Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Tarian pedang berlapis ombak jernih♪
♪Menantang angin dan hujan demi mengibarkan bendera♪
♪Embun dan salju tidak menanyakan suka dan duka♪
♪Bunga yang beterbangan memaksa memasuki gurun♪
♪Jangan menindas pemuda yang baru terjun ke dunia♪
♪Angsa pun mampu melebarkan sayap meski hanya sesaat♪
♪Tidak peduli bagaimana takdir mengatur hidup ini♪
♪Ungkapkan teka-teki dan pecahkan misteri langit♪
♪Berubah menjadi pemberani di tengah pasang surut hidup♪
♪Tidak sia-sia berkeliling dunia demi menegakkan keadilan♪
♪Hati yang sama melambangkan kekompakan dalam perjalanan panjang ini♪
♪Mengejar impian muda sekuat tenaga♪
♪Melatih kesabaran selama bertahun-tahun♪
♪Perjalanan jauh mungkin akan memberimu luka♪
♪Namun, berani mengembara baru membuat hidup terasa berharga♪
♪Dalam sekejap keteguhan hati menjadi penyemangat semasa muda♪
♪Menghapus rintangan waktu♪
♪Berusaha sekeras mungkin di mana pun♪
♪Menjadi kunci kita memulai perjalanan baru♪
[Perjalanan Para Pemuda]
[Episode 39]
Aku tidak puas.
Aku tidak puas!
Kau sudah menolaknya,
mengapa sekarang kau malah goyah seperti ini?
Pemuda yang seperti ini
memang sangat disayangkan jika dibunuh.
Aku belum kalah.
Pedangnya yang terakhir pun sudah patah.
Niat memerangi dunia
kalah dengan tekad melindungi dunia.
Tampaknya pikiranku terlalu sempit.
Apa itu?
Ada sebuah pedang yang sedang menerobos udara.
Pedang seperti apa yang bisa memiliki kekuatan seperti ini?
Jangan-jangan ada seorang Dewa Pedang lagi yang datang?
Itu Pedang Penebas Langit,
pedang nomor satu dari Sepuluh Pedang Ternama.
Mengapa bisa seperti ini?
Karena Langit telah memilihku, maka aku akan menuruti Langit.
Pedang Penebas Langit!
♪Angin badai akan datang menghampiri♪
♪Lilin merah bergerak, bayangan bergoyang♪
Pedang Penebas Langit, baiklah!
Kemarilah, aku akan menjadi penguasa Langit dan Bumi!
♪Berkelana dengan teriakan lantang♪
Menaiki Langit dengan pedang demi menemui Dewa Alam Langit!
♪Tekad angkuh dan tidak terkekang♪
♪Usia muda sungguh menyenangkan♪
♪Siapa yang mau meninggalkan dendam dan budi di dalam angin?♪
♪Siapa yang mendengar suara angin?♪
♪Ia terus menyuarakan kerinduan berulang kali♪
♪Sebuah kutukan tanpa hati membuat guntur menyinari teratai salju♪
♪Untuk apa takut pada ketajaman pedang?♪
♪Bila hatimu ragu dan takut, aku akan menghadapinya sendirian♪
Guru, siapa yang menang?
Luo Qingyang ingin menjadi Langit,
sedangkan Xiao Se juga benar-benar telah menebas Langit.
♪Aku ingin menguji kedalaman jurang ini♪
Xiao Se!
Xiao Se!
♪Sejak dulu pahlawan selalu dirumorkan♪
- Xiao Se. - Xiao Se.
Ayo.
♪Berasal dari anak muda♪
Ekspresi Luo Qingyang agak aneh.
Aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk mengayunkan pedang.
Jika Wali Kota Luo ingin mengabaikan luka dan melanjutkan pertarungan,
setidaknya setengah dari jumlah kita akan mati.
Dengan begini, kau tidak akan bisa membawa orang yang kau inginkan.
Sekarang giliranmu untuk membuat pilihan.
Dewa Pedang Kesepian, Luo Qingyang.
Kaisar!
- Kaisar. - Kaisar.
Kaisar.
Mengapa bisa seperti ini?
Kaisar diserang pembunuh dan telah meninggal!
Jangan berteriak.
Kaisar diserang pembunuh dan telah meninggal!
Apa yang kau teriakan?
- Tangkap dia! - Baik!
[Aula Tai'an] Kaisar meninggal!
Kaisar telah meninggal.
Kaisar telah meninggal?
Belum, jangan panik.
Dia masih bernapas.
Kalau begitu, kau beri tahu padaku, mengapa bisa seperti ini?
Karena keracunan.
Keracunan?
Aku sudah mengerti.
Sejak awal dia sudah menduga aku akan mengobatinya begini.
Dia memang ingin aku mengobatinya begini.
Dia ingin membuat Kaisar mati.
Dia ingin membuat Kaisar mati di saat ini.
Guru, kita belum kalah.
Kaisar masih bernapas.
Kita masih punya kesempatan.
Katakan.
Siapa yang menyuruhmu berbuat seperti ini?
Guru, mengapa Guru datang kemari?
Ada kabar dari istana, Kaisar telah meninggal.
Apa?
Luo Qingyang pelakunya.
Tadi aku merasakan Pedang Sembilan memancarkan aura ganas,
ia memang pergi untuk membunuh.
Namun, di dalam istana kekaisaran,
ia dihadang oleh sebuah kekuatan yang sangat hebat
dan ia terbang kembali kemari.
Kaisar Mingde mungkin belum mati.
Mungkin juga dibunuh oleh orang lain.
Chong'er, tidak peduli kabar ini benar atau palsu,
kita harus segera pergi dan kembali ke Kediaman Pangeran Bai.
Mengapa?
Kau lihat Luo Qingyang yang ada di bawah.
Lihat sorot matanya.
Aku tidak pernah melihat Luo Qingyang berekspresi seperti ini.
Jangan-jangan tadi dia menghabiskan terlalu banyak tenaga.
jadi, sekarang sudah kehilangan akal sehat?
Jika dia kehilangan akal sehat,
dia pasti akan membunuh semua orang yang ada di sini.
Pangeran.
Sudah cukup sampai di sini saja.
Kota Tianqi yang hari ini
masih akan mengalami malam yang sangat menarik.
Dia sudah kehilangan akal sehat.
Cepat pergi dari sini.
Tuan,
jika nanti Kota Tianqi kacau,
aku mohon Tuan selamatkan Kota Tianqi dulu,
- tidak perlu memedulikanku. - Apa yang kau bicarakan?
Mohon Tuan berjanji padaku.
Selamatkan Kota Tianqi dulu.
Kakak Luo, kau sudah datang.
Ilmu Suara Muslihat.
Selir Xuan datang.
Aku sudah datang.
Baguslah jika sudah datang.
Hanya saja, kau sedikit terlambat.
- Xiao Se! - Xiao Se!
- Xiao Se! - Xiao Se!
Xiao Se!
- Xiao Se! - Xiao Se!
Xiao Se.
[Aula Tai'an]
Bangsawan.
Komandan Li, bagaimana situasi di luar?
Belum sampai sejam, kabar wafatnya Kaisar telah tersebar ke seluruh Kota Tianqi.
Ada juga orang yang membunuh dan membakar kota.
Sekarang Kota Tianqi sedang kacau besar.
Selir Xuan juga telah melukai Pengawal Istana
dan meninggalkan istana kekaisaran.
- Selir Xuan? - Benar.
Kali ini Kota Tianqi kacau.
Aku yakin, pasti ada orang yang sengaja memicunya.
Bangsawan, aku perlu membawa pergi beberapa Pengawal Istana lagi.
Baik.
Komandan Li, Kota Tianqi mengandalkanmu.
Aku permisi.
[Pondok Xueluo]
[Paviliun Jingxue]
Aku baru menerima kabar dari Sekte Maha Tahu,
Kota Selatan kebakaran.
Sekelompok orang yang tidak jelas asalnya
mulai membakar, membunuh dan menjarah kota.
Di Kota Utara juga ada penduduk yang melakukan kerusuhan.
Kantor Pemerintahan Ibu Kota sedang mengatasi,
tapi sama sekali tidak terkendali.
Toko petasan di barat juga dibakar oleh seseorang.
Penduduk sekitar sedang melarikan diri ke segala arah.
Persis seperti ucapan Xiao Se sebelumnya, Kota Tianqi pasti akan kacau besar.
Sungguh rencana yang sangat besar.
Namun, dalam rencananya ini, masih kurang satu tahap terakhir.
Dia akan datang ke Kediaman Pangeran Yong'an.
Bagaimana kondisi Xiao Se?
Cepat atur pertahanan, suruh orang untuk menjaga setiap sudut pondok.
Baik, aku akan mengaturnya.
[Kediaman Pangeran Bai]
Syukurlah, Ayahanda tidak apa-apa.
Kabar itu palsu.
Tidak peduli kabar ini benar atau palsu,
penduduk Kota Tianqi sudah percaya bahwa kabar itu benar.
Tidak bisa.
Aku harus keluar dan membantu Komandan Li mengatasi kekacauan.
Kau tidak boleh pergi!
Guru!
Aku dan Wushuang sama-sama terluka parah dalam pertarungan pedang.
Sekarang satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah
berjaga di Kediaman Pangeran Bai.
Jika kau pergi, maka kau akan masuk ke dalam jebakannya.
Guru, dulu kedua mataku pernah buta.
Aku hidup dalam kegelapan,
tapi tidak pernah menyerah untuk mengejar cahaya.
Sekarang penglihatanku sudah kembali, tapi penduduk Kota Tianqi
malah terjerumus ke dalam kegelapan yang tidak berujung.
Aku mana bisa hanya menyelamatkan diriku sendiri.
Tindakan ini tidak berkaitan dengan takhta,
ini hanya wujud dari kegigihan Chong'er.
Mohon Guru merestuinya.
Sudahlah.
[Kediaman Pangeran Chi]
Bagaimana kondisi Xiao Chuhe?
Dia tidak keluar lagi setelah masuk ke Kediaman Pangeran Yong'an.
Kita sudah merencanakannya bertahun-tahun.
Hari ini kita melancarkan semuanya sekaligus,
mereka mana mungkin bisa menyainginya.
Namun, Pangeran Bai sedang membawa ahli bela diri di kediamannya
untuk mengatasi kekacauan di luar.
Ditambah dengan Dewa Pedang Wawasan,
mereka menyebabkan banyak masalah untuk kita.
Apakah sudah ada kabar dari kedua pasukan?
Setelah Malam Berdarah ini berlalu, mulai besok pagi,
mereka akan masuk ibu kota untuk menyambut Pangeran menaiki takhta.
Bagus.
Namun, menurut kabar dari istana, Ayahanda belum mati.
Paling lama pun hanya bisa hidup sampai malam ini.
Pangeran tenang saja.
Kalau begitu, hal yang harus kita lakukan malam ini
hanya tinggal satu, yaitu membunuh Xiao Chuhe.
Guru.
Cepat.
Aku minta tolong, Tabib Kecil.
Meskipun tidak bisa menyembuhkan Kaisar,
tolong bantu Kaisar agar bisa bertahan melalui malam ini.
Aku minta tolong.
Baik.
Ganti.
[Penginapan Hongfu]
Wenjun.
Maaf,
kedatanganku terlambat.
Kakak Luo, aku hanya bercanda, kau jangan menganggapnya serius.
Awalnya aku mengira,
setelah berkultivasi pedang hingga cukup kuat,
maka aku tidak akan tertandingi lagi di dunia ini.
Di saat itu, aku bisa menaklukkan Tianqi dan membawamu pergi.
Ini salahku sendiri.
Aku terlalu sombong dan bodoh.
Ada banyak orang berbakat yang muncul di dunia bela diri,
mereka mana mungkin bisa berhenti muncul hanya karena aku seorang.
Jika aku bisa memahami semua ini lebih awal,
maka kita berdua,
yang satu tidak akan terkurung di Kota Kesepian
dan yang satu lagi di tahanan istana.
Kali ini Kakak Luo datang untuk membawaku pergi ke mana?
Ke mana pun kau ingin pergi, aku akan membawamu ke sana.
Sebenarnya aku sendiri pun tidak tahu aku ingin pergi ke mana.
Aku sudah terlalu lama tidak pernah lagi melihat dunia luar.
Sebelum menikah, aku tidak bisa diam saja di rumah.
Saat senggang, aku selalu ingin keluar rumah.
Ayah pernah bilang, ada angin di dalam tulangku,
aku ditakdirkan berkelana seumur hidup.
Namun, takdir mempermainkan manusia.
Bisa-bisanya aku terkurung di istana ini selama belasan tahun.
Semuanya sudah berlalu.
Kita sudah bebas.
Kakak, masih ada satu hal.
Aku ingin membawa Shi'er dan Yu'er pergi bersamaku.
Baik.
[Pondok Xueluo]
Xiao Se.
Aku ingat terakhir kali kau berbaring seperti ini di depanku,
waktu itu masih di Makam Pedang.
Saat itu aku benar-benar baru pertama kali merasa khawatir
dari dalam lubuk hatiku bahwa seseorang akan mendadak pergi.
Saat meninggalkan Kota Xueyue, aku sudah memberi tahu diriku sendiri,
aku harus melindungimu dengan baik.
Namun, setiap kali terjadi bahaya,
kau yang selalu maju untuk melindungi semua orang.
Namun, tenaga dalamku akan habis dalam waktu singkat.
Selesaikan pertarungan secepatnya.
♪Menjadi sepasang kekasih yang menatap bunga dan menikmati angin♪
♪Meski hidup ditemani awan liar, aku tetap ingin menemuimu saat berkelana♪
Sebenarnya pada awalnya,
aku selalu mengira kau adalah orang yang bermulut jahat dan pelit.
Aku juga tidak mengerti
mengapa Kakak Pertama bisa setuju untuk mengajakmu berjalan bersama.
Sekarang jika dipikir lagi, syukurlah dia menyetujuinya.
Jika tidak, pertemuan kita akan tertunda lebih lama lagi.
Sepertinya aku juga harus berterima kasih pada Lei Wujie.
Syukurlah dia pergi ke penginapanmu dan berutang uang padamu.
Xiao Se,
aku sudah kehilangan Kakak Pertama.
Aku tidak ingin lagi kehilangan siapa pun yang ada di sisiku.
Aku mohon padamu.
Jika kau bisa mendengar ucapanku, maka cepatlah bangun.
Pada setahun lalu,
aku diam-diam meninggalkan sekte.
[Paviliun Jingxue]
Harapan terbesarku adalah meningkatkan teknik pedang
dan menaikkan tingkatan bela diri,
agar suatu hari nanti aku bisa menjadi sehebat guruku.
Lalu, menegakkan keadilan di dunia bela diri
dan menjadi terkenal.
Tidak lama setelah itu, aku bertemu dengan Xiao Se,
Wuxin,
Kakak Qianluo
dan Kakak Pertama.
Temanku semakin banyak, saingan yang kutemui juga semakin kuat.
Di saat itu, aku memberi tahu diriku sendiri,
sebelum punya kemampuan untuk melindungi dunia,
aku harus melindungi temanku dengan baik.
Namun, Kakak Pertama mati.
Xiao Se juga terus terluka berulang kali.
Pada awalnya, aku masih bisa melakukan sesuatu untuk mereka,
tapi sekarang aku hanya bisa duduk di sini.
Aku baru pertama kali merasakan hal ini.
Aku sangat marah, tapi juga sangat tidak berdaya.
Sebenarnya kau duduk di sini juga termasuk sedang melindungi.
Kau lihat,
di depanmu ada pintu utama,
di belakangmu ada kamarnya Xiao Se.
Orang yang ingin masuk pintu utama ini harus melewati tempat yang kita duduki.
Sedangkan kau berjaga di sini, maka mereka harus memikirkan
apakah mereka bisa mengalahkanmu atau memikirkan cara untuk mengalahkanmu.
Kau adalah alasan mereka tidak berani menerobos ke Kediaman Pangeran.
Apakah kau masih merasa dirimu sama sekali tidak berguna?
Sebenarnya karena ada kau, aku menjadi merasa jauh lebih tenang.
Kau lihat, hatiku juga merasa takut.
Jangan takut.
Aku pasti akan menjaga tempat ini dengan baik.
Selama ada aku,
jangan ada yang berharap bisa melukai satu pun dari kalian.
Lukamu juga cukup parah.
Kau harus segera mengobatinya dengan ilmu bela dirimu.
Berjaga seperti ini di sini benar-benar tidak terlalu berguna.
Setelah meninggalkan Gunung Dewi,
dia tidak pernah lagi mengalami luka yang separah ini.
Selain itu, ucapan Xiao Se sebelum pingsan membuatku sangat gelisah.
Apa maksudnya selamatkan Tianqi dulu baru menyelamatkannya?
Tenang saja,
aku akan membuatnya bangun sesegera mungkin.
Meskipun ilmu bela diriku tidak akan bisa pulih lagi dalam lima tahun.
Aku saja.
Baik lima tahun atau sepuluh tahun,
bahkan jika aku tidak bisa menggunakan ilmu bela diri lagi juga tidak apa-apa.
Guru kami berdua sama,
kami juga belajar ilmu bela diri yang sama,
jadi, aku bisa membantunya.
Aku sudah tahu niat baik Nona Qianluo, sebaiknya kau menunggu di luar saja.
Percayalah padaku,
aku pasti akan mengembalikan Xiao Se yang sudah sadar padamu.
Kalau begitu, terima kasih, Nona Ji Xue.
Ke depannya, aku tidak akan menentang denganmu lagi.
Cepat pergi.
Sungguh gadis yang bodoh.
Entah mengapa, sekarang aku mendadak merasa
tidak tahu harus melakukan apa tanpa Xiao Se.
Dulu aku selalu merasa dia menyebalkan.
Namun, selama ada dia, semua rencana kita selalu bisa berhasil.
Inilah rasa ketergantungan yang selalu bisa Xiao Se berikan pada orang lain.
Sebenarnya tidak sulit dalam melakukan apa pun.
Siapa pun yang datang, langsung dipenggal saja.
Kakak Qianluo memang lebih gagah dan dominan.
Selama ada kau, aku tidak lagi menjadi orang yang paling terus terang.
Bocah Nakal, jangan mengira aku tidak tahu kau sedang memakiku.
Kakak Qianluo, mengapa kau terlihat seperti baru saja menangis?
Lei Wujie,
menurutmu seharusnya Xiao Se sungguh akan baik-baik saja, 'kan?
Lei Wujie, ini salahmu yang sembarangan bicara.
Aku hanya bercanda.
Jangan cemas.
Aku mendengar Kakak ke-6 terluka
saat bertarung dengan Dewa Pedang Kesepian.
Aku sengaja datang untuk menjenguknya.
Dia tidak apa-apa, Pangeran, silakan pulang.
Aku pun sudah datang,
tapi kalian bahkan tidak menjamuku duduk di dalam.
Inikah cara Kediaman Pangeran Yong'an menyambut tamu?
Menyerahlah.
Kalian sudah dilukai oleh ayah angkatku tadi siang.
Kalian sudah jelas bukan saingan Wuxin.
Long Xie.
Namun, kalian jangan lupa,
ayah angkatku adalah
Luo Qingyang.
Xiao Se, bagaimana lukamu?
Ji Xue memberikanku seluruh tenaga dalamnya.
Sekarang dia tidak sadarkan diri,
tapi dia telah memberikanku satu kesempatan untuk bertarung lagi.
Lei Wujie, kau terluka, jangan memaksakan diri.
Aku tidak apa-apa.
Kita selamatkan Wuxin dulu.
Xiao Yu, kau mencariku?
Aku ada di sini.
Kau memang Xiao Chuhe yang selalu bisa memberikan kejutan.
Xiao Yu,
kali ini kau benar-benar sudah keterlaluan.
Apakah keterlaluan?
Selama kau masih hidup,
aku bisa melakukan hal yang lebih keterlaluan lagi.
Apakah kau begitu membenciku?
Sejak kecil hingga dewasa, karena keberadaanmu,
seni bela diri dan bakatku
hanya bisa mendapatkan peringkat dua di antara para pangeran.
Di Akademi Jixia, begitu masuk, kau bisa langsung menjadi muridnya Jijiu.
Aku giat berlatih seni bela diri,
tapi kau sudah mencapai Alam Langit di usia 17 tahun dan dikenal dunia.
Sejak saat itu, aku sudah tahu,
jika ingin menonjol, aku harus menyingkirkanmu.
Setelah itu, kau meninggalkan Kota Tianqi.
Akhirnya aku juga bisa mendapatkan prestasi dan sorotan.
Itu sungguh momen yang sangat membuat rindu.
Setelah empat tahun berlalu, ternyata kau muncul lagi.
Di Perjamuan Arena Qianjin, kau memaksa semua orang pergi ke sana,
bahkan Ayahanda pun datang secara langsung.
Saat Pemberontakan Pasukan Langya,
istana kekaisaran juga jelas sudah diserang.
Namun, hanya perlu mengucapkan beberapa patah kata saja,
kau bisa mengusir ratusan ribu pasukan.
Saat Dewa Pedang Kesepian menantang Tianqi,
hanya dengan mengulurkan tangan, kau bisa memanggil Pedang Penebas Langit
dan mengumumkan kepada dunia bahwa kau adalah penguasa pilihan Langit.
Kakak ke-6, kau pun sudah berbuat sampai begini,
bisa-bisanya kau mengataiku keterlaluan?
Apakah itu pantas?
Konyol!
Apakah karena dia lebih unggul darimu, makanya kau mau mencelakainya?
Aku berbeda dengan kalian
yang bersedia menjadi bawahan dan menuruti perintah orang lain.
Aku mau menjadi penguasa tertinggi.
Siapa pun yang berani menghalangiku, maka aku akan menyingkirkannya!
Kalau begitu, tidak ada lagi yang bisa dibicarakan.
Mari bertarung jika kau mau.
Untuk apa Kakak ke-6 menatapku seperti itu?
Xiao Yu,
hari ini kau agak berbeda dengan biasanya.
Apa yang berbeda?
Sejak kecil hingga dewasa, sikapmu lebih tenang.
Tidak suka mengungkapkan isi hati.
Namun, sekarang kau sudah mengatakan semua isi hatimu.
Artinya kau sedang sangat tidak tenang.
Dalam mimpi pun aku selalu memikirkan hari ini.
Akhirnya hari ini telah datang.
Aku tentu saja tidak bisa menahan kegembiraanku.
Karena kau
akan segera mati!
Benarkah?
Dengan mengandalkan temanku ini?
Benar.
Melihat kau dibunuh oleh sahabat terbaikmu,
itu sungguh membuatku bersemangat.
Mengapa Wuxin yang luar biasa berbakat dan pintar menebak orang lain itu
bisa salah perhitungan dan menjadi Boneka Obat?
Jika dia ingin kabur, tempat apa yang bisa menahannya?
Jika dia bersedia mati,
siapa yang bisa mengubahnya menjadi seperti ini?
Siapa orang yang bisa memberikannya jalan untuk mundur di Kota Tianqi?
Siapa pula orang yang bisa dia percayai?
Aku orangnya,
dan juga Lei Wujie.
Tebakanmu benar.
Aku memilih kalian
memang karena punya alasanku sendiri.
Lei Wujie, gunakan Ilmu Gaib Penunduk Setan Terdahsyat.
Baik!
Waktu itu kau yang mengajariku jurus tinju ini.
Hari ini aku akan tunjukkan padamu bagaimana hasil latihanku!
Xiao Se, rasanya aura pembunuh Wuxin sudah tidak lagi sekuat tadi!
Kalau begitu, tebakanku benar.
Jurus tinju ini bisa memperbaiki hati dan mengusir roh jahat,
juga punya efek untuk menekan Teknik Boneka Obat ini.
Wuxin.
Wuxin!
♪Tangan menggenggam pedang dengan tekad di hati♪
Wuxin.
Namamu Wuxin, kau sungguh tidak berhati!
♪Tidak sedih saat kalah, puas saat menang♪
♪Hanya ingin bertindak mengikuti keinginan dan kata hati♪
Lihat aku.
♪Kebenaran menjadi baik dan jahat mengikuti niat hati♪
Lihatlah hatimu.
Kau lihat aku, lihatlah hatimu sendiri.
Namamu Wuxin, kau sungguh tidak berhati!
♪Kebenaran tidak berbentuk, kasih sayang tidak perlu diucapkan♪
♪Pertemanan muncul dan lenyap karena takdir♪
♪Cobaan takdir paling sulit diatasi♪
♪Menoleh ketika mendengar desiran, menikmati angin sepoi dan bulan♪
♪Tanpa keinginan, hati, penyesalan dan keluhan♪
Hatiku?
♪Kebenaran menjadi baik dan jahat mengikuti niat hati♪
♪Semua orang bisa membedakan yang baik dan jahat♪
♪Sulit menghindari kesedihan dalam hidup♪
♪Kebenaran tidak berbentuk, kasih sayang tidak perlu diucapkan♪
Lei Wujie, kerjamu bagus.
Aku selalu sangat pintar, tahu?
♪Cobaan takdir paling sulit diatasi♪
Lei Wujie, kau tidak apa-apa, 'kan?
♪Menikmati angin sepoi dan bulan♪
♪Tanpa keinginan, hati, penyesalan dan keluhan♪
Kau sudah kalah.
Apakah aku sudah kalah?
Yu'er.
- Ibu. - Xiao Se.
Aku sungguh sangat ingin memelukmu dan menangis kencang.
Mengapa di dunia ini ada begitu banyak keterpaksaan?
Musuh yang dilawan tidak pernah ada habisnya.
Kita pasti akan mati atau cacat.
Musuh ada di depan, jangan banyak beromong kosong.
Aku tidak sanggup bertarung lagi.
Tampaknya hanya kita berdua lagi yang akan bertarung.
Pertarungan tadi siang
terjadi secara alami dan ada karena niat pedang.
Sekarang ini, aku bukan sainganmu.
Namun, masih ada aku.
Mengapa kali ini aku muncul
di saat krisis seperti ini lagi
dan harus menyelamatkan orang yang sedang kesulitan?
Apakah mungkin ini sungguh Kehendak Langit?
Aku Wuxin, ditakdirkan
untuk menjadi manusia yang datang bagai dewa yang penuh dengan cahaya.
Dasar tidak tahu malu.
Benar.
Memang kalian berdua yang menyelamatkanku.
Kalian melatih Keiblisan Hati dan Ilmu Gaib Rahasia Terbebas
dengan baik.
Yang benar, Ilmu Gaib Penunduk Setan Terdahsyat dan Terbebas di Dunia.
Waktu itu aku hanya asal memberi nama.
Kau mengingatnya dengan sangat jelas.
Shi'er.
- Ternyata kau... - Ibu.
Ibu sudah pergi, tapi kembali lagi, apakah untuk membawa saudaraku ini?
Bukan.
Kakak, kau bawa Yu'er pergi.
Selir.
Karena sudah begini, semuanya sudah tidak semudah itu lagi.
Aku tidak peduli jika Xiao Yu ingin membunuhku atau merebut takhta.
Namun, dia telah membunuh temanku.
Malam ini dia memicu kekacauan Tianqi
dan membunuh banyak orang yang tidak bersalah.
Dia bahkan bekerja sama dengan Nanjue untuk menyerang Beili.
Dia juga membuat jutaan penduduk kehilangan tempat tinggal dan keluarga.
Hari ini tidak ada yang boleh menyelamatkannya.
Apakah kau mau membunuh Yu'er?
Sungguh mengharukan.
Akhirnya aku sudah menjadi orang yang dipilih.
Kebahagiaan ini datang terlalu mendadak.
Aku pun belum mempersiapkan diri.
Namun, Ibu,
kapan aku memberitahumu aku mau meninggalkan Tianqi?
Lalu, kau, jangan menunjukkan sikap seolah kau sudah menang.
Ini belum berakhir.
Wenjun.
Aku tebak,
kau ingin menggunakan benda ini
untuk memaksaku dan Dewa Pedang Kesepian membantumu membunuh orang, 'kan?
Rupanya dia juga diam-diam meracuni ibunya dengan Teknik Boneka Obat.
Yu'er,
kau...
Sungguh durhaka!
Pangeran!
Kakak Luo, hentikan!
Mengapa kau bisa tahu?
Saat bertemu dengan Ibu di hari itu, aku sudah mengetahuinya.
Kau kira mengapa aku bisa dengan sukarela masuk ke dalam jebakanmu
dan menjadi Boneka Obat?
Aku tidak mengerti teknik obat,
jadi, aku terpaksa membiarkan diriku terjerumus ke dalamnya.
Menaklukkan setan dan iblis, bersihkan enam indera!
Keluar!
Ibu.
Shi'er.
Bagus.
Pertemuan anak dan ibu yang sungguh mengharukan.
Ternyata benar, di dalam hatimu hanya ada keluarga itu saja.
Kau pergi saja, pergilah dengan membawa putramu ini.
Jangan kembali lagi ke Kota Tianqi seumur hidupmu!
Bodoh.
Di kehidupan ini, jika bukan karenamu,
Wenjun tidak akan hidup menderita seperti ini.
Kau masih saja melukainya seperti ini.
Kakak Luo.
Wenjun,
keadaannya sudah seperti ini, apa lagi yang masih kau ragukan lagi?
Ayah Angkat, kau sangat mencintai Ibu seumur hidupmu,
kau tentu saja akan membelanya.
Baik.
Aku akan membuatmu mendengar semua cerita di masa lalu.
Waktu itu Wenjun dan Ye Dingzhi sudah melarikan diri dari Kota Tianqi.
Mereka bersembunyi di luar Kota Gusu,
tapi ada orang yang membohonginya agar dia kembali ke Tianqi.
Coba kau pikir, apa yang membuatnya merelakan kebahagiaannya saat itu
sampai dia malah kembali lagi ke tahanan itu?
Jawabannya adalah kau.
Aku?
Waktu itu, ada orang yang memalsukan pesanku
dan berkata kau mengidap penyakit berat di Tianqi.
Karena itu, dia buru-buru kembali ke Tianqi semalaman.
Di saat itu jugalah, dia terkurung di Tianqi,
akibatnya memicu Ajaran Setan melakukan Ekspedisi Timur.
Sedangkan pada kedua kalinya,
sebenarnya aku bisa membawanya meninggalkan Tianqi.
Namun, lagi-lagi dia menolak.
Itu karena dia dan Xiao Ruojin telah membuat kesepakatan
untuk melindungi nyawa Wuxin
dan mempertahankan posisimu di keluarga kekaisaran!
Semua ucapan ini hanyalah alasan!
Hanya alasan?
Aku pernah berkali-kali berkata ingin datang ke Tianqi,
tapi dia selalu menolaknya.
Karena dia sudah tahu
bahwa kau sama sekali tidak mau melepaskan statusmu sebagai keluarga kekaisaran!
Selama bertahun-tahun ini,
dia yang selalu bersabar demimu dan menanggung segalanya untukmu!
Apakah kau kira seluruh dunia telah meninggalkanmu?
Bodoh! Kaulah yang telah meninggalkan semua orang!
Xiao Yu, kau selalu berperan sebagai korban.
Sebenarnya kau juga mendapatkan sangat banyak kasih sayang.
Ibuku meninggal muda.
Semua yang kau miliki adalah hal yang kudambakan.
Namun, hal yang kau kejar dengan gigih dan ingin kau rebut dariku adalah
hal yang paling tidak kupedulikan.
Kakak, segera bawa Yu'er pergi.
Wenjun.
Namun, anak durhaka ini telah meracunimu!
Selir, jika berbuat salah, maka dia harus membayarnya.
Meskipun hari ini Xiao Se harus mati,
aku tetap tidak akan membiarkan Xiao Yu pergi dari sini.
Aku boleh tidak membunuhnya,
tapi dia harus pergi ke Pengadilan Tertinggi
agar Ayahanda yang menghukumnya.
Ternyata kehidupanku ini adalah
lelucon terbesar.
Yu'er.
Yu'er!
Pangeran!
Yu'er.
Yu'er.
Yu'er.
Yu'er.
Yu'er.
Yu'er.
Adik ke-7,
apakah sampai sekarang kau masih tidak mau mengalah?
Aku harus duluan meremehkan orang lain
agar tidak diremehkan oleh orang lain.
Yu'er.
Yu'er.
Pangeran!
Yu'er!
Yu'er!
Yu'er.
Yu'er.
Turun salju.
[Aula Tai'an]
Apakah itu Adik ke-7?
Mengapa dia berlutut di sana?
Hari ini Pangeran ke-7 berkelahi dengan pangeran lain di Akademi Jixia.
Kaisar menghukumnya untuk berlutut.
Meskipun Adik ke-7 nakal, tapi selama ini dia tahu batasan.
Mengapa dia bisa berkelahi tanpa sebab?
Karena Pangeran ke-7 tidak terima
nilai tugasnya ada di bawah nilai Pangeran ke-6.
Alhasil, pangeran lain mengejeknya.
Ada pangeran yang mengejeknya dengan masalah Selir Xuan.
Karena Pangeran ke-7 marah...
Pangeran ke-6.
Kau adalah Kakak ke-6?
Suatu hari nanti, aku akan mengalahkanmu.
♪Berdiam diri di dalam kuil dingin♪
♪Menoleh dan menatap dunia dari kejauhan♪
♪Salju beterbangan di luar♪
♪Gejolak dinginnya bulan siapa yang mengetahuinya♪
♪Takdir yang terus bergejolak♪
♪Menyingkirkan kepungan kabut waktu♪
♪Membuat masa lalu menjadi hampa♪
♪Menanti perjalanan panjang menuju langit♪
♪Awan senja tampak mendung♪
♪Suara hati menciut seiring perubahan situasi♪
♪Aku ingin menghadap matahari♪
♪Tumbuh bagai teratai tanpa ternodai oleh lumpur♪
♪Menempuh ribuan mil, terkadang mengikuti arus♪
♪Masa muda yang berlika-liku♪
♪Pedang mengikuti ucapan, setia pada satu sama lain♪
♪Dengan ketulusan setinggi langit, tidak perlu merasa impianmu kecil♪
♪Meski banyak pertikaian namun, tetap bernyanyi dengan bahagia♪
♪Masa muda pada dasarnya indah♪
♪Para pemuda berbakat menjelajah bersama♪
♪Menegakkan keadilan hingga ke ujung dunia♪
♪Tidak akan terasa sepi selama bersama sahabat♪
♪Menempuh ribuan mil, terkadang mengikuti arus♪
♪Masa muda yang berlika-liku♪
♪Pedang mengikuti ucapan, setia pada satu sama lain♪
♪Dengan ketulusan setinggi langit, tidak perlu merasa impianmu kecil♪
♪Meski banyak pertikaian namun, tetap bernyanyi dengan bahagia♪
♪Masa muda pada dasarnya indah♪
♪Para pemuda berbakat menjelajah bersama♪
♪Menegakkan keadilan hingga ke ujung dunia♪
♪Tidak akan terasa sepi selama bersama sahabat♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.