Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
Apa ini? Bunuh diri?
Pak Seo tidak mungkin bunuh diri.
Jangan mengabaikan kemungkinan pembunuhan.
Ulangi autopsinya. Aku bisa membuktikannya.
Jika kamu melakukannya, itu akan berbalik melawanmu.
Aku tidak peduli.
Anda akan mengautopsi?
Mana jasadnya?
- Belum sampai. - Ada di mana?
Pak, kami butuh bantuan.
Anda tidak bisa mengkremasi jasad nomor satu dahulu.
Bisa tolong hentikan?
"Episode 21"
Tahan dia lagi.
Jasadnya sudah dikremasi.
- Apa? - Kremasinya sudah dimulai.
Jasadnya sudah terbakar habis.
Berapa banyak yang terbakar?
Kami dari Kantor Kejaksaan Wilayah Seoul Timur.
- Hentikan mesin itu. - Apa?
Ini izin yang memperbolehkan kami menyita jasad yang ada di sana.
Matikan dayanya. Tolong lakukan sekarang.
- Apa maksud kalian? - Matikan saja dayanya. Cepat.
Hyun, ini aku.
Aku menghentikan mesinnya yang sudah separuh jalan,
tapi jasadnya sudah terbakar.
- Baik. - Bawa jasadnya.
Kurasa kamu tidak mengerti yang terjadi di sini.
- Semua sudah berakhir. - Belum berakhir.
Aku masih bisa melakukan autopsi dengan sisa jasad yang ada.
- Apa? - Tulang saja cukup.
Apa yang bisa didapatkan dari jasad yang separuh terbakar?
Aku harus melakukan autopsi.
Kamu ingin membuktikan bahwa ini pembunuhan, bukan?
Hyun.
Antar jasad itu ke BFN.
Baiklah. Silakan.
Bersiaplah untuk mengautopsi.
Dia sungguh meminta Anda membawa jasad itu?
Sudah terbakar seluruhnya. Bisakah jasadnya memberi petunjuk?
Kita ke sana saja dahulu.
Omong-omong, ada apa dengan Dokter Psikopat?
Jika memang ini pembunuhan, dia akan dikembalikan ke penjara.
Astaga.
Nyalakan mobilnya. Ayo.
- Kita harus pergi. - Baiklah.
Jaksa Kang, apa-apaan ini?
- Maaf. - Kamu tidak memercayaiku?
Autopsi bagian dari penyelidikan.
Penyelidikan berada di bawah wewenangku.
Lantas, sungguh bisakah dia mengautopsi jasad yang terbakar?
Pak, Dokter Baek akan melakukan pemeriksaan mendetail lagi.
Direktur, semua jaringan jasad sudah rusak karena autopsi pertama.
Lagi pula, apakah Anda yakin dia bisa mengautopsi jasad hangus?
Anda pikir itu bisa mengembalikan jaringan yang terbakar?
Jika protein terdenaturasi karena panas, tidak bisa kembali.
Anda benar, tapi...
Jika sudah mengetahuinya, kenapa Anda membiarkan hal ini?
Aku tidak punya alasan untuk tinggal dan menyaksikan autopsi ini.
Jaksa Kang, aku mundur dari kasus ini.
Pak.
Jasadnya sudah sampai.
Waktu sekarang, 14.16.
Aku akan memulai autopsi.
Tunggu, apa yang terjadi? Apakah jasadnya bergerak?
Tangan dan kakinya tidak tampak seperti itu usai autopsi pertama.
Ini postur pugilistik.
Terbentuk karena panas tinggi.
Jaringan ototnya terdenaturasi.
Otot yang membengkak akan lebih besar dari otot lain.
Itulah alasan tiap otot yang terdenaturasi membengkak.
Apakah itu terjadi setelah kematian?
Karena otot terbuat dari protein yang sifatnya kekal.
- Semua rambut rusak. - "Semua rambut rusak."
- 90 persen kulit rusak. - "90 persen kulit rusak."
Apakah kita bisa menemukan sesuatu?
Hanya ototnya yang tersisa. Luka luar tidak bisa terlihat.
Aku butuh darah.
Bisa minta darahnya?
Pisau.
Kurasa organnya terbakar juga.
Aku hanya butuh jantungnya.
Di mana jantungnya?
Karena jantung ada di bagian dalam, tidak terbakar seluruhnya.
Suntikan.
Apakah akan ada darah?
Ayolah.
Ya, luar biasa.
Kita bisa memasukkannya ke LC-MS setidaknya sekali.
"LC-MS, Kromatografi Cair Spektrometri Massa "
Satu-satunya kesempatan.
Ini mendesak.
Dimengerti.
Tunjukkan foto-foto autopsi pertama. Biar kubandingkan.
Baik.
- Tidak ada reaksi vital. - Apa artinya?
Kukunya dipotong usai dia tewas.
Kuku meninggalkan paling banyak bukti
saat seseorang berkelahi atau berkontak dengan orang lain.
Pasti itu alasan kukunya sengaja dipotong.
Kukunya mungkin mencakar tubuh pelaku saat korban terjatuh.
Jika pelaku memotong kuku korban,
pasti ada jejak tertinggal di kuku itu.
Tidak ada gunanya. Jarinya sudah terbakar.
Astaga, andai kita sejam lebih awal.
Mana yang pertama? Luka kepala atau suntikan?
Profesor Pyo bilang suntikan yang pertama.
Sudah ada hasilnya, bukan? Apa yang pertama?
Ada apa?
Aku tidak akan memberi pendapat sampai hasil analisis darah keluar.
Benar. Apa yang bisa dia cari dari jasad hangus?
- Apakah TKP-nya steril? - Ya.
Sehelai rambut dan sepotong kuku adalah bagian dari tubuhnya.
Soo Yeon, pergilah ke TKP.
- Ya. - Aku akan menyusul.
Bu Cheon, ini aku.
Aku akan mengirim pesan.
Menurutmu kita bisa menemukan potongan kuku itu?
Nama baik Badan Forensik Nasional
bergantung pada potongan kuku itu.
Tapi kita bisa menemukan kuku yang dia potong sendiri.
Bagaimana kamu tahu perbedaannya?
Kita bisa melihat komponennya.
Kuku tua memiliki tingkat kandungan air berbeda.
Kita tidak tahu kuku itu ada di mana,
- jadi, cari di setiap incinya. - Baik.
Hei, senang melihatmu.
Jang Tae Joo mencuri suksinilkolin beberapa hari silam.
Berikan itu.
Bukan hanya satu, tapi tiga botol.
Kita tidak pernah tahu apa rencana si bodoh ini sekarang.
Dia memiliki target lain setelah Pak Seo.
Ada kemungkinan dia akan melakukan pembunuhan lagi?
Jaksa Kang, ini kasus pembunuhan berantai.
Saat itu ada orang mencurigakan yang mengintai Pak Seo juga.
Apakah Jang Tae Joo?
Dia terlihat mirip.
Sepertinya ini sudah direncanakan.
Aku akan menulis daftar orang yang mungkin dibenci oleh Jang.
Segera bekukan paspornya
dan masukkan dia ke daftar buronan nasional.
Kita akan melakukan semua yang bisa dilakukan
untuk menemukan Jang Tae Joo.
Ya.
Aku akan kembali ke kantor untuk membentuk tim penahanannya.
Kabari aku saat hasil autopsinya keluar.
Baik, Hyun.
Tetap lacak Jang dan kabari aku perkembangannya.
Baiklah.
- Letnan Cha. - Ya?
Maaf untuk semuanya.
Anda sudah kembali.
Jaksa Kang.
Bagaimana nasib kita berdua jika kuku itu tidak ditemukan?
Jika satu kuku dipotong tiga kali, berarti jumlahnya ada 30 buah.
Aku yakin kita bisa menemukan satu.
Ketemu.
Namanya Park Byeong Goo.
Dia biasa memberikan narkoba kepada Jang lima tahun yang lalu.
Dia dipenjara lebih dahulu, lalu mengadukan Jang.
Berkat itu, hukumannya dikurangi dua tahun.
Sepertinya itu alasan bagus untuk dijadikan dendam.
Kita sudah sampai.
Apa ini?
Kamu yakin ini tempatnya?
Ya.
Menurutmu dia sudah bunuh diri?
Akan ada mayat di sini jika kejadiannya begitu.
Apakah terjadi sesuatu di rumah ini lagi?
Apa?
Siapa kamu?
Pemuda.
Aku memanggil ambulans untuk pemuda yang tinggal di sini
saat dia sekarat.
Tetaplah sadar.
Ambulans?
Kami melakukan RJP padanya di ambulans.
Lalu kami tinggalkan dia di ranjang, tapi tidak lama dia menghilang.
Ada rekaman CCTV-nya.
Baiklah.
Banyak orang kabur karena tidak bisa membayar tagihan.
Tidak, dia bukan kabur karena tidak punya uang.
Ada orang yang bisa menemukan keberadaannya.
Belok kiri di sini. Tidak, ke kanan.
- Kanan? - Ya, ke kanan.
Lurus.
Tempat ini persis sama. Lurus.
Yakin kita akan menemukan sesuatu jika terus jalan?
Jalan saja terus. Lurus.
Kamu bilang begitu terus dari tadi.
Aku tidak percaya tempat ini.
Lingkungan ini sama sekali tidak berubah.
Aku tidak percaya.
- Kita pergi ke mana? - Lurus saja.
Terus jalan. Lagi.
Terus. Ya.
Baik, sudah. Hei, tunggu. Sudah, berhenti.
Kerja bagus. Kita sudah sampai.
Kalian akan menemui orang bernama Dokter Park di sana.
Dia mafia bandar narkoba.
Bilang aku yang mengirim kalian. Dia tahu apa yang mesti dilakukan.
- Cepat pergilah. - Baik.
Ayolah, Anda tahu siapa Park Byeong Goo.
Jangan begini. Kami sudah tahu semuanya.
Tidak ada yang bernama itu di sini. Anda salah rumah sakit.
Ayolah, kami tahu apa yang kami bicarakan.
Aku sungguh mengetahui semuanya.
- Pergi sana. - Apa?
Baiklah.
Tampaknya Anda tidak punya izin praktik.
Anda ingin latar belakang Anda diperiksa?
Pergilah, Detektif.
Lebih banyak lalat ketimbang pasien di tempat ini.
Anda cuma bisa menemukan lalat jika melakukan pemeriksaan.
Jika Anda terus tidak kooperatif seperti ini...
Pasal 317 KUHP.
"Dokter tidak boleh memberitahukan
informasi rahasia apa pun yang didapatkan saat bertugas."
Kurasa detektif sekarang tidak belajar hukum.
Anda tahu itu dari internet?
Sudah kusuapi, tapi kalian belum bisa makan.
Sial. Itu dia.
- Astaga. - Halo, Detektif Kang.
Bagaimana kabarmu?
Dokter Park, kamu masih sama.
Tidak, lebih cantik.
- Masih berjualan narkoba? - Yang benar saja.
Jangan bilang begitu.
Sapalah mereka. Ini juniorku.
Aku sangat mengagumi mereka.
Kami sedang mencari seseorang.
Dong Sik.
Aku akan bangkrut
jika kehilangan kredibilitas di industri ini.
Junior-juniormu ini sangat tidak sopan...
Tunggu. Tidak sopan?
Maksudmu
caraku mendidik juniorku harus diperbaiki?
- Tidak apa-apa. Aku saja. - Lepaskan aku.
Dokter Park.
Tebak kenapa aku membiarkanmu?
Pecandu.
Mereka membutuhkan bantuan saat sakit atau terluka.
Tidak bisa kubiarkan mereka mati di jalanan karena tidak bisa ke RS.
Tapi aku tidak bisa membiarkan
juniorku melihatku melepaskanmu, bukan?
Bagaimana? Sudah lama sekali.
Mau bersenang-senang?
Baik.
Baiklah.
"Kamar 302"
Aku tidak mengatakan apa pun.
Sepakat?
Dia mencekikku, lalu aku merasa ada yang menusuk leherku.
Seketika aku refleks dan membantingnya.
Saat itu aku mengira akan mati.
Maksud Anda dia mungkin dendam kepada orang lain juga?
Soal itu...
Masalahnya...
Pak Kang, kami sudah tahu target Jang Tae Joo berikutnya.
Jaksa Do Ji An.
Dia yang menangkap Jang Tae Joo dengan Pak Seo.
Apa?
Dia membunuh Pak Seo dahulu,
lalu mencoba membunuh si pengadu, tapi gagal.
Sekarang dia mengincar Jaksa Do.
Kemarin dia baru saja kembali dari perjalanan bisnis luar negeri.
Aku akan mengirim tim untuk menahannya sekarang.
Lihat puncak-puncak itu? Bukan hanya untuk SMC.
Kita bahkan mendapatkan SUX.
Fantastis.
Apa? SUV? Fantastis?
Apanya yang fantastis?
SUX, bukan SUV.
Dengarkan baik-baik.
Setiap obat, begitu masuk ke tubuh,
itu menuju aliran darah dan bereaksi dengan enzim untuk bermetabolisme.
Metabolom ditemukan di dalam darah sebagai hasil metabolisme.
Ini yang disebut keajaiban metabolisme.
Bisa beri tahu saja kesimpulannya?
Baiklah.
Metabolom suksinilkolin disebut SMC.
Saat suksinilkolin, SUX, masuk ke dalam tubuh,
itu berubah menjadi SMC.
Tapi di darah Seo Jeong Min,
kita tidak menemukan banyak SMC.
Yang ada banyak malah SUX.
Tidak terjadi banyak metabolisme.
Kenapa begitu?
Dia sudah tewas.
Benar.
Metabolisme berhenti saat orang mati.
Degradasi terjadi cepat.
Urutan kerusakan adalah...
Pendarahan kulit kepala.
"Pendarahan dari kulit kepala yang robek"
Retak linear.
"Retak berbentuk garis lurus"
Pendarahan subdural.
Injeksi setelah kematian.
Jenis kematian, pembunuhan.
Suksinilkolin dan sodium pentothal disuntikkan usai dia tewas.
Untuk menyamarkannya sebagai pembunuhan.
Kami tidak menemukan apa pun pada kuku jarinya.
Kandungan air sudah diuji. Usia kuku kira-kira sepekan.
Siapa pun pembunuhnya, dia memastikan mengambil semuanya.
"Kang Hyun"
Ini Eun Sol.
Baik, aku akan ke kantor sekarang.
Mereka sudah mengetahui target Jang Tae Joo berikutnya.
- Ayo. - Baiklah.
Dokter, istirahatlah.
Kini kita cuma perlu menangkapnya.
Sia-sia kita membawa semua debu ini.
Butuh waktu lama untuk membersihkannya.
"Laporan TKP"
TKP bersih? Tidak ada sidik jari atau jejak kaki?
Cuma ruang tamu. Ruangan lain kotor dan berdebu.
Sudah dibersihkan?
- Ya. - Buktinya juga rusak.
Di mana lakban itu?
- Untuk apa? - Ambilkan.
Tunggu sebentar.
- Halo. - Siapa kamu?
Kamu terkejut?
Sial, kini aku butuh vaksin tetanus.
Kemari, aku bisa menyuntik juga.
Apa?
Ada apa? Bangunlah.
Dia kabur. Tangkap dia.
Pikirmu mau pergi ke mana?
Ayolah.
Lepaskan aku.
Jang Tae Joo, kamu ditahan atas pembunuhan Seo Jeong Min.
- Apa? - Lalu percobaan pembunuhan
terhadap Park Byeong Goo dan Do Ji An.
Bangun!
Ayo.
Celana jeans dan sweter tudung. Tinggi 182 cm.
Ukuran sepatu 285 mm.
Ini kamu.
Begitu juga ini.
Kamu berani menyerang penyelidik kejaksaan?
Orang sepertimu?
Anda pernah melihat kematian?
Rasanya jauh lebih membuat ketagihan ketimbang narkoba apa pun.
Apa?
Si penggonggong.
Anjing.
Cuma butuh suntikan suksinilkolin.
Seharusnya kutembak saja dia.
Dokter.
Lihat ini.
Ruangan Jaksa.
- Apa? - Aku harus ke sana.
Dokter.
Sambungkan aku.
- Apa? - Ini mendesak.
Baiklah.
Ini dia.
Bukan dia.
- Apa maksudmu? - Bukan dia pembunuhnya.
Apa?
Kenapa bukan dia?
Ada apa?
Apa itu?
Lakban yang ditemukan di lantai rumah Pak Seo.
Di TKP.
Anda ingat lantainya tidak bernoda?
Ya, tidak ada apa pun di sana.
Dia memakai itu.
Itukah kenapa kita tidak menemukan apa pun?
Kami menemukan lakban ini.
Jika dilihat dari sini, pinggiran robekannya tidak rata.
Dirobek dengan gigi.
Air liur mengandung DNA.
Kita bisa membandingkannya dengan DNA Jang Tae Joo.
- Tidak perlu. - Apa maksudmu?
Pelakunya wanita.
Kami juga menemukan bahan lipstik di air liur itu.
Pembunuhnya wanita?
- Apa? - Apa? Wanita?
Tapi Jang Tae Joo mencuri narkoba itu.
Dia ada di rekaman kamera dasbor.
Dua orang masuk ke rumah korban malam itu.
Yang pertama, pembunuh sebenarnya, seorang wanita.
Yang kedua, bedebah itu.
Sial.
Maksudmu
Pak Seo sudah tewas saat Jang Tae Joo masuk.
Lantas siapa pembunuh sebenarnya?
Jaksa Kang.
Ini riwayat panggilan Pak Seo selama tiga bulan terakhir.
Terima kasih.
"Riwayat Panggilan"
"Kasus Penculikan"
Kurasa aku tahu
siapa pembunuh sebenarnya.
Aku menghilangkan
sebagian riwayat panggilannya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.