Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle indonesia dari : galzmaniac
Selamat menonton!!!
[The Flaming Lips'-Do You Realize?]
♪ Do you realize ♪
♪ That you have ♪
♪ The most beautiful face ♪
♪ Do you realize ♪
♪ We're floating in space ♪
♪ Do you realize ♪
♪ That happiness makes you cry ♪
♪ Do you realize ♪
♪ That everyone ♪
♪ You know ♪
♪ Someday ♪
♪ Will die ♪
♪ ♪
♪ And instead of saying all of your good-byes ♪
...Di jalan keluar,
tapi kita masih akan berhadapan dengan
beberapa banjir salju dan hujan es.
Berharap itu akan berakhir pada sore hari
Suhu tertinggi hari ini di pertengahan 30-an.
Suhu beku akan kembali sore ini
suhu terendah di pertengahan 20-an di Manhattan
dan remaja di pinggiran kota terpencil.
Bersiaplah.
Saat ini kami punya penundaan terkait cuaca
di terowongan Lincoln
dimana ada beberapa orang rupanya menabrak es...
[jejak kaki berderap]
[pintu dibanting]
[anak-anak mengobrol]
[bayi menjerit]
[orang-orang mengobrol]
[obrolan berhenti]
Ini sekolah yang bagus, ya kan?
Kamu tidak pernah tahu.
Ya. Ya, bagus.
Aku Jamie Brennan.
Hai.
Anak perempuanku di kelas empat.
Kita baru saja pindah kesini dari L.A.
- Hai, Aku Emilia. - Hai.
Aku bersama William Woolf.
Dia di kelas tiga. Dia anak tiriku.
Ugh, mereka tidak keberatan menatap, ya?
Yeah, kamu orang baru,
dan kamu sedang bicara dengan satu-satunya istri kedua disini.
Aku membuat mereka ketakutan,
seperti ada hal seperti perusak rumah-tangga orang.
Memang ada di California.
[terkekeh]
Sekarang kamu khawatir.
Oh, tidak, tentu saja tidak.
Nona Emilia?
Sonia, bukannya hari ini kamu libur?
Ya. Ini hari Rabu, kan?
Ya, ya
Dr. Soule memintaku untuk memberimu ini
untuk telinganya William.
Aku pergi mengambil ke kantornya.
Dia membuatmu bekerja di hari liburmu?
Jadi tiga kali sehari, berikan ini dengan makanan
dan jaga tetap dingin, tapi bukan di kulkas.
Oh, dan Dr. Soule juga bilang jika Mr. Woolf
mengantar William saat ini,
pakaiannya harus bersih dan terlipat,
bukan hanya dimasukkan dalam ransel.
Itu tidak hanya dimasukkan.
Sudah dilipat, Maksudnya, dengan santai.
Dan sudah bersih.
Dipakai sekali, dicuci sekali: bersih.
Ini bukan aku.
Ini Dr. Soule.
dan jangan berteriak padaku.
Sangat memalukan berteriak padaku di keramaian.
Aku tidak berteriak padamu, Sonia.
Maaf.
Okey, akan kuingat.
Dingin, tidak di kulkas.
Bersih, tidak langsung dimasukkan.
[anak-anak mengobrol]
Sonia!
Ooh, William
Aku hanya menyapa dan selamat tinggal.
Aku membawa obat dari mamamu.
Oh. Mm-hmm.
Hallo, Emilia
Hey, William.
Kamu siap?
Oke, William, aku pergi Ini hari liburku sekarang.
Dagh.
Dagh. Sampai ketemu besok
Selamat tinggal, Nona Emilia.
Maaf, sobat.
Hanya aku hari ini, Rabu.
- Beginilah. - Ya begini.
Sarung tanganku tidak ada di ranselku.
- Ini, ambil punyaku. - Tapi kebesaran.
William, ayo. Kita pergi.
Senang mengobrol denganmu.
Semoga hidupmu indah.
Oh, bagus.
Hari ini mau hujan.
Kenapa kamu tidak memanggil layanan mobil
Semua orang telepon layanan mobil saat hujan.
Semua orang?
Kamu tahu, tidak semua orang mampu telepon layanan mobil.
Ayahku bisa.
Well, lihat, apa yang dilakukan ibu-ibu itu?
Hanya melambai pada kemacetan? Tidak.
Jadi jelas tidak semua orang mampu
berpikir perlu mengatur layanan mobil, oke?
Sonia selalu telepon layanan mobil saat hujan.
Dia mengecek cuaca malam sebelumnya.
Aku tidak mau dengar anak delapan tahun bilang
"layanan mobil" lagi, oke?
[berbisik] Layanan mobil.
Itu ada satu.
Aku heran suhu berapa kotoran jadi beku.
Ya, aku juga. Terus menerus.
Ayolah.
Kamu tau kan kotoran keluarnya hangat,
apakah itu membeku lebih cepat daripada es loli?
Jangan mikir ribet yg macem2. Ayo masuk.
Itu karena penguapan.
Air panas menguap lebih cepat.
Jadi kotoran, yang adalah air panas-
William
Oh, oh! Oh, sayang.
Sial, William.
Oh, ayo masuk.
Ow! Sakit!
Bilang ibumu.
Barat ke-7 no.81, tolong.
Ya Tuhan, William, jauhkan kakimu dari pemanas.
Hari ini hari yang bagus untuk video.
Aku gak bisa.
Aku sudah nonton film Minggu malam.
Aku harus menunggu sampai hari sabtu minggu depan.
Jadi aku akan bermain dengan Mega Science Lab-ku.
Lepas jas hujanmu sebelum kita ke dapur.
Aku kemungkinan akan mengumpulkan bakteri dari wastafel
dan melihatnya dengan mikroskopku.
Kedengarannya asyik.
Ini bilang di kotaknya untuk umur sepuluh tahun keatas.
Maksudmu kamu tidak seharusnya jadi kutu buku
selama dua tahun ini?
Tidak kutu buku untuk jadi pintar.
Tunggu, saat inilah umur seorang kutu buku.
Itu adalah pujian.
Ada snack apa?
Periksalah di rakmu.
Ada beberapa disana.
Hore, Tofutti Cuties.
Anak mana yang tidak suka tofu?
Oh, tunggu.
Aku gak suka yang rasa stroberi.
Aku mau pudding kedelai.
Coklat.
Mmm, bebas-lemak, bebas-gula, manisan-jus buah.
Nikmatilah.
Hey, boleh aku minta mangkok untuk ini?
Orang-orang menyentuh ini di toko.
Ya, pikirlah semua anak laki-laki kecil
yang mati memakan pudingnya langsung dari kotaknya.
Hitungan tubuhnya gila.
Emilia, tahukah kamu apa itu eBay?
Ya, aku tau.
Ayahnya temanku Bailey menjual barang di eBay.
Dia mengambil barang2 lamanya yang tidak dibutuhkan,
seperti sepeda lama Bailey, dan menjualnya.
Itu bagus.
Mungkin kamu harus ke eBay.
Akan kulihat jika aku butuh sepeda lama,
Ayah Bailey akan menjualnya padaku.
Bukan untuk beli
Untuk menjual.
Supaya dapat uang.
Punyakah kamu barang lama?
Aku punya strawberry Tofutti Cuties, seperti baru,
di dalam kotak aslinya.
Maksudku barang2 bayi.
Kita harus menjual barang2 bayi di eBay.
Kita bisa jual box bayi.
Harganya persis $1,311.
Ayah bilang padaku.
Jadi aku bertaruh kita bisa dapat $2,000 untuk box bayi.
Mungkin sampai $10,000.
Tidak, tidak akan.
Itu bagaimana kerjanya eBay.
Mengambil barang2 lama yang tidak kamu butuhkan lagi,
dan orang2 memberimu uang untuk itu.
Kita tidak akan dapat $10,000 untuk box bayi di eBay,
oke, William?
Kita bisa jual kereta dorongnya juga.
Aku bertaruh kita bisa dapat $5,000 untuk kereta dorong.
Bukan begitu cara kerjanya.
Kamu tidak akan dapat semua uang itu dari barang bekas
ketika kamu bisa dapat yang baru jauh murah dari itu.
Itu benar-benar tidak masuk akal.
Itu bukan bekas, tapi.
Kita tidak pernah memakainya.
Ayah Bailey bilang-
William, aku benar-benar tidak mau bicara
tentang menjual barang2 bayi, oke?
Tapi itulah gunanya.
William, tutup mulutmu!
Tutup mulutmu tentang eBay, oke?
Tolong, tinggalkan aku sendiri.
Pergi saja nonton TV atau apa.
Tinggalkan aku.
Aku pulang.
Di sini.
Masakan Thailand.
Bagus.
Bisakah aku menolong?
Aku bisa menguasai.
[hidangan berdenting]
Ya?
[tertawa]
Hallo.
Jadi apa yang kalian lakukan hari ini?
Oh, membangun reaktor fusi dingin
dari tongkat stick dan karet gelang.
[tertawa]
Kita punya masalah kecil, sebenarnya.
Ayah, Ayah
Hey.
Aku benar-benar kangen kamu.
Aku kangen kamu juga, Will.
Siapa yang mau membantu mengatur meja?
Emilia bilang padaku untuk tutup mulut hari ini.
Dan dia teriakin aku.
Benarkah?
Apa yg terjadi?
William menyarankan kita menjual barang2 bayi di eBay.
Box bayi dan kereta dorong.
Oke.
Well, kita tidak harus menjualnya.
Apapun yang tidak kita gunakan tidak apa-apa.
Seperti, kita bisa jual kotak2 MEGA lamaku,
karna aku tidak menggunakannya lagi.
Ya, tapi kamu tidak bilang kotak2 MEGA lamamu.
Kamu bilang barang-barang bayi.
Tunggu sebentar, Em.
Will, apakah kamu benar-benar mau menjual barang2 bayi?
Apa? Aku baru saja bilang.
Sebentar, Em, tolong.
Will?
Well, Aku ingin melakukan eBay,
dan aku mencoba berpikir barang-barang yg tidak kita pakai.
Jadi aku pikir, bayinya mati.
Dia tidak akan menggunakan barangnya lagi.
Aku tidak bermaksud membuat Emilia marah.
Jadi, Emilia sangat sedih akan bayinya
dan sangat berat baginya menjual barang-barang bayinya.
Dan kamu benar.
Kita tidak menggunakannya lagi,
tapi dia juga benar.
Kita tidak akan menjual barang-barang bayi.
Oke.
Maafkan aku, Yah.
Aku tau kamu tidak bermaksud menyakiti perasaan seseorang.
[tertawa]
Aku tahu itu.
Dan Emilia tahu itu.
Dia minta maaf juga.
Benar, Emilia?
Aku tahu aku harus membersihkan ruangannya.
Aku hanya belum mampu mengemasi semua barangnya.
Tidak apa-apa.
Aku bukan membangun kuil atau apa.
Aku tahu. Tidak apa-apa.
Aku menyesal aku bilang "Tutup mulutmu."
Aku mau membaca, oke?
Oke.
Selamat malam.
Selamat malam
Aku sangat senang berada disini.
Oh, kami senang memilikimu, Nona Greenleaf.
Ini kesempatan bagus untukmu memulai karir.
Aku sangat senang.
Aku sudah mendengar tentang Friedman Taft
dari ayahku sejak lama aku ingat.
Apakah ayahmu pengacara?
Hakim di Westchester.
Presiden dari Asosiasi New York, dahulu.
Oh, benar, ya.
Ada disini.
Oh, oh!
Oh.
Oh, apa kamu baik-baik saja? Marilyn.
Pergelangan kakiku! Jack, ya.
Sebentar saja.
Apakah sakit saat kuremas?
Ouch!
Ya.
Oh, bisakah kamu pegang pintu itu?
- Yah. - Thanks.
Oke, pelan-pelan, Marilyn.
Pelan-pelan, pelan-pelan.
Aku merasa sangat bodoh, Jack
Oke.
Nah disini.
[mengerang]
Baiklah.
Baiklah.
Aku pegawai baru, ngomong2, Emilia Greenleaf
Jack Woolf.
Senang bertemu denganmu.
Sama.
Nona Greenleaf, kamu di ruangan 1818.
Terima kasih.
Aku akan mengambil es, oke?
Es, ya, tolong.
Tentu saja dia sudah menikah.
Dia adalah teman kerja senior.
Mereka selalu sudah menikah. Apa yg kamu harapkan?
Aku hanya...Aku pikir Aku akan bisa mengakhirinya sebulan yg lalu.
Tapi aku tetap, seperti, lemah ketika aku disekitarnya,
dan dia tidak pernah tau Aku hidup.
"Dia tidak pernah tau aku hidup"?
Apa, apa kamu di Olimpiade Klise?
Ha-ha. Bukankah kamu pengacara jalanan punya paralegal?
Tidak, teman lebih murah.
Maaf aku telat, guys.
- Hai. - Aku tidak menemukan taxi.
Ya Tuhan, aku berharap seseorang disini di New York
akan menciptakan sesuatu seperti kereta, kamu tau,
yang lewat bawah tanah dan membawakanmu tempat.
Tidak, itu org gila ngomong.
Harris tidak mau aku naik kereta bawah tanah lagi.
Oh, serius?
Paket pers?
Kamu benar2 berpikir pemilik rumah2 gubuk peduli akan pers buruk?
Jika dia dapat jaminan, aku belikan bir.
Oh, tidak. Aku tidak minum.
Aku gak bisa.
Atau merokok.
Atau makan tuna.
Oh, ya Tuhan. Mindy, apa kamu hamil?
Delapan minggu.
Oh, bagus sekali.
Dan kamu tadi khawatir.
Yay, Mindy, benar2 hebat.
Yay untuk benjolan.
Hmm.
Oh, Tuhanku.
Apa aku sudah bilang?
Aku hampir bertemu istri cowokmu.
- Apa? - Yah.
Well, sejak aku hamil,
Aku pindah dari fertilitas ke persalinan.
Dan Dr. O'Neal merekomendasikan Carolyn Soule.
Dan aku ingat kamu bilang kalau Jack menikah dengannya.
Jadi aku mengeceknya akumenang.com
Dan maksudku, dia seperti
orang-orang mengaguminya.
Benarkah?
Yah.
Dia, seperti, tiga tertinggi di Manhattan,
Maksudku, paling tidak di website.
akumenang.com
Apakah kamu sedikit malu tidak berpikir tentang itu sendiri?
Tidak, Aku akan bertemu dengannya minggu depan juga.
Pesta liburan kantor di apartemen mereka.
Well, Aku harap kamu bertemu anak mereka.
Itu akan menyingkirkannya darimu.
[orang-orang mengobrol]
Selamat berlibur.
Thanks. Kamu juga.
Hmm.
Pesta yg indah. Sejauh ini.
Aku menjaga mataku pada paralegal (pembantu pengacara dalam masalah hukum) dan bar makanan.
[tertawa]
Oh, Marilyn, kamu disini
Carolyn, selamat berlibur.
Oh, Aku punya sesuatu untukmu di ruang kerja.
Sudah ditandai. Kamu akan melihatnya.
Jadi sebelum kamu pergi.
Terima Kasih, Carolyn.
Hallo, Aku Carolyn Soule,
Istri Jack Woolf.
Ini Emilia Greenleaf.
Dia baru.
Ya, September.
Terima kasih banyak mengundangku disini.
Oh, ya, tentu saja.
Marilyn and Carolyn. [tertawa]
Itu sangat bagus.
Baiklah, Nikmati waktumu.
Temanku menginginkanmu menjadi dokternya,
tapi kamu sudah banyak yg pesan.
Dia bilang kamu yg terbaik.
Oh, benar2 manis? Aku berharap itu benar.
[tertawa] Oh.
Yah, berdasarkan internet.
Baiklah, jangan sampai kita menyitamu, Carolyn.
Ya, jangan lupa sebelum kamu pergi.
Terima kasih, Carolyn.
Kita berpakaian bagus.
Aku menuju pusat kota.
Kamu ingin berbagi taxi?
Ini baru pukul 10:00.
Yah, kamu tahu, biasanya orang baru
dan staff dukungan pulang lebih dulu.
Yg dewasa berenang, jadi bicara saja.
Well, Aku adalah pegawai, jadi aku kira aku akan ikut menyelam.
[keduanya tertawa]
Tiketmu dan rencana perjalanan.
Apa?
Periksalah emailmu.
Kamu terbang ke Oakland besok.
Produksi penemuan pada kasus Jasper.
Tapi itu bukan kasusku.
Itu kasusnya Jack.
Kamu tidak mau pergi?
Bicaralah padanya.
Dia adalah bisnis. Kamu kursi malas.
Kebijaksanaan.
Tunggu, seorang partner melakukan produksi dokumen?
Tepat sekali.
Untuk di pesawat.
Jadi pusat kota Oakland yg indah, ya?
[tertawa]
Karena ayahku, kemungkinan.
Dia tidak membuatku, tetapi sebagai anak seorang hakim,
Aku kira kamu harus menjadi pengacara atau kriminal.
[tertawa]
Pia, saudara tiriku, pengacara juga.
Sebab yg umum.
Ayahmu sudah menikah sebelumnya?
Yah, lalu ibuku, sekretarisnya.
Mereka sudah bercerai juga.
Tetapi mereka cukup berteman.
Maksudku, kamu tahu, dengan anak-anak besar dan segalanya.
Apakah itu sulit untukmu?
Aku berumur 22, jadi, kamu tahu...
tapi mereka jauh lebih baik berpisah.
Lebih baik untuk ibuku bagaimanapun.
Dia menyerahkan segalanya untuk ayahku.
Istri yang baik.
Para istri adalah hal yg bagus.
Setiap orang membutuhkan satu.
Istriku lebih dariku, mungkin.
Aku tidak butuh istri.
Aku bahkan tidak ingin menikah.
Aku secara praktis seorang pria.
Itu tidak kelihatan.
Ini kamarku.
Dimana kamu?
Aku di tingkat spa.
Tapi itu
kita sudah jauh melewatinya.
Aku tahu.
Aku tidak berpikir melakukan apapun saat ini.
Apakah ini baik-baik saja ?
Selama kamu tidak berkata bahwa kamu menikah,
dan kamu tidak pernah melakukan ini sebelumnya,
dan kamu takut melukai istrimu.
Aku menikah.
Dan aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya.
Dan aku takut melukai istriku.
Siapa yang tidak mengerti kamu.
Selamat malam, Emilia.
Selamat malam.
[Belle & Sebastian's Waiting for the Moon to Rise]
[musik romantis yg lembut]
♪ ♪
♪ All the way back home ♪
♪ I'm telling you, I caught the sun ♪
♪ Creeping up behind my shoulder ♪
♪ Another day's begun ♪
♪ I was following a trail ♪
♪ I'd never been along before ♪
♪ Chasing darkened skies above me ♪
♪ Looking like the spring ♪
♪ Like the winter and the morning ♪
♪ ♪
♪ If there's a place I want to go ♪
♪ Then I'll be there with you ♪
♪ 'Cause in my dreams the things I'm wishing for ♪
♪ Keep coming true ♪
♪ Till darkness fills the eastern sky ♪
♪ And streetlights stretch for miles ♪
♪ Through the spring and the winter and the morning ♪
♪ ♪
Ini gila.
Oh, Will sungguh manis.
Dia kedengarannya pintar. - Memang.
Kamu tahu, ada sesuatu yang aku pikirkan.
Aku pikir kita harus tinggal bersama.
- Emilia - Dengarkan saja aku.
Aku mencintaimu, dan aku tahu kamu mencintaiku juga.
Aku cinta kamu. Sungguh.
Tapi aku punya keluarga.
Kamu punya anak laki-laki, Jack.
Kamu tidak punya pernikahan.
Kamu sering mengatakannya.
Oke, benar, aku punya anak.
Itu lebih daripada pernikahan.
Dan dia bukan anak paling bahagia.
Bukan tidak bahagia.
Dia hanya.. dia kesepian.
Itu buruk ketika anakmu kesepian.
Aku pikir, aku biasa berpikir kita harus punya lebih
untuk Will, terutama.
Tapi Carolyn..
bagaimanapun, kita..
Aku bersyukur kita tidak punya anak.
Menghancurkan seorang anak itu cukup untuk seumur hidup.
Aku selesai.
[merintih]
Apa?
[terisak]
Emilia.
Aku memakai pill
Aku tidak mengerti.
Lihat, jangan- jangan khawatir tentang itu, oke?
Ini masih dini.
Ini, seperti, delapan minggu atau lebih,
jadi tidak akan jadi masalah.
Tidak.
[tertawa]
Untuk Emilia dan Jack.
Semoga pernikahannya panjang dan subur.
Well, sesubur kita lakukan.
[tertawa]
Aku begitu senang kamu hadir. Terima kasih.
Begitu cepat.
Tidak, ini baik buatku agar keluar rumah.
Dan aku sangat bahagia kamu hamil.
Jangan berpikir aku iri hati, jujur.
Itu akan jadi kamu sebelum kamu tahu.
Hmm.
Aku tahu.
Kita sudah mencoba, jadi..
Wow, itu sangat cepat. Baguslah.
Sudah berapa lama ayahmu dan Jack berkenalan?
Oh, kita sudah makan malam bersama bulan lalu
sebelum perceraian berlalu.
Tapi mereka cepat akrab.
Mereka sudah punya lelucon pribadi.
Hmm, well, mereka kurang satu hari
saling memakai pakaian satu sama lain hanya untuk kesenangan.
Well, kita semua berakhir menikahi ayah kita sendiri, ya kan?
Ya, aku hanya meniduri pria dengan celana dan kaus kaki hitam
yang membuatku bergabung Little League.
Sungguh aneh.
Jack dan ayahku tidak bisa jauh berbeda.
Jack sangatlah berprinsip.
Sudahkah kamu bertemu anaknya?
Hari Sabtu.
Tapi dari cerita Jack,
Aku punya perasa dia sedikit high-maintenance.
Terserah.
Dia salah satu yang kamu ingin senangkan
jika kamu ingin ini berjalan lancar.
Roy G. Biv. Roy G. Biv.
Jack.
Merah, oranye, kuning, hijau.
- Hai, guys. - Hai.
Will, ini Emilia.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu kamu juga.
Ini untukmu.
Aku dapat dari Museum Ilmu Pengetahuan Alam di sebelah.
Itulah kenapa aku terlambat.
Ayahmu bilang itu tempat favoritmu.
Tidak ada bukti bahwa theropoda berwarna oranye.
Plus, aku delapan tahun.
Yeah, kukira tidak terlalu realistis, hah?
Tapi disitu juga ada buku tentang Taman Kota,
yang merupakan tempat favoritku sejak aku berusia sepertimu.
Bagaimanapun, terima kasih.
Kamu tahu, ada pertujukan jam 10:30.
Kita harus pergi.
Kamu boleh mencium sang pengantin.
[tepuk tangan]
Oh, bagus. William ada diatas.
- Oke. - Tidak, tidak.
Dr. Soule bilang tunggulah disini.
Aku mengira resiko keamanan.
Kamu telat.
Tidak, aku tidak telat. Ayahmu yang telat.
Dia kecewa, karena dia berharap
melihat ayahnya.
Aku juga.
Aku juga kecewa.
Oke, William.
Sampai bertemu Senin.
Selamat tinggal, Nona Emilia.
Kapan ayahku pulang?
Jam 8:00.
Itu, kira-kira, tiga jam, oke?
- Menyebalkan!. - Jangan bilang "menyebalkan."
Ibumu akan berpikir kau mendengarnya dariku.
Memang kudengar darimu.
William, kenapa kita harus bertengkar setiap saat?
Aku hanya.. ayo kita bersenang-senang, oke?
Bagaimana kalau kita cari es krim untuk makan malam,
kembang gula?
Aku ingin makan satu yang sebesar kepalamu.
Aku alergi laktosa.
Aku bisa sangat sakit kalau makan es krim.
Oke.
Kita akan lihat apapun yang ada di kulkas.
Makanan Cina, Thailand, lama dan dingin, tapi terserah.
Desert rainbow.. tidak mengandung susu..
atau minuman: lemon, jeruk limau, kelapa, dan persik.
Yang lainnya mengandung susu.
Oh, kukira aku minta minuman segar.
Lemon.
Tidak, dia akan dapat coklat panas
dan es krim banana split.
Kamu mau saus strawberry atau coklat?
Aku gak boleh makan itu.
Aku alergi laktosa.
Tidak, kamu punya bubuk disini, benar, ya kan,
yg mengatasi alergi laktosa?
Yah?
Yah, William, mereka punya bubuk itu disini,
dan kamu sebarkan di seluruh es krimmu.
Dan kamu bahkan tidak merasakannya,
tapi kamu bisa dapat apapun yang kamu mau gimanapun.
Ibuku tidak meyakini cara kerja laktosa seperti itu.
William, tolong, itu sains.
Dapatkan dia saus strawberry, tolong.
Tidak, coklat.
Dan rasa es krimku coklat, biji coklat,
dan adonan kue.
Itu meleleh.
Sebaiknya cepat makan.
Kamu mau?
Kupikir aku mau ini lain kali,
karena pisangku sedikit coklat di ujungnya.
Kamu mau?
Oh, aku gakpapa. Terima kasih.
Emilia, berapa umur bayi itu?
Permisi, apakah bayimu dua, atau tiga bulan?
Oh, tujuh minggu. 26 Desember.
Tujuh minggu, 26 Desember.
Apa kamu tahu Isabel bukanlah benar-benar seseorang?
Apa?
Dia benar-benar tidak pernah jadi seseorang.
Di hukum yahudi,
mengatakan bayi bukanlah seseorang
sampai paling tidak berusia delapan hari.
Dan Isabel hanya berusia tiga hari saat dia meninggal.
Jadi itu berarti dia tidak pernah benar-benar seseorang.
Dari mana kamu dengar itu?
Ibuku.
- Aku bilang dia kalau aku sedikit sedih tentang Isabel,
tapi tidak sesedih jika aku sudah mengenalnya dalam waktu yang lama,
seperti dia ada saatnya menjadi saudara kecil nyataku.
Lalu mamaku bilang bahwa, dalam hukum yahudi,
dia tidak pernah benar-benar seseorang.
Jadi aku sekarang tidak perlu merasa begitu buruk tidak merasa sedih.
- Well, Isabel benar-benar orang yang nyata.
Dia setiap kecilnya seperti banyak orang sepertimu.
- Ibuku bilang dia terkejut kita bahkan melakukan pemakaman.
Kita pulang.
Ayo. Kita pergi.
Hey, kamu lupa bayar!
- Menyenangkan, bukan?
Yah.
Sangat baik berbagi hal bersama-sama,
seperti, kamu tahu, rahasia dan barang.
Asyik.
- Aku tidak seharusnya punya rahasia dari mamaku.
- Ini bukan rahasia. Ini hanya pribadi.
Ada perbedaannya.
Kita bisa punya hal pribadi bersama.
Setiap orang melakukan. Seperti besok.
Besok jangan pergi mencari es krim
di depan ayahmu, oke?
Bukan karena saudaraku akan punya beberapa.
Dia mungkin hanya punya kedelai saja.
- Aku tidak mau pergi ke pesta bodoh itu.
Itu ulang tahun sepupumu.
- Tidak, dia keponakanmu, bukan sepupuku.
Nono akan ada disana.
Kamu suka Nono.
Kamu memanggilnya kakek, padahal bukan, juga...
- Tapi kadang-kadang saat aku denganmu,
kita masih bisa makan es krim, benar?
- Hanya jika ini antara kita berdua.
- Setuju? - Setuju.
Setelah pesta, bisakah Emilia dan aku pergi ke taman?
Mungkin pergi kemana kita pergi kemarin, Emilia?
Well, um, oke, William.
Mungkin.
Tapi santailah, kawan
Uh, benar-benar, bro.
Ada apa dengan kamu berdua?
Lelucon pribadi.
Uh-huh.
Pribadi, bukan rahasia.
Ada bedanya.
Adakah?
Ugh!
Rutinitas kakek tua yg manis?
Aku hanya saja tidak percaya.
Yeah, well, anak-anak percaya.
Dan mereka biasanya mengetahui omong kosong cukup baik.
Oh, hey, ibumu telepon. Dia datang terlambat.
[bunyi klakson]
- Ayah, Jack sudah menunggu. Pergilah.
Kemana mereka pergi?
Oh, kita kehabisan Rice Dream.
Hey, nak. Kamu lapar?
Tidak, aku sudah makan banyak.
Aku suka kacang polong.
Kita membuatnya di sekolah di hari Paskah.
Orang Arab dan Israel memakannya.
- Ya, kacang polong adalah harapan dunia.
- Sayang, bisakah kamu bawakan ini ke ruangan atas untuk anak-anak?
Letakkan di meja dengan kue-kue.
Yang tidak mengandung susu ada gambar sapi dicoret, oke?
Haruskah aku?
Aku tidak kenal siapapun.
Well, kamu kenal Josh dan Emma.
Oke, lihat.
Jika kamu tidak senang,
dalam sepuluh menit, kamu boleh kembali kebawah.
Berarti jam 11:28.
Ada jam digital diatas sana, oke?
- Aku lebih suka analog.
- Oke, sekarang kamu harus menunggu sampai 11:29.
Cepat lari.
- Kamu kelihatan baik, lebih baik.
- Lebih baik dari apa?
Kita membawa ini untuk Emma.
Aku tidak percaya dia sudah umur lima tahun.
- Oh, ya Tuhan.
Tahun depan jurusan Development K, Greenpoint.
Mereka punya program bilingual yang luar biasa.
Aku tidak percaya kamu jemput William dari sekolah.
Itu sungguh bagus.
- Yah, tapi itu tempat umum, dan itu maunya Jack.
Jadi sekarang aku harus menyenangkan hatinya.
Aku yakin dia akan memilih
sekolah swasta apapun yang paling mahal.
- Well, kuharap kamu memilih dengan bijak.
Jangan salah sangka.
Maksudku, William anak yang manis,
tapi dia bisa saja menjadi kekerasan dan kasar.
Tahu maksudku? - Tidak tahu.
Sekolahnya East Side, tapi itu sekolah umum.
Maksudku, ada orang hitam dan anak Asia di kelasnya.
Keragaman budaya adalah salah satu dari ciri mereka.
- Pengalaman dengan orang kaya berbagai macam kulit bukanlah keragaman budaya.
- Kita tidak kaya, Pia.
Kami cukup nyaman.
- Sayang, penjaga pintumu yang cukup nyaman.
- Hmm. - Mama!
Cepat kesini. Ini William.
- Apa? Ada masalah apa?
Apa dia baik-baik saja?
William?
- Dia tidak mau bergerak.
- William, apa kamu mengalami kecelakaan?
- Menjijikkan.
- Aku pikir aku kena diare.
- Oh, Tidak. - Pergi aja sana .
Aku tidak mau kamu. Aku mau ayahku.
Apa dia disini? - Dia pergi ke toko.
- Kalau gitu Nono.
- Tidak, mereka pergi membeli Rice Dream.
Oh, tidak.
William, kupikir ini-
- Tolong, aku tidak mau kamu.
Tinggalkan aku sendiri.
- Sayang, coba aku saja, oke?
Kamu mau pergi kebawah?
Aku akan membawamu turun.
Aku akan membawanya ke kamar mandi, oke?
- Sini, biarkan aku menolongmu.
- Bagus, siapkan kuenya.
Lilinnya ada di laci disamping kompor.
[berbisik] Jangan khawatir.
Kerja bagus, sobat.
Dia ada diatas nonton film.
Baik, hanya sedikit malu.
Beberapa anak menertawakannya,
tidak menolong.
- Ini salahku dia sakit diare.
Dia alergi lactosa, dan aku memberinya es krim.
- Apa? Kenapa?
- Karena aku tidak benar-benar percaya
kalau dia alergi lactosa.
Aku pikir Carolyn hanya mengontrolnya.
Aku tahu. Aku benar-benar buruk.
- Kamu bukan orang buruk.
Kamu hanya tidak biasa terhadap anak-anak. Itu membutuhkan waktu.
- Tidak, kamu tahu apa yg dibutuhkan? Seorang anak.
- Em, aku tidak bermaksud-
- Tidak apa-apa?
Aku mau pergi ke mobil.
- Aku sudah katakan ibuku bilang bubuknya tidak bekerja untukku.
- Itu tidak masalah, Will.
Kamu tidak akan makan es krim lagi.
Jadi itu tidak masalah.
- Hey, hey.
Aku akan mengecek hujan.
Aku agak kelelahan.
- Oke.
- Maaf aku terlambat.
Wow, kamu kelihatan baik.
Apa itu baru?
- Tidak. Terima kasih, sayang.
Aku baru saja selesai menata rambut.
Luangkan waktumu, manis.
Aku minta maaf aku tidak melihatmu kemarin di rumah Pia.
Aku dengar tentang Will.
Kasihan dia.
- Dia lebih baik hari ini,
tapi aku mengharapkan telepon histeris dari Carolyn
setelah dia menceritakannya.
Dia akan menyukainya.
Emilia mengacaukan lagi.
- Well, kamu tidak tahu. Pia merasa buruk.
Enam anak, tidak termasuk Will.
Jadi tujuh.
Aku tidak terkejut mereka sakit.
Aku hanya terkejut tujuh anak makan kacang polong.
Maksudku, dia takut mereka mengalaminya.
- Karena itukah? - Dia bilang sudah beritahu kamu.
Em, jujur kamu harus mengecek mailboxmu.
- Kita harus bilang Will.
- Well, apa yang kamu pikirkan?
[mengetuk pintu]
- Hai, aku perlu bicara dengan William Woolf, tolong.
- Maaf, bagaimana kamu-
- Aku Emilia Greenleaf. Aku ibu tirinya.
Ini penting.
- Aku tahu siapa anda, Nona Greenleaf,
tapi selain darurat medis,
kita tidak memperbolehkan kunjungan.
Itu mengganggu.
Aku bisa memberinya pesan saat istirahat.
- Oke, bilang padanya enam anak lainnya sakit kemarin,
jadi itu bukanlah karena es krim.
Itu kacang polongnya.
- Baiklah.
Bukan es krim.
Kacang polong.
- Ini penting.
- Semoga harimu indah.
- Tidak apa-apa? - Yah, kupikir.
Kita akan tahu jika kita mendapat telepon darinya.
- Ingatkan aku mengambil sesuatu untuk ayahmu hari ini.
Ulang tahunnya kurang satu bulan.
- Mama, kamu harus melupakan ulang tahunnya.
Ini sudah tujuh tahun.
- Tidak akan membunuhku memberinya ucapan.
- Hallmark punya kertasnya?
"Selamat ulang tahun. Terimakasih telah selingkuh dariku."
- Emilia.
- Aku mengkhawatirkanmu.
Simon juga.
- Aku baik-baik saja.
- Lihatlah, aku tahu apa yang kamu alami.
Keguguranku rasanya seperti seorang anak meninggal.
- Benarkah?
Lalu bukankah aborsi hal yang sama juga?
Maksudku, kupikir ada perbedaannya
antara janin dan bayi.
Aku minta maaf.
Aku benar-benar minta maaf, Mindy.
Aku hanya-
Aku baik-baik saja, sungguh.
Waktu menyembuhkan, dan aku hanya butuh hari-hari berlalu sesaat.
- Tidak, tidak, kamu butuh peran aktif
dalam kesedihanmu sendiri.
Itu yang menyelamatkan aku.
Aku ingin kamu untuk datang bersama di Jalan-jalan Mengenang.
- Apa, hal yang kamu lakukan bulan November?
- Ya, kita melakukan kecil-kecilan bulan depan.
- Aku tidak berpikir berjalan di Taman Kota
dengan rombongan orang membawa lilin
yang kehilangan bayinya benar-benar akan menolong.
- Kamu tidak tahu itu. Oke?
itu telah menyelamatkan hidupku.
- Aku senang. - Lihat, disini.
Ambil saja brosurnya, oke?
Jika kamu tidak tertarik, Aku akan menjatuhkannya.
Tapi aku benar-benar berpikir ini akan membantu.
Dan kamu butuh bantuan, serius.
- [menghela nafas]
- Apakah dia mengharapkan kamu pulang pada waktu tertentu?
Akankah makan malam menanti?
- Aku akan jemput William lebih awal hari Jumat,
jam 3:00 disini daripada jam 5:00 di tempatmu.
Aku dapat tiket The Lion King untuk Jumat malam,
dan saya pikir kami akan melewati hari itu.
- Dia sudah pernah lihat The Lion King.
- Dia bisa nonton dua kali.
- Kami dengar dari sekolah hari Jumat.
- Bagus.
Telpon aku, beritahu aku kemana dia pergi.
- Aku lebih suka bilang padanya sendiri.
William dan aku melalui semua proses bersama.
Aku pergi ke semua wawancara dengannya.
Aku sungguh berpikir aku satu-satunya yg harus memberitahunya.
- Baiklah.
Kamu bisa bilang dia.
- William dan aku memilih sekolah Collegiate bersama,
dan ketika dia masuk, kita akan merayakannya bersama.
Dia tahu suratnya akan datang hari Jumat.
Dia akan menunggu untuk tahu. - Lalu temui kita disini.
Atau tunggu sampai hari Senin.
Atau, Aku yang menjemputnya lebih awal.
- Kamu sadar pesan yang kamu kirim.
- Dan apa jadinya, Carolyn?
- Tuan Woolf, Dr. Soule.
- Nona Johnson, terima kasih banyak
untuk menjadwal ulang pertemuan ini.
- Itu akan sungguh lebih mudah
jika kita berdua tidak harus disini pada saat yang sama.
- Well, ini kebijaksanaan kami, ketika memungkinkan.
Sekarang, sebelum aku memperlihatkan evaluasi William-
- Apa itu?
- Oh, mereka indah kan?
Kami melakukan unit struktur keluarga.
Anak-anak menggambar keluarga mereka.
Kita sangat beruntung memiliki-
- Mana punya William?
- William, khususnya, um,
menemukan bahwa ini sangat menolong dengan...
Ini bagaimana anak-anak memproses hal-hal.
- Carolyn-
- Dr. Soule, tolong.
- Ini bukan keluarganya.
- Apa yang kamu lakukan?
- Ini kelasku.
Aku tidak akan mengijinkan anda menghancurkan barang-barang di kelasku.
- Boleh saya?
- Ini bukan keluarganya, Jack.
- Memang ini sekarang.
Aku minta maaf.
Kami seharusnya menjadi lebih baik mengevaluasi.
Aku akan bilang istriku.
Mantan istriku.
- Aku benci yang satu itu.
Itu foto terakhir yang kita ambil.
- Aku tidak menyadarinya kamu akan melihat ini.
Aku...
- Ini favoritku.
Aku membingkainya.
- Aku kelihatan buruk.
Aku jerawatan semua.
- Kamu kelihatan seperti wanita yang baru saja melahirkan.
- Kamu tidak marah padaku?
- Marah kenapa?
- Mencuri foto-foto dan mencetaknya
tidak memberitahumu
dan menyembunyikannya disini?
- Kamu pikir aku lupa kita mengambilnya?
Aku baru saja memesan yang lainnya
dan mengirimkannya ke kantor.
Yang satu ini ada di mejaku.
Tentu saja aku tidak marah.
- Marah harusnya.
- Aku tidak.
Bukan favoritku.
Matanya seperti Popeye.
Satu terbuka, satu tertutup.
- Kamu kelihatan bagus.
Kelihatan bahagia.
- Memang.
Hari saat Isabel dilahirkan dan hari saat William dilahirkan
merupakan hari paling membahagiakan dalam hidupku.
Bisakah kamu bertemu denganku besok di sekolahnya Will?
Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.
- Oke.
- Sebuah kejutan.
- Yah.
- [menghela nafas]
[Anak-anak mengobrol]
- Hallo.
- Ya.
- Carolyn, aku tidak tahu jika kamu mengingatku.
- Aku tahu siapa kamu. Apa Jack di dalam?
- Yah, dia akan turun sebentar lagi.
- Baiklah.
Semua ini salahmu.
Will telah sangat terganggu dan tegang dan emosional.
Aku yakin mereka merasakannya saat wawancara.
- Apa?
- Kamu tidak akan pernah bahagia sampai kamu menghancurkan semuanya.
Aku tidak tahu hal buruk apa yang terjadi padamu
yang membuatmu begitu perusak.
Jack.
Dia tidak masuk.
- Dia tidak masuk? - Tidak, uh-uh.
Tidak Collegiate, bahkan tidak di daftar tunggu.
- Baiklah, tenanglah, Carolyn.
- Oh, Aku tenang. Apakah kamu ingin aku tidak peduli?
Haruskah aku jadi sepertimu?
- Well, dia selalu bisa tetap disini.
Maksudku, ini bukanlah akhir dunia.
- Bukan, jelas bukan akhir duniamu.
Kamu tidak peduli sama sekali.
Tapi ini bencana untuk Will.
Dia tidak masuk dimanapun.
Tidak di Collegiate, tidak di Dalton, tidak juga Trinity.
- Tahukah kamu? Ini bukanlah waktunya.
- Tidak di Sekolah Internasional U.N.
Tahukah kamu dimana dia masuk?
Tahukah kamu apa yang memilihnya? West Side Prep.
- Itu sekolah yang bagus.
Will, itu benar-benar bagus, sungguh. - Ini sekolah yang aman, Jack.
Tahukah kamu apakah sekolah yang aman itu?
- Yah, aku tahu.
- Jack, aku akan membawa William pulang.
Kita akan bertemu disana.
Haruskah aku pergi ke teater? - Tidak.
- Rumah. Kita ketemu di rumah.
Jangan khawatir, Will, oke?
- Kamu tidak peduli.
Kamu sungguh sangat tidak- - Tentu saja aku peduli.
- Jangan sentuh aku.
- Oke, tenang saja, baiklah?
- Kamu toh sungguh terlalu tua untuk The Lion King.
Maksudku, itu cukup ilmiah.
Singa berbicara?
Boneka singa berbicara, sebenarnya.
Kamu mengalihkan peluru, temanku.
Kamu ingin minum?
Hey, santai. Kita berjalan-jalan melewati taman.
Ibumu membenci toilet disana.
- Aku bisa kencing di pohon.
Aku punya penis.
Kamu satu-satunya yang harus khawatir.
Kamu tidak punya.
- Terima kasih telah menjelaskannya.
Aku tidak bisa berhenti melihat sekarang.
- Ayo, cepat!
- Hey, um,
kamu bisa main skate?
- Ini salah.
Kita harusnya menyewa helm.
Sepatu roda butuh helm,
dan es itu sama kerasnya seperti aspal.
Lebih keras.
- Es tidak sekeras aspal.
- Ya, memang. Malah lebih keras.
Sebenarnya, aspal itu cukup empuk.
Itu mengapa ibuku berlari di jalanan
dan bukan di sisi jalan.
Dia tahu hal-hal seperti itu.
Dia itu dokter.
- Apa dia lari memakai helm?
Kamu harusnya menyebutkan itu padanya.
- Kantor dokterku(dokter anak) memiliki dinding pengaman di dalamnya .
Ada foto anak-anak memakai sepatu roda.
Fotoku juga ada disitu.
Aku sedang di sepeda roda tiga memakai helm biruku.
Aku juga punya helm warna merah.
Jika kita mau melakukan ini,
kita bisa pulang dan mengambil salah satu helmku.
- O ya, pakai helm.
- Kelihatan lebih luas daripada 33,000 kaki persegi.
- Bagaimana kamu tahu berapa besar Wollman Skating Rink?
- Ada di buku yang kamu beri,
kamu tahu, buku Taman Kota?
- Oh.
Aku tidak tahu kamu membacanya.
Cukup keren, huh?
Ayo. Topi.
- Awas!
- Lihat?
- Di kecepatan sepertinya, dia butuh helm.
- Ini sangat menakutkan. - Tidak, sama sekali.
- Ya, menakutkan.
Kamu tidak bisa bilang apa yang menakutkan untukku.
Namun aku bisa.
Kamu tidak takut, karena kamu bisa main skate.
Dan anak itu tidak takut,
karena ibunya membawakannya helm.
- Yang kemungkinan berarti dia takut ibunya.
Sini, pegang tanganku.
Bagus.
Tidak mengerikan, kan?
- Aku hanya ingin pergi kembali ke tembok.
Itu jauh lebih baik.
- Kamu hanya perlu membiasakannya.
- Tidak, kamu main aja skate.
Aku lebih baik jika tidak ada yang melihat.
- Oke, aku akan pergi berputar sekali,
dan kamu coba menyeimbangkan, oke?
- Pergilah.
- Oke.
- Whoa, whoa!
- William!
William, tetaplah disitu.
Aku akan membantumu bangun, oke?
- Aku tidak apa-apa.
- Whoa!
Sial.
Jika kamu bilang "helm," Akan kutinggalkan kamu disini.
- Wristpad.
- Ayo.
Oke, ayo pergi.
- Whoa! - Apa kamu bercanda?
- Hanya, Collegiate adalah sekolah yang bagus.
- Tidak, tidak bagus.
Itu sekolah yang angkuh.
Plus, Collegiate semuanya cowok.
Siapa yang mau pergi ke sekolah cowok?
- Well, jika kamu masuk Collegiate, kamu bisa masuk Harvard.
- A: tidak menjamin.
B: West Side Prep mengirim ribuan laki-laki masuk Harvard.
dan C: kamu delapan tahun.
Kamu tidak harus berpikir tentang Harvard.
Harvard menyebalkan.
- Kamu masuk Harvard.
- Tepat.
- Well, itu benar.
Tapi tetap, aku pikir aku masuk.
- Bro, itu tidak masalah.
Benar-benar tidak masalah.
- Ibuku marah padaku.
- Dia marah, tapi bukan padamu.
Dia marah padaku dan ayahmu dan segalanya,
tapi itu hanya terasa seperti dia marah padamu.
- Kamu tidak mengerti.
Kamu tidak mengerti tentang Collegiate atau apapun.
Kamu berasal dari New Rochelle.
Kamu tidak canggih seperti aku dan ibuku.
- Terasa lebih baik, huh?
Kamu tahu apa yang akan kita lakukan?
Kita akan berhenti di Fairway di perjalanan pulang,
dan aku akan membuatkanmu tumis buatan sendiri
dan es krim Tofutti,
dan kita akan menonton film
yang akan mengerutkan otak mudamu.
Bagaimana kedengarannya?
- Hanya jika aku bisa melepaskan tanganku dari tembok disana.
- Kamu tidak perlu.
- Hanya jika aku bisa lepas dari tembok.
- Baiklah ayo.
Satu kali lagi.
- Sudah selesai?
Apa selanjutnya?
- Kamu bisa mengupas jahenya.
Kita hanya butuh bagian seperti itu.
- Oke, hanya itu? Itu ya?
- Hanya kupas kulitnya. Jangan terlalu banyak.
Kita tidak butuh sebanyak itu. - Oke, tapi seperti ini?
- Uh-uh, hanya ujungnya, tapi.
- Baiklah.
- Hey.
- Ayah, hey.
- Hey.
Maafkan aku tentang The Lion King.
- Tidak apa-apa.
- Aku sangat bangga padamu.
Kamu masuk ke sekolah yang bagus.
- Apa mama bilang?
- Dia bilang kamu akan menyukai disana.
Dan dia sangat senang.
- Benar.
- Hey, Will, tunjukkan ayahmu selebarannya.
- Oh, ada film di taman.
Film Lyle, Lyle, Crocodile.
Itu merupakan buku favoritku saat aku kecil.
Ingat?
- Uh, yah, dahulu sekali.
Tapi yah, aku mengingatnya.
- Yeah, mereka mengambil adegan di kebun binatang,
dan mereka butuh anak tambahan.
- Kita berdua Emilia dan aku bisa ada di dalamnya.
Aku bisa jadi anak, dan Emilia bisa jadi ibu.
- Dan itu adalah buku favoritku juga ketika aku seusiamu,
yang cukup aneh.
- Memang jodoh.
Jadi tentang apa semua ini?
- Well, Will ingin tumis yang asli, bukan beli.
- Mm-hmm. - Ikutan.
- Tentu.
- Kamu harus mencuci tanganmu dulu.
Dan kamu harus bernyanyi Selamat Ulang Tahun dua kali
saat kamu melakukannya.
Kalau tidak kamu tidak akan membunuh semua kuman-kuman.
- Mengerti.
- Hey, Will, kenapa tidak tunjukkan ayahmu DVD yang kita dapat hari ini?
- Oh, ada di kamarku.
Aku sudah melihat pembukaannya.
Aku ingin mulai dengan Jurassic Park.
- Jurassic Park?
[menghela nafas]
Bukan hari yang aku rencanakan.
- Carolyn gila.
Dia membutuhkan infus Valium (obat serangan panik)
- Aku kira itu hormonnya atau sesuatu.
Maksudku, pertama kali mencoba,
dan sekarang dia...
Oh.
Carolyn hamil.
- Carolyn's- oh, sial!
- Kamu tidak apa-apa?
- Carolyn hamil?
Bagaimana dia bisa hamil?
Dia 43 tahun.
- Well, dia 42, tapi dia selama ini bersama seseorang sejak musim panas.
- Tidak, dia tidak. Will pasti akan memberitahu kita.
- Well, dia bilang padaku, dan dia tidak tahu tentang bayi.
Dia ingin menunggu sampai dia melewati
tiga bulan kehamilan baru mengatakannya.
- Berapa lama dia hamil?
- Aku tidak tahu, tujuh, delapan minggu.
Kira-kira segitu.
Dia bilang padaku ketika kita kehilangan Isabel.
Itu membuatnya sadar bahwa dia menginginkan anak lagi.
Lalu kemudian dia hamil.
- Dia hamil karena Isabel?
Mantan istrimu hamil karena bayiku meninggal?
- Bukan karena dia meninggal.
Karena dia melihat betapa kita mencintainya.
Emilia, ini adalah hal yang bagus,
seperti sesuatu yang bagus datang sejak kematian Isabel.
Dia tidak mati sia-sia.
- Itu bukan sebab dia meninggal,
jadi Carolyn bisa memiliki bayi lagi.
- Tidak, kamu tidak mengerti. - Oh, sialan kamu!
Itu bukan kenapa dia meninggal. Tidak ada cukup alasan yg bagus.
- Will.
[pintu dibanting]
Oh, sial.
- Oh, film yang bagus selalu membuat kita merasa lebih baik.
- Ada apa denganmu?
- Apa maksudmu? - Kamu kelihatan bahagia.
- Benarkah? Aku tidak.
Maksudku, aku tetap sama.
Aku suka filmnya, bagaimanapun. Tidakkah kamu?
- Tidak.
Aku membencinya ketika pahlawan wanita itu cantik,
Tapi dia tidak bisa menemukan pasangan.
Kenapa semuanya harus menjadi sangat bodoh?
- Oh, manis, aku tahu.
Tapi kamu akan merasa lebih baik.
Akan butuh waktu, tapi itu akan terjadi
di rumah dengan Jack.
Aku pikir aku akan mengusirmu pergi dari rumah besok.
24 jam adalah waktu yang cukup untuk menghukum laki-laki
karena mantan istrinya hamil.
- Kenapa kamu tidak suka filmnya? Itu film romantis.
Kamu seharusnya marah dengan itu.
Orang itu bajingan, dan dia bilang "maaf."
Dan setiap orang memaafkannya, tapi orang-orang tidak seperti itu.
- Beberapa orang begitu.
Terkadang hal yang baik terjadi.
- Apakah kamu bertemu seseorang?
Apakah karena tentang gaun hitam kecil ini?
- Tidak. Aku tidak bertemu siapapun.
Bagaimanapun, tidak ada orang baru.
- Oh, ya Tuhan.
Tuan Benvenuti.
Ketika kita keluar hari ini,
ia memotong kayu menampakkan diri.
Mama, istrinya baru saja meninggal.
- Ini bukan Tuan Benvenuti.
Emilia, kamu tidak akan percaya ini,
tapi aku meluangkan waktu dengan ayahmu Kamis malam.
- Apa?
- Well, kita sering berbicara sejak pernikahanmu,
dan aku kira kamu bisa mengatakan kami mulai kencan pertama.
- Mama, kenapa kamu berpikir dia telah berubah?
Dia tidak berubah.
- Aku tidak berpikir dia berubah.
Saya pikir hanya ada sebanyak dan sesedikit padanya
seperti dulu selalu.
- Kamu hanya akan berpura-pura seperti tidak pernah terjadi?
- Tidak, aku akan berhenti berpura-pura
hanya itulah yang ada tentangnya.
- Kamu tanggung sendiri, kalian berdua.
Nikmatilah sendiri.
- Emilia.
[menghela nafas]
- Sonia, kupikir ini adalah hariku.
- Dr. Soule bilang dia akan meneleponmu.
- Tidak, tidak, Sonia. Tidak, jangan bicara padanya.
Tidak, tolong, bisakah kamu pergi jauh?
William, tunggu di mobil. - Carolyn, ini adalah hariku.
- Oh, tidak, kamu tidak memiliki hari lagi, Emilia.
Aku baru saja berbicara kepada kepala sekolah.
Jika Jack ingin menjemputnya, tidak apa-apa.
Selain itu, Sonia.
- Well, aku tidak tahu apa yang dikatakan William padamu, tapi-
- Kehamilanku adalah urusanku, bukan urusanmu.
- Well, jadi mungkin seharusnya kamu tidak bilang Jack.
- Aku hanya jalan enam minggu.
Apapun bisa terjadi.
Dia akan hancur.
Bukan berarti itu akan membuat perbedaan untukmu.
Ini sangat jelas kamu tidak peduli padanya.
- itu tidak benar.
Aku sangat suka William.
- Tidak cukup untuk memastikannya menggunakan helmnya
ketika main skate.
Tidak cukup untuk menerima alergi makanannya secara serius.
Ya, benar. Aku mendengar tentang itu, Emilia.
Mungkin alam bawah sadar,
tapi jelas kamu berharap dia tidak ada disini.
- Sekarang kamu hanya ketakutan.
- Oh, iya kah? Iya kah aku?
Karena aku tidak pernah punya apapun untuk ditakuti darimu, benar?
Kamu begitu polos, begitu bermaksud baik,
seperti wanita muda yang aman untuk diundang ke rumah saya.
Kamu tidak punya hak untuk bertemu Will sendirian.
Aku akan mengurus itu secara legal.
Hubunganmu adalah dengan ayahnya, bukan dia.
- Tapi aku ibu tirinya.
- Itu tidak berarti, tidak berarti apa-apa.
Dan jika kamu pernah menyakitinya lagi, tolong aku Tuhan,
Aku akan membiarkanmu ditangkap untuk kekerasan anak.
- Dr. Soule, tolong.
- Anak-anak tidak akan aman di sekitarmu, Emilia.
Kupikir kita sudah membuktikannya.
Jauhkan dirimu dari anakku.
Ayo kita pergi. Ayo.
- Tidak, Carolyn, Carolyn.
Apa kamu serius? Tidak, sama sekali tidak.
Dia tidak melakukannya.
Oke, kamu tahu nggak? Aku selesai.
Cukup.
Kamu tidak harus menyukainya.
Itu perjanjiannya.
Well, untungnya, bukan tergantung padamu.
Yeah, oke, bagus.
Semoga beruntung dengan itu.
Yah, dagh.
- Kukira kamu sudah dengar.
- Yah, Aku dengar.
- Dia akan pergi ke pengadilan.
- Tidak, dia tidak akan pergi ke pengadilan.
Kamu akan menjemputnya setiap Rabu,
sama seperti sebelumnya, dan naik taxi dari sini.
- Oke.
- Dan dia datang hari Sabtu
jalan-jalan mengenang bersama kita,
kita bertiga.
- Bagaimana bisa kamu tahu?
- Ibumu bilang padaku.
Mindy meneleponnya.
Aku mau kita pergi bersama.
- Lihat, aku bahkan tidak tahu jika aku ingin pergi.
Jadi dia pastinya tidak harus pergi.
- Ya, dia pergi.
Ini adalah saudaranya.
Kita semua pergi.
Inilah keluarga.
Jika Carolyn bilang begitu, kamu juga harus.
- Jack, aku tidak memberitahunya dengan sengaja.
Dia mendengarkan kita berdua.
Ini bukan salahku.
- Oh, aku tahu. Kamu tidak bersalah, ya kan?
- Apa maksudnya?
- Tidak ada.
Segalanya sudah terjadi, ya kan?
Segalanya sudah benar-benar terjadi.
[Holly Conlan's You Are Good-bye]
[Lagu piano melankolis]
♪ ♪
- ♪ I remember here ♪
♪ I remember you and me ♪
♪ I remember wild and wild and free ♪
♪ I remember stay ♪
♪ I remember, please, don't ever leave ♪
♪ I remember you made me believe ♪
♪ That tomorrow and today the sun would hold our hands ♪
♪ But the night came in to stay while you made other plans ♪
♪ You are the sun gone down ♪
- Emilia?
Kamu siap?
- ♪ You are the moon rushed round ♪
♪ You are good-bye ♪
- Emilia Woolf dan Jack dan William.
Aku mendaftar di internet.
- Hai, aku Janet.
Disinilah kita.
Dan siapakah nama malaikatmu?
- Isabel.
Isabel Greenleaf-Woolf.
27 Desember sampai 30 atau-
apa kamu mau hari dia dilahirkan atau-
- 12/27?
- Itu adalah nama anak tiriku.
- Aku suka nama itu.
Kita memanggilnya Billy.
Dia meniggal karena SIDS (sindrom kematian bayi mendadak).
- Aku turut berduka cita.
- Aku tahu Billy disini kapanpun aku memikirkannya.
Apakah kamu merasakan Isabel juga?
- Dia telah pergi.
Aku tahu perbedaannya antara disini dan pergi.
- Lilin dan tempatnya itu untuk dibawa ke kolam.
Kita akan memberitahu kapan menyalakannya.
Kita menyalakannya bersama.
Ada balon biru, pink, dan putih.
Ambil ini.
Kamu akan mengapungkannya ke kolam pada akhirnya.
Itu hanya akan mencair setelah satu menit atau lebih.
- Maaf perkataanku tadi.
- Tidak, tidak apa-apa. Sungguh.
- Emilia.
Aku bertemu ibu dan ayahmu.
- Ayahku disini? - Mm-hmm, disana dengan Will.
- Maaf kita terlambat.
Macet lalu tempat parkir.
Kamu tahu ayahmu.
Dia tidak pernah memarkir mobil di tempatnya.
- Kamu memberitahunya tentang jalan-jalan?
- Tidak, aku memberitahunya ketika dia menelponku minggu lalu.
- Dia mengundangku.
Aku tahu jika ibumu akan pergi.
Kupikir kita bisa pergi bersama-sama.
Apakah Ben dan Pia disini?
- Aku tidak mengundang mereka.
- Apa kamu akan memakai hati itu?
- Aku hanya punya tiga.
- Kamu bisa pakai punyaku.
Aku bisa ambil lagi dengan Nono.
- Terima kasih.
- Kamu baik-baik saja?
- Selamat datang, semuanya, pada acara jalan2 yg special ini
untuk mengenang dan berharap.
Jika ada yang kehilangan kelompoknya apapun alasannya,
kalian akan menemukan kita pada tujuan kita.
Kami mencoba untuk menikmati keheningan selama berjalan sampai akhir.
- Hey. Hey, Jack.
- Hai.
- Aku bangga padamu.
Aku tahu ini berat, tapi ini akan sangat berarti.
Aku janji.
- "Kematian tidak ada sama sekali.
"Aku hanya menyelinap pergi ke ruangan sebelah.
"Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu.
"Jangan ada perbedaan pada nadamu.
"Jangan menghirup udara yang dipaksakan dari pemakaman dan kesedihan.
Bermainlah, tertawalah..."
- Kemana mereka?
- Siapa?
- Ayahku dan-
disana.
- Emilia.
- [bersenandung dan tertawa]
- Apa yang kamu lakukan?
- Kami sedang berlatih langkah tarian kami untuk film.
Aku akan menjadi Lyle.
- Ingatkah bagaimana kamu dan aku biasa berdansa seperti Lyle
dan Signor Valenti ketika kamu masih kecil?
- Mereka akan segera memulainya. Aku pikir kita harus pergi.
- Benar, benar.
Aku pikir mungkin aku akan ikut film Lyle juga, huh?
Jika mereka membutuhkan peran tipe kakek tua.
- Kamu bukan tipe kakek.
Bukan kakeknya, juga.
- Oke.
Kupikir mereka sudah mulai, huh?
- Apa yang kamu lakukan disini?
- Kami hanya tidak ingin mengganggu,
kamu tahu, dengan omong kosong kami.
- Tidak, kenapa kau repot-repot datang ke sini sih?
- Kamu tahu kenapa aku kesini.
Aku datang untukmu, untuk Jack, untuk mendukungmu.
- Ibu kesini untuk mendukungku.
- Will, kamu mau berjalan denganku?
- Dia adalah cucuku.
Aku disini untuk Isabel.
- Jangan berani kamu bilang namanya.
- Emilia. - Will, ayo pergi.
Apakah kamu mau melakukan ini, atau kamu mau pulang?
- Aku tidak akan mengijinkanmu bicara padaku-
- Kamu tidak mengijinkanku? - Apa yang kamu lakukan?
- Tahukah kamu kenapa orang tuaku bercerai, Jack?
Aku tidak memberitahumu. Aku tidak memberitahu siapapun.
Kamu bahkan tidak tahu jika aku tahu.
- Emilia, tutup mulutmu.
- Ayahku telah menghabiskan $1,000 sebulan
pada penari telanjang Rusia.
Sheldon Greenleaf: hakim/pecandu sex.
- Ayo, Sheldon. Kita pergi.
Ayo, kita jalan.
- Kamu tidak perlu mengejarku pergi.
Aku akan pergi, jika itu maumu.
- Oke.
Makasih, Simon.
- Um, Aku toh tetap akan meletakkan hatiku di air, jadi...
- Akan kutelpon kamu nanti.
- Lebih dari tujuh tahun, dia mengelilingi dunia,
mengejar tornado yang mengamuk.
[mengetuk pintu]
- Hey.
Apa yang kamu lihat?
- Beberapa pemburu badai.
- Apa itu bagus?
Will, Aku benar-benar menyesal atas apa yang terjadi di taman hari ini.
Kurasa aku hilang kendali.
- Aku sedang menonton ini.
- Oke.
Tidur yang nyenyak.
Aku minta maaf, Jack.
- Aku tidak sanggup melakukan ini lagi.
- Semua hal ini hanya menakutkanku dengan hati-hati nya
dan lilin-lilin dan kehamilan ektopik dengan nama-nama.
- Itu bukanlah kartu "gratis bebas penjara" , Emilia.
- Aku tahu. Aku tahu.
- Kematian Isabel tidak boleh membuatmu untuk menyakiti orang lain .
- Aku tahu itu.
- Tidak, aku tidak berpikir kamu mengerti.
Aku akan menanyakanmu pertanyaan.
- Jack, tolong. - Aku ingin kamu menjawabnya.
Apakah kamu tahu kenapa kamu jatuh cinta padaku?
- Ketika pertama kali melihatmu,
itu...
terasa seperti aku mengenalmu.
- Yah.
Mengenalku.
Itu mungkin benar.
Ayahmu, Emilia.
Dialah yang kamu kenali.
- Kamu tidak sama seperti ayahku.
- Apa kamu bercanda? Aku itu sepertinya.
- Jack.
-Aku pengacara. Aku selingkuh.
Aku meninggalkan keluargaku seperti yang dia lakukan.
- Jack, Aku tidak mau meniduri ayahku, oke?
Aku jatuh cinta kepadamu.
Dan kamu jatuh cinta padaku juga.
Kita tidak bisa menahannya. - Dan membuat ini tidak apa-apa?
Bukanlah kita berdua yang membuat semuanya berantakan?
- Itu hal terakhir yang akan kulakukan.
Itulah yang dia lakukan. Ayahku mengkhianatiku.
- Tidak, dia tidak mengkhianatimu.
Dia mengkhianati ibumu.
- Itu hal yang sama. - Itu tidaklah sama.
Anak-anak bukanlah ibu mereka, Emilia.
William itu bukan Carolyn.
Kamu tidak boleh membencinya.
- Aku tidak benci William.
- Kamu harusnya melihat wajahmu saat kamu melihatnya.
Kamu dingin, Emilia.
Dingin.
Dia seorang anak.
Dia butuh untuk dilindungi.
Dan mungkin kita berdua mengacaukannya.
Mungkin aku melakukan lebih dari kamu.
- Yah, dengan membiarkannya dekat denganku, ya kan?
- Oh, ayolah.
- Katakan saja apa maksudmu, Jack.
Ini tentang Isabel. - Ini bukan tentang Isabel!
Bukan segala-galanya di dunia ini tentang Isabel.
Dia juga anak perempuanku.
Kehilangannya menghancurkan hatiku juga!
- Kehilangannya?
Kita tidak kehilangan dia, Jack.
Aku membunuhnya.
- Apa yang kamu bicarakan?
- Kamu ingat?
Kamu menyuruhku meletakkan dia di dalam buaian bayi?
Dan kubilang aku akan ketika aku selesai.
[bayi mencicit]
Dan kemudian kamu ketiduran, dan aku sangat lelah.
Tapi akhirnya dia mulai menyusu,
jadi dia baik-baik saja.
Aku ketiduran lagi.
[telepon berdering]
Lalu sesuatu membangunkanku.
Dan dia sudah pergi.
Isabel.
Isabel!
Jack, Jack, Jack, Jack!
Dia tidak- dia tidak bernafas!
Dia tidak bernafas! Dia tidak bernafas!
- Isabel.
- Apa yang harus kita lakukan? - Telepon 911.
- Apa yang kita lakukan?
Aku bilang kamu dan aku bilang polisi
kalau aku menemukannya di dalam buaian bayi, tapi...
Aku berbohong.
Dia ketiduran di lenganku.
Kepalanya di tanganku dan wajahnya menekan tubuhku.
Aku - Aku ketiduran.
[terisak]
- Tidak.
Kamu tidak mencekiknya.
- Aku mencekiknya, Jack.
Kamu tahu aku melakukannya.
Kamu tahu dia tidak berada di buaian, iya kan?
- Tidak, hasil autopsi mengatakan bahwa dia meninggal secara alami.
Dikatakan dia meninggal karena SIDS.
-Tidak, pemeriksaan medis mengatakan ia berhenti bernapas.
Dan alasan dia berhenti bernapas
bukan karena dia tidak bisa.
- Tidak, kamu-
kamu tidak melakukannya- dia tidak tertekan.
Hasil autopsi berkata khusus
bahwa dia tidak tertekan.
- Aku tidak menekannya, Jack.
Aku menahannya.
- [tersedu-sedu]
- Kamu pengacara, Jack.
Debatlah aku tentang itu.
- [diam-diam terisak]
- Bukan hanya kamu.
Aku juga tidak sanggup melakukan ini lagi.
- [tersedu-sedu]
- Aku bawa.
Apa kamu baik-baik saja?
[burung berkicau]
- Taxi!
- Kamu kelihatan seperti melihat hantu tadi.
- Itu hanya, kamu tidak pernah disini.
Hanya itu.
- Oh, aku sedang menunggu Will.
Kita merencanakan untuk berada dalam film bersama-sama di taman.
- Bagaimana kabarnya?
- Dia tidak muncul.
Kukira ibunya bilang tidak.
Jack bilang padaku kamu meninggalkan rumah.
Apakah kamu berencana kembali?
- Aku tidak berpikir aku sungguh baik untuk keluarga itu.
- Lihat, aku bukanlah suami yang sangat baik.
Tapi aku bukanlah orang yang jahat.
Aku tidak memikirkannya pada waktu itu.
Aku pikir, "Aku tidak cocok berada disini."
Jadi aku tidak berjuang ketika ibumu menyuruhku pergi.
Aku tidak berjuang untuknya.
Aku tidak berjuang untukmu.
Jangan membuat kesalahan sama seperti yang kubuat.
- Kesalahanku sudah terjadi, dan aku telah dihukum.
- Isabel tidak mati
karena kamu butuh dihukum.
- Lalu kenapa dia mati?
- Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu.
Dia berhenti hidup.
Hanya itu.
Apakah itu yang kamu inginkan?
Kamu ingin berhenti hidup?
- Aku ingin dia kembali.
- Itu bukan salah satu pilihanmu, sayang.
Aku menyesal.
Itu akan menjadi pilihanku juga.
- Aku menyesal atas apa yang kukatakan,
yang kukatakan tentangmu.
Aku tidak tahu kenapa.
- Tidak apa-apa, sayang.
Semuanya tidak apa-apa, hmm?
[telepon berdering]
- Halo?
Oh.
Ya?
Sore ini?
Oke.
Ya, aku tahu dimana kantornya.
Oke.
- Nona Greenleaf?
- Jack bilang padaku kamu pindah.
- Kamu bicara padanya?
- Ya, benar.
William sangat kecewa melihat kamu pergi dengan kopermu.
Kamu tidak pernah mengerti bahwa anak-anak punya mata, ya kan?
Aku telpon Jack untuk membicarakannya,
dan dia menceritakanku apa yang terjadi malam ketika Isabel meninggal.
- Oh. - Mm-hmm.
Dia bertanya apakah itu mungkin
bahwa kamu mungkin menahannya dengan payudaramu-
pendapat medis saya.
- Kamu bilang apa padanya?
- Aku bilang dia, ya, itu memungkinkan.
Ya, kamu bisa saja secara tidak sengaja membunuh Isabel.
Mungkin iya.
Setiap wanita yang begitu santai dengan keselamatan William
bisa saja dengan mudah ketiduran
dan menekan anaknya sendiri.
William sangat marah padaku.
Dia bilang aku seharusnya malu pada diri sendiri.
Dia sangat setia, William.
- Dia tahu?
- Ya, well, dia mendengarkan percakapan.
Maafkan aku.
Apartemenku cukup kecil.
- Apartemenmu besar.
Kamu pastilah berteriak.
- Dia bilang bahwa kamu mencintai Isabel
dan bahwa kamu tidak mungkin membunuhnya.
Dan aku katakan padanya aku tidak bilang kamu membunuh bayinya.
Aku bilang kalau kemungkinan kamu tidak sengaja menekannya .
- Carolyn, kenapa aku disini?
Aku sungguh ingin pergi.
- William memintaku untuk membantumu.
Dia bilang karena aku seorang dokter,
Aku bisa mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada Isabel.
- Aku tidak menyadari bahwa dia peduli ,
sejak dia bukanlah seseorang, kamu tahu,
berdasarkan hukum Yahudi.
- Dokter anakmu punya salinan dari hasil autopsi.
- Aku tahu.
- Well, Aku minta kantornya mengirimnya padaku kemarin,
dan aku meninjaunya
dengan teman sekelasku dari Stanford.
Dia seorang ahli patologi yang berspesialisasi di kasus neotanal.
Dia bersaksi dalam pengadilan pidana.
Dan dia menegaskan kesimpulan koroner.
- Saya tahu keputusan resmi: SIDS.
- Aku bertanya untuk kesimpulan yang lebih spesifik,
dan dia berkata sama sekali tidak ada bukti
menyarankan bahwa Isabel tertekan.
Penekanan selalu meninggalkan jejak:
sebuah frenulum bibir atas robek, tanda-tanda posisi asfiksia
titik-tititk darah di paru-paru,
dan pada kasus Isabel,
tidak ada bukti bahwa dia telah tertahan.
Jadi kamu tidak bisa menahannya.
Kamu tidak membunuh bayimu.
Dia meninggal karena SIDS.
Kamu hanya mengalami malapetaka memegang ketika dia meninggal.
- Temanmu ahli patologi?
- Seorang spesialis perinatal.
Ya, dia 100 % aman dalam kesimpulannya
bahwa Isabel meninggal karena SIDS.
Berdasarkan kenyataan, itu mustahil secara ilmiah
bahwa dia meninggal karena tertekan.
Apa kamu mendengarkan?
Dia juga bilang akan membicarakannya denganmu
jika kamu lebih baik mendengarnya secara langsung
atau jika kamu punya pertanyaan lain.
Aku perlu tahu bahwa kamu mengerti apa yang aku ucapkan,
jadi aku akan mengulangnya
sampai kamu bilang bahwa kamu mengerti.
Kamu tidak membunuh anakmu, Emilia.
Kamu tidak membunuh bayimu.
Bayimu meninggal karena terkadang bayi meninggal.
Mereka hanya menyelinap pergi tanpa alasan.
Ini bukan salah siapapun. Ini bukan salahmu.
Kamu tidak melakukan apapun yang salah.
- [menangis diam-diam]
- Apa kamu mengerti?
- [tersedu-sedu]
Aku mengerti.
- Bagus.
Aku akan meninggalkanmu sendiri untuk sebentar.
- Hai. - Hi.
- Aku baru- aku baru datang dari kantor Carolyn.
Dan dia bilang bahwa aku tidak mungkin membunuh Isabel.
Dia mempunyai ahli patologi yang melihat laporan medis.
- Duduklah.
- Aku sungguh berpikir kamu harus menelponnya
dan mendengar apa yang dia perlu katakan, karena aku tidak melakukannya.
- Aku tidak pernah berpikir kamu melakukannya.
- Tapi wajahmu,
wajahmu ketika aku mengatakannya
dan wajahmu malam saat dia meninggal-
- Bagaimana seharusnya wajahku, Emilia, ketika anak perempuanku meninggal,
ketika istriku berkata dia membunuhnya?
Setiap orang punya perasaannya sendiri.
- Aku sudah bicara dengan ayahku, dan aku meminta maaf padanya.
Dan kamu benar. Kamu benar.
Aku telah berusaha menjalani masalah dalam hubungan kita
yang benar-benar tentangnya dan keluargaku dan lainnya-
- Emilia, jangan.
Tidak ada yang menjadi masalah.
- Kita bukanlah suatu kesalahan.
Kamu adalah keluargaku, dan aku ingin bersamamu.
- William adalah keluargaku.
- Dan aku, William dan aku.
Aku sayang William.
- Em, tolong.
- Dia menyayangiku.
Dia membuat ibunya tahu.
Dia menyayangiku.
- Aku tahu.
Orang-orang yang menyayangimu yang paling menyusahkanmu.
Maafkan aku.
Aku tidak bisa.
Beginilah jalannya.
- Oke.
Tidak, tidak, Marilyn.
Aku tidak perlu bicara padanya.
Kamu bisa saja memberitahunya
kalau aku mampir ke apartemen
besok sorean, oke?
Dan aku akan meninggalkan kunci dan makan malam.
Dan membalas emailnya,
tidak, aku tidak mau satupun benda-benda bayi.
Dia bisa menjualnya.
eBay, terserah. Aku tidak tahu.
Yah, serius.
Terima kasih.
- ♪ I've been walking in the same way ♪
♪ As I did ♪
♪ Is there anything I can do for you, dear? ♪
♪ Is there anyone I could call? ♪
♪ No and thank you, please, madame ♪
♪ I ain't lost, just wandering ♪
♪ Round my hometown ♪
♪ Memories are fresh ♪
♪ Round my hometown ♪
♪ Ooh, the people I've met ♪
♪ Are the wonders of my world ♪
♪ Are the wonders of my world ♪
♪ I like it in the city ♪
♪ When two worlds collide ♪
♪ You get the people and the government ♪
♪ Everybody taking different sides ♪
♪ Shows that we ain't gonna stand shit ♪
♪ Shows that we are united ♪
[phone ringing]
♪ Round my hometown ♪
- Jack?
Hai.
Oh ya?
Uh, dimana kamu?
♪ ♪
♪ Are the wonders of this world ♪
♪ Are the wonders of my world ♪
♪ Of my world ♪
- Hey, Will.
Ada apa?
- Well, ibunya menikah hari ini.
Dan dia tidak mau pergi meninggalkan rumah tanpaku,
dan sekarang dia tidak mau masuk tanpamu.
- Biar kutebak.
Ketika aku pindah tiga minggu yang lalu,
apakah kamu berpikir ayahmu akan kembali dengan ibumu?
- Semacam itu.
Sejak kamu berhenti menikah,
mereka bisa juga berhenti bercerai.
- Tapi tidak bekerja sesuai jalannya, ya?
Dia menikahi orang lain.
- Ya.
- Itu sulit.
Tidak semuanya berjalan seperti harapanmu.
Apa yang bisa kamu lakukan?
Will, bantu aku sini, bro.
Kenapa kamu minta bertemu denganku?
Aku sudah berpikir aku akan menjadi
orang terakhir yang ingin kamu temui.
- Well, Sonia ada di New Jersey.
Tapi dia bukan keluargaku.
Dan aku membayangkan, kamu adalah saudara ibuku.
Dan itulah keluarga.
Benar?
- Aku akan selalu menjadi saudara ibumu.
- Lalu bagaimana bisa kamu tidak tinggal dengan kami lagi?
- Well, karena...
Aku tidak cocok dengan kalian, guys.
Seperti Lyle si Buaya.
Lyle tidak cocok di sebuah apartemen.
Dia cocok dengan buaya yang lainnya
di kebun binatang.
- Tidak ada buaya disini, hanya ada caiman (buaya kecil).
- Itu metafora, William.
Kamu tau metafora.
Yang aku coba katakan adalah, Aku semacam Lyle.
Kamu tahu, Aku tidak cocok berada denganmu dan ayahmu,
karena, kamu tahu, gigiku terlalu tajam
dan ekorku terlalu panjang.
- Tapi Lyle itu cocok juga dengan keluarganya.
Mereka menyayanginya, walaupun dia adalah buaya,
walaupun dia tidak selalu paling baik
atau begitu baik pada anak-anak.
- Lyle selalu baik terhadap anak-anak.
- Itu adalah metafora, Emilia.
- Makasih, Will.
Itu sesuatu yg bagus.
- [tertawa]
Jadi apa katamu, Will?
Kamu siap melakukannya?
- Ayo jangan kita kacaukan harinya, oke?
Tidak buruk.
MAksudku, kamu kelihatan menyedihkan, tapi tidak buruk.
Itulah tujuanku.
- Ayolah.
- Dia akan memberi kita waktu, ya kan?
- Pastinya.
- Oh, syukurlah.
Apa yang terjadi? Kenapa Emilia disini?
Tidak apa-apa. Ayo pergi.
Kita terlambat.
Kita sudah lewat waktu ke ruangan Hakim Jody sepuluh menit yang lalu.
Kita harus berlari.
- Terima kasih.
- Kapanpun.
- Apa yang kamu lakukan sekarang?
- Mencoba dipecat, mungkin.
Aku sudah lama bekerja di bantuan hukum Simon.
Ini hari keenam, dan aku telah absen dua kali.
- Maksudku-
Kupikir mungkin kita bisa makan malam
atau jalan-jalan atau lainnya.
- Apa kita dibolehkan?
- Ya.
Memang.
- Jadi aku bilang, "Benarkah?
karena sang Big Bang lebih tua daripada Bible dan..."
Ayolah. Aku sedang bercerita.
- Apa itu yang kamu bawa? Tidak ada.
Plus, aku berumur 100 tahun.
Tunggu.
- Ngomong-ngomong, aku bilang kalau Big Bang
lebih tua daripada Bible.
Lalu Michelle, Burton, dan Kimberly
bilang kalau aku akan pergi ke neraka.
Apakah neraka itu ada?
- Ada beberapa.
Ruang kelasmu itu salah satunya.
Ayo kita duduk sebentar.
Kakiku sakit sekali.
Sepatu ini.
- Ibuku bilang kamu selalu
sangat kelihatan nyaman memakai sepatu.
Dia bilang semua orang di New Rochelle begitu.
- Ini, ini untukmu.
Bukalah.
- Ini salah satu benda di ruangan Isabel.
- Nono memberikannya padaku ketika aku berumur sepuluh tahun.
Dan sekarang aku memberikannya untukmu.
- Itu lebih baik daripada yang baru.
- Ayo kita lihat apakah itu masih bekerja.
- Kebanyakan orang tidak tahu,
tapi nama asli perahu di kolam
adalah Air Conservatory.
- Hmm, menarik.
Ini hadiah ulang tahun.
- Tapi ulang tahunku baru bulan depan.
Masih 32 hari lagi.
- Ini hadiah ulang tahun untukmu,
tapi bukan untuk hari ulang tahunmu.
Ini untuk hari ulang tahun orang lain.
Pikirlah.
- Blair?
- Ya.
- Dia dilahirkan ketika aku ada di sekolah?
- Tujuh pon, tiga ons.
Ayahmu dan aku akan membawamu melihatnya malam ini.
- Blair Soule-Tolliver pertama.
Dan aku William Soule-Woolf pertama.
Kita sama-sama anak pertama,
dan kita punya nama tengah yang sama.
- Aku tahu. Kamu sudah bilang padaku enam ratus kali.
- Aku harus membuat foto keluarga yang baru dengan Blair di dalamnya.
Kamu tidak pernah lihat satupun yg kufoto.
- Tidak, aku pernah.
Itu benar-benar indah.
- Aku membuat Isabel jadi malaikat.
Walaupun aku tidak benar-benar percaya pada malaikat,
Aku pikir itu akan membuatmu merasa lebih baik.
- Memang.
Terima kasih.
- Apa yang kamu pikir terjadi pada Isabel ketika dia meninggal?
- Aku tidak tahu.
Kukira kupikir dia hanya berhenti hidup.
Kupikir apapun yang membuatnya berbeda dari orang lain
menghilang saat dia pergi.
- Tidak.
Kita mempelajari agama di sekolah,
dan orang Buddha percaya pada reinkarnasi.
Yang berarti ketika seseorang meninggal, mereka kembali sebagai orang lain.
Dan kamu mungkin melihat orang yang meninggal itu suatu hari
dan dirimu sendiri berpikir,
"Hey, aku sangat suka orang itu."
Tapi kamu tidak tahu mengapa.
- Aku benar-benar tidak percaya hal itu.
- Aku percaya.
Aku akan jadi orang Buddha.
Dan mungkin aku akan hidup dalam waktu yang lama.
Jadi aku mungkin akan bertemu dengannya.
Jadi aku akan selalu menjaga mataku terbuka.
Ketika aku menemukannya, kamu ingin aku memberitahumu?
- Aku benar-benar ingin.
Kamu akan melakukannya.
- Aku suka perahuku, Emilia.
Terima kasih hadiah ulang tahun nya.
- Selamat ulang tahunnya Blair, William.
Aku menyayangimu.
- Aku tahu.
Aku juga.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.