All language subtitles for Oh.My.Ghost.E10

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

VERGILL.BLOGSPOT.COM

Sudah sampai.

Iya.

Sebentar.

Apa kita bisa seperti ini dulu sebentar?

Duduk disana.

Iya.

Kau suka seperti ini?

Iya.

Aku suka.

Kubilang apa? Pegangan tangan saja cukup menyenangkan.

Aku ingin menjalani ini pelan-pelan bersamamu.

Seenak apapun makanan, perutmu bisa sakit jika tergesa-gesa memakannya.

Dan sakit hati lebih menakutkan

dibandingkan sakit yang dirasakan tubuh.

Sebenarnya..

Waktu..

Bagaimana jika waktuku tak banyak?

Waktumu tak banyak apanya?

Seperti mau mati besok saja.

Kau bicara begitu karena tak ada lagi yang bisa kau katakan.

Kenapa? Mau memarahiku lagi, hah?

Aku benar-benar ingin memarahimu.

Sudah malam. Ayo masuk.

Lima menit lagi.

- Tidak bisa. - Satu menit kalau begitu.

Satu menit.. Satu menit lagi saja.

Iya.

Tidak, aku tidak minum.

Aku hanya membawakan roti untuk kakakmu.

Ini adalah roti kesukaannya.

Entahlah. Mungkin dia akan marah.

Aku langsung pulang setelah menaruh ini. Iya.

Aku mengerti!

Aku jadi gugup.

Dia itu bukan anakku. Dia itu raja, raja.

Lihat senyummu padahal cuma pegangan tangan.

Kau sangat menyukaiku?

Iya, aku menyukaimu.

Chef, tanganmu sangat hangat.

Bukan tanganku yang hangat. Tanganmu yang dingin.

Kenapa dingin sekali tanganmu? Apa peredaran darahmu tidak lancar?

Mau kubuatkan teh goji berry?

Aigoo! Kenapa gelap sekali disini?

Tangan, tangan..

Sun Woo.

Selamat malam.

Oh, kau ada diluar.

Apa yang ibu lakukan jam segini?

Aku tadi ke Taesungran lalu aku ingat kau suka roti krim mereka.

Oh.

Kenapa Boon Sook disini jam segini?

Oh, saya Bong Sun bukan Bong Sook.

Benarkah? Ya sudahlah..

Apa yang kalian lakukan disini jam segini?

Aku tadi menyuruhmu, kan?

Sudah selesai. Pulanglah.

Apa.. apa?

Kau boleh pulang sekarang.

Oh, iya! Saya pulang dulu. Selamat tinggal.

Aigoo.

Aku menyuruhnya cari sesuatu dan dia mencarinya sampai malam begini.

Dia tidak begitu pintar.

Kenapa? Apa?

- Apa kau sebegitu menderitanya? - Apa?

Ibu juga tak mengerti ukuran gadis itu...

Jangan coba-coba berbohong.

Mungkin ibu tak tahu siapa murid ibu yang absen palsu.

Tapi, ibu selalu tahu siapa kencan dengan siapa.

Ibu setingkat sabuk hitam dalam hal ini.

Ada sesuatu diantara kalian, kan?

Sesuatu apa? Bicara apa ibu ini..

Wah, sudah lama aku tak makan ini.

Malah ganti topik.

Kenapa ada anjing disini?

Kau pakai kondom, kan?

Anakku, kau harus pakai kondom.

- Ibu. - Tidak pakai?

Aigoo.

Ah, ya ampun!

Kaget sekali aku.

Aku tak melakukan kejahatan. Kenapa jantung bedegup kencang sekali?

Apa karena ahjumma itu atau...

[Oh My Ghost Episode 10]

Kau tahu betapa menakutkannya anak muda saat ini?

Kau akan serba salah dengan karyawanmu dan jika dia dendam padamu...

tak ada yang bisa kau lakukan.

Tidak seperti itu, bu. Tidak.

Baiklah, jika kau bilang tidak.

Aku tidak bilang tidak. Tapi memang tidak seperti itu.

Ibu mengerti.

Kau sangat lelah bekerja.

Anak muda memang harus melakukannya.

Tidak baik jika kau diam terlalu lama.

Tapi, keberuntunganmu tidak begitu baik tahun ini.

- Jadi pastikan pakai kondom. - Ya ampun ibu!

Ibu benar-benar ingin membicarakan hal ini dengan anakmu?

Kenapa memangnya?

Lebih baik dari pada terjadi kecelakaan nantinya.

Pulang saja, bu. Kau membuat kepalaku sakit.

Iya baiklah. Aku pasti pulang meski kau mencegahku.

Jangan beranggapan semau ibu.

Aku mengerti!

Akhir-akhir ini kau dan Eun hee banyak merengek padaku.

Saat kalian muda, kalian sangat tenang.

Sampai jumpa, anak tengik.

Sampai jumpa.

Aku pergi. Aku pergi sekarang!

Aku pergi!

Ibu sudah pergi.

Aku kesana secepat kilat.

Secepat kilat?

Sejak kapan dia jadi lucu begini?

Chef!

Oh, kaget aku!

Sorry.

Bagaimana ibumu? Apa dia merasa ada yang aneh?

Tentu saja, dia merasa ini sangat aneh.

Kau juga selalu aneh. Dan semua orang bisa melihatnya.

Aku sudah bicara dengannya. Jangan terlalu khawatir.

Syukurlah.

Ayo masuk dan istirahat.

Kau pasti lelah setelah berpesta dengan para pria itu.

Aku sudah tidur dimotel jadi tak apa.

Ah, tiba-tiba aku jadi marah lagi.

Mulai saat ini, jangan bilang 'mo' dari motel didepanku.

Iya... motel.

Eii, kau ini!

Berdirilah! Kuantar kau pulang.

Dimana rumahmu?

- Disana. - Baiklah.

- Kau mengantarku pulang? - Iya.

Sampai.

Kita sudah sampai.

- Sampai jumpa. - Aku akan mengantarmu.

Tidak, prialah yang mengantar wanita pulang.

Ah, aku mau, aku mau.

Ya ampun, apa kau mau begadang semalaman?

Masuklah.

Aku hitung satu, dua, tiga lalu masuk, oke?

- Iya. - Apa-apaan ini?

Satu, dua, tiga.

Oh, lihat dirimu.

Baiklah... satu, dua, tiga.

- Selamat malam! - Iya.

Lucu sekali.

Selamat malam, Na Bong Sun.

Ibu pulang.

Cepat sekali.

Apa oppa mengusir ibu?

Kau pikir dia akan menyambut dengan tangan terbuka?

Oppa sayang pada ibu.

Dia seperti itu karena tak biasa dengan kasih sayang.

Ibu tahu. Dia itukan anakku.

- Oh, iya. Eun hee. - Iya?

Kau tahu wanita yang bekerja sebagai asisten direstoran..

Bong Sook atau siapalah itu?

- Bong Sun. - Siapalah itu.

Dia seperti apa?

Apa dia sering pacaran?

Oh tidak! Dia tidak seperti itu.

Dia sangat sopan, tak seperti anak muda jaman sekarang.

Sangat sopan?

Dengan sikap seperti itu, dia bisa dapat banyak pria.

Kau harus mengasah caramu menilai orang.

Jangan selalu menganggap orang baik.

Ibu mandi dulu.

Kenapa semua orang penasaran pada Bong sun akhir-akhir ini?

Kunjungi VERGILL.BLOGSPOT.COM

Sepertinya menyukainya padahal aku ini hantu.

Aku pasti sudah gila.

Aku cuma menikmati perasaan yang muncul saat pacaran.

Apa tidak boleh?

Apa yang kau lakukan disana?

Oh, aku sedang bosan.

Aku jalan-jalan disekitar sini.

Kenapa? Tak bisa tidur?

Tidak, aku haus,

Akhir-akhir ini tak melihat hantu.

Jadi aku bisa tidur nyenyak.

- Begitu? - Iya.

Semua ini berkat Unni.

Rasanya aneh. Mendengarmu memanggilku unni.

Iyakan? Aku juga sama.

Aku tak pernah membayangkan akan memanggil hantu unni.

Kenapa bicara sendiri tengah malam begini?

Iya?

Oh, bukan apa-apa.

- Tak bisa tidur? - Apa?

Karena kepanasan?

Hah? Iya.

Tak ada pilihan lain. Sebentar.

Kemarilah.

- Ha? - Masuklah.

Duduklah.

Iya.

Oke. Untung belum aku buang. Sekarang pakailah ini.

Kau akan bisa tidur dengan ini.

Iya.

Dan pastikan buka pintunya saat kau tidur.

Jika tidak, kau bisa sesak nafas, mengerti?

Iya, chef.

Oke, sudah.

- Kita coba? - Iya.

Udaranya tidak dingin.

Kenapa ini?

Kenapa.. kenapa seperti ini?

Kenapa ini?

Oh, sepertinya kipasnya terbalik.

Aku salah.. kau tahu dari tadi?

- Tapi kau diam saja? - Tidak, aku...

Aku baru menyadarinya.

- Oh. - Maaf.

Bukannya aku tak paham mesin.

Tapi, aku agak bingung karena baru bangun.

- Iya. - Ini memang terbalik.

Beres. Kita coba.

Segar sekali.

Kau berkeringat. Disini...

Sudah.

Kenapa panas sekali? Membuatku gila.

Tapi masih enak disini.

Bayangkan saat bekerja didapur nanti..

Uh, aku benci musim panas.

Bergulat dengan panas. Bergulat dengan api.

Hari ini kita sekarat.

Suhunya diatas 30 derajat.

Hei, hei, musim panas masih ada untungnya.

Saat kita didapur, dan melihat kearah pelanggan...

Banyak wanita dengan celana pendek dengan kaki mereka yang putih...

Kata harus memberi wanita seperti hadiah.

Tentu saja, mereka telah menyejukkan kita.

Hati-hati. Nanti bisa dituduh pelecehan seksual.

Memangnya kita yang memaksa mereka memakai celana itu?

Hei! Apa kalian bersih-bersih pakai mulut?

Awal yang buruk.

Cepat selesaikan.

Iya, chef!

Makan ini.

Ini giseng, kan?

Daya tahan tubuhmu jelek.

Hari ini sangat panas dan banyak pelanggan.

Sebelum kau pingsan, makan ini. Anggap saja vitamin.

Bukan cuma aku yang kesulitan. Chef, kau saja.

Tidak, tidak. Aku masih sehat. Kau saja yang makan.

Jujur saja, hal ini lebih mujarab daripada ginseng.

- Enak sekali. - Kenapa kau begini?

Aku menyukainya.

- Hei, Na Bong. - Iya?

- Tinggal berapa minyak zaitunnya.. dua.. - Ada telpon.

Seseorang mencarimu.

Aku? Siapa?

Siapa ya?

Tidak ada yang hilang, kan?

Sepertinya jumlahnya benar.

Enam.

Ah, pahitnya.

- Iya, halo? - Bong Sun?

Aku Cho Hae Young.

Jangan bicara apapun dan jawab pertanyaanku.

Beritahu waktu dan tanggal lahirmu.

Siapa ya ini?

Sudah kubilang jangan tanya. Cepat jawab.

Aku lahir 14 April 1984 jam 2 pagi.

Ini siapa? Halo?

Apa-apaan ini? Ya ampun...

Itu tadi hari ulang tahunku.

Orang ini sudah mati.

Apa maksudmu? Dia masih hidup.

Dia sudah mati.

Hidupnya berakhir saat masih muda.

Memangnya siapa ini?

Aneh sekali.

Dia Bong Sook atau siapa itu.

Dia wanita yang bekerja direstoran anakku.

Bolpoin ini sepertnya rusak.

Dimana ya bolpoin yang lain? Kenapa tanya tentang dia?

Sebenarnya, aku membeli kue krim kesukaan anakku dan membawanya kesana.

Saat itu sudah malam dan anakku sedang bersama wanita itu!

Benarkah?

Apa yang mereka lakukan?

Memangnya apa lagi?

- Jangan-jangan. - Mereka ada dibangku kayu..

- Dibangku kayu? - Menempel erat sekali...

Mereka sedang bicara.

Oh, jadi mereka sedang bicara.

Tapi, saat dia melihatku, dia mulai bicara ngawur.

Jadi, mana mungkin aku tak curiga?

Perasaanku 100% akurat dalam hal seperti itu.

Bagaimanapun aku memikirkannya, ini mencurigakan.

Aduh.

Apa mungkin dia taman bunga mati yang aku lihat dalam mimpi?

Tolong lihat sekali lagi.

Bagaimana dengan yang ini? Aku sudah lama mengamati dia.

Periksa ini. Bagaimana wanita ini, hah?

Hm, aigoo...

Dulu pernah ada perpisahan.

Tapi, dia sangat setia dan bekerja keras.

Setelah awan hitam menghilang, akan muncul pelangi dihidupnya.

Benarkah?

Iya, dia akan bertemu jodohnya dan hidup bahagia setelah kesialannya hilang.

Memangnya siapa ini?

Hanya seseorang yang dianggap teman oleh anakku.

Kau pasti sibuk, kan?

Kau ada diusia saat kau paling cantik, tapi kau malah sibuk bekerja.

Apa kau ada waktu untuk pacaran?

Apa kau tak ingin menikah?

Apa kau ingin selamanya sendiri?

Anda benar. Saya menyedihkan, ya?

Kau tak punya pacar?

Iya, belum.

Semua pria disini pasti buta.

Atau mungkin karena kau agak pemilih

jadi pria tidak nyaman didekatmu?

Wanita harus sedikit cuek supaya mudah dapat pria.

Aku tahu satu dua hal soal pacaran.

Aku harus belajar dari anda.

Sepertinya begitu,

Seperti apa pria yang kau sukai PD Lee?

Contohnya..

Apa Sun Woo bukan tipemu?

Dia agak pemilih, tapi dia orang jujur.

Saya tahu.

Tapi, dia tidak melihat saya sebagai wanita.

Bagaimana denganmu? Kau menganggapnya pria?

Tentu saja. Dia menarik.

Biasanya wanita lemah pada pria seperti itu.

Karena itulah.

Jadi kau mau bilang kalau kau tertarik Sun Woo?

Yang kita bicarakan itu Sun Woo yang\

tidak pandai mesin seperti pria lain, kan?

Jadi begitu.

- Oh, selamat datang. - Aku datang.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Pergilah, nanti terlambat.

Dimana Hyungnim?

Aku mau menyapanya.

Oh, anda disini?

Petugas Choi!

- Bong Sun. - Selamat pagi.

Oh, kau kemari?

- Oh, Hyungnim. - Mau minuman dingin?

Tak usah, aku harus pergi.

Tinggallah untuk minum. Tak apa-apa, kan?

Iya? Iya, tidak apa-apa.

Cara anda mengikat sepatu unik.

Oh ini? Kau tahu Bong Sun dari restoran itu kan?

Dia yang mengikat ini.

Data pribadi.

Hei Cordon, kau lapar?

Kau mau seafood goreng ini?

Apa?

Ada sisa bahan jadi aku buat ini, rasanya tidak buruk.

Bawa sumpitmu kesini.

Kau tertipu, kan?

Kau pikir ini benar-benar seafood goreng, kan?

Aduh, pusing.

Dasar, cecunguk.

Mereka mengajari ini di Le Cordon Blue, kan?

Apa mau kubuatkan seafood pedas dengan ini?

Aku pertanyaanku ini serius.

Dia jadi semakin kekanakan, kan?

Ini bukan lagi level SD. Sepertinya level TK.

Lihat betapa polosnya dia.

Aigoo polos sekali.

Dia sangat bahagia.

Aku mau kepasar. Siapa mau ikut?

Aku.

Nanti kita beli Patbingsoo.

Kau harus memerika bahan.

Sous chef harus ada disini.

- Kalau begitu aku.. - Bukannya kau harus mengasinkan daging?

Spesial hari ini Steak bumbu.

Chef, sudah lama aku..

Kau harus memeriksa resevasi dan menyiapkan bahan.

Joon juga harus menyiapkan mie.

Aku bawa Bong Sung yang tak berguna saja. Ayo Bong Sun.

Oh, benar sekali.

Aku yang paling nganggur disini.

Jadi aku harus pergi.

Kau bilang jangan sampai ketahuan.

Apa yang kulakukan?

Kita hanya pergi kepasar, sebagai bagian dari pekerjaan.

Iya.

Chef, bisakah kau menyetir satu tangan?

Pria kelihatan keren saat begitu.

Apa kerennya seperti itu?

Oh, jadi ini yang kau mau?

Perencananmu bagus juga.

Bagus jika kau hanya terobsesi tanganku.

Jika kau terus memintaku melakukannya, aku takkan bisa menahannya.

Apa yang kau lakukan. Sadarlah.

Aku menyukai ini,

Aku juga suka. Tapi tahanlah dirimu.

Untuk buah mangga..

Tekan ujungnya dan jika empuk, artinya sudah matang.

Dan jika muncul aroma manis itu tanda buahnya bagus.

Lembut dan manis seperti dirimu, Chef?

Jangan lakukan disini.

Aigoo, istrimu ini lucu sekali.

Suamimu punya wajah yang penuh keberuntungan.

Iyakan? Wajah suamiku penuh keberuntunan, bukan?

Tentu saja, aku tahu sedikit ilmu membaca wajah setelah lama bekerja dipasar.

Aku bisa langsung lihat. Anakmu perempuan.

Kau akan punya anak perempuan yang cantik.

Anak perempuan.

Hubungan pernikahan kalian juga bagus, kan?

Ya ampun!

Kami masih belum mencobanya.

Ahjumma ini bicara sampai mana-mana.

- Ahjussi! Anda belanja sayur? - Iya.

- Kau juga? - Iya.

Ini pemilik restoran yang pernah kuceritakan. Ini Chef Kang.

Ah, aigoo, anda orang terkenal itu.

- Senang betemu. - Terima kasih.

Saya banyak mendengar tentang anda dari Bong.. Maksudku Bong Sun.

Iya.

Berikan ini padaku.

Tidak, tidak apa-apa.

- Berikan saja padaku. - Ya ampun.

Anda masih masa penyembuhan.

Harusnya anda ajak Kyung Mo.

Tidak, dia hanya menyebabkan masalah.

Dia mengeluh kalau ini berat.

Tak bisa begini. Ini terlalu berat.

- Ikut mobil kami saja - Tidak usah!

Aku naik bis saja.

Tidak, ini terlalu berat.

Tidak apa-apa. Tempat kita dekat. Ikut kami saja.

- Tak apa, kan? - Ah, tunggu...

Ah iya, itu bukan mobilnya.

Itu mobilku, dan aku juga mau menawari anda tumpangan.

- Kita searah, akan aku antar. - Aigoo.

Aku jadi sungkan.

Jangan sungkan. Ayo silahkan.

- Biar aku bawa, berikan padaku. - Tidak usah.

- Tidak, aku saja. - Tidak, tidak, biar aku saja.

Ini berat sekali.

Aigoo.

Kau sudah mengantarku, tapi aku tak punya apa-apa.

Sebentar.

Minumlah ini.

Terima kasih.

Silahkan.

Ah, iya.

Tempat ini sangat kotor, kan?

Tidak ada apa-apanya dibandingkan milikmu.

Oh tidak, tempat ini nyaman.

Di Seoul, terkenal dengan restoran tua dengan rasa yang khas.

Dulu tempat ini sangat ramai.

Setelah putriku pergi, sekarang jadi begini.

Banyak pelanggan berhenti datang.

Putri anda?

Dia sudah pergi mendahului kita.. Tiga tahun lalu.

Ah...

Ahjussi!

Sudah kuletakkan semua didalam.

- Aduh! - Hati-hati.

Oh, aku lupa memindah ini.

Ini selang, kan?

Iya, sulit membersihkan lantai dengan air dari ember.

Aku berniat menyiramnya dengan selang.

Tapi sulit karena kran airnya ada didapur.

Pasti lebih mudah jika pakai selang.

Tidak usah repot-repot.

Ini bukan hal yang mudah. Biar nanti aku suruh orang.

Ini mudah kok.

Kau yakin ini mudah?

Tentu, aku bisa melakukannya sambil menutup mata.

Kenapa tak panggil orang saja?

Kenapa buang uang untuk hal ini? Sebentar lagi selesai,

- Obeng. - Iya.

Arahnya salah.

Obengnya nyangkut.

Wah, berhasil!

Apa kubilang? Ini hal mudah.

Aigoo, bagaimana ini? Aku membuatmu repot.

Lihat semua keringatmu. Aku jadi sungkan.

Ini bukan keringat karena tadi itu sulit.

Hanya saja cuaca diluar panas.

Tak banyak yang bisa kuberikan.

Tapi makanlah dulu. Akan segera kusiapkan.

Tidak usah repot. Kami mau pergi.

Tidak. Ini karena aku berterimakasih.

Chef tidak makan nasi...

Jika anda memaksa, aku akan makan.

Baiklah, tunggu sebentar.

Terima kasih.

Chef, kau tak makan nasi, kan?

Bukannya tak bisa. Aku hanya tak mau.

Ada apa? Tidak sesuai seleramu?

Tidak, bukan begitu.

Aku sangat saya sedang mencicipinya. Ini enak sekali.

Makan yang banyak. Nasinya masih banyak.

- Kau juga Bong Sun. - Iya.

Hmm.

Oh, Na Bong Sun!

Hei, anak nakal. Kau dari warnet lagi?

Beri salam. Ini anakku.

- Kita pernah bertemu. - Iya.

Apa yang dilakukan star chef disini?

Jangan mulai lagi.

Dia memberiku tumpangan dan menyambung selang.

Dia terkenal dan bisa melakukan apa saja.

Aku juga bisa lakukan itu, yah.

Kenapa kalian bersama?

Kau tidak seperti orang yang suka mengajak asissten.

Aku tidak peduli dengan siapa aku pergi kepasar.

Ah, kau tidak suka pilih-pilih?

Keren sekali. Bravo!

Anak ini.

Silahkan duduk disini.

Oppa, kenapa lama sekali?

- Mobilnya rusak. - Ada kecelakaan.

- Ada kecelakaan? - Iya, didepan kita.

- Oh iya benar. - Iya.

Ada kecelakaan.

Lalu apa tadi? Jalannya jadi macet.

Lalu kemudian, mobilku rusak. Jadi aku memperbaikinya.

- Itulah yang terjadi. Aku masuk dulu. - Aku juga.

Shrek empat.

- Dan dua escargot. Mengerti? - Min soo.

Kenapa lama sekali? Banyak pelanggan yang menunggu.

- Bacakan pesanannya dari awal. - Iya Chef.

Mie sudah siap.

Chef, kau sakit?

Perutku tidak nyaman.

Apa perutmu sakit? Wajahmu pucat sekali.

Tidak, tidak, tidak apa-apa.

Ambil Shrek pasta lagi.

Iya.

Min soo, pesanannya masih banyak?

Setelah Shrek dan escargot untuk meja delapan, kita selesai.

- Perutmu masih tak nyaman? - Iya, sedikit.

- Kau bisa menyelesaikannya, kan? - Iya, chef.

Chef, kenapa tak coba makan sesuatu?

Ibuku pernah bilang...

jika perutmu sesak karena makanan

kau harus terus makan untuk medorongnya.

Dasar orang bodoh. Apanya yang mendorong?

Chef, Chef, Chef. Coba berdiri dengan tangan.

Saat perutku bermasalah, aku selalu begitu.

Dasar kunyuk. Pergi sana.

Lakukan ini supaya makanan turun. Seperti ini.

Hei, kau ini! Benar-benar.

Sakit sekali rasanya.

Biar aku urus sendiri. Kalian selesaikan pekerjaan.

Sekarang punggungku juga sakit.

Semoga cepat sembuh, chef.

Kau tak apa-apa?

Tidak apa-apa.

Kenapa makan sampai dua mangkok tadi?

Sini tanganmu. Kau harus lakukan ini.

Hei, begitu saja tak bisa?

Maaf Chef.

- Lakukan yang benar. - Maaf.

Kunjungi VERGILL.BLOGSPOT.COM

- Disini.. - Sebentar!

Bikin kaget saja. Aku bahkan belum menyentuhmu.

Kau benar-benar bisa melakukannya, kan?

Kau tidak sekedar menusuknya, kan?

Memangnya aku suka berbohong?

Tentu saja, sejak SMA, tiap temanku sakit perut...

Aku menyuruh mereka berbaris dan menusuk jarum pada mereka.

Aku jadi harus mengumpulkan darahnya lagi.

Aku tak pernah melihatmu melakukannya, jadi aku khawatir... Ah!

Oh, coba lihat. Sakit perutmu pasti parah sekali.

Darah kotor ini... wow..

Kemari.

Bagaimana? Sudah baikan?

Yah, sepertinya begitu.

Kenapa makan nasi banyak sekali kalau tak suka?

Dua mangkuk kau telan begitu saja.

Mana bisa aku menolak saat dia menyuruhku tambah?

Itu karena kau pura-pura menikmatinya.

Kau ini bersikap sopan atau bodoh?

Bersikap sopan!

Kalau ada orang tua memberiku makan, apa aku bisa menolaknya?

Lagipula hidup ahjussi itu menyedihkan.

Mungkin karena putrinya sudah meninggal

matanya penuh dengan kesedihan.

Jika orang seperti itu bahagia saat aku menawari untuk tambah

mana bisa aku menolaknya?

Kenapa melotot begitu?

Kau semakin jatuh cinta padaku, kan?

Jatuh cinta apanya?

- Tunggu disini. Aku ke apotek dulu. - Sekarang?

Iya.

Kita pergi sama-sama.

Tolong bersabarlah, tunggu saja disini. Aku yang pergi.

Aku akan baik-baik saja. Takkan ada bahaya.

Aku ikut denganmu.

Bagaimana kalau ada hantu?

Hantu...

Hantu.

Tunggu aku.

Bagaimana sekarang? Sudah baikan?

Entah karena obat atau tusukanmu tadi.

Tapi, sekarang lebih baik.

Syukurlah.

Kalau begitu..

Ah...

- Apa? Ini? - Bukan.

Kau tak bisa menahannya sebentar saja?

Oh, chef, ayo ketaman bermain.

Bisa membantu pencernaanmu. Pas sekali!

Taman bermain apa?

Memangnya anak kecil?

Cepat.

Chef, ini bisa membantu pencernaanmu.

Tidak.

Tangkap aku.

Kekanakan sekali. Cepat kemari.

- Kenapa kau begini? - Tangkap aku.

Hei, kemari.

Tangkap kalau bisa.

Mati kau. Kemari.

Tak mau berhenti?

Keterlaluan.

Oh tidak! Kau cepat sekali!

Hei, hei, hei. Kau tak apa-apa?

Ah, sakit sekali!

Kau baik-baik saja?

- Tidak apa-apa. - Apa kubilang. Berdirilah.

Duduk disana.

Sudah kusuruh berhenti, kan?

- Seperti anak kecil.. - Aku baik-baik saja kok.

Biar kulihat dulu.

Kau membuatku takut.

Ada apa?

Aku menyukai ini.

Apa?

Aku bilang aku sangat menyukaimu, Chef. Sangat.

Chef, apa kau tahu...

Akhir-akhir ini aku banyak melakukan hal yang dulu tak bisa kulakukan.

Contohnya?

Jalan bergandengan tangan dengan orang yang kusukai.

Bersepeda bersama.

Dan bicara denganmu ditaman seperti ini.

Aku tak pernah bisa melakukan semua itu.

Membayangkannya saja tak pernah.

Aku terlalu sibuk, keadaan juga tidak memungkinkan.

Apa lagi yang tak pernah kau lakukan?

Terlalu banyak.

Aku tak pernah ke taman hiburan. Tak pernah ke Namsan Tower.

Dan, ah, aku tak pernah berlayar.

Kalau perjalanan...

Sepertinya MT adalah perjalanan pertamaku.

- Benarkah? - Iya.

Apa yang kau lakukan selama ini

sampai tak bisa melakukan semua itu?

Aku sangat sibuk.

Terima kasih, Chef.

Membuatku merasakan hal yang tak pernah kulakukan.

Oke, ayo kita liburan.

Apa?

Aku kita berlibur. Ayo kita lakukan perjalanan malam.

Kau yang menginginkannya.

Kita bisa berangkat setelah restoran tutup. Dan kembali esok paginya.

Baiklah, ayo kita lakukan perjalanan malam.

Apa yang membuat pikiranmu berubah?

Kau sangat menentang ide perjalanan malam dariku.

Karena kau pikir aku akan menerkanmu.

- Sekarang aku setuju. - Apa?

Hm?

Sekarang aku ingin pergi denganmu. Perjalanan malam.

Oh.

Aku takkan menahannya lagi.

Sebaiknya kau bersiap.

Tapi jangan sampai kegembiraanmu menggangu tidurmu.

Itu buruk.

Apa sebaiknya aku memesan tempat?

Atau bersikap wajar dan langsung datang?

Jika aku memesan tempat dulu, apa kelihatan menggebu?

Aku harus tenang.

Tempat ini kelihatan bagus. Bagus sekali.

Tempat ini juga bagus.

Kasurnya bagus... kasurnya.

Kasurnya kelihatan nyaman.

Oh..

Ini aku, Unni.

Kau kaget, ya?

Ada apa denganmu? Tak perlu menunjukkan kalau kau hantu.

Duduk dekat kepala ditengah malam dan menakutiku seperti ini.

Aku datang untuk bicara, tapi kau sedang tidur jadi...

Ada apa?

Bicara tentang apa?

Chef...

Chef ingin melakukan perjalanan malam.

Perjalanan malam?

Itu kesempatan yang bagus.

Saat pria dan wanita melakukan perjalanan malam

hal itu pasti terjadi.

Kerena itu...

Apa maksudmu "karena itu"?

Apa yang coba kau katakan?

Jelaskan supaya aku mengerti.

Aku tak tahu kenapa merasa seperti ini.

Besok aku bisa melepaskan penyesalanku.

Tapi, aku tidak senang.

- Apa? - Unni...

Sepertinya..

Aku sangat menyukainya.

Semua yang dia katakan dan caranya menatapku...

Caranya menggenggap tanganku...

Rasa yang tak pernah kurasakan selama hidup.

Sangat hangat dan hatiku serasa meleleh.

- Kau tidak sedang... - Aku tahu.

Aku tahu aku bukan Na Bong Sun.

Aku hanya meminjam tubuhnya sebentar.

Tapi, aku merasa sedih.

Kenapa aku tak pernah melakukan hal ini semasa hidup?

Kenapa.. aku mati?

- Dan bersama dengan pria dengan kekuatan.. - Hentikan.

Sadarlah.

Kau tahu hal yang paling berbahaya bagi hantu sepertimu?

Perasaan.

Kau merasa dirimu manusia dan merasakan sakit, sedih, dan bahagia.

Lalu kau mulai serakah.

Seperti jadi roh jahat, kau akan terus serakah dan ingin tetap disini.

Tapi, roh jahat berbeda.

Mereka ada didimensi yang berbeda dengan hantu yang merasuki manusia sepertimu.

Mereka tak bisa mati.

Mereka akan terus menempel pada orang jahat dan menyuruh mereka melakukan kejahatan.

Sadarlah dan selesaikan penyesalanmu.

Cepatlah pergi ketempat yang lebih baik.

Jika terlalu banyak waktu berlalu, kau sendiri yang akan tersakiti.

- Hah? - Hm.

- Ada 16 reservasi untuk besok. - Iya, chef.

- Periksa itu. - Iya.

Hei, Na Bong!

Hari ini, aku akan menyelesaikan semuanya lebih cepat.

Kenapa diam saja?

Apa kau terlalu bahagia?

Sepertinya begitu. Pasti aku terlalu bahagia.

Aku mau keluar sebentar.

Kemana?

Ke restorannya Ahjussi. Aku segera kembali.

Oh, itu..

Apa tempat itu banyak madunya?

Dia terlalu perhatian.

Chef!

Kau mau ikut minum nanti?

Aku mau balas budi padamu.

Jika kau bayar ronde pertama, aku yang bayar ronde kedua.

Tidak, aku sudah punya rencana.

Pasti hanya ketemu dengan chef lain, kan?

Baiklah, aku bayar ronde pertamanya juga.

Aku tak mau pergi. Kalian saja yang pergi.

Baiklah. Nanti aku belikan usus sapi loh.

Aku bilang tidak!

Kau benar-benar tak mengerti ya?

Meskipun langit terbelah, aku takkan ikut.

Kalian pergi saja tanpa aku.

Hentikan ocehanmu dan cepat bersihkan itu.

Diajak minum saja marah.

Apa benar mau beli usus sapi?

Dia bilang takkan ikut!

Meskipun langit terbelah, dia takkan ikut!

Aku takkan makan!

Beli usus sapinya ronde kedua atau ketiga?

Aku takkan ikut!

Aigoo, kau kemari?

Iya, aku datang.

Sekarang lebih mudah bersih-bersihnya, kan?

Begitulah.

Jika anda melakukannya seperti ini saat pesanan datang.

akan lebih mudah saat anda sibuk.

Benar sekali.

Aku tak tahu hal ini dan selalu kerepotan.

Terima kasih banyak.

Anda tahu makanan ini? Banyak pelanggan yang memesan ini.

Jadi, lebih baik jika anda letakkan semua ini di meja.

Kau aneh sekali hari ini.

Seperti kita takkan bertemu untuk waktu yang lama.

Apa kau mau pergi, Bong sun?

Apa? Tidak, kok.

Aku cuma berpikir aku akan sibuk dan tak bisa sering datang.

Jaga kesehatanmu, Ahjussi.

Berhenti minum dan banyak olah raga.

Seperti itulah.

Sikapmu aneh sekali hari ini.

Baiklah, aku mengerti, aku mengerti.

Akan kulakukan semua yang kau bilang.

Iya.

Ayah.

Mungkin aku takkan bisa melihatmu lagi.

Berhentilah memikirkanku.

Dan hiduplah bahagia dengan Kyung Mo.

Silahkan dinikmati.

Hmm. Dapat uang darimana dirimu?

Kau bilang keuanganmu bermasalah karena tak bisa menghubungi dewa.

Ada apa ini? Kenapa mentraktirku daging?

Jangan tanya, makan saja.

Ini karena aku merasa bersalah.

Tentang apa?

Sudah kubilang jangan tanya.

Jika kau tahu, kita berdua bisa sedih.

Baiklah, aku takkan tanya.

Jangan-jangan..

Kau bukannya mau pindah ketempat lain, kan?

Jangan pindah!

Kau adalah satu-satunya teman wanitaku. Aku bisa menangis nanti.

Kau menyukaiku?

Tentu saja, aku menyukaimu.

Aku sudah pernah bilang.

Aku lelah dengan pria... ini.

- Aigoo. - Kau benar!

Aku juga menyukaimu!

Lagipula dia takkan berkarat

hanya karena melakukan hal itu dengannya.

Aku hanya merasa bersalah karena dia hantu.

Dia bisa merasakan pengalaman yang tak mungkin bisa dia dapatkan.

Anggap saja persembahan.

Persembahan? Kau bicara apa?

Bukan apa-apa.

Makan saja.

Semua pesanannya sudah selesai, kan?

- Iya. - Jangan terima pesanan lagi.

Sudah?

Ini baru jam delapan.

Hari ini panas sekali.

Jika kau telalu lama berdiri didepan kompor pada hari seperti ini, kau bisa pingsan.

Kita butuh hari pendek untuk menambah motivasi, kan?

- Kerja bagus. - Iya, Chef.

Mencurigakan.

Aku keatas dulu siap-siap, setelah beres naiklah keatas.

- Panggil aku jika sudah siap. - Chef.

Aku kita akan pergi hari ini?

Tentu saja.

Kenapa? Kau telalu gembira?

Iya, aku terlalu gembira.

Aku tidak yakin ini mimpi atau nyata.

Iya...

Baiklah. Aku harus pergi.

Memangnya aku mau hidup 1000 atau 10000 tahun lagi sebagai roh jahat?

Kau tak boleh berpikir dua kali, Shin Soon Ae.

Kau harus berangkat.

Kau akan menyelesaikan penyesalanmu selama 3 tahun.

Ini adalah hari bersejarah.

Menyenangkan sekali!

Oh, apa yang telah kulakukan?

Jangan begini.

Apa yang kulakukan? Sadarlah.

Shiin Soon ae, tak ada pilihan lain. Inilah tujuanmu selama ini.

Aku harus berangkat. Ayo berangkat.

Baiklah, kita harus berangkat.

Chef.

Kenapa ibu banyak minum sore begini?

Ah, keterlaluan, dihari seperti ini...

Baiklah, diam disitu dan jangan bergerak.

Ini ibuku. Dia sangat mabuk. Membuatku gila.

Kau harus pergi Chef?

Sepertinya aku harus pergi.

Ah..

Begini saja.

Aku urus ibuku sebentar.

Kita bertemu di stasiun Yoong san jam 9:30.

Jadwal ITX jam 10:00, masih ada banyak waktu. Mengerti?

Kunjungi VERGILL.BLOGSPOT.COM

Ayo kita mulai seperti ini.

Lalu jalani pelan-pelan.

Untuk waktu yang lama, Na Bong sun.

Anakku, disini.

Kenapa ibu bisa mabuk?

Apa aku bilang aku mabuk?

Aku bilang aku minum. Ini baru gelas ketiga.

Tadi nada dan bicara ibu seperti orang mabuk.

Oh, disini!

- Prefessor. - Kau sudah datang.

Aku tak tahu Sun Woo juga kemari,

Iya.

Apa ibu menelpon So Hyung?

Sudah lama aku tak bertemu dengannya, duduk, duduk.

Iya.

Aku baru ingat. Aku harus bertemu rekanku.

Aku pergi dulu.

Kalian berdua minumlah.

Oh, ini...

Ini adalah voucer untuk couple spa di Hotel Heal.

Pergilah berdua... berdua.

Aku pergi dulu.

Permisi, tolong gelasnya dua lagi!

- Ibu.. - Selamat tinggal!

- Professor... - Tunggu...

Aku pergi dulu!

Maafkan aku.

Dia lucu sekali, pakai cara seperti ini.

Aku memang ingin bicara denganmu.

Aku keluar dari sini.

Oh.

Aku ingin kembali kekampus ini denganmu.

Sejujurnya, aku melihatmu sebelum bertemu Chang kyu.

Anehnya, aku terus melihatmu.

Tapi, kau tak pernah melihatku.

Suatu hari, aku berikir...

Semua jadi terlalu akrab dan terlalu nyaman.

Jadi, aku tak tahu perasaanku sendiri.

- Sebentar, So Hyung... - Biar aku selesaikan dulu.

Aku merasa jika kau bicara duluan, aku takkan ada kesempatan bicara.

Tidak, biar aku bicara dulu.

Aku...

sudah menyukai seseorang.

Pada akhirnya, kau mendahuluiku.

Orang jahat.

Meski kau tak bilang, sepertinya aku tahu siapa itu.

Aku baru saja kau tolak, kan?

Sepertinya begitu.

Ah, memalukan sekali.

Malunya aku.

Bagaimana kau harus bersikap padamu sekarang?

Maaf, Chef.

Sepertinya bukan hari ini.

Aku tak bisa pergi seperti ini.

Aku tahu aku serakah.

Sebentar saja.

Sedikit lebih lama saja. Chef.

Chef?

Chef, kau disini?

Chef?

Apa dia masih menunggu di Stasiun Yongsan?

Chef, kau didalam?

Chef.

Na Bong!

Oh? Chef!

Kau lama menunggu?

- Maafka... - Maafkan aku!

Aku bersalah padamu.

Kau lama menunggu, kan?

- Apa? - Kau tak bawa telpon, kan?

Aku terus menelponmu, tapi tak kau angkat. Jadi aku tak bisa memberitahumu.

Aku sangat putus asa.

Kenapa diam saja?

Kau kecewa? Kau sangat marah?

Aku tidak semarah itu...

Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa tidak datang?

Ceritanya panjang. Sudah makan?

Ini adalah makan VVIP khusus untukmu.

Makanan spesial, snowing steak.

Wow, cantik sekali seperti salju.

Selanjutnya cocktail.

Belum pernah lihat, kan? - Iya.

Ini resep ciptaanku. Nanti kuberitahu.

Iya, chef.

Kocok.

Ini adalah Romantic Cocktail, hanya untuk pasangan.

Wow... wow!

Seperti anggur hijau yang melelehkan permen kapas..

Aku juga kan melelehkan hatimu. Itulah maksudnya.

Oh, cocktail yang seksi.

Seharusnya kau merasa terhormat.

Jarang aku masak untuk seseorang seperti ini.

Iya, aku merasa terhormat.

Ini.

Hmm, enak sekali!

Meleleh dimulut.

Tentu saja. Aku yang masak.

Jika ada yang ingin kau makan, bilang saja. Nanti aku masakkan.

Benarkah?

Tapi, yang ingin kumakan bukan keahlianmu.

Apa itu?

Sundae goreng.

Aku suka sekali makanan itu.

Makanan yang ingin kau makan mencerminkan dirimu.

Kau tak pernah membuatnya, kan? Kau tak bisa?

Kau pikir aku tak bisa?

Tak ada yang tak bisa kubuat. Akan kubuatkan.

- Benarkah? - Iya.

Aku sudah janji, apa aku dimaafkan?

Sepertinya begitu.

Aku benar-benar minta maaf. Aku tahu kau mengharapkannya.

Aku akan membuatmu merasa diperjalanan.

- Apa? - Sungguh..

Ini dia.

Americano untukmu.

Wow.

Aku lebih baik dari barista,

Enak sekali.

Apa kau punya sertifikat barista?

Tidak, aku cuma mengikuti cara buatnya.

Bagaimana? Seperti diperjalanan, kan?

Perjalanan tak ada apa-apanya.

Jika kita mendirikan tenda dan menciptakan suasana, rasanya mirip yang asli.

Benar sekali. Rasanya seperti itu.

Menyenangkan sekali.

Tadi aku bertemu SO Hyung. Ibuku memanggilnya.

Ah...

Dan aku memberitahu So Hyung kalau aku menyukaimu.

Apa?

Itu adalah perasaan yang kupendam sangat lama.

Aku lega bisa mengakhirinya.

Jadi, maksudku adalah...

Kau harus tangung jawab sekarang.

Kau mati kalau menelantarkanku.

Diterjemahkan oleh andre0184 VERGILL.BLOGSPOT.COM

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.