All language subtitles for Oh.My.Ghost.E08

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan\Oleh\Laborc

Apa yang... Na Bong Sun!

Kemana saja kau pergi? Aku mencarimu.

Aku? Kau mencariku?

Kau... Aku mencarimu kemana-mana.

Kenapa?

Bukankah kau sudah menolakku dan mengusirku pergi?

Aku penasaran kenapa kau mencariku, Na Bong Sun?

Aku akan mengizinkan kau mengambil alih tubuhku.

Huh?

Kau boleh merasuki aku.

Jadikan Chef Kang milikku.

Baiklah, jadi...

Aku bisa merasuki tubuhmu dan kau memberiku izin?

Apa itu yang kau maksud?

Dasar kau!

Yang benar saja!

Keputusan bagus! Kau membuat keputusan benar, Na Bong Sun.

Kau cantik sekali.

Kau makhluk yang cantik.

Mari kita berteman, oke?

Panggil saja aku unni mulai sekarang.

Itu adalah restoran keluargaku.

Oh, letaknya dekat dengan restoran kita.

Ya, benar.

Itu ayahku disebelah sana.

Dia orang yang sangat baik .

Yang menderita kerugian sepanjang waktu seperti orang bodoh

Sekarang mungkin tidak tampak seperti itu, tapi dulu cukup populer.

Saat makan siang, taksi berbaris hanya untuk mendapat makanan kami.

Aku harus bangun subuh untuk bersiap-siap, menjual makanan, dan mengirimkannya.

Aku menjalani hidup yang sangat sibuk.

Jika aku tahu akan mati secepat ini...

Aku akan bersenang-senang seperti orang lain dan berkencan.

Seharusnya aku hidup seperti itu.

Bagaimana kau mati?

Tidak apa-apa jika aku bertanya?

Aku tidak tahu.

Aku tak punya ingatan tentang kematianku.

Mungkin karna aku mati tiba-tiba.

Pokoknya, kenapa kau tiba-tiba mengubah pikiranmu?

Oh... dulu, aku bahagia hanya melihatnya dari kejauhan.

Tapi, sekarang aku menjadi serakah untuknya.

Bagus... kau sudah benar.

Kau harus punya keserakahan.

Dan menjadi tangguh bila dibutuhkan.

Hiduplah seperti manusia normal, Na Bong Sun.

Mari kita lakukan. /Mari kita lakukan.

Sekarang, kita adalah satu.

Sampai kita menyelesaikan dendamku dan kau menang atas cinta sepihakmu...

Kita adalah hermaprodit, satu kesatuan!

Kurasa hermaprodit tidak benar...

Kita ganti saja.

Pokoknya, kita bisa melakukannya!

Kau juga perlu mengubah kepribadianmu.

Berdiri tegak.

Fighting!

Fighting.

Lebih kuat lagi, fighting!

Fighting!

Oh, rasanya hebat.

[Oh My Ghostess Episode 8]

Apa kau tidur nyenyak, Chef?

Ya.

Omo, omo.

Kau pasti tidak tidur nyenyak.

Kau terlihat bertambah tua sepuluh tahu dalam sehari.

Sepuluh tahun apaan? Ini karna aku belum membasuh wajahku.

Ya ampun.

Hey. /Ya?

Apa sekarang kau menjadi maniak lagi?

Mungkin.

Astaga, ini sangat membingungkan. Aku tidak tahu siklusnya sama sekali.

Kenapa repot-repot? Biarkan saja.

Oh, ya. Chef.

Ada hal yang membuatku penasaran.

Aku membaca tentang ini di majalah.

Mereka mengatakan bahwa pria terangsang diantara pukul 10-11 malam. Apa itu benar?

Astaga, tidak lagi.

Omo, itu mungkin benar.

Hey, cepat minum obatmu.

Ya ampun, semakin kuperhatikan dia semakin imut.

Chef, Chef... tunggu!

Chef, Chef!

Dia mengunci pintunya lagi.

Chef!

Apa yang kau pikirkan, So Hyung?

[Sun Woo]

[So Hyung]

Panas!

Panas sekali.

Kau bisa memanggang perut babi di punggungku.

Ada apa dengan cuaca ini? Cuaca seperti ini akan membunuh seseorang.

Kau harus bertahan sehari lagi.

Liburan kita akan dimulai besok.

Tiba-tiba saja, aku terinfeksi virus bahagia.

Cordon, kenapa kau tampan sekali hari ini?

Did it get on you?

Apa yang kalian lakukan saat libur? Sudah membuat rencana?

Aku akan memancing ke laut dengan temanku.

Apa maksudnya? /Memancing, memancing.

Tidak, itu bukan mancing.

Ji Woong, bagaimana denganmu?

Oh ya, kurasa aku akan pulang ke rumah dulu karna sudah lama aku tidak pulang.

Aku akan pergi ke festival air di Jangneung dengan teman-temanku.

Dan aku akan minum arak beras bersama teman-temanku.

Aku juga sudah lama tidak bertemu orang tuaku.

Ayo pergi bersama-sama. /Apa?

Itu hanya bercanda! Lelucon.

Aku muak melihat wajahmu di dapur sempit ini setiap hari.

Seolah-olah aku akan pergi berlibur denganmu.

Tentu saja tidak. /Benar.

Cordon, apa rencanamu?

Aku akan pergi wakeboarding di dekat sini.

"Aku akan pergi wakeboarding di dekat sini."

Kau menjengkelkan sekali. Inilah ciri khasmu, Cordon.

Tidak cocok denganku sama sekali.

Liburan apa? Kita akan liburan, Sous Chef?

Kenapa kau menggelitik kaki gajah?

Chef bilang begitu. Kita mendapat dua hari libur mulai besok.

Oh benar. Dua hari dimulai besok.

Bisa kau minggir?

Kenapa kau menghalangi jalan?

Maaf...

Dia... dia menjadi aneh lagi, kan?

Ya.

Pelan-pelan.

Kau bisa mendapat gangguan pencernaan karna bubur.

Karna bubur ini spesial. Ada banyak tiram di dalamnya.

Kau tidak harus repot-repot mengunjungiku.

Sakitku tidak terlalu parah.

Tetap saja... bagaimana aku tidak datang saat temanku sakit?

Syukurlah kau masih punya selera makan saat flu.

Dilihat dari caramu makan.

Aku makan untuk menunjukan rasa terima kasihku padamu.

Oh tidak, tidak perlu begitu!

Jangan paksa dirimu untuk makan. /Tidak!

Tidak apa-apa. Aku akan memakannya.

Tak apa.

Kau yakin? Kau baik-baik saja?

Tentu saja.

Kalau begitu makanlah.

Kau harus makan dan cepat sembuh.

Aku bosan sekali.

Saat ini sedang libur sekolah jadi tak ada perkuliahan.

Aku tidak punya teman makan atau minum.

Kau tidak punya teman yang diajak makan atau minum? Saat kau menjadi seorang dosen?

Aku selalu pandai kencan sejak aku masih muda.

Jadi aku tidak punya kesempatan berteman dengan banyak wanita.

Dan wanita tidak menyukaiku.

Mereka bilang aku terlalu ramah dengan pria.

Tentu saja, semua itu di masa lalu.

Sekarang, pria menjijikkan.

Itu benar.

Saat kau menjadi tua, yang kau butuhkan hanya teman bukan pria.

Tapi, kenapa kau tidak menatap mataku hari ini?

Apa kau marah padaku?

Kenapa... kenapa aku tidak menatap matamu?

Apa ada hal yang terjadi dengan putramu?

Seperti pingsan karna suhu tubuh rendah?

Kenapa? Apa kau melihat sesuatu? /Tidak, tidak!

Aku hanya penasaran, jadi aku bertanya keadaannya.

Astaga, kukira apa... Jantungku.

Tidak ada hal yang terjadi.

Dia akan pergi berlibur mulai besok.

Aku sudah mengingatkannya untuk waspada terhadap air.

Benarkah? Liburan?

Apakah udang krim safron dan Shrek pasta siap untuk meja 3?

Ya, sudah siap, Chef!

Baiklah, tidak ada lagi pesanan mulai sekarang dan selesaikan dalam 10 menit.

Ya, Chef!

Aku akan membersihkan ruang makan.

Hey, Hyung Jin, Hyung Jin.

Bagaimana liburanmu?

Oh, tidak, tidak, tidak. Jangan bilang kau tak bisa. Jangan, jangan.

Kukira kau akan bertanya pada bosmu.

Apa itu salahmu sehingga restoran tidak berjalan dengan baik?

Apa, apa? Tidak, itu tidak mungkin. Tidak, tidak.

Hey, hey, hey, Hyung Jin. Enyah saja kau.

Astaga.

si Kunyuk itu. Sesaat yang lalu tampaknya dia akan pergi.

Semakin memburuk... /Dia tidak punya banyak akal.

Mari kita lewati hari ini. Jangan hiraukan dia hari ini.

Paham?

Hal ini membuatku gila.

Hey teman-teman...

Hey, dimana tomat yang sudah rusak disimpan?

Ada apa dengan perutku? Perutku terus bermasalah.

Hey, apakah wakeboarding menyenangkan?

Aku sudah bilang mereka ada di halaman belakang.

Hey, Chef? Chef.

Apa kau sudah punya rencana untuk liburanmu?

Tidak, belum ada. Kenapa?

Sebagai satu tim, menurutku kita harus pergi berlibur bersama...

Aku memesan Penginapan menakjubkan untuk kita.

Liburan bersama? /Ya.

Kudengar baru-baru ini tim Chef Marco pergi ke pulau Pulau Jeju untuk membership training (MT).

Setelah mereka kembali, mereka menjadi kompak satu sama lainnya.

Tim itu tidak butuh lagi di ceramahi.

Benarkah?

Bagaimana menurut kalian?

Tentu saja, kita harus pergi.

Ya, jika Chef berkata begitu, kita harus pergi.

Hebat, karna Chef memberi kita liburan untuk membangun tim dan persatuan...

Hey Cordon, bagaimana pendapatmu?

Aku seharusnya pergi wakeboard...

Tapi, akan kucoba membatalkannya.

Karna semuanya harus pergi.

Tentu saja. Aku setuju, setuju sekali!

Ayo pergi, oke?

Oke. Kalau begitu mari kita pergi.

Min Soo, kau yang mengurus makanan.

Ya, Chef!

Oh, sudah berapa lama ya sejak MT terakhirku?

Mari bersenang-senang!

Kita akan bersenang-senang! /Aku juga!

Hey, So Hyung.

Apa kau sibuk? Kau sudah selesai bekerja hari ini?

Ya, kami akan tutup sekarang.

Kalau begitu mari ketemuan. Aku akan datang kesana.

Oh... baiklah.

Apa kau melihatku?

Pergilah, saat aku memberitahumu dengan baik.

Kau mau kemana? bertemu PD Lee?

Kenapa kau perduli? Ini bukan urusanmu. Kembalilah sekarang.

Tidak.

Aku tidak mengikutimu. Aku hanya jalan-jalan.

Kemana?

Aku akan pergi ke rumah teman, ke restoran miliknya.

Oke, pergilah. Kau saja yang duluan.

Oke.

Astaga, sombong sekali!

Benar-benar... kau...

Jahat sekali.

Gadis itu, benar-benar.

Hey. /Oh, hai.

Aku tahu kau akan datang, jadi aku memesan dua.

Tidak apa-apa jus jeruk? /Yup, tentu.

Astaga.

AC disini dingin sekali.

Seharusnya mereka menjaga suhu ruangan 25 derajat.

Sun Woo.

Kemarin... /Aku tahu.

Kau pingsan tadi malam, kan?

Kau sangat mabuk. Apa kau ingat saat aku mengantarmu pulang?

Ya.

Ya, kau tampaknya siuman saat kita hampir sampai di rumahmu.

Berapa banyak kau minum?

Oh, aku hanya minum sedikit kemarin.

Kau harus memperbaiki kebiasaan mabukmu.

Jika kau sering mabuk, kau akan membuat kesalahan suatu hari nanti.

Karna aku temanmu jadi tidak apa-apa

tapi, kau akan ditampar jika itu orang lain.

Berhati-hatilah. /Yeah.

Yeah, kau benar. Aku terus membuat kesalahan belakangan ini.

Astaga, pekerjaanmu membuatmu kacau.

Dulu kau punya kulit yang bagus.

Sekarang minuman sudah menyedot semua kelembaban kulitmu.

Benarkah? Kurasa aku harus melakukan perawatan kulit.

Terima kasih sudah memberitahuku.

Lebih berhati-hatilah.

Mari pergi setelah selesai minum.

Aku akan pergi MT dengan tim-ku besok.

Aku harus berkemas-kemas.

Oh, ya? Aku juga akan pergi survey lapangan.

Baik, mari pergi setelah selesai minum. /Oke.

Paman!

Oh, halo. Senang melihatmu.

Kenapa kau disini?

Bukankah kau mengabaikan kami kemarin?

Kenapa? Apa kau akhirnya sadar?

Jadi kau mengibarkan bendera putih?

Sungguh, apa yang dia katakan?

Paman, ambil ini.

Kesukaanmu, es loli kacang merah.

Wow, terima kasih.

Nih, makan itu.

Silahkan duduk. /Terima kasih.

Bagaimana kau tahu aku suka es loli ini?

Oh, kau tidak ingat? Kau pernah bilang sebelumnya.

Oh, benarkah?

Lagian, apakah olahragamu berjalan lancar?

Tentu saja, aku pergi ke taman pagi ini.

Jika memungkinkan, aku juga pergi saat sore.

Itu bagus.

Aku sungguh menyesal. Banyak masalah yang datang jadi aku tidak bisa menepati janji.

Dan besok, aku harus pergi MT bersama rekan kerjaku.

Kurasa untuk sementara kau harus berolahraga sendiri.

Apa? MT?

Hey, bukankah hanya ada pria saja?

Kau tidur di ruang yang sama dengan mereka, kan?

Jangan mengenakan pakaian yang terlalu terbuka. Dan juga jangan mengenakan tank tops.

Apa ini? Apa hakmu memerintahku?

Jangan berlebihan dan jangan pakai lipstik hanya karna kau pergi berlibur.

Sebaliknya pastikan kau membawa lotion tabir surya.

Kulitmu pucat. Kau akan terbakar sinar matahari.

Kenapa kau menceramahiku? Kau konyol sekali.

Dan pastikan kau menelepon sebelum tidur.

Aku khawatir. /Oh, ya ampun.

Dia aneh. Paman, ada apa dengannya?

Dia selalu seperti itu. Mengurusi urusan orang lain.

Kau tidak bilang.

Kakak ipar! /Oh, hai.

Paman, bisa tambah minumannya? /Yup.

Ini dia. /Terima kasih.

Apakah kau datang meskipun kau butuh tidur?

Tidak, bukan begitu. Minum membantuku untuk tidur lebih cepat.

Jika kupikir-pikir, sudah lama sejak kita minum bersama.

Kau benar.

Tapi, kak ipar... Apa ada hal yang terjadi?

Kau terlihat tidak begitu baik.

Tidak banyak.

Terkadang kau merasa ingin minum-minum.

Dan karna aku tidak ada pekerjaan besok.

Oh, kudengar dari Eun Hee kau akan pergi MT.

Ya, untuk membangun kekompakan tim.

Akan lebih baik jika Eun Hee ikut bersama.

Tapi, dia merasa tidak nyaman jadi aku tidak bisa terus memintanya.

Jangan khawatir.

Dia akan bertemu teman-teman sekolahnya. Aku bilang akan pergi dengannya.

Oh, benarkah? Itu bagus.

Itu menjengkelkan.

Dia sangat ingin pergi berlibur.

Ini diluar kemampuan kita, kan? Menangkap pelaku tabrak lari itu.

Ya, semenjak...

Sudah lama sekali.

Bagaimana bisa tidak ada saksi mata?

Dan CCTV -nya rusak.

Jika saja diperbaiki, mungkin saja ada beberapa barang bukti.

Kau harus melupakan insiden itu.

Eun Hee memiliki aku.

Ya, itulah alasan aku sangat menyukaimu. Dan mentraktirmu minum seperti ini.

Kita akan pergi MT? Satu malam, dua hari?

Benar. Ini kesempatan yang diberikan kepada kita.

Kenapa? Karna saat orang pergi berlibur, mereka akan bersemangat.

Dan akhirnya kehilangan kewaspadaan.

Dan?

Dan? Tentunya, kita hanya harus menyerang Chef.

Serang! /Oh.

Menyerang dia?

Apa kau tidak mau?

Kau harus melihat langit malam untuk mengambil bintang.

Begini, tetap saja... hal itu...

Tidak ada waktu untuk malu atau apapun itu.

PD Lee menghubungi Chef Kang jadi sekarang dia sedang bersamanya.

Dia masih belum pulang.

Aku sedikit khawatir saat ini.

Meskipun kurasa Chef Kang tidak akan membuat banyak kemajuan sekaligus.

Kita harus menyerang terlebih dulu dan menyelesaikan tugas kita.

Punya ide bagus?

Pertama-tama, bukankah kita harus pastikan Chef mendapat kamar sendiri?

Jika ada orang disekitarnya, rasanya akan canggung. Untuk menggodanya...

Selain itu, kurasa kita jangan membiarkan dia minum terlalu banyak.

Setidaknya dia bisa berjalan lurus, Jika kita ingin melakukan sesuatu dengannya.

Kau lumayan cerdas, ya?

Kau paham dengan prinsip-prinsip dasarnya.

Tidak juga...

Oh, kalau begitu, haruskah aku membeli piyama baru?

Like a slip.

Keren.

A slip?

Kita sudah sampai!

Bagus sekali! /Wow, disini dingin.

Halo. /Halo.

Kalian pasti lelah berkendaraan.

Pasti macet sekali di jalan.

Tidak juga. Diluar dugaanku tidak terlalu macet, sehingga tidak begitu buruk.

Wow, pemandangan di sini menakjubkan.

Jauh lebih baik.

Terima kasih.

Ini adalah cemilan yang dibuat oleh orang-orang disini. Lingkungan disini ramah.

Ini sedikit beku, jadi harus dicairkan terlebih dahulu sebelum dimakan.

Wow, terima kasih banyak.

Kalian akan menggunakan panggangan BBQ, kan?

Mau kuambilkan bara?

Kami adalah chef, jadi jangan khawatirkan kami.

Ah, aku paham. /Ya.

Tapi, kenapa ada unni lain di dalam unni itu?

Aku?

Apa maksudmu? Yah, aku...

Aku tidak tahu apa yang kau maksud.

Sayang.

Chae Hee, kenapa kau diluar sini?

Tidak, tapi... /Cepat, ayo pergi!

Kamarnya lewat sini.

Aku memberikan kamar terbesar yang kami punya.

Wow, terima kasih. /Ya.

Ambil barang bawaan kita.

Ya, Chef.

Aku akan mengambilnya.

Tunggu, tunggu. Stop, stop. Ada lagi.

Tunggu.

Ini sudah berat. /Ada lagi. Tunggu.

Tahan sebentar. /Omo, omo, omo!

Kenapa kau tidak membawa sisanya, Sous Chef?

Daripada membiarkan wanita melakukannya?

Wanita apa? Bong? Dia bukan wanita.

Lalu dia seorang pria?

Yah, bukan pria...

Cordon sialan, kau selalu menyanggah perkataanku.

Apa kau pacarnya Bong? Apa pentingnya bagimu?

Hanya pacarnya yang boleh mengatakan sesuatu?

Kalau begitu aku akan menjadi pacarnya.

Omo! Respon yang luar biasa.

Tunggu aku, pacarku!

Astaga, bajingan itu. Sejak kapan mereka berdua akrab?

Anak itu!

Pacarku, biar aku bawakan.

Tunggu, pacarku. Kita satu orang mulai hari ini.

Chef, kita kehabisan makanan.

Tidak banyak yang tersisa. /Ya.

Kami akan selesaikan semua.

Biar aku saja.

Saat liburan seperti ini, ini adalah tugas senior.

Oke. /Makan saja.

Aku ingin cepat makan. Ini enak sekali.

Jika kau bosan, kau bisa membuat makanan pembuka dengan daging sapi

Makanan pembuka?

Haruskah kita berkompetisi?

Kompetisi seperti apa?

Juara pertama, hidangannya akan dijadikan menu spesial bulan depan.

Wow!

Suasana hatiku baik. Tambahan libur satu hari!

Wow!

Aku siap bertanding hari ini!

Mari kita lakukan.

Kenapa kita datang ke sini dan melakukan kompetisi, Chef?

Dimulai sekarang!

Oh Na Bong Sun, kau sudah melatih ketrampilan pisaumu?

Ketrampilan pisaumu terlihat sangat baik.

Aku sudah bertemu dengan guru yang hebat.

Dua finalis adalah...

Bulgogi papillote milik Min Soo dan torch bulgogi milik Joon.

Sayang sekali.

Keduanya menyajikan kreatifitas dan rasa yang enak.

Kita tidak bisa mengakhirinya seperti ini.

Hari ini, bersama kita ada Choi Ji Woong yang menghabiskan 30 tahun mencicipi makanan.

Aku... aku?

Ya, aku suka beef bulgogi.

Aku akan mencicipi keduanya.

Pertama, hidangan milik Joon.

Wow, kualitas daging sempurna.

Anggur dan rosemary membuat rasanya sangat enak.

Chef, ini akan menjadi hit jika kau memasukannya kedalam menu restoran kita.

Hey, Cordon.

Ini lezat sekali.

Hidangan berikutnya.

Apa ini?

Dagingnya sangat bagus, manis, dan sesuatu yang tak asing.

Sesuatu yang sering aku makan.

Rasa yang sama seperti salah satu menu di restoran kita.

Perut babi itu dan daging bulgogi ini. Sangatlah berbeda.

Chef, silahkan umumkan pemenangnya. Aku gelisah sekali.

Baik, sekarang Chef akan mengumumkan pemenangnya.

Jadi, pemenang yang hidangannya akan dijadikan menu spesial dan tambahan libur

dari MT musim panas Sun Restaurant adalah...

Suh Joon, fighting!

Suh Joon, Suh Joon, Suh Joon, Suh Joon!

Suh Joon, Suh Joon, Suh Joon!

Suh Joon... /Bulgogi papillote milik Min Soo .

Begini, masalahnya...

Torch Bulgogi milik Joon terlalu kreatif dan juga bagus.

Milik Min Soo lebih mendasar dan bermain aman.

Kalian mungkin tidak mengerti.

Aku sudah berpengalaman jadi...

Baiklah.

Apa yang akan kita lakukan? Kita bisa makan sekarang?

Mari makan. /Ya, Chef!

Ayo makan, ayo makan!

Kau harus mencicipinya lagi.

Rasanya lebih baik.

Diam.

Astaga, benar-benar.

Chef, mari bersulang.

Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu?

Norak sekali.

Semuanya, aku tahu waktu luang kalian sangat berharga.

Tapi, untuk kalian yang sudah berkumpul demi kerjasama tim Sun Restaurant.

Jadi, aku ingin mengucapkan terima kasih pada kalian semua.

Mari terus di jalur ini bersama-sama!

Ayo! Ayo!

Ah, minuman ini sangat nikmat hari ini.

Udaranya juga segar.

Kita sudah beli banyak, tapi kita sudah menghabiskannya.

Kita hampir menghabiskan semuanya. /Benarkah?

Pergilah beli lagi.

Apakah pasangan Dong, Woong ingin pergi? Atau Cordon yang akan pergi?

Minum saja apa yang ada.

Sous Chef yang harus pergi membeli.

Aku akan pergi membelinya.

Oh tidak! Kenapa tidak biarkan saja karyawan yang membelinya?

Sudah kubilang biar senior yang melakukan hal ini.

Aku mencoba menjadi bos yang tidak otoriter, tapi lebih seperti saudara.

Aku akan segera kembali.

Terima kasih. Semoga perjalananmu menyenangkan.

He sure showboats over a few bottles of alcohol.

Dia mati jika membeli barang murahan.

Oke, musik.

Pecundang.

Preman goblok.

Sampah, orang tolol, di depan cermin...

Kau tidak sedang bicara denganku, kan?

Ini lagu, sebuah lagu. /Itu hanya lagu, kan?

Dengarkan lagi.

Pecundang.

Yang lain saja.

Ah, bagus.

Dasar kau pecundang.

Aku suka.

Preman goblok.

Sampah...

Chef, ayo pergi bersama-sama! /Apa?

Tunggu aku. /Kenapa kau ikut?

Matahari akan segera terbenam.

Ini berbahaya, terutama tempat seperti ini.

Ada banyak hantu di sini, terutama hantu perawan.

Aku akan melindungimu, Chef.

Kau akan melindungiku? Kaulah orang yang paling berbahaya.

Jangan khawatir. Aku tidak akan menyentuhmu.

Omo, bukankah ini sepeda?

Mari kita naik sepeda kesana.

Lupakan saja. Kita jalan saja.

Aku lebih suka berlari dari pada membawamu naik sepeda.

Kenapa tidak? Kita bisa membawa alkohol disini.

Pasti akan berat.

Tunggu...

Kau belum mendapat izin dari pemilik sepeda.

Astaga, dia keras kepala sekali.

Chef, bisakah kau bergegas?

Hey, berapa berat badanmu?

Kau sungguh berat untuk orang yang kecil.

Bukan artinya aku berat.

Bentuk tubuh bagian bawahmu sangat buruk, Chef.

Hey, tubuh bagian bawahku tidak main-main?

Kau pasti terkejut. /Ya, ya. Kau banyak bicara.

Ah! Kau lambat sekali, ini membuatku gila.

Turun, oke? /Ada apa?

Berhenti saja! /Bagaimana caranya?

Duduk di bangku belakang. Aku yang akan mengemudi.

Kukira kau tidak bisa menaiki sepeda.

Oh. /Kita berangkat sekarang!

Percaya padaku! /Pelan-pelan.

Baiklah, ini dia. /Perlahan-lahan.

Pelan-pelan! /Kita berangkat!

Pelan-pelan. Jangan terlalu cepat! /Kita berangkat!

Ini menyenangkan!

Astaga, sungguh?

Kubilang pelan-pelan saja!

Yay, kembang api.

Untuk apa kau membelinya? Kekanak-kanakan sekali.

Kenapa tidak? Ini menyenangkan. Ini bisa meledak.

Kau ingin melihatnya? /Diamlah.

Lakukan saja sendiri nanti. /Baiklah.

Jangan datangi aku untuk meminta satu nanti.

Ah, udaranya begitu manis.

Ini sungguh bagus.

Udaranya sungguh baik.

Sejak aku masih muda, Aku punya tujuan saat aku berumur 40 nanti.

Aku ingin memiliki sebuah peternakan kecil.

Aku ingin menjalankan restoran kecil dan itulah impianku.

Kau bisa melakukannya jika kau mau.

Tanah di pedesaan tidaklah mahal.

Masalahnya adalah kemampuan memasakmu.

Aku ingin, tapi itu sudah terlambat.

Apa maksudmu, terlambat?

Apa kau akan membuka restoran di Paris?

Hal itu masih mungkin.

Tidak, hal itu tidak mungkin.

Yang kau tahu bukanlah segalanya.

Jangan coba mencari tahu lagi.

Kau akan pingsan jika kau tahu lebih banyak.

Baiklah, lakukan saja sesukamu. Itu impianmu, bukan impianku.

Oh Chef, tali sepatumu terlepas.

Tidak apa-apa.

Diam saja.

Aku punya cara agar talinya tidak lepas lagi.

Biasanya aku tidak memberitahu rahasia ini pada orang lain.

Khusus hari ini saja.

Aku seharusnya mengajukan hak paten untuk ini.

Aku sudah kehilangan kesempatan dan aku tidak sempat melakukannya.

Tada!

Bagaimana menurutmu? Terlihat tidak akan lepas lagi, kan?

Bagaimana menurutmu?

Ya, kelihatannya bagus. /Benarkah?

Tada! Sekarang, kita pasangan!

Apa maksudmu, pasangan? Lepaskan aku.

Aku tahu tanganmu terikat pada sepeda ini.

Jadi, kenapa aku harus mendengarkanmu?

Apa kau akan terus seperti ini? Aku akan marah.

Haruskah aku terus seperti ini? Bagaimana? Seperti ini?

Apa yang sedang kau lakukan? /Haruskah aku naikan lagi?

Turunkan. /Aku akan naik.

Sun Woo!

Oh, So Hyung!

Hey, turunkan.

Apa yang kau lakukan disini?

Survey lapanganku di dekat sini.

Aku sudah selesai dan hendak pergi, tapi teringat dengan MT kalian.

Aku sudah membeli beberapa minuman.

Wow, kau tidak harus melakukannya.

Kalian pasti keluar membeli sesuatu.

Hai, Bong Sun.

Hai juga.

Aku terkejut melihatmu.

Perusahan saat ini hanya membayar gaji.

Orang-orang tidak terlalu sibuk. Mereka punya banyak waktu luang.

Kenapa tidak ada minuman alkohol satupun!

Bawakan minumannya! Joon ingin minum.

Minum, minum, minum!

Siapa yang memberi dia banyak minum?

Astaga, mudah sekali mabuk.

Dia minum seakan-akan kehilangan negaranya.

Biarkan saja. Dia akhirnya terlihat seperti manusia biasa.

Aku melihat berbagai macam sisi berbeda darinya.

Apakah Chef membuat alkohol?

Kenapa dia lama sekali? Aku sudah kehilangan kesabaranku.

Hey, bagaimana ini? /Kenapa?

Kurasa aku melihat dewi-ku. Bukankah itu PD Lee... PD Lee?

Omong kosong apa itu?

Oh, PD Lee!

Wow, apa yang kau lakukan disini?

Ambil ini. Bantu aku.

Halo, aku berada di dekat sini untuk bekerja jadi sekalian singgah.

Apa aku tidak di sambut disini? /Oh tidak!

Suasananya tidak bagus karna kami semua pria. Sekarang, suasananya menjadi cerah.

Apa maksudmu? Bagaimana denganku?

Kau hanya keluarga. /Benar.

Berhentilah bicara. PD Lee membeli dua botol anggur.

Wow!

PD Lee, PD Lee...

Kulit putih susu PD Lee.

Brisik! Sudah aku bilang jangan brisik!

Diam!

Bawa Joon pergi. /Bawa dia pergi.

Ayo pergi.

Waktunya tidur. /Mari kita pergi

Pegang kakinya. Kakinya...

Kalau begitu kita akan pulang!

Bersenang-senanglah, Eun Hee!

Aku gembira sekali.

Sudah lama kau tidak bertemu teman-temanmu.

Ya, aku tahu.

Apakah baik-baik saja jika ibu sendiri?

Apa ibu punya rencana?

Tentu saja.

Temanku akan datang, jadi jangan khawatir.

Jagalah dia, menantu.

Jangan khawatir, Ibu.

Oh, dia pasti datang. Dia datang!

Baiklah!

Oh, kau sudah datang! Masuklah, masuklah!

Kenapa tidak bertemu diluar?

Kenapa kau bersikeras mengundangku kesini? /Oh, kau tahu...

Aku akan menaruh ini.

Halo. Kau disini? /Ya, halo.

Kau sudah bertemu putriku Ini pertama kalinya kau bertemu menantuku.

Sapa dia. Ini temanku, Suhbingo.

Ah, halo.

Aku sudah banyak mendengar tentangmu.

Apa yang kalian lakukan? Kalian harus pergi. Kalian akan terlambat.

Ah, ya. /Bersenang-senanglah.

Sampai jumpa.

Kami akan segera kembali. /Sampai jumpa.

Makanlah makanan enak, Eun Hee.

Ya, Ibu.

Dia, anehnya, sangat kuat.

Aku biasanya tidak pernah merasa selemah ini.

Apa karna aku kurang meditasi belakangan ini?

Ini sungguh melukai harga diriku.

Hey, Eun Hee!

Oh, kau sudah datang! /Hey!

Sudah berapa lama ya? Kalian harus terus berhubungan.

Aku sudah lupa dengan wajahmu.

Aku agak malas, kan? Maafkan aku.

Hae Joo, kau mendapatkan peran Giselle.

Itu hebat sekali. Selamat.

Ya, selamat!

Tapi, aku khawatir. Kurasa hal itu sangat sulit.

Eun Hee yang terbaik memerankan Giselle diantara kita semua.

Itu benar. /Benar.

Bahkan Professor berkata begitu.

Eun Hee mungkin akan mendapat peran itu.

Benar, dia pernah bilang seperti itu.

Jika saja tidak terjadi...

Kau belum menangkap siapa yang melakukannya, kan?

Belum.

Walaupun kita tidak tahu, dia akan mendapat balasannya, benar'kan?

Ya. /Bagaimana bisa menabrak seseorang dan pergi begitu saja?

Orang jahat seperti seharusnya dihancurkan dan dijemur sampai kering.

Oh hey! Kau sudah gila.

Itu menakutkan sekali. /Apa?

Sayang... aku akan menunggu diluar.

Kenapa? Disini saja bersama kami.

Tidak, aku akan menunggu diluar.

Tinggallah sejenak.

Bersenang-senanglah.

Aku akan menghubungimu.

Sampai jumpa.

Apa kita membuatnya tidak nyaman?

Tidak, tidak. Itu tidak apa-apa.

Bagaimana dia? Apa dia baik padamu?

Oh, Eun Hee.

Halo.

Minuman akan turun.

Turun, turun, turun, turun.

Sampai kapan aku harus mengoyang bahuku?

Lihatlah bahuku. Mereka menari.

Tak ada waktu untuk istirahat. Tak ada waktu untuk istirahat.

Walau aku melihat, aku tidak tahu.

Satu! /Apa itu?

Dua!

Tiga! /Tiga!

Kalian berdua kena.

Kalian berdua, one shot. Tidak, jangan lakukan one shot.

Black knight, black knight, black night!

Sun Woo. /Chef.

Wow! Chef mendapat permintaan black knight ganda.

Kau hanya bisa memilih salah satunya.

Aku akan minum keduanya.

Itu tidak menyenangkan.

Minum dan buat keinginan.

Keinginan, keinginan, keinginan.

Aku tak punya keinginan. Sekarang sudah pukul 2. Mari pergi tidur.

Ayo tidur. Ayo masuk kedalam dan tidur.

Kita masuk ke dalam dan minum lagi. /Oke.

Kalau begini, PD Lee dan Bong bisa berbagi ruangan.

Joon dan Chef akan berbagi ruangan.

Kami bertiga dalam satu ruangan.

Tidak, tidak! Chef tetaplah Chef. Dia harus mendapat ruangan sendiri.

Tidak, aku tidak begitu perduli.

Oh tidak! Harus ada urutan kedudukan. Itu tidak benar.

Chef akan mendapat ruangan sendiri, titik.

Wow, astaga.

Lakukan saja sesukamu.

Mari kita bersihkan.

Mari kita lakukan.

Sun Woo? /Ya.

Haruskah kita jalan-jalan untuk membeli alkohol?

Chef, bukankah tadi kau mengatakan sudah lelah? Lihatlah lingkaran matamu.

Ayolah, ayolah. Ayo pergi. /Apa, huh...

Baik, aku mengerti.

Berhati-hatilah.

Baiklah.

Oh, udaranya dingin. Cepat pergi ke tempat tidur.

Astaga, malam ini sangat penting. Kenapa dia disini? Sialan.

Aku harus menyelesaikan pembicaraanku dengan Sun Woo.

Kuharap kau tidak merasa canggung karna aku, Bong Sun.

Maafkan aku.

Aku penasaran kenapa orang yang meminta maaf bersikeras bergabung dengan kelompok MT lain.

Aku tak mengerti alasan kau bersikeras tidur di ruang penyimpanan itu.

Apa sungguh tidak ada tempat lagi untuk tinggal?

Chef memintaku tinggal disana. Aku tidak memohon padanya.

Walaupun orang menawarimu bantuan, kau seharusnya menolak.

Apa kau tidak sadar itu akan membuat karyawan lain merasa tidak nyaman?

Tidak.

Apa kau tidak punya teman?

Tidak, aku tidak punya teman.

Kalau begitu kau bisa datang ke rumahku.

Kenapa kau tertarik dimana aku tidur, PD Lee?

Dan kenapa kau terganggu karna aku disini, Bong Sun?

Ha! Astaga.

Kau mau kemana? /Lampunya.

Aku harus mematikan lampu.

Oh, disebelah sana.

Aku tidak bisa tidur saat lampu menyala.

Oke.

Kau mau kemana? /Toilet.

Kenapa repot-repot keluar?

Ada satu didalam ruangan ini.

Di sebelah sana.

Oh, itu toilet...

Ya.

Ngak jadi deh.

Aku menang.

Oh, jika seperti ini...

Ini bantal lengan alami.

Oh, Chef.

Apa ini? Apa ini?

Orang lain akan terbangun. Ini aku, Na Bong Sun.

Ada apa? Kenapa kau disini?

Karna PD Lee terus mendengkur.

Aku lelah sekali.

Aku tidak bisa tidur sama sekali.

Bagaimana jika aku yang masuk ke kamarmu seperti ini?

Apa?

Kenapa kau melihatku seperti itu? Membuatku tambah bersemangat.

Apa kau sudah minum obat?

Bisa berhenti bertanya apakah aku sudah minum obat?

Bagaimana bisa aku berhenti bertanya?

Wanita seperti apa yang bertingkah seperti ini?

Aku bisa gila.

Ini enak sekali.

Lepaskan tanganku.

Tidak. /Keluar.

Aku sudah bilang, PD Lee mendengkur.

Ah, aku tidak mau.

Tunggu dulu. /Keluar saja.

Astaga!

Apa yang harus kulakukan padamu?

Aw, Chef!

Apa pria selalu berprasangka buruk seperti ini saat akan tidur dengan orang lain?

Jika sudah sejauh ini, kau seharusnya menutup matamu dan...

Astaga, sebenarnya...

Kenapa kau bertingkah seperti ini?

Mungkin aku harus membawamu ke rumah sakit lagi. Kurasa penyakitmu semakin parah.

Duduk.

Chae Hee. /Chae Hee!

Hey, Chae Hee!

Chae Hee. Hey, Chae Hee!

Chae Hee.

Yoon Chae Hee!

Kenapa, apa terjadi sesuatu? /Ya.

Putriku menghilang.

Maksudmu gadis kecil yang berseragam sebelumnya?

Kesehatan mental putri kami tidak normal.

Dia sering menyebabkan masalah jika sendiri.

Dimana dia sekaran?

Chae Hee!

Dia suka bersembunyi.

Chae Hee!

Kurasa dia bersembunyi disuatu tempat.

Chae Hee! /Ini sudah sangat larut.

Sembunyi... sembunyi?

Kalau, kami juga akan mencarinya.

Ya, ya.

Namanya Chae Hee? /Ya.

Yoon Chae Hee. /Oke.

Yoon Chae Hee!

Ayah dan ibumu khawatir.

Keluarlah jika kau bersembunyi.

Yoon Chae Hee!

Kurasa dia tidak ada disini.

Chef, pergilah kesebelah sana.

Aku akan coba kesebelah sini.

Apa?

Kau pergilah kesana.

Hati-hati. Jangan main-main...

Astaga.

Yoon Chae Hee... Chae Hee!

Mencari anak-anak.

Mereka bermain petak umpat denganku. Tapi, mereka tiba-tiba menghilang.

Kau tidak tahu kemana mereka pergi?

Apa kau Chae Hee?

Oh, kau disini?

Oh, kau si dua wanita yang aku lihat tadi.

Hai disana.

Aku mengerti. Aku penasaran bagaimana caramu melihatku.

Kau sedang sakit.

Ayo pergi, Chae Hee. Orang tuamu khawatir.

Aku tak bisa. Aku sedang mencari anak-anak.

Anak?

Hey, nak!

Tunggu, Chae Hee! Tunggu!

Tunggu aku. Mau kemana kau?

Chae Hee, berhenti sebentar. Chae Hee, tunggu!

Tunggu! Chae Hee, dengarkan aku!

Chae Hee, tunggu! Chae Hee...

Gadis kecil itu lari cepat sekali.

Tempat apa ini? Apa ini gudang...

Ouch, astaga!

Astaga!

Chae Hee!

Oh, apa ini? Gudang pendingin?

Suhunya tepat.

Chae Hee, dimana kau?

Berhentilah bersembunyi dan keluar.

Kembalilah ke ibumu, Chae Hee.

Chae Hee, dimana kau?

Oh! Hey, Chae Hee! Hey, Chae Hee, Chae Hee!

Bagaimana cara membukanya? Chae Hee!

Cepat buka ini, Chae Hee!

Dia hantu. Aku harus menguncinya. /Buka pintunya. Aku akan marah.

Aku sangat menakutkan saat marah.

Chae Hee, kau mungkin sudah menyadarinya.

Tapi, aku seorang hantu oke?

Jika tidak segera kau buka, aku akan mengejarmu.

Kau gadir yang baik, kan?

Hey, Yoon Chae Hee! Cepat buka. Aku serius!

Aku sangat menakutkan saat marah!

Yoon Chae Hee! Hey, Yoon Chae Hee!

Sungguh, Chae Hee.

Chae Hee... Chae Hee!

Yoon Chae Hee. /Astaga...

Dari mana saja kau? Apa kau tahu kami khawatir?

Aku sudah bilang jangan keluar saat malam.

Kau tidak takut. Dari mana saja kau?

Aku hanya bermain keluar.

Oh, kau sudah menemukan Chae Hee.

Ya.

Ya, maaf. Kau seharusnya tidur dan karna kau...

Tidak, jangan bilang begitu.

Syukurlah kau menemukan dia.

Terima kasih. /Bawalah dia kedalam.

Terima kasih. Masuklah kedalam.

Ya.

Astaga, sayang sekali.

Sejauh mana Na Bong Sun pergi?

Kita sudah menemukan satu orang dan lain menghilang. Astaga!

Chae Hee.

Kau tidak pergi, kan?

Kau tidak meninggalkan aku disini, kan?

Apa ini? Apa dia benar-benar meninggalkan aku disini?

Dasar anak itu. Kenapa dia tega sekali?

Sejauh mana dia pergi?

Dia bahkan tidak mengangkat teleponnya?

Halo?

Hey, Na Bong Sun.

Tidak, ini aku So Hyung.

Apa itu kau, Sun Woo?

Ya... tunggu.

Apa Na Bong Sun meninggalkan teleponnya di kamar?

Ini bukan saatnya untuk duduk.

Aku harus melakukan sesuatu.

Tidak ada pilihan.

Na Bong Sun. /Tempat apa ini?

Ini gudang pendingin. Kita terperangkap.

Perangkap... terperangkap?

Butuh waktu lama menjelaskannya.

Tunggu sebentar. Aku akan mencari cara. /Oke.

Naik turunkan jika kau butuh bantuan.

Astaga, ini dingin sekali.

Mari kita lihat. Aku harus mengangkat benda ini.

Aku merasa seperti... Aku bisa melakukannya.

Naik.

Mungkin ini terlalu berat.

Aku jadi gila sekarang.

Oh!

Apakah aku menjatuhkan ini saat aku terjatuh tadi?

Kita lihat sekarang. Kurasa aku bisa mengatasi yang ini.

Oh yeah!

Itu langkah satu untuk sekarang.

Chef!

Aku sudah mencari kemana-mana tapi aku tidak menemukannya.

Disana juga.

Astaga, Bong. Dimana dia?

Dia menyebabkan masalah saat bekerja dan sekarang dia juga menyebabkan masalah.

Dia hanya membuat masalah agar tidak ada yang bisa tidur.

Kau masih bisa tidur saat seseorang menghilang?

Saat salah seorang dari keluarga kita menghilang?

Aku juga khawatir.

Dia sudah hilang selama dua jam.

Kita tidak mengenal tempat ini.

Haruskah kita melapor ke polisi?

Oh, itu membuatku kaget saja.

Siapa yang menghidupkan petasan di tengah malam?

Chef, kau mau kemana? Chef!

Chef!

Chef, Chef!

Oh, Chef, Chef! Sebelah sini!

Syukurlah. Kau menemukannya.

Gudang disebelah sini.

Tidak, sebelah sini!

Diselah sini? /Dimana?

Apa Bong Sun disini?

Kembang apinya disini, tapi Bong Sun tidak.

Chef, aku didalam sini. Buka pintunya, Chef.

Chef, aku didalam sini. Keluarkan aku.

Apa itu?

Chef!

Chef, aku... /Hey, Na Bong...

Hey!

Kau baik-baik saja?

Ya... sejauh ini aku baik-baik saja.

Hey, Bong.

Dingin sekali!

Hey! Sungguh!

Apa kau sudah gila?

Apa kau tidak berpikir? Kenapa kau masuk kesini? Untuk apa?

Kubilang hati-hati dan berhentilah bermain-main.

Kenapa kau tidak mendengarku dan membuatku berlari kesini seperti ini?

Begini, maafkan aku karna membuatmu khawatir.

Aku tidak terjebak disini karna keinginanku...

Diam! Berhentilah bicara.

Kau pikir kau baik-baik saja saat ini?

Kau berada di ruang pendingin selama dua jam!

Tenang.

Kenapa kita tidak pergi dari sini, Chef? Aku akan menggendongnya.

Tidak.

Tubuhmu sangat dingin. Bagaimana bisa kau baik-baik saja?

Oh benar.

Siapa yang menyalakan kembang api?

Bong tadi terkunci di dalam.

Mungkin saja secara kebetulan hidup sendiri.

Kenapa Chef jadi marah?

Menurutku dia sedikit berlebihan.

Itu sudah jelas.

Siapa yang akan membayar jika dia masuk ke rumah sakit?

Aku atau kau? Kau tahu... kau yang bayar.

Kau bayar dengan kerja.

Sun Woo? /Ya.

Apa yang kalian semua lakukan? Bangun.

Apa? Dasar tukang mabuk.

Selamat tinggal. /Ya, selamat tinggal.

Terima kasih!

Selamat tinggal! /Selamat tinggal!

Kami sudah bersenang-senang. /Ya, terima kasih

Maafkan masalah putriku tadi malam.

Tidak apa-apa. /Datanglah lagi lain waktu.

Ya. Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Hey, sebaiknya kau keluar.

Akan lebih baik jika gadis didalam dirimu keluar.

Sampai jumpa kalian berdua.

Oke, sampai jumpa. Jangan menjadi pembuat masalah.

Sampai jumpa.

Sun Woo, kau bisa mengantarku ke stasiun kan?

Oh, baiklah.

Petugas Choi, Petugas Choi!

Kapan ulang tahunmu?

Ulang tahun? /Ya.

Musim dingin. Kenapa?

Aku ada hadiah untukmu.

Aku akan memberitahumu nanti.

Oh, tunggu.

Ya, ya, ini aku.

Ya!

Ah, ya, aku mengerti.

Aku akan datang setelah bekerja hari ini.

Oke, terima kasih.

Aku punya berita baik, Petugas Choi.

Kau tahu CCTV yang merekam kecelakaan tabrak lari Eun Hee?

Aku diminta untuk memperbaikinya.

Narapidana yang terampil baru saja bebas.

Dia mengatakan hampir selesai.

Aku akan mengambilnya setelah pulang kerja. Bagaimana? Terkejut? Kagum?

Oh, benarkah? Itu bagus sekali.

Aku yakin akan ada barang bukti.

Wow, sudah berapa tahun kejadiannya?

Jika ada keinginan, maka ada jalan.

Penjahat itu, dia akan mati saat aku menangkapnya. Akan kuhajar dia...

Tunggu, beritahu Chef Kang tentang hal itu. /Aku akan memberitahunya.

Benarkah? Aku harus pergi dulu.

Astaga, aku gugup sekali.

Terima kasih!

Karna perduli tentang kecelakaan itu.

Bukan karna itu kasus istrimu. Itu adalah kasus pertama saat aku datang kesini.

Bagaimana bisa aku tidak perduli?

Mari kita lakukan sedikit demi sedikit mulai sekarang.

Kau harus pergi sekarang.

Sun Woo. Apa kau tidak penasaran?

Alasanku datang ke lokasi MT?

So Hyung. /Aku tahu.

Bukan artinya kau tidak penasaran. Kau mungkin takut untuk bertanya.

Karna kau sudah tahu apa yang akan kukatakan, benar'kan?

Izinkan aku bertanya satu pertanyaan lagi.

Caramu menetapkan batas-batas diantara kita.

Apa ada kaitannya dengan Bong Sun?

Sebenarnya, tidak. Anggap saja aku tidak pernah bertanya seperti ini.

Ini membuatku terlihat menyedihkan. Dan membuatku merasa jahat.

Sampai jumpa.

Kau tamat, bajingan.

Baiklah, ayo berangkat.

Hey, apa-apaam ini?

Benar-benar, aku harus membeli mobil baru.

Mobil ini selalu bertingkah seperti ini!

Rongsokan.

Mari kulihat... Apa akinya mati?

Seandainya aku tahu cara memperbaiki. Apa yang...

Kenapa dia belum kembali? Membuatku gelisah saja.

Mungkin PD Lee menggunakan tipu muslihatnya pada dirinya?

Sialan, aku seharusnya berbuat sesuatu saat MT.

Aku sudah membuang kesempatan berharga.

Astaga.

Chef, kau disini.

Berikan padaku. Ya.

Apa kau merasa baik-baik saja?

Tentu saja. Seperti yang sudah kukatakan kemarin...

Aku sudah terbiasa dengan suhu dingin.

Kalau kau baik-baik saja, simpan kembali apron-mu.

Kita lewatkan saja hari ini. Hari ini, kau akan belajar cara menggunakan wajan.

Oke.

Pelajaran untuk hari ini? Oke.

Ow. Pergelangan tanganku.

Jangan gerakkan ke atas, tapi tarik ke arahmu secara berirama.

Aku tak ingin melakukan ini lagi...

Ini terlalu menyakitkan. Kurasa aku akan sakit. Ini terlalu sulit.

Oke, kalau begitu hentikan.

Apa?

Benarkah? /Ya, sudah cukup.

Bersihkan saja lantainya.

Ya, Chef.

Ngomong-ngomong... Chef, aku penasaran akan sesuatu.

Tentang apa?

Kemarin, didalam gudang pendingin, kenapa kau marah sekali?

Kenapa? Hm?

Begini, kau marah sekali aku tak bisa berkata apa-apa.

Kenapa?

Apakah aku harus memujimu karna kau membuat masalah?

Berhentilah bicara dan bersihkan.

Ya, Chef.

Minggir. Aku harus menyemprot air kesini.

Astaga! Dingin sekali!

Benar-benar!

Kenapa kau tiba-tiba menghidupkan air?

Oh tidak!

Dingin sekali.

Apa ini pertama kalinya kau memegang selang air?

Tidak, aku tidak tahu airnya akan keluar tiba-tiba.

Bagaimana ini?

Semuanya basah.

Wow, airnya dingin sekali.

Sekarang apa...

Kemarilah.

Oke.

Aku menyalakannya terlalu kuat.

Apa yang harus kulakukan... /Tahan.

Oh, tidak. Semuanya basah. Aku merasa sangat bersalah. Apa yang harus kulakukan?

Sial, aku bodoh sekali.

Kurasa...

airnya... sudah berhenti... sekarang?

Diterjemahkan\Oleh\Laborc

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.