Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 11]
Berpacaran
sampai ke tempat biliar orang?
Bahkan membobol pintu?
Bos kalian memberiku kunci.
Memang sama.
Siapa kamu?
Lu Chen.
Kamu ahli penjinak bom dari Keluarga Lu itu?
Polisi SWAT.
Aku tahu.
Kamu yang memusnahkan bahan peledak.
Kamu tengah malam datang ke sini,
ada sesuatu?
Bos kalian
menyuruhku memeriksa
sistem CCTV di sini.
Katanya ada titik buta yang tidak terekam.
Memintaku datang untuk menyetel
sudut pandang kamera CCTV.
Kamu juga mengerti tentang ini?
Bagus sekali, kuantarkan kamu ke sana.
Sekarang juga.
Memang ada beberapa titik buta.
Anak muda yang kekanak-kanakan,
selalu berkelahi dan menindas orang di sana.
Ayo, aku bawa kamu pergi lihat.
Ayo. Sebelah sini.
Ayo.
Menggunakan keluarga sendiri memang praktis.
Tengah malam pun bisa datang memeriksa.
Kalian suami istri,
datang setelah pulang kerja?
Kami bukan suami istri.
Kami teman sekolah.
Dulu saat kami sekolah,
sering bermain di sekitar sini.
Hari ini kemari untuk melihat-lihat.
Selesai.
Tolong kembalikan ini ke tempatnya.
Kami pergi dulu.
Baik, terima kasih.
Tunggu sebentar.
Sama sekali tidak berubah.
Kamu juga sama sekali tidak berubah.
Apa katamu?
Tidak ada.
Aku mendengar kamu berbicara.
Aku tidak berkata apa-apa.
Sekarang kita kembali ke mana?
Bengkel mobil?
Kuantar kamu ke rumah Meng Xiaoshan.
Aku takut ayahku masih ada.
Mengganggu.
Kamu bisa tidur nyenyak di rumah Meng.
Apakah... ayahmu masih memukulmu sekarang?
Sekarang dia tidak berani.
Lain kali saat kamu datang,
aku akan tanyakan terlebih dulu.
Kuusahakan,
tidak membiarkanmu bertemu keluargaku.
Kamu tidak bilang mau datang.
Sudah sampai rumah?
Angkat kepala.
Apakah kamu ingin kembali lagi ke Qining bersamaku
untuk melihat-lihat?
Kamu mau pulang?
Pulang untuk mengambil kartu keluarga Xiaonan.
Suruh saja mereka mengirimkannya kemari.
Masalah ini lebih rumit.
Besok kita bicarakan secara detail.
Mau pergi?
Kamu ingin sekali pulang?
Bagiku Qining,
seperti kampung halaman kedua.
Terakhir kali kita berdua
berakhir tidak menyenangkan,
aku tidak membawamu pergi melihat-lihat.
Aku berpikir kali ini pulang,
ingin membawamu pergi melihat padang salju,
matahari terbenam, hutan kecil,
dan orang-orang di masa lalu.
Waktu kerjaku sangat bebas.
Ada ponsel dan internet saja sudah cukup.
Bisa berangkat kapan saja.
Aku akan mengatur jadwal.
Baik.
Tidurlah lebih awal.
Kali ini benar-benar pulang.
Aku baru saja membantu Qin Feng
memperbaiki CCTV di tempat biliarnya.
Seingatku
CCTV di sekolah kakak ipar,
mereknya juga sama.
Jika ada masalah,
suruh dia cari aku saja.
Terima kasih.
Kenapa masih sungkan padaku?
Aku mewakili kakak iparmu.
Belakangan ini dia selalu khawatir
jika suatu hari kamera CCTV sekolah rusak,
takut ada siswa yang mengalami bahaya di titik buta.
Untung kamu sudah kembali.
Jika tidak, malam ini dia
pasti tidak bisa tidur lagi.
Sup iga.
Bawa pulang untuk diminum anak.
Anak orang dirawat di rumah kita,
tidak boleh kelaparan dan mengurus.
Nanti tidak enak dengan orang tuanya.
Baik, cepatlah masuk.
Baik.
Kakak ipar sudah lama menunggu.
Kalau begitu, kamu mengemudi pelan-pelan, ya.
Aku tahu.
Di mana Bibi Gui Xiao?
Dia tinggal di rumah temannya.
Kenapa?
Aku sedang menunggunya.
Aku mau kembali ke Qining.
Apakah ada
yang ingin aku bawakan untuk ayahmu?
Atau ada
yang ingin kubawakan ke sini untukmu?
Kalian baru saja ada sedikit kemajuan,
kamu sudah mau pergi?
Kenapa kamu selalu ikut campur masalahku?
Perhatikan kata-katamu.
Aku khawatir.
Bibi Gui Xiao begitu hebat.
Aku takut nanti kamu
tidak bisa mengejar kembali Bibi Gui Xiao.
Dia pulang bersamaku.
Belakangan ini tidak ada yang menjagamu.
Kamu harus lebih berhati-hati.
PR juga tidak boleh terlalaikan.
Kamu jelaskan dulu, selesai bicara baru pergi.
Aku mau mandi.
Minum sup iganya.
Aku khawatir.
Bibi Gui Xiao begitu hebat.
Aku takut nanti kamu
tidak bisa mengejar kembali Bibi Gui Xiao.
Ayahmu begitu mabuk langsung ribut.
Tidak ada yang bisa mengendalikannya.
Hari ini kamu jangan tidur di rumah.
Lu Chen.
Dia itu ayah kandungmu.
Kamu jangan simpan di hati.
Tidak apa-apa.
Asalkan dia tidak mengusir
kakakku keluar.
Kali ini kami mengemudi mobil sendiri.
Terkadang mungkin sinyalnya tidak bagus.
Kalau kamu ada masalah,
kirimkan surel padaku.
Setelah sinyalnya membaik,
aku akan membalasmu.
Kenapa cinta pertamamu
tiba-tiba kembali ke Qining?
Setelah dia lulus kuliah,
dia ditugaskan di Qining.
Dia tinggal di sana
lebih dari sepuluh tahun.
Termasuk kampung halaman keduanya.
Mungkin dia ingin pulang melihat-lihat.
Lalu bagaimana dengan Qin Xiaonan?
Kalau kalian pergi, siapa yang menjaganya?
Kamu pernah bertemu dengannya, Hai Dong.
Yang itu?
Bukankah dia bahkan tidak bisa
membimbingnya mengerjakan PR?
Kami akan kembali dalam dua minggu.
Kalau tidak, serahkan saja padaku.
Kamu?
Tinggal di tempatku, dekat dengan sekolahnya.
Kubantu kamu menjaga anak selama dua minggu.
Aku serius.
Akhirnya sekarang kuakui,
kamu memang menyukai anak kecil.
Untuk apa aku membohongimu?
Beberapa anak dari keluarga bibiku,
paling suka bermain denganku di akhir pekan.
Serahkan padaku, sudah sepakat, ya.
Berikan kontak ayahnya padaku.
Untuk berjaga-jaga,
jika aku tidak bisa menghubungi kalian,
langsung cari ayahnya.
Baik, aku akan mengirimkanmu nomor teleponnya.
Qin Mingyu?
Nama yang bagus.
Malam ini
kamu suruh si anak rapikan barang.
Aku pesankan mobil, langsung ke rumahku.
Terima kasih.
Aku pergi dulu.
Hati-hati, ya.
Kakak Meng!
Masih ada ruangan privat?
Ada, aku carikan untukmu.
- Baik, aku tunggu kamu di sini. - Baik.
Gui Xiao.
Mau bepergian lagi?
Apakah Lu Chen sudah datang?
Hampir sampai.
Kakak Chen juga sudah pulang?
Kakak Chen!
Aku beli sedikit buah, untuk dimakan di jalan.
Sudah datang.
Mobil akan berguncang di jalan.
Lebih baik ganti jadi tas ransel.
Aku punya, ganti saja.
Aku masuk dan ganti dulu.
Aku bantu kamu bawa ke sana.
Gui Xiao.
Ada satu hal yang ingin kukatakan.
Lu Chen kurang pertimbangan dalam hal ini.
Kalian berdua belum lama berbaikan,
tapi sudah pergi berduaan.
Berdua, selama belasan hari?
Sangat merepotkan jika sampai menghasilkan korban jiwa.
Mobil baru?
Bukan, mobil bekas.
Diperbaiki dan dipermak sedikit.
Bagus sekali.
Kamu mengubah mobil seratus ribu yuan
menjadi seperti ratusan ribu yuan.
Boleh juga.
Pikirkan baik-baik, ya.
Jika kamu tidak ingin
menikah secepat itu,
harus mengambil langkah perlindungan.
Kamu jangan sampai terlalu senang,
lalu terikat oleh anak.
Nanti pada saatnya, kamu merasa
dua orang sudah bertahun-tahun tidak bersama,
tidak cocok,
mau putus pun merepotkan.
Kenakan sabuk pengaman.
Kami pergi dulu.
Pelan-pelan, ya.
Kamu lagi-lagi mengatakan hal
yang tidak seharusnya dikatakan.
Aku takut Gui Xiao melakukan hal bodoh.
♫Kamu pasti diam-diam menyimpan♫
♫Banyak kesulitan♫
♫Menunggu bertemu seseorang♫
♫Yang bisa mengerti kesulitan itu♫
♫Di malam yang ada arak dan angin♫
♫Separuh bulan♫
♫Bulan♫
♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫
Istirahat sebentar.
♫Kenangan yang lama♫
Tempat istirahat berikutnya cukup jauh.
♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫
♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫
♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫
♫Rasanya sejuk♫
♫Sejuk♫
♫Kamu pasti diam-diam pergi♫
♫Ke tempat terjauh♫
♫Membawa kembali oksigen hijau musim panas♫
♫Dan juga daun kuning musim gugur♫
Kopi panas.
Aku lihat makanan di dalamnya
♫Di malam yang bermimpi mengejutkan di taman♫
tidak terlalu enak.
Jadi, aku tidak membelinya.
Bukankah kita punya GPS?
Sudah terbiasa melihat peta.
♫Sebuah lagu sedih tentang masa muda yang indah♫
Tahun lalu pernah datang sekali.
Di sepanjang jalan bisa melihat pemandangan apa,
jalan aspal mana yang rusak,
lubang mana yang pernah dilewati truk.
Aku kurang lebih masih ingat.
Ada beberapa hal yang tidak bisa dinavigasi.
Ayo.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu.
Apakah kamu masih ingat
pria yang ditemui di bandara itu?
Namanya Xu Yao.
Kamu tidak suka makan abon?
Aku lihat kamu suka makan abon.
Aku tidak pilih-pilih, makan ini saja.
Pengamatan yang bagus.
Istrinya sakit parah.
Rumah sakit dalam negeri mendiagnosis,
harus melakukan operasi tulang belakang.
Sepertinya bagian leher belakang.
Tapi setelah melakukan operasi ini,
efek sampingnya tidak terbatas.
Mereka tidak berani melakukannya begitu saja.
Jadi, ingin ke luar untuk memeriksanya.
Jika ada kemungkinan
terdiagnosis
sifat tumor yang berbeda,
maka tidak perlu operasi,
boleh terapi saja.
Penyakit ini sudah dirawat bertahun-tahun,
dia juga tidak punya tabungan lagi.
Jadi, dia datang mencariku.
Aku menyisakan sedikit untukku,
cukup untuk pengeluaran sehari-hari
aku dan Qin Xiaonan.
Sisanya aku berikan padanya.
Kamu masih punya utang eksternal.
Serahkan Qin Xiaonan padaku.
Lagi pula, pengeluarannya juga tidak besar.
Tidak perlu.
Qin Mingyu akan memberiku biaya hidup.
Xu Yao dan istrinya
sudah kenal sejak kecil.
Berulang kali putus dan berdamai selama bertahun-tahun.
Kira-kira dua tahun yang lalu,
istrinya sakit.
Setelah itu terus berobat.
Saat itu mereka belum menikah,
istrinya enggan mendaftarkan pernikahan,
takut menyusahkan dia.
Xu Yao,
mengadakan sebuah pernikahan untuknya.
Dia bersikeras ingin menikahinya.
Hidup ini sering berubah-ubah.
Tahun lalu masih bersenang-senang,
tahun berikutnya langsung terperosok.
Menurutmu, masa istrinya sakit,
Xu Yao lalu tidak menginginkannya lagi?
Lalu mereka yang sudah menikah,
setelah menikah,
jika salah satu mengalami krisis dalam kariernya,
bukankah tetap harus melewatinya bersama?
Kehidupan siapa
yang tidak ada rintangan?
Tidak mungkin diri sendiri terjatuh,
lalu berharap kekasihnya
mendukung diri sendiri tanpa pamrih.
Jika diri sendiri lancar,
maka mencari seseorang
yang lebih lancar.
Ini bukan kenyataan,
melainkan imajinasi.
Meng Xiaoshan begitu demi kebaikanku,
ucapannya jangan disimpan di hati.
Meng Xiaoshan,
juga tidak sepenuhnya memahami
keadaanku.
Paling lama dua tahun,
utang akan lunas.
Lalu menabung lagi untuk menikahimu.
Jangan harap.
Tidak boleh menikahimu?
Kalau boleh,
malam ini tidur di satu kamar.
Kalau tidak boleh, maka tidur terpisah.
Hotel yang kita pesan kemarin,
ranjang ganda.
[Tebing Jimu]
Kapten Lu.
Bagaimana? Dua tahun ini baik?
Lumayan baik.
Dia ini...
Gui Xiao, pacarku.
Halo.
Halo, Kakak Ipar. Aku Sun Hao.
Kapten Lu.
Kenapa kamu tidak bilang dari awal?
Kalau bilang lebih awal,
aku akan membuatkan
sebuah kamar pasangan mewah untukmu.
Di sini masih ada ini?
Untuk liburan.
Tentu saja harus ada kamar pasangan.
Untuk apa kamu datang ke sini?
Dingin sekali.
Bertahanlah.
Matahari terbit esok pagi sangat indah.
Percayalah padaku.
Aku saja.
Kalian datang tepat waktu.
Musim dingin bukan musim yang ramai.
Orang yang tinggal sedikit.
Di daerah sini.
Saat musim panas
adalah padang rumput yang tak berujung.
Kami mengikuti
model yurt,
membangun sebuah resort.
Terima kasih.
Kakak Ipar.
Sebenarnya aku bukan
anggota tim Kapten Lu.
Aku tidak memenuhi syarat.
Tim mereka
adalah elite di antara para elite.
Tapi Kapten Lu pernah mengajari kami memusnahkan bahan peledak,
termasuk guruku.
Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku
saat pertama kali bertemu dengan Kapten Lu?
Terlalu sombong.
Aku pertama kali melihatnya.
Dia berdiri di sana.
Kalimat pertama yang dikatakan adalah,
"Tidak semudah itu menjadi Polisi SWAT."
Hari pertama langsung menakuti kami.
Katanya, tidak ada ahli penjinak bom yang mutlak.
Kita hanya perlu memberanikan diri.
Kenyataannya,
ahli penjinak bom dari luar negeri
yang bertukar ilmu dengannya tahun lalu,
baru saja diledakkan di zona perang.
Saat pertama kali aku belajar,
aku sangat berhati-hati.
mengira diriku sudah bisa.
Setelah aku memotong,
dia tiba-tiba datang ke belakang.
Apakah kamu tahu apa yang dikatakan Kapten Lu?
Apa?
Katanya kamu sudah mati diledakkan.
Sebelum Kapten Lu pergi...
Sudahlah.
Jangan membicarakan masa lalu.
Masa lalu mana boleh tidak diceritakan?
Itu semua adalah perbuatan heroikmu.
Kakak Ipar.
Kapten Lu di bagian sini,
saat melindungi bawahan,
pernah tertembak.
Kakak Ipar seharusnya sudah melihatnya.
Kapten Lu.
Setelah belok dari sini, yang ketiga.
Aku masih harus membantu ibuku membuat pembukuan.
Kapten Lu.
Semua kudanya ada di sini.
Kalau kamu ingin menungganginya, pilihlah sendiri.
Aku pulang dulu.
Semuanya gelap.
Mereka tidur secepat ini?
Sudah malam.
Sudah jam 11.
Di dalam, ada berapa ranjang?
♫Ingin melihat momen matahari terbit bersamamu♫
♫Menutup mata dan diam-diam membuat keinginan♫
♫Bayangan punggungmu memenuhi jalan yang panjang♫
♫Jadilah kenyataan dari mimpiku yang gersang♫
♫Jatuh cinta remaja terjadi dalam satu tatapan♫
♫Lebih dekat lagi tanpa memedulikan apa-apa♫
♫Kamu adalah pesan penutupan masa remajaku♫
♫Kamu adalah segalanya di planet kecilku♫
♫Terkadang aku berpikir♫
Apakah boleh?
♫Angin akan bertiup ke padang salju♫
♫Cahayamu akan mengusir semua malam yang dingin♫
Dulu saat menciumku,
kamu tidak bertanya.
♫Aku bersedia demi dirimu♫
♫Menggerakkan semua kerinduanku♫
♫Menepati janji untukmu dengan semua impianku♫
Normal kalau terluka.
Bukankah kamu penjinak bom?
Menjinakkan bom adalah spesialisasi.
Tugas paling utama dari Polisi SWAT
adalah menjaga keamanan negara.
Aku sudah pernah bertemu dengan
perang pistol, perang pedang, dan bom.
Sebelumnya kamu tidak pernah mengatakannya.
Apa yang perlu dibicarakan?
Hari pertama aku masuk,
kapten lama memberitahuku,
ada beberapa hal
yang kalau bisa tidak diberitahukan kepada keluarga,
lebih baik jangan dikatakan.
Selain khawatir,
tidak ada keuntungan apa pun.
Beberapa tahun ini Polisi SWAT,
tidak ada satu pun yang tidak terluka.
Tahun lalu, ada seorang
anak baru.
Kakinya terluka saat latihan
dan malah merasa senang.
Dia berkata,
akhirnya terluka.
Kini dia berani mengatakan
kalau dia adalah anggota eskadron ini.
Waktu itu kamu bersikeras pergi.
Kamu tidak mendengarkan apa pun yang aku katakan.
Sudah menderita begitu banyak.
Benar-benar gila.
Musim dingin malah datang ke padang rumput untuk bermain.
Orang lain datang di musim panas.
Aku kedinginan semalaman.
Benar-benar bisa mati kedinginan.
Yang paling gila adalah
melihat matahari terbit?
Matahari terbit apanya?
Aku akan tidur dengan Sun Hao.
Jangan marah lagi.
Sudah kedinginan semalaman,
untuk apa melihat matahari terbit?
Baik, kalian lanjutkan.
Sudahlah.
Ini semua salahmu.
Bertengkar dengan kakak ipar?
Selain ini,
aku juga tidak bisa memikirkan alasan lain.
Istri masih
berbaring di atas pemanas.
Seorang pria dewasa,
apa yang bisa dilakukan di tengah malam?
Pergi ke sana, luas.
Tunggu aku.
Terakhir kali saat kami datang,
istrinya masih ada.
Sekarang istrinya sudah pergi.
Hanya tersisa dia sendiri.
Aku akan mengetuk pintu.
Dia sudah mengatakannya berkali-kali.
Saat kamu kembali,
dia pasti akan minum denganmu.
Sudah terlalu larut.
Kamu tidak lihat lampunya masih menyala?
Lampu penyambut tamu masih menyala,
berarti tuan rumah belum tidur.
Siapa itu?
Selamat malam.
Kenapa kamu datang hari ini?
Kapten Lu.
Mari.
Ini, ambillah.
Ini, ambillah.
Duduk.
Aku membuatnya sendiri.
Cobalah, ayo.
Mari.
Minum.
Minum.
Terakhir kali bertemu itu...
Dua tahun yang lalu.
Benar.
Apakah Kapten Lu masih di Qining?
Sudah kembali ke kampung halaman.
Kembali ke kampung halaman?
Bagus.
Sudah dewasa,
bagus kalau berada di sisi orang tua.
Ayo.
Makanlah.
Kamu ini minum terlalu cepat.
Ayo.
Kapten Lu.
Ayo.
Alangkah baiknya kalau kamu tinggal beberapa hari lagi.
Putra bungsuku akan kembali.
Lain kali.
Lain kali dia pergi ke Beijing,
suruh dia cari aku.
Baik.
Sebenarnya pertama kali mendengar
keluarga seperti kalian,
aku cukup terkejut.
Apa yang mengejutkan?
Dalam satu keluarga, ada lebih dari 20 polisi.
Meski disebut sebagai pahlawan,
tapi sangat sulit dilakukan.
Orang luar tidak mengerti.
Kita yang seprofesi paling mengerti
bahwa kehormatan keluarga
ditukar dengan darah dan air mata.
Kehormatan keluarga.
Kehormatan keluarga.
Kapten Lu.
Terima kasih.
Ayah tiriku,
juga orang yang melindungi negara.
Beliau baru menikah dengan ibuku beberapa tahun,
lalu meninggal karena sakit.
Aku melakukan pekerjaan ini,
juga mendapat pengaruh darinya.
Saat sekolah, aku selalu tidak punya tujuan.
Setelah lulus, aku datang ke sini.
Di garis terdepan kepolisian,
pernah mengejar
penjahat kabur yang paling kejam dan jahat,
telah membongkar ribuan
bom profesional dan amatir.
Aku baru merasa
hidup seperti ini adalah yang terbaik.
Jadi, aku iri pada kalian,
ada bimbingan dari orang tua,
tidak usah melewati terlalu banyak kesulitan.
Hari ini kamu ada masalah?
Manusia hidup pasti punya masalah.
Terkadang banyak,
terkadang sedikit.
Apa sudah pergi melihat kapten lama kalian?
Lusa.
Aku akan ke sana saat pulang.
Sekalian melihat beberapa teman lama.
Minum teh susu hangat untuk menghangatkan tubuh.
Lumayan, 'kan?
Apa yang kamu bicarakan dengan Ibu Sun?
Dia bilang pasangan suami istri kemarin
kedinginan sampai tidak tahan
dan bertengkar hebat.
Pagi ini bahkan tidak melihat matahari terbit,
langsung pergi ke kota.
Memang sangat dingin.
Dan semakin tidur semakin dingin.
Aku terbangun karena kedinginan,
baru menyadari kamu...
♫Ingin melihat momen matahari terbit bersamamu♫
Apakah kamu tahu ini disebut apa?
♫Menutup mata dan diam-diam membuat keinginan♫
Apa?
Chen Xiao (fajar pagi).
♫Bayangan punggungmu memenuhi jalan yang panjang♫
♫Jadilah kenyataan dari mimpiku yang gersang♫
♫Jatuh cinta remaja terjadi dalam satu tatapan♫
♫Lebih dekat lagi tanpa memedulikan apa-apa♫
♫Kamu adalah pesan penutupan masa remajaku♫
Tidakkah kamu merasa kita sangat berjodoh?
Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?
Lihat.
♫Kamu adalah segalanya di planet kecilku♫
Kata terakhir
namamu adalah Chen.
Aku Xiao.
Chen Xiao (fajar pagi).
Cahaya matahari di pagi hari.
♫Aku bersedia demi dirimu♫
Sangat cocok, 'kan?
♫Menggerakkan semua kerinduanku untukmu♫
♫Menepati janji untukmu dengan semua impianku♫
♫Karena itu kamu♫
♫Kamu yang serba bisa♫
♫Kamu adalah satu-satunya alasanku♫
♫Melintasi waktu untuk kembali bertemu denganmu♫
♫Karena itu kamu♫
♫Akhir dari mimpi adalah kamu♫
♫Mungkin sepanjang hidupku ini♫
Minum teh susu.
♫Menunggu fajar untuk bertemu denganmu♫
Terima kasih.
Setelah pasangan suami istri itu pergi,
kalian adalah satu-satunya
♫Kamu adalah semua kerinduanku♫
tamu terhormat di sini.
Kalian mengobrol saja.
♫Aku hanya ingin memelukmu dengan erat♫
Ayo, masuk.
Apartemen lansia kami ini
transportasinya paling praktis.
Selain itu, di Lingkar Kedua,
lokasinya sangat bagus.
Rumah Sakit Youyi ini
ada di depan kita.
Ada ruang kebugaran, ruang hiburan.
Ini adalah set kamar apartemen hotel
yang sesungguhnya.
Benar.
Bos menelepon, maaf.
Anda sibuk saja, aku jalan-jalan sendiri.
Baik.
Baik.
Bagaimana dengan apartemen ini?
Lumayan bagus.
Pagi ini sudah melihat lima apartemen.
Coba berikan komentar.
Aku beri komentar?
Aku ingin melihat
sudut pandang anak-anak.
Lumayan bagus.
Tidak ada lagi?
Kosakatamu kurang.
Nanti aku ajari bahasa Mandarin-mu.
Bibi Duan Rou,
kenapa kita terus melihat
apartemen lansia?
Ceritanya panjang.
Kubawa kamu makan enak.
Ayo.
Aku juga dari keluarga orang tua tunggal,
sama sepertimu.
Ibuku
belakangan ini kurang sehat.
Tapi aku sering pergi dinas,
tidak ada waktu menjaganya.
Jadi, ingin mencarikan
apartemen lansia kelas atas untuknya.
Dengan demikian, ada dokter,
ada orang yang menjaganya,
dan ada teman baru yang menemaninya bermain.
Setelah mencari beberapa apartemen,
tiba-tiba tertarik
terhadap industri ini.
Jadi, mulai berinvestasi.
Apakah ayahmu tidak mencarimu?
Dia sibuk.
Setelah Paman Lu pergi,
dia adalah
kapten Tim SWAT.
Enak?
Enak.
Mau satu lagi?
Mau.
Ayo.
Terima kasih.
Mari, makan.
Jangan sungkan.
Makan roti naan lagi.
Terima kasih.
Orang-orang di sini
benar-benar sangat ramah.
Terakhir kali aku dan Cai Yaya datang,
kami bertemu dengan sebuah keluarga
yang sama sekali tidak kami kenal di jalan.
Kami hanya ingin menanyakan jalan,
mereka langsung menarik kami masuk,
lalu memberikan semangkuk teh susu
dan juga beberapa dendeng sapi.
Kami berdua jadi bingung.
Ganti ke siaran CCTV untuk menonton berita.
Aku angkat telepon dulu.
Aku angkat telepon dulu.
Halo, siapa ini?
Aku adalah Gui Yuanshan,
ayahnya Gui Xiao.
Kamu seharusnya masih ingat, 'kan?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.