All language subtitles for Nonton Song of the Moon Episode 2 Subtitle Indonesia LayarKaca21

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Song of the Moon]

[Episode 2]

Ada apa ini? Ujiannya belum dimulai?

Lu Li masih belum datang.

[Murid Marquis Wu Yang, Xue]

Lihat ke sana.

Akan dimulai.

Semua murid, dengarkan.

Ada siluman yang masuk ke dalam batasan.

Siluman?

Ada di antara kalian.

Dalam waktu satu bakaran dupa,

temukan siluman itu dan kalahkan dia,

maka dianggap lulus ujian.

Ujian dimulai.

Apa ini?

Apa yang dia lakukan?

Cukup.

Syarat ujian hanya perlu mengalahkannya.

Kamu ini...

Siluman ini bersifat jahat.

Jika kamu baik padanya,

artinya melakukan kejahatan pada diri sendiri.

Siluman sudah dimusnahkan.

Saya, murid Xi,

apakah bisa lulus ujian?

Kenapa dupanya masih menyala?

Apa masih ada siluman di antara kita?

Apa masih ada siluman?

Belum selesai.

Apa itu kamu?

Apa itu kamu?

Menjauh dariku.

Menjauh dariku.

Taktik yang sangat licik.

Siluman itu adalah dia.

Aku?

Kalau tidak,

kenapa siluman tadi berusaha menyerangmu?

Kenapa kamu membelanya juga?

Sembarangan menuduh.

Kurangi omong kosongmu.

Trik melemparkan debu ini,

sudah aku kuasai sejak umur 6 tahun.

Lu Li?

Bagaimana kamu bisa masuk?

Aku punya kaki, tentu saja aku berjalan masuk.

Kulihat sepertinya kamu dijadikan soal ujian,

makanya aku

tidak datang dengan tangan kosong.

Kesempatan datang.

Cepat penggal dia.

Tidak bisa, aku takut.

Carilah orang lain saja.

Kamu tidak bisa?

Tidak bisa.

Kenapa tidak bisa?

Takut.

Tadi kamu bisa, kenapa sekarang tidak bisa?

Hei, lihat sini.

Oh...

Keberanianmu ini digunakan untuk bertengkar dengan wanita?

Kulihat tadi kamu

begini,

bukankah kamu bisa?

Cobalah.

Kamu meremehkanku?

Wah.

Ternyata siluman dari tanaman.

Wah.

Hebat.

Bagus.

Aku hanya asal menggoyangkan pedang, dia langsung mati?

Sebenarnya yang diuji Marquis Wu Yang

adalah melawan rasa takut

dan keberanian melawan siluman.

Jika tidak punya keberanian,

meskipun kamu begitu kuat,

mereka juga tidak akan menginginkanmu.

Mengerti?

Selamat datang di Biro Marquis Wu Yang.

Ini adalah

Senior Wanita Pertama Marquis Wu Yang,

Bai Feng.

[Murid Wanita Pertama Biro Marquis Wu Yang, Bai Feng]

Performa kalian tadi

sudah kami lihat.

Nanti, murid yang lulus babak ini

akan mendapat sebuah koin bunga,

bisa ikut ujian babak berikutnya.

Aku masuk babak kedua.

Aku masuk babak kedua.

Tangan, tangan, tangan.

Tangan, tangan.

Kak,

tadi aku melihatmu terbang masuk dalam sekejap.

Kalau ada waktu, ajarilah aku.

Cubit ringan 100 tael, cubit sampai sakit 300 tael.

Kak, namaku Wang Jian, siapa namamu?

Namaku Lu Li.

Senang mengenalmu.

Yang tidak mendapat koin bunga,

juga jangan berkecil hati.

Biro Marquis Wu Yang selalu menyambut

para murid yang ingin melawan siluman.

Tapi, syaratnya harus mengandalkan kemampuan diri sendiri.

Bukan masuk dengan keberuntungan.

Yang lulus dengan bantuan orang lain...

Dia orangnya.

tidak lulus.

Liu Shao ini

curang.

Ini adalah Senior Pria Pertama Biro Marquis Wu Yang,

Du Mingchong.

Pemilihan murid tahun lalu

dipilih olehnya.

Senior Du datang kemari

apakah karena ada rencana lain?

Tadi dia

apakah lulus karena bantuanmu?

Senior Du,

tadi

aku hanya mengingatkan dari samping,

tapi hasilnya dia lakukan sendiri.

Apakah kamu

pantas memanggilku Senior?

Kukira bisa masuk Marquis, maka sederajat.

Ternyata masih dibagi-bagi.

Tidak seperti kata Marquis Wu Yang,

semua orang sederajat.

Lu Li melewati batas.

Kamu berbicara berlika-liku,

menggunakan perkataan Tuan Besar untuk melawanku.

Biarkan aku melihat kemampuanmu.

Aduh.

Senior Du.

Kamu adalah Senior Pertama di sini,

untuk apa perhitungan dengan orang baru?

- Lagi pula, pemilihan sangat ketat. - Jangan sentuh.

- Jika tidak berbakat, - Tidak mengenaimu, 'kan?

mana bisa masuk babak selanjutnya?

Pantatku.

Koin bunga sudah kuberikan,

Senior Du,

berbelaskasihanlah padaku, ya?

Karena Junior Bai Feng sudah meminta,

- tentu aku harus memberimu muka. - Lu Li, kamu tidak apa-apa?

Apakah dia bisa tetap tinggal atau tidak,

tergantung kemampuan mereka sendiri.

Junior Liu Shao.

Terima kasih, Senior.

Para murid yang mendapat koin bunga,

ikutlah aku ke Aula Kehormatan.

Kak.

Kak.

Kenapa?

Kamu menyukai Liu Shao?

Selera macam apa itu? Apa aku buta?

Membantunya artinya menyukainya?

Mungkin saja aku

membantunya karena dibayar olehnya.

Ada sebuah pepatah,

pukul artinya akrab, marah artinya cinta.

Pukul artinya akrab, marah artinya cinta?

Bercanda.

Lihat, itu adalah Aula Kehormatan.

Kubawa kamu ke sana.

Ayo, ayo, ayo.

Ayo.

[Aula Kehormatan]

Berlututlah.

Kuutus kalian untuk menangkap Liu Shao,

yang pulang hidup-hidup hanya kalian berdua,

bahkan pulang dengan tangan kosong.

Beraninya

kalian muncul di hadapanku.

Awalnya sudah didapatkan.

Karena murid Lu Sheng itu,

menggagalkan rencana kita.

Benar, Lu Li.

Lu Li diam-diam melindunginya.

Orang Ao Hen, ya?

Pulang dan beri tahu siluman tua itu,

aku akan melindungi Liu Shao.

Suruh dia menyerah.

Bertahun-tahun,

aku mencari elemen siluman ke mana-mana

untuk menutrisi Tuan Muda kalian

agar dia bisa terus hidup.

Sekarang,

akhirnya muncul Liu Shao,

ada harapan agar anakku sembuh,

kalian berdua malah membiarkannya kabur.

Benar-benar tidak tahu diri.

Ampun, Yang Mulia.

Ampun.

Ampun, Yang Mulia.

- Mengacaukan urusan anakku. - Ampun, Yang Mulia.

Dasar tidak berguna.

Beraninya memohon ampun?

Yin, patuh.

Ibu berjanji padamu,

aku akan menangkap Liu Shao untukmu,

mentransfer kekuatan tubuhnya padamu.

Dia adalah Marquis Wu Yang?

Penguasa Dunia Manusia?

Cantik tapi berotak kosong.

Selain cantik,

tidak ada apa-apanya.

Tidak melihat tempat duduk Marquis Wu Yang

masih kosong?

Maksudku...

Maksudku, matamu benar-benar sudah rusak.

Itu adalah jenderal kepercayaan Marquis Wu Yang,

Fang Zhen, Jenderal Fang.

Sudahlah.

Setelah kamu masuk kediaman,

pelan-pelan akan tahu.

Sebenarnya,

berotak kosong juga tidak buruk.

Meskipun tidak berpengetahuan,

tapi yang penting cantik.

Jauh lebih enak dilihat

dibandingkan dengan orang galak.

Senang tidak?

Siapa yang tidak berpengetahuan?

Diam!

Hari ini,

kalian datang ke Biro Marquis Wu Yang,

meskipun belum menjadi murid resmi,

tapi seharusnya kalian tahu,

setiap murid Biro Marquis Wu Yang

bertanggung jawab untuk melindungi Klan Manusia.

Kalian bisa datang kemari,

pasti punya harapan memusnahkan siluman,

melindungi masyarakat.

Tapi jika ingin melakukan hal ini,

pasti akan menghadapi bahaya,

berjalan di antara hidup dan mati.

Jika ada penyesalan,

pergilah sekarang.

Aku pasti bisa mempelajari sesuatu.

Tidak takut lagi pada Ao Hen.

Baik.

Kalau begitu,

kalian akan tinggal di kediaman ini.

Kuharap kalian belajar dengan giat,

berlatih dengan rajin,

agar berhasil,

musnahkan siluman, lindungi masyarakat.

Musnahkan siluman, lindungi masyarakat.

Apakah aku anjing?

Tidak sopan.

Mari, ikut aku.

Apa yang kamu lakukan?

Kamu masih belum mengerti.

Senior Du jelas-jelas ingin mengerjaimu.

Ingin mengerjaiku?

Kamu pasti telah

membuatnya tersinggung.

"Panduan Bertahan Hidup"?

Benar.

Kamu tidak pandai bersikap,

pasti mudah menyinggung orang-orang.

Ikuti saja isi buku.

Tidak akan salah.

Ini adalah kata-kata bijak

hasil pembelajaranku selama lebih dari 20 tahun.

Dengan "Panduan Bertahan Hidup" ini,

["Panduan Bertahan Hidup"]

kamu pasti bisa bergaul

di Biro Marquis Wu Yang.

["Panduan Bertahan Hidup"]

[Saat jalanan tidak rata, berbeloklah]

Apa-apaan ini semua?

Kenapa aku merasa

dibohongi olehmu

seperti di Sungai Bulan?

Berapa harga buku ini?

Jika terlalu mahal, aku tidak akan beli.

Apa yang kamu katakan?

Di antara kita,

masih membahas soal uang?

Lelucon apa itu.

Bagaimanapun, kamu keluar bersamaku.

Pokoknya, jika ada yang tidak mengerti kelak,

bacalah buku ini.

Di dalamnya tertulis sangat jelas.

Kita usahakan

perbaikan dari luar dan dalam,

jangan menjadi orang bodoh.

Bagaimana?

Siapa yang bodoh? Aku bukan orang bodoh.

Kamu...

Kamu bukan bo...

Masih berbicara?

Kembalikan uangku.

30.000 tael.

Uang?

Benar.

Siapa yang mau membayar penghinaan?

30.000 tael perak.

Sekarang.

Sebenarnya,

tadi aku salah berbicara.

Bisa masuk ke Biro Marquis Wu Yang,

mana mungkin bodoh?

Jadi,

anggaplah ini sedikit maksud hati

dari kakak.

Bagaimana?

Kakak?

Kamu umur 18 tahun ini, aku 23 tahun.

Kamu seharusnya memanggilku apa?

Kakak

Lu Li.

Patuh.

Jika ingin bertahan Biro Marquis Wu Yang,

dengarkan ucapan kakak.

Mengerti?

Penipu ini juga tidak sejahat itu.

Di kediaman ada peraturan,

murid pria

[Taman Lingxi]

tinggal di Taman Zhulu.

[Taman Zhulu]

Murid wanita

[Taman Zhulu]

tinggal di Taman Lingxi.

[Taman Lingxi]

Meskipun halamannya luas,

tapi kalian tidak boleh berkeliaran sembarangan.

Murid pria dan murid wanita

dilarang masuk pekarangan lawan jenis.

Masuklah semuanya.

Kelak ini adalah kamar kalian.

Masing-masing punya satu tempat tidur.

Tata kasur kalian dengan baik.

["Panduan Bertahan Hidup"]

[Perbanyak teman, usahakan bekerja lebih banyak]

Perbanyak teman,

usahakan bekerja lebih banyak.

Apakah ini sungguh bisa?

Senior,

kubantu kamu.

Terima kasih, Junior.

Sudah.

Aku saja.

Tidak perlu.

Merepotkanmu.

Pertama kalinya merapikan selimut,

rasanya lumayan.

Senior,

aku tidur di mana?

Tempat tidurnya sudah penuh.

Junior Liu Shao,

bukankah kamu kaya?

Pikirkan caranya sendiri.

Aku harus tinggal di mana?

Ikutlah aku.

Mari, mari, mari.

Kak Lu.

Kak Lu.

Aku biasanya paling hormat pada

orang hebat yang pintar dan kuat sepertimu.

Kelak kamu tidak perlu berdesakan dengan orang lain.

Kamu tinggallah di tempatku.

Lihat, pilihlah sesuka hatimu.

Pilihlah sesuka hatimu.

Bukan.

Biro Marquis Wu Yang selalu bersikap adil,

kenapa kamu diperlakukan khusus?

Mengaturkan kamar

yang hanya bisa ditinggali murid resmi untukmu?

Sebenarnya,

kakekku

pernah melakukan hal besar untuk Marquis Wu Yang terdahulu.

Termasuk pahlawan.

Jadi, dia memohon Tuan Besar

untuk menjagaku dengan baik.

Bagus, keturunan pahlawan.

Apakah kelak aku

harus bergaul denganmu?

Tidak, tidak.

Makanan dan tempat tinggalku yang lebih spesial saja.

Mengenai ujian selanjutnya,

harus mengandalkan kemampuan diri sendiri.

Lihatlah aku,

bodoh, gemuk,

lambat dalam belajar.

Tidak ada orang yang menyukaiku.

Ayahku bahkan ditertawai orang karenaku.

Ayahmu,

apakah dia

sangat kecewa?

Tidak.

Kata ayahku, aku yang terhebat.

Ayahku memberitahuku,

setelah aku menguasai bela diri,

dia akan merayakan pesta untukku,

lalu mencarikan jodoh untukku.

Nanti, kamu harus datang.

Kita minum-minum.

Sebelah sini.

Ini tempat tidurku.

Kelak kamu tidur di sini saja.

Oh.

Aku bereskan sebentar.

Tidak ada cara lain.

Kamu terpaksa harus berdesakan denganku.

Tidak apa-apa.

Ini sudah sangat bagus.

Tapi, Senior,

kenapa kamu juga tinggal di sini?

Kenapa tinggal di tempat sekumuh ini?

Sebenarnya,

aku hanyalah pelayan rendahan di kediaman.

Aku melakukan pekerjakan kasar untuk Senior Bai saat senggang.

Karena sudah lama bekerja,

aku dibiarkan membimbing orang baru.

Maaf.

Tidak apa-apa.

Di sini dapat makan dan tempat tinggal,

setiap hari berpakaian rapi,

aku sudah sangat puas.

Oh ya.

Kamu belum dapat seragam murid, 'kan?

Aku ada satu di sini.

Pakailah ini dulu.

Besok akan diantarkan seragam murid yang baru.

Terima kasih, Senior.

Apa kata "Panduan Bertahan Hidup"?

Punya uang, bisa membuat melakukan apa pun.

Semua bisa diselesaikan dengan uang.

Orang lain baik padamu,

gunakanlah uang untuk balas budi.

Senior, ini untukmu.

Siapa yang mengajarimu untuk menyuap?

Kamu salah orang.

Aku bukan orang penting.

Lebih baik kamu berpikir

cara menggunakan kemampuanmu

agar lulus ujian selanjutnya.

Oh.

Kakak Lu Li apanya?

Dasar penipu.

Penipu jahat.

Aku sudah buta,

bahkan menganggapnya sebagai peri,

sama sekali tidak mirip.

Dia adalah seorang

bajingan.

[Pemimpin Klan Manusia, Marquis Wu Yang]

Siapa?

Paman,

tarian pedangmu tadi hebat sekali.

Begini, sha, sha.

Sha, sha.

Hebat.

Ayahku pernah memberitahuku,

orang yang pertunjukannya bagus,

harus diberi hadiah.

Kamu kira aku sedang pertunjukan bakat?

Tidak sama.

Paman, jangan merasa tidak enak hati.

Terimalah.

Ini sedikit maksud hatiku.

Teman yang di sana, keluarlah.

Lu Li?

Paman, jangan sungkan denganku.

Kulihat baju yang kamu pakai

tidak sama dengan seragam murid tingkat rendah sepertiku,

juga tidak sama dengan seragam murid tingkat tinggi seperti Du Mingchong.

Kelihatannya,

kamu pasti murid yang tidak dianggap.

Kamu sudah begitu tua,

kamu pasti sangat kesulitan.

Benar, 'kan, Lu Li?

Aku tidak mengenalmu.

Aku adalah Liu Shao.

Saya, Lu Li,

dan Liu Shao yang baru saja bergabung,

memberi salam pada Marquis Wu Yang.

Mohon Tuan Besar

memaafkan ketidaktahuan Liu Shao.

Berlututlah.

Kamu...

Kamu adalah Marquis Wu Yang?

Bukan.

Dia, dia...

Aku hanya seorang murid tua

yang tidak dianggap.

Aku sangat kesulitan.

Bukan.

Aku salah.

Kenapa tidak bilang lebih awal?

Di Biro Marquis Wu Yang,

siapa lagi orang yang bisa

tidak memakai seragam murid?

Aku mana tahu?

Lagi pula,

meskipun kamu bodoh,

tapi pasti pernah mendengar

Pedang Cahaya Tuan Besar, 'kan?

Pedang Cahaya?

Tadi itu Pedang Cahaya, ya?

Menurutmu, gerakanku itu

pantas mendapat daun emasmu ini?

Itu jauh lebih berharga daripada daun emas.

Bisakah kamu mengajariku?

Ini, kamu...

Kamu sungguh ingin mempelajarinya?

Sungguh.

Ini jurus paling mudah dalam Pedang Cahaya.

Pelajarilah.

Tuan Besar, bisakah lebih pelan?

Tadi terlalu cepat, aku tidak bisa mempelajarinya.

Diam, jangan bicara lagi.

Tuan Besar,

murid ini bodoh,

mana mungkin bisa menguasai Pedang Cahaya Anda?

Jangan perhitungan dengannya,

dia sudah tahu salah.

Dia sungguh sudah tahu salah.

Kamu kira aku bercanda?

Jangan kira aku tidak tahu siapa kalian.

Kumpulan siluman di luar datang menyerangnya.

Soal kamu,

saat masuk, kamu mengalahkan kumpulan siluman itu.

Kamu juga pernah mengalahkan Ao Hen.

Sepertinya asal usul kalian tidak sederhana.

Tuan Besar,

Anda pasti salah mengenali orang.

Aku, aku...

Sekarang kuberi kamu sebuah tugas.

Setengah bulan lagi, akan ada ujian resmi.

Jika dia tidak bisa menguasai jurus ini,

kalian berdua akan meninggalkan kediaman bersama-sama.

Juga akan dihukum

karena tidak sopan.

Apakah aku punya dendam denganmu?

Apakah aku berutang banyak padamu?

Untuk apa kamu datang ke hutan ini,

hah?

Kita tidak punya dendam.

Tapi kamu berutang banyak padaku.

Sudah menerima uangku,

tapi tidak menjagaku.

Aku datang ke hutan ini

untuk mengutukmu.

Bagaimana kamu tahu aku tidak menjagamu?

Pernahkah kamu menjagaku?

Apakah tidak?

Bukankah aku...

"Panduan Bertahan Hidup" yang kamu berikan padaku,

apa-apaan itu?

Itu semua tipuan.

Aku hampir saja tidak dapat tempat tinggal.

Lagi pula,

kamu jelas tahu aku datang ke Biro Marquis Wu Yang

tidak kenal siapa pun,

tapi kamu tidak pernah mengunjungiku.

Cih.

Bukankah kamu sangat hebat?

Aku hanya seorang

penipu yang tidak berguna.

Perkataan wanita saat marah,

apakah bisa dipercaya?

Eh, aku...

Aduh, sudah, sudah.

Aku salah, sudah cukup, 'kan?

Memang kamu yang salah.

Aku salah.

Berikan tanganmu.

Untuk apa?

Berikan padaku.

Kubawa kamu ke dunia lain dari penipu.

Tutup matamu.

Buka matamu.

[Dunia Mimpi]

Tempat yang sangat indah.

Tempat apa ini?

Ini adalah ilusi yang kubuat dengan sihir.

Dunia Mimpi.

Tapi dilarang menggunakan ilusi di dalam kediaman.

Dunia Mimpi ini

adalah pemisah dunia yang diajari oleh Guru.

Berbeda dengan ilusi biasa.

Tidak akan ketahuan.

Oh.

Bukalah.

Aku berpikir, kamu seorang wanita,

seharusnya memakai senjata apa.

Kebetulan Tuan Besar menyuruhmu berlatih Pedang Cahaya.

Lebih baik

coba gunakan pedang ini.

Seharusnya sangat cocok denganmu.

Kelihatannya,

kamu selalu memikirkan cara untukku.

Kutambahkan 5.000 tael lagi untukmu.

Katakan lagi setelah kamu menguasai jurus Pedang Cahaya.

Tapi,

hanya tersisa setengah bulan,

entah bisa kukuasai atau tidak.

Kamu tidak mengerti hal ini.

Sebenarnya, pergerakan waktu di dalam dunia ilusi

lebih panjang daripada dunia luar.

Tapi sekarang,

bukan masalah waktu.

Harus tahu ilmu Pedang Cahaya, baru bisa berlatih.

Kita juga tidak punya petunjuk.

Sekarang, nasib kita ada di tanganmu.

Kamu harus menguasai Pedang Cahaya.

Kalau tidak, kita berdua

akan seperti daun emas tadi,

akan hancur menjadi abu.

Ilmu pedang,

lukisan, opera dan semacamnya,

jika hal yang aku sukai,

sekali lihat, langsung bisa aku kuasai.

Tapi puisi, ritual dan semacamnya,

aku tidak bisa, karena aku tidak suka.

Tenang, akan aku ajari.

Baik.

Pertama,

kita tidak boleh membiarkan api kecil ini

jatuh dari pedang.

Mengerti?

Mengerti.

Mari.

Fokuskan perhatianmu

pada api di pedang ini.

Pedang berjalan dengan hati, hati berjalan dengan pikiran, fokus penuh.

Gaya pedang

terbentuk secara perlahan.

[Biro Marquis Wu Yang]

Beberapa hari lagi

adalah ujian seni bela diri murid baru.

Sebelum ujian,

sesuai perintah Tuan Besar,

aku akan mengajari kalian

cara khas milik kediaman Marquis.

- Meningkatkan kemampuan... - Kak,

dua hari ini kamu dan Liu Shao selalu keluar masuk bersama.

Apakah ada yang dirahasiakan dariku?

Jangan sembarangan bicara.

Aku takut dia dieliminasi.

Kamu tidak takut aku dieliminasi?

Murid wanita baru itu, Liu Shao,

ingin mempelajari Pedang Cahaya.

Aku beri dia waktu setengah bulan.

Menurutmu,

apakah dia bisa menguasainya?

Ini,

kurasa Anda terlalu meninggikannya.

Dalam waktu setahun pun,

belum tentu dia bisa.

Dalam waktu setengah bulan,

dia bisa menguasai berapa persen?

Aku sudah berlatih begitu lama,

sudah mahir belum?

Jurusnya, mirip 70 persen.

Auranya, mirip 30 persen.

Makna pedang...

10 persen pun tidak.

Apa makna Pedang Cahaya?

Aku punya sebuah pedang

untuk memberantas ketidakadilan.

Ini adalah makna Pedang Cahaya.

Dulu,

Marquis Wu Yang

juga punya saat-saat membara dalam hidupnya.

Ketidakadilan apa?

Tentu saja,

masalah ini,

bagi seorang Nona Liu

yang mulia,

memakai uang sesuka hati,

tidak tahu kesulitan dunia,

adalah hal yang rumit.

Aku tidak tahu kesulitan dunia?

Aku di luar kediaman

dikejar habis-habisan oleh Ao Hen,

siluman besar maupun kecil

selalu mengejarku.

Sekarang,

aku bisa dibunuh oleh Marquis Wu Yang kapan saja.

Aku ingin sekali menjadi Nona Liu yang dulu.

Tapi sekarang,

aku bahkan tidak bisa pulang.

I, itu,

sebenarnya

tidak separah itu.

Tenang saja.

Ada aku yang menemani,

kalian sekeluarga akan berkumpul kembali.

Percayalah padaku.

Mari, mari.

Lanjut berlatih.

Mari.

Aku seharusnya membayangkan Ao Hen sebagai hal yang tidak adil.

Penggal dia! Penggal dia!

Penggal dia! Penggal dia! Penggal dia!

Gadis ini berlatih sampai agak gila.

Saat berlatih hari ini, harus lebih hati-hati.

Posturmu salah.

Siapa yang mengajarimu?

Penggal dia!

Liu Shao memukul Senior Pertama.

Menggunakan apa?

Tidak tahu.

Sebuah cahaya.

Disembunyikan dengan rapat.

Senior Pertama tidak apa-apa, 'kan?

Latihan hari ini sampai di sini saja.

Kalian kembalilah ke kamar.

Persiapkan ujian besok.

Hebat.

Latihan di Dunia Mimpi,

tidak sengaja melintasi waktu.

Jangan sampai ketahuan.

Kamu makan apa? Kamu sakit?

Tidak.

Ada apa?

Cepat duduk.

Apa ini?

Berikan padaku.

Pil Pengunci Esensi?

Ini barang milik Xi.

Kenapa dia memberikan ini padamu?

Kenapa kamu memakannya?

Katakan.

Hari ini aku memohon pada Senior Bai Feng,

dia melanggar aturan untuk membiarkanku ikut ujian murid.

Tapi tidak disangka begitu kebetulan,

aku satu tim dengan Xi.

Tapi, kenapa dia mau mencelakaimu?

Aku bekerja bertahun-tahun di sini,

diam-diam mempelajari banyak hal.

Mungkin Xi

takut kalah dariku.

Jika dieliminasi, dia akan kehilangan muka.

Tidak bisa.

Aku akan memberi tahu Senior Bai Feng.

Jangan.

Kenapa?

Ibuku bekerja sebagai pelayan dapur di Kediaman Xi.

Dia tanda tangan kontrak mati.

Jadi, Liu Shao,

tidak apa-apa,

lupakanlah.

Lupakan? Kenapa harus dilupakan?

Tidak boleh dilupakan begitu saja.

Coba kulihat.

Kalimat ini.

Xi.

- Beraninya kamu meracuni Xue. - Lihat baik-baik.

Liu Shao, kamu sudah gila?

Ujian murid besok,

semua orang saling melawan.

Yang kalah akan diusir keluar.

Kamu takut kalah dari Xue, jadi ingin mencelakainya.

Apa yang kamu katakan?

Kamu ini menuduhku.

Ini buktinya.

Ini botol obatmu.

Di dalamnya masih ada aroma Pil Pengunci Esensi.

Dasar bodoh.

Buktimu sudah hilang.

Aku akan memberi tahu Senior Bai Feng.

Pergilah.

Jelas-jelas Xue sendiri yang sakit.

Kamu pergi melapor,

lihat apakah putri pelayan dapur rendahan ini

berani melawanku.

Membuat api dan memasak,

juga mengandalkan diri sendiri.

Kenapa kamu mengatainya rendahan?

Bawahan memang orang rendahan.

Nona Liu.

Jangan berlagak mulia di hadapanku.

Kita berdua sama.

Sejak lahir sudah dilayani orang lain.

Aku tidak sama denganmu.

Kita tidak pernah sama.

Besok,

demi Xue,

aku mau menantangmu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.