All language subtitles for Har Dil Jo Pyar Karega 2000

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hai, aku Raj!

Orang selalu memanggilku anak kecil.

Sebenarnya aku yatim piatu.

Saat itu, ibu Godinho datang dalam hidupku dan memberiku cinta.

Sebuah pertanda bahwa aku tak lagi sendirian di dunia.

Beliau mengajariku kebaikan.

Berbuat baik pada orang lain yang membutuhkan.

Ibu Godinho juga mengajariku bermusik...

...dan Beliau ingin aku jadi penyanyi terkenal nantinya.

Ketika aku tumbuh, aku mulai memimpikan seseorang.

Gadis impianku.

Pertanda bahwa ada seseorang yang diciptakan hanya untukku.

Tak bisa kujelaskan kenapa, tapi Mumbai adalah kota...

...dimana karir dan gadis impianku telah menungguku.

Kau pasti bertanya-tanya, pertanda apa yang ku maksud.

Menurut ibu Godinho, Tuhan selalu memberi kita pertanda yang tepat.

Tapi kita yang tak bisa melihatnya. Aku suka Fitness.

Itu sebabnya aku menjauhi rokok dan alkohol.

Jika ada yang ingin ku minum, hanyalah secangkir teh hangat.

Secangkir teh hangat!

Dan aku sangat menyukainya.

Mungkin kulitnya hitam atau kuning langsat.

Tapi dia akan memelukku.

Aku harap dapat bertemu dengannya, dan setiap kesedihan akan hilang.

Saat aku berangkat tiap pagi, setelah memberinya sebuah ciuman.

Dan setiap waktu yang aku habiskan kemudian aku merindukannya.

Saat aku berangkat tiap pagi, setelah memberinya sebuah ciuman.

Dan setiap waktu yang aku habiskan kemudian aku merindukannya.

Untuknya, aku akan hidup dan mati.

Apa lagi yang harus ku lakukan?

Akan ada kebahagiaan untukku.

Tapi takkan berarti tanpa dia.

Mungkin kulitnya hitam atau kuning langsat.

Tapi dia akan memelukku.

Setiap kesedihan akan hilang, jika hanya aku mendapatkannya.

Dia akan membuka pintu untukku, saat aku pulang setiap sore.

Dia akan memelukku dengan erat dan bilang dia mencintaiku.

Dia mendatangiku tanpa berpakaian lengkap.

Dan membebaskanku dari stres setiap hari.

Dia akan berbeda dari kebanyakan wanita.

Dia akan menjadi istriku.

Secangkir teh hangat.

Dan aku sangat menyukainya.

Mungkin dia berkulit hitam atau kuning langsat.

Tapi dia yang akan memperhatikanku.

Semua kesedihanku akan hilang, hanya jika aku mendapatkannya.

Ini dia! Pertanda untuk pergi ke Mumbai.

Mumbai aku akan datang!

Hai Raja! - Abba!

Cepatlah kawan!

Bagaimana kabarmu? - Senang sekali!

Akhirnya, kau dapat pertanda untuk datang ke Mumbai.

Tahukah apa kata ibu Godinho?

Di Mumbai, kau akan ciptakan hidupmu dan menemukannya juga.

Tepat sekali! Kau akan jadi superstar dalam beberapa hari.

Kau akan menemukan gadis impianmu juga.

Bagaimana pamanmu? - Jangan sebut nama itu.

Kenapa? - Dasar kikir sialan!

Lebih baik Tuhan menjadikanku Yatim piatu daripada memberiku paman seperti dia!

Kupikir kau dan pamanmu akrab.

Dia menampungku saja tak mau. Bagaimana mungkin dia mau menampungmu?

Sungguh? - Ya!

Jadi kau kerja apa? Dimana kau tinggal?

Aku kerja di toko jus milik pamanku.

Tapi aku tinggal di rumahku sendiri. - Apa?

Ya! - Rumahmu sendiri?

Rumah di Mumbai!

Kau suka? Bagus, kan? - Tempat apa ini sebenarnya?

Dengar, aku tak punya apapun yang diberikan Tuhan padaku.

Semua yang kumiliki ini, kudapat dari pemerintah.

Hadiah dari Kota Mumbai.

Tak ada harganya, menurutku. - Semua curian. Kerja keras, menurutku.

Kau sebut apa tempat ini? - Rumahku.

Ini lebih baik dari pada tinggal di trotoar.

Jika bukan karena atap dan dinding, ini lebih buruk dari trotoar.

Menurutmu kau bisa mandi tanpa air, kan?

Jadi, kau tak bisa menamakannya rumah.

Hidup sulit di kota ini. Kau akan segera tahu.

Itu aku tahu.

Ini adalah kota di mana, aku akan menemukan segalanya.

Sekarang katakan, langkah pertama apa yang harus kulakukan?

Sederhana. Kau harus beli motor. - Apa hubungannya dengan bernyanyi?

Ini adalah kota kepura-puraan.

Mereka yang punya kendaraan berangkat sebelum yang lain.

Kita perlu uang buat beli motor. - Tentu saja.

Mari buka tabungan. - Cepat.

Ini dia, hitunglah! - Jangan aku. Hitung sendiri!

Ini 500 rupee! - Bagaimana dengan deposito?

Ini 500 rupee lagi, jadinya 1.000!

Bagaimana bisa beli motor dengan 1.000? - Kita harus buka tabungan dulu.

Cara lama yang sama, kan? Sialan!

Kau memberiku cek pasca tunai, terima kasih.

Sekarang untuk formalitas terakhir. Tanda tangan dan ambil motornya.

Ayolah, nak! Tanda tangan.

Ada yang memukul seseorang? - Bukan aku.

Di luar sana!

Abba, itu 4 lawan 1.

Dengar, Nak! Itu jarang terjadi.

Orang-orang yang mengeluarkan cek palsu dipukuli seperti itu.

Orang-orang itu dari lembaga pembiayaan.

Mereka punya cara sendiri untuk menarik uang.

Cara yang berbahaya. - 35 cek dari 36 yang berharga.

Tapi cek terakhir tidak. Kenapa? - Pemukulan itu untuk 1 cek tak berharga?

Tentu...tapi jangan khawatir.

Kenapa begitu? - Kalian berasal dari keluarga baik-baik.

Bisa kan?

Lupakan ceknya. Kami bawa uang tunai.

Maksudnya begitu. - Benar!

Itu penaku!

Bukan begitu caranya duduk. - Ini Mumbai.

Kau takkan pernah tahu kejadian di belakangmu.

Majulah. aku akan mengawasi bagian belakang.

Berhenti, itu studionya!

Satpam menghormati kita karena datang dengan motor.

Kalau tidak, mereka cuek!

Studionya besar.

Tak ada siapapun di sini. Nona... - Tak ada pertemuan tanpa janji dulu!

Hai Abdul, datang dengan tangan kosong. Tak ada jus untukku?

Tak ada jus. Aku bawa penyanyi hari ini. Raju, kawanku dari Goa.

Penyanyi hebat! Apa Tuan Mishra ada?

Pegang blazer ini. Kami akan menemuinya.

10 tahun di sini. Aku tak bisa menemui pemilik studio ini.

Dan kalian yang baru datang mau menemuinya.

Dengar, kurus krempeng! Dia akan meniupmu sampai terbang.

Tidak. Jangan meniup! Masuklah!

Apa masalahmu? - Mereka masuk, aku juga.

Takkan ku ijinkan masuk! - Aku akan masuk.

Apa yang akan kau lakukan? - Hah? Apa yang akan kulakukan?

Kenapa aku di sini, tuan? - Untuk bertanya?

Alamat ini, benar? - Ya, naiklah bus no.80.

Berhenti di halte terakhir. Di sana lah rumahnya.

Terima kasih banyak. Bus No.80.

Manusia linglung. Dia lupa bernyanyi sampai di sini...

...dan pulang ke rumah. Sudah terjadi selama 10 tahun!

Tuan Mishra, teman yang ku bicarakan ada disini. Dia penyanyi yang hebat.

Beri dia kesempatan, Tuan. Itu akan mengubah hidupnya.

Luar biasa. Semua yang datang ke sini mengaku penyanyi hebat.

Apa ada orang yang mengatakan dia tak bisa bernyanyi?

Kapan Sonu Nigam, datang? - Sebentar lagi tuan.

Hai semua, apa kabar! Sedang apa kalian?

Namaku Raju dari Goa. Aku ingin menjadi penyanyi.

Akan ku tunjukkan!

Apa yang dia lakukan?

Keluarkan dia, kawan! - Tenanglah, aku ingin bernyanyi.

Mainkan sebuah Lagu. Dari Goa. Dari lubuk hatiku terdalam.

Luar biasa! Penyanyi yang hebat.

Kau penyanyi top. Sungguh!

Aku akan jadi penyanyi, kan? - Penyanyi? Hebat?

Siapa yang mengorbitkan Udit Narayan? Aku!

Dan siapa yang mengorbitkan Kumar Sanu? Aku!

Mohammad Rafi? - Rafi juga?

Tidak! Dia yang mengorbitkan aku.

Sekarang cepat rekam lagumu dan bawa kasetnya padaku.

Bukankah perusahaan musik yang merekam lagu-lagu, Pak?

Akan ku jelaskan padamu.

Aku sudah dengar lagumu.

Tapi bagaimana boss ku, Mahesh Hirwani bisa mendengarkan kalau tak direkam.

Aku mau lagumu direkam sehingga dia bisa mendengarnya.

Berapa biaya rekamannya?

Mungkin 100 atau 150 ribu.

150 ribu? - Mungkin juga 200 ribu.

200 ribu?

Kau punya bakat, kau akan bisa dapat uang itu.

200 ribu. Kita tak punya sebanyak itu.

Karirku akan habis gara-gara 200 ribu.

Beli 2 liter minyak saja kita tak punya, dia malah minta 200 ribu.

Aku tak sanggup lagi. - Minta pamanmu membelikan minyaknya.

Kalau aku kesana, dia akan marah. Aku bahkan tak datang ke toko.

Kita akan beli minyak dengan uang yang kubawa darinya.

Siapa yang membuat toko diluar halte bus ini?

Hai tuan, siapa yang membuat toko ini?

Ini masih halte bus, pak! Sebuah perusahaan mempercantiknya.

Masih halte bus! Aneh, tampak seperti toko.

Abba, Ini toko! - Ini halte bus.

Toko! - Halte bus.

Perhatikan baik-baik. Ini toko baru milik pamanmu.

Kau terlihat senang Apa kau sudah punya pacar?

Tidak, Paman. - Lalu, kenapa kau telat!

Aku kena macet, Paman! - Kenapa Paman makan makanan sisa?

- Makanan sisa? Dengar...

...ini jeruk manis. Isinya adalah pemasukan utamaku.

Yang lainnya adalah bunga uang.

Dan kau tahu, aku tak pernah melepaskan bunga uang.

Paman telah menerima banyak bunga uang. Setidaknya paman makanlah yang baik.

Dewa begitu baik. Aku akan makan ampas jeruk manis dan orange.

Aku menjual air tebu ketika pertama kali datang ke Mumbai.

Selama 2 tahun aku makan hanya dengan ampas tebu!

Aku senang, paman tak menjual kelapa. - Diam kau!

Kau datang setelah jadwal makan siang. Kupotong setengah gajimu!

Aku punya berita, paman. Temanku dari Goa mau menjual tokonya.

Apa urusannya? dia takkan memberikan secara cuma-cuma kan?

Ini sebagus gratisan, Paman!

Berapa harga tempat seluas 6x3 meter di daerah Jl.Carter, Banda?

Mungkin sekitar 1,5 atau 2 juta.

Dia menjualnya hanya 200 ribu.

200 ribu?

Tapi kenapa dia menjualnya begitu murah?

Dia tinggal di Goa. Bagaimana dia tahu harga di Mumbai?

Dia menjualnya dengan harga Goa.

Aku akan membelinya. Akan ku beli!

Ponakanku, dimana temanmu itu? - Di luar sana. Perlu ku panggil?

Tidak. Jangan panggil dia! Biarkan saja di sana.

Aku akan memberinya jus asli.

Pergilah...cepat nak!

Si kikir berhasil dikelabui. Apa kau ingin 2 juta sekarang?

Jangan serakah. Kita perlu 200 ribu. Hanya itu yang kita ambil.

Ini Raju, Paman. Dan itu pamanku. - Tak perlu dipuji.

Duduklah. Dan minumlah jus ini.

Kau teman keponakanku, tentunya.

Keponakanku bilang kau dalam masalah dan ingin menjual tokomu.

Jangan khawatir. Takkan ada masalah selama ada aku.

Aku akan membeli tokonya.

Tak mudah, paman. Ada pembeli lain hari ini dan hampir mencapai kesepakatan.

Namun kesepakatan belum terjadi. - Belum. Kita hanya bicara!

Belum ada kesepakatan. - Mengapa belum?

Dia ingin bayar dengan cek. Aku maunya tunai karena aku mau pulang ke Goa.

Dia mau uang tunai, mengerti. - Aku mengerti...

...kau minta dibayar tunai.

Aku akan bayar tunai. Ikut aku, ayo!

Dia benar-benar tak pantas dipuji!

Ini 200 ribu.

200 ribu atau 2 buah semangka?

Di saat yang berbahaya, aku harus menyembunyikan uangku.

Aku simpan dalam buah yang aku beli...Bukalah!

Paman dengar, kalau saja aku tahu. - Apa maksudmu?

Aku akan mulai jualan besok dan memberi kalian jus pertama.

Pasti, paman! Tokonya sudah jadi.

Kenapa dia tertawa? - Dia senang karena akan pulang ke Goa.

Luar biasa! Kau punya uangnya. Kita akan buat kaset yang bagus.

Kau akan jadi superstar!

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Ada seseorang...

Ada seseorang yang aku pikirkan setiap saat.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Ada seseorang...

Ada seseorang yang aku pikirkan setiap saat.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Aku memimpikannya di keheningan malam.

Aku hilang tanpa sadar.

Aku memimpikannya di keheningan malam.

Aku hilang tanpa sadar.

Angin berhembus menyelimuti udara.

Memacu hatiku.

Tenangkan aku, kawan!

Aku tampak kehilangan arah.

Aku selalu terperangkap dalam ikatan.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Ada seseorang...

Ada seseorang yang aku pikirkan setiap saat.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Langkahku menyadarkanku.

Mengapa aku selalu mengejar kenangan?

Langkahku menyadarkanku.

Mengapa aku selalu mengejar kenangan?

Hatiku terjatuh dalam kesepian.

Tak tahu merindukan siapa.

Katakan, kawan. Aku ingin tahu...

Ada apa denganku?

Sertakan namaku juga di daftar pecinta gila.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Ada seseorang...

Ada seseorang yang aku pikirkan setiap saat.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku.

Hei, kau kenapa?

Berhentilah bermimpi. Kaulah bintang sesungguhnya.

Dia hanya menggoyang kakinya. Dan cowok bersorak melebihi cewek.

Kau akan jadi bintang. Ini kasetnya...seharga 200 ribu.

Begitu pemilik rekaman mendengarnya akan jadi luar biasa.

Biar Tuan Misra membuatmu jadi bintang. Aku akan mengurus pamanku nanti.

Bagaimana kabarmu? - Baik.

Mengapa cemberut? Mana Tuan Misra? - Di atas sana.

Di atas! Apa mereka membangun lantai baru?

Tidak. Dia meninggal.

Tidak Tuan Misra! Kau tak bisa meninggalkan aku begini.

Ini bukan saatnya dia meninggal.

Kau harusnya tak mati hari ini, kau harusnya menunggu beberapa hari.

Aku mau mati. Ambil nyawaku, Tuhan!

Dengar! Itu pemilik rekaman Gramophone Company, Mahesh Hirwani.

Pergi dan lihat apa ambulansnya sudah datang.

Berdirilah...cepat!

Tak apa...tenanglah.

Kenapa begini, Tuan Mahes! - Beliau meninggal...apa lagi?

Tahukah Anda, apa yang paling diinginkan beliau?

Tentu! Beliau ingin perusahaanku menjadi yang terdepan.

Tidak. - Tidak?

Baiklah. Beliau ingin perusahaan kami selalu menghasilkan uang. Ya kan?

Tidak! - Tidak, jadi apa katanya?

Apa yang dikatakan olehnya?

Tuan Mishra ingin dia menjadi penyanyi yang sukses.

Apa? Ini tak masuk akal!

Bawa mereka...

Entah darimana orang-orang ini berasal!

Bawa orang gila ini pergi!

Pergilah!

Menangis bisa membuatmu lelah. - Tentu.

Kenapa mereka mencatat nomor plat kita? - Mungkin zona tak boleh parkir.

Tapi sejak kapan polisi berpakaian begitu?

Mereka bukan polisi, kan? - Tidak! Polisi tak seperti itu.

Kurasa mereka preman.

Cek pertama yang kita dapat tak berguna!

Ayo pergi. - Aku akan cari jalan.

Apa gunanya mengambil motor ini sekarang?

Apa maksudmu? - Pemiliknya telah meninggal dunia.

Apa maksudnya? - Dia meninggal. Mayatnya ada di dalam.

Kami bahkan bisa membuat mayat membayar kami. Ayo kawan!

Duduk!

Begitu aku membuka toko, pelanggan langsung mengantri.

Itulah yang terjadi kalau punya toko di jalur sibuk.

Terima kasih banyak Dewa. Semoga antriannya tambah panjang.

Kemana mereka pergi?

Mereka mengira kalau tokoku adalah halte bus.

Gempa!

Tolong!

Semuanya baik saja di sana. Kenapa tokoku bergetar?

Hentikan mereka! Polisi...Polisi!

Apa yang terjadi di sini? - Hentikan mereka, Inspektur!

Mereka menghancurkan tokoku.

Siapa yang memberi izin membuka toko di halte bus?

Ini halte bus?

Tidak. Tidak mungkin!

Ini jalur kereta api. Akan ada kereta yang lewat.

Apa kau sudah gila? - Tentu, aku sudah gila!

Aku kehilangan 200.000!

Semua daganganku jadi sampah.

Hentikan orang ini! Dia yang telah merampokku.

Berhenti! Kau mau kemana?

Turun! Turun!

Inspektur! Orang ini yang menjual toko itu padaku.

Abba, lihat pamanmu. Ada polisi juga.

Siapa yang menjual toko padamu? - Ya Tuhan!

Dia yang menjualnya padaku.

Dia penjualnya. Dasar kecoa sialan!

Tangkap dia, polisi!

Pergilah pak! Dia menuduh semua orang.

Apa yang sudah kulakukan?

Maafkan aku!

Tangkap dia! Orang ini makin menggila.

Abba, nasibku begitu sial.

Kita kehilangan 200 ribu dan aku belum juga jadi bintang.

Tak menemukan gadis impianku. Tak ada mimpi yang jadi kenyataan.

Tuhan selalu memberikan pertanda.

Tapi kita terlalu bodoh untuk mengerti.

Seperti kematian Misra, misalnya.

Itu tandanya bahwa aku masuk jalur yang salah.

Ibu Godinho sudah kembali ke Goa. Aku akan menemuinya.

Apa? Kau mengacaukan hidupku dan kau akan ke Goa menemui ibu Godinho?

Bagus sekali. Kau datang untuk merusak semua hal yang kupunya.

Itu pertanda untukmu. Jadi kembalilah ke Goa!

Kau adalah pendukung hebat. - Dan itu adalah kesalahan?

Aku akan memberimu sesuatu sebelum aku pergi.

Apa yang mau kau beri? - Motornya untukmu.

Ini kuncinya. Dan kaset ini serahkan pada pamanmu.

Terima kasih, banyak! - Sama-sama.

Preman itu akan memukuliku karena motor. Dan paman akan memukuliku karena kaset ini.

Selamat Diwali, gendut! - Diwali apa?

Dia hanya mengucap selamat. - Aku sudah hancur!

Daripada kau membunuhku. Aku akan bunuh diri sekarang!

Apa kau mau bunuh orang?

Abba, Lihat ini.

Seorang pengantin. - Pengantin?

Raju, keretanya datang. Pergi dari sana!

Pergi dari sana!

Raju, jangan gila. Tinggalkan gadis itu!

Awas Raju, keretanya datang!

Terima kasih Tuhan, mobilnya telah menyelamatkan nyawanya.

Bawa dia ke unit operasi dan beritahu Dr. Chander!

Permisi tuan, tolong tanda tangan disini?

Astaga, ini Pooja!

Kau kenal dia, Pak? - Tentu. Dia anak temenku!

Siapa yang membawa kemari? - Suaminya.

Cepat bawa dia!

Permisi, Dokter? - Ya!

Aku mau memeriksa kesehatan mental orang ini.

Dia membuka toko jus di halte bus.

Kami ingin tahu apa dia benar gila atau hanya pura-pura.

Kenapa Anda kemari? Silakan keluar!

Bawa dia keluar! - Tidak. Aku tak mau.

- Siapa dia? Dia suami nyonya ini.

Tolonglah dokter. - Dengar nak. Aku mengerti!

Tapi kamu harus keluar - Jangan lakukan itu, Dokter.

Istrimu akan baik-baik saja. - Istriku? Ya istriku!

Dia terbaring di sana sendirian aku takkan membiarkannya.

Bagaimana aku bisa tinggalkan dia seperti ini?

Kumohon biarkan aku di sini. Diam di sudut.

Dokter, ini tak adil!

Perawat, memberiku obat tidur. - Itu suntikan, bukan obat.

Boleh aku duduk? - Silakan!

Apa yang terjadi pada anakku?

Ada apa sayang?

Saat hari Diwali?

K.D! Bagaimana kondisi Pooja?

Jangan khawatir. Dia akan baik-baik saja!

Sebenarnya apa yang terjadi? Apa lukanya sangat parah?

Lukanya tak parah.

Dokter bilang tak ada yang parah. Dokter, jelaskan pada mereka?

Dia mengalami benturan kepala. Di bagian belakang.

Karenanya terjadi pendarahan otak.

Karena itu, sekarang dia koma. - Ya Tuhan!

Kami telah melakukan operasi untuk mengurangi tekanan pada otaknya.

Dalam istilah medis, kita sebut ini keadaan koma terjaga.

Artinya, dia bisa melihat, mendengar dan mengerti. Tapi tak bisa bicara atau gerak.

Dokter, Pooja akan membaikkan?

Tentu saja! Kita berdoa saja pada Tuhan.

Tuan, andai saja Anda setuju Pooja menikah dengan Romi.

Kita takkan mengalami musibah ini.

Tapi Pooja sudah menikah. - Apa?

Pooja dibawa kemari dalam pakaian pengantin.

Suaminya yang menyelamatkan dia.

Romi? - Ya!

Di mana dia?

Ini Romi.

Romi mempertaruhkan hidupnya untuk menyelamatkan Pooja.

Kau melompat ke kereta untuk menyelamatkan Pooja?

Aku hanya melakukan tugasku. - Nak, kau tak hanya menyelamatkan Pooja...

...tapi juga seluruh keluarga ini.

Tidak hanya Pooja? Aku akan lakukan untuk siapapun jika mengalami hal sama.

Aku salah, Nak. Kami membuat keputusan tanpa mau menemuimu lebih dulu.

Kami kira kau tak pantas untuk Pooja dan untuk keluarga kami.

Aku tak ada hubungannya dengan apa yang Anda pikirkan sekarang, Pak.

Itu karena... - Bagaimana kami bisa tahu, Nak?

Bahwa kau adalah malaikat yang datang dalam hidup kami?

Terima kasih banyak Tuhan, untuk mengirimnya dalam hidup Pooja.

Dengarkan aku, Bibi. Aku tak ada hubungannya dengan Pooja dan Anda.

Maafkan aku. Dan biarkan aku pergi.

Jangan bicara begitu, Nak. Aku sadar sudah membuat kesalahan.

Seharusnya aku menemuimu.

Aku harusnya bisa memahamimu. Maafkan aku, Nak.

Maafkan aku... - Siapa kalian ini?

Siapa kalian ini sebenarnya? Biarkan aku pergi, kumohon!

Bosku memintamu. Kau tak bisa meninggalkan Pooja dalam keadaan ini.

Aku mohon padamu, Pak! Sudah cukup ketegangan dalam hidupku.

Aku harus bernyanyi, maksudku pergi. Bagaimana aku menjelaskannya?

Dengar, kawanku yang baik. Aku ingin menemui Tuan Oberoi.

Tak bisa. Beliau ada di ICU setelah kena serangan jantung. Anda tak bisa menemuinya.

Sialan! Ini rumah sakit atau penjara?

Dengar, aku tak begitu sehat. Aku akan kena serangan jantung.

Biarkan aku menemuinya. - Jangan bersandiwara.

Baiklah, ini ambilah.

Anda mencoba menyuapku? Aku takkan membiarkan Anda masuk!

Sungguh gegabah. Beri dia alasan!

Apa yang Anda lakukan di sini? Lihatlah istrimu.

Lihat dia!

Dia menerobos ke pemakaman kemarin. Dan dia di sini sekarang.

Kau biarkan orang miskin masuk dan orang kaya sepertiku tak boleh masuk.

Dia...dia adalah menantu Tuan Bharat Oberoi.

Apa? - Ya!

Menantu Tuan Bharat Oberoi. Dan suami Pooja.

Pooja punya suami Si brengsek itu!

Kenapa aku selalu jadi orang sial?

Aku tak menyalahkanmu.

Tapi kenapa aku?

Aku akan pergi sekarang. Katakan pada keluargamu kalau aku bukan Romi.

Kau mengalami kecelakaan dan aku kebetulan disana menyelamatkanmu.

Itu pertanda kau panjang umur.

Dan dengar, menyetirlah lebih berhati-hati di masa akan datang.

Tuhan memberkatimu.

Apa lagi sekarang? - Aku dengar semua yang kau katakan.

Benarkah? Sekarang, Anda sudah tahu kalau aku Raj bukan Romi.

Tolong, bilang pada mereka. - Tidak. Aku tak bisa!

Bosku mengalami serangan jantung. Aku tak bisa bilang itu semua.

Anda kira aku ini dokter? - Kau tahu keadaan Pooja.

Haruskah aku bilang bahwa kau bukan Romi? Aku tak tahu apa yang akan terjadi.

Kumohon tinggallah! Aku lihat ada harapan di matanya saat kau datang.

Siapa Anda sebenarnya? Mengapa Anda begitu peduli?

Aku tak lebih dari seorang akuntan. Tapi aku bersamanya selama lebih 30 tahun.

Beliau memperlakukanku layaknya seorang saudara.

Aku mohon demi hidupnya. Jangan pergi!

Dia memperlakukanku seperti tak ada kan? Jadi aku mohon demi hidupku...

...aku sudah banyak beban hidup. Biarkan aku pergi, kumohon!

Mengerti? Tolong minggir.

Tolonglah, Raju!

Menantu! Apa kabarmu? - Pak, Anda?

Jangan mempermalukanku dengan memanggilku, Bapak.

Menantu? - Ya, kau adalah suami Pooja.

Kenapa tak bilang padaku?

Hebat! Kau menantu Tuan Oberoi.

Apanya yang hebat?

Ini memang menakjubkan, menantu!

Jujur, ketika aku lihat kau meratap di pemakaman Misra saat itu...

...aku yakin kalau kau adalah menantu.

Maafkan aku! - Kau diberkati Dewa.

Bagaimana cara kau meratap! benar!

Aku melihat seorang menantu menangis seperti bernyanyi!

Tak diragukan lagi, kaulah menantu nomor satu.

Dan bagaimana dengan kasetnya? - Tak usah pedulikan itu.

Aku akan merekam yang baru hanya untukmu, lihat saja!

Akan kurilis secara besar-besaran, hingga tak ada menantu...

...maksudku, tak ada penyanyi yang pernah mengalaminya!

Jadi, datanglah ke kantorku besok.

Sang Menantu... Patung libertiku.

Goverdhan, cepat cari Romi! Kakak menanyakannya.

Pergilah! Aku akan mencarinya.

Romi harus disamping kakakku. Dokter menyarankan begitu.

Jadi, bawa dia cepat.

Oh Tuhan! Dimana aku harus mencarinya?

Apa yang harus kukatakan pada mereka?

Berhentilah menangis. Romi di sini.

Sungguh? - Ya.

Kupikir jika menjadi Romi, bisa menyelamatkan hidup Tuan Bharat...

...kenapa tidak? Menyelamatkan hidup adalah suatu perbuatan mulia, kan?

Kau pemuda hebat. Ayo, dia memintamu datang.

Buka matamu Bharat, lihat siapa yang ada disini.

Aku ingin mengatakan sesuatu pada Anda.

Kenapa aku terlahir bukan sebagai putra Anda?

Maafkan aku.

Buka Sesame! - Hei, ini tas wanita itu.

Koreksi. Itu miliknya. Sekarang milik kita.

Lihat! Perhiasan, Laptop. Semua harganya diatas satu juta.

Hidupku berjalan, Raju!

Aku menangis karena bahagia!

Jangan menangis! Aku akan mengembalikan tasnya.

Mengembalikannya? Kenapa? - Mencuri adalah dosa, Abba.

Oh ya! Mencuri adalah dosa.

Kita menipu pamanku dengan menjual halte bus. Bukankah itu dosa?

Itu demi karirku. - Apa maksudnya demi karir!

Bukankah juga dosa mengeluarkan cek seharga 30.000 bernilai 1000?

Itu juga demi karirku. - Oh, bagus! Demi karirmu.

Aku menipu preman, itu semua adalah dosa!

Dengar, aku lakukan kesalahan demi karirku dan aku mendapat kesempatan.

Kesempatan? - Kau tahu dia putri siapa?

Putri siapa? - Dia itu putri Bharat Oberoi.

Dia putri Bharat Oberoi.

Dan Mahesh Hirwani? - Ada apa?

Apa dia meninggal? - Dia memberiku kesempatan.

Oh, ya! Dia akan segera meninggal.

Kau tahu apa kata ibu Godinho?

Kita bertemu Tuhan dalam setiap langkah. Hanya saja kita tak menyadarinya.

Apakah kau pernah basah kuyup dalam hujan?

Tentu saja, pernah. - Adakah orang yang menawarkan payung?

Ya, tentu. - Kau tak mengenalnya.

Aku kenal, dia Babban. - Bukan Babban, Abba!

Dia itu Tuhan! - Babban adalah Tuhan?

Apa kau pernah tidur disana dalam keadaan lapar?

Sering sekali. - Apa ada yang memberimu makan?

Tentu, Si pembawa susu. - Bukan, Si pembawa susu.

Itu Tuhan juga.

Aku semalam juga bertemu Tuhan.

Dan Tuhan memberiku kesempatan. - Ya, Tuhan memberimu kesempatan.

Aku lupa mengatakan padamu? Aku juga bertemu Tuhan semalam.

Siapa dia? - Dia yang memberimu kesempatan...

...dan yang memberiku tas ini! - Tunggu!

Aku akan mengembalikan tas ini. - Kau tak bisa mengambil pemberian Tuhan!

Abba, Tuhan tak memberimu tas ini. Kau mencuri dari-Nya.

Dan dosa mencuri dari Tuhan. Berikan padaku, Abba.

Ambillah! - Terima kasih.

Tidak! Berhenti, kumohon!

Bagaimana kabarmu? - Baik. Terima kasih!

Berapa banyak jariku? - Lima, terima kasih!

Siapa aku? - Inspektur, terima kasih!

Di mana kau sekarang? - Rumah sakit, terima kasih!

Bagus sekali. Kemarin itu halte apa toko jus?

Itu halte, terima kasih!

Bagus sekali. Dokter, kelihatannya dia baik saja.

Apa kau lapar? - Aku sangat lapar!

Kau ingin makan? - Beri semua ampas buah!

Oh tidak. Dokter, beri dia kejutan lagi. Dia masih belum baik.

Tak perlu khawatir. Itu ruang sakit jiwa. Suara seperti itu biasa.

Ini sudah pagi...bangunlah.

Ini tasmu. Tadinya disimpan temanku.

Disini semuanya lengkap, kecuali 5000 rupe yang dipakai temanku.

Tapi akan kukembalikan setelah kau sadar.

Aku pernah bilang bahwa aku takkan menemuimu lagi.

Tapi Tuan Goverdhan memintaku kembali.

Tuan Goverdhan yang juga pamanmu, meminta bantuanku untuk...

...berperan sebagai Romi sampai ayahmu sehat.

Aku menyetujuinya. Aku seorang penyanyi?

Kau tahu, Mahesh Hirwani?

Dia mengira aku suamimu. Dan dia akan merilis albumku.

Hidupku sedang dibangun!

Nanti aku akan bernyanyi untukmu.

Kenapa harus nanti? Aku akan menyanyikannya sekarang.

Kau harus memberi tepuk tangan jika kau suka lagunya, oke?

Dan kini aku akan bernyanyi untukmu.

Dia akan tertawa. Dia akan menangis.

Dia akan menemukan seseorang dan akan kehilangan seseorang.

Dalam kesendirian, Dalam penderitaan.

Begitulah setiap hati yang jatuh cinta.

Ayolah Romi! Mereka memintamu datang.

Tuan Goverdhan sudah tiba? - Belum, tapi ayolah.

Mereka ingin meminta sesuatu padamu.

Apa? Apa yang mereka minta? - Apa yang kau takutkan?

Aku ke sana, setelah Tuan Goverdhan tiba.

Tentu dia akan datang. Sekarang ayo, ayo!

Bagaimana aku bisa percaya kau adalah Romi?

Beri bukti.

Saat kecelakaan itu terjadi, Pooja berada di mobil, tanpamu.

Bagaimana bisa?

Dia Monty, keponakanku. Dia baru datang dari Amerika.

Dan ini Romi.

Bibi, aku tak percaya kalau dia Romi.

Kau ada bukti? - Akulah buktinya.

Aku tahu dia Romi. - Oh ya! Katakan?

Pooja sudah mengenalkanku padanya.

Benarkah? Kapan? - Sebenarnya, saat Pooja dan aku...

...pergi membeli komputer. Kami makan bersama, benar?

Kau mencecarinya dengan kebodohanmu.

Kau merahasiakannya tanpa memberitahu kami.

Aku pikir akan memberitahu Anda ketika saatnya tiba.

Kapan rekamannya dimulai, Pak? - Sedang dikerjakan, menantu!

Sedang menunggu waktu yang tepat. Jangan khawatir.

Jangan buat namanya Menantu di album nanti.

Dia bercanda!

Albumnya akan dicetak tebal dengan nama ROMI.

Bukan Romi. Tapi Raj - Raj?

Namamu Romi, kan! - Benar.

Tapi albumnya ditulis Raj. - Kenapa?

Mengapa Yusuf Khan memilih menyebut dirinya, Dilip Kumar?

Kenapa? - Karena itu keberuntungan baginya.

Aku mengerti. Jadi, Raj nama keberuntunganmu!

Jadi kita akan memanggilmu Raj.

Kapan kita mulai rekaman? - Kami sibuk tahun ini.

Tapi aku janji. Albummu akan rilis pertama tahun depan.

Tahun depan? - Tidak mungkin!

Aku sudah bilang Raj. HMV berjanji akan merilis album dalam 3 bulan.

Dan apa kata Polygram? - Mereka bahkan janji dalam 15 hari.

Jadi, ayo pergi! - Tunggu, kawan.

Kalian bekerja untuk hal sia-sia.

Kau bergaya Moonwalking. Kau bintang yang terlahir!

Duduklah. Ayo. - Untuk apa?

Dengar, ini cuma butuh waktu 8 hari. - 8 hari!

Itu waktu yang lama. - Kalian berfikirlah rasional.

Kalian tahu bagaimana sibuknya komposer Anu Malik, kan?

Dia sedang ada di Eropa. Kalian harus menunggunya pulang.

Lagipula Pooja di rumah sakit. Apa baik-baik saja, rekaman tanpanya?

Ini cita-cita Pooja sebenarnya.

Pooja akan melangkahkan kakinya, saat dia mendengarkan laguku.

Tuan Goverdhan! - Selamat!

Semua kecemasan kita sudah habis. - Semua sudah selesai!

Takkan ada masalah kedepannya. - Tak ada masalah!

Ayo kita katakan kebenarannya pada Tuan Bharat.

Di sinilah masalahnya. Aku takkan beritahu kebenarannya pada Tuan Bharat.

Kenapa tidak? - Aku tak mau!

Seperti yang Anda katakan sebelumnya. - Kau punya fikiran yang jahat.

Tak peduli. Aku takkan beritahu dia! - Aku akan mengatakannya.

Sssstt...Ini rumah sakit. Tolong, tenanglah!

Jadi, akan kuberitahu dia!

Aku akan beritahu yang sebenarnya. - Aku akan beritahu dia juga...

...tentang konspirasi yang Anda buat. - Konspirasi apa?

Rencana siapa?

Apa Anda lupa apa, yang Anda katakan padaku?

Orang tua itu memiliki jutaan uang. Dia akan mati karena serangan jantung.

Anda akan mencekik gadis itu dan kita akan bagi uang itu berdua.

Omong kosong apa yang kau katakan!

Aku tak pernah membayangkan kau akan sedemikian jahat!

Aku tak jahat! Anda yang membuatku menjadi seperti ini.

Keluarlah...Aku akan mengganti pakaiannya. - Oke, kami akan keluar.

Tidak dengannya. Dia suaminya. Dia akan membantuku.

Keluarlah, kumohon! - Dengarkan aku!

Tolong tarik lapisan ini.

Dia sudah...

Dia memiliki tahi lalat di sana. - Menjijikkan!

Sungguh menjijikkan!

Aku tak pernah berjumpa suami macam itu, menutup mata...

...saat aku suruh mengganti pakaian istrinya, malah menarik pakaianku!

Kau orang yang luar biasa!

Kau tak brengsek seperti yang kukira.

Dan kau orang baik lebih dari yang kukira.

Anda kenal Mahesh Hirwani, kan?

Tentu aku kenal. Ada apa?

Dia kira aku benar-benar menantu Tuan Bharat.

Berapa jari tanganku? - Lima, terimakasih!

Siapa aku? - Inspektur, terimakasih!

Dan siapa itu? - Dokter, terimakasih!

Apa kau lapar? - Ya, sangat lapar. Terimakasih!

Dan apa yang ingin kau makan? - Nasi, kari atau apa saja!

Bagus! Tampaknya dia sudah baik sekarang, dokter.

Sekarang katakan, mengapa kau berjualan di halte bus?

Ada bajingan yang mengaku memilikinya dan menjualnya padaku!

Berapa harganya? - 200.000!

Dari siapa kau membelinya?

Bicaralah! Dari siapa kau membelinya?

Dia bajingan itu, aku membeli darinya!

Dia bajingan itu!

Dia belum baik, dokter! kejutkan lagi dia!

Setelah rekaman selesai, akan kukatakan pada mereka bahwa aku bukan Romi.

Kau tahu? Apa yang akan Tuhan lakukan Kalaupun kau Romi yang asli?

Apa Anda mau masuk atau pulang? Aku sedang mencari Anda.

Tuan Goverdhan! Anda yang ingin dia ajak bicara.

Aku tak tahu, apa dia bicara dengan orang di telepon atau bicara padaku.

Aku punya berita untuk Anda. Ada telepon dari Jahnvi.

Sungguh? Itu putriku yang menelepon.

Apa katanya? - Dia akan pulang ke India, esok.

Saya menginginkan beberapa obat penting dari U. S. Mungkinkah Jahnvi bisa membawanya?

Anda harusnya bahagia, putri Anda kembali.

Jahnvi dan Pooja tak pernah menyimpan rahasia. Dia pasti tahu tentang Romi juga.

Jahnvi dan Pooja lebih dari sekedar saudara.

Bahkan di rumah, tak seorangpun pernah membedakan antara mereka.

Mereka tumbuh bersama.

Kalau Pooja dapat sesuatu, Jahnvi juga dapat.

Setiap kali gelang tangan menjaring...

Setiap kali gelang kaki menjaring...

Setiap kali hujan deras...

Hatiku berteriak!

Cintaku, Oh cintaku!

Cintaku, Oh cintaku!

Hari demi hari, hatiku berteriak!

Cintaku, Oh cintaku!

Cintaku, Oh cintaku!

Kenapa ada debaran di hatiku? Kenapa begitu bergelora?

Apa yang telah kau lakukan pada hatiku, oh pujangga cinta?

Cintaku, Oh cintaku!

Tidurku terganggu, aku gelisah.

Kesepian melandaku.

Wajahku memerah.

Aku menutup mataku dari rasa malu.

Aku merasa malu, bahkan saat aku bercermin.

Kenapa kau buat aku merana? Kenapa kau mengambil ketenanganku?

Cintaku, Oh cintaku!

Cintaku, Oh cintaku!

Setiap kali pria berjumpa wanita...

Itu membangkitkan hasrat dalam hatiku.

Ketika genderang pengantin dimainkan di suatu tempat.

Setiap kali mereka memeriksa tandu pengantin.

Hatiku gila dan berteriak.

Cintaku, Oh cintaku!

Cintaku, Oh cintaku!

Hari demi hari, hatiku berteriak!

Cintaku, Oh cintaku!

Cintaku, Oh cintaku!

Kenapa ada debaran di hatiku? Kenapa begitu bergelora?

Apa yang telah kau lakukan pada hatiku, oh pujangga cinta?

Cintaku, Oh cintaku!

Cintaku, Oh cintaku!

Cintaku, Oh cintaku!

Goverdhan! - Selamat pagi!

Ayo ikut aku. Aku ingin membicarakan sesuatu.

Ruang 1207, oke?

Aku segera kesana. - Baiklah, ayah.

Permisi, dimana ruangan 1207? - Lewat sana.

Terima kasih! - Sama-sama.

Bisa lihat tidak kalau jalan?

Dia Jahnvi, putriku.

Kenapa ini selalu terjadi padaku? - Apa yang terjadi?

Tak apa-apa! Aku rasa, aku ingin lari dari sini.

Dan berlari ke dalam hidupku... Haruskah aku lari? Atau tidak?

Tak perlu lari! Jahnvi tak pernah bertemu Romi.

Dia hanya bicara padanya lewat telepon.

Mau secangkir teh? - Tidak, terimakasih.

Tidak, nenek! Jangan menangis.

Ayah, jelaskan pada nenek...

Kita harusnya bahagia karena nyawa Pooja terselamatkan.

Semua selamat sebelum sesuatu yang tragis terjadi.

Jadi apa lagi yang salah?

Aku bertanya pada dokter sebelum aku sampai.

Ini persis yang dialami superman. - Superman?

Ya! Lalu dia segera terbang lagi.

Jadi, Pooja hanya perlu bangun sekarang.

Pooja, cepat bangun!

Kita rasa semua dramamu sudah cukup, oke?

Ingat, kan? Kau sudah merencanakan kompetisi tari saat aku kembali.

Kau menampilkan tarian India, aku tarian Barat.

Bahkan aku belajar gerakan baru.

Baiklah! Sekarang ceritakan bagaimana pernikahanmu?

Aku telah menulis puisi. Kau ingin mendengarnya?

Aku telah mengisi bak dengan air mataku, karena aku merindukanmu.

Betapa kejamnya dirimu, malah mandi di dalamnya.

Ada apa sayang? - Aku tabrakan dengan orang gila diluar.

Aku membasuh minuman yang dia tumpahkan padaku.

Kau membasuhnya dengan air matamu, kan?

Tuhan menjaga persahabatan kalian.

Mari, Janhvi. Kukenalkan pada Romi.

Itu Romi.

Ini Jahnvi.

Kau bukan Romi. Dia bukan Romi.

Aku sudah bilang itu.

Kau bilang dia berlum pernah ketemu Romi!

Kupikir juga begitu. Kalau dia hanya pernah bicara lewat telepon.

Kau pernah ketemu Romi? - Tidak, Paman!

Tapi Pooja bilang kalau Romi pendek, punya mata cokelat dan keriting.

Tapi pemuda ini...

Kalau begitu, kau juga bukan Janhvi.

Pooja bilang Jahnvi itu gemuk dan jelek...

...bermata juling dan memiliki gigi yang mencuat ke depan.

Tapi semua tak benar. Kau cantik sekali.

Segeralah sehat Pooja. Dan aku akan balas kau!

Katakan padanya, bibi.

Nak, ini hari Diwali. Kita takkan memperingatinya.

Tapi kita harus berdoa.

Kita harus mematuhi adat kita.

Jadi, datanglah ke rumah malam ini.

Bisa? - Baiklah.

Itu rumahmu juga, Nak.

Suamiku membangun bungalow ini ketika anakku berusia 15 tahun.

Prasad. - Kau tampak cantik.

Tahukah kata Ibu Godinho?

Sangat menyenangkan merayakan Diwali dengan keluargamu.

Mau sedikit prasad? - Ini mengandung 150 kalori!

Aku tak bisa memakannya. - Ayolah, ini atas nama Dewa.

Baik, akan kucoba sedikit.

Anda sangat peduli kalori, kan?

Tak mengherankan, Anda punya tubuh yang indah.

Selamat hari Diwali semuanya!

Berikan aku senyuman!

Selamat datang, guru. Kuperkenalkan pada menantuku.

Kau menantu? - Ya! Dia suami Pooja, Romi.

Aku pernah bertemu dia. - Lupakanlah.

Aku sudah lupa. Ingatkan aku di mana.

Dia penyanyi. Dia melatih Pooja di kelas menari.

Tapi inilah ciri khasnya. Dia suka lupa.

Jadi katakan dimana kita pernah bertemu. Itu akan menyegarkan ingatanku.

Haruskah? Di depan semua orang? - Tentu! Ayo.

Guru dan aku berpartisipasi dalam kontes menari.

Dia menari begitu hebat sampai celananya lepas.

Benarkah demikian? - Ya...Kau lupa?

Baiklah guru, tapi Anda tak boleh lupa kalau dia Romi, suami Pooja.

Ayah, boleh kutunjukkan kamar Pooja? - Ya, tentu.

Kenapa cuma kamar? Rumah ini juga milik Romi.

Ini kamar Pooja. - Bagus sekali.

Dimana kamarmu? - Ini.

Dan mana kamar Pooja? - Ini kamar kami berdua.

Apa Pooja tak cerita kalau kami berbagi kamar?

Pernah. Tapi aku sudah lupa.

Banyak sekali parfum tapi kenapa harus ada 2 setiap jenisnya?

Itu karena Pooja suka apapun yang kusuka.

Dan aku juga suka apa yang disukai Pooja.

Lihat ini! Kami bahkan punya HP yang sama.

Bagus, kan? - Bagus sekali!

Tapi bagaimana jika kalian menyukai pemuda yang sama?

Itu tak mungkin. - Kenapa?

Karena Pooja sudah mengesahkanmu, Tuan Romi.

Apa kau takkan mengesahkanku? - Ya, tentu.

Tapi tidak dengan cara yang sama. - Lalu, dengan cara apa?

Aku suka tempat ini. - Pooja bilang kau pandai berpuisi.

Jadi puisi apa yang pertama kali kau buat untuk Pooja.

Duduklah.

Tiap orang yang kutemui.

Kukira itu kau.

Nantinya aku bisa gila.

Karena mencintaimu.

Aku menunggumu.

Wow! Kau sangat romantis. - Memang!

Tak heran kenapa Pooja sangat mencintaimu, Tuan Romi.

Apa yang kau lakukan?

Aku tak paham, sifatmu telah banyak berubah dalam 6 tahun!

Ayolah! Aku cukup waras. Aku melihatnya di semua tempat.

Aku melihatnya dalam dirimu juga.

Apa itu sungguhan? - Tentu saja.

Pecinta itu seperti pemabuk. Mereka membayangkan botol di mana-mana.

Tapi biarkan aku sendiri, aku mau tidur.

Aku bermimpi pemerah susu.

Apa kita hanya bisa bermimpi tentang gadis?

Bagunlah.

Kenapa denganmu?

Mau apa, kau?

Hentikan!

Kenapa kau ini?

Susah sekali mencari alamatmu.

Kenapa susah? Ini tempat yang mudah dicari.

Mau minum apa? Biar kuambilkan sesuatu.

Hai Abba, bangun! - Siapa itu?

Jahnvi di sini. Kau punya jus?

Tak ada jus!

Itu temanku, Abba.

Dan selamat tinggal! - Selamat tinggal!

Ayah bilang kau telah memenuhi keinginannya untuk memiliki anak laki-laki.

Beliau memberimu hadiah kecil. - Oh, gitar kecil.

Ada apa dalamnya? - Kunci mobil.

Mobil apa? - Opel, ada di luar.

Kenapa di luar? - Karena tak bisa kubawa masuk.

Lucu sekali!

Ayah juga sudah mengosongkan area bungalow untukmu.

Kau akan tinggal bersama kami.

Beliau memberikanku kehormatan dengan semua hal ini.

Di sisi lain, Beliau meremehkanku dengan memintaku tinggal bersama mereka.

Sampaikan terima kasihku pada Ayah.

Yang kuinginkan adalah Cinta. Cintamu dan cinta dari semuanya.

Karena tak ada yang bisa kuberi kecuali cintaku.

Tahu apa kata Ibu Godinho?

Mereka yang memiliki cinta, tak pernah dianggap miskin.

Apa kau mengerti?

Aku mencintai keluargamu.

Bagaimana teh dan roti?

Hai Abdul! Setidaknya ada teh dan roti kan?

Sepertinya kau menang lagi. - Tunjukkan!

Aku menang lagi.

Kau beruntung dalam permainan kartu.

Tapi, Pooja beruntung dalam cinta.

Mungkin pacarmu ingin bersamamu tapi kau tak menyadarinya.

Aku tak mengerti. - Akan ku jelaskan.

Seperti kata Ibu Godinho.

Tuhan memberi kita pertanda di setiap tempat.

Tapi kita yang tak mengerti.

Kita bertemu banyak orang dalam hidup.

Tapi, kita hanya akan bersama dengan satu orang.

Yang dengannya kita selalu bahagia.

Kita bersedih, ketika dia pergi.

Itulah pertanda. Satu dari kita harus pergi...

Ada apa ini? sekarang sudah jam 10 malam. Pulanglah!

Kami akan pergi.

Kalian berdua harus pergi. Aku yang menjaga di sini. oke?

Ayah, biar Romi yang disini. - Tidak, sayang. Dia sudah capek.

Dia sudah capek. Pergilah! -Tenanglah, Pak.

Kami berdua akan menghabiskan malam dengan ngobrol.

Oke? - Tak masalah!

Hanya 1 orang yang boleh disini. Hanya satu orang saja!

Kau antar dia pulang, oke? Pulanglah, sayang.

Begitu lebih baik.

Ya Tuhan! Romi, aku tak bawa mobil. Maukah memberiku tumpangan?

Tadinya lift ini berfungsi.

Mau naik motor? - Motor, ya!

Nampaknya mereka mengepel lantainya.

Kau tak boleh jatuh saat mencoba untuk memegangku.

Kita jatuh bersama! - Karena memegangimu.

Apa? - Kau harus jatuh supaya bisa berdiri.

Benar sekali.

Ayo?

Jangan seperti itu. Kita bisa jatuh lagi.

Ayo, lebih cepat!

Romi, sebenarnya sangat menyenangkan.

Kita akan bersama seumur hidup - Sekarang katakan sesuatu.

Kamu membawa Pooja ke kuil Dewi benar kan?

Jangan bicara masalah kuil! Aku sudah lupa tempatnya!

Aku hanya kira... - Apa?

Seandainya kau bisa membawaku ke kuil itu, besok pagi?

Tapi, sudahlah! Tak masalah.

Seperti kata Tuan Godinho, Jangan menyepelekan dewa.

Kau telah membuka mataku! Kau manis sekali.

Jam 6 pagi. Aku akan menjemputmu!

Kenapa dia begitu kaku denganku?

Selamat malam, Romi! Selamat menari.

Sampai besok, jam 6 pagi.

Apa ini waktunya pulang?

Maaf! Kau kira kau siapa menanyaiku begitu?

Kukatakan padamu! Aku tidak bodoh, oke!

Aku lihat Romy tertarik padamu. - Diamlah, Monty!

Tahu kenapa dia mau jemput jam 6 pagi?

Kenapa? - Pergi ke kuil berdua.

Monty? Boleh ku katakan sesuatu? - Silakan!

Kuil bukan untuk para setan.

Lalu kenapa Romi ke sana? - Monty, kau...

Baiklah. Tenang! Selamat malam, sayang!

Berapa lama buat ke sana? 15 atau 20 menit lagi?

Jika jalan secepat ini, kita akan sampai dalam 15 menit.

Jika agak pelan, akan sampai salam 20 menit.

Jika pelan seperti ini, akan sampai 25 menit.

30 menit kalau gerak lambat dan takkan sampai kalau kita tak jalan sama sekali!

Kenapa aku merasa kau sepertinya ingin mengatakan sesuatu padaku?

Bagaimana mengatakan padanya?

Pooja dan kau sangat mirip sekali. Itu kata dia padaku.

Kenapa aku merasa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?

Lalu apa yang akan kau katakan padanya?

Aku akan bilang...

Aku mencintaimu.

Aku tak bisa hidup tanpamu.

Kau sangat tergila-gila, kan?

Pooja sangat beruntung mendapatkanmu.

Kau malah lebih beruntung dari Pooja!

Kau akan menemukan seseorang seperti aku yang sangat mencintaimu.

Kau mau, kan?

Oh ya, Romi! Tapi kau...

Berapa banyak pertanyaan lagi? - Ini yang terakhir.

Bagaimana perasaanmu melihat Pooja, seperti sekarang?

Bagaimana ini!

Maksudmu hatiku?

Bagaimana aku akan memberitahumu tentang perasaanku?

Semua orang yang kutemui menyerupaimu.

Semua orang yang kutemui menyerupaimu.

Sepertinya, aku akan gila.

Dalam mencintaimu, saat aku menunggumu.

Dalam mencintaimu, saat aku menunggumu.

Aku menyadarinya setelah bertemu denganmu. - Apa?

Cinta itu rasa yang aneh, membuat orang lupa diri.

Kenapa itu terjadi?

Inilah batas kegilaan dimulai.

Wajahmu yang kulihat pada wajah tiap orang.

Bagaimana aku bisa melupakanmu?

Kaulah yang mengaburkan akal pikiranku.

Keadaan yang sangat parah, yang aku tak pernah tahu.

Ini nyata. Percayalah kasihku.

Aku harusnya tahu itu arti kesendirian.

Sepertinya, aku akan gila.

Aku jatuh cinta padamu, aku menunggumu.

Aku jatuh cinta padamu, aku menunggumu.

Apa kau baik saja? - Tak seorang pun. Tidak dia, kamu dan aku.

Aku merasa tak ada yang baik. - Tenanglah!

Cinta itu candu. Yang tak pernah melepaskanmu.

Ikatan dua hati yang tak bersalah.

Ikatan yang takkan pernah putus.

Itulah sebenarnya, siapapun yang mengatakannya.

Kau takkan pernah melupakan cinta pertamamu.

Seperti aku berjumpa denganmu, dan bicara denganmu.

Sepertinya, aku akan gila.

Aku jatuh cinta padamu, aku menunggumu.

Aku jatuh cinta padamu, aku menunggumu.

Apa yang kau pikirkan?

Kau ingin tahu yang kupikirkan?

Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan.

Aku harap, aku bisa masuk ke dalam hatimu yang gelap.

Untuk melihatmu, merasakan dirimu...

...dan biarkan tersesat dalam dunia mimpi.

Sejak pertama aku menatap matamu.

Aku tak mengingat apapun lagi.

Aku bahkan punya dongeng nyata kini.

Sepertinya, aku akan gila.

Semua orang yang kutemui menyerupaimu.

Sepertinya, aku akan gila.

Aku jatuh cinta padamu, aku menunggumu.

Aku jatuh cinta padamu, aku menunggumu.

Tak bisakah Dewa mencarikan tempat yang lebih jauh lagi?

Jangan bercanda, Romi.

Katakan padaku.

Ada kuil dekat rumahmu.

Kenapa harus berkendara 5 jam, lalu berjalan 2 jam lagi kemari?

Dewa tetaplah Dewa.

Kau berkendara 5 jam, berjalan 2 jam dan sampai di sini, untuk apa?

Untuk cintaku, tentunya. - Benar.

Dewa memberi ujian untuk membuktikan cinta.

Tapi Dewa takkan membiarkan siapapun pulang dengan tangan hampa.

Jadi cepatlah, mintalah keinginanmu.

Aku punya masalah.

Aku selalu ke gereja dengan Ibu Godinho.

Aku tak tahu cara berdoa di kuil.

Kamu cukup begini, begini atau begini!

Berdoalah sepenuh hati, oke?

Apa yang kau minta? - Dan, apa yang kau minta?

Aku minta diberikan cinta.

Dan aku minta padaNya agar menghidupkan cintamu.

Sungguh? - Ya.

Bagaimana kalau berdoa bersama?

Kau pasti akan memiliki cintamu. Aku janji.

Sungguh? - Berikut adalah persembahan.

Tak baik bagi wanita yang sudah menikah pergi tanpa sindoor di pestanya.

Apa kau akan memakaikannya?

Bagaimana istriku?

Ada apa? Kenapa tak ada yang bicara?

Bagaimana istriku?

Bagaimana istriku?

Kenapa tak mengatakan keadaan istriku?

Jadi tak ada yang mau bicara?

Tapi, kenapa kau membisu?

Kenapa tak mengatakan sesuatu?

Kenapa kau ada di ranjang?

Kau harus bangun. Demi Aku.

Jangan khawatir!

Aku di sini.

Tak ada yang bisa memisahkan kita

Rahul, apa yang terjadi? Masuk ruanganmu!

Dokter, kenapa kau menjauhkanku dari istriku? Dia sakit, dia butuh aku!

Dia baik-baik saja.

Bawa dia.

Aku tak akan pergi.

Rahul, dia bukan istrimu!

Bawa dia!

Ada apa dengannya?

Terjadi kecelakaan.

Kecelakaan mobil?

Ya, kecelakaan mobil.

Ayo!

Kenapa orang menciptakan mobil?

Bahkan, jika mereka membuat mobil, kenapa orang mengendarainya?

Kau bilang, orang bisa jalan kaki juga.

Maafkan aku! Itu Rahul. Pasien Kejiwaan kami.

Papaku telah mengganggu kalian. Aku minta maaf untuknya.

Itu tadi papamu? - Ya. Sejak ibu meninggal...

...dia jadi sakit. Mohon maafkan dia dan mohon doanya.

Saat dia disini?

Kau terlihat sangat...khawatir?

Sepertinya kau itu salah menaruh otakmu.

Ada apa denganmu?

Kau ini curigaan sekali.

Goverdhan mengenalnya sudah lama.

Jangan berkata seperti itu pada Romi.

Dengar, Pooja sepenuhnya normal.

Aku sudah memeriksa catatan medisnya.

Dia sudah tak butuh perawatan rumah sakit lagi.

Dia bisa dirawat di rumah.

Mari, masuklah nak.

Jangan Nak! jangan kaki kiri.

Kaki kanan.

Ini adat.

Ketika suami dan istri masuk rumah pertama kali.

Kaki kanan adalah kaki terbaik untuk melangkah.

Masuklah.

Bibi, tiap kali Pooja pulang, selalu membuat rumah ini meriah.

Kali ini tidak seperti itu.

Waktu berubah sangat cepat. Itu membuatku gugup.

Goverdhan? - Ya, kenapa?

Lakukan sesuatu. - Ya?

Carikan pemuda yang baik untuk Janvi dan segera nikahkan.

Bibi, Janvi juga putri Anda.

Anda saja yang carikan dan tentukan kapan pernikahannya.

Kenapa buru-buru? Biarkan Pooja sembuh dulu.

Kau bisa cari pemuda setelahnya. - Pernikahannya setelah Pooja sembuh.

Tapi, dia bisa bertunangan sebelum itu.

Aku punya anak yang cocok. - Lupakan yang itu. Aku di sini!

Aku akan mencarikannya pria. Lagipula, aku juga memiliki tanggung jawab terhadap keluarga ini.

Selain itu, mungkin ada seseorang yang dia suka.

Jika memang begitu, dia sudah pasti memberitahuku.

Bagaimana mungkin dia memberitahu Anda? - Romi benar.

Baiklah, coba cari tahu apa dia suka seseorang. Jika tidak...

...aku memberimu tanggung jawab. Cari pemuda yang baik untuknya.

Ayahmu telah memberiku tanggung jawab.

Apa?

Untuk mencari pemuda yang cocok untukmu.

Seseorang seperti aku.

Katakan, apa kau punya pilihan sendiri?

Benarkah!

Kenapa aku merasa...

...bahwa kau akan menikah dengan pria yang kau suka.

Bukan orang yang sesuai keinginan keluargamu?

Tidak, aku akan menikah dengan pria yang disukai keluargaku.

Tapi kau bisa memutuskan yang terbaik untuk hidupmu?

Mereka adalah orang tuaku.

Tentang hidupku, mereka akan mengambil keputusan terbaik, kan?

Selain itu, apa kau kira mereka tak akan menikahkanku?

Tapi, ini adalah hidupmu.

Kau akan menghabiskan sisa hidup dengan pria yang tak kau suka.

Dengan pria tak kau kenal? - Kau serius sekali!

Aku tak bisa menghancurkan kebahagiaan keluargaku.

Kau perhatikan semua keluargamu?

Bagaimana dengan kebahagiaanku? - Kau juga akan dimintai pendapat, Romi!

Lagipula, kau menantu tertua.

Dan terlepas dengan siapa aku menikah. Kau yang akan nyanyi dipernikahanku, mau kan?

Katakan, lagu apa yang akan kau nyanyikan?

Baiklah. Tunggu sebentar!

Aku menunggu!

Jika ini lagu yang akan kau nyanyikan, tamu undangan akan lari.

Apa yang ku hendaki tak terjadi, dan takkan pernah terjadi.

Dan kau berlalu pergi! Cobalah untuk mengerti.

Aku tertekan! Kenapa ini selalu terjadi padaku?

Kenapa? Tak satupun hal baik yang terjadi!

Dan apa yang tak seharusnya terjadi, malah terjadi. Apa kau mengerti?

Ditinggal selalu kelaparan makan apa saja.

Demikian juga aku tak mampu bicara banyak.

Sekarang kau jelaskan padaku?

Duduk dan aku jelaskan!

Ini toilet. - Duduk di atasnya!

Masalah Jahnvi adalah... - Ya?

Saat aku katakan sesuatu padanya...

....dia merasa Romi yang bicara.

Padahal itu aku bukan Romi. - Aku mengerti.

Saat aku mengatakan isi hatiku, dia pikir itu Romi.

Padahal itu aku, bukan Romi!

Karena aku bukanlah Romi!

Aku Romi tapi juga bukan Romi. Akulah adalah aku!

Kalau mengembik seperti kambing. Kau akan dibantai seperti itu juga.

Sudah cukup. Ayo makan malam.

Saat aku membuka hatiku untuknya, dia pikir aku tak punya karakter.

Kenapa dan bagaimana dia berfikir begitu?

Kau tahu apa karakter yang ku miliki.

Lalu? Hari ini aku akan katakan semua padanya.

Apa yang akan kau katakan?

Bahwa aku adalah aku, dia adalah dia. Dan kau adalah kau!

Aku adalah aku. - Aku akan katakan itu juga.

Katakan padanya. Lalu apa? Dia akan mencintaimu sepenuhnya.

Dia akan membencimu!

Jadi jangan tanya padaku, kenapa kau hanya menemukan gadis di dalam mimpi saja.

Kenapa tak di dunia nyata? Jangan tanya tentang Mahesh Hirwani.

Dia akan membatalkan rekamanmu. - Lalu tepuk tangan saat di rumah.

Bagaimana seandainya kau menjadi ibu Godinho?

Aku? - Ya.

Aku jadi ibu Godinho?

Apa yang akan kau katakan? - Jika aku ibu Godinho, akan ku katakan...

Anakku...Bayangkan... Rekaman pertamamu.

Lagunya menjadi hit. - Ya.

Diputar dimana-mana. - Ya.

Postermu dipajang di segala tempat. - Ya

Tak hanya anak-anak, bahkan bapak-bapak akan menari!

Kau akan jadi Hit!

Gambarmu di koran... - Akan dicetak!

Para gadis akan ngantri tanda tangan. - Ya pasti!

Mobil, bungalow... - Sekretaris!

Dan kau akan dapatkan gadis impianmu juga.

Aku akan mendapatkannya, kan?

Aku janji.

Aku bicara mewakili Tuan Oberoi, yang memberiku makan...

...yang memberiku uang. - Romi disini.

Sama saja menantu.

Ada berita apa? - Apa Anu Malik sudah kembali?

Semua sudah beres. Anu Malik disini.

Dan Sameer juga disini menuliskan lagu.

Dan periklanan juga sudah sangat siap.

Kita akan menyebar 1 juta kaset di seluruh India.

Dan 2 juta lagi menyusul.

Kapan rekamannya? - Besok.

Tuanku, jam 2 siang datanglah ke studio.

Kena kau!

Takkan kulepaskan! - Apa kau gila?

Ya, aku gila! Kau yang membuatku gila.

Sekarang kau tak mengenaliku. Kau menipuku 200.000!

Terimakasih untukmu, dunia sudah tahu kalau aku gila. Mereka menyetrumku!

Kau pernah merasakannya? Dunia menjadi gelap!

Tubuh berasap!

Aku takkan melepaskanmu! Kembalikan uangku!

Maaf paman. - Paman?

Kau mengenaliku? Kenapa kau lakukan ini padaku?

Aku ingin tahu mengapa?

Aku punya masalah. Aku akan mengembalikan uangmu.

Tentu saja aku mau uangku. Tapi dengan bunga!

Baiklah. Ini uang untuk bunganya.

Ini uang bunganya. Kapan kau bayar pokoknya?

Mungkinkah aku menipu paman dari temanku?

Percaya padaku, Paman.

Jangan menangis. Tapi aku takkan melepaskanmu!

Aku akan pulang dengan motor!

Brengsek! Turun dari motorku!

Kenapa? - Kenapa? Apa maksudmu?

Ini motorku! Aku minta kau bayar sewa karena duduk diatasnya!

Begitukah? Ini motormu? - Kau pikir ini motor bapakmu?

Tangkap dia! Dia lari. Penipu itu mengambil motornya.

Motor ini bukan milikmu?

Dia memberiku motor sebagai bunga hutangnya yang 200.000!

Dia juga menipumu?

Dia membodohi, menipu dan merampokku. Aku hancur!

Dia menipuku 200.000!

Kalian menantangku? Jika kalian semua mengalahkannya.

Aku akan bayar 500!

Apa? - 5.000, 10.000, 20.000, 50.000!

Aku akan bayar sejuta! Patahkan kaki dan tangannya!

Dia menipuku dua kali.

Saat aku mendapatkannya, aku ambil semuanya.

Aku ingat. Kau Raju!

Namaku Romi. Ada apa?

Tapi mengingatkanku saat kita bertemu.

Anda ada di kamar wanita di kereta api tanpa baju tidur.

Petugas tiket menangkapmu dan polisi memukulmu dengan tongkat.

Aku yang menolongmu. - Begitu kah?

Ya - Pak.

Anda bisa pergi. Aku ingin bicara sesuatu dengan Romi.

Kau tahu apa ini?

Ayahmu telah memberikannya untukku.

Ini berarti selanjutnya rumahmu, kantormu...

...bisnismu dan semua properti. Aku miliki semuanya!

Kukira ayahmu adalah bisnismen yang cerdas.

Tapi ternyata ayahmu adalah seseorang yang bodoh!

Jika aku mau, aku bisa mengusir keluargamu ke jalan.

Dan membuat ayahmu mengemis.

Pooja, anakku...bicaralah!

Cobalah sayang.

Angkat tanganmu, anakku.

Tangan mana yang diangkat?

Tangan kanan.

Tak ada alasan untuk depresi.

Ini berita bagus untuk kita. - Benarkah?

Karena aku lihat di tubuh Pooja, ada tanda-tanda yang baik.

Aku akan jadi penyanyi. Mendapatkan uang!

Makanya aku butuh dukunganmu.

Tapi kini kau dan ayahmu butuh aku seumur hidupmu!

Kau menamparku, kan?

Kini balasan tamparan itu akan didengar seluruh keluargamu selamanya!

Aku akan mengusir keluargamu ke jalanan!

Akan kuberikan mangkuk ditangannya. Dan membuatnya mengemis!

Ayo tampar, tampar aku!

Pukul. Ayolah!

Pooja, Tampar aku, lecehkan aku.

Tapi bangunlah.

Aku tak mau menjadi tuan.

Aku tak mau...semua orang akan sangat bahagia.

Mereka akan sangat bahagia saat kau mengangkat tanganmu.

Sekarang aku tak mau melihat mereka bersedih.

Tolong, bangunlah.

Kumohon, berdirilah.

Tak mau bangun?

Tak mau? Jangan bangun!

Aku akan bilang pada semua orang bahwa aku Raj bukan Romi!

Setelah itu mereka bisa memenjarakan aku karena menipu.

Aku tak peduli!

Karena kau yang bertanggung jawab!

Hai kau, selamat datang! - Dimana Raj?

Raj? Siapa itu Raj? - Abdul, Raj kemana?

Ya Tuhan! Apa lagi ini? Raj sudah mati!

Raju sudah mati tanpa ajal.

Diam, Abdul! - Dengar, dia tak bersalah.

Katakan dimana Raj?

Aku yang menyuruhnya karena dia ingin menjadi seorang penyanyi.

Dia berperan sebagai Romi karena dia sangat mencintaimu.

Sebenarnya dia ingin menjadi saudara ipar Pooja, bukan iparmu.

Hari ini rekaman pertamanya.

Maafkan dia untuk hari ini. Besok aku sendiri yang membawanya kemari.

Apa yang dipikirkannya? Dia... - Abdul, kemana Raj?

Sungguh suara yang bagus! Dengar kan?

Dia seperti membaca dan Anda memujanya.

Dia hanya membersihkan tenggorokannya.

Tunggu sebentar.

Silakan, nyanyikan sesuatu.

Rendahkan picth-nya.

Luar biasa!

Sebentar, Mahesh. Turunkan oktavnya, nyanyikan dalam tempo rendah.

Cobalah mengerti. Dia Menantu. Aku akan pergi jika Anda mau.

Mulai - Kau ini lucu sekali.

Aku mau dia nyanyi dalam tempo rendah dan kau duduk tanpa ada gunanya.

Jangan bodoh! Jangan konyol!

Dia itu menantu, tak bisa menyanyi rendah. Biasa dengan nada tinggi.

Apa yang dinyanyikannya?

Kukatakan padamu sayang, aku mencintaimu.

Hati ini jadi gila.

Gila...

Gila dalam cinta.

Hati ini kembali gila.

Gila dalam cinta.

Kenapa aku merasa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?

Katakan apa yang harus kulakukan.

Apa aku harus hidup atau harus mati?

Katakan apa yang harus kulakukan.

Apa aku harus hidup atau harus mati?

Hati ini jadi gila.

Mata akan tersenyum tapi diisi dengan air mata.

Aku punya segalanya untukmu.

Apalagi yang kau inginkan? Hidup tak ada artinya tanpamu.

Katakan apa yang harus kulakukan.

Apa aku harus hidup atau harus mati?

Katakan apa yang harus kulakukan.

Apa aku harus hidup atau harus mati?

Hati ini jadi gila.

Cintai aku sehingga aku kehilangan kesadaranku.

Aku harus mati tanpamu.

Tak dapat menanggung perpisahan.

Cinta tumbuh dimana-mana agar aku bisa mengatur pandanganku.

Doaku telah dijawab.

Katakan apa yang harus kulakukan.

Aku harus hidup atau harus mati.

Katakan apa yang harus kulakukan.

Aku harus hidup atau harus mati.

Hati ini jadi gila.

Gila dalam cinta.

Aku datang untuk memohon cintaku.

Hari ini aku bersamanya.

Tapi sembuhkanlah orang yang menjadi sebab kami bersatu.

Bersatunya Jahnvi dan aku akan jadi pertanda Engkau mendengarku.

Aku memohon satu hal lagi, buatlah Pooja berdiri diatas kakinya.

Ibu Godinho selalu berkata, doamu atas orang lain akan terkabul.

Sejak saat ini, aku takkan meminta apa-apa lagi.

Berikan Pooja semangat hidup lagi.

Berilah Pooja kehidupan.

Janhvi, Pooja-ku sudah sembuh!

Kau baik saja?

Pooja, kau baik saja!

Nak Romi, Pooja sudah sembuh sekarang.

Kau selalu bersama dalam kesedihan kami.

Kita akan bersama dalam suka cita ini.

Ibu, kenapa nenek menangis?

Dia mampu menghapus air mata kita dan menangis untuk dirinya sendiri.

Dia telah menahan tangisannya begitu lama.

Biarkan dia menangis.

Pooja, lihat siapa yang kubawa.

Terlalu banyak orang tak baik.

Biarkan Pooja istirahat. - Jangan khawatir.

Dia sudah tertidur beberapa hari. Kini dia sudah bangun.

Nenek, dalam beberapa hari, Pooja akan bisa bangun dan lari.

Biarkan dia istirahat.

Suamiku...

Kau mau pergi kemana? Tinggalah denganku.

Ya, kau tinggal disini.

Kenapa kau menyelamatkanku?

Kenapa kau menyelamatkanku?

Jika kau bisa berpura-pura menjadi Romi dan menyelamatkan Ayah dan aku.

Tak bisakah aku berpura-pura menjadi istrimu untuk menyelamatkan karirmu?

Istirahatlah. Suamimu akan datang melihatmu lagi.

Terimakasih, kau sangat baik.

Hatiku mencintai seseorang yang masih asing hingga kemarin.

Yang memberiku hidup. Aku akan mati untuknya.

Ya Tuhan, dua saudari ditipu pria yang sama.

Kau Romi! Kau suami Pooja!

Bagaimana aku menghadapi Pooja?

Sumpah, aku Raj bukan Romi. - Jangan sentuh aku!

Kau bohong! Kau berfikir Pooja takkan bisa bangun lagi.

Jadi kau menjebak Jahnvi.

Ya Tuhan! Ini penipuan. Syukurlah, aku tak punya saudari lain!

Apa? Guru, lepaskan alat musiknya.

Ingat siapa aku?

Aku pernah berjumpa tapi dimana? Ya aku ingat!

Dengarkan dia. - Kau Romi, menantu kami.

Tidak, aku ketemu denganmu di perusahaan rekaman.

Ya aku ingat! - Dengar...

Kita menari bersama dan celanaku lepas...

Duduk dan mainkan musiknya!

Aku pergi! - Jangan pergi!

Kau...kau memang Romi! - Tidak, aku bukan Romi tapi Raj!

Kau Romi! - Tanya ayahmu jika tak percaya.

Ada apa nak Romi? - Katakan padanya siapa aku.

Dia Romi, saudara iparmu.

Ada apa?

Katakan sebenarnya siapa aku. - Yang sebenarnya?

Sungguh? - Ya!

Sayang, ini Raj bukan Romi.

Apa?

Dia Raj. Dia menjadi Romi karena aku yang memintanya.

Tapi mengapa Pooja memanggilmu Romi?

Aku juga tak mengerti.

Albumku akan dirilis dalam 2 hari. Untuk menyelamatkan karirku.

Tapi kenapa kau mencoba meyakinkannya kalau kau Raj?

Karena kami saling mencintai. - Apa?

Apa? Apa?

Sekarang jangan menambah masalah!

Tidak! Masalahnya sudah selesai.

Papa, aku sangat menyukainya.

Aku juga menyukainya.

Putriku menyukai yang kusukai.

Tak ada yang lebih baik?

Lepaskan tangan. Jaga jarak.

Kau ingat sekali kalau aku Raju bukan Romi.

Aku akan pergi. Kita takkan bertemu lagi.

Jaga dirimu.

Mengemudilah lebih hati-hati.

Kecelakaanku dan penyelamatanmu adalah pertanda bahwa...

...aku harus hidup lama denganmu.

Kau! - Ya, tapi bagaimana bisa menebak?

Parfummu.

Apa kau menumpahkannya?

Tak bolehkah seorang istri menemui suaminya?

Tentu saja. Tentu. Apa saudari ipar datang?

Dia sedang mendekorasi. - Apa? Dekorasi?

Kita akan membuat pesta di rumah dan ini pakaianmu.

Tapi aku juga punya pakaian. - Tema pakaian pestanya adalah campuran.

Oh, India-Barat.

Kau harus hadir jam 8:30!

Kami akan menunggumu.

Hai para gadis, nikmatilah! Kalian harus nari.

Hati berasa cemas, cuaca bagus. Yang terkasih sedang menunggu.

Oh nenek, kau yang terbaik. Aku mencintaimu.

Aku juga dulu menunggu kakekmu seperti saat ini.

Nenek sudah melalui banyak kesedihan karena aku.

Ya. - Kau menganggapku sebagai Sintamu.

Itu benar.

Pada masaku, tak ada disko atau club.

Tapi ada begitu banyak untukmu.

Namun kau selalu pulang seperti adanya.

Kau adalah 'Sinta' masa kini.

Itu dia Romi!

Kau sedikit telat.

Ada anjing yang membuatku salah jalan.

Tidak, kau terlihat sempurna. - Kau juga.

Kemarilah, semua menunggumu.

Janhvi, kemarilah.

Kau terlihat cantik sekali!

Tak ada yang mampu mengalihkan pandangan darimu.

Apa aku terlihat sangat cantik?

Dia bohong! Aku tak minta untuk membelinya.

Dengar apa kata Romi.

Aku hanya katakan apa yang ibu Godinho katakan.

Orang harus memuji apa yang dia suka.

Perasaan terdalamku adalah pasangan ini sangat sempurna.

Sekarang kau berbohong.

Tidak, aku mengatakan yang sebenarnya.

Perasaan terdalam ini. Hati takkan pernah berdusta.

Putri Anda sangat mempesona tapi menantu Anda...

...dia itu permata!

Ya dan dia sangat bangga. Pooja sekarang lebih baik.

Aku pikir, aku akan mengirimnya dalam 1 atau 2 hari.

Ide bagus.

Kemarilah.

Apa yang kau lakukan? Jika... - Apa?

Apa yang akan ayah katakan? Apa yang akan dipikirkan nenek?

Jika Pooja melihat kita? Apa kata Ramu?

Begitu, kan?

Kenapa berdiri begitu jauh? Mendekatlah.

Lebih dekat lagi.

Lagi...

Ayah disini!

Dia hanya main-main.

Turunlah kalau sudah selesai. Aku ingin kau bertemu seseorang.

Apa yang kalian lakukan? Apa kata orang nanti?

Aku tak bisa mengendalikannya.

Apa? - Akan kukatakan semuanya besok.

Bahwa aku Raj, bukan Romi. - Ide bagus, bagus sekali!

Kapan Anda mau menikahkan kami? - Besok kau bicara dan besoknya menikah.

Kenapa tak besok malam? - Terlalu cepat.

Kendalikan diri. Tahan dirimu.

Ayolah Monty, kau akan menikah dengan Jahnvi, oke?

Tidak.

Jangan khawatir, aku bilang tidak.

Kau selalu saja sibuk menelepon.

Aku sedang bicara dengan G.E tentang pesawatnya.

Apa yang kalian lakukan?

Oh Monty sayang, aku akan mencari hari baik untuk bicara pada kakak dan Jahnvi.

Akan tertawa. Akan meneteskan air mata.

Harus kehilangan. Harus memiliki.

Pagi dan malam, dalam kesendirian akan mendesah.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Akan tertawa. Akan meneteskan air mata.

Harus kehilangan. Harus memiliki.

Pagi dan malam, dalam kesendirian akan mendesah.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Dalam setiap mata...

Tumbuh bagaikan sebuah mimpi.

Tak seorangpun bisa mengendalikan hati yang sedang terbuai.

Akan tetap terjaga. Akan jatuh dalam tidur.

Akan hidup. Akan terkena racun.

Akan mati untuk wajah tampan.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Kau memberikan ketenangan.

Kenapa kau merasa cemas?

Ini adalah salah satu kegilaan...

...yang memberikan hidupnya untuk cinta.

Akan tetap terdiam. Akan tetap bicara.

Harus menanggung rasa sakit dari perpisahan.

Cobalah seperti orang lain, mungkin tak akan bosan.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Salam. - Tangkap dia!

Dia ini Raju yang mencuri 200.000 dariku!

Dan mengirimku ke RSJ.

Ikat dia dan telepon polisi!

Aku disetrum!

Panggil polisi! - Tetap disini!

Jangan bicara. Diam! - Dia akan menipu Anda juga.

Apa namamu Raju, bukan Romi?

Kenapa diam saja?

Kau Romi atau Raju? Kau menipu kami!

Kau mempermainkan perasaan kami!

Kenapa kau lakukan ini? Kenapa?

Apa ini cara membalas cinta kami?

Inikah cara ibu Godinho mendidikmu?

Panggil dia. Kami ingin menemuinya.

Inikah salah satu penipuanmu?

Aku akan katakan satu kebohongan lagi.

Ibu Godinho itu tak pernah ada.

Beliau meninggalkanku saat aku berusia 6 tahun.

Maksudku, beliau sudah meninggal.

Beliau kadang kala datang menemuiku, merawatku.

Tapi sejak Anda masuk dalam hidupku.

Ibu Godinho tak pernah datang lagi.

Mungkin beliau mengira kalau Raju telah menemukan keluarganya.

Sekarang aku tak diinginkan.

Tapi sebenarnya tak seperti itu, ibu Godinho?

Tak seperti itu.

Aku membutuhkan Anda. Sangat butuh.

Ibu Godinho pernah mengatakan...

...kira-kira seperti ini.

Raju anakku, jangan memaksa nanti bisa jatuh.

Tapi memang selalu jatuh.

Terima kasih.

Kenapa?

Ada apa?

Ayah, kenapa Romi pergi?

Kau tahu dia itu Raju, bukan Romi?

Tapi kau tetap mendukungnya?

Aku mendukungnya karena dia pemuda yang baik hati.

Apa yang dilakukannya sebagai Romi? Pikirkan apa yang bisa dilakukannya!

Berpura-pura jadi suamiku tapi tak pernah memanfaatkanku.

Dan paman! Anda tahu semuanya, kan?

Ayah, Anda bahkan memberikan dia kuasa!

Dia bahkan bisa mengambil semua kekayaan kalau dia mau.

Romi yang asli, yang demi dia aku rela meninggalkan kalian semua...

...adalah manusia rakus harta!

Aku akhirnya menyadari, dia mencintai uangku bukan aku.

Aku bahkan rela menyerahkan nyawa untuk Romi.

Tapi Raju datang menyelamatkan hidupku.

Dan inilah cara kalian memperlakukan Raju.

Itu tidak baik, ayah.

Itu tidak baik. - Sayang...

Melakukan begitu banyak agar tidak jatuh.

Tapi selalu saja jatuh.

Ya, terjatuh.

Dia Abba, temanku dari kecil. - Salam.

Kau tak pernah punya keluarga.

Dan kami tak pernah punya putra.

Kenapa kau menguji cintaku?

Kau adalah hidupku. Kenapa kau mengambilnya?

Ayah, tolong jangan marah padaku seperti yang Anda lakukan pada Pooja!

Ayah, Raju benar-benar mencintaiku!

Dia ingin menikahiku.

Ayah kumohon! Jika tak menikahiku, dia akan mati!

Apa kau akan menyia-nyiakan air mata hanya untukku?

Kenapa tak mengerti juga?

Dia itu ayahku.

Bagaimana mengatakan padanya, bahwa aku mencintaimu?

Apa yang akan kau katakan jika kau jadi aku?

Aku akan bilang...

Ayah, dia pria yang baik. Aku sangat menyukainya!

Dan apa yang ayah katakan?

Ayah juga menyukainya.

Apa kau pikir ayah akan mengatakan ini?

Ya, seratus persen.

Kalau begitu akan kutakan padanya sekarang!

Apa ini?

Raju. - Apa?

Artinya kau... - Ya, ayah.

Aku tak tahu kapan jatuh cinta pada Raju.

Apa yang kau pikirkan? Apa pernikahan itu mainan?

Bagaimana statusnya dibandingkan dengan keluarga kita?

Inikan yang kukatakan?

Saat kau menceritakan padaku tentang Romi.

Tapi aku takkan mengatakan itu.

Aku ingin melihat kebahagiaan di wajahmu.

Aku sangat bahagia hari ini. - Begitu juga aku!

Beritaku akan membuat otakmu pecah!

Apa yang akan kukatakan, juga akan membuat otakmu pecah!

Masuklah. Lalu kita akan lihat siapa yang akan memecahkan otak!

Pertama tutup pintunya!

Kau duluan yang bilang. -Tidak, kau duluan.

Baiklah! Aku sedang jatuh cinta.

Dengan siapa? - Aku akan bilang ke Ayah.

Tapi aku sudah bilang duluan!

Apa?

Aku juga sedang jatuh cinta!

Bagaimana bisa jatuh cinta bersamaan? - Tentu saja bisa!

Pilihan kita selalu sama sejak kecil. Jadi pemudanya juga mungkin!

Tidak, tak masalah jika mirip. Tapi bukan dengan orang yang sama!

Kalau tidak, cerita bisa kacau!

Ceritakan. - Tidak!

Dia sangat tampan. Sangat manis.

Kau harus tahu, dia sangat baik. Bahkan lebih dari seorang manusia.

Sekarang katakan? - Tak mau!

Ayo katakan...

Aku telah lama hidup tapi tak sempurna.

Begitu aku menemukannya, hidupku akan sempurna.

Oh Tuhan! Puisi yang romantis.

Pooja, katakan! - Jika kau juga ceritakan semua!

Katakan! - Oke.

Namanya... Aku tak mau bilang!

Baiklah, dengar...

Mari kita saling mengatakan tanpa mengatakan sesuatu.

Janu, aku tahu kau suka Monty!

Tipe barat. Benar, kan? - Tapi aku tak tahu kau suka Raju.

Kau tak kenal Raju.

Aku tak sadar.

Ketika aku sadar...

...aku tahu apa artinya cinta sejati.

Jujur, aku akan mati jika tak bertemu Raju.

Kau sangat beruntung Pooja.

Janhvi! Kau suka Raju, kan?

Aku suka dia jika kau juga suka.

Tenanglah.

Papa, aku kehilangan keberuntungan hari ini.

Dengar anakku... Kita sangat beruntung.

Aku berfikir berapa lama bisa membayar hutang tuan.

Dewa memberi kita kesempatan pada hari ini.

Aku bisa memberikan hidupku untuk Pooja, tak hanya Raju.

Aku selalu...

Salah satu hati putriku harus terluka.

Dengar anakku, jangan khawatir!

Akan kubereskan semuanya.

Tidak ayah. Pooja baru saja mendapatkan semangat hidupnya.

Bukankah Anda ingin Pooja bahagia?

Karena itu jangan katakan apapun. Atau aku akan sangat marah!

Anda merengerti? - Aku tak sadar kalau putriku sudah dewasa.

Dengarkan aku! - Tolong dengar Raju.

Kau dengar aku! - Kau yang harus dengar!

Bicaralah.

Ayo! Bicaralah.

Pooja bagiku lebih dari sekedar saudara.

Dan Ayah. Ayah kuhormati lebih dari ayahku sendiri.

Kau tahu?

Tak sekalipun mereka memperlakukan aku seperti anak seorang akuntan.

Aku sangat penting bagi mereka.

Raj, aku ingin Pooja bahagia.

Aku juga. - Aku ingin dia bahagia.

Tapi jika dia tahu tentang kita, dia takkan bisa bahagia.

Jadi mohon, menikahlah dengan Pooja.

Apa?

Sudah semuanya? Sekarang, boleh aku bicara?

Boleh aku bicara?

Kau sekarang sudah 19 tahun. Aku mau hidup sampai 100 tahun.

Apa kau ingin korbankan 81 tahun, hanya untuk 19 tahun?

Kau tahu artinya 81 tahun?

Menikah, Suami, Anak, Saudara ipar, Menantu, Anak-anak mereka!

Mau menyerahkan ini semua?

Jika kau penting bagi mereka.

Memberimu tempat selama 19 tahun.

Panggil mereka kesini. Aku akan beri tempat pada mereka selama 19 tahun 1 hari!

Omong kosong apa ini!

Apa kau mencintaiku?

Kalau begitu nikahi Pooja!

Dengar...

Aku sangat mencintaimu, Menikahlah dengan Abba?

Karena dia sangat berjasa padaku.

Dia sudah menampungku di rumahnya selama 19 tahun! 19 hari!

Aku sangat mencintainya.

Apa kau mau menikahinya?

Apa kau mau menikahinya?

Apa kau mau? Jawab aku!

Maafkan aku!

Raj, kumohon nikahi Pooja.

Kau tak mau menikah denganku?

Kalau begitu aku juga tak mau menikah denganmu!

Pernikahan membuat masalah. Aku takkan menikahi kau atau dia!

Apa kau senang? Kenapa nangis?

Bahagialah. Ayo.

Kau sadar apa yang kau lakukan?

Di satu sisi, tak ada cara lain.

Cari cara lain.

Jika tak pergi, Raju takkan menikahi Pooja.

Hai Raj, menyanyilah. - Pergi sana!

Sebentar!

Mundurlah. - Sudah, tak apa.

Oke, cukup!

Tanda tangan, tolong!

Jahnvi anakku...

Perhatian...Perhatian!

Bagaimana penampilanku?

Semuanya bagus.

Gaun yang lain juga cantik. Pakailah dan tunjukkan pada kami.

Sayang, sudah terlambat.

Sekarang bagaimana penampilanku?

Berputarlah dan tunjukkan pada kami.

Kau terlihat cantik dengan ini juga.

Nenek... - Dia ingin menunjukkan ini pada Raju.

Dia ingin membuatnya terkesan.

Apa Jahnvi sudah pergi sekarang? Dia bisa katakan apa yang sesuai untukku.

Dan gaun mana yang disukai Raju.

Raju sendiri sudah datang.

Katakan padaku, bagaimana penampilanku?

Sangat cantik.

Aku ingin katakan sesuatu padamu.

Tak perlu bilang. Aku sudah tahu.

Tapi aku ingin mendengarnya langsung.

Pooja, aku tidak... - Apa gaun ini tidak bagus?

Aku tidak tahu. - Pooja, pakai untuknya.

Nak... - Ya, nek?

Kami datang menemuimu untuk memberkahi pernikahan Pooja.

Pendeta telah tiba. - Aku akan lihat.

Pooja begitu bahagia.

Kebahagiaan Pooja kini ada di tanganmu.

Semoga Tuhan membuat kalian bahagia selamanya.

Mana kelapanya? - Aku datang.

Semua sudah terjadi.

Keberadaanmu tak lagi berarti.

Pooja? Tribhuvandas disini.

Perhiasanmu sudah siap. Kemana harus kukirim?

Aku Jahnvi.

Anda menghubungi nomor yang salah.

Tapi aku menghubungi nomor Pooja. - Tidak...

Mungkin aku membawa HP Pooja.

Teleponlah ke nomorku, Anda akan bisa bicara dengan Pooja.

Baiklah. Juga anting-anting kalian berdua sudah siap.

Sangat indah. - Aku tak butuh itu sekarang.

Kau takkan dapat barang semacam itu lagi.

Punyaku berikan pada Pooja saja.

Jahnvi, Apa yang kau lakukan?

Kau tahu apa yang akan dilakukan Raju, kan?

Dia pergi meninggalkan kita semua dan pulang ke Goa selamanya.

Dia bilang hanya mau menikahi Jahnvi.

Jadi kenapa aku harus menikahi Pooja?

Dan dia benar. Kalian saling mencintai.

Bagaimana bisa dia menikahi Pooja?

Aku tak mengerti apapun. Kenapa kau ingin dia menikahi Pooja?

Hari ini Anda telah menunjukkan...

...perbedaan antara putrimu sendiri dan anak adopsi.

Kenapa Anda meminta dia berkorban?

Kenapa tidak memintaku?

Kenapa tak mengatakan ini pada Jahnvi?

Kenapa Anda tak meyakinkannya?

Dan kau...

Kau berkata, menyelamatkanku adalah pertanda bahwa...

Aku punya umur panjang.

Lalu kenapa menganggap aku akan mati?

Orang yang aku sukai.

Dicintai oleh saudariku.

Saudariku menemukan cinta sejatinya.

Apa lagi yang membuatku lebih bahagia?

Tapi kau...tak adil pada Jahnvi-ku.

Tak adil.

Tak adil pada Jahnviku.

Dan kalian semua, tak adil padanya.

Dimana Jahnvi?

Baba, aku tanya dimana Jahnvi?

Dia berangkat ke Amerika sejam yang lalu.

Kenapa Anda melakukan sesuatu yang Anda tak mampu?

Pesawat mana yang berangkat ke Amerika hari ini?

Bersumpahlah atas namaku dan jujurlah, katakan dimana Jahnvi!

Demi pernikahanmu dengan Raju.

Dia menikah dengan Monty.

Aku sibuk hari ini. Kita urus ini besok.

Pintar sekali kau bicara. Kami takkan sia-siakan hari ini!

Bajingan! Kami tak diizinkan makan bawang sesuai agama kami.

Aku tahu hari ini.

Salah untuk mengambil keuntungan dari siapa pun. Kau lari, aku akan urus mereka.

Kau lari saja!

Kau mau kemana?

Pakaikan kalungnya di leher pengantin.

Dengar aku, sayangku. Aku mencintaimu.

Berikan aku satu kesempatan dan aku akan lakukan segalanya untukmu.

Apa yang kau lakukan?

Kenapa kau lakukan ini?

Jawab aku! - Demi kau, bodoh.

Kenapa?

Karena aku sangat menyayangimu.

Dan aku membencimu.

Aku membencimu.

Kau ingin kehilangan hidupmu demi kebahagianku?

Aku juga sayang padamu. Sangat sayang padamu.

Kau akan berdiri saja disana atau datang kemari?

Saudara Ipar.

Ayolah! - Ya, Nak.

Pukul aku sesuka hatimu.

Aku sudah makan banyak bawang, Pukul saja aku. Aku pendosa!

Pukul disini.

Mohon perhatian semuanya.

Aku tadi berfikir tema busana apa untuk pesta Jahnvi.

Aku fikir tema kostum renang saja!

Begitu banyak cinta dalam dunia ini.

Kau hanya butuh membuka mata untuk melihatnya.

Laki-laki yang ada di dunia ini adalah pertanda.

Bahwa ada seseorag di dunia yang tercipta hanya untuknya.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Akan bernyanyi.

Setiap hati yang jatuh cinta.

Akan bernyanyi.

Kekasih akan diakui diantara sejuta.

Kekasih akan diakui diantara sejuta.

Kekasih.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.