Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Zhao Xian] Aku akan tinggal dirumahmu bersama Ling?
Dia tidak tinggal di rumahku. Dia punya rumah sendiri dengan banyak pegawai.
Layaknya Tuan Puteri.
Apakah kau masih menari dengannya?
Selalu.
- Aku kebelet. - Pipis atau berak?
- Pipis. - Berhenti.
- Kenapa? - Dia kebelet pipis.
- Bawa dia. - Sekarang giliranmu.
Bukan dengan hitunganku.
Hey, hey. Pandangan mata ke pohon.
Apakah kita hampir sampai?
Apa yang aku bilang kemarin?
Kau akan tahu ketika kau berada di sana.
Hal yang sama berlaku hari ini.
Apa yang kau pegang itu?
Belalangku.
Dimana dia?
Dia telah mati.
Maafkan aku.
- Jalan! Sekarang!
- Apa kau melihatnya? - Tidak.
Kita sudah menunggang seharian. Kita harus berhenti. Beristirahat.
Dia ada di luar sana.
Dan dia muncul kapan saja.
Bagaimana dia menemukan kita?
Tetap tinggal.
Tanya saja padanya.
Kena sisi lain.
Anakku akan kembali dengan targetmu.
Orus adalah anak yang baik-baik. Ada kelayakan Khanate dalam dirinya.
Mungkin bahkan lebih siap daripada kamu, Kaidu.
Aku suka disaat kau sulit berbicara.
Membuat seolah-olah kau tampak memiliki otot untuk kembali ke atas.
Tapi kau dan aku dan semua orang di sekitar kita tahu yang terbaik.
Kami tahu bagaimana tentaramu meringkuk di lembah selama berminggu-minggu,
..dikelilingi oleh Chagatai.
Dan bagaimana kau menangis untuk minta bantuan di segala arah.
Istana Kubilai di Tolui kah yang menjawab bantuan?
Tidak, itu adalah Istana รgรถdei.
Istanaku.
Tuhan memberikan kenikmatan di Istana รgรถdei.
Di setiap ruang perwakilan di sini ... untuk generasi.
Bagian terbaik dari pemberian nikmat itu, tuan tuan...
Adalah hari, ketika mereka kembali kepadamu.
- Kami seharusnya membuatnya cepat. - [Khutulun] Itu. Terlalu cepat.
Oh, yeah?
Selain itu, tidak ada yang tahu kita pergi.
Hal yang lebih penting ada di tangan.
Ketika semua ini berakhir, kita bisa berburu dan bercinta.
Dan hidup seperti yang kita inginkan.
Kau tak percaya itu?
Seseorang akan kalah. Ayahmu atau aku.
Entah akan melakukannya diam-diam.
Jika ayahku kehilangan kejujurannya, dia akan mendukung Kublai.
Ia percaya di Khanate terlalu banyak yang dipermalukan.
Bukan aku.
Kaidu menjilati sepatu mereka saat kita bicara.
Begitulah cara kerja pemilihan, Kublai.
Kau harus perhatikan strateginya. Mempekerjakan sendiri.
Mereka kepala suku-ku! Punyaku!
Anda mungkin ingin berpura-pura menikmati tamu tamuku.
Aku tidak marah padamu.
Mereka tidak tahu itu.
- Oh, mereka tidak peduli. - Anda harus.
Mungkin anda berlatih politik di sini. Menyebar jasa diantara orang-orang anda sendiri.
- Tentaraku lebih besar darinya. - Oh, berita yang sangat baik.
Kau baik-baik saja ketika perang dengan Ariq.
Jangan bermain bodoh, itu tak pantas.
Bagaimana kau begitu nyaman mengejekku?
Ariq bersekongkol dengan musuh-musuh kita, bisa membahayakan kehidupan pewaris anda.
Dia pantas mati.
Kaidu menantang aturan anda berdasarkan hukum tanah air kita.
Anda tak bisa memenggal kepalanya.
Jika anda melakukannya, legitimasi Khanate anda selamanya akan dipertanyakan.
Rakyat anda akan bertanya-tanya.
Mengapa Kublai Khan Agung begitu takut untuk membiarkan suara mereka didengar.
- Aku tidak takut. - Aku tahu itu.
Sekali lagi, mereka tidak tahu.
Hari yang menyenangkan, uh...
Usaha yang bagus.
[Arban] Untuk menantang kedudukan Khan? Keterlaluan.
Apalagi satu tak bisa dipastikan sebagai Kublai.
Kita perlu jaminan.
Haruskah kami dipihakmu sedangkan kau kalah?
Apa untuk menghentikan dia dari penjagalan, lalu kami harus mendukungmu?
Selain membunuhnya diri kita sendiri, apa mungkin jaminan yang bisa ku berikan?
Tidak ada yang menyarankan itu.
Aku berbohong jika aku mengatakan-
Aku membahas persoalan dengan nyaman di depan anak haram Khan.
Kami tidak tahu di mana loyalitas nya yang bohongan.
Jauh dari mata.
Menyelesaikan. Bagaimana menyegarkan.
Tidak ada rahasia di sini.
Khan tahu dia telah ditantang.
Byamba menyampaikan pesan itu sendiri, seperti anak yang baik.
Dan kembali dengan penerimaan Khan dari tantangan ini.
Kami mendengar tentang kepala-
Setiap Kublai dari dia.
Kau khawatir tentang tidak adanya Nayan dari pihak kita minggu ini.
- Dia adalah paman Khan. - Paman yang loyal.
Ini bukan tentang pilihan satu orang.
Ini tentang masing-masing mengambil sikap untuk apa yang kau percaya.
Tentang menyatukan Mongolia seperti yang Genghis lakukan.
Dan tidak seperti Kurultai terakhir, Aku akan menang atau kalah dengan tulus.
Pasukan Nayan dan dukungan koalisi terlalu besar.
Kita harus tahu, siapa yang berencana untuk kembali.
Arban...
Ayahmu adalah seorang pemabuk yang mengalahkan ibumu dan membawanya secara paksa.
Dia tidak memiliki teman, otak, harga diri.
Apakah ini tentang bagaimana anda mengumpulkan orang?
Apakah ini satu-satunya penyesalan yang keluar dari bibirnya-
...pada akhir kehidupannya yang menyedihkan?
Orang-orang Mongolia oleh si Kublai gemuk sialan diperbolehkan-
Untuk mencuri suara dengan tanpa hukuman.
Sepertinya ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku, bajingan?
Ayahku memang seharusnya terpilih.
Mulutmu hampir tidak kering dari susu ibu pelacurmu.
Selama terakhir Kurultai.
Bidikan yang bagus, Arban.
Kita akan pulang ke Wall segera.
Lalu dia akan dilindungi oleh orang lain.
Kau bilang, tidak akan memilih tempat itu.
- Aku tidak disana. - Tapi kau memiliki papan emas.
Aku akan tetap diburu dan dibunuh.
Setiap malam, aku tidur dengan dibelenggu dan dijaga.
Kau sudah pensiun dan tak dijaga.
Untuk beberapa bulan.
Kau bisa saja memiliki 8 jam untuk memulai arah manapun yang kau pilih.
Dan kau sekarang disini.
Kembalilah ke rumah dengan anak ini. Kau cukup menjaganya jangan sampai ia mati.
Berhenti membuat alasan.
Khan Agung tidak akan turun tangan sendiri untuk membunuh anak.
- Anak-anak Khan mati di tangan Khan. - Itu berbeda.
- Orang miskin dan Pangeran sama. - Itulah perang.
Dan kau sebut apa ini?
Anak laki laki adalah lebih sekedar nilai hidup.
Tergantung pada siapa kau menjualnya.
Tamu istimewa mungkin tidak layak dipenggal kepalanya.
Dan naiklah kuda ke Wall Khan gemukmu.
Tak bisa tidur?
Kau tahu apa yang aku lakukan ketika aku tidak bisa tidur?
Aku menghitung bintang-bintang di langit.
Aku biasanya mendapatkan 73 dan tidak ingat apa-apa, tapi bermimpi sampai matahari terbit.
Kau ingin mencobanya?
Ya.
Baik.
Disana aku selalu memulainya.
Shen.
Itu kau menyebutnya apa? Shen?
Kita memulainya dengan Shen.
Satu, dua...
Tiga, empat,
Lima, enam, tujuh...
Delapan, sembilan...
Pohon perak Karakorum!
Bisa menuangkan semangkuk anggur dari cabang-cabangnya, apa sekarang masih?
Selama aku memerintah Karakorum, air mancur tidak pernah mengalir lagi.
Ayah.
Pangeran Nayan.
Aku belum pernah begitu senang melihat seorang Kristen dalam hidupku.
Kirim hasil rembukannya, Kaidu.
Pergilah padanya.
Memperpanjang undangan.
Aku tidak tahu, apakah suaraku dianggap atau hilang di sana.
Ada banyak bulan antara sekarang dan Kurultai.
Aku mencoba untuk menggulingkan ayahmu. Secara sah.
Tapi tetap..
..ada hal-hal yang jika kau dengar, kau tidak akan suka.
Hal-hal yang kau tak ingin percaya.
Jika kau merasa perlu untuk berbicara, kau datang saja kepadaku, ya?
Ngomong ngomong, Arban layak mendapatkannya.
Aku akan pulang secepat mungkin.
[Orus] Tentu saja Kepala Suku berpikir aku harus menjadi Khan.
Ketika hari-harinya telah habis, siapa lagi yang akan membawa panji ayah selainku?
[Khutulun] Kau dapat kepercayaan yang salah dari Khan.
Aku kuat, tampan, istriku menjerit dari tempat tidur.
Hentikan omonganmu!
Jadilah orang baik. Kita tidak perlu lagi suara berisik.
- Kapan aku pernah buat suara berisiki? - Menginjak batang pohon!
Itu khan dulu.
Dan kau menghancurkan rahang Suren sampai ke otak.
Itu juga dulu.
[Nayan] Selamat datang.
Ini suatu kehormatan bisa menyambut anda ke Karakorum.
Ayahku mengharapkan anda seminggu yang lalu.
Ada banyak yang perlu dilihat antara Cambulac dan di sini.
Bagaimana pernikahannya?
Aku senang walau hanya membayar rasa hormatku kepada Khan-ku.
Dan Tuan Kaidu dari Karakorum ingin memberikan penghormatan kepada anda.
Dia mengundang anda untuk berpesta malam ini.
Aku menolak.
Dia ingin kami meyakinkan anda jika anda tidak mau.
Aku heran, selama ini kau mengancamku, Orus.
Itu bukan ancaman. Ini hanya permohonan.
Harus satu pipi ditampar, berbalik dan menawarkan lainnya.
- Sebuah pelajaran yang baik dalam hidup. - Aku akan menampar, anda akan merasa itu.
Kita perlu mencari jalan untuk membawa anda bersama-sama dengan ayahku.
Aku akan berangkat ziarah dalam waktu 3 hari.
Jika Kaidu ingin petisi untuk dukunganku,
Dia harus datang sendiri ke Kamp-ku...
Dan berlutut...
Kami akan menyampaikan salam anda ke ayah.
- Berapa banyak? - Dua pengendara.
Dan tampaknya mereka membawa anak laki-laki itu.
Bangun.
Bukan kau.
Aku malas melihat hidungmu.
Kerajaan berhutang padamu.
Kami akan membalas budi.
Aku tidak melayani untuk sebuah hadiah.
Bukan, tapi imbalan pasti membantu, hmm?
Terima kasihku Baginda.
Tapi kalau bukan karena bantuan Mei Lin, aku takkan pernah bisa menemukan anak itu.
Hubungan dia masih setia.
Dia rela berdarah demi kekaisaran dan dia menyelamatkan hidupku.
Bawakan padaku kuda dan pedangmu dan aku akan memuji pelacur itu seperti yang kulakukan pada mereka.
Yang aku pinta adalah anda mengizinkan dia untuk bangun dan membayar upeti kepada Khan nya.
Baik.
Bangunlah.
Bayarlah upeti kepadaku.
Khan Yang Agung, Kaisar Suciku...
Kau menghormatiku dengan tugas ini. Aku menghormatimu dengan ...
Kau berbicara tentang kehormatan, namun kau harus ada untuk berbicara.
Dalam kebebasan, kau harus merasa tertiup, kemana arah angin membawamu.
Apakah kau tidak setuju?
Tunjukkan bahwa kau tidak setuju.
Berdiri tegak dan tegas untuk pujian yang layak kau dapatkan.
Pada saat ini aku memintamu untuk tunduk.
Jika kau percaya bahwa kau layak mendapatkannya, jangan tentang permintaanku.
Tunduk!
Sekarang katakan padaku, Marco. Ceritakan padaku tentang China Selatan.
Selatan masih berusaha...
...untuk berdamai dengan tirani masa lalu mereka.
Mereka dalam gelap begitu lama, cahaya bisa menyakiti mata mereka.
Jangan terlalu nyaman disitu kau, anak muda.
Kau pergi begitu saja tanpa bilang hallo?
- Permintaan maaf, Jingim. - Diam dan kemarilah, saudara.
Aku ingin memperkenalkanmu pada pengantin baru.
Puteri Kokachin...
Ini adalah Master Marco Polo.
Master Polo, selamat pulang kembali.
Terima kasih, Tuan Puteri.
Semua yang aku dengar adalah pujian nama baik anda.
Mendapat bayaran Raja tampaknya.
Sangat baik hati.
Kami merindukanmu di pesta pernikahan kami.
Dan aku menyesal ketinggalan itu.
Apa kau sakit?
Aku percaya.
- Bolehkah aku ke tempatku? - Bolehkah aku mengantarmu?
Tidak, mohon... tetaplah kau disini.
Master Polo.
Tuan Puteri.
Dia cukup menarik.
Bijaksana, lucu.
Dia adalah calon Ratu yang hebat.
Mengapa Marco memujimu seperti yang dia lakukan di ruang takhta?
Beberapa orang berpikir cemburu adalah tanda kelemahan.
Aku merasa tersanjung.
Itu tidak dimaksudkan begitu.
Aku tidak suka disimpan dalam gelap.
Aku tidak suka kau menuangkan untukku.
Dia membelaku karena aku pantas mendapatkannya dan dia diperintah untuk sopan.
Sebuah kejutan, dia bisa bertahan selama ini.
Bagaimana jika Khan memenangkan Kurultai?
Kembali ke rencana semula?
Bunuh dia, sekali tampak menang.
Dengan pisau, panah beracun.
Apakah kau tahu perintah penguburan Mongol-
...itu almarhum dibiarkan di udara terbuka,
55 MOVIE SAMARINDAPresents FB >> PUTRA LOC / 08115987168 - 57999AB0
Terkoyak dan terburai perutnya oleh binatang liar.
Dan kemudian berubah menjadi kotoran di padang rumput?
Ada sesuatu yang menarik tentang itu.
Tapi itu terlalu sederhana, hanya membunuh dia.
Lebih baik mengambil segala sesuatu dari dia dulu.
Permaisuri dia, anak anak dia...
Pasukan dia.
Dan akhirnya, kursi emas yang mengerikan yang dia puja di atas segalanya.
Aku ingin melihat Ling.
Apakah kau tidak pernah di ruang takhta sebelumnya?
"Temukan Putera Kaisar, maka aku bisa melihat anakku".
Itu kata-katamu.
Dan aku akan hidup, begitu aku bisa melalui dengan Putera Kaisar.
Jadi kau masih akan melakukannya?
Kau tahu ini selalu menjadi rencana.
Aku tahu.
Jangan biarkan kesopanan di dapat disaat kau melihat putrimu.
Biarkan aku mengurusmu.
Santai saja.
Sibuk Kaidu. Penting Kaidu.
Sangat sulit untuk datang kesini untukmu, Ibu.
Kau yang menempatkan aku disini.
Pohon mengandung obat, kau bilang.
Itu sebuah semangat.
Aku tidak mengatakan begitu, aku hanya ingin tinggal di dalamnya.
Nayan telah menolak untuk datang kepadamu?
Ya.
Sudah tiga hari dia meninggalkan.
Aku tidak akan mengemis dan aku tidak akan membuat janji.
Ini adalah permintaan kehormatan.
Kata kata itu seperti ayahmu.
Bagaimana orang sepertimu mencari yang terburuk
Sedang kau suka mabuk, bisa berguna dan bercita-cita?
Dia mengklaim kehormatan, juga.
Apakah yang menghentikan musuh-musuh kita dari Tolui dari pencuri Khanate?
Apakah itu mengganggumu dan kau selalu mengulangi diri sendiri?
Kau membutuhkan Nayan.
Aku tahu.
Kalau begitu segeralah bertindak.
Pergi dan katakan dan lakukan apa pun untuk mendapatkan dukungannya.
Jalan untuk kembali berkuasa adalah kuat dengan penghinaan.
Jadilah tumpah darah dari keluarga, menggores lutut,
...atau menggores moral kita.
Ketika hari hari kita telah usai...
Moral adalah semua yang berdiri antara kehormatan dan kehinaan bagiku.
Ketidakjelasan adalah jauh lebih buruk setelah kematian.
Aku tidak akan mungkin menjatuhkanmu seperti yang dilakukan ayahmu.
Menjatuhkanku? Atau menjatuhkanmu?
Kita adalah satu dan sama, Nak.
Berapa lama kau bermain-main dengan mereka?
- Berapa jam itu? - Sebelum matahari terbenam.
Hmm ... Kalau begitu beri atau ambil seluruh kehidupan mereka.
Aku membawakanmu hadiah.
Pahlawan Penakluk.
Kesulitan itu jika kau melewatkan acara pernikahan.
Kami hampir tidak kembali.
Kami diserang oleh pelindung Kaisar.
Rumah terasa nyaman.
Dia adalah seorang pejuang yang luar biasa dan memukuli kami dengan mudah.
Ketika dia mengakui pertahananku, dia ragu-ragu.
Pelatihanku membuat dia terkejut.
Tunjukkan padaku.
6 pukulan keselarasan.
Bagaimana menurutmu?
Aku pikir dia terkejut oleh sedihmu yang mencemari tekniknya.
Ada apa?
Ada pelayan untuk itu. Kemari.
- Tanganku basah. - Aku tidak peduli.
Aku mengecewakanmu... Lagi!
Aku percaya dibutuhkan 2 orang untuk melahirkan seorang anak.
Dibutuhkan dua orang untuk membuat seorang anak, salah satu dari kita melahirkan.
Aku hanya mendapatkan bagian yang menyenangkan.
Apa yang akan ibumu katakan nanti?
Apakah itu benar-benar jadi perhatianmu?
Kau menikahiku tidak karena kau mencintaiku.
Itu tidak seperti jika kau diberi perempuan untuk memilih.
Aku dipaksa untukmu.
Dan betapa beruntungnya aku untuk itu.
Kita perlu berpura-pura bahwa kita saling menyukai.
Aku akan menyukaimu.
Berpura-pura bahwa kita memilih satu sama lain.
Kemudian kita akan mencoba lagi.
Apakah kau memikirkan tentang ibuku ketika kita ...
- Mungkin sekali atau dua kali. - Aku tidak tahu mengapa aku bertanya.
Aku benar-benar tidak ingin tahu.
Kau membangkitkan orang mati untuk hidup di dalam roh.
- Tuhan Yang Maha Kasih. - Tuhan Yang Maha Kasih.
Engkau membawa Pengampunan dan Kedamaian untuk para Pendosa.
- Yesus Yang Maha Pengasih. - Yesus Yang Maha Pengasih.
Engkau membawa terang bagi mereka yang dalam kegelapan.
- Tuhan Yang Maha Kasih. - Tuhan Yang Maha Kasih.
Semoga Tuhan mengasihi kita semua dan mengampuni dosa dosa kita.
Dan membawa kita dalam kehidupan yang lestari.
Amien.
Muridku, kita mempunyai tamu.
Saudara Kaidu, ku mohon... Mari gabung bersama kami untuk berdoa.
Aku hanya datang untuk membayar kunjunganmu sebelum makan siangmu dengan Khan.
Sebuah kehormatan.
Apa kau sudah baikan?
Kita sekarang anggota dari istana yang sama.
Kita harus belajar untuk menghidupkan istana bersama-sama.
Aku harap kau mengerti dan menghormati itu.
Kau benar.
Kita semua bisa berubah ditempat ini.
Aku telah melakukan itu.
Dan itu semua karenamu.
Jadi terima kasih, Master Polo.
Ketika aku kembali dari Xiangyang, Aku mencarimu.
Aku datang untukmu.
Dan untungnya, aku sudah pergi.
Nikmati makan siangmu dengan Khan.
- Aku tidak ingin pesimis ... - Tapi ...
Di suatu tempat dalam dinding-dinding ini,
Ada anak laki-laki muda yang berpakaian untuk hari ke depan.
Seorang anak laki-laki. Bukan seorang Kaisar, anak laki-laki. Tak lebih.
- Dan dia milik kita. - Ya, tapi apa yang harus dilakukan dengan kita?
Ayahmu akan menghormatinya sebagai tahanan berharga.
Tentu.
Semakin orang Mongol diingatkan penaklukan Selatan,
Semakin besar kemungkinan mereka memihak Kaidu.
Tidak semua orang orang Mongol, saudara.
Dan kita tidak bisa menakuti dengan pemikiran rendahan.
Kita tidak bisa menyalakan kebencian mereka, tidak sekarang. Disana terlalu banyak yang dipertaruhkan.
Terus gimana? Menyembunyikannya dari pandangan?
Semuanya perjuangan ayah untuk hidup yang telah menyebabkan hal ini.
Ini adalah tanggung jawab kita untuk membimbingnya dari masa lalu dan ke masa depan.
Meremehkan kemenangan tidak sesuai dengan kekuatan ayah.
Mereka menenggelamkan diri.
Ratusan.
Itu di salah satu tikungan dari satu sungai.
Ada ratusan lagi yang lebih suka bertemu Tuhan mereka, daripada bertemu anda.
Selatan tidak aman.
Kau merusak makan siangku.
Kami membebaskan mereka.
Kita telah disambut lebih sebagai penjajah daripada pembebas.
Tentara Mongol masih ditempatkan pada setiap jalan,
Mengklaim menyokong di setiap rumah bordil.
Aku tidak akan menghukum orang orangku demi mengamankan perdamaian.
Atau untuk mengungkapkan dengan pelacur.
Mari pesta ikan.
Apa yang terjadi jika mereka berhenti bunuh diri-
...dan ada kemauan untuk memulai membunuh kita?
Kalau begitu kita membawa kekuatan penuh tentaraku pada mereka.
Jika aku bisa menggulingkan Wall, Aku pasti bisa menggulingkan semangat mereka.
Apa yang akan kita lakukan terhadap Kaisar terakhir mereka?
Rakyatnya ingin dia dibebaskan.
Apakah dia tetap di penjara yang terbuat dari batu atau emas?
Dan orang Mongol tidak peduli tentang anak itu.
Atau masa depan musuh-musuh mereka. Mereka hanya peduli diri mereka sendiri.
Ya biarkan saja.
Mungkin akan lebih bijaksana untuk tidak membuat pertunjukan penangkapannya.
Cukup biarkan dia memudar dari keberadaan.
Tepat.
Sidao tidak akan memenjarakan anda, Khan Agung.
Dia akan mengarak kepala anda di jalan-jalan mereka.
Apa saranmu?
Paradekan kepala Kaisar mereka di jalan-jalan kita.
Kau menyuruhku untuk membunuh anak kecil itu?
Dia bukan sekedar anak kecil, dia adalah simbol-
..dari waktu, dari rakyat, dari cara berpikir.
Dia berharap musuh yang kalah. Dan sementara dia hidup, berharap kehidupan.
Benarkah, Jingim?
Tidak. Tidak benar seluruhnya, Ahmad.
- Biarkan dia memudar dari keberadaan. - Anda tidak bisa membunuhnya.
Aku tidak bisa?
Kaidu telah menantang otoritas anda.
Anda memiliki kesempatan untuk mengirim pesan yang kuat di seluruh Kerajaan.
Tak ada ampunan, tak ada pemenjaraan.
Dia masih anak anak.
Kau hanya melaporkan bahwa Selatan tidak aman.
- Iya. Tapi disana... - Tidak ada tapi tapian.
Bahkan anjing sadar sangat membutuhkan kedisiplinan.
Dan saat ia mencapai itu, ia telah lupa bagaimana kerasnya ia dipukuli.
Aku dipenjarakan, juga,
Tapi kau biarkan aku hidup dan aku telah melayanimu dengan baik.
Anak itu bisa menjadi aset.
Masih tidak mau minum?
Genghis berkata:
"Carikan aku seorang pria yang tidak minum, dan dialah yang akan memimpin tentaraku. "
Apakah kau mengikuti Genghis atau lari dari ayahmu?
Apakah itu membantumu jika aku katakan bahwa ini bukan anggur, tetapi darah Kristus?
Semua alasan bagiku pantang hormat.
Sulit untuk memahami durhaka dan setia.
Aku memiliki kesetiaan, Nayan.
Di matahari, dilangit, di binatang yang ku panggang.
Anak anakku.
Dan siapa menurutmu yang membuat semua hal yang kau bicarakan ini?
Bukan orang yang mengaku aturan ayahnya adalah dari sebuah istana di langit.
Dan kakaknya adalah hantu suci.
Kau sudah membaca tulisan suci.
Apa lagi yang kau tahu?
Ayahku bilang padaku...
Kau tidak akan bisa mendapatkan apa-apa kecuali jika kau meminta untuk itu.
Bijaksana sekali.
Aku membutuhkanmu.
Kau membutuhkan suaraku.
Ya. - Jadi, kenapa aku membutuhkanmu?
Kau akan menjadi teman untuk masa depan Khan.
Kublai adalah keponakanku. Hubungan kami kuat.
Berapa banyak kunjungan yang membuat dia mengizinkan anda-
Sebelum memanfaatkan anda untuk membantai mereka?
Di bawah Khanate-ku, Barat tetap tanpa cedera.
Kau bantu urusanku, Aku bantu urusanmu.
Aku tidak peduli diriku dengan masa depan. Aku hanya dengan apa yang di hadapanku.
Dan orang yang membenci segala sesuatu, itulah aku.
Namun kini aku dimintai bantuan.
Para Kepala Suku ingin tahu siapa yang akan anda dukung.
Haruskah kita membahas konsesi itu?
Sudah ku bilang, aku tidak minum arak.
Aku perlu tahu apa kau bersedia untuk mengakui.
Aku minta maaf karena membuang-buang waktu anda.
Semoga perjalanannya aman, Pangeran Nayan.
Disana ada sebuah Biara, Aku tidak akan memberitahumu di mana.
Aku bisa mengetahuinya, jika aku mau ...
Tapi kau takkan mau, sebab tak akan pernah ada alasan untuk itu.
Aku akan membawanya dia pergi. Pergi dan hilang.
Kenangan yang singkat. Mereka akan lupa.
Dan akhirnya, akan menyerahkan dia.
Dia tidak akan pernah melupakan.
Hidup yang kejam akan menodai pikirannya.
Dia akan bertambah tua, kuat. Dia akan ingat.
Maka ia akan datang untukku.
Kalau begitu, siapa yang akan melindungiku?
Aku.
Selalu. Jika kau menginzinkanku.
Anda lebih baik dari ini, Kublai.
Aku?
Lebih baik dari ini?
Kaulah Sang Khan.
Dan setiap pemerintahan akan berlalu.
Keluar!
- Apa kau melihat Khan? - Ya.
Raja kita berada diruang takhta.
Selamat malam, Master Marco.
Semua kekuatan di dunia-
...dan Yosef, memilih menghabiskan waktunya di tempat ini.
Untuk kenyamanan.
Dia pantas untuk diinjak-injak.
- Sama denganku. - Nah, kau tidak tahu yang lebih baik.
Dan jelas kau tidak ingin.
Ketika aku menghubungimu, dan kau tak lari cepat ke sisiku-
- Aku mulai mempertanyakan loyalitasmu. - Aku sedang sibuk.
- Melakukan apa, membersihkan selokan? - Talang.
- Bergerak di bidang dunia. - Dan kau?
Aku masih berutang pekerjaan terakhir, Akan aku lakukan untuk anda.
Kau percaya terlalu mudah.
Jika aku menghitung di sini, Aku tidak akan membuat rumah.
Dan jika ini adalah satu koin murah ... Aku tahu di mana anda tinggal.
Berapa banyak teman anda di Dinasti Song yang bisa dikumpulkan untuk bekerja denganmu?
Tergantung, kapan, mengapa, dan berapa banyak?
Belum jelas kapan ditentukannya, tapi segera. Secepatnya.
Dan mengapa?
Khan akan membuat keputusan dan dia akan menyesal.
Dan apa yang bisa kita lakukan untuk anda?
Melepaskan engsel pintu neraka.
Kaisar Zhao Xian...
Kau ku hukum mati.
Apa kau mengerti?
Cup, cup.
Diam.
Berhenti!
Lihatlah ... ini belati.
Diletakkan di sini.
Ok?
Ketika aku se usiamu...
Aku banyak melihat orang mati.
Apa anda yang membunuh mereka?
Pada saat itu, aku hanya membunuh kelinci dan kijang.
Mengapa mereka menangis?
Kelinci dan kijang?
Orang-orang yang anda lihat mati itu.
Beberapa dari mereka, ya.
Aku telah melihat orang-orang jahat mati.
Apakah aku orang jahat? Apakah itu sebabnya anda ingin aku mati?
Aku tidak ingin mati.
Tak apa.
Tak apa.
Baiklah.
Sub By: #BabaNaheel
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.