Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
_=Diterjemahkan oleh=_ - B E T E P E -
Tuan Marco. Anda meminta kue asin yang banyak?
Ya. Terima kasih.
Jendral Aruka menyarankan untuk mundur.
Aku memberi perintah kita berbalik dan berperang... seperti bangsa Mongol.
Mongol tidak pernah kalah.
Aku tidak pernah memikirkan hal lain
di hari dan malan belakangan ini.
Perjalanan yang diawali dengan kemenangan jauh lebih pendek.
Kata sejati seperti itu hanya keluar
dari pengalaman pribadi yang baik.
Tinggalkan aku dengan putraku.
Putra kita...
sedang terluka.
Biar aku lihat.
Sebuah bekas luka yang akan selalu mengingatkan aku akan Wuchang...
dan prajurit dan kuda yang gugur disana. Itulah satu"nya luka.
Itu pun akan sirna.
Permaisuri, tolong.
Pergilah ke tabib...
Segera.
Kau akan pergi ke Karakorum... kunjungilah Ariq.
Aku ingin tahu mengapa saudaraku berjanji akan kuda dan pasukannya,
tapi tidak tiba untuk membantu pasukanku.
Seorang kurir kuda dapat menempuh 300...
Kurir kudamu...
melakukan tugas yg baik di Wuchang. Benarkan?
Apa kau bahkan mengirim elang untuk saudaraku?
Tentu saja.
Katakan yang sebenarnya.
Pergi temui tabib, sesuai perintah ibumu.
Bagaimana pajak dari pedagang?
Mereka membayar biaya untuk toko mereka,
dan pajak tinggi untuk tempat yang ramai, pelanggan yang ramai.
Lebih banyak uang, eh?
Apa ada yang pernah tertahan?
Di dalam dinding kekaisaran?
Sangat jarang.
Banyak hal baik yg mereka punya disini.
Penjual itu tahu, mereka menipu upeti,
mereka akan berakhir diluar tembok.
Di Venice, mereka yang tidak memenuhi kewajiban akan dipenjara.
Apa sama dengan di sini?
Tidak, tidak, tidak. Pencuri dicap pencuri.
Diberi tanda, mereka berjuang.
Putra mereka jadi pengemis, istri dan putri mereka jadi tuna susila.
Mereka hidup dari roti amal Nyonya Chabi.
Tapi mereka hidup.
Kadang kala.
Beratnya hukuman ... tidak bagiku untuk mengomentari.
Ini wakil Bupati Yusuf, dan kebijakan sekretarisnya.
Kain apa ini?
Uh, linen.
Jurchen ini membuatnya di Manchuria.
Mereka tidak punya koin tembaga untuk membayar bulan ini.
jadi, aku membolehkan mereka membayar dengan apa yg mereka punya.
Hei. Hei.
Bisakah kita menyingkirkan semut" ini?
Mereka anak"ku.
Mereka mengikutiku seolah aku raja.
Raja induk yang baik, tuan.
Dengan budak Veneziaku, huh? Semut!
Aku suka itu!
Biar aku singkirkan ini.
Terima kasih makan malamnya. Sangat lezat.
Bumbu masak?
Kau ingin membahas bumbu masak?
Pedagang bumbu masak membayar
tiga sepertiga persen.
Dari anggur mereka memperoleh beras...
mereka menghasilkan keuntungan yg besar.
Sehingga, mereka harus membayar kewajiban
Uang tak terhitung untuk Khan!
Apa itu, Sanga?
Huh?
Ini, Marco...
mereka ayat-ayat cinta.
Lihat, aku bepergian untuk mengumpulkan pajak.
Jadi, saat aku pergi...
Aku meninggalkan kata-kata cinta di atas kertas untuk Goland ku.
Supaya dia ingat kalau dia punya suami!
Dan jalur sutra? Apa kita pergi kesana untuk mengumpulkan pajak?
"Kita"? tidak.
Aku yg pergi mengumpulkan. Setelah dua minggu atau lebih..
Kau...
tidak diizinkan pergi keluar Cambulac.
Hmm?
Banyak keajaiban di kota Khan ini.
Hmm?
Jadi, tolong...
jangan membahas ini lagi... karena aku menyukaimu.
Budakku.
Salute!
Harimau terhormat pergi menempuh jarak yang jauh...
dan mulai merasa matanya semakin berat.
Harimau itu merasa semakin ngantuk, kau lihat...
karena dia sudah sangat tua.
Apa dia masih memiliki gigi?
Dia masih punya gigi...
hanya tak lagi tajam.
Dan kemudian, Harimau itu merebahkan tubuhnya dibawah pohon beringin yang besar...
dan tertidur pulas.
Dia bermimpi paling indah tentang jalan panjang yg teduh.
Dan saat dia berjalan turun...
ia tumbuh muda lagi dan mulai hidup baru.
Jadi, ia tertidur selamanya?
Ya.
Tapi semua sahabatnya dihutan merasa senang karenanya.
Lalu mereka teringat harta yang ia tinggalkan.
Kamu, Ling Ling, yang termanis...
harta terbesar yang ayahmu hadiahkan untukku.
Harta yang akan aku simpan selamanya.
Halo, Bunga matahari.
Paman!
Yang paling paman sayang. Lahir ditahun kera.
Oh.
Itulah mengapa kau sangat pintar. Berharga dan pintar.
Pergilah. Perlihatkan anak" hadiah barumu.
Kaisar tidak lama lagi wafat
dan ia telah meminta kehadiran dari permaisuri kekaisaran.
Ini tragedi saat takdir tidak memberikannya
waktu untuk menyaksikan kejatuhan dari Kublai Khan.
Mungkin Dewa Pengasih mengampuninya dari penglihatan yg jauh lebih buruk.
Orang" suatu hari akan menyanyikan lagi tentangku, saudariku.
Jia Sidao, sang perdana menteri yang menaklukkan iblis
dan menyelamatkan dinasti Song.
Aku akan membawa putriku untuk berpisah dengan ayahnya...
dan pada Kekaisaran.
Aku tidak bermaksud untuk mengejutkanmu.
- Apa kamu mengikutiku? - Tidak.
Aku melihatmu dan mendekat.
Apa yang kau lakukan di luar sini?
Aku juga menanyakan hal yg sama.
Tidak ada penduduk Cambulac
cukup bodoh untuk melihat, apalagi bicara padaku.
Apa kau tahu siapa aku?
Aku hanya tahu pelindungmu.
Dan jika Za Bing menemukanmu berada dekat denganku...
ia akan berlari padamu.
Aku percaya kau tidak akan melaporkanku.
Jadi... siapa kamu?
Aku Putri biru dari suku Bayaut.
Kau berjalan seperti seorang Mongol... bukan putri.
Semua wanita Mongol dilahirkan untuk berkuda dan memanah....
Bolehkan aku membantumu?
Tidak.
Aku hanya bersikap sopan.
Sesuatu yg harus diajari pada seorang wanita terhormat sepertimu.
Aku tidak perlu sopan pada orang sepertimu.
Orang seperti aku?
Orang yang berada di bawahku.
Aku akan mengampuni ketidaktahuanmu sesuai kebiasaan di rumah barumu.
Ini bukanlah rumahku.
Banyak orang sebelum kamu yang berpikir yang sama.
Kau bicara berdasarkan pengalaman.
Mengapa kau membayangkan itu?
Aku mengerti maksud perkataanmu.
Jika anda putri dari Suku Bayaut... lalu dimana Ratumu?
Raja mu?
Kau seorang tawanan...
seperti aku.
Aku disini karena bangsawan. Masa depanku berada di istana yg jauh.
Kau budak dari Khan.
Aku tidak sama sepertimu.
Cobalah mengejar, jika kau bisa.
Bukan kau yang akan mengurus ternak, Putri.
Kamu sangat sibuk akhir-akhir ini.
Bagaimana dengan berkudamu?
Kau diam untukku lagi? Hmm?
Darimana aku tahu kuda jenis Mongolia, Tuan?
Dia jenis yang baik dan kuat.
Tidak seperti kuda Eropa... dia tidak perlu istrirahat maupun... dimanjakan.
Bagus.
Karena kamu pergi ke Karakorum hari ini bersama Jingim.
Bawakan padaku laporan, dengan mata segar.
Biar aku lihat, Latin...
cara-cara yang benar di Kerajaan adik ku.
Sesuai keinginamu, Tuan.
Keponakanku.
Paman.
Aku senang kakak tertuaku mengirimmu.
Kita akan menyembelih domba...
dan minum arak.
mari.
kamu berada di jantung negeri dari Raja Genghis sekarang.
Waspadalah, Polo. Perkataanmu bisa membuatmu terbunuh.
Tunggu di luar sini.
Yang ini mereka sebut "Menteri jangkrik..."
berapa banyak pasukan yang bersiap di Wuchang?
Tidak cukup untuk mengalahkan pasukan Mongol...
apa bala bantuan sudah tiba.
Kau tidak menyerang tanpaku?
Aku hampir terbunuh!
Jendral ku, Aruka, telah berpulang ke Langit Biru!
Hujan menghalangi jalan Pasukan Biru.
Kau seharusnya mengirim kabar.
Aku mengirimkannya.
Pengendara terbaikku... Duwa.
Mereka menangkapnya di luar Wuchang.
Mengikat kepalanya di kuda...
lalu membiarkannya pulang.
Tepat langsung menuju ist...
dan putranya.
Boleh aku lihat?
Mereka... binatang yang indah.
Saat kau masih kecil, Aku menamaimu Altai.
Sesuai nama gunung tempat aku dan ayahmu berburu masih kecil.
Kublai berkeras dengan nama Cina. Jingim.
Mengingatkan aku akan artinya.
Emas.
Emas.
Kau adalah emas nya, ponakanku.
Kelak, mereka akan menyebutmu... "Jingim Khan."
Tapi waspadalah...
Kakak ku terlalu percaya pada orang luar.
Persia... dan Cina...
dan segala macam kepercayaan.
Kau dan aku...
darah kita adalah serigala dan rusa.
Membuka pintu bagi orang luar... rahasia akan mereka bocorkan.
Siapa nasrani yang pergi bersamamu?
Pasukan paman terhalang oleh hujan musim semi...
di sebelah timur Volga.
Dia mengirim utusan berkuda...
tapi pemberontak menggagalkannya.
Dimana si orang Latin?
Tuan?
Bagaimana menurutmu dengan Ibukota yang dulu?
Aku melihat saudara Khan Agung tuan rumah yang ramah,
seperti pengeran Jingim laporkan.
Empat istri, ya?
Lima. Dia juga menyimpan selir yang besar...
cukup muda.
Tapi tidak sebesar milikku.
Dan tidak sama memikatnya.
Tentu saja tidak ada perempuan dari Kungurat.
Aku telah melihat pasukan paman, Ayah.
Mereka siap.
Ariq sudah siap untuk membantu penyerangan di Xiangyang.
Tidak akan ada lagi Wuchang yang lain.
Aku takut kuda Ariq tidak akan pernah sampai di Xiangyang.
Bicaralah.
Kuda milik Ariq jumlahnya ribuan, benarkan.
Cukup pass.
Tapi berapa lama berkuda dari Ibukota lama ke Kota benteng?
Tiga minggu. Lewat gurun.
Sebagai putra seorang pedagang...
mereka tidak memiliki persediaan gandum untuk membawa banyak kuda ke Xiangyang.
Gurun sendiri bisa mengurangi setengah dari mereka.
Putraku, Jingim, sudah memutuskan mereka siap pergi berperang.
Mereka siap, ya, Khan agung.
Tapi hanya jika pertempuran dekat dengan rumah.
Apa kau menuduh pamanku,
saudara dari Khan, atas penghianatan?
Aku hanya menggambarkan yang ada, seperti yang telah kulihat.
Yusuf...
kirim pengendara malam untuk memeriksa laporan si Latin.
kau tidak akan mendapatkan keuntungan dari cerita menarikmu lagi.
Tidak jika tanpa lidah.
Pedang yang kau simpan lemah.
Airmu tidak akan membuatmu hidup lebih dari dua hari.
Tapi kue asin tetaplah... enak.
Aku menyebut Ariq seorang pembohong malam ini.
Itu kebodohan. apa yang kau katakan benar?
Ya.
Larilah sekarang, mereka akan menemukanmu.
Tinggallah...
Aku bisa melatihmu bertahan hidup di manapun dunia yang kau tinggali.
Disini bukanlah rumahku.
Aku mengerti.
Dimana Khan mendapatkanmu?
Aku bilang akan melatihmu...
bukan bernostalgia bersamamu.
Mengapa menurutmu pedang memiliki sabuk yang berwarna?
Agar terlihat indah?
Dia berkembang sangat cepat dengan berpedang..
Kau memarahinya dengan baik, Ratusan mata.
Bolehkah aku mengganggu latihanmu untuk berbicara?
Kau Pangeran. Kau boleh membunuhnya, jika itu yang kau inginkan.
Buat malu aku lagi di sidang istana...
Aku akan membunuhmu.
Kamu benar.
Ariq menghianati kita.
Ariq mengirimkanku hadiah penghianatan.
Dia ingat betapa aku cinta pada raja pemburu.
Ariq seekor anjing, yang akan makan arinya sendiri.
Dia selalu percaya dialah seharusnya Khan dari para Khan. Bukan kamu.
Sebelum matahari terbenam hari ini...
Aku akan menutup rute perdagangan Gobi...
membuat Karakorum kelaparan.
Adikku tidak akan punya tempat untuk pergi selain ke Siberia.
Sangat belas kasih, Kublai agung.
Kau membantai seluruh kota, namun membiarkan Ariq untuk lari ke Siberia.
Aku tahu cara menghukum saudaraku.
Dia hampir membunuh puteramu.
Ariq percaya dia bisa menyenangkan wanita lebih baik darimu.
Apa itu membuatmu senang, Permaisuri?
Ariq seharusnya diinjak oleh 1,000 kuda
dan dibiarkan membusuk di gurun.
Itu... akan membuatku senang.
Ariq Khan?
Adik bungsu Kublai di utara.
Kita akan memakai mata uangnya saat dia menjadi Khan dari para Khan
dan membuka jalur sutra bagi dinasti Song.
Tentu saja, aku butuh dukungan dari Gubernur daerah.
Kau punya stempelku, Sidao.
Dan kekuasaanku atas dewan.
Manusia bertambah tua, mutiara berubah kuning...
tidak ada obatnya.
Turut berduka cita, Permaisuri Xie.
Pada saatnya, kita semua menjadi debu putih, Sidao.
Tapi suamiku meninggalkan seorang putra.
bersujud dihadapan kaisar barumu, Zhao Xian.
Atas kabar duka, Permaisuri, juga ada kabar gembira.
Kami mengusir Mongol dari Wuchang.
Para barbar itu tahu Kanselirmu
tidak akan menyerahkan benteng pertahanan terakhir Dinasti Song.
Tapi mereka akan kembali. Kita bisa mengandalkannya.
Aku takut kau tidak mengandalkannya, Sidao.
Aku takut kau haus akan itu.
Apa sudah kau laporkan semua?
Ya, Menteri Ahmad. Ya.
Silahkan pergi, Sanga.
Tuan Marco.
Mari. Tinggallah.
Selamat tinggal, budak Venezia ku.
Schiavo. Huh?
Jadi...
hadiah apa yang aku dengar ini?
Seorang utusan asing yang bisa menggambar dengan kata-katanya.
Bagaimana kau bisa menggambarkan sikapnya yang itu...
Uighur membayar pajak mereka?
Selalu ada bentuk upacara.
Berlutut...
persembahan yg ikhlas, lebih kepada dewa daripada Raja.
Dan orang Jurchen?
Pintar, dan orang yang berguna.
Membayar dengan pekerjaan tangan saat mereka tidak memiliki koin.
Ahli membuat linen, aku tahu.
Jadi jika Jurchen sudah membayar dengan linen,
mengapa Sanga tidak memasukkan upeti seperti itu?
Aku tidak berkata kalau Sanga mengumpulkan linen itu.
Hanya orang Jurchen pintar dan banyak gunanya.
Kau bukan orang asing pertama...
yang harus belajar untuk bertahan hidup di kerajaan ini.
Aku tiba disini saat masih kecil...
dibesarkan di istana dari Khan agung.
Jadi aku tahu isi hatinya, dan aku mendapat kepercayaannya.
Sebuah kebohongan... seperti sebuah serangan pada orangnya, tapi...
perkataan yang jujur? Itu seperti perisai.
Jadi aku akan tanya kembali.
Apakah orang Jurchen...
kapan saja... membayar pajak mereka dalam bentuk linen?
Mungkin Sanga hanya lupa.
Tentu saja.
Ling Ling... Ling Ling, pergilah dengan Jing Fei.
Ayo. Gadis baik.
Aku akan segera menemuimu, putriku.
Kaisarku telah mati...
tapi aku masih tetap selir kaisar
Aku tidak meniduri tentara.
Kanselir Jia Sidao telah memberi kami izin.
Dua belut, satu lubang.
Kau tahu permainan terlarang ini?
Kau harus diikat pada sebuah tiang dan kulitmu diiris dari tubuhmu.
Aku telah ditukar untuk pekentingan politikmu
Aku tidak mau ditukar untuk kesetiaan prajuritmu.
Itu berada dibawahmu...
Aku tahu.
Kau akan pergi ke Cambulac sebagai pembelot.
Mereka akan menerimamu,
dan sama seperti kau memenangkan hati Kaisar Cina...
kau akan memenangkan hati Iblis itu sendiri.
Laporkan padaku.
Semua yang dia katakan, yang dia lakukan, yang dia impikan.
Jangan khawatir, saudariku.
Saat kau pergi...
Aku sendiri yang mengurus Bunga Matahariku.
Aku saudaramu.
Kita memberi darah kita untuk dinasti.
Anak buahmu... mereka menertawakanmu.
Mereka menyebutmu "Menteri jangkrik."
Aku dipanggil.
Diam.
Kau bisa mulai.
Penyimpanan hasil pajak tidak sama.
Apa?
Dia telah diberi kematian yang layak.
Digulung dalam karpet sehingga Tengri Dewa Langit tidak melihat darahnya.
Kau akan ikut berperang bersama kami, Aku dengar...
memberimu kesempatan.
Aku sangat mencintaimu. Aku harus pergi.
Tapi aku akan segera menemuimu.
Aku mencintaimu.
Kirim untuk Ariq.
Dirikan tenda. Nyalakan api.
Apa kau ingat , kakak tertua...
musim panas saat kamu mengejar rusa selama enam hari
Kau pergi begitu lama, ibu kita mengira serigala telah memakanmu.
Dia membuatku menghaluskan permata bersama perempuan selama enam hari lagi.
Ayah kita terbangun dari mabuk lalu berkata,
"Kublai, mengapa kau menghaluskan permata seperti perempuan,
ketika kau seharusnya berburu rusa?"
Sorkaktani...
dia ibu yang baik.
Ibu yang hebat. Ratu Mongolia.
dialah yang mengajarkan kita aturan Kakek Genghis, ya?
Dialah yang mengajari kita bahwa pemimpin sejati
tidak boleh kehilangan kesetiaan dari sekutu dan bawahannya.
Bangsa Cina... Saracen... Kristian atau Hindu.
Pemimpin bijaksana membiarkan rakyat hidup dengan cara mereka.
Ayah kita...
putra dari Genghis, tidak setuju dengan cara terbuka seperti itu.
Dia mabuk-mabukkan sampai mati. Dibalik pintu yang tertutup.
Apa kau tahu dimana aku selama enam hari itu?
Saat kau mengejar rusa itu?
Mengasah mata panahku
untuk mengejar serigala itu dan menyelamatkan saudaraku.
Saat itu aku masih empat tahun.
Saat saudara kita, Mongke, wafat...
Mongolia memilih aku sebagai Khan dari para Khan.
Tidak seluruh Mongolia, kakak. Tidak pangeran dari Pasukan Emas.
- Tidak pula Chagataid dari Persia. - Itu adalah pemberontakan.
Kita bisa mendebat itu sepanjang malam.
Aku tidak ingin jadi Kaisar Cina.
Aku tidak ingin jadi penguasa di muka Bumi.
Aku ingin jadi Khan dari Mongolia.
Mereka satu dan sama, adik.
Jadi... beginilah jadinya?
Bukan menjadi pilihanku.
Caraku melihatnya,
prajuritmulah yang mendirikan kamp di wilayahku.
Karena sudut pandang itu...
prajuritku mendirikan tenda di wilayahku.
Aku harap kau tidur dengan tenang.
Aku akan menemuimu saat fajar.
Menurutmu dimana pedagang Venesia berada malam ini?
India? Tabriz?
Di jalur sutraku, mengejar kekayaan.
Aku seumuran denganmu saat aku tahu.
Tahu apa, Tuan?
Kalau aku harus menjadi laki-laki yang aku harap ayahku seperti itu.
Besok...
saksikan dan ingat apa yang kau lihat.
Percayalah
Katakan padaku.
Sepanjang jalan menuju cakrawala. Lautan manusia dan kuda.
Siap untuk memecah daratan.
Sang Khan telah pindah dari perlindungannya ke garis depan.
Ya.
Apa yang dilakukannya sekarang?
Dia sedang berkuda.
Sendiri.
Ini Mongol melawan Mongol.
Dan hanya satu yang akan menang.
Sebaiknya kau berdoa semoga kita.
Seandainya kita kalah...
Cambulac akan di bakar rata dengan tanah...
dan kita akan dibuat jadi kayu bakar.
Saksikan akhirnya, saudaraku.
Kau ingin Mongolia...
datang dan ambillah.
Ya...
sebagaimana mestinya.
Rakyat Karakorum!
Sudah berakhir!
Pertarungan ini...
antara rakyat Mongol telah usai!
Kita berdiri bersama sekarang!
Kita berjalan bersama!
Setiap sudut di bawah langit biru,
milik kita untuk direbut!
Kembalilah ke Karakorum.
Bersiap untuk perang!
Karena tidak lama lagi, kita akan berangkat menuju Selatan.
_=Diterjemahkan oleh=_ - B E T E P E -
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.