All language subtitles for ROAD HOME episode 04 [iQIYI subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Road Home]

[Episode 4]

[Bengkel Lu Zheng]

Bocah tengik!

Kamu menganggap tempat ini sebagai restoran?

Keluar kamu!

Keluar kamu!

Keluar!

Keluar!

Ada orang di kamarku!

Jangan omong kosong, keluar!

Benar-benar ada orang.

Pacarku ada di sini!

Boleh juga kamu, bocah.

Bahkan sudah punya pacar?

Kamu masih mau ujian atau tidak?

Kak Lu.

Kak Lu!

Kak Lu!

Kawan.

Tidak boleh memarahi anak setiap hari.

Ayo pergi.

Kami temani kamu mengobrol.

Ayo.

Jika aku tidak memarahinya, dia tidak akan tumbuh dewasa.

Sudahlah, kawan.

Kamu hanya punya seorang putra,

kamu masih harus mengharapkannya

untuk merawatmu di hari tua.

- Benar. - Menikmati masa tua,

bukankah mudah saja?

Aku masih punya istri dan saudara.

Perkataanmu ini.

Ayo!

Lu Yanchen!

Kami antar ayahmu pulang dulu.

Malam ini,

kamu tidur di bengkel saja.

Terima kasih, Paman Liu.

Tidak apa-apa.

Kamu jangan terburu-buru.

Tunggu sebentar lagi baru keluar.

Kamu menganggap serius?

Tidak.

Jangan disimpan ke hati.

Ayahku begitu mabuk langsung berbuat onar.

Takut dia benar-benar masuk akan repot.

Tidak apa-apa.

Tadi aku berbicara secara spontan.

Paman Keduaku sebelumnya berkata seperti itu

dan terhindar dari pukulan.

Ayahmu juga memukul pamanmu?

Apakah kamu mau

duduk sebentar di sofa?

Baik.

Bagaimana kalau

kamu berikan aku selembar kertas soal?

Aku lihat kertas soal sebentar.

Yang ini nilaiku sempurna.

Bagaimana kalau ganti yang lain?

Kamu pilih sendiri.

Oke.

♫Kamu pasti diam-diam menyimpan♫

♫Banyak kesulitan♫

♫Menunggu bertemu seseorang♫

♫Yang bisa mengerti kesulitan itu♫

♫Di malam yang ada arak dan angin♫

[Saling mendukung menghadapi perjalanan yang sulit]

♫Separuh bulan♫

♫Bulan♫

♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫

♫Kenangan yang lama♫

♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫

♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫

♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫

♫Rasanya sejuk♫

♫Sejuk♫

Aku keluar untuk melihat-lihat.

Kunci pintunya.

♫Kamu pasti diam-diam pergi♫

♫Ke tempat terjauh♫

♫Membawa kembali oksigen hijau musim panas♫

♫Dan juga daun kuning musim gugur♫

♫Di malam yang bermimpi mengejutkan di taman♫

♫Sebuah lagu sedih tentang masa muda yang indah♫

♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫

♫Kenangan yang lama♫

♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫

♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫

♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫

♫Rasanya sejuk♫

♫Sejuk♫

♫Kamu pasti diam-diam memandang♫

♫Ke tempat dimulainya mimpi♫

♫Pemandangan musim semi yang manis♫

♫Dan cerahnya salju pertama♫

♫Di malam yang bertemu tanpa sengaja♫

♫Cahaya yang redup menjadi terang benderang♫

♫Kamu pasti diam-diam mengarungi♫

♫Lautan takdir♫

♫Mencium gelombang panas yang angkuh♫

♫Memeluk cahaya bintang yang menangis♫

♫Di malam yang membosankan♫

Kamu baik-baik saja, 'kan?

Apakah kamu tidak enak badan?

♫Semangkuk kebiasaan♫

Bagaimana jika aku menemanimu ke rumah sakit?

♫Penuh dengan keinginan♫

Bagaimana kamu menemaniku?

Kamu juga tidak bisa menyetir.

Aku membawamu dengan mengendarai sepeda.

Sepeda itu?

Sekecil apa pun, itu juga sebuah kendaraan.

Aku antar kamu pulang.

Apakah kamu punya SIM?

Kapan kamu mendapatkan SIM?

Tahun lalu.

Liburan musim panas saat aku tidak mengikuti ujian nasional.

Kebetulan usia sudah memenuhi, jadi aku ikut tes.

Ayo.

Oh, ya.

Aku masih harus mengambil tas.

Tunggu aku sebentar.

Naik mobil.

Kenakan sabuk pengaman.

Lu Chen.

Apa kamu akan mengulang kelas?

Kamu ingin aku mengulang?

Pagi ini aku akan melapor.

Besok masuk kelas.

Sungguh?

Tunggu.

Bagaimana dia tahu aku tinggal di sini?

Kamu tahu, tidak?

Lu Chen mengulang kelas.

Kapan?

Dia datang hari ini, di kelas 3-7.

[Musim Dingin Tahun 2008]

[Musim Semi Tahun 2009]

Aku dengar, awalnya kakakku mengulang kelas,

ayahnya selalu mencari masalah dengannya.

Kali ini dia bertekad mau masuk universitas di luar,

tidak tinggal di Beijing lagi.

Menjauhi ayahnya.

Lu Chen.

Nanti di acara olahraga,

bantu kami ikut lari estafet.

Han Xiaole dari kelas kita,

kakinya terkilir.

Aku tidak bisa lari cepat dengan sepatu ini.

Mendadak begini juga tidak bisa mencari sepatu.

Tidak apa-apa, untuk mencukupi saja.

Kami bertiga akan berlari sekuat tenaga.

Bagaimana kalau ganti baju olahraga?

Kalau ini sudah ada.

Aku pakai ini saja.

Terlalu sok keren.

Bahkan harus berpakaian berbeda dari orang lain.

Benar.

Lu Chen tampan sekali.

Kelas berapa? Kamu kenal?

Aku juga tidak tahu.

Jangan karena melihat dia tampan,

kamu malah mendukungnya.

Kamu harus menyemangati kelas kita,

mengerti?

Baiklah.

Semangat!

Lu Chen, semangat!

Semangat!

Semangat!

Semangat!

Hebat, Lu Chen, cepat sekali larinya.

Terima kasih.

Kamu bantu aku lihat soal ini.

Biar kulihat dulu.

Aku datang untuk menyampaikan pesan seseorang.

Kantin...

Pemilik kantin bilang

pagi ini kamu mengambil sebungkus mi kremes,

dia menyuruhmu mengantarkan uangnya

saat pulang sekolah.

Baiklah.

Bantu aku hitung

uang mi kremes pagi ini.

Bukan.

Ada seorang gadis kecil yang sudah membayarnya.

Dia bilang kamu hari ini

mendapat juara pertama dalam lomba.

Dia mentraktirmu.

Kalau begitu, aku akan membeli sesuatu lagi.

Ini... siapa yang menaruhnya?

Aku yang menaruhnya.

Kakak Chen yang menyuruhku menaruhnya.

Dia bilang kamu meminta dia membelikannya untukmu.

Bantu aku berterima kasih padanya.

Bukan.

Dia di kelas sebelah.

Ucapkan saja sendiri.

Baik.

Aku saja.

Kakak Chen.

Gui Xiao bilang terima kasih.

Baiklah.

Bantu aku sampaikan padanya.

Sama-sama.

[UKS]

Terjatuh?

Kamu ini sungguh tidak berhati-hati.

Kena bagian mana pun, tetap harus melindungi wajah.

Sangat merepotkan jika merusak wajah.

Kelak jika ada bekas luka di wajah,

kamu harus bagaimana?

Bagaimana kamu terjatuh?

Tidak takut merusak wajah?

Memangnya ada yang menghibur orang seperti kamu?

Sakit, tidak?

Bagaimana jika wajahku rusak?

Bagaimana kamu terjatuh?

Aku berlari 800 meter,

lalu bercanda dengan teman

dan jatuh di lapangan.

Minggir.

Cepat atau lambat akan sembuh, apa yang kamu takutkan?

Yang terluka bukan kamu.

Jika tidak dirawat dengan baik, wajah akan rusak.

Masih tertawa?

Sudah suntik tetanus?

Kalau begitu, tidak masalah.

Wajah rusak atau tidak, itu tidak penting.

Siapa bilang tidak penting?

Aku yang bilang.

Kamu pulang ke rumah? Tidak searah, 'kan?

Kuantar kamu pulang.

Jangan sampai kamu tidak melihat jalan

dan merusak wajah sebelah sana.

Rumah kami sangat jauh.

Sudah pernah ke sana.

Percepat!

Gui Xiao?

Kakak Chen.

Kenapa kamu juga di sini?

Tidak ada yang memasak di bengkel.

Aku ke rumah adikku untuk menebeng makan.

Kalian datang bersama?

Tidak, kami bertemu di jalan.

Aku pergi dulu, sampai jumpa.

Sampai jumpa.

[Musim Panas Tahun 2009]

Ujian selesai!

Gadis cantik, peluk dulu.

Sampai jumpa nanti.

Dia pergi duluan?

Gui Xiao.

Aku...

Hai Jianfeng si bocah itu boleh juga.

Menyatakan cinta saat upacara kelulusan.

Kamu malah tertawa.

Kenapa Hai Dong tidak datang akhir-akhir ini?

Sudah putus.

Dia bukan hanya suka bermain

dengan para gadis,

bahkan juga mempunyai hubungan tidak jelas

dengan Zhao Minshan yang kamu kenal itu.

Aku kesal sekali.

Jadi, aku memarahinya.

Sudah putus.

Zhao Minshan?

Kamu juga datang?

Kenapa kamu tidak masuk?

Bukan, bisakah kamu mendengarkanku?

Beri aku kesempatan untuk menjelaskan,

oke?

Bukan seperti yang kamu pikirkan.

Bisakah kamu tenang sedikit? Apa yang kamu lakukan?

Bukan, kamu...

Tentang wanita itu,

kamu juga bukannya tidak tahu.

Dia suka menggoda,

juga sembarangan bicara ke mana-mana.

Dia... dia... dia tahun lalu

juga pernah mengejar Lu Chen.

Omong kosong apa yang kamu bicarakan?

Aku bersumpah.

Ini yang terakhir.

Kalau aku mengulanginya lagi,

kamu langsung mencampakkanku.

Kamu sudah dicampakkan.

Aku tidak mengakuinya.

Anak kecil sedang melihat.

Kenapa rasa ingin tahumu begitu besar?

Halo.

Halo, Xiaoxiao.

Ada apa?

Nenekku beberapa hari ini

sedang infus di rumah sakit.

Aku dan kakakku sedang menemaninya sekarang.

Apakah kamu mau datang?

Dia menyuruhku memanggilmu.

Di rumah sakit?

Benar.

Aku bilang kamu paling benci rumah sakit.

Pasti tidak akan datang.

Kakakku bilang,

asalkan bilang dia yang menyuruhmu datang,

kamu pasti datang.

Katakan sesuatu, mau datang atau tidak?

Tunggu saja.

Lagi pula, juga tidak ada urusan.

Bibi Kedua, aku pergi dulu.

Cepatlah pulang.

Aku sudah menyuruhmu pulang dari tadi.

♫Kamu pasti diam-diam menyimpan♫

♫Banyak kesulitan♫

♫Menunggu bertemu seseorang♫

♫Yang bisa mengerti kesulitan itu♫

♫Di malam yang ada arak dan angin♫

Apakah kamu menyukaiku?

♫Separuh bulan♫

♫Bulan♫

Mana ada yang bertanya seperti kamu ini?

♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫

♫Kenangan yang lama♫

♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫

♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫

Sudah selesai bicara?

♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫

♫Rasanya sejuk♫

♫Sejuk♫

Berikan tanganmu padaku.

♫Kamu pasti diam-diam pergi♫

♫Ke tempat terjauh♫

♫Membawa kembali oksigen hijau musim panas♫

♫Dan juga daun kuning musim gugur♫

♫Di malam yang bermimpi mengejutkan di taman♫

♫Sebuah lagu sedih tentang masa muda yang indah♫

Aku pergi ke akademi kepolisian di luar kota,

tidak bisa sering pulang.

Kalau ada waktu, aku akan meneleponmu.

Kalau libur, aku pulang menjengukmu.

Zhao Lingling, ayo pulang!

Dengar, tidak?

Cepat pulang makan.

Kalau tidak, makanannya sudah dingin.

Kita sepakati satu hal dulu.

Baik.

Kalau sudah pacaran, tidak boleh putus.

Lu Chen, kalau kamu berani putus denganku,

aku akan menangis sampai mati.

Tidak boleh main-main.

Janji, bersumpah.

Bertengkar seperti apa pun boleh,

tapi tidak boleh putus.

Jangan tertawa.

Sikap yang benar, jawab dengan serius.

Kamu tidak ingin serius?

Selamanya tidak putus.

Aku mau tanya kamu.

Katakan.

Waktu itu,

kenapa selalu melempar kapur padaku?

Apakah diam-diam menyukaiku?

Kamu selalu berkeliaran di depanku,

bukankah memang menungguku untuk menghiraukanmu?

Sekarang bukankah menungguku untuk menarikmu?

Percaya diri sekali.

Hari itu di ruang biliar,

kenapa kamu

menemaniku bermain biliar?

Hore! Bagus!

Pukulan yang bagus.

Ayo, lagi.

Siapa tahu?

Katakan dengan jujur,

apakah kamu jatuh cinta padaku pada pandangan pertama?

Bagaimana mungkin?

Metode tembakanmu tidak akurat.

Sudahlah, dengarkan aku.

Bahkan sampai ke sini.

Berikan padaku.

Kak Hai Dong, maju!

Kak Hai Dong.

Jangan sembarangan memerintah.

Bagus.

Dengarkan perintah.

Ikut denganku.

Dengarkan aku.

Orang yang menunggu ada di tempatku.

Ayo, naik ke sini.

Dengarkan aku.

Sebelah sini.

Ikut denganku.

Pelan-pelan, hati-hati.

Ayo.

Maju.

Sekali lagi, ayo.

Di sini.

- Di sini. - Hai Dong.

- Kenapa? - Bantu aku cari sebuah restoran.

Pesan tempat.

Untuk apa?

Aku akan ke luar kota untuk belajar,

ingin traktir semuanya buat perpisahan.

[Universitas Keuangan Jingkai]

[Pemberitahuan Penerimaan Tahun 2009]

Alangkah baiknya kalau kamu

menyatakan cinta padaku lebih awal.

Kalau begitu, setidaknya

kita bisa berada di kota yang sama.

Aku akan meneleponmu setiap hari.

Sudah sepakat, ya?

Di mana Lu Chen? Sudah putus?

Dia sedang latihan tertutup.

Sudah pacaran jarak jauh,

masih tidak bisa bertemu saat liburan.

Kalian ini benar-benar

berpacaran dengan pikiran.

Cinta sejati.

Sana pergi, menyebalkan sekali.

Aku takut sekali suatu hari

dia bilang padaku,

tidak ada perasaan lagi, putus saja.

Tidak ada rasa aman?

Lu Chen.

Kalau aku jadi kamu, aku juga tidak akan merasa aman.

Dia sangat tampan.

Di angkatan kami,

banyak gadis yang menyukainya.

Asalkan Lu Chen bersedia,

maka tidak ada orang

yang bisa menolak untuk berpacaran dengannya.

Jangan katakan lagi.

Semakin kamu katakan, semakin aku tidak percaya diri.

Apakah akhir-akhir ini Hai Dong mencarimu?

Sudah lama putus.

Cari apanya?

Kalau dia mencariku lagi, pasti akan dipukul mati oleh ayahku.

Aku selalu tidak berani bertanya.

Kenapa kalian putus?

Zhao Minshan.

Masih primadona yang terkenal

di angkatan kalian itu.

Dia lagi?

Ini minuman yang diinginkan ibu kita.

Aku pindahkan kemari.

Ini adalah Qin Feng.

Halo.

Halo.

Kamu Gui Xiao, 'kan?

Benar.

Tidak perkenalkan dulu?

Perkenalkan apanya?

Langsung panggil kakak ipar.

Baiklah.

Kalau begitu, kalian berdua lanjut mengobrol saja.

Aku pergi dulu.

Sampai jumpa.

Aku lihat dia sangat familier.

Suatu tahun saat aku ulang tahun,

pemilik tempat yang kureservasi.

Ingat, 'kan?

Kalian berdua...

Saat baru putus dengan Hai Dong,

aku tidak membaik selama setengah bulan.

Setiap hari di warnet,

bermalam di ruang bermain game.

Semua tempat itu miliknya.

Kemudian suatu hari,

dia datang dan berkata padaku,

demi seorang bocah,

tidak pantas.

Pacaran saja denganku.

Saat itu aku ingin membuat Hai Dong marah,

langsung menyetujuinya tanpa berpikir.

Kemudian...

timbul rasa suka.

Hanya tersisa kamu dan Lu Chen yang masih baik-baik saja.

Semoga kalian bisa bertahan.

Semoga saja.

Tidak ada PR liburan musim dingin?

Tidak ada, ini bukan SMA.

Kamu juga tidak keluar menonton TV.

Menunggu telepon siapa?

Tidak ada.

Ibumu sudah bilang padaku,

kamu sudah punya pacar?

Aku angkat telepon dulu, Bibi Kedua.

Kamu keluar dulu.

Masih ada rahasia?

Aku bahkan tidak boleh mendengar?

Sudah sampai rumah?

Baru sampai.

Apa mau datang?

Hari ini,

Bibi sudah melarangku keluar.

Kalau begitu, tidak usah.

Besok kujemput kamu.

Apakah kamu tinggal di rumah selama liburan musim dingin?

Tidak, tidak ada tempat di rumah.

Tinggal di bengkel.

Cari siapa?

Lu Chen.

Masuklah, aku panggilkan untukmu.

Dingin sekali.

Masuklah kalau dingin.

Maksudku kamu yang dingin sekali.

Pakaianmu begitu tipis.

Terkejut, tidak?

Pacar, ya?

Kelak akan menikah dengan bos.

Ada mobil yang sulit diperbaiki.

Aku selesaikan dulu.

Aku ikut denganmu.

Aku belum pernah melihatmu memperbaiki mobil.

Untung saja ada wajah yang tampan.

Mau disiksa seperti apa juga enak dilihat.

Omong-omong,

kamu setiap hari keluar,

pergi main ke mana?

Tidak main ke mana-mana.

Tidak ke mana-mana?

Kalian berdua pacaran jarak jauh,

jarang-jarang bertemu, masih tidak ke mana-mana?

Di luar terlalu dingin, tidak ingin keluar.

Melihatnya memperbaiki mobil di bengkel lumayan menyenangkan.

Anak muda, mudah puas.

Hari ini

aku tidak akan pulang untuk makan siang.

Masakan Lu Chen sangat enak.

Sudah berapa kali kamu katakan padaku?

Kamu mandi di rumah saja.

Aku dengar tukang bilang,

di sini pakai pemanas air tenaga surya.

Dua hari ini, air mandi tidak cukup hangat.

Kalau bolak-balik, terlalu jauh.

Takut buang-buang waktu di jalan.

Tidak apa-apa, aku tunggu kamu.

Tidak ingin kamu menunggu.

Cepat kemari.

Aku sudah memanaskan selimut untukmu.

Nanti tidak akan kedinginan lagi.

Lu Chen.

Ada orang yang sangat menyebalkan di kampus.

Setiap pulang kuliah selalu menghalangiku.

Alangkah baiknya kalau kamu ada di sini.

Dia mengejarmu?

Aku tidak mau menonton lagi.

Bagaimana kalau kita bertukar tempat?

Di sini hangat.

Tidak perlu.

♫Ingin melihat momen matahari terbit bersamamu♫

Aku pergi tuang segelas air.

♫Menutup mata dan diam-diam membuat keinginan♫

♫Bayangan punggungmu memenuhi jalan yang panjang♫

Lu Chen.

♫Jadilah kenyataan dari mimpiku yang gersang♫

Lain kali kalau ada orang yang mengejarmu lagi,

♫Jatuh cinta remaja terjadi dalam satu tatapan♫

bilang kamu sudah punya pacar.

Aku sudah bilang.

♫Lebih dekat lagi tanpa memedulikan apa-apa♫

♫Kamu adalah pesan penutupan masa remajaku♫

♫Kamu adalah segalanya di planet kecilku♫

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.