.
Apa?
Katakanlah.
Ini memalukan.
Aku tak pernah mengatakannya pada siapa pun.
Apa ada wanita lain?/ Bukan.
Aku menyukai pria.
Zoe, aku mencintaimu.
Aku mencintaimu melebihi apa pun.
Tapi aku menyukai pria.
Aku tak bisa menahannya.
Aku ingin menjadi seorang ibu.
Aku memimpikan hal itu selama bertahun-tahun.
Dan jika kau ingin menjadi ayahnya.
Aku takkan pernah meninggalkanmu.
Aku takkan meninggalkanmu untuk orang lain.
Tapi jika kita akan bersama...
...aku ingin aku merasa seperti bersama pria, kau jangan menolak.
Itu hal yang wajar.
Kotak Masuk
Subyek: Zoe dan aku menjadi orangtua.
Untuk Gonzalo, beberapa hari yang lalu Juan Ignacio lahir.
Kami namai dia seperti ayahnya.
Berengsek!
Kami ingin berbagi kebahagiaan denganmu.
Bajingan itu memanfaatkannya!
Ada apa?
Aku punya keponakan, Sayang.
Ignacio dan Zoe punya anak. Bisa kau memercayainya?
Itu bagus, Sayang. Kenapa kau tak memberitahuku kalau Zoe hamil?
Aku tak tahu.
Kami berharap yang terbaik untukmu, Ignacio dan Zoe.
Well, I see you are bringing my grandson to me.
Hi, Cristina.
Hello.
Hello, Jose Ignacio.
Hi, Mom.
This kid is looking more and more like you.
Isn't that right?
This is a miracle. He even has that little
dimple just like your dad, Ignacio.
Definitely, he is an Edwards.
I don't see he looks that much like me.
Come on, Ignacio, for God's sake.
This kid is your son, wherever he might go.
Also, a mother is never wrong.
You can't deny it.
No, Mom.
I don't deny anything anymore.
Alih Bahasa : Alex Lieswan
http://subscene.com/u/736223
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.