All language subtitles for High.And.Low.The.Worst.Indonesian-WWW.MY-SUBS.CO

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

IG : @muhammadilhamcahyadi Twitter: @m_ilhamcahyadi

Ayo kita maju!

Semuanya!

Semua sudah menunggu, silahkan masuk!

- Seiji, sudah kuundang mereka. - Baguslah.

Tak ada satupun dari mereka yang datang.

- Berapa umur nenek? - 75 tahun.

Waktu berlalu begitu cepat.

Doka, apa kau kini bersekolah di SMA Seiho khusus wanita?

Benar.

Saat ini aku ketua di SMA Seiho khusus wanita.

Hei, Seiji! Namaku bukanlah Doka, namaku Madoka.

Kau mau kubunuh?!

Fujio?

Fujio!

Kurasa kita tidak perlu hadir.

Berisik! Kita ini sudah terlambat.

Sudah kubilang, kita ini sebenarnya mau kemana?

Bukankah sudah aku katakan mau ke pemakaman nenek...

Fujio!

Apa yang kau perbuat?

Kalian tidak berubah sama sekali.

Apa yang sudah kalian perbuat?

Ini karena mereka semua tadi mengejarmu.

Ini semua memang aku yang salah.

Kau mencuri sepeda rongsokan?

Aku hanya meminjamnya sebentar.

Kemudian kakak-kakakmu ini menghajar mereka. Dasar tolol!

Kami hanya ingin menjadi dewasa dengan cara menolong orang lain.

Tolol! Aku tidak bangga dengan pujianmu.

Semuanya, terima kasih sudah hadir hari ini.

- Yuki. - Silahkan di makan.

Aku kangen makanan ini.

- Apa kau ingat makanan ini? - Tentu, ini mentimun bengkok.

Enak sekali.

Fujio?

Yuki, sudah lama tidak bertemu.

Iya, sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?

- Baik-baik saja. - Syukurlah.

- Ini enak sekali. - Ayo makan nasi gulungnya juga.

Sudah lama sekali, saat ini aku juga kelaparan.

Persaudaraan Big Snake memang tak pernah berubah.

Mengapa kau menyebutnya Big Snake?

Kalau Arata, apa kabar dia?

Sebenarnya, baru tadi aku mendengar rumor tentang Arata.

Sepertinya orang lain melihat dia bersama dengan orang asing.

Apa?

Hei, Seiji.

Seiji Kirihara, ayo bermain bersama-sama.

Ayolah.

Kalian lambat sekali.

Hari ini orang tuaku terlambat menjemputku.

Ya, orang tuaku juga.

- Doka. - Madoka!

Sakit sekali.

- Tadi aku bilang Doka. - Sudah kubilang, namaku Madoka.

Arata! Ayolah!

Bibi.

Aku lapar sekali.

Silahkan, ada mentimun disini.

Enak sekali.

- Syukurlah. - Ibu, ayah.

- Ayah. - Apa kalian sudah makan?

- Aku makan burger tadi. - Serius?

Dengarlah.

Dengan benda ini, kalian ber-6 akan selalu bersama selamanya.

Tak ada apapun yang mampu memisahkan kalian.

Kalian bebas melakukan apapun yang kalian mau.

Hadapi semua rintangan dan hidup kalian.

Bibi, terima kasih banyak.

Dengan benda ini, kita akan menjadi sahabat sejati.

Aku akan selalu menjaga kalian.

Kalimat yang bagus, Arata.

Seiji, pendidikanmu bagaimana?

- Selalu peringkat terendah. - Benarkah?

Seiji, dasar pembohong sialan.

Kudengar kau selalu di peringkat teratas di kelasmu.

Benarkah?

Peringkat terbaik di SMA Seiho.

Dia menjadi siswa tercerdas ketimbang siswa yang lainnya.

Kau adalah bintang harapan di persaudaraan tolol ini.

- Pegangan hidup kita. - Harapan kita.

Andalan kita.

- Pegangan hidup kita. - Harapan kita.

Andalan kita.

Harapan di dalam kebodohan kedengarannya aneh sekali.

Oh iya.

- Aku kembali tinggal disini. - Apa?

- Sungguh? - Ya.

Dengan begini, sang bunga Fujio kembali mekar.

Kalau sekolahmu, dimana?

Iya, sudah pasti di SMA Oya.

Aku akan menjadi pemimpin tertinggi di SMA Oya!

Murayama!

Kau masih saja ada disini.

SMA Oya.

Tempat dimana siswa terkuat di wilayah SWORD bagian distrik O berkumpul.

Murayama, pemimpin tertinggi SMA Oya, baru saja memberi ultimatum.

Bahwa untuk kedepannya, siswa lembur tidak boleh ikut campur urusan di wilayah SWORD.

Todoroki tak pernah mau setuju dengan ultimatum sepihak ini.

Siswa lembur menyatakan untuk berperang dengan Murayama.

Kau semakin kuat saja, Todoroki.

- Tadi itu tidak berhasil. - Bukan masalah.

Karena kekalahan Todoroki ini,

siswa lembur mengajukan gencatan senjata kepada siswa magang.

Rasakanlah ini!

Kemudian ultimatum baru ini mulai diterapkan di SMA Oya.

Ultimatum baru bagi siswa lembur di SMA Oya.

Murayama, apa yang telah kau perbuat?

- Jamuo. - Ya.

Beritahu semua orang,

hari ini aku akan membantai Yosuke.

Serius? Kau ingin bertarung?

Kalian sama sekali tidak berubah.

Kenapa kau ada disini?

Fujio.

Bagaimana kabarmu?

Jadi begitu, kau kembali tinggal disini.

Menarik sekali, sangat menarik sekali.

Hei, Jamuo!

Mengapa kau sangat bersemangat sekali?

Ini waktu yang tepat bagimu untuk kembali.

Beritahu aku bagaimana kondisi di SMA ini.

Lagipula, aku hanya 2 minggu saja tinggal disini.

Kurasa kondisi SMA Oya saat ini ialah sedang di masa kejayaannya.

Ditambah lagi, situasinya rumit disini.

Apa yang kau katakan?

Jadi sekarang ini semuanya akan lebih menantang?

Apa kau bersemangat?

Biar kubantai kalian semua.

Akan kubunuh kalian semua.

Tsukasa.

Bisa kau hajar mereka?

Iya, pastinya.

Namun mulai hari ini ada pergantian pemimpin.

Orang ini menjadi pemimpin kita.

Gimana?

Apa yang sudah terjadi?

Ya sudahlah ya.

Salam kenal semuanya!

Apa si culun ini menyapa kita tadi?

Waduh, tolol sekali kau berkata itu tadi.

Hei, kalian semua kemari hanya untuk mau mati?

Aku ini Hanaoka Fujio.

Mulai sekolah di SMA Oya hari ini.

Akan ada banyak tamu yang mencarimu nanti.

Semua masalah ini dimulai dari sini.

Pemimpin tertinggi di SMA Oya ialah Murayama.

Sistem disini terbagi atas siswa lembur dan siswa magang.

Disinilah permasalahannya.

Setelah dia mengultimatumkan bahwa siswa lembur tak boleh ikut campur,

Todoroki mengerahkan semua kekuatannya untuk memimpin semua siswa lembur.

Tapi Todoroki tidak punya aliansi.

Kenapa?

Kenapa?

Kenapa?

Aku juga tak tahu, tapi...

Aku memang tak mau menjadi bawahan Todoroki maupun Murayama.

Tapi dia kan siswa terkuat disini?

Memang dialah yang terkuat.

Bahkan mungkin lebih kuat darimu.

Tapi menjalin sebuah aliansi ialah perkara lain.

Setelah itu...

Setelah itu terjadi kekacauan antar-geng siswa lembur.

Geng Chunchun membuat deklarasi. inilah awal kekacauannya.

Nakagoshi yang memimpin kelas 2, Nakaoka yang memimpin kelas 1.

Dalam waktu singkat, mereka mulai merajai semuanya.

Terus dimana masalahnya?

Geng yang kita lawan tadi namanya geng Yasukiyo.

Geng Yasukiyo?

Fujio, ada anak yang satu perumahan dengan kita,

Yasushi dan Kiyoshi, kau ingat mereka, kan?

Oh, 2 anak ber-kekuatan monster itu?

Mereka bersekolah di SMA Oya sekarang.

Fujio, sudah lama kita tak bertemu.

Apa kalian ingin membantai kami sekarang?

Aku kemari untuk bertarung.

Sekarang ini ialah giliran kami yang bertarung.

Bukankah Shibaman Tsuji sudah menjadi bawahan Todoroki?

Apa kau bilang tadi, bangsat?

Kalian tak sedang merusak kota ini, kan?

Todoroki sedang istirahat sekarang.

Mengurus pecundang seperti kalian, kami saja sudah cukup.

Mantap sekali.

Aku bantai kalian dulu saja.

Mohon maaf?

Semuanya sudah disini. Kita ini kan satu perumahan?

Rasanya, ini seperti tempat nongkrong se-perumahan.

Fujio, lawakanmu garing sekali.

Oh iya, bibi di toko Harazawa sudah meninggal.

Apa?

Kita tidak boleh lagi mempermalukan beliau di sepanjang hidup kita.

Hei, bagaimana bisa Toroki dikalahkan?

Apa? Toroki? Apaan tuh?

Bukankah dia pemimpin kalian?

Baiklah, kalau begitu.

Sampai menunggu Toroki sembuh...

Ayo kita tunjukkan siapa pemimpin tertinggi di SMA ini!

Hei. Siapa kau, bajingan?

Kemarilah.

Hei, ada pelanggan baru disini!

Coba kalahkan aku.

Woy, apa yang kau perbuat?

Yui.

Hei, kau ingin bersenang-senang denganku?

Siapa kau, bajingan?

Woy, bangsat.

Jangan acuhkan aku, bangsat.

Jangan bertindak seperti ayah kepadaku.

Kau baru saja tiba.

Aku tak peduli apa maumu.

Ini semua aku lakukan agar ibu tak bersedih karenamu.

Lepaskan aku, kakak.

Kau sudah lama tidak masuk sekolah.

Kau berencana untuk tidak kembali, kan?

Ini klarinetmu.

Sekali saja, coba mainkan lagi.

Tak ada waktu untuk bersedih, kan?

Terima kasih banyak.

Baiklah, ayo gabung ke klub musik.

- Fujio, itu dia orangnya. - Kau yang bernamaToroki?

Saat matamu sudah pulih,

ayo kita tentukan siapa pemimpin disini.

Salam kenal.

Kau sungguh ingin menjadi pemimpin disini?

Pastinya.

Sudah kubilang, saat matamu itu sudah pulih saja.

Toroki sialan, tiba-tiba menyerangku.

- Jangan khawatir. - Ayolah.

Akan kuhajar kau, paham?

Apa yang kalian lakukan di tempat sempit begini?

- Ha? - Ini toilet tipe satu orang.

Apa yang kau lihat, bajingan?!

Bukankah itu narkoba Red Rum?

Red Rum?

Pernah beredar disini.

Sepertinya akan mulai beredar lagi.

Menghisap ini akan membuatmu teler, kan?

Kalian ini masih siswa kelas 1, kan?

Apa? Red Rum?

Ya, nampaknya mulai beredar lagi.

Sepertinya ada pengedar narkoba di geng siswa lembur.

Mungkinkah ulah perusahaan Kuryu?

Entahlah.

Murayama, apa yang harus kita lakukan?

- Sialan. Ada apa dengan dunia ini? - Murayama.

Aku baru saja dipecat. Mati sajalah aku.

Kawanku, kita akan mati kelaparan jika terus begini.

Murayama, serahkan saja padaku.

Memang apa bisnismu?

Akan aku promosikan kamu ke ayahku.

- Kau bisa begitu? - Pastinya.

Syukurlah.

Namamu Murakami?

Bukan, namaku Murayama!

Siapa yang peduli hal itu?!

Iya.

Sepertinya kau berteman dekat dengan anakku, si Kotaro ya?

Ya.

Jangan salah paham.

Aku tak menerima pekerja yang setengah hati kerjanya.

Siap.

Kotaro ada dimana?

Hei, kemarilah kalian.

Kau mempromosikan aku pada ayahmu, seharusnya kau berada di sampingku tadi.

Aku sudah ketemu dengan beliau.

Aku ber-terima kasih kau sudah melakukan ini, tapi...

Seperitnya aku bakal di pecat lagi, saat aku baru di pecat.

- Bocah ini namanya Murakami. - Ya.

Namaku Murayama.

Murakami sajalah namamu itu.

- Kalian urus dia. - Ya.

- Itu saja. - Namaku Murayama.

Nama lengkapmu siapa?

Yoshiki Murayama.

Kau terlihat lebih tua dariku.

Tapi aku ini seniormu.

- Hormati aku selayaknya. - Ya.

- Apa? - Oh.

- Kau di bagian sana, ikut aku. - Ya.

Oke.

Ha?

Arata?

Hei, Arata.

Ayo pergi.

Mengapa kau tidak hadir di pemakaman bibi?

Mentimun bengkok, kau ingat?

Arata.

Kalian, serahkan barang itu padaku.

Perlihatkan padaku.

Apa ini?

Itu namanya Red Rum.

Arata?

Jadi Arata sekarang pengedar narkoba Red Rum?

Sepertinya begitu.

Di SMA Oya juga sedang ada peredaran Red Rum.

Banyak juga yang bilang di sekolah kami, ada wanita pengedar Red Rum itu.

Sepertinya di semua tempat juga ada.

Mengapa Arata berteman dengan orang seperti itu?

Aku akan menjenguk ibunya Arata besok pagi.

Ayo kita selidiki juga.

Aku akan menghubungi langsung Arata.

- Kalau kau gimana? - Oh, aku.

Aku sedang sibuk dengan penaklukkan SMA ini.

Penaklukkan apanya?

Banyak sekali geng berbahaya di SMA Oya.

Aku harus membantai mereka sekaligus agar mau bergabung denganku.

Lupakanlah, itu hanya perkelahian saja, kan?

Jangan bercanda, aku harus belajar dan belajar.

Karena itulah...

Terima kasih makanannya.

Terima kasih makanannya.

Mengapa kalian menatapku saat mengucapkan itu?!

Tentu saja.

Karena kami masih siswa pelajar.

- Ya, itulah adatnya. - Kaget, bangsat.

Aku harus pulang dulu.

Bahaya sekali bagi pelajar wanita pulang larut malam.

Madoka, jika kau bertemu ibunya Arata, hubungi kami.

Aku paham.

- Yuki, terima kasih banyak. - Ya.

Bocah, tadi itu bahaya sekali.

Hati-hatilah, sialan.

Woy pak tua. Kau sama sekali tak paham ya?

- Akhlakmu jelek. - Sikapmu juga paling buruk.

Sudah kuduga, Madoka-lah yang terkuat di antara kita.

Minta maaf padaku.

- Pastinya. - Jangan begitu lagi...

Jika aku menikahinya, aku tak akan rugi.

Pastinya.

Kau masih tak paham?

Tadi keren sekali saat menghajar dia sekejam itu.

Luar biasa sekali. Pria tadi pasti babak belur.

- Arata, ada apa denganmu? - Apa kau sakit?

Berisik.

Dia pemarah sekali.

Apa kalian semua tahu?

Akan ada hal menarik disini.

Ini serius.

Inilah kenapa tempat ini disebut 'neraka sang pembunuh'.

Menakutkan sekali.

Arata, ini narkobanya.

- Silahkan. - Terima kasih.

Selamat bekerja.

Ya.

Seiji.

Ya, aku paham.

Terima kasih sudah membeli.

Ini penghasilan kita minggu ini.

Harusnya lebih dari ini.

Sulit sekali berhentinya.

Kita bisa menghasilkan 10 kali lebih banyak daripada geng Doubt.

Selama pabrik mereka di runtuhkan, kita tak perlu bantuan perusahaan Kuryu.

Penghasilan yang di dapat oleh Kuryu, tak sebanding dengan hasil Red Rum.

Sebelum mereka mengetahuinya,

kita bereskan dulu semuanya.

Dan juga...

Jika kita jual ke siswa SMA,

penghasilan kita akan berlipat ganda.

Kuserahkan urusan ini pada kalian.

Lakukan sebaik mungkin.

Baiklah.

Siswa SMA berandalan.

Kau jual juga ini ke mereka semua.

Hanya saja,

jika kita terlalu menarik perhatian, justru akan memancing keributan,

Mereka akan tahu kalau geng Kidra-lah pengedarnya.

Kini belum banyak orang mengetahuinya.

Kalau itu terjadi kita hanya tinggalkan kota ini saja.

Jika semuanya memburuk, kita pindahkan ini semua.

Tentunya sesaat sebelum kita tertangkap.

Tapi...

Hei.

Jangan bilang hal ini karena kau ketakutan.

Kita ini,

hanya ingin uang.

Semuanya,

hanya menginginkan uang saja.

Tuan Ken.

Hei.

Sebut namanya dengan benar.

Ada apa?

Narkoba di area prostitusi di hancurkan oleh seseorang.

Aku tak peduli kalian diserang oleh 1-2 orang.

Tapi aku tak mau dengar kabar buruk tadi itu.

Pas sasaran.

Kami ini,

sudah lama sekali,

tidak diremehkan seperti ini.

Hei.

Cepatlah selidiki.

Semuanya cari pelakunya dan tangkap dia.

Siap.

Ayo cepat pergi.

Hei, ayo bergerak.

Kau juga ikut.

Woy!

Geng Yasukiyo bajingan!

Bangsat kalian!

Kalian yang bajingan!

Ha?

Langsung saja! Woy!

Kalian semua hadir?

Apa yang...?

Kalian datang juga.

Hari ini,

penentuan pemimpin tertinggi bagi siswa lembur, kan?

Woy, Murayama?!

Salah.

Matamu terluka ya?

Oh iya, lupa.

Yang melukai matamu itu aku ya?

Kau kalah lagi dengan Murayama?

Hei.

Kamilah yang akan menghajar Murayama.

Wooyy!!

Santai, santai.

Panggil aku tuan Murayama.

Apa dia si Murayama yang terhebat itu?!

Pakai 'tuan' ya?

Ya.

Ha?

Aku ini senior kalian.

Sepertinya saat ini,

diantara kalian,

ada pengedar narkoba Red Rum.

Siapakah pelakunya?

SMA Oya itu bebas narkoba.

Akan kubunuh pelakunya!

Kalau itu...

Di wilayah SWORD juga beredar Red Rum.

Aku juga tahu.

SMA Housen juga punya masalah seperti kita.

SMA Housen?

Betul.

SMA Housen yang berasal dari kota Toarushi.

Kalian tak tahu?

Kalau begitu,

yang akan menjelaskan infonya,

Jamuo sajalah.

Beritahu para bajingan ini.

Oke.

Oke.

Jadi begini,

ada SMA yang siswanya seperti prajurit pembunuh.

Mereka semua,

gaya rambutnya mencolok sekali.

Botak bersih.

Bukan, sebenarnya...

Hampir semua siswanya botak plontos.

SMA Housen ini,

apa sebegitu kuatnya?

Tentu saja.

Terutama saat ini.

SMA Housen sedang dalam performa terbaiknya.

Ooh.

Aku pernah mendengarnya.

Namanya Ozawa Hitoshi, kan?

Tepat sekali.

Ozawa Hitoshi?

Iya.

Siswa terbaik dalam performa bertarung.

Mereka ada 4 orang.

Odajima Yuken.

Sawamura Seiji.

Jinkawa Eimei.

Shida Kenzo.

4 siswa terpandang ini punya julukan nama:

Ozawa Hitoshi.

Atau nama lainnya:

4 kaisar terhormat.

Kalian pasti takut, kan?

Performa bertarung mereka bukanlah apa-apa,

jika dibandingkan dengan pemimpin tertinggi mereka.

Jadi di atas 4 kaisar terhormat ini masih ada lagi yang lebih hebat?

Di tambah lagi, hanya dia

yang bisa mengontrol 4 kaisar ini.

Hanya dia seorang.

Aku tak menyangka ada orang sekuat itu.

Menarik juga.

Ya sudah.

Aku tak peduli pada mereka.

Lebih dari itu,

narkoba Red Rum,

tidak boleh beredar.

Kalian ini hanya siswa lembur.

Urus saja urusan kalian dengan baik.

Perkara Ini akan diambil alih oleh siswa magang.

Kita pergi.

Ya.

Fujio.

Ha?!

Ini aku.

Nakagoshi, alias Gochi.

Kau Goccha, kan?

Ya.

Sekarang ini,

Kami yang memimpin kelas 1 dan 2.

Dia ini kakakku.

Pria ini?

Mulai hari ini,

kami akan beraliansi denganmu, Fujio.

Ha?! Serius?

Sungguh?

Itu bagus sekali, tapi...

Tsukasa!

Iya, boleh.

Todoroki.

Ayolah.

Beri salam semuanya.

Ada hal yang tak kau miliki,

sudah dimiliki olehnya.

Serius?

Kalau begitu.

Salam kenal.

Ya.

Bahkan jika kau mengalahkanku,

bukan berarti semuanya akan tunduk padamu.

Orang ini sungguh kuat.

- Paham? - Sungguh?

Lakukan semampunya, oke?

Baiklah.

Sampai jumpa.

Tunggu sebentar.

Murachi.

Murachi?!

Apa?

Saat aku menjadi pemimpin tertinggi nanti di geng siswa lembur,

maukah kau bertarung denganku?

Beri hormat.

[Pemimpin tertinggi SMA Housen: Ueda Sachio]

Maaf, aku terlambat.

Ternyata benar, ini narkoba Red Rum.

Hei, Sabakan.

Ya.

Masalah ini,

belum terselesaikan.

Maaf.

Kurasa kita perlu menyelidikinya lagi.

Siap.

Serahkan padaku.

Sabakan!

Ya?

Tak akan kubiarkan kau bekerja sendirian.

Tak akan aku biarkan pelakunya bebas di kota ini, paham?

Ya!

Ayo!

Hei, Sabakan.

Kau juga harus melakukan sesuatu,

sebelum kau melapor hal ini ke tuan Sachio...

Uruslah secepatnya.

Oke.

Baiklah.

Kita ikut juga.

Si Sawamura itu...

Aku tak melihatnya hari ini.

Ya.

Aku memintanya untuk menjaga adikku hari ini.

Oh, begitu.

Hei.

Kita juga pergi.

Tidak, tidak.

Tuan Sachio.

Masalah si Nanamori pasti akan segera terselesaikan.

Kalian kemarilah!

Ya!

Tuan Sachio.

Maafkan kami.

Maafkan kami.

Meski kau sudah memperingati kami.

Mereka semua orang tolol.

Maafkan kami.

Maafkan kami.

Masalah di sekolah lain saja bisa kami atasi.

Namun sebaliknya,

kalau masalah Nanamori ini,

Pemimpin tertinggi kita, Sachio, tak akan punya muka lagi untuk menghadap kita.

Jika kalian sudah paham...

Hei.

Yang sudah terjadi, biarkan saja.

Yang terpenting kini masalah selanjutnya.

Biar aku urus sendiri.

Aku saja yang menyelidikinya.

Tuan Sachio...

Kalian semua tidak usah ikut campur.

Aku akan hadapi sendirian.

Jangan khawatir begitu.

Saat seseorang yang disayangi Sachio sedang terkena masalah,

dia tidak akan tinggal diam saja.

Jadi kau direkam saat mencoba narkoba itu?

Kau ini tolol sekali!

Apa kita bisa tenang setelah menghisap narkoba itu?

Aku telan.

Kemudian kau langsung saja menelannya?

Jadi kau membeli Red Rum tanpa se-pengetahuan orang tuamu?

Ditambah lagi...

Masih ada lagi?

Kurasa aku diintai oleh orang asing.

Setelah masalah narkoba ini,

kemudian ada penguntit pula?!

Apa dia pelakunya?

Woy?!

Bajingan!

Penguntit!

Kakak Madoka!

Kamu, iya kamu.

Aku?

Jangan pura-pura tolol, orang mesum.

Mesum?

Jika kau menyukai Yui,

bertindaklah selayaknya pria sejati dan nyatakan perasaanmu.

Kenapa kau pasang wajah tanpa dosa?

Hei.

Siapa pria yang kemarin dan dimana dia kini?

Kau pikir kenapa kami selalu bisa melacakmu?

Karena kami punya rekamanmu di HP ini.

Woy.

Apa?

Siapa kau?

Jadi kalian pengintai wanita ini?

Jangan bertingkah sok pria sejati.

Hei.

Dia pelakunya?

Bukan.

Pelakunya jauh lebih tampan ketimbang pria ini.

Oh, begitu.

Sialan.

Kau berurusan dengan pria yang salah.

Yui.

Kau tak apa-apa?

Kalian semua,

kalian yang merekam Yui, kan?

Merekam?

Apa-apaan ini?

Bukankah itu perkelahian?

Cepat telepon polisi.

Apa kau siswa dari SMA Housen?

Eh?

Celanamu itu seragam khusus SMA Housen.

SMA Housen?

Minami!

Ayo pergi dari sini.

Aku akan mengingat kalian semua.

Kemarilah.

Kemarilah.

Kemarilah.

Kemarilah.

Kesini.

Maaf sudah menunggu lama.

Selamat menikmati.

Ya.

Inilah...

Ya, es puding kue disini adalah yang terenak.

Ayo kita coba.

Hei, Chiharu.

Masaya. Lama sudah kita tak berjumpa.

Woy!

Chiharu!

Siapa bajingan ini?

Teman lamaku dari kampung halamanku.

Teman?

Teman lama!

Aku kesini untuk menemuimu.

Mungkinkah,

kau bersama saudaramu?

Ya.

Itu dia orangnya.

Jangan terlalu takut,

karena saat ini dia tak sedang lapar.

Lihatlah.

Wajahnya memang selalu seperti itu.

Jelek banget, sumpah!

Kalau begitu,

apa yang ingin kau bicarakan?

Ya.

Sebelumnya,

narkoba Red rum beredar disini, kan?

Kau sudah mengetahuinya?

Dia bekerja di bekas pabrik itu sekarang.

Pabriknya?

Benar, kan?

Jika kau mengetahui sesuatu, beri tahu aku.

Narkoba Red rum sebenarnya adalah...

Produk murni dari perusahaan Kuryu.

Perusahaan Kuryu?!

Kemudian...

Geng Doubt yang bertanggung jawab mengedarkannya.

Jadi geng Doubt yang menjadi pengedarnya?

Tidak lagi.

Setelah perang dingin antar-mereka kemarin,

Geng Doubt tak lagi terdengar kabarnya.

Bagaimana dengan pabrik pembuatan Red Rum?

Itu sudah diruntuhkan.

Ya, mereka menghancurkan segalanya.

Tapi...

Kenapa sekarang bisa muncul lagi?

Ya sudah kalau begitu.

Jika kau punya info terbaru, hubungi aku.

Ya.

Maafkan kami.

Sampai jumpa.

Hei.

Semua susunan ini,

sama sekali tidak mirip.

Tapi,

rancangannya memang begini.

Rancangan?

Jika aku bilang salah, pasti salah.

Ada apa disitu?

Mereka bilang ini sudah sesuai rancanganmu, berarti kau tak becus.

Tak usah khawatir.

Jika itu berbeda, rancang ulang lagi.

Baiklah.

Suaramu,

pelan sekali!

Baiklah.

Bagus.

Ayo kita bahas di tempat lain.

Coba tolong diurus yang ini.

Aku urus nanti.

Kau mau kemana?

Aku paham, tadi itu hanya...

Lepaskan aku.

Dengan ini,

aku jadi yakin kalau pekerjamu orang yang jujur.

Lagipula,

selalu saja,

mengapa tak kau serahkan saja hal ini padaku.

Tak apa-apa. Ini memang sudah kebiasaanku.

Adik Muta.

Pak tua itu,

bagi kami dia adalah dewa.

Beliau dulu pernah sama seperti di posisi kita.

Merancang gedung ini sampai seperti ini,

mencari modalnya,

dan juga penggemar makanan Yakitori.

Kemudian akhirnya beliau sampai se-sukses sekarang.

Saat ini,

mulai dari lantai 1 sampai lantai atas,

akan ada banyak disediakan makanan Yakitori.

Gedung ini akan dipenuhi restoran Yakitori.

Sungguh?

Berarti kita ini...

Sedang mendirikan gedung Yakitori?

Bagi orang biasa,

ini terdengar gila, kan?

Ya.

Seperti orang tolol.

Ditambah lagi beliau ini,

dulunya mantan petarung yang kuat.

Nama beliau cukup berpengaruh.

Kau pernah mendengarnya?

Parko and The Dangerous.

Parko.

Namanya jelek sekali.

Sulit dipercaya nama itu...

Hah?

Hai, kalian.

Berjuanglah.

Siap!

Ya.

Gimana?

Kau nyaman disini?

Oh.

Itu...

Belum bisa disebut nyaman sih.

Setelah siswa SMA tamat sekolah,

mereka akan bersikap dewasa dengan cepat.

Semua alumni SMA itu,

saat sudah memiliki mimpi,

saat itulah waktu yang tepat untuk mewujudkan impiannya.

Sekarang...

Setelah selesai bekerja, makanlah Yakiniku yang banyak.

Pak Murayama.

Siap!

Kau tak apa-apa?

Terima kasih banyak.

Hati-hatilah.

Ya.

Terima kasih.

Tangga ini,

sungguh berbahaya sekali.

Ini.

Tidak hanya memberiku plester,

kau juga membelikanku jus.

Itu hadiah untukmu karena membantu nenek itu.

Kemarin nenek yang merawatku sewaktu kecil baru saja meninggal.

Tanpa kusadari, aku sudah lama tak bersama beliau lagi.

Namaku Hanaoka Fujio.

Oh.

Namaku Ueda Sachio.

Oh, begitu.

Kalau begitu,

kupanggil kau Sachi.

Jangan.

Sachi.

Selamat minum.

Indah sekali, kan?

Kau sering kemari?

Tidak.

Tapi saat aku masih kecil.

Oh, begitu.

Ayahku tinggal disini.

Kalau aku,

sering kemari 2 tahun yang lalu.

Pemandangannya indah.

Lebih indah kalau dari atas puncak sini.

Semua tempat yang dibawah jadi terlihat sangat jelas.

Pemandangan dari atas puncak ya?

Apa kau pernah meraih suatu puncak?

Belum.

Aku sedang berusaha untuk itu.

Kalau kamu?

Aku...

Masih belum sampai.

Oh, begitu.

Berarti kita belum ada di puncak.

Berjuanglah, Sachi!

Hei.

Kata 'Sachi' itu, bisa di hentikan tidak?

Permisi, tuan.

Kami mau tutup.

Hai, Cobra.

Ya, maaf-maaf.

Apa kau sibuk?

Bukan!

Bukan karena masalah motor.

Ya.

Saat ini...

Bisakah kau membantuku?

Akhirnya bertemu juga.

Ke kuburan selarut malam ini.

Apa ada masalah yang kau sembunyikan?

Mengapa kau terus saja menghilang?

Nenek Sada selalu bertanya kabarmu.

Karena diantara kita ber-6,

kau selalu menyembunyikan masalah,

dan tidak pernah bercerita...

Berisik!

Apa karena narkoba Red Rum?

Mengapa kamu terlibat bisnis kotor itu?

Arata.

Kapan kau sadar...

Berisik sekali kau!

Aku ini,

tidak seperti yang dulu lagi.

Jangan sok peduli.

Apa yang kalian inginkan?

Kau siswa SMA Oya, kan?

Bangsat.

Karena kalian, bisnis kami hancur.

Bisa tidak, jangan ikut campur?

Rasakan ini!

Sakit sekali.

Syukurlah tuan Sachio sudah mengurusnya.

Ya.

- Minta maaflah. - Maafkan aku.

Kalau begitu,

masalah mengenai Nanamori,

kini sudah terselesaikan ya?

Tuan Sawamura belum mengetahuinya ya?

Siapa kalian, bangsat?

Kami dari SMA Oya.

Hah?

SMA Oya?

Bajingan!

Bajingan!

Sabakan.

Kau...

Tuan Jinkawa!

Mereka,

bukankah siswa SMA kita?

Apa yang kalian lakukan, bangsat?!

Sawamura!

Panggil ambulans!

Kanehira kyoudai?

Ya.

Mereka dari wilayah Sannoh.

Sepertinya,

Kanehira Kyoudai membentuk geng bernama Kidra.

Adik Yo...

Apa adik mengenal mereka?

Sekarang namaku Yo, ya?

Mereka semua itu hanya pengecut saja.

Aku pernah berselisih dengan saudara tertuanya.

Jadi aku buat babak belur saja wajah mereka.

Murayama!

Mereka akan melakukan apapun,

untuk meraih tujuannya.

Mereka bekerja sama.

Bajingan.

Pengecut.

Aku tak suka.

Dasar kakak-adik sialan.

Apa kalian punya masalah dengan Kanehira?

Ya.

Mereka...

Apa namanya?

Narkobanya?

Oh, Red Rum.

Itu dia.

Merekalah pengedarnya.

Wah...

Ini serius?

Apakah Arata bagian dari mereka?

Entahlah!

Berisik.

Pelakunya Kidra ya?

Mengapa kau melamun sendirian?

Bagaimana kondisi Yasushi?

Kenapa?

Kau sudah tahu inti masalahnya.

Terus?

Ya.

Luka dia tidak seberapa, tapi...

Tapi apa?

Pelaku yang menghajar Yasushi,

bukanlah berasal dari kota ini.

Hah?

Kemungkinan mereka adalah...

Fujio.

Ada orang asing datang kemari.

Mereka seperti kumpulan orang berkepala botak.

Hah?

Kemudian,

mereka mengirim pesan ini.

Jamuo.

Ya.

"Kami akan menyingkirkan semua orang yang mengganggu.

Termasuk siswa tolol di SMA Oya.

Besok pagi.

Ayo kita selesaikan urusan kita."

SMA Housen?

SMA Oya pelakunya?

Jika aku tidak salah dengar.

Hei.

Ada apa ini semua?

Mereka salah satu geng terbesar di kotanya,

yang punya anak buah luar biasa kuatnya.

Berarti siswa magang sudah berani mengganggu siswa SMA lainnya ya?

Tapi status mereka tetaplah siswa SMA.

Siswa magang itu...

Sebenarnya sudah tamat SMA.

Maafkan aku.

Pokoknya...

kita tak mungkin melawan siswa magang.

Mustahil, kan?

Jadi semua ini penyebabnya adalah mereka.

Sepertinya mereka menantang kita untuk tawuran.

Baru kali ini mereka menantang kita untuk tawuran.

Baiklah.

Aku sudah tahu siapa semua dalang di balik ini.

Fujio!

Apa maksudnya ini?!

Kiyoshi!

Fujio.

Aku terima tantangan tawurannya.

Apa kau yakin?

Musuh kita ini SMA Housen.

Siapapun lawan tawuran kita,

aku tak peduli siapa mereka.

Teman kita sudah di bantai habis-habisan.

Kalian ikut tawuran ini, kan?

Itu bukan masalah kita.

Teman kita sudah di bantai habis-habisan.

Siswa magang ataupun siswa lembur, aku tak peduli siapa mereka.

Fujio!

Ini bukan hanya lagi urusanmu.

Tapi sudah jadi masalah SMA Oya.

Pemimpin kita memang sudah gila.

Ayo kita hancurkan SMA Oya.

Baiklah, semuanya.

Mari kita bersenang-senang besok.

Hei, jambul ayam.

Kita lupakan dulu masalah kita, oke?

Kalian semuanya.

Persiapkan diri kalian.

Kalau begini,

pemimpin kalian bagaimana?

Luka di matamu itu sudah sembuh, kan?

Toroki.

Karena matamu sudah sembuh,

kita bisa bergabung dulu untuk tawuran besok, kan?

Melawan SMA Housen?

Kau sudah seperti pemimpin tertinggi di SMA Oya.

Semua geng yang ada disana,

jika kau minta untuk ikut tawuran besok,

apa mereka akan setuju?

Sejujurnya aku tidak paham cara agar mereka bersatu.

Jika semua siswa sependapat denganku,

bahkan dengan otak tololku ini,

tak mungkin mereka membiarkanku tawuran sendirian.

Mungkin mereka akan paham.

Kau ini...

Selama ini tak tahu cara tawuran dengan baik dan benar, kan?

Jangan sampai lengah.

Siswa di SMA Housen itu sangat kuat semua.

Kita jangan sampai kalah tawuran besok.

Kita sudah sampai.

Ayo!

Ya!

Toroki...

Setelah ini selesai,

mari kita bertarung.

Matamu sudah sembuh, kan?

Jangan salah paham, bangsat.

Ini hanya masalah narkoba saja.

Kami bukanlah pengedarnya.

Bukankah itu alasannya temanmu di hajar habis-habisan ya?

Apa kau bilang, bangsat?!

Tak ada waktu berdebat, pengecut.

Siapa yang kau sebut pengecut, bangsat?!

Woy.

Sudahlah.

Mereka datang.

Mereka datang.

SMA Housen!

SMA Housen datang!

Sialan.

Buang-buang waktu saja.

Itu si Sachi ya?

Ada apa?

Sachi!

Tak kusangka kau ini dari SMA Housen.

Aku juga terkejut.

Kupikir kemarin...

Kau orang yang baik.

Kalian semua!

Hajar mereka sampai mati!

Hancurkan mereka!

Ayo kita maju!

Semuanya!

Apa-apaan cara bertarung para botak ini?!

Apa-apaan ini, sialan?!

Jumlah mereka terlalu banyak. Bangsat.

Sudah dimulai.

Sudah mulai, woy!

Ini tawuran yang hebat.

Hei, orang sakit.

Bahaya sekali kalau kau ada disini.

Lukaku di sebelah sini, bajingan.

Hah?!

Warna rambut macam apa pula itu, tolol?

Bajingan kau.

Bukankah di sekolahmu ada guru?

Kenapa bisa rambutmu di biarkan tumbuh?

Berisik sekali kalian, bajingan.

Kamu di level yang berbeda daripada siswa lainnya ya?

Mau bertarung denganku, jagoan?

Banyak bacot, sialan.

Kau tolol sekali, bajingan.

Kemarilah, pecundang.

Kesini.

Lihatlah kemari!

Woy.

Siapa pemimpin tertinggi di SMA kalian?

Hah?

Menurutmu siapa, bangsat?

Dilihat dari manapun,

geng botak yang menang.

Ada apa ini?!

Berusahalah

lebih keras lagi, dasar tolol.

Ayo.

Jangan alihkan pandanganmu.

Akan aku hancurkan kau dengan sekali pukul.

Cukup sudah.

Berhentilah main cakar-cakarannya, bocah!

Waktunya pas banget,

kami butuh bantuan siswa magang.

Kami tak butuh kau!

Tak perlu kau ikut campur.

Kami akan memenangkan tawuran ini.

Siswa magang sialan, tidak usah turun tangan!

Ya.

Kau benar.

Lagipula,

tawuran konyol ini,

meskipun dilanjutkan, tak ada hasilnya.

Tuan Sachio.

Tuan Sawamura sudah bangun.

Terus,

yang membantai kita kemarin,

bukanlah dari SMA Oya.

Hentikan.

Hideyoshi.

Dengarlah.

Pengedar narkoba Red Rum,

di wilayah kota Toarushi ataupun wilayah SWORD...

Kidra pelakunya!

Dia tak ada disini.

Kalian semua hanya di adu domba, bocah tolol.

Kidra?!

Apa pula itu?!

Kau juga termasuk musuh kami,

jangan ngomong seenaknya, bajingan!

Seperti yang dia bilang,

kita tak perlu tawuran begini.

Ayo, ayo. Dengarkan si rambut aneh itu.

Tuan Sawamura,

sudah bangun dan juga berkata begitu.

Kalian semua,

ini sudah selesai.

Bubar!

Oke!

Ayo bubar, botak licin.

Kami sudah tahu bahwa bukan kalian pelakunya.

Syukurlah.

Bocah tolol SMA Oya,

terima kasih tawuran konyolnya.

Sekarang pulanglah.

Sachi.

Sungguh pemimpin yang terkuat.

Tahukah kau kalau mereka itu bukanlah SMA yang terkuat?

Eh?

Di kota Toarushi...

Ada SMA yang jauh lebih mengerikan ketimbang SMA Housen.

Namanya SMA Suzuran.

SMA gagak itu ya?

Pemimpin tertingginya ada di kelas 3.

Namanya Lao. Dia adalah raja dari SMA gagak terkuat itu.

Lao?

Bahkan pemimpin tertinggi SMA Housen yang tadi itu,

selalu bertarung 'one on one' dengan si Lao.

Dia tak pernah menang sekalipun.

Si Sachi itu?

Serius?

Luar biasa.

Jangan-jangan...

Kini kita tidak mungkin pula

tawuran dengan SMA Suzuran, kan?

Tapi aku ingin sekali tawuran dengan SMA itu.

Menarik sekali, kan?

Aku penasaran.

Ayo kita bantai SMA Suzuran.

Tunggu.

Jangan main-main, kawan.

Hari ini...

Yah...

Cukuplah ya?

Kalian tawuran dengan SMA Housen,

dan ternyata hanya salah paham saja?

Kalian semua,

tolol tak terkira ya?

Kau sungguh kuat sekali.

Hebat, kan?

Mengapa kau tidak mengajak kami?

Kalian lebih tak terkira lagi tololnya. Ngapain ikut tawuran sama bocah SMA?

Kalian harusnya menasehati mereka dengan baik.

Apa?

Bekerja keraslah,

cari uang yang banyak,

serta wujudkan mimpi kalian dan bahagiakan orang tua kalian.

Itu betul juga.

Oh, begitu.

Hampir saja aku lupa.

Kemudian...

Kalau Seiji, gimana?!

Biasanya kau tak begini.

Wajah dengan luka begitu.

Kau dipukul oleh seseorang, kan?

Kau kan tak bisa berkelahi.

Siapa pelakunya?

Arata.

Maaf.

Saat ini,

aku seharusnya tidak ikut campur urusannya.

Masalah Arata itu...

Apa yang sudah terjadi padanya?

SMA Housen dan SMA Oya,

gampang sekali mereka ditipu.

SMA Oya?

Yang dipikiran mereka, hanya ingin tawuran.

Mereka tolol semua, jadi gampang saja di adu domba.

Karena SMA Oya sudah kalah,

gangguan bisnis kita

juga menghilang begitu saja.

Tidak semua orang di wilayah SWORD itu tolol.

Kita juga harus segera pergi dari wilayah ini.

Arata itu terlilit hutang.

Eh?

Ibunya Arata,

sudah lama dirawat di rumah sakit.

Doka, apa kau merasa kasihan?

Hanya khawatir saja.

Kemudian,

aku bertemu bibinya di rumah sakit.

Hei.

Kau ini,

sejak kapan kau berani mengatur bisnis kami?

SMA Oya maupun SMA Housen,

aku memahami pola pikir mereka semua.

Berbahaya sekali jika...

Setelah itu,

aku baru paham.

Biaya perawatan ibunya itu sangat mahal,

Arata bekerja dengan keras untuk melunasi hutangnya.

Bibinya itu,

sering meminta maaf pada Arata,

kemudian menangis.

Ambillah.

Apa ini?

Gaji terakhir kerjamu.

Sekarang kau dipecat dan pergilah.

Bawa ini,

dan pergi dari sini.

Mohon tunggu sebentar.

Ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita.

Doka...

Jangan bilang kalau...

Bagaimana mungkin aku memberitahu bibinya

tentang bisnis Arata yang sekarang.

Walau begitu,

berarti Arata,

terpaksa melakukannya.

Hajar dia.

Ya.

Bukan seperti itu.

Sepertinya,

karena aku tolol mungkin aku tak begitu paham,

tapi cara yang dia tempuh tetaplah salah.

Apa ini sudah benar adanya?

Ya.

Tak mungkin salah lagi.

Pengintai Yui adalah mereka.

Mereka adalah anggota geng Kidra.

Oh, begitu.

Maafkan aku.

Jika aku siuman lebih awal,

kejadian tawuran konyol itu,

tak mungkin terjadi.

Dasar tolol.

Ini bukanlah salahmu.

Hai, bintang harapan persaudaraan kami.

Apa kau akan kesana?

Biar aku saja yang menjemput Arata.

Kau tak usah khawatir. Terima beres saja.

Belajarlah dengan disiplin.

Mau apa kalian disini?

Wajah kalian bersedih pula.

Kau...

Rencananya akan pergi sendirian, kan?

Jangan begitu.

Itu benar.

Lagipula rasanya,

kau bukan seperti pemimpin kami.

Ditambah lagi,

kita ini bukan orang asing.

Benar sekali.

Mengapa sekarang kau tak mengajakku?

Saat melawan SMA Housen, kau merengek meminta bantuanku.

Kau memelas agar aku ikut.

Ya.

Ayo semuanya!

Biar kami saja yang urus hal ini.

Tidak, tidak.

Aku tak menyetujuinya.

Sebaiknya kita berjuang bersama-sama.

Tuan Sachio.

Bagaimana?

Sachi.

kata 'Sachi' itu...

Bisa di hentikan tidak?

Kemarin,

Siswa goblok di SMA Oya

tawuran dengan siswa tolol di SMA Housen.

Seperti anak bodoh, kan?

Mereka itu memanglah sampah masyarakat.

Iya, aku paham.

Terutama SMA Oya.

Mereka semua tololnya tak terkira.

Namanya juga sampah masyarakat.

Jika mereka semua mati,

kota ini akan lebih bersih.

Apa yang kau lakukan?

Kalian tak pernah mengenal mereka,

jadi jangan ngomong seenaknya.

Ayo semuanya.

Ya.

Buka gerbangnya.

Ya.

Bagaimana ini?

Panggil semuanya.

Semuanya, bawa senjata kalian.

Ya.

Ayo kita bunuh mereka semua.

Ya.

Hanya para pria pengecut,

yang tawuran pakai senjata.

Kau carilah sahabatmu.

Ayo semuanya.

Ya.

Lempar batunya.

Apa-apaan mereka?!

Terima ini, bajingan.

Ada apa

dengan mereka semua?!

Ayo, ayo.

Akan kubunuh kau.

Awas.

Tunggu.

Matilah kalian.

Menyingkir kau dari sana.

Kau tak apa-apa?!

Ayo.

Ya, tentu saja.

Maaf.

Berdirilah, bangsat.

Jamuo.

Kau tak apa-apa?

Kau sehat?

Hei, Fujio!

Ayo dorong.

Oke, ke depan.

Fujio!

Ayo.

Ayo, cepatlah.

Cepat, ayo.

Ayo angkat ini.

Kemarilah.

Angkat.

Jatuhkan.

Banting.

Bagus sekali.

Kalian semua, ayo panjat.

Biar kuperkenalkan pada kalian,

para prajurit pembunuh dari SMA Housen.

Bantai mereka habis-habisan.

Termasuk yang lagi teler.

Panggil Kanehira dan anggota gengnya.

Bunuh para siswa bocah itu.

Buat mereka menyesal.

Akan aku hancurkan berkeping-keping.

Kalian boleh menggila.

Maaf, kalian tidak boleh lewat sini.

Kami datang!

Mataku berkunang-kunang.

Apa kalian tidak apa-apa?

Ya.

Pastinya.

Murayama.

Rambutmu masih saja berwarna biru?!

Kau masih ingat dengan diriku.

Pasti kau tak mungkin lupa padaku,

karena aku pernah membuatmu babak belur.

Waktunya kita semua menggila.

Tak apa-apa.

Sesuai dugaanku, kakak.

Apa kalian siap?

Ya.

Maju kalian semua!

Ya!

Diamlah!

Jatuhlah kau ,bangsat.

Sakit sekali, sialan.

Ngapain kau, bangsat?

Ayo, ayolah. Sialan.

Jangan pakai senjata, pengecut.

Hei, Furuya!

Ini tawuran alumni SMA Oya.

Murayama, pemimpinnya.

Kau bilang tidak ingin terlibat, kan?

Betul juga.

Seki pergi kemana?

Dia sakit perut.

Sakit lagi?

Begitulah.

Ya.

Tahan dia.

Berdirilah, bajingan.

Tunggu dulu, sialan.

Sahabatmu yang kau cari ada disini.

Serahkan mereka ini padaku.

Oke.

Jangan bercanda, sialan.

Namamu Minami, kan?!

Yui itu...

Pernah direkam oleh Minami saat membeli Red Rum.

Direkam?!

Sachio belum tahu mengenai ini.

Pria dengan rambut cepak merah pendek.

Namanya Minami.

Serahkan padaku,

rekamannya.

Arata!

Maafkan aku, pak.

Hei, Arata.

Apa yang kau lakukan?

Arata.

Apa ini?!

Mencari uang haram begini.

Ini bukan urusanmu.

Hah?!

Jika ini masalahmu,

berarti juga masalahku.

Apa yang kau lakukan disini?

Menjemputmu kembali pastinya.

Kau dan Seiji berisik sekali.

Tinjumu sekarang tak se-kuat dulu.

Dogichi bilang kau berkelahi?!

Ya.

Kau ini...

Semua guru disini berharap padamu.

Jika kau bersekolah disini,

kau bisa lulus di universitas ternama Jepang.

Hanya karena masalah sepele saja,

janganlah sampai kau rusak masa depanmu.

Ditambah lagi,

karena temanmu yang di SMA Oya,

kau berubah menjadi...

Pak guru.

Jika kita ingin meraih puncak,

kita harus terus berusaha dan pantang menyerah, kan?

Hah?

Karena itulah semua orang harus berjuang.

Tanpa mengenal waktu.

Jika kita terus begini, mustahil kita meraih puncak.

Sadarlah, Arata.

Apa kau tega?

Kalau kau ingin membantu ibumu, kenapa begini caranya?

Berisik kau!

Mereka mati-matian demi meraih puncak,

terus maju dan bertarung,

demi dirinya sendiri.

Kau mustahil bisa mengerti!

Inilah cara yang kutempuh.

"Jangan bercanda.

Aku pasti akan meraih puncak itu bersamamu."

Begitu katanya.

Jika ini cara yang kau pilih,

Berarti kau ini,

lebih buruk dari sampah.

Tinjumu sama sekali tidak melukaiku.

Kita ini...

Sejak dari kecil selalu di didik oleh nenek Sada.

Disuruh makan mentimun.

Bukankah kita selalu bersama?

Tapi kau tak pernah bercerita apapun tentang masalahmu.

Mereka adalah sahabatku.

Mereka tak punya siapapun.

Tak ada saudara, sanak keluarga atau orang terdekat.

Kau sendiri sudah paham, kan?

Cara ini

adalah kesalahan besar.

Mereka adalah sahabatku.

Mereka bukanlah pengemis maupun sampah masyarakat.

Mereka juga tumbuh dan sehat seperti orang biasanya!

Arata.

Terkadang aku...

Iri sekali dengan cara pertemanan SMA mereka.

Aku ingin bergabung ke...

Hei, Kirihara.

Aku tak apa-apa, pak guru.

Aku tak sedang kehilangan apapun dan akan terus maju.

Demi mencapai puncak.

Disanalah pemandangan yang indah berada.

Ini semua demi mereka juga.

Fujio.

Arata.

Selamat datang kembali.

Selamat datang kembali.

Hah?!

Apa kau bercanda?

Tidak ada lagi.

Ya.

Siswa itu uang jajannya terbatas.

Tidak juga.

Aku dan Seiji tidak seperti itu!

Ya sudah. Kalau memang sudah habis, gimana lagi?

Ya.

Kita juga...

Hanya...

Sudahlah.

3 juta Yen?!

Kalian punya tabungan sebanyak ini?

Kita hanya perlu menabungnya lagi dari awal.

Keren sekali.

Arata.

Seharusnya begini, kan?

Oke.

Ayo kita pulang.

Terima kasih sudah menuruti kemauanku.

Sejak pertama kali kita tawuran,

aku juga yakin hal ini pasti akan terjadi.

High & Low The Worst.

Semuanya.

Aku mengundurkan diri dari SMA Oya.

Kau tak ikut denganku?

Aku ikut.

Rencananya, aku akan ikut dengannya.

Pastinya.

Jika kau ingin pergi,

diskusikan dulu, Murayama.

Jangan mengikutiku.

Kenapa?

Apa? Kalian mau bertarung denganku?

Itu dia.

Sebenarnya,

kami juga ingin menjadi tukang kuli,

Setelah lulus SMA ini.

Maafkan aku, Toroki.

Kau masih sadar?

Kupikir kau akan kalah tadi.

Sepertinya pemimpin tertiggi di SMA Oya,

hanya aku seorang saja yang layak.

Hah?!

Saat kita tawuran dengan SMA Housen,

hanya aku yang mampu berdiri dan bertahan.

Benar, kan?

Berisik.

Pertarungan selanjutnya, aku pasti menang.

Meskipun kau tidak pernah akan menang,

bukanlah masalah bagi mereka.

Kau kalah karena dia bukanlah tandinganmu.

Pastinya.

Pemimpi tertinggi di SMA Oya.

Namanya Fujio. Pemimpin tertinggi di SMA Oya.

Itu pasti terjadi.

Tunggu sebentar.

Menghadap dulu.

Berdiri tegak.

Luruskan...

Beri hormat.

Semuanya.

Terima kasih atas segalanya.

Yosh!

Ayo mulai bekerja.

Terima kasih.

SMA Suzuran.

Itu dia. Ini tempatnya.

Lihatlah.

Pria yang disana.

Dimana?

Yang mana?

Yang itu.

Yang terlihat mengerikan itu.

Dialah rajanya. Lao!

Yang mana sih?

Bajingan kalian.

Bangsat kalian.

Sialan.

Siapa kalian, dasar tolol?

Mereka semua siswa SMA Suzuran.

Sepertinya begitu.

Bagaimana ini?

Habislah kita.

Apa yang harus kita perbuat?

Baiklah.

Kalian berdua...

Lari secepatnya.

Tunggu.

Mau kemana kalian, bangsat?

Mereka masih mengejar kita.

Mohon ampuni kami.

IG: @muhammadilhamcahyadi Twitter: @m_ilhamcahaydi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.