Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Semua kisah, nama, tokoh"
"Dan peristiwa di drama merupakan fiksi semata"
"Sistem Pengaduan Polisi Tim Golden Time"
"Adalah sistem fiksi yang tidak ada di kepolisian"
Detektif Yang! Tunggu, Detektif Yang!
Kumohon. Jangan. Dengarkan aku.
Ini sangat penting.
Detektif Yang, bisa-bisa terjadi hal gawat!
Pelaku sesungguhnya menyadap walkie-talkie kita.
Apa maksudnya?
Apa-apaan?
Percayalah kepadanya, Detektif Yang.
TKP di apartemen Komandan Do hasil rekayasa.
Orang yang tersorot CCTV bukan dia.
Kamu menipuku?
Aku salah.
Kurasa Komandan Do berterus terang,
tapi prasangkaku membutakan pikiranku. Maaf.
Jangan diteruskan. Letakkan senjatamu.
Bicara apa kamu?
Kamu juga menodongkan senjata ke arahku.
Jangan mempermainkanku dan pergilah.
Pikirmu dengan menangkapku, kamu akan naik pangkat?
Sial.
Ini Unit Jatanras Dua. Komandan Do Kang Woo
menyandera Kapten Kang dari Tim Golden Time
dan mengancam menyakitinya.
Komandan Do. Aku paham perasaanmu.
Aku menemukan bukti yang melepaskanmu dari tuduhan.
Jadi, tenanglah.
Agen Jin saat ini meretas ke Dark Web...
Kapten Kang, kamu memang hebat.
Sudah kuduga kamu akan datang.
Aku baru akan menjemputmu.
Apa maksud...
Jangan mendekat, Berengsek!
Dia pasti gila!
Benar, Kosuke.
Kamu anak baik, jadi, kamu harus menurut.
Benar?
Entah apakah dia pelakunya,
tapi seseorang mengikutiku sejak tadi.
Aku yakin penjahat gila itu
ada di sini, menyaksikan aksiku ini...
Jangan berbalik. Jika dia tahu bahwa aku menyadarinya.
dia akan kabur.
Tetap saja...
Orang gila tidak bisa dihadapi dengan pikiran waras.
Suaranya pasti terdengar saat dia terhasut.
Pastikan kamu menemukannya saat itu.
"Orang tidak dikenal mengakses Doctor Fabre"
Apa?
"Mengakses sebagai admin"
"Lokasi akses - Mes Poongsan"
Mes Poongsan?
Itu kediaman para hama di Tim Golden Time.
Bagaimana dia...
Sepertinya Do Kang Wo memutar otaknya kali ini.
Tapi sayang sekali.
Ini tidak seru.
- Bukankah dia polisi? - Astaga!
Dia polisi?
Dia pasti gila!
Ya ampun.
Sulit dipercaya.
Siapa sangka?
Aku mendengarnya.
Aku mendengar suara jentikan sarung tangan lateks.
Dari mana?
Astaga, ini gawat.
Di sebelah kirimu.
Arah jam sembilan, di samping wanita usia 50-an.
Berengsek.
Kamukah?
Senang bertemu denganmu, Kosuke.
Juga Kapten Kang Kwon Joo.
Kini aku akan serius bermain dengan kalian.
Dia menatap kita.
Sialan.
Tangkap dia!
Lepaskan! Lepaskan, Berengsek!
Lepaskan aku!
Tunggu!
Kamu harus menangkapnya!
Kapten Kang. Cepat tangkap dia!
Cepat!
Ayo.
Sulit dipercaya.
Bagaimana bisa?
- Benar-benar. - Astaga.
Mereka membawanya pergi?
Maaf, Anda melihat pria yang berdiri di samping Anda?
Pria? Tidak.
Tadi dia bertopi hitam.
- Entahlah. Kamu melihatnya? - Tidak.
Ada yang melihat pria bertopi hitam?
Tidak.
Aku tidak melihatnya. Kamu yakin melihatnya dengan jelas?
Aku yakin dia orangnya.
Tolong masukkan pria dengan tinggi sekitar 180 cm
bertubuh atletis dan bertopi hitam
ke DPO.
Baiklah. Tutup pintu masuk kompleks apartemen ini
dan periksa kamera CCTV.
- Baik. - Baik.
- Ayo. - Ayo.
Do Kang Woo, kamu ditangkap atas penyerangan dan pembunuhan
Kanit Na Hong Soo sekaligus karena melarikan diri
dan menyandera.
- Kita harus tangkap pelakunya. - Kamu berhak didampingi...
Dasar bodoh!
Ini Unit Jatanras Satu. Kami berhasil menangkap Komandan Do.
Dia berdarah
Hubungi ambulans. Cepat.
Tidak kusangka kamu kesulitan walau memakai programmu yang kuat.
Bukankah programmu mampu meretas banyak hal?
Firewall ini sangat kuat
dan situsnya akan nonaktif
jika banyak upaya akses yang mencurigakan.
Jika ada fitur nonaktif otomatis,
teknik brute-force juga tidak akan berfungsi.
Hei.
Ingat alat peretas
yang dibeli Badan Intelijen Nasional dari Italia secara diam-diam?
Aku baru saja memperolehnya.
Itu sudah lama diluncurkan. Semua orang tahu.
Menurutmu itu akan efektif?
Aku sudah memperbaruinya.
Sebelumnya, saat aku...
Hei, berhenti kataku.
Tunggu.
Kirimkan kepadaku sekarang.
Traktir aku jika kamu berhasil.
Baik.
"Laman Anti Fabre"
Sial.
"Kelompok Serangga menghancurkan Tim Golden Time"
"Profil Anggota Tim Golden Time"
Dia benar-benar gila.
"Program diakses sebagai admin"
Beraninya para hama itu...
Boleh juga mereka.
Kudengar ada keributan.
Apa semuanya baik-baik saja?
Situasi tidak terduga biasa terjadi.
Tentu saja. Tidak pernah ada kendala
dengan semua pekerjaanmu selama ini.
Mengenai telinga Kapten Kang,
ada seseorang yang tertarik dengan hal-hal aneh.
Keinginan tidak selalu terkabul.
Itu juga tidak tertulis di kontrak.
Aku tidak berniat merusak suasana hatimu.
Kami hanyalah pendukung setiamu
yang menghormatimu.
Selain itu,
kamu sadar waktunya tinggal sedikit, bukan?
Nak, kamu tampak resah.
Ada masalah?
Tidak ada.
Tidak apa-apa. Jangan dipikirkan.
Ibu rasa
kerja kerasmu menurun belakangan ini.
Kamu menjadi malas karena tidak dihukum belakangan?
Ibu selalu mengingatkan.
Untuk bertahan di dunia yang kompetitif ini,
kamu harus berusaha lebih agresif dari yang lain.
Sudah kukatakan, jangan khawatir.
Aku sudah kesal karena hama ini, kenapa Ibu malah menambah tekanan?
Kamu membangkang pada ibumu?
Ibu berusaha mendidikmu menjadi orang baik,
tapi darah terkutukmu tidak bisa hilang.
Orang sepertimu
seharusnya tidak pernah dilahirkan.
Diam kataku!
Jika Ibu masih mengoceh,
aku tidak akan tinggal diam pada Ibu sekalipun.
Jadi,
jangan berisik jika tidak ingin celaka.
"Episode 11 - Era Kebencian"
"Rasa hormat lahir dari sikap pengertian"
"Kebencian dan kehinaan lahir dari kesalahpahaman"
"Melawan Kebencian"
Maksudmu,
orang yang kamu buru selama ini sungguh ada?
Orang yang memfitnah Komandan Do sebagai pembunuh?
Ya, Komisaris.
Pria berjas hujan menyusup ke rumah Komandan Do
dan memalsukan TKP. Datanya terekam di kamera.
Pelakunya sama dengan orang
yang terekam CCTV di sekitar Pelabuhan Sokpo.
Orang yang dikurung di dalam koper
dipastikan sebagai Komandan Do.
Lalu kasus Son Ho Min
juga rencana pelaku untuk memfitnah Komandan Do.
Dari CCTV di depan kamar Son Ho Min,
mulanya ada tiga dokter yang memasuki ruangan.
Tapi saat mereka keluar, walau ada selang waktu,
totalnya empat orang.
Pelakunya menunduk, jadi, wajahnya tidak terlihat.
Tapi dia bersembunyi di kamar Son Ho Min sejak awal.
Pelaku menaruh kebencian yang kuat terhadap Komandan Do
dan dia mengelola situs web di Dark Web.
"Dark Web"?
Ya, di luar negeri, itu tempat para kriminal
melakukan kejahatan keji, mengelola situs web sadis.
Di Jepang, itu menjadi isu sosial besar
karena mereka mengorganisasi ujaran kebencian.
Mayoritas mengumpulkan dana dari uang virtual.
Jaringan komunikasi mereka dibatasi oleh kata sandi
hingga sulit terlacak.
Saat ini, Agen Jin berusaha menginvestigasi.
Baiklah, aku akan mengambil tindakan.
Jelaskan lebih lanjut di Agensi Kepolisian.
Baik, terima kasih, Komisaris.
Do Kang Woo dipastikan mengidap kelainan jiwa.
Tidak apakah jika dia menangani kasus?
Menurut protokol,
dia harus istirahat dan diobati.
Tapi Do Kang Woo
paling paham tentang kasus ini.
Kapten Kang akan menanganinya dengan baik,
jadi, kita pantau perkembangannya untuk sekarang.
Dokter, aku rekan Komandan Do.
- Bagaimana keadaannya? - Perdarahannya hebat.
Dia harus dilarikan ke rumah sakit.
- Ada perkembangan? - Kami masih menyelidiki.
Kamu tidak dengar anjuran dokter barusan?
Tidak ada waktu untuk ini.
Entah apa rencana bajingan itu sekarang.
Komandan.
Aku ingin mendengar penjelasan dari sudut pandangmu.
Mungkin itu akan berguna dalam pencarian pelaku.
Jika ini terlalu berat, kita tunda saja.
Tidak.
Semua yang kamu baca di berita benar.
Aku lahir di Jepang
dan ayahku adalah sopir taksi.
"2 Juni 1991, Tsuruhashi, Distrik Kota Ikuno, Osaka"
Keluargaku...
Walau kami tidak kaya,
kami hidup bahagia.
Aku tidak mau ini!
Lalu ada seorang gadis Jepang
yang selalu bermain bersama kami.
Kosuke, ayo bermain.
- Miho! - Namanya Miho.
Dia putri seorang pengacara di sekitar rumahku.
Kali ini giliranku mencari, kamu yang bersembunyi.
Pejamkan matamu dan hitung sampai 10!
Satu, dua, tiga, empat, lima,
enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Aku akan mencarimu!
Miho, kamu di mana?
Miho!
Kamu di mana?
Sejujurnya, aku tidak ingat jelas kejadian hari itu.
Yang aku ingat,
ada berita
bahwa ayahku membunuh anak kecil,
memutilasi mayatnya,
dan katanya aku membantunya.
Dua bulan setelahnya, ayahku dihukum mati
dan setiap hari bak neraka bagi keluargaku.
Habisi mereka!
Berhenti!
Berhenti!
Hajar dia!
Ibu!
"Kamu anak iblis!"
"Kamu juga akan menjadi pembunuh seperti ayahmu"
Ibu.
- Kosuke. Jangan menangis. - Ibu.
Kakakku dibunuh oleh kelompok anti-Korea.
Akibatnya, aku sering kehilangan kesadaran.
Jadi, ibuku membawaku pergi dan kabur ke Korea.
Aku khawatir akan menjadi pembunuh seperti ayahku.
Aku pun menjadi polisi
untuk mencari jati diriku.
Jika pernah menjadi sasaran kebencian,
kita akan merasa takut pada orang asing.
Aku juga kesulitan berinteraksi,
jadi, aku belajar mengurus semuanya sendiri.
Tapi Hyung Joon adalah orang pertama yang mendekatiku.
Sejujurnya, kamu sangat tidak sopan,
tapi aku suka karena kamu lihai membekuk pelaku.
Polisi harus lihai membekuk pelaku. Begitu saja.
Setuju, bukan?
Lalu suatu hari,
kesadaranku mulai hilang lagi.
Seseorang memanfaatkan masa laluku
dan membunuh Hyung Joon.
Hyung Joon. Siapa kalian?
Hyung Joon.
Untuk menguak kebenaran,
aku menyelinap ke ruang bukti dan mencuri gunting dahan.
Aku menginvestigasi kasus sendiri.
Akhirnya aku bergabung dengan timmu.
Kebenarannya masih belum terungkap.
Tapi pria yang baru pertama kulihat itu
berusaha menyeretku ke sumur kotor itu lagi.
Aku yakin.
Terima kasih atas kejujurannya.
Aku ingin mengulurkan tanganku
untuk suara terkecil pun yang butuh bantuan.
Maka itu, aku membentuk Tim Golden Time.
Walau ada kendala,
aku tidak pernah meragukan kejujuranmu
sejak awal, Komandan Do.
Yang bisa kita upayakan saat ini
adalah menangkap pelaku secepatnya.
Jangan sampai ada korban berjatuhan lagi
sepertimu atau Komandan Jang.
Kita selidiki alasan dia mengincarmu
segigih dan sebengis ini.
Maksudku...
Komandan Do.
Kamu tidak sendirian lagi menghadapi ini.
Kamu baik-baik saja?
Astaga, Komandan Do.
Beri tahu kami jika kalian berpura-pura.
Bagaimana jika kami menembakmu?
Kenapa tidak jadi menembak? Sekalian melatih tembakan.
Kamu serius? Yang benar saja.
Joong Ki. Dia terluka.
Santai saja. Tenanglah.
Boleh masuk?
Ternyata semuanya berkumpul. Halo.
Komandan Do. Aku membawakan ini.
Kamu kenapa?
Kamu terlihat sehat. Di sinikah lukanya?
Pasti sakit.
Apa saja kerja kalian saat dia terluka, Detektif?
Kamu juga salah, Kang Woo.
Di situasi itu, seharusnya kabari aku.
- Lihatlah keadaanmu. - Jangan heboh.
- Aku heboh? - Sampai jumpa di kantor polisi.
Baiklah.
Ajak seseorang yang bisa menggambar sketsa pelaku.
Baiklah.
Jaga dia baik-baik.
Sulit dibayangkan.
Dia pasti sangat menderita karena tidak ada teman bicara.
Anak kecil yang belum genap sepuluh tahun,
dituduh bersekongkol dengan ayahnya.
Mungkin dia tidak mau mengemudi
karena takut kesadarannya hilang dan menyakiti orang lain.
Aku baru ingat. Aku menanyai beberapa orang,
tapi semuanya fokus pada atap. Tidak ada yang melihat pelaku.
Apartemennya juga tidak dilengkapi CCTV.
Jika dia semudah itu ditangkap,
dia tidak akan bertindak senekat ini.
Ayo kembali ke kantor. Kita bicarakan di sana.
- Ayo. - Baik.
Agen Jin sendirian di kamar 703.
Anggota lainnya sudah berangkat ke kantor polisi.
Mari kita mulai membasmi hama.
Ini saatnya.
Agen Jin sendirian di kamar 703.
Anggota lainnya sudah berangkat ke kantor polisi.
Mari kita mulai membasmi hama.
"Mari kita mulai membasmi hama"
Inilah saatnya.
"Kecuali Staf, Dilarang Masuk"
Astaga. Teganya mereka memfitnah
orang yang tidak bersalah?
Kamu sanggup ke kantor polisi dengan kondisi begitu?
Sebaiknya kamu istirahat di rumah.
Jalan saja.
Bukankah ini sudah jalan?
Ternyata manusia memang sulit berubah
walau telah mengalami hal membahayakan. Dasar pemarah.
Kamu masih sama.
Hampir lupa. Aku membawakan obatmu.
"Tegretol"
Aku yakin pagi itu pilnya masih tersisa.
Kang Woo.
Kurasa Kapten Kang sungguh peduli denganmu.
Jika tidak, mustahil dia muncul tepat waktu untuk menolongmu.
Mungkinkah kalian suami istri di kehidupan lampau?
Diam dan jalan saja.
Aku tidak mengenalinya.
Kapten Kang. Aku hanya sempat mengakses sesaat,
tapi aku tahu itu situs yang jahat.
Ada ruang bernama "Hama Tim Golden Time"
dan ada informasi pribadi semua anggota kita.
Para penjahat itu benar-benar sakit jiwa.
Semua informasi pribadi anggota kita ada di situsnya?
Ya. Aku masih meretas kodenya dan perlu menyelidiki lebih lanjut.
Tapi sejauh ini, tampaknya anggotanya banyak.
Dari skalanya, servernya pasti mahal.
Dari temuanku,
aku paham kenapa dia menyelidiki kita sepenuhnya.
Kamu tahu radio tim kita
dan Kepolisian Poongsan masih dalam uji coba?
Ada fungsi komunikasi dua arahnya.
Mereka memanfaatkannya.
Jika bisa menonaktifkan sistem pencegahan peretasan di radio
dan mendengarkan suara latar belakang dari radio,
walkie-talkie bisa berfungsi seperti penyadap.
Semua polisi menggunakan walkie-talkie.
Pasti dia memasang jaringan penyadap di rumahnya
dan selalu mendengarkannya dari pelantang telinga.
Kembalilah ke markas besar
dan bekerja samalah dengan Tim Siber.
Aku yakin dia sadar kita melacaknya,
jadi, mungkin kamu dalam bahaya.
Sebentar lagi, aku pasti akan mendapat informasi tambahan.
Jangan. Kamu ingat perkataanku sebelumnya?
Baik. Aku mengerti.
"Masukkan kata sandi"
Siapa kalian?
Ya, Agen Park. Komandan Do baik-baik saja.
Ya, aku akan kembali ke markas besar.
Selidiki apakah Bu Jo Hee Sun
benar menjalani tes toksikologi.
Baik. Syukurlah.
Suatu hari, hiduplah seekor serigala.
Serigala itu melihat bayangannya sendiri
saat matahari terbenam.
Bayangan itu tampak besar dan tinggi.
Serigala bodoh itu mengira dia memang sebesar itu
lalu menyerang singa.
Menurutmu bagaimana nasibnya?
Apa kamu terlalu percaya diri?
Yang benar saja.
Kamu cuma lihai menekan kibor.
Kamu pasti malu karena kamu menutupi wajahmu.
Dasar gila.
Jari mana
yang paling menyulitkan jika putus?
Bicaralah dengan Kang Kwon Joo.
Jari-jarimu tidak akan dipotong jika kamu minta diselamatkan.
Hei, Agen Jin.
Kapten Kang.
Tolong aku.
Mereka...
Ada apa? Mereka siapa maksudmu?
Tunggu, mereka ada di sana?
Telingamu memang tajam, Kapten Kang.
Jari mana yang paling menyulitkan jika putus bagi orang
seperti Agen Jin yang memakainya untuk berlagak?
Lepaskan dia. Tidak akan kubiarkan!
Jika kamu pemimpin sejati,
biarkan mereka mengatasi kesulitan mereka,
bukannya berusaha menutupi dan membantu mereka.
Sampaikan ini kepada Do Kang Woo juga.
Akan kuberi waktu tiga menit dari sekarang.
Jika bisa kemari dalam tiga menit,
sepuluh jarinya akan utuh.
Jika terlambat sedetik pun,
dia akan kupenggal.
Agen Jin. Agen Jin!
Pelaku sesungguhnya berada di rumah Agen Jin.
Dia akan membunuh Agen Jin jika kita tidak tiba dalam tiga menit.
Bedebah!
Ini Kapten Kang. Agen Jin Seo Yul
saat ini diancam akan dibunuh oleh pembunuh Kanit Na.
Tim Golden Time tengah menuju Mes Poongsan
yang terletak di Okjin-gu, Okjin-2-ro.
Panggil ambulans dan divisi patroli
di dekat sana untuk bantuan.
Komandan Do. Tolong menuju ke sana.
Ada masalah?
Putar balik ke Mes Poongsan.
Sepertinya ribuan hama telah berkerumun.
Potong jarinya.
Hentikan, Bajingan!
Jujurlah.
Kamu bekerja bukan untuk menyelamatkan orang lain.
Bukankah kamu masuk Tim Golden Time
karena ingin menyombong ke teman-temanmu?
Jujur saja.
Anggaplah ini pelajaran yang berharga.
Misi tuntas.
Kemarilah. Di sana!
"Kecuali Staf, Dilarang Masuk"
Sedang apa, Kapten?
Agen Jin.
Kamu baik-baik saja?
Sialan mereka!
Kapten Kang. Para bajingan itu...
Apa aku tidak bisa memakai tanganku lagi?
Kamu akan baik-baik saja.
Kapan mereka pergi? Apa yang terjadi?
Baru saja.
Mereka bertiga.
Mereka memasukkan jariku ke peti es.
Sialan.
Bernapaslah. Kamu akan baik-baik saja.
Bantuan sudah dipanggil.
Aku Kapten Kang.
Tampaknya pelaku menyerang Agen Jin dan melarikan diri.
Apa?
Masukkan ke daftar buruan, semua mobil yang parkir
di tempat parkir Mes Poongsan
dan pergi antara pukul 10.10 hingga 10.30.
Apa Agen Jin selamat?
Lekas. Mereka membawa jari Agen Jin.
Ya ampun.
Periksa CCTV di tempat parkir
di pintu masuk Mes Poongsan.
- Baik. - Baik.
Komandan Park.
Kameranya mati sejak pukul 10.05.
Periksa kamera jalan di sekitarnya.
Baik.
Pelaku mematikan CCTV di Mes Poongsan
lalu kabur, Kapten Kang.
Kami tengah memeriksa kamera jalan.
"Transportasi Suyeong"
Apa yang terjadi?
Pelakunya belum lama pergi. Pasti dia belum jauh.
- Kita cari dia. - Baik.
Minggir.
Pasien kehilangan satu jarinya.
Tolong hubungi dokter bedah yang bisa segera mengoperasinya.
"Transportasi Suyeong"
Ibu.
Ibu?
Maaf atas hal tadi.
Aku mengatakannya karena marah.
Jangan marah, Ibu.
Rencanaku berjalan mulus.
Omong-omong,
kurasa kita harus pindah.
Tapi jangan khawatir.
Itu tempat yang ingin Ibu tuju.
Ibu.
"Rapor Ujian Tengah Semester"
Permisi.
Ya?
Bisa tolong potret aku dan putraku?
Dia juara satu di sekolahnya.
Selamat.
Je Soo. Ayo berfoto bersama.
Nantikanlah.
Baringkan di sini.
Kondisinya gawat.
Jarinya harus didapatkan tanpa kerusakan jaringan
dengan batas waktu enam jam agar bisa disambungkan.
- Baik. - Hentikan pendarahan. Ayo jalan.
- Baik. - Ayo.
Kapten. Sejujurnya, aku malu sekali.
Dia bilang aku bekerja sebagai polisi untuk menyombong.
Dia perlakukan aku seperti pengecut.
Seharusnya aku menyangkal. Itu tidak benar.
Tapi aku takut bicara. Itu sangat mengecewakan.
Tolong tangkap pelakunya.
Jangan cemas. Aku pasti akan menangkapnya.
Jadi, jarimu akan tertolong.
Kapten. Ada tiga pria keluar
dari Mes Poongsan. Divisi Patroli melacak mereka.
Tapi ternyata mereka bukan pelakunya.
Apa Agen Jin akan baik-baik saja?
Kita harus segera menangkap mereka
dan menemukan jarinya yang putus.
Pak Bang. Kita bertemu di tempat biasa.
Jadi, mereka menyusup ke rumah anggota Tim Golden Time
dan memotong jarinya?
Ya. Korban lain termasuk Kanit Na Hong Soo
yang saat ini hilang, juga anggota kepolisian.
Situs web milik pelakunya
memuat data pribadi anggota timku.
Dia juga menyadap radio polisi.
Mungkin pelakunya memahami
psikologi dan tindak tanduk polisi.
Ada kemungkinan pelakunya dendam terhadapku.
Pelaku sengaja memotong jari Agen Jin.
Jika kita tidak bergegas,
Agen Jin bisa cacat seumur hidup.
Detektif Do, kamu mengaku melihat wajah kriminal itu.
Kamu yakin tidak mengenalnya?
Kurasa dia membunuh karena merasa berkewajiban.
Kemungkinan besar dia terjebak delusi
bahwa semua perbuatannya akan memperbaiki masyarakat yang bobrok.
Kecemasan terbesarku, jika ini
tanda-tanda kenekatan pelaku,
ini dapat mendatangkan tragedi besar seperti pembantaian massal.
Kami akan fokus membantu timmu.
Pastikan kalian membekuk pelaku.
Tangkap semua anggota situs web dan investigasi menyeluruh.
Hubungi Tim Siber di Seoul
dan minta mereka menyelidiki situs webnya.
Baik.
Perketat pengamanan di Kepolisian Poongsan.
Beri mereka radio yang salurannya telah diganti.
Radio dua arah yang selama ini Tim Golden Time gunakan
telah dilarang dipakai. Segera ganti
dengan radio yang lebih aman.
Ada kabar dari Divisi Patroli?
Ada laporan
pria bermasker lari dengan pria berpakaian serba hitam
di sekitar Haeyoung-dong beberapa waktu lalu.
- Lacak dia. - Siap. Ayo.
Seharusnya kamu lebih cepat membuka diri.
Jadi, tidak akan ada kesalahpahaman.
Ini 70 persen salahku, tapi 30 persennya salahmu.
Cukup. Jangan basa-basi.
Aku minta maaf. Maafkan aku.
Jadi, tolong bantu aku
menemukan Kanit Na.
Baik. Jangan cemas.
Baiklah.
Hati-hati di jalan, Dokter.
Baik.
Komandan Do, radionya.
Kapten, aku baru saja bertelepon dengan Jo Hee Sun.
Dia mengaku bebas narkoba. Tapi dia menabrak seorang perawat
saat lari yang menyuntiknya dengan sesuatu.
Perawat? Bagaimana rupanya?
Dia wanita biasa berusia 30-an tahun.
Hee Sun mengenal sebagian besar perawat di sana,
tapi perawat itu asing.
Ke sini.
"Kecuali Staf, Dilarang Masuk"
Pria yang terakhir pergi
- menghubungi seseorang. - Misi tuntas.
Dia berkata, "Misi tuntas."
Komandan Do. Sepertinya pelaku berjumlah 4, bukan 3.
Aku dengar langkah kaki wanita di ruang mesin dekat tempat parkir.
Pasti ada yang mematikan kamera pengawas
dan lift untuk membantu pelaku.
Mungkin dia orang
yang menyuntik Jo Hee Sun.
Ada wanita di antara pelaku?
Jo Hee Sun bilang ada lukisan laba-laba
di kuku wanita itu.
Tunggu.
Agen Jin bilang nama penggunanya berupa nama serangga.
Ya. Hercules adalah nama kumbang,
Shimmani nama jangkrik anjing tanah, dan Fake Scorpion laba-laba Eropa.
Pada kasus satpam di Eoro-dong,
katanya Cow Killer itu sejenis tawon.
Shimmani?
Anda melihat pria ini di sini?
Seorang anggota komunitas serangga
menyuruhku menunjukkan kursi Shimmani lewat telepon.
Di sini.
Mungkin dia wanita di restoran itu.
Sudah kuduga dia mencurigakan.
Jika ada lukisan laba-laba di kukunya, semuanya terjawab.
Kapten, segera lacak dia.
Detektif Park dan Detektif Gu, siagalah.
Kita pergi ke Ayam Galsun.
Agen Park, periksa identitas wanita di Ayam Galsun.
Baiklah.
Aku menyuruhmu bersabar dan jangan gaduh.
Makin tua, manusia makin mudah gelisah.
Dunia ini sangat berisik.
Jika berisik, tutuplah telingamu.
Mau kututup?
Jika aku menyinggung, maafkan aku.
Aku hanya khawatir
kamu terlalu menghasut Kosuke.
Aku mengingatkannya
karena khawatir itu menggagalkan usaha kita.
Doctor Fabre dan kita
menjalin hubungan simbiosis.
"Hubungan simbiosis"?
Aku penguasa Doctor Fabre.
Kamu cuma serangga yang hidup dari remah-remah.
Mengenai Kosuke,
itu tidak berkaitan denganmu. Saking asyiknya, aku sulit berhenti.
Paham?
Jangan kurang ajar dengan menasihatiku.
Diam saja dan bersabarlah.
Mungkin ini karena kamu sudah tua? Kenapa kamu tidak sabaran?
Kamu lebih hina dari kecoak. Jangan kurang ajar.
Ulangi lagi.
Kamu lebih hina dari...
Kecoak pun makan sampah.
Kalian lebih hina daripada kecoak.
Kapten Kang.
Nama pemilik Ayam Galsun adalah Heo Soo Ji.
Usianya 31 tahun.
Dia mantan asisten perawat
di departemen psikiatri tempat Son Ho Min bekerja,
Komandan Do. Pelaku wanita telah dikenali.
Namanya Heo Soo Ji dan usianya 31 tahun.
Dia mantan asisten perawat
di departemen psikiatri tempat Son Ho Min bekerja,
Jadi, mungkin dia memiliki akses ke obat psikotropika.
Aku yakin dia terkait erat dengan pelaku.
"Ayam Galsun"
Hati-hati.
Mungkin dia telah lama bersekongkol dengan pelaku.
Akan kuupayakan untuk mengulur waktu.
Blokir jalur pelarian mereka dan evakuasi pengunjung.
Baik.
Selamat datang.
Kami dari Kepolisian Poongsan.
Bu Heo Soo Ji.
Di mana keberadaanmu pada pukul 10.00 pagi ini?
Apa lagi aktivitas pemilik restoran ayam?
Aku menyiapkan usaha hari ini.
- Tangkap dia. - Dia lari ke sana.
Semuanya, masuk.
Kalau begitu,
sebaiknya aku mengajak beberapa polisi bersamaku.
Ayo mati bersama, dasar hama.
Semuanya sudah usai. Letakkan.
Kamu tidak paham.
Kematianku tidak akan menghentikan operasi kami.
Ini Tim Operasi Dua.
Pemilik Ayam Galsun adalah pelakunya.
Dia mengancam akan memicu ledakan gas.
Kapten Kang.
Aku dihubungi oleh rumah sakit Agen Jin.
Katanya ada tanda-tanda nekrosis di salah satu lukanya.
Katanya ini darurat.
Komandan Do. Ada panggilan dari rumah sakit Agen Jin.
Ada tanda-tanda nekrosis. Bergegaslah.
Kapten Kang. Bu Choo Hye Jung menunggu.
Antar dia ke ruang pertemuan.
Ini Tim Operasi Dua. Aku telah memutus aliran gas.
Semua pengunjung telah dievakuasi.
- Agen Park. Tolong gantikan aku. - Baik.
Bu Heo Soo Ji.
Cepat katakan lokasi penjahat gila itu.
Aku harus bertemu dengan bajingan itu.
Pikirmu aku akan buka mulut?
Dia bilang dunia baru akan tercipta untuk kami.
Dunia yang kalian nantikan tidak akan pernah tercipta!
Bau gasnya sudah hilang.
Jangan bertindak bodoh.
Angkat tangan dan menyerahlah.
Cepat menyerah.
Jangan mendekat. Mundur. Jangan mendekat.
Katakan di mana bajingan itu sekarang juga. Cepat!
Pikirmu aku akan buka mulut?
Lebih baik mati daripada ditangkap kalian.
Apa? Lebih baik mati?
Lebih baik mati?
Lihat saja.
Apa yang terjadi?
Dia pasti menyimpan potasium sianida di kalungnya.
Yang benar saja.
Muntahkan!
Dia mengatakannya.
Katanya kamu sama seperti kami.
Tidak.
Tidak!
Kami Tim Operasi.
Kirimkan ambulans ke Ayam Galsun.
Kamu bicara dengan Kanit Na sebelum dia menghilang?
Ya. Sehari sebelumnya adalah ulang tahunku.
Jadi, kami berniat makan malam di rumah.
Tapi dia tidak muncul.
Kamu tidak pulang? Aku menantimu sejak tadi.
Kamu tidak ingat ini hari ulang tahunku?
Ada yang tidak beres.
Ingat pertemuan pertamamu dengan Hyung Joon?
Sudahlah. Kita lanjutkan lain kali.
Suara Hong Soo terdengar aneh.
Dia selalu pulang dalam keadaan terluka setelahnya.
Firasatku buruk, jadi, aku meneleponnya 20 menit kemudian.
Tapi ponselnya mati.
Jadi, dia mengungkit pertemuan pertamamu dengan Hyung Joon?
Ada hal khusus yang terjadi pada hari itu?
Ya.
Sebenarnya, hari itu, Hyung Joon mendapati
bahwa aku dan Hong Soo tinggal bersama.
Mereka bertengkar hebat.
Aku heran karena dia tiba-tiba mengungkitnya.
Selain pertengkaran keduanya,
adakah kejadian lain?
Kejadiannya sudah lama.
Aku kemari karena kupikir bisa membantu.
Maaf.
- Tidak perlu. - Kapten Kang.
Heo Soo Ji bunuh diri di lokasi.
Dia bunuh diri?
Mereka memakai nama serangga sebagai nama samaran.
Kini aku ingat topengnya.
- Kurasa dia laba-laba. - Laba-laba?
Baiklah. Kita lanjutkan ini setelah kamu kembali.
Tunggu.
Kapten Kang. Kamu bilang laba-laba?
- Ya. Ada yang aneh? - Benar.
Seingatku, Hyung Joon membawa seorang murid SMA.
Dia meminta izin agar murid itu bisa menginap semalam.
"15 tahun lalu"
Kenapa reaksimu begitu?
Seharusnya kabari aku kedatanganmu.
- Siapa bocah itu? - Kamu gila?
Siapa wanita itu?
Di mana istrimu?
Jangan lakukan ini.
- Jika ini karena Ibu... - Diam.
Apa hakmu mencampuri hidupku?
Apa polisi wamil boleh berkeliaran seperti ini?
Bukan itu yang penting sekarang.
Murid itu korban kekerasan rumah tangga.
Dia memegang erat kotak plastik.
Saat kotak itu jatuh karena aku menabraknya,
seekor laba-laba keluar.
Dia membesarkannya dan memberinya makan jangkrik.
- Seekor laba-laba? - Ya.
Sebentar.
Komandan Do.
Aku menemui kekasih Kanit Na, Choo Hye Jung.
Mungkin saja pelakunya
bertemu Kanit Na dan Detektif Na 15 tahun lalu.
Saat itu dia masih SMA
dan mungkin korban kekerasan dalam rumah tangga.
- Apa? - Seperti kata Dokter Sung,
jika motif kasus tiga tahun lalu adalah dendam pribadi,
bisa saja terkait dengan Detektif Na Hyung Joon.
Selain itu, aneh jika Kanit Na
menanyakan kejadian 15 tahun lalu ke Bu Choo.
Dia kelas tiga SMA pada tahun 2004,
artinya kini umurnya 24 tahun.
Bajingan yang kulihat seumuran itu.
Kapten Kang.
Periksa kasus Hyung Joon dari tahun 2003.
Periksa apakah ada kasus yang terkait dengan anak SMA.
Baiklah.
Agen Park.
Di antara kasus Hyung Joon dari tahun 2003,
periksa apakah ada kasus yang terkait
dengan anak SMA dan kekerasan rumah tangga.
Baiklah. Tunggu sebentar.
Terima kasih atas kerja samanya,
Berkat dirimu, mungkin kita bisa dapatkan petunjuk tentang pelaku.
Akan kukabari setelah situasi reda.
Hong Soo
mungkin terlihat garang, tapi dia baik hati.
Dia terpuruk saat Hyung Joon meninggal.
Katanya karena aku membencinya.
Tolong
temukan Hong Soo-ku.
Baik, kami akan berusaha.
Mohon bantuannya.
Kapten Kang, ada satu kasus yang cocok.
Ini satu-satunya kasus terkait pemuda SMA
dari tahun 2003, Kapten Kang.
Saat itu mereka mendengar
suara musik paduan suara saat patroli di Saemyungdong.
"14 Juni 2003 - Dekat perumahan di Saemyungdong"
Apa itu?
Kenapa dia berteriak?
Mereka melihat remaja SMA hanya memakai celana dalam
direndam air panas.
Ibunya berdoa untuknya,
dengan dalih hasil ujiannya jelek akibat roh jahat.
Tindakan ini pasti berulang
karena banyak bekas melepuh di sekujur tubuhnya.
Ibunya, Bu Kim, memiliki luka bakar di wajahnya.
Kumohon usir roh jahat darinya, Tuhan.
Bahkan setelah Bu Kim ditahan,
dia bilang anaknya jahat dan harus dihukum.
Kumohon usir roh jahat ini.
Tapi anehnya, anaknya selalu membela Ibunya.
Dia bersikap agresif terhadap polisi.
Kumohon usir roh jahat ini.
Saat ditampung, dia menulis petisi untuk meminta
tinggal bersama ibunya lagi.
Kumohon usir roh jahat ini.
Jika benar, dia membunuh karena merasa berkewajiban
akibat dianiaya ibunya.
Lacak Bang Je Soo dan cari tahu pekerjaannya.
Baik.
"Pekerjaan - Pengawal Pantai di Departemen Mandal"
Kapten Kang. Bang Je Soo adalah penjaga pantai.
Dia bekerja di Departemen Mandal.
Dia tinggal di Apartemen Eoro...
Tunggu.
Akan kukirimkan, Kapten.
"Alamat - Kota Poongsan, Eoro-gu, Eoro-dong, Apartemen Eoro"
Tim Golden Time sangat luar biasa.
Orang yang rela berkorban demi orang lain
mungkin adalah orang pilihan Tuhan.
Kadang aku berpikir begitu.
Mendahulukan kepentingan orang lain dengan tulus itu sulit,
apalagi zaman sekarang.
Komandan Do. Kamu benar.
Siswa SMA yang Detektif Na Hyung Joon selamatkan dahulu
adalah pelaku yang kita cari-cari.
Dia saat ini penjaga pantai dan bekerja di Mandal.
Kami juga pernah bertemu.
Akan kukirimkan profilnya.
Ini dia.
Astaga.
Sudah kuduga.
Dia dalang pembunuhan-pembunuhan itu.
Pelaku telah dikenali. Mari ke Apartemen Eoro.
Kasus Code Zero.
Pelaku pembunuhan berantai pada tahun 2015
juga pembunuh Komandan Jang Gyeong Hak
dan Kanit Na Hong Soo, yang menghilang,
telah diidentifikasi dan bernama Bang Je Soo.
TIm Operasi dan Divisi Patroli, ke Poongsan, Eoro-gu. Eoro-dong,
Apartemen Eoro, Gedung Dua, Kamar 101.
Agen, harap berhati-hati karena dia sangat berbahaya.
Kemungkinan besar dia menyimpan jari Agen Jin Seo Yul
dalam peti es di rumahnya,
jadi, tolong cari dengan teliti.
Kami sedang mengamankan apartemennya.
Tutup juga pintu keluar belakang.
Di sana.
- Mohon bantu operasi kami. - Baik.
Bang Je Soo kini di rumah?
Ya, seharusnya, karena dia sedang cuti.
- Berikan kunci masternya. - Baik.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Kami tidak menemukan dia maupun kotak esnya.
Di sini juga tidak ada. Di mana dia menyimpannya?
Kurasa ini kamar ibunya, tapi tidak ada orang.
Peti esnya?
Tidak ada.
Aneh sekali.
Mustahil dia bisa kabur dengan mudah.
Utamakan mencari jari Agen Jin, Komandan Do.
Apa ini bau mayat?
Cari di sana.
Tunggu. Kamu menciumnya?
Sepertinya bau terbakar.
Di luar!
- Hei! - Lewat sini!
Ada apa?
Astaga!
- Apa yang terjadi? - Ada kebakaran di kamar basemen
milik Kamar 101.
Halo? Ini Apartemen Eoro. Ada kebakaran.
- Cepat. - Bajingan.
Ini persembunyiannya? Dasar psikopat.
Komandan Do! Aku menemukan peti es!
Di sini!
Keluar!
Tunggu.
Pintu ini tadi terbuka, bukan?
Hati-hati. Firasatku tidak enak.
Detektif Park benar. Kemungkinan besar ini jebakan.
Akan kupanggil bala bantuan, jadi, buka saat yakin aman.
Kamu bilang waktu kami sempit.
Tunggu sebentar.
Ada urusan apa kemari?
Aku ingin menemui Do Kang Woo dan Kang Kwon Joo.
Anda penjaga pantai?
Sudah membuat janji, bukan?
Belum, tapi mereka pasti semang melihatku.
Apa ini?
Opsir Park!
Opsir Park!
Apa?
Katanya dia ingin menemui Komandan Do dan Kapten Kang.
Tapi dia tidak mengatakan isi kotak yang dia bawa.
Apa ini? Angkat tanganmu.
Taruh kotaknya dan angkat tanganmu.
Kami penjaga gerbang depan.
Pria asing berseragam penjaga pantai
membawa kotak es dengan bercak darah
dan ingin bertemu Komandan Do dan Kapten Kang.
Kirim bala bantuan.
Kami penjaga gerbang depan.
Pria asing berseragam penjaga pantai
membawa kotak es dengan bercak darah
dan ingin bertemu Komandan Do dan Kapten Kang.
Kirim bala bantuan.
Astaga.
Ada apa?
Dia tidak mau memberi tahu isi kotaknya.
- Periksa isinya. - Baik.
- Ini... - Apa ini.
Ini potongan jari orang.
- Apa? - Dasar gila!
Bilang ke dua orang itu,
aku menyerahkan diri.
Siapa tadi namanya? Dia mengatakan namanya?
Katanya dia mau menyerahkan diri.
Di seragam penjaga pantainya tertulis "Bang Je Soo".
Komandan Do.
Bang Je Soo kemari untuk menyerahkan diri.
Anggota Doctor Fabre.
Jika kalian ingin membunuh, jangan dipikirkan. Lakukan saja.
Hanya kebencian yang bisa menguatkan manusia.
Siapa pun yang menghalangi akan mati.
Ini waktunya penghakiman akhir.
"15.30 - Pelaku pembunuhan berantai, Bang Je Soo, menyerahkan diri"
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Voice 2"
Semuanya sudah direncanakan.
Ini bukti bahwa polisi tidak berdaya.
- Pasti ada hal lain. - Kuberi kuis untukmu.
Jika dua orang hidup, berapa yang mati?
Aku tidak bisa memahami pola pikirnya.
Semua pembunuhanku memiliki tujuan berarti.
Bang Je Soo cerdas. Pendengaranku bisa membantu.
Aku mampu melakukan ini karena kamu membunuh kawanku.
Duniaku dihancurkan, aku tidak bisa diam saja.
Komandan, hati-hati.
Aku akan potong telinga itu.
Tunggu saja.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.