All language subtitles for Agency.S01E01.1080p.H264.AAC.WEB-DL-Phanteam (1)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku sudah menunggumu.

Kenapa?

Kau terkejut karena aku berbeda dari gadis-gadis lain?

Bukan hanya menjadi yang pertama, tapi menjadi yang terbaik.

Meski merana, tidak kehilangan keanggunan.

Terkadang mengorbankan diri untuk melindungi diri sendiri.

Kenapa orang lain harus memberitahuku batasanku?

Dunia mengakui kisah suksesnya.

Prajurit wanita dalam gim RPG,

Fighter Queen.

Unduh sekarang.

Kalau tidak ada pertanyaan,

aku akan akhiri presentasiku.

Tentu saja, Go Ah-in menonjol.

Terima kasih.

Aku tak mau membintangi iklan ini bersamamu.

Aneh.

Aku yang terbaik di bidangku, begitu pula perusahaanku.

Lantas?

Aku suka kiasan pahlawan,

saat yang lemah menjadi kuat.

Yang di atas menang lagi...

dan mendapatkan iklan puluhan miliar.

Ini tidak menyentuh.

Mungkin tidak menyentuh, tapi jelas ada keuntungan.

Kau benar.

Kurasa aku sudah tahu...

alasan mereka ingin bekerja denganmu.

Aku hanya memberimu...

bocoran hasil presentasi,

tapi kau tidak senang.

- Aku sudah terbiasa. - Terbiasa apa?

Aku terbiasa menang.

Kau dingin juga, ya.

Aku akan anggap kau mengatakan aku berkepala dingin.

Bukankah hal yang baik akan makin baik...

kalau makin dirayakan?

Pak Jeong.

Kalau kau senang karena hal yang baik,

hal yang buruk akan membuatmu sedih.

Nanti jadi kebiasaan.

Seharusnya kau lebih tahu daripada aku.

Mari makan bersama.

Aku akan menunggu teleponmu.

"Fighter Queen Meluncurkan Proposal Strategi Pemasaran"

"Go Ah-in, Direktur Kreatif"

- Apa katanya? - Mari bersiap untuk siaran.

Bagus!

Kau tidak senang?

Ayo.

"Di bawah permukaan air, angsa mendayung tiada henti."

"Choi Chang-su, Kepala Pekerja Proyek"

Terima kasih.

Ya.

Aku akan meneleponmu.

Go Ah-in, yang benar saja.

Egonya akan meninggi lagi.

Apa dia memenangkan presentasi?

Sial!

Presentasi kita berdampak besar kali ini,

belum lagi ketepatan waktu.

Apa gunanya semua itu?

Mereka bias terhadap pria.

Kenapa bias terhadap pria?

Apa kau seorang pangeran?

Kau takut mereka akan membantai kuda putihmu?

Bu Go...

Kau memang hebat.

Sejak melihat drafnya, aku tahu kau akan mendapatkannya.

Seingatku, kau menentangnya.

Aku hanya berpendapat...

untuk merangsang kreativitas yang lebih baik.

Kau sudah dengar hasilnya?

Aku baru selesai menelepon.

Direktur eksekutif di sana adalah seniorku di kampus.

Kau menyiapkannya sesuai informasi dariku, kan?

Ya.

Semuanya berkat dirimu, Direktur.

Kau sudah bekerja keras.

Karena aku sudah giat bekerja,

Bagaimana kalau bekerja lebih giat lagi?

Kudengar, perusahaan telekomunikasi...

sedang mengadakan presentasi tahunan mereka.

Bukankah bagus...

kalau yang diharapkan...

menangani presentasi telekomunikasi juga?

Bagaimana menurutmu?

Hei!

Kau!

Pak Kwon selalu menangani yang itu.

Kau tahu itu.

Proyek telekomunikasi terdengar mewah, tapi itu mudah.

Lalu kapan kau akan memintaku....

mengurus pengiklan yang mewah dan mudah?

Urusan yang mudah tidak cocok untuk Go Ah-in.

Belilah daging sapi Korea kelas satu plus plus.

Aku sibuk, jadi, aku akan pergi.

Selamat, Bu Go.

Selamat.

Hanya karena dia hebat dalam pekerjaannya,

dia pikir dia satu-satunya di dunia ini.

Biarkan saja.

Lagi pula, waktunya sudah tidak banyak.

Posisi kepala produksi sudah kosong beberapa bulan ini.

Salah satu dari kita akan naik jabatan.

Saat itu terjadi,

dia harus bekerja di bawah salah satu dari kita.

Benar.

Ini hanya upaya terakhirnya.

Biasanya...

seseorang berhenti dari perusahaan...

saat kolega atau junior mereka menjadi eksekutif.

Aku masuk perusahaan bersamaan dengan Go Ah-in...

dan kalian berdua masuk setelah kami.

Tentu saja...

salah satu dari kami akan jadi kepala produksi, kan?

Mungkin.

Ini hari pertamaku bekerja.

Aku penulis naskah iklan, Jo Eun-jeong.

Kau penulis naskah iklan di tim Bu Go, kan?

Kenapa kau kemari?

Apa?

Aku ditelepon Bu Go dan...

Kalau kau ingin tetap hidup, pergilah sekarang.

Bekerja dengan Bu Go...

"Go Ah-in, Direktur Kreatif"

Halo, Bu Go.

Halo, mari bekerja sama dengan baik.

Ya.

Halo

Terima kasih.

Kapan kau mulai bekerja di perusahaan lain?

Dua pekan lagi.

Aku sudah menelepon direktur kreatif di sana.

Terima kasih.

Jangan sampai salah bicara. Pergilah.

Aku ingin mengatakan satu hal lagi.

Kau munafik.

Kau bersikap peduli sesama dalam iklan buatanmu,

tapi demi kesuksesanmu,

kau memanfaatkan anggota tim dan orang-orang sebagai alat.

Kau sosiopat yang terobsesi kesuksesan!

Sudah berapa lama kau bekerja denganku?

Satu tahun.

Setelah hanya membual setahun terakhir,

akhirnya ucapanmu cukup berarti di hari terakhirmu.

Baiklah. Bekerjalah dengan pola pikir ini di sana.

Bu Go.

Karena ini hari pertama Eun-jeong,

bagaimana kalau kita makan bersama?

Bukankah lebih baik kalian makan dengan layak tanpa aku?

Aku pergi.

Hati-hati.

Tren zaman sekarang makin sulit dimengerti.

- Kau menungguku? - Tidak.

Konsultasi malam.

Apa kau tak bisa bekerja sewajarnya?

Memangnya aku bekerja seperti apa?

Seperti berperang.

Aku akan mati kalau kalah, jadi, ini memang perang.

Kau tidak akan mati meski tidak menjadi eksekutif.

Tidak, aku akan mati....

kalau melihat orang yang lebih buruk dariku...

posisinya ada di atasku.

Depresi, kecemasan, gangguan panik, insomnia...

Kau tidak punya hobi, kau tidak berkencan.

Apa kesuksesan begitu penting...

sampai kau merelakan semua kebahagiaan hidup?

Bagiku begitu.

Lantas, kau ini apa?

Kau memanfaatkan dirimu sebagai alat kesuksesan.

Kesuksesan menjadi tujuanmu.

Bagaimana dengan Go Ah-in sebagai manusia?

Kau ini apa?

Aku lelah.

Hentikan analisis mental hari ini. Berikan saja obatnya.

Aku memberikannya padamu karena ini masa-masa pentingmu,

tapi ini bukan obat biasa.

Astaga!

Cantiknya!

Kalau memang cantik, jangan dimakan.

Apa maksudmu?

Kita harus bersatu dengan hal-hal indah ini!

Aku adalah kau, kau adalah aku.

Penulis naskah punya cara yang hebat...

untuk mengatakan omong kosong.

Itu penyakit pekerjaan. Maksudku,

walau saat aku ingin istirahat, kalimat terus muncul di benakku.

Aku harus bagaimana?

Aku harus mengisi mulutku dengan daging.

Bicaralah senyaman sekarang saat bersama Bu Go.

Kau gila, ya?

Kau bisa begitu...

karena sudah lama bekerja dengannya.

Tidak,

Sebenarnya dia merasa itu yang tersulit.

Dia benar.

Tapi, Pak Han,

Bu Go itu seperti apa?

- Dia seperti gajah. - Yang benar saja.

Aku sudah mendengar banyak hal.

Dia jelas bukan herbivora.

Menurut pepatah...

ke mana pun gajah lewat,

terbentuklah sebuah jalan..

Maksudku, setiap kali Bu Go memulai sesuatu,

direktur kreatif lain di industri ini...

Cenderung mengikutinya.

Dia juga berbeda dari rumor yang beredar.

Rumor?

Yang bilang dia gila uang?

Eun-jeong,

Kau tak tahu alasan Nona Hong berhenti, kan?

"Mau jalan-jalan? Pergilah ke Seoul."

Sudah berapa lama kau melakukan ini?

Ini tahun kedelapanku.

Kau ingin bertahan dalam pekerjaan ini?

Ya.

Aku suka menulis naskah iklan.

Kau suka menulis naskah iklan?

Ya.

Ini impianku sejak kecil.

Berarti kau memilih jalan yang salah sejak kecil.

Kita tidak perlu melakukan hal-hal yang kita sukai.

Kita harus melakukan hal-hal yang kita kuasai.

Ada kalanya keinginan untuk menjadi sesuatu...

berubah menjadi ilusi yang meyakinkan kita bisa.

Nona Hong.

Berhentilah berusaha keras dan cari kegiatan lain.

Sudah, sudah.

Ini.

Dia pasti terkejut.

Aku tidak terkejut.

Apa yang terjadi?

Eun-jeong, Nn. Hong memang buruk dalam bekerja.

Bu Go mungkin keterlaluan, tapi...

- Maksudku, - Begini...

apa yang kalian lakukan...

Padahal ada daging lezat di hadapan kita?

Kita makan daging sapi Korea di sini,

tapi kalian tidak punya sopan santun.

Ini bukan obat biasa.

Ini yang terkuat.

Usahakan jangan meminumnya.

Meski begitu, jangan meminumnya dengan alkohol.

Banyak orang suka melarangku.

Kau yang pertama tiba hari ini, seperti biasa.

Kau yang pertama tiba hari ini, seperti biasa.

Bisakah kau memaafkan Ibu?

Ibu akan datang hari ini? Atau besok?

Ibu tidak punya pilihan kemarin...

karena makan malam pertama bersama kolega.

Ibu pasti pulang cepat hari ini. Janji.

Sungguh, janji!

Katanya lebih baik tidak berjanji daripada tidak bisa menepati.

Siapa yang bilang begitu?

Nenek!

Di antara kepercayaan, harapan, dan cinta,

kepercayaan adalah yang tertinggi.

Ya, tentu saja. Percayalah.

Ibu akan pulang tepat waktu hari ini.

Mau makan piza bersama Ibu hari ini?

Baiklah!

Ibu pasti akan menepati janji hari ini.

Anak Ibu yang manis!

Ibu pergi dulu.

Selamat pagi.

Maaf.

Maaf. Hanya sampai bus berangkat.

Duduklah di sini.

Nanti kau merasa tidak nyaman.

Kalau ingin kenyamanan, kami akan naik taksi.

Terima kasih.

Terima kasih.

Aku perlu melakukan sesuatu.

Jangan merasa terganggu.

Astaga.

Kau minum dengan siapa kemarin?

Aku minum bersama Direktur Jang.

Direktur Jang yang mana?

Yang mengurus presentasi telekomunikasi.

Di mana?

Di tempat di Nonhyeon-dong yang pernah kudatangi bersamamu.

Kau tahu, kan?

Kau sibuk belakangan ini...

minum-minum dengan orang.

Kita yang melakukan semua pekerjaan,

tapi uangnya untuk tim produksi yang pergi selama beberapa hari.

Ini bukan apa-apa.

Jangan berlebihan. Kabar sudah tersebar.

Mereka bisa apa?

Kita yang memberi pekerjaan.

Kenapa kau ingin menemuiku sepagi ini?

Chang-su.

Chang-su!

Bisakah kau membahasnya denganku dulu?

Ya, Direktur.

Halo, Bu Go.

Kau ada di kantor, kan?

Ya.

Ada apa meneleponku sepagi ini?

Apa lagi?

Tentu saja karena kabar baik.

Apa kau ada acara di jam makan siang?

Tidak.

Kalau begitu, ayo makan siang bersama,

bersama Pak Kwon.

Bersama Pak Kwon?

Baiklah.

Seharusnya kuakhiri lebih awal,

tapi sulit, karena aku mulai menyukainya.

Kau setuju, kan?

Chang-su.

Kalau aku melawan Bu Go dalam presentasi,

tentu saja aku yakin bisa menang.

Meskipun tingkat kesuksesan presentasi Go Ah-in...

- yang tertinggi di industri... - Hei, Pak Kwon.

Ya, Direktur.

Kau pernah melihat orang memalu paku dengan gergaji?

Kalau memalu dengan baik,

saat itulah aku akan memalu...

papan namamu.

Kau di sini. Duduklah.

Kau tidak keberatan dengan makanan Cina, kan?

- Aku pesan hidangan lengkap. - Ya.

Kenapa kau memanggilku kemari?

Makanlah dulu.

Kita bisa membahas pekerjaan setelah makan.

Soal presentasi telekomunikasi,

kau ingin melakukan penawaran internal?

Benar.

Untuk lebih serius,

Aku menyertakan posisi direktur ke dalam kesepakatan.

Menaikkan jabatan direktur kreatif yang dapat pengiklan terbesar...

juga akan terlihat bagus.

Itulah yang kuharapkan, tapi...

Chang-su.

Maksudku, Direktur.

Itu ide bagus.

Kalau keputusan dibuat berdasarkan keterampilan,

orang-orang juga tak akan bicara di belakang kita.

Dia tertawa?

Bahkan saat dia bisa kehilangan kedua pengiklan...

dan posisi direktur?

Baiklah.

Sepertinya kalian berdua setuju.

Baiklah.

Kalau sudah selesai makan,

- mari kembali bekerja. - Tentu.

Dari semua orang, kita melawan tim Bu Go.

Apa masalahnya?

Maksudmu, aku akan kalah dari Bu Go?

Bukan begitu.

Agensi lain membatalkan presentasi mereka...

bahkan hanya dengan rumor keterlibatan Bu Go.

Dia seperti wabah bagi lawan.

Kecuali kita punya trik rahasia...

Nona Bae!

Apa kau akan terus mengatakan hal seburuk itu?

Ucapanmu sama seperti penampilanmu.

Kenapa penampilanmu seperti itu?

Berapa kali kubilang,

penampilan penting dalam industri kita?

Penulis naskah iklan hanya perlu menulis naskah yang bagus.

Kenapa kau terus menyuruhku berdandan?

Apa itu yang harus dikatakan orang periklanan?

Desain sama pentingnya dengan penampilan!

Pak Kwon, jangan terlalu keras padanya.

Aku sungguh...

Pernah memikirkan alasan kau masih menjadi penulis iklan...

saat semua juniormu menjadi direktur kreatif?

Kau tak tahu alasan para pengiklan sangat menyukai Go Ah-in?

Pergi dan bersiaplah untuk penawaran itu.

Direktur Choi sungguh mengatakan itu?

Ya.

Kita harus memenangkan presentasi ini, kan?

Kita harus mengikutinya untuk tahu itu racun atau obat.

Mungkinkah...

itu alasan yang disamarkan sebagai presentasi?

Maksudku,

pemenangnya tak bisa dicurangi dalam presentasi eksternal.

Tapi untuk penawaran internal,

Direktur Choi akan menentukan pemenangnya?

Sekakmat.

Kita harus memenangkan presentasinya dulu, kan?

Apa memenangkan presentasi sudah cukup?

Kita bahkan bukan bawahan Direktur Choi.

Selain itu,

memiliki eksekutif wanita di grup VC yang konservatif...

Jangan langsung menyimpulkan.

Sampaikan pesan itu pada anggota tim lainnya.

Baiklah.

Bagus.

Lima menit sebelum aku bisa kabur.

Apa terjadi sesuatu?

Aku harus menghibur anakku.

Aku akan melanggar kontrak.

Kalau ada kontrak antara orang tua dan anak,

ini akan melanggarnya.

Pulanglah. Hanya lima menit.

Apa? Kalau kau bilang begitu,

aku akan pergi.

"Pengiklan Asisten Manajer, Ahn Ju-hee"

Ya, Bu.

Bu Jo, kami butuh salinan naskahnya besok.

Akan kuberikan besok sore...

Tidak, tolong kirimkan pukul 10.00 besok.

Lalu, kita ada rapat.

Ibu pasti akan menepati janji hari ini.

Aku penasaran...

bagaimana rasanya bekerja di perusahaan,

bukan agensi.

Aku harus mencoba jadi pengiklan sekali dalam hidupku.

Ini buatan kapan?

Tahun '30.

Luar biasa.

Kapan kita pernah belajar untuk merasa cukup?

Kita diajarkan jadi yang pertama, apa pun yang terjadi.

Bagaimana persiapanmu?

Akan segera kukirimkan daftarnya.

Kau tahu, kan?

CEO hanya datang untuk menghabiskan masa pensiun.

Mulailah siapkan seseorang untuk mengambil alih posisimu.

Kau pikir aku akan membuat rencana tanpa memikirkan itu?

Itu akan menjadi wajah grup untuk sementara.

Mereka harus punya cerita dan keterampilan.

Mereka harus bisa mengikuti perkembangan zaman.

Selain itu, mereka haru didukung dengan montase.

Lakukan dengan cepat.

Kau harus duduk di kantor di puncak gedung agensi.

Beri aku beberapa hari.

Pimpinan bertanya kapan keputusannya rampung.

Setelah mengirim putrinya yang ceroboh ke Amerika,

dia sangat khawatir.

Jangan khawatir dan minumlah.

Semuanya berakhir dalam beberapa hari.

Baiklah.

Tenggat untuk makalah kalian adalah pekan depan.

Jangan lupa mengunggah untuk ulasan sejawat.

Sekian untuk hari ini.

Baik, aku mengerti.

- Dah! - Sampai jumpa besok.

Kapan laporanku akan selesai?

Ini laporanmu untuk pekan ini.

Sudah selesai.

Ada apa?

Aneh kalau kau mengunggahnya sekarang juga.

Kenapa?

Karena itu akan membuatku kelihatan terlalu pintar?

Tidak. Itu akan membuatmu kelihatan terlalu aneh.

Menyelesaikan laporanmu satu menit setelah pelajaran berakhir.

- Itu agak... - Kau benar.

Kalau begitu, kapan aku harus mengunggahnya?

Aku akan mengabarimu lagi nanti.

Pak Park, kau mau ke mana?

Ada beberapa hal yang harus kuurus.

Apa yang harus kau urus selain aku?

Pelayan juga punya urusan lain yang harus diselesaikan.

Kau masih marah padaku?

Karena ucapanku saat mabuk tempo hari?

Kau...

adalah pelayan.

Pelayan!

Aku terbang, Pelayan!

Pak Park, kau seorang pelayan.

Pelayan...

Aku tidak marah padamu.

Kenapa pria sepertimu marah?

Ucapanmu tadi juga merupakan stereotip gender.

Jadi, kau marah.

Lagi pula, kata orang,

lebih baik jadi pelayan di rumah pejabat.

Aku pelayan rumah tangga yang dikenal seluruh negeri.

Aku sangat bersyukur.

Baiklah, Nona.

Pelayan ini akan pergi menyelesaikan tugas.

Bawakan es krim!

Cokelat min!

Dia benar-benar memicu semua komentar buruk.

Kalau itu aku...

- Ini es krimmu. - Hore!

Pak Park!

Ini cokelat min, seperti yang kau minta.

Kau minta dihajar.

Keluar sekarang juga!

Kubilang keluar, Pak Park!

Keluarlah sekarang. Keluar!

Kau memintanya?

Kapan kita akan rapat?

Kita harus melakukannya sekarang. Mari kita pasang.

"Revolusi Jaringan Global untuk Anda"

"Pusat Tes Masa Depan, Global Telecom"

"Telekomunikasi Masa Depan, Era Teknologi"

Alih-alih dimarahi karena memberi konsep yang tidak jelas...

Jeong-wu.

Ini.

Kau di sini.

Ini naskah dari agensi pesaing.

Ini iklan telekomunikasi yang dibuat Pak Kwon.

"Tim Perencanaan Satu, Direktur Kreatif Kwon Wu-cheol"

Dia membuat karya seni dengan uang para pengiklan.

Kalau kau melihat ke sini,

ini arahan kasar yang telah dikonsep tim kita.

"Awal telekomunikasi yang paling cocok untukku."

"Telekomunikasi Masa Depan, Era Teknologi

Semua ini hanya kata-kata tak berbobot.

Kalian tidak tahu betapa pentingnya presentasi ini?

Bu Go, karena itulah kami fokus pada 5G, TIK,

dan masa depan telekomunikasi.

Apa kita membuat video promosi untuk acara CES di Las Vegas?

Siapa yang akan menggunakan teknologi ini?

Bukankah itu manusia?

Teknologi yang dimiliki perusahaan ini,

kenapa kita harus memamerkannya pada konsumen?

Apa?

Itu ide yang kusingkirkan tadi.

Tim Pak Kwon disukai oleh Direktur Choi.

Menurut kalian, kita bisa menang dengan hasil kerja yang buruk?

Kita harus menang telak untuk amankan posisi direktur...

Bu Go, kami akan mengulangnya.

Kita akan rapat pada jam ini setiap hari mulai besok.

Baik.

Jangan berpikir untuk pulang sampai penawaran berakhir.

Baik.

Tunggu!

Bu Go.

"Era Masyarakat"

Jelaskan padaku.

Benar.

Masalahnya...

Nilai teknologi terletak pada penggunaannya oleh manusia.

Untuk membuktikan nilai itu...

Hilangkan adverbia dan adjektiva, gunakan saja nomina dan tujuan.

Teknologi masa depan, revolusi telekomunikasi...

Kurasa semua itu omong kosong.

Maksudku, apa mesin yang berkomunikasi?

Manusia yang berkomunikasi.

Jadi, masa depan telekomunikasi...

akan membuat dunia...

menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali,

oleh karena itu, "Era Masyarakat".

- Pak Han. - Ya?

Kalian mungkin bisa pulang.

Kami akan mengerjakan proposalnya.

Pastikan privasi kita aman.

Aku akan menutupi dinding dan menghancurkan salinannya.

Pak Han.

Ya?

Jangan dihancurkan. Pasang.

Di sini?

Ya, di dinding itu.

Kau di sini.

Duduklah.

Aku tak tahu kesukaanmu,

jadi, aku memesan menu termahal...

di restoran termahal.

Pintar juga.

Sungguh?

Sulit mengekspresikan perasaan yang sebenarnya...

terhadap sesuatu yang mahal.

Mengatakan suka bisa membuatmu tampak materialistis,

sementara mengatakan tidak suka bisa membuatmu tampak tak beradab.

Kalau begitu, berarti keputusanku tepat?

Aku akan bilang langsung bahwa ini lezat.

Daripada terlihat tidak beradab.,

aku lebih suka dianggap materialistis.

Bu Go,

boleh aku tanya hal pribadi?

Aku belum menikah,

tak punya pacar, dan tinggal sendirian.

Mereka bilang itu tiga syarat yang paling disukai pria.

Sepertinya kau juga menyukainya.

Kalau begitu, boleh kutanya, kenapa kau masih lajang?

Karena aku juga punya tiga syarat yang paling dibenci pria.

Apa maksudmu?

Aku pintar, dingin, dan gila kerja.

Poin-poin itu terdengar menarik bagiku.

Mungkin karena kita mirip.

Kalau begitu, aku akan berterus terang padamu.

Tentu.

Kau senang bekerja di agensi periklanan?

Kenapa kau membutuhkanku di sana?

Kau pintar, dingin, dan gila kerja.

Tiga syarat yang sempurna...

untuk eksekutif pemasaran.

Aku suka membuat iklan. Itu kompetitif.

Bagaimana kalau aku membuatnya lebih kompetitif...

di perusahaan kami?

Dalam hal pekerjaan dan pendapatan.

Bagiku, membuat iklan adalah...

hal paling menyenangkan yang kulakukan saat berpakaian.

- Kalau begitu... - Apa hal paling menyenangkan...

yang bisa kulakukan tanpa pakaian?

Itu yang ingin kau tanyakan?

Sampai jumpa.

Hal paling menyenangkan yang kulakukan tanpa pakaian,

aku akan melakukannya hari ini.

Ikutlah kalau kau mau.

Ada banyak tempat untuk melakukannya bersama.

Akan kukirimkan alamatnya.

"Rumah Sauna"

Dia juga kreatif dengan penolakannya.

Hei!

Chang-su, sedang apa kau di sini?

Aku akan menemui pengiklan untuk sesi golf.

Bagaimana denganmu?

Masalahnya...

Kau pekerja keras.

Kau selalu rajin melakukan tindakan ilegal.

Chang-su,

apa maksudmu ilegal?

Kalau kenal musuhmu dan dirimu,

kau akan memenangkan setiap pertempuran.

Strategi perang dasar.

Pergilah.

Go Ah-in akan masuk kerja sekarang.

Baik, Chang-su.

Ambil gambar yang bagus.

Orang tak berguna itu...

Akan sempurna kalau Go Ah-in adalah juniorku.

Pasang selotip di bawah pintu.

Kita harus tahu kalau ada yang mengintip.

Pengintip jatuh tepat ke dalam perangkap indah kita.

Masuk ke perangkap yang salah bisa berbahaya.

"Telekomunikasi Masa Depan, Era Teknologi"

Ini.

Ciptakan sesuatu dengan ini.

Kau menulis ini?

Tanpa aku, tim ini tak bisa menyelesaikan apa-apa.

Restoran gurita?

Babak keduanya?

Aku akan pulang setelah rapat.

Hati-hati di jalan.

Semua orang tahu posisi direktur dipertaruhkan di sini,

tapi dia santai saja.

Meski tidak terlalu resah, dia punya dukungan kuat.

Kenapa Direktur Choi...

Mendukung Pak Kwon, alih-alih Bu Go?

Siapa yang jauh lebih baik dalam bekerja?

Karena dia hebat dalam pekerjaannya.

Kalau Bu Go menjadi direktur,

menurutmu Direktur Choi masih bisa...

memerintah tim produksi sesukanya?

Astaga.

Sudah mau pulang? Hidupmu asyik sekali.

Seseorang harus bekerja dengan efisien,

tidak sepertimu yang mengeruk batu dengan pahat.

Pak Kwon,

dari semua kolega seangkatan, aku paling menyukaimu.

Kau belum berubah sedikit pun sejak masuk perusahaan ini.

Kau masih...

"bodoh".

Hei, Go Ah-in!

Aku yakin kau akan lebih suka saat aku menjadi direktur.

Bu Go tersayang,

aku harus memberimu pelajaran tentang sopan santun.

Tentu saja, hal itu hanya mungkin kalau kau tetap di perusahaan.

Kau sangat yakin dirimu yang akan naik jabatan.

Kenapa?

Apa Direktur Choi bilang begitu?

Aku tidak akan tertipu, dasar perempuan.

Hanya dia yang waras di tim itu.

Bu Go, aku sudah menyusun detailnya.

Penawarannya pukul 11.00 hari ini, kan?

Benar.

Eun-jeong, sudah selesai menyunting?

Aku akan memeriksa ejaannya sekali lagi.

Kirimkan padaku dan kalian boleh pulang.

Kami akan kembali setelah mandi.

Sampai jumpa.

Ayo.

Bisakah kita menyerahkan semua pekerjaan pada Bu Go?

Dia hanya akan merasa lega kalau melakukannya sendiri.

Bagi Bu Go, ini belum berakhir sampai semuanya selesai,

terutama untuk yang ini.

Dia akan terus merevisi naskahnya sampai menit terakhir.

Kau pasti merasa tertekan.

Bercanda.

Kami sudah tutup.

"Kedai Bibi"

Aku yakin kau bekerja dengan baik.

Bukan ini masalahnya.

Kalau menjadi Chang-su,

aku tidak akan menjadikanmu kepala produksi.

Aku juga.

Alih-alih datang ke sini, kenapa kau tidak berdoa di gereja?

Kurasa begitu..

Bagaimana slogannya?

Bagus.

Ambisius dan cocok dengan generasi saat ini.

Ini akan menjadi kampanye yang bagus.

Kalau begitu, sudah, ya.

Kau bilang, penawarannya besok pagi.

Kau seharusnya tidur, kenapa malah kemari?

Aku tahu.

Aku hanya ingin...

memastikan denganmu.

Tentang apa?

Mungkin ini proyek terakhirku di Perencanaan VC.

Aku tak mau dengar orang mengatakan...

aku dipecat karena kurang bagus.

Aku akan pergi.

Naik jabatan bukan hanya berdasarkan keterampilan.

Kau menemukan sesuatu yang berguna?

Bukan urusanmu.

Duduklah.

Baiklah, mari kita mulai.

Kami akan presentasi lebih dulu.

Kenapa begitu?

Karena kami harus menyelesaikannya,

aku ingin menyelesaikannya lebih dulu.

Silakan.

Benar, kan?

Itu mungkin lebih baik untukmu.

Teknologi, masa depan, TIK, revolusi industri keempat.

Semua ini ada di bawah kendaliku.

Pekerjaan, rumah, hiburan.

Setiap bagian dari hidupku bisa menjadi satu.

Itu ide yang kita buang.

Kau benar.

Kita hampir membuat presentasi yang sama.

Kita bisa mencapai semua itu.

Kami mengerjakan kampanye...

dengan teknologi canggih sebagai nilai jual unik kami.

Bu Go, sepertinya ada yang mencoba masuk ke ruang rapat.

Aku tahu.

Mungkinkah...

Pak Kwon?

Ya.

Bagaimana kau tahu?

Orang yang terbiasa membaca situasi pasti cepat tanggap.

Apa yang akan terjadi kalau Pak Kwon dan aku...

membahas proposal yang sama?

Lebih mudah bagi Direktur Choi untuk memberi keuntungan...

pada Pak Kwon.

Itu sebabnya aku meletakkannya di tempat yang bisa dia curi.

Kita harus memakai ide yang benar-benar berbeda...

dengan perbedaan yang jelas...

agar Direktur Choi tidak bisa curang.

Sekian presentasi kami.

- Presentasimu bagus. - Terima kasih.

Selanjutnya, Bu Go.

Aku yakin Bu Go memiliki arah yang sama denganku.

Kenapa kau berpikir begitu?

Apa?

Kau tampak yakin soal itu.

Apa kau membaca pikiranku?

Atau mungkin...

Apa kau mengintip ruang rapat kami?

Omong kosong apa itu?

Ruang rapatmu terkunci, bagaimana aku bisa masuk?

Bagaimana kau tahu ruang rapat kami terkunci?

Itu karena...

kita semua mengunci ruang rapat.

Kunci ruang rapat kami...

dibeli olehku dengan uangku sendiri.

Hanya tim kami yang begitu.

Cukup.

Pak, kita lanjutkan presentasinya.

Tentu, silakan.

Baiklah, Bu Go, kau berikutnya.

Teknologi, masa depan, TIK, revolusi industri keempat.

Ini semua bagus,

tapi satu pelanggan bilang...

ini "omong kosong".

Di era saat pemasaran mikro menjadi norma,

saat kita membahas wacana besar yang tak berguna bagi kita,

apa kau merasa tertarik?

Jawabannya ada pada masyarakat.

Karena itu, inilah yang ingin kami nyatakan.

Kami ingin membuka era yang belum pernah dicapai...

bahkan dengan banyak revolusi yang telah kita lalui.

Seperti ini.

"Era Masyarakat, Global Telecom"

Inilah yang kami rasakan tentang masa depan telekomunikasi.

Aku menikmati presentasimu.

Kerja bagus, Bu Go.

Terima kasih.

Sebagai peringatan, aku ingin bilang...

Tidak akan pernah terjadi.

Tim yang memiliki ide berlawanan...

tidak akan bisa mengerjakannya bersama, kan?

Aku juga berpikir begitu.

Ini janji dari CEO dan aku.

Terima kasih.

Bagaimana hasilnya?

Kami memutuskan memilih orang ini.

Bahan karpetnya bagus. Aku juga suka warnanya.

Kami memutuskan ini setelah pertimbangan panjang.

Baiklah.

Hubungi Amerika dan minta Han-na pulang.

Baik, Pak.

Bagaimana hasilnya?

Direktur telah diputuskan...

berdasarkan direktur kreatif yang kau rekomendasikan.

Sudah kubilang...

kandidat ini sempurna untuk peran itu.

Bukankah ini kesalahan yang terlalu besar?

Kesalahan apanya?

Itu akan menurunkan standar perusahaan.

Era ini membutuhkan pahlawan.

Mereka butuh orang untuk memanjat dari bawah ke atas agar bisa terhubung.

Itu akan membuat mereka menggila.

Pers pasti menyukai ini.

Lagi pula, orang ini takkan jadi direktur selamanya.

Kapan hasilnya akan dirilis?

Siang ini.

Kau membicarakanku pada Komisaris?

Hati-hati juga dengan daun yang jatuh dari atas.

Jangan membuat keributan dan berisiko diusir.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Di festival periklanan, iklan itu...

Ada apa?

- Astaga! - Ini gila!

Ada apa?

Bu Go...

kau berhasil.

Perusahaan telekomunikasi meminta kita mengurusnya?

"Direktur Kreatif Go Ah-in telah ditugaskan..."

"sebagai Kepala Produksi mulai hari ini."

Direktur kreatif kita, Bu Go, telah naik jabatan!

Direktur kreatif apa?

Sekarang dia kepala produksi.

Selamat!

Selamat.

Selamat!

Selamat, Direktur!

Sial!

Selamat!

Selamat atas jabatan barumu, Direktur!

Selamat, Direktur!

Selamat!

Nikmatilah....

selagi bisa.

"Direktur Kreatif Go Ah-in telah ditugaskan..."

"sebagai Kepala Produksi mulai hari ini."

Karena sekarang kau seorang eksekutif,

kau harus menghasilkan karya yang layak untuk gelar itu.

Aku berutang padamu, Direktur.

Baca semuanya baik-baik, seremeh apa pun itu.

Kau bukan hanya direktur.

Anggap saja kau wajah perusahaan.

Aku tidak mengerti maksudmu.

Direktur Go lebih naif daripada dugaanku.

- Kudengar hanya setahun. - Pantas saja...

Tolong bantu Han-na saat dia bekerja.

Mereka pikir aku akan puas dengan ini,

padahal aku sudah melepaskan banyak hal?

Dengan kekuasaan yang diberikan Direktur Choi padamu...

Menarik sekali,

melihatmu menggeliat kesulitan.

Apa artinya ini?

Kekuasaan mutlak yang dimiliki seorang eksekutif.

Hujan sudah berhenti.

Sekarang,

mari kita lewati batas.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.