Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BADAN PERFILMAN, MEDIA PRESS, RADIO & TV
COLORDANCE
GREAT WATER CULTURAL MEDIA (SHANGHAI) Co.,Ltd
LIAN RAY PICTURES
XIAOMI PICTURES - SUMMER STAR - LINEKONG
t e r j e m a h a n b r o t h 3 r m a x
KEINGINAN LAMA
Oh, halo. Aku tak tahu kalian disitu.
Sedang menikmati makan malam yang telat, habis sibuk sih.
Sup sarang burung ini sangat enak.
Namaku Shangguan Furong.
Kalian ada yang menyebutku Dewi Keberuntungan.
Ada juga yang menyebutku Dewi Bumi.
Cowok-cowok seksi yang paling sering... memanggilku.
Ikuti aku.
Aku tahu yang kalian pikirkan.
Cewek seseksi ini,
bagaimana bisa jadi Dewi Bumi?
Yang benar saja... memang kalian ini hidup di jaman apa?
Kalian kira aku ini jarang dibelai (tak pernah berhubungan dengan lelaki)
Cara jalanku apa kayak wanita penyihir?
Kalian tahu, sebagai Dewi Bumi,
hari-hariku paling sering dikhususkan untuk mengganggu orang.
Menyembunyikan tiket lotre yang menang,
nemu uangmu yang hilang, muncul di sela-sela sofa,
menendang bijinya cowok, menginjak sepatunya cewek...
itu memang beda, tapi harus dilakukan.
Tapi yang paling sering aku membantu manusia.
Kode Dewi Bumi adalah: "Bantulah manusia, jika kau merasa suka".
Menarik 'kan?
Gayaku kayak orang jaman dulu. Wanita-wanita sangat iri padaku.
Tapi aku tak mengundang kalian kesini
untuk membicarakan soal hebatnya diriku.
Walau memang jelas aku ini hebat.
Aku ingin menceritakan kisah pada kalian
bagaimana aku dengan gampangnya merubah hidupnya Ma Fendou.
Karena kalian ada disini, tolong perhatikan.
Tak usah main-main hape
dan kalau kalian kebelet pipis, ditahan saja.
Atau pakai saja botol atau kantong plastik.
Pokoknya, bila mengenai si bocah Ma ini,
aku ingin rubah nasibnya.
Kuputuskan untuk membantu dia.
Oh Furong, aku suka saat kau menolong orang. Terlihat sangat seksi...
Aku tahu yang kalian pikirkan.
Memangnya siapa sih si Ma Fendou itu?
Apa istimewanya hingga aku memilih dia?
Kalian ingin katakan nasib kalian masih terkontrol.
Masa?
Apa nasib kalian memang terkontrol?
Nah, dia bertanya pada dirinya dengan pertanyaan yang sama.
Kau yakin anak-anak ini beranggapan,
siapa yang goblok di atas panggung ini?
Aku tak paham.
Kenapa kau begitu bersemangat untuk kembali kesini?
Bukankah kau dulu sering di-bully disini?
Tak usah khawatir.
Aku masih bersamamu disini. / Tak usah ya, makasih.
Aku kehilangan 2 gigi gara-gara dirimu.
Aku tetap ingin menahan orang sebelah sini.
Kau tahu aku mencintaimu.
Baik, mohon tenang.
Baiklah, para siswa sekalian. Hari ini kami telah mengundang beberapa
alumni sekolah kita untuk datang kesini.
Untuk berbagi pengalaman
di bidang mereka masing-masing.
Hey, Fei. / Hm?
Ibu guru Chen. / Astaga naga.
Dia masih disini!
Wanita itu membuat istriku kayak kotoran kelelawar.
Dahulu, para pembicara yang kita undang
telah menjadi CEO, CFO, COO dan lain-lain.
Tahun ini, aku mengundang beberapa alumni
yang agak berbeda.
Tapi tentu saja, karena pekerjaan mereka,
mereka juga sukses.
Dan sekarang, mari kita sambut...
Ma Fendou.
Ayo ceramahi mereka, bro!
Halo, para guru, siswa sekalian.
Aku Ma Fendou.
Aku...
Aku...
Aku ini seorang... aku kerja di Huansheng.
Kau cuma sales asuransi bodoh!
Bijiku!
Maaf, taksi ini sudah kupesan, aku buru-buru.
Apa? Aku juga buru-buru.
Ayolah, kumohon! Hey, taksi!
Tn. Bo, Anda tak memberitahu kalau perusahaan Anda besar juga,
tapi tak penting bagaimanapun besarnya,
piilihan ini, misalnya
extra rider B, tidaklah perlu buat Anda.
Jujur saja, mereka semua penipu.
Anda akan buang-buang duit bila membelinya.
Semasa kecil, aku selalu beranggapan
hidupku akan berubah jadi luar biasa.
Itu sebabnya mengapa orang bilang kau dulu itu dungu.
Yo, Fen! / Hey, Wang.
Lama tak jumpa.
Kau tak datang ke reuni kelas.
Pa kabar? Kudengar kau kerja di perusahaan pengiriman?
Kau itu membicarakan Li. Aku kerja di...
Itu bagus! Aku ada rapat.
Sampai jumpa!
Hati-hati ya.
Lihat dirimu.
Kamu ini kayak pamanku yang gila.
Jangan teriak-teriak.
Cepat, lihatlah! Mantan pacarmu.
Meimei dan aku punya chemistry yang bagus. / Dinyalakan lagi.
Suatu koneksi fisik yang panas. / Matikan. / Dan semakin baik saja.
Tapi saat seorang teman memberitahu kita
tentang Lotion Pijat Goddess 2 in 1
kami memutuskan untuk mencobanya.
Matikan! / Kita anggap saja...
Ini yang paling lucu! / Hmm, betul sekali.
Kenapa kau tak menontonnya?
Ini klasik!
Iklan bodoh di setiap jam.
Tak bisa melewatkannya walau kau berusaha.
Memang begitu!
Kai Li dan aku mencoba barang itu. Hasilnya memang manjur.
"Hmm, betul sekali."
Cepat, ponselmu bunyi.
Hey, cepat! Si gadis Lotion!
Halo?
Hai, Shanshan.
Kukira kau tak mau mengangkat telpon lagi.
Ya, maaf. Akhir-akhir ini aku lagi sibuk.
Oh, baguslah.
Jadi, apa kabarmu?
Bagaimana Hongkong?
Kongers meninggalkanmu? / Sebenarnya aku sekarang lagi di Beijing.
Beijing?
Kau pindah ke Hongkong, entahlah apakah hubungan ini bisa berhasil.
Mulai lagi!
Aku bukan berimigrasi ke sana. Aku akan kembali setelah menyelesaikan kuliah itu.
Aku merasa kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku.
Terlalu banyak tekanan. / Kapan aku pernah mengeluh?
Aku...
aku selalu menganggap... hidupku akan lebih baik dari ini.
Apa kita harus... ketemuan atau apa gitu?
Fendou, aku akan menikah.
Apa?
Dengan siapa?
Kau serius? / Sungguh aku tak tahu.
Pacarku, siapa lagi?
Kukira kalian baru bertemu.
Sudah sekitar 6 bulan lalu.
Selama 6 tahun terakhir aku hanya memikirkan dirimu.
Jadi ini salahku?
Aku tak bilang ini salahmu. Tapi aku merasa kita harus...
tak berhubungan sementara... Aku harus menyesuaikan hidupku.
Aku tak paham.
Kau tak mau bersamaku lagi? / Siapa yang tahu apa yang bakal terjadi dalam 6 bulan.
Itu bagus sekali.
Selamat ya.
Sungguh!
Maksudku aku...
Kapan pernikahannya?
Hari Minggu ini.
Hari Minggu ini?
Wow itu... luar biasa!
Maksudku, kau pasti sangat bahagia.
Kau mendapat surat nikahnya secepat itu. / Tidak, kami akan daftar nikah di Hongkong.
Tapi karena keluarga dan teman-temanku semua di sini, orangtuaku merayakan ini lebih dahulu.
Aku berniat untuk mengundangmu
tapi... / Tidak, itu tak masalah.
Akan jadi canggung rasanya.
Aku paham, tak masalah. / Rasanya aneh
pulang kembali dan tak menemuimu.
Tak perlu khawatir. Akan kutelpon untuk menyusulmu.
Baiklah. Dah.
Dah.
Kau tak apa-apa?
Aku baik-baik saja!
Beban ini harus diangkat, kawan.
Akhirnya aku bisa move-on.
Pergilah kawan, semenjak kau pindah ke sini, yang kulihat selalu celana dalammu.
Kau selalu saja iri padaku.
Kai Li bahkan bilang,
dari sudut 45 derajat
aku mirip idolanya Daniel Wu.
Aku ikut iklan cuma untuk iseng... dan dapat duit.
Pokoknya aku pergi ke Hongkong.
Aku tak akan menyerah meraih impianku menjadi dekorator interior top.
Selamat ya.
Terima kasih.
Lagi ini lagi!
Kau ingat?
broth3rmax
Dan juga...
laporan penjualanmu akhir-akhir ini menunjukkan
kau belum menjual produk baru kita.
Karena itu tak ada gunanya.
Aku tak menjual produk yang tak ada gunanya.
Bukankah kita ingin para klien percaya pada kita?
Kenapa sebenarnya kau ini? Lihatlah Taozi,
dia seperti anak yang tak pernah kumiliki.
Jangan mengulang kata-kata kakek padamu.
Apa? Dia anak yang tak pernah kumiliki.
Sebaliknya, kaulah anak yang kumiliki.
Sangat masuk di akal.
Lihat yang dia lakukan! / Memang kenapa?
Jika kau tak bisa jualan, sama juga kau cuma main sama bolamu.
Lihat ibumu.
Seperti itulah cara menyampaikan. Lihat, orang penting terlihat jelas,
jika kau tak memulai memperbaiki sikapmu,
takutnya aku dan ibumu tak bisa menyelamatkanmu.
Kurasa sekarang saatnya, dia mengerti.
Kau memanjakannya. Dalam dirinya tak ada perjuangan.
Lihat saja dia.
Bagaimana aku bisa mendapat asuransi disini?
Silahkan.
Mengingatkan, permainan team-building wajib pada pukul 3 sore.
Kau tak bahagia berada disini 'kan?
Dimana?
Pada pekerjaan ini? / Disini. Disana.
Kau merasa tak bahagia akhir-akhir ini.
Bagaimana Anda bisa... / Aku tahu banyak hal, Niu Fendou.
Nama saya Ma Fendou.
Aku dulu seperti dirimu.
Yah, mungkin tak sama persis denganmu. Tunggu, sebenarnya aku tak sama denganmu.
Aneh ya, kenapa aku bilang begitu?
Tapi aku pernah lihat orang sepertimu.
Nona, apa sebenarnya yang bisa saya bantu?
Anda ke sini untuk asuransi, atau...
Aku ke sini untuk membantumu. / Membantu saya?
Oh, memang pernah.
Bagaimana?
Aku ingat.
Bro, kau terima paketan!
Kenapa kau ini? Apa kau tak lihat aku lagi sibuk?
Tak usah khawatir, Yang Fendou, dia tak bisa melihatku.
Siapa ini?
Maksudku dia tak bisa melihat diriku yang asli.
Gadis kecil yang ketakutan di dalam
yang merindukan ayahnya dan sejenisnya.
Kau mau membukanya atau tidak? Ayo kita buka.
Hey, Tn. Bo. Tn. Bo, maafkan aku.
Aku sekarang masih ada klien.
Nanti kutelpon balik, bagaimana?
Tentu, tak masalah. Sungguh maaf, sampai nanti.
Aku pergi dulu.
Nanti aku kembali.
Uh, baiklah.
Ini dari siapa?
Entahlah, tak ada alamat pengirim.
Mungkin ini paketan lotion!
Apa pula ini?
Uang plastik?
"Semua yang Pernah Kau Inginkan"
Kau sudah bikin kesal orang?
Ya, benar.
Aku tahu siapa pengirimnya. / Siapa?
Wanita gila yang barusan kesini
mengoceh hal-hal yang aneh dan memqakai kalung uang emas.
Cewek itu pastinya ingin tidur denganmu.
Coba pikir. Dia langsung blak-blakan.
"Semua yang Pernah Kau Inginkan."
Dan, jujurlah saja bro,
mungkin yang kau inginkan
sama dengan yang si wanita tua itu berikan.
Sangat lucu.
Tidak, serius ini.
Apa kau pernah bersama wanita selain Shanshan?
Kau pernah?
Time-out.
Fendou, kamu masuk.
Tak perlu, ketua, aku sehat!
Yakin? / Sangat yakin.
Ya benar.
kau penembak 3-point kami yang terbaik.
Ayah!
Tidak, sebaiknya kita tak ambil resiko.
Tak yakin apakah jangkauanmu cukup tinggi.
Jangan buru-buru! / Oper ke aku! Ke sini!
Ibu! Hey, disini!
Sini!
Ibu!
Ayo! Ayo!
Ya ampun, kau tak berguna.
Nak, kau tak apa-apa?
"Kita mungkin kalah, tapi kita tak pernah menyerah!"
"Kita mungkin kalah, tapi kita tak pernah menyerah!"
Ambil bolanya.
Lin, apa kakimu tak apa-apa? Masuklah.
Setidaknya kalian berhasil masuk final.
Sobat, ini akan semakin membaik.
Ya? Kapan?
Bunuh aku sekarang.
Bus? Sekarang iklannya ada di bus?
Harusnya kau ikut senang.
Dia tampaknya kerjaannya makin membaik.
Aku memang turut senang.
Cuma aku tak ingin melihat dia ada di mana-mana.
Aku cuma ingin katakan satu hal.
Minyak lotion itu yang terbaik!
Aduh, burgernya tak tercerna dengan baik.
Aku akan ambil lagi.
Jadi, kau mau?
Nyonya, dengar.
Aku merasa tersanjung,
tapi sebenarnya kau bukan tipeku.
Aku bukan mengejar seks bocah brondong, Niu Niu.
Kecuali memang itu yang kau kejar.
Kita bisa atur.
Kau ini siapa? Dan namaku yang betul Ma Fendou,
bukan Niu Fendou,
dan pastinya bukan Niu Niu.
Namaku Shangguan Furong.
Dan aku Dewi Bumi di bagian kota ini.
Aku yakin kau tahu apa maksudnya.
Oh, benarkah?
Ya benar, anak ingusan!
Kau boleh memanggilku Furong.
Baiklah, terserah apa katamu.
Kau menginginkannya?
Menginginkan apa? / Ya atau tidak?
Aku sendiri tak tahu yang kau bicarakan!
Jika itu sesuatu yang bagus, tentu saja aku mau.
Baiklah. Aku akan kabulkan 19 permintaan lamamu,
mulai dari permintaan pertama yang pernah kau buat sampai hari ini.
Wow, mengesankan. 19 permintaan?
Kapan permintaan pertamaku sebenarnya?
Saat kau berumur 6 tahun.
Hey, pastinya 20 sekian tahun lalu dari hari ini.
Hari ini?
Nyonya, umurku sudah 30, paham?
Itu tak penting.
Apa masalahnya jika kau mengajukan permintaan.
Ya, lalu bagaimana?
Lalu dari sekian banyak permintaanmu, aku memilih 19,
dan mewujudkan semuanya.
19 keajaiban Ma Fendou!
Dengar, nyonya, makasih atas semua kegilaan ini,
tapi ada area keren di sana,
kenapa kau tak kesana saja melihatnya?
Ini bukan penipuan.
Ini suatu kesempatan yang luar biasa.
Dan bagaimana aku harus berterima kasih padamu?
Serahkan saja jiwamu.
Cuma bercanda.
Aku ini Dewi Bumi, bukan Malaikat-Maut.
Memang buat apa mengambil jiwa?
Baik, aku pergi dulu.
Kau membuat keputusan yang bagus.
Tunggu, keputusan apa?
Aku tak memilih apapun. / Dan dengan begitu, kau telah memilih semuanya.
Dasar orang gila.
Kau bicara sama siapa? / Orang gila yang dari kantor.
Tidak, aku memang melihatmu bicara sama seseorang, tapi aku tak melihat siapapun.
Apa maksudmu?
Tidaklah, aku cuma menggoda!
Bagaimana selanjutnya? Kalian berhubungan?
Kapan kalian keluar jalan-jalan?
Sialan.
Aku tak tahu, tingginya 5' 4"... mungkin 5' 5"?
Tidak, aku tak bilang dia berpakaian seperti dewa.
Dia yang berkata dia dewa.
Kalian ini polisi! Siapa lagi yang harus kuhubungi?
Kenapa baumu sangat bau padahal kau hampir ngga main?
Sudah tutup telponnya dan mandilah bro!
Mereka menutup telponku! / Dengar, jika cewek itu ingin membunuhmu,
pasti sudah dia lakukan di restoran itu.
Jadi mandilah, kamu amat sangat bau.
Apa airmu nyala?
Rasanya tidak.
Kenapa airku mati?
Hey.
Apa-apaan...!
Oh sial!
Oh sial! Sesuatu tak wajar terjadi!
Soal apa? Kurasa soal bokongku tumbuh rambutnya.
Kenapa bisa terjadi? / Bukan itu, kawan! Airnya!
Airnya...
saat kusiramkan padaku, airnya menyebar menjauhiku!
Bagaimana mungkin!
Terus saja teriak, kali aja peri air nanti datang
lalu nanti kita benar-benar terhibur. / Ayo lihatlah sendiri jika kau tak percaya!
Aku tak bisa mandi!
Ayolah ke kamar mandi, akan kutunjukkan.
Jika kau berusaha memaksaku melihat kotoranmu, tak usah disiram saja.
Biar kuperiksa besok saja, aku janji.
Aku tak main-main.
Aku benar-benar ketakutan disini!
Dan aku benar-benar berusaha tidur, bro.
Besok aku ada giliran kerja pagi!
Tunggu, aku paham.
Kepalamu 'kan habis kena bola basket.
Mungkin saja kau mengalami halusinasi.
Mengalami halusinasi....
Mungkin cuma gegar otak ringan.
Kau cuma butuh tidur malam yang cukup.
Mungkin juga, ya.
Kenapa?
Kamu!
Kenapa bisa disini?
Semua itu ulahmu! Kau memasukkan sesuatu padaku?
Kenapa kau mempermainkanku? / Aku tak melakukan apa-apa terhadapmu.
Itu semua 'kan permintaanmu, ingat?
Permintaanku?
Kau ini bicara apa?
Saat usiamu 6 tahun, kau benci mandi.
Kau berharap tak akan pernah mandi.
Saat usiamu 7,5 tahun, kau berharap tak ingin tidur.
Aku kabulkan semua.
Hebat 'kan?
Bayangkan saja hal menyenangkan yang bisa kau lakukan,
membaca, nonton film, main video-games,
tweeting, chatting...
sambil tersenyum kayak jagoan.
Jam berapa ini? / Tampar aku, tampar aku.
Hey Furong, kenapa kau masih disini? / Aku masih makan.
Kau ini sinting!
Wanita aneh duduk disini, pakai piyama,
sarapan di rumah kita,
dan kau merasa biasa saja?
Aku kehausan tadi malam,
dan aku melihat dia makan cemilan disini. Kami ngobrol-ngobrol bentar.
Lapar? / Tidak.
Minumlah. / Katakan.
Kukira kamu yang mengajak si Dewi Bumi ini masuk.
Ada apa? / Dia tak bisa baca jam. Tak tahu angkanya.
Kenapa aku tak bisa membaca angka?
Saat usiamu 9 tahun, kau bermasalah di sekolah.
Suatu hari di kelas, dia pernah bilang:
Aku berharap tak perlu bisa matematika.
Itu sudah kuno! Yang benar saja?
Aku ingin keluar dari kelas matematika, bukannya tak kenal angka-angka!
Orang semantik, sungguh semantik. (banyak makna istilah)
Ayo, berapa 3 x 5 ?
Tak usah mikir. Berapa 3 x 5 ?
Jawab saja berapa, ayo! / Tiga kali lima, aku tahu.
Tak usah mikir! Tak usah mikir! Jawab saja! Aku tahu, ini gampang.
Aku sendiri tak tahu bagaimana bentuknya "tiga' dan "lima"!
Itu keren!
Tidak! Itu tak keren!
Kau bersihkan mejanya, aku pergi dulu.
Tunggu! Tetap disitu!
Tolong tarik kembali guna-gunamu! / Sampai jumpa.
Kau mengacaukan hidupku.
Bukannya kau melakukan apapun yang menarik dengan mengacaukannya.
Dia benar juga.
Kamu ini di pihak mana? / Di pihakmu.
Tapi dia ada benarnya.
Jika semuanya terasa makin berat, dan kamu butuh bicara,
kau tahu sendiri mau berbuat apa. / Tidak, aku tak tahu.
Bagaimana aku bisa menemuimu? Kau punya ponsel?
Dah. / Jangan pergi!
Hey!
Aku tidur lagi saja.
Kau ini serius?!
Apa? Sekarang jam 6 pagi.
Kenapa kau tak merasa ketakutan?
Seorang wanita sakti duduk di sana
mengabulkan semua permintaan lamaku.
Tak membuatmu merasa takutkah?
Kerjaanku di bisnis pengantaran, sobat.
Aku sering lihat hal yang aneh-aneh.
Kayak begini?
Tak persis seperti ini.
Tak persis dengkulmu! / Asem!
Kau mau lihat buku harianku?
Baik, biar kutunjukkan.
Beginilah sebenarnya
mengapa aku tak bisa ceritakan soal pekerjaan.
Apa pula ini?
Aku tak bisa tidur setelah dari dapur. Menonton sebentar, mengapa?
Kenapa ini kaset film orangtuaku?
Apa?
Kukira kau tak masalah bila aku menonton film mereka.
Film mereka?
Semenjak kapan orangtuaku jadi bintang porno?
Agak susah menyebut mereka bintang porno.
Ini semata-mata bahan pendidikan seks, bung!
Harus ada orang yang bermain disitu.
Dan lagi, bandingkan dengan yang bisa kau temukan di internet,
yang ini kayak Teletubbies.
Omong kosong.
Aku tak pernah meminta orangtuaku jadi bintang po...
Oh, sial. / Apa?
Xu Ruijie!
Kenapa emangnya dia?
Oh, ya...
maksudmu karena orangtuanya juga membuat video pendidikan seks.
Cukup aneh juga ya, 2 anak di kelas yang sama yang orangtuanya
berakting begituan di kamera untuk cari nafkah.
Orangtuaku tak pernah begitu, orangtuanya Xu Ruijie yang begitu!
Dulu waktu aku kecil, aku selalu berharap orangtuaku menjadi lebih baik dari sekarang.
Dulu mereka menyenangkan, seru, keren penyayang...
Hey yo, perlu dicatat.
Aku menontonnya cuma untuk pengetahuan.
Jangan salah sangka.
Jadi, dalam ingatanmu,
orangtuaku selalu membuat video beginian?
Huh?
Sungguh kau tak mengingat apapun soal ini?
Dalam ingatanku, mereka itu menjual asuransi.
Tenanglah.
Orangtuamu umurnya kayak 100 tahun.
Aku yakin selama bertahun-tahun mereka tidak membuat 1 video.
Apa ada... orang yang sedang mem-filmkan sesuatu?
Hasrat ingin bertemu di dapur
bisa membuat seuatu jadi matang.
Mari kita lihat pasangan lebih tua ini
dan posisi baru ini yang mereka lakukan.
Tunggu, hentikan. Maaf, sutradara.
Bau apa ini?
Jangan khawatir, bukan dari dirimu.
Kamu hebat. / Semuanya, kita lagi ada bau tak sedap.
Ada orang yang mengurusnya.
Nah, lihat apa yang dibawa masuk kucing itu.
Siapa dia? Aku tak bawa kacamata.
Putramu. / Apa sebenarnya yang kalian kerjakan?
Fendou, kau masih saja tak mengerti?
Kami ini membantu masyarakat.
Lalu mengapa dengan begini?
Hey, Fendou, orangtuamu membantu para pasangan yang lebih tua.
Sudahlah, dia tak akan mengerti.
Lagian siapa yang menonton beginian ini?
Hey! Penjualan kami laris di Pasar Asia Tenggara.
Hey, sutradara
bisa aku bicara denganmu?
Baik, mari bersiap untuk pengambilan gambar selanjutnya.
Bersiap untuk posisi selanjutnya dalam 5 menit.
Semuanya istirahat dulu. / Kamu menekannya terlalu keras!
Istirahat. / Aku hampir tak bisa napas.
Tahu mengapa aku meminta orangtuaku harus lebih dari orangtuanya Xu Ruiji?
Karena orangtuanya baik padanya.
Tapi lihat,
orangtuaku memperlakukanku sama saja seperti sebelumnya,
hanya saja sekarang mereka artis porno!
Bagian mana yang membuat mereka lebih dari orangtuanya Xu Ruijie?
Permintaan lain dikabulkan.
Kau pengkhianat!
Menurutmu apa tadi itu agak kasar?
Itu dinamakan cinta yang kuat, Li Fei.
Dan terkadang
ini hanya direspon oleh orang yang dicintai.
Aku juga punya masalah, tahu. Aku bukanlah maha-kuasa.
Aku masih membawa jimat perlindungan suamiku.
Jika aku terjebak, terpaksa aku panggil dia.
Aku sangat sadar, pada orang yang bakar dupa di kuil,
amat sedikit yang bkaar dupa buat aku.
Tipikal seksisme. (membeda-bedakan gender)
Mereka pikir Dewa Bumi kesaktiannya lebih kuat.
Baik, tapi jangan macam-macam di belakangku.
Semua bilang: Seorang Dewa Bumi berbagi yang manis-manis dengan manusia,
tapi Dewi Bumi tak suka berbagi, dan menolak semua itu.
Sejak kapan aku tak berbagi?
Bahkan apel yang ditawarkan padaku di tempat suci, ada cacingnya.
Biar aku bertanya padamu, Li Fei, jika ada anak yang ingin makan 100 permen batangan yang banyak,
apa aku kabulkan begitu saja? Jika kukabulkan, apa tidak menyakiti anak itu?
Betul 'kan?
Hey,
jadi apa aku bisa ikut adegan berikutnya?
"Shanshan"
Fendou.
Apa yang kau...?
Aku cuma... barangmu yang tertinggal.
Aku tak yakin apakah aku harus... / Oh.
Terima kasih.
Senang bertemu denganmu.
Wow! / Aku tahu.
Kau tak apa-apa?
Ya... Sebenarnya, tidak.
Dengar, bisa kita bicara?
Di tempat terbuka, tentunya. / Baiklah.
Aku sungguh minta maaf. Kamu mungkin sibuk persiapan pernikahan.
Tidak, sudah lancar dengan sendirinya.
Tentu saja kami sibuk!
Orangtuaku merasa gila merencanakan ini.
Kau tak apa-apa?
Jika kuberitahu soal ini,
kau akan mengira aku gila.
Aku selalu menganggap kau gila.
Ya, agak setengah gila.
Masa? Kapan?
Kau tak ingat?
Masih ingat betapa percaya dirinya kamu
saat kau bisa meniup gulungan kertas dari hidungmu
lebih jago dari siapapun di dunia ini?
Akukah itu? Aku tak bisa mengingatnya.
Kamu bahkan menyurati Guinnes World Records!
Atau pada waktu
kau dan Li Fei berlomba untuk tahu siapa yang bisa membacakan
dialog film klasiknya Stephen Chow lebih panjang dalam satu tarikan napas?
Itu tak ada.
Kau dilarikan ke rumah sakit karena pingsan!
Dasar bodoh keras kepala.
Atau pada waktu
kau ngotot ngajak ke Fragrance Hill
tempat bisa melihat rembulan dan matahari terbit bersamaan.
Kita menunggu di sana semalaman.
Tapi saat fajar kita tak melihat apapun, karena mendung.
Sebaliknya, aku malah kena flu berat
dan terbaring di rumah sakit selama berhari-hari.
Ya, itu pasti
bukan tujuannya begitu.
Ingatanmu cukup bagus juga.
Apa lagi yang kau ingat?
Bagaimana aku tahu? Kau 'kan putus denganku.
Kau ingat itu 'kan?
Tapi, hey
ketika aku menelponmu waktu lalu
semua terdengar baik-baik saja.
Shanshan. Aku harus katakan padamu.
Keinginan yang kuutarakan di masa lalu
menjadi kenyataan.
Apa maksudmu? / Si Dewi bumi brengsek ini datang entah dari mana
dan mengabulkan secara acak semua keinginan yang kubuat.
Aku tahu kau tak akan percaya.
Tak satupun orang waras mau mempercayaiku.
Kayaknya begitu.
Ayo kita cari kran air.
Akan kubuktikan padamu.
Apa yang kau lakukan di tempat dudukku?
Tak apa.
Aku Dewi Bumi disini.
Tak ada kran air dimana-mana. Sungguh.
Bagaimana kalau... / Rambut...
Apa?
Apa?
Hati-hati!
Apa? Shanshan, tunggu!
Ada apa?
Kau tak apa-apa?
Memangnya ada apa?
Tadi kulihat rambutmu
memanjang. Tiba-tiba tumbuh di kepalamu.
Dia mulai lagi.
Bagaimana mungkin?
F4 sialan.
Ingat si Jerry Yan grup F4 bergaya begini di episode awal acara itu?
Semua cewek-cewek tergila-gila padanya,
makanya aku mendambakan gaya rambutnya,
tapi sekolah melarangnya.
Baik, baik, aku akui.
Diam-diam aku menonton sinetron Meteor Garden
dan aku menyukainya. / Ini luar biasa.
Akhirnya kau percaya padaku.
Kamu lari kayak melihat aku ini hantu atau apalah.
Kau tahu betapa menakutkannya tadi itu?
Boleh aku memegangnya?
Kau masih melewatkan gaya rambut band-nya.
Aku saja.
Setidaknya rambut barumu baunya wangi.
Bisa mengalihkan perhatian dari bagian dirimu yang lain.
Dulu Jerry pastinya memakai banyak sekali produk rambut.
Kau tahu yang sedang kupikirkan?
Mungkin ini tak begitu buruk.
Mengapa? / Yah, sampai sekarang,
apakah ada dari semua keinginanmu itu
menyebabkan masalah bagimu?
Dengar, banyak sekali orang di dunia ini yang tak pernah mandi.
Mereka masih baik-baik saja 'kan?
Dan kau bilang, kau tak bisa tidur 'kan?
Dan kau nanti tak butuh tidur?
Ya. / Apa kau capek?
Tak ada yang lain dari biasanya.
Betapa kerennya itu!
Kau bisa mengerjakan sesuatu lebih banyak dari orang lain dalam sehari.
Kurasa begitu.
Dan juga, aku selalu merasa tertekan
oleh waktu.
Rasanya aku tak butuh ini mulai sekarang.
Buatmu, sebagai kenang-kenangan.
Juga, kalau aku benar,
semua keinginanmu terjadi berurutan.
Kurasa begitu.
Mungkin munculnya tak sekonyol itu.
Aku tak tahu. Dia yang memilih keinginan, bukan aku.
Saat aku kecil aku bercita-cita jadi astronot,
dan seorang superhero yang menyelamatkan dunia
dan membawa perdamaian di Bumi.
Mengapa dia tak mewujudkan yang itu?
Malah yang terwujud keinginan yang acak ini.
Keinginan dalam hidupmu sekitar masa-masa pubermu, benar 'kan?
Pastinya akan menyenangkan.
Aku pergi dulu, urusan pernikahan.
Baiklah.
Aku kenyang, makasih.
Terima kasih, sungguh.
Terima kasih mau mendengarkan curhatanku.
Aku melewatkan kenangan tentang dirimu,
kau selalu melihat sisi cerah dari sesuatu.
Apa?
Tak ada apa-apa. Cuma saja...
beberapa teman mengadakan pesta di Sir Teen malam ini,
untuk merayakan,
dan aku berniat, bila kau tak sibuk,
mungkin kau mau datang.
Sudah lama sekali tidak pergi ke klub.
Tentu.
Anggap saja dia tak merubahku menjadi monyet atau apalah.
Pokoknya, datang ya.
Aku suka monyet.
Baiklah, dah.
Sampai nanti.
Berapa? / Sudah tertulis di tagihannya.
Ya, aku tahu, tapi...
Sudahlah, gesekkan saja kartu ini.
Ma Fendou?
Bu Chen?
Berapa lama tak ketemu?
Aku tak melihatmu semenjak kau di tahun junior.
Sebenarnya, aku melihatmu di Hari Karir kemarin.
Aku datang di sana.
Kau tak berubah sama sekali!
Nah, kau yang berubah.
Kenapa tadi kau tak menyapaku?
Kukira kau tak ingat aku.
Tak ingat kamu? Kau dulu murid terbaikku.
Tapi kau selalu menghinaku.
Menghinamu?
Ya, kau bilang aku ini dungu.
Aku tak ingat itu.
Tak ingat sama sekali.
Wow!
Gaya rambut ini seksi sekali.
Aku menyukainya!
Bu Chen...
Kau kesini sendirian? / Tidak, maksudku, ya, sekarang sendirian.
Tadi bersama seorang gadis kesini.
Pacar? / Mantan.
Dia mau menikah.
Oh, kekasih yang malang. Pastinya itu berat bagimu.
Pastinya...
amat sangat berat.
Sekarang kamu makin besar, jagoan.
Bagaimana kalau kuajak ke tempatku
dan mengajarimu semua yang sungguh ingin kau pelajari.
Li Fei? / Kau kembali.
Bukan cuma kembali. Aku jadi orang baru.
Wah, gaya rambut baru.
Bro,
kau tak akan percaya apa yang baru kudapat.
Aku amat yakin kau punya rambut baru.
Sangat retro.
Ya, ini Ibu Chen.
OMG!
Dia cuma pakai celana dalam?
Aku tahu.
Apa itu kapur tulis?
Ya. / Astaga.
Tidak, tidak!
Dari mana kau mendapatkan ini? / Dia yang memberiku.
Dia menginginkanku, sobat. / Dia apa?
Tunggu dulu. Kau bilang, "dia menginginkan."
Artinya kau tak melakukan apapun?
Uh, tidak.
Mungkin pertanyaanku begini, mengapa tidak?
Begini, aku masih tak bisa apakah aku mau.
Maksudku, nomer dia di belakang ini.
Tentu saja, kau harus menelponkannya untukku.
Kau tak menjawab pertanyaanku, Ma Fendou.
Kenapa kau menolak hasrat, ajakan Bu Chen?
Aku baru sarapan+makan siang bersama Shanshan,
aku merasa nanti akan terlalu...
Terlalu apa, bung!
Shanshan akan menikah besok!
Dengan pria lain! Paham?
Kau tahu apa yang akan kuberikan untuk dekat dengan dia?
Walau hanya sesaat. Kau tahu apa yang akan kuberikan?
Walau hanya sebentar saja.
iPodku, Ma Fendou! Akan kuberikan iPodku!
Akan kuberikan! / Aku tahu, aku tahu
kau sungguh menyukai iPod lama itu.
Dan lagi, sekarang kau punya potongan rambut keren ini.
Terkutuk...
Aku bersumpah.
Hey, kembali kesini
agar kubisa meneriakimu lebih keras lagi!
Apaan nih...!
Kamar idaman setiap cowok remaja.
Terima kasih banyak!
Hey Li,
mungkin kau ingin periksa kamarmu, Li Fei.
Kau kerjain kamarku juga? / Tak merepotkan sama sekali.
Apaan?
Apa ini?
Aku perlu melonggarkan kamarnya dia.
Hey kawan,
aku bisa berbagi kamar denganmu.
Ya benar, kau tak butuh tidur 'kan.
Furong! Furongku sayang!
Kukira kita ini BFF! (best friend forever)
Kau anggap begitu?
Aku tak mengerti itu sama sekali. / Kita ketawa-tawa dan saling tos...
bahkan kau memberiku satu peran,
kau menyuruhku mengolesi minyak pada ibunya, ingat? / Apa?
Kau apakan ibuku? / Sudahlah! Ayo latihan main basket sebelum permainan besarmu.
Main apa?
Pertandingan final departemen internalmu.
Aku masih jualan asuransi?
Ya, aku juga tak mengerti. / Tunggu...
sejak orangtuaku menjadi aktor pendidikan-seksual,
mengapa aku masih jualan asuransi? / Beritahu dia.
Karena kau orang bodoh. Harusnya kau ikuti langkah orangtuamu,
saat masuk kamarnya Bu Chen.
Aku selalu beranggapan aku kerja di asuransi
karena orangtua memaksaku.
Kau sudah terlanjur masuk ke dalamnya.
Lalu kemudian jadi rutinitas.
Tunggu dulu, jadi aku ini kerja pada siapa?
Siapa yang mengatur grup kita? / Taozi, kawan.
Aku kerja pada orang brengsek itu? / Jangan lihat aku, bukan aku.
Anak itu pengusaha yang berbakat.
Kau mengidamkan bisa main kayak Jordan?
Kayak Mike, sayang.
Kenapa mereka ke sini? / Beritahu dia.
Kenapa mesti aku? Aku 'kan bukan simpananmu.
Kau jangan membuatku kesal, nak!
Akibatnya bisa gawat. Aku katakan!
Orangtuamu, mereka yang beli asuransi dari Taozi,
dan menjadi akrab, karena itu, bisa dimengerti.
Apa yang tumbuh di kepalamu?
Bergaya rambut begitu butuh keberanian.
Kami lagi dandan cosplay?
Maaf, kawan-kawan,
tapi kayaknya kita kekurangan orang.
Kenapa tak aku saja yang bertukar tim?
Kau membantu musuh? / Lagi pula dulu aku jadi pemain cadangan.
Kalian tak perlu mengoper padaku.
Ya atau tidak? Terserah kalian.
Baiklah, aku tak masalah.
Aku juga. Walaupun dia payah mainnya.
Ya, amat cupu.
Aku akan ambil seragam tambahan. / Baguslah.
Seringlah masukkan bola. / Tentu, akan kuusahakan.
Semoga beruntung! / Kita atasi ini.
Punya kantong plastik? / Tidak.
Aku kebelet pipis. Kabari aku siapa yang menang.
Astaga, aku penasaran.
Sini. / Tembak!
Sini! Ayo!
Sini! Oper!
Ayo.
Bolanya masuk.
Itulah anakku!
Itulah anakku! Dia putraku!
Kalahkan mereka!
Kau... kau... / Kau hebat sekali!
Kap... kapan... / Kapan kau bisa semahir itu?
Luar biasa!
Kau bisa main di NBA! LeBron tak akan meremehkanmu, serius!
Biasa saja.
Makasih atas kepeduliannya.
Aku cuma pemain pemula.
Kau pemain hebat.
Hey, tadi itu, aku tak bermaksud melihat.
Hanya saja, aku belum pernah lihat yang sebesar itu.
Tak apa, Lin. Aku juga belum pernah.
Aku juga pertama kali melihatnya.
Masa? Benar begitu?
Sampai nanti.
Lain kali akan kulakukan 360 dunk.
Ini semakin baik saja.
Shanshan memang benar.
Ada apa sobat? Kau tak apa-apa?
Apa karena kamar tidurmu?
Akan kuberitahu Furong lain kali kalau bertemu dia.
Tidur saja di kamarku.
Lagipula aku tak butuh tidur.
Sungguh.
Tidak, tak apa. Aku harus kembali.
Mau keluar jalan sama Kai Li malam ini.
Baiklah.
broth3rmax
Kukira kau keluar bersama Kai Li.
Ya, malah kami memutuskan untuk putus.
Apa? Mengapa?
Li Fei.
Furong! / Ada apa!
Harusnya dulu kau tak kuragukan.
Kamu sungguh luar biasa! / Pastilah.
Ingin tanya sesuatu padamu...
Bisakah kau kabulkan beberapa keinginan Li fei?
Perasaannya agak hancur. / Sebenarnya bisa, tapi aku tak mau.
Hey,
jika kutunjukkan nomer telpon,
apa kau keberatan untuk menelponkannya?
Kau akan menemui Bu Chen?
Atau Shanshan?
Oh, ya benar. Aku bilang aku akan mampir.
Kecuali kau berubah jadi monyet.
Tidak tidak, kita tak ingin begitu, serius.
Di tahun itu, kau tak menyukai baju-bajumu,
kau berharap ingin punya apapun yang kau inginkan
untuk pesta kelulusanmu... Nah, sekarang kau bisa memilikinya.
Apa kau lihat kunciku?
Ayo pergi.
Jangan bersedih saja di rumah,
Ayo kita keluar kongkow-kongkow.
Aku cuma ingin tidur.
Tak mungkin!
Kamu memang ahlinya barang kerajinan!
Pergilah bersenang-senang.
Aku akan coba beberapa bajumu.
Kenapa kau membeciku?
Siapa bilang aku membencimu?
Kamu harus punya pegangan hidup yang lebih baik dari orang lain.
Kau tak perlu manja.
Ya memang! Aku harus manja!
Aku ini cuma bocah yang rapuh!
Ya ampun! Ya!
Aku jadi cowok tulen!
Memang sudah kuduga aku ini mirip Daniel Wu!
Wow! Six-pack!
Otot yang gede!
Seksi banget!
Makasih Furong!
Tapi kenapa? / Kamu ingin badan seperti dia?
Pergilah ke pusat kebugaran seperti dia, gendut!
"Karena kau pantas menerimanya."
Siapa orang ini?
Teruslah pamer!
Kau pikir aku tak punya keinginan, Ma Fendou?
Mau Lamborgini?
Senang memberikannya padamu.
Apa? Apa kau tak kenal aku? Kau tahu aku tak mengendarai mobil Jepang!
Diamlah! Kamu membangunkan orang-orang!
Kamu yang diam! Sini kalau berani!
Namaku Megaton.
Apa kau Ma Fendou?
Hmm, penampilan lumayan.
Masuklah ke aku.
Tak ada dalam mimpiku yang gila yang pernah kubayangkan.
Aku bakal punya Transformer sendiri.
Apa kamu karakter baru?
Aku tak ingat ada nama Megaton...
Ada hubungannya sama Megatron?
Tak ada hubungan sama siapapun. Aku bukan Transformer.
Aku adalah Transchanger.
Tak pernah dengar istilah itu.
Kenapa aku mendambakan sebuah Transchanger?
Dulu kau sekitar umur 19 tahun,
dan melihat anak tetangga bermain mainan sejenisku.
Makanya kau...
Jadi anak itu main dengan mainan palsu?
Kamu mendambakan versi wujud-asli diriku.
Sekarang aku disini.
Aku perhatikan, Furong suka membawakan sesuatu yang pernah kukatakan di masa lalu
lalu mewujudkannya.
Tak masalah. Aku bisa bawa mobil robot kapanpun.
Bayangkan saja petualangan yang akan kita hadapi.
Sayang, tubuhmu terasa luar biasa
terhadap kulitku.
Kau bilang apa? / Um, pegangan padaku.
Tidak, tidak, pegang saja, pegang saja.
Tak usah malu.
KLUB SIR TEEN
Wah!
Tolong dijaga ya. Jangan sampai ada yang menyentuhnya.
Ya, pak!
Baumu wangi.
Fendou, ayo kita pergi ke tempat lain.
Ya, ayo kita pergi ke tempatmu.
Tempatku?
Ayo kita ke Maldives!
Ya! Ya!
Kita naik jet pribadimu!
Jet pribadi?
Bos, bahan bakar jetmu mungkin sudah penuh,
dan siap dalam 2 jam.
Ayolah, ajak kami pergi.
Ayolah!
Dengar, biarkan aku masuk dulu dan bilang halo,
lalu kita bisa pergi, bagaimana?
Yay. / Kita akan pergi kemanapun nona-nona suka.
Bagaimana? / Baiklah.
Hey uh,
tunggu aku di bar, tak apa 'kan?
Tidak! Kami sudah menunggu seharian.
Jadilah gadis yang baik dan tunggulah di bar, mengerti?
Hey, ini...
Pesanlah apapun yang kau mau.
Ini, belilah minum, apapunlah.
Jangan pergi! Jangan lupa, kalian semua mencintaiku.
Cinta kamu!
Shanshan!
Fendou!
Maaf aku telat.
Senang kau bisa datang.
Tak akan melewatkannya. / Duduklah.
Yakin kau tak salah tempat?
Ini sebuah kasino, Tn. Chow. (Chow Yun-Fat)
Aku lupa bilang padamu.
Aku pernah nonton film "God of Gamblers".
Keinginanku jadi sekeren Chow Yun-Fat menjadi kenyataan.
Biar aku traktir minum sebagai tanda perkenalan.
Saku ini? Sekarang selalu ada uangnya.
Kau tak meminta cewek-cewek seksi untuk diajak keluar dengan penampilan begini?
Mereka sudah disini. Di bar.
Jadi semua keinginanmu makin hebat saja.
Tak begitu buruk.
"Keinginan" apa?
Ceritanya panjang.
Untuk kebahagiaan Shanshan!
Untuk kebahagiaan Shanshan!
Bersulang!
Selamat ya.
Semoga kau bahagia selamanya.
Sungguh.
Terima kasih.
Dimana dia?
Mempelai pria?
Apa? Kau ingin bertemu dia?
Tentu!
Sudahlah, nanti juga aku bertemu dia.
Hey, Shanshan...
Hey, Ni.
Kemarilah, ada teman yang ingin bertemu denganmu. / Baiklah.
Aku segera kembali.
Permisi, mau ke toilet dulu.
Hey!
Apa yang kau lakukan disini? / Sepertinya kau sudah berakhir dengannya.
Ya, sudah lama berakhir.
Jangan cemas. Reaksimu normal. Bagaimanapun, mantan pacarmu akan menikah.
Wajar bila merasakan
kangen, mungkin agak cemburu,
tapi bukan berarti kau masih mencintai dia.
Betul. Karena tak mungkin aku menjadi pria itu.
Kau memang tak mungkin jadi pria itu.
Pria yang mana? / Pria yang hanya menyadari miliknya setelah kehilangan.
Pria itu memang parah.
Semua orang membenci pria itu, benar 'kan?
Pria seperti itu memang brengsek.
Tak usah, makasih.
Ini. / Terima kasih banyak.
Pelayanan yang bagus.
Aku bisa mencuci tanganku.
Kenapa aku bisa mencuci tanganku? Apa ini karena permintaanku jadi Chow?
Chow kayaknya memang suka mengurus dirinya.
Aku sangat kenal dia.
Sungguh, sangat kenal.
Kenapa lagi dia tampak keren begitu lama.
Terima kasih.
Hey bung.
Terima kasih. / Makasih bung.
Fendou!
Luo! Apa kabar?
Kenapa kau disini?
Dan pakaianmu itu!
Terasa fashionnya. / Terima kasih.
Pergi ke pernikahan besok?
Itu pria yang di iklan.
Kenapa dia ada disini?
Kau tak pernah lihat mereka ciuman sebelumnya?
Shanshan menikah dengannya? / Ya.
Cowok lotion terkutuk itu? Kau lihat iklannya juga, huh?
Sobat, mereka pasti akan pakai lotion itu
tiap saat.
Mereka mungkin mendapat berbotol-botol dengan gratis.
Persediaan seumur hidup untuk saling mengolesi.
Bahkan, mungkin mereka mandi pakai itu. Berendam pakai itu, membuat teh pakai itu.
Yo, kau ingat dalam iklannya? Saat dia berkedip di akhir iklan?
Aku menyukainya.
Kau boleh bilang pria itu ganas.
Itu saja yang dia pikirkan, kayak...
Ayo kita pergi! Kenapa kau mengabaikan kami?
Ayo pergi, sayang. Ayolah. / Mari kita naik ke pesawat.
Baiklah. / Sayang, ayo kita pergi!
Ayo!
Ayo!
broth3rmax
Kau tahu yang kuinginkan sekarang?
Fendou, telanjang. / Bagaimana kamu tahu?
Karena yang kau pikirkan cuma mengerjai dia.
Lagu ini!
Ayo.
Memang.. ke.. napa? Kenapa kau menari begitu?
Bagaimana kalau...
sebaliknya, kita ciuman saja.
Ide bagus!
Sama-sama! / Naiklah kemari!
Tidak, tidak, tidak!
Hentikan, hentikan!
Hentikan, maafkan aku.
Kuhargai semua ini.
Tapi...
tapi aku tak bisa.
Mengapa?
Karena... / Karena apa?
Karena aku pria itu.
Pria apa?
Kenapa kalian tak pergi sendiri saja?
Bilang saja sama pilotnya, uh, orang itu
untuk mengantar kalian ke Maldives.
Tidak! / Kami tak pergi sendirian! / Atau pergi ke Bali.
Bawalah jetku kemanapun kalian suka. / Ayolah sama-sama? / Bagaimana?
Hey,
putar balik dan turunkan aku dulu, makasih.
Memang kenapa sih?
Masuklah.
Biarkan saja aku. Aku ingin jalan kaki.
Ayolah...
Mungkin aku bisa bantu.
Kamu tahu apa?
Dalam hubungan apapun, ada ketenangan sebelum badai.
Ada saatnya ketika kita kehilangan keyakinan,
tapi kita tak akan meninggalkan planet ini!
Tunggu, bukan planet. Kita tak akan menyerah...
Apanya lagi? / Sudahlah.
Cara bicaramu saja tiruan Prime.
Tak usah pura-pura jadi sesuatu yang bukan dirimu...
Kau sudah kembali.
Wow, tampak klimis.
Bukankah kalian berdua... / Putus?
Kami sudah baikan!
Entah bagaimana, apakah aku menginginkan...
Keinginan-permintaan.
Kurasa, kami harus berterima kasih padamu
karena memintakan es krim full-lemak bagus buatmu.
Dokter menyarankan ini untuk menambah berat badan!
Aku beritahu dia soal Shangguan Furong.
Ya, itu sungguh hebat!
Ya, tapi, sebelumnya kalian...
Aku telah melihat cahaya. Setelah kau pergi, aku pingsan.
Tapi ketika aku bangun, aku menyadari sesuatu.
Aku terus bersedih,
jadi orang cengeng.
Aku sadar aku akan berubah jadi dirimu.
Dirimu yang sebelum semua permintaan lamamu terkabul.
Secara acak mengajak bertengkar denganku.
Secara acak mengajak bertengkar dengan Kai Li.
Berharap hidupku jadi lebih baik dalam semalam.
Tapi tak berhasil dengan cara itu.
Tidak semua orang mendapat keajaiban untuk menjalin hubungan.
Jangan salah paham padaku, aku turut bahagia padamu.
Yang kukatakan adalah,
untuk membuat keinginan menjadi kenyataan,
kau harus raih hidupmu dengan keberanian dan mengacaukannya.
Makin banyak posisi makin baik.
Tapi bro, jangan sampai hidup mengacaukanmu.
Sayang, aku menginginkannya.
Es krim ini amat sangat enak!
Kau benar. / Apanya?
Shanshan akan menikah besok 'kan?
Tapi aku masih mencintainya. / Aku tahu.
Kau tahu? / Semua orang tahu, itu sudah jelas kelihatan.
Aku harus menemuinya.
Aku harus katakan padanya. / Sobat, sobat.
Sekarang hampir jam 3 pagi.
Manusia masih butuh tidur.
Sana mainlah DOTA atau apalah,
urus saja besok pagi.
Ma Fendou, aku akan membunuhmu!
Ma Fendou! Bukalah!
Aku tahu kau di rumah, lampunya masih nyala.
Aku tahu kau tak tidur!
Jangan biarkan dia menunggu, sana katakan padanya!
Romantis banget!
Bukalah! / Ayo cepat!
Shanshan. / Perhatikan baik-baik.
Kau lihat apa ada yang berbeda?
Apa yang... / Kau yang beritahu!
Dasar mesum!
Kapan kau memohon permintaan ini? / Tunggu, tidak.
Lalu siapa lagi? Tidak, sungguh! Aku tidak...
Celaka.
Apa itu di saat...
Sialan kau, Dewi Bumi! Dimana kau?
Jangan khawatir.
Kau harus perbaiki ini sekarang!
Payudara lebih gede, tanpa operasi. Apanya yang kau keluhkan?
Baju pengantinku jadi tak muat!
Boleh aku merasakannya?
Amat lembut dan kenyal! Kamu sangat beruntung!
Sayang, ayo rasakan ini. / Ya, baik, tentu.
Kalian sungguh tak membantu! Tak bisa kupercaya dia meminta ini.
Shanshan. / Akui saja.
Apa lagi yang tak kau suka pada diriku?
Sudah jelas payudaraku dulu kurang besar.
Jidatku terlalu lebar? Butuh waktu lama menggosok gigiku?
Lupa menyalakan ponselku? / Shanshan.
Dengarkan aku...
Bisa kita bicara dengan tenang?
Tanya mereka. Tadinya aku ingin menemuimu untuk mengatakan...
Kau gila ya? Mengatakan padanya sekarang akan berdampak sebaliknya!
Jangan sembunyi dariku!
Jawab aku! / Maaf.
Akan kukatakan kalau pikiran-mesum lama itu agar bisa membuatmu jadi seperti yang dulu.
Maafkan aku,
aku yang dulu tak seperti yang kau inginkan.
Tapi pernahkah kau pikirkan bagaimana dirimu yang dulu?
Caramu mengunyah makanan.
Kaos kakimu dimana-mana.
Tak mandi setelah main basket.
Walau begitu,
aku tak pernah berharap kau akan berubah demi diriku.
Setelah kita putus,
selama beberapa saat di sana,
aku sebenarnya merindukan kebiasaanmu yang menjengkelkan.
Karena sifat itu bagian dari dirimu.
Kau mengerti?
Tapi kuingin berterima kasih padamu.
Sekarang akhirnya aku tahu, mengapa tiba-tiba kau putus denganku.
Shanshan, Shanshan!
Kau salah paham.
Aku harus pergi. Sudah larut malam.
Besok siang aku ada pernikahan.
Dan sebuah baju pengantin ke altar.
Aku masih mencintaimu!
Sialan kau!
Kau brengsek! Apa yang kau lakukan?
Mengapa?
Shanshan.
Shanshan.
Hey, ini Bo. Aku masih di Italia urusan bisnis.
Maaf karena terlalu lama mengulur-ngulur ini.
Dibandingkan dengan lainnya, tampaknya kau orang yang jujur.
Kuijinkan kau mengasuransikan pabrikku, total pekerjanya semua 8000 orang.
Untungnya kau orang yang gigih kawan.
Yong akan membantu prosesnya denganmu.
Li Fei, bangunlah bro!
Jam berapa sekarang?
Bisa kau pelankan musiknya?
Apa-apaan ini? / Megaton, volumenya.
Acara pernikahan dimulai pukul 11 siang.
Dia mungkin bersiap di rumah orangtuanya.
Kerja bagus, penguntit.
Mereka akan menyediakan makanan seafood. Kau tunggu saja...
Itu akan jadi bencana. Halo waktunya diare.
Rasanya, parah. Jika aku yang merencanakan...
Megaton. / Maaf,
cuma... aku sungguh suka pernikahan.
Sungguh aku suka.
Sialan!
Dasar bodoh!
Cara mengemudimu payah!
Kau tahu mau bicara apa 'kan?
Entahlah. / Percaya diri, tapi sederhana.
Kawanku bisa mengatasinya, Megaton.
Kau pasti bisa.
Jangan terlalu kepikiran. Jadilah dirimu sendiri.
Hampiri dia!
Halo, pak! / Oh, Fendou!
Aku mau naik ke atas. / Jadi kau mau menghadiri pernikahan?
Tidak. Sebenarnya aku kesini untuk bertemu Shanshan.
Ada hal penting yang ingin kukatakan padanya.
Apakah harus sekarang?
Ya, sekarang.
Aku harus...
Aku harus bicara dengannya berdua.
Baiklah, naiklah ke atas. / Terima kasih.
Apa-apaan! / Apa yang kau...
Apa yang kau lakukan?
Oh sudah nyala sekarang.
Ini pertarunganya, Megaton. Ini pertarungannya.
Baiklah.
Fendou, aku selalu menyukaimu.
Lalu... kenapa?
Aku selalu berharap kau dan Shanshan bisa bersama.
Kalau begitu jangan menahanku!
Lepaskan aku!
Fendou, cobalah masuk lewat samping.
Fendou! / Hai...
Sedang apa kau kesini? / Aku kesini untuk bertemu Shanshan.
Mengapa...
Dia tampak baik-baik saja tidak?
Sedang proses aku tahu.
Apa yang sebenarnya terjadi disini?
Entahlah, kawan.
Woah! Kapan dia menginginkan itu?
Tahun lalu, Li Fei. Dia telah mendownload...
Kau tak perlu memberitahuku.
Zhuzhu!
Zhuzhu! Jangan nembak! / Hey, ada apa.
Aku kesini mau bertemu sepupumu! / Apa kau nanti ke pernikahannya?
Dengar, jangan nakal, jangan nembak.
Ma Fendou!
Sudah menyerahlah!
Apa maksudmu! / Lupakan saja! Kau tak bisa masuk, mustahil.
Tak ada yang mustahil!
Tidak kawan! Itu mustahil!
Aku bisa melakukannya!
Ini adalah salah satu permintaanmu, ingat?
Ketika kau mengutarakan keinginanmu ini, saat itu aku berada di sampingmu.
Omong kosong.
Saat itu di restoran.
Sebuah bus lewat,
dan kau bilang... / Aku bilang apa?
Kau bilang sendiri.
Kau berharap kau tak akan menemui dia lagi!
Aku bilang aku tak ingin bertemu dia dimanapun!
Kau dengar aku?
Kau tuli ya! Dimanapun! Jangan pernah lagi!
Itu adalah keinginan ke 19, keinginan yang terakhir.
Apa dia tak akan bisa bertemu wanita itu lagi?
Kucari cara agar bisa masuk!
Berbaliklah sebelum aku marah.
Jangan sampai ini diluar kendali.
Polisi datang.
Minggirlah nenek-nenek, tinggalkan area ini.
Kau memang tak bisa masuk.
Dasar kau wanita gila!
Dewi Bumi!
Tunjukkan dirimu! Keluarlah!
Maaf, maaf, di lagi tak membicarakan kalian.
Kami pergi, maaf!
Aku tahu kau sembunyi, mengawasiku.
Pergilah sekarang dan kau tak akan ditangkap.
Tak yakin...
Pokoknya, semua polisi sudah pergi.
Sayang, kurasa kau terlalu banyak mengisi ini dengan barang-barang tak perlu.
Dia tak akan mengangkat telponnya,
ponselnya di-silent.
Ya ampun...
andai kau bisa,
apa kau mau tarik kembali keinginan itu?
Andai kubisa, akan kulakukan apa saja.
Aww, mengharukan banget.
Apa itu termasuk semua keinginan...
Pesawat jet, mobil, wanita-wanita, kekuatan-super?
Dan aku. / Dan Megaton?
Dan es krimnya?
Oh kawan, es krim full-lemak...
Membuang semua yang kau inginkan,
hanya demi kesempatan kecil
mendapatkan kembali milikmu, tapi ditinggalkan?
Sayangnya, aku tak tau caranya.
Karena itu akan sangat membantu sekarang.
Tunggu.
Kapan keinginanku mulai jadi kenyataan?
Ketika... / Ya benar.
Dimulai setelah kau menerima paketan itu.
Kita apakan paket yang tidak kita inginkan?
Biasanya... / Benar.
Kembalikan paketnya. Kembalikan ke pengirimnya.
Betul begitu, Megaton? / Kembalikan ke pengirimnya!
Biarkan pelakunya yang akan membatalkan.
Kau paham, bro?
Caranya Li fei lebih cerdas dari caramu, Fendou.
Kau menyia-nyiakan bakatmu sebagai tukang pengirim-barang.
Siapa bilang kau harus memakai bakat?
Siapa bilang aku menyia-nyiakan bakat? Aku puas dengan hidupku.
Tapi kita tak tahu alamat pengirimnya.
Ya ampun, kau tak perlu alamat!
Itu adalah masalahnya perusahaan jasa pengiriman, bukan masalahmu.
Kecuali hari ini.
Kantor cabangmu sudah tutup pagi ini.
Nah sebaiknya mereka harus buka!
Kau yakin soal ini?
Menurutmu ini akan berhasil? / Aku tak perlu mikir.
Aku petugas kirim-barang profesional.
Biar kutelpon dulu.
Yo, dawg...
Ini aku, Li Fei. Menurutmu apa kau bisa...
Tak bisa?
Baik, baik, aku paham.
Baik. Di-blacklist saja si tolol ini.
Dasar goblok. Kenapa kita butuh dia?
Untuk permulaan, kita butuh kunci untuk bisa masuk ke kantor.
Aku bisa. / Tidak, manajerku harus keluar dulu.
Jangan khawatir, aku harus bertindak.
Supervisorku. / Orang yang kau tampar 2 minggu lalu?
Yo, Liu, kawan! Ini Li Fei.
Aku sudah bilang padamu,
ada nyamuk yang mendarat di wajahmu.
Untung aku membunuhnya.
Yah, memang nyamuknya masih bisa terbang!
Apa harus kubiarkan dia menyengat matamu?
Kau harusnya terima kasih padaku, paham?
Agar kau bisa balas kebaikanku,
dengan membuka kantor dalam 10 menit.
Aku sedang situasi darurat-704.
Tidak.
Kau ini bicara kode 324.
Ingatanmu memang payah!
Akan kubacakan buku panduan karyawan sekarang.
Hey, sudahlah! Tak ada waktu bicara ngawur denganmu.
Aku tak ingin mengatakan ini,
tapi kau memaksa:
Aku tahu soal kau dan istrinya bos.
Bagus. Sampai nanti.
Semoga beruntung, Ma Fendou.
Suatu kerhormatan bisa bergaul denganmu.
Terima kasih, Megaton, aku akan merindukanmu.
Itu memang mobil berkelas.
Tidak, Ma Fendou, kembali!
Fendou, aku mencintaimu!
Kembali!
Jadi apa aku tanpamu!
Megaton! Mengertilah! / Jangan tinggalkan aku!
10 menit? Kau bilang 10 menit.
Matamu sudah baikan? / Masa bodoh.
Sudah tak masalah? / Ya, tak masalah.
Kau melanggar aturan, kau tahu itu?
Apa akan membunuhmu jika kau tetap diam?
Apa yang akan mereka lakukan?
Mengirim kita ke "penjara-pengiriman"?
Diam dan bacalah yang aku tulis.
Memangnya apa ini? / Apa urusanmu?
Baca saja.
Kurasa ada nyamuk lagi di wajahmu...
Bacalah, Liu!
Sebagai penyedia jasa pengiriman anda, saya harus memberitahu anda
menolak paket ini bisa berakibat fatal.
Apakah anda ingin melanjutkannya?
Ya, saya lanjutkan saja.
Maka dengan senang sekali, dengan ini
saya menerima paket,
dan semoga anda sukses dan bahagia dalam segala hal.
Cepat kejar dia, bodoh...
Aku mencintaimu, kawan.
Liu orang homo. Cepat tempel tanda stiker!
"KEMBALI KE PENGIRIM"
Kita sudah selesai? Apa ada lagi?
Sudah dikembalikan, tapi tak terjadi apa-apa.
Apa yang kalian tunggu?
Kumohon padamu.
Kumohon padamu.
Kumohon padamu, tolong!
Akhirnya kau datang juga!
Astaga! Sialan!
Sesak napas aku disitu! / Kau tak apa-apa?
Apa kau bodoh?
Tinggal meminta saja.
Mereka memberimu pelajaran karena ada alasannya.
Aku hampir mati di dalam situ, sebelum kau akhirnya bilang "tolong"!
Maaf. / Baiklah
kita tarik kembali semua keinginanmu.
Bagus.
Terima kasih.
Kau siap? / Ya. / Perhatikan ini.
Apa-apaan?
Terima kasih.
Apa?
Apa kita tak pergi ke pernikahan? / Ayo berangkat!
Pa kabar?
Pa kabarmu sendiri?
Jangan khawatir, cuma dekat pojokan situ.
Ayo cepat.
Pak Polisi, tolong damai saja.
Damai.
Kau beruntung aku tak menahanmu!
Lihatlah kau dimana. Kau sebut ini jalanan?
Maaf, kami memang salah.
Tapi kondisinya darurat.
Kau tak akan mengerti.
Mengerti apa?
Ini karena...
demi cinta.
Ya! Belahan jiwanya temanku ini
akan menikahi orang brengsek dalam setengah jam lagi.
Kami harus sampai ke sana untuk menghentikan pernikahannya.
Pernikahan?
Aku sangat benci pernikahan.
Aku bertemu istriku di pernikahan.
Ikuti aku.
Aku kawal ke sana.
Sungguh?
Hidup penuh keajaiban-keajaiban kecil.
Apa yang kau lakukan?
Ya, apa yang kulakukan?
Bagaimana kalau dia tak menginginkanku? Bagaimana kalau dia bahagia dengan orang ini?
Aku tak boleh menjuluki dia orang brengsek
cuma karena dia ada di iklan konyol itu.
Apa ini akan
membuatku jadi brengsek?
Tidak, sobat. Maksudku pernikahannya di aula sana.
Disini ini tempat turnamen Go.
Tapi...
bagaimana dengan semua yang kukatakan barusan?
Tak dengar.
Baguslah.
Tunggu!
Tunggu!
Ada apa? / Ayo! Jika kau punya nyali, ayo!
Ma Fendou, kau sedang apa?
Ma Fendou? Mantan pacarmu Ma Fendou?
Kenapa dia kesini? Suruh dia pergi.
Pendamping pengantin macam apa kalian?
Dia benar, lakukan sesuatu.
Tenang bro.
Bagaimana jika kita terlibat perkelahian? Kita ada syuting iklan besok.
Iklan dengkulmu!
Maaf.
Para undangan sekalian...
Tn. Ren.
Nyonya.
Shanshan,
maafkan aku.
Aku kesini bukan untuk membuat onar.
Apakah aku kesini melukai perasaanmu...
Tunggu... bukankah kau selalu melukai perasaannya?
Kau benar.
Tn. Anus Yao.
Angus Yao!
Kamu perlu kacamata?
Maaf, Tn. Angus.
Aku salah.
Shanshan,
mengenai yang terjadi sebelumnya,
aku sungguh minta maaf.
Kupikir,
ada sesuatu yang harus kukatakan padamu,
karena kau salah paham terhadapku.
Bila kau beri aku kesempatan untuk menjelaskan...
Apa kau perlu dengarkan dia?
Kurasa tidak perlu. / Yang ingin kukatakan adalah...
Keluarkan saja isi hatimu.
Walau tampak konyol, jangan ditahan-tahan.
Beberapa hari terakhir ini,
hidupku jadi...
sangat menyenangkan, amat menghibur...
Tapi, betapapun hebatnya hidupku,
atau betapa luar biasanya...
aku masih tidak merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan sebenarnya, berasal dari hati...
Kau tahu?
Walau semuanya semakin membaik,
tetap saja tak ada orang yang bisa diajak berbagi.
Aku mengerti sekarang.
Satu-satunya hal yang membuatku bahagia
adalah dirimu.
Apa kau masih ingat klienku yang bernama Tn. Bo?
Ya, orang yang selalu membuatmu menunggu tak pasti.
Betul.
Dia akhirnya membeli asuransi dariku.
Dan jumlahnya sangat besar.
Kalau begitu kau berhutang makan malam padaku.
Dulu aku bertaruh padamu kalau dia akan jadi klien yang besar.
Kau tak percaya aku.
Aku berhutang padamu makan malam seumur hidup.
Tunggu, tunggu dulu.
Apa kalian berdua serius sekarang?
Shanshan. Aku tak pernah peduli walau jidatmu lebar.
Itu berarti kau lebih pintar. Dengan semua sikat gigi itu,
gigimu yang putih akan membuat
senyummu menerangi ruangan.
Aku tahu aku tak pantas bersamamu.
Tapi selama kau tak menyerah memperjuangkan cintaku,
aku akan berusaha tak menyerah pada diriku sendiri.
Shanshan.
Aku hanya seorang pria biasa pada umumnya.
Dan kupikir itu
sesuatu yang bisa dilihat semua orang.
Entah bagaimana aku merasa kau bersamaku,
dan kau tinggal selama 6 tahun.
Diam-diam aku selalu mendambakan diriku begitu.
Bersama denganmu menjadi
hal yang paling membahagiakan dalam hidupku.
Selain dirimu,
aku tak menginginkan apapun lainnya.
Fendou...
Maafkan aku, Angus.
Sekarang akhirnya aku tahu
kenapa kau selalu tampak menjauh.
Terima kasih banyak.
Apa lagi yang kalian lakukan? Ayolah!
Tak menduga pernikahanku jadi berantakan.
Kau menunggu apa lagi?
Putramu baru saja menggagalkan pernikahan. Datanglah ke Langham.
Rasanya aneh.
Semua keinginanku telah kukembalikan pada Dewi Bumi.
Bagaimana mungkin itu masih...
Kau harus tanya sendiri pada Dewi Bumi.
Aku sudah buat pengecualian. Aku lagi senang hari ini.
Sebuah hadiah "bersama kembali" untuk pasangan muda.
Lalu apa yang kita pelajari disini?
Kita belajar bahwa
ada kelebihan dalam diri kita semua.
Yah, tidak semuanya.
Kayak orang brengsek di belakangku ini. Dia payah.
Mungkin kita tak belajar apapun.
Mungkin kalian tahu, yang aku tak tahu.
Entahlah, coba pikirkanlah lagi...
Nati kita bicarakan lagi.
Aku harus pergi dulu... / Kamu bicara sama siapa?
Aku lupa, kukira aku masih tidak terlihat.
Astaga naga! Kemana dia perginya?
KEINGINAN LAMA
PLEASE NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT
Nak, akhirnya kau bertindak benar.
Kau tak membiarkan gadis baik pergi begitu saja.
Seluruh kantor membicarakan tentang transaksaimu yang besar.
Ini membantumu mengurangi berat badan.
Jika kau tak menyukainya, akan kukembalikan.
Tak begitu buruk.
Kapan aku bisa mencoba barangnya? / Kapan saja.
broth3rmax, 27 September 2017
JANGAN KEMANA-MANA, MASIH ADA LAGI...
Ma Fendou. Ayo kita berangkat.
Ya, ya.
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.