Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 7]
Ibu bilang Zhao Minshan lari ke rumah kita
dan menangis,
membuat Ayah marah.
Apa Ayah pernah mencarimu?
Aku sudah mengajak Ayah dan Ibu
untuk membicarakannya bersama.
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Kita kembali, aku temani kamu bicara.
Sikap Ayah terhadapmu tidak lebih baik dariku,
bahkan lebih buruk.
Jika kamu pergi,
kelak apakah kamu masih ingin pulang ke rumah?
Tapi, bagaimana kalau Ayah main tangan lagi saat kamu ke sana?
Tidak akan.
Sekarang bukan masa kecil lagi.
Lagi pula, dia sudah tua.
Tidak akan bisa memukul.
Waktu kecil, kamu yang melindungiku.
Setelah dewasa, tetap kamu yang melindungiku.
Aku sebagai kakak
sungguh tidak berguna.
Sudahlah.
Jangan menangis.
Nanti saat pulang,
Kakak Ipar akan mengira aku menindasmu.
Tidak akan.
Kak,
kita hampir sampai.
Nanti aku cari tempat
untuk menurunkan kamu.
Aku takut terlambat untuk kembali.
Aku tahu, Kapten Lu.
Kami tahu seperti apa ayahmu.
Katakan saja dengan terus terang.
Kami semua ada di sini.
Jadi, bisa menahan amarahnya.
Dengan siapa kamu akan merayakan Imlek?
Memangnya bisa merayakan dengan siapa lagi?
Tentu saja sendirian.
Kenapa?
Benar-benar sendirian?
Kebetulan aku tidak pulang tahun ini.
Aku boleh tinggal di rumahmu?
Boleh.
Tidak bertentangan dengan keinginanmu?
Bicaralah dengan baik.
Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?
Bukankah cinta pertama seseorang
sudah kembali ke Beijing?
Tidak janjian saat Imlek?
Ini liburan panjang yang langka.
Halo, Tuan.
Mau minum apa?
Pu'er, terima kasih.
Baik.
Kenapa?
Tidak makan kenyang siang tadi?
Tidak, aku sibuk membicarakan urusan,
jadi hanya makan sedikit.
Tidak boleh makan ini.
Pelayan, ambilkan menu.
Jangan.
Tidak perlu.
Aku juga lapar, ayo makan bersama.
Pasta lobster,
makanan kesukaanmu.
Keluar!
Siapa yang mengizinkan kalian masuk?
Menyajikan makanan juga tidak ada aturan.
Dia sudah mabuk, jadi tidak mengenali orang.
Aku tidak berani memberi tahu ayahmu
masalah kamu tidak ingin menikah.
Zhao.
Ayo minum.
Dalam berbisnis,
terutama mengandalkan penilaian.
Saat aku muda,
penilaianku ini diakui.
Menurutmu benar, 'kan?
Benar.
Lihatlah, begitu bengkelku direnovasi,
bisnis langsung lancar.
Akhirnya aku tahu.
Aku ini
semakin tua semakin beruntung.
Kita juga belum sepenuhnya menyetujui Qin Feng,
jadi masih bisa dibicarakan.
Mungkin saja
Lu Chen tidak senang
karena diatur.
Kalian harus
lebih sering berhubungan.
Teman lama
lebih mudah menumbuhkan perasaan.
Putraku benar-benar datang.
Aku kira
tidak ada yang bisa mengundangmu.
Anak ini
tidak pernah pulang sejak dipindah kembali.
Juga tidak tahu dia tinggal di mana.
Temperamennya sudah menjadi lebih baik.
Ada tikus mati di kedua sisi pinggangnya,
aku sungguh mengira dia berburu.
Bagus, termasuk pengertian.
Sudah tahu bersulang untuk besan.
Setelah bersulang, katakanlah sesuatu.
Para tetua di sini,
maafkan aku.
Aku harus membatalkan pernikahan ini.
Katakan perkataanmu barusan
sekali lagi!
Aku harus membatalkan pernikahan ini.
Aku sudah memberimu harga diri.
Kamu pikir aku tidak berani memukulmu,
Bocah?
- Aku... - Paman Ketiga, apa yang kamu lakukan?
- Jangan marah. - Kamu...
Kenapa kamu menyiram putramu dengan arak?
Minggir.
Aku...
Paman Ketiga,
bicarakan baik-baik.
Lu Chen adalah saudaraku.
Meskipun Anda tidak menghargainya,
Anda juga harus menghargaiku.
Benar, tidak?
Paman Ketiga,
meskipun Anda dan ayahku
sudah berteman selama bertahun-tahun,
juga tidak boleh meruntuhkan
restoranku ini.
Anda jangan pedulikan Lu Chen.
Nanti suruh Qin Feng
membukakan Anda kamar standar terbaik.
Aku tidak akan membuka restoran hari ini.
Aku akan melayani Anda.
Aku bukakan arak terbaik untuk Anda
dan suruh Qin Feng menemani Anda minum.
Tidak boleh pergi kalau belum puas minum.
Ini bukan masalah minum arak.
Benar.
Aku temani Anda minum sampai puas.
Paman Ketiga,
dengarkan aku.
Saat di luar,
kamu harus menjaga harga diri putramu.
Jika tersebar,
akan berdampak buruk.
Benar, tidak?
Bagaimanapun juga,
Lu Chen
sekarang juga termasuk seorang pahlawan.
Benar, tidak?
Pahlawan apanya?
Memangnya aku butuh perlindunganmu?
Aku akan mengajarimu bagaimana cara menjadi anak
dan bagaimana cara berbicara dengan orang tua!
Sudahlah.
Baik.
Aku... aku mendidik anak
tidak ada hubungannya dengan kalian.
Bocah, kamu tunggu saja!
Kamu tunggu saja.
Paman Ketiga, sebelah sini.
Paman, Bibi.
Mari kita ke sebelah dulu.
Bagaimanapun juga,
pernikahan adalah urusan mereka berdua.
Biarkan mereka mengobrol.
Apa masih ada yang perlu kukatakan?
Kita tidak bisa berbicara dengan sikapmu ini.
Lu Chen,
aku sangat tahu kondisi keluargamu.
Kamu juga tahu bagaimana
kondisi keluargaku.
Bisa dibilang, kita berdua
sudah saling mengetahui latar belakang.
Juga tidak ada yang tidak pantas bagi siapa.
Kamu sudah 30 tahun.
Kamu tidak mungkin
benar-benar memberikan semua tabungan
pada keluargaku.
Bagaimana denganmu?
Ayahmu tidak akan memberikan
satu sen pun padamu.
Nanti kamu tidak akan mendapatkan apa-apa.
Tapi, bukankah pada akhirnya
kamu harus menikah dan punya anak?
Bagaimana kamu menikah jika tidak punya uang?
Kamu tidak pernah menikah.
Aku katakan padamu,
setelah kamu menikah,
kamu akan tahu.
Dengan siapa pun kamu menikah,
pada akhirnya kamu akan hidup bersamanya.
Lu Chen.
Kali ini,
aku sungguh-sungguh ingin menikah.
Kita sudah saling mengenal sejak sekolah.
Lebih baik
kamu menikah denganku
daripada menikahi orang asing.
Lagi pula,
kalau kamu ingin membantu ayahmu membayar utang,
kamu tetap harus meminjam uang.
Kamu tidak perlu mencari tahu.
Semua orang di sekitar tahu
bahwa kamu berutang.
Nanti siapa yang berani menikah denganmu?
Apa aku...
Apa aku begitu diremehkan olehmu?
Apa yang kurang dariku?
Benar.
Kami memang menetapkan pernikahan tanpa sepengetahuanmu.
Bukankah ayahmu
yang berutang duluan pada kami?
Ka... kamu membatalkan pernikahan seperti ini,
bagaimana aku bisa menjaga harga diriku?
Orang tuamu sudah menetapkan pesta.
Anak yang kamu lihat hari itu,
setidaknya harus hidup bersamaku
selama lima sampai enam tahun.
Kalau bukan anakmu,
untuk apa kamu membantu merawat dia?
Kamu bilang saja,
Lu Yanchen ini bermasalah.
Dia membesarkan anak
dari saudaranya.
Kamu tidak bisa menikah.
Qin Feng memanggil ayahnya kemari.
Mereka berdua menemani ayahmu minum arak.
Jika minum seperti ini,
mungkin harus sampai besok siang.
Kamu pulang saja dulu.
Hari ini sudah bicara secara langsung
dan menjelaskan semuanya.
Ini sudah termasuk langkah besar.
Selanjutnya pasti harus menangani dampaknya.
Simpan energimu.
Tidak boleh terburu-buru.
Sudah merepotkan kalian.
Terutama Qin Feng.
Meskipun tanpa hubunganku dengan Gui Xiao,
Qin Feng juga bersedia membantumu.
Sudahlah, kamu cepat pergi.
Jangan bertemu
dengan orang tua Zhao Minshan yang keluar,
nanti akan sangat canggung.
Lu Chen.
Jika bisa bersama lagi,
aku pasti akan memperlakukan dia dengan baik.
Lihatlah,
sikap Lu Chen itu
sudah bertekad tidak ingin menikah.
Minshan.
Lu Chen tidak pernah berdiskusi denganku,
jadi Bibi tidak tahu
tentang hal yang dia katakan hari ini.
Lihat.
Dia membuat pamanmu marah.
Bibi, aku memahami dia.
Tapi aku menyukai dia.
Aku ingin menikah dengannya.
Lu Chen baru saja kembali.
Dia sangat sibuk.
Lihatlah, dia juga marah padaku dan ayahnya.
Itu…
Bibi akan bicara baik-baik dengannya lagi.
Akhir pekan ini,
kamu datang ke bengkel kami
untuk makan,
Jika lebih akrab,
perasaan akan muncul.
Ayahmu meneleponku.
Ayahku?
Untuk apa dia meneleponmu?
Dia ingin kamu pulang merayakan Imlek.
Kalau dia ingin aku pulang merayakan Imlek,
untuk apa dia mencarimu?
Kamu bilang padanya
kamu sibuk saat Imlek
dan harus lembur.
Sebagai bosmu,
bukankah seharusnya aku dimintai pertanggungjawaban?
Maaf.
Kamu jadi diganggu oleh ayahku
karena masalah keluargaku.
Bukan.
Ayahmu adalah mantan pemimpin ayahku,
juga Paman Gui yang aku sayangi.
Jika dia meneleponku,
bagaimana bisa dianggap mengganggu?
Apa kamu mau makanan penutup?
Tidak perlu.
Tadi setelah kembali dari bertelepon,
kudengar kalian berdua membicarakan ayahmu.
Aku tidak salah dengar, 'kan?
Kamu dan Wu Chengye
bisa membicarakan orang tua?
Ayahnya adalah mantan bawahan ayahku.
Tapi, terpisah oleh beberapa posisi.
Aku juga
baru tahu setelah pulang sehabis lulus kuliah.
Ingin mengejar putri mantan pemimpin.
Sudah tidur?
Belum.
Masalah sudah mulai selesai.
Aku...
Tidurlah lebih awal.
Ada kabar baik apa?
Kamu tertawa begitu bahagia.
Seorang temanku
bertanya apakah aku sudah tidur.
Aku bilang belum tidur.
Lalu, dia bilang
tidurlah lebih awal.
Mencari topik pembicaraan.
Pasti ada sesuatu.
Lanjutkan tidurmu.
Apa kamu ingin mendengar tentang Bibi Gui Xiao?
Tidur.
Aku akan menggambar
peta topografi rumahnya untukmu.
Ini adalah pintu masuk.
Masuk ke sini.
Ada ruang tamu yang sangat besar.
Tengahnya kosong.
Ada dua lantai.
Lalu, di sini ada rak buku.
Di rak itu ada banyak sekali buku.
Di sini juga ada dapur.
Lu Chen, itu...
Ibu.
Aku tahu apa yang ingin kamu katakan.
Tidak mungkin.
Cobalah berhubungan.
Cari aku?
Baiklah, kamu masuk dulu.
Bantu aku.
Baik.
Katakan.
Kamu akrab dengan Zhao Minshan.
Bantu aku sampaikan pesan padanya.
Tidak, aku...
Zhao Min...
Siapa yang akrab dengan dia?
Kami sudah lama sekali tidak berhubungan.
Demi Lu Chen.
Kamu wakili Lu Chen berbicara dengannya.
Kamu bilang sekarang Lu Chen
ingin menundanya.
Tapi dia adalah wanita,
tidak bisa menunda.
Kamu suruh dia pikirkan baik-baik.
Jika menyuruh dia menunggu dua atau tiga tahun,
dia bisa tahan atau tidak.
Aku tidak ingin bertemu dengannya.
Waktu itu tidak membiarkanmu bertemu,
bukankah kamu tetap mau menemuinya dengan bahagia?
Sekarang menyuruhmu bertemu,
kenapa banyak omong kosong?
Demi Lu Chen.
Demi Lu Chen.
Lama tidak berjumpa.
Bukankah kita bertemu di rumah sakit waktu itu?
Ada urusan apa mencariku?
Masih demi Lu Chen?
Tentu saja.
Aku pribadi
tidak ada urusan mencarimu.
Aku langsung katakan saja.
Zhao Minshan.
Aku lebih mengenal Lu Chen daripada kamu.
Aku juga lebih mengenalmu daripada Lu Chen.
Masalah kalian berdua
tidak akan berhasil.
Sudah dewasa,
masih begitu kekanak-kanakan saat berbicara.
Coba kamu katakan,
aku kekanak-kanakan di mana?
Aku mengenal Lu Chen.
Dia sombong,
tidak bersedia menikahiku dengan cara ini.
Aku mengerti.
Kalau begitu, kami pelan-pelan berhubungan
dan pelan-pelan mengenal.
Mulai dari pacaran.
Lucu sekali.
Lebih baik dengarkan aku.
Aku mengenalmu.
Oleh karena itu, aku datang menemuimu.
Aku sangat tahu
sifat Lu Chen.
Karena dia sudah menolak,
maka tidak ada kesempatan untuk kembali lagi.
Terus menunda seperti ini tidak baik bagimu.
Tunda beberapa bulan
ataupun beberapa tahun,
apa kamu sanggup?
Tidak perlu.
Kita bukan anak kecil lagi.
Zhao Minshan.
Dengan keluargamu
dan keadaanmu,
sangat mudah jika kamu ingin menikah lagi.
Aku bisa melihat kamu menyukai Lu Chen.
Tapi dia tidak menyukaimu.
Kamu juga tidak bisa menunda.
Aku tidak bicara lagi.
Kuucapkan selamat Tahun Baru Imlek lebih dulu.
Kamu mencariku?
Aku sudah jujur pada ayahku.
Diperkirakan setelah dia sadar dari mabuk
pasti akan ribut.
Sebelum masuk sekolah, anak kuserahkan padamu.
Pulang tinggal bersamamu.
Baik.
Bagaimana denganmu?
Aku kembali ke tim.
Makan malam Imlek di mana?
Rumahku?
Kalian yang merayakan Imlek.
Kami harus bertugas.
Imlek juga tidak pulang?
Pulang saat hari kedelapan.
Ada apa?
Hadiah balasan.
Hitungan mundur,
tiga menit.
Bahkan menjahitnya kembali untukku?
Kebetulan bisa latihan tangan,
sudah lama tidak bergerak.
Keterampilanmu cukup bagus.
Pernah memelihara anjing polisi?
Tidak.
Sejak aku kemari,
di sini sudah ada Eskadron Anjing Polisi.
Benar, 'kan?
Selalu ada.
Kamu pernah memeliharanya?
Awalnya di Qining
tidak ada Eskadron Anjing Polisi.
Aku dan kapten lamaku
pernah memelihara beberapa ekor.
Kemudian saat aku mengurus keamanan,
pernah memelihara anjing SAR.
Lalu satu lagi adalah
anjing pelacak bom.
Benarkah?
Setelah mendengar ceritamu aku jadi ingin mencobanya.
Aku dengar kamu mendaftar
untuk asrama perorangan di depan kantor cabang?
Benar.
Aku kira aku punya kakak ipar.
Ternyata kamu sama denganku.
Kapten Lin.
Kapten Lin.
Kebetulan kalian berdua
datang bersama.
Perkenalkan dulu,
Kapten Lu.
Ketua Eskadron Dua, Zhou Xin.
Aku Du Yiwen,
ketua Eskadron Satu.
Kalian berdua kelihatannya sangat senang,
sedang membicarakan apa?
Tadi
menerima telepon dari penjual asuransi.
Begitu bilang pekerjaanku penjinak bom,
dia langsung...
"Maaf,
mengganggu waktu Anda."
Langsung menutup teleponnya.
Pekerjaan berisiko tinggi.
Sangat menyedihkan.
Satu, dua, satu.
Satu, dua, tiga, empat.
Berdiri di tempat, gerak.
[Xiaoxiao]
Halo.
Apa sekarang ada waktu?
Ada.
Katakan.
Aku membuat janji dengan wali kelas Qin Xiaonan
untuk bertemu setelah Tahun Baru Imlek.
Dia akan segera
mendidik Qin Xiaonan,
ingin bertemu orang tua.
Orang tuanya pasti tidak bisa pergi.
Terutama Qin Mingyu.
Dia bertugas saat Imlek.
Kalau begitu,
kita berdua saja yang mewakili.
Kita?
Benar.
Paman dan bibi,
juga termasuk setengah orang tua.
Baik.
Tidak ada hal lain,
kamu bekerjalah.
Gui Xiao.
Kamu...
Penerbangan kapan?
Penerbangan pulang.
Besok.
Besok sore.
Kebetulan.
Besok aku ke Beijing untuk mengerjakan sesuatu,
sekalian menjemputmu.
Kamu mau datang menjemputku?
Kebetulan sejalan.
Ingat untuk mengirimkan nomor penerbanganmu padaku.
Aku hitung waktunya.
Baik.
Aku ada urusan,
kututup dulu.
Ingat kirimkan aku nomor penerbangannya.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kepala cabang tahu kamu suka anjing.
Ini hadiah Tahun Baru Imlek untukmu.
Hadiah Tahun Baru Imlek
atau tugas pelatihan baru?
Pokoknya kepala cabang bilang,
kamu mendaftar untuk tinggal di sebelah kepolisian.
Kamu juga santai
dan berpengalaman melatih anjing.
Intinya,
jumlah orang dan anjing kita
sudah ditentukan.
Satu anggota tim sudah pindah tim.
Anjing kecil ini
sudah tidak ada yang menjaga dari sebelum Tahun Baru Imlek.
Baiklah.
Taruh di tempatku dulu.
Setelah ia memiliki pemilik baru,
aku akan mengembalikannya dalam keadaan sempurna.
Terima kasih, Kapten Lu.
Masih ada hal lain?
Tidak ada.
Jalanan keluar kota sangat macet,
Kapten Lu ingat untuk jalan lebih pagi saat menjemput orang.
Selamat atas pernikahanmu,
Dokter Xu.
Terima kasih,
Nona Besar Gui Xiao.
Kamu terbang jam berapa?
Aku masih ada satu jam lagi.
Sejujurnya,
aku sangat berterima kasih padamu
karena sengaja meluangkan waktu untuk menemuiku.
Lu Chen sudah di jalan.
Dia menyuruhku untuk menemuimu dulu.
Nanti aku akan memperkenalkan kalian.
Baik.
Tunggu sebentar.
Aku di sini.
Aku takut dia tidak ketemu.
Apakah kamu janjian dengan
anak 10 tahun?
Dia tidak pernah datang ke gedung terminal ini.
Diperkirakan dia biasanya juga
tidak terlalu sering naik pesawat biasa.
Dia takut terbang?
Dia di Beijing saat sekolah.
Saat itu,
sedikit orang yang naik pesawat.
Kemudian dia pergi ke Qining.
Sekali pergi langsung belasan tahun.
Dia baru kembali tahun ini.
Bicarakan masalahmu dulu.
Ini adalah nama bank
dan nomor rekeningku.
Belakangan aku harus menyimpan sejumlah uang.
Jadi,
hanya bisa meminjamkan dua pertiganya padamu.
Tunggu bulan depan,
aku punya satu produk keuangan yang jatuh tempo,
baru akan memberikan sisanya padamu.
Apakah sempat?
Tidak masalah.
Tadi ketika aku melihatmu
berjalan kemari dari sana,
aku teringat
saat kita pertama kali bertemu.
Aku pun berpikir,
gadis kecil
yang dulu suka menangis
akhirnya sudah tumbuh dewasa.
Bahkan memiliki kehidupan yang baik.
Sudah bisa meminjamkan uang padaku.
Aku takut kamu tidak bisa menemukannya
dan berpikir untuk pergi menjemputmu.
Aku masih ada urusan,
kalian berdua berbincanglah.
Kamu tidak minum dulu?
Tidak.
Aku belum memperkenalkan kalian.
Masih ada kesempatan.
Sampai jumpa.
Mau minum kopi?
Kalian tidak minum kopi?
Aku minum kopi hitam.
Ternyata kalian minum kopi.
Apakah kamu salah paham
terhadap pekerjaan kami?
Aku hanya tidak mengerti.
Jadi penasaran.
[Tahun 2009]
♫Hai, hari ini hari apa?♫
Kenapa kamu tidak bawa mobil?
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
Membawa mobil terlalu mencolok.
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
♫Terus berdetak kencang♫
♫Oh, kamu belum bangun♫
♫Tak melihat pesan dariku♫
♫Apa ada yang memberitahumu♫
♫Aku sangat merindukanmu♫
Sudah pergi?
♫Pacaran sedang populer♫
Sudah pergi.
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
Kakak Chen.
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
Untung tidak terlihat.
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
Takut dilihat orang?
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
Tidak takut.
Apa yang perlu ditakutkan?
♫Aku yakin kamu bisa♫
Kamu bilang kamu datang untuk mengerjakan sesuatu,
apa sempat?
Aku bisa pesan mobil sendiri.
Sudah selesai.
Kalau begitu, kita jalan setelah aku menghabiskan ini.
Hari ini istirahat.
Tidak buru-buru.
Kamu minum saja pelan-pelan.
Apa hari kedua kamu ada waktu?
Tentang pertemuan dengan wali kelas Qin Xiaonan.
Hari kedelapan.
Baik.
Aku pergi dulu.
Gui Xiao.
Selamat Tahun Baru Imlek.
Aku bertugas saat Tahun Baru Imlek,
tidak bisa menelepon,
jadi kukatakan lebih awal.
Selamat Tahun Baru Imlek lebih awal.
Aku pergi dulu.
Hati-hati saat lembur.
Baik.
Setelah Tahun Baru Imlek,
kita akan berlatih
cara mengambil barang yang mencurigakan
dan memasukannya ke dalam tabung anti ledakan.
Kamera termografis
bisa membantu kita menilai
apakah bahan peledak
bisa dibongkar secara manual.
Sebagai seorang penjinak bom profesional,
mengamati
adalah pelajaran wajib.
Biasanya,
setiap peleton
akan bertanggung jawab atas peralatan yang berbeda.
Kita tidak hanya harus bisa menggunakannya,
juga harus belajar
bagaimana merawat mesin sendiri,
termasuk robot penjinak bom.
Kondisi sekarang sudah jauh lebih baik.
Dulu,
alat penjinak bom generasi pertama
yang kita gunakan
sama dengan alat untuk memperbaiki mobil.
Tidak ada semua ini.
Apa yang kami andalkan?
Meneliti sendiri.
Berpikir dengan cermat.
Tapi dalam bidang menjinakkan bom,
meskipun sudah ada peralatan yang canggih,
manusia tetap tidak bisa tergantikan.
Misalnya,
kita bertemu dengan penjinakan bom di ketinggian,
robot tidak berguna.
Kita harus maju sendiri.
Apakah kalian mengerti?
Mengerti.
Baik.
Malam ini kantin
ada makanan tambahan.
Selamat Tahun Baru Imlek semuanya.
Selamat Tahun Baru Imlek, Kapten Lu.
Semuanya lembur di Tahun Baru Imlek?
Lembur.
Sebagai SWAT,
pertama kali lembur di Tahun Baru Imlek
sangat bermakna.
Ingat kata-kataku.
Jangan tutup mata selama 36 jam.
Harus lelah sampai begitu di ranjang langsung tidur.
Kelak jika diingat baru akan bermakna.
Baik, ayo makan.
Selamat tahun baru semuanya.
Laporan kesehatan sudah keluar.
Semuanya lulus.
Karena tahun ini aku datang,
kalian libur saja secara bergilir.
Aku akan mengawasi liburan Tahun Baru Imlek
dari awal sampai akhir.
Tapi hari kedelapan,
siapa yang bisa
membantuku mengawasi untuk sehari atau setengah hari?
Aku mau pergi ke sekolah
untuk bertemu wali kelas.
Apa ada masalah?
Kapten Lu.
Bukankah di berkasmu
tertulis belum menikah?
Anak teman.
Aku membantu merawatnya.
Hubungan persaudaraan yang sangat dalam.
Apa kamu tidak takut calon kakak ipar
akan keberatan?
Sudahlah.
Yang harus makan, makan.
Yang harus bertugas, bertugas.
Bubar.
Ini laporan kesehatan
anggota tim baru yang kamu minta.
Semuanya bagus.
Semuanya lulus.
Ada cara apa?
Bagikanlah.
Bayar uang sekolah, tidak?
Pelit.
Pertahankan.
Masih tidak menganggap kami
sebagai orang sendiri.
Kamu sangat cocok untuk bicara lawakan tunggal.
Aku hanya ingin mencari
apa ada yang terlahir
dengan kualitas psikologis yang baik.
Tubuhnya bagus.
Terlahir cocok untuk menjadi penjinak bom.
Detak jantung setiap menit
sekitar 60, rendah sekali.
Beberapa ini juga bagus.
Kelihatannya satu per satu lebih stabil.
Mereka terlahir untuk pekerjaan ini.
Baik.
Aku akan ke pusat komando bawah
untuk melihat sebentar.
Sampai jumpa di bawah 10 menit lagi.
Baik.
Menjalankan patroli rutin penjinakan bom.
Ayo, para guru sekalian.
Berhenti sebentar.
Pemeriksaan rutin.
Nanti baru latihan lagi.
Kamu bawa orang untuk memeriksa area utama.
Baik.
Yang lain ikut denganku!
Baik.
Semuanya periksa dengan baik.
Baik.
Kalian datang sekarang,
kapan pergi?
Tidak pergi.
Akan terus bersiaga.
Ayo.
Kapten Lu.
Baik.
Buka bagasinya.
Baik.
Bukan masalah besar.
Tidak ada yang aneh.
Siapkan detektor.
Baik.
Semuanya perhatian.
Periksa setiap mobil.
Baik.
Berdiri!
Rileks.
Duduk.
Baik.
Semuanya sudah lelah.
Pertama kali mendengar pesta perayaan malam Tahun Baru Imlek di belakang panggung?
Iya.
Istirahatlah 10 menit.
Nanti masih ada ronde kedua.
Pemeriksaan garasi.
Baik.
Kebetulan bisa selesai mendengar lawakan.
Apakah kalian sudah siap?
Mari kita bersama-sama
menyambut musim semi yang indah ini.
Ayo mulai, hitung mundur.
Sepuluh, sembilan, delapan,
tujuh, enam, lima.
Kapten Lu baru datang sudah bertemu Tahun Baru Imlek.
Tugas pemeriksaan keamanan di Tahun Baru Imlek banyak.
Setiap tahun selalu seperti itu,
tidak pernah istirahat.
Pekerjaan kita ini,
bukankah setiap Tahun Baru Imlek selalu seperti ini?
Tahun ini termasuk lancar.
Ada suatu tahun sebelum Tahun Baru Imlek,
aku harus menjinakkan bom.
Cinta pertamaku kebetulan ada.
Qining?
Bukan di Qining.
Di sebuah kota.
Aku baru saja dipromosikan menjadi kapten.
Demi keamanan,
bahkan meminjam
tenaga SWAT dari markas lain.
[Tahun 2016]
Setelah rapat akan ada acara tahun baru.
Sepertinya tahun ini
kita akan merayakan tahun baru bersama.
Benar.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.