Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
♣ BANDAR36 ♣ ♥ Bandar Slot Terkuat ♥
♣ BANDAR36 ♣ ♠ MAXWIN BERAPAPUN PASTI DIBAYAR ♠
♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
Bunda Maria, yang penuh kasih.
Tuhan bersamamu. Diberkatilah engkau ditengah kaum wanita,
dan terpujilah buah rahimmu, Yesus.
Bunda Maria, Bunda Tuhan.
Doakan kami para pendosa, sekarang dan saat-saat kematian kami.
Amin.
Bapa kami, yang berada di surga,
Dikuduskanlah nama-Mu.
KerajaanMu datanglah,
jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga.
Berilah kami hari ini makanan yang cukup.
Dan ampunilah atas hutang kami,
sebagaimana kami memaafkan penghutang.
GWIMOT IBLIS DI TELAGA
Sudah kubilang aku ngerti.
Tak perlu beritahu aku lagi. Sudah kubilang, aku bisa atasi.
Mulai sekarang, namamu Eunhyeong, bukan Boyeong.
Kim Eunhyeong dari Rumah Sakit Hope.
Ini kesempatan terakhir yang kuberikan padamu.
Ada satu cincin berlian yang tetap disembunyikan wanita tua itu.
Itu nilainya lebih dari 30 juta dolar,
jadi pastikan kau menemukannya.
Jika bisa temukan, akan kuhapus semua hutangmu.
Baik sekali kau.
Dengar, nak. Sebaiknya kau tetap fokus.
Selalu kabari aku. Kalau kau mengabaikanku lagi...
terjemahan broth3rmax
Wanita itu ditemukan di sana.
Di sana, sebelah sana.
Itu dia.
Itu dia, di sana.
Harap tenang.
Bagaimana kalau ada pembunuh berkeliaran?
Jangan bilang begitu. Bikin sial.
Kenapa dia jauh-jauh datang ke sini, kalau cuma bernasib begini?
Sudah berapa lama?
Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.
Ini bukan tempat buat orang luar kota.
Kenapa orang-orang tak jelas ini terus berdatangan ke sini, bikin banyak masalah saja?
Sungguh banyak sialnya.
Hati-hati, ini licin.
Kubilang, hati-hati.
Kalian, hati-hati.
Mau lewat, tolong minggir.
Bikin takut saja.
Sedang apa kau di situ?
Kim Eunhyeong. Lahir tahun 1989.
Umurmu 34?
Kau mau coba selama 3 bulan?
Ya.
Apa dia sakitnya parah?
Mengapa?
Menurutmu kau tak bisa? Bilang kalau tak bisa. Aku takmau repot-repot.
Bukan begitu.
Bagaimana caraku merawat dia
tergantung kondisi dia.
Baiklah kalau begitu.
Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Omong-omong,
kau tak akan membawa anak 'kan?
Tentu tidak.
Aku tahu dia tak suka anak-anak.
Tadi kulihat ada yang bocor di luar.
Ya. Air toiletnya terus meluap,
jadi aku manggil orang untuk memperbaikinya.
Tapi dia kabur. / Dia kabur?
Bibiku tentu orang yang keras.
Tapi setidaknya
selera makannya masih sehat.
Tak akan terjadi apa-apa padanya dalam waktu dekat.
Pasti di dalam sini lembap.
Kau tahu, aku tak suka tempat ini.
Seolah rumah ini sakit dan menangis semalaman.
Menyeramkan.
Kalau bukan demi bibiku,
aku tak akan datang ke sini.
Dia tak tidur sambil jalan-jalan tengah malam.
Oh.
Begitu ya.
Disini agak terang.
Bibiku punya masalah sama kepercayaan
dan suka menyembunyikan barang-barangnya.
Baik-baiklah sama dia.
Kau tak pernah tahu.
Barangkali saja dia mulai mencari harta karunnya.
Mencari harta karun?
Kau tahu,
mereka bilang kau berubah jadi anak kecil saat mengalami dementia. (sakit mental)
Oh...
begitu.
Apa ada lagi yang perlu kuketahui?
Apa bibi menumpahkan air lagi?
Sudah kubilang jangan begitu!
Ada kamar mandi lagi di lantai 2,
tapi sudah lama dan terus bocor.
Tapi pakailah yang di lantai 1.
Lihatlah energi itu.
Dia memang menyusahkan, kayak anak kecil.
Pastinya sangat berat bagimu.
Ya, maka yang betah ya.
Merepotkan kalau menyewa orang baru terus.
Aku akan mampir setiap Minggu, jadi rawatlah dia.
Dan kalau dia bersikap gila walau sebentar saja,
segeralah telpon aku.
Baiklah.
Dajeong.
Kamu sudah keluar?
Kamu bisa tahan lama dalam tas. Anak pintar.
[Membantu Anakku Mengatasi ADHD/ kelainan hiperakif]
Shh!
Dajeong.
Ada nenek tua
sangat menakutkan yang tinggal di rumah ini.
Kita harus bagaimana agar tidak ketahuan?
An Dajeong.
Dajeong. Apa kau suka rumah boneka?
Kalau nilaimu 100 sempurna, nanti ibu belikan rumah boneka.
Kapanpun kalau ada orang yang datang,
kamu akan dapat poin 10 kalau kamu bisa sembunyi selama mungkin.
Ngerti?
Makasih atas pengertiannya.
Geli, kitik, kitik.
Ini salahmu.
Ini salahmu.
Apa kau mau Dajeong mati?
Ini salahmu.
Ibu. / Ini salahmu.
Kau suka itu, bu?
Kayaknya itu bagus untuk otakmu.
Juga dari bahan organik.
Sudah berapa lama kau tinggal disini?
Rumahmu bagus dan besar.
Bu.
Ini rahasia,
tapi aku bawa sesuatu yang sangat berharga ke sini.
Apa kira-kira kau tahu tempat yang cocok untuk menyimpannya?
Sesuatu yang berharga?
Ya.
Sesuatu yang berharga.
Bu,
apa kau punya tempat untuk menyimpan barang-barang seperti itu?
Apa kamu baru disini?
Kamu cantik sekali.
Jangan takut.
Apa kamu mengajak orang lain?
Cuma pikiranmu saja.
Hey, sembunyikan baik-baik agar tak ada yang tahu.
Bu, tak ada orang lain disini.
Bu.
Kita bicara sebentar.
Kumohon?
Ayolah...
Pelan-pelan. Tunggu aku.
Pergi sana.
Bu.
Siapa yang kau cari-cari?
Hanya kau dan aku yang ada disini.
Kutebak kau ke sini mau mencari sesuatu.
Berantakan sekali. Aku harus membersihkannya.
Bu, bisa kau tunggu di kamarmu saja?
Nanti aku susul.
Kayaknya.
Tak mungkin kutemukan dalam waktu sebentar.
Penasaran Daejong kemana ya.
Suyeong?
Ibu lihat banyak barang asyik disini.
Mulai sekarang kamu main saja disini.
Apa kita mesti cari barang lainnya yang kayak begini?
Kalau kamu nemu sesuatu yang berkilauan,
nanti ibu beri poin 100.
Bagaimana? Bagus 'kan?
Dajeong...
Dajeong.
Dajeong.
♪...
♪...
♪...
Oh, yang benar saja...
Halo? / Ini aku.
Apa semuanya lancar? Aku ada beberapa instruksi.
Tulislah. / Bentar.
Ya, akan kutulis.
Pertama, biarkan udara tetap bersikulasi di rumah itu.
Wallpaper dinding terus rusak karena lembap.
Kedua, jangan sampai ada orang yang masuk rumah.
Terutama anak kecil.
Tentu. Tak akan terjadi.
Senang mendengarnya.
Aku baru dengar desas-desus konyol ini.
Kamu tahu bibiku mengalami dementia.
Terakhir, jangan dekat-dekat waduk, itu berbahaya.
Sering ada yang tenggelam di sana, orang-orang lokal yang bego
menyebarkan isu kalau itu perbuatan bibiku.
Halo? Halo?
Kamu jangan terus-terusan bertingkah begini!
Kapan kamu mau bicara?
Tak pernah?
Ibu tak marah padamu.
Cuma nanti kalau kamu ketahuan,
kita juga bisa diusir dari sini.
Maafkan ibu.
Tapi yang hati-hati ya.
Mengerti?
Kamu bisa kena flu. Ayo masuk.
Dajeong, bak mandinya sebentar lagi penuh.
Ayo lepas pakaiannya sekarang.
Dajeong, jangan pegang-pegang itu. Itu kotor.
Apaan ini?
Dajeong.
Tunggu disini. Nanti ibu kembali.
Kamu siapa?
Apa kamu tadi yang di dalam rumah?
Kau pasti orang baru.
Apa? / Boleh aku masuk?
Tak boleh.
Kamu tak boleh asal masuk rumah orang bila tak diundang.
Aku mau main dengannya.
Siapa?
Cuma aku sama nenek tua itu di rumah ini. / Bohong.
Kamu tinggalnya sekitar sini?
Sana pulanglah sebelum orangtuamu cemas.
Kamulah yang mestinya pulang.
Kalau kau tahu itu yang terbaik buatmu.
Satu,
dua,
tiga...
Kamu orang yang keenam.
Kau tadi ngomong apa? / Kamu orang yang keenam.
Mestinya kau tak boleh disini.
Aku tak tahu maksudmu.
Kamu bisa pergi tidak?
Dia sama kayak yang lain.
Dajeong.
Kau gadis yang tak berguna.
Kau membunuh mereka.
Aku akan membunuhmu.
♥ Bandar Slot Terkuat ♥ ♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
Dajeong.
Dajeong.
Ini salahmu.
Apaan ini?
Cantik sekali.
Dajeong. / Anak pintar.
Semua akan baik-baik saja.
Sudah tak apa-apa sekarang.
Dajeong, apa kau takut?
Bu.
Apa yang kau lakukan terhadap putriku?
Putrimu? Sudah kuduga.
Kau ke sini tak sendirian.
Kau lihat...
Hey.
Mau main petak umpet sama putriku?
Putrimu?
Kau ini bicara apa?
Dari mana kau mendapat ini?
Ayo.
Ayo. / Kalau begitu...
apa kau mau main bersama dia di dalam rumah?
Kau Cina-Korea?
Aku tak ngerti bahasa Cina.
Kau harus bicara bahasa Korea.
Kenapa kau marah?
Berjanjilah satu hal.
Kalau nanti keponakanmu datang, jangan cerita soal putriku.
Maka kubolehkan kau main petak umpet sama dia.
Setuju ya?
♪ Ayo keluar, keluar, dimanapun kamu. ♪
♪ Ayo keluar, keluar, dimanapun kamu. ♪
Dimana sih tempatnya?
Nak.
♪ Ayo keluar, keluar, dimanapun kamu. ♪
♪ Keluar, keluarlah...
dimanapun kamu. ♪
Yang kutemukan cuma jimat-jimat menyeramkan ini.
Dimana nenek tua itu menyembunyikannya?
♪ Nak, dimana kamu? ♪
♪ Ayo makan cemilan. ♪
♪ Ayo keluarlah. ♪
♪ Nak. ♪
♪ Dimana kamu? ♪
Ketemu kau!
♪ Ayo keluar, keluar
dimanapun kamu. ♪
♪ Ayo keluar, keluar
dimanapun kamu. ♪
♪ Ayo keluar, keluar
♪ Keluarlah...
Dajeong.
Kenapa?
Kemarilah.
Sini, nak.
Tak apa, tak apa.
Tak ada apa-apa dalam lemari.
♠ MAXWIN BERAPAPUN PASTI DIBAYAR ♠ ♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
Dajeong, sekarang ini adalah hari yang kita bicarakan.
Cepat bangun.
Ayo.
Sekarang hari yang sangat penting.
Ayo, kamu harus sembunyi.
Kamu ini kenapa sih? Ibu lagi buru-buru.
Kalau begitu mau main petak umpet kayak kamu sama nenek tua itu?
Tapi janji jangan keluar sampai kamu ibu temukan.
Ibu yang main.
Bukan nenek tua itu, ngerti?
Yuk kita mulai.
♪ Keluar, keluarlah, dimanapun kamu. ♪
Sungguh ucapan yang konyol.
Kukasih tahu, semua ini karena orang-orang luar kota ini.
Kami butuh ritual dukun. Kenapa kau tak mau percaya aku?
Dengar, nyonya.
Apa aku tak bisa kasar cuma karena aku sopan padamu?
Bikin sial saja.
Jangan sampai kerasukan dan pergilah.
Camkan kata-kataku.
Kau kira jadi orang sini begitu istimewa?
Kamu nunggu apa?
Ditahan saja, Bibi.
Dia makin kayak bayi saja.
Biar aku saja. / Tak usah.
Apa sudah kau pastikan dia meminum obatnya?
Ya, tentu.
Aku minta buat jaga-jaga saja.
Kalau dia ngomong bahasa Cina lagi,
kau bisa merekamnya?
Apa? / Gini,
mungkin ucapannya ada yang berguna.
Maaf, biar kubersihkan.
Cepat, pergi.
Pergi.
Ketemu kau! / Kenapa kau kayak anak kecil hari ini?
Habiskan makananmu.
Siapa kamu? Dimana putriku?
Kamu pencuri.
Kuberikan kalung ini pada putriku.
Kenapa bibi ini?
Kamu pencuri! / Bu, jangan...
Apa yang terjadi disini?
Ada apa dengan kalung itu?
Apa dia memberikan itu padamu?
Ada apa?
Sebaiknya kau jelaskan.
Ini kalungku sendiri. Kau mau lihat?
Dia terus saja bicara kalau ada seorang anak di rumah ini
dan ngotot kalau kalung ini milik dia.
Coba pikir, dia bertingkah seperti ini sama pengasuh lainnya.
Tapi kau tau,
satu hal yang paling kubenci adalah pembohong.
Asal kau tahu saja.
Ibu tak bisa menemukanmu.
Dajeong.
Ibu tak bisa menemukanmu.
Dajeong.
Kamu tadi hampir saja ketahuan.
Sudah ibu bilang tetap sembunyi jangan bersuara
sampai ibu ngomong "Ibu tak bisa menemukanmu".
Kalau ada yang tahu kamu ada disini,
kamu dan ibu akan terpisah selamanya.
Itukah yang kamu mau?
Dajeong, jangan ke luar, ngerti?
"PENCURI"
Betul ya? Ini gampang 'kan?
Main-main sama ekornya.
Mau aku tangkapkan seekor lagi?
Ini bagus 'kan? / Ngapain kamu sama anakku?
Huh? Aku cuma bermain sama putriku.
Dia putriku. Putriku!
Dan kenapa kau ajari dia kata-kata kotor?
Siapa suruh boleh begitu?
Kau mau terus bikin ulah?
An Dajeong.
Selama ini ibu terlalu memanjakanmu. Sudah ibu suruh jangan kemana-mana.
Apa mesti ibu omeli biar kamu nurut?
Kamu mau ibu omeli?
Tarik nafas.
Kenapa kau diam saja?
Maafkan ibu.
Kemarilah.
Pembohong.
Ibu macam apa kau ini?
Kau tak tahu perasaan dia,
jadi jangan bersikap seolah kau ibunya.
Jika tikus menelan mutiara,
artinya berlian itu tersembunyi di suatu tempat.
Dajeong.
Selama ini ibu terlalu memanjakanmu.
Sudah ibu suruh jangan kemana-mana.
Apa mesti ibu omeli biar kamu nurut?
Kamu mau ibu omeli?
Dajeong.
Apa tadi kamu mimpi buruk?
Tak apa.
Pergi sana.
Akan kubunuh kau.
Kau tak mengerti?
Jangan menatapku dengan mata merahmu.
Tidak, aku tak akan lupa lagi.
Akhirnya aku menemukanmu. Aku tak akan melakukan kesalahan yang sama.
Nak.
Jangan ke sana. Itu waduk angker.
Tempat itu berbahaya dan menyeramkan.
Jangan didengar omongan wanita itu.
Apa? Wanita?
[Aku benci ibu]
Dia ini ngomong apa?
Ngomong Cina lagi.
Aku tak ngerti yang kau katakan.
Dan jauhilah putriku.
Aku tahu kau cuma bicara bahasa Cina saat sesuatu tak sesuai keinginanmu.
Sakit.
Kau menyakitiku, wanita.
Wanita.
Dasar wanita jalang! / Kau sungguh ingin melawanku?
Lepaskan aku.
Lepas.
Dajeong.
Kamu dimana?
Ayo sini bicara sama ibu.
Tok, tok.
Sudah kubilang, jangan ke sini.
Apa kamu tak punya orangtua?
Kenapa kamu selalu sendirian?
Apa kau tinggal bersama kakekmu?
Dia menggonggong, makanya kami ke sini memeriksanya.
Biasanya dia tak menggonggong seperti itu.
Apa?
Anjing bisa melihat hantu.
Apa kau tak tahu?
Kamu bisa bahasa Cina?
Apa artinya?
Kau harus berhati-hati.
Kau nanti bisa mendapat masalah besar.
Dia punya seorang putri yang sudah meninggal.
Tapi
dia tak terima dengan kematiannya.
Itulah sebabnya dia mengira semua anak kecil adalah anaknya.
Bagaimana kau bisa tahu?
Aku juga hampir mati.
Apa?
Rumah itu sudah dimantrai yang bisa memanggil orang mati.
Kau harus singkirkan mantra itu.
Mantra?
Sudah jangan ngomong yang tidak-tidak.
Kenapa kau ceritakan ini padaku?
Kuperingatkan kau.
Tinggalkan saja rumah itu.
Xiuying?
Itu nama putrinya yang meninggal.
[Xiuying]
[Xiuying]
[BUKU KLIPING]
[Informasi palsu banjir yang menargetkan warisan seorang jutawan]
[9 anak tenggelam]
[Serangkaian kejadian tenggelam di 2 waduk sudah mencapai 3 korban, penduduk setempat pindah]
[Hancurnya multi-jutawan Wang]
[Multi-jutawan Wang kehilangan segalanya setelah kematian putrinya]
Ini dia.
Tapi dimana kau menyembunyikannya?
Huh?
♪...
♪...
Silahkan tinggalkan pesan...
[Sunshim/Panggilan Gagal]
♠ MAXWIN BERAPAPUN PASTI DIBAYAR ♠ ♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
Tak ada disini.
Kita tak bisa lakukan ini sendirian.
Coba lagi.
Sebelum semua orang di kota kecil ini nantinya mati.
Apa yang kau lakukan di situ?
Aku lagi nyari sinyal.
Tapi...
kalian berdua sedang apa?
Memang apa menurutmu?
Kami sedang menenangkan arwah yang meninggal.
Menenangkan arwah?
Seorang pengasuh tenggelam disini beberapa hari lalu.
Kami menyelamatkan arwahnya supaya dia tidak menjadi hantu.
Apa ini ada hubungannya sama Bu Wang?
Sudah ada kejadian-kejadian aneh.
Kamu sudah tahu itu tapi masih saja berkeliaran?
Bu Wang,
tidak menderita dementia 'kan?
Tinggalkan saja tempat ini dan jangan menghalangi.
Buat apa ini?
Terserah kau percaya atau tidak,
tapi dupa itu terbuat dari pohon yang hanya tumbuh di Jeju.
Itu bisa bermanfaat buat mengusir hantu.
Keponakannya dia itu lagi ngejar uangnya nenek tua itu
dan terus saja mendatangkan orang luar kota sepertimu,
tapi mestinya kau sudah tahu sekarang
kalau nenek tua itu kerasukan
dan hal-hal aneh terus terjadi.
Orang-orang terus saja mati. / Terus-terusan mati?
Apa maksudmu...
Tarik.
Wanita yang meninggal itu...
Bukankah dia rambutnya panjang?
Pasti rambutnya rontok.
Dia berambut cokelat.
Rambut siapa ini?
♥ Bandar Slot Terkuat ♥ ♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
Sunshim.
Aku menemukan sesuatu di rumah itu.
Apa nenek tua itu kerasukan?
Ternyata putrinya sudah meninggal,
itukah alasannya aku tak boleh bawa anak kecil?
Kenapa aku tak bisa menghubungimu? Apa kau sudah temukan berlian itu?
Kenapa kau selalu cerita dirimu sendiri? / Apa...
Kapan aku cerita diriku sendiri?
Sinyalnya disini buruk.
Kau wanita gila...
Jangan dimatikan. Aku sedang mencarinya!
Baik, baik. Sekarang ke sini saja!
Eunhyeong, ini aku.
Apa maksudmu, "sekarang ke sini saja"?
Oh, maafkan aku.
Kau tak berada di rumah itu? / Tidak, aku keluar sebentar...
Kau di luar? / Maksudku...
Apa yang terjadi? / Aku sedang bersihkan halaman depan.
Sebentar lagi kembali masuk.
Halo, Eunhyeong...
Bu.
Hey.
An Dajeong, sudah ibu bilang jangan masuk ke kamarnya nenek ini.
Kau sudah janji. Kenapa sih kau ini?
Dimana dia?
Dia tidak menyusahkanmu 'kan?
Kamu tak apa-apa 'kan?
Lihat ibu.
Ibu tak marah, ngerti?
Kenapa kamu gemetaran?
Dajeong, ada apa?
Bicaralah.
Ibu hanya bisa tahu kalau kau bicara.
Tolong katakan sesuatu.
Ada apa? Apa yang kamu lihat?
Dajeong.
Apa terjadi sesuatu sama nenek itu? Kemarilah sebentar.
Sudahlah.
Sembunyi saja di situ sebentar.
Ya, nanti akan baikan.
Kita main petak umpet lagi saja, bagaimana?
Dan
jangan keluar sampai ibu bilang "ibu tak bisa menemukanmu".
Mengerti?
Bangun!
Kau cuma main-main 'kan?
Tolonglah.
Oh tidak.
Aku mesti bagaimana ini?
Nyonya.
Kenapa tak nelpon dulu kalau ke sini?
Oh...
Begini...
dia nyebur ke waduk itu.
Waduk?
Bibiku pergi ke luar?
Dia berusaha mau tidur.
Sekarang bukan waktu yang tepat.
Dia... dia cepat tertidurnya.
Kau yakin dia pergi ke luar?
Maaf?
Ya, dia keluar.
Aku tak pernah melihat dia keluar sebelumnya.
Terutama ke waduk itu.
Hari ini
agak berkabut,
jadinya terlihat agak indah.
Kau pasti berusaha.
Aku pergi sekarang, jadi jagalah dia.
Ya, akan kuantar keluar. Bakal merepotkan kalau dia terbangun.
Dajeong, sembunyilah agak lama lagi.
Ibu segera kembali.
Dajeong.
Kamu dimana?
Apa kau marah sama ibu?
Huh?
Apa ibu meninggalkanmu kelamaan?
Dajeong.
Maafkan ibu.
Bisakah kita bicara secara langsung?
Dajeong.
Sudah kuduga.
Lihat?
Kau masuk ke semua ruangan.
Tidak...
Sudah kubilang jangan bohong padaku.
Siapa yang menggambar ini?
Apa kamu?
Kamu 'kan yang menggambar ini?
Siapa anak ini?
Apa kau
juga lihat anak itu?
Nyonya.
Sebenarnya...
putriku yang menggambar itu.
Apa?
Masalahnya...
aku yang membawa putriku.
Aku tak punya pilihan lain.
Tapi sekarang aku tak tahu dimana dia.
Aku harus mencari dia.
Kurasa aku...
terlalu lama meninggalkan dia sendirian.
Tolong bantulah aku menemukan dia.
Tenangkan dirimu.
Tidak ada anak kecil.
Kubilang, aku yang membawa dia.
Aku terus menyembunyikan dia.
Semua pengasuh lain yang datang ke rumah ini...
sebelum mereka meninggal...
Sebelum mereka berhenti,
mereka semuanya mengatakan ada seorang anak di dalam rumah ini.
Tolong kau sadarlah.
Kamu datang sedirian!
Aku ke sini tidak sendirian.
Aku yang membawa dia!
Aku bakalan gila pada tingkatan ini.
Kuingin kau berhenti saja.
Kemasi barang-barangmu dan keluar. / Nyonya, maafkan aku.
Bukankah kau ingin mencari harta karun itu?
Akan kucari anak itu serta harta karunnya. Akan kucari semuanya.
Tapi pertama, bantulah aku menemukan putriku.
Sudah jangan ngomong ngawur!
Keluar dari rumah ini sekarang juga!
Dajeong.
Dajeong.
Kau perempuan gila!
Kumohon, nyonya.
Anakku Dajeong hilang!
Kau sudah gila!
Pergilah sekarang juga!
Dajeong.
Ayo keluarlah.
Kau harus ikut ibu.
Mengerti?
Dajeong?
Dajeong, kau mau kemana?
Ibu.
Aku disini.
Kemarilah.
Aku turut prihatin dengan masalahmu, tapi sudah kubilang jangan membawa anakmu.
Kami mendapat komplain dari pelanggan.
Maafkan aku.
Dia masih kecil, jadi aku tak bisa meninggalkan dia sendirian.
Carilah orang lain menjaga dia atau berhentilah kerja dan bersamalah putrimu.
Terserah padamu, Boyeong.
Kau tahu aku tak sanggup menyewa pembantu.
Itu masalahmu.
Dajeong.
Airnya sedang dikuras. Ayo keluarlah.
Ibu!
Ibu!
Ibu, tolong aku!
Boyeong!
Oh tidak.
Sadarlah!
Sadarlah, nona!
Sadarlah!
Untuk sekarang aku akan membawamu ke rumahku.
Bu.
put...
putriku hilang.
Putriku.
Kau ini bicara apa?
Anak perempuan?
Tapi kau datang sendirian.
Kulihat putriku masuk ke waduk itu.
Itu benar.
Kau sungguh
punya seorang anak?
Aku ada alasannya dan menyembunyikannya saat aku datang ke sini.
Tapi harusnya tak kulakukan.
Aku memang
harusnya tak ke sini sejak awal.
Nona.
Aku tak bisa hidup tanpa Dajeong.
Kau sungguh tak melihat dia? Apa kau tak ingat apapun?
Tenang dulu. Untuk sekarang kuajak ke rumahku.
Aku tak ada waktu buat begitu!
Dengarkan aku!
Kau sekarang ini kerasukan.
Ada hantu dimana-mana,
tapi tak ada yang percaya sampai benar-benar melihatnya.
Putraku dulu
sangat dekat dengan Nenek Wang.
Tapi
di titik tertentu,
ada kabar bila dia kerasukan.
Awalnya aku tak mempercayainya,
tapi putraku terus mengatakan hal yang sama.
Bila ada seseorang di rumah dia.
Kurasa itu setelah dia memberikan putraku kalung sebagai hadiah.
Lalu apa yang terjadi?
Maafkan aku.
Harusnya aku tak tanya.
Ingat wanita yang tenggelam disini?
Kabarnya tak ada yang mau membicarakannya.
Ada hantu air di waduk
yang menyihir orang-orang supaya masuk ke air.
Aku melihatnya.
Aku melihatnya sendiri
waktu itu.
Sejak itu, aku pasangi jimat di sekitar rumah.
Kau tahu kenapa itu disebut waduk angker?
Karena waduk itu telah dihuni hantu.
Dan hantu itu telah merasuki Nenek Wang.
Itulah alasan aku menyuruhmu untuk meninggalkan tempat ini.
Itu juga bisa merasukimu.
Tak mungkin.
Dengarkan aku.
Apa kau tahu mengapa kota kecil ini hancur?
Karena anak-anak di kota ini semuanya tenggelam.
Sepertimu yang nyaris tenggelam.
Itu pas setelah mereka mulai membicarakan seorang anak.
Penduduk ingin melindungi anak-anaknya
dan meninggalkan kota ini satu persatu.
Dajeong.
Dari mana kau menemukan ini?
Dari mana kau menemukan ini?
Kamu tahu dimana Dajeong 'kan?
Dimana dia?
Aku melihat dia ke sini bersama nenek tua itu.
Apa?
Kapan?
Aku tak ngomong kalau hari ini.
Kembalikan. / Lepas.
Kembalikan.
Aku penasaran apakah Dajeong kecebur dan mati, kayak boneka binatang itu.
Lalu apa kau temukan ruangan mantra itu?
Sudah kubilang.
Kau harus singkirkan mantra itu kalau ingin menemukan Dajeong.
♠ MAXWIN BERAPAPUN PASTI DIBAYAR ♠ ♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
Bu.
Siapa kau ini sebenarnya?
Dimana Dajeong?
Bu.
Aku mohon.
Putriku, Dajeong.
Baiklah kalau begitu.
Bagaimana dengan putrimu Xiuying?
Dimana dia?
Aku tak pernah melihatmu sebelumnya.
Apa kau orang baru?
Ayo main petak umpet denganku.
Mau ya? Ayo main petak umpet.
Bentar, Bu.
Apa kau sudah main petak umpet sama Dajeong?
Apa kau menyembunyikan dia di suatu tempat?
Bu.
Buka pintunya biar aku bisa menemukan dia.
Bu!
Bu.
Dimana kau?
Apa kau sembunyi?
Dajeong.
Kamu dimana?
Kamu membuat ibu takut.
Sudah jangan main-main.
Dajeong.
Ibu akan segera menemukanmu.
Tunggu saja di sana.
Dajeong, apa kamu di dalam sini?
Dajeong, kalau kamu di dalam sini, keluarlah.
Apa ini?
Dajeong.
Dajeong.
Ada hantu di rumah itu yang memanggil orang meninggal.
Kau harus singkirkan mantra itu.
Sungguh lega.
Ibu sungguh lega.
Maafkan ibu.
Sekarang kau tak apa-apa.
Semua itu cuma mimpi.
Tadi itu cuma mimpi buruk.
Kenapa, dasar kau...
Ngapain kau di dalam situ?
Kau menemukan dia.
Berikan itu. Minggir!
Tidak, kau jangan ke sana.
Kau bakal dalma bahaya kalau ke sana.
Jangan. / Lepaskan aku.
Ada hantu air di waduk.
Kau dalam bahaya kalau ke arah sana. / Jangan mendekat.
Aku serius. Berbahaya kalau kau ke arah sana.
Kalau bahaya, kenapa kau mengikutiku?
Putriku pasti sudah seumuranmu.
Sudah jangan menipuku lagi.
Cucunya Pak Park cerita semua soal dirimu.
Kalau kau kerasukan hantu.
Sudah berakhir sekarang.
Tolong aku.
Tolong aku!
Tolong aku!
Ada orang? Tolong!
Itu sudah datang. Kau jangan sampai kerasukan.
Anak kecil ini adalah hantu air.
Dialah yang menipumu.
Dia berusaha membawamu masuk air.
Kau keliru.
Jangan percaya itu.
Cucunya Pak Park tenggelam 30 tahun lalu.
Dia tak punya keluarga lagi.
Tak mungkin.
Kau mau menipuku lagi.
Tak ada anak-anak di kota kecil ini.
Tak ada satu anakpun.
Kau sadarlah!
Cepat. Pergilah sekarang!
Tidak.
Tunggu.
Jangan pergi.
Tidak, tidak.
Tidak...
[SEOUL]
[TUJUANMU SUDAH DISETTING]
Navigasi akan dimulai.
Setelah 300 meter belok kanan.
Sunshim. / Boyeong.
Maafkan aku.
Aku tak tahu kalau nenek tua itu kerasukan.
Kau tak apa-apa? Tak terjadi apa-apa 'kan?
Aku perjalanan menuju Seoul, kita bicara nanti.
Tidak, kita harus bicara sekarang saja.
Sekarang aku bersama suamimu.
Dia bilang akan bantu melunasi hutangmu.
Sunshim.
Kau ini bicara apa? Suamiku sudah meninggal.
Jangan bercanda. Aku lagi tak ingin bercanda.
Kau keluar jalur. Pengalihan rute ulang.
Dajeong.
Dajeong.
Dajeong.
Kembali.
Kamu kemana?
Dajeong.
Dajeong, kamu dimana?
Dajeong!
Kamu dimana?
Dajeong.
Dajeong!
Pergilah.
Cepat naik.
Jangan hidup sepertiku.
Sekarang pergilah.
Pergi.
Bu.
Ayo kita pergi, Dajeong.
Ayo kita pulang.
Ibu.
Nenek itu...
Dajeong, maafkan ibu.
Maafkan ibu.
Maafkan ibu.
♥ Bandar Slot Terkuat ♥ ♠ MAXWIN BERAPAPUN PASTI DIBAYAR ♠ ♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
1 BULAN KEMUDIAN
Wang Aeryeong?
Meski putrinya meninggal karena kecelakaan,
dia terus ngotot bila anak-anak lainnya itu putrinya.
Dia terus mengatakan ada hantu
dan memasang jimat serta melakukan ritual perdukunan.
Dan tiap anak yang dekat dengannya bernasib tenggelam di waduk itu.
Kau tahu sendiri.
Tiap waduk kota kecil ada cerita seram masing-masing.
Begitulah.
Oh, dan video yang kau rekam itu.
Kami sudah terjemahkan.
Dia tidak mengatakan sesuatu yang agresif.
Dia pasti melihat sesuatu.
Dia terus mengatakan ada sesuatu di belakangmu
dan suruh lari karena itu berbahaya.
Dia juga bilang anak itu harus disembunyikan.
Aneh 'kan?
Dia melihat seorang pembunuh atau apa?
Ibu akan melindungimu apapun yang terjadi.
Akhirnya aku menemukanmu.
Aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Nak.
Jangan ke sana.
Itu waduk angker.
Tempat itu berbahaya dan menakutkan.
Jangan dengar yang dikatakan wanita itu.
Apa? Wanita?
[Aku benci ibu]
"Kau bukan putriku. Pergilah, kau bukan asli."
Dia ngomong apa?
"Suyeong, jangan dengarkan dia."
"Kalau aku tidak ada, sembunyilah di dalam situ."
"Kau akan aman di situ."
Aku tak mengerti yang kau katakan.
Dan jauhilah putriku.
Ibu.
Menurut pendapatku,
dia cuma wanita tua yang menderita dementia.
Maksudku, coba pikir. Di jaman sekarang ini,
ada hantu?
Seperti para detektif yang percaya pada bukti,
kurasa kita semua percaya dengan yang ingin kita percayai.
Ibu penasaran soal sesuatu. Boleh ibu tanyakan?
Kenapa kau terus sembunyi di ruang bawah tanah itu?
Karena kata nenek di situ aman?
Tak apa kalau kau tak mau cerita.
Tak perlu dipikirkan.
Anu, ibu bilang
jangan keluar sampai ibu mengatakan
"ibu tak bisa menemukanku."
Aku tak mau terpisah dengan ibu.
Terima kasih.
Dajeong,
terima kasih telah menjadi putriku.
Ayo.
Mau ibu masakkan sesuatu?
Kamu mau makan apa? / Aku mau makan yang ibu suka.
Ya.
Baik.
Oh, tak apa-apa.
Kita jual saja perumahan itu.
Tapi untuk sekarang terus stok barang.
[Petak umpet]
Baiklah.
Ibu main.
Sembunyi yang benar.
♪ Keluar, keluarlah. ♪ / Baik.
♪ Dimanapun kamu. ♪
♪ Keluar, keluarlah. ♪
Halo?
Putriku, dimana kamu?
Kali ini kamu sembunyinya susah dicari.
♪ Ibu tak bisa menemukanmu. ♪
Kamu boleh keluar sekarang.
Ayo makan cemilan.
Ibu, tolong...
Dimana kamu sembunyi?
Pasti kamu perginya jauh kali ini.
♪ Ibu tak bisa menemukanmu. ♪
Suyeong, kamu dimana?
Ibu tak bisa menemukanmu.
Kamu boleh keluar sekarang.
broth3rmax, 03 Pebruari 2023
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 03 Pebruari 2023
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax
♣ BANDAR36 ♣ ♥ Bandar Slot Terkuat ♥
♣ BANDAR36 ♣ ♠ MAXWIN BERAPAPUN PASTI DIBAYAR ♠
♦ KLIK.FUN/BANDARMAXWIN ♦
T A M A T
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.