Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Clyde?
Berikan petanya.
Mengira bisa merebutnya, kan?
Aku sudah antisapi ini,
dan sudah ku-ubah wasiatnya.
Aku sudah beritahukan ke suku tersebut.
Semua yang kau lakukan tidak ada gunanya.
Bisa jadi tak ada gunanya,
tapi ucapkanlah selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Pergilah!
MENANGKAN HADIAHNYA, DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Lihatlah.
Ayo.
Tristan.
Tristan, buka.
Max, tunggu! Max!
Max!
Hei!
Sialan.
Kau sedang apa?
Apa ini?
Inilah yang kami sebut kanguru mati, sobat.
Lucu sekali. Kenapa dengannya?
Aku tidak begitu tahu.
Max, pergilah.
Entahlah, aku rasa Pak Skippy di sini...
sudah melewatkan lompatan terakhirnya, kan, Skip?
Selamat datang di Pedesaan, Nick.
Kau senang?
Aku haus sekali. Senang bertemu denganmu.
Cuci tanganmu.
Ikut?
Ada soda? La Croix?
- Tidak ada, Yang Mulia. Cuma bir. - Masih terlalu pagi, kan?
Baru datang, sudah memerintahku.
- Itu rekor, sobat. - Kau mandi dululah, dasar peminum.
Terus, untuk apa kau memanggilku?
Beri aku kesempatan beristirahat dulu, sobat.
Tolong.
Baik, beberapa hari lalu, kuterima surat dari kakek.
Ini suratnya.
Ini surat sekitar sebulan sebelum dia meninggal.
Pasti ada yang meneruskannya padaku.
Oke, kenapa kau perlu bertemu denganku?
Entahlah. Kupikir mungkin kau sedikit tertarik.
Juga surat ini untuk kita berdua, jadi...
itu bukan cuma untuk aku.
"UntukTristan dan Nick, semoga surat ini sudah kau terima."
"Maaf aku tak bisa menemani kalian berdua."
"Aku yakin kalian berdua sudah tumbuh menjadi pemuda baik."
"Aku yakin kau sudah menerima surat ini dan tahu keinginan terakhirku,
kalau tanahku yang berhektar-hektar akan diberikan ke suku aborigin setempat."
"Mereka sangat membantu penelitianku...
dan teman baik."
"Tristan, aku...
Tristan, kuserahkan tanah dan keputusan di tanganmu."
"Aku percaya kau tahu hal benar apa yang harus dilakukan."
"Nick, aku maunya kau ada di sana untuk membantu orang lain...
seperti aku ada di sana untuk kalian berdua."
"Aku mencoba memberi kalian kehidupan yang layak."
"Aku sangat yakin...
kau akan berhasil mengatasi keadaanmu."
"Aku sayang kalian, nak."
"Kakek."
Jadi, ada pengembang lokal, mau membeli tanah dariku.
Tristan, kau tahu harta Kakek sudah turun temurun milik keluarga?
- Ya, aku tahu. - Tanahnya luas, sobat.
Mereka mau bayar dengan jumlah yang sangat besar.
- Berapa? - Banyaklah.
Tapi yang jelas bukan itu yang kakek mau,
jadi aku mau menanyakan pendapatmu.
Itu ada di sini, tulisan tangannya sendiri.
Terserah kaulah.
Terserah aku.
Kau berkendara ratusan kilometer cuma bilang itu terserah aku.
Oke. Itu luar biasa, itu perjalanan yang tak sia-sia.
Aku senang kau datang. Terima kasih, sobat.
Kau mau kemana?
Terserah aku.
Tunggu. Akan kubongkar pikapku dan datang membantu.
Terus...?
Max, tunggu...
Baik.
Sedikit kerja manual?
Dengar, aku minta maaf soal tadi.
Aku tidak mau memberitahumu harus bagaimana.
Apa yang mau kau lakukan?
Aku tidak tahu, Nick.
Hanya... bersikaplah sesekali layaknya saudara.
Bantu aku.
Menurutku kau harus lakukan yang kakek inginkan.
Terserah.
Ayo.
Menurutmu?
Itu buaya?
Ya. Jika ada yang bisa berenang sejauh ini ke selatan.
Itu meragukan.
Apa pun yang membunuh kanguru itu pasti masih ada.
Bagus.
Siang. Aku Garvey. Kau pasti Tristan.
- Aku Nick... - Tidak, aku Tristan.
- Ada apa? - Kakekmu membicarakan tentang kalian berdua.
Tapi tak kusangka kalian berdua ada di sini hari ini.
- Kau berharap kami.... - Tidak, tidak apa-apa.
Kayaknya aku pernah melihatmu di salah satu foto kakek.
Kakekmu orangnya sangat baik...
sangat baik sama kami,
makanya aku mau bicara denganmu.
Kutinggalkan kalian berdua?
Baik.
Kau tahu, ayo kita selesaikan masalah ini.
Jadi, kau sudah terima surat yang aku kirimkan saat itu.
Ya, jadi kau yang kirim?
Ya, kakekmu memintaku menyimpannya dengan aman...
sampai harta itu bisa diserahkan ke suku setempat,
dan sekarang sudah waktunya.
Benar.
Bagaimana jika kalian bayar secara tunai sebagai gantinya?
Karena pengembang ini bersedia memberiku...
Kau tahu, tanah di sini, ini bagian dari kami,
kami bagian darinya, tak bisa dipisahkan.
Kau tidak bisa mengambilnya satu sama lain.
Ini pamali bagi kami.
Seperti tanah yang kami tempati sekarang.
Dengar, kakekmu sangat mempercayaimu, nak.
Aku tahu kau akan mengambil keputusan yang tepat.
- Telponlah saat kau sudah siap? - Ya.
Baiklah, nak.
Katanya dia mengirimi kita surat itu atas permintaan Kakek.
Dan dia meninggal.
Ya.
Kau tidak mau jawaban?
Kecuali jika kau mau.
Mau meneleponnya?
Terima kasih atas bantuanmu.
Itu luar biasa!
Masih ada?
Tunggu, ini tak terlalu cepat untukmu, kan?
Lucu.
Tadi aku kepikiran,
masih ingat saat aku menyelamatkanmu?
Kau tahu, dari anak-anak sebelah.
Saat kau berusia 6 tahun.
Astaga. Itu sudah lama sekali.
Tapi mereka anak-anak besar.
Yang aku ingat kau menuruni tangga belakang,
melompat ke bahu anak-anak yang paling besar....
dan menghantam kepalanya.
Ya, lalu kuambil tongkat kriket...
dan memukuli semuanya.
Ya, kau sering berkelahi.
Ya.
Apa maksud dia dengan penelitian?
- Apa? - Dalam surat Kakek.
Dia bilang suku aborigin setempat membantunya dalam penelitiannya.
Aku lebih memikirkan tentang yang dia katakan tentang dirimu.
Kau tahu, membantu orang lain.
Aku sering membantu orang lain.
Bahkan Ayah membantu kita setelah dia pergi.
Ayah tiri.
Kau menelantarkanku, Nick. Aku dan Ibu.
Apa itu barusan?
Baiknya kita masuk ke dalam.
Ya.
Max, masuklah.
Maxie!
Max!
Tuhan!
Apa yang terjadi?
- Kukira kau... - Apa?
Kau punya kelelawar.
Kau yang lebih tua.
Baik.
Dengar itu?
Anjing sialan.
Aku harus menginap di rumahmu malam ini.
Jangan berlagak.
Tuhan.
Hentikan itu!
Apa yang kau pikirkan?
Tupai raksasa?
Ya?
Siapa itu?
Oh, sial.
Sialan.
BJ.
Apa kabar baik ini?
- Kabar? Apa... - Kau menelepon, ingat?
Katanya kau menjual barang-barangku.
Mengajak kami datang dan mengadakan pesta.
Aku gak ingat meneleponmu, sobat.
Jadi, kau tidak menjual barangku?
Yah, aku menjual beberapa barangmu.
Cuma aku tidak ingat menelepon.
Tapi aku pasti lupa. Salahku.
Baiklah, oke, baiklah.
Saatnya pesta.
Hei! Ini gila!
Selamat siang, BJ.
Jadi, bagaimana hidup sebagai penjual yang menjual ya...
Ini pasti kakaknya.
Aku Bec.
Hai, aku Kate.
Hai.
Hai.
Bagaimana kabarmu?
Oke, aku baik saja.
- Sudah lama tak bertemu. - Iya.
Hei, putri. Ayo.
Minum!
- Enak sekali. - Oke.
Baiklah, nona, ayo. Aku akan melihatnya baik-baik.
Ya.
Baiklah, anak-anak, carilah kamar!
Mau masuk?
Ya.
Hei!
Anak hebat!
Nikmatilah!
- Daah. - Aku akan membawanya berkeliling sebentar.
- Ya, aku paham. - Ya, wisata indah.
Kau pejantan!
Bagaimana denganmu? Mau ikut ke mobil?
Ah, belum.
Tapi kau bisa pergi dan menghangatkannya.
Aku akan segera ke sana, putri, aku janji.
Oke.
Kawan, kau sudah melatihnya.
Begitulah caranya, Jase.
Dia tahu.
Dia tahu BJ tak boleh disentuh.
Selain itu, jika dia pernah berbuat salah padaku...
Apa itu?
Jase, periksalah.
Aku mabuk!
Kau mau memeriksanya...
atau tinggal di sini bersama pria yang kau tolak,
jadi mau coba lagi?
Dia marah.
Anak pintar.
Hentikan.
Kau sedang apa di sini?
BJ mau tidur di van ini.
Romantis.
Tapi, serius, aku senang untuk kalian.
Tidak, Kau tidak senang.
- Apa maksudmu? - Kau tahu apa maksudku.
Dulu kau setuju denganku.
Kau tentukan pilihanmu dan aku juga.
Cukup adil.
Senang bertemu denganmu, Anya.
BJ?
Tristan?
BJ?
Kau selalu terlihat keren dengan ini.
Apa itu?!
Hei! Apa yang terjadi?
Itu Jason!
Jason!
Jason!
Jason!
Jason, jawablah, kau dimana?
Sial.
Kau baik saja? Hei, lihat aku, kau tak apa?
Kau mabuk.
Kau baik saja...
Hei, ayo, kawan, kita harus pergi.
Berdiri, kita harus pergi!
Tristan? Bec? Sesuatu terjadi pada...
- Kau luar biasa. Hei, keluar! - Maaf, teman-teman.
Terjadi sesuatu pada Jason. Kau sebaiknya keluar.
- Bisa tunggu sebentar? - Mungkin dua?
Kayaknya.
Nick pergi mencarinya.
Dia...
Dia pergi sudah berapa lama?
Baru-baru ini.
Hei, cepat kembali.
Kau harus mengetuk dulu, kau tahu?
Perusak suasana.
Kau cuma....
Tapi aku menyukainya.
Ya.
Baiklah...
Aku mau menyelesaikannya.
- Dia sudah kembali? - Tidak, belum.
- Kau tidak pergi membantu? - Apa itu barusan?
Jason!
Apa... Jason!
Oke, siap?
Kau kenapa?
Persetan dengan hutan voodoo gila ini, BJ.
- Kita harus pergi dari sini. - Dia masih mabuk, bisa saja dia melihat apa saja.
Kau lihat sesuatu, Nick?
Tidak.
Sadarkan dirimu sendiri.
Serius, tidak ada lagi obat untuk pria itu.
Baiklah, pesta selesai. Ayo bawa dia ke dalam.
Terima kasih sudah menemukannya.
- Ayo, putri. - Tidak.
Aku akan tinggal di sini sebentar.
Aku tidak akan tidur di luar rumah jika aku jadi kau.
Baik. Aku tinggal di rumah malam ini.
Apa-apaan ini?
Mau pergi?
Gak mungkin. Akukan tinggal di sini, ingat?
Kau tahu, kau...
Kau bukan seperti yang dikatakan BJ.
Tentu saja tidak.
Hei.
Aku mau buatkan sarapan.
Kulkasnya kosong, kecuali bir.
Tidak.
Aku akan ke kota bersama Nick,
masaklah sesukamu, apa saja,
asalkan telur dan roti panggang.
Aku juga suka.
Tadi malam enak-kan.
Wanita duluan.
Dia lupa dia jauh di pedesaan.
Kupikir kalian berdua masih tertidur.
- Mau kemana? - Ke Kota.
Keren.
"Hei, Nick, bisakah kami numpang ke kota?"
"Tentu saja, jangan malu. Masuklah."
- Masuk, Nick. - Terima kasih, Nick.
Anya?
Hei!
Hei!
Ya, benar sekali.
Maxie. Awasi barang kita.
Brengsek!
Kayaknya cuma kita berdua, tikus.
Baiklah, belilah yang kalian butuhkan. Kembali 20 menit lagi.
- Kau mau kemana? - Belikan aku chai latte.
Semoaga ada susu skim.
Apa itu "chailatte"?
Ayo, Kate?
Oh, tidak, terima kasih. Aku bisa tenggelam.
Tentu saja, kami akan mampir dalam perjalanan pulang.
Baiklah. Sampai jumpa. Daah.
Apa itu istrimu yang menelpon?
Bukan, rekan bisnis.
- Benarkah? - Ya.
Aku sudah dewasa.
Terus, ada apa antara kau dan Nick?
- Kayaknya aku melihat percikan api. - Apa?
Kau...?
Kuakui senang bertemu dengannya setelah sekian lama,
tapi...
aku tidak tahu.
Kalian bicarakan soal itu?
Begitukah?
Bicarakan apa?
Aku tidak tahu, barangkali kau masih membencinya?
Apa...? Aku tidak membencinya.
Kau tahu, setelah Ibu dan Ayahku bercerai,
dia bisa saja jadi pria dewasa dan bernyali.
Malah dia ke kota.
Dan ayahmu, pernah dengar kabar darinya?
Aku tak pernah mengharapkannya, tapi setidaknya dia kirimi uang membiayi kami.
Oh iya, kita sudah selesai, atau kita akan berjalan berputar-putar...
Apa? Kita tidak bisa cuma berjalan dan berbicara...
mengejar kehidupan?
Sial.
Apa-apaan kau ini!
Bagaimana rasanya?
- Kau memang brengsek. - Apa?
Jangan!
Kau telanjang?
- Hei, apa... - Aku sudah bersama Tristan.
Kau mau bersama Tristan? Brengsek. Kau baru sekali bercinta dengannya.
Becky, ayolah.
Aku merindukanmu.
Tapi kesempatanmu sudah lewat.
Aku tidak akan tinggal diam...
jika kau menyakiti Anya.
Aku muak!
Terserah!
Kau akan kembali!
Persetan denganmu.
Kau pastinya akan kembali.
Aku baru ingat.
Bisa kita mampir di kantor resmi pengembang itu?
- Dia nelpon? - Ya.
Ambil uangnya.
Ya?
Kukira kau menyuruhku berikan ke suku asli setempat.
Aku tahu apa yang kukatakan, Tristan.
Tuhan, kau tidak perlu memarahinya.
Apa?
Maaf, aku...
Aku cuma tak mau kau tinggal di sini sendirian lagi, oke?
Uang tunai!
Dimana Bec?
Bitch masih di bawah sana.
Saat kita tiba di rumah, bisa kau bawakan teman baru?
- Apa yang kau lakukan? - Ikut bersamamu.
- Kau mau tinggal? - Pergilah.
Ini bagus, aku suka yang dilakukan buldoser terhadap lingkungan ini.
Dia mau bicarakan apa denganmu?
Kurasa uang.
Uang itu bagus.
Entahlah.
Senin.
Hei, Tristan, senang bertemu denganmu lagi.
- Ya. - Ya. Siapa pria ini, pengawalmu?
Dia kakak-ku.
Oke, keluarga.
- John. - Nick.
Masuklah.
Oke.
Ini gak seberapa, tapi ini rumah.
Maaf ya soal penerbangannya.
Aku rasa, itu bagian dari tujuan.
Jadi, kau cuma perlu menandatangani surat-surat ini...
dan kau bisa ke rumah pantaimu...
dan berselancar seharian.
Kau biasa berselancar?
Tidak, tidak juga.
Kalau kau? Biasa berselancar?
Tidak.
Oke, hebat.
Apapun yang kau lakukan mulai sekarang, kau,...
kau bisa bergaya.
Dan pengembang ini, apa yang bisa dia...
kembangkan?
Aku tak bakalan menjawabnya dengan klienku.
Maksudku, dia bisa bangun tempat boling 60 jalur bertenaga nuklir,
jika dia mau mengeluarkan uang sebanyak itu, benarkan?
Bukan begitu?
Dan, apa maksudnya ini?
Apapun yang ada di properti saat terjual akan jatuh ditangan pembeli baru.
Jadi maksudnya, tangki air,
mobil tua, gedung.
Apa pun yang ada, mereka akan memilikinya.
Oke, bagus.
Kedengarannya bagus,
menurutku, Nick?
Kurasa kau butuh sehari membaca kontraknya dengan teliti.
Kau tadi bilang di mobil...
Tidak, aku tahu apa yang kukatakan.
Jadi, aku butuh sehari untuk memikirkannya...
dan meneleponmu besok?
Ya, tentu saja, manfaatkan saja waktumu.
Terima kasih.
Apa itu?
Itu cuma lukisan suku aborigin.
Entahlah, aku cuma... Aku menyukainya sebagai seni.
Aku sudah lama memilikinya.
Kurasa cukup sampai disini.
Kita bicarakan lagi besok, Tristan.
Tidak akan banyak kendaraan konstruksi di sini untuk arena bowling nuklir.
Jangan khawatir, mereka akan segera ke sini.
Siapa yang khawatir?
- Kuberitahu ya, orang itu pembohong. - Kau baru pertama kali bertemu pria itu.
Dan aku yakin dia yang menyelinap ke tempat itu.
- Tadi malam kau bersama Jason? - Dan kemarin malam.
- Aku yakin bajingan itu yang membunuh kanguru itu. - Tentu saja, kenapa tidak?
Apa? Kangguru? Apa maksud kalian?
Saat anak kota ini tiba di sini, kami temukan kanguru, sudah mati.
Tapi aku rasa itu bukan agen develover...
yang mau menakut-nakuti penduduk.
- Kenapa dia punya kacamata penglihatan malam? - Di mana?
Di dalam kardusnya, idiot.
- Aku tidak tahu. - Nick, tenanglah!
Sialan. Tadi malam saat kutemukan Jason,
Kulihat di semak-semak, ada sosok mahkluk hitam,
bayangan bermata merah menatapmu.
Aku tidak tahu saat itu,
tapi kacamata di kantornya adalah mata yang sama yang kulihat.
Mulai lagi deh, kau tahu, kenapa Nick tidak beri tahu kita apa-apa.
Tidak apa-apa karena otot ini akan menyelamatkanku, kan?
Yang biasa menyelamatkan dirimu.
Orang itu merencanakan sesuatu.
Kayaknya dia mau mengacaukan pikiramu...
agar kau jual murah tempat ini.
Kembalilah bersamaku malam ini, dan akan kubuktikan padamu.
Terus, selanjutnya seperti apa?
Lepas topengnya dan bilang, "Oh, lihat,
selama ini, monster itu pak tua Richards!"
- Berhentilah! - BJ benar, kau bukan saudara.
Kau cuma memikirkan diri sendiri. Mati saja kau, Nick.
Brengsek!
Dia masih marah karena kau meninggalkannya.
Ya, menurutmu?
Apa yang akan kau lakukan?
Aku mau ke ruang belajar, mencari alasan yang tepat...
kalau bajingan Richards itu dalang dibalik ini.
Oke. Ayo pergi.
Ayo.
- Ada apa? - Tidak ada apa-apa. Cuma Nick.
Itulah yang mau kuberitahukan padamu, saudara.
Hei, apa yang terjadi?
Tidak ada apa-apa.
Hei, di mana, Bec?
Dia pergi berenang.
Beberapa jam lalu.
Dimana dia?
- Bec! - Bec!
Bec!
Hei!
Bec!
Kemarilah.
Ayo ikuti aku.
Kapan terakhir kali kau melihatnya?
Apa ini, interogasi?
- Kapan? - Sudah kubilang, terakhir kali aku melihatnya,
dia ke billabong mau berenang.
Kita harus terus mencarinya.
Aku akan ambil senter.
- Apa yang kau lakukan? - Tahu, Kate? Kurasa aku tidak suka sikapmu.
- Jika kau lakukan sesuatu, aku laporkan polisi. - Yah...
Kau tidak begini tadi malam saat kita berciuman.
Bajingan.
Buang-buang waktuku saja.
Cuma karena kita tak temukan apa-apa, bukan berarti aku salah.
Kau baik-baik saja?
- Bec hilang. - Apa? Sejak kapan?
- Sejak kita berangkat tadi pagi. - Betulkah?
Jika kau mau mencarinya, bawalah Max.
Aku membawa anjingmu, tapi kau tidak ikut?
Takut sama pria real estate itu, ya?
Aku akan menemuinya sekarang.
Sangat berani dari yang kukira.
Ayo, Max.
Aku harus ikut bersama mereka. Mereka akan butuh bantuan.
Hei, tunggu, aku butuh kau...
Aku butuh bantuanmu.
Apa-apaan ini?
Jason, aku perlu bicara denganmu.
Tadi malam, aku bahkan tidak tahu...
Anya, bajingan itu membawa mobilku!
Anya pergi bersama Nick.
Sialan, dia tahu di mana aku menyimpan kunciku.
Kunci kontak.
- Isap anuku. - Enyahlah!
Hei, teman-teman, diamlah sebentar, oke?
Sekarang, aku tak peduli apa masalah kalian...
tapi kita harus fokus mencari Bec, oke?
- Kubilang kita sekarang mencarinya... - Tidak....
Aku yang akan pimpin ini agar kita bisa menyelesaikannya. Tinggalkan tikus ini.
Kawan, sebenarnya aku ada rencana.
Dengar, yang kulakukan adalah membantumu menemukan gadismu,
tapi jika kau tidak menginginkan bantuanku...
Kawan, bukan begitu.
Aku cuma khawatir karena sangat mudah tersesat,
dan di malam hari tak ada harapan.
Juga, Nick memutuskan tak mau diam saja.
Itu yang terbaik dilakukan Nick, kan?
Apa ada orang di sana?
Apa penglihatanku memiliki sinar-X?
Tak ada mobil.
Mungkin kita tunggu sebentar?
Tuhan!
Kayaknya situasinya aman.
Cepat, ya Tuhan. ke belakang, cepat!
- Siapa? - Aku tidak tahu.
Merunduk.
Hai, apa kabar?
Apa yang dilakukan gadis cantik sepertimu di sini?
Mobilku mogok, tapi,
terima kasih sudah bertanya.
Kau butuh bantuan?
Tidak, tidak usah.
Tunanganku sudah kemari. Baru saja aku bicara padanya.
Tunangan?
Ya, dua bulan lalu.
Semoga dia segera tiba.
Kau tidak tahu apa yang ada diluar sini.
Singa, harimau dan beruang.
Astaga.
Astaga.
Tuhanku.
Orang ini kau temukan dimana?
Kau baik saja, Detektif?
Tidak.
Kukira yoga ini besar di kota.
Ya.
Aku suka ceritamu tentang tunanganmu.
Tunggu, kau dan BJ akan menikah?
Tuhan.
Tidak.
Sebenarnya, Ini cincin pertunangan.
Kau menyimpannya.
Aku menyesali keputusan itu...
yang sudah 7 tahun lamanya.
Saat dia meninggalkan kami.
Siapa?
Sam.
- Ayahmu? - Ayah tiri.
Tapi bajingan itu membunuh semua keluargaku.
Seseorang harus bangkit, seseorang harus mencari nafkah.
Tristan masih kecil, dan...
Aku tahu itu bukan alasan, tapi aku tak punya nyali menemuimu.
Itu sudah lama sekali.
Kayaknya hujan sudah reda.
Mungkin kau harus ke sana jaga-jaga jika dia kembali.
Aku tidak percaya bajingan tua itu,
persetan dengan Nick.
Dia bilang sesuatu padamu?
Dia senang melihatnya.
Apa itu?
Membuatku kesal saja.
Astaga, sepi.
Ya, ini pedesaan, jelas sepi.
Maksudku, ini sangat sepi.
Tidak pernah sepi seperti ini.
Tidak, aku tahu betul kanguru dan hal semacam itu,
kanguru tak bisa membunuhmu tapi bisa meninjumu.
Lihatlah di Facebook, pernah mengalahkan beruang.
Bajingan bergigi sangar.
Siapa orang ini?
MENANGKAN HADIAHNYA, DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
BJ pasti melakukan sesuatu padanya, iya 'kan?
Aku tidak tahu apa-apa.
Kayaknya kau cukup tertarik menurunkan celananya tadi malam.
Jason, aku sudah minta maaf.
Aku mabuk, dan dia menggodaku, seperti yang dia lakukan sama gadis lainnya.
Tuhan, kau gak tahu, dia selalu memperlakukan kita semena-mena?
Dia berbisa.
Dan kau pria yang baik,
tapi kau harus menghadapinya sendiri.
Apa itu anjing?
Hei!
Astaga, Bec! Kau sedang apa di sini?
Kami mencarimu ke mana-mana.
Ikutlah bersamaku.
Bec?
Ikutlah bersamaku.
Ikuti aku.
Bec? Bec! Bec!
Tuhan!
Cari bantuan!
Carilah bantuan!
Apa yang terjadi?
Kate! Berenang, sayang! Berenang!
Ayo, kau pasti bisa!
Kate! Berenang, Kate!
Ayo!
Berenang!
Kate!
- Kau sangat membantu. - Apa lagi yang harus aku lakukan? Aku tak mau ikut.
Kau tahu, BJ, aku sudah muak denganmu.
Kudengar saranmu, dan semua yang kau katakan.
Sebaiknya dengarkan orang ini, jangan tersinggung.
Ayah?
Apa yang terjadi di sini, Garvey? Benda apa ini?
Apa Richards mau menakut-nakuti adikku, kan?
Richards itu hanyalah masalah kecil untukmu.
Kau tahu yang sedang terjadi, dan menyadarinya.
Tidak. Itu omong kosong.
Itu bukan omong kosong, nak, itu benar.
Kami butuh bantuanmu.
Hei! Kau baik-baik saja?
Tidak. Apa yang dia bicarakan?
Ternyata kakekku seorang kriptozoologis.
Artinya apa?
Seseorang yang meneliti makhluk mitos.
Dan dia mempelajari bunyips.
- Memang kedengarannya gila. - Benar.
Dan kau membawaku kemari dan tidak memberitahuku lagi,
dan berharap aku percaya cerita fantasi ini...
Ini bukan fantasi, nona, tapi kenyataan,
dan jika kau bisa berhenti, kita harus pergi.
Sekarang.
Tak kusangka kau membohongiku.
Sebenarnya, aku bisa percaya.
Kurasa kau tidak akan percaya padaku.
- Brengsek, tidak percaya. - Aku memang idiot.
Bajingan Richards itu pasti ada disana.
Semuanya baik-baik saja?
Siapa orang ini?
Diam, BJ. Ayah, apa yang kau lakukan di sini?
Reuni ini bagus, tapi kita harus pergi dari sini.
Kita tidak akan ke mana-mana.
Halo, Tristan.
Oke, apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Nak, kita harus bicara.
Ayahmu?
Semua baik-baik saja?
Sial!
Aku yakin dia baik-baik saja.
Jika Garvey berkata jujur,
berarti Richards memang ada hubungannya dengan ini.
Dan aku yakin dia ada di rumah sekarang.
Dan jika Garvey gila?
Richards adalah orang tua yang suka berdandan.
Dan dia juga gila.
Betul sekali.
Oke.
Maaf aku tidak menghubungimu selama ini.
Kenapa baru sekarang? Bagaimana kau bisa kenal Richards?
Makhluk inilah...
yang membunuh nenekmu...
dan kakekmu.
Sekarang, yang diinginkan Pak Richards...
menghentikan ini sebelum bisa membunuh lagi.
Dan aku mau membantu karena aku tahu kau ada di sini, Nak.
Baiklah...
Apa itu yang kulihat bersama Rebecca keluar dari air?
Rebecca?
Dia, sahabatku.
Dia, gadis yang selama ini...
- Ada yang lain? - Nick di luar sana bersama Anya,
kau tahu, gadis yang dia kencani, dan Kate,
pacar Jason, dia baru saja ditarik ke dalam air...
- Hei,... - Jangan khawatir, aku akan kembali & memperingatkannya.
Jika Richards ada di sana...
Tak usah mencemaskanku.
Kau pasti punya banyak pertanyaan.
Sepertinya seluruh prosesnya harus dipercepat.
Harus dipercepat?
Pasti ada satu, mungkin saja dua.
Astaga, Sam.
Maksudku, itu sangat sempurna.
Kita masih belum tahu apa yang menimpa Rebecca.
Ada yang tidak beres, kawan.
Mahkluk itu menangkap Kate.
Sekarang semua prajurit bayaran ini,
berpaikan seperti itu dan mengawasi kita.
Tidak ada ID, tidak ada apa-apa.
Tinggal seorang gadis. Kita bisa memancingnya dengan itu.
Oke. Tapi kau harus mengerti, ini sudah direncanakan bertahun-tahun.
Hei...
Kau tahu apa gunanya bagi perusahaan?
Siapa yang bayar orang-orang ini? Dari mana asalnya?
Mereka maunya apa?
Mereka mengujinya, dan mempersenjatainya.
Sebut saja, itu uang yang banyak ketimbang yang bisa kita impikan.
- Semuanya harus melakukan tugasnya. - Oke.
Jadi lakukan tugasmu.
Jadi, kau punya senjata?
Ya.
Ada yang gak beres.
Orang-orang ini...
Jadi...
kalian mau kaya?
Dua amunisi.
Oh iya, terima kasih sudah menjaga keluargaku.
Aku sangat membutuhkannya.
Maksudku bantuan. Tentu saja uang.
Senang mengetahui kalau ada yang masih peduli...
karena Nick tidak peduli.
Tentu.
- Senang bisa membantu. - Tidak, aku serius.
Sangat bagus untuk mengetahui...
Astaga, Tristan, bisa diam gak.
Oke.
Bocah, tinggallah.
- Jadi kau mengerti? - Ya.
- Anya aman? - Tentu.
Anak-anak ini sudah kuberitahukan, mereka akan membantu kita.
Tristan, ada berapa kendaraanmu di sini?
Ada truk lamaku, tapi entah di mana kunci mobil Nick.
- Tidak apa-apa. - Dan senjata ini akan membunuhnya?
Anak buahku akan melumpuhkannya lalu menjaringnya.
Oke, kalian cuma cadangan, jangan ada yang sok jadi pahlawan.
- Kalau begitu temukan Kate? - Kami akan temukan Kate dan Rebecca.
- Ayah. - Sudah pernah menembakkan senjata?
Ya, di video game.
Apa yang terjadi? Ayolah.
Kau harus menelepon Anya, katakan dia dalam bahaya besar.
Suruh kembali ke sini secepatnya.
Oke, jika dia dalam bahaya besar, harusnya aku tak menyuruhnya pergi?
Percayalah.
Kau berhutang padaku.
Saat Ular Pelangi menciptakan Bumi,
dia juga menciptakan satu orang bijak, Biami.
Dia memberinya kekuatan untuk melindungi dunia,
suku, manusia, dan hewan.
Ada yang tidak menyukai ini, kau mengerti?
Dia pergi dan memakan hewan totem suci.
Ini membuat Biami marah.
Biami akan menghukumnya.
Tapi selama pertarungan mereka,
anggota suku ini menjelma jadi roh.
Pria itu menjadi Bunyip.
Bunyip bersumpah akan membalas dendam pada suku...
dan orang-orang di seluruh negeri ini.
Roh jahatnya menguasai semua air...
dan semua billabong.
Akan melahap siapa saja yang pergi ke sana.
Menghabisi siapa saja yang mau menghentikannya.
Tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Jadi mahkluk ini, masih di luar sana?
Selalu ada dan akan terus ada.
Begitulah caranya.
Semua suku dan yang hidup di bawah ketakutan Bunyip,
mereka meminta bantuan dan perlindungan kepada Biami.
Jadi Biami memutuskan mengurung Bunyip di goanya....
di rumahnya, lubang air itu,
selama-lamanya.
Ada 3 wanita mau menguji kekuatan Bunyip...
dan menyelam ke sungai...
Malah bukannya membunuh mereka, melahap mereka,
dia memberinya hadiah hidup yang kekal,
menjadikan mereka miliknya selamanya.
Mereka menjadi roh jahat juga.
Bersembunyi di saluran air.
Dan memikat pria lain, wanita dan anak-anak, menenggelamkan mereka.
Mereka mengizinkan Bunyip meninggalkan gunyahnya.
Itu terjadi lagi.
3 gadis, 2 sudah tersihir olehnya.
Tristan!
Kate!
BJ!
Tristan?
Max?
Hei, sayang.
Menunggu tunanganmu? Bagaimana rencana pernikahanmu?
Sudah kulihat toko pakaianmu. Entah apa yang kau mainkan, tapi biarkan aku pergi.
Halo, Anya.
Sam? Bantu lepaskan ini.
Kau klien Richards.
Inikah rencana besarmu yang kau beritahukan padaku?
- Apa yang terjadi, Ayah? - Tristan, bantu aku!
- Anya! Kau baik saja? - BJ, apa-apaan ini?!
Tristan, diamlah!
Inilah yang disebut lakukan apa yang kau mau.
Gadis itu bukan bagian dari kesepakatan kita.
Ya, aku sering berbohong.
- BJ, kurasa kau harus lepaskan Tristan. - Diam.
- Richard! - BJ, biarkan dia pergi.
Richards, kau dengar? Dia bukan bagian dari kesepakatan ini!
- BJ, biarkan dia pergi! - Bisakah kita fokus?
Ya tuhan, Richards.
Tristan, kau dan temanmu, kembali ke truk.
Selama ini kau membantu keluargaku.
Mana mungkin aku salah menilaimu?
Maksdumu bantuan apa?
Sebelah kanan!
Lepaskan gadis itu.
Apa?
Kau boleh berteriak.
- Masuk. - Jason memukuliku.
Ya, setidaknya salah satu dari kita harus berpikir jernih.
Nanti kita bicarakan kenapa kau membohongiku.
Sial, sial!
- Kurasa kita akan mati. - Kita harus lindungi Anya.
Kita perlu menemukan Bec dan Kate lalu pergi dari sini.
- Semoga beruntung. - Kau juga.
Matikan lampunya.
Ini dia.
Siapa yang melihatnya?!
Astaga.
Itu masih di sini.
Tembak!
Ke sini.
Kena kau.
Kau harus kembali, temukan Jason.
Ya, akan kutemukan.
Itu tidak akan bertahan!
Berikan obat penenang.
Jase! Jase, kau di situ?
Apa aku masih hidup?
Kita harus pergi dari sini.
Taser tidak berfungsi, bahkan tak menembus kulitnya!
Nyalakan listrik!
Tristan!
Syukurlah, kau baik-baik saja!
Tak mungkin terjadi secepat ini. Di mana Richards?
Maafkan aku Aku tidak tahu. Dimana Nick?
Ada api unggun dan orang aborigin dan Richards...
dan ada yang berpakaian seperti itu.
Orang Aborigin? Garvey?
Kayaknya.
Tristan!
Kau lihat apa yang sudah kulakukan?
Aku sudah berbuat lebih dari yang bisa dilakukan orang lain.
Aku melakukannya lebih dari yang pernah dilakukan kakekmu!
Apa yang sudah kau raih?
Kau mengkhianati keluargamu.
Kau tidak tahu apa itu keluarga!
Kurasa itu yang dia tidak ingin kita lihat.
Begitu juga aku!
Oh, sialan! Ayo pergi!
Cepat, masuk ke truk!
Masuk! Pindahkan kakimu!
- Bagus! - Di mana mahkluk itu?
Ah, sial!
Sial, sial, sial, sial!
Ayo pergi!
Cepatlah! Jalan!
Jalan!
Naiklah!
Ayo!
Ayo! Ayo, kau pasti bisa!
Tunggu, kau mau kemana?
BJ! Putar! Kembali!
Hei, Bunyip, sebelah sini!
Hei, sayang.
Ayolah.
Tidak apa-apa.
Brengsek.
Oh, sialan.
Hentikan mobilnya! Hentikan!
Apa-apaan! Kita harus kembali selamatkan Anya!
Serius? Kau lihat yang baru saja dilakukan mahkluk itu?
- Kau bercanda? - Kita kembali kesana!
Aku sudah muak dengan omong kosongmu!
Dan kita tak akan pergi tanpa Kate, Bec dan Anya, mengerti?
Sekarang, kembali ke truk dan berbalik!
- Baiklah. - Ayo!
Baiklah, baik!
Ayo!
BJ!
BJ, apapun yang kau lakukan, jangan berbalik arah!
Jalan, cepat!
BJ!
Cepat!
Ah, sial!
BJ! Cepatlah!
Brengsek!
Tunggu sebentar!
- Tunggu! - Jalan!
- Tunggu! - Sial!
Tidak!
Tristan!
Tristan!
Jase!
Tristan!
Astaga.
Jase. Jase!
Menjauhlah dariku!
Menjauhlah!
Max. Kau baik-baik saja?
Trist, kau di sini?
Tristan!
Anya?
Ada orang?
Sialan.
Anya?
Hei... BJ.
BJ?
Tris...
- Mereka tidak ada. - Di mana gadis terakhir itu?
Dia bukan gadis terakhir!
Dia saudaraku.
Jika Bunyip sudah selesaikan ritualnya, gadismu akan jadi roh jahat,
tidak akan ada yang bisa kita lakukan, suku, siapa pun itu.
Dia akan mendatangkan malapetaka di seluruh negeri ini.
Kalian semua harus tahu bagaimana rasanya....
menyerahkan sesuatu yang kau cintai demi kebaikan orang banyak.
Kau berpura-pura baik, ayo!
Sam, lepaskan aku!
Waktu kita tak banyak.
Oh, tidak...
Tidak....!
Tidak, tolong!
Tidak!
Tristan!
Kumohon! Oh tidak!
Ayo, bangun-bangun.
Kau baik baik saja. Tahu kau ada dimana?
Kenapa kau lakukan ini?
Banyak yang mau bayar mahal makhluk ini.
Kau lakukan semua ini demi uang?
Kukorbankan semuanya demi mendapatkan itu.
Kujebak BJ. Kalian perempuan, adalah umpannya.
Aku membawa Richards. Aku membunuh Clyde.
Aku membunuh Clyde.
Hei, Sam, persetan denganmu.
Di sinilah kami menemukan kakekmu.
Apa itu yang membunuhnya?
Bunyip ada di sana malam itu, tapi...
kakekmu meninggal karena luka tembak.
Sam.
Bajingan itu.
Temukan adikmu, gadis itu,
pria itu, kuberi kau waktu.
Waktu untuk apa?
Saatnya aku memancing Bunyip kembali ke guanya.
Bec! Becca, sayang!
Ambil ini.
Dan ini.
Dua potong tanah liat dan sebuah tongkat?
Senjata kuno.
Kami menggunakannya untuk upacara dan masalah seperti ini.
Kate! Kate, bagaimana ini?
Sial!
Sudah dimulai.
Ritual.
Apa? Kok bisa tahu?
Lewat sini.
Sam.
Nick.
Tidak! Anya!
Dia sudah mati,
tapi kematiannya tidak akan sia-sia.
Tidak! Tidak, jangan bunuh dia, jangan! Jangan!
Dia sudah mati.
Bunyip, masih ingat aku?
Bertemu lagi.
Anya!
Ayo!
Bawa gadis-gadis itu pergi.
Sekarang!
Anya, ayo!
Sial!
- Ayo. - Ayo pergi.
Ayo. Pergi!
Pergi, cepat!
- Sial! - Ada apa?
- Sam sudah tiada. - Oh, baguslah.
Itu tidak masalah. Kalian baik-baik saja?
Kita akan aman jika kita keluar dari sini.
Ambil ini.
Kita harus pergi, sekarang!
Hati-hati. Jaga mereka.
Kau gak ikut? / Tristan masih di sana bersama mahkluk itu dan Sam.
- Aku gak yakin Sam mampu melakukan ini. - Aku bisa.
Makanya kau ke kota.
Kutemui kau di rumah, oke?
Aku mencintaimu.
Pergi.
Anya, ayo!
Ayo!
Ayo!
Nick!
Trist?
Syukurlah. Kau baik-baik saja, kawan?
Bertahanlah.
Yakin kau baik-baik saja?
Nick, Nick...
Aku tahu kau akan selamatkan kami... Nick.
Ternyata itu kau....
Nanti saja, oke? Ayo kita keluar.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Sial!
Ayo, kita pergi. Cepat.
Nick!
Aku tahu itu sakit, kan?
Sialan!
Dia menembakmu.
Ayo, Nick. Lebih baik mati berlumuran darah..
daripada berlumuran kotoranmu.
Baiklah, lurus saja ke terowongan, itu jalan keluarnya.
Anya dan gadis2 itu menuju ke rumahmu.
Baiklah? Sampai ketemu di rumah.
- Ayo, Nick! - Kau bercanda?
Aku tidak akan meninggalkanmu seperti ini.
Ini tidak akan berakhir sampai aku menghentikannya.
Kau tak bisa...
Tristan, biarkan saja. Tolong. Pergilah.
Kumohon.
Tristan, ayo!
Nick!
Sampai ketemu lagi di rumah?
Ayo.
Sampaikan perpisahan ke teman-temanmu.
Kau mau kemana?
Tidak!
Nick!
DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA
Jangan pernah lupakan roh jahat itu.
Jika kau menjelajahi sungai itu sendirian...
kau akan melihat sosok hitam di dalam air, mendengar teriakannya,
atau mendengar hewan-hewan di tanah yang luas sepi ini,
Kusarankan berhati-hatilah...
Bunyip masih di luar sana.
MENANGKAN HADIAHNYA, DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.