All language subtitles for ROAD HOME episode 06 [iQIYI subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Road Home]

[Episode 6]

Rasa sentuhannya lumayan.

Kalau kamu mau mengendarainya, bisa tukar mobil denganku.

Tidak perlu.

Kamu masih mau hidup dan mati, 'kan?

Mana mungkin aku mengambil kesempatan dalam kesempitan?

Siapa juga yang mau hidup dan mati?

Ke mana?

Nanti malam pulang, tidak?

Anak ini, buru-buru sekali dia.

Halo?

Aku melihat ada mobil terparkir

di luar bengkel.

Sepertinya tidak asing.

Coba katakan nomornya.

Jing Z52968.

Itu mobilnya Meng Xiaoshan, 'kan?

Dicuri?

Atau sembarangan parkir?

Aku akan menghubunginya.

Berikan nomor Meng Xiaoshan padaku.

Aku yang akan menghubunginya.

Oke.

Gui Xiao, kamu benar-benar masih memikirkan dia?

Sepenuh hati?

Anggap saja tidak ada Zhao Minshan,

dia tidak hidup.

Apa yang akan kamu lakukan?

Tidak mau membicarakannya lagi.

Keras kepala.

Kamu sudah merenovasi tempat ini?

Ya.

Restoran harus sering direnovasi.

Jika terlalu lama,

tidak cocok untuk pesta,

pernikahan atau acara lainnya.

Ingin makan apa?

Katakan padaku.

Hot pot tulang domba.

Oke.

Setelah makan, seluruh badan jadi bau.

Mandi di rumahmu saja.

Boleh.

Liu.

Masak hot pot tulang domba, kuali besar yang berkualitas.

Super pedas.

Baik.

Ayo.

Kamu ingin makan atau ingin bermain?

Kalau kamu ingin bermain,

aku matikan apinya.

Kamu aduk pelan-pelan.

Aku seperti kerasukan.

Di Qining,

mobil temanku dicuri.

Aku minta bantuannya.

Lalu kelompok pencuri mobil itu

datang balas dendam lagi.

Dia menghajar mereka,

setelah itu saling berhubungan.

Sudah baikan?

Tidak.

Dia memintaku membantu seorang anak

pindah sekolah.

Kamu tahu Lu Chen ini

tidak suka berbelit-belit.

Dia meminta bantuanku,

aku kira sudah mengalah,

ingin memberikan kami

kesempatan untuk memulai dari awal.

Aku juga baru tahu akhir-akhir ini,

dia akan menikah.

Liu,

nanti bawakan sebotol arak putih.

Wuliangye.

Baik, Bos.

Di mana suamiku?

Masih di sini, belum bubar.

Setelah selesai makan,

suruh dia kemari.

Baik.

Sudah datang?

Mobilnya diparkir di tepi kanal.

Setelah makan,

bantu aku membawa kembali mobilnya.

Kenapa diparkir di tepi kanal?

Gui Xiao sedikit tak enak badan.

Aku bantu dia membawa mobilnya kembali.

Apa yang terjadi?

Adikmu

ditindas orang?

Lu Chen.

Lu Chen?

Perasaannya mendalam, 'kan?

Aku baru saja menjemputnya

dari sisi kanal.

Sudah membujuknya sedari tadi.

Aku kira

dia terkejut karena cinta pertamanya

akan menikah

dengan teman lamanya,

membuatnya tidak bisa berpikir jernih.

Tidak disangka dia bertemu dengannya

di Qining.

Benar-benar sedikit rumit.

Aku juga tidak bisa mengambil keputusan.

Mengambil keputusan apa?

Katakan apa yang harus dikatakan.

Gui Xiao,

sudah berusia 30 tahun.

Dulu,

sudah melewati setengah kehidupannya.

Orang sebesar ini,

kamu masih menganggapnya sebagai anak kecil?

Oke.

Aku juga tidak jadi walinya lagi.

Gui Xiao.

Tadi aku tidak memberitahumu

karena aku tidak ingin kamu

ikut campur dalam masalah ini.

Beberapa hari yang lalu,

Hai Dong meminjam ratusan ribu yuan padaku.

Apa kamu tahu demi siapa?

Demi Lu Chen.

Kira-kira dua tahun yang lalu.

Bisnis bengkel

Ayah Lu Chen tidak berjalan mulus.

Jadi, meminjam uang

pada Keluarga Zhao Minshan

untuk meningkatkan hubungan.

Setelah bekerja sama dengan

perusahaan asuransi di sekitar,

langsung memperluas pabrik,

setelahnya musim semi baru kembali.

Saat itu, Keluarga Zhao Minshan

mengusulkan untuk investasi dan membagikan bonus.

Ayah Lu Chen tidak setuju.

Keluarga Zhao Minshan mengambil surat utang

supaya dia membayar utangnya.

Bayar dengan bunga.

Orang tua ini

seumur hidup tidak pernah melakukan hal baik.

Pinjam uang memang pinjam uang,

mengembalikan uang juga sudah seharusnya.

Kalau ingin menjadikannya investasi,

seharusnya juga tidak ilegal.

Tidak peduli pinjam uang atau investasi,

intinya menemui jalan buntu

hingga tertunda lama sekali.

Belum lama ini,

orang tua Zhao Minshan

mengusulkan ide ini.

Mereka bilang, dua keluarga menikah saja.

Asalkan ayah kandung Lu Yanchen

setuju,

uang ini tidak perlu dikembalikan lagi.

Cukup anggap sebagai mas kawin.

Setelah Zhao Minshan mendengar bahwa itu Lu Chen,

dia langsung setuju.

Jadi, muncullah masalah pernikahan ini.

Lantas, Lu Chen sendiri juga setuju?

Lu Chen sama sekali tidak tahu.

Selama ini dia tidak tahu apa-apa.

Ayahnya si tua tidak berguna.

Tidak mau membayar utang dan tidak mau membagikan bonus.

Langsung menganggap putra sulungnya

sebagai barang untuk membayar utang pada orang luar.

Setelah Lu Chen mengetahui hal ini,

yang dia lakukan begitu pulang

adalah meminjam uang untuk membayar utang.

Juga mencari banyak orang di tengah-tengah,

mengucapkan hal baik

ingin membatalkan pernikahan.

Sayang, kamu bicaralah.

Mulutku kering.

Lu Chen mencariku sebagai penengah.

Dulu, aku

dan Keluarga Zhao Minshan

sangat akrab.

Pernah bekerja sama melakukan banyak bisnis.

Aku melewati keluarga Lu Chen

dan keluarga Zhao Minshan

untuk bicara.

Mereka setuju.

Dua syarat.

Pertama,

mengembalikan 1 juta yuan.

Kedua, membiarkan Lu Chen mencari alasan

agar Keluarga Zhao

turun dengan lancar.

Lu Chen tidak mengatakan apa pun

untuk tawar-menawar.

Dia juga bilang

tak mau mas kawin.

Ganti rugi seratus ribu yuan lagi kepada Keluarga Zhao.

Masalah ini, Lu Chen dan aku,

juga orang tua Zhao Minshan

membicarakannya bersama.

Aku sudah mengatasi Keluarga Lu Chen,

juga Keluarga Zhao Minshan.

Aku dan Lu Chen

dulu juga memiliki hubungan yang baik.

Tapi kali ini jika aku yang memilih,

aku pasti akan memilih posisimu.

Aku sudah tanya dari sisi Hai Dong.

Kali ini dia melunasinya,

uang yang dia hasilkan sebelumnya

pada dasarnya sudah habis.

Masih ada empat ratus ribu yuan utang asing.

Gui Xiao.

Hak inisiatif kali ini

ada di tanganmu.

Kamu jangan gegabah.

Harus pikirkan baik-baik.

Kamu ini,

apa yang kamu lakukan?

Siapa yang kamu bicarakan?

Sudahlah, oke.

Aku tidak mengatai kamu.

Lu Chen orangnya baik.

Selama bertahun-tahun,

aku melihat anak-anak ini,

aku tetap menyukainya.

Orang ini mau jalan seberapa tinggi, melihat kesempatan.

Harus berjalan sejauh mungkin, tergantung karakter.

Kamu jangan mendorong Gui Xiao

ke dalam lubang api, oke?

Aku malas mengatakan

urusan keluarganya yang buruk.

Katakan dengan adil.

Gui Xiao punya apa pun yang dia mau.

Pasangan harus sama-sama memiliki kualitas.

Atas dasar apa si Lu Chen itu?

Dia mengorbankan nyawanya.

Waktu terbaik dalam sepuluh tahun ini

untuk melindungi negara.

Menurutmu, atas dasar apa?

Oke, aku tidak bicara lagi.

Tapi kamu jangan terlalu berlebihan memujinya.

Kita berdua harus lebih adil.

Jika aku tidak membelanya,

baru benar-benar tidak adil baginya.

Baiklah, omong-omong,

pernikahan adalah hal besar,

perempuan mudah dirugikan.

Coba kamu pikirkan lagi.

Aku hanya bilang begitu saja.

Aku tidak ikut campur lagi.

Gui Xiao.

Tidak apa-apa.

Aku hanya

tiba-tiba teringat

saat kuliah,

dua bakpao untuk seharian.

Selain dia,

aku tidak pernah menyukai orang lain.

Tidak ada satu pun.

Jika kami melewatkan kesempatan kali ini,

aku juga malas untuk menikah.

Menjalani hari-hari.

Pernikahan bukanlah kebutuhan.

Bukankah kamu selalu

seperti ini?

Makanya aku menasihatimu.

Hati-hati.

Halo, siapa ini?

Aku Lu Chen.

Tunggu sebentar.

Aku akan mencari tempat yang tenang.

Tunggu sebentar.

Ada apa?

Tadi Gui Xiao bertengkar denganku,

lalu dia menyetir dari bengkel.

Aku takut terjadi sesuatu padanya,

ingin mencarinya.

Aku melihat mobilmu

terparkir di tepi kanal.

Dia ada di tempatmu?

Ya, di tempatku.

Kenapa kamu menindasnya?

Kenapa dia menangis?

Jangan pura-pura bodoh.

Aku kira...

Kamu kira apa?

Mengira dia tidak mencintaimu?

Jika di dalam hatinya tidak ada kamu,

untuk apa dia

jauh-jauh pergi ke Qining?

Benar, pemandangan Qining bagus.

Gui Xiao kami

hanya pergi melihat pemandangan.

Sekalian mengunjungi kamu,

cinta pertamanya.

Di mana dia sekarang?

Di restoranku.

Kamu jangan kemari dulu.

Pikirkan baik-baik,

sebenarnya mau mulai lagi atau tidak.

Kamu pertimbangkan dulu situasimu

dan orang tua kandungmu itu.

Kamu sudah bukan anak kecil lagi,

harus memikirkan masalah keluarga.

Kamu pikirkan baik-baik, baru temui dia.

Pokoknya hari ini dia tidak pulang.

Kalau tidak di restoran,

berarti di rumahku.

Sudah, itu saja.

Mengagetkanku saja.

Mereka saling mencintai.

Kamu jangan menjadi pemisah pasangan kekasih,

oke?

Aku tahu.

Kamu tidak mengerti.

Saat mereka putus,

seperti kehilangan setengah nyawa.

Runtuh.

Aku takut kesalahan yang sama kembali terjadi.

Kamu main ke Beijing

untuk liburan musim dingin?

Bukan.

Pindah sekolah untuk belajar di sini

dan tinggal bersama Paman Lu.

Kenapa?

Karena ayahku

adalah saudara sehidup semati Paman Lu.

Tapi juga tidak boleh meninggalkan seorang putra

untuk tinggal di sini.

Lu Chen.

Lu Chen.

Aku memanggilmu, kamu tidak dengar?

Ada apa?

Anak itu.

Dia bilang dia mau belajar di Beijing

dan tinggal di rumahmu?

Benar.

Aku tidak setuju.

Itu urusanku sendiri.

Baju ini milik sepupuku.

Ukuran kalian hampir sama.

Pas sekali.

Aku lihat kamu sudah renovasi bagian luar.

Benar.

Orang tuaku merasa bangunan ini terlalu tua,

juga merasa aku selalu mengganggu mereka,

jadi meminta teman untuk mendesain ulang

rumah dan halaman.

Tapi perbedaannya tidak besar

dengan sebelumnya.

Aku sangat menyukai rumah kalian

yang punya halaman sendiri.

Iri, 'kan?

Ini adalah keuntungan dari luar lingkaran lima.

Orang seperti kalian

yang menyewa rumah di pusat kota,

tidak begitu bebas lagi.

Meja biliar ini masih disimpan.

Tentu saja harus disimpan.

Ini hadiah dari ayahku

saat aku masuk SMA.

Hadiah besar pertama dalam hidup.

Ayahmu takut kamu keluar

bermain dengan Hai Dong.

Benar.

Rencana ayahku sangat bagus.

Sayangnya dia tidak menyangka

waktu itu aku yang mencampakkan Hai Dong.

Aku ambilkan air minum.

Kamu atur bola dulu.

Meng Xiaoshan.

Kenapa kamu langsung kemari?

Ingin melihatnya sebentar.

Tergantung dia bersedia atau tidak.

Bantu aku tanyakan padanya.

Oke, kamu tunggu di sini.

Lu Chen datang.

Mau menemuinya?

Terlalu banyak pemikiran orang.

Masalah membatalkan pernikahan ini,

pasti sangat merepotkan.

Jika kalian berdua ingin berbicara,

bicara saja di rumahku.

Aku biarkan dia masuk.

Apa yang harus kukatakan?

Tadi bertengkar hebat.

Betapa canggungnya bertemu.

Kuberi tahu, Gui Xiao.

Bukan aku yang memberitahunya.

Dia yang cukup pintar.

Melihat di persimpangan kanal

terparkir sebuah mobil.

Lalu bertanya pada Hai Dong nomor pelat mobil milik siapa.

Sudah menebak kamu ada di tempatku.

Jadi, kamu tidak perlu mengatakan apa pun.

Dengarkan apa yang dia katakan.

Aku akan menyuruhnya masuk.

Masuklah.

Kalian berdua bicaralah baik-baik.

Terima kasih.

Lu Chen,

bicaralah dengan lembut.

Aku membantumu kali ini saja.

Terima kasih.

Jika bukan karena kamu tampan,

untuk kebahagiaan Gui Xiao,

sekali pun aku tidak mau membantumu.

Mao Er.

Duduk.

Duduk.

Jabat tangan.

Mao Er.

Mao Er.

Kamu masih mengenalnya?

Terakhir kali bertemu denganmu,

kamu baru berusia beberapa bulan.

Ternyata kamu masih mengenalinya.

♫Hatiku kacau saat pertama kali melihatmu♫

Masalahku dengan Zhao Minshan sangat rumit.

Tapi berbeda dengan yang kamu pikirkan.

♫Pernah memikirkan masa depan♫

Aku tahu.

♫Persimpangan di pagi dan sore hari♫

Sepertinya Qin Feng

sudah menjelaskan

♫Aku sudah lama mengembara sendirian♫

yang seharusnya dan tidak seharusnya dikatakan.

♫Bertahun-tahun berlalu♫

♫Tetap menunggu di tempat yang sama♫

♫Ungkapkan perasaan dengan berani♫

Gui Xiao.

Berikan aku sedikit waktu.

♫Tidak mengecewakaanmu lagi♫

Sebentar saja.

♫Pejamkan mata dan mendekatlah♫

Sebentar saja.

♫Merasakan kehangatanmu♫

♫Di duniamu♫

♫Aku tidak ingin mundur♫

♫Kamu menghangatkanku♫

♫Sehingga aku tidak kesepian lagi♫

♫Reuni kita♫

♫Malah kembali ke awal♫

Xiaonan masih di bengkel.

♫Saat ini sepertinya♫

♫Masa muda belum berakhir♫

Kalau begitu...

Kamu pulang saja dulu.

♫Aku masih mencintaimu♫

Bagaimana jika ayahmu pergi lagi?

♫Hati membawaku ke jalan pulang♫

Aku pergi dulu.

Apa yang dia katakan padamu tadi?

Dia bilang

akan segera menyelesaikan masalah.

Tidak ada lagi?

Lalu, apa maksudnya padamu?

Ingin berbaikan?

Dia tidak mengatakannya.

Tapi, sekarang dia

tidak bisa mengatakan ini.

Bagaimanapun juga, dia orang yang akan menikah.

Kalau sampai rusak, perbaiki sendiri.

Perbaiki ya perbaiki.

Sudah beberapa jam

tetap belum selesai.

Qin Xiaonan.

Apa Gui Xiao

memberimu obat bius?

Aku sudah bertahun-tahun mengenalmu.

Dia baru menjagamu beberapa hari.

Aku menyukai dia.

Aku menyukai dia.

Melihat dia menangis, aku juga ingin menangis.

Bibi Gui Xiao begitu baik padaku.

Dia bahkan membantuku mencari sekolah.

Paman Lu,

kamu benar-benar bermasalah.

Jangan bahas sifatku

bermasalah atau tidak dulu.

Ini masih perlu didiskusikan.

Tapi mengenai

kamu yang bilang menyukai istriku,

sifatmu terlalu buruk.

Jika ada sekali lagi,

aku akan menendangmu pulang.

Dengar, tidak?

Bibi Gui Xiao membelikannya untukmu?

Katanya hadiah imlek.

Tadi kamu bilang

sore ini kamu pergi mengejar Bibi Gui Xiao?

Apa itu benar?

Jangan ikut campur urusan orang dewasa.

Kamu mau ke mana?

Memasak.

Cukup hemat juga.

Dua orang.

Memangnya mau berapa?

Masih ada aku.

Aku datang dengan perut lapar.

Siapa yang menyuruhmu datang?

Kamu meneleponku untuk bertanya tentang Meng Xiaoshan,

apa mungkin aku tidak datang?

Dia cinta pertamaku.

Anak siapa dia?

Jangan-jangan anakmu?

Ayahku adalah saudara sehidup semati

Paman Lu.

Paman Lu milikmu

hanya boleh memiliki satu saudara sehidup semati,

yaitu aku.

Tidak ada yang benar.

Aku senang melihatmu.

Kapan kamu ke unit baru?

Besok aku melapor.

Pasti tidak boleh minum bir lagi, 'kan?

Baik.

Makan sayur.

Ini.

Kamu pergi ke depan dan minta Paman Liu

bawakan semangkuk kacang.

Bagaimana pembicaraanmu dengan Gui Xiao?

Apa sudah kamu jelaskan?

Lumayan.

Apa yang kamu maksud dengan lumayan?

Selesaikan masalah di sini dulu

baru dibicarakan.

Baik.

Uang 400 ribu yuan milik Meng Xiaoshan

sudah ditransfer ke kartuku.

Aku membelikanmu reksa dana.

Saat kamu

sudah selesai,

aku akan transfer padamu.

Apa itu reksa dana?

Reksa dana adalah kamu bisa mendapat bunga

jika menabungnya.

Kamu tidak pernah membelinya?

Tidak.

Aku menabung di deposito berjangka.

Kamu tidak bisa mengikuti zaman.

Apakah kamu kenal

merek koper ini?

Seharusnya cukup mahal, 'kan?

Mahal.

Sudah termasuk mahal.

Apa yang kamu pikirkan

terhadap Gui Xiao?

[Bengkel Lu Zheng]

Di sekitar sini

ada banyak tempat makan.

Kalau bisa tidak merepotkan orang di bengkel,

jangan merepotkan mereka.

Pergi makan sendiri.

Yang di ranjang itu,

kecuali saat dia muntah,

bawakan baskom padanya.

Tidak perlu pedulikan dia untuk hal lain.

Aku mau pergi ke tim Kota Tianwen

untuk melapor.

Pergi dan pulang butuh banyak waktu.

Jika ada liburan, aku akan kembali menjengukmu.

Jaga dirimu baik-baik.

Aku mengerti.

Aku juga bukan baru satu dua hari

menjadi anggota keluarga SWAT.

Apa masih perlu disuruh secara khusus?

Jika ada orang yang mengaku

sebagai orang ayahku datang,

usahakanlah untuk menghindar.

Jika ada masalah,

cari orang itu

atau Kakek Qian di pabrik

dan Kakek Liu.

Jangan mencari Bibi Gui Xiao.

Aku mengerti.

Ini kamu pakai dulu.

Setelah aku mendapat gaji bulan ini,

aku akan belikan yang baru untukmu.

Tidak perlu, ini cukup bagus.

Aku pergi dulu.

Makanlah.

Hati-hati di jalan.

[Tim SWAT Kepolisian Kota Tianwen]

Kapten Lu.

Tim SWAT Kepolisian Kota Tianwen,

kapten Tim Tiga Lu Yanchen,

datang melapor.

Selamat datang, Rekan Lu.

Kita pernah bertemu.

Ingat, tidak?

Waktu itu kamu ke Beijing untuk melapor,

aku di bawah panggung.

Ingat.

Ayo, kubawa kamu melihat markas.

Ayo!

Endus!

Berbaring!

Berangkat! Turun!

Cepat!

Bagus, duduk.

Ayo!

Bagus, maju!

Bagus, ayo.

Cepat!

Ini adalah Eskadron Anjing Polisi.

Oh, ya.

Dengar-dengar, anjing pelacak bom

yang kamu bawa saat di Qining

banyak berjasa.

Benar.

Ia jauh lebih terkenal dariku.

Ia kekuatan Qining.

Dasar kamu ini.

Kepala Cabang.

Kamu sudah datang.

Aku perkenalkan kepada kalian,

Ini adalah wakil kapten

dari Tim Tiga, Lin Nan.

Ini adalah kapten baru kalian,

Lu Yanchen.

Pahlawan penjinak bom

yang kupanggil kemari dengan susah payah.

Kapten Lu.

Aku sudah mendengar banyak tentangmu.

Aku juga.

Sudahlah.

Kalian saling memuji

setelah pulang kerja saja.

Apa anggota baru sudah tiba?

Sudah.

Kebetulan sekali.

Mereka datang di hari yang sama dengan Kapten Lu.

Tim kita

kedatangan 12 anggota baru.

Kebetulan,

bawa Kapten Lu menemui mereka.

Baik.

Ayo.

Dalam Tim Tiga kami total ada 48 orang,

terbagi menjadi tiga eskadron.

Eskadron Satu dan Eskadron Dua

sedang mengatur latihan masing-masing.

Nanti kuperkenalkan secara pribadi.

Kali ini 12 anggota baru

baru saja dibagi.

Biasanya di sini

ada berapa orang dalam satu peleton?

Biasanya lima atau enam orang satu peleton.

Eskadron Satu dan Eskadron Dua

membagi seperti itu.

Satu, dua, satu.

Satu, dua, satu.

Satu, dua, satu.

Hormat!

Semuanya,

aku adalah kapten Tim Tiga kalian,

Lu Yanchen.

Di mana Direktur Wu?

Aku tidak tahu.

Bukankah sudah janjian pada jam ini?

Penerbangan jam 12 siang.

Kamu terlalu awal.

Maaf.

Aku terlambat karena membeli sarapan.

Bos, kamu terlalu rakus.

Bukan, aku sudah makan.

Ini untuk kalian.

Terima kasih.

Ayo pergi.

Kalian adalah anggota baru.

Aku adalah kapten baru.

Orang Tiongkok mengutamakan

meninggalkan masa lalu dan menyambut yang baru.

Kita bisa melapor di siini

pada minggu terakhir

sebelum Imlek,

juga termasuk sebuah takdir.

Kita bisa sama-sama merayakan mlek.

Kita pertama kali bertemu,

tidak perlu terlalu serius.

Kuizinkan kalian berbicara.

Kapten Lu,

kamu traktir makan saat Imlek.

Baik.

Saat malam Imlek saja.

Terima kasih, Kapten Lu.

Aku sudah selesai memperkenalkan,

juga sudah habis diperas oleh kalian.

Kembali ke topik.

Istirahat!

Tegak gerak!

Sebelum kemari,

kalian semua adalah murid terbaik di akademi kepolisian.

Jurusan penjinakan bom

membutuhkan kepraktisan

dan teknik profesional.

Di akademi kepolisian,

kalian tidak memiliki kelas profesional,

seperti kalian sekarang.

Dan di sini,

akan ada pelatih militer

yang mengajari kalian secara langsung.

Yang berkualitas bagus

akan menjadi asisten penjinak bom

setelah tiga tahun pelatihan intensif.

Setelah tiga atau lima tahun pengalaman perang,

menjadi penjinak bom utama,

yaitu ahli penjinak bom.

Dibandingkan dengan jurusan lain,

perbedaan terbesar menjinakkan bom

adalah hanya bisa berhasil,

tidak boleh gagal.

Bahkan kesalahan sedikit pun

tidak boleh ada.

Meskipun kita punya baju antipeledak,

tapi ia hanya bisa mencegah

ledakan bahan peledak TNT

di bawah satu kilogram.

Juga di luar tiga meter.

Dengan kata lain,

jika bertemu dengan yang dosisnya kecil,

untungnya bisa meninggalkan mayat utuh.

Jika dosisnya besar,

tidak akan meninggalkan apa pun.

Kalian takut?

Kita pertama kali bertemu,

kuizinkan kalian berbicara.

Tentu saja tidak.

Kami memang bekerja di bidang ini.

Benar, Kapten Lu.

Kami memang bekerja di bidang ini.

Sudahlah.

Basa-basi sudah selesai.

Masih ada satu kalimat.

Kalimat ini dariku untuk kalian.

Waktu itu saat aku bergabung dengan garis depan penjinak bom,

kapten lama

memberikan kami sebuah moto.

Semoga kalian bisa menemukan

kalimat milik kalian sendiri.

Kelak tulislah di akhir surat wasiat.

Sangat membangkitkan semangat.

Apa perkataan Kapten Lu?

Ribuan keluarga berkorban dan darah mengalir bagaikan sungai.

Meskipun puluhan ribu orang tumbang, masih ada puluhan juta orang mempertahankan negara.

Aku mau kalimat ini!

Apakah masih ada yang baru, Kapten Lu?

Benar.

Katakan lebih banyak.

Kami begitu banyak orang,

wasiat terakhir tidak cukup kami bagi.

Tim sekarang sulit dibawa.

Bahkan wasiat terakhir juga harus lebih dari satu.

Istirahat!

Tegak gerak!

Dua kalimat.

Artinya sama.

Semoga selamanya kalian tidak menggunakannya.

Asalkan itu untuk kebaikan negara, meskipun mengorbankan

nyawa sendiri juga tidak akan menghindar.

Atau

menghadapi kesulitan negara dengan tekad mati

demi negara dan keadilan.

Tiga orang dalam satu peleton penjinak bom.

Urutkan berdasarkan huruf pertama nama depan

untuk membagi tim sesuai urutan.

Sampai jumpa di lapangan dalam tiga menit.

Baik.

Kapten Xu.

Ini daftar namanya.

Kamu bertanggung jawab untuk membagi tim dengan cepat

dan segera ke lapangan.

Turun dengan cepat.

Ganti baju antipeledak.

Latihan naik tangga dengan cepat.

Kembali ke aku di atap.

Lapor.

Apa tidak ada batas waktu?

Hari ini tidak ada.

Terutama untuk melihat

kualitas keseluruhan kalian.

Ini akan dicatat.

Ini catatan pertama kalian

di markas pelatihan hari ini.

Permintaan ini lebih tinggi daripada batas waktu.

Peringkat terakhir

akan bertanggung jawab membersihkan baju antipeledak hari ini.

Mulai!

Bajunya berat sekali.

Baju antipeledak

beratnya 35 kilogram lebih.

Cukup terbiasa saja.

Gunting ia.

Tidak bisa.

Tanganku gemetaran.

Pada saat kritis,

tubuh akan kelelahan dan penuh keringat.

Bahkan kamu akan menghadapi

serangan dan tembakan meriam

yang tidak henti-hentinya.

Tapi, jari kalian

harus yang paling stabil.

Ini pertama kalinya kalian

memakai baju antipeledak

untuk latihan naik tangga dengan cepat.

Mulai sekarang,

kalian juga harus berlatih

memakai baju antipeledak untuk melewati rintangan,

tangga dan tembok pendek,

pintu masuk gua yang sempit,

ruang tanpa cahaya dan lain-lain.

Kalian harus melewati semua rintangan

dan tiba di depan bom.

Tangan kalian

tetap harus stabil.

Ini jadwal pelajaran kalian.

Setiap pagi adalah pelatihan dasar

detasemen SWAT,

termasuk stamina, menembak dan lainnya.

Kelas menjinakkan bom dipusatkan pada sore hari.

Meskipun aku pelatih militer kalian,

tapi biasanya harus menjalankan misi,

harus bertugas,

dan punya pekerjaanku sendiri.

Tidak mungkin ada di markas setiap saat.

Jurusan menjinakkan bom

sekarang ada lima pelatih militer.

Aku terutama bertanggung jawab

atas latihan praktik bertempur robot,

juga membongkar dan membuat alat peledak.

Kita tidak hanya membongkar,

tapi juga membuat.

Semua alat peledak di markas

pada dasarnya dibuat oleh

mantan anggota dan pelatih militer.

Jika kalian tidah tahu cara membuatnya

dan tidak mengerti prinsipnya,

bagaimana mungkin bisa membongkarnya?

Akhir pekan tidak pulang?

Aku pergi dulu.

Kapten Lu.

Kapten Lu.

Kamu melupakan sesuatu?

Itu baru selesai dibuat.

Kuberikan padamu untuk dibongkar.

Tidak ada bahan peledak.

Bongkar dengan tenang.

Lu Chen sudah pulang?

Kamu kembali sebelum Imlek

untuk mempersiapkan pernikahan setelah Imlek?

Tidak.

Hanya pemindahan pekerjaan biasa.

Ini saja.

Sudah hampir Imlek, ini terlalu sedikit.

Pergi ke rumah mertua juga memerlukannya, 'kan?

Ini mau dua kotak lagi.

Baik.

Hanya ada kamu dan seorang anak kecil,

untuk apa beli begitu banyak?

Aku membelinya untukmu.

Untuk apa membuang-buang uang ini?

Aku ada makanan di rumah.

Sekarang Imlek.

Sudah seharusnya adik membelikan sesuatu

untuk kakak.

Lagi pula,

Ayah dan Ibu tidak peduli padamu.

Sebagai adik,

kalau aku tidak menunjukkan sesuatu,

orang lain akan mengatai.

Kata sandinya adalah ulang tahunmu.

Hanya saja uangnya tidak banyak.

Setelah menikah, aku hanya menabung 20.000 yuan.

Tidak perlu.

Kakak iparmu tahu.

Selain itu, uang ini bukan diberikan padamu.

Dua tahun lagi setelah kamu pulih,

baru kembalikan padaku.

Sungguh tidak perlu.

Asalkan kamu hidup dengan baik,

aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri.

Kamu sebagai adik...

Ayo makan.

Makanlah.

Ibu bilang Zhao Minshan lari ke rumah kita

dan menangis,

membuat Ayah marah.

Apa Ayah pernah mencarimu?

Aku sudah mengajak Ayah dan Ibu

untuk membicarakannya bersama.

Kenapa kamu tidak memberitahuku?

Kita kembali, aku temani kamu bicara.

Sikap Ayah terhadapmu tidak lebih baik dariku,

bahkan lebih buruk.

Kalau kamu pergi,

kelak apa kamu masih ingin pulang ke rumah?

Tapi, bagaimana kalau Ayah main tangan lagi saat kamu ke sana?

Tidak akan.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.