Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Many people learn English.
Konsentrasilah, huh?
Kalian nanti bingung loh.
Apa ini?
Lagu yang guru tidak tahu?
Tolong jangan ngobrol di telpon!
Kau membeli sepeda motor? Ahh... aku iri padamu, ahh...
Apa yang kau lakukan dari tadi, huh?
Apa yang kau lakukan?
Kau ada kelas.
Kembalikan saja padaku.
Kumohon bersikaplah sopan.
Kau disini tidak sendiri, ada murid lain yang belajar di kelas.
Aku akan membawanya dan memberikan ini setelah kelas.
Kembalikan saja, tolong!
Kau pikir kau bisa semaumu hanya karena kami memanggilmu guru?
Jelas sekali tidak ada yang mendengarkanmu disini.
Tutor bimbingan belajar memang berbeda dengan guru.
Itu tidak berguna kalau cuma mengajar di kelas.
Kau harus bercanda dengan mereka,
Atau memenangkan mereka, huh?
Guru Shin tidak memiliki poin itu.
Kau sudah cari pekerjaan lain akhir-akhir ini?
Ada banyak orang yang mengantri mendapatkan pekerjaan ini.
Mereka yang belum menemukan pekerjaan setelah lulus dari universitas elit di Amerika.
Mereka semua bisa melakukannya.
Sejujurnya, kalau saja Guru Shin lulusan dari Harvard.
Apa akan berakhir di sini?
Apa ini?
[ANTHOLOGY]
Soyi-ah.
Bibi, kenapa mengirimiku begitu banyak barang?
Itu tidak banyak kok.
Kau akan melihatnya kosong setelah kau memakannya.
Simpan kentang dan ubinya di lemari es.
Saat lapar panaskan dan makan chestnut-nya.
Siapa yang akan memasak ini di rumah?
Kau kan bisa mencobanya dulu.
- Itu Soyi? - Iya.
Ah sumpah deh, apa ini?
Ahh... pasta kedelai.
Ini baunya terlalu kuat, bagaimana makannya?
Jangan mengirimiku apapun lagi.
Jika ada yang aku butuhkan, aku akan mengambilnya kesana.
Omong doang!
Hei, kita sudah lupa rupamu.
Dasar gadis ini, berkunjunglah!
Aku sungguh ingin kesana.
Tapi jadwal kelasku sudah terjadwal.
Aku sangat populer disini.
Lebih sulit untuk belajar di kelasku, daripada membeli tiket konser grup idola.
Apa? Auhh... aku sama sekali tidak mengerti perkataanmu sekarang.
Auh Bibiku, bagaimana bisa kau seperti ini sekarang?
Ini lagi... apaan ini?
Apa?
Ah benar.
Aku menemukannya ketika aku membersihkan perpustakaan.
Kau membuatnya saat disini, benar kan?
Jelas-jelas ada namamu disana.
[SMA, Tahun ke-1, kelas 1]
[ANTOLOGI]
[16 tahun lalu, Nonsan]
Buruan!
Ahh... bau kotoran.
Kenapa kau tidak bisa mengerti?
Hei, apa kau tahu bagaimana berharganya bau ini?
Ini dirubah jadi makanan.
Ada kekuatan kosmik dalam setiap rasa.
Bagus untuk tubuh, kalau banyak menghirupnya.
Hei, apa kau tahu bagaimana pupuk itu dibuat?
Benar, aku rasa aku ingat.
Kau pernah main kesini saat kau masih 5 tahun.
Kau main di kolam kotoran.
Kenapa membicarakannya?
Makanya, rumah nenek kan satu-satunya tempatmu pergi.
Tempat apa sih ini? Siapa? Kapan? Dimana? Bagaimana bisa 'orang' tinggal disini?
Gadis ini, apa aku ini hantu?
Ahh... ahh... kotoran!
Tidak, bukan kotoran.
Buang jauh!
Ahh... apaan?
Aku tidak bisa tinggal lama-lama di tempat mengerikan ini.
Ini adalah kamarmu sekarang.
Aku sudah membersihkannya. Aku tidak tahu apa kau menyukainya.
Kenapa nenek membeli meja? Aku kan cuma sebentar.
Kenapa ruangannya begitu dingin?
Aku dengar lebih dingin dari Seoul.
Aigoo! Min Cheol-ah, sedang apa? Cepat nyalakan pemanasnya.
Ah benar, cucuku. Kau belum sarapan? Aigoo.
Aku menyiapkannya untukmu tapi lupa kutinggal.
- Cucuku, apa kau mau jagung rebus? - Nenek, aku tidak selera.
Aigoo, aku mulai gila. Aku terlalu bersemangat saat tahu kau kesini.
Tunggulah sebentar. Terlalu dingin di luar, tutup pintunya. Aigoo!
Min Cheol-ah, sedang apa?
Buruan nyalakan pemanasnya!
Aigoo, apa hari ini ada peringatan?
Sedang apa?
Kenapa kau tidak masuk?
- Lalu apa itu? Makanan sehat atau sejenisnya? - Makanan sehat? Apa yang kau bicarakan?
Nak, tutup telingamu!
Kambing putih dan hitam itu sepertinya akan menghasilkan banyak uang.
Hei, anak-anakku namanya Si Putih dan Si Hitam.
Ahh... ini benar-benar cocok denganmu.
Hei kunyuk, kau tahu apa nama panggilannya Yeo Min Cheol?
Aku adalah macannya Nonsan. Bahkan para pasukan tidak berani menatap mataku.
Aigoo, begitu ya? Aigoo...
Aku tidak tahu dimana kau belajar bicara seperti itu.
Tidak ada yang menurun dari paman. Kepribadianku turunan nenek.
Ahh gadis ini! Kau bisa mulai sekolah senin nanti.
Cukup dekat dari sini, jalan saja ke sekolah.
Apa aku harus pergi ke sekolah?
Ahh, diam kau!
Ayo pergi ke kota denganku besok! Beli seragam dan peralatan lainnya.
Aku tidak butuh! Aku tidak lama. Kenapa buang-buang uang?
Hei, bukankah kau harus memakai seragam saat kau pindah sekolah?
Aku bilang tidak butuh!
Turuti saja, bukankah Soyi bilang tidak butuh?
- Cucuku, mau kurebuskan kentang? - Gulanya yang banyak!
Tentu saja, enak sekali saat makan kentang dengan gula.
Dia seperti aku saja, dia tahu cara makan.
Dia benar-benar turunannya.
Kenapa tidak berfungsi? Aishh!
Ahh... dasar desa lembah mati!
Ahh... pliss deh!
Ayolah... menyambung kumohon!
Oh... bisa nih!
- Ibu? Bu, aku di rumah nenek sekarang. - Oh, Soyi-ah!
Tapi sekarang jam berapa? Kenapa belum tidur?
Ini bahkan belum jam 10 lewat! Ibu, bisakah aku tidak perlu sekolah?
Aku kan cuma disini sebentar. Bisakah aku hanya menunggu disini sampai kau datang?
Jangan omong kosong, tunggulah sebentar lagi.
Semuanya mengerikan disini! Toilet disini juga tidak ada shower-nya.
Handuknya bau, selimutnya juga terasa lembab.
- Siapa menelpon jam segini? - Oh bukan siapa-siapa!
Lanjutkan tidurnya, tidur ya!
- Makanya cepat jemput aku, datanglah buruan! - Soyi-ah, Ibu tidak bisa telpon lama-lama.
Jangan membuat nenek khawatir, kau harus menurut padanya.
Makan yang baik, jangan sampai sakit! Kalau bicara itu yang sopan, mengerti?
Jadilah anak yang baik, Ibu akan menelponmu lagi, Soyi-ah!
Mengerti? Aku tutup sekarang!
Bahkan jika aku baik, kau tidak akan berpikir aku baik!
Dan tidak akan menjemputku.
Kau pikir aku akan menuruti kata-katamu?
Tunggu, lihatlah! Tidak akan! Aku akan membuat masalah yang besar.
Aku akan mengacaukan semuanya!
Dinginnya! Dimana ini? Dimana?
Diterjemahkan oleh @uchakka - ig @uchakka | tw @uchakka -
Disini kau bisa melihat pembakar.
Duduk ke tempatnya.
- Wooyoung-ie, tolong duduk segera. - Baik.
Tidak usah hari ini, kita punya sesuatu yang penting.
Baiklah, ada murid baru yang pindah dari Seoul kemari.
Namanya Shin Soyi. Karena dia belum familiar di sini...
Aku harap kalian semua bisa membantunya juga.
Soyi, mau bilang sesuatu?
Aku tidak akan beradaptasi di tempat ini. Aku akan pergi ke Amerika.
Jadi jangan pedulikan!
Baik. Untuk tempat duduk Soyi, ada satu disana. Duduklah!
- Siapa yang tugas hari ini? - Aku.
Changsoo-ya? Kau mengerjakannya?
Dan juga, catat kalau jam ke-5 kelas matematika hari ini adalah kelas bahasa.
Kita masih menemukan kesalahan.
Baiklah, akan ada kuis untuk kata sifat di pelajaran selanjutnya. Kalian belajarlah!
- Wow, cantiknya! - Benar-benar berbeda.
Seragam Seoul mengagumkan! Kau sungguh mau ke Amerika?
- Itu dengerin apa? - Dia sudah bilang dia mau ke Amerika.
Kau mendengarkan musik pop? Lalu apa bahasa Inggrismu bagus?
Di kelas kita, bahasa Inggris Jinhyun-lah yang terbaik.
Kenapa kau pergi ke Amerika? Belajar di luar negeri?
Kau pergi dengan orang tuamu? Tapi kenapa kesini?
Dan orang tuamu? Apa mereka di negara tetangga?
Hei, kumohon sebelumnya. Kalian bisa berhenti pakai dialek?
Itu mengingatkanku, kalau sedang di desa pegunungan. Mengganggu sekali!
Hei! Siapa ini yang yang belum pernah ke Amerika? Apa hebatnya Seoul?
Dari Nonsan ke Seoul, cuma butuh 2 jam mengemudi.
Begitu? Lalu kenapa tren di sini setengah tahun lebih tertinggal?
Pita pompom itu...
Aku sudah capek memakainya dan membuangnya saat musim semi lalu.
Aku bisa gila nih.
Jika kau terus seperti ini kau akan mendapat pukulan sampai menangis.
Mataharinya terhalang, minggir kau!
Apa kau beneran mau mati?
Jam istirahat, sepertinya mau selesai. Kembali ke tempat duduk.
Kau lihat-lihat kemana? Hati-hati! Jangan sampai matamu copot!
Hei Choi Seongji, kenapa kau berdiri disana? Cepat duduklah!
Itu kau!
- Buka buku teksnya! - Benar.
Tidak ada sesuatu yang khusus hari ini. Minggu kemarin aku bilang kalau hari ini...
Kita perlu seseorang untuk membuat antologi kelas.
Kalian semua mungkin berpikir itu tidak akan berguna.
Tapi hanya kenangan yang tersisa setelah waktu melewatinya. Btw...
Jinhyun yang akan melakukan semuanya. Kita hanya butuh 1 orang untuk membantunya.
Seongji-ah, aku tahu maksud baikmu. Tapi kelinci di kebunmu terlihat makin kurus.
Bukankah kau perlu memberinya makan?
Mereka nanti bisa jadi gemuk... Aku akan memberinya makan.
Baik, selain Seongji. Apa ada yang ingin membantu Jinhyun?
Aku ingin bekerja dengan murid pindahan.
Baik, itu bagus kalau Soyi untuk membantu. Soyi bisa ikut membantu!
Baik kalau gitu, kelas berakhir.
Hei, kau disana! Berhenti disana! Berdiri disitu! Aku bilang berhenti!
Kau barusan panggil siapa? Aku? Dia? Apa dia?
Kalian berdua bisa pergi.
- Kau tahu aku? - Ya, aku tidak bisa bilang aku tidak tahu.
Apa yang kau bicarakan?
2 negatif sama dengan 1 positif.
Candaan apa itu?
Hei pembakar... itu kau, kan? Itu kriminal tahu.
Apa sebenernya yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti loh.
Ahh... aku mengerti! Baik, aku yang mendapat nasib buruk...
Sampai bertemu kulit tebal sepertimu. Lupakan!
Soal antologi yang tadi. Kerjakan saja dengan gadis desa itu!
- Aku akan segera pergi ke Amerika. - Baik...
Kalau gitu kerjakan dulu sebelum kau pergi ke Amerika nanti.
Hei, aku bilang aku tidak mau.
- Kau tidak mengerti bahasa Korea? - Sampai besok!
Apa kau psiko? Orang sesat atau yang lainnya?
- Kerjakan bersama. Antologi! - Hei... hei! Aku tidak mau!
Aku bilang aku tidak mau.
Aigoo! Bayi kita sudah pulang sekolah.
Cucuku, apa anak-anak lain ada yang bilang kau sangat cantik?
Cantik apaan? Bangunannya tua, bangkunya juga rusak.
Teman sekelasnya... Lupakan saja! Lupakan!
Apa kau tadi berbicara kasar pada anak-anak naif itu, di hari pertama?
- Naif? - Mereka berhati baik.
Jangan pikir karena kau dari Seoul jadi bisa semena-mena.
Amerika? Jangan sebut kata itu!
Kau membela mereka karena ini kampung halamanmu?
Nonsan? Bukankah ini cuma tanah lapang dan gunung.
- Apa kau bilang? - Nenek, bisa aku makan ini?
Jangan, akan kubuatkan kue kesemek pakai itu.
Dan juga, paman! Apa kau tidak tahu anak laki-laki yang cekatan itu?
Bagaimanapun, kau belum menikah sekarang karena kau tidak punya selera yang bagus.
Ibuku saja sudah menikah 2 kali.
Gadis ini, apa dia punya racun di lidahnya?
Wahh... Meskipun keluarga kita pandai dalam berbicara. Tapi kau yang terbaik!
- Pria ini! - Kenapa kau harus menyiram air juga?
Hei, berhenti bicara! Kau pergi buruan bawa selimut itu ke kamarnya, cepat!
Nenek, aku bisa jamuran kalau terus menggunakannya.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Itu sungguh agak berat, apa yang kita lakukan?
Hei! Hei!
Aku dengar Ibumu bercerai?
Berarti Ibumu mengabaikanmu dan menikah lagi. Apa kau masih bisa ke Amerika?
Aku dengar kalau Ibumu menikah lagi dengan orang hitam.
Hati-hati kau!
Kalaulah yang perlu hati-hati!
- Kenapa begitu padaku? - Jangan dikerjakan... antologi!
Apa?
Kalau kau mengerjakannya, kau akan mati beneran.
Kau mencari-cari kelemahanku karena itu?
Jika aku tahu kau mengerjakannya. Aku akan membuatmu hidupmu susah beneran.
Kemana kau pergi? Hei!
- Hei, kau dengar itu? - Ada apa lagi dengan dia?
Kau...
Aku akan mengerjakan antologinya .
Apa?
Aku akan mengerjakan antologi denganmu.
Orang gila ini! Hei! Apa dia benar-benar gila?
Hei! Kau tidak dengar apa yang aku katakan? Lepaskan aku!
Sudah kubilang kalau hidupmu akan menderita.
Bisakah langsung pergi saja ke atap?
Ikuti aku!
Baik... tempat ini sepi. Bagus. Seperti film koboi.
Hentikan! Ambil, lalu berkelahi!
- Mau satu? - Tidak, aku tidak butuh.
Ketika aku pergi ke Amerika bahkan ada marijuana dan ekstasi disana.
Nikmati baunya dan merokoklah!
Berhenti sok berani, gadis murahan!
Kau memang gila!
Lepaskan aku!
[Masih jaman kayak geng nero gini? Huft]
Lihat saja kalau kau berani berbicara tentang Ibuku lagi.
Hei! Lihat saja kalau kau berani mencoba mengambil Jinhyun lagi.
Aku tidak tertarik pada itu semua! Aku paling benci berkelahi dengan gadis!
Apa kau satu-satunya yang berpikir begitu? Aku juga demikian.
Bagaimanapun, Jinhyun itu berbeda!
Hei, kalian sekumpulan orang kurang ajar. Pergilah ke Seoul dan lihatlah!
Pria seperti dia itu bejibun! Udah kayak batu yang kau ambil di pinggir jalan!
Aku tidak bicara soal penampilannya.
Bukan soal bagaimana penampilan orang di Seoul. Dia itu tidak sama.
Dia... dia itu... Orang yang taat (beribadah).
Kau gila! Lihatlah, kau bingung dengan tempat kurang ajar ini.
Hei, kau mungkin tidak tahu tentang identitas aslinya, dia itu...
Kau boleh meledekku, tapi jangan pernah meledek Jinhyun!
Kau mau melanjutkannya?
Bersihkan darahmu!
Kau sudah mau kabur?
Bersihkan dirimu sendiri!
[Hehe kok ya pas?]
Aku tidak mengerti dirimu. Apa yang terjadi padamu?
Kau tidak pergi ke pelatihan militer, kan?
Kau pasti tadi berguling di lumpur? Tunggu. Akan ku ambilkan handuk.
Kau sungguh sedang bermasalah.
Paman! Orang-orang disini kok seperti ini.
Hei. Jangan lihat sikap mengancam mereka. Hati mereka sebenernya lembut.
Kau sedang bercanda? Tempat orang kurang ajar ini bukan main kejamnya.
Hah, apa yang gadis ini katakan?
Yang aku lihat dari buruknya Seoul adalah sekumpulan anak-anak manja.
Aku tidak tahu jika anak ini juga menakutkan.
Enyah kau, kau tidak pergi?
Jangan sampai kau seperti dia.
Anak nakal!
Ibu, bagaimana bisa kau selalu menyiramku?
Bukankah kau tahu kau turunan siapa, dasar kunyuk!
Pasti bagus kalau dia bisa seperti aku. Dia mirip dengan Ayahnya.
Apa ini?
Konten yang kita pilih untuk ditulis...
Tentang teman sekelas.
Seperti saat sekolah membuat buku tahunan.
Apa tepatnya yang aku lakukan?
Dan murid lainnya melengkapinya dengan...
Menulis mimpi mereka di atas kertas.
Tapi aku masih merasa sepertinya tidak cukup.
Jinhyun-ah, ayo makan! Hei! Kemarin di rumahku mengadakan peringatan.
Kenapa kalian tidak kembali ke bangku kalian saja!
Kalian reinkarnasi hantu kelaparan?
Hei dengarkan aku! Aku tidak mau mengerjakan.
Lihat bagaimana cara dia memberontak?
Bagaimana bisa dia selalu kembali ke sikap aslinya?
Kau belum makan, kemana kau?
Kalian berhenti makan, berhenti makan!
Ayo berkumpul, berkumpul!
Pak guru, berapa banyak kau minum semalam?
Hari ini, aku punya pekerjaan yang berat.
Aku harus pergi istirahat sedikit. Kalian semua bentuk grup saja kalau gitu.
Pak! Bentuk grup buat apa?
Kau anak kurang ajar. Kau tidak pernah membentuk grup?
Jinhyun-ie keluarlah. Dan kau, kenapa berpakaian seperti itu?
- Apa kau murid pindahan? - Dia pindahan dari Seoul.
Tapi masih belum beli baju? Apa yang kau lakukan? Keluarlah!
Aku suruh kau keluar! Cepat, cepat!
Lihat, seperti ini murid laki-laki, murid perempuan.
Bergabung bersama membentuk grup.
Kuncinya sih seperti itu! Kena murid laki-laki tidak masuk hitungan.
Tapi jika mengenai murid perempuan. Berarti mereka kalah.
Itulah kenapa... murid laki-laki berdiri di depan.
Murid perempuan berdiri di belakangnya.
- Hah? Mengerti? - Iya.
Baik kita akan mulai setelah terbentuk 5 grup.
1, 2, 3, fighting!
Kau bisa sembunyi.
Jaga dirimu sendiri, jangan pedulikan aku!
Hati-hati kalian!
Hei apa yang kau lakukan?
Melakukan hal sesimpel itu saja tidak bisa?
Kalau kau tidak bisa mengenai gadis itu. Aku yang akan membuat hidupmu susah nanti.
Aku paham maksudmu.
Kenai dia!
Apa yang mereka lakukan?
Hei... Kijoon-ah, bagaimana bisa kau melemparnya ke Seongji?
Sudah tak apa-apa, kau sekarang bisa keluar. Sudah selesai kok!
Sial!
Hei bocah, apa kau kesurupan?
Ahh... tapi itu bukan desahan biasa.
Dari suaranya saja ketahuan.
Angin masuk ke pintu hatimu, seperti itulah.
- Angin? - Iya. Angin yang sejuk dan lembut.
Terasa seperti kejutan listrik saat mengenaimu.
Oh, aku penasaran karena siapa angin itu terbentuk?
Bicara apa? Aku ini sudah cukup kesal.
- Apa arti dari... desahan paman itu? - Kau tidak perlu tahu.
Cucuku... Aigoo... Dingin di luar. Belum membeku, kan?
- Bu, kau membeli selimut? - Tentu, nanti bayiku membeku.
Nenek, kau tidak perlu membelikannya.
Aku membelinya karena kau.
Ah gadis ini. Lihat! Dia membuatmu tertawa.
- Katakan sesuatu yang lebih berarti. - Nenek, kau terbaik!
Kau terbaik juga. Cepat masuk dan tidurlah.
Kemarilah, aku akan membantumu.
- Aissh... Minggir sana! - Aku akan membuatnya mengkilap.
Gosok sepatumu sendiri sana!
Ini adalah yang kalian perlukan.
Kalian perlu menulis setidaknya 10 baris. Pikirkan dengan baik sebelum menulisnya.
Dan kumpulkan itu besok... kepada Shin Soyi.
Hei, memangnya umurku berapa sampai harus menuliskan mimpiku? Alay banget.
Apa yang harus kutulis?
Haruskah aku ingin menjadi presiden lagi?
Tulis saja apapun yang kalian pikirkan. Sebelum kalian tidur... malam ini.
Hal pertama yang kalian pikirkan haruslah yang paling jujur.
Hei Seongji-ah! Kau bilang... mimpimu membuka restoran ayam?
Tulis saja, restoran ayam.
Ahh... raport!
Kalian semua cepat sekali menyadarinya.
Keseluruhan hasil ujian tingkat sudah keluar.
Ada pertemuan orangtua-guru bulan depan. Jadi jangan berpikir untuk membuangnya.
Nomor 1 kelas kita sudah muncul lagi. Selamat ya Song Jinhyun!
Raportnya...
Kau pulang lebih dulu? Kan sudah kubilang...
Kalau lulus nanti, aku tidak bisa mendukungmu.
Tidak perlu berusaha keras.
Menjadi unggul memicu ketidakpuasan.
Berharap terlalu tinggi.
Katanya mau menelponku? Kenapa dia lupa...
Tulis saja apapun yang kalian pikirkan. Sebelum kalian tidur malam ini.
Hal pertama yang kalian pikirkan haruslah yang paling jujur.
Bagaimana aku menuliskan mimpiku?
Apa reagen darah ABO sudah ditaruh di atas kaca?
Sudah.
Kalau gitu... waktunya kita uji coba.
Kalian hanya perlu menusuk 1 orang di kelompokmu.
Pastikan bersih dari kuman.
Biar aku saja, kau catat hasilnya.
Aku akan membantumu.
Tusuk yang akurat.
- Sudah selesai. - Tidak buruk juga...
Anti A antigen, anti B antigen.
Mungkin itu tipe Rh+AB?
Tulis di buku laporan.
Kudengar Kang Hyunwoo kelas 2 bilang...
- Laboratorium ini berhantu. - Berhantu? Disini?
Dia tidak sengaja menjatuhkan buku catatan dan datang ke sekolah tengah malam.
'Ding ding' dia mendengar suara itu.
Kemudian di melihat sesuatu seperti goblin, terbang di semak-semak.
Dia juga dengar suara hantu perawan menangis.
Jinjoo-ya, kau tidak melakukan percobaan. Kenapa malah ngobrol?
Kau harus menyelesaikannya!
Iya, aku sudah menusuknya.
Di sekolah manapun selalu ada rumor aneh.
Iya juga.
Kabarnya sekolah di Seoul juga...
Saat tengah malam patung perunggu Raja Sejong mulai mendeklamasikan naskah Hunmin Chongum.
Hei, tidak mungkin.
Hei, itu bisa dipakai. Tulis di antologi...
Tunggu, kenapa kita melakukan ini?
Apa yang kita lakukan saat tengah malam?
Meski begitu,
Terima kasih mau datang.
Hei, hantu di dunia ini dimana?
Apa mereka akan muncul meski kita menunggunya?
Hei diamlah.
Kita akan melihat saat subuh.
Hei, kenapa melakukannya... waktu itu?
Apa lahan pertanian yang kau bakar itu adalah milik musuh orang tuamu? Sesuatu seperti itu?
Lalu, kenapa kau melakukannya?
Aku lihat anak-anak suka mengelilingimu.
Bagaimana bisa kau terlihat tak berdosa?
Dan juga, kau bahkan belajar dengan baik.
Kau pasti bahagia.
Kau bisa memilih universitas apapun yang kau mau.
Kau mau pergi ke universitas di Amerika?
Tidak tahu.
Tapi, kau belum menulisnya kan?
Peringkatmu baik, kau bisa melakukannya. Apapun yang kau inginkan.
Dokter? Pengacara?
Bagus!
Aku bahkan tidak tahu apa mimpiku. Tak ada gunanya tahu punyamu.
- Di bantal sebelum kau tidur... - Aku sudah mencobanya.
Tapi...
Yang ada hanya satu di pikiranku.
Harapan untuk tidur seperti ini.
Lebih baik jika aku tidak bangun pagi nanti.
Tapi bukan berarti aku bisa menulisnya.
Dugaanmu benar.
Aku tidak beruntung.
Kau...
Apa mimpimu saat masih kecil?
Tak akan kukatakan.
- Sudah tertulis di wajahmu! - Apa?
Saat aku melihatmu...
Aku mengerti semua yang hatimu rasakan.
Jangan bercanda.
Beneran.
Jadi biarkan aku jujur padamu.
Hanya di depanmu.
- Apa kau jenius? - Hah?
Maksudku, tipe darahmu kan AB?
- Lalu apa tipe darahmu? - Aku tipe A-O.
Ibuku tipe A, Ayahku tipe darahnya O.
- Kedua orangtuaku tipe darahnya O. - Oh begitu ya...
Ada cahaya.
Itu bukan goblin kan ya?
Aku rasa aku mendengar suara langkah kaki mendekat.
Apa hantu punya kaki?
Meskipun punya, bukankah mereka melayang? [Lah pocong, nenek gayung, vampir cina itu melayang kah?]
Kalian berdua...
- Bu guru. - Paman.
Kau sudah makan?
Jadi goblin cuma lelucon.
Kita sedang bertugas jadi sekalian bersenang-senang.
Dan menyalakan lampu sedikit.
Tapi kenapa... guru selalu tertawa seperti hantu?
Hei hantu?
Tidak ada hantu dengan suara seindah itu.
Seonhwa bilang aku... lebih lucu dari Yoo Jaesuk.
Dia bahagia meski aku hanya bernapas.
Lalu, suara apa di musik-boxs itu?
Hadiah jadian ke 200 hari.
Apa kau mau menikah? Dengan kelas tua-ku?
- Dia itu guru, kelas tua apaan? - Apa kau sudah benar?
Aku hanya lulusan sekolah daerah.
Pekerjaanku juga berakhir seperti ini.
Apa aku pantas untuk seseorang seperti Seonhwa?
Dengan keadaan seperti ini?
Aigoo. Bagaimana bisa seseorang selemah kau melindungi negara?
Harapan masa depan dari pertahanan nasional negara memang sangat bagus.
Aigoo bocah ini, sudah kuduga kau begitu.
Ingatanmu luar biasa jika kau belajar bahasa.
Jangan sampai kau ikut aku menyesal.
Tunggu, aku dengar Seonhwa bilang kalau kau cukup beradaptasi.
Itu semua... karena anak muda tadi?
Apaan sih?
Kenapa kau masih keras kepala untuk melakukannya waktu itu?
Meminjam semua uang penduduk. Untuk apa?
Uang sebanyak ini, bagaimana kau mengembalikannya?
Kenapa kau tidak diam saja?
Aku tidak bisa mendukung Jinhyun lagi.
Sekuat apapun aku mendorongnya, dia akan tetap pergi ke universitas.
Cepat kirim Jinhyun ke Ibunya.
Kau bahkan tidak tahu apa yang kau bicarakan.
Bocah itu sudah pergi mencari Ibunya sebelumnya.
Bukankah dia masih kembali lagi?
Serius deh, tidak ada jalan lagi sudah.
- Paman. - Iya?
Ibu dan Ayahnya Jinhyun itu orang seperti apa?
Mereka tidak lahir-besar disini. Mereka menikah beberapa tahun lalu.
Aku tidak tahu banyak.
Tapi orang disini menyukai mereka.
Mereka bilang keluarga itu terlihat sopan.
Syukurlah.
Kau... dia cinta pertamamu?
- Tentu tidak. - Ahh, begitu?
Tapi menyebutnya... cinta pertama itu juga sangat lucu.
Itu kan hanya permainan kata.
Apa sih maksudmu?
Jadi maksudku apa sebenarnya 'cinta pertama' itu?
Pertama kalinya jatuh cinta?
Atau, pertama kalinya punya perasaan mendalam?
Apa mungkin ada perbedaan yang sangat signifikan?
Jadi maksudku, pada akhirnya apa definisi yang tepat untuk 'cinta pertama'?
Apaan memangnya?
Cinta pertama... pertama kali.
Seperti musik yang kau dengar.
- Paman. - Iya?
Seorang pria... apa sulit melupakan cinta pertamanya?
Entahlah.
Untuk wanita... bisakah setiap cinta itu tulus seperti cinta pertama?
Bagaimana aku tahu soal itu? Ini baru pertama kali.
Gyeongsoo... tingginya berapa sih?
Dia... sekitar 170cm. Kurang lebih segitu.
Dia ingin menjadi pemain basket meski jika dia mati.
Tertulis dia meminum kalsium yang bibinya kirim dari luar negeri.
Dan dengan tekun minum susu seliter tiap hari.
Makanan tambahan yang dia makan itu anchovies. (Anchovy: sejenis ikan teri yang diawetkan dengan cara diasinkan dan direndam dalam minyak.)
Dan juga, harus bangun sebelum jam 9.
Dia pasti menyerah pada videonya.
Tapi apa yang mereka lakukan tepatnya sampai berlagak lugu?
Kau masih belum menulisnya kan?
Mau kau tulis? Aku tidak menulisnya.
Jika mereka tahu mimpiku adalah mati.
Anak-anak lugu itu akan terpukul keras.
Hei aku juga terpukul keras loh.
Jangan ngomongin soal itu. Kau tahu tidak, kau sungguh memalukan?
Bergerak luruk ke depan adalah yang paling mudah.
Bergerak belak-belok begini adalah yang paling sulit.
- Mau mecobanya? - Tidak, aku tak tahu caranya.
Apa masih ada orang yang tak bisa naik sepeda?
Umumnya, alasan tidak tahu cara naik sepeda itu bisa aku ringkas jadi...
Nomor 1, kau tidak punya Ayah.
Nomor 2, Ayahmu terlalu sibuk.
Dan nomor 3, Ayahmu punya hubungan gelap.
Aku sangat tidak beruntung kan?
Aku juga susah menulis mimpiku,
Saat ada musibah, dia ingin mendekat.Setelah Yesus mengambil yang berharga dan memberikan kemurahaan. (MAAF JIKA ADA KESALAHAN)
Dia lalu merusak yang berharga itu, lalu memberikannya pada sang murid, maka berbicaralah. (MAAF JIKA ADA KESALAHAN)
Kalian semua akan membaginya dan memakannya. (MAAF JIKA ADA KESALAHAN)
Ini semua adalah untukmu, untukmu tubuhmu. (MAAF JIKA ADA KESALAHAN)
Kalau gitu, atas kooperatifannya, terima kasih
Semua selesai kalau kalian selesai menulis di kertasmu. Kalian bekerja keras.
Diterjemahkan oleh @uchakka - ig @uchakka | tw @uchakka -
Haruskah kita menempelkan daun musim gugur dan foto lama bersama?
Bagaimana aku menempelkannya?
Aku menempelkannya seperti ini?
Sedang apa?
Harapanku adalah semoga mimpiku tidak terkabul.
Hei, Song Jinhyun! Titik? Cuma titik ini?
Apa kau tidak punya sesuatu untuk dikatakan padaku?
Berikan! Berikan!
Sekali kau menulis, itu tidak bisa diubah.
Jangan omong kosong.
Lalu aku akan menggambar 2 titik untukmu, itu lebih baik kan?
Cepat berikan padaku. Cepat berikan!
- Hentikan sudah! - Aku tak akan melakukannya.
- Aku akan menempelkannya. - Cepat berikan padaku.
Paman.
Haruskah aku beli seragam?
- Terserah kau saja. - Ahh... dasar menjijikkan.
Paman akan sibuk untuk pelatihan.
Mulai sekarang, kau harus menyiapkan makanan untuk anak-anakku, hmm?
Terserah kau saja.
Apaan? Apa kau cermin? Sungguh keponakanku.
Kau masih bisa makan di tengah malam?
Kau memang sesuatu.
Hei, dasinya... Angkat lenganmu. Bagaimana bisa kau lupa pakai dasi?
Kau... Kau... Iya kau! Kemari sebentar.
Aku?
Benar, kau kemari sebentar.
Sudah berapa lama sejak kau dipindahkan kesini?
Kenapa kau masih memakai itu?
Ahh... aku disini hanya sebentar. Kepala sekolah juga mengijinkannya.
Petugas kedisiplinan seragam murid itu aku.
Tidak punya uang untuk beli?
Pak guru, dia dari kelasku. Situasinya agak tak biasa.
Hei! Jika kita melihat situasi setiap orang...
Kenapa harus ada peraturan? Huh?
Pergi kesana dan angkat lenganmu.
Pak guru!
Kenapa kau? Sudah ku bilang. Kau bahkan melototi guru?
Ahh... Ibumu pasti Yeo Minsook, kan?
Dia itu... dulu teman SMPku. Huh?
Dia meninggalkanmu, disini tempat keluarganya sejak awal.
Lalu menikah dan pergi ke Amerika. Aigoo!
Aku tahu kau sudah lama. Jadi sadar diri saja kau.
Kenapa harus mengikutinya ke Amerika?
- Pak guru! - Aku tidak sekolah.
Apa?
Sekolah sampah seperti ini sangat menjijikkan. Aku sungguh tidak bisa menahannya lagi.
Apa? Sampah?
Kau... kau... kau... Dasar kunyuk tidak pernah dididik.
Kemana kau pergi? Berhenti disana!
Aku tidak tahu darimana dia belajar sopan santun seperti itu.
Shin Soyi. Soyi-ah! Soyi!
Lepas!
- Kubunuh kau jika mengikutiku. - Ayo!
Kau itu tidak bersalah, kenapa kau harus kabur?
Jangan bersikap sok benar.
Shin Soyi.
Jangan berpura-pura tahu semuanya, enyah kau!
Yang dia bilang benar. Ibuku membuangku kesini.
Aku bilang akan pergi ke Amerika dan tidak mau sekolah sepanjang hari...
Semua itu bohong!
Aku seperti itu.
Kenapa memangnya?
Jangan meremehkan dirimu. Dan kau jangan menyalahkan Ibumu lagi.
Kau sungguh masih memikirkan pendapatmu sampai akhir?
Soyi!
Jika aku bilang siapa dengan siapa aku paling tidak nyaman... Itu kau!
Jadi berhenti mengikutiku.
Hati-hati, jangan sampai kubunuh!
Soyi-ah.
Shin Soyi.
Paman sudah membelikanmu... sesuatu nih.
Untuk ukuran dan bentuk, aku hanya mengira-ngiranya.
Apa kau bilang ke Ibu, aku akan tinggal disini?
Aku menelponnya.
Kenapa? Apa dia bahagia mendengarnya?
Bukan seperti itu.
- Itu juga sangat sulit untuk dia. - Katakan jangan bercanda.
Hanya karena aku ada di hidupnya, lalu dia bisa membuangku kesini.
- Aku bilang, aku akan memperhatikanmu. - Apa?
Kenapa paman? Memangnya paman siapa?
Kaki Noona-ku...
Pembuluh darah di betisnya pecah.
Pembuluh darahnya melebar.
Dia berusaha menyembunyikannya dari siapapun.
Dia berjualan di suatu tempat di sebuah foodcourt.
Aku...
Aku hanya berharap Noona-ku bisa duduk dan menikmati sisa hidupnya.
Lalu aku? Gimana hidupku?
Aku tahu cucuku. Aku mengerti.
Ibu mana yang tidak mengerti perasaan anaknya?
Tunggu sedikit lagi, semua akan membaik.
Apa kau tahu seberapa malangnya Ibumu? Sesedih apa dia?
Sangat picik.
Iya, anaknya menang dari cucunya, bukan?
Tidak.
Gadis yang malang, dia adalah Ibumu.
Kau tahu seberapa banyak dia mencintaimu?
Dia benar-benar gadis yang malang.
Lupakan, bu! Jangan bicara itu lagi.
Hei hei, Min Cheol-ah! Min Cheol-ah!
Min Cheol-ah! Cepat bangun, cepat!
Min Cheol-ah!
Soyi kabur, Soyi. Soyi menghilang!
Kau bilang apa sih?
Cepat, cepat! Telpon kantor polisi.
- Polisi apaan? - Cepat.
Cepat telpon, Soyi menghilang. Soyi menghilang. Soyi!
Ibu! Ibu! Telpon polisi. Telpon kantor polisi cepat!
Kesayanganku hilang!
- Kunyuk ini, apa itu penting? - Tunggu, biar aku cari.
Soyi-ah! Hei, Shin Soyi!
Si Putih!
Shin Soyi! Soyi-ah!
Hei, Shin Soyi!
Kemarilah! Kau luar biasa!
Aku marah dan merasa bersalah. Aku akan pergi ke Amerika.
Semoga kau bukan manusia di kehidupan selanjutnya.
Lupakan saja!
Mending jangan lahir. Bukan berarti kau punya mimpi yang bagus.
Hei, Shin Soyi!
Sekarang apa?
Kau mau menukarnya?
Ayo kita pulang dulu, orang rumah sangat khawatir.
Kau pergi saja! Aku tidak akan kembali.
Tidak kembali? Pergi dari rumah seperti ini?
Iya! Aku akan ke Amerika. Aku akan bertanya dan bertengkar.
Aku tidak akan membiarkannya lepas.
Lalu buat apa? Kau pikir hatimu akan damai nantinya?
Kau, seperti ini sekarang.
Apa kau mau memastikan jika kau diabaikan atau tidak?
Jangan omong kosong! Kau bahkan tidak mengerti.
Apa kau sungguh berpikir aku tidak mengerti perasaanmu?
Iya, kau tidak mengerti aku.
Siapa peduli jika Ibu dan Ayahmu bukan orang tua kandungmu?
Meskipun kau sedih dan terluka, siapa peduli?
Kau pikir kita punya situasi yang sama? Dan aku bukan satu-satunya?
Apa kau mau mengatakan itu padaku?
Jangan bercanda kau!
Hanya karena kau mengalami situasi yang buruk bukan berarti kau sepenuhnya mengetahui semua.
Itu keangkuhanmu.
Baik.
Kau memang benar.
Tentu...
Satunya yang salah.
Pertama kali melihatmu...
Aku berpikir kau dan aku mirip.
Aku selalu berpikir aku orang yang paling tidak beruntung di dunia ini.
Aku terus mencoba menyembunyikan semuanya.
Aku berpikir harusnya tidak pernah terlahir.
Aku berpikir itulah hidupku.
Saat aku 7 tahun.
Aku pergi mencari Ibuku hanya berbekal alamat.
Pamanku memasukkanku ke daftar keluarga.
Ibuku sudah punya keluarga baru.
Saat itu Ibuku bilang padaku.
"Pikirkan saja kalau Ibumu ini sudah mati".
Hari itu Ibuku sudah mati di hatiku.
Dan saat itu aku memutuskan...
Untuk tidak menyukai seseorang lagi.
Cinta seperti yang orang lain miliki...
Aku tidak mempercayainya.
Jadi...
Jadi aku mendekat pada Tuhan.
Maaf, Jinhyun-ah. Aku minta maaf.
Mimpiku saat masih kecil.
Apa kau mengetahuinya?
Tidak.
Pelangi.
Aku berpikir untuk berubah menjadi pelangi.
Pelangi?
Cantiknya...
Saat itu... aku berpikir apa aku bisa menjadi pelangi sungguhan?
Kau bisa.
Cucuku!
Cucuku! Kau akhirnya kembali.
Hei kemana kau pergi dan baru kembali?
Kau bikin takut sampai mati saja.
- Si Putih, Si Putih. - Kunyuk itu...
- Nenek, maaf. Aku yang salah. - Tak apa, tak apa. Selama kau baik-baik saja.
Dimana Si Putih? Kemana Si Putih pergi?
Apa kau menjualnya?
Lalu apa?
- Kau menyembelihnya? - Tidak, itu...
Dia kabur.
- Paman, aku minta maaf. - Tak apa.
Hei. Bagaimana bisa cuma kau yang kembali?
Dasar kunyuk, diamlah!
Si Putih. Kemana kau pergi?
Halo.
Ini aku.
Uhm, aku tahu. Kenapa kau menelpon?
Ohh... hanya saja...
Ini aneh.
Apa?
Hanya saja... Aku senang.
Ini sungguh aneh. Aku juga!
Baiklah, Si putih...
Ayahmu takut, aku berpikir kau menghilang.
Jangan khawatir. Tidurlah, hmm!
Shin Soyi, gadis itu juga...
Tunggu saja nanti. Kau akan dihukum.
- Kau dengar? - Hmm, sepertinya tepat bicara di telingaku.
Hei, kau pikir aku tidak tahu kau sedang mendengarkan semuanya?
Gadis ini sungguh sangat....
Lalu... ini sudah larut. Tidur nyenyak.
Kau juga.
Wow! Shin Soyi!
- Kau sudah mengandalkan seragammu. - Masih sedikit sih.
Mulai sekarang, gadis gilanya Nonsan ada 2.
'Kesengsaraan cinta'.
Kau mau mati? Dia dan aku beda levelnya.
Itu membuatku takut jika Jinhyun melihatnya.
Oh... Apa ini?
Jinhyun-ie tidak pernah bolos sebelumnya>
Bolos apaan? Dia tidak pernah telat.
- Apa kalian sudah mendengarnya? - Apa?
Keluarga Jinhyun melarikan diri di tengah malam.
Aku dengar kalau orang tuanya menerima banyak investasi dari penduduk.
Mereka hanya mengambilnya lalu kabur.
- Mereka sungguh kabur? - Apa yang terjadi?
- Apa yang kita lakukan? - Aku bilang kan sebelumnya.
Kau tidak boleh percaya pada orang lain.
Apa yang kita lakukan? Semua uangku kini lenyap.
Terima kasih.
Ingatlah untuk memakannya.
Aigoo, Tuan putri sudah kembali.
Soyi-ah, Ibu...
Aigoo, aku harus lebih dekat melihat Soyi-ku.
Aigoo, lihatlah seragammu.
Kau sudah berubah jadi gadis Nonsan.
Aigoo lihatlah wajahmu Shi Soyi kami. Pipimu makin chubby saja.
Sepertinya masakan nenek lebih baik dari yang kubuat.
Oh, gadis ini.
Ibumu sedang bicara, kau bahkan tidak menjawab. Apa kau masih marah?
Soyi-ah.
Ya ampun, anak siapa dia ini? Dia membuat dirinya dikasihani.
- Dia sama sepertimu saat 10 tahun. - Ibu, serius deh.
Soyi-ah.
Aigoo. Orang desa akan berpikir sesuatu telah terjadi.
Kau malah menangis di tanah saat kau melihat Ibumu.
Soyi-ah.
Beri Ibumu pelukan.
- Ibu. - Hmm?
Apa kau sungguh mengabaikan aku?
Ibu itu... bisa hidup tanpa kimchi. Tapi tidak bisa hidup tanpamu.
Meski tidak punya kimchi, Ibu tetap bisa makan.
Ibu minta maaf. Ibulah yang salah.
Lupakan!
Boleh aku peluk anakku?
Diterjemahkan oleh @uchakka - ig @uchakka | tw @uchakka -
Saat itu aku mengerti.
Dia benar-benar sudah menghilang dari duniaku ini.
Aku tidak akan bisa bertemu dia lagi.
Siang itu...
Aku pergi ke Amerika.
Dan sekarang...
Halamanku berumur 17 tahun.
Aku membukanya tepat di depan mataku...
Harapanku adalah agar mimpiku tidak terkabul.
Kepribadian Seongji tidak separah setelah kau datang.
Sumpah, kalian benar-benar definisi dari 'kesengsaraan cinta'.
Meskipun kau pergi ke Amerika, kau harus bahagia.
Faktor umum antara selebritis dan Shin Soyi adalah... mereka cantik.
Kunyuk menyedihkan. Tidak, masa depanmu indah.
Akan kubiarkan kau punya foto signboard. Kita harus hidup selamanya.
Disini...
Ada hadiah menakjubkan yang tidak aku pikirkan.
Kalian harus paham struktur 'subyek-kata kerja-obyek'.
I eat hamburger.
Yang dimaksud 'I', aku...
Hamburger...
Eat...
Tidak ada masalah kan? Huh?
Maaf anak-anak.
Aku sungguh minta maaf pada kalian.
Sejujurnya aku tidak peduli tentang kalian.
Seperti peringkat Seojoon yang masih buruk. Sekeras apapun dia belajar...
Bagaimana Seyoon yang selalu salah mengeja kitchen-chicken.
Tapi aku berpikir lagi. Aku sungguh tidak bisa kembali lagi.
Masa depan sangat menyakitkan bagiku.
Dulu aku lebih parah dari kalian.
Aku tidak berpikir ulang. Aku minta maaf.
Universitasku di Amerika sangat biasa. Karena tidak menemukan pekerjaan. Aku kembali ke Korea .
Jadi aku melakukan pekerjaan ini.
Tapi aku sungguh ingin berusaha membantumu, meski itu hanya sedikit.
Jadi tolonglah... Hmm?
Setidaknya kalian bisa maju 1 langkah.
Tolong dengarkan kelasnya.
- Aku di kelas, kututup ya! - Woahh.
Terima kasih.
Sebenarnya mimpiku...
- Lulus dari Harvard. - Harvard?
Dan bertemu pria seperti Brad Pitt.
Lalu hidup di Beverly Hills.
Tapi kenyataannya aku guru bimbingan belajar.
Jomblo... Dan hidup di daerah '12 pyeong'.
Jadi anak-anak. Bermimpilah.
Uang tidak membuat mimpi.
Ayo kita mulai!
Aku tiba-tiba takut, kenapa di seperti itu?
Hidup itu tidak semudah bayanganmu.
Bahkan dimanapun, bisa tertabrak dan terjerumus.
Kau akan ragu setiap hari, sedikit terguncang.
Jika aku yang 17 tahun, melihatku yang sekarang.
Bagaimana dia akan mempercayainya?
Aku berpikir kalau 17 tahunku adalah saat paling kelam dalam hidup.
Namun di suatu musim gugur...
Dia berubah menjadi pelangiku.
Jika aku bisa kembali, aku akan menceritakan aku hari ini.
Bahwa hidupku sekarang, tak apa... tidak... seburuk itu.
Kau adalah... pelangi di hidupku.
Bukan berarti... aku tidak... menyukaimu.
TAMAT.
TERIMA KASIH SUDAH MEMAKAI SUBTITLE DARI @uchakka (Jgn lupa follow @uchakka utk update drama lainnya)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.