Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Song of the Moon]
[Episode 5]
Lu Sheng,
setelah aku pergi,
ingat petik pir dan makan sendiri.
Harus giat mempelajari mantra.
Jangan dilupakan.
Dewa,
aku akan melakukan semua hal yang Anda perintahkan.
Lu Sheng.
[Kediaman Peri, Monumen Empat Musim]
Bukankah kamu akan
melakukan setiap hal yang kuperintahkan?
Mau aku menunggu berapa lama lagi?
Siapa kamu?
Laporkan namamu.
Tuan Siluman Baju Putih?
Kenapa dia datang?
Nona Liu Shao.
Namaku He.
Silumanmu.
Silumanku?
He?
Apa yang dia lakukan?
Siluman laba-laba yang kamu kejar tadi
membuatku keluar.
Siluman ini lumayan tampan.
Ikan sialan ini tidak berniat baik.
Maksudmu,
tuanmu, Tuan Siluman Baju Putih, bertengkar dengan orang lain,
lalu dia terluka,
meninggalkanmu seorang diri,
membuat hidupmu dalam bahaya?
Aku hanya sebuah siluman ikan
yang tidak berarti.
Apa nyawa siluman ikan tidak termasuk nyawa?
Apa-apaan?
Itu...
Tuan Siluman Baju Putih itu benar-benar berengsek.
Meninggalkan anggota klannya sendiri.
Sia-sia menjadi pemimpin klan.
Aku juga merasa siluman ini
adalah orang berengsek.
Bertemu dengan siluman yang tidak bisa dilawan,
dia kabur sendirian.
Bertemu dengan Liu Shao,
merampas barang berharganya.
Dia sungguh
seorang pengecut dan murahan.
Kejam dan tidak tahu malu.
Dia mengaku bahwa dirinya
sopan dan setia,
lemah lembut dan berbudi.
Cih!
Dia adalah sampah.
Pemimpin yang munafik.
Cih!
Kukira aku bertemu
orang baik yang setia.
Dia adalah spesies yang gagal.
Spesies gagal.
Sampah.
Spesies gagal.
Spesies gagal.
Siluman ikan,
kulihat raut wajahmu tidak begitu bagus.
Tidak apa-apa, 'kan?
Tidak apa-apa, 'kan?
Kamu tidak apa-apa, 'kan?
Tidak apa-apa, 'kan?
Tidak apa-apa, 'kan?
Tidak apa-apa.
Mungkin karena terlalu lama meninggalkan air.
Lama meninggalkan air?
Kalau begitu, masuklah ke air.
Si Gendut.
Serahkan padaku.
Tuan Siluman Baju Putih.
Aku akan membereskanmu.
Kamu tahu siapa aku,
tapi tidak mau mundur?
Untuk apa aku takut padamu?
Ada apa dengan mereka?
Apakah mereka pernah bertemu?
Tunggu saja.
Aku akan membunuhmu.
Lihat apa yang bisa kamu lakukan padaku?
Dasar siluman ikan.
Ikan ini jadi siluman?
Dia memang siluman ikan.
He, kamu tidak apa-apa, 'kan?
He.
He.
Tenanglah.
Meskipun kita kenapa-kenapa,
dia akan baik-baik saja.
Kamu...
Apakah aku membuat bajumu basah?
Maaf, maaf.
Aku terlalu lama meninggalkan air.
Begitu melihat air, tidak bisa menahan diri.
Kamu masih belum mati?
Bagus sekali.
Kak.
Kita belum menangkap siluman,
tangkap dia untuk diserahkan.
Kamu memang pintar.
Tidak boleh.
Ini adalah silumanku.
Mana bisa diserahkan? Tidak boleh.
Nona kami memang
cantik dan baik hati.
Liu Shao,
dia adalah...
Berpura-pura?
Teruskanlah.
Lihat kamu bisa bertahan sampai kapan.
Setelah dikacaukan oleh siluman laba-laba,
kita harus pulang dengan tangan kosong.
Entah hukuman apa yang akan kita terima.
[Aula Kehormatan]
Aku sudah mengerti masalahnya.
Tapi,
kalian tidak mendapat apa pun,
pulang dengan tangan kosong adalah kenyataannya,
harus dihukum.
Tuan Besar,
aku yang memimpin mereka kali ini.
Aku bersedia menerima semua hukuman.
Kalau begitu,
aku hukum kamu
menyapu Paviliun Yizhu selama sebulan,
bagaimana?
- Terima kasih Tuan Besar. - Terima kasih Tuan Besar.
Lu Li,
kamu berjanji padaku untuk mengambil Rumput Kaisar,
jangan lupa.
Pergilah.
Panggil Du Mingchong kemari.
Baik.
[Siluman Burung]
Chong'er,
Lu Li dan lainnya pulang dengan tangan kosong,
apa pendapatmu?
Dia membuat Tuan Besar kecewa,
harus dihukum berat.
Tapi aku merasa,
kamu membuatku lebih kecewa.
Saya tidak mengerti.
Tidak mengerti?
[Laporan]
Tanggal 13 bulan 1,
[Siluman Laba-Laba]
Du Mingchong
menangkap seekor siluman laba-laba di mulut gunung timur,
jantan,
berambut panjang,
berkekuatan 200 tahun...
Saya lalai
sehingga siluman ini kabur,
tidak sempat melaporkannya.
Mohon Tuan Besar bermurah hati.
Sungguh karena lalai,
atau karena sengaja,
[Siluman Burung, Siluman Laba-Laba]
kamu tahu sendiri.
Benar-benar kabur sendiri.
Saya bersumpah.
Dengarkan penjelasanku...
Sudahlah.
Aku tidak ingin memperhitungkannya lagi.
Pergilah.
Baik.
Jangan membuatku kecewa lagi.
Aku selalu berharap,
mereka berperilaku benar
dan baik,
menjadi penerus
Marquis Wu Yang kelak.
Bagaimanapun, dia anak teman lama Anda.
Sayang sekali.
Sebaliknya,
Lu Li ini...
Guru.
Feng'er.
Kenapa kamu pulang?
Feng'er berpikir,
Guru masih batuk.
Dulu,
masih ada junior.
Sekarang,
junior juga pergi ke Biro Marquis Wu Yang.
Feng'er takut tidak ada orang yang menjaga guru,
jadi khusus membawa obat kemari.
Ini jus pir Chuanbei,
junior yang membelinya dulu, 'kan?
Dia banyak urusan,
aku sudah terbiasa.
Bagaimana dengan Li'er?
Baik-baik saja.
Dia dan Liu Shao mengalami banyak hal bersama.
Liu Shao adalah nona yang dimanjakan,
pertama kali masuk Biro Marquis,
junior banyak membantunya.
Liu Shao diajari olehnya,
dia mengalami kemajuan pesat.
Dia pernah membahas soal Pedang Bulan?
Soal ini...
Mungkin karena urusan Liu Shao banyak,
junior belum sempat memikirkan tentang Pedang Bulan.
Maksudmu,
di matanya hanya ada Liu Shao,
tidak berpikir tentang hal yang
kupesankan padanya?
Bukan, Guru.
Pedang Bulan sangat penting,
junior pasti ingat.
[Biro Marquis Wu Yang]
Kak.
Aku sudah siap.
Siap untuk apa?
Susah senang bersama.
Mana boleh kakak dihukum seorang diri?
Patuh sekali.
Tapi pernahkah kamu berpikir,
jika kamu menderita bersamaku,
bukankah Xue juga harus ikut menderita?
Dia baru saja sembuh.
Kamu tidak merasa sakit hati?
Sakit hati?
Tidak.
Sepertinya, memang sedikit sakit hati.
Lagi pula, Liu Shao akan menemaniku.
Kalian berdua tidak perlu khawatir.
Kamu terluka, aku khawatir padamu.
Aku juga khawatir padamu.
Katakan dulu, cantik tidak?
Sebenarnya...
Sebenarnya,
kamu juga merasa sangat cantik,
benar, 'kan?
Guru?
Guru.
Kenapa Anda datang?
Kudengar akhir-akhir ini kamu agak sibuk,
jadi aku datang melihatmu.
Sebenarnya,
tidak juga.
Ini karena Tuan Siluman Baju Putih
masuk ke Biro Marquis Wu Yang.
Aku berpikir,
bagaimana bisa merebut kembali
Rumput Kaisar darinya.
Demi Rumput Kaisar,
atau Liu Shao?
Guru.
Kita menerima banyak uang darinya,
dia dalam bahaya,
kita harus melindunginya, bukan?
Kamu tidak ingat tugas yang kuberikan padamu,
tapi sangat peduli pada gadis ini.
Kuingat dulu kamu sangat benci padanya,
bahkan tidak mau menemaninya kemari.
Sebenarnya,
setelah berinteraksi dengannya,
aku menyadari
sebenarnya
dia tidak begitu manja,
giat belajar,
juga bersikap tulus.
Guru,
dia bukan tidak bisa apa-apa.
Kamu menyukainya?
Tidak.
Mana mungkin?
Guru
sepertinya tidak mau aku bersama dengannya.
Kalian tidak bisa bersama.
Kenapa?
Guru tidak suka padanya?
Kamu menyuruhku mendekatinya,
hanya karena dia bisa menarik pedang untukku?
Tak peduli suka atau tidak,
kamu pernah mengambil api spiritual bersama dengannya,
seharusnya kamu tahu energi spiritual kalian berlawanan.
Kamu sendiri tahu,
tidak perlu kujelaskan.
Saling bertentangan,
saling merugikan.
Takdir kalian juga saling berlawanan.
Kalian akan berlawan sampai membuat satu sama lain mati.
Cinta kalian
akan menyakiti kalian sendiri.
Kamu ingin mencari asal-usulmu,
makanya aku menyuruhmu pergi ke Biro Marquis Wu Yang
untuk menarik Pedang Bulan,
bukan menyuruhmu menjalin cinta di sini.
Kutukan ini disebut Pemakan Jiwa.
Aku menanamnya di dalam tubuhmu.
Jika hatimu tergerak karena Liu Shao,
kutukan ini akan bereaksi.
Suara hatimu akan mengaktifkan mantranya.
Jika kamu tidak bisa menghapuskan cintamu pada Liu Shao,
kutukan ini akan mengikuti esensimu, mengalir di tubuhmu.
Membuat pembuluh darahmu bergejolak,
sakit hingga tidak tertahankan.
Saat mantranya mencapai telapak tanganmu,
kamu akan mati.
Bersikaplah dengan baik.
Aku tidak butuh murid yang tidak berguna.
Apa yang sedang Lu Li lakukan?
Kenapa dia belum datang?
[Paviliun Yizhu]
Lu Li, apa yang kamu lakukan?
Kenapa kamu baru datang?
Aku berpikir,
ingin lebih cepat mendapatkan Rumput Kaisar.
Jika suatu hari aku pergi,
kamu juga bisa bertahan hidup di Biro Marquis Wu Yang.
Apa?
Kamu mau pergi?
Tenanglah.
Aku tidak akan pergi.
Kamu...
Kamu sudah
menerima uangku.
Jika mau pergi, kamu harus ganti rugi.
Ganti 10 kali lipat.
Tidak, 100 kali lipat.
Aku tidak sanggup menggantinya.
Kalau tidak sanggup, kamu dilarang pergi.
[Paviliun Yizhu]
[Paviliun Yizhu]
Kenapa menakutiku berkata akan pergi?
Apakah gurumu sakit lagi
dan butuh uang?
Tidak.
Kamu membawa siluman ikan kemari?
Siluman ikan,
keluar.
Liu Shao.
Tuan Siluman...
pengikutnya,
apa kamu tahu,
Tuan Tuan Siluman Baju Putih kalian
meletakkan Rumput Kaisar di mana?
Jangan berdiri di sana.
Aku hanya seorang pengikut,
mana tahu urusan Tuan Besar?
Jangan mempersulitnya lagi.
Ayo bekerja.
Ayo.
Hei!
Kenapa? Atas dasar apa?
Atas dasar apa? Kenapa?
Kenapa aku
membawa begitu banyak,
dia tidak membawa apa-apa?
Sudah selesai bicara?
Sudah.
Bekerjalah.
Tinggalkan embernya.
Meskipun tempat ini usang,
tapi terasa klasik.
Dasar siluman,
tolong berhenti bersikap romantis.
Menyapulah.
Bagian sana.
Lihat tidak? Bagian sana kotor.
Pergilah bersih-bersih.
Cepat.
Apa dia bisa?
Hanya seekor ikan,
bukan Tuan Siluman.
Nona Besar Liu saja bisa,
siluman Nona Besar Liu tidak bisa?
He, bagimana menurutmu?
Benar kata Tuan Lu.
Jangan menindas orang baik.
Aku?
Siapa yang baik?
Jangan menindas silumanku.
Lihat lagi,
kupukul kamu.
Bekerjalah.
Siluman ikan.
Siluman ikan, kamu sengaja, ya?
Kamu mengerjaiku?
Aku tidak sengaja.
Aku sedang menyapu.
Mari.
Kubantu kamu membereskan buku.
Tuan Lu,
bukunya tidak boleh diletakkan begitu.
Tuan Siluman Baju Putih,
jangan kira aku takut padamu.
Jika bersikap keterlaluan,
Nona Liu Shao akan menghukummu.
Lihat jurusku.
Jangan bertengkar lagi.
Jangan bertengkar lagi!
Apa yang kalian lakukan?
Kalian mau membuat masalah?
Lihatlah apa yang kalian lakukan.
Dia yang memulainya.
Sapu yang memulainya.
Apa yang kamu katakan?
Jangan bertengkar lagi, pikirkan bagaimana membereskannya.
Jika bicara lagi, akan kubuat kamu menjadi jus pir.
Kamu juga.
Aku akan memotongmu
menjadi irisan daging ikan,
memasaknya dengan sayur asin.
Sayangnya aku bukan pir sungguhan.
Tidak tahu apakah dia
adalah ikan sungguhan.
Maaf.
Ini salahku.
Tentu saja salahmu.
Bicara lagi?
Lihatlah buku-buku ini.
Kita harus membaginya sesuai jenis,
lalu meletakkannya kembali.
Dalam waktu sebulan, sempat tidak?
Ini adalah
sihir kalian?
Sihirmu, 'kan?
Apakah buku ini juga jadi siluman?
Bisa merapikan diri sendiri?
Dulu aku pernah mendengar
ada sebuah buku kediaman peri yang jatuh ke dunia,
namanya "Harta Karun Spiritual Tumbuhan".
Itu sihir yang sangat langka,
bisa menumbuhkan tumbuhan apa pun dari ketiga dunia.
Tumbuhan apa pun?
Kalau begitu, termasuk Rumput Kaisar?
Benar juga.
Lihatlah.
[Dunia Kitab]
Ramai sekali.
Kupikir,
seharusnya ini dunia di dalam kitab.
Seharusnya.
Siluman,
kali ini,
apa pendapatmu?
Setidaknya barang di dalamnya
adalah sungguhan.
Tidak tahu apakah ada toko obat di sini.
Semoga ada Rumput Kaisar yang kita cari.
Lagi pula harus mencari,
lebih baik kita jalan-jalan sambil mencarinya.
Ayo.
Kita coba yang lain.
Kamu juga coba.
Kelihatannya enak sekali.
Berapa?
Petik jamur kuping seharian, belum penuh sekeranjang.
Rindu kekasihku, tinggalkan keranjang sayur di pinggir jalan.
[Petik jamur kuping seharian, belum penuh sekeranjang. Rindu kekasihku, tinggalkan keranjang sayur di pinggir jalan.]
Kuberi tahu,
pedagang yang bisa membaca puisi,
pasti jualannya mahal.
Lihat aku.
Kalian rakyat biasa,
buta huruf,
beraninya menggunakan benda hina ini
untuk menghinaku.
Tempatku tidak menyambut kalian.
Pergilah, Nona.
Pergilah.
- Ini bukan benda hina. - Pergilah.
- Ini daun emas. - Tidak menyambutmu.
Tidak menjual barang untukmu.
Ini emas.
Sudah.
- Tidak berpendidikan. - Pergilah.
Apa maksudnya?
Dia tidak menyukai kita karena buta huruf.
- Aku buta hu... - Ayo pergi.
Jangan bicara lagi.
Untukmu.
Gulali?
Berapa?
Tidak perlu bayar.
Barang-barang di sini gratis.
Gratis?
Dunia dalam buku mementingkan pengetahuan.
[Arachnida yang subur dan cerah, cepat dipilih. Arachnida yang subur dan cerah, cepat diambil.]
Tebak saja tumbuhan yang dimaksud puisi itu,
maka bisa mendapat barang jualannya.
Petik jamur kuping seharian, belum penuh sekeranjang.
Aku merindukan kekasihku, keranjang sayur ditinggalkan di pinggir jalan.
Jamur kuping.
Tunas jamur kuping
bisa mengobati flu dan sakit kepala.
Hebat sekali.
Apa yang kamu inginkan,
ambillah saja.
Cobalah.
Enak sekali.
Bermain denganku?
Bukankah hanya mengenali jenis tumbuhan?
Apa susahnya?
Arachnida yang subur dan cerah, cepat dipilih.
Arachnida yang subur dan cerah, cepat diambil.
Ini.
Untukmu.
[Petik jamur kuping seharian, belum penuh sekeranjang. Aku merindukan kekasihku, keranjang sayur ditinggalkan di pinggir jalan.]
Mudah sekali.
Tuan Lu sungguh terpelajar,
bahkan tahu obat ini.
Lily berwarna kuning.
Daylily kuning.
Tidak boleh kalah darinya.
[Arachnida yang subur dan cerah, cepat dipilih. Arachnida yang subur dan cerah, cepat diambil.]
Morning glory.
Mekar di pagi hari.
Ayo.
[Mendaki bukit, memetik Fritillaria obati depresi. Wanita berhati lembut, bersikap dewasa.]
Chickweed.
Indigofera.
Bunge Kitagawa.
Siluman tua ini,
mentang-mentang sudah hidup ratusan tahun,
membaca banyak buku,
sungguh tidak tahu malu.
Kalau tidak suka,
perbanyak membaca buku.
Tempat ini sungguh unik.
Tidak mengakui uang, tidak memakai kekuatan,
hanya mengandalkan pengetahuan.
Tuan tempat ini pasti sangat menarik.
Kamu juga tidak tahu?
Ini.
Kalajengking yang dikatakan di sini
maksudnya adalah fritillaria, 'kan?
Benar.
Nama tanaman yang begitu aneh,
kamu pun tahu?
Guruku sakit batuk,
sering memakan ini.
Ada orang yang telah melewati latihan api spiritual.
Orang yang mendapat api spiritual
adalah muridku, Liu Shao.
Orang yang mengeluarkan api spiritual
adalah murid lain bernama Lu Li.
Liu Shao, Lu Li.
Benar.
Sayangnya,
sampai sekarang mereka
belum bisa mendapatkan Rumput Kaisar.
Sekarang siluman ketiga dunia bertindak sesuka hati,
demi menyelamatkan Lu Li,
aku kehilangan 80 persen kemampuanku.
Jika ada siluman besar mengancam,
aku takut akan sulit melawannya.
Xian Weng,
energi spiritual Liu Shao sangat unik.
Aku ingin
meminjam energi spiritualnya
untuk membasmi siluman di dunia manusia.
Jangan sembarangan bertindak.
Semuanya akan diputuskan setelah berdiskusi dengan Kediaman Peri.
Sekarang, aku bisa membantumu menyerap kekuatan api spiritual,
memulihkan sebagian esensimu.
Pakailah ini dulu,
lalu cari Rumput Kaisar.
Dunia Manusia dalam kesulitan,
Kediaman Peri tidak akan tinggal diam.
Terima kasih Xian Weng.
Bagus.
Bagus.
Bagus.
- Cantik sekali. - Indah.
Sekali lagi.
Alang-alang besar berwarna hijau, embun pagi berubah menjadi beku.
[Indah bagaikan bunga]
Kekasih yang aku rindukan, berdiri di seberang sungai.
Aku bisa soal ini.
Alang-alang artinya buluh, 'kan?
Kamu pintar sekali.
Kalau begitu,
aku akan menggambar untuk kalian,
untuk dijadikan kenang-kenangan.
Kami tidak mau digambar.
Kami ingin mencari Rumput Kaisar.
Apa kamu tahu?
Tidak tahu.
Karena kalian sudah melewati ujianku,
gambar satu lukisan saja.
Lihat, kebetulan pemandangannya sangat indah,
hasilnya pasti bagus.
[Indah bagaikan bunga, lukisan musim gugur]
Sayang kalau tidak dilukis.
Kulihat kamu menggambar tumbuhan dan hewan,
tidak ada orang.
Apakah kamu
bisa?
Kata siapa aku tidak bisa?
Kutunjukkan pada kalian.
Wanita berpakaian Marquis Wu Yang, ternyata cantik sekali.
[Indah bagaikan bunga]
Benar, benar.
Pertahankan pose ini.
Jangan bergerak.
Sama sepertiku, tersenyumlah.
Tiuplah.
Teman yang berjongkok itu.
Pegang bunga dengan anggun.
Dengan anggun.
Dengan anggun.
Pegang bunga dengan anggun, mengerti tidak?
Jongkok, jongkok.
Tatapanmu
bisa lebih tajam tidak?
Coba lebih nakal.
Lebih baik tatapan tajam.
Benar, benar.
Teman yang berbaju putih,
kamu bisa meniup suling?
Tiup suling.
Sudah jadi.
Mirip tidak?
Mirip tidak?
Bukan, ini
tidak sama dengan yang kami lihat.
Tentu saja tidak sama.
Kenapa dia bisa melukis Marquis Wu Yang?
Pasti lukisan ini penting.
Pelukis,
ada yang salah denganmu.
Kamu bisa menjelaskan tidak?
Ini... ini...
Menjelaskan apa?
Aku tidak mengerti.
Liu Shao,
kamu yang katakan.
Aku?
Di sini,
ada banyak penjual,
tapi tidak ada yang menerima materi.
Tidak perlu membayar,
semua barang di sini gratis.
Hanya kamu sendiri
yang tidak memakai ujian nama tumbuhan.
[Arachnida yang subur dan cerah, cepat dipilih. Arachnida yang subur dan cerah, cepat diambil.]
[Mendaki bukit, memetik Fritillaria obati depresi. Wanita berhati lembut, bersikap dewasa.]
Soal penjual lain sangat sulit,
punyamu paling mudah.
Alang-alang besar berwarna hijau, embun pagi berubah menjadi beku.
Artinya kamu sengaja membuat kami menemukanmu.
Kalian sudah melewati ujianku,
gambar satu lukisan saja.
Wanita di dalam lukisan itu
memakai jubah perang Marquis Wu Yang.
[Indah bagaikan bunga, lukisan musim gugur]
Kamu pandai menggambar pemandangan,
jadi,
dari mana datangnya lukisan ini?
Ini artinya,
kamu berbeda dengan orang-orang di dunia imajinasi ini.
Benar.
Kalau tidak,
kamu adalah tuan tempat ini.
Apa kamu pemilik "Kitab Spiritual Tumbuhan"?
Kamu pasti tahu keberadaan Rumput Kaisar.
Jika iya, lalu kenapa?
Tumbuhan dalam "Kitab Spiritual Tumbuhan"
adalah keturunanku.
Ini adalah wilayah kekuasaanku.
Jadi, yang kami lihat ini
adalah siluman tumbuhan?
Semuanya tumbuh di dalam buku ini.
Pantas saja penuh dengan tulisan.
Bagus kalau kamu tahu.
Kuberi tahu kalian,
kalian tidak bisa keluar lagi.
Berikan padaku!
Kenapa?
Tadi kamu sangat arogan.
Kuberi tahu juga,
lukisan ini diganti dengan kebebasan.
Apakah lukisan ini begitu penting?
Aku tidak tahu.
Tidak penting.
Siluman, mari.
Bakar lukisan ini.
Baik.
Ternyata Klan Air.
Kalian mempermainkanku?
Sungguh tidak seru.
Aku antar kalian keluar.
Akhirnya kembali juga.
Aku akan membereskanmu nanti.
Siluman ikan.
Tadi reaksimu lumayan cepat.
Apakah kamu suingguh berencana menjadi bola api,
lalu membakar lukisan itu, 'kan?
Bagaimana Klan Air bisa mengeluarkan api?
Tuan Lu, ajarilah aku.
Pokoknya,
performamu bagus.
Keluar dari pintu ini,
belok kiri,
ada sebuah kolam besar.
Anggap sebagai hadiahmu untuk hari ini.
Kamu sungguh berpikir demi aku.
Kurang air?
Kamu sudah kekeringan.
Cepat, cepat.
Cepat, cepat pergi.
Baik.
Mana Si Tumbuhan?
Dia ke mana?
Maaf.
Tadi muncul agak terburu-buru.
Izinkan aku memperkenalkan diri dengan hormat,
namaku Wan Sui,
nenek moyang tumbuh-tumbuhan.
Semua tumbuhan di Dunia Manusia ini
adalah pengikutku.
Hidup ribuan tahun tidak membuatku sombong,
malah menumbuhkan karakterku yang tidak ambisius terhadap dunia.
[Paviliun Yizhu]
Tadi di dalam,
kamu pamer kehebatan, bukan?
Aku takkan memberitahumu apa pun tentang Rumput Kaisar.
Sombong sekali.
Kalau tidak mau bilang ya sudah.
Ayo.
Ayo.
Aku adalah nenek moyang,
mana mungkin tidak tahu?
Kalian
akan kembali lagi tidak?
Tidak.
Kenapa?
Apakah tempat ini tidak seru?
Tidak ada kami,
kamu sang nenek moyang tumbuhan ini,
apakah kesepian?
Merasa kosong?
Aku punya "Kitab Spiritual Tumbuhan".
Dunia di sana sangat cocok dengan keinginanku.
Mana mungkin aku kesepian?
Bermainlah dengan tumbuhan
yang membosankan di sana.
Mainlah sendiri.
Ayo.
Apakah kamu
tidak bisa keluar?
Apa katamu?
Tuan Siluman Baju Putih masuk ke Biro Marquis Wu Yang?
Benar.
Hari itu saya melihatnya sendiri,
Tuan Siluman Baju Putih disiram air dan langsung menjadi seekor ikan,
lalu dibawa masuk oleh Liu Shao.
Tuan Siluman Baju Putih.
Sebuah siluman,
masuk ke tempat menangkap siluman?
Apa yang kamu lakukan sebenarnya?
Hanya butuh setetes darah Liu Shao,
aku bisa memastikan
apakah dia adalah orang yang kucari.
[Paviliun Yizhu]
10.000 tahun?
Kamu sudah hidup 10.000 tahun?
Kenapa hidup selama itu?
Bagaimana rupamu saat kecil?
Apakah berbentuk manusia?
Dengarkan, dengarkan.
Apa ini perkataan seorang manusia?
Ma, ma,
maaf, aku salah.
Aku salah.
Saat kecil, apakah kamu
boneka ginseng di lukisan tahun baru?
Apakah rambutmu
akan menjadi tumbuhan obat jika dicabut?
Apakah saat ditanam di musim semi,
akan muncul banyak teman saat musim gugur?
Aku tidak tahu, tidak tahu.
Tidak mengerti.
Kenapa pertanyaanmu banyak sekali?
Pertanyaanmu memang terlalu banyak.
Pertanyaanku banyak?
Tidak.
Tanyalah.
Kalau tidak,
kamu jawab dulu kami,
bagaimana?
Gadis ini
kelihatannya bodoh.
Tapi kamu berbeda.
Ada apa denganku?
Kamu punya rahasia apa?
Aku bisa punya rahasia apa?
Baik.
Kuberi kamu satu kesempatan.
Tanyalah padaku.
Siapa ayahmu?
Aku yatim piatu.
Sejak kecil, aku tumbuh besar bersama guruku.
Siapa gurumu?
Dasar licik.
Pertanyaanmu banyak sekali.
Saatnya kamu menjawab.
Tadi kami
naik ke "Kitab Spiritual Tumbuhan", 'kan?
Benar, benar.
Siapa gurumu?
Guruku adalah Lu Sheng.
Lu Sheng?
Ribuan tahun lalu, aku pernah mendengar tentangnya.
Apakah itu sungguh dia?
Setelah kamu berkata begitu,
aku jadi teringat.
Apa? Apa?
Guruku
pernah mengungkit dirimu.
Apa?
Guruku pernah mengungkit dirimu.
Benar.
Katakan.
Itu...
Lu Li...
Lu Li pernah memberitahuku,
gurunya selalu berkata,
ribuan tahun lalu ada Rumput Kaisar yang berubah bentuk,
juga sangat rupawan,
baik hati,
pintar dan cerdas,
sebuah siluman yang
sangat, sangat baik, benar, 'kan?
Siluman yang sangat baik.
Itulah katanya.
Aku jadi tidak enak hati.
Meskipun aku adalah
leluhur yang
disukai semua orang.
Bukankah sekarang kamu seharusnya memberi tahu kami,
bagaimana menggunakan "Kitab Spiritual Tumbuhan"
untuk menumbuhkan Rumput Kaisar?
Ingin menjebakku, ya?
Aturan dibuat untuk ditaati.
Aku bisa memberi tahu kalian,
tapi
kalian harus memenuhi sebuah syarat.
Syarat?
Apa?
Kalian kemari setiap hari, bermain denganku.
Jika kalian membuatku senang,
aku akan memberi tahu cara menanam Rumput Kaisar.
Bagaimana?
Bermain denganmu?
Aku punya seorang kandidat.
Siapa?
Dia.
Teman baju putih?
Iya, dia adalah silumanku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.