Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 10]
Ayah.
Aku di bandara.
Ayahku ada di sini.
Paman yang legendaris itu?
Ikutlah denganku ke sana.
Jika ada kamu,
dia bisa melepaskanku lebih awal.
Nanti aku harus mengatakan apa
saat bertemu ayahmu?
Kamu duduk agak jauh,
berpura-pura
terburu-buru mau naik pesawat.
Ayo.
Xiaoxiao.
Ini rekan kerjaku, Duan Rou.
Halo, Paman.
Halo.
Kalian ngobrol dulu.
Aku tunggu di samping.
Duduklah.
Anda sedang dinas?
Pergi ke Sanya untuk menghadiri forum.
Kamu mau ke mana?
Aku pergi ke Anhui,
ada sebuah proyek energi baru.
Dua tahun ini energi baru
kemajuannya cukup besar.
Arah yang kamu pilih ini lumayan bagus.
Belakangan ini...
apakah ada rencana membeli rumah?
Ayah bisa membantumu.
Tidak ada.
Model dupleks yang kusewa sudah cukup.
Kantor masih memberikan subsidi sewa rumah.
Gantilah ke area yang lebih bagus.
Ayah bisa memberimu bantuan.
Tidak perlu.
Aku tinggal di sana sudah sangat bagus.
Juga gampang dicapai dari kantor.
Benar.
Dekat dengan perusahaan.
Mobilmu itu
juga sudah dikendarai bertahun-tahun, 'kan?
Bagaimana kalau ganti yang lain?
Belakangan ini
aku sudah membeli yang baru.
Dipakai bergantian dengan mobil yang dulu.
Baik.
Bawa aku pergi.
Halo.
Ya.
Kami sedang bersama.
Baik.
Ada telepon, Gui Xiao.
Sekarang?
Ini penting.
Halo, mohon tunggu sebentar.
Ayah, aku masih ada urusan,
aku pergi dulu.
Nanti aku langsung naik pesawat.
Sampai jumpa, Paman.
Silakan katakan.
Kenapa kamu selalu ingin kabur saat bertemu ayahmu?
Tidak ada bahan pembicaraan.
Apa yang kalian bicarakan tadi?
Serius seperti sedang rapat saja.
Dia ingin membelikanku mobil dan rumah.
Aku bilang tidak perlu, aku sudah punya sendiri.
Rumah dan mobil tidak boleh menganggap terlalu banyak.
Aku bisa menghasilkan uang sendiri,
tidak perlu uangnya.
Sebentar lagi baru naik pesawat,
kenapa sudah mematikan ponselmu sekarang?
Aku harus membaca
setumpuk dokumen ini.
Jika dimatikan akan lebih tenang.
Lagi pula,
ada hal mendesak tinggal cari kamu.
Tidak takut pacar mencarimu?
Dia beberapa waktu ini
dilarang menggunakan peralatan komunikasi.
Jika ingin mencariku,
maka hanya bisa menggunakan pikiran.
Dia melakukan apa?
Rahasia.
Kakakku adalah polisi SWAT.
Keluarganya tidak pernah bertanya padanya.
Dia juga tidak pernah menceritakannya.
Asalkan hal yang berhubungan dengan pekerjaan,
tidak boleh dikatakan.
Tidak boleh bilang misi apa,
tidak boleh bilang kapan pulang.
Kapan terluka,
kapan berjasa,
semuanya tidak boleh dikatakan.
Pokoknya ada masalah hanya satu kalimat.
Ada misi.
Lalu harus segera pergi.
Pahlawan tanpa nama
dan keluarga pahlawan.
Tegak gerak!
Istirahat di tempat.
Imlek, suasana baru.
Raut wajah semua orang
terlihat bagus.
Di Tahun Baru Imlek ini,
aku dan Kapten Lin bekerja sama
membawakan hadiah besar untuk semuanya.
Hadiah besar ini
adalah melakukan pertandingan besar
dengan tim SWAT Kota Zhangye.
Terima kasih, Kapten Lu.
Terima kasih, Kapten Lin.
Eskadron Satu dan Eskadron Dua ikut pertandingan.
Semua anggota baru akan mengamati dan mempelajari.
Lapor.
Katakan.
Kapan dimulai?
Besok.
Kompetisi kali ini dibagi menjadi empat bagian besar.
Tes kemampuan komprehensif
termasuk merayap, mendaki, menurun
sambil membawa beban 5 km.
Tes mengemudi,
termasuk mobil anti huru-hara,
mengemudikan mobil lapis baja 13,5 ton.
Tes menembak,
termasuk penembakan senapan panjang dan pendek
serta menembak dengan membalik
sisi senapan penembak jitu,
merebut posisi untuk menembak,
serang dan menembak.
Terakhir adalah pertarungan individu.
Tes bahasa
dan pengoperasian pesawat nirawak.
Aku tekankan,
aku dan Kapten Lu adalah
ketua penguji ujian bahasa kali ini.
Kalau kalian punya
kemampuan bahasa minor,
keluarkan saja.
Kapten Lu bisa mengerti semuanya.
Saat itu, demi melaksanakan tugas,
Kapten Lu dalam dua tahun menguasai
tiga bahasa.
Selain itu sisanya,
penilaian langsung, kualitas psikologis
akan dinilai
dalam latihan pertempuran nyata besok.
Apakah masih ada pertanyaan?
Lapor.
Katakanlah.
Apakah Kapten Lu juga berpartisipasi?
Tentu saja.
Karena Kapten adalah kapten tim,
maka harus lebih baik dari kami.
Tentu saja.
[Kompetisi Aktual Pelatihan Pasukan Kepolisian]
[Turun dengan tali punggung]
[Delapan Item Polisi SWAT, alangan jaring rendah]
[Lari lintas alam pasukan bersenjata]
[Keterampilan mengemudi khusus]
[Delapan Item Polisi SWAT, tali papan miring]
[Anjing polisi pelacak peledak]
Maju!
Baik, ayo.
[Membongkar dan pemasangan pistol]
[Mendarat secara terbalik]
[Delapan Item Polisi SWAT, alangan rintang udara]
[Pengendalian robot penjinak bom]
[Menembak posisi berdiri]
[Menembak posisi berlutut]
[Menembak posisi tiarap]
[Membidik posisi tiarap]
Visualnya bagus.
Hampir tidak bisa melihat target.
Kapten Lu menembak semua target.
Kapten Du kurang satu.
Raja senjata tim kita akan ganti orang.
Aku salut.
Kapten Lu,
kenapa memilih menjinakkan bom?
Karena
lebih berbahaya.
Harus ada orang yang melakukannya.
Bukankah begitu?
Bagaimana denganmu?
Aku?
Di sekolah kepolisian aku jurusan manajemen ketertiban.
Setelah lulus aku magang,
lalu langsung dibagi.
Pemimpin kami menyuruhku memilih sendiri.
Aku bilang,
semua harus mematuhi pengaturan.
Anak baik.
Benar-benar sudah bekerja bertahun-tahun.
Saat itu aku baru lulus.
Di periode yang sama, ada 40 orang.
Sekarang ada satu yang sudah berkorban,
masih ada tiga orang yang terluka parah dan cacat.
Apa masih ada?
Ada.
Ikut aku ke ruang rapat
untuk menulis laporan evaluasi.
Pasti cukup.
Berdiri.
Kepala Cabang.
Di mana Kapten Lu kalian?
Aturan lama dalam tim,
jabatan siapa yang paling besar, dia yang maju duluan.
Siapa yang membuat bom ini?
Aku.
Kemampuanku sungguh bagus.
Dengar-dengar,
kalian berdua sering bertukar hadiah.
Sebelum Kapten Lu datang, aku tidak pernah bertemu
orang yang lebih baik dariku dalam membuat bom.
Kali ini akhirnya bertemu lawan yang setara.
Aku tentu tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan.
Semua yang kita simulasikan adalah
kasus nyata dalam dan luar negeri.
Bukanlah pengandaian,
sedangkan pernah ada ahli penjinak bom
yang pernah menghadapinya.
Setara TNT dari perangkat peledak ini
cukup untuk membuat semuanya tewas di tempat.
Pusat Komando.
Peledak berada dalam kondisi menunggu untuk diaktifkan,
tidak boleh dipindahkan lagi.
Kondisi di lokasi
tidak diizinkan melakukan proses mekanik.
Siap melakukan proses manual.
Hati-hati.
Semua anggota tinggalkan lokasi.
Sebelum datang ke tim,
aku mengira semuanya hanya menggunting kabel,
lalu tebak potong yang mana saja.
Mana ada yang semudah itu?
Tiap perangkat peledak
yang kalian hadapi selalu berbeda.
Lokasinya juga selalu berbeda.
Satu-satunya yang sama adalah
kalian tidak punya kesempatan untuk gagal.
Kegagalan pertamamu
adalah yang terakhir.
Perangkat peledak berhasil dibongkar.
Zhou Xin,
sekarang mau mengujimu
mengoperasikan robot
untuk memindahkan bom.
Siap.
Bomnya sudah dilepas.
Sungguh sama seperti aslinya.
Aku sangat gugup sampai berkeringat.
Ini memang aslinya.
Ini adalah lokasi
yang pernah dibongkar oleh Kapten Lu.
Dia memberikan kalian contoh serupa dengan keadaan nyata.
Satu-satunya yang berbeda adalah perangkat peledak.
Hari ini, dibuat olehku.
Lebih sulit dari yang dibuat penjahat,
dan lebih berbahaya.
Maaf.
Aku datang terlambat.
Tebak apa yang kulakukan kemarin.
Minum alkohol.
Bagaimana kamu bisa tahu?
Bagian keuangan baru saja datang mencariku
dan bertanya padaku kenapa
data pengeluaran kantor kamu akhir-akhir ini
semuanya minum alkohol.
Aku bilang padanya,
kamu akan segera mendapatkan
proyek kotak misteri.
Jika diteruskan seperti ini,
aku jadi ingin membuka toko kotak misteri.
Sungguh tidak disangka,
dua tahun ini
kotak misteri bisa langsung meledak.
Diberi uang pun tidak bisa investasi.
Berusahalah di babak selanjutnya.
Aku masih ada
uji tuntas operasional platform pendidikan.
Pendidikan mudah dilakukan.
Paling mudah dijalankan.
Aku menyadari kamu sepertinya sangat tertarik
tentang urusan anak kecil.
Aku suka anak kecil.
Sudah kembali?
Bagaimana dengan uji tuntas operasional?
Baru selesai bicara dengan klien.
Perkembangannya lancar.
Aku takut kamu tidak ada waktu
untuk rapat dengan kami.
Ada waktu.
Asalkan aku bangun,
itu adalah jam kerja.
Katakanlah.
Telepon dari Qining.
Halo.
Lu.
Aku sudah melihat pesanmu.
Aku baru pulang.
Kukatakan padamu,
belakangan ini terlalu banyak tugas.
Kartu keluarga masih di rumah,
tidak ada waktu untuk mengambilnya.
Anak sudah mau masuk sekolah.
Ya, aku tahu.
Aku akan berdiskusi lagi dengan ibunya.
Telepon dari Lu Yanchen?
Beri tahu dia,
prosedur pemindahannya belum selesai.
Minta dia luangkan waktu untuk datang.
Baik, aku akan memberitahunya sekarang.
Kamu sudah dengar, 'kan?
Cepatlah kembali.
Kali ini kamu pulang,
mungkin bisa bertemu
dengan orang yang ingin kamu temui.
Sudah ada petunjuk?
Untung kamu belum menyelesaikan prosedurmu,
masih termasuk anggota Qining kami.
Kasus yang dulu kamu tangani,
harus selesai kamu serah terimakan.
Kembalilah.
Sudah hampir selesai.
Aku akan segera mengaturnya.
Baik.
Kepala Cabang.
Aku beri tahu,
Kapten Lu kalian akan libur
dan kembali ke Qining.
Kamu harus bertanggung jawab atas pekerjaan di sini.
Aku sudah dengar.
Hari itu bertemu rekan kerjanya dulu.
Katanya sejak dia masuk kepolisian,
dia tidak pernah mengambil cuti pribadi.
Kali ini kembali ke Qining,
mungkin ada hal penting.
Sebuah masalah lama,
sudah ada petunjuk.
Semuanya sudah bekerja keras.
Bos, kamu berkata seperti ini,
aku merasa hari ini harus lembur.
Terserah jika kamu mau lembur.
Guru Sun.
Aku bisa.
Baik, maaf sudah merepotkan Anda.
Sampai jumpa.
Nanti aku tidak
makan bersama kalian.
Bukankah kamu mau pulang?
Sekalian antarkan aku.
Hari ini aku tidak bawa mobil.
Kebetulan satu arah.
Baik.
Sampai jumpa.
Ayo.
Makan yang banyak.
Hari ini kamu
berdiri sendirian di depan sekolah
berapa lama?
Hanya sebentar. Aku sudah memikirkannya,
jika sampai malam tidak datang
aku akan tidur di kelas.
Omong kosong apa?
Telepon aku.
Kenapa tidak mencariku?
Sungguh tidak apa-apa.
Maaf, Xiaonan.
Maaf sekali.
Dalam perjalanan, ada mobil yang tabrakan.
Jadi macet sekali.
Rumah kalian sangat jauh.
Biasanya
kamu mengantarnya ke sekolah jam berapa?
Jika aku mengantarnya,
sekitar jam lima pagi.
Kalau tidak, pasti macet.
Pasti akan terlambat.
Tapi semua ini
disuruh oleh Lu Chen.
Aku rela berkorban untuk saudaraku.
Ini tidak masalah.
Sekarang demi dia,
aku bahkan tidak berani minum bir lagi.
Aku harus menjadi sopirnya.
Oh ya,
kamu lihat tangkapan layar ini.
Lu Chen yang mengirimkannya kepadaku.
Ini tugas dari gurunya.
Sekarang PR diberikan di internet?
Benar.
Sekarang
kamu hanya perlu mengunduh aplikasi dan mengeklik,
maka sudah bisa melihat
tugas apa yang diberikan oleh guru.
Lihatlah.
PR bahasa hari ini
adalah membaca dengan lantang.
PR matematika adalah aritmetika cepat.
Ini semua mudah.
Tapi bahasa Inggris aku sungguh tidak bisa.
Begini saja.
Minggu ini serahkan Qin Xiaonan padaku.
Tinggal di rumahku.
Kebetulan aku juga tidak dinas keluar kota.
Senin sampai Jumat aku ada di rumah.
Aku masih bisa membantunya memeriksa PR.
Apakah ini tidak masalah?
Apanya yang bermasalah?
Bukankah dia tinggal di rumahku
saat baru datang ke Beijing?
Kalau begitu, terima kasih banyak.
Terima kasih, saudaraku.
Cepat makan, kamu yang traktir.
Baik.
Jika ada pertanyaan, tanya saja.
Di usiamu ini,
sudah seharusnya terus bertanya.
Bibi Gui Xiao, apa yang sedang kamu lihat?
Aku sedang melihat laporan keuangan.
Proyek yang aku investasikan, setiap bulan
harus melihat kondisi operasionalnya.
Harus lihat ini.
Bagaimana dengan Bibi Duan Rou?
Aku sedang menonton The Good Dinosaur.
Jawab yang benar.
Aku sedang melihat penjelasan dari apartemen pensiun.
Ibu temanku
belakangan ini ingin tinggal di apartemen pensiun.
Aku menyadari ini adalah sebuah
proyek dengan prospek yang sangat bagus.
Jadi, aku berencana untuk berinvestasi.
Apa keingintahuanmu sudah terjawab?
Aku akan lanjut menulis
PR bahasa aku.
Mau minum apa ambil sendiri.
Kamu bicara begitu profesional dengan anak kecil,
dia juga tidak mengerti.
Sejak kecil ibuku
selalu berbicara seperti ini padaku.
Tidak pernah asal-asalan.
Aku tanya apa,
dia akan jawab secara sistematis.
Menurutku begini cukup bagus.
Membuatku sejak kecil merasa
dunia ini sangat ajaib.
Harus belajar dengan baik,
baru bisa bekerja dengan puas.
Masih Bibi yang mendidik dengan baik.
Malam ini tidurlah denganku.
Aku tidur dengan Xiaonan.
Qin Xiaonan diam-diam memberitahuku,
setiap kali dia tinggal di rumahmu,
saat tengah malam tidak berani ke toilet.
Rumahmu terlalu besar.
Aku berjanji menemaninya tidur
dan tengah malam menyalakan lampu untuknya.
Dia tidak pernah memberitahuku.
Kamu tuan rumah.
Dia anak yang pengertian, malu mengatakannya.
Anak ini,
malah tidak malu memberi tahu tamu.
Benar.
Baiklah, lagi pula ranjang untuk dua orang.
Bagaimana hubunganmu dengan mantan pacarmu?
Hubungan sudah membaik.
Teman.
Apa dia lajang?
Sekarang, iya.
Bagaimana dengan sebelumnya?
Sedikit rumit.
Nak.
Kamu sudah bangun?
Kamu sudah mengerjakan PR semalam belum?
Bagaimana dengan sekolah baru?
Apa uangnya cukup?
[Ayah]
Maaf.
Putramu keluar.
Aku baru bangun tidur dan tak sengaja menjawab teleponnya.
Kamu siapa?
Aku adalah rekan kerja Gui Xiao.
Membantu merawat anakmu.
Itu sungguh terlalu...
Tidak perlu sungkan.
Aku menyukainya.
Terima kasih.
Sama-sama.
Xiaonan.
Nanti aku suruh dia meneleponmu.
Baik.
Sampai jumpa.
Makanlah sedikit selagi hangat.
Tidak sempat minum sup kambing,
sudah akan rapat.
Apakah anakmu pindah sekolah masih terbiasa?
Tidak tahu.
Kamu tadi sudah menelepon lama tidak bertanya?
Tadi bukan anakku yang mengangkat,
melainkankan
rekan kerja mantan pacar Kapten Lu yang mengangkat.
Halo, Lu Yanchen.
Lu.
Putraku
masih di rumah mantan pacarmu?
Sepertinya tidak enak hati, 'kan?
Aku menitipkannya pada temanku.
Tidak mungkin.
Aku baru saja selesai meneleponnya,
rekan kerja Gui Xiao yang mengangkat.
Beberapa hari ini kamu tidak pulang?
Benar.
Begini, kamu cepat pergi
dan wakili aku mentraktir Gui Xiao makan.
Aku merasa tidak enak hati.
[Jalan The Lama Temple]
Tunggu di mobil.
Sudah pulang kerja?
Belum.
Aku sudah pulang kerja.
Aku akan bawa Xiaonan jalan-jalan.
Menunggumu di sekitar sini.
Tapi aku masih lama.
Aku sudah pulang kerja.
Semalam apa pun akan aku tunggu.
Tidak bisa.
Dia masih harus mengerjakan PR.
Aku akan mencari tempat minum
dan membawanya mengerjakan PR.
Tidak boleh.
Jika begitu dia tidak akan fokus mengerjakan PR.
Bisa membuat anak jadi nakal.
Dulu tidak menyadari
jika kamu cukup berpengalaman merawat anak.
Dulu aku juga tidak menyadari
jika kamu masih bisa merawat anak seorang diri.
Aku tunggu kamu.
Xiaonan lebih familier dengan rumahku dibanding kamu.
Pergilah.
Aku pergi sendiri?
Untuk dia mengerjakan PR.
Ini karena memandang Xiaonan.
Gantilah.
Kamu ingin minum apa? Biar aku tuangkan untukmu.
Pergi.
Ini rumahmu?
Bahkan menjadi sungkan.
Jika kamu tidak mau minum, aku akan mengerjakan PR.
Pergilah.
Jangan sembarangan menyentuh
barang Bibi Gui Xiao,
dia tidak suka.
Pergi kerjakan PR.
♫Kamu pasti diam-diam menyimpan♫
♫Banyak kesulitan♫
♫Menunggu bertemu seseorang♫
♫Yang bisa mengerti kesulitan itu♫
♫Di malam yang ada arak dan angin♫
♫Separuh bulan♫
♫Bulan♫
♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫
♫Kenangan yang lama♫
♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫
♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫
♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫
Aku membelikan makanan untuk kalian.
♫Rasanya sejuk♫
Jadi sia-sia.
♫Sejuk♫
Tidak sia-sia.
Kami bawa pulang untuk dimakan.
♫Kamu pasti diam-diam pergi♫
♫Ke tempat terjauh♫
♫Membawa kembali oksigen hijau musim panas♫
Aku panaskan untukmu.
♫Dan juga daun kuning musim gugur♫
Aku bantu.
Tidak perlu, tunggu saja.
♫Di malam yang bermimpi mengejutkan di taman♫
♫Sebuah lagu sedih tentang masa muda yang indah♫
Ini adalah tugasnya minggu ini.
Aku sudah menyusunnya
sesuai mata pelajaran.
Kertas catatan di atasnya
juga sudah tertulis apa yang harus dilakukan.
Aku adalah ahli mengurus diri sendiri?
Dia harus merapikan
tasnya sendiri,
kasur dan lemari.
Jika sudah dibereskan
kamu berikan dia bintang,
lalu serahkan saja pada guru.
Sekolah anak-anak zaman sekarang
memang berbeda dengan kita dulu.
Benar, lebih detail.
Aku pergi dulu.
Minggu ini aku istirahat dengan normal.
Jika kamu ada waktu,
cari aku kapan saja.
Ayo pulang.
Sampai jumpa, Bibi Gui Xiao.
Apakah kamu ingin ikut kami pulang dan bermain?
Sekarang?
Kebetulan aku pulang dengan mengendarai mobil.
Maksudku,
aku akan membawamu ke sana.
Kebetulan kamu bisa tinggal
di rumah Meng Xiaoshan
dan berkumpul dengannya.
Masih tidak cepat bereskan barang?
Tunggu aku 10 menit.
Sudah lama tidak pulang,
juga tidak ada yang beres-beres.
Tidak apa-apa.
Sudah pulang?
Aku antar kamu pulang dulu.
Siapa ini? Pacar?
Kenapa tidak boleh dilihat orang?
Kenapa lari?
Itu ayahku.
Aku tahu.
Apakah kamu pernah bertemu dengannya?
Dulu?
Aku ingat suaranya.
Bocah tengik.
Kamu menganggap tempat ini sebagai restoran?
Keluar kamu!
Keluar!
Keluar kamu!
Keluar!
Tidak disangka kamu masih mengingatnya setelah bertahun-tahun.
Awalnya ingin
melewati akhir pekan bersamamu.
Maaf.
Tidak di sini juga bisa.
Kamu sungguh tidak menarik.
Waktu kecil kencan di bengkel,
sekarang masih di sini.
Ayo.
Ke mana?
Pokoknya tidak bisa di sini.
Ayo.
Ini terkunci.
[Klub Biliar Manhei]
Ini kunci serba guna?
Apa yang kamu pikirkan?
Ini memang kunci aslinya.
Kunci masih membedakan asli atau tidak?
Meskipun
ini tempat milik suami Meng Xiaoshan,
tapi kita juga tidak boleh sembarangan masuk, 'kan?
Qin Feng yang memberikan kuncinya padaku.
Selagi aku libur,
dia ingin memintaku membantunya memeriksa
peralatan CCTV di sini.
Makanya baru ada ini.
Harusnya bilang dari awal.
Apa kamu masih ingat dulu duduk di mana?
Di samping jendela.
Kamu belok masuk dan melihat Hai Jianfeng.
Lalu, turun dari sepeda dan bicara dengannya.
Ternyata memang bisa melihatku datang.
Cukup nyaman.
Kenapa hari itu kamu
berpura-pura tidak mengenalku?
Hari itu banyak orang,
takut semua orang menggodamu.
Menurutmu, kita
pernah ribut putus berapa kali?
Tidak pernah.
Tidak mungkin.
Aku ingat ada berkali-kali.
Putus harus ribut dan dilakukan oleh kedua orang.
Selain terakhir kali,
setiap kali hanya kamu
yang mengumumkan secara sepihak
ingin mencampakkanku.
Jadi tidak disebut putus.
Baiklah, bertengkar.
Bertengkar secara sepihak.
Aku ingat, pertama kali adalah
ketika mengambil foto kelulusan.
Teman sekelasmu menggodamu
dan bilang teman sebangkumu diam-diam menyukaimu.
Bisa dianggap begitu.
Kenapa dipikirkan sekarang masih cemburu?
Normal.
Apanya yang normal?
Sedang apa?
Pacaran
sampai ke tempat biliar orang?
Bahkan membobol pintu.
Bos kalian yang memberiku kunci.
Sungguh sama.
Siapa kamu?
Lu Chen.
Kamu adalah ahli penjinak bom dari Keluarga Lu?
Polisi SWAT.
Aku tahu.
Kamu menjinakkan bom.
Kamu malam-malam ke sini,
ada masalah?
Bos kalian
memintaku memeriksa
sistem CCTV di sini.
Katanya ada titik buta yang tidak terekam.
Memintaku untuk menyesuaikan
sudut kamera.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.