Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
Tahun 1967.
Musim Panas Cinta.
Tapi dapatkah cinta dan kedamaian mendatangkan perubahan
untuk dunia yang berada di ambang perang?
Di Timur Tengah, ketegangan yang berlangsung lama akan meledak.
FEBRUARI 1967
Presiden Mesir yang terkenal, Gamar Abdel Nasser,
mempersatukan seluruh negara-negara Arab untuk turut serta memerangi Israel.
Nasser memblokir pengiriman laut Israel melalui Selat Tiran.
23 MEI 1967
Perang tampaknya tak bisa dihindari.
Israel membalas dengan serangan kejutan yang dahsyat.
Dalam hitungan jam,
seluruh Angkatan Udara Mesir hancur.
PERANG ENAM HARI
Meski Suriah dan Yordania membantu Mesir,
berperang di tiga lini depan,
Israel memenangkan perang itu hanya dalam enam hari.
Semenanjung Sinai, Dataran Tinggi Golan, dan Tepi Barat,
termasuk Yerusalem Timur, jatuh ke Israel.
10 JUNI 1967 ISRAEL MEREBUT DARATAN
Sementara negara-negara Arab berencana merebut kembali wilayah mereka,
beberapa kelompok nasionalis Palestina,
yang hidup di bawah wilayah jajahan pemerintahan Israel,
mulai merencanakan pembalasan.
BERDASARKAN KISAH NYATA
BANDARA INTERNASIONAL ROMA
3 SEPTEMBER 1973
TAS DIPLOMATIK
Apa urusanmu di Roma, Pak?
Aku mengemban tugas resmi.
Tolong beri tahu mereka berdua itu semua barang diplomatik.
Biarkan koper-koper itu.
- Dia punya paspor diplomatik. - Baiklah.
- Nikmati kunjunganmu, Pak Marwan. - Terima kasih.
Kemuliaan bagi Allah.
Indah sekali.
Penerbangan 136 menuju Tel Aviv sudah bisa dinaiki penumpang.
TUJUAN: TEL AVIV
- Semoga berhasil. - Tetaplah di sini sampai ini selesai.
Dengarkan aku.
Aku konsuler resmi Mesir. Aku tak bisa tetap di sini.
Ashraf...
Sampaikan hormat dan rasa terima kasih terdalam kami kepada Presiden Sadat.
Katakan kepadanya, kita akan segera melihat Palestina merdeka.
Semoga berhasil.
Halo penumpang sekalian, ini dengan Kapten pesawat.
Perkiraan durasi penerbangan adalah empat jam sepuluh menit.
Akan lepas landas, bersiaplah.
Penerbangan 136, aman untuk lepas landas.
Sekarang!
TIGA TAHUN SEBELUMNYA...
KEDIAMAN DUTA BESAR MESIR
LONDON, 10 JULI 1970
Presiden Nasser...
Wakil Presiden Sadat, selamat datang.
Mereka siap menemuimu.
Aku sangat setuju denganmu, Pak Presiden.
Tolong gunakan bahasa Inggris agar teman-teman kita mengerti.
Tolong.
Satu-satunya persoalan penting
adalah merebut kembali wilayah kita dari Israel.
PRESIDEN MESIR
Masalahnya bukan hanya kesatuan Zionis.
Masalahnya adalah siapa yang membantu Israel.
Amerika Serikat!
Mungkin, jika Israel merasa terancam,
terkekang oleh resolusi Amerika Serikat...
Kita tahu itu mustahil.
Masalahnya bukan siapa yang membantu Israel, tapi siapa yang membantu kita.
Uni Soviet?
Sungguh?
Bisa kau jelaskan kepada kami, Ashraf?
Maaf aku sudah bicara, Pak Presiden, tapi dalam jangka panjang,
Uni Soviet akan hancur karena menganut konsep buruk...
Uni Soviet adalah satu-satunya kekuatan yang bisa meredam Amerika.
Inikah kekuatan yang katamu akan hancur?
Aku yakin demikian.
Sistem mereka tak menghargai inisiatif dan pencapaian perorangan.
Kita butuh bantuan dari negara yang akan bertahan,
terutama Amerika Serikat.
Kita tahu Amerika tak ingin Israel diserang.
Bagaimana jika negara-negara Arab menawarkan tak akan menyerang Israel
dengan imbalan bantuan ekonomi dari AS, lebih besar dari yang Uni Soviet berikan?
Tapi bagaimana dengan wilayah-wilayah kalian?
Apa yang lebih penting?
Wilayah atau rakyat kita?
Mari kita hubungi Amerika, berpaling dari Uni Soviet
dan buat kesepakatan antara kita dan Israel.
Kurasa aku bisa menunjuk menantuku ini sebagai Duta Besar Amerika yang baru.
Dan memimpin negosiasi perdamaian dengan Israel.
Seorang visioner sejati.
Bukan begitu, Sharaf?
Pak Eastwood, kilang anggur Mesir
sudah ada sejak zaman Firaun.
Bagaimana menurutmu anggurnya?
Aku tak tahu Mesir menghasilkan anggur senikmat ini.
Bersulang untuk teman-teman.
Semoga kita semua sehat dan berjaya.
Bersulang.
Bersulang.
Dan untuk putri cantikku, Mona.
Kebahagiaan di hatiku.
Ayah senang bisa di sini bersamamu.
- Bersulang untuk Mona. - Bersulang untuk Mona.
Dia tak bisa berada di dekat tamu penting.
- Ayah bicara soal suamiku? - Suamimu? Konyol!
Dia hanya membebanimu.
Teladan macam apa dia bagi cucu ayah?
Cucu Ayah, tapi dia putraku, dan Ashraf ayahnya!
Ayah yang tak menafkahi. Lebih baik tak punya ayah.
Ayah selalu tahu dia bodoh. Dan kini dia membuat ayah malu.
Ayah menyesal merestui pernikahan ini.
Kau baik-baik saja?
Ashraf?
Aku mendengar ayahmu.
Itu sudah biasa.
Kau setuju dengan caranya menghinaku?
- Aku tak bilang begitu. - Lantas apa?
Aku tak paham apa masalahnya denganku.
Dia kesal kau mengemukakan pendapatmu di meja.
Mona, dia dibutakan oleh rasa bencinya kepadaku.
Dia selalu membungkamku.
- Dia memang keras kepala. - Sifat keras kepalanya...
Dia berpegang pada filosofi yang telah gagal.
Ashraf,
dengarkan saranku, kau harus lebih lembut saat bersamanya.
Tunjukkan rasa hormatmu.
Kelak, dia akan menerimamu seperti aku dan menyadari bahwa kau pria hebat.
Percayalah, aku akan terus meyakinkannya.
Aku tak mencari karakter ayahku di tiap pria.
Ayahku adalah ayahku, dan kau berbeda.
Aku mencintaimu, Ashraf, percayalah.
Terlebih lagi,
tindakan pria ini, Garbo.
Peternak ayam bangkrut
yang menjadi agen ganda terhebat dalam sejarah.
Yakin bahwa dia harus bertindak demi kemanusiaan,
Garbo mulai membentuk organisasi mata-mata rahasia
yang beranggotakan 27 agen Inggris.
Garbo kini dianggap sebagai salah satu pahlawan besar di Perang Dunia II.
Pria yang dianugerahi Salib Besi oleh Jerman
serta Ordo Imperium Britania oleh Raja.
Bag O'Nails.
Malam ini, setelah belajar kelompok.
Kau ikut?
- Aku harus tanya istriku. - Ini akan menjadi malam yang liar...
- Ashraf! Kau datang! - Ya.
Aku sangat senang kau datang. Bagus.
- Kau kenal Diana Ellis? - Haruskah?
Ya, harus.
- Kenapa kau bertanya? - Karena dia tepat di belakangmu.
Rory, Sayang.
Siapa temanmu yang tampan ini?
Ashraf Marwan, Diana Ellis.
- Dia pria yang kuceritakan. - Kau sangat eksotis.
Kau suka berpesta?
- Pesta? Ya, aku suka. - Pesta dewasa?
Ada di rumahku. Kau harus datang.
Pesta dewasa. Itu terdengar seperti... tukar pasangan.
- Kau boleh datang secara gratis. - Jadi, biasanya bayar?
Di situlah keseruannya.
Ada kamera di kamar agar aku tak melewatkan apa pun.
Jadi, kau merekam tamu-tamumu?
Aku suka menonton rekamannya.
- Mau kuambilkan minum? - Tequila.
Tequila! Segera.
Jadi, bagaimana kisahmu?
Kata Rory kau adalah putra Presiden Mesir.
Menantu.
- Kau sudah menikah? - Ya. Enam tahun.
- Anak? - Seorang putra yang masih kecil.
Sayang sekali.
Ini minumannya.
Untukmu...
- Untuk bertukar pasangan. - Ya.
Bersulang.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Aku ketiduran.
Aku pulang larut semalam.
Dengan siapa kau?
Teman-teman kampusku.
Apa ini?
Biaya pendidikanmu.
Sudah kubayar. Tak usah khawatir.
Mona,
apa ada masalah?
Ada apa?
Sami Sharaf datang mengantarkan ini.
Kau berjudi lagi?
Berdansa dengan aktris pirang itu, Diana Ellis?
Aku tak mau terlihat bodoh dan malu.
Ini salah.
Dia menyuruh Sami mengawasiku?
Mengawasi uangnya, bukan kau.
Bukan itu alasannya, kau tahu itu.
Ibu.
Ada apa? Sayang, kemari. Cium ayah.
Pergilah main.
- Dengar, Mona... - Bahasa Inggris, Ashraf.
Kau tak sadar apa yang terjadi?
Sami mencoba merusak citraku di mata ayahmu.
Kau sendiri yang merusaknya.
- Dia meminta kita kembali ke Mesir. - Apa?
- Bagaimana dengan pendidikanku? - Pendidikanmu?
Pendidikan dalam poker dan mabuk-mabukan?
Aku bersedia melakukan apa pun untuk melindungimu,
tapi ayahku yang mengendalikan uang kita.
Ashraf,
dia ingin aku menceraikanmu.
Cerai?
Itukah yang kau inginkan?
Tidak.
Tapi ini...
Ini harus berhenti.
Aku mencintaimu, tapi kau tak bisa membohongiku.
Aku tahu.
Kedutaan Israel, ingin kusambungkan dengan siapa?
Michael Comay, Duta Besar Israel.
Dengan siapa ini?
Aku akan memberi tahu namaku kepada Duta Besar.
Aku tak bisa menyambungkanmu tanpa nama, Pak.
Pak?
Pak? Kau masih di sana?
- Namaku Ashraf Marwan. - Apa yang bisa kubantu, Pak Marwan?
Aku punya informasi berharga untuk Badan Intelijen,
jadi, aku harus bicara dengan Duta Besar.
Beliau sedang sibuk.
Tapi jika kau ingin...
Dalam wujud termurninya, potasium adalah logam yang amat reaktif.
Jika kalian tak bisa mengeja potasium,
catat ini dan hapalkan.
Saat terkena air, potasium menghasilkan nyala api ungu.
Kenapa berwarna ungu?
Ada yang tahu?
Permisi.
Aku mencari Ashraf Marwan.
Ashraf Marwan.
Ada Ashraf Marwan di sini?
Ashraf Mar...
Pak, tolong kemari.
Ashraf Marwan?
Ya?
Ikut kami.
Maaf.
SAMI SHARAF MENTERI URUSAN KEPRESIDENAN MESIR
Presiden Nasser...
mengalami serangan jantung...
dan meninggal.
Kau dan keluargamu diminta untuk segera kembali ke Kairo.
Dia meninggal?
Ya, Ashraf.
Presiden telah meninggal.
KAIRO, 28 SEPTEMBER 1970
Hari ini, jutaan warga Mesir turun ke jalanan,
mengucapkan salam perpisahan kepada Presiden Gamar Abdel Nasser.
Dan Wakil Presiden Anwar el Sadat akan diangkat
menjadi Presiden Republik Arab Mesir,
beberapa hari setelah masa berkabung resmi.
Aku turut berduka cita.
Pak Presiden...
Aku segera kembali.
Sami, Nyonya Nasser ingin bertemu denganmu.
Baik.
Yang memalukan adalah menyangkal kenyataan.
Kenyataan bahwa Israel telah merebut 60.000 kilometer persegi
wilayah daratan Mesir karena Perang Enam Hari.
Israel menduduki negeri ini.
Agenda kabinet ini adalah untuk merebutnya kembali
agar rakyat kita bisa berjalan lagi dengan rasa bangga.
Sampai saat itu tiba,
peta ini akan mengingatkan kita akan tugas kita.
Negara kita belum siap untuk berperang lagi.
Maka satu-satunya opsi kita untuk merebut Sinai
adalah berdiskusi dengan AS soal solusi diplomatik.
Tidak bisa.
Itu akan membahayakan bantuan dari Uni Soviet.
Belum tentu.
Anwar,
apa yang kau usulkan?
Panggil aku Pak Presiden, Pak Sami Sharaf.
Pak Presiden...
Aku sangat tak menyetujui rencana ini!
Aku yang berhak memutuskan apa yang terbaik untuk Mesir!
Tugasmu adalah memberiku informasi
untuk memungkinkanku mengambil keputusan tersebut.
Tidak lebih.
Sudah jelas?
Ya, Pak.
Keluar.
Keluar!
Di saat meningkatnya kritik mengenai posisi diplomatik pemerintah
terhadap Israel, tiga menteri mengundurkan diri hari ini.
Ini memicu spekulasi bahwa mereka mungkin berencana meluncurkan tantangan politik
terhadap Presiden Sadat yang baru disumpah.
Pengkhianat.
Ikut aku, Pak Marwan.
Silakan tunggu di sini.
Pak Presiden,
Ashraf Marwan datang menemuimu.
Katanya ini mendesak.
Suruh dia masuk.
- Matikan itu. - Baik.
Apa yang tak bisa menunggu sampai hari Senin, Ashraf?
Pak Presiden, aku punya catatan yang sangat penting untukmu.
Catatan apa?
Catatan yang berisi informasi mengenai Sharaf, Gomaa, dan Sabri.
Catatan mengenai penyuapan dan korupsi di kalangan pejabat.
Dengan hormat, mereka adalah bukti bahwa kita tak hanya mewaspadai musuh.
Tapi setidaknya ini milikmu
untuk ditindak sesuai penilaianmu, Pak Presiden.
MENTERI KEHAKIMAN MESIR SAMY SHARAF
Dari mana kau dapatkan ini?
- Saat sedang mencari hal lain. - Hal lain apa?
Terus terang, Pak, keuanganku sedang sulit.
Aku mencari berkas finansial Mona.
Untuk melihat apa kami bisa mendapatkan dana.
Untunglah kau datang kepadaku, Sharaf.
Ini adalah hal penting.
Aku ingin menyimpan ini.
Silakan, Pak Presiden, itulah tujuanku kemari.
Kapan kau akan kembali ke London?
Mona harus dekat dengan keluarganya di saat sulit seperti ini.
Aku paham.
Lepaskan tanganmu!
Kubilang lepaskan tanganmu!
Jawab aku, siapa kau?
Pengkhianat!
LONDON, 30 MAY 1971
Kita bisa terlambat. Biarkan dia tidur.
Samira, jaga dia.
Ayo.
Kembali ke London bersama putra kita. Lihat keadaan kita!
Ada cara lebih baik menghabiskan waktu
daripada menghadiri resepsi membosankan di kedutaan.
Ashraf, kau punya tanggung jawab dan kita harus pergi.
Mereka bisa apa? Aku anggota pemerintahan sekarang.
Aku tadinya tak ingin kau bekerja di pemerintahan.
Tapi melihatmu sekarang, aku sangat bangga kepada suamiku.
Halo?
Ashraf Marwan?
Ya, ini aku.
Ashraf Marwan, Kantor Direktur Jenderal Presiden Sadat?
Ada yang bisa kubantu?
Kedutaan Israel, ingin kusambungkan dengan siapa?
Michael Comay, Duta Besar Israel.
Namaku Ashraf Marwan.
Apa yang bisa kubantu, Pak Marwan?
Aku punya informasi berharga untuk Badan Intelijen,
jadi, aku harus bicara dengan Duta Besar.
Kami dengan senang hati menerima tawaranmu, Pak Marwan.
Maaf, kami lama menanggapinya.
Pukul 10.00 besok, kau harus berada di lobi Hotel Baltimore,
tidak jauh dari Kedutaan.
Jangan khawatir, Pak Marwan.
Seseorang akan menghampirimu.
Semoga harimu menyenangkan, Sekjen.
Berapa skornya?
Masih 1-1.
Pertandingan sengit.
- Semoga Tuhan membantu kita menang. - Semoga.
DANNY - "ALEX" AGEN MOSSAD KANADA
Pak Marwan? Namaku Alex. Senang bertemu denganmu.
- Panggil aku Ashraf. - Tentu. Tolong ikut aku.
- Ke mana kita pergi? - Ke tempat aman.
Jadi...
Pak Marwan...
Apa yang kau lakukan di sini?
- Apa maksudmu? - Kenapa kau ke sini? Alasanmu?
Boleh aku minta sebatang?
Kenapa kau melakukan ini, Ashraf?
- Apa ucapanku direkam? - Tidak.
Kau tak menjawab pertanyaanku.
- Bisa kita bicara di luar? - Kita tetap di sini.
Di sini panas.
Akan kubuka jendelanya.
Jika kau ingin bicara,
mari kita bicara di luar.
Kau tidak berhak bernegosiasi.
Jika kau pergi, sebuah rekaman akan segera diterbitkan media massa Mesir.
Kau tak menginginkan itu, bukan?
Ayah Gamal.
Kau paham?
Kau paham?
Paham.
Maaf, tapi aku lebih suka bicara di luar.
Kau ingin bicara?
Itu pilihanmu.
Tak ada yang akan mendesakmu atau mengancammu.
Kau ingin bicara di teras,
mari kita bicara di situ.
Silakan.
- Ini akan membuktikanku dapat dipercaya. - Letakkan di meja. Kami ambil nanti.
Aku hanya berharap isinya meyakinkan kami untuk bertemu denganmu lagi.
Kau paham maksudku, Ashraf?
- Kau bisa membuntuti kami? - Tentu.
Kau memotret mereka berdua?
Aku mahir dalam satu hal, yaitu memotret orang.
Bagus. Boleh kulihat?
- Kau harus meminta dengan lebih baik. - Kau ingin aku bagaimana?
Siapa mereka?
Itu urusan pekerjaan.
- Tidak menarik. - Cukup menarik sampai difoto.
Aku bukan anak kemarin sore.
Itu permainan poker perusahaan.
Aku harus memberikan mereka sesuatu agar dipercaya.
Jika itu memang benar,
aku ingin ciuman.
Kau serius?
Sangat. Itu salahku?
Spionase.
Sangat menarik.
Tolong.
Terima kasih. Aku berutang budi kepadamu.
Tentu saja.
Kau mau ke mana?
- Kembali ke hotel. - Biar kuantarkan.
Itu bukan ide bagus.
MARKAS BESAR MOSSAD, TEL AVIV
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Ya.
ZVI ZAMIR DIREKTUR MOSSAD
- Ini informasi luar biasa. - Tentu.
Tapi aku tak memercayainya, Zvi.
Tapi informasinya darinya kuat, itulah yang kita cari.
Tekanan ada padanya.
Jika dia tak memberikan informasi tepercaya,
kita tahu dia berbohong.
Tapi kau benar.
Kenapa dia menelepon? Kenapa dia mendatangi kita?
Itu hal pribadi. Masalah harga diri. Dia serakah dan butuh uang.
Zvi, aku tahu jika aku dibohongi dan Ashraf Marwan tidak berbohong.
Baiklah.
Jika Marwan memang seperti yang dia katakan,
membiarkan agen amatir menangani aset ini adalah tindakan ceroboh!
Ceroboh? Kau bahkan tak memercayainya.
Kita tak boleh membuatnya terintimidasi.
Dia ingin bicara. Aku bisa memancingnya dengan baik.
Pengalamanku lebih banyak, Danny.
Pertemuan pertama kami lancar. Kau ingin mengacaukannya?
Zvi, kita bisa dapat target lebih besar. Kau harus memercayaiku.
Teman-teman,
ini adalah tugas sulit, aku tak ingin mengambil risiko.
- Danny yang menangani aset. - Terima kasih, Pak.
Tapi jika ada masalah, aku akan memecatmu.
Sudah seharusnya.
Aku ingin semua gerak-geriknya di London diawasi.
Sampai kita tahu dia bersungguh-sungguh, aku tak mau mengambil risiko.
- Baiklah. - Terima kasih.
Itu Ashraf.
Bagus, dia masuk. Beri tahu Danny.
- Mau minum, Pak? - Segelas scotch dengan es.
Jadi...
- Inilah cara membentuk rasa percaya. - Kukira kau menyukai sisi ironinya.
Orang Arab dan Yahudi dilarang ke sini.
Jadi, apa yang kau bawa untukku?
Ada di saku mantelku.
Kukira kita bisa bertukar mantel sebagai kenang-kenangan.
- Tidak bisa. - Kenapa?
Karena aku suka mantelku.
Bagaimana jika kau berikan mantelmu saja dan berharap cuaca membaik.
Terima kasih.
Rekan-rekanmu sudah menyiapkan tawaran?
Aku membawa 20.000 dolar.
- Bagaimana rasanya? - Tidak setebal dugaanku.
Makin banyak informasi, makin tebal.
Terima kasih.
Satu hal lagi.
Kita harus susun rencana cadangan untuk situasi darurat.
Saat upaya saling menghubungi...
tidak memungkinkan.
Kau bicara soal perang?
Jika terjadi ancaman seperti itu,
akan ada telepon.
Mengenai pengiriman bahan kimia.
Jika ancaman itu akan segera terjadi?
Aku akan menggunakan kata "potasium".
Apakah cocok?
PENJARA TORAH, KAIRO
BABAK PETUGAS DINAS RAHASIA MESIR
Waktumu sepuluh menit.
Sharaf.
Babak.
Kau terlihat tampan.
Bagaimana kabarmu?
- Teh? - Tidak, terima kasih.
Duduk.
Orang-orang di London ini setia kepadaku.
Jika kau butuh tambahan bantuan, agen-agen Suriah akan membantu kita.
Terima kasih.
Berhenti di sini.
Perhatikan celah peron.
Harap menjauh dari pintu.
Mulai saat ini,
kau dikenal sebagai "Angel".
Itu nama yang disetujui.
"Angel."
Aku suka.
Apa ini?
Selamat ulang tahun, Alex.
Atau lebih suka Danny?
Ali Hassan Salameh. Dia yang menyusun serangan di Olimpiade Munchen.
Aku tahu siapa dia.
Kita juga tahu Israel mencarinya.
- Ini dia. - Dari mana kau dapatkan ini?
Dari orang yang memberitahuku nama aslimu. Silakan verifikasi.
- Kita tak berarti tanpa rasa percaya. - Tentu saja.
Dan rasa percaya harus dua arah, Danny.
Berhenti menggunakan nama itu.
Bagaimana aku memercayakanmu informasi seperti ini
jika kau tak memercayaiku tanpa mata-mata?
- Jadi, ini tes? - Tidak.
Alex, aku bertaruh kepadamu.
Sepenuhnya.
Jalan.
Hei.
"Pernah ada...
Pernah ada seorang gembala cilik
yang menjaga dombanya
di kaki gunung,
di dekat hutan yang gelap.
Suatu hari,
bocah itu bergegas menuruni bukit menuju desa,
sembari berseru,
'Serigala! Serigala!'
Sampai semua penduduk desa keluar menemuinya.
Dan pada hari ketiga,
bocah itu melihat...
Tebak apa?
Serigala!
Tapi kali ini, saat dia berteriak 'Serigala!',
para penduduk desa, yang sudah pernah tertipu dua kali
tidak memercayainya
dan tidak datang membantunya.
Lalu bocah itu...
Bocah itu...
berteriak...
'Serigala!'
"Serigala!'"
Pasukan akan menyeberangi Terusan Suez di sini...
dan di sini.
Kita sudah gali parit sedalam dua meter
untuk menyembunyikan misi kita dari tentara Israel.
Di dalamnya ada rudal antipesawat terbang yang tiba bulan lalu dari Rusia.
Israel tidak tahu.
Kenapa kau begitu yakin, Jenderal Shazly?
Karena dilihat dari udara, terlihat seperti pelindung antitank Rusia.
Kita akan serang Israel dengan seluruh kekuatan baru kita.
Lini pertahanan Israel tak akan menduga serangan sebesar itu,
mereka juga tak akan siap.
Kapan waktunya?
Kita akan menyerang sepekan dari sekarang,
saat matahari di belakang kita dan menyilaukan mereka.
Mereka tak akan menduganya.
Terima kasih, Jenderal Shazly.
Kita lanjutkan arahan ini besok pagi di waktu yang sama.
Itu saja, Hadirin.
Kumohon, Pak Presiden, jangan lakukan ini sekarang.
Aku sudah lelah dengan solusi diplomatik. Kau tahu itu, Ashraf.
Merebut kembali wilayah Mesir adalah hal penting selama aku menjabat.
Jika kita gagal, akan terjadi kudeta.
Bisa kau bayangkan betapa buruknya kudeta?
Kadang, kedamaian harus diperjuangkan.
Empat hari lagi, Mesir akan menyeberangi Terusan Suez ke Sinai saat senja.
Kau yakin?
Aku akan kembali ke Kairo sabtu pagi.
Jika ada perubahan, aku akan di sini hari Jumat pukul 19.00.
Dan jika tak ada?
Maka perang dimulai, Kawan.
Angel mengirimkan faktur pengiriman bahan kimia yang akan segera dilaksanakan.
Pertimbangan darurat dibutuhkan.
Sekali lagi, ketegangan meningkat di Timur Tengah,
dengan meningkatnya aktivitas pasukan di perbatasan Israel dan Mesir.
Israel telah bersiaga penuh dan memanggil pasukan cadangan.
Sementara di seberang perbatasan,
Mesir merespons dengan menggerakkan pasukan militernya ke tepi Suez.
Di saat ribuan prajurit dari kedua pasukan berkumpul,
tetap ada ketakutan bahwa perang bisa terjadi kapan saja.
Chip.
Semua.
Ashraf...
Kau baik-baik saja?
- Kita harus mengejar pesawat. - Aku lelah sekali.
Kau demam, Sayang.
Kau mau ke mana?
Aku segera kembali.
Ayolah, Ashraf, muncul.
Minum ini.
Kau akan membaik.
Terima kasih.
Aku mencintaimu.
Aku akan melapor.
Barusan adalah Golda.
Dia ingin mengingatkan kita tentang gawatnya situasi ini.
Kita telah menggerakkan puluhan ribu pasukan
berdasarkan informasi sumber.
- Pak... - Serta delapan persen pasukan cadangan.
Pedagang, pengacara, dokter yang merugikan perekonomian Israel
jutaan dolar tiap ada peringatan palsu.
Pak, kau tak melihatnya. Dia yakin. Mungkin ada masalah internal.
Mungkin Sadat ketakutan.
Kau harus belajar menangani asetmu sebelum dia menjadi risiko.
Pak, Angel selalu memberi kita informasi...
Cukup!
Agen yang baik tidak berandai-andai.
Jika di matamu tersirat harapan, kau tak berguna bagiku, jelas?
Ya, Pak.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Masukkan ini ke brankas.
Kau baik-baik saja, Ashraf?
Aku jarang melihatmu belakangan ini.
Kau terlihat seperti kurang tidur.
Aku baik-baik saja, Pak Presiden.
Bagus, ada masalah yang harus kita bicarakan.
- Tinggalkan kami. - Permisi, Pak.
Karena kau mengenal diplomat-diplomat tinggi di Libya,
aku ingin kau menemui Kolonel Gaddafi.
Gaddafi tidak stabil,
tapi kau pandai menangani orang yang tidak stabil.
Rayu dan yakinkan dia untuk mengizinkan kita memakai cadangan minyaknya.
Bagaimana cara merayunya?
Kau pasti akan menemukan cara.
Jika kau berhasil,
aku akan menjadikanmu Perantara untuk Urusan Khusus.
Kau akan menjadi duta pribadiku untuk semua petinggi negara-negara Arab.
Bagaimana menurutmu, Ashraf?
Itu rencana bagus, Pak Presiden.
ISTANA JENDERAL GADDAFI TRIPOLI, LIBYA
Luar biasa apa yang telah kau dirikan.
Untuk ukuran putra peternak kambing Badui?
Aku tak bermaksud menyinggung.
Aku tak tersinggung.
Ini akan mengejutkanmu.
Aku sedang menulis buku.
"Buku Hijau."
"Buku Hijau"?
Panduan untuk emansipasi manusia. Sebuah Injil baru.
Alkitab Barat mengatakan,
"Pada mulanya adalah Firman. Firman itu adalah Allah."
Buku Hijau akan menjadi dunia baru untuk era baru.
Firmanku.
Apa bisa membantumu memerintah?
Beserta kekuasaan dan rasa takut.
Tanpa itu,
rakyat Arab akan berunjuk rasa dan menghancurkan diri sendiri.
Pegang kata-kataku.
Perang sipil akan berkecamuk di seluruh Timur Tengah,
kekacauan dan kehancuran akan berkuasa.
Aku seorang realis.
Musuh-musuhku tak akan pergi.
Nyawaku akan selalu terancam.
Kau bicara soal musuh? Mungkin aku bisa membantumu.
Niat baik dari seorang teman.
Kau lihat?
Campur tangan Tuhan!
Beri tahu Sadat aku menyetujui permintaannya.
Tapi...
jika dia membuat kesepakatan dengan iblis Amerika dan Zionis,
aku akan menagih biaya minyaknya dua kali lipat.
Hanya dua kali lipat?
Kau benar, tiga kali lipat!
Kurasa ini saatnya aku pergi, Kolonel.
Tidak!
Kita harus makan bersama.
Kau harus menghabiskan waktu bersama gadis-gadis Libya.
Bagaimana menurutmu?
Aku menghargainya, sungguh...
tapi aku sudah menikah.
Maka kau makin pantas mendapatkannya.
Kau pria baik dan setia.
Tapi jika kau tak mau mencicipi susu kambingnya,
setidaknya kau bisa menyaksikan peternaknya beraksi.
Aku memaksa.
Mona?
Aku membawa sesuatu untukmu dan Gamal.
Diam, Gamal sedang tidur.
Aku mencintaimu, Mona.
Terima kasih.
Ada apa?
Ke mana kau hari ini?
Kau naik pesawat pagi. Kantormu bilang kau tak bisa dihubungi.
Aku menghadiri rapat.
Bersama Diana Ellis?
Apa?
Jika aku pria, aku akan bahagia selingkuh dengannya.
Dia bukan ancaman bagi hubungan kita.
Lalu bagi siapa?
Tidak ada.
Kau selalu menghilang di saat-saat yang janggal.
Perjalanan darurat ke Roma atau Paris.
Kau pikir aku buta, Ashraf? Bodoh?
- Tidak. - Tapi nyatanya demikian.
- Pasti. - Mona...
Tak ada wanita lain, tak pernah ada, dan tak akan pernah ada.
Tolong jangan seperti ini. Kumohon.
Lalu apa yang kau sembunyikan dariku?
Ini masalah keamanan negara. Maaf, aku tak bisa jelaskan.
Aku mohon.
Kehidupanmu saat ini adalah keinginanmu, bukan keinginanku.
Aku wanita yang kuat, Ashraf, tapi aku punya batasan.
Aku melihatnya saat dia meninggalkan Kedutaan Israel.
Dia dikenal sebagai Alex.
Mungkin...
dia hanya karyawan biasa.
Bukan, dia agen Mossad.
Dia menunggu Ashraf, aku yakin.
Menantu Nasser yang Agung...
bekerja untuk pihak Israel?
Itu asumsi berisiko, Babak.
Kita butuh bukti soal ini.
Aku menyuruh anak buahmu mengawasi gerak-geriknya.
Di mana Ashraf sekarang?
Sudah kembali ke London.
Taksi.
Corner Grove, London Utara.
Lebih cepat lagi, tolong!
Simpan kembaliannya.
- Danny, hentikan, kumohon! - Kau berbohong!
- Aku tidak menyadari... - Tak ada perang. Itu peringatan palsu!
Ini sebatang rokok.
Ingat perkataanku.
Semua hancur tanpa rasa percaya.
Rasa percaya? Yang benar saja.
Kau mempermainkan kami. Aku tak menyadarinya, itu salahku.
Ini niatmu kali pertama kau menelepon Kedutaan Israel.
- Inikah tujuanmu? Mempermainkan Israel? - Tidak...
Lalu kenapa kau melakukannya?
Kau ingin peperangan lagi, Alex?
Bagaimana?
Katakan.
Karena aku tidak.
Semua yang aku beri tahu kepadamu, aku beri tahu sejujurnya.
Mengajariku moral? Itu tak sepertimu.
Berikan kepadaku.
Kenapa? Karena aku mengkhianati negaraku demi uang?
Bukan, karena kau pembohong.
Apa ini?
Rincian rencana pertempuran untuk invasi Mesir ke Sinai.
- Lagi, Ashraf! - Alex, kumohon.
Jenderal Shazly sendiri yang memberikanku rencana ini
usai pertemuan terakhir kami dengan Presiden Sadat.
Mau kau gunakan atau tidak,
terserah kepadamu, aku tak peduli, tapi waktumu tak banyak.
Pak Presiden,
aku tak mengerti kenapa kau berubah pikiran.
Jenderal, aku tak berubah pikiran, hanya saja waktunya tidak tepat.
- Firasatku bilang kita harus menunggu. - Kenapa, Pak? Pasukan sudah siap.
Kita harus melanjutkan rencana awal.
Itu saja, Jenderal.
- Suruh Ashraf kembali ke Kairo. - Baik, Pak Presiden.
KEDIAMAN ASHRAF MARWAN, KAIRO
Sekian berita cuaca dan kini berita terbaru.
Israel telah meningkatkan kesiagaan pasukan cadangan mereka.
Upaya agresi sangat ditentang oleh Liga Perserikatan Arab
mengingat bahwa...
Jenderal Shazly mengumumkan telah berakhirnya
latihan militer terbesar dalam sejarah Mesir.
GEMPAR DI ISRAEL KARENA MOBILISASI
Israel telah menarik pasukannya...
Bagaimana keluargamu, Ashraf?
Baik-baik saja, Pak Presiden.
Maaf sudah mengganggu, tapi ada sesuatu yang darurat.
- Katakan. - Seseorang menelepon dua kali.
Menanyakanmu, Pak Marwan.
Siapa?
Dia tidak bilang. Tentang bahan kimia yang tak dikirim.
Apa katanya?
Kau harus menghubunginya, tapi dia tak meninggalkan nomor.
Aku tak tahu soal apa itu. Terima kasih.
Permisi, Pak.
Ada urusan apa kau dengan pengiriman bahan kimia?
Aku tak tahu, Pak. Mungkin salah sambung.
Baiklah.
- Ini. - Terima kasih, Pak Presiden.
BANDARA INTERNASIONAL HEATHROW LONDON
- Maafkan aku. - Maaf.
Dari Alex.
Terima kasih.
Pak Marwan, kami butuh waktumu sebentar.
- Untuk apa? - Di mobil saja.
Ayo.
Kumohon!
- Beri tahu Judah kami datang. - Baik, Gideon.
- Di mana dia? - Di bagasi?
Selamat pagi, Ayah Gamal.
Keluarkan dia.
Keluar.
Di mana aku?
Kau ingat aku?
Ya, aku ingat.
Apa maumu?
Mari kita berkenalan lagi. Panggil aku Elliot.
Di mana Alex?
Lupakan soal Alex.
Kami membayarmu mahal untuk informasi yang ternyata dua kali salah.
Kami menghabiskan banyak tenaga dan uang dari informasi itu.
Rencana penyerangan tidak salah.
Di luar kendaliku jika Sadat terus berubah pikiran.
Pria itu tak bisa diprediksi. Kau paham itu?
Keluargamu cantik, Ashraf.
Mereka pasti amat menghiburmu.
Di mana Alex? Dia tahu soal ini?
Tak ada perlindungan saat membohongi kami.
Apa maumu?
Apa Mesir akan melancarkan perang melawan Israel?
Tentu saja akan ada perang. Tentu saja Sadat akan menyerang.
Dia sedang terpojok!
Dia meninggalkan Uni Soviet dan AS mundur dari kesepakatan,
dia tak punya pilihan lain selain perang!
Kalian ingin...
Kalian ingin selamatkan Israel?
Benar?
Kalian ingin menyelamatkan nyawa-nyawa prajurit kalian?
Berundinglah untuk mengembalikan Sinai!
Kau ingin menembak?
Tembak.
Tembak.
Aku tak peduli, tembak.
Tembak.
Tinggalkan dia.
Biarkan dia pulang sendiri.
Datanglah kepada ibu.
Jangan berisik!
- Bawa anak itu. - Gamal!
- Gamal! - Ibu!
Duduk.
- Kau dapat sesuatu? - Tidak.
- Sudah digeledah semuanya? - Ya.
Di mana brankasnya?
Kami tak punya brankas.
Kami tak punya banyak waktu.
Aku tanya, di mana brankasnya?
Sudah kubilang kami tak punya.
Dia bertanya di mana brankasnya!
Sumpah! Kami tak punya brankas.
Kau akan bicara. Kami akan membuatmu bicara.
- Di mana putraku? - Putramu baik-baik saja. Duduk!
Kubilang duduk!
Duduk!
Dengar.
Jika kau melaporkan kejadian ini,
kami akan kembali dan membunuh kalian satu per satu.
Satu per satu.
Hitung sampai 100.
Hitung.
Hitung!
Satu...
dua...
tiga...
- Ayo. - ...empat...
lima...
enam...
tujuh...
delapan...
sembilan... Gamal!
Nyonya Mona!
Gamal...
Ibu!
Sayangku...
Jangan takut.
Maafkan ibu.
Halo?
Mona?
Mona, hei...
Tersenyum ke sini.
- Danny, senyum! - Aku tersenyum.
Kau mentertawai malaikatku?
Dia cantik.
- Terima kasih. - Hei.
Sedang apa kau di sini?
- Siapa ini, Sayang? - Teman lama.
Ashraf.
- Dia pasti sangat menghiburmu. - Benar.
- Senang bertemu. - Aku juga.
- Dah, Sayang! - Ashraf!
Dah.
- Sedang apa kau di sini? - Aku diancam.
Di mana kau?
Jangan pernah mendatangiku saat aku bersama keluargaku.
Tapi keluargaku tak masalah?
Kau pikir Mossad adalah keluarga bahagia?
Ada banyak faksi di dalam faksi dengan opininya masing-masing.
Aku tak bisa mengendalikanmu.
Serta kebohonganmu dan dampaknya, jadi, aku mundur.
Kau mengacau.
Aku tak bisa melindungimu dari orang-orang yang murka kepadamu.
- Kau bisa bicara kepada mereka. - Tidak bisa seperti itu.
Kau harus melakukan hal lebih besar agar mereka memercayaimu lagi.
Mereka atau kau?
Sama saja.
Senang bertemu denganmu.
Gamal, tolong jaga ibumu.
Ya, Sayang?
Kau yakin akan aman?
Ya, tapi aku tak bisa melindungi kalian dari musuh-musuhku saat aku pergi.
Katakan kepadaku, Ashraf. Siapa musuh-musuhmu ini?
Kalian akan aman bersama rekan-rekanku di Jenewa.
- Itu bukan jawaban jelas. - Dengar.
Dengarkan aku.
Dalam beberapa hari, semua berakhir. Aku berjanji.
Aku berjanji.
Ayo, kau akan ketinggalan pesawat.
Semua akan baik-baik saja. Percayalah.
- Sampai jumpa, Sayang. - Sampai jumpa.
Kami tak menemukan apa pun di rumahnya. Dia mengirim keluarganya ke Swiss.
Aku ingin tahu semua gerak-geriknya.
Aku tahu dia punya rencana.
Kita hanya butuh satu kesalahan darinya.
Baik.
Penerbangan Maskapai Libyan Arab 114 sedang dalam perjalanan menuju Kairo
saat diyakini masuk ke badai pasir di atas Semenanjung Sinai.
Karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah,
pesawat tempur Israel diduga
telah salah menembak pesawat komersial Libya,
yang membawa 113 penumpang dan awak,
hanya lima korban yang selamat.
Pesawat itu ditembak oleh pesawat militer.
Maka, itu harus dianggap sebagai pembunuhan massal berencana.
Menteri Luar Negeri Israel mengungkapkan penyesalannya atas insiden tersebut,
sementara di jalan-jalan di Arab terjadi unjuk rasa besar
yang menentang penyerangan Zionis.
Pembalasan harus dilakukan!
Nyawa ditukar nyawa!
Mata ditukar mata!
Aku adalah Gaddafi!
Jangan macam-macam dengan kami!
Pejuang September Hitam Palestina
akan melancarkan serangan balas dendam Gaddafi di Roma.
Jika kau membantu Gaddafi, persatuan Arab akan hancur.
Biarkan saja.
Aku tak mau meluncurkan rudal yang akan membunuh warga tak bersalah.
Israel membuat kesalahan besar. Tindakan kita jadi pembunuhan berencana.
Itu tak boleh menjadi warisan kita.
Izinkan aku menemui Gaddafi.
Untuk apa lagi?
Ashraf, dia bagaikan anjing liar.
Kau tak bisa membujuknya tidak balas dendam.
Bukan itu tujuanku.
Kita beri Gaddafi apa yang dia inginkan.
Dukungan penuhmu untuk serangan terhadap Israel.
Aku akan menjadi perantara dan menyuplai senjata ke pejuang September Hitam.
Dan dengan bantuan dari kenalanku di Intelijen Italia
akan memastikan misi itu gagal.
Sekarang!
Tembak! Ayo!
- Tidak berfungsi. - Apa maksudmu? Coba lagi!
Biarkan pesawat itu. Tembak polisi!
- Coba lagi! - Tidak bisa.
Ini akan membuat Gaddafi dan negara-negara Arab memihak kita.
APARTEMEN DIANA ELLIS LONDON, 4 OKTOBER 1973
- Halo? - Halo.
Tunggu sebentar.
- Ya? - Diana.
- Ashraf. Ini sungguh kau? - Aku tahu ini mengejutkan.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
Sudah lama tak jumpa.
Ya, maaf aku menghilang.
- Jangan khawatir. Aku bisa bertahan. - Sayang, aku butuh bantuanmu.
Benarkah?
Ya.
Katakan kepadaku.
Aku siap mendengarkan.
Kau sebaiknya puasa tahun ini.
Di antara jam makan.
Kau lucu.
Halo?
Ini Angel-mu.
Aku mendengarkan.
Semoga kau menghargai aku menyelamatkan pesawat di Roma.
Ada 120 jiwa di dalamnya.
- Apa maumu? - Waktuku tak banyak, jadi, dengarkan.
Ada pengiriman limbah potasium, kau dengar aku?
Banyak potasium.
- Potasium? - Ya. Aku harus bertemu manajernya.
Ini saatnya kita bicara empat mata. Aku akan berada di London besok.
- Kau bisa datang? - Ya, tapi di mana kau sekarang?
Di mana kau sekarang?
Ini akan terjadi, Alex, kau paham?
- Kita bisa membicarakannya. - London, pukul 22.00, besok malam.
- Aku harus pergi. - Tidak, tunggu!
Lagi?
Kita tak boleh mendengarkan pria ini, dia agak gila.
Dia ingin bertemu denganmu, menyampaikan kabarnya langsung.
Di mana dia?
Ada suara Arab di latarnya, mungkin Kairo.
Dia bilang "potasium".
Potasium?
Ya, dia belum pernah ucapkan.
Tindakannya di Roma bisa membunuhnya.
Dia selamatkan banyak orang Israel di pesawat itu.
Entahlah.
Bagaimana jika dia benar?
Jika dia benar?
Maka kita tahu serangan akan terjadi dan tidak bertindak.
Pada hari Yom Kippur.
Kau ingin melakukan apa?
Lepaskan dia atau kau berangkat ke London?
Ashraf!
Ashraf! Sayang!
- Senang bertemu denganmu! - Lihat dirimu.
- Kau terlihat sangat cantik. - Kau juga tampan. Ayo, Sayang.
Jangan malu. Perlihatkan kemampuan aktingmu.
Ini menyenangkan.
Tapi jangan rekam aku, rekam mereka.
- Siapa? - Mereka!
Ayo.
Kurasa aku tahu siapa dia.
Wanita itu mungkin hanya kedok.
Jangan kehilangan Ashraf.
Aku suka permainanmu ini.
Dia dibuntuti.
Baiklah, ganti.
Jadi, dia ke London untuk menemui pacarnya.
Terima kasih.
Kau seorang putri.
Jika kau ingin memerankan James Bond, kau harus berperan sepenuhnya.
James Bond tak pernah butuh teman untuk menyelamatkannya.
Teman akan pergi pada akhirnya.
- Diana... - Abaikan aku. Kau pergi saja.
Lewat pintu belakang ke Ashford Lane. Mereka tak akan melihatmu pergi.
Sampai jumpa, Pemuda Misteriusku.
Terima kasih.
Kenapa kau terlambat?
Aku menelepon Kairo, mencoba mendapatkan informasi terbaru.
- Maaf, aku terlambat. - Tak apa-apa. Aku pun baru datang.
Boleh aku minta segelas air?
Tentu.
Terima kasih.
Sadat berencana melancarkan perang besok dengan bantuan Suriah.
Dari siapa kau dapatkan informasi ini?
Jenderal Shazly dan Sadat sendiri.
Kapan waktunya?
Aku baru tahu semalam bahwa itu besok.
Aku butuh waktu tepatnya Ashraf.
Mereka akan menyerang besok malam pukul 18.00
untuk memanfaatkan matahari yang menyilaukan mata tentara Israel.
Berarti 18 jam dari sekarang.
Rencana perang Mesir mewajibkan pesawat penumpang
untuk dialihkan ke negara sekutu.
Silakan verifikasi dengan Egypt Air, tapi kau sebaiknya bergegas.
Kami punya rudal antipesawat tempur Rusia.
Ini akan terjadi, Jenderal.
Kau sudah dua kali memberi tahu kami perang akan terjadi
dan keduanya salah.
Jadi, katakan kenapa kami harus memercayaimu kali ini.
Karena jika tidak,
banyak orang tak bersalah yang akan mati di kedua pihak.
Tinggalkan kami.
Duduk di ruangan lain.
Jika dia bohong, dia adalah pembohong paling hebat yang pernah kulihat.
Putuskan, Zvi.
Kau tahu jika aku memberikan peringatan perang kepada Yerusalem
di hari Yom Kippur, tapi perang tidak terjadi...
bukan hanya hubungan kita yang akan berakhir.
Aku paham, Pak.
Kau boleh pergi.
Ashraf!
Uangmu.
Aku tak tahu apa yang kuharapkan.
Peringatan palsu lagi atau perang?
Aku sungguh memercayainya, Zvi.
Aku akan kirim telegram ke Yerusalem.
Perusahaan akan menandatangani kontrak hari ini, tanggal 6 Oktober, pukul 18.00.
Pertemuan dengan Angel meyakinkanku untuk mengirim pesan ini.
Aku sungguh percaya dia berkata terus terang.
Bertindaklah semestinya.
Mona...
Aku mencintaimu.
Percayalah.
- Ini semua hanya prasangkamu. - Tidak! Bukan.
Kau janji tak akan pernah membohongiku.
Aku mohon.
Tinggalkan hidup yang kau pikir memuaskan ini, kembali kepada kami.
Hidupmu adalah bersama keluargamu. Ikutlah denganku, Sayang.
Kau tak paham, aku tidak bisa.
Kita harus latihan perang di tempat terbuka.
Jadikan seolah-olah kita akan menyerang.
Tolong jangan lakukan ini sekarang, Pak Presiden.
Peluangmu dapat perjanjian perdamaian terwujud jika Israel kalah perang.
Tidak perlu kalah telak, tapi menyakitkan.
Kemenangan melawan Israel hanya bisa tercapai dengan serangan kejutan.
Yang mana mustahil untuk diraih.
Bocah Yang Berteriak Serigala.
Kurasa kau tahu ceritanya?
Lanjutkan...
Pasukan kita harus bersiap menyerang di depan Israel,
lalu jangan lakukan apa pun.
Sebulan kemudian, perbanyak latihan perang.
Tak lama, musuhmu akan lelah mengawasi.
Kau akan mendapat keunggulan.
Israel akan percaya kau tak bisa mengalahkannya dalam perang.
Pancing mereka, kelabui mereka, buat mereka pikir mereka tahu rencanamu.
Gertak
dan gertak lagi.
Saat mereka berpikir kau hanya bisa menggertak
dan kau tak punya rencana lagi,
itulah saatnya menyerang.
Dan kapankah itu?
Pada hari Yom Kippur.
Ini berita Israel dari Yerusalem,
kini pukul 15.00 di hari Yom Kippur.
Pasukan Israel melaporkan menjelang pukul 14.00.
Pasukan Suriah dan Mesir memulai serangan kejutan
di Sinai dan Dataran Golan.
Pasukan Mesir menyerang pukul 13.55 waktu Israel.
Ada laporan mengenai kepanikan warga saat kabar operasi menyebar.
Pasukan Mesir dikabarkan
telah menekan sejauh 13 kilometer memasuki Gurun Sinai,
dengan demikian masih berada dalam perlindungan
persenjataan antipesawat tempur mereka.
Kita harus melemahkan Israel, bukan menghancurkannya.
Supaya kita bisa memaksa Israel bernegosiasi
dan menghentikan pertumpahan darah.
Jadi, kita memulai perang di hari suci mereka?
Perang adalah bisnis kotor, Pak.
Amat kotor.
Setelah tiga minggu kerugian besar pada kedua belah pihak,
Amerika Serikat, hari ini, telah memastikan gencatan senjata.
Tidak ada pemenang pasti di dalam konflik berdarah
yang telah memakan 17.000 korban jiwa ini.
Tapi yang pasti,
di dalam peperangan, hanya ada pihak yang kalah,
perdamaian adalah satu-satunya kemenangan.
EMPAT TAHUN KEMUDIAN...
Aku telah datang ke Yerusalem, kota perdamaian,
yang akan selalu menjadi perwujudan nyata
dari kehidupan berdampingan antara penganut tiga agama.
Saat lonceng perdamaian berbunyi,
tak akan ada tangan yang memukul genderang perang.
Meskipun ada, tangan itu akan kaku.
Aku berjanji dengan kata-kata tulus...
BUKAN HANYA PRASANGKAKU - MONA
...kepada setiap pria, wanita, dan anak-anak di Israel.
Kau, ibu yang berduka.
Kau, istri yang menjanda.
Kau, putra yang kehilangan saudara atau ayah.
Semua korban perang,
penuhilah semua tempat dengan sorak-sorai perdamaian,
penuhilah hati dan sanubari dengan aspirasi perdamaian,
buatlah kenyataan yang mekar
dan hidup,
buatlah sebuah harapan menjadi etika perilaku dan tujuan.
Aku datang ke sini untuk menyampaikan pesan.
Aku menyampaikan pesan perdamaian.
Tuhan yang menjadi saksiku.
Kedamaian menyertai kalian.
Presiden Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin dianugerahi
Nobel Perdamaian karena menandatangani perjanjian damai Mesir-Israel.
Sebuah tonggak sejarah Timur Tengah
dan perdamaian selama lebih dari 40 tahun.
Sudah berapa lama? Mungkin 9-10 tahun?
LONDON, MAY 1983
Sudah lama.
Bagaimana kabar Mona dan Gamal?
Gamal baik.
Mona dan aku sepakat untuk tidak bercerai. Kami hanya akan hidup terpisah.
Mona yakin aku berselingkuh, Sami Sharaf membantu memperkeruhnya.
Inilah hadiah untuk para pembohong.
Meskipun kau berkata jujur, tak ada yang percaya.
Untukmu.
- Apa ini? - Buka.
FABEL AESOP
Bocah Yang Berteriak Serigala.
Sering kubacakan untuk Gamal.
Bocah gembala yang berteriak "Serigala!" dua kali.
Ketiga kalinya, tak ada yang percaya.
Kau hebat.
Terima kasih...
atas bukunya.
Senang bertemu lagi denganmu, Danny.
Aku juga, Ashraf.
Kau tahu, Ashraf,
ada penyelidikan besar setelah perang.
Tentang kau
dan perbuatan kita.
Aku tidak terkejut.
Banyak pertanyaan, banyak tuduhan.
Jika aku di sana, aku akan bertanya kepada mereka.
Apakah keadaan Israel lebih baik setelah berdamai dengan Mesir?
Maka, apa pun yang terjadi, kita telah mengabdi pada negara.
Semoga berhasil.
Jaga dirimu.
Ashraf Marwan meninggal secara misterius pada bulan Juni 2007,
terjatuh dari balkon di apartemen mewahnya di London.
Kasusnya tak terpecahkan sampai saat ini.
Ashraf Marwan adalah satu-satunya orang yang dianggap sebagai pahlawan nasional
di Mesir dan Israel.
Terjemahan subtitle oleh Franco Donovan
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.