All language subtitles for Risky Romance E25-26.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-=SULTAN KHILAF=-

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Episode 25"

In–ah!

Ibu! Dokter!

Sudah lama sejak kita terakhir bertemu.

– Apa kabar? – Aku baik. Bagaimana denganmu?

– Bagaimana denganmu, Dokter? – Kami baik–baik saja.

Ini rekan kerjaku.

Mi–yoon, mereka orang tua dr. Han.

– Halo. – Kau sangat cantik.

Kau sama sekali tak seperti dr. Han.

Apa?

Jadi, ada acara apa? Apa ada masalah?

Mereka datang karena ada pasien yang mendesak.

Maaf aku tak bilang lebih awal kepadamu.

Kurasa mereka harus menginap di sini. Apakah boleh?

Tentu! Kalian sangat disambut. Senang bertemu kalian.

Tapi, apa itu? Ada apa dengan tenda di halaman?

Ini... Karena kami tak sempat untuk berlibur,...

...kami berusaha melakukan liburan sendiri di rumah.

Kami menyalakan api unggun, membuat barbekyu dan minum–minum.

Benar, 'kan?

– Itu sangat menyenangkan. – Itu memang tampak menyenangkan.

Sayang, bagaimana jika kita minum di sini malam ini?

Astaga, ini untuk mereka, bukan kita.

Kau benar.

– Mari masuk. – Baik.

– Bagaimana denganku? – Kubiarkan kau masuk kali ini.

Sebentar saja.

Memakai ibumu untuk mengajak berdamai?

Apa maksudmu? Aku tak tahu dia akan datang.

Itu pengecut, tapi kurasa itu akan efektif.

Bagaimana rasanya? Aku tak punya banyak waktu untuk menyiapkan.

Ini sangat enak. Duduklah di sini, Bu.

– Bagaimana denganmu, Nn. Perawat? – Tentu ini enak.

Kurasa dr. Han mendapat kemampuan memasaknya dari kau.

– Anakku bisa memasak? – Tentu! Dia pintar melakukannya.

Tapi dia tak pernah memasak di rumah.

Karena itulah putra tak berguna di rumah.

Dia juga pintar berbenah dan mencuci baju.

Kami tak bisa melakukan apa pun tanpanya.

Tak apa. Dulu, pria tak melakukan pekerjaan rumah tangga.

Tapi kini itu dibagi.

Kau baik–baik saja?

Aku baik–baik saja.

Berhenti membuatnya tertekan.

Benarkah? Jangan merasa tertekan. Aku hanya bercanda.

Tentu.

– Mari makan! – Mari makan.

Ini lezat.

Stew– nya terasa enak.

Aku menyiapkan kamar ini untuk kalian menginap.

Tidak, kami bisa tidur saja dengan Seung–joo.

Ya, kami tak bisa tidur di kamar utamamu.

Tidak, kamar dr. Han sempit dan kecil.

Aku akan tidur dengan Mi–yoon malam ini.

– Terima kasih. – Ya?

Kurasa Seung–joo banyak berubah. Itu semua berkat kau.

Aku tak melakukan apa pun.

– Tolong jagalah dia. – Benar.

Ya.

– Apa yang kau lakukan di sini? – Aku akan tidur lebih awal.

Apa kau gila? Masuk saja.

Untuk apa? Aku takkan masuk hingga kau mengizinkanku.

Apa yang akan dikatakan orang tuamu soal ini?

– Aku akan berkata jujur. – Apa?

Apa kau melakukan ini karena orang tuamu di sini?

– Tidak. – Tolong masuk saja.

Jadi, apa kau akan memercayaiku sekarang?

Tentu tidak.

– Kurasa tenda ini masih basah. – Hentikan.

Maaf karena menempatkanmu dalam situasi yang canggung...

...dan terima kasih.

Mari bertahan seperti ini sebentar saja.

Lepaskan aku.

Se–ra.

Kau membiarkan dr. Han dan bahkan orang tuanya masuk ke rumah ini?

– Apa kau sungguh bodoh? – Mereka datang tiba–tiba.

Mereka akan pergi pagi–pagi.

Apa kau tahu apa yang kualami hari ini?

Ini semua karena kau!

Maaf.

Kenapa kau melakukan ini kepadaku?

Aku tahu kita tak akur,...

...tapi kupikir kau menganggapku sebagai keluarga.

Tapi aku pasti salah paham.

Kau lebih memilih memercayai dia daripada aku?

– Tidak, Se–ra. – Lupakanlah.

Aku tak mau melihatnya di rumah ini lagi.

Putuskan siapa yang harus meninggalkan rumah ini,...

...dr. Han atau aku.

Dokter Han.

Baiklah.

Jika kau harus memilih, maka pilihlah aku.

Aku ada operasi penting besok,...

...tapi aku akan pindah setelah operasi.

Tapi aku tetap tak menyerah,...

...dan itu tak berarti perasanku kepadamu tak benar.

Selamat malam.

– Dokter! – Apa operasi sudah siap?

– Itu... – Ada apa?

Departemen administrasi menelepon.

Mereka meminta kita menghentikan operasi,...

...karena dana jaminan sosialnya ditolak.

Saat ini Direktur tak ada di kantornya.

Pak!

Tunggu.

Apa yang kau lakukan?

Tolong pertimbangkan kembali. Pasien Kim Jung–hyun.

Bagaimana bisa kau menghentikan operasinya?

Itu diputuskan oleh tim pekerja sosial.

Mintalah kepada mereka.

Tapi kau yang membuat keputusan akhir.

– Apa alasannya? – Dokter Han!

Untuk apa Direktur sengaja melakukan ini?

Kita punya bujet terbatas di rumah sakit.

Tapi bagaimana bisa kau mengurangi dana jaminan sosial?

Apa itu masuk akal?

Lihatlah sebanyak apa investasimu untuk Pusat Global!

Dokter Han, mari berbicara nanti.

Pasiennya harus menerima operasi sekarang.

Ada lebih dari 10 pengajuan bulan ini.

Seseorang akan ditolak. Kenapa kau sangat egois?

Aku harus mengurus pasienku.

Tolong biarkan kami melanjutkan operasi.

Minggir! Lewat sini, Pak.

Pak!

Sial!

Ada apa?

Ya?

Baik.

– Apa yang terjadi? – Suhu tubuhnya terlalu tinggi.

Suhunya 39,2 derajat dan denyut per menitnya 120.

Dia kesulitan bernapas dan ada sakit di perutnya.

– Kau menghubungi endokrinologi? – Ya.

Nyonya, mari duduk sebentar.

Coba kulihat.

Apa kau minum obat anti–tiroid?

Aku lupa melakukannya selama beberapa hari...

...saat pindah rumah sakit. Dokter.

Apa bayinya baik–baik saja?

Tenanglah, akan kuhubungi dokter yang mengurusmu.

Beri dia 200 ml anti–tiroid...

...dan 100 ml Propranolol dengan interval 8 jam.

– Ya, Dokter. – Dokter Joo.

Permisi.

Separah apa itu?

Dia mengalami hipertiroidisme dancardiac insufficiency,...

...jadi, dia tak bisa dioperasi sekarang.

Bahkan jika dia beruntung, itu mungkin...

...tetap mengancam nyawa bahkan setelah operasi.

Tekanan darah harus dibuat stabil...

...dan denyut harus berkurang hingga 80 per menit.

Herniasi bisa mematikan untuk pasien dan bayinya.

Apa tak ada yang bisa kita lakukan?

Kita harus mengawasinya selama setidaknya 24 jam.

Dia akan menderita selama 24 jam.

Beri dia 5 ml Dexamethasone empat kali,...

...100 ml Mannitol dengan total 400 ml hingga besok.

Hubungi dokter kandungan.

Apa yang kau tunggu?

Tapi pengajuannya ditolak.

Bagaimana bisa kita membiarkannya sendiri?

Aku akan bertanggung jawab penuh.

Ya, Dokter.

Bisakah kau bersama pasien hingga dia stabil?

Tentu, aku akan menghubungimu saat dia stabil.

Terima kasih.

Aku tak bisa memutuskan sendiri.

Kudengar itu diputuskan oleh tim pekerja sosial.

Tapi aku tak bisa memahami keputusannya.

Rumah Sakit Darin dengan aktif menjadi sukarelawan...

...di luar negeri, dan bekerja untuk kebaikan sosial.

Tapi kita tak melakukan itu lagi.

Kenapa kita memakai dana jaminan sosial...

– ...untuk Pusat Global? – Itu kebijakan Direktur Cha.

– Paman! – Kau ini.

Kau biasanya memanggilku "ketua", tapi "paman" jika meminta bantuan.

Ini mendesak. Ini masalah hidup dan mati.

Tolong mempertimbangkannya lagi

Aku tak bisa melakukan ini dengan gratis.

– Apa? – Hanya dengan satu syarat.

Maka akan kubiarkan kau melakukan operasi itu.

Ya, Pak.

Aku mengerti.

Dokter Han, dasar menyebalkan.

Aku tak mengira dia akan menemui Ketua.

– Dia mengalahkanmu kali ini. – Apa ini lucu?

Jika tersebar kabar bahwa Ketua mengabaikanku demi dr. Han...

Kau tak tahu apa yang akan terjadi?

Apa yang direncanakannya?

– Ada apa? – Dokter Han...

Dia mendaftar sebagai kandidat untuk Pusat Global.

– Apa? – Ketua yang merekomendasikannya.

Itu bayinya.

– Terima kasih, Dokter. – Bayinya baik–baik saja.

Selamatkanlah ibunya.

Mari semua bersiap untuk operasi untuk mengangkatglioma ganasnya.

Kau di rumah?

– Apa yang kau lakukan? – Ini hari ulang tahunmu.

Siapa yang peduli soal ulang tahunku?

Kau seharusnya mengusir dr. Han dulu.

Tendanya masih di halaman!

Apa kau akan membiarkannya tinggal?

Dia setuju untuk pergi.

Mari makan dulu. Cucilah tanganmu dulu. Cepatlah.

Aku akan pergi sendiri.

"Pesan rekaman suara dari Han–sung."

Ini tak mungkin.

Se–ra!

"Pesan rekaman suara dari Han–sung."

"27 Agustus 2017"

Ada pesan disimpan dari Choi Han–sung.

Halo? Apa ini bekerja?

Se–ra sayang, selamat ulang tahun.

Jika kau mendengarkan pesan ini, maka kita masih bersama.

Mari bersama selamanya. Aku mencintaimu.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Sayangku

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Ada apa dengan ini?

Aku bertanya kepadamu!

Ada apa dengan ini?

Kau mendengar dia.

Kenapa kau masih bertanya kepadaku?

Apa ini benar?

Wanita yang berkencan dengan Han–sung...

...sebelum dia meninggal...

Itu kau?

Itu adalah aku.

Apa kau benar–benar...

...mencintainya?

Aku?

Tentu tidak. Aku tak pernah mencintainya.

Aku hanya ingin mencuri cintamu agar bisa melihatmu menderita.

– Apa? – Itu sangat mudah.

Dia langsung menyukaiku.

Dia mati karena kau.

Bagaimana bisa kau mengatakan itu?

Bagaimana bisa kau melakukan hal semacam itu?

Kau mengambil segalanya dariku!

Hidupku hancur, jadi, aku tak bisa diam dan melihatmu hidup bahagia.

Tidak!

Setiap kali kulihat kau tersenyum,...

...aku merasa berada di neraka!

Apa kau tahu aku rela melakukan apa pun untuk melihatmu menderita.

Kau begitu membenciku...

...meski kita telah begitu lama hidup bersama?

Karena itu kubilang kau harus mengakhirinya.

Kau yang berbicara soal rumah dan keluarga.

Baik, mari mengakhirinya.

Aku tak bisa menerimanya lagi.

Kini kau menunjukkan niatmu yang asli.

Aku juga merasakan yang sama.

Aku tak ingin melihatmu dan rumah ini lagi.

Kita jangan pernah bertemu lagi.

Meski kita bertemu di jalan, aku akan mengabaikanmu!

Astaga...

Aku bilang kepadanya aku akan meninggalkan rumah ini,...

...tapi aku tak bisa ke mana–mana.

Perlu kuminta beberapa hari lagi?

Tapi itu terasa terlalu rendah.

Seharusnya aku tak mengatakan bahwa aku akan pergi.

Bukan aku yang seharusnya pergi. Sial.

Aku akan segera pergi! Kenapa terburu–buru?

Kau di mana?

– Rahasia. –Cepatlah pulang.

– Untuk apa? –Ini keadaan darurat.

– Apa? –Dokter Joo dan Se–ra bertengkar.

Kenapa?

Dokter Han. Cepatlah.

Dokter Joo, buka pintunya,

Mari berbicara. Apa kau mendengarkan?

– Di mana kuncinya? – Akan kucari sekarang.

Dokter Joo.

Akan kubuka pintnya jika kau tak menjawabku.

Kau membuatku khawatir.

Aku ingin sendirian.

– Dokter Joo. – Kumohon.

Tinggalkan aku.

Setiap kali kulihat kau tersenyum,...

...aku merasa berada di neraka!

Ibu.

Aku tak bisa melakukan ini lagi.

Maaf.

Maaf karena tak memenuhi janjiku.

Dia meninggal karena kau.

Bagaimana bisa kau mengatakan itu?

Bagaimana bisa kau melakukan hal semacam itu?

Apa ini benar–benar hari ulang tahunmu?

Kau mau melihat buktinya?

Lalu kenapa kau sendirian? Di mana dr. Joo?

Dia selalu menyiapkan makanan untuk ulang tahunku.

Kini aku tak perlu melihatnya lagi!

Kini kau bisa menyanyikan Selamat Ulang Tahun kepadaku.

– Aku? – Lalu kenapa kau di sini?

Kau yang mengajakku keluar. Tak mau. Aku tak bisa bernyanyi.

Kau tak apa?

Kenapa kau begini?

Kau tahu Se–Ra pelakunya,...

...tapi kau tak mengatakannya karena aku.

Kau dan Han–sung menderita karena adikku,...

...tapi aku tak tahu apa pun.

Maaf.

Aku sangat menyesal.

Jangan.

Kau tak perlu meminta maaf.

Tak apa.

Semua akan baik–baik saja.

Aku membuat sarapan hari ini.

Kurasa ini cukup untuk seminggu. Makanlah!

Akan kuurus tendanya,...

...kau bisa mengembalikan barang–barangmu ke loteng.

Atau kau bisa memakai kamar Se–ra.

Tidak, tak perlu.

Tapi atapnya terlalu rendah di loteng.

Aku terbiasa dengan itu. Atap tinggi agak tak nyaman.

Benarkah? Terserah kalau begitu.

– Cobalah ini. Apakah asin? – Ya...

Ini sangat enak. Kau koki yang hebat.

Cobalah ini.

Itu tampak sangat indah. Aku tak tega untuk memakannya.

Ini enak.

Kau membuatnya agak asin karena di luar panas.

– Kau mau lagi? – Tidak, terima kasih! Tak perlu.

Jangan khawatir, masih ada banyak.

"Episode 26"

Ada apa dengannya? Apa dia syok?

Dia berpura–pura baik–baik saja.

Benarkah? Dia tampak sangat canggung.

Itu akan butuh waktu.

Hai!

– Hingga kapan? – Bagaimana aku tahu?

Aku bertugas malam di rumah sakit.

Telepon aku jika ada yang aneh. Laporkan saja langsung kepadaku.

Ya.

Kau seharusnya menelepon dulu.

Kenapa aku harus menelepon dulu sebelum datang ke rumah sakitku?

– Bukan begitu. – Di mana Direktur Cha?

Dia dalam rapat komite personel.

Kenapa Direktur mengikuti rapat itu?

– Apa dia mengawasi? – Bukan begitu.

Memilih kepala Pusat Global adalah masalah penting.

Jika Direktur Cha terlibat,...

...maka aku juga bisa menghadiri rapat itu.

– Mari kita mulai. – Ya, kita akan memulai dengan...

Pak...

Abaikan saja aku dan mulailah rapatnya.

– Silakan melanjutkan. – Ya.

Kita memulai dengan penjelasan dari kedua kandidat...

...tentang rencana operasional untuk Pusat Global.

"Pusat Global RS Darin Rencana Manajemen"

Ini grafik profit RS Darin selama 10 tahun terakhir.

Melalui investasi dan pemasaran aktif,...

...jumlah profit tahunan kita meningkat,...

...tapi tingkat profitnya berkurang.

Aku berencana meningkatkan tingkat profit sebanyak 10%...

...melalui Pusat Global.

Sepuluh persen?

Bukankah itu target yang terlalu tinggi?

Pusat Global akan menjadi pusat terdepan untuk pasien VVIP.

Kita tak hanya punya peralatan canggih...

...dan SDM terampil, kita akan menyediakan layanan privat...

...untuk memenuhi selera para pasien VVIP.

Jika kita bisa meningkatkan 1% pengeluaran medis...

...yang mereka pakai setiap tahun, target ini bisa dicapai.

Noknoi Anucha, berusia tujuh tahun.

Menderita limfoma bagian tubuh bawah.

Laksang Songpom, usia 80 tahun.

Aneurisma mega–cerebral multipel...

...dan totalnya memiliki lima aneurisma otak.

Natapong Hafftan, usia 37 tahun.

Menderita luka bakar tingkat tiga dari kebakaran...

...dan dalam pemulihan dari operasi darurat.

Ini soal apa?

Jika aku menjadi ketua Pusat Global,...

...inilah pasien yang akan dirawat di pusat kita.

Aku berencana untuk mengembangkan pusat kita...

...sebagai pusat perawatan penyakit sulit disembukan...

...nomor satu di dunia.

Rumah sakit akan mendapat reputasi global melalui...

...kasus langka pada pasien global dengan penyakit...

...yang sulit disembuhkan, dan dengan meningkatkan...

...bantuan untuk kelas berpenghasilan rendah.

Niatnya bagus. Tapi apa ada rencana tindakan yang detail?

Bagaimana soal bujetnya?

Pengeluaran medis akan berasal dari bantuan pemerintah...

...dan donasi dari organisasi untuk penyakit sulit disembuhkan.

Itu takkan gratis,...

...tapi kita akan menagihkan biaya medis yang masuk akal...

...agar itu terjangkau untuk pasien.

Aku tak mengira kau akan merekomendasikan dr. Han.

– Bukankah itu tak adil? – Adil?

Aku tahu anggota komite personel memihakmu.

Jika aku terlibat dalam rapat, maka itu akan adil.

Aku tahu kau tak menyukaiku. Kau selalu tak puas.

Apa maksudmu?

Kenapa kau membela dr. Han? Karena dia anak Sang–do?

– Apa ada kesalahpahaman? – Kesalahpahaman?

Apa kau melakukan sesuatu hingga membuatku salah paham?

Kita tak perlu membicarakan masa lalu.

Aku tak lagi muda. Sulit bagiku untuk bepergian.

Aku akan pergi sekarang.

Pak!

Aku hanya jatuh. Jangan membesar–besarkannya.

Kau mengatakan soal sakit kepala sebelum kau pingsan.

– Ada gejala lainnya? – Aku tak tahu.

Berhenti menggangguku dan kembalilah bekerja.

Kau harus diperiksa. Mungkin ada pendarahan dalam.

Kau tak menerima pemeriksaan rutinmu.

Dokter Cha, pesanlah pemeriksaan.

Aku sudah melakukannya.

Kau tak bisa pulang sebelum pemeriksaan.

Apa? Aku lelah. Semua keluar!

Seung–joo, tinggallah sebentar di sini.

– Ya? – Aku ingin berbicara denganmu.

Bagaimana jika dia sengaja jatuh?

Apa maksudmu?

Kau melihat meminta dr. Han untuk tinggal.

Mungkin Ketua ingin menunjukkan bahwa dia di pihak dr. Han.

Itu omong kosong.

Benar. Aku melakukannya untuk mendukungmu.

Hentikanlah.

Aku tak mau memimpin Pusat Global karena bantuanmu.

Itu tak berguna.

Kau harus melakukannya sejak aku merekomendasikanmu.

Akan kupenuhi janjiku, tapi, kenapa aku?

Satu kandidat saja membosankan, 'kan?

– Astaga. Apa? – Berikanlah yang terbaik.

Dokter Joo akan senang jika kau menjadi Pusat Global.

Kenapa kau terkejut? Ayahmu memujinya,...

...bahwa dia cantik, baik dan cakap.

Dia bilang apa lagi?

Benar. Senyumannya indah.

Hei, perkenalkan dia juga kepadaku.

Kudengar dia bekerja di rumah sakit kita.

– Mari menemuinya sekarang? – Tidak!

Kenapa? Ada banyak yang bisa kuceritakan kepadanya.

Cinta pertamamu di SD dan kejadian di toko roti...

Karena itu kau tak bisa menemuinya!

Berpikir untuk menemuinya pun jangan.

Belakangan ini keadaan sudah rumit.

Kenapa kalian bertengkar?

– Bertengkar? – Pasien harus beristirahat.

Kurasa dia berusaha bermeditasi.

Dia membersihkan rumah selama lebih dari satu jam.

Tiga piring dan dua gelas pecah.

Astaga. Mengeluarkan 158.000 won untuk berbelanja...

...dengan cicilan 12 bulan.

Ada apa dengannya?

Dia tak mengatakan apa pun kepadaku.

Mi–yoon, bagaimana dia sekarang?

Dia menonton TV setelah menyekop.

Dia mengganti–ganti saluran selama sejam,...

...tapi ini lebih baik daripada menyekop.

Kurasa kita harus membiarkannya sekarang.

Baik.

–Ada begitu banyak jenis! –Tentu.

Maaf, bisakah aku mencobanya?

Di dalamnya sangat penuh! Ini juga sangat segar!

–Apa kerjaku bagus? –Tentu.

Ini tampak sangat enak!

Lihatlah daging kerang yang gemuk!

Ini tampak enak.

Dia memang luar biasa. Kau tak perlu mengkhawatirkannya.

Benar, 'kan?

Se–ra alergi kerang.

Apa kau mengkhawatirkannya?

Akan muncul ruam jika dia makan kerang.

Dia tampak baik–baik saja. Lihatlah dia makan dengan nikmat.

Aku bisa merasakan lautan,...

...dan aku merasa seperti putri duyung!

Bibi, bolehkah aku juga mencoba ini?

"Se–ra"

Kenapa menghela napas?

Dokter Cha.

Kau pasti mengkhawatirkan Se–ra. Kudengar dia meninggalkan rumah.

Kau bertemu dengannya?

– Ya, di malam itu. – Benarkah?

Kau pasti tahu kenapa dia meninggalkan rumah.

Kau tak apa?

Tentu.

Aku akan baik–baik saja sebentar lagi.

"Han Seung–joo"

Kenapa kau tak mengangkat teleponnya?

Tak apa.

Kau tahu di mana Se–ra menginap?

– Kenapa jika aku tahu? – Aku hanya bertanya.

– Aku hanya penasaran. – Kau mengkhawatirkannya?

Aku sama sekali tak khawatir, hanya penasaran.

Dia yang meninggalkan rumah...

...dan aku khawatir dia akan kembali.

Jadi, kau mengkhawatirkannya.

Tak apa. Lupakanlah.

Kau ingin mengetahuinya?

Kau bisa melakukannya?

Bagaimana pekerjaanmu?

Aku tak melakukannya karena itu menyenangkan.

Itu hanya karena aku harus melakukannya.

Ada pekerjaan lain, kenapa yang ini?

Contohnya menggoda pria kaya?

– Maaf jika aku salah paham. – Itu juga tak mudah.

Kau yang hidup dengan mudah.

– Kau pikir begitu? – Ya.

Tapi itu tak seperti kelihatannya, 'kan?

Itu benar. Itu tak seperti kelihatannya.

Itu sama denganmu dan aku.

Kau menginap di sana? Depositnya pasti mahal.

Aku punya uang.

– Kau pikir aku siapa? – Di mana itu?

Kenapa kau bertanya?

Pulanglah saja. Dokter Joo akan menerima permintaan maafmu.

Lupakanlah. Aku tak pernah merasa sebaik ini.

Kami seharusnya tinggal terpisah lebih awal.

Entah kenapa kami tinggal bersama begitu lama.

Kenapa menghela napas, Anak Muda?

Bukan apa–apa, Pak.

Ada apa?

– Pak? Halo. – Kita harus bergegas.

– Maaf, Pak. – Apa yang kau lakukan?

Ada apa dengannya?

Hei.

Ada apa? Kenapa kau mengendap–endap...

...dan kabur saat kita bertemu?

Apa aku melakukan sesuatu kepadamu?

– Ya, kau melakukannya. – Apa? Kapan?

Bisa ada yang salah paham.

Kau mengabaikan perasaanku yang sebenarnya...

...dan mengajakku ke hotel. Kau tahu...

...betapa lembut dan sensitif aku.

– Itu hanya.. – Itu kejam.

Kau melarangku berbicara denganmu,...

...tapi kau mengikutiku saat aku kabur darimu.

– Hentikan tesnya! – Kenapa?

– Pak! – Pak! Kau tak apa?

– Pak! – Minalah Kode Biru.

– Panggil dr. Jang. – Ya, Dokter.

Pak! Kau bisa mendengarku?

– Ada apa? Kejang saat tes? – Ada sedikit pendarahan.

Kita akan melihat setelah memakai pengobatan.

Tapi masalahnya...

...ada di sini.

Apa? Ada masalah?

Kau harus melihatnya sendiri.

– Tumor. – Kau tahu soal itu, 'kan?

Kenapa kau tak mengatakannya lebih awal kepada kami?

Hentikan ceramahnya...

...dan jelaskan kepadaku.

Jadi, apa yang akan kalian lakukan?

Kenapa diam?

Kalian semua di sini...

...untuk menghibur pria tua yang sekarat?

Lokasi tumornya tak bagus.

Itu mirip dengan 18 tahun yang lalu.

Jadi, kalian heboh soal kelumpuhan.

Batasan tumornya tak jelas dan itu menyentuh area motorik.

Kau punya pengalaman dari operasi sebelumnya,...

...tapi kami tak bisa memprediksi...

...di mana yang akan dipengaruhinya kali ini.

Kurasa kemoterapi lebih baik daripada operasi.

Jadi, dr. Jang tak merekomendasikan operasi.

Bagaimana dengan kalian?

Kami harus melakukan beberapa tes lagi.

Tapi, mengingat usiamu, kusarankan operasi pisau gama...

...yang lebih baik untuk kekuatan fisikmu.

Pisau gama? Itu jelas lebih baik untuk tubuhnya,...

...tapi bagaimana dengan pemeriksaan lanjutan...

– ...setelah kemoterapi? – Mungkin itu lebih baik.

Pemeriksaan yang sering itu lebih baik.

Bagaimana dengan efek sampingnya?

Selain migrain dan kejang pada awalnya,...

...bisa ada migrain atau lumpuh yang tak bisa disembuhkan.

Pada usianya, penurunan fungsi kognitif...

– ...bisa mengakibatkan demensia. – Itu kemungkinan yang terburuk.

Setiap operasi bisa punya risiko efek samping dan komplikasi.

Baik. Apa pendapatmu?

Kusarankan operasi otak sadar.

Itu omong kosong.

Kau tahu soal stres fisik dan mental...

...bagi pasien tua saat operasi.

Bagaimana jika terjadi syok di meja operasi?

Itu mungkin terjadi kepada pasien biasa,...

...tapi Ketua menghabiskan setengah dari hidupnya...

...di ruang operasi. Dia bisa menerima tekanan itu.

Operasi otak sadar adalah pilihan terbaik...

...untuk mencegah kelumpuhan.

Bukankah itu lucu? Kalian berdua seperti ayah kalian.

Benar, 'kan?

Kalian berdua bawakanlah aku rencana operasi yang detail.

Akan kuputuskan setelah mengulasnya.

– Pak. – Mereka yang terbaik...

...di rumah sakit kita.

Aku akan memercayakan nyawaku kepada mereka.

Mari berhenti berbicara. Aku lelah.

Aku harus beristirahat.

Apa yang direncanakannya sekarang?

– Ada apa? – Kau bersikap aneh tadi.

Apa alasannya?

Saat Ketua bilang kami seperti ayah kami,...

...apa artinya?

Metode yang dr. Han sarankan saat itu.

Ya, itu operasi otak sadar.

Kebetulan sekali.

Karena itu dia tertawa.

Putra–putranya bersikeras dengan operasi yang sama.

Kini juga masih sama,....

...tapi saat itu mengejutkan. Aku tak bisa menerimanya.

Operasi otak saat pasiennya sadar? Apa kau gila?

Aku tahu itu berbahaya,...

...tapi itu tak bisa dihindarkan untuk mencegah kelumpuhan.

Batasan tumornya tak jelas.

Aku bisa menyebabkan kelumpuhan saat mengangkat tumornya.

Tidak, kita tak bisa melakukan ini. Ini bunuh diri.

Dengan kraniotomi biasa, risiko kelumpuhan terlalu tinggi.

– Kita bisa memakai kemoterapi! – Hentikan.

Dokter Han.

Apa kau sadar bahwa ini adalah otakku?

Ya, tentu. Tapi tak penting siapa pasiennya.

Aku memberikan yang terbaik untuk mencegah luka permanen.

Hentikan omong kosong itu.

Jika kau melakukannya berlebihan, itu bisa mematikan untuk pasien.

Itu operasi penting untuk menjadi direktur selanjutnya,...

...tapi Ketua memilih dr. Han.

– Bagaimana kau tahu? – Aku ingat.

Kau sangat stres saat itu.

Tapi dr. Han terluka dalam kebakaran,...

...jadi, kau yang melakukan operasi.

Lalu, kau menang dan menjadi direktur.

Kau ingin aku mengatakan apa?

Menurutmu aku mencuri jabatan ini?

Tidak. Aku yang bertanggung jawab atas kesuksesan RS Darin.

Ini bukan soal jabatan dalam rumah sakit.

Ini soal kebanggaan.

Kau harus melakukan operasi ini.

Jae–hwan, kau mengerti?

Dokter Joo. Mari pergi makan malam ini?

Maaf, aku sedang pergi.

Aku bertemu teman lama dan akan pulang terlambat.

Benarkah? Aku ingin bertemu dengan temanmu.

– Perlu aku pergi saja ke sana? –Tidak, tak perlu.

Kenapa kau terkejut?

Aku sangat jauh dan ada kemacetan.

Apa kau malu untuk memperkenalkanku?

Bukan begitu.

Aku akan memperkenalkanmu dengan benar lain kali.

Baik. Selamat bersenang–senang. Sampai jumpa di rumah.

Hai.

Baiklah, mungkin saja mereka pergi makan malam.

Tapi kenapa dia berbohong?

Apa aku akan mencegahnya pergi jika dia berkata jujur?

Jadi, dia takut aku akan mencegahnya.

Karena itu dia berbohong.

Kenapa aku melakukan ini?

Ini bagus. Tempat ini cocok untuk wanita yang tinggal sendiri.

Lingkungannya bagus.

Ini bagus untuk orang yang tinggal sendiri.

Kau menemukannya dalam waktu singkat.

Aku mampir ke agen perumahan.

– Kau tinggal di sini? – Ya.

Aku tinggal di griya tawang di puncaknya.

Benarkah? Aku lega kau juga tinggal di sini.

Kau harus masuk dan melihat dulu kamarnya.

Apa gunanya aku menyukainya. Se–ra harus melihatnya lebih dulu.

Kurasa dia bukan dalam posisi untuk melakukan itu.

Dia takkan pindah jika tahu aku menyewa ini untuknya.

Tolong rahasiakan ini.

Katakan saja kau menemukannya untuknya.

Tentu. Aku yang akan menerima nama baik dengan uangmu.

Terima kasih.

Kau bisa merahasiakannya dari dr. Han?

Aku malu untuk bilang kepadanya.

"Jae–hwan"

Dokter Han, apa kau tidur?

Apa kau sakit?

Ada apa?

Kau marah kepadaku?

Kau marah karena tak mengajakmu menemui temanku.

Aku tak marah. Aku tak berpikiran sempit.

Kau marah.

Aku tak marah, tapi...

Lupakanlah, aku akan tidur lagi. Keluarlah.

Baiklah.

Dia naif.

Bagaimana bisa dia benar–benar keluar?

Dia menerima semuanya secara harfiah.

Seharusnya aku bertanya saja kepadanya.

Kau tak tampai baik, Dokter.

Ada apa?

Kurasa dia begadang menyiapkan untuk operasi.

Kau tak tidur? Apa kau bekerja terlalu keras?

– Kenapa? – Bagaimana denganmu?

Kenapa kau tak menyiapkan?

Tak bekerja, tapi bersenang–senang?

Bersenang–senang apa? Aku juga mulai menyiapkan kemarin.

Kapan? Mulai pukul berapa?

Aku pulang dan makan malam.

– Mandi, lalu... – Apa?

Apa yang kau lakukan?

Ada apa dengannya? Aku harus berkeliling.

Jadi, jangan mengajak bertengkar dan tidurlah.

Hei, kau mau ke mana?

– Apa yang kau lakukan kemarin? – Persaingannya ketat.

Ada api keluar dari mata mereka.

Setelah dokter bedah untuk operasi Ketua diputuskan,...

...seseorang akan merasa kecewa.

Tak heran dia tak tidur lelap kemarin.

Dia tampak sensitif dan mudah marah.

Ini operasi penting.

– Tentu dia akan stres. – Apa pendapatmu, dr. Lee?

Mari kita bertaruh? Pemenangnya akan dikabulkan permintaannya.

– Ya, mari lakukan itu... – Bukan kau.

– Dokter Lee dan aku... – Lagi–lagi.

– Kau mulai lagi? – Benarkah?

Maaf.

Tunggu, aku bahkan tak bisa bercanda denganmu.

– Baik, mari melakukannya. – Benarkah? Baiklah!

Dokter Joo, mari bertaruh juga.

Maaf, akan kulakukan nanti.

– Hei. – Sekali saja.

Jangan bergerak!

Kenapa kau mengikutiku?

Jadi, katakanlah apa yang kau lakukan kemarin.

– Kau sudah tahu, 'kan? – Apa?

– Aku melihatmu mengikuti mobilku. – Kau tahu?

Kenapa kau memata–matai pacarmu?

Tanyakan kepadanya jika kau penasaran.

– Tak ada yang perlu kukatakan. – Kau ini...

-=SULTAN KHILAF=-

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Risky Romance"

Bukankah memiliki hubungan rahasia itu menyenangkan?

Itu menegangkan.

Itu hanya pendapatmu.

Kami berkencan.

Apa kau gila?

– Apa kepalamu sakit? – Ini soal itu lagi?

Cinta itu berbahaya?

Dokter Han takkan bisa melakukan operasi.

Apa yang kau lakukan?

Apakah sudah siap?

Pisau bedah.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.