Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitles by DramaFever
Diterjemahkan\Oleh\Laborc Subtitles by DramaFever
Diterjemahkan\Oleh\Laborc
Dingin sekali.
Aku jadi basah.
Bagaimana ini... /Tahan dulu.
Oh, tidak. Kau juga basah.
Aku menyesal sekali. Apa yang harus kulakukan?
Aku bodoh sekali.
Kurasa... airnya sudah hilang... sekarang?
Oh, maaf... maafkan aku!
Hey, Na Bong Sun.
Na Bong!
Na Bong!
Itu bukan kesalahan.
Kali ini itu bukan kesalahan.
Yah, aku...
Aku tahu...
Aku bertingkah aneh dan aku merasa seperti aku sedikit gila.
Tapi, aku tulus.
Apa?
Tidakkah kau mengerti?
Kang Sun Woo ini... menyukaimu.
Aku tak tahu kapan dimulainya.
Entah itu sejak awal atau
saat kau tiba-tiba berubah dan menempel padaku.
Atau mungkin saja kemarin atau hari ini... Aku sungguh tidak tahu.
Satu hal yang aku yakin adalah...
Aku terus ingin melihatmu.
Dan aku gugup jika kau berada disampingku.
Ya ampun, aku sudah gila. Kau sudah kuanggap seperti keluarga.
Jadi, biarkan saja.
Itu adalah perasaanku jadi siapa yang akan menganggapnya?
Begini...
Katakanlah sesuatu.
Jangan hanya berdiri.
Jika orang seperti aku menyatakan cinta padamu, tak adakah reaksi apapun?
Ah, ya.
Terima kasih, Chef.
Apa?
Tidak, maksudku... Yang kumaksud...
Kau juga setuju, kan?
Kau akan bilang... bahwa kau menyukai aku juga?
Ya, Chef.
Kenapa kau gelisah?
Tegakkan kepalamu.
Kau itu hantu, bukan Na Bong Sun.
Tegakkan kepalamu.
Tegak, tegak, tegak...
Tegakkan...
Hey.
Biar aku saja.
Duduk dan jangan bergerak.
Oke.
Aku akan segera selesai.
Begitulah caranya.
Rambutmu masih basah.
Walaupun sekarang musim panas, kau masih bisa kena flu.
Nih, menghadaplah kesini.
Berhasil, kan? /Ya.
Aku benar-benar tersihir olehmu.
Kau seperti kenari kecil.
Kau seperti anak anjing lucu.
Lihat betapa bahagianya dirimu.
Aku merasa bahagia.
[OH MY GHOSTESS EPISODE 9]
Kenapa dia menghubungiku?
Ya, Petugas Yang.
Petugas Han?
Ya. Baiklah, aku akan segera kesana.
Baik.
Apa itu tentang Petugas Han?
Dia mengalamai kecelakaan. Dia masuk rumah sakit.
Aku akan segera kembali. /Baiklah.
Dimana kunci mobil? /Disebelah sana.
Ya ampun.
Bukankah Petugas Han yang memimpin kasus Eun Hee? Rekan kerjamu?
Ya. Aku akan segera kembali, Ibu mertua.
Tidurlah lebih dulu. /Baik.
Ya ampun. Apa yang terjadi?
Kecelakaan mobil?
Aku tidak yakin.
Aku merasa sesak dan jantungku berdetak kencang.
Itu pasti membawa kenangan masa lalu.
Kau baik-baik saja? Aku akan mengambilkanmu air dingin.
Jangan, aku baik-baik saja.
Kemarin aku sempat bertemu Petugas Han seusai bekerja.
Kuharap tidak ada yang serius.
Petugas Yang!
Apa yang terjadi? Dimana Petugas Han?
Dia sudah selesai dioperasi dan mereka menempatkannya dalam perawatan intensif.
Dia belum sadarkan diri.
Apakah dia terluka parah?
Aku tidak tahu. Operasinya berjalan lancar.
Tapi, dia banyak kehilangan darah. Mereka perlu mengawasinya beberapa hari.
Apa...
Mengenai apa ini?
Aku tidak tahu.
Seseorang menemukan dia pingsan di tempat parkir dan melaporkannya.
Tampaknya seperti penjambretan karna telepon dan dompetnya hilang.
Orang ini benar-benar siap. Seluruh rekaman CCTV juga hilang.
Kau sangat terkejut, kan?
Jantungku juga berdebar kencang.
Apa kau sudah menghubungi ibunya?
Tidak, aku tak ingin membuatnya khawatir, jadi aku menghubungi kakaknya.
Dia akan segera datang kesini.
Kerja bagus. Kerja bagus.
Na Bong Sun, apa kau tidur?
Tidak.
Tidurlah yang nyenyak.
Baiklah, kau juga, Chef.
Sejujurnya, aku tidak tahu jika aku bisa.
Pastikan kau tidur nyenyak agar kau tidak lelah besok.
Baik.
Pastikan kau memakai selimut dengan benar.
Jika kau tidak menyelimuti perutmu, kau akan sakit perut.
Baik.
Impikan aku di tidurmu.
Itu bukan perintah. Hanya saran.
Baik, Chef.
Apa yang kau lakukan? /Astaga!
Oh, bukan apa-apa. Hanya...
Kau penasaran apa yang Chef lakukan setelah menyatakan perasaannya padamu?
Kau melihat semuanya?
Tentu saja.
Akulah yang membuat hal itu terjadi.
Dia tiba-tiba mendatangimu. Aku kesal.
Oh.
Bagaimana rasanya?
Mendapat pengakuan cinta dari orang yang kau suka?
Huh? /Menyenangkan?
Ya.
Tapi, aku masih belum percaya.
Aku terus bertanya-tanya apakah ini mimpi.
Dan aku juga khawatir ini bukan mimpi.
Setidaknya jika aku mimpi, aku bisa terbangun dan tidak terluka.
Ya ampun, kenapa kau terlalu banyak berpikir?
Hambatannya tepat dihadapanmu, Na Bong Sun.
Sekarang waktunya untuk mengatasinya.
Aku akan menyelesaikan dendamku dan membuat Chef Kang menjadi milikmu.
Saling menguntungkan.
Saling menguntungkan... /Ya.
Kita harus mencapai tujuan kita masing-masing, oke?
Oke.
Percaya padaku dan ikuti aku. Kita bisa melakukannya.
Pagi yang sempurna.
Chef sudah menjadi milikku.
Permainan yang sesungguhnya dimulai hari ini.
Haruskah aku mulai merencanakan acara besar?
Oh, kau sudah bangun.
Ya, Chef. Apa kau tidur nyenyak?
Yah, aku...
Ya, aku tidur nyenyak sekali.
Apa kau pikir aku terlalu bersemangat dan tidak tidur?
Kau pikir kita sudah pacaran selama satu atau dua hari?
Bukankah itu terlalu norak?
Ya ampun.
Matamu bengkak.
Mataku?
Apa kau tidak tidur? /Tidak, aku tidur.
Kenapa kau tidak percaya?
Kenapa kau tertawa? Apa aku ini lucu?
Tidak, ini karna aku senang.
Jangan terlalu senang seperti itu. Paham?
Kau bisa terluka.
Ngomong-ngomong...
Aku mengatakannya demi kebaikanmu, jangan
tunjukkan terlalu jelas didepan yang lainnya.
Oh, tentu saja. Aku bisa mengendalikannya.
Sampai jumpa nanti.
Sampai jumpa.
Hey, hey. hey. Ada apa lagi dengan Bong, huh?
Dia terus mengikuti Chef sepanjang pagi.
Aku tahu.
Dia pasti butuh sesuatu dari Chef lagi.
Apa itu masalah pinjaman?
Dia sudah keterlaluan. Chef itu bukan bank.
Sudah kubilang padamu jangan ditunjukan terlalu jelas.
Memangnya kenapa?
Mereka sudah memperhatikan kita dari pagi.
Benarkah?
Aku sudah melakukan yang terbaik agar tidak terlihat jelas.
Orang-orang ini sensitif sekali.
Kenapa... /Chef!
Berapa banyak papillote yang harus kita buat?
Yah, mungkin tidak terlalu banyak.
Buat saja sepuluh.
Ya, Chef.
[Chef, apa rencana kita hari ini?]
Ji Woong. /Ya, Chef.
Oh, apa yang ingin aku katakan ya?
Bagaimana dengan kentang yang kita pesan kemarin?
Aku sudah menyiapkan semuanya dan meletakkannya di kulkas.
Untuk menu spesial hari ini, kita akan buat kentang panggang dengan krim asam...
[Apa?]
Berapa banyak pesanan yang kita punya hari ini?
Totalnya 15 kelompok.
Satu kelompok membatalkan.
Joon, bisa kau lihat berapa banyak seafood hidup yang kita punya?
Ya, Chef. /Mari kita bersiap.
Oh, Chef! Aku datang.
Ada apa? Apa kita akan melakukan percakapan rahasia?
Sungguh? Kau sengaja melakukannya, kan?
Agar aku menderita.
Tidak, hanya saja ini hari pertama kita.
Jadi, aku penasaran rencana kita untuk nanti malam.
Aku kira kita bisa keluar makan malam sebagai bagian dari pelajaran.
Itu saja?
Apa maksudmu, "itu saja"?
Hey, apa kau tahu berapa banyak orang di Itaewon yang ingin belajar dariku?
Kau menghasilkan uang. Kau sangat beruntung.
Tetap saja, ini tidak benar.
Ini hari pertama kita. Kita harus melakukan sesuatu yang spesial.
Sebagai contoh... Aku akan berikan sebuah contoh...
Mungkin perjalanan semalam.
Kau tahu yang perjalanan yang romantis.
Naik kereta, melihat laut, makan makanan lezat...
Dan kemudian... /Dan kemudian apa?
Dan setelah melakukan ini dan itu, jika tidak ada yang tersisa untuk dilakukan...
Kita bisa pergi ke sebuah motel dan tidur sebentar.
Aku yakin kau pasti akan tidur.
Kau pikir aku tidak tahu tujuanmu.
Perjalanan semalam? Kau konyol sekali.
Apa salahnya dengan perjalanan semalam?
Na Bong Sun, dengar baik-baik.
Apapun masalahmu, aku tidak terlalu picik
dalam hal hubungan antara pria dan wanita.
Aku sangat, bagaimana cara mengungkapkannya... berhati-hati dan renungkan hal itu.
Apa gunanya semua itu jika menyangkut hubungan pria dan wanita?
Apapun masalahnya, jika kau ingin berkencan denganku, kau harus menyesuaikan diri.
Nih.
Apa ini? /Tunggu lima menit dan turunlah kebawah.
Jangan terlalu tampak jelas dan ikuti aku.
Ah, yang benar saja!
Pria bervitalitas seharusnya tidak memiliki masalah apapun.
Aku tak ada waktu untuk ini!
Apa ini? Apa yang harus aku lakukan?
Astaga, sial!
Dialah pria bervitalitas.
Hey, hey! Jangan lari!
Aku tidak datang untuk menangkapmu. /Sungguh?
Aku hanya penasaran.
Oh, benarkah?
Dengar. /Kau tidak membawa ini, kan?
Tidak.
Astaga, pelan-pelan saja.
Ya ampun! Oh! /Sialan!
Astaga, yang benar saja.
Kenapa kau seperti gajah yang sudah kelaparan selama sebulan?
Kimbab segitiga seharusnya dikupas perlahan dan hati-hati.
Kau terlalu terburu-buru.
Setelah didalam perut, semuanya akan tercampur.
Astaga!
Kau pasti kelaparan.
Apa kau kehabisan beras di rumah?
Cerewet!
Ini semua salahmu.
Ngomong-ngomong, apa ada kelanjutan dengan pria itu?
Pria bervitalitas? /Kau penasaran, ya?
Yang terjadi adalah... Ya ampun, ya ampun...
Geli au. Beraninya kau, kepada orang yang lebih tua.
Apa yang kau lakukan? Ada apa denganmu!
Jangan berbisik seperti itu. Bilang saja dari situ.
Oh, aneh sekali.
Pria bervitalitas itu dan aku memutuskan untuk berkencan sekarang.
Kami bahkan berciuman kemarin.
Sungguh? /Ya.
Dasar kau. Kau pandai sekali.
Kau bahkan menyentuh bibirnya sekarang. Tinggal sedikit lagi.
Itulah maksudku.
Dendamku akan segera tuntas.
Hey, kemarin saat kau melarikan diri...
Apa kau tahu bahwa aku berpura-pura tidak tahu?
Kukira memang begitu.
Jadi, kau harus menyelesaikan dendammu dan secepatnya pergi.
Jika roh itu tahu, aku mungkin tidak akan mendapatkan kekuatanku kembali.
Jangan khawatir!
Aku akan gunakan kesempatan ini untuk naik ke surga.
Kumohon, aku mengandalkanmu.
Apa? Wanita ini lagi? Kenapa dia terus menghubungiku?
Ya, halo?
Sebenarnya, semalam aku bermimpi.
Mimpi? Mimpi apa?
Kau tahu Sun Woo?
Ada sebidang bunga mati.
Dia berjalan melaluinya dan aku memanggilnya, tapi dia tidak menjawab.
Bunga mati? /Ya.
Apa artinya? Bisa kau jelaskan padaku?
Itu bukan mimpi buruk.
Sebidang bunga hidup menunjukan sesuatu yang jahat.
Contohnya, seperti tipuan.
Tapi, jika sebidang bunga mati... dia menghindari hal yang buruk.
Ya? Begitukah?
Melegakan. Aku khawatir sekali.
Aku senang bertemu denganmu hari ini.
Apa kau ingin makan lagi?
Tidak, tidak. /Haruskah kita minum?
Nyonya, tolong bawakan kami minum. /Baiklah.
Oh, Petugas Choi! Kau datang.
Aku baru dari toilet.
Kau pasti lelah.
Oh, tidak juga.
Mereka bilang operasinya berjalan lancar.
Tapi, dia masih belum siuman.
Aku hanya khawatir.
Aku tidak bisa memberitahu ibu kami.
Oh, Jin Goo.
Jin Goo, apa kau sudah sadar? /Ya.
Aku akan memanggil dokter.
Petugas Han.
Petugas Choi.
Kau baik-baik saja? Ini di rumah sakit.
Ya.
Mengenai hari itu...
Apa kau ingat sesuatu?
Tidak.
Aku ingat bahwa saat itu aku akan pergi.
Tapi, aku tidak ingat apapun setelah itu.
Melegakan sekali kau baik-baik saja.
Kakakmu pergi memanggil dokter.
Ya ampun, lihatlah keringatmu.
Hey, kalian...
Oh iya, aku akan bertemu teman-teman SD ku. Aku lupa.
Oh, ada apa denganku?
Sakit perutku kambuh seharian ini. Apa ini radang usus atau semacamnya?
Apa yang akan kau lakukan?
Kalau begitu, kita sebaiknya pergi.
Kita harus istirahat untuk besok.
Besok? Apa ada sesuatu yang akan terjadi besok?
Bukan begitu. Aku hanya bilang, mari kita pulang.
Bubar, bubar. Aku pergi dulu.
Berdandanlah yang bagus besok. /Oke.
Aku pergi dulu. /Sampai jumpa!
Ada apa dengan dia?
Ada apa dengan besok?
Aku tidak tahu.
Tapi, aku tiba-tiba tidak ingin datang bekerja besok.
Mari kita khawatirkan tentang besok saat tiba waktunya. Sampai jumpa.
Sampai jumpa. /Kami juga harus pergi.
Aku juga akan pergi.
Oke. /Sampai jumpa.
Bersiaplah. Aku akan menemuimu 20 menit lagi.
Oke! Sampai jumpa nanti!
Kenapa pakai emot hati?
Kekanak-kanakan sekali, Na Bong.
Ya, aku tak butuh perjalanan semalam dengannya.
AKu hanya perlu mencari kesempatan.
Oke, kalau begitu...
Haruskah aku mempersiapkan diri?
Oh!
Maskara.
Bagus. Aku akan mempersiapkan diriku untuk hari ini.
Jadi, kaulah sentuhan akhirnya.
Dia tidak akan tahu. Kemarin juga dia tidak tahu.
Mengenai penyegar ruangan.
Kenapa dia belum keluar juga?
Na Bong, apa kau sudah siap?
Aku datang.
Tada!
Bagaimana penampilanku?
Aku mencoba membuat diriku terlihat bagus di kencan pertama kita.
Kenapa kau berlebihan sekali? Dasar norak.
Oh, aku norak?
Kalau begitu, apa kau pikir kau terlihat trendi?
Ayo berangkat. Aku lapar.
Apa yang akan kita makan? Apakah sesuatu yang enak?
Apakah kita akan makan enak?
Bukankah rok itu... agak pendek?
Pendek? Ini? Tidak, ini tidak pendek sama sekali.
Itu pendek.
Mari kita pergi saja.
Dia terlalu banyak protes.
Wow, acara apa ini? Membawaku ketempat seperti ini.
Kau selalu membawaku ke tempat-tempat terbuka seperti ini.
Tempat ini lumayan populer dikalangan anak muda.
Jadi, apa kita seperti sedang memeriksa bisnis pesaingmu?
Kenapa kau tidak mengecilkan suaramu? Tidak perlu dipromosikan kalau kita sedang memata-matai
Makanan kalian sudah siap.
Ya ampun, wow! /Terima kasih.
Ini steak Hanwoo dengan saus ginseng.
Ini hidangan sehat yang menggunakan bahan-bahan alami.
Ya, kami tahu. /Terima kasih.
Silahkan dinikmati. /Terima kasih.
Nih, makan.
Seperti halnya trend di fashion, ada juga trend di makanan.
Mampu mengikuti trend adalah kemampuan chef.
Bagaimana?
Enak sekali.
Benarkah? /Ya.
Ini benar-benar enak. Cobalah.
Lebih baik dari masakanku? /Ayolah.
Aku tidak akan mengatakannya sekarang.
Ada apa dengan kakimu?
Itu pasti karna kakiku terlalu panjang. Kakiku terus menyentuhmu, Chef.
Kakiku panjang sekali.
Fokus saja makan dan jangan melakukan hal lain.
Kapan aku memikirkan hal lain?
Aku kira kau yang harus memikirkan bahwa aku terus memikirkan hal itu seharian.
Chef, kau harus mempertimbangkannya.
Itu tidak benar. /Kembalilah ke kursimu.
Oke.
Aku hanya memakaikan sabuk pengamanmu.
Kita harus berkendara dengan aman.
Apa? Memangnya aku tidak punya tangan. Kau tidak perlu melakukannya.
Ayo berangkat!
Oke, berangkat.
Oh, ada sesuatu yang menempel padamu. /Apa yang kau lakukan?
Kurasa ada noda disitu.
Apa-apan! /Disana, disana.
Kau mau kemana? /Menurutmu apa yang kau sentuh?
Kau mau kemana?
Apa salahku? Aku hanya berusaha membersihkan kotaran darimu.
Aku sedang menyetir dan tanganmu tiba-tiba menyentuhku. Itu berbahaya!
Jika kau terus begini... /Aku akan dalam masalah?
Aku benar-benar ingin merasakan dalam masalah
Kau tahu jika aku bersungguh-sungguh, kau akan terkejut.
Itulah maksudku. Kenapa kau tidak membiarkan aku terkejut?
Lagian, kemana kau akan pergi?
Kita harus pulang. Kita harus bekerja besok.
Tidak! Tidak mau.
Hari ini adalah hari pertama kita. Kita tidak bisa melakukannya.
Chef, apa kau ingin membeli es serut kacang merah?
Aku kenal tempat ini. Bukankah kau bilang kau suka es serut kacang merah?
Es serut?
Apa ini? Dimana tempat ini?
Kita hampir sampai. Sudah dekat.
Ada yang menjual es serut ditempat seperti ini? Mungkin kita tersesat?
Kita tidak tersesat. Jalannya lewat sini.
Yang harus kau lakukan adalah mengikutiku, Chef.
Ini benar. /Aneh sekali.
Bagaimana bisa ada yang menjual es serut di sekitar sini?
Astaga, benar-benar.
Kurasa ada yang jual es serut di daerah sini.
Dimana?
Na Bong Sun, kau.
Ya? Ada apa? Apa yang sudah aku lakukan?
Apakah motel menjual es serut saat ini?
Oh ya, ini motel.
Aku ingin tahu apa yang terjadi.
Tapi, ini berjalan lancar. Kakiku mulai terasa sakit.
Chef, mungkin kita bisa masuk dan beristirahat sebentar?
Istirahat? /Ya, sebentar saja.
Satu jam saja.
Bisa, kan? Chef? /Kau sudah keterlaluan.
Kenapa? Oh, aku tahu.
Aku hanya akan memegang tanganmu dan berbaring disampingmu. Hm?
Chef... kakiku sakit. /Ayo kita pergi dan bicara.
Ya, bicara, bicara. Didalam sana.
Ikut denganku sekarang. /Bisakah kita bicara didalam sana? Kakiku sakit.
Cepat. Ikut denganku. /Oke.
Tunggu, tunggu. Tunggu sebentar. /Duduk.
Duduk.
Astaga, apa?
Aku istirahat sebentar.
Apa yang kau lakukan disitu? Jika kau akan duduk, duduklah disini?
Kenapa kau menyukaiku?
Apa maksudmu? /Apa kau menyukaiku atau tubuhku?
Apa? /Apa aku sungguh akan membicarakan masalah ini?
Kenapa aku mengatakan kata-kata itu? Astaga.
Bukankah biasanya wanita yang mengatakan hal itu?
Biasanya wanita yang mengatakan hal itu, tapi aku bukan wanita biasa.
Apa?
Kenapa kau berlebihan sekali?
Aku menyukaimu dan aku juga menyukai tubuhmu.
Dan karna aku menyukaimu, aku ingin melakukannya.
Apakah aneh bagi pria dan wanita melakukan itu?
Aneh? /Bukan itu yang aku permasalahkan.
Kalau begitu apa?
Aku... /Ya?
Menyangkut suatu hubungan, aku konservative.
Dan kurasa itu jalan terbaiknya.
Agar suatu hubungan membuat kemajuan
bukankah seharusnya kita saling berbagi perasaan dan melalui setiap tahapan?
Apakah benar bertemu seseorang dan langsung melakukannya?
Ya ampun. /Seolah-olah kau yang liberal.
Ini tidak ada kaitannya menjadi liberal. Ini karna aku menyukaimu, Chef.
Jika kau menyukaiku, bukankah seharusnya kau lebih bijaksana?
Apa aku ini sejenis makanan instan?
Maksud aku...
Kau harus bisa mengontrol perasaanmu.
Dan bisakah kita tidak melakukan ini? /Menyebalkan sekali.
Bagi seorang wanita, kau punya kebiasaan yang jelek.
Bagaimana menjadi seorang wanita? Apa?
Seorang wanita tidak seharusnya seperti ini? Apakah ada hukum yang menentangnya?
Kau konyol sekali. Caramu berpikir sudah terlalu kuno.
Dan jika wanita sudah mencoba sebanyak ini, setidaknya kau menghargainya.
Aku punya alasan melakukan ini.
Alasan? Alasan apa? /Lupakan saja!
Lupakan saja. Lupakan semuanya. /Benar-benar.
Kaulah yang mengubah semuanya dan menciumku saat di dapur!
Kau ingin melalui setiap tahap sedkit demi sedikit?
Oh, baiklah, apa yang harus kita lakukan
Haruskah aku sejauh ini darimu? Apa ini sudah cukup? Apa ini sudah layak?
Bukan ini yang aku maksud. /Kenapa?
Apa kau mencoba membuat keadaan menjadi sulit?
Tidak mungkin. Aku hanya bersikap patuh.
Kenapa? Menjadi patuh merupakan masalah untukmu saat ini?
Kalau begitu, apa yang kau ingin aku lakukan?
Kau ingin aku pergi atau tetap disini? Apa yang kau ingin aku lakukan?
Jika kau butuh waktu, setiap menit... Tidak, setiap sepuluh menit?
Aku bisa mengambil langkah seperti ini? Bilang saja padaku. Satu langkah setiap sepuluh menit?
Permisi, Chef. Apa kau menutup telingamu?
Apa aku terlalu berisik bagimu?
Kurasa ibu mertua terlambat.
Ya, dia sedang ada pertemuan.
Apakah Petugas Han baik-baik saja? Kita tidak perlu khawatir lagi?
Ya, aku sudah bicara padanya. Dia sudah mulai makan.
Dia akan segera keluar dari rumah sakit.
Itu melegakan.
Bagaimana dengan pelakunya? Ada barang bukti?
Yah, ada banyak kejahatan dan penjahat.
Dunia adalah tempat yang menakutkan.
Aku kira mereka tidak takut.
Mereka akan mendapat balasan suatu hari nanti.
Ya ampun. Apa kau melukai dirimu sendiri?
Oh, maaf.
Aku merasa kesal.
Pasti rasanya sangat perih. Mau kuberi salep pada lukamu?
Tidak, ini baik-baik saja.
Mari kita selesaikan minumnya dan jalan-jalan. Sangat menyenangkan diluar.
Menyenangkan rasanya bisa bertemu teman-teman sekolah.
Mengingatkan aku kembali ke masa kuliah.
Oh ya?
Kau mengenangnya, ya?
Ya.
Aku tidak menyadarinya, tapi kurasa itulah saat-saat yang terbaik.
Aku tidak punya kekhawatiran.
Lagipula, aku perhatikan kau tidak banyak bercerita tentang dirimu.
Saat-saat kau kuliah atau masa kecilmu.
Bagaimana dengan panti asuhan?
Kurasa ada banyak kasus anak-anak yang diadopsi.
Bukan aku. Bahkan tidak sekali.
Aku pulang.
Ibu, aku butuh stampel tanda tanganmu untuk raport-ku.
Lakukan saja sendiri.
Oh, dia tersenyum. Ya ampun. Dia pasti mengenali kita.
Tentu saja dia tahu. Kita adalah orang tuanya. Iya'kan?
Ya ampun.
Kemana saja kau selama ini? Membuat kami khawatir.
Menurutmu apa yang kau lakukan?
Dasar kau.
Dasar kau. Pergi. Keluar.
Keluar! Keluar dari sini!
Tiga tahun lalu... Jika aku tidak bertemu denganmu...
Dan aku kehilangan keinginan untuk hidup...
Apa yang akan terjadi?
Aku mungkin tidak ada disini, benar?
Mungkin saja.
Tolong lepaskan aku.
Biarkan saja aku mati.
Ceritakan padaku.
Bukan kita yang memutuskan hidup atau mati.
Apa maksud perkataanmu?
Apa kau mencoba menghasut aku?
Benarkah? Aku tidak ingat.
Apapun itu, rasanya sangat melegakan.
Sejak hari itu, aku terus memikirkanmu.
Aku mengerti...
Apakah jarak ini sesuai keinginanmu?
Ayolah.
Kuanggap ini cukup. Aku pergi sekarang, Tuan.
Konservatif dan bijaksana, Chef Kang.
Tolong jaga tubuh anda, Yang Mulia.
Dan aku ucapkan selamat malam.
Sekarang aku akan meninggalkan anda, Paduka.
Selamat malam. /Hey.
Kenapa dia berlebihan begitu?
Apa kau tahu perasaanku yang sebenarnya?
Aku bisa melakukannya.
Kang Sun Woo, kau bisa melakukannya.
Kau bisa menjalaninya, kau bisa.
Apakah 'anu'-nya itu harta karun nasional atau semacamnya? Aku tidak punya waktu lagi.
Dia pastinya tidak seperti itu? Kenapa dia kuno sekali?
Jika kau melakukan kontak mata, kau hanya akan luluh.
Ini bukan zaman Joseon, kan?
Tapi, dia tidaklah salah.
Yang Chef katakan...
Apa kau memihak padanya, pada saat seperti ini?
Meskipun kau suka orang itu?
Tapi, itulah daya tarik dia.
Pada awalnya, dia tampak seperti orang baik, tapi dia sama sekali tidak begitu.
Dia sangat serius dan sangat bertanggung jawab.
Kau pikir itu menarik? Kau memakai kacamata berwarna mawar.
Kau tidak tahu Chef itu orang yang menarik?
Yah, bukan berarti dia tidak menarik...
Aku hanya merasa ini bukan waktunya untuk bermain-main.
Itulah maksud aku.
Khususnya kepada wanita yang dia suka.
Astaga, kita sudah jauh-jauh pergi ke sana.
Kita berhenti tepat di depan tempat itu.
Apakah semuanya baik-baik saja, penguntit?
Itu Chef!
Dia pasti merasa bersalah.
Hey, jangan keluar.
Kau harus menahan diri.
Jika kau terus seperti ini, akan memakan waktu yang lama.
Bertahanlah, walaupun kau ingin melihat dia.
Aku hanya akan sedikit membuka pintu .
Aku hanya akan mengintip wajahnya. /Tidak, tidak. Jangan lakukan itu.
Kau makan lahap sekali.
Enak?
Astaga, apa-apaan ini? Kalian semua.
Ada apa?
Hari ini ulang tahun Min Soo.
Min Soo?
Sous Chef, Sous Chef!
Lihat,aku mendapat pesan. Hari ini ulang tahun Huh Min Soo.
Astaga! /Oh tidak!
Pantas saja! Itulah kenapa dia terus mengungkit masalah hari ini.
Astaga... /Apa yang harus kita lakukan?
Apakah kita harus mengadakan pesta ulang tahun untuk dia?
Itu tidak akan cukup untuk dia.
Dia pasti mengharapkan hadiah.
Pasti yang mahal!
Hey.
Berpura-pura saja kita tidak tahu. /Apa?
Oke, oke. Kedengarannya bagus. Kita semua akan berpura-pura tidak tahu.
Inilah yang terbaik. Kita tidak akan mampu menanganinya.
Hai, Sous Chef.
Hai, Sous Chef. /Halo!
Selamat pagi!
Hey, hey.
Panas sekali diluar.
Orang-orang yang lahir di musim panas seperti ini cukup menakjubkan.
Seperti halnya layanan setelah natal, benar?
Hey, apakah masih ada sisa rumput laut?
Mari makan hidangan rumput laut untuk makan siang. Aku ingin makan itu hari ini.
Jika aku sudah memberi mereka petunjuk sebanyak ini, mereka seharusnya tahu.
Mungkin saja mereka sudah mempersiapkan sesuatu.
Apa ini?
Oh, lemah sekali. Jangan bilang ini pesta kejutan.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Hey, hey! Aku sudah tahu semuanya. Hentikan.
Hentikan dan nyalakan kembali lampunya!
Nyalakan lampunya.
Listik padam. /Tada!
Apa yang akan kita lakukan jika listrik padam tiba-tiba?
Bukankah kita harus memeriksanya?
Mungkin disebabkan karna musim panas.
Kupikir ini disebabkan karna sistemnya kelebihan beban.
Ini akan menjadi masalah jika berlangsung lama.
Apa yang akan kita lakukan pada kulkas kita?
Benar, kulkas kita.
Jadi, ini pemadaman listrik?
Hey, kalian semua. Apa kalian akan terus berdiri sepanjang pagi? Huh!
Apa kalian datang untuk bermain? Kalian tidak akan bekerja?
Kami belum terlambat.
Kalian terlambat.
Kalian tahu... Kalian semua, pertemuan diluar.
Pertemuan!
Ulurkan tangan kalian... sekarang...
Kenapa kau mengangkat tanganmu?
Apa kau akan mengangkat tanganmu seperti itu? /Tidak.
Dong Chul, apa kau tidak membersihkan kuku-mu? Huh?
Apa kau sedang bertani?
Lihatlah kotoran kuku itu.
Ini bukan kotoran. Ini pembersih yang menyangkut di tanganku.
Kau lebih baik diam. Oke?
Dan kau, kapan kau akan memotong rambutmu?
Apakah kau 'Old Boy' atau sejenisnya?
Apa kau seekor landak?
Dan kau... kau... Ya, kau...
Ya, kau!
Kau seorang chef, bukan model! Buatlah dirimu lebih pendek!
Potong rambutmu agar jelek atau lakukan oplas supaya jelek.
Turunkan tatapan!
Melihatmu saja sudah membuatku kesal, Bong!
Kita tidak bisa bertahan sehari, kan?
Kupikir aku tidak bisa.
Dia seperti anjing rabies, benar-benar gila.
Inilah rasa sakit. Tak bisakah kita melemparkan sesuatu padanya dan bilang itu hadiah?
Ya, aku harap bisa.
Aku memesan celana jeans secara online dan tiba pagi ini.
Mereka memberiku ikat pinggang gratis sebagai hadiah spesial.
Tidak bisakah kita berikan itu saja?
Ikat pinggang? Terbuat dari kulit?
Bukan, tapi terlihat asli.
Jadi, kalian semua akan mengabaikan ulang tahunku, kan?
Hari ini, aku akan tunjukan apa itu neraka.
Selamat ulang tahun!
Hari ini ulang tahun Sous Chef!
Lihat apa yang kami bawa. /Wow, lihat.
Kalian tidak seharusnya begini.
Terima kasih.
Ulang tahun.
Ini dia.
Wow!
Hey, bukan aku satu-satunya yang akan berulang tahun.
Kami sudah berusaha keras untuk ini.
Oh, aku hanya tidak suka melakukan hal seperti ini saat bekerja.
Tapi, karna kalian sudah berusaha...
Setidaknya, aku harus melihat hadiahnya.
Oh, kelihatannya mahal.
Baunya seperti kulit.
Kelihatannya bagus sekali.
Apa ini merk ternama?
Ini...
Apa ini palsu?
Apa?
Hanya bercanda!
Ini jelas sekali kulit!
Terbuat dari apa ini? /Kulit sapi.
Bukankah ini benar-benar mahal? Mungkin kalian sudah menghabiskan banyak uang.
Sous Chef, jangan seperti itu.
Selama ini kau sudah baik kepada kami.
Jika kau mengatakan itu, kami akan merah. /Benar.
Kami akan benar-benar marah.
Maaf. Maafkan aku untuk sebelumnya.
Oke, kalau begitu...
Minumlah bersamaku seusai bekerja.
Oke, oke. /Aku ikut!
Ada apa? Hari ini ulang tahunmu, Min Soo?
Ya, benar.
Di cuaca sepanas ini... ibumu pasti sangat menderita.
Oh, ini. Aku tak punya apapun lagi.
Traktir semuanya dengan ini hari ini... /Oh tidak, Chef! Baik, seberapa banyak?
Siapa yang tanya? Gunakan saja secukupnya.
300,000 won? /Kami juga akan lanjut ke ronde kedua.
400,000 won?
Tentu, silahkan.
Aku ikut! Yeah!
Tak bisakah kau belanja bahan makan sekaligus, Ayah?
Kenapa kau melakukan sedikit demi sedikit? Membuat susah saja.
Kau harus melakukannya setiap hari agar bahannya tetap segar.
Kau masih muda. Seberapa sulitnya untuk memeganginya?
Bukan itu masalahnya, Ayah.
Ini menyangkut image-ku di masyarakat.
Jika aku jalan-jalan membawa daun bawang, apa yang akan orang pikirkan?
Inilah alasan Na Bong Sun meremehkan aku.
Tenanglah, nak.
Kakakmu setiap pagi dan sore pergi membeli bahan makanan.
Dia menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri.
Tunggu aku, ayah.
Aku datang. Ini apel yang kau suka.
Makanlah yang banyak.
Bagaimana orang mati bisa makan?
Sayang sekali.
Dasar jahat.
Kenapa kau lakukan itu?
Dasar kau jahat.
Paman!
Oh, Officer Choi. /Halo.
Apa yang kau lakukan disini?
Aku dalam perjalanan pulang setelah membeli bahan makanan.
Aku akan mengantarmu pulang. Masuklah.
Oh tidak, aku jalan saja.
Aku juga akan menuju kesana.
Kyung Mo, mobilnya ada disana.
Ayo ikut dengannya, Ayah. Tidak sopan jika kita menolak.
Terima kasih, Petugas Choi.
Ya ampun. /Berikan itu padaku.
Aku merasa tidak enak. /Tidak masalah sama sekali.
Masuklah ke mobil. /Oke.
Apa itu?
Kau mengikat tali sepatumu dengan cara yang unik.
Ah, aku mengikat tali sepatuku seperti ini.
Jika kau mengikatnya seperti ini, maka tidak akan mudah terlepas.
Paman, tali sepatumu diikat dengan cara yang aneh.
Oh ini? Kau kenal Bong Sun dari restoran itu?
Dia mengikatkannya untukku.
Bong Sun? /Ya.
Dia bilang aku bisa terluka jika tali sepatuku lepas dan dia mengikatnya dengan kuat.
Dia gadis muda yang sangat baik.
Ah, aku tahu.
Apa kalian akan pergi pesta? /Ya.
Akan lebih baik jika kau ikut datang, Eun Hee.
Akan lebih baik jika ada wanita cantik yang ikut.
Yang kami punya hanya...
Kau juga bukan tipe-ku, Sous Chef.
Syukurlah.
Silahkan pergi bersenang-senang.
Kalian akan berangkat sekarang? /Ya, Chef.
Chef, kau tidak ikut?
Jika kau tidak ada rencana, kau juga harus ikut.
Aku? /Oh, dia tidak akan datang.
Chef kita orang yang sangat konservatif.
Kita pergi saja dan bersenang-senang.
Ya, kalian pergi saja.
Dengan begitu, setelah makanan habis, kau bisa menjelek-jelekan aku.
Hey, apa kau membicarakan Chef?
Kami akan pergi sekarang.
Chef, kami pergi dulu.
Bersenang-senanglah. /Terima kasih.
Hey, Cepatlah.
Bong Sun, kau hebat sekali!
Akan terasa tidak nyaman jika Chef ikut. Lagipula ini adalah ulang tahunku.
Kau seharusnya tidak berkata seperti itu, kita menggunakan kartu kreditnya.
Cordon, jika kau mengatakan itu di hari ulang tahunku, aku akan menghajarmu.
Oke, cukup! Aku lapar sekali. Ayo pergi.
Apa yang kau lakukan? /Keren, kan?
Cepatlah.
Ayo pergi!
Oke, dalam rangka merayakan kelahiran sous chef kami!
Bravo! /Bravo!
Ayam ini enak sekali.
Aku akan makan banyak hari ini.
Makanlah sebanyak yang kau inginkan. Ini kartu kredit Kang Sun Woo.
Kenapa khawatir? Kita tidak akan pernah menggunakannya lagi.
Aku juga akan menggunakan kartu ini untuk sumbangan.
Sumbangkan untuk aku dulu. Pesan satu ayam lagi untuk setiap orang.
Kau pelit sekali. Satu ayam per orang?
Sepuluh ayam per orang!
Sepuluh ayam!
Nyonya, tolong tambah lagi ayamnya!
Dan juga bir-nya!
Kau tahu, aku... terbentuk dari kabut mistis.
Tolong tambah lagi bir-nya! /Apa kau tidak mendengarku?
Oke, kabut mistis...
Kau harus mendengarkan orang ini.
Dengarkan aku.
Aku mendengarkan.
Kabut mistis, oke?
Ada seekor bangau, bangau yang mengangkat kakinya keatas.
Itulah mimpi ibuku saat dia mengandung aku. Seekor bangau...
Bangau, bangau, bangau.
Oh, itu bangau. Seekor bangau sudah muncul.
Sini, bangau. Makan ini. Kau bisa makan ini juga.
Itulah alasan dia selalu melecehkan orang lain selama ini. [Homonim (pengucapan sama, beda makna) untuk 'bangau'.] .
Hey, Sous Chef sedang membicarakan tentang bangaunya saat ini.
Sous Chef, ini kebiasaan buruknya setiap kali dia mabuk.
Dimana Bong Sun? Bong Sun menghilang.
Bong Sun? /Bangau, Bong Sun hilang.
Halo?
Kau tidak mendengar aku?
Hidupkan lampunya.
Bong, apa yang kau lakukan disini?
Oh, Joon.
Hai. /Apa kau mabuk?
Kenapa kau memakai itu?
Oh, ini... barang ini?
Kepalaku sakit, tapi ini memijitnya.
Membuatnya merasa lebih baik. Aku suka benda ini.
Inilah dirimu.
Kemarilah. Duduk. /Apa?
Oh, ada kursi. /Duduk disini.
Joon, kau seorang pria jadi kau tahu cara pria berpikir dan merasa.
Begitulah, kenapa?
Masalahnya, dengar baik-baik... Aku punya teman ini, benar?
Temanku punya pacar ini, benar?
Temanku adalah orang yang sangat liberal, jadi dia hanya menyerangnya.
Tapi, pacarnya ini menolak dia.
Dan dia menolak melakukan itu, dasar orang itu.
Jadi, masalah yang membuat aku penasaran...
Apakah pria biasanya tidak suka saat wanita terlalu agresif?
Benar begitu?
Mari kita lihat... apakah temanmu tidak terlalu cantik?
Bukan artinya dia tidak cantik.
Tapi, menurut pendapatku, dia tidak begitu cantik.
Kemungkinan ada dua hal.
Dia menolak karna dia tidak cantik.
Atau dia sangat menyukainya sehingga dia menunggu
sampai ada rasa saling percaya dalam hubungan itu.
Sebagai mantan, dia hanya pria biasa.
Sebagai orang terakhir, dia orang yang cukup baik.
Oh, aku tidak tahu. Ini sangat membingungkan!
Apa dia mantan atau orang terakhir?
Aku tak tahu pastinya.
Hm, kurasa orang terakhir.
Kau lumayan cantik.
Ini bukan mengenai aku. Tapi temanku...
Teman dekatku.
Kalau begitu, beritahu temanmu itu untuk lebih mengasah diri.
Dia akan menyesal jika kehilangan dia.
Ngomong-ngomong, kau tidak memegang tanganku akhir-akhir ini.
Kau pasti sudah sembuhka dari rasa "kurangnya kasih sayang" mu.
Oh, aku belum sepenuhnya sembuh.
Belum ... Astaga, Aku bingung sekali!
Aku penasaran apakah dia sibuk. Tidak ada update.
Ini satu-satunya blog yang layak dibaca.
Bagaimana kabar mereka ya?
Mereka harus mengendalikan diri mereka. Apa besok mereka tidak masuk kerja?
Astaga, mereka pasti banyak minum. Mereka pasti akan habis-habisan?
Astaga.
Ini sudah cukup, kan? Dia seharusnya sudah pulang.
Apa yang dia lakukan bersama sekelompok pria?
Ruang karaoke Pal Pal .
Sekarang, mereka sedang mencerna makanan.
Ada apa dengan dia?
Apa dia ingin keluar bersama orang-orang tanpa aku?
Huh?
Apa dia sudah memikirkan semua itu?
Dia benar-benar gila.
Sekarang sudah pukul dua subuh. Apa yang mereka lakukan?
Dia sengaja melakukan ini?
Untuk membalas dendam padaku.
Jika begitu, baiklah... Ini sungguh kenak-kanakan.
[MOTEL YONGSAN]
Motel?
Tunggu, Na Bong Sun?
Dia benar-benar gila!
Dia sudah keterlaluan!
Hey, Na Bong. Kenapa kau lakukan ini? Apa kau sudah gila?
Kau tidak angkat telepon?
Min Soo, angkat teleponnya. Angkat telepon, kunyuk!
Halo, siapa ini? /Hey, Min Soo.
Kau dimana?
Kurasa ini di motel. Kami semua mabuk.
Apakah Na Bong Sun disana juga? Na Bong Sun?
Bong Sun? /Ya.
Kurasa dia sedang cuci muka.
Apa? Cuci muka? Oke...
Ruang nomor berapa?
Astaga.
Mereka bahkan membiarkan pintu tidak terkunci.
Hey.
Hey, Bong. Bangun.
Oh, siapa?
Chef, dari mana saja kau?
Bau sekali.
Chef.
Diam.
Diam.
Tidak boleh begini.
Kemana kita akan pergi?
Tenanglah. /Oke.
Dia jorok sekali.
Kenapa dia melepas celananya saat tidur?
Kang Sun Woo!
Astaga, dia membuatku kaget.
Ouch. /Chef.
Tidak hari ini!
Ayo kita pulang.
Chef, one shot! Ayo. /Tenanglah.
Chef! Oh, Chef disini!
Chef, ayo pergi minum lagi.
One shot! /Apa maksudmu, one shot?
Berdiri yang tegak. /Ya, tegak!
Ini tidak berhasil. /Uh, aneh sekali...
Langitnya berputar, Chef.
Minum lagi.
Lagi, lagi.
Lagi. /Aku kenyang sekali.
Aku tidak bisa lagi.
Kau harus sadar.
Tatap aku.
Apa kau sedkit sadar sekarang?
Ya, sepertinya begitu.
Astaga.
Apa yang kau pikirkan?
Wanita seperti apa yang berani masuk ke kamar motel dengan sekelompok pria?
Oh ya.
Tidak seperti kau, konservatif Chef...
Bagi wanita liar seperti aku, motel sudah seperti rumahku.
Berhentilah bercanda.
Apa salahnya dengan motel?
Itu hanya sebuah ruang untuk beristirahat.
Dan jika kau sekhawatir itu, kau seharusnya ikut.
Kau satu-satunya yang melarangku.
Kau mengatakan hal seperti "konservatif chef"...
Itu masalahnya bagiku.
Apa kau pikir itu artinya aku tidak ingin ikut?
Kau pintar, kau tidak mengerti maksudku?
Dan kenapa kau bereaksi berlebihan? Mereka bahkan tidak menganggapku sebagai wanita.
Kenapa begitu?
Kau terlihat seperti wanita normal, itu yang membuatku khawatir.
Astaga.
Kau tidak tahu apa yang pria benar-benar sukai.
Pria bisa berubah dalam waktu sekejap.
Jika kau ceroboh, kau bisa dalam masalah. Apa kau mengerti?
Aku memang ingin mencari masalah.
Kenapa kau...
Apa kau tahu? Tidak boleh terus begini.
Mulai sekarang, kau harus ada disampingku. Jangan tinggalkan aku walau sebentar.
Aku gugup sekali. Aku akan menempel padamu seperti permen karet.
Kapan aku menyuruhmu menjauh dariku?
Kenapa kau terus maju mundur seperti itu?
Aku tarik kembali ucapanku sebelumnya.
Mulai sekarang, kau harus terus ada didekatku.
Oke.
Aku akan menempel padamu.
Menempel padamu seperti ini? Seperti permen karet?
Aku suka ini.
Kau menyuruhku untuk menempel padamu, oke?
Lebih dekat lagi.
Ya, Chef.
Chef, aku penasaran akan sesuatu... /Apa?
Apa kau tidak ingin melakukan itu, atau kau hanya menahannya?
Tak ada komentar.
Kenapa? Aku sangat penasaran.
Hm? Hm?
Yah, menurutmu... Apa aku ini bukan pria?
Pertanyaan macam apa itu?
Kenapa? Kenapa kau berhenti?
Mari kita mulai seperti ini.
Dan berjalan perlahan...
Untuk waktu yang sangat lama, Na Bong Sun.
Subtitles by DramaFever
Diterjemahkan\Oleh\Laborc
Aku sangat menyukai Chef.
Aku rasa itu semua berkat kau, Unni.
Ini membuatku merasa aneh.
Apa kau tahu hal yang paling berbahaya untuk hantu sepertimu?
Karna aku bahagia.
Ini perasaan. Itulah yang membuatmu serakah.
Hey, tidak bisakah kau melakukannya dengan benar?
Maafkan aku, Chef.
Tentu saja, aku bisa melakukannya dengan mata tertutup.
Kenapa kau tidak menyewa seseorang? Daripada berjuang melewati ini.
Kenapa banyak orang yang penasaran terhadap Bong Sun saat ini?
Ayo kita pergi berlibur.
Sekarang aku ingin pergi denganmu. Perjalanan semalam.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.