All language subtitles for (KUNING) Soldier(1998) Hindi 1CD DVDRip X264 MP3BY.juleyano

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Mayor Vijay Malhotra ingin melapor.

Silakan duduk. - Terima kasih.

Ada apa, Vijay? - Tuan....

...kemalangan teruk bulan lalu yang membawa senjata ke sempadan.

Dan terbakarnya jip itu. Hasil penyelidikan mereka...

...sudah kusiapkan laporannya.

Lalu? - Itu sudah dirancang.

Tujuannya untuk mencuri senjata.

Artinya orang kita ada yang terlibat. Harus serahkan kes ini ke intelijen.

Tuan, aku punya permintaan. Truck yang berangkat besok...

...biar aku yang memimpin pengawalan sampai sempadan.

Jika terjadi lagi, senjata takkan dirampas lagi.

Baiklah.

Ayah, kenapa pesawat ini tidak terbang?

Apa yang kau katakan, nak? Mana ada mainan yang terbang?

Belikan aku pesawat terbang.

Dewasalah terlebih dulu. Lalu kau akan tahu...

...kau akan punya banyak pesawat daripada orang yang punya kenderaan.

Untuk saat ini, mainkan saja mainan ini.

Jika kau mengajarinya pelajaran, di pikirannya bukannya ini...

...dia akan belajar menulis namanya.

Dia akan belajar. Alfabet bukan berasal dari India.

Tapi usianya berkembang pesat.

Dia sudah besar. Kau tak memberi dia buku, atau menyekolahkannya.

Apa kau tak merasa khawatir?

Belilah kerbau dengan uang yang kau habiskan untuk buku.

Anak itu akan meminum susu dan jadi kuat seperti kami!

Dia akan jadi sepintar kakak. Kau takkan mempercayainya.

Ada apa?/ DK menyuruh agar mengadakan rapat darurat.

Rapat apa?/ Seperti biasa tapi ia memanggil semua orang.

Itu tak masalah, tapi bagaimana dengan uang senjata yang kita berikan dulu?

Ia memberi tas penuh ini!

Berapa jumlahnya? / Aku tak bisa menghitungnya.

Kalau mau akan kutimbang. Mungkin tas ini 7 atau 8 kg.

Tidak perlu. Kau tunggu saja, aku ganti baju dulu.

Apa kau melakukan tugas Pemerintah yang telah memberimu seragam ini?

Tentu saja! Itulah yang kulakukan!

Itu dulu, tapi sekarang sudah tidak lagi!

Dulu cuma 3000 rupee di setiap bulannya.

Sekarang menjadi jutaan di setiap tanggalnya!

Aku tanya, kenapa? Apa kekurangan kita?

Dasar wanita bodoh! Aku ingin hidup, ingin kaya!

Dengan menjual negaramu?

Kau ingin aku menghabiskan hidupku membawa senjata?

Dan mati di tangan musuh suatu hari nanti?

Apa kau mau menjadi janda?

Janda itu lebih baik dari wanita...

...yang suaminya syahid demi bangsanya.

Aku sanggup melihatmu mati oleh peluru.

Tapi aku tak sanggup dengan aib karena pengkhianatanmu!

Shanti!

Kubilang terakhir kalinya... Tak perlu setia padaku.

Tapi jika kau tak setia pada negaramu, aku takkan memaafkanmu!

Ibu! / Jangan mengajariku!

Aku bisa meninggalkan istriku demi uang!

Subhedar Pratap Singh sudah datang.

Ada apa? DK selalu melakukan pertemuan setelah pengiriman.

Kenapa pertemuan ini malah sebelumnya?

Aku menyuruh mengadakan rapat ini...

...karena truk senjata yang akan kau bawa ke sempadan besok...

...kau takkan bisa menjarahnya dengan mudah.

Kenapa?/ Karena ada orang lain yang akan bertanggung jawab.

Mayor Vijay Malhotra.

Dari mana kau tahu?

Dari rekan kita yang keempat, Jaswant Dalal, sopirnya Mayor.

Ia orang yang sangat tegas.

Jika bersamanya, jangankan truk bahkan kita tak bisa mencuri paku!

Kemungkinan takkan pernah bisa menjarah lagi.

Truk itu membawa senjata terbaru senilai 10 crore jika di jual.

Kita 4 rekan masing-masing bisa mendapat 2,5 crore.

Bagaimana pun, kita akan dapatkan semua senjata itu.

Semoga berhasil, Tuan-tuan.

Prajurit yang memainkan senjata dan meriam...

...takkan takut dengan pistolnya Polisi. Tuan...

...Trilok.

Aku datang diam-diam tapi kau sudah mengetahuinya.

Kita sebagai prajurit punya 4 mata bukannya 2.

Kau... / Halo.

Perjalanan mendadak?

Aku datang dari Delhi untuk memberimu kabar baik.

Kabar baik apa? / Jangan sekarang.

Pertama kita sarapan dulu, lalu nanti kabar baiknya.

Kabar baiknya adalah aku sudah dipromosikan.

Aku harus bertugas di Bombay selama seminggu.

Wow, selamat. / Terima kasih.

Semoga berhasil. / Terima kasih.

Dan untuk merayakannya kita akan ke Simla dengan penerbangan malam.

Ini tiketnya.

Tn. Vijay Malhotra, Ny. Geeta Malhotra Tn. Raju Malhotra, dan Tn. Dinesh Kapoor.

Dengar, kami tak bisa pergi.

Aku berjanji pada Raju kita akan ke bukit jika ia sudah bisa berdiri.

Truk senjata akan menuju ke sempadan.

Aku yang bertanggung jawab. / Serahkan pada orang lain.

Jika tugas sudah diberikan aku harus melaksanakannya.

Bahkan aku yang meminta tugas ini.

Kau sudah merusak rencanaku.

Ya sudahlah. Hari ini aku akan ke Bombay sendiri saja.

Jaswant Dalal ingin melapor, Pak.

Jeep-nya sudah siap, Pak. / Tunggu sebentar.

Hentikan jip ini.

Mundurlah.

Pak!

Kenapa kau hentikan truk ini?

Ada kebocoran oli. Jadi rodanya macet.

Aku akan coba menghubungi kantor pusat.

Halo? Halo?

Ada apa dengan kabelnya?

Sebagian prajurit akan di sini denganmu untuk keamanan.

Sisanya akan ikut denganku.

Akan kucari bantuan dari kantor Polisi terdekat.

Ada keraguan? / Tidak, Pak.

Masukkan ke mobil.

Brengsek!

Senjata ini bukan dibeli dari emas kekayaannya Raja!

Tapi dari keringat dan darahnya 90 crore orang India!

Kalian bersumpah untuk melindungi negara ini tapi malah merampok!

Itu memalukan seragam ini yang dikenakan di tubuhmu!

Kau cuma akan dapatkan medali dengan menangkap kami.

Jadilah rekan kami. Akan kami beri setengahnya!

Kau ingin membeliku? Brengsek!

Siapa yang tak bisa dibeli? Semua bisa dijual. Ada harganya.

Sebagai tentara kita bisa apa jika jujur?

Cukup!

Bangsa kita aman karena kejujuran kita!

Atau bangsa ini akan kehilangan identitasnya!

Orang tidur bukan karena matahari terbenam.

Itu karena kita menjaga sempadan agar negara tidur dalam damai!

Jika kita jual kejujuran kita...

...warna lain akan terbang dari tiga warna bendera kita!

Kalian ditangkap!

-=20 Tahun Kemudian=-

Pak, ada faks dari Interpol, Australia.

Kirimkan pesan pada ACP Dinesh Kapoor.

Untuk rapat darurat.

Selamat pagi, Pak. / Pagi. Silakan duduk.

Jaswant Dalal ingin melapor, Pak.

Ini Jaswant Dalal. Kami dapat pesan dari Australia.

Dia melakukan transaksi penyelundupan senjata ilegal.

Dia datang ke Bombay dengan naik kapal kargo hari ini.

Jika menangkapnya, kita bisa tahu penyelundupan senjata ilegal ini.

Aku mengadakan rapat rahasia ini, jadi orang luar tak ada yang tahu.

Sebaliknya orang yang dekat dengannya, akan menderita oleh penangkapannya...

...pasti akan membunuhnya.

Pak Kapoor...

...kau yang akan bertanggung jawab untuk penangkapan Jaswant ini.

Dan aku ingin dia hidup dalam keadaan apapun!

Keadaan hidup! / Baik, Pak.

Halo?

Sudah terima faks-nya? / Ya.

Polisi inginkan dia hidup-hidup.

Kau tahu harus bagaimana.

Jangan sampai dia tertangkap Polisi dalam keadaan hidup.

Aku tak bisa membantumu dalam hal ini./ Baiklah.

Semua sudah siap? / Ya, Pak.

Dia takkan bisa kabur. Lebih banyak Polisi daripada para pekerja di sini.

Pak...

...Jaswant sudah datang. Haruskah kita mulai bergerak?

Ya.

Siapa kau? Apa maumu?

Untuk menyelamatkanmu. / Siapa yang harus kutakuti?

Yang ditakuti oleh semua kriminal.

Yang di luar itu Polisi bukannya pekerja.

Polisi?

Polisi bisa dikenali dengan sepatunya bukan pakaiannya.

Jika kau mau keluar dari sini...

...lakukanlah yang kubilang. / Baiklah.

Pak, Jaswant tak terlihat.

Tak ada orang di sini.

Halo?

Jaswant ada di peti kemas yang sedang diangkat!

Ada pria lain yang bersamanya!

Haruskah kita kepung peti kemasnya?

Halo? Halo? / Ya.

Kepung peti kemas yang sedang diangkat!

Hentikan peti kemas itu! / Hentikan peti kemas itu!

Turunkan peti kemas itu.

Jangan ada yang menembak. Kita inginkan dia hidup-hidup.

Bagus.

Dari tadi aku ikuti ucapanmu.

Sekarang kau yang akan ikuti ucapanku.

Hentikan mobil ini.

Cepat.

Keluarlah. Ayo.

Angkat tanganmu.

Minggir.

Bagus.

Kau orang yang berguna tapi prinsipku adalah...

...pekerjaan selesai, habisi orang itu.

Dan prinsipku adalah habisi orang itu, pekerjaan selesai.

Aku mau si pembunuh itu bukan permintaan maafmu!

Jaga semua pintu keluar.

Dan ingat, jangan sampai ia meninggalkan kota ini!

Ini tiketku, Pak.

Kau orang India? / Kau mengenalku?

Tidak. / Tidak?

Kalau ini? / Tidak.

Tidak, aku tak mengenalmu.

Kenapa kau menangis? / Ini kisah sedih.

Dulu pernah ada pameran Kumbh.

Di Australia? / Bukan, di India.

Aku punya saudara kembar yang bernama Sohan. Dan aku Mohan.

Dia di kiri dan aku di kanan dan di tengah-tengah.../ Ibumu?

Ayahku. Kami sangat bahagia tapi tiba-tiba...

...dia lari. / Siapa, Ayahmu?

Bukan, pencuri. Aku teriak, "Ayah! Dia melarikan tasnya!"

Dia lari mengejarnya. / Siapa, Ayahmu?

Adikku yang di belakang si pencuri itu.

Mereka lari dan aku teriak kemudian ia terjatuh!

Pencurinya? / Ayahku!

Dia mabuk lalu Polisi menangkapnya.

Si pencuri itu? / Ayahku!

Dan mulai memukulinya. / Tapi kenapa?

Mereka pikir dialah pencurinya. Sementara itu dia kabur!

Si pencuri itu? / Adikku!

Sejak saat itu aku mencarinya.

Si pencuri itu? / Bukan! Adikku!

Tapi jika ia hilang di India kenapa kau mencarinya di sini?

Itu hal berbeda. Dia kabur.

Ia punya dua hobi, melihat kanguru dan mencopet.

Katakan...

...adakah tempat yang lebih baik selain trem untuk mencopet?

Itu sebabnya kulakukan pekerjaan ini.

Suatu hari dia akan ke sini untuk mencopet dan aku akan melihatnya.

Itu dia!/ Adikmu? / Bukan, stasiunmu!

Jika kau melihat si bodoh yang kucari itu...

...berikan kartu namaku. / Siapa? Si pencuri itu?

Pada adikku, Sohan!

Membuat kepalaku pusing!

Apa, aku? / Bukan! Tapi dia.

Mere Khwabon Mein Jo Aaye

Meri Neendon Ko Churayee

Mere Khwabon Mein Jo Aaye Meri Neendon Ko Churayee

Mera Dil Dhadkayee Mere Hosh Udaayee

Ooo...Saajan, O Saajan

Aayega Aayega Aayega

Saajan

Laihraayee Jhoom Ke

Masti Kya Cha Gayee

Dekha Jab Aaina

Main To Sharmagayee

Badla Ye Roop Mera Aise

Badli Mein Dhoop Khile Jaise

Pehli Bahar Ka Nasha Hai

Aankhoon Mein Pyaar Ka Nasha Hai

Mujhe Aise Tadpayee

Oh Mujhe Vaise Behkayee

Mujhe Aise Tadpayee Mujhe Vaise Behkayee

Mera Dil Dhadkayee Mere Hosh Udayee

Ooo...Saajan, O Saajan

Aayega Aayega Aayega

Saajan...

Hoton Ko Choom Le

Baahon Ko Thaam Le

Aayega Ek Din

Woh Mere Saamne

Mera Mehboob, Mera Yaara

Hoga Woh Chaand Se Bhi Pyaara

Keh Doongi Saath Le Ke Jayee

Doli Baarat Le Ke Aaye

Mujhe Seeney Se Lagayee

Oh Mujhe Saanson Mein Basayee

Mujhe Seeney Se Lagayee Mujhe Saanson Mein Basayee

Mera Dil Dhadkayee Mere Hosh Udayee

Ooo...Saajan, O Saajan

Aayega Aayega Aayega

Saajan, Oh Saajan...

Sheetal, siapa yang akan jadi Nn. Valentine di klub hari ini?

Aku.

Kenapa kau tertawa?

Astaga. Kecelakaan.

Oh, sial. / Lampu mobilku.

Ini mobil baruku!

Ya Tuhan.

Kau merusak mobilku!

Kenapa berkendaraan di luar negeri jika kau tak bisa mengemudi!

Kenapa tak mengemudi gerobak saja di negerimu sendiri?

Saat ini India mengendarai pesawat, roket jet dan pesawat ulang-alik!

Kau ngerem lalu mobilmu berhenti. Aku ngerem tapi mobilku tidak.

Ini cuma hal kecil. / Hal kecil?

Mungkin ini besar. Tapi tak besar jika Vicky mau mengganti rugi!

Berapa ganti ruginya? 50, 100, 300?

Kau akan ingat telah bertemu orang India yang kaya!

Ini! / Terima kasih.

Dasar brengsek! Beraninya kau menyentuhku!

Dandananmu seperti gadis modern tapi bicaramu seperti wanita tua!

Pak Polisi! Pak Polisi! / Permisi, Nona.

Ini Australia bukannya India, kau jangan teriak di tengah jalan.

Bicarakanlah cinta di taman. Menyanyi, menari, semaumu.

Kami tak membicarakan cinta. Dia telah menabrak mobilku.

Lihat. Tangkaplah dia!

Kalian harus ikut aku ke kantor Polisi.

Preeti... kenapa kau buang-buang waktu?

Pak Polisi... kami tarik kembali tuntutannya.

Gadis yang cerdas.

Ini hal kecil. Kau kehilangan sesuatu untuk dapatkan sesuatu.

Cobalah pahami masalahnya. Mengerti?

Kita akan bertemu lagi.

Kapan dan di mana? / Diam!

Kau? / Ya aku.

Kau punya saudara kembar? / Ya.

Yang hilang di pameran? / Ya.

Aku melihatnya./ Di mana? / Dia konduktor trem.

Konduktor trem itu aku, Mohan.

Kau membicarakan Sohan. Kupikir...

Kupikir... dia sudah berhenti mencopet.

Lalu dia akan mencuri mobil dan merusak lampu sinyal untuk kabur.

Kemudian aku akan menangkapnya.

Itu sebabnya aku menjadi Polisi lalu lintas.

Ya Tuhan... kenapa Kau membuat pameran?

Hari bagi para pecinta.

Kalian tahu, kita di klub India memilih Nn. dan Tn. Valentine.

Dan untuk tahun ini Nn. Valentine-nya adalah...

...Nn. Preeti! / Hore!!

Selamat. / Terima kasih.

Preeti, silakan maju.

Selamat datang dan selamat. / Terima kasih.

Teman-teman, jika ada yang bisa menjawab 3 pertanyaan Preeti...

...maka ia akan dipilih menjadi Tn. Valentine!

Ia akan dapat kesempatan untuk menari...

...dan mencium tangannya Nn. Valentine!

Dia punya satu syarat kecil.

Jika kalian tak bisa jawab pertanyaannya...

...kalian akan mencium sepatunya bukan tangannya!

Kenapa? Kalian tak bisa jawab pertanyaannya?

Aku yang akan menjawabnya.

Vicky. / Berikan tepuk tangan!

Pikirkan lagi. Jika salah kau harus mencium sepatunya.

Jangan khawatir. Orang yang bisa mencium dari kepala sampai kaki...

...kepala dan kakinya itu sama saja.

Ajukan pertanyaannya.

Pertanyaan pertama. Apa buah favoritnya?

Buah yang manis adalah sumber kerja.

Tapi Nn. Valentine bukanlah pekerja keras.

Jadi buah favoritnya tak mungkin mangga, lemon ataupun jeruk.

Karena kau harus mengupas untuk memakannya.

Buah favoritnya itu yang bisa dikulum dan ditelan.

Yaitu anggur. / Benar sekali!

Terima kasih.

Pertanyaan berikutnya. / Apa olahraga favoritnya?

Pria menyukai permainan menurut sifatnya.

Tapi sifatnya... Berkelahi dan berkelahi!

Jadi dia pasti suka WWF.

Benar. Jawabannya benar sekali!

Terima kasih.

Bilang agar dia menjawab langsung. Kenapa dia malah berputar-putar?

Memang kenapa? Dia jawab dengan benar!

Pertanyaan selanjutnya.

Sekarang pertanyaan terakhir.

Dari 7 keajaiban di dunia yang manakah favoritnya?

Aku harus jawab ini dengan berputar-putar.

Ya, lakukan saja!

Keajaiban yang dia sukai ini bertolak belakang dengan sifatnya.

Dia membenci kata cinta.

Tapi menyukai keajaiban yang merupakan simbol cinta.

Taj Mahal. / Jawabannya benar!

Tahun ini Tn. Valentine-nya adalah...Tn. Vicky!

Terima kasih.

Dia menanyakan tiga pertanyaan yang biasa.

Jika dia mau bertanya lagi hari ini, maka itu pasti hati dan cintanya.

Bahkan aku bisa menjawabnya.

Apa yang ada di hatinya. / Sepatuku.

Di dalam hatimu adalah orang India.

Dan hatinya orang India bukanlah sepatunya.

Bisa menyukai seluruh dunia.

Tapi tetaplah orang India.

Kalian bisa berpartisipasi di Valentine Day hari ini.

Ayo, Preeti! Ayo, Vicky!

Tera Rang Balle Balle Teri Chaal Balle Balle

Tera Roop Balle Balle Tere Gaal Balle Balle

Dekha Tujhe To Mujhe Pyar Ho Gaya

Tere Khayaalon Mein Yeh Dil Kho Gaya

O Naiyon Naiyon... Mainu Dil Tera Naiyon Chaahida

Naiyon Chaahida...

Ik Tu Hi Mere Naal Naiyon Naiyon Janchda

Dhol Jaani Dhol Jaani Mere Paas Aa Teri Meherbani

Jhoot Bol Na Jhoot Bol Na Neeyat Mein Hai Teri Beimaani

O Kurti Teri Chhentdi Dupatta Tera Leheriya

O Kurti Teri Chhentdi Dupatta Tera Leheriya

Hindustani Rani Banja Raja Ki Tu Goriya

Maein Kudi Punjab Di Mera Resham Da Rumaal Ve

Maein Kudi Punjab Di Mera Resham Da Rumaal Ve

Zindagi Bhar Bhoolega Na Kar Doongi Vo Haal Ve

O Naiyon Naiyon... Tere Bin Dil Naiyon Lagda

Naiyon Lagda...

Tujhe Dekhte Hi Haye Dil Mera Nachda

Na Dekh Challe Challe Dil Phenk Challe Challe

Mujhe Chhod Challe Challe Na Chhedh Challe Challe

Paagal Deewana Dildaar Ho Gaya

Isko Sambhaalo Ye Bekaar Ho Gaya

Mera Yaar Balle Balle Dildaar Balle Balle

Inkaar Balle Balle Iqraar Balle Balle

Dekha Tujhe To Mujhe Pyar Ho Gaya

Tere Khayaalon Mein Ye Dil Kho Gaya

O Naiyon Naiyon... Mainu Dil Tera Naiyon Chaahida

O Naiyon Naiyon... Tere Bin Dil Naiyon Lagda

Naiyon Lagda...

Tujhe Dekhte Hi Haye Dil Mera Nachda

O Naiyon Naiyon... Mainu Dil Tera Naiyon Chaahida

Tujhe Dekhte Hi Haye Dil Mera Nachda

O Naiyon Naiyon... Mainu Dil Tera Naiyon Chaahida

Lihat saja, Sheetal. Aku takkan melepaskannya!

Jangan pernah melepaskannya! Dia sangat tampan dan cerdas.

Diam! Cuma karena dia bisa menjawab pertanyaanku...

...lalu kau pikir si bodoh itu cerdas!

Dia hebat. Bahkan dia menjawab apa yang tak kukatakan.

Kau katakan semua padanya? / Ya!

Aku takkan melepaskanmu!

Semoga berhasil.

Restoran Little India Meja Nomor 7

Pelayan. / Ya, Tuan.

Yang mana meja nomor 7? / Yang itu.

Tapi jangan duduk di sana.

Ini minuman kesukaanmu. / Terima kasih.

Maaf, Tuan./ Kau?/ Ya.

Kau punya saudara kembar? / Ya.

Ia sedang mencarimu. / Di mana dia?

Ia menjadi Polisi lalu lintas.

Itu aku. / Kau ini Polisi?

Sudah kucoba pekerjaan itu juga, tapi tak bisa menemukan Sohan.

Jadi aku menjadi pelayan. Ia menyukai satu hal...

...yaitu melihat tarian. Dan tarian Inggris yang ditampilkan di sini.

Jadi aku bekerja di sini. Kurasa suatu hari ia akan datang ke sini.

Tidak! Tidak! Jangan duduk di meja ini.

Wow, Vicky!

Duduklah di meja lain.

Astaga. Dia ke sini!

Kau beritahu kalau kita datang ke sini?

Sumpah, kali ini aku tak memberitahunya.

Kau tak boleh duduk di sini karena ini mejanya Jojo.

Siapa dia? / Anak mafia di daerah ini.

Ia selalu tersenyum.

Senyumnya seperti ini. / Itu baik untuk kesehatan.

Aku tahu, tapi saat ia berhenti tertawa orang lain akan menderita.

Saat ada yang menduduk mejanya, ia akan berhenti tertawa.

Lalu apa yang terjadi?

Ini. Kesalahan mereka cuma menduduki meja ini.

Geigy melihatnya lalu memukuli mereka.

Aku punya ide.

Sheetal, aku yakin dia pasti akan dipukuli.

Semoga tak terjadi apapun.

Jika sampai dia dipukuli? / Taruhan 100 dolar!

Setuju! Ya!

Aku tak mau foto pria baik sepertimu akan ada di sini.

Bangunlah, kawan! Atau dia akan memukulimu.

Hai, Vicky.

Hebat sekali! Apa matahari terbit dari barat?

Boleh aku bergabung. / Tentu, duduklah./ Tidak!

Jangan bergabung di meja ini atau sendimu akan patah.

Silakan bergabung di meja lain.

Ada apa? Kau tak bisa bicara yang sopan pada pelanggan?

Kau tak tahu meja ini, Pak?

Memang kenapa? / Itu mejanya Jojo.

Kenapa kau berdiri saja? Ini waktunya Jojo. Siapkan pesanannya.

Siapa Jojo? / Apa?!

Aku manajer hotel ini. Silakan pindah dari meja ini.

Meja ini sudah dipesan. / Harusnya kau taruh tulisannya.

Kau tak tahu. Jojo itu sangat berbahaya!

Bagaimana menurutmu? Vicky ini lebih berbahaya!

Benar 'kan, Vicky? / Ya, bahkan lebih berbahaya!

Sekarang aku tak mau pindah dari sini.

Entah itu Jojo ataupun Bow Wow!

Silakan duduk.

Aku permisi dulu.

Kurasa dia tak suka wajahmu.

Aku sudah menjebaknya agar dia bisa masuk ke rumah sakit!

Menelan tutup botol? Apa kau sangat lapar?

Habislah aku!

Lepaskan aku!

Turunkan aku! Tolong! Lepaskan aku!

Aku sedang ke toilet dan kau tunjukkan sifat aslimu!

Kutahu dia ingin aku mengalami kesulitan.

Tapi itu tak berarti kau bisa membawanya seolah dia milikmu!

Kerusakan yang mereka derita karenamu...

..kau harus ganti rugi.

Sekarang jika kau tertawa orang akan menertawakanmu.

Aku dapat uang ganti rugi.

Tapi sebagai balasannya, Ayahnya Jojo akan menghabisimu.

Itulah yang kumau.

Ayo kita temui dia.

Hei.

Apa itu menyakitkan?

Ini 50 dolar untuk biaya berobat.

Ini adalah hari Inflasi. Tak masalah. Ambillah 500.

Konsultasikanlah dengan Dokter.

Aku menyelamatkanmu dari gangster seperti Jojo, kupertaruhkan hidupku!

Aku berkelahi dengan anak buahnya, dengan menumpahkan banyak darah...

...dan kau malah menghinaku bukannya berterima kasih!

Bersikap seperti pecundang dan bicara seperti prajurit!

Memang benar./ Berkacalah! Prajurit apanya? Ayo.

Jangan lupa untuk bersihkan saus itu.

Rasanya asam sekali.

Halo? / Halo.

Siapa ini?/ Orang yang tahu semua isi hatimu.

Beraninya kau meneleponku!

Dengan susah payah aku memberanikan jariku.

Agar jari ini bisa menghubungi nomormu.

Jangan diputuskan sebelum aku bicara.

Ada apa? / Aku mau pergi ke India.

Aku ingin menemuimu untuk terakhir kalinya.

Kau akan pergi selamanya? / Ya.

Jadi kau ingin menemuiku untuk terakhir kalinya?

Ya. / Baik. Kemarilah.

Aku datang.

Ada masalah apa ini? / Ini waktunya terbatas.

Baiklah.

Kenapa kau ingin menemuiku? / Kartu undangan.

Kartu undangan?

Aku mau menikah. / Siapa gadis malangnya?

Ini fotonya.

Kau akan menikahinya?

Aku tak ingin menikahinya. Dialah yang ingin menikahiku.

Tapi kenapa kau setuju untuk menikahinya?

Mau bagaimana lagi? Aku tak berdaya.

Apa masalahnya? / Panjang ceritanya.

Bisa kita duduk sambil kuceritakan?

Baiklah.

Ayahku dan Ayahnya adalah teman.

Kakeknya dan kakekku juga berteman.

Dan kakeknya membuat kakekku berjanji sebelum meninggal...

...agar menikahkan kami untuk teruskan persahabatan mereka selama 4 generasi.

Katakan, aku bisa apa?

Aku tak bisa mengabaikan Ayahku, pernikahan ini tak bisa ditunda!

Pernikahan ini adalah ikatan!

Aku mengerti. Ini masalah keluarga.

Apa yang bisa kulakukan?

Berikan aku hadiah. / Hadiah apa?

Berikanlah aku satu senyuman malam yang manis.

Yang akan sebarkan cahaya di kegelapan hidupku.

Maukah kau menemuiku?

Baiklah.

Pria yang mabuk tak pernah berbohong.

Benar. Dia tak bisa berbohong.

Mobilmu menabrak lampu sinyal mobilku?

Mobilmu tidak rusak. Aku menabraknya dengan sengaja.

Menabrak dengan sengaja?

Harus bagaimana lagi? Aku ingin berteman denganmu.

Agar bisa kenalan denganmu.

Aku harus punya alasan untuk itu.

Makanya kutabrak saja. Dan lampu belakangku hancur.

Tapi metode persahabatan ini salah. / Itu benar.

Dan metode memberikan uang?

Tentu saja itu salah!

Kau tak berpengalaman, ya?

Ya sudahlah.

Kuberitahu sesuatu. / Katakanlah.

Aku taruhan saat kau berkelahi dengan Jojo di restoran itu.

Itu buruk sekali.

Kau tak berpengalaman, ya? / Ya sudahlah.

Apa aku sudah minta maaf karena sering mengganggumu?

Apa aku sudah minta maaf? / Belum.

Mari kita saling memaafkan.

Maaf...

Tunggu dulu. Di negerimu bukan begitu cara minta maaf.

Bagaimana lagi?

Seperti itu.

Mereka sedang apa?

Saling meminta maaf.

Baguslah kau memberitahuku. Kupikir bukan begitu.

Mari kita saling meminta maaf.

Siap? 1.../ 2.../ 3...

Tunggu dulu.

Saat dua orang saling meminta maaf...

...kenapa hidung mereka tak beradu?

Untuk apa permasalahkan hidung?!

Kau tak tahu? Ya sudahlah.

Kita tanyakan pada orang.

Tuan!

Tuan, beritahu kami.

Saat gadis dan lelaki saling meminta maaf...

...kenapa hidung mereka tak beradu?

Katakanlah.

Maaf, aku baru di kota ini.

Tak masalah. Kita tanyakan pada orang yang pintar.

Kalian mau ke mana?

Kami tak ke mana-mana. Cum ingin bertanya satu hal.

Tanyakanlah semaumu. / Saat lelaki dan gadis...

...saling meminta maaf, kenapa hidung mereka tak beradu?

Kau sedang memikirkan apa?

Kami tak punya banyak waktu.

Aku tak memikirkan itu. Sejak 20 tahun pernikahanku...

...aku tak pernah meminta maaf pada istriku.

Bagaimana aku tahu kenapa hidung tak beradu?

Kalian saling meminta maaflah agar mengetahuinya.

Kalian akan tahu kenapa hidung tak beradu.

Aku akan pulang dan meminta maaf pada istriku agar tahu di mana hidung beradu!

Dan mobilku akan ke sana! Terima kasih.

Pintar sekali.

Kita harus saling meminta maaf agar tahu.

Tunggu! Bagaimana kau bisa meminta maaf padaku?

Kenapa?/ Karena maaf cuma dikatakan pada...

...orang yang akan kau nikahi. / Itulah yang akan kulakukan.

Lihatlah undangannya kalau kau tak percaya.

Aku mencintaimu, Preeti.

Ke mana dia?

Orang yang memiliki mata hanya untukmu...

...mana mungkin akan menikahi orang lain?

Tapi jika kau tak menerima cintaku, robeklah undangan ini dan pergilah.

Aku akan pergi darimu selamanya.

Jika tidak, tutuplah matamu dan katakan dalam hatimu...

...aku mencintaimu. Maka aku akan muncul lagi.

Kekasih.

Kekasih...bukan, Prajurit.

Dan jika tidak, tutuplah matamu dan katakan dalam hatimu...

...aku mencintaimu. Maka aku akan muncul lagi.

Aku mencintaimu.

Oh Yoon Milake Nazar Karke Jaadugari

Deke Dard-e-Jigar Aage Peechhe Dol Kar

Soldier Soldier Meethi Baatein Bol Kar

Dil Tu Chura Le Gaya

Soldier Soldier Meethi Baatein Bol Kar

Dil Tu Chura Le Gaya

Soldier Soldier Meethi Baatein Bol Kar

Dil Tu Chura Le Gaya

Oh Yoon Milaake Nazar Karke Jaadugari

Deke Dard-e-Jigar Aage Peechhe Dol Kar

Soldier Soldier Meethi Baatein Bol Kar

Dil Tera Uda Le Gaya

Na Na Na Meri Haan Ban Gayi

Tu Tu Tu Meri Jaan Ban Gayi

Aji Kyun Kyun Kyun Mujhe Pyar Ho Gaya

Yoon Yoon Yoon Ikraar Ho Gaya

Kassam Se Tu Bada Jhootha

Oh Sanam Tune Mujhe Loota

Oh Yoon Milake Nazar Karke Jaadugari

Deke Dard-e-Jigar Aage Peechhe Dol Kar

Soldier Soldier Meethi Baatein Bol Kar

Dil Tu Chura Le Gaya

Aa Aa Aa Mere Paas To Zara

Ja Ja Ja Koi Pyaas Na Jaga

Kya Kya Kya Koi Dard Utha Kya

Haan Haan Haan Mera Haal Hai Bura

Tujhe Aaye Koi Jaadu

Mera Mujh Pe Nahin Kaabu

Hey Yoon Milaake Nazar Karke Jaadugari

Deke Dard-e-Jigar Aage Peechhe Dol Kar

Soldier Soldier Meethi Baatein Bol Kar

Dil Tera Uda Le Gaya

Soldier Soldier Meetthi Baatein Bol Kar

Dil Tu Chura Le Gaya

Soldier Soldier Meethi Baatein Bol Kar

Dil Tera Uda Le Gaya.

Galank87 AKA Battosai212 IDFL� SubsCrew

Apa kau memikirkan hal yang sama?

Ayo kita masuk dan menikah.

Kau harus bicarakan dulu dengan Ayahku mengenai ini.

Aku akan bicara dengannya. Di mana dia?

Halo? / Halo, putriku sayang.

Apa kabar? / Ayah, aku sangat bahagia.

Aku ingin Ayah menemui seseorang.

Pemuda yang bersamamu. / Aneh. Bagaimana Ayah tahu?

Bahkan Ayah tahu baju apa yang ia pakai.

Aku selalu melacakmu selayaknya Ayah yang baik.

Kau pergi ke mana, dengan siapa dan siapa yang kau temui.

Tapi kapan kau datang?

Secepatnya. Aku sayang Ayah. / Ayah juga.

Selamat datang Pratap. Apa kabar?

Aku sangat sehat. Dan kau?

Aku sehat jika kakakku sehat.

Kenapa kau ingin bertemu?

Ada kabar buruk. / Aku sudah tahu.

Kau ingin bilang kalau Jaswant sudah mati.

Tidak, bahkan lebih buruk.

Aku dapat laporan kalau DK-lah yang membunuhnya.

DK? Itu pasti salah.

DK takkan mungkin membunuh rekannnya selama 25 tahun!

Ia bisa lakukan apapun demi uang.

Walau ia yang melakukannya, itu bagus.

Jika ia bisa selamat, Polisi akan terus mencarinya...

...dan memborgol kita lalu mengembalikan ke lndia!

Cobalah mengerti.

Suatu hari mungkin ia akan menghabisi kita.

Jika ia membunuh kita, siapa yang akan memasok senjata Amerika-nya ke India?

Dengarlah. Dari awal niatnya memang tak jujur.

Itu sebabnya ia tak pernah beritahukan alamatnya.

Ia bisa menghubungi kita kapanpun tapi kita tak bisa menghubunginya.

Apa maumu? Kita harus bagaimana?

Sebelum ia menyerang kita, kita harus menghabisinya!

Ide ini tidak buruk.

Kita adalah 4 orang rekan. Jaswant mati, tersisa 3 orang.

Kita bunuh DK, tersisa 2 orang.

Kau membunuhku lalu sisanya adalah kau.

Kau pikir aku ini bodoh?

Kau ingin menguasai seluruh organisasi?

Aku tahu niatmu yang buruk, bukannya DK.

Diam atau...! / Kendalikanlah dirimu.

Kau akan temukan jarimu jika mereka menyentuh pelatuknya.

Aku bukan Jaswant. Pertama aku tak mau mati dengan mudah.

Meski aku mati, aku tak mau ada di berkas Polisi atau di koran.

Jika kau memiliki berkasku, aku punya berkas perbuatanmu.

Berkas itu akan ada di kantor Polisi segera setelah aku mati.

Ada apa? Nada bicaramu berubah setelah melihat pistol?

Malah tertawa bukannya menangis.

Aku salut padamu, kawan! Aku bicarakan membunuh DK...

...karena aku ingin tahu apa kau menyewa orang saat membunuh Jaswant.

Jika kau yang bertanggung jawab...

...maka pasti kau akan setuju.

Jadi apa keputusanmu?

Bahwa kau memang tak berubah.

Kau masih seorang sahabat. Sejak kau berusia 20 tahun.

Takkan ada yang bisa memisahkan 3 orang rekan.

Kecuali kematian! / Ya, kecuali kematian!

Kau lihat pulau itu? Ayah membelinya untuk kado ulang tahun terakhirku.

Dan yang itu? Itu untuk kado ulang tahun pertamaku.

Jadi Ayahmu membeli pulau baru di setiap ulang tahunmu?

Ya, atas namaku.

Jangan ceritakan ini pada orang lain.

Memang kenapa? / Itu akan mengurangi usiamu.

Lihat di sana. Itu Ayahku.

Selamat datang, sayang. / Hai, Ayah.

Ayah, ini adalah... / Vicky.

Ayak tahu namanya sebelum kuberitahu?

Saat dia tahu warna bajuku dari kejauhan...

...dia juga pasti tahu namaku. / Sambil menghadiahi anak...

...pekerjaan akan menyertai namanya.

Apapun yang dia lakukan, dia hebat!

Benarkah? / Ya.

Kita lihat saja. Kau masuklah. Ada yang ingin kami bicarakan.

Baiklah.

Oh ya, Vicky.

Pertama, katakanlah siapa yang menyewamu untuk membunuh Jaswant?

Jadi, kau tahu pekerjaanku?

Tapi dengarlah prinsipku juga.

Aku melihat uang tunai saat terima kontrak, bukan penyewa.

Kau belum pernah lihat orang yang menyewamu untuk mencintai putriku?

Kuterima kontrak untuk membunuh bukannya untuk bermain cinta!

Cintanya Preeti dan aku bukanlah permainan.

Mungkin saja, tapi seorang Ayah takkan berikan putrinya pada pria...

...yang tangannya dikotori oleh darah.

Jika tanganku telah kotor, apa tanganmu seputih susu?

Bahkan aku tahu tentangmu.

Kita dari komunitas yang sama.

Satu komunitas tapi tidak dalam posisi.

Kau cuma keledai di bisnis ini sementara aku adalah singa!

Kau bisa ada di sini karena datang bersama putriku.

Jika tidak, anjing penjagaku takkan biarkan tulangmu mendekatiku.

Untuk pertama kalinya, aku melihat anjing menjaga singa!

Dengarlah 2 hal yang kukatakan.

Di dunia saat ini, singa akan bisa aman cuma di 2 tempat.

Di dalam sirkus dan di kebun binatang!

Di kedua posisi itu.

Aku bisa membawamu ke tempat itu...

...yang telah kau impikan selama 20 tahun.

Tapi tak pernah bisa kau capai.

Maksudmu?

Halo?

Kau lihat perbuatanku karena merusak dua gigiku?

Anak anjing Pomeranian!

Berikan telepon ini pada Ayahmu, Bulldog.

Ada apa? / Dia menyebutku anak anjing!

Dan aku? / Bulldog.

Dia menyebutku Bulldog? Berikan teleponnya!

Apa kami ini keluarga anjing?

Jika sampai kutemukan akan kuhabisi kau!

Kau cari masalah denganku! Aku ini sangat jahat!

Kau takkan percaya seberapa jahatnya aku!

Kami ini keluarga harimau bukannya anjing!

Kami ini menggigit bukannya menggonggong!

Apa kau takut?

Apa kau dengar?

Aku sedang bicara denganmu!

Aku sudah sering berteriak! Aku tidak gila!

Jumlahnya 8.500.

Ditambah pajak 100%. / Apa?

Jumlahnya 17.000. Dibulatkan menjadi 20.000.

Apanya yang dibulatkan dan dikuadratkan?

Ini kerusakan yang dilakukan oleh anakmu pada rumahku.

Kau akan ambil uang dariku? / Bukan rupee, tapinya dolar.

Tagihannya akan sampai padamu jam 3:55.

Aku akan datang jam 4:00 untuk ambil uang tunainya.

Dan pergi jam 4:05.

10 menit waktu untuk transaksinya.

Gunakanlah 10 menit itu dengan serius. Mengerti?

Ada apa, Ayah?/ Tidak, dia bicara omong kosong!

Katanya dia akan kirim tagihannya jam 3:55.

Dan akan pergi jam 4:05. Seolah kita akan bayar uang tunainya!

Persilakan masuk para pembeli itu. Biar kutunjukkan pada mereka.

Tuan-tuan. Kami punya senapan mesin.

Mauser, AK-47, AK-86, AK-98.

Bahkan ini belum ada di pasaran. Harganya 2 lakh per-senjatanya.

Akan kami kirim senjata yang kalian butuhkan.

Selanjutnya!

Ini adalah Pipe Gun.

Jika membeli Pipe Gun, kalian akan dapat selusin sabun Hamam gratis.

Sekarang tunjukkanlah stok bom kita.

Ide menunjukkan bom-nya bagus sekali.

Terima kasih.

Ayah! / Ya.

Jam 3:55 / Jam 3:55?

Itu bom sungguhan! Lari!

Ayah, itu suara telepon.

Jangan takut. Itu tagihannya, bukan bom.

Kau pikir aku takut?

Aku bermain dengan bom siang dan malam.

Aku sudah terbiasa. Kau ada di mana?

Ini John. / John?

Ada apa, Ayah? / Dia ada di bawah.

Bilang padanya kalau aku akan naik lift.

Dia akan naik lift.

Apa? / Baik, Tuan.

Berhenti menembak! John!

Ayah! Ayah!

Bagus sekali, Jojo.

Pekerjaanmu sangat hebat!

Kupikir kau tak bisa apa-apa.

Tapi ternyata kau sangat cerdas!

Kau pantas untuk dipuji!

Dan kau menyebutku Bulldog!

Entah anjing itu menggigit atau menjilat, keduanya berbahaya!

Pistolnya kosong.

Jangan bergerak atau peluru ini akan keluar di telingamu.

Dan yang satunya lagi akan berdarah.

Uang tunai.

Tuan. Di sini tak ada orang.

Anak anjing Pomeranian!

Tidak, tidak! Kirim uangnya tepat waktu!

Ini masalah yang gawat.

Panggil George. / Dia ada di rumah sakit.

Maka panggillah Kalia atau Rahim. / Mereka juga ada di rumah sakit.

Apa Gorila juga ada di rumah sakit?

Sayangnya dia juga ada di rumah sakit.

Mereka sudah jadi mayat atau sedang berobat?

Ini semua karena orang India itu.

Pertama dia merusak gigiku lalu menghajar anak buahku.

Dia menyebutku anak anjing Pomeranian dan dia...

...Bulldog.

Lalu dia membuat keajaiban!

Apa? / Dia menghajar Ayah.

Dia mengambil uang Ayah karena aku telah merusak rumahnya.

Brengsek! Menceritakan kisah ini seakan dia telah memenangkan medali!

Dia bukan orang biasa.

Lalu apa dia itu King Kong? Jika hal memalukan ini tersebar,...

...aku takkan punya muka untuk kembali ke Patna!

Bawalah penembak jitu bersama kalian.

Tembaklah dia! Jika kau datang tanpa menembaknya, akan kutembak kalian!

Ibu si brengsek itu akan datang.

Dia akan pergi ke bandara untuk menjemputnya.

Akan kubunuh dia. Berikan senjatanya.

Baiklah. / Cepat!

Tembaklah.

Tembak dia!

Jangan meleset!

Sekarang!

Sial! Dari mana asalnya si brengsek itu?

Ibu sudah datang. / Sekarang!

Tembaklah, Jojo!

Kakak ipar?

Berhenti! / Ada apa, Ayah?

Itu kakak iparku!

Itu berarti dia adalah anak kakakku!

Dia sedarah dengan kita!

Jika kakak dengar kabar baik ini, dia akan berikan hartanya di Patna!

Paman akan senang mendengarnya!

Shanti? Ada di Australia? / Ya, kakak!

Anak yang akan kita bunuh itu sebenarnya adalah anakmu!

Anakku! Istriku!

Tak bisa kupercaya! Kau tak bohong?

Ya. Jojo, beritahulah apa yang kau lihat.

Ayah berkata benar. Kami lihat kakak Vicky menyentuh kakinya.

Anakku! Shanti!

Kau sudah salah alamat.

Aku ini Ibunya Vicky bukannya istrimu.

Pikirkanlah kenapa nasib telah membawa kita ke negeri asing ini?

Itu agar kita hidup bersama.

Anak yang menganggap yatim akan mendapatkan Ayahnya.

Yatim adalah anak yang tak punya Ayah dan Ibu.

Tapi Ibunya Vicky masih hidup.

Jangan keras kepala. Sekarang aku sudah kaya, aku bisa membeli apapun.

Maka silakan beli istri dan anakmu sendiri.

Orang yang menjual dirinya demi uang tak pantas ada di rumah ini.

Tolong lupakanlah semuanya. Aku minta maaf atas nama kakakku.

Orang yang menjual tanah airnya...

...dan bertanggung jawab atas kematian tak berdosa...

...pantasnya dapat hukuman bukannya dimaafkan.

Kalian harus pergi.

Shanti, dengarkan aku.

Kakak, ini anakmu Vicky!

Vicky.

Kau tak mengenalku, nak? / Aku kenal.

Aku dengar semuanya.

Anakku!

Jangan marah pada Ayah.

Ayah merindukanmu selama 20 tahun!

Akupun merindukan Ayah selama 20 tahun!

Kakak, darah itu lebih kental daripada air.

Ya, Paman. Darahnya ada di darah kita.

Sekarang jika Shanti setuju... / Percayakan dia padaku.

Akan kuyakinkan dia.

Siapkan pesta besarnya sekarang!

Akan ku umumkan pada dunia kalau aku punya anak!

Putra yang akan membantu usahanya telah datang!

Selamat datang.

Ini anakku Vicky. Tn. Marshal, silakan duduk.

Selamat menikmati.

Tn. Singhania...

Kau? / Ya?

Kau punya saudara? / Ya.

Saudara kembar? / Ya.

Yang hilang di pameran? / Ya.

Dia datang mencarimu dari lndia!/ Di mana dia?

Dia jadi Polisi, pelayan... / Dan terkadang pemain band!

Kau selalu menemukanku!

Aku Mohan!

Kupikir adikku telah menjadi penyelundup.

Mereka yang merayakan pesta.

Lalu suatu hari kutemukan di menyanyi dan menari.

Ya Tuhan! Kenapa Kau membuat pameran?

Hei, bung! / Ya.

Selamat menikmati.

Selamat datang, Pratap!

Selamat datang. / Halo, Viren.

Hei Baldev, apa kabar? / Baik-baik saja.

Dia ini putriku.

Halo, Paman. / Halo.

Kau sudah dewasa! Kau tinggal di mana?

Sudah lama aku tak melihatmu. / Selama ini aku tinggal di asrama.

Selamat sudah menemukan istri dan anakmu setelah 20 tahun!

Di mana mereka? / Istriku belum datang.

Akan kuperkenalkan pada anakku.

Hei Vicky. Kemarilah, nak.

Permisi.

Dia itu anakmu?

Ya. Pertama kali melihatnya?

Dan kenapa tidak? Sampai kemarin Pratap yang selalu kita andalkan.

Tapi setelah kedatangan putranya kekuatan kita tambah 4 kali lipat!

Musuh yang akan terkejut.

Bukannya teman kita. Dan dia ini sahabat kita.

Terima kasih. Selamat.

Di India, orang yang lebih tua memberi berkat bukannya selamat.

Apa kalian saling mengenal?

Saling mengenal? Sekarang giliranmu yang terkejut.

Dia baru menjadi anakmu. Dia sudah menjadi calon menantuku!

Maksudmu?

Maksudku anakmu dan putriku saling mencintai.

Apa?/ Ya, Paman. Demi dia kakak Vicky membakar gigiku.

Jadi anakku tak datang sendiri!

Dia membawa pengantinnya! Apa yang kau lihat?

Cepat bukalah sampanye-nya!

Ini peristiwa yang menggembirakan!

Mehfil Mein Baar Baar Un Pe Nazar Gayi

Hey, Mehfil Mein Baar Baar Un Pe Nazar Gayi

Humne Bachaayi Laakh Phir Bhi Udhar Gayi

Main Kya Karoon, Dil Kya Kare, Main Kya Karoon

Mehfil Mein Baar Baar Un Pe Nazar Gayi

Haan, Mehfil Mein Baar Baar Un Pe Nazar Gayi

Humne Bachaayi Laakh Phir Bhi Udhar Gayi

Main Kya Karoon, Dil Kya Kare, Main Kya Karoon

Yeh Mausam Aaya Hai Dilbar Kitne Saal Mein

Mera Dil Khoya Hai Tere Hi Khayaal Mein

Na To Mera Dosh Hai Na Tera Qusoor Hai

Mujhpe Jo Chhaaya Hai Tera Yeh Suroor Hai

Aayi Tu Saamne Dhadkan Thaher Gayi

Hey, Aayi Tu Saamne Dhadkan Thaher Gayi

Humne Bachaayi Laakh Phir Bhi Udhar Gayi

Main Kya Karoon, Dil Kya Kare, Main Kya Karoon

Soldier Soldier Meethi Baatein Bolkar

Dil Tu Chura Le Gaya

Soldier Soldier Meethi Baatein Bolkar

Dil Tera Uda Le Gaya

Tanhaai Kehti Hai Kuch Bhi Na Kehna Hai

Baahon Mein Sona Hai Palkon Mein Rehna Hai

Saanson Ko Baandha Hai Saanson Ki Dor Se

Tode Na Tootegi Duniya Ke Zor Se

Daaman Mein Tootke Main To Bikhar Gayi

Haan, Daaman Mein Tootke Main To Bikhar Gayi

Humne Bachaayi Laakh Phir Bhi Udhar Gayi

Main Kya Karoon, Dil Kya Kare, Main Kya Karoon

Mehfil Mein Baar Baar Un Pe Nazar Gayi

Hey, Mehfil Mein Baar Baar Un Pe Nazar Gayi

Humne Bachaayi Laakh Phir Bhi Udhar Gayi

Main Kya Karoon

Dil Kya Kare

Main Kya Karoon

Kita mau ke mana, Ayah?

Kau adalah pewarisku jadi kau harus tahu apa telah kuperoleh dalam hidupku.

Dan di mana kusembunyikannya. Ayo.

Jalan ini menuju ke tempat rahasiaku...

...dan tak ada yang tahu termasuk adikku.

Aku membawamu ke sini agar bisa kuberitahu rahasia bisnisku.

Akhirnya kau harus mengambil alih bisnisku.

Ayo, nak.

Hari ini aku sangat senang.

Dalam sehari kau telah memenuhi impianku selama bertahun-tahun!

Impian Ayah adalah untuk menikahkan anaknya.

Bukan untuk itu, karena kau sudah terjebak oleh gadis itu...

...dan membawanya ke hadapanku!

Apa maksud Ayah? Pratap itu teman Ayah.

Teman apa? Jika dia punya kesempatan, dia akan menghabisi temannya!

Tapi aku tak bodoh. Kau pasti pernah dengar cerita penyihir?

Nyawanya ada di burung beo.

Nyawanya Pratap ada di tanganku.

Aku belum pernah dengar. / Itu sebabnya ku ajak ke sini.

Inilah burung beo-nya, bukti atas perbuatan jahatnya Pratap...

...dituliskan dengan tanggal.

Lihatlah.

Ini rekan kami yang ketiga, Jaswant.

Dia sudah mati. Dan ini rekan kami yang keempat, DK.

Dia tinggal di India.

Kau benar. Nyawanya Pratap memang ada di tangan Ayah.

Tapi masalahnya adalah nyawaku ada di tangannya.

Pratap punya berkas yang sama denganku.

Itu sebabnya aku setuju berteman dengannya.

Jadi sebagai menantunya kau bisa dapatkan berkasku darinya.

Lalu kau akan lihat bagaimana aku akan membinasakannya!

Lalu akan kuberikan semua bisnisku padamu.

Aku akan tidur dengan damai.

Apa gunanya anak jika tak bisa membuat Ayahnya tertidur?

Galank87 AKA Battosai212 IDFL� SubsCrew

Ternyata inilah DK!

Cari tahu siapa yang ada di perahu ini!

Selamat pagi, Paman. / Selamat pagi, keponakan.

Selamat pagi, Jojo. / Selamat pagi, kakak Vicky.

Paman, aku belum melihat Ayah sejak kemarin.

Kau takkan percaya kalau yang meneleponnya sudah dari pagi.

Banyak yang bertanya. Tapi akan kuberitahu jika memang aku tahu.

Halo.

Vicky? Apa kau bilang?

Ya, dia ada di sini.

Dia bisa pergi ke mana?

Vicky. Kemarilah.

Kau tak mungkin bisa kabur!

Rahasiamu sudah ketahuan!

Rahasia? Rahasia apa? / Dengarlah sendiri.

Halo? / Halo.

Ternyata kau!

Sudah membuatmu takut!

Apa kau ingat kalau hari ini ulang tahunnya gadis itu?

Tak ingat. Gadis yang mana? / Seorang gadis yang lugu.

Yang terjebak karena kebodohan, memikirkan cinta bodohnya pria itu.

Kalau ia berpikiran bodoh tentu ia akan lupa.

Harusnya gadis itu berpikir dulu sebelum mencintainya.

Ia tak punya pengalaman dalam bercinta.

Makanya ia membuat kesalahan. Sekarang ia harus bagaimana?

Ia pasti mempercayai pria itu.

Akan kutangkap si bodoh itu dan membawanya padamu.

Bagaimana cara pria bodoh itu mengenali gadisnya?

Itu tak perlu. Pria itu sangat istimewa...

...karena gadis itu akan berlari menghampirinya.

Ada juga kemungkinan kalau pria itu cuma akan melihatnya.

Dan gadis itu akan pergi dengan pria lain!

Baik, kita lihat saja nanti.

Hai.

Sepertinya ada orang yang hatinya terbakar.

Mere Dil Jigar Se Guzri Hai

Ek Ladki Idhar Se Guzri Hai

Mere Dil Jigar Se Guzri Hai

Ek Ladki Idhar Se Guzri Hai

Gore Gore Gaalon Waali Kaale Kaale Baalon Waali

Baheki Baheki Chaalon Waali Masti Solaah Saalon Waali

Deewaana Karke Gayi

O Rabba Ho Ho Ho O Rabba Ho Ho Ho

Sepertinya ada api di suatu tempat.

Apa harus kutelepon pemadam kebakaran?

Mere Dil Jigar Se Guzra Hai

Ek Ladka Idhar Se Guzra Hai

Seedha Saadha Bhola Bhaala Mujhe Tadpaane Waala

Raaton Ko Jagaane Waala Khwaabon Ko Sajaane Waala

Deewaani Karke Gaya

O Rabba Ho Ho Ho O Rabba Ho Ho Ho

Haai Haai Haai Teri Aankhen Bin Kaajal Kajraari

Haai Haai Haai Teri Baatein Lagti Hai Mujhko Pyaari

Hey, Mera Chain Loota Hai Teri In Adaaon Ne

Tere Khwaab Rehte Hain Meri In Nigaahon Mein

Abhi Abhi Aayi Ho Ruko Zara Jaao Na

Koi Dekh Lega Yun Mujhe Tum Sataao Na, Na Na Na

Bachke Nazar Se Guzri Hai

Ek Ladki Idhar Se Guzri Hai

Gore Gore Gaalon Waali Kaale Kaale Baalon Waali

Baheki Baheki Chaalon Waali Masti Solaah Saalon Waali

Deewaana Karke Gayi

O Rabba Ho Ho Ho O Rabba Ho Ho Ho

Kal Kal Milne Waala Vaada Dekho Tum Bhool Na Jaana

Main Jo Bhool Bhi Jaaoon Tum Mujhe Yaad Dilaana

Ho, Ghadi Do Ghadi Ki Bhi Dooriyaan Sataati Hai

Ho, Tujhe Raat Din Meri Dhadkanein Bulaati Hai

Badi Pyaas Jaagi Hai Badi Beqaraari Hai

Bas Teri Tamanna Hai Teri Khumaari Hai, Haan

Dekho Kidhar Se Guzra Hai

Ek Ladka Idhar Se Guzra Hai

Seedha Saadha Bhola Bhaala Mujhe Tadpaane Waala

Raaton Ko Jagaane Waala Khwaabon Ko Sajaane Waala

Deewaani Karke Gaya

O Rabba Ho Ho Ho O Rabba Ho Ho Ho

Mere Dil Jigar Se Guzri Hai

Ek Ladki Idhar Se Guzri Hai

Gore Gore Gaalon Waali Kaale Kaale Baalon Waali

Baheki Baheki Chaalon Waali Masti Solaah Saalon Waali

Deewaana Karke Gayi

O Rabba Ho Ho Ho O Rabba Ho Ho Ho

Kakak! Ya Tuhan! Apa yang telah Kau lakukan?

Kau mengambil kakakku!

Permisi. Dia bilang apa?

Dia sedang menangisi Paman.

Paman, kenapa kau menangis? Kenapa ada Polisi di sini?

Kau takkan percaya ini, nak. Seseorang telah membunuh Ayahmu!

Apa?/ Membunuhnya dan tubuhnya dijadikan makanan untuk hiu.

Jika diberikan pada anjing, kita bisa temukan tulangnya!

Untuk mengkremasinya./ Bagaimana cara kita melakukan ritualnya?

Permisi, ini ditemukan di TKP. Kalian mengenali pemantik ini?

Aku tak mengerti apa yang dia bilang.

Dia menanyakan itu pemantiknya siapa.

Aku tak tahu. Kakakku tak pernah...

Paman...

Ini milik Ayahku.

Kenapa kau bilang itu pemantik miliknya kakak?

Ia sudah tak merokok selama 20 tahun!

Aku tahu Ayah tak merokok. Ini milik orang yang membunuhnya.

Aku berbohong karena Polisi takkan bisa menyentuhnya.

Katakan siapa dia!

Dia menjadikan kakakku sebagai makanan ikan!

Jika aku tak menjadikannnya makanan untuk belatung, namaku akan jadi aib!

Katakan siapa dia!

Berpikirlah di mana kau pernah lihat pemantik ini.

Ini miliknya Pratap.

Bajingan itu ingin menjalin persahabatan...

...lalu mengkhianati kita!

Akan kubunuh bajingan itu!

Tidak! Bagi yang melakukannya terburu-buru maka dia akan kalah...

...bahkan akan mati. Jadi kita harus melakukannya dengan sadar bukan emosi.

Paman, panggil semua anak buahmu.

Akan kita serang Pratap bersama-sama!

Pos Penjaga. Sekarang kita harus bagaimana?

Sembunyikan senjata. / Jojo, hubungi mereka.

Sembunyikan senjata.

Baik, Tuan. Sembunyikan senjata.

Mana orangnya?

Akan kuperiksa.

Bagus, anak-anak.

Bagus sekali, nak.

Kutepati janjiku untuk membunuh semua kelompoknya Virendra.

Ini baru setengahnya.

Di mana berkasku yang dimiliki Virendra?

Akan kau dapatkan. Pertama tepati janjimu untuk memberikan Preeti.

Katakanlah, kapan?

Kapanpun pengantinnya inginkan.

Hm, Hum To Dil Chaahe Tumhaara

Vaada Hai Vaada Hamaara

Samjho Nazar Ka Ishaara

Tum Hamein Dil To Do Phir Dekho Hota Hai Kya

Sona Sona, Yeh Na Hona Dil Tera Hamein Na Maangda

Hum To Dil Chaahe Tumhaara

Vaada Hai Vaada Hamaara

Yun Na Sharaarat Karo

Chaahat Se Tum Na Darro

Jaao Ji Rehne Bhi Do

Ae, Kuch Humko Kehne Bhi Do

Chhod Do, Chhed Na Aise Sataao Na Tum

Yun Hamein Ishq Mein Paagal Banaao Na Tum

Lo Ji Hum Chale Chale Aise Na Pado Gale

Jaane Jaan Suno Suno De Do Mohabbat Zara

Haai Sona Sona, Yeh Na Hona Dil Tera Hamein Na Maangda

Hey, Hum To Dil Chaahe Tumhaara

Vaada Hai Vaada Hamaara

Deewaanapan Chhod Do

Yeh Rishta Tum Jod Do

Jaane Do Jaana Hai Ghar

Yun Na Churaao Nazar

Ho, Tum Hamein Chaahte Kaise Bharosa Kare

Pyaar Mein Hum Kabhi Aise Na Dhoka Kare

Peechhe Kyoon Pade Ho Tum Ziddi Kyoon Ade Ho Tum

Gussa Hai Bura Sanam Lo Aashiqui Ka Maza

Haai Sona Sona, Yeh Na Hona Dil Tera Hamein Na Maangda

Benar. Ini berkasnya.

Aku tak percaya ada orang yang bisa begitu mencintai seseorang!

Sebesar cintamu pada Preeti.

Kau membunuh Ayahmu sendiri cuma karena aku menyuruhmu!

Dia bukan Ayahku!

Apa?/ Bajingan seperti dia tak mungkin menjadi Ayahku!

Kubuat dia menjadi Ayahku agar aku bisa mendekatinya.

Jika dia bukan Ayahmu, kenapa dia menerimamu sebagai anaknya?

Karena istrinya.

Anaknya hilang beberapa tahun lalu.

Aku menemuinya sebagai anaknya yang hilang.

Dan itu tak sulit meyakinkan seorang Ibu yang anaknya hilang.

Trik yang hebat!

Memburu begitu banyak dengan satu panah!

Kekayaannya Virendra, putriku dan kepercayaanku.

Ternyata kau lebih pintar dari yang kupikir.

Hari ini kau bunuh Virendra dengan menjadikannya Ayahmu.

Mungkin besok kau akan membunuhku setelah aku menjadi mertuamu.

Menantuku sayang, aku tak bodoh seperti Virendra!

Berkas ini ada di tanganku. Maka...

...selamat tinggal.

Mertuaku sayang...

...kau lebih bodoh dari Virendra.

Harusnya kau periksa pelurunya sebelum menarik pelatuknya.

Orang yang bisa mengambil berkasmu dari lemari besinya Virendra...

...itu tak sulit baginya untuk mengambil peluru dari pistolmu.

Aku cuma bercanda, nak!

Ini candaannya kakak ipar.

Bukannya mertua pada menantunya.

Itu sebabnya kau harus dengar dengan serius.

Aku membunuh Virendra demi DK bukannya demi putrimu!

Demi DK? / Ya.

Dia menyewaku untuk membunuh 3 orang.

Pertama Jaswant. Yang kedua Virendra.

Dan kaulah yang ketiga.

Berterima kasihlah pada putrimu yang membuatmu masih hidup.

Aku memanfaatkannya sebagai langkah untuk mendekatimu.

Tapi aku sangat mencintainya...

...yang membuatku tak ingin melihatnya menangis.

Kau sudah dapatkan hatinya Preeti. Hari ini kau juga dapatkan hatiku.

Lupakanlah tentang hati dan pikirkan ke depannya.

DK ingin kau mati untuk memilikinya 100%.

Tapi aku bisa membunuhnya dan menjadikanmu pemilik seluruhnya.

Tapi keberadaannya...? / Aku tahu dia di mana.

Bersiaplah untuk berangkat ke India.

Untuk membunuh bajingan itu, kenapa cuma India?

Aku siap untuk pergi ke mana pun.

Kupikir akulah gadis paling beruntung di dunia ini.

Tapi hari ini setelah mendengar Ayahku dan Vicky...

...aku kehilangan kepercayaan dalam semua hubungan!

Kalau kau mendengarnya, kau pasti akan mati!

Orang yang kau anggap anakmu, ternyata bukan anakmu!

Ia menjadi anakmu agar ia bisa membunuh suamimu.

Vicky membunuh suamimu!

Ia menjadikanmu seorang janda! Ia seorang penipu!

Aku tahu.

Dia memang bukan anakku.

Dia tak menipuku.

Sebaliknya, untuk meringankan beban dosanya Ibu Pertiwi...

...aku mendukungnya dengan menjadi Ibunya.

Dan dia tak membunuh suamiku!

Ia menghukum pengkhianat atas dosa-dosanya!

Orang yang mati demi bangsanya disebut syahid.

Orang yang membunuh demi negaranya disebut prajurit bukannya pembunuh!

Dan kisah prajurit ini bukan di mulai di negeri asing...

...tapi di gurun pasir India.

Di mana suamiku dan Ayahmu...

...dan rekannya yang ketiga, Jaswant bekerja di kemiliteran.

Mereka menjarah senjata dari sana dan menjual pada rekan keempatnya bernama DK.

Dulu Ayahnya Vicky, Mayor Malhotra menangkap basah mereka.

Untuk sembunyikan kejahatannya, pengkhianat ini membunuhnya!

Dan menyalahkannya atas penjarahan senjata!

Kami akan menuju sempadan dengan truk senjata.

Truk-nya bermasalah lalu Mayor Malhotra mengirim kami untuk mencari bantuan.

Dalam perjalanan kami melihat warga sipil mengemudi truk.

Kami curiga dan kembali untuk melihat, tapi...

...para penjaga sudah mati lalu Mayor Malhotra dan anak buahnya...

...memindahkan senjata ke dalam truk mereka.

Kami menghentikannya dan ia membalas menembaki kami.

Kami harus balas menembakinya.

Pada bukti saksi mata, rekening dari Subhedar Pratap Singh...

...Kopral Virendra Sinha dan sopirnya Jaswant Dalal...

...Mayor Malhotra bertanggung jawab atas penjarahan senjata untuk pertahanan bangsa.

Ia bersalah karena telah membunuh pembela negara.

Maka kemiliteran menyangkal seluruh pengabdiannya.

Kami cabut semua gelar dan medalinya dan menyatakan dia sebagai pengkhianat.

Tidak! Tidak!

Ambil medalinya.

Tidak! Dia bukan pengkhianat!

Ibu! / Jangan ambil medalinya!

Tidak. Jangan diambil!

Pak, Anda tahu ia sangat mencintai negaranya!

Lalu kenapa mereka mengambil medalinya di hadapan Anda?

Ia mati syahid dan bukannya mati sebagai pengkhianat!

Ia telah mengorbankan dirinya demi negara!

Kami takkan biarkan tubuhnya dibakar!

Kami takkan biarkan pengkhianat dikremasi di negeri suci kami!

Jangan menyentuhnya!

Buang jasadnya!

Ibu!

Ibu!

Ayah!

Ayah!

Ayah! Ayah!

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Ibu! Ibu!

Raju! / Ibu!

Ibu Pertiwi mengambil si syahid itu ke pangkuannya.

Tapi si pengkhianat ini punya niat jahat.

Mereka memberi noda malu di dahi Ibunya.

Dan mengusirnya dari desa!

Kakak, aku datang untuk membawamu dan Raju.

Kita akan pergi ke tempat yang jauh.

Tidak. Jika kutinggalkan tempat ini, jiwanya akan bilang...

...aku seperti yang lainnya, menganggapnya pengkhianat.

Bawalah Raju jika kau mau.

Tapi bagaimana dia bisa hidup tanpamu?

Dia akan selamat jika tak bersamaku.

Anak bisa melupakan Ibunya.

Tapi mereka akan mengingatkan pada Ayahnya lalu membunuhnya!

Bawalah dia pergi!

Bu, bisakah kau hidup tanpaku?

Tidak, anakku!

Kau tak berpisah dariku.

Aku akan menyertaimu setiap saat dan setiap napas.

Baiklah, Bu. Aku akan pergi jika Ibu menginginkannya.

Dan sejak saat itu sampai saat ini, dia belum bertemu dengan anaknya...

...dan anaknya juga belum bertemu dengan Ibunya.

Selama 20 tahun, Dewi itu masih ada di gurun...

...dan sabar menahan ujian dari orang-orang desa.

Masih duduk di kuil itu.

Kenapa, nak?

Kuharap kau tak merasa bersalah karena sudah menjadikanku janda.

Aku sudah anggap diriku janda...

...saat anakku meninggal karena senjata yang ia jual!

Orang yang bisa membunuh suaminya ratusan perempuan...

...dan bertanggung jawab atas kematian anak-anak yang tak berdosa...

Bukan cuma aku, tak ada wanita India...

...yang akan menghiasi rambutnya dengan sindoor atas namanya!

Aku bangga padamu, nak!

Hari yang membuatku malu atas perbuatan suamiku...

...harga diri ini telah kembali dan aku berterima kasih padamu.

Ada yang bilang, dari semua karunia Tuhan...

...yang paling berharga itu adalah Ibu.

Dan aku sangat beruntung karena aku punya 2 orang Ibu!

Maafkan aku, Vicky.

Yang kau lakukan itu tak salah.

Tapi setelah tahu apa yang akan kulakukan, kau akan membenciku.

Nama Ayahmu ada di daftar teratas musuhku.

Jika seorang istri bisa mendukungmu melawan suaminya dalam perjuanganmu...

...maka seorang anak bisa melawan Ayahnya demi umat manusia!

Halo? / Ini aku, Raj.

Raj, kenapa kau menelepon? Hubungi saja melalui fax.

Tak perlu lakukan itu sekarang. Akan kubawa Pratap besok.

Pekerjaanku di sini sudah selesai.

Sekarang aku harus ke sana untuk lakukan satu pekerjaan.

Membuka kedoknya DK.

Jaswant.

Ya, Pak?/ Drama yang dilakukan anak buahku...

...untuk membunuhmu dengan peluru palsu...

...itu membuat rencanaku berhasil.

Berapa lama aku harus tinggal di sini?

Kau tak perlu tinggal di sini lagi.

Atas informasi yang kau berikan, rekanku telah membunuh Virendra dan anak buahnya.

Ia akan membawa Pratap ke sini besok.

Jadi sekarang kau bebas.

Ini sangat aneh...

...kisah ini akan berakhir di mana kisah itu dimulai.

Sepertinya kau tahu tempat ini.

Apa gunanya sembunyikan ini darimu?

Bisnis kami di mulai dari sini.

Dan tempat ini di mana kematian hampir saja merenggut kami.

Kenapa?

Ada seorang bajingan bernama Mayor Malhotra.

Pikirnya dia adalah pelindung negara!

Dia menangkap basah kami.

Jika DK tak datang tepat waktu, dia pasti sudah membunuh kami.

Bajingan itu tangguh sekali!

Tapi takdir berpihak pada kami.

Kami bunuh bajingan itu dengan mengenaskan!

Itu cukup sebagai contoh.

Contohnya apa?

Kami buktikan yang syahid itu sebagai pengkhianat.

Kami tak biarkan dia dikremasi!

Hari ini juga ada orang yang akan mati. Dan takkan dikremasi.

Ya. Orangnya adalah DK dan anak buahnya!

Kenapa kau hentikan mobil ini?

Ada seorang Dewi yang duduk di kuil ini selama 20 tahun.

Katanya siapapun yang melihatnya maka keinginan bisa terwujud.

Ayo kita temui dia.

Akan kutemui dia.

Agar aku bisa segera melihat mayatnya DK.

Selama 20 tahun mata ini cuma melihat kebencian dan terkucil.

Aku lihat itu setiap hari.

Tapi untuk pertama kalinya, aku lihat mata yang menangis.

Raju.

Ibu! / Raju.

Aku menjauhkanmu selama 20 tahun!

Meski seorang Ibu, aku tak memberimu kasih sayang.

Maafkan aku, Raju! Maafkan aku, nak.

Tidak, Ibu tak jauh dariku.

Debu dari kaki Ibu selalu menyertaiku seperti berkat.

Inilah saat penungguan Ibu dan janji yang harus kupenuhi.

Lihat siapa yang kubawa ke sini!

Ibu dan anak tak boleh tinggal di sini!

Dia takkan pergi seperti ini. Akan kami beri noda di dahinya...

...agar dia takkan sanggup menghadapi siapapun!

Lepaskan anakku!

Tidak!

Geeta?

Aku adalah anaknya Dewi ini!

Inilah Dewi itu...

...yang dahinya kau tuliskan noda malu, bukannya kebanggaan!

Aku adalah putranya Vijay Malhotra!

Yang disebut pengkhianat padahal dia syahid!

Kau tahu kenapa aku membawamu ke sini?

Agar jiwa yang diperlakukan tak adil itu tenang.

Keadilan harusnya juga ditegakkan di sana!

Dan Ibuku yang telah bertapa di gurun pasir ini...

...bisa melihat ditegakkannya keadilan!

Pratap!

Orang mungkin mati tapi suaranya tidak!

Dengarlah! Dengarlah suara penderitaan Ayahku di pasir ini!

Dengarlah!

Dengarlah tangisan anak yang menangis karena Ayahnya!

Dengarlah jeritan seorang Ibu yang mencari jasad suaminya dalam badai!

Dengarlah!

Dengarlah jeritan Ibuku! Dengarlah!

Dengarlah!

Dengarlah jeritan Ibuku!

DK?

Bukan DK, tapi Jaswant. Lihatlah!

Jaswant.

Aku sudah mengenalimu.

Jaswant, kau tidak ke sini tapi dibawa ke sini.

Mengikuti rencananya Raju, kau kuberitahu kedatangannya Pratap.

Karena kami tahu kau akan ke sini untuk menyelamatkannya demi bisnismu.

Dan karena Jaswant sudah diampuni oleh hukum...

...kau akan diadili sebagai DK, bukan Jaswant!

Kau menipu rekanmu atas pembagian mereka.

Kau ditangkap!

Raju!

Kau pikir aku datang sendiri untuk menyelamatkan temanku?

Raju!

Raju!

Kau ingin aku dengar jeritan?

Sekarang kau akan dengar jeritan!

Ibu! / Raju!

Raju!

Raju!

Ibu! / Raju!

Raju!

Raju!

Jaswant, bajingan ini adalah anaknya Vijay Malhotra.

Ayahnya dikubur di sini setelah dia mati.

Kubur dia hidup-hidup!

Ayo pergi atau dia akan membunuh kita!

Raju!

Jangan bunuh kami!

Raju, aku ini mertuamu. Kau ingin membunuhku, nak?

Jangan, Raju!

Aku takkan membunuh kalian.

Dia baik sekali!

Lagipula dia ini menantuku.

Lihatlah ke atas.

Burung nasar ini akan memakan daging kami!

Raju, tembaklah kami! / Ya, bunuhlah kami!

Kumohon! / Aku sudah berjanji...

...bahwa kalian takkan mendapat kremasi...

...ataupun pangkuan Ibu Pertiwi!

Tidak, Raju!

Raju, aku memberi bukti palsu terhadap Ayahmu!

Aku menyiksanya sampai mati!

Kami adalah pembunuh! Ambil pistolmu dan bunuhlah aku!

Kau berpendidikan dan bijaksana. Kenapa kau tak membunuh kami?

Penduduk desa! Kami akui semua kejahatan kami.

Selamatkan kami dari burung nasar ini. Kami tak bisa berjalan!

Bunuhlah kami! Tunggu dulu!

Pada dahinya Ibumu yang seperti Dewi, aku menulis...

...suamimu adalah pengkhianat! Kau tulislah di dahiku dengan peluru.

Bahwa kami ini bajingan, pengkhianat, pembunuh!

Berhenti! / Jangan tinggalkan kami!

Beri penghormatan kepada Jendral!

Hormat senjata!

Diterjemahkan Oleh : Galank87 AKA Battosai212

IDFL� SubsCrew Kunjungi kami di http://idfl.me

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.