Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Lakukan saja tugasmu. Buatlah iklan.
Hindari semua situasi lain yang penuh tekanan.
"Produksi VC Planning Tim TF, Iklan Baru"
Ini Go Ah-in.
Apa kabar, Pak?
Mari bertemu. Diam-diam.
Kalau aku berangkat sekarang, butuh waktu sekitar 30 menit.
Kalau lebih dari 30 menit,
boleh aku mulai memikirkan soal kekuranganmu?
Orang yang menunggu hanya memikirkan...
kekurangan orang yang membuat mereka menunggu.
Aku tak bisa berkata-kata.
Tentu saja. Begitulah seharusnya.
Selain itu,
jangan datang dengan tangan kosong hari ini.
Lalu apa yang harus kubawa?
Apa aku salah menilaimu?
Bawalah yang kau anggap pantas.
Sepertinya ini situasi yang paling menegangkan yang bisa kualami.
Tapi aku belum pernah kabur dari apa pun.
"Antara anjing dan serigala."
Ternyata, kau cukup pandai mengemudi.
Aku berusaha datang secepat mungkin...
tanpa melanggar hukum.
Begitu rupanya.
Apa yang kau bawa?
Dulu,
kau menyebut raker maraton di VC Group,
rapat roti isi krim.
Kau selalu makan roti ini di kala rapat berlangsung lama.
Apa kau tidur di malam hari?
Sampai kau mengetahui semua ini, apa kau punya waktu untuk tidur?
Apa kau punya waktu untuk tidur?
Tidur dan bermain sama seperti orang lain,
tapi ingin lebih sukses dari yang lain...
hanyalah bersikap serakah.
Dilihat dari sisi mana pun,
kau benar-benar seperti anggota keluarga Kang.
Kau yakin kau anak keluarga Go?
Mau kuberi tahu sesuatu?
Silakan.
Aku suka ini,
tapi orang selalu membelikanku roti dari toko roti.
Menurutmu kenapa begitu?
Karena lebih sopan membelikanmu sesuatu yang lebih mahal?
Sopan bagaimana?
Itu namanya serakah.
Mereka tak memberikan yang diinginkan pihak lain,
tapi yang membuat mereka diakui.
Mereka pikir itu akan membuat mereka...
mendapatkan keinginan mereka dari pihak lain.
Kau benar.
Ingat ini.
Fokus saja pada keinginan pihak lain.
Semuanya akan berjalan lancar.
Terima kasih. Aku akan mengingatnya.
Aku sudah memberitahumu sesuatu,
jadi, kau harus memberitahuku sesuatu.
Adakah hal yang layak untuk kukatakan?
Tentu saja.
Apa itu?
Antara Kang Han-su dan Kang Han-na,
kau akan bekerja dengan siapa?
Kenapa kau bersikap seperti ini?
Apa?
Kau biasanya tak makan daging atau minum alkohol di pagi hari.
Mulai kini, aku ingin makan daging dan minum alkohol sepuasnya.
Kenapa?
Aku jenderal yang akan berperang.
Makan saja salad seperti biasa...
dan ikuti arus.
Aku sudah memutuskan,
jadi, kau hanya perlu mengikuti keputusanku.
Kenapa firasatku buruk soal ini?
Mulai hari ini, kita akan bersikap layaknya pegawai agensi.
Kita akan berkreasi.
- Apa? - Kubilang kita akan berkreasi.
Yang disebut tatanan, adat, dan arus yang diciptakan dunia,
mari abaikan semua itu...
dan pergi saja.
Pergi apa maksudmu?
- Kenapa kau memaksakan diri? - Diam.
Jadi,
teruslah menyukaiku.
Aku juga...
akan terus menyukaimu.
Kau bisa kehilangan segalanya.
kita harus belajar menyerah...
Aku bisa mengubah dunia.
Sekalipun kau mungkin kehilangan semua yang kau miliki sekarang?
Kalau aku tidak memilikimu,
tidak akan ada yang memihakku di dunia ini.
Jadi...
turuti perintahku.
Apa dia sudah melihat foto Kang Han-na?
Mengenai orang yang kupilih untuk bekerja sama,
aku tak akan menjawabnya.
Kenapa? Sulitkah untuk memilih?
- Tidak. - Lalu?
Bukan pendapatku yang ingin kau ketahui sekarang.
Kau hanya ingin aku mengikuti perintahmu.
Akhirnya aku merasa seperti sedang berbincang dengan orang.
Direktur Go.
Ya, Pak.
Jangan memihak mereka.
Kenapa?
Karena alasan yang sama kau duduk di sini sekarang.
Kekuatan menahan stres berat tanpa terjatuh.
Itu penting bagi seseorang untuk menjadi ketua.
Jadi, jangan memihak mereka,
tapi jadilah sumber stres bagi Kang Han-su dan Kang Han-na.
Baiklah, aku akan melakukan seperti yang kau katakan.
Benar. Kau harus melakukannya.
Kalau begitu,
boleh aku bertanya?
Silakan.
Kalau ada masalah,
aku mungkin akan menjadi musuh bersama.
Apa yang bisa kudapatkan dari pilihan ini?
Apa aku tampak seperti penipu bagimu?
Kau pikir aku tidak tahu keinginanmu?
Kenapa kau menelepon untuk menemuiku lebih dulu?
Batalkan penugasan Direktur Choi dari VC Planning.
Sepertinya kau senang dengan hasil jarahannya.
Dia pantas dimanjakan karena itu.
Apa sekarang permainan berakhir?
Aku tak yakin.
Kau mulai berpikir untuk memihakku sekarang?
Aku selalu memikirkannya.
Kalau begitu, sampaikan pesanku padanya.
Kau takkan menghubunginya secara langsung?
Kami agak...
terlalu jauh untuk itu.
Katakan padanya jangan membuatnya terlihat jelas di kantor.
- Kau mau memperbesar masalah? - Ini baru permulaan.
Aku harus menyiram dan memupuknya agar tumbuh...
dan berbuah.
Apa itu akan berhasil?
Kau harus membuatnya berhasil.
Kau dibayar.
Selain itu, tambahkan bahan bakar pada keberanian Pak Park.
Agar dia tidak takut dan kabur?
Baiklah.
Haruskah kusiram sedikit agar tumbuh bagus dan tinggi?
Kudengar dulu kau atlet tinju.
Kau bintang yang sedang naik daun, juara pertama kompetisi nasional.
Ya. Aku melakukannya sampai kelas dua SMA.
Sayang sekali.
Kenapa berhenti?
Aku menyadari...
aku tak akan jadi juara dunia.
Kau tidak menyerah, kan?
Maaf? Apa maksudmu?
Juara...
tidak hanya ada di ring.
Kudengar kau lulusan universitas yang sama denganku.
Benar.
Kau terlambat belajar setelah mengakhiri karier atletmu?
Kau mencapai hal yang dianggap mustahil oleh orang lain.
Staminaku bagus.
Bisakah itu dicapai hanya dengan stamina?
Itu tercapai melalui tekad dan keyakinan.
Kau tidak terlihat seperti orang...
yang akan menyerah sebelum memulainya.
Katanya, orang yang melakukan hal mustahil...
akan melakukannya lagi.
Aku menantikannya.
Semoga berhasil.
Hei.
Kau lihat foto yang kukirimkan?
Baiklah.
Tentu saja.
Untuk apa aku menunjukkannya dengan jelas?
Baiklah. Sampai jumpa.
Apa dia...
akan menyadarinya?
Kalau tim lain menyemangatiku,
artinya mereka tahu sesuatu. Kalau begitu...
Itu artinya, aku telah menjadi kelemahan Kang Han-na.
"30 Peraturan Bisnis"
"Peraturan Nomor 12, Peraturan Walter"
Direktur,
apa terjadi sesuatu pagi ini?
Apa?
Ya, aku merasa kesal, jadi, aku berteriak.
Bukan itu.
Lalu apa?
Seperti Wakil Presiden Kang bersikap sangat ramah...
atau Ketua Kang mengatakan hal-hal yang tidak biasa.
Seingatku tidak. Aku bahkan belum melihat mereka.
Kenapa?
Beberapa orang mengatakan hal-hal tidak biasa padaku.
Misalnya?
Menyemangatiku?
Itu trik tingkat tinggi.
Benar?
Orang mengatakan hal yang tidak biasa dikatakan...
berarti telah terjadi hal yang tak biasa.
Itu termasuk kau juga.
Baiklah. Aku akan memeriksanya.
Aku juga akan memeriksanya.
Siapa lagi yang menyemangatiku.
- Artinya? - Orang yang tak menyemangatiku...
ada di pihak kita.
Kau ingin aku menjamin itu?
Go Ah-in mungkin akan menarik ucapannya,
jadi, aku butuh janjimu.
Bagaimana jika...
seseorang mencegahnya mencapai kenaikan 50 persen...
selama penjualan dalam enam bulan?
Maksudmu aku?
Jelas kau akan berusaha mencegah dia untuk mencapainya.
Hanya satu orang yang bisa menjadi CEO di perusahaan ini.
Lalu...
siapa yang kau bilang akan menghalanginya?
Seseorang dari kantor pusat bisa melakukannya.
Baiklah.
Kalau Direktur Go gagal...
mencapai kenaikan 50 persen seperti yang dia janjikan,
aku berjanji akan menerima tindakan disiplin sebagai CEO.
Terima kasih, Pak.
Tapi,
hanya dengan syarat...
itu bukan karena gangguan dari orang lain selain kau.
Kita melakukan semua ini tanpa presentasi?
Kalian mau dibagi menjadi tim untuk ini?
Aku sangat keberatan.
Kenapa?
Lebih menyenangkan mengerjakannya bersama.
Aku juga merasa begitu.
Baiklah, kita akan melakukannya.
Untuk saat ini, mari kerjakan iklan perusahaan asuransi dulu.
- Untuk sisanya... - Aku...
akan mengatur jadwal dengan pengiklan...
dan mengabarimu lagi.
Juga, untuk proyek perusahaan asuransi,
jangan membahas kebahagiaan, harapan,
dan semua hal khas perusahaan asuransi.
Kita akan membuat sesuatu yang nyata,
sesuatu yang akan menguntungkan pelanggan,
atau sesuatu yang bisa beresonansi dengan mereka.
Sekarang kita mulai terlihat seperti tim.
Harus.
Tenggat waktu enam bulan...
peningkatan penjualan 50 persen akan segera tiba.
Kau bicara seolah-olah kau yang membuat janji itu.
Sudah seharusnya.
Kita di tim yang sama.
Aku menyulitkan kalian semua.
Sama sekali tidak.
Kau menjadikan kami direktur kreatif.
Kalau begitu, Direktur Go,
aku ingin menanyakan sesuatu.
Ada apa?
Kita bisa makan dengan tenang hari ini, kan?
Ya. Kita bisa menikmati makanan dengan tenang hari ini.
Mau makan siang bersama?
Baiklah. Aku akan memesan tempat yang bagus.
Tidak.
Kenapa tidak?
Kau pasti mengajak ke restoran barbeku lagi.
Aku tak mau pakaianku berbau daging seharian.
Kau bisa merebusnya.
Aku lebih benci daging rebus.
Kau pasti sudah gila.
Untuk apa merebus daging?
Aku menyuruhmu merebus pakaianmu!
- Halo. - Direktur Go,
apa kau sedang luang sekarang?
Sampai jumpa di ruanganku.
Baiklah.
Kurasa kalian harus makan siang tanpa aku.
Sayang sekali memakai kartu berharga ini...
untuk pesta kecil.
Agak aneh kalau kita mengajak staf lain juga.
Akan pas kalau ada satu orang lagi, jadi, kita berlima.
Benar.
Dua pemanggang akan pas untuk makan.
Selamat siang.
Kalian pasti mau makan siang.
Ya, kami akan makan daging panggang.
Daging sapi Korea.
Begitu rupanya.
Omong-omong, dahimu sudah membaik?
Ya.
Maaf atas kejadian selama presentasi Wuwon.
Jangan khawatir. Itu bagus.
Itu menunjukkan betapa kerasnya kau bekerja tanpa tidur.
Ya. Aku lega kau merasa seperti itu.
Kau sudah makan siang?
Belum.
Kau mau ikut dengan kami untuk makan daging sapi?
Pas kalau ada satu orang lagi bersama kami.
Daging sapi...
Mendengarnya saja sudah mual.
Nikmati makan siangmu.
Tentu saja, dia berbeda.
Apanya?
Dia bilang muak dengan daging sapi.
Jadi, orang kaya bosan dengan daging sapi.
Kau lebih berbeda.
Bagaimana bisa?
Kenapa mengajak Direktur Han-na?
Kenapa?
Kau pikir dia akan nyaman makan bersama kita?
Kenapa tidak?
Dia konglomerat.
Kenapa itu membuat dia tidak nyaman?
Makan bersama itu lebih asyik!
Kalian tahu siapa yang paling merasa tidak nyaman...
- saat makan daging bersama? - Siapa?
Orang yang makan lebih banyak dariku.
Kalian ingin satu orang lagi.
Ya, tapi kenapa harus dia...
Benar juga! Ada satu orang lagi di tim kita!
Ada orang di dalam?
Masalahnya...
Pak Park?
Ya.
Baiklah.
Jangan bilang aku datang.
Baik, Pak.
Kalau Go Ah-in memutuskan untuk memihak Kang Han-na,
dia akan membantuku.
Ini sulit.
Apa?
Ini seperti waktu antara anjing dan serigala.
Sulit mengetahui kau teman atau musuh.
Di dunia ini, berapa banyak hal yang bisa dibedakan dengan jelas?
Kalau begitu, aku akan berterus terang padamu.
Antara kemarin dan hari ini,
kau mengetahui hal baru?
Kau sudah membantuku selama ini,
jadi, tak sopan kalau aku membohongimu.
Aku tahu kalian berdua pergi ke kantor distrik.
Aku berencana membuatnya seolah itu tak pernah terjadi.
Bagaimana menurutmu?
Apa itu mungkin?
Bagi seseorang yang belum pernah kehilangan apa pun darinya,
menurutmu dia akan bisa menyerah?
Aku harus mencobanya.
Harus.
Maaf sudah menyita waktumu.
Terima kasih.
Pak Park...
Boleh aku memberimu nasihat pribadi?
Tentu saja.
Kelemahan bukan berarti harus disingkirkan.
Benarkah begitu?
Saat kita membuat orang lain terkesan dengan kekuatan kita,
kita menerima cinta orang lain melalui kelemahan kita.
Kalau kau menunjukkannya tanpa menyembunyikannya,
orang-orang akan bersorak dibuatnya.
Apa mungkin kau...
menyemangatiku sekarang?
Apa aku terlihat seperti menyemangati orang lain?
Aku tidak melihat keuntungan bagiku di sini,
tapi aku tertarik.
Senang bertemu denganmu, Direktur Choi.
Kau senang bertemu denganku.
Sungguh mengejutkan.
Tentu saja.
Aku tak akan melihatmu untuk waktu yang lama.
Sepertinya kau tidak terlalu tahu.
Kurasa tidak.
Aku bahkan mendengar kau menyemangati Pak Park.
Bekerja di perusahaan itu sulit.
Aku harus membuatnya merasa lebih baik.
Kau benar.
Sepertinya kau kesulitan di perusahaan,
jadi, aku juga berusaha menghiburmu.
Kau menyukainya?
Ya.
Aku menyukainya.
Baiklah. Semoga pekerjaanmu lancar.
Tentu saja aku menyukainya!
Bukankah sudah jelas? Kau yang termuda di tim TF kita.
Baguslah kau di sini. Kita butuh satu orang lagi.
Tapi untuk mengatakan aku bagian dari tim kalian...
Apa yang kau bicarakan?
Kau sekretaris Direktur Go, tentu saja kau juga tim kami!
Kau setuju, kan?
Tentu saja! Kita satu tim.
Baiklah, ayo makan!
Daging terasa paling lezat saat perusahaan yang membayarnya!
Ini.
Ada apa?
Kau tidak suka daging?
Bukan begitu. Jangan hiraukan aku. Selamat menikmati.
Apa ini? Kau sedang diet?
Kau berusaha menjadi lebih cantik?
Terima kasih.
Begitu rupanya. Jadi, itu alasannya.
Apa?
Apa maksudmu?
Kau tak makan daging yang kuberikan,
tapi kau makan yang diberikan Jang-wu.
Bukan begitu.
Dia jelas tidak makan daging yang belum matang.
Benar, kan?
Sudah jelas, kan?
Sangat jelas hingga hanya kau yang melihatnya.
Jangan hanya makan dagingnya. Bungkus dengan selada juga.
Bahkan ibuku berhenti begitu. Kenapa kau malah melakukannya?
Jangan pedulikan mereka. Nikmati makananmu.
Mereka seperti ini setiap hari.
Kami akan ke kafe.
Terima kasih atas makanannya.
Boleh aku minta tagihannya?
Aku akan menepati janjiku padamu.
Apa gunanya itu? Pakaianku sudah bau daging.
Bukan itu.
Janji yang kubuat tempo hari.
Apa kau mungkin...
- Aku melajang sejak lahir. - Apa?
Kenapa kau mengatakannya tanpa malu-malu?
Karena aku tidak malu.
Mari selesaikan masalah ini...
sebelum aku berhenti bekerja.
Aku akan membantumu.
Tidak.
Kenapa? Kau tidak mau?
Tidak perlu dibantu?
Begini...
Mungkin saja Su-jeong merasa tak nyaman.
Akan kupastikan semua berjalan lancar,
jadi, percayalah pada cupid ini.
Kau percaya padaku?
Ya.
Kenapa kau kemari?
Sebagai Kepala Kreatif dan Kepala Perencanaan,
aku merasa kita jarang bertemu.
Kita saja tak bisa saling bicara. Kenapa harus bertemu?
Orang lain mungkin berpikir lain.
Sepertinya kau hidup sesuai pemikiran orang lain.
Aku hidup sesuai pemikiranku sendiri.
Pantas kau disebut berpikiran tunggal.
Terlepas dari itu,
aku harus bertanggung jawab atas ucapanku, kan?
Sebenarnya, karena itulah aku di sini.
Kudengar kau mendapat banyak pengiklan baru.
Kenapa? Kau iri?
Itu tidak buruk bagiku.
Kalau penjualan perusahaan naik, peringkat kinerjaku juga.
Hentikan omong kosong itu. Langsung ke intinya.
Kau mengundurkan diri...
kalau gagal meningkatkan penjualan 50 persen.
Itu janjimu, kan?
Kau datang jauh-jauh kemari hanya untuk memastikan itu?
Kau orang yang cenderung menarik ucapanmu...
kalau keadaan tampak buruk bagimu,
tapi aku ini orang yang menepati janjiku.
Aku, Go Ah-in...
Aku berjanji akan mengundurkan diri...
kalau penjualan enam bulan ini tidak meningkat 50 persen.
Entah apa sudah terekam dengan baik.
Mau mendengarkannya bersama-sama di sini?
Itu sudah cukup.
"Putra Ketua Kang"
Kenapa dia tiba-tiba meneleponku?
Ada apa?
Kalau kau senggang, mari makan malam bersama.
Makan malam? Denganku?
Ya.
Ketua Kim dibebaskan berkat kau,
tapi aku belum sempat berterima kasih.
Tentu, ayo makan malam.
Mari bertemu pukul 19.00. Aku akan mengirimkan lokasinya.
Aku baru ditelepon kantor sekretaris.
Katanya kau akan makan malam dengan Wakil Presdir Kang.
Kang Han-su bilang mau mentraktirku makan malam.
Apa ini juga bentuk semangat untukku?
Kau di sini.
Kenapa bawa dia ke sini?
Bawa?
- Memangnya aku anjing? - Bukankah begitu?
Aku hanya bercanda.
Siapa yang makan semeja dengan anjing?
Kau memesan tempat empat orang. Apa ada orang lain yang datang?
Tidak.
Kita semua di sini.
Pak Park,
duduklah.
Mari bersulang.
Kau bisa memanggil sopir pengganti.
Benar, kan?
Pak Park biasanya tidak minum.
Kau tidak bisa minum atau hanya tidak minum?
Keduanya.
Aku belum pernah minum alkohol.
Kau tidak minum atau merokok. Kau pintar, cakap, dan sehat.
Kau bahkan tampan.
Bukankah itu calon suami sempurna bagi wanita?
Benar. Kau juga harus mengurangi asupan alkoholmu.
Itu mengalir dalam darah kita.
Tentu saja.
Kita tidak bisa lari dari gen kita.
Hidangan utama sudah siap, silakan.
Apa?
Kau ingin bertemu denganku karena ingin bicara.
Kau masih belum belajar, ya.
Apa?
Selesaikan obrolan bisnis penting sebelum hidangan utama keluar.
Aku sudah mengatakan semua yang ingin kukatakan.
Apa perlu sampai seperti itu?
Semua orang tahu, sebagai anak sulung,
kelak kau akan menjadi ketua.
Selain itu, kita juga punya saham ayahku di VC Group.
Nol.
Aku ingin kemungkinannya nol.
Kau mengenalku.
Aku benci saat hasilnya tidak seperti dugaanku.
Sudah tak ada kemungkinan Han-na menjadi wakil ketua.
Hubungan Han-na dan Pak Park harus tak terbantahkan...
agar tak ada kemungkinan dia menjadi calon wakil ketua.
Selagi kita memelihara satu tunas,
tunas lainnya harus diinjak.
Itu sebabnya aku menyukaimu.
Bu Direktur.
Mari bicara besok.
Kenapa aku menatap pohon yang bahkan tidak bisa kupanjat?
Pulang saja.
"Pelindung Keluarga Kita, Kehidupan Gyowon"
"Melindungi Masa Depan Anak-anak Kita"
Aku berjanji akan mengundurkan diri...
kalau penjualan enam bulan ini tidak meningkat 50 persen.
Itu sudah cukup.
Aku harus bekerja...
kalau ingin bertanggung jawab atas ucapanku,
tapi aku harus tidur agar bisa bekerja,
dan aku harus minum agar bisa tidur.
Kecemasan membaik dengan mengaktifkan lobus frontal.
Kau pikir aku membahas seks untuk menjadikanmu wanita cabul?
Stimulasi.
Stimulasi fisik!
Tentu.
Tubuh ini akan membusuk setelah aku mati,
mari kita beri stimulasi fisik.
"Hotel Miltom"
Aku berusaha mengaktifkan lobus frontalku,
tapi aku bisa mati duluan karena serangan jantung.
Efek samping apa yang kau alami?
Berjalan-jalan di lingkunganmu sambil tidur?
Bagaimana orang bisa tidur setiap hari?
Kau wanita yang mulai bekerja hari ini, kan?
Ya.
- Kau pernah bersih-bersih? - Ya.
Karena kau bertanggung jawab atas kantor eksekutif, sama saja.
Mari ke sana.
Kau bisa berganti pakaian, nanti kujelaskan.
Permisi.
Hanya orang berprestasi yang bisa kerja di sini, kan?
Tentu saja. Tidak semua orang bisa bekerja di sini.
Pintu ditutup.
Direktur Go, kau datang paling awal seperti biasa.
Kakimu cedera?
Tidak, hanya sakit sedikit.
Ini petugas kebersihan baru kita. Dia akan membersihkan ruanganmu.
Aku akan merepotkanmu.
Ya, Direktur.
Bibi, apa ada daging?
Makan saja yang ada di sini.
Ayah...
aku ingin menaikkan jabatan Pak Park.
Pak Park?
Ya, dia memang pantas naik jabatan.
Aku tak sanggup jadi sekretarisnya,
berapa pun gajinya.
- Menjadi kepala departemen? - Tidak.
Eksekutif.
Direktur.
Bukankah masih terlalu dini untuk itu?
Kenapa begitu?
Kalau dia mampu, dia bisa mengambil posisi itu.
Kalau begitu, aku akan memberi tahu tim HRD.
Wakil Presdir Kang Han-su,
kau pasti tidak tidur semalam karena mencoba memakai otakmu.
Tidak.
Aku tidur nyenyak.
Selamat.
Terimalah.
Itu tidak buruk untukmu.
Orang lain bahkan tak bisa memimpikannya.
Pak Kim, terima kasih sudah mendukungku.
Katakan.
Apa?
Kau tak melaporkannya padaku?
Maafkan aku.
Kapan Han-su mengetahuinya?
Hanya beberapa hari, Pak.
Berapa hari?
Satu hari?
Atau dua hari?
- Tiga hari? - Tidak, masalahnya...
Apa aku harus bayangkan sendiri...
sebelum kau melaporkannya padaku?
Beginikah caramu bekerja?
Mereka mulai beraksi.
Mari lihat, apa kau bisa menang dengan beban itu.
"Wakil Presdir VC Group Kang Han-su"
Halo, Pak.
Mari bertemu sekarang.
Baiklah.
Aku akan ke sana sekarang.
Boleh aku tahu ini soal apa...
Astaga.
Bukankah dia harus memberitahuku alasannya?
"Kepala Sekretaris Kim Tae-wan"
"Direktur VC Planning Choi Chang-su"
Hei. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.
Ada apa?
Wakil Presdir Kang ingin bertemu denganku.
Apa terjadi sesuatu?
Dia langsung meneleponmu?
Ya.
Kurasa itu bukan hal buruk.
Kau bisa mengakhiri Rencana A.
Itu masih sulit.
Wakil Presiden Kang...
lebih menyukai Go Ah-in daripada aku.
Kau akan membiarkannya?
Waktunya belum tepat,
jadi, aku bersiap-siap saja.
Katakan apa yang kau siapkan.
Ada sesuatu yang disebut syarat kebahagiaan.
Bagaimana dengan syarat kebahagiaan...
yang dijelaskan oleh orang yang mengidap penyakit parah?
Dengan konsep "kebahagiaan yang hilang".
Merenungkan kebahagiaan yang hilang.
Aku punya arah yang sama.
Namanya "Your Dream Foundation",
ada yayasan yang memenuhi...
impian terakhir pasien yang sakit parah.
Kalau direncanakan dengan baik, kedengarannya ide itu stabil.
Bagaimana denganmu, Eun-jeong?
Aku mencari ide untuk membiarkan orang...
bertemu mendiang keluarga melalui teknologi VR.
Kedengarannya bagus juga.
Jang-wu?
Aku tidak ke arah sana. Sebaliknya...
Direktur Go, ada tamu.
Tamu?
Siapa?
Senang bertemu denganmu. Aku Go Ah-in.
Kau pasti sibuk, Jaksa.
Kenapa kau kemari?
Kau sudah makan siang?
Belum.
Jadi, kau mengurangi waktu makanmu,
bekerja siang dan malam, memeras otakmu...
untuk menyerangku.
Menyerangmu?
Kami hanya melakukan tugas kami.
Begini...
Ketua Kim Wu-won akan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara...
dengan lima tahun masa percobaan,
jadi, aku tak peduli tentang itu.
Masalahnya adalah kenaikan jabatanku yang gagal.
Mungkin akan lebih cepat kalau membahasnya...
dengan kepala hukum kantor pusat kami.
Aku kemari bukan untuk berdiskusi.
Lalu untuk apa kemari?
Aku hanya ingin bertemu...
dengan orang yang menghalangi tujuanku.
Karena sudah bertemu, aku akan pergi sekarang.
Semoga beruntung,
jangan melakukan kejahatan...
dan aku akan segera menemuimu lagi.
Omong-omong,
orang tuamu sehat, kan?
Orang tuanya masih hidup.
Ayahnya menghilang, jadi, kami mencarinya.
Sedangkan ibunya...
Alamat tidak diketahui?
Dia terus berganti tempat kerja selama 35 tahun terakhir,
tapi tidak pernah mendaftarkan alamatnya?
Aku yakin, itu karena dia takut.
Takut apa?
Terkadang kasusnya seperti itu di antara orang...
yang kabur karena kekerasan dalam rumah tangga.
Zaman sekarang berbeda,
tapi dulu, mendaftarkan alamat...
memudahkan pelaku untuk mencari dan memburu mereka.
Jadi...
dia sudah kabur selama 35 tahun?
Ya.
Ini membuatku sangat tertarik.
Dia hidup dalam kegelisahan dan ketakutan.
Dia pasti sangat merindukan putrinya.
Keluarganya yang akan menjatuhkannya.
Aku harus membiarkan mereka bertemu.
Mereka harus sehat.
Putri mereka baik-baik saja sekarang.
Kalau itu aku,
aku akan merindukannya setiap hari.
Aku menikmati minumannya.
Duduklah.
Baik, Pak.
Ada yang harus kulakukan?
Kau memakai media sosial?
Aku tidak memakainya, tapi aku terus mengawasinya.
Kenapa kau tidak menggunakannya?
Sir Alex Ferguson pernah bilang...
media sosial itu membuang waktu.
Begitukah?
Apa yang harus kulakukan?
Aku ingin kau membantuku dengan hal yang membuang waktu.
Tentu saja, lain cerita kalau ada tujuan dan keuntungan yang jelas,
- seperti kasusmu. - Kurasa begitu...
kita sepaham soal itu.
Kau ingin meningkatkan jumlah pengikutmu?
Kita juga sepakat soal itu.
Kau ingin menyamai Direktur Han-na, kan?
Ada dua cara.
Katakan.
Mirip pekerja paruh waktu yang menulis komentar,
ada perusahaan yang membantu meningkatkan jumlah pengikut.
- Mereka cepat dan efisien... - Aku tak bisa melakukan itu.
Apa aku harus melakukannya hanya untuk mengalahkan Han-na?
Aku minta maaf.
Aku hanya mencoba memberimu solusi cepat.
Aku menghargai berbagai saran.
Dari percakapan kita hari ini,
sepertinya kita juga punya pemikiran yang sama.
Aku akan menghubungimu langsung mulai sekarang.
Terima kasih.
Selain itu,
aku punya saran yang ingin kuajukan.
Silakan.
Aku ingin merekrut satu eksekutif lagi...
ke tim produksi agensi.
Kau bisa mengurusnya sendiri.
Terima kasih.
Semuanya berjalan lancar...
berkat usaha Kang Han-na untuk memutasiku...
Hei.
Karyawan berusia 20-an yang pandai di media sosial...
Kumpulkan mereka. Aku kembali ke kantor sekarang.
Dibatalkan?
Siapa?
Aku bertanya, siapa di tim HRD pusat...
yang membatalkan penunjukanku.
Kau pikir tim HRD bisa melakukannya?
Kau harus melihat dunia apa adanya.
Kenapa hanya melihat yang kau inginkan?
Apa maksudmu aku hanya melihat yang ingin kulihat?
Kenyataannya, kau bahkan tak bisa mengubah apa pun di VC Planning.
Bisa-bisanya kau bicara soal mengubah dunia?
Kau tak perlu selalu menyerang.
Apa pentingnya memenangkan pertarungan kecil?
Yang penting adalah memenangkan pertarungan terakhir.
Kau ingin aku melakukan apa?
Kalah untuk saat ini.
Dari siapa?
Dia harus bicara lebih jelas. Dia selalu membuatku bingung.
Apa katanya?
Kang Han-su membatalkan mutasi staf Direktur Choi.
Kini kita tahu siapa yang memberitahunya.
Beraninya dia bersekongkol dengan Kang Han-su.
Dia tidak menghinamu.
Dia tidak bisa diam saja dan tidak melawan.
Apa ini?
Kenapa kau tiba-tiba memihaknya?
Orang yang memihakmu mengatakan hal yang ingin kau dengar, kan?
Kalah...
Aku sangat benci kalah.
Apa CEO Jo memintamu kalah?
Ya, dia menyuruhku kalah.
Dari siapa?
Siapa lagi?
Mungkin Kang Han-su.
Kurasa bukan.
Lalu siapa?
Bukankah dia menyuruhmu kalah dari dirimu sendiri?
Dia menyuruhmu berhenti bersikap keras kepala...
dan berkata kau ingin mengubah dunia.
Lupakan saja. Topik itu sudah berakhir.
Dia seharusnya memberitahuku cara melakukannya.
Dia hanya di sana meletakkan batu baduk-nya...
Benar.
Aku punya batu.
Apa?
Ada hal seperti itu. Batu besar.
Ulsanbawi.
Aku harus menyulut asap.
Aku tak boleh kalah,
tapi aku bisa pura-pura kalah.
Bagaimana dia bisa sukses seperti ini sendirian?
"Go Ah-in"
"Go Ah-in"
"Kantor Kepala Pejabat Kreatif"
Apa dia sudah mulai bersih-bersih?
Terima kasih sudah tumbuh dengan baik.
Terima kasih sudah tumbuh baik sendirian.
Terima kasih, Ah-in.
Terima kasih, Nak.
Itu tidak benar.
Apa?
Tidak, bukan begitu.
Kenapa kau memanggil Direktur Go sebagai putrimu?
Aku hanya asal bicara. Aku hanya...
Tolong pura-pura tidak tahu, sekali ini saja.
Sekali saja.
Bagaimana aku bisa mengabaikan hal ini?
Aku akan panggil satpam.
Jelaskan saja saat mereka datang.
Aku... Aku ini...
Aku ibunya.
Maafkan aku.
Aku tahu ini tidak tahu malu, tapi kumohon padamu.
Kalau begitu, kau harus memberi tahu Direktur Go.
Tidak.
Tolong jangan katakan apa pun.
Selama satu bulan,
tidak, hanya sepekan,
biarkan aku bisa melihatnya dari dekat.
Aku akan menghilang setelah itu.
Aku takkan membiarkan Ah-in tahu.
Aku akan bersih-bersih dan pergi.
Kumohon. Kumohon, sekali saja.
Tolong maafkan sekali ini saja. Kumohon.
Apa yang kau lakukan?
Kurasa Direktur Choi tahu.
Aku punya tawaran untukmu.
Sudah lama sekali.
Kurasa sudah 35 tahun.
Aku hanya ingin bertemu denganmu sekali saja.
Apa kau harus melakukan ini?
Jadi, bagaimana?
Kau senang sudah melihatku?
Jadi, aku membebaninya hanya dengan hidup.
Kalau menelantarkan putrimu, hiduplah yang layak.
Lihat kondisi rumahmu!
Ah-in...
Maafkan aku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.