All language subtitles for [Indo] Kokdu Season of Deity - Episode 9

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Episode 9"

Lalu?

Kamu bilang sudah menemukan kelemahannya. Apa itu?

Anda harus melihat ini dahulu.

Jangan memerintahku. Negosiasikan.

Bahkan Tuan Dewa bersedia bernegosiasi denganku.

Kamu sangat tidak adil.

- Keluar sekarang! - Astaga.

Apa salahnya penasaran?

Aku bisa tanya apa kamu sakit karena ciuman dan apa yang dilepaskan!

Diam! Cepat keluar!

Kamu bilang "bibir!"

Han Gye Jeol mengendalikannya.

Han Gye Jeol?

Dia gila dan tidak terduga. Kelemahannya adalah

Han Gye Jeol?

Dia mendengarkan Han Gye Jeol?

Joong Sik, ayolah.

Semua tentangnya tidak masuk akal.

Lagi pula, tidak ada yang masuk akal.

Kenapa tidak memercayaiku soal ini

dan menjaga Han Gye Jeol tetap dekat

sebagai jaminan?

Maaf, tapi aku tidak mau kembali ke Seoul.

Kamu tidak dengar kami ingin menawarimu posisi profesor?

Saat kamu bergabung dengan Pilseong, tidak ada di industri kesehatan

yang berani meremehkanmu.

Kamu masih tidak mau pekerjaan itu?

Tidak, aku tidak mau.

Aku akan menerima telepon ini. Tunggu sebentar.

- Hei, ada apa? - Pak.

Dia menemukan penyadapnya.

Anda harus mengujinya

dan melihat apakah Han Gye Jeol benar-benar kelemahannya.

Kamu... Sedang apa kamu di sini?

Profesor Do!

Kamu sudah gila? Lepaskan dia!

Anda baik-baik saja?

Sedang apa kamu di sini?

Aku di sini karena dia bilang punya tawaran untukku.

"Tawaran?" Seperti apa? Dia mengancammu?

Profesor Do.

Kudengar kamu tidak sehat, baik secara fisik maupun mental.

Aku tidak tahu akan seburuk ini.

Dokter Han, seharusnya kamu lebih perhatian.

Dia benar-benar tidak sehat. Bawa dia ke RS yang lebih besar.

- Tutup mulutmu, dasar kamu... - Cukup, Profesor Do.

Ayo. Ayo pergi dari sini.

Kamu boleh pergi. Aku harus bicara dengan bedebah itu.

Kamu bisa bicara dengannya lain kali.

Tenanglah dahulu sebelum bicara dengannya.

Dokter Han.

Aku terkejut sekarang.

Aku tidak mau menemui Profesor Do untuk sementara.

Tolong beri tahu dia

untuk menjauh dariku.

Apa dia tahu sesuatu?

Kamu sudah gila?

Kamu pikir aku bisa tetap di sisimu dan melindungimu selamanya?

Sudah kubilang, waktuku tidak banyak di dunia ini.

Aku harus mengurus hal-hal yang harus kuurus

sebelum waktuku habis!

Kamu harus mengurus semuanya?

Ini solusi terbaik yang bisa kamu pikirkan?

Membunuh Kim Pil Soo, lalu menghilang selamanya?

Kamu sudah memikirkan apa yang akan terjadi ke mereka yang ditinggalkan?

Sampai kamu terlibat kekacauan ini,

aku diam saja dan menonton.

Kamu tahu betapa aku akan menyesalinya?

Kamu tidak pernah memikirkannya?

Aku tahu waktumu tidak banyak. Aku tahu itu.

Namun, bukan berarti kamu bisa menjadi bedebah.

Seperti salju di musim panas

dan fatamorgana di gurun.

Waktumu di sini singkat, jadi, itu lebih berharga.

Dalam waktu singkat yang kamu miliki,

bisakah kamu mencoba menjadi orang yang lebih baik?

Untuk apa?

Untukku.

Apa?

Lakukan untukku.

Lakukan terapi

dan cari pengobatan. Tolong berusahalah.

Maka aku akan melakukan hal yang sama untukmu.

Jangan salah paham. Dengarkan aku baik-baik.

Kamu hanya manusia biasa.

Apa yang bisa kamu lakukan untukku?

Aku bisa berusaha untuk tidak kabur

dan jujur.

Musim panas singkat,

tapi seperti tonggeret yang percaya musim panas adalah segalanya,

aku akan berusaha untuk percaya bahwa momen ini adalah segalanya.

Kamu...

Kamu menanyakan pendapatku tentangmu.

Maaf karena tidak memberikan jawabanku lebih awal.

Aku...

Kokdu, aku

cinta...

Ada waktu yang tepat untuk semuanya.

Bahkan jika kita harus berpisah suatu hari nanti,

dan bahkan jika semua ini menghilang seperti gelembung.

Saat ini,

kita harus mencintai.

Jika dia bilang dia mencintaimu apa adanya,

hanya dengan begitu hidupmu yang terkutuk akan berakhir

dan kamu akan mendapatkan kedamaian abadi.

Sampai wanita ini menemukan kedamaian,

aku sendiri tidak pernah bisa damai.

Kamu akan menjadi tonggeret? Astaga.

Hei,

kamu tahu cerita apa yang dimiliki pria itu?

Kamu bilang tidak suka akhir yang menyedihkan.

Kalau begitu, jangan bermimpi menjadi tonggeret.

Setidaknya biarkan aku tetap tidur agar aku bisa memimpikan hal lain.

Apa ini? Kapan kamu bangun?

Sejak kamu menggelitikku di sini.

Rasanya sangat geli, kupikir aku akan mati.

Jika kamu bangun, seharusnya kamu memberitahuku.

Bagaimana bisa jika aku terlihat seperti ini?

Benar.

Kamu tidak pernah suka sampo.

Hei, yang benar saja.

Omong-omong,

kenapa aku di sini?

Kamu di sini karena ini rumahmu.

Apa kamu akan ada di rumahku?

Apa

yang kita lakukan semalam?

Kita tidur.

Sudah kuduga.

Aku mengatakan ini

karena takut kamu salah paham.

Hanya kamu yang tidur.

- Hanya kamu. - Hanya aku?

Kamu berteriak akan menjadi tonggeret,

lalu kamu tiba-tiba pingsan dan membuatku takut.

Namun, ternyata kamu tertidur. Sia-sia saja aku terkejut.

Tunggu, jadi...

Jadi...

Aku berteriak sendiri,

lalu tertidur?

Itu saja?

Itu saja.

Memangnya ada apa lagi?

Kenapa kamu tidak menyebutkan ciuman itu?

Itu kenangan yang bahkan tidak akan kamu ingat.

Benar juga.

- Kamu mendengkur. - Apa?

Katanya menopause bisa sebabkan ini karena ketidakseimbangan hormon.

Lihat? Wajahmu juga memerah.

Kamu harus ke dokter.

- Pergilah sendiri. - Ke mana?

Keluar!

Berhentilah memerintahku.

Apa?

Tunggu!

Tunggu.

Aku tidak pulang karena sibuk bekerja. Itu bisa terjadi.

Aku baru pulang, tapi Kakak menyuruhku keluar?

Siapa pria itu?

Aku lapar. Mari makan.

Itu saudaraku.

- Adikku. - Adik ipar.

Begitu rupanya.

Hei.

Kakak sedang ganti baju.

- Pergi! - Kakak tidak peduli dengan hal itu.

Kita sudah melihat semua yang bisa dilihat. Kenapa mengunci pintunya?

- Astaga, nasib sialku. - Ada seseorang di sana, bukan?

Apakah seorang pria? Firasatku biasanya benar.

Bukalah selagi aku masih baik.

- Kenapa kamu menyembunyikanku? - Hei.

Kamu malu karena aku?

Aku sangat sial.

- Hei, aku akan membuka kuncinya. - Astaga.

Apa?

- Ranjang? - Satu,

Jangan bicara. - dua,

tiga!

Hei, Kakak...

Hei. Apa kamu mabuk?

Jika kamu mabuk karena minuman keras yang enak, pergi dan tidurlah.

Kakak ipar?

Apa?

Apa maksudmu?

Itu cucian kakak.

Kakak ipar!

Apa Kakak menumpahkan selapis pakaian?

Kenapa Kakak menyimpan cucian di ranjang? Itu menjijikkan.

Apa?

Lihat ini.

Kenapa? Apa?

Di mana?

Dia mengalihkanku dengan ranjang,

tapi kabur lewat jendela?

Dia profesional.

Kalian berdua.

Ini bukan pelanggaran pertama Kakak, bukan?

Astaga, dasar berandal.

Beraninya kamu bersikap seperti polisi dengan kakak?

Keluar sekarang.

Satu, dua, tiga.

Keluar!

Bagaimana dia bisa lolos?

Kapan kami harus bertemu?

Menemui siapa?

Pria yang tadi.

Sudah kakak bilang itu bukan pria.

Lagi pula, andaikan itu memang pria.

Untuk apa kamu menemui kekasih kakak?

Kenapa lagi?

Butuh pria untuk tahu pria seperti apa dia.

Kakak punya riwayat yang cukup mengesankan.

Pria yang kabur setelah meminjam uang kuliah Kakak,

pria yang menduakan, tapi terus mengkritik Kakak.

Sepertinya Kakak akan membawa nama klan Goksan Han.

Kita tidak bisa membiarkan sembarang pria tua masuk ke keluarga ini.

Bodoh. Bahkan jika kakak punya anak, marganya tidak akan menjadi Han.

Jadi, Kakak punya rencana untuk punya anak?

Kenapa kakak repot-repot bicara denganmu?

Jangan khawatir.

Sejujurnya, aku tidak pemilih.

Semua pria sama saja. Aku yakin dia tidak istimewa.

Selama itu bukan Do Jin Woo.

Apa? Do Jin Woo?

Kenapa?

Kenapa Kakak sangat terkejut mendengar nama Do Jin Woo?

Begini...

Tentu saja kakak terkejut.

Bagaimana tidak setelah mendengar nama itu?

Kakak

tidak mengencani pria itu,

bukan?

Apa maksudmu? Mengencani siapa?

Benar, bukan?

Kakak tidak lupa semua perbuatannya kepada Kakak, bukan?

Kecuali Kakak gila, Kakak tidak akan menemuinya lagi, bukan?

Namun...

Kenapa kakak tidak boleh mengencani Do Jin Woo?

Kamu tahu...

Dia seorang dokter dan tampan.

Dia tidak kekurangan apa pun.

Dia kurang dalam karakter!

Kakak tidak boleh mengencani bedebah itu. Dia berbahaya.

Dia berbahaya? Ada apa dengannya?

Itu...

Aku tidak bisa bicara tentang penyelidikan.

Kakak sudah lupa bagaimana dia memanfaatkan Kakak dan kabur?

Pria yang kabur setelah memanfaatkan lebih buruk dari pria menghilang.

Menghilang mungkin hanya sementara, tapi kabur adalah kebiasaan.

Dia berbuat sesukanya dan kabur, berpura-pura tidak bersalah.

Dia membunuh Kakak di tengah jalan. Bukankah itu berbahaya?

Melihat dia kabur setelah kami berciuman,

itu pasti memang kebiasaan.

Dia benar-benar berbahaya.

Tentu saja.

Aku tidak akan pernah bisa menerima pria begitu. Langkahi mayatku.

"Detektif Kim"

Apa gunanya jika kamu membaca koran?

Kamu bahkan tidak melihat apa pun.

Kamu berani menantang dewa?

Kamu mudah goyah karena perkataan manusia rendahan.

Dewa? Yang benar saja.

Aku bukan dewa yang akan melunak kepada manusia rendahan.

Hanya itu toleransiku.

Saat kamu menyentuh wanita itu,

kamu akan mati dengan cara paling menyakitkan di dunia ini.

Menderita rasa sakit karena diiris dan tersayat pisau

dan tulangmu remuk,

kamu akan mati sambil berpikir kematian satu-satunya keselamatanmu.

Satu-satunya kartu yang kumiliki adalah Han Gye Jeol.

Aku gila jika menyentuhnya.

Aku tidak akan pernah menyakitinya.

Jadi, kumohon.

Mari bersikap seperti orang asing

dan menjalani hidup masing-masing.

Dasar bodoh.

Kamu masih berpikir bisa meminta bantuanku?

Lalu apa yang kamu inginkan? Katakan saja langsung.

Sungguh kesalahpahaman besar.

Dewa

hanya memberi kepada manusia.

Aku hanya berharap kamu suka hadiah kecilku untukmu.

Apa maksudmu?

"Sekretaris Nam"

- Ya? - Kita dalam masalah, Pimpinan Kim.

Pimpinan Kim Pil Soo!

Benarkah Pusat Medis Pilseong terus

memanipulasi rekam medis?

Kenapa Anda mengutak-atik rekam medis umum?

Anda tahu soal daftarnya?

Pimpinan Kim Pil Soo, tolong beri komentar.

- Anda mau ke mana? - Tolong jawab sebelum Anda pergi.

Pagi ini, seorang pekerja di Pusat Kesehatan Pilseong

ditemukan tewas di Gwaebangsan, Kota Yeongpo.

Menurut surat bunuh diri di TKP,

muncul kecurigaan Pusat Medis Pilseong memanipulasi

catatan pemeriksaan medis secara sistematis,

yang diduga akan menyebabkan kegemparan besar.

Aku memanipulasi catatan pemeriksaan medis

orang tertentu tanpa tahu alasannya.

Karena merasa bersalah,

aku melaporkan daftar itu ke media,

tapi semua orang memihak Pilseong.

Aku tidak punya pilihan selain bersembunyi

karena keselamatanku terancam.

Karena aku tidak bisa lari lagi,

aku bahkan mempertaruhkan nyawaku untuk melaporkan mereka.

Sebagai pria dengan anak kecil, dia seharusnya cari cara untuk bertahan.

Menurutmu ini benar?

Pusat Medis Pilseong akan sangat terpukul.

Para reporter mulai menyelidiki.

Entah itu benar atau tidak, mereka akan tahu.

Namun, bagaimana bisa para reporter sudah tahu?

Setiap kali kasus seperti ini terjadi,

bukankah para petinggi langsung menempatkan MBS?

Bukankah maksudmu "embargo"?

"MBS"? Sungguh?

Bagaimana mereka akan menempatkan pusat penyiaran?

Aku tahu kamu elite.

Bagaimana kamu tahu?

Mereka yang di sana adalah YouTuber rumah hantu.

Mereka menemukannya lebih dahulu.

Tolong mundur sedikit lagi.

Dengan kata lain, itu menyebar seperti kebakaran

sebelum apa pun bisa dilakukan.

Sungguh? YouTuber?

Kamu pandai memalsukan surat bunuh dirinya.

Kapan kamu mempelajari keterampilan itu?

Oksin terus mendesak untuk palsukan dan sempurnakan tanda tanganmu.

Jadi, aku bisa asah keterampilan ini selama ratusan tahun.

Tanda tanganku? Kenapa?

"Kenapa?" Jelas untuk mengambil kembali semua

yang kamu sumbangkan.

Apa kalian berdua ingin mati?

Aku sudah muak.

Andai aku menceritakan semuanya.

Jika aku mengatakan semuanya dengan cara apa pun,

apa kamu akan tetap berakhir seperti ini?

Maafkan aku.

Chung Seong.

Sampai jumpa.

Chung Seong.

Maaf, Chung Seong.

Ini semua salahku.

Seharusnya aku memperlakukanmu dengan lebih baik.

Beristirahatlah dengan tenang.

Ada paket.

Kamu sudah gila?

Aku yang paling tahu hati iblis.

Jika menjadi dia, aku tidak akan membiarkan kelemahanku.

Jadi, entah bagaimana dia akan bicara manis kepada Han Gye Jeol

dan membawaku ke kehancuran.

Aku harus siap sepenuhnya.

Lalu kenapa?

Dengan siap sepenuhnya,

maksudmu tinggal bersama?

Kamu tidak tahu betapa tidak berdayanya

Han Gye Jeol.

Aku harus selalu mengawasinya

dan sesekali menekannya untuk menjauhkannya dari masalah.

Untuk melindunginya setiap detik dari 24 jam,

tinggal bersama adalah satu-satunya pilihan.

- Mari kita lihat. - Astaga.

Kenapa ini kecil sekali? Bukankah ini untuk ranjang ukuran tunggal?

Astaga. Kembalikan.

- Apa? - Berikutnya.

Dasar kamu...

Apa kamu bahkan mendapat persetujuan dari Han Gye Jeol?

Itukah alasanmu bermimpi tinggal bersama?

Kamu beli barang pengantin baru ini karena mendapat restu darinya?

Pengantin baru apanya?

Aku hanya membeli barang untuk menyambut orang baru.

Dengar. Aku mungkin terlihat keren dan modern,

tapi aku masih kuno.

Kunjungan makcomblang, bertukar surat dengan setiap keluarga,

dan memilih hari yang baik.

Jika kita tidak mengikuti dan menghormati prosedur itu,

aku tidak menganggapnya sebagai pernikahan.

Apa Han Gye Jeol akan tinggal denganmu jika bukan untuk menikah?

Meski kujelaskan bahwa hati Kim Pil Soo jahat,

aku yakin Han Gye Jeol anggap kamu, Tuan Kokdu, lebih jahat.

Dia sudah dibutakan oleh cinta.

Karena itu,

dia akan mengabaikan hatiku yang jahat.

Astaga. Aku ingin tahu apa yang kamu lihat hingga membuatmu percaya diri.

Aku tidak melihatnya, tapi mendengarnya.

Itu pengakuan cinta.

Begitukah?

Katanya kamu harus mendengarkan perkataan seseorang sampai akhir.

"Kokdu, aku..." Itu lebih dari cukup, bukan?

Ucapannya jelas.

"Kokdu, aku ingin memburumu."

"Kokdu, aku menolakmu."

"Kokdu, aku akan menipumu."

"Kokdu, kurasa kamu psikopat."

Oksin, kurasa ini hari kematianmu.

Kemarilah. Kemarilah sekarang juga, Berengsek!

Kemarilah. Berhenti di sana.

Hei. Dasar kamu...

Tinggal bersama? Apa kamu gila?

Aku tidak mungkin waras.

Jantungku berdebar karena takut ditolak.

Bahkan jiwaku gemetar.

Astaga.

Jadi, kenapa kamu mengatakan hal gila?

Karena kamu bisa berada dalam bahaya.

"Bahaya"? Aku? Kenapa?

Kim Pil Soo tidak akan mengabaikan pria yang mendekati rahasianya.

Dia pria berbahaya dalam banyak aspek.

Jadi, apa pilihanku

selain tetap di sini 24 jam dan melindungimu?

Astaga.

Seberbahaya apa pun Kim Pil Soo,

kamu jauh lebih berbahaya daripada dia.

Aku? Apa yang kulakukan?

Kukira hanya ada wanita yang membunuh pembunuh

dan pria yang menghilang,

tapi juga ada pria yang makan dan kabur.

Bisa diperjelas?

Apa aku pembunuh, pria yang menghilang,

atau yang makan tanpa membayar?

Yang ketiga, tentu saja.

Kamu menciumku, lalu kabur.

Aku mencium... Apa?

Yang benar saja, aku...

Aku tidak ingin terlihat murahan dengan membahas ini.

Namun, kenapa kamu mengabaikanku setelah setiap ciuman?

Aku belum pernah bertemu pria yang mencium, lalu kabur sampai kamu.

Kamu seterkejut itu?

Kurasa semua wanita lain mengabaikannya.

Kamu ingat ciuman kita?

Kenapa? Bagaimana?

Kamu pikir aku bodoh?

Tentu saja, aku akan mengingatnya. Siapa yang tidak?

Baiklah. Anggap saja kamu membiarkan ciuman pertama

karena aku mendekatimu lebih dulu.

Namun, bagaimana dengan kemarin? Kamu menciumku lebih dahulu, bukan?

Kamu bahkan tidak bisa mengatasinya, jadi, kenapa membuat masalah?

Kenapa kamu menciumku?

Katakan terus terang.

"Terus terang"? Tidak bisa.

Kejujuran antara pria dan wanita adalah jalan pintas menuju bencana.

Katakan, dan jangan ada kebohongan.

Jangan memberi perintah.

Aku ingin menutup

mulutmu dengan cara apa pun.

Menutup mulutku?

Kenapa?

Katakan, dan jangan berbohong.

Aku takut kamu akan bilang kamu mencintaiku.

Singkatnya,

kamu tidak mau aku bilang mencintaimu.

Namun, kamu suka berciuman dan suka ide tinggal bersama.

Jadi, pikiran dan tubuhmu terpisah?

Ini yang disebut teman tapi mesra, bukan?

"Teman tapi mesra?" Tidak mungkin.

Pikirkanlah. Aku pria kaya yang menarik dengan tubuh yang bagus.

Aku punya segalanya, jadi, untuk apa?

Aku tidak percaya ini!

Aku harus menjahit bibirku atau semacamnya. Astaga.

Mulutku yang salah. Benar!

Berkencanlah denganku. Dengar!

Ini klinikku, jadi, keluarlah.

Keluar!

Keluar.

Keluar.

Teman tapi mesra? Beraninya dia.

Dia pasti berpikir aku gampangan.

Bagaimana dia bisa membahas tinggal bersama semudah itu?

Seperti lagu TWICE,

wanita tidak boleh mudah jatuh cinta kepada pria.

Aku masih sangat kekanak-kanakan!

Setiap kali ibuku dikecewakan oleh seseorang dalam hidupnya

atau merasa sedih karena merasa tidak punya apa-apa,

dia selalu memasak.

Hanya

untuk dirinya sendiri.

Katanya aku harus belajar menghargai dan benar memperlakukan diri sendiri

agar orang lain menghargaiku juga.

Apa lagi yang harus kulakukan

agar aku tahu bahwa aku layak dihargai?

Aku masih tidak tahu.

Maafkan aku.

"Maafkan aku"

Bukan itu maksudku.

Ada rahasia di antara kita.

Berciuman itu bagus, dan tinggal bersama lebih baik?

Itu yang kamu inginkan padahal tidak menyukaiku?

Jadi, maksudmu, kita harus menjadi

teman tapi mesra!

Jika itu yang kuinginkan, kenapa aku merasa sangat sedih?

Makin sulit tugasnya,

makin lugas seseorang harus bersikap.

Kamu sudah tidur?

Dia membaca pesanku.

Kamu sedang apa?

Dia membacanya.

Boleh aku meneleponmu?

Itu berarti...

Aku bisa meneleponnya, bukan?

Apa yang kamu rencanakan?

Jangan bilang

kamu stres memikirkan apa yang harus dikatakan

dalam pesan teks kepada seorang wanita.

Bagaimana dia bisa tahu?

Bagaimana aku tahu?

Itu tertulis di seluruh wajahmu, Tuan Kokdu.

Membimbing orang mati dan menghukum mereka yang berdosa.

Kupikir tidak akan sulit jika aku tidak perlu melakukan itu.

Namun, aku belajar bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini.

Hal-hal berharga sulit didapatkan.

Jika itu berharga dan mudah,

itu tidak akan adil.

Ya...

Bagaimana jika aku membantumu

agar kamu tidak perlu terlalu kesulitan?

Maukah kamu membantuku?

Dengarkan saja aku.

Saat kamu mengirim pesan kepada seorang wanita,

pastikan kamu tidak pernah mengatakan tiga hal ini.

Baik, apa tiga hal itu?

- Pertama. - Baiklah.

"Kamu sudah tidur?"

Astaga. "Kamu sudah tidur?"

Kenapa bertanya, padahal kamu yang mengirim pesan pukul sebegitu?

Wanita sangat membencinya.

Begitu rupanya. Baiklah.

Kedua.

"Kamu sedang apa?"

"Kamu sedang apa?"

Kenapa bertanya? Bukan urusanmu.

Jika aku buang air besar, maukah kamu datang dan menyeka bokongku?

Payah sekali.

Aku punya firasat buruk.

Ketiga.

"Boleh aku meneleponmu?"

Astaga. "Boleh aku meneleponmu?"

Astaga. Apa pria sebodoh itu?

Mereka tidak tahu kami tidak mau menjawab telepon mereka?

Jika mereka sebodoh itu, seharusnya mereka mati saja.

Mereka pantas dihukum mati.

Jangan pernah mengatakan tiga hal ini.

Baguslah.

Sekarang, kamu punya alasan

untuk membunuh tuanmu!

Kenapa kamu begitu marah?

Jangan bilang

"Kamu sudah tidur? Kamu sedang apa? Boleh aku meneleponmu?"

Kamu mengatakan ketiga hal itu!

Aku tidak akan mengirim apa pun lagi sekarang!

Payah sekali!

- Wanita benci hal seperti ini! - Diam!

"Boleh aku meneleponmu?"

Dia bilang akan meneleponku. Kenapa dia tidak meneleponku?

Minta maaf atau buat daftar alasan. Lakukan sesuatu.

Bagaimana bisa dia diam saja?

Apa dia tidak merasa bersalah?

Astaga, terserah.

Apa dia

mencoba jual mahal sekarang?

Dia profesional dalam hal ini.

Dia perayu profesional.

Profesional apa?

Astaga.

Kakak akan mengikuti acara kompetisi memasak?

Seperti "Korean Food War"?

Kakak memang profesional.

Hei, itu suap.

Kamu memakannya, jadi, kamu harus membantu Kakak.

Suap?

Ini, bawa ini ke kantor dan makanlah dengan rekan kerjamu.

Serta jaga Pak Park Chung Seong baik-baik.

Namun, kenapa Kakak peduli kepadanya?

Pusat Medis Pilseong? Kalian saling mengenal?

Tidak, kakak tidak mengenalnya secara pribadi.

Kakak melihat beritanya, jadi, merasa kasihan kepadanya.

Jaga dia.

Bersikap baiklah kepadanya.

Ya, aku mau.

Namun, mereka terus mengucilkanku.

Apa?

Apa kamu dikucilkan?

Rekan kerjamu pasti sudah tahu

tentang IQ dua digitmu.

Hei!

Kami, polisi, tidak mendiskriminasi berdasarkan IQ.

Kamu menyombongkan IQ rendahmu?

Mereka terus mengucilkanku dan menyuruhku pergi ke Seoul.

Itu memberitahuku bahwa aku akan segera ditugaskan ke kasus terkenal.

Ya. Itu sangat jelas, Bodoh.

Kamu akan segera dipecat!

Dasar Kakak...

Makan ini dengan rekan seniormu.

Lobi rumah sakit pukul 17.00.

Jangan terlambat.

Dia menyebalkan.

Kamu bertahan

dan akhirnya menemukannya.

Aku bertahan untuk waktu yang lama.

Korea adalah negara kecil.

Kuharap kamu pindah ke Amerika dengan Profesor Do.

Apa yang bisa kulakukan? Aku tidak beruntung jika soal pria.

Hei, itu tidak sepenuhnya benar.

Detektif manis itu bilang akan membantumu.

"Detektif manis?" Siapa?

Menurutmu Yoo Ah In manis?

Ya!

Mata anak anjingnya manis sekali.

Matanya seperti bulan sabit saat dia tersenyum.

Anak anjing bulan sabit.

Dia benar-benar tipeku.

Hei, bagaimana jika kamu mengatur pertemuan untuk kami?

- Sepakat? - Setuju.

Astaga, aku harus pergi dan menata rambutku.

- Atur dengan baik. - Baiklah.

Sungguh selera pria yang buruk.

Anak anjing bulan sabit apanya?

Tentu.

Dia mungkin benar.

Astaga, apa aku baru saja memikirkan pria itu?

Aku pasti sudah gila.

Ya, masuklah.

Astaga, wanita ini...

Jika kami membuat janji, dia harus tepat waktu.

Sudah kubilang tidak. Kenapa kamu terus datang menemuiku?

Sudah kubilang berkali-kali. Kamu seharusnya mengerti sekarang.

- Kubilang tidak! - Astaga.

Dasar kamu...

Dasar kamu...

Dasar penguntit sialan. Apa kamu sudah gila?

Apa yang kamu lakukan?

Profesor. Anda baik-baik saja?

- Profesor? - Astaga.

Astaga.

Apa itu tadi?

Astaga! Leherku!

Bagaimana bisa polisi menyerang warga?

Aku akan menuntut atas penyerangan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Mari lihat apa kamu suka makanan penjara!

Astaga, Pak. Ini bukan penyerangan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Ini hanya kecelakaan biasa.

Katanya dia mengira kamu penguntit.

Penguntit? Bagian mana dari diriku yang terlihat seperti penguntit?

Aku, Bae Chang Soo,

adalah profesor di Pusat Medis Pilseong Seoul!

Aku menapaki jalan hidup yang lurus!

Aku sungguh minta maaf.

Kami akan memastikan Detektif Han mendapat pelajaran.

Tolong ampuni dia sekali ini saja.

Hei, Detektif Han.

Apa yang kamu lakukan, Berandal? Cepat minta maaf!

- Maaf, Pak. - Lupakan saja.

Tidak ada yang ingin kukatakan kepada kalian.

Apa? Lalu apa...

Bergantung pada apa yang dilakukan dokter Tae.

Kenapa aku?

Semua ini terjadi karena kamu.

Jadi, kamu harus bertanggung jawab.

Tentang tawaran pencari bakat itu...

Kamu harus mempertimbangkannya sekali lagi.

Kukira aku sudah menjelaskan bahwa aku tidak mau menerima tawaran itu.

Dokter Tae.

Jangan cemaskan aku. Aku baik-baik saja.

Kalau begitu, aku lega.

Aku juga baik-baik saja.

Mau beri makanan penjara atau buat dia lapar, terserah kalian.

Tunggu, apa? Namun...

Aku pasti sudah gila.

"Yeongpo Aman, Warga Bahagia"

Dengar, Pak Nam. Memalsukan hasil pemeriksaan kesehatan?

Untuk apa kami melakukan itu?

Kamu bahkan tidak punya bukti.

Setidaknya KPOM harus memercayai kami.

Ayolah. Apa gunanya jika hanya kami yang memercayaimu?

Semua orang bilang

jika kamu memalsukan hasil pemeriksaan,

kamu mungkin juga memalsukan uji klinis.

Hei, Seok Ho. Kamu temanku, bukan?

Biarkan saja kali ini.

Beri kami izin penjualan akhir seperti janjimu.

"Kementerian Pengawas Obat dan Makanan"

Bagi seorang PNS,

sentimen publik adalah yang paling menyebalkan dan mengganggu.

Seluruh negeri mengeroyok kami seolah-olah mereka ibu mertua kami.

Coba alihkan perhatian orang dengan kasus lain atau semacamnya.

Sementara itu, aku akan mencoba meluruskan semuanya.

Baiklah.

Apa kata Direktur Hwang?

Apa ada sesuatu yang bisa menarik perhatian orang?

Ada kasus pembunuhan berantai.

- Pembunuhan berantai? - Ya.

Ada kelompok bernama Geng Beruang Hitam.

Jaringan perdagangan narkotika membunuh polisi dan kabur.

Anda ingat kasus itu?

Ya.

Bos Geng Beruang Hitam mencoba menumpang kapal, tapi terbunuh.

Di TKP, petugas polisi mengatakan

"Lagi? Apa itu terjadi lagi?"

Seorang reporter berita lokal mendengar mereka berbisik.

Kamu yakin ini pembunuhan berantai?

Ya,

tapi mereka bilang metode pembunuhannya unik.

Aku juga menyelidikinya sendiri.

Namun, polisi berusaha merahasiakannya,

jadi, aku tidak dapat banyak.

Baiklah. Terus selidiki itu.

Selain itu, apa ada hal lain?

Bagaimana dengan gosip keluarga konglomerat?

Orang-orang suka membenci keluarga konglomerat.

Konglomerat mana?

Grup Bulhwa.

Dokter itu sedang berlibur,

jadi, aku membuat janji dengan orang lain.

Dokter ini juga terkenal dengan hipnoterapi,

dan sangat sulit membuat janji untukmu.

- Lakukan ini dengan serius, ya? - Baiklah.

Kamu tidak boleh kabur di tengah terapi

atau bersenang-senang dan menghabiskan waktu.

Hei, jika ada yang ingin kamu katakan, katakan saja.

Berhentilah bertele-tele.

Tidak ada yang ingin kukatakan.

Tidak, ada.

Kamu yang harus mengatakan sesuatu.

Pasti karena itu kamu bilang akan menelepon.

Apa kamu menunggu teleponku?

Tidak.

Kamu tidak tahu aku mengabaikan pesanmu?

Tentu saja, aku tidak menunggu teleponmu.

Ide bagus mendengarkan Gaksin.

Sudah kuduga.

Aku sangat cerdas dalam hal seperti ini.

Ya, tentu.

Teruslah bersikap cerdas.

Astaga.

Tunggu aku.

"Klinik Psikiatri Yang Sang Hoon"

"Profil Dokter, Lulusan Sekolah Kedokteran Universitas Hanguk"

"Profesor Tambahan di Sekolah Kedokteran Universitas Hanguk"

Kamu sekarang

merasa santai dan tenang.

Matamu perlahan akan menutup.

Kapan aku merasa santai?

Melihatmu, kurasa aku merasa lebih tegang.

Astaga, otot trapeziusku sangat tegang.

Jangan menyimpang dari topik dan cobalah fokus.

Aku sudah mencari selama satu jam terakhir.

Lukisan itu, kalungnya, dan bahkan jam itu.

Kamu mencoba menghipnosisku atau menjual ini kepadaku?

Bergantung pada orangnya,

beberapa orang mungkin menolak hipnosis lebih dari yang lain.

Aku suka hipnosis.

Namun, biasanya aku yang menghipnosis orang lain.

Kurasa pasien ini dan aku berada di frekuensi yang berbeda.

Aku akan mengembalikan uangmu.

Tunggu, tidak!

Aku hampir tidak bisa membuat janji.

Tunggu. Lakukan kepadaku.

Minggir.

Astaga.

Lihat aku, ya?

Berbaringlah seperti ini.

Lalu santai seperti ini.

Saat kamu merasa seperti tersedot,

tubuhmu perlahan tenggelam.

Kamu menjadi santai.

Matamu perlahan menutup.

Jiwanya lemah sekali.

Begitu kamu membuka matamu lagi,

kamu akan berada di tempat yang aman

di mana tidak ada yang bisa menyakitimu.

Kamu akan bersama orang yang paling kamu sukai

dan berbincang dengan nyaman.

Buka matamu.

- Apa itu berhasil? - Aku menghipnosisnya.

Tentu saja, itu berhasil.

Kamu yang aneh.

Baiklah. Sekarang, tutup matamu sekali lagi.

Kenapa kamu tidak suka tinggal denganku?

Aku tidak pernah bilang tidak suka.

Lalu kenapa?

Itu karena aku tidak tahu alasanmu

ingin tinggal bersama.

Sudah kubilang. Aku ingin melindungimu setiap saat.

Wanita macam apa

yang mau tinggal dengan pria untuk alasan seperti itu?

Alasan apa lagi yang kamu butuhkan?

Kamu harus menyukaiku.

Tentu saja aku menyukaimu.

- Kenapa kamu menyukaiku? - Apa?

Kenapa wanita selalu menanyakan hal itu di saat seperti ini?

Karena kamu cantik?

Aku punya teman sekelas yang mendekatiku

dan bilang dia menyukaiku karena aku cantik,

lalu pergi demi gadis yang lebih cantik.

Karena kamu baik. Aku suka orang baik.

Ada senior yang bilang dia menyukaiku karena aku baik,

lalu menghilang setelah meminjam uang dariku.

Apa kamu pengumpul sampah?

Hobimu mendaur ulang?

Kenapa kamu hanya mengencani pria seperti itu

dan mengujiku?

Kamu benar.

Kenapa aku

mengencani pria seperti itu?

Tidak.

Aku tidak bilang itu salahmu.

Kurasa begitu.

Salahku.

Aku tidak pernah percaya diri.

Aku selalu membandingkan diriku dengan orang lain

dan hanya melihat kekuranganku.

Itu sebabnya setiap kali ada yang bilang menyukaiku,

aku tidak ingin melepaskan mereka.

Setelah itu,

aku makin gelisah saat makin menyukai mereka.

"Jika mereka tahu tentang diriku yang sebenarnya,"

"bukankah mereka akan kecewa"

"dan melarikan diri?"

Jika kita tinggal bersama,

aku takut kamu akan kecewa kepadaku

setelah melihat sisi burukku

dan melarikan diri.

Aku tidak akan kabur.

Aku tidak punya tempat untuk kabur.

Mari kita akhiri ini.

Tutup matamu lagi.

- Saat kamu membuka matamu lagi... - Tunggu.

Pastikan dia tidak ingat.

Kamu tidak akan ingat apa yang baru saja terjadi.

Buka matamu.

Dasar penipu.

Bagaimana dia bisa mengelola bisnis jika tidak bisa menghipnosisku?

Kita harus mendatangi siapa?

Apa ini perbuatan Kim Pil Soo?

Suara apa itu?

- Jangan bergerak. - Kenapa?

Kenapa ada banyak pengawas sekarang?

Astaga.

Astaga!

Ada apa?

Kamu terlihat menawan seperti ini. Tutupi dirimu mulai sekarang.

Ayolah.

Bibir itu berbahaya

- bahkan di saat seperti ini. - Lepaskan sekarang.

- Lepaskan. - Ikuti aku.

Sudah kubilang lepaskan.

Aku tidak bisa melihat. Lepaskan.

- Sudah kubilang lepaskan. - Targetnya bukan Han Gye Jeol,

tapi aku?

Kamu yang memberiku hadiah.

Sudah sepantasnya aku memberimu hadiah balasan.

Hadiah, katamu?

"Grup Bulhwa, Risiko Penerus Berbahaya?"

Sungguh hadiah balasan yang buruk.

Apa yang bisa kamu lakukan dengan ini?

Seluruh dunia akan mengawasimu.

- Apa? - Seluruh dunia akan melihatmu,

alih-alih melihatku.

Muncul dan menghilang kapan saja.

Tidak seperti sebelumnya, kamu tidak akan bisa hidup sesukamu.

Berkat itu, aku bisa beristirahat sejenak.

Lucu sekali.

Pandangan pendek manusia lucu setiap kali aku melihatnya.

Mari lihat berapa lama

kamu bisa menganggapnya lucu.

- Oksin. - Ya.

- Mari minum obatmu. - Baiklah.

Ada apa denganmu? Apa dunia kiamat?

Lebih baik dunia berakhir.

Perusahaanku berakhir.

Astaga.

Harga saham perusahaannya mencapai batas bawah hari ini.

Karena pimpinannya buruk, perusahaan tidak berjalan lancar.

Menurutmu itu salah siapa?

Aku? Ada apa denganku?

Tuan Kokdu. Menurutmu apa itu "risiko pemilik"?

Keberadaanmu sendiri adalah

risiko.

Kamu tahu apa kata orang?

"Dia putra tunggal Pimpinan, jadi, dia sangat menyayanginya."

"Penerusnya sudah gila."

"Dia merahasiakannya karena khawatir orang lain tahu."

Ada banyak rumor.

Apa pun itu, memakannya dalam jumlah banyak itu bagus.

Kelaparan itu buruk.

Tidak bisa begini.

Ayo ke Seoul.

Kenapa Seoul?

Kamu ingin naik ke masyarakat kelas atas?

Kamu tahu kenapa orang-orang tertarik padamu?

- Karena aku tampan? - Aku jauh lebih tampan

daripada kamu!

Ayo minum obatmu.

Itu karena kamu tidak normal!

Kamu akan menarik perhatian

jika berbeda dari orang lain.

Putra konglomerat macam apa yang tinggal di pedesaan?

Sama seperti pria kaya lainnya,

jika kamu tinggal di rumah besar berpagar tinggi di Seoul,

menambahkan daging sapi Korea ke jjapaguri,

dan hidup normal,

mereka akan berhenti memperhatikan.

Ayo ke Seoul.

Oksin.

Kenapa kamu hanya memikirkan dirimu sendiri?

Anggaplah Tuan Kokdu pergi ke Seoul dan menyelamatkan perusahaanmu.

Lalu bagaimana dengan Han Gye Jeol?

Ada apa dengannya?

Kim Pil Soo mengincarnya.

Kamu akan memasukkannya ke mulut harimau

dan pura-pura tidak tahu?

Seoul juga lebih baik untuknya.

Di tempat kecil seperti ini,

kamu tidak bisa berkencan dengannya atau melakukan hal lain.

Jika kencannya berantakan,

wajah dan informasi pribadinya akan terungkap,

dan itu akan menghancurkan hidupnya.

Seoul adalah tempat yang bagus.

Mudah untuk bersembunyi karena ada banyak orang.

Mudah mengendalikan kerumunan karena ada banyak polisi.

Ada banyak tempat yang tidak bisa dimasuki orang biasa.

Bahkan rumahku di Seoul

menghalangi orang-orang dari pintu masuk.

Tempat itu sempurna untuk Han Gye Jeol.

Ayo ke sana.

Apa maksudmu?

Han Gye Jeol juga harus pindah ke Seoul?

Bukankah kalian tinggal bersama?

Tinggal...

Tinggal bersama? Apa yang dia katakan?

Itu...

Aku

belum memberitahunya.

Kamu ditolak lagi?

Berapa kali kamu ditolak oleh satu gadis?

Apa ditolak adalah hobimu?

Beraninya kamu. Tutup mulutmu.

Bunuh saja aku!

Perusahaanku.

Ayo ke Seoul.

Aku akan pergi saja.

Benarkah?

Bagaimana dengan Han Gye Jeol? Kamu bilang kamu ditolak.

Aku sudah punya rencana.

Jadi, rencanakan saja untuk pindah.

Jung Won, si bulan sabit...

Ya, aku meninggalkan bulan sabitmu.

Dia akan mengalami kesulitan.

Apa itu buruk?

Menurut catatan pasien yang dipindahkan

"polip bulan sabit."

Apa ini? Apa ini merujuk pada polip integritas?

Ya, beberapa orang memakai istilah itu.

Begitu rupanya.

Kamu membuang sesuatu yang merupakan milikku?

Apa?

Tidak, aku bingung.

Benar juga, Guk Hwa.

Ya?

Kamu bekerja dengan Profesor Bae, bukan?

Ya. Kenapa?

Lupakan saja.

Kamu sudah memutuskan untuk pergi ke Seoul?

Kenapa Universitas Myeongin menginginkanku?

Bagian penyakit dalam mereka baik-baik saja.

Mereka butuh pemimpin.

Tidak biasa menemukan seseorang yang menawan,

lulusan universitas bagus, dan terampil sepertimu.

Yang lainnya baik-baik saja,

tapi aku tidak suka kepala pengobatan darurat.

Itu yang menggangguku.

Siapa? Choi Do Young?

Jangan khawatir. Dia akan segera digantikan.

Benar sekali. Sepertinya dia akan digantikan oleh Bae Chang Soo.

Serta aku tidak suka itu.

Apa?

Universitas Myeongin bilang mereka akan menjadikan Anda kepala

jika Anda mengajakku, bukan?

Namun, apa yang harus kulakukan?

Aku tidak mau membuang sesuatu yang kotor

ke departemen pengobatan darurat Universitas Myeongin.

Maksudmu aku kotor?

Dokter Tae, jaga ucapanmu.

Aku tahu. Jaga ucapan Anda.

Para perawat sudah menahan semua yang ingin mereka katakan,

dan mereka mau melaporkan Anda atas penyalahgunaan kekuasaan internal.

- Apa? - Mereka punya rekaman.

Aku mencegah mereka ke kantor polisi,

jadi, Anda harus memfokuskan energi untuk menenangkan para perawat.

Anda juga harus membebaskan Detektif Han.

Kamu memerasku karena detektif itu juga?

Apa hebatnya dia?

Apa dia berkaitan dengan presiden?

Apa dia kaya?

Kaya? Dia hanya detektif.

"Hanya detektif?"

Unit Investigasi Regional

memeras karena detektif sederhana?

"Unit Investigasi Regional?"

"Kepolisian Metropolitan Seoul"

Apa?

Ayo pergi. Semua orang menunggu.

Aku akan menerima telepon.

Aku harus menjawab ini.

Tidak bisa.

Kamu dilarang menghubungi orang untuk sementara.

"Dokter Tae"

Baiklah.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Anda akan dialihkan ke kotak suara.

"Detektif Han"

Astaga. Yoo Ah In.

Siapa kamu?

Baiklah. Di sebelah sana.

Bagaimana menurutmu? Bukankah kolamnya bagus? Kolam itu.

- Astaga. - Apa ini?

Ayo. Ini mirip dengan rumah kita di Yeongpo.

Ini. Lihatlah halamannya.

Bukankah ini bagus?

Dia tinggal bersama Han Gye Jeol? Astaga.

Hei, dia tidak bisa diharapkan.

Tinggal bersama? Dia tidak bisa melakukannya.

Kamu tidak tahu Tuan Kokdu melakukan apa yang dia katakan?

Dia akan melakukannya apa pun yang terjadi.

Kamu bisa bilang kamu keluarga,

tapi apa yang bisa kukatakan untuk tinggal dengan mereka?

Di mana ada kemauan, pasti ada jalan. Jangan khawatir.

Jangan gunakan ini sebagai alasan untuk melamarku.

- Aku akan menolak lebih dahulu. - Apa maksudmu?

Kamu bisa menjadi pelayan atau pembantu.

Beraninya kamu mencoba menjadi istri.

Aku tidak mau!

Kalian!

Jika kalian akan terus bertengkar,

aku akan menikahkan kalian!

- Apa? - Tidak!

Siapa pun itu,

jika kalian bertengkar, akan kuanggap sebagai lamaran, ya?

- Tidak baik-baik saja! - "Tidak baik-baik saja"?

Kamu jahat sekali seharian!

Berhenti cemberut!

Beraninya kamu cemberut seperti itu?

Kamu terlihat seperti ikan.

Besar dan tenang.

Halamannya cukup bagus.

Astaga, tentu saja.

Kamu tahu berapa banyak uang dan usaha yang kupakai untuk tempat ini?

Kamu akan lebih suka interiornya.

Baiklah. Ayo masuk.

Astaga.

Dia berusaha keras? Dengan seleranya?

Sesuatu yang besar akan terjadi begitu dia masuk.

Satu, dua, tiga.

Apa ini?

- Ada apa dengan tempat ini? - Astaga.

Aku hampir buta.

Apa itu?

Kenapa ada urat emas mengalir di sini?

Kamu kemari untuk menggali emas? Apa kita di peradaban barat?

Kudengar peruntunganku tidak punya cukup emas, jadi, itu kutambahkan.

Lupakan saja! Buat persis seperti rumahku di Yeongpo.

Setiap paku dan sekrup harus sama.

Kenapa aku membuang uang seperti itu?

Aku tidak bisa melakukan itu.

Benarkah? Kalau begitu, aku harus tinggal di Yeongpo.

Sahammu akan segera menjadi tidak berguna.

Tuan Kokdu!

Tunggu. Kumohon. Tuan Kokdu!

Tuan Kokdu. Kumohon.

Kumohon!

Dia akan kesulitan.

"'Ahli Waris Penyendiri Memasuki Seoul'"

Jika dia akan pergi ke Seoul, seharusnya memberitahuku sebelumnya.

Bagaimana kamu bisa membuatku tahu tentangmu lewat berita?

"'Ahli Waris Penyendiri Memasuki Seoul'"

Tidak bisakah kamu meneleponku?

Apa hanya itu arti diriku bagimu?

Melihatmu seperti ini,

kamu tampak seperti bintang bagiku.

Kamu tidak akan bersinar lagi di sampingku?

- Masuklah. - Baiklah.

Astaga. Halo.

Kenapa kamu kemari?

Di mana Pak Johns?

Dia tidak ada di sini?

Sudah kubilang dia pergi ke Seoul.

Kamu tidak membaca berita?

Kukira dia sudah kembali. Astaga.

Astaga.

Astaga.

Astaga.

Aku sangat pandai membaca orang,

tapi aku tidak tahu

dia sangat penting.

Duduklah.

Apa hebatnya seseorang yang tidak bisa berusaha?

Dia bukannya tidak bisa. Dia tidak melakukannya.

Dia tampan, pintar, dan kaya.

Dia memiliki segalanya, jadi, kenapa dia harus berusaha?

Jika dia berusaha di atas semua itu, itu lebih tidak adil.

Ini.

Astaga. Ini dia.

Astaga.

Dokter Han, kamu sangat beruntung.

Kamu bertemu dengannya karena mengira dia binatang buas,

tapi ternyata dia pangeran.

Astaga.

Apa ini?

Bukankah kamu akan ke Seoul dengan orang Amerika itu?

Kami datang untuk mengadakan pesta perpisahan!

Pesta perpisahan!

Seoul. Aku? Kenapa?

Kalian akan tinggal bersama. Tidak?

Astaga. Kami tidak akan tinggal bersama.

Orang bodoh macam apa dia?

Kami menerima berandal itu,

memberinya makan, tempat tinggal, dan menjadikannya manusia,

tapi dia meninggalkanmu?

Aku tidak pernah melihat pria sukses setelah meninggalkan istrinya!

Astaga. Aku bukan istrinya.

Dia bahkan tidak melihatku seperti itu.

Kupikir jika kamu menikah dengannya,

aku bisa meminta bantuanmu.

Kamu mulai lagi dengan omong kosong itu.

Apa?

Kapan aku akan punya koneksi seperti itu dalam hidupku?

Bantuan?

Kudengar kesejahteraan untuk dapur Grup Bulhwa luar biasa.

Sepupuku membuat keributan untuk menjadi koki,

tapi karena kompetisinya ketat,

orang-orang memakai koneksi dan suap. Ini bukan lelucon.

Kupikir aku bisa menggunakan koneksimu

untuk bergabung dengan konglomerat seperti itu.

Lupakan saja.

Aku, Shin Hong Geun,

tidak perlu menundukkan kepala kepada berandal seperti dia!

Tidak apa-apa.

Minum minuman ini dan lupakan semuanya.

Astaga.

Biarkan orang-orang itu hidup bahagia selamanya,

dan kita juga bisa hidup bahagia. Benar.

Benar.

Katanya kamu tidak akan bahagia jika pasanganmu lebih baik darimu.

- Mari berbahagia. - Benar.

Benar. Aku tidak bisa minum.

Kamu tidak bisa minum?

Kalau begitu, kamu tidak benar-benar hidup.

Anda benar. Aku harus minum dan mabuk.

- Bersulang! - Benar. Bersulang!

Astaga, pikiranmu sangat terbuka!

Sikapmu sangat terbuka!

Boleh aku minum lagi?

Baiklah.

Astaga. Kamu sudah mabuk?

Kenapa kamu terus tersenyum?

Kamu tahu ada puisi yang mengatakan

saat orang bodoh saling menatap,

mereka pasti merasa bahagia.

Bersulang!

- Bersulang! - Bersulang!

Bisa beri aku minuman lagi?

Aku merasa sangat gembira!

Aku sangat gembira!

"Ekspresi sedih di wajahmu hari itu"

"Itukah perasaanmu yang sebenarnya?"

"Haruskah aku dilupakan"

"Tanpa memberikan satu alasan pun?"

Astaga, kamu terus pergi ke mana? Ada banyak orang di sini.

Astaga.

Astaga.

Namun...

Apa rencana rahasia agar Han Gye Jeol tinggal denganmu?

Jalan saja. Kenapa terburu-buru?

Aku malu.

Apa kamu harus pergi ke tempat seramai itu?

Han Gye Jeol tidak tahu betapa hebatnya dia

hanya dengan menggunakan kata-kata.

Kamu harus menunjukkannya.

Begitu rupanya. Astaga. Kamu akan melamarnya di depan umum?

Seharusnya kamu memberitahuku.

Kamu menyembunyikan orkestra di suatu tempat?

Kuharap kamu tidak menyewa orang dari stasiun TV untuk merekamnya.

Orang-orang membicarakanmu,

jadi, jika ini tayang di TV, kamu akan mendapat masalah besar.

Kurasa ini akan sempurna.

Di sini? Apa Han Gye Jeol akan datang ke sini?

Kenapa aku butuh Han Gye Jeol?

Semua pemeran utama ada di sini.

"Pemeran utama?"

Maksudmu kamu dan aku?

Astaga. Tidak mungkin.

Teganya kamu melakukan ini kepadaku.

Astaga.

Beri tahu aku alasannya.

Apa yang sudah kamu lakukan untukku?

Kenapa kamu menyembunyikanku?

Kenapa kamu membuangku?

Apa aku sememalukan itu?

Yang benar saja.

Jin Woo! Sadarlah.

Ini saatnya kamu minum obat. Ayo pulang.

Jatuhlah dengan benar

atau aku akan membunuhmu.

Lepaskan aku!

- Astaga. - Sakit!

Sakit sekali!

Tolong aku!

Kumohon, sakit.

- Halo? - Ini buruk, Dokter Han.

Baca beritanya.

Apa?

"Grup Bulhwa, Awal Perselisihan Bersaudara?"

Apa?

"Siapa Do Jin Woo, ahli waris yang tertutup?"

"Rumah Sakit Universitas Myeongin Seoul"

Kamu baik-baik saja?

Ya, sekarang.

Kamu terluka?

- Tidak. - Apa yang terjadi?

Kamu mendengar sesuatu lagi?

Ya.

Kalau begitu, seharusnya kamu memanggilku!

Kenapa kamu tidak meneleponku? Yang benar saja!

Aku malu.

Tanpamu, aku tidak lengkap.

Aku merasa sangat malu harus selalu mengandalkanmu.

Jadi, aku ingin berdiri sendiri.

Namun, akhirnya aku seperti ini.

Seluruh dunia menyaksikan diriku

yang tidak sempurna sekarang.

Tidak tahu kapan dan di mana masalah akan muncul membuatku gila.

Han Gye Jeol.

Aku sangat membutuhkanmu sekarang.

Tidak bisakah kamu selalu melengkapiku di sisiku?

Ada apa?

Kamu membenci diriku yang bodoh ini?

Apa aku tidak berguna?

Benci apanya?

Aku lebih bodoh darimu.

Sejujurnya,

aku cemas.

Kukira aku bertemu itik sejelek aku.

Namun, ternyata dia angsa, bukan bebek.

Itu sebabnya kupikir dia akan terbang jauh.

Namun, dia ingin tetap menjadi bebek di sisiku.

Aku tahu seharusnya tidak,

tapi aku merasa lega.

Aku sangat jelek, bukan?

Namun, aku juga jelek.

Tidak ada yang salah dengan itu.

Mereka bilang orang jelek menjadi bahagia dengan saling melihat saja.

Kurasa tidak buruk

untuk bahagia sepanjang hari.

Kalau begitu,

kamu setuju, bukan?

Kamu akan tinggal denganku, bukan?

Ya.

Maksudmu ada saksi kasus

pembunuhan Geng Beruang Hitam?

"Kokdu: Season of Deity"

Selamat datang di rumah kita.

Kamu menyukainya?

Terima kasih.

- Kenapa makan sup rumput laut? - Untuk ulang tahunmu.

Mau makan kue sekarang?

Tidak, bukan seperti ini.

Kamu tidak bisa meninggalkan keluargamu di hari ulang tahunmu.

- Tidak. - Bagaimana bisa?

Apa aku sungguh memalukan?

Aku benci kamu Do Jin Woo.

Apa dia pria yang Kakak kencani? Kakak sudah gila?

Kakak tidak takut kepadanya?

Kakak memercayainya.

Bagaimana jika dia pelakunya?

Bagaimana jika dia gila?

Apa dia pria yang membunuh anggota Geng Beruang Hitam?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.