Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan Oleh: Doyan_Nonton
Baik. Itu lebih baik.
Hei...
Dia pemalu.
Pemalu apanya? Dia takut kepadamu.
Hei, lihat. Dia menelepon suaminya.
Hei, Berengsek!
- Berengsek, ke mana kau? - Belok kiri di sini.
Ya...
Astaga.
Aku belajar sangat giat semester ini.
Aku layak dapat nilai A.
Tentu saja, aku takut.
Aku baru saja pergi untuk membaca buku.
Hei, ini buku-buku yang kau suka baca.
- Hei, permisi! - Tunggu. Sebentar.
Ya?
Kita di sini untuk bekerja. Bukan mengobrol.
- Baik. - Ayolah.
Baik. Aku harus pergi. Mereka memanggilku.
- Cepat. - Baik.
- Ayo bantu aku. - Baik.
- Di sini. - Baik.
Sudah? Sampai nanti.
Kau tak masuk akal.
- Kau mabuk? - Aku baik-baik saja.
Dia punya pacar.
Kau bercanda. Dia pakai seragam sekolah.
- Dia datang. - Kau tak punya pacar, 'kan?
Hei, pacarnya datang.
Pacarmu?
- Benarkah? Berengsek. - Bukan ayahku.
Maaf.
Siapa itu?
Bukan siapa-siapa. Tenang.
Duduklah. Mari bergembira.
- Ayo. Kita minum bersama. - Ayo.
- Gelasmu. - Ayo.
Ayo minum.
Setop...
Bagus sekali.
Ayo habiskan.
Bagus.
Cherd.
Aku mencari-carimu.
Kau mencari masalah?
- Apa yang kau lakukan? - Lepaskan aku, Berengsek!
Hei, Cherd! Kumohon, dia pacarku.
- Lepaskan aku! - Pacarmu?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang akan kau lakukan?
Sudah cukup.
Kau pengedar narkoba?
Hanya sabu-sabu.
Kau beruntung bosku tak mau kau mati...
atau kau sudah terkubur dalam.
Kau punya nyali mencuri dari kami.
Cari uang untuk menikah?
Aku tak mencuri.
Aku hanya tak bisa jual. Polisi mengawasiku.
Diamlah. Bawa kami untuk mendapatkannya.
Bayar bos 200 ribu, itu saja.
200 ribu?
- Dari mana kami mendapatkannya? - Baik, aku akan mengurusnya.
Ada apa?
Ada masalah di sini?
Tak ada masalah.
Hei. Itu kau, Cherd?
Tak ada apa-apa, Kawan. Dia temanku.
Kau yakin?
Siapa itu?
Menjauh saja darinya.
Orang ini lebih mengerikan dari hantu.
(Haunted University)
Sial. Sepi sekali di sini.
Di mana semua orang?
Kau berengsek, ya?
Sembunyikan narkoba di sekolahmu.
Ini kampus.
Sama saja.
Jalan!
Cepat.
Lekaslah.
- Kau kenapa, Jimmy? - Jangan sakiti dia.
Tak apa-apa.
Barangnya bagus. Jalan!
Apa ada sesuatu di atas?
Tidak. Tak ada apa-apa.
Tak ada. Tak ada apa-apa di sana.
Jimmy.
- Kumohon. - Kumohon, aku akan beri tahu.
Ada hantu di atas.
Sungguh.
Di toilet wanita, lantai lima.
Seorang siswi gantung diri saat jam istirahat.
Bisa jadi itu peri berpakaian tradisional Thailand.
Lampu tidak boleh dimatikan.
Benar. Ada kuil di dalam toilet wanita.
Ada kuil di dalam toilet wanita? Jangan bodohi aku.
Sungguh.
Tak ada yang berani masuk bahkan saat siang.
Aku mau lihat.
Kumohon...
Jalan!
- Ayo kita pergi dari sini. - Jalan.
Tekan tombolnya.
Masuk ke dalam.
Jalan.
Kenapa dia gantung diri di toilet?
Dicampakkan, tentu saja.
- Jangan bilang begitu. - Kenapa?
Jika aku tak melihat hantu, aku akan mengencingi kuilnya.
Sial. Kau membuatku takut.
- Tolong, biarkan kami pergi. - Tolong, biarkan aku pulang.
- Aku tak tahan lagi. - Aku mau pulang.
- Sudah cukup, tolong. - Tolong. Kumohon.
Hei!
Tidak mau menutup.
Pia, tutup pintunya!
Cepat!
Sudah kubilang jangan ke sini.
Sial. Ayo pergi.
Kau percaya kepadaku sekarang?
Keluar.
Sial!
Senang kau sekarang, Berengsek?
Tutup pintunya.
Sial. Rusak!
Cepat!
Kumohon. Tidak.
Di mana tangga darurat?
(Keluar)
Antar aku.
Sial.
Tolong.
Hei. Jangan tutup dahulu!
Hei, tunggu. Buka. Buka!
(Toilet Wanita)
Hei, Cherd, buka pintunya!
Cherd, buka pintunya!
Cherd, tolong.
Tolong buka pintunya!
Cherd, buka pintunya untukku!
Cherd...
Buka pintunya!
Buka pintunya! Cherd!
Kumohon! Cherd!
Buka pintunya! Cherd!
Kumohon! Cherd! Buka pintunya!
Cherd! Kumohon!
Cherd!
Sial!
Sial!
Aku takut sekarang. Maafkan aku.
Nakorn 64, operator 2. Ganti.
Nakorn 64, operator 2.
Operator 15. Tiga orang jatuh dari ketinggian.
Satu orang luka parah. Satu orang tak sadarkan diri.
Satu orang meracau.
Seperti sakit jiwa.
Satu orang tewas di toilet wanita.
Penyebab kematian? Ganti.
Hei, bagaimana dia tewas?
Dia menembak dirinya sendiri. Di kepala.
Benarkah?
Tewas karena luka tembak.
Kami dalam perjalanan.
Pacarmu?
Temanku. Teman dekat.
Teman dekat?
Apa kau takut kepada orang mati?
Aku akan terbiasa.
Maksudmu pada mayat atau wajahmu?
Sok pintar. Kau minta kutendang.
Apa yang dia pikirkan hingga menembak diri sendiri begini?
Lihat wajahnya.
Apa tampak seperti ingin bunuh diri?
Benarkah? Kau lihat wajahnya? Aku hanya lihat lubang besar.
- Hei. Sial. - Apa?
Sial. Biarkan aku duduk.
Astaga. Hormatilah orang yang tua.
- Malam yang panjang, ya? - Ya.
Hei, di mana gadisku, Muay?
Bagaimana kutahu?
- Kau berani bilang begitu. - Kenapa?
Gadismu ada di kamar mayat.
Kurasa dia mengedipkan mata kepadamu.
Lihat siapa yang bicara.
Dahulu kau kencing di celana di sana.
Kau pikir itu lucu?
Semoga kau melihat satu hantu asli.
Aku akan tertawa terbahak-bahak.
Jadi, apa kau lihat Muay?
Tidak. Kulihat dia bicara di telepon di sana.
Jadi, kau tahu atau tidak?
Kau sedang apa? Malam ini agak aneh.
Dua kasus mengerikan.
Mereka pergi mengantar mayat.
Aku paham. Ya. Baiklah. Sampai nanti.
Bisa tolong aku?
Ayam goreng
Masukkan tongkat ke bokongnya
Kiri dan kanan
Apa itu dia?
Ya, yang itu.
Ayo beri dia pelajaran sejarah.
Cukup!
Kembali ke tempat kalian!
Kalian sangat bergembira, ya?
Kalian tahu kalian duduk di tanah yang suci?
Kenapa dia?
Gadis itu keponakan jenderal...
yang memerintahkan pembunuhan mahasiswa di sini tahun 1976.
Aku mendengar Meng dan Kiak membicarakan nama belakangnya.
Apa yang mereka lakukan untuk kalian?
Mereka berjuang untuk demokrasi.
Siapa yang mengorbankan diri mereka untuk demokrasi kita?
Mahasiswa.
- Lebih kencang! - Mahasiswa!
Siapa yang membunuh para mahasiswa pemberani itu?
Siapa?
Kubilang, siapa?
Konflik ideologi politik.
Salah!
Para diktator tirani!
Semuanya baik-baik saja, Kawan-kawan. Kiak agak emosional hari ini.
Kita lanjut ke kegiatan berikutnya.
Bangun dan ikuti aku.
Ada apa denganmu?
Kau diamlah.
Ini bukan sesuatu yang kalian anggap enteng.
Walau ini sudah lama terjadi...
dan tak akan menghidupkan mereka kembali.
Namun, kalian harus tahu memberi perintah untuk membunuh...
sama saja dengan membunuh.
Mengejutkan sekali keponakan pembunuh berani datang ke sini.
Tenang. Temanku agak terlalu emosional.
Tak usah dipermasalahkan.
Maaf. Apa yang akan kau lakukan jika seseorang memaki leluhurmu?
Apa yang sudah kulakukan kepadamu?
Tak bisakah kau berpikir logis?
Apa aku sudah lahir saat itu terjadi?
Orang tuamu mungkin belum bertemu.
Aku datang ke sini untuk belajar...
bukan berdebat dengan seseorang tentang masa lalu.
Terlebih lagi, mungkin para mahasiswa tak sepenuhnya benar.
Kalau begitu ikut aku.
Para mahasiswa ditembak secara brutal di dalam lift ini.
Noda darahnya tak bisa dibersihkan.
Masuklah ke dalam.
Kau takut?
Noknoi? Hei, Noknoi?
Kau tak apa-apa?
Kalian akan bertanggung jawab untuk ini.
Ayolah, berhenti sebentar. Berbaik-hatilah.
Jantan sekali, Berengsek.
Aku. Selalu.
Maaf.
Kau lari dari siapa?
Dengar, Kiak mau bicara sesuatu kepadamu.
Maafkan aku.
Kau masih marah kepadaku?
Aku sudah berpikir.
Kami seharusnya tak bicara soal keluarga.
Kau tak terlibat dalam insiden itu.
Namun, kau tetap berpikir kakekku bersalah.
Ya.
Dia memerintahkan pembunuhan para mahasiswa.
Kau keponakannya.
Kau masih takut pada Lift Merah?
Kau bisa tenang sekarang.
Besok akan disingkirkan.
Perbuatan kakekmu...
akan dihapus dari ingatan semua orang.
Aku harus pergi.
Hei, tunggu aku.
Dia mengikutimu ke mana-mana?
Noknoi.
Kau tak ikut kami?
Tidak. Aku naik tangga saja.
Tunggu. Aku ikut! Tahan!
- Hei, tasku tertinggal. - Tunggu aku.
Hei, tunggu!
Di mana Panu?
Di mana Panu?
Di mana Panu?
Di mana Panu?
Apa aku mengatakan yang sebenarnya?
Orang Thailand harus siap dan berjuang.
Terima kasih banyak.
Hei, siapa yang kubawa ke sini?
Ayolah. Itu dia yang semalam bersama kita.
Bagaimana jika kau tak bisa membantu mereka?
Harus.
Liftnya masih digunakan sampai besok.
Aku harus menyatukan mereka.
Gadis ini aneh.
Kenapa? Dia menggodamu?
Bodoh. Maksudku gadis ini bisa melihat yang tak bisa kita lihat.
Apa maksudmu? Hantu?
Maafkan aku.
Kau masih takut pada Lift Merah?
Kau bisa tenang sekarang.
Besok akan disingkirkan.
Di mana Panu?
Di mana Panu?
Apa kau lihat Sajee?
Apa kau lihat Sajee?
Aku harus menyatukan mereka...
(Keponakan jenderal tewas dalam kecelakaan mobil di Jalan Rajdamnern)
(6 Oktober 1996)
Arwah orang mati suka berada di tempat yang sama...
melakukan hal yang sama berulang kali...
sampai keperluan mereka terpenuhi.
Sungguh? Kapan mereka akan berhenti?
Kau bicara seakan pernah lihat saja.
Tidak semua orang bisa lihat.
Tergantung waktu dan kesempatan.
Ini kali pertama?
Ya.
Akan sakit sedikit.
Buka mulutmu.
Sedikit lagi.
Bagus. Tenanglah.
Hampir selesai. Hampir. Bagus.
Dokter Prasert.
Direktur mau bertemu denganmu segera.
Ada perlu apa?
Mencabut gigi dari mayat.
Ledakan di pabrik es. Kami tak bisa mengidentifikasinya.
Kau urus ini.
Pak, kenapa aku?
Kau dokter gigi.
Kau mau dokter kandungan yang mencabut gigi?
Kau ada masalah?
Jangan bilang kau takut.
Tidak, Pak.
Bagus. Uruslah ini.
Kau takut?
Kau takut?
Hei!
Mimpi hantu?
Sudahlah.
Sudah kubilang kau belajar teknik saja.
- Kau tak dengarkan aku. - Tenanglah.
Ini ruang kelas. Kalian terlalu bercanda.
Sudah kubilang laporan harus diserahkan pukul 07.00.
Namun, empat laporan ini diserahkan pukul 09.00.
Paweena.
Pramuan.
Parinya.
Lalu, Prasert.
Kalian berempat ke kantorku usai kelas.
Baik, lanjutkan dari pekan lalu.
Sampai di mana kita?
Hei, Sert, kau mau ke mana?
- Aku akan beri tahu profesor. - Soal apa?
Soal kau meminjam laporanku dan terlambat menyerahkannya.
Itu saja?
- Hei, Sert? - Sert.
Kudengar kau takut hantu?
Hei, kau menghina dia.
Kau tahu dia ketakutan setengah mati.
Hei, Tn. Prasert.
Tidakkah kau tahu untuk menjadi dokter gigi...
kau harus mempelajari mayat.
Si Bodoh ingin menjadi dokter gigi?
Hei, Sert.
Ingat saat kita terjebak di kelas anatomi?
Aku sama sekali tak mengeluh.
Sert!
Maaf, di mana profesor?
Dia sudah pergi ke rumah sakit.
Kenapa kau kesal?
Ayo masuk. Aku punya permen untukmu di dalam.
Jangan cemas. Aku akan merawatmu. Tak perlu khawatir.
Siapkan monitor EKG dan tabung oksigen.
- Ya, Dokter. - Bagus. Rawat dia.
- Selamat sore, Profesor. - Selamat sore.
Kami datang menemuimu untuk laporan yang terlambat.
Kita bukan di kampus, 'kan?
Aku sangat menyesal, Profesor. Aku janji tak akan terulang lagi.
- Profesor, kumohon bantu aku. - Ini tak adil.
Ada apa?
Aku ambil cuti untuk menikah.
Aku sudah menyerahkan berkasnya.
Namun, dia bilang tak boleh cuti. Apa masalahnya?
Tak ada yang mau mengambil sif pada malam Tahun Baru.
Semua orang di departemen ini sudah mengambil cuti.
Tunggu.
Kumohon, biarkan aku pulang. Aku harus menikah.
Hanya satu malam, satu sif. Kumohon.
Profesor, aku akan menggantikannya.
Hei, saat malam Tahun Baru?
Kau dengar dia? Kalau begitu sudah beres.
- Jangan mengecewakanku. - Ya, Profesor.
Jadi, apa tugasmu?
Transportasi atau ruang obat?
(Kamar Mayat)
Prasert.
Ini sama dengan kelas anatomi.
Tak perlu takut.
Ini tak sama.
Orang-orang mau masuk ke sana.
Namun, mereka menolak masuk ke sini.
Pergi!
Aku tak bisa pulang tahun ini, Bu.
Ada tugas-tugas yang harus dikerjakan.
Ya.
Selamat Tahun Baru, Bu.
Azimatku!
Sial kau, Jok.
Hei, kau pergi dahulu. Aku akan sedikit terlambat.
Kenapa?
Ini malam Tahun Baru.
Aku akan pergi dengan Nan. Ayolah.
Baik. Jangan lama-lama.
Baik, Bos.
Hati-hati saat kau berada di kamar mayat.
Kenapa?
Mereka bilang kau tak boleh menoleh ke belakang.
Sert, kau ingat cerita itu?
Jasad-jasad di kamar mayat.
Terkadang tangan mereka tertutup.
Namun, saat kita melihat ke arah lain, lalu kembali...
tangan mereka bisa terbuka.
Kau terlambat.
Sekarang waktunya.
Kau sudah tiba dari tadi dan belum melakukan apa pun.
Lakukan pemeriksaan rutin.
Ini. Aku mau ke toilet.
Hei.
Jok!
Sert, periksa berkasnya.
Ada lima ranjang.
Kau harus paham.
Mayat adalah mayat.
Itu adalah tubuh yang sudah mati.
Tenaganya sudah tak ada.
Tak bisa bergerak.
Namun, hantu sangat menakutkan.
Mereka dipenuhi kebencian.
Mereka akan menghantuimu sampai mati.
Jok! Tunggu aku!
Aku sungguh tak bisa pergi.
- Aku tahu ini malam Tahun Baru. - Jok!
- Apa masalahnya? - Hei, Jok!
Jok? Itu kau?
Bantu aku.
Ayo.
Taruh dia di sini.
Ayo.
- Naikkan... - Sudah selesai?
Aku pergi.
Tutup. Cepat tutup, dasar bodoh.
Hei. Tanda tangan di sini. Cepatlah.
Di sana.
Ayo pergi.
Jok.
- Halo? - Aku Kolonel Tuanton Tuptim.
Apa para petugas ambulans masih di sana?
- Tidak, mereka sudah pergi. - Sudah pergi?
Mereka yang membawa jasad wanita tenggelam itu sudah pergi?
Ya, Pak.
Siapa namamu?
Namaku Prasert, Pak.
Baik, tolong lakukan ini, Prasert.
Bisa kau periksa punggungnya? Apa dia punya tato?
Prasert?
Prasert?
Prasert.
- Prasert! - Ya, Pak.
Aku telepon lagi dalam lima menit.
Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima.
Hilang satu.
Hei, Prasert? Kau sudah periksa?
Aku menyuruhmu memeriksa tatonya, ingat?
Astaga. Kau buang-buang waktu..
Prasert, ini kasus penting.
Aku akan telepon lagi dalam tiga menit.
Periksa tatonya. Jangan bilang aku tak memperingatimu.
Dengar, polisi baru saja meneleponku.
Mengeluh kalau petugas kamar mayat tak bekerja sama untuk penyelidikan.
Apa itu benar?
Profesor, aku...
Aku sudah dengar cerita tentang dirimu.
Jika apa yang dikatakan oleh teman-temanmu benar...
artinya kau tak pantas menjadi dokter.
Kau paham?
Aku paham, Profesor. Aku akan membereskannya.
Bagus.
Aku akan membawamu ke Pai setelah libur Tahun Baru.
Baik, sampai jumpa. Dah.
Mayat adalah mayat.
Itu adalah tubuh yang sudah mati.
Tenaganya sudah tak ada.
Tak bisa bergerak.
Prasert, ini kasus yang penting.
Si Bodoh ingin menjadi dokter gigi?
Dia ketakutan setengah mati.
Kau tak pantas menjadi dokter.
Kau hampir mengenainya.
Entahlah.
Aku bertaruh pasti soal wanita.
- Bagaimana kau tahu? - Apa?
- Omong kosong. - Aku yakin.
Kau hanya bisa membual.
Muay, kau akan kembali ke Chiang Mai?
Ya.
Perjalanannya jauh.
Kenapa? Kau ikut dengannya?
Memangnya kenapa jika aku mau ikut dengannya?
Apa kau pernah berbicara dengan hantu?
Berbicara dengan hantu? Aku tak pernah melihat hantu.
Maksudku, berkomunikasi dengan arwah.
Aku pikir kita hidup di dunia yang berbeda.
Tidak.
Kita hidup di dunia yang sama.
Sial. Kini aku tak bisa minum.
(- Aku mau bertemu. - - Aku lebih seksi di dunia nyata.)
(- Sungguh. - Harus dibuktikan.)
(- Bagaimana? - Mau bukti apa?)
Berhentilah mengobrol. Banyak pria mesum di internet.
Ini menyenangkan.
Sedikit rayuan saja, mereka langsung menjadi gila.
(Sekarang aku meleleh, Nona Berry.)
Berry? Beri busuk.
Itu kau.
(Itu temanmu? Dia cantik.)
(Lebih dari teman.)
Muay, kemarilah.
Tidak. Hentikan.
Ayolah, hanya sedikit rayuan.
(Lesbian?)
(Hanya saat aku bosan.)
- Hentikan. - Ayolah.
(Dasar pelacur.)
Dasar berengsek.
(Itu ibumu.)
Bajingan gila.
(Dasar jalang. Aku akan membunuhmu.)
Apa?
Dasar psikopat.
Itu mengerikan. Hentikan.
Dia tak mengenal kita. Apa yang kau takuti?
Namun, dia melihat wajahmu.
Dia mungkin bukan berada di Thailand.
Lupakan dia.
Aku lapar. Ayo cari makan.
Kepalaku pusing. Aku akan tunggu di sini.
Kau sudah minum obat?
Biar aku sembuhkan. Kemarilah.
Abrakadabra.
Ada apa?
Kau marah kepadaku?
Baik, aku akan hentikan.
Istirahatlah.
Aku akan pergi dengan Pui. Dia punya mobil.
Kurasa dia tak ada.
Astaga.
Liburan hanya empat hari. Semua orang sudah pergi.
Kau mau apa?
Pad Thai?
Baiklah.
Cepat kembali.
Siapa itu?
Saa?
Kau punya kunci, 'kan?
Sebentar.
Cantik...
Memesona.
Aku sedang mencari istri.
Istri dari luar negeri.
Dasar berengsek.
Berapa totalnya?
Totalnya 20 baht.
Nona, mau ikut denganku?
Tidak. Aku harus mengantar makanan untuk temanku.
Aku akan mengantarmu pulang.
Tak perlu. Ada orang yang menjemput.
Jangan bohong kepadaku.
Kubilang tidak. Kau tak dengar?
Itu tak sopan.
Siapa itu?
Ada masalah di sini?
Kau tak perlu memanggil ayahmu.
Hei, jaga mulutmu.
Ayo pergi.
Aku akan menunggu Saa di sini.
Kau ingat aku, 'kan?
Tentu saja.
Kau tetangga kami.
Beckhem.
Terima kasih sudah mengantarku pulang.
Apa kau polisi?
Tidak juga. Aku mengerjakan kasus terkait ICT.
ICT? Seperti kejahatan siber?
Kenapa kau tanya?
Kebetulan aku bertemu dengan psikopat di internet.
Pasti menakutkan. Apa kau mengenalnya?
Entahlah. Sama seperti yang lain.
Aku tak mengenal mereka di dunia nyata.
Itulah bahaya dari dunia maya.
Kau baik-baik saja?
Hei! Kau tetanggaku, 'kan?
- Halo, Muay. - Saa.
Kau ingat pemuda pemalu di sebelah?
Ya. Sebenarnya dia...
Dia Beckhem. Dia mampir untuk minta maaf kepadamu.
Itu dia. Dia psikopat yang kuceritakan.
Aku sangat menyesal.
Canto?
(Muak dengan dunia ini)
(Apa kau ingin membebaskan dirimu?)
(Siapa yang pernah membunuh seseorang?)
(Siapa yang sungguh pernah membunuh seseorang?)
(Halo. Apa kau seorang psikopat?)
(Benarkah?)
(Ya.)
(Jadi, kau mau membunuh?)
(Ya.)
(Baiklah.)
Tidak... Tolong.
Tenanglah! Jangan berlebihan. Tangkap dia dahulu.
Berengsek. Pergilah.
Lepaskan aku.
Tolong!
Dia pergi ke mana?
Silakan.
Jangan takut.
Kau bilang kau mau membunuh.
Ayo mulai dengan palu.
Tunggu!
Kita teman, 'kan?
Siapa namaku?
Beck. Beckhem...
Beckhem!
Dasar berengsek! Kau bajingan gila.
Hei, Beckhem.
Pelan-pelan. Jangan biarkan dia mati terlalu cepat.
Santai saja.
Beckhem.
Bagaimana aksiku?
Keano dan Fergie bahkan lebih gila.
Bagaimana kau tahu aku ada di sini?
Tak sulit untuk mengetahuinya.
Ayo pergi ke Bangkok.
Aku akan memperkenalkanmu kepada geng kami.
Terima kasih sudah menemukanku.
Aku hampir kembali menjadi diriku yang lama.
Halo. Saa?
Saa. Kau bisa mendengarku, Saa?
Kau di mana?
Aku mencemaskanmu.
Cepatlah pulang.
Beckhem.
Apa ada orang lain yang tahu soal ini?
Kau terdengar seperti bisa bicara dengan hantu.
Beckhem! Lari! Pergi dari sini sekarang!
Jadi, kau mau ke mana?
Kini, kau akan meninggalkanku, 'kan?
Ya.
Aku bisa menjaga diriku.
Temanmu pergi ke mana?
Dia sudah menemukan orang yang dia cari.
Berbahaya jalan sendirian di sini.
Biar kami mengantarmu pulang.
Terima kasih.
tata ulang waktu - e i f a n s c l u b - subscene.com/u/1030893
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.