Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle bY iQIYI Ripped == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
Posisi pertama.
Bagaimana kakimu? Tak apa?
Aku menari tadi malam, bukan?
Karena itu, aku mau tahu apakah memburuk.
Jangan khawatir.
Ada apa? Kau menyukaiku?
Apa kau gila?
Selesai.
- Coba kulihat. - Lihat.
- Itu dia. - Siapa dia?
Bukankah dia gadis yang kemarin? Memalukan sekali.
- Aku jijik. - Aku jijik.
Kau tahu, gadis yang pria itu nyanyikan semalam.
Kudengar pia itu sudah menggodanya sejak awal semester.
- Benarkah? - Benarkah?
Tapi mereka masih belum berkencan?
- Pelukan kaku. Ini gila. Aku jijik. - Aku jijik.
Ja-rim.
Ja-rim. Ada apa?
Aku hanya agak lelah.
- Hei, Yang Min-ji. Mari berfoto. - Baiklah.
- Itu dia. Gadis pelukan kaku. - Itu palsu, 'kan?
Ja-rim. Minumlah ini dalam perjalanan.
Jika itu aku, aku tidak akan bisa bersekolah.
- Aku akan keluar. - Aku akan bolos sekolah.
- Kau akan keluar? - Aku akan keluar.
Ini sangat memalukan.
Astaga.
Lihat mereka.
- Pelukan kaku? - Ya, semalam...
[Episode 5, Jangan Bersimpati Denganku]
[Masa laluku yang memalukan]
Teman-teman.
Ja-rim dingin kepadaku sejak acara bakat itu.
[SMA Informasi Isam]
Hai, Ja-rim.
Hai.
Apa menurutmu
aku berbuat salah saat retret?
Kurasa tidak ada yang berubah.
Sikapnya memang dingin.
Kurasa dia berubah 360 derajat.
- Benar, bukan? - Itu artinya dia sama saja, Bodoh.
Ada yang berbeda.
Setidaknya 2 derajat Celsius lebih dingin.
Lantas, perbedaannya tidak banyak.
Perbedaan 2 derajat Celsius bisa membekukan es.
Aku merasa seperti berjalan di atas es tipis.
Tidak, aku yakin bukan begitu.
Aku melihat Wang Ja-rim saat kau bernyanyi.
Aku bisa langsung merasakannya. Aku berpikir, "Permainan berakhir."
"Jika dia mengajaknya berkencan, Ja-rim pasti akan setuju."
Wajahnya menunjukkan itu.
Tapi
sulit memercayai opinimu jika kau saja belum pernah berkencan.
Hei.
Meski tak pernah berkencan, aku tetap manusia.
Itu sentimentalitas dasar yang bahkan aku saja punya.
Itu lumayan.
Itu tidak apa-apa, tapi...
Jadi, kapan kalian akan mulai berkencan?
Siapa bilang kami akan berkencan?
Anak-anak di kelas lain pikir
kalian sudah berkencan karena dia menyanyikan lagu.
Jujur, bukankah kau suka cara Gong Ju-young menyanyi?
Apa maksudmu?
Aku bisa tahu dari raut wajahmu.
Haruskah aku bermain piano dengan wajahmu?
Sejujurnya, suasananya cukup bagus.
Mungkin instruktur rekreasi merusak segalanya.
Aku tahu.
Jika bukan karena instruktur rekreasi yang aneh itu...
Karena reaksinya berlebihan,
Ja-rim merasa sangat risi.
Kau juga berperan.
Apa ini? Dasar bodoh.
Itu karena aku
merasa harus melakukan sesuatu agar Ja-rim bisa turun panggung.
Kurasa itu tidak masalah.
Itu penuh sopan santun.
Bukankah sopan santun jika dia tidak mengangkat tangan?
Hei. Para gadis menyukai hal-hal kecil ini.
Lihat.
Kau mau ke mana?
Kau sudah gila?
Apa yang kau lakukan?
Dia sangat membencinya?
Tidak, gadis itu membencinya karena itu Kim Byung-hoon.
Berhenti pura-pura tidak suka. Kau bilang begitu,
tapi baik kepadanya.
- Aku melihat semuanya. - Apa yang kau lihat?
Kau menyeka sebutir nasi dari wajah Gong Ju-young saat retret.
- Apa? - Astaga.
Kau memberinya tanda.
Apa maksudmu?
Dia tampak kotor, jadi, kuseka.
Kau bisa saja menyuruh dia menyekanya sendiri.
Kau tidak tahu isi pikiran Ja-rim,
[Ruang Kelas Musik]
jadi, berhentilah murung dan awasi situasinya.
- Aku yakin begitu, bukan? - Benar.
- Aku frustrasi, jadi, aku menghubungi. - Kupikir tidak apa-apa.
[Ruang Kelas Musik]
Itu suara Ja-rim.
Astaga. Jika begini, kau akan mulai berkencan karena frustrasi.
Jika dipikir-pikir,
kau tak pernah bilang langsung bahwa kau tidak menyukainya.
Kau benar.
Aku penasaran. Kenapa kau tidak bisa memutus hubungan dengannya?
Begini,
aku merasa kasihan kepadanya.
Sedang apa kau, Ju-young?
Astaga, kau andal bermain piano.
[Ruang Kelas Musik]
Jika melihat grafik ini, jarak antara X adalah...
[Benar. Kini semuanya masuk akal.]
[Saat kali pertama bertemu dengannya,]
[di hari hujan,]
[dan saat dia menyeka nasi dari wajahku...]
[Itu semua bagian dari delusiku.]
[Gong Ju-young.]
[Bagi Ja-rim, aku hanya pria yang menyedihkan.]
- Gong Ju-young! - Ya?
Ya?
Bapak memanggilmu tiga kali. Fokuslah pada kelas.
Berdiri di belakang.
Bapak mengasihaniku juga?
Bapak bisa saja menyuruhku posisi push-up dan mengangkat kaki,
tapi Bapak hanya menyuruhku berdiri.
Jadi, lewat rumus dan persamaan kuadrat,
kalian bisa menghitung parabola air saat keluar dari air mancur.
Buat parabola yang benar dengan kakimu.
Aku lapar. Kalian mau mampir makan tteokbokki di perjalanan?
Kau tidak mau memakai pakaian pendek di musim panas?
Aku bahkan tidak punya uang.
[SMA Informasi Isam]
Kau bisa mengurangi uang yang kau habiskan untuk makan.
Kau genius.
Gong Ju-young.
Hai.
Ada apa dengannya? Dia bersikap aneh.
Tumben sekali dia begitu.
Biasanya dia menghampirimu
dan bilang "Ja-rim, Ja-rim" seperti anak anjing.
Senang rasanya tak terganggu.
Dia mendengarmu.
- Apa? - Saat kau bilang dia menyedihkan.
Kau benar. Pasti begitu.
Kau membiarkannya begitu saja? Kurasa kau menyakiti perasaannya.
[Toserba Hanareum]
Selamat datang.
Gong Ju-young!
Hei. Berhenti di sana.
Ada apa?
Kau mendengar perkataanku di ruang musik?
Aku tidak mengerti maksudmu.
Kau mendengarnya.
Ya, maafkan aku.
Aku menyedihkan, dan aku menguping.
- Aku tidak berusaha menuduhmu... - Berhenti.
Berhentilah mengasihaniku.
Kenapa kau tertawa?
Kakak menjadi selebritas.
[Apa itu?]
[Apa itu pelukan?]
[Yang Min]
[Ya, aku baru lihat. Kurasa anak sekolah yang mengunggahnya.]
[Astaga, bahkan tanpa bertanya?]
[Vegeta]
[Mereka gila? Mereka bahkan tak dapat izin.]
[Haemin Sunim]
[A-rong]
[Kau akan tetap diam? Ayo lakukan besok.]
Astaga.
A-ram. Ada pria juga di sini.
Siapa yang peduli? Kau juga buka baju saat kepanasan
Jika melakukan itu, akan kupanggil kau kakak.
Jika kau punya waktu bicara omong kosong, pukul samsaknya sekali lagi.
Pertandinganmu pekan depan.
Astaga, pertandingan daerah bukan apa-apa.
Aku sangat kuat.
Pergilah selagi aku masih baik.
Enyahlah.
[Kita harus cari tahu orangnya dan suruh dia menghapusnya.]
[Aku akan menanyai anak-anak di kelas lain.]
[Aku juga akan menanyakan Jin-hee dan Hye-eun.]
[Terima kasih.]
Kau Gong Ju-young, bukan?
Siapa kau?
Kau penyanyi yang hebat. Aku melihatmu di YouTube.
- Apa? - Bisakah kau
meminjamkan ponselmu?
- Kenapa? - Punyaku hilang. Mau kutelepon.
Pinjami aku sebentar.
Jawablah saat aku meneleponmu.
[Jang Hae-ri]
Selamat pagi.
Kau menyapaku karena aku tampak menyedihkan?
Apa maksudmu?
Lupakan saja.
Bu.
Anda memberiku banyak makanan karena mengasihaniku?
Ini. Terima kasih sudah meminjamkannya.
Apa kau
memberiku catatan ini karena mengasihaniku?
Apa maksudmu? Ini catatanmu.
Kenapa kau menatapku seolah-olah aku menyedihkan?
Sudah cukup. Aku bisa gila.
Hei, Gong Ju-young. Kau harus melihat ini.
[Apa itu pelukan?]
Astaga. Apa ini?
Dia merekam orang lain dan menghasilkan uang.
Dia di Kelas 6.
Wang Ja-rim baru saja mengonfrontasinya.
Kau tidak mau pergi?
Ini juga tentangmu.
Bagaimana bisa pria menyedihkan sepertiku membantu?
Astaga, dia benar-benar sudah gila.
Kau pria sama yang menghilang demi Ja-rim?
Apa pun yang kulakukan, aku hanya pria menyedihkan baginya.
- Aku hanya... - Sial!
Kenapa terus bilang kau menyedihkan? Menyebalkan sekali!
Aku tahu!
Dia benar-benar gila.
Astaga.
Kalian pergi tanpa aku karena aku terlihat menyedihkan?
- Astaga. - Astaga.
Astaga. Kau ingin aku menghapus apa?
Aku merekamnya agar bisa melakukan apa pun dengan itu.
Orang yang direkam tidak ingin itu diunggah.
Bagaimana dengan hak foto?
Kau sombong sekali.
Kau kira kau selebritas?
Semua orang punya hak foto.
Jika tidak dihapus, kulaporkan ke Google dan suruh mereka menghapusnya.
Kenapa kau melapor ke Google padahal aku mengunggahnya di YouTube?
YouTube punya Google, Bodoh.
- Sial. - Hei.
Apa? Apa yang akan kau lakukan?
Bicaralah denganku.
Jika tidak dihapus, aku bisa melapor dan minta mereka menghapus akunmu.
Aku bisa menghentikan akunmu di YouTube.
Sial! Kalau begitu, laporkan aku.
Itu bukan masalah besar, tapi kau membuat keributan.
Kau melakukan hal yang menarik perhatian, kenapa mengkritikku?
Kau...
Ayo.
Apa maumu?
Tunggu, bukankah kau Pelukan Kaku?
Ya, kau pria yang mengunggah videonya, bukan?
Hapus itu.
Memangnya kau siapa bisa dapat uang dari urusan orang lain?
Hei. Tenanglah.
Baiklah. Akan kuhapus.
Kau mengasihaniku juga?
Apa maksudmu?
[Surga Gimbap]
Ini lezat.
Kau melakukan hal yang menarik perhatian, lalu kenapa mengkritikku?
Cobalah.
Ini enak.
Apa ini? Videonya sudah dihapus.
Benarkah?
Kurasa dia tertekan.
Lihat. Dia menghapusnya.
["Pencari Perhatian di Sekolahku yang Membuat Retret Jadi Komedi"]
Sudah tidak ada lagi.
[Sabtu]
[Lee Gang]
[12 panggilan terlewat]
[Lee Gang]
[Lee Kyung-woo]
- Ada apa? [- Kau di rumah?]
Ya, kenapa?
Bisakah kau mampir ke rumah Ju-young
dan pastikan dia baik-baik saja?
Kenapa?
Kau yang paling dekat dengannya.
Dia tak menjawab telepon sepanjang pagi.
Dia agak aneh belakangan ini.
[Dia pasti baik-baik saja.]
Kau hanya perlu membunyikan bel pintunya.
Aku tidak mau. Kurasa lebih aneh jika aku pergi.
Kau kejam sekali. Baiklah.
Hei, Gong Ju-young.
[Aku menyedihkan.]
[Aku menunjukkan sisi diriku yang paling menyedihkan.]
[Aku tidak menginginkan rasa simpatinya lagi.]
Kenapa kau melarikan diri?
Apa? Kenapa kau mengikutiku?
Jangan ganggu pria menyedihkan ini.
Jangan ganggu aku
agar aku bisa hidup dengan tenang.
Astaga. Diamlah.
Kau tidak menyedihkan. Kau membuatku kesal, berhenti menangis.
Aku tidak mengasihanimu sama sekali.
Aku bukan mentraktirmu makan karena mengasihanimu.
Aku mau membalasmu untuk sabun wajahku saat retret.
Astaga.
Aku tidak mengasihanimu, jadi, makanlah.
Baiklah.
Dengarkan selagi makan.
- Kubilang dengarkan selagi kau makan. - Baiklah.
Apa yang ingin kukatakan?
Aku tidak bermaksud begitu saat bilang merasa kasihan kepadamu.
Jika itu menyakiti perasaanmu...
Aku...
Lupakan saja.
Aku tidak bermaksud begitu saat mengatakannya, lupakanlah.
Aku tidak menyanyi untuk membuatmu tidak nyaman.
Aku tahu.
Nyanyianmu bagus.
Benarkah?
Apa? Aku andal melakukan apa?
Entahlah. Kau kotor.
Aku Anak Anjing Gong yang menyedihkan.
Guk, guk!
Berhenti beromong kosong dan makanlah.
Baiklah.
Astaga. Kita harus apa sekarang?
Kita harus melaporkannya ke Google.
Kita perlu menelepon mereka? Atau haruskah kirim surel?
Harus melapor dalam bahasa Inggris?
- Entahlah. - Aku akan mengurusnya sekarang.
Lupakan saja.
Aku tidak mau membesar-besarkannya.
Selain itu, kau atlet, jadi, tidak bisa berkelahi.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.