Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Shin Ye Eun"
"Kang Hoon"
"Jung Gun Joo"
"Ryeo Un"
"The Secret Romantic Guesthouse"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
Ayo!
Lee Seol, ahli waris makzul, melarikan diri!
"Ahli waris makzul: putra sulung Putra Mahkota yang dimakzulkan"
Jangan hanya berdiri di sana! Kita harus mengeksekusinya sebelum fajar.
Itu akan menyelesaikan misi besar kita!
- Baik, Tuan! - Baik, Tuan!
Ayo!
Ayo!
"Sedang berduka"
Siapa kamu?
Kamu menanyakan namaku?
Tentu saja.
Kamu menyelinap ke rumah duka.
Kamu orang pertama
yang menanyakan namaku.
Kamu tidak mau memberitahuku, ya?
Apa kamu terluka?
Bisakah kamu keluar?
Bok Sil.
Santai saja.
Masih ada banyak lagi.
Apa ada anak kecil kabur kemari untuk bersembunyi?
Aku tidak melihatnya.
Jangan mendekat.
Anjing kami Bok Sil galak,
dan dia bahkan menggigit orang saat makan.
Itu benar.
Bukan salahku jika Anda digigit.
Mereka pergi.
Kenapa kamu menyelamatkanku?
Kamu bahkan tidak tahu namaku.
Kamu
pengunjung pertama.
Aku senang
setidaknya satu orang datang.
Untuk menemui ayahku.
Apa kamu
kehilangan seseorang juga?
Ya.
Ayahmu?
Atau ibumu?
Keduanya.
Aku tidak punya siapa pun sekarang.
Jika kita bertemu lagi,
aku akan memberitahumu.
Memberi tahu apa?
Namaku.
"13 tahun kemudian"
Lima nyang.
"Episode Satu"
Ini hari yang indah dan sejuk.
- Kamu sudah dengar cerita itu? - Tentang apa?
Tentang penginapan berhantu.
Penginapan berhantu?
Seorang bangsawan muda tampan dari area Yeongnam
menginap di sana dan kerasukan.
Sebelum dia bisa mengikuti ujian negara...
Dia meninggal?
Hantu gadis kesepian
membawanya sebagai teman ke akhirat.
Sial.
Selamat datang.
Lima nyang.
Lima nyang.
Kamu mau ke mana?
Kamu bisa mencapai akhirat sebelum tiba di aula ujian.
Ini Jalur Namtaeryeong, terkenal dengan harimaunya.
Pergilah sendiri
dan kamu tidak akan pernah berhasil.
Tolong lima nyang.
Ini perampokan di siang bolong.
Mereka menagih kita lima nyang hanya untuk menyeberang?
Kamu mau ke Jungcheon?
Kamu dan aku harus berhati-hati.
Para hantu cenderung lebih suka pria muda tampan.
- Apa itu tadi? - Astaga.
Kami penjaga distrik!
Beri jalan atau kami tembak!
"Penjaga distrik: Melayani gubernur lokal"
Dia harimau yang kuceritakan.
Jika kamu menyerahkan semua barangmu,
aku akan membiarkanmu lewat.
Serahkan saja.
Kita dapat satu!
Kita akan kehilangan segalanya.
- Astaga! - Astaga.
Turunkan aku.
Tangkap dia! Lakukan sesuatu!
- Tangkap dia! - Tangkap dia!
Hei!
Bos!
Kamu. Enyahlah.
Bong Sik!
Cepat.
- Berdiri. - Cepat!
Ayo.
Sial!
Astaga.
Andai saja aku tidak masuk perangkap...
Bagikan.
- Tunggu. - Terima kasih.
Terima kasih.
Berkumpul.
Halo, selamat datang.
Datanglah ke Taman Bunga jika ingin lulus ujian negara.
Memanggil semua pemuda ke Taman Bunga.
Halo, para bangsawan muda.
Taman Bunga menjamin kelulusan.
Datang dan menginaplah di Taman Bunga.
"Taman Bunga"? - Ya.
"Lima cendekiawan berturut-turut lulus"
Lima cendekiawan sukses berturut-turut itu hebat.
Kamu dan kebohonganmu.
Kalian belum mendengar ceritanya?
Rumah hantu di ujung Jungcheon.
Rumah ini?
Ya!
Kita harus bersaing dengan adil. Bermain adil!
Kita semua sendirian.
Bermain adil apanya?
Jangan salah paham.
Semua pelanggan yang tinggal di Taman Bunga lulus ujian negara.
Kami hanya menerima orang terpilih, yang akan dapat kamar dan makanan.
Semuanya disesuaikan dengan kebutuhanmu.
Kedengarannya seperti membuang waktu dan energi.
Astaga.
Tunggu!
Nona.
Kenapa kamu kesulitan seperti ini?
Menikahlah denganku, dan kamu akan menjalani hidup yang nyaman.
Apa yang dikatakan anjing menggonggong ini?
Berapa yang kamu inginkan? Katakan.
Berapa yang cukup
agar kamu menjadikanku suamimu?
Astaga.
Nona.
Nona.
- Astaga. Selamat datang. - Senang bertemu denganmu.
Beri jalan. Permisi!
- Kemarilah. - Kemari dan lihatlah!
- Tunggu. - Kamu di sini.
- Ada apa? - Kemari dan lihatlah!
Tuan Muda.
Ini hampir tengah hari.
Kamu tidak pulang?
Kamu terlihat sangat cantik bahkan di pagi hari.
Kamu terlihat seperti peony yang cantik.
Yang benar saja.
Sampai jumpa lagi.
Bayar minumanmu sebelum pergi.
Maaf.
Aku pergi terburu-buru.
Tolong masukkan ke tagihanku.
Bayarlah jika kamu ingin pulang dengan selamat.
Beri aku kelonggaran, ya?
Hei, kamu.
Hei.
Haruskah kamu begitu menyulitkan?
Nona, berapa kali aku harus mengajakmu berkencan.
Berhentilah berusaha.
Aku tidak akan jatuh cinta kepadamu, sekeras apa pun kamu berusaha.
Aku tidak ingin menyentuhmu
sebelum kita menikah.
Aku tidak tahan
dengan omong kosongmu yang menjengkelkan.
Kamu bahkan tidak mau menatapku,
jadi, aku tidak punya pilihan.
Astaga!
Pegang tanganku selagi bisa.
Kamu tidak akan menemukan pria yang lebih baik.
Apa kamu sudah gila?
Aku sering mendengar itu.
Namun, aku tidak gila.
Dasar kamu...
Lihat dirimu.
Kamu menghindari pukulanku?
Berengsek!
Hei.
Tamat riwayatmu.
- Tidak! - Astaga!
- Tuan! - Tuan!
Kukira dia binatang buas. Aku hampir menghajarnya habis-habisan.
Aku mengerti.
Bukankah mereka mirip tiga babi bersaudara?
Baiklah. Mari kita akhiri ini untuk selamanya.
Kami akan menunjukkan betapa kejamnya babi.
Baiklah. Mari kita selesaikan masalah ini untuk selamanya.
Ayo!
- Ayo. - Hei!
- Tangkap mereka! Ayo! - Hei!
- Tangkap mereka! - Para bedebah itu!
- Tangkap mereka! - Hei!
Hei, berhenti! Tangkap mereka!
- Tangkap mereka! - Hei!
- Hei, minggir! - Ayo, cepat!
Jangan menatapku seperti itu.
Aku baik-baik saja.
Ini semua bagian dari strategiku untuk menyelamatkanmu.
Apa strategimu termasuk bagaimana aku menyelamatkanmu juga?
Aku juga sudah menduganya.
Kamu tidak perlu menemui tabib?
Aku bahkan tidak merasakan pukulannya.
Nyerinya akan segera hilang.
Kamu terluka?
Tidak, aku baik-baik saja.
Kurasa seseorang melaporkan mereka.
Seharusnya kalian datang lebih cepat.
Mereka sudah pergi. Mereka semua pergi ke sana.
Kamu minum di rumah kisaeng, bukan?
Ya, itu benar.
Tidak!
Dia tidak melakukan apa pun. Dia menyelamatkanku.
Seseorang melaporkannya karena makan dan kabur.
Apa?
Aku baik-baik saja! Pasti ada kesalahpahaman.
Hati-hati di jalan, Nona. Pergilah!
Halo.
Halo. Kamu bisa duduk di sini.
Ikan besar terlihat.
Dia bisa saja memegangiku.
Bersiap untuk ujian militer?
Apa kamu lintah?
Kamu sudah memutuskan akan tinggal di mana?
Permisi. Aku mau semangkuk gukbap.
Tentu.
Jika kamu belum memutuskan...
Semangkuk arak beras juga.
Tentu.
Aku akan mengajakmu ke rumahku.
Malam ini.
Kamu tidak tahu malu.
Apa semua wanita di Hanyang seperti ini?
Kamu tampak seperti pria keturunan bangsawan.
Jika kamu tinggal di kedai kumuh ini,
apa kamu akan merasa nyaman?
Tunggu, kamu mau ke mana?
Kamu mau ke kakus?
Masuklah.
"Saat gagak berkoak di pohon pinus di Kuil Jongmyo"
"dan saat hujan membawa awan hitam,"
"Saat hujan membawa awan hitam"
"dinasti baru dimulai."
"Dinasti baru dimulai"
Kamu kembali.
Astaga.
Yu Ha.
Mata kita tadi bertemu, bukan?
Yu Ha, kamu tidak bisa membaca apa yang dikatakan mataku?
Apa yang ingin dikatakan matamu, Dan O?
"Jangan ganggu anjing saat dia makan"
"atau cendekiawan saat dia membaca."
Dengan mata penuh keyakinan.
Apa? Anjing?
Tidak. Maksudku, "cendekiawan saat dia membaca."
Omong-omong, apa yang kamu baca?
"Analek."
Kamu harus pergi ke mana pagi-pagi sekali?
Aku merasa agak terkurung,
jadi, aku pergi berjalan-jalan.
Jalan-jalan?
Dan O.
Aku tidak ingin kamu kesulitan.
- Yu Ha. - Ya?
Begini...
Aku sangat penasaran tentang apa buku itu,
tapi aku tidak pernah menanyakan hal seperti itu.
Jadi, mari kita hormati batasan satu sama lain.
Baiklah.
Aku mengerti semuanya.
Maksudku, kamu juga sudah dewasa.
Tunggu. Apa yang kamu mengerti?
Itu...
Keingintahuan
pria?
Hei.
Dan O, biar kujelaskan sebelum kamu pergi.
Dan O!
Permisi. Kamu melihat tasku? Tadi ada di sana.
Yang terjadi adalah...
"Taman Bunga"
Ada penginapan bernama Taman Bunga.
Pemiliknya mengambil tasmu, katanya kamu harus tinggal di penginapannya.
Halo?
Apa tidak ada orang di sini?
Ternyata kamu. Kamu pencurinya.
Apa...
Apa wanita di Hanyang selalu selugas ini?
Apa?
Mengambil barang-barangku tidak akan mengikatku sebagai pasanganmu.
Itu hanya terjadi dalam cerita rakyat.
Pasanganmu? Seperti apa?
Teman sekelas? Rekan tim?
Hentikan lelucon ini
dan serahkan tasku.
Tunggu.
Jadi, kamu peri dalam kisah ini
sementara aku penebang kayu yang mencuri pakaianmu?
Haruskah kuminta pemiliknya menyerahkan barang-barangku?
Astaga.
Sepertinya
ada kesalahpahaman.
- Aku... - Nona!
Astaga. Nona!
Kubilang aku akan mengurusnya, tapi kamu kehilangan kesabaran.
Semua sudah beres sekarang. Tidak akan bocor.
Astaga. Astaga.
Syukurlah.
Sudah lama kita tidak kedatangan pelanggan.
Astaga.
- Apa yang kamu... - Hentikan.
Tidak?
Astaga.
"Kami adalah penginapan yang menyambut mereka"
"yang belajar untuk ujian negara."
"Ini Taman Bunga."
"Bohaeng gaekju: penginapan untuk pelancong bersama"
"Semua pelanggan lulus ujian negara, tapi hanya orang terpilih"
"yang kami sediakan kamar dan makanan."
Aku hanya mencari seseorang untuk diakomodasi,
tapi kamu membuatku terlihat seperti pencuri.
Itu tidak mengubah fakta bahwa kamu mencuri tasku.
Aku tidak kabur membawanya. Aku hanya menyimpannya.
Jika bukan karena aku, itu pasti sudah hilang.
Kamu sungguh tidak tahu malu.
Bersyukurlah karena tidak ditangkap.
"Taman Bunga"
- Harganya satu nyang per malam. - Apa?
Malam sudah makin larut, jadi, menginaplah.
Siapa yang bisa tidur di antara sekelompok pencuri?
Kamu tidak akan menemukan kamar kosong di tempat lain.
Lonceng jam malam akan segera berbunyi.
"Ingyeong: bel yang dibunyikan"
"Untuk mengumumkan awal dan akhir jam malam"
Kamu harus masuk.
Satu nyang dan lima jeon per malam.
Kamu baru saja bilang satu nyang.
Namun, kemudian lonceng jam malam berbunyi.
Kamu tidak punya tempat tujuan,
dan ini satu-satunya tempat kamu bisa menginap.
Kamu tahu cara berbisnis.
Aku sering mendengarnya.
Mau pergi sekarang?
Sial.
Nona!
Kita bertemu lagi.
Tunggu. Kamu...
Aku memar di mana-mana saat mencoba membantu wanita itu.
Sepertinya aku butuh pemulihan.
Aku mencemaskanmu.
Jam malam sudah berlaku, dan kita tidak bisa pergi ke klinik.
Astaga. Itu tidak perlu.
Aku hanya butuh tidur nyenyak.
Itu sebabnya aku meminta
kamu mengakomodasiku selama beberapa hari.
Aku tidak membawa uang,
tapi aku akan membayar kamarnya saat aku bisa.
Tuan Muda,
Taman Bunga yang terkenal
memiliki tradisi lama.
Apa itu?
Kami
tidak membiarkan siapa pun berutang.
Apa terjadi sesuatu di siang hari?
Itu bukan masalah besar.
Itu besar.
Aku terluka mendengarmu tidak setuju.
Aku juga terluka dengan saranmu.
Kenapa kamu meminta berutang hanya karena kamu terluka?
Namun, lihat.
Pipiku masih bengkak.
Hanya untuk malam ini.
Jika tidak punya uang, setidaknya lakukan pekerjaan rumah.
Omong-omong, aku punya permintaan.
Kalian boleh berkeliaran di sini,
tapi jangan memasuki paviliun.
Itu satu-satunya aturan.
Kamu menyembunyikan sesuatu di sana?
Ginseng merah? Ginseng liar? Jika bukan...
Tuan Muda,
apa kamu lebih suka tidur di jalanan?
Aku tidak akan mencari ginseng liar di sini.
Kamu bisa memiliki semuanya.
Berjanjilah itu juga kepadaku.
Aku mengerti.
Astaga.
Astaga. Lihat bahu lebar itu.
Pasti karena kamu ahli pedang.
Aku Yuk Yuk Ho, tamu di kamar sebelah.
Sebagai cendekiawan senior,
kupikir aku harus berbagi pengetahuan.
Seperti yang kamu lihat, aku ahli pedang.
Selain itu, aku hanya akan menginap malam ini.
Sarapan pukul 08.00, makan siang tengah hari,
makan malam pukul 18.00, dan jam malam pukul 22.00.
Pemiliknya lebih suka kedamaian dan ketenangan,
gedung utama ada di belakang, dan jangan pergi ke paviliun.
Namun, yang terpenting,
harganya tiga nyang per bulan dan harus bayar tiga bulan di muka.
Apa ujian negara mengujimu soal itu?
Kamu menghafalnya dengan sempurna.
Kamu harus tahu
aku akan mendapat nilai tertinggi jika menghafal itu mata pelajaran.
Namun, setiap kali aku mengikuti ujian, perutku keroncongan.
Tunggu.
Kamu bilang harganya tiga nyang per bulan.
Ini murah dibandingkan penginapan lain di Jungcheon.
Harganya 1 nyang dan 5 jeon per malam.
Kamu menyuruhku membayar untuk 15 hari?
Penipu itu.
Siapa yang kamu sebut penipu?
Apa...
Kamu suka kamarmu?
Aku yakin begitu
karena ini jauh lebih besar dari kamarku.
Untung kamu datang ke sini.
Aku punya pengetahuan yang ingin kubagikan.
Kamu adalah dia.
- Dia? - Legenda hidup
yang mengikuti ujian negara selama puluhan tahun.
Puluhan tahun? Legenda?
Kukira kamu mitos, tapi kamu benar-benar ada.
Aku sangat kagum.
"Taman Bunga"
Selamat menikmati.
Mari kita makan.
Omong-omong,
kudengar banyak tamumu berhasil lulus ujian.
Benarkah itu?
Aku melihat poster besar di depan.
Salah satunya memang lulus ujian.
Siapa itu?
Ayahku.
Tentu saja.
Sama sepertimu, ayahmu juga luar biasa.
Siapa lagi?
Begini...
Lauknya tidak cukup.
Namun, kami punya cukup sup, jadi, jika kamu mau lagi...
Lupakan supnya. Tamu lain mana yang lulus ujian?
Tidak perlu memanggilku seformal itu.
Bicaralah dengan santai.
Kalian semua tampak seusia Yu Ha,
jadi, aku juga akan memanggil nama kalian.
Nama kami?
Aku tidak bermaksud kasar.
Karena kita teman serumah, kita harus nyaman.
Sikapmu yang tiba-tiba ramah hanya membuatnya mencurigakan.
Biar kusajikan sup lagi.
Tentu.
Boleh aku berbagi rahasia denganmu?
Tidak ada. Ayahnya satu-satunya.
Kalian semua ditipu oleh Dan O.
Saat ayah Dan O masih hidup,
para cendekiawan sering datang.
Aku salah satunya.
Itu sebelum dia membuka penginapan.
Bagaimana dia bisa mengelola penginapan?
Mengejutkan
melihat wanita bangsawan mengelola penginapan.
Dia harus mencari nafkah,
dan hanya rumah ini yang ditinggalkan ayahnya.
Tuan Muda, kamu di kamarmu?
Kenapa dia tidak menggunakan pedang sungguhan?
Bisakah kamu berlatih dengan benar menggunakan pedang kayu?
Aku...
Ini...
Katakan saja.
Apa?
Jika kamu sangat menginginkan pedangku.
Bagaimana jika benar?
Bolehkah aku memilikinya?
Aku akan menyembunyikannya.
Jangan khawatir. Aku di sini bukan karena menginginkannya.
Kamu bukan pencuri?
Bukan.
- Apa yang membuatmu berpikir... - Kalau begitu, apa kamu penipu?
Apa?
Aku sudah dengar berapa tarifmu per kamar.
Bagaimana bisa dua pekan menjadi satu malam?
Kamu boleh menginap selama dua pekan.
Maka kamu akan melihat manfaat sejati Taman Bunga.
Apa?
Keluar. Aku sangat tidak suka jika kamarku diganggu.
Maafkan aku.
Banyak yang harus kulakukan di sini.
Termasuk bersih-bersih.
Penglihatanmu buruk.
Aku ragu kamu pembersih yang baik.
Astaga. Sepertinya kamu belum dengar.
Ini keahlianku.
Mau kutunjukkan
betapa hebatnya aku?
- Apa? - Dalam bersih-bersih.
Mau kuseka untukmu?
Kamu selalu ingin menang bicara?
Aku cenderung menang.
Kamu tidak senang?
Kita beruntung semalam.
Kita beruntung?
Tuan Muda Kang San.
Dia tampak sangat mulia dan kaya.
Aku yakin dia akan membayar uang sewa tepat waktu.
Dia tidak terlihat mulia atau kaya. Dia hanya terlihat biasa.
Dia cukup tampan.
Wanita akan terus membicarakannya.
Nona Naju, kamu kehilangan indra perasamu
dan kini selera priamu.
Aku harus mengantar dua bungkus telur ke Buyounggak.
Mereka dapat lebih banyak penginap.
Kurasa penginapan lain sudah penuh.
Perlahan dan lembut.
Hati-hati.
Yang Mulia, hati-hati.
Hati-hati.
Anda tidak menunjukkan tanda-tanda persalinan.
Kamu tidak mendengar perkataan biksu?
Aku harus melahirkan di bulan ini jika mau bayinya laki-laki.
Namun, kami tidak bisa mengambil bayinya secara paksa.
Aku harus dan akan
melahirkan seorang putra.
Yang Mulia menginginkan ahli waris,
dan aku tidak bisa mengecewakannya.
Jangan khawatir.
Anak Anda akan laki-laki.
Aku harus bersiap.
Untuk berjaga-jaga.
Aku mengerti.
Seorang anak akan segera lahir.
Apa aku akan punya ahli waris?
Tidak.
Apa tidak ada cara?
Aku tidak melihat seorang putra
di masa depan Anda.
Beraninya kamu.
- Jaga sikapmu. - Biarkan saja.
Mari pergi.
Ada hal yang lebih penting.
Keberadaan Anda.
Keberadaan Anda dalam bahaya besar.
Apa?
Jangan mencari
orang yang Anda pikirkan.
Orang yang membuat Anda gemetar dalam mimpi Anda.
Dia akan menelan Anda.
Geomungo Anda bernyanyi dengan amat sedih
sampai aku hampir menangis.
Yang Mulia.
Anda memberkati telingaku dengan musik dari surga.
Bagaimana jika aku memberkatimu dengan cara lain?
Yang Mulia, Wakil PM Pertama Sin Won Ho ingin bertemu.
Aku baru saja menyemangati diriku.
"Lee Chang"
Masih belum ada kabar soal ahli waris makzul Lee Seol?
Maafkan aku, Yang Mulia.
Kamu juga sudah menua.
Kamu masih belum bisa menemukan anak muda itu?
Maaf karena aku bodoh dan lambat tanggap.
Aku memohon kepada Anda untuk memarahiku habis-habisan.
Tiga bulan lalu, pada peringatan kematian
ahli waris makzul, Lee Pyeong, seorang pemuda mengunjungi makamnya.
Kukira itu Lee Seol dan bergegas mengejarnya.
Aku kehilangan dia di Jungcheon.
Lee Seol ada di Hanyang?
Ya.
Bangsawan dari seluruh penjuru datang
ke Hanyang untuk ujian negara.
Dia mengambil itu sebagai kesempatan.
"Sin Won Ho, Wakil PM Pertama"
Lee Seol.
Kamu mencari dia?
Kami mencari di semua penginapan,
kedai, dan rumah kisaeng di Jungcheon.
Tidak boleh ada kesalahan lagi.
Jika kamu kehilangan dia lagi seperti sebelumnya...
Itu tidak akan terjadi.
Kuharap begitu.
Kamu pasti dapat pelajaran hari itu.
"Kantor Wilayah Ibu Kota"
Tuan.
Ini Jong Soo.
Masuklah.
Dia datang.
Kamu datang jauh-jauh, Kepala Kasim.
"Kepala Kasim?"
Aku meninggalkan istana lebih dari sepuluh tahun lalu.
Anda bisa memanggilku dengan santai.
"Buyounggak"
Selamat datang, Tuan.
Daftarnya?
Sudah siap.
Ini, aku mencatat informasi mendetail
tentang para cendekiawan yang tinggal di Buyounggak.
Ada apa dengannya?
Tidak.
Dari mata sampai bibirnya,
dia tidak mirip dengannya.
Ya, pasti ada alasan kami dilarang masuk ke sana.
Tuan, aku baru saja melihat...
Sudah kubilang jangan mendekati paviliun!
Kembali ke kamarmu sekarang juga!
Ayolah, Tuan.
Jika kamu ingin tahu masa depan,
kamu harus mengunjungi dukun alih-alih datang ke toko buku.
Benarkah tidak ada di sini?
- Tidak. - Tidak ada di sini.
Itu tidak akan disebut buku ramalan jika mudah didapatkan.
"Chamwiseo: Buku ramalan perdukunan"
- Kamu tahu soal buku itu? - Tentu saja.
Apa yang membuatmu penasaran?
Masa depan Joseon? Atau
masa depanmu sendiri?
Orang yang tinggal di tanah Joseon tidak bisa tidak terpengaruh
oleh masa depan Joseon.
Pedangmu tampak agak lusuh untuk aspirasi besarmu.
- Apa? - Bisakah kamu lulus ujian militer
dengan pedang itu?
Aku berusaha mencari cara untuk menang tanpa melukai siapa pun.
Menang tanpa melukai siapa pun?
Apa ada cara? Tidak. Apa ada dunia seperti itu?
Tidak ada.
Karena itu,
aku ingin hidup di dunia seperti itu.
Omong-omong, kenapa kamu mencari buku ramalan?
Kudengar rakyat yang menderita di bawah tirani
menemukan pelipur lara dalam buku-buku vulgar seperti itu.
Jika kamu sungguh ingin membacanya, aku bisa mendapatkannya untukmu.
Maukah kamu melakukan itu untukku?
Tolong lepaskan aku! Bayiku ada di dalam sana!
Bayi di rumah kisaeng? Omong kosong!
Mereka bilang akan mengizinkanku masuk.
Tolong izinkan aku menyusui anakku.
Aku tidak tahu apa-apa soal itu. Enyahlah sekarang juga.
Ayolah.
"Buyounggak"
Berdiri.
Sedang apa kamu di sini?
Tuan Muda.
Kamu mengenalnya?
Dia pelayan keluargaku. Aku membebaskannya dari statusnya.
Omong-omong, ada apa?
Suamiku berutang judi di Buyounggak.
Lalu dia mengambil bayiku yang baru lahir.
Dia mengambil bayi itu? Untuk apa?
Tuan Muda.
Tolong bantu aku.
Kurasa ini hari keberuntunganku.
Maafkan aku.
Aku akan mengurangi jumlah ini dari uang sewamu.
Aku tidak menduga kamu akan seperti ini.
Kenapa? Kamu akan pindah?
Tidak, maksudku...
Kamu terlihat lebih cantik dari sudut ini.
Astaga!
Kalian. Memang kalian.
Sedang apa kalian di sini?
Sebenarnya, kami...
Kami mau bermain tujeon. Kenapa lagi kami datang ke Buyounggak?
Kukira semua lampunya mati. Namun, lihat, mereka di sana.
Mereka mencerahkan seluruh ruangan!
Aku suka yang di kanan.
Aku ingin ditumbangkan
oleh hidungnya mancung.
Aku suka yang di tengah.
Aku ingin menyelam ke dalam mata indahnya.
Senang bertemu denganmu.
Namaku Mae Wol.
Kami tidak butuh pemain lain.
Maafkan kami.
Akan lebih menyenangkan jika kita bermain bersama.
Kita tidak punya waktu untuk ini. Kita harus temukan anak itu dahulu.
Kamu ingin semua orang tahu? Diamlah.
Hei, Kang San. Sekarang giliranmu.
Kamu bicara lebih santai sekarang.
Kita semua teman saat bermain tujeon.
Aku akan menyelinap keluar dahulu.
Tinggallah di sini untuk saat ini.
Aku akan ikut denganmu.
Tunggu.
Kalian berdua.
Apa yang kalian rencanakan?
Apa maksudmu?
- Kami tidak merencanakan apa pun. - Ayolah.
Jika tidak jujur,
kalian tidak boleh meninggalkan ruangan ini.
Seseorang membawa bayi kemari untuk membayar utangnya.
Kamu di dalam?
Jaga anak itu selama beberapa hari saja.
Terima kasih atas bantuanmu.
Apa?
- Apa yang terjadi? - Siapa kamu? Ada apa ini?
"Taman Bunga"
Sepertinya kamu butuh papan nama baru!
Sedang apa kamu di sini?
Aku...
Aku datang sebagai tamu, tapi tersesat.
Tamu tidak boleh masuk ke sini.
Silakan pergi.
Maafkan aku.
Apa?
Astaga.
Astaga.
Bayinya menghilang.
Kamu tidak tahu berapa nilai bayi itu?
Jika hilang, habislah kamu.
Sial.
Keluarlah.
Sungguh?
Dasar bodoh.
Seragkan bayinya jika kamu tidak mau mati.
Kamu baik-baik saja? Kamu terluka?
Kalau begitu, ayo pergi.
Sial, untuk apa aku kemari?
Ini hanya membuang-buang energiku.
"Buyounggak"
Apa Dan O belum keluar?
San juga belum.
Tunggu sebentar.
Bagaimana jika kalian saling melewatkan?
Yu Ha.
Kamu menemukan bayinya. Ayo.
Ayo.
Berhenti.
Terima kasih banyak.
Bagaimana aku bisa membalas Anda?
Pergilah ke tempat aman selama beberapa hari
karena kami harus mengambil bayi itu dengan paksa.
Terima kasih, Tuan Muda Jung.
Dia tampan.
Dia mungkin meninggalkan banyak wanita yang patah hati.
Seperti aku.
Aku tidak pernah menduga hal seperti ini.
Kita menyelamatkan seorang bayi.
Kamu hampir tidak membantu dalam penyelamatan.
Dia benar. Aku yang membayar kudanya.
Kamu hanya memegang tali kekang.
San mungkin kritis, tapi kamu juga?
Kamu tampak lembut dan ceria, tapi kata-katamu menusuk.
Peranmu tidak besar, tapi itu sangat dibutuhkan.
San, bagaimana denganmu?
Apa kamu terluka?
Aku bukan orang yang bisa dipukuli orang lain,
tidak seperti seseorang yang kukenal.
Dia benar.
Dia mungkin yang akan memukuli.
Kulihat kamu punya cara untuk memutarbalikkan ucapan seseorang.
Ayunkan dan putar lenganmu untuk kami. Siapa tahu?
Sudah kubilang aku baik-baik saja.
Jangan terlambat untuk membayar biaya penginapanmu.
Haruskah pemilik penginapan
mengikutimu ke sarang tujeon yang dipenuhi pria?
Pria lain adalah masalah bagimu.
Sudah berapa lama?
Apa maksudmu?
Dan O.
Sudah berapa lama kamu menyukainya?
Apa...
Namun...
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Astaga. Ya ampun.
Baiklah, ayo. Hei!
Sepertinya tidak ada orang mencurigakan di sini.
Ayo.
Kumohon.
Astaga.
Astaga.
Apa maksudnya ini?
Nona.
Akhirnya, kamu kembali.
Aku bertanya apa maksudnya ini.
Untuk apa lagi rentenir ada di sini?
Tentu saja untuk menagih utang.
Apa?
Utang tidak bisa muncul tiba-tiba.
Itu muncul dari akhirat.
Ayahmu mengambil pinjaman sebelum meninggal.
Seratus nyang tepatnya.
Astaga.
Untuk melunasi utang besar itu,
kamu harus menjual penginapan.
Kurasa kami sudah selesai di sini.
Apa paviliunnya ke arah sana?
Jangan ke sana.
Aku sudah memperingatkanmu.
Jika roh pendendam menghantuimu, itu akan menjadi salahmu!
Namun, itu bukan arwah pendendam biasa.
Menurut rumor, itu hanya mengambil jiwa manusia.
Apa ini penginapan
yang dikabarkan dihantui arwah?
Arwah apanya?
Aku tidak percaya omong kosong itu.
Kamu tidak boleh berada di paviliun.
Biarkan aku menjadi hakim untukmu.
Aku akan melihat apakah ada yang bisa masuk.
- Minggir. - Beraninya kamu
menyentuh dia?
Dia bilang itu terlarang. Sekarang, pergilah.
Cukup.
Kalian hanya akan menyesali apa yang akan terjadi.
Siapa kamu?
Aku belum pernah melihatmu di sekitar sini.
Apa kamu bisa mengenali anak itu?
Aku melihatnya tumbuh sejak dia masih bayi.
Bagaimana mungkin aku bisa melupakan wajahnya?
Pulanglah malam ini.
Seseorang tidak boleh membuat keributan selarut ini.
Tidak mengurus urusanmu sendiri adalah
caramu mendapatkan bekas luka di wajah cantik itu.
Kalau begitu,
silakan.
Taman Bunga adalah penginapan terakhir dalam daftar.
Kalau begitu,
ahli waris besar makzul Lee Seol mungkin ada di sana.
Anda pernah melihat Lee Seol secara langsung?
Sekali saja.
Kejadian hari itu adalah
alasanku hidup hari ini.
"The Secret Romantic Guesthouse"
Ini surat sanggup bayar yang ditulis ayahmu.
Aku akan melindungi Taman Bunga, apa pun yang terjadi.
Itu akan diambil darimu
kecuali kamu bisa menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga.
Jangan menangis.
Sudah kubilang jangan menangis.
Nona, tolong terima aku.
Yu Ha, kamu yang termanis.
Lee Seol memberiku peringatan.
Dia akan segera mengincar takhta.
Aku tidak mempertahankan orang tidak berguna di sisiku.
Aku akan segera memberi tahu Anda
siapa pun yang mencurigakan.
Kasim itu mencari pengkhianat?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.