Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Hyo Jae...
Yeobo...
Yeobo...
Hyo Jae...
Hyo Jae!
Hyo Jae!
Hyo Jae!
Hyo Jae!
Kau tidak apa-apa?
Semuanya baik-baik saja sekarang.
Mendekatlah.
Hyo Jae.
Hyo Jae....
Hyo Jae! Hyo Jae!
Hyo Jae! Hyo Jae!
Hyo Jae... Hyo Jae.
Seorang ibu rumah tangga Kang XX yang diduga sebagai pelaku pembunuhan seluruh anggota keluarganya ditahan di rumahnya.
Mayat sang suami Kim XX langsung ditemukan.
Anaknya Kim XX hanya ditemukan adanya bercak darah, tanpa adanya mayat.
Oleh karena itu polisi terkait percaya jika ibu rumah-tangga Kang XX adalah tersangka utama
dan berspekulasi setelah melakukan pembunuhan
ia membuang mayat anaknya.
Untuk saat ini investigasi di daerah sekelilingnya dilakukan dengan menggunakan TKP sebagai patokan.
6617 Kang Mi Hee.
Perubahan dunia ini begitu besar, bukan?
Tempat tinggal sudah dibereskan?
Untuk sementara telepon dan talang air sudah direparasi.
Atapnya juga sudah direparasi ala kadarnya.
Hei, mana bisa cuma ala kadar saja?
Orang-orang di sekitar sini terkadang suka protes
kenapa tempat ini tidak dibongkar.
Bagaimanapun juga, ada rumor seperti itu.
Semua merasa adanya aura kesialan.
Tidak ada yang sudi mendekati.
6617 Kang Mi Hee-ssi...
Kau tahu jika masa tahananmu belum berakhir, 'kan?
Untuk sementara ini jika kau ingin keluar rumah, harus mengajukan permohonan kepada pihak kepolisian.
Sebelum masa tahanan berakhir,
para penegak hukum ini akan siaga di sini.
Berdiamlah di sini dengan tenang.
Sekalipun kau berkeliaran di luar,
tidak akan ada orang yang akan menghiraukanmu.
Sudah beruntung kau tidak dirajam.
Awasi dia dengan benar!
Kalau ada apa-apa, segera hubungi aku!
Kenapa tidak bicara? Menyebalkan!
Kanker tenggorokan.
Keluar!
Kusuruh kau keluar!
Ji Won, ayo sama-sama!
Aku hampir telat ke tempat les, Eomma.
Makanya begitu pulang sekolah harusnya kau langsung pulang ke rumah.
- Bisanya cuma berkeliaran. - Eomma!
Apa?
'Kan Eomma sendiri yang bilang?
Sekalipun malas juga tidak apa-apa.
Yang penting sehat.
Karena itu, betapa rajinnya aku bermain-main.
- Aku juga, aku juga. - Dasar kalian ini.
Kalian sedang mempermainkan Eomma ya?
Appa!
Makanlah ini sedikit.
Tidak usah.
Jaga adikmu baik-baik.
Iya.
Makanlah.
Kalian berdua jangan begitu bertemu cuma tahu main seharian.
Selesaikan PR lebih dulu.
Oh ya, guru les kalian tadi telepon.
Hei!
Hei!
Habiskan dulu makanannya baru pergi!
Kami berangkat dulu ya!
Halo!
Veronica Kang Mi Hee...
Saya adalah pengurus jemaat gereja. Anu...
Kabarnya Anda dulu adalah bagian dari paroki kami.
Pergi kau!
Sebenarnya aku...
cuma ingin meminta Anda untuk mengisi formulir saja.
Boleh saya masuk ke dalam?
Ah, iya.
Wah... rumah ini...
Natal dan Paskah setiap tahun saya juga
selalu memberi pelayanan umum di rumah tahanan Cheongsim.
Apa yang Pendeta ketahui tentang seorang narapidana?
Sangat paham.
Orang-orang yang di sana
semuanya juga adalah anak-anak Tuhan.
Tuhan itu tidak ada.
Sekarang aku bukanlah seorang pengikut lagi.
Apa alasanmu ke sini mencariku?
Sebenarnya...
...aku ke sini karena rasa penasaran.
Sebenarnya hari itu...
...apa yang terjadi?
Pergi kau!
Aku juara satu!
Apa maksudmu? Akulah yang juara satu.
Juara satu!
Cepat! Cepat! Cepat!
Juara dua.
- Gara-gara Hyeong aku jadi kalah. - Hei, hei..
Apaan ini?
Hei bocah, sudah berapa jam kalian main ini?
Uang dari mana?
- Jangan-jangan... dasar bocah! - Cepat kabur!
Cepat! Cepat!
Hei, anak sialan!
Anak sialan!
Aku tahu siapa kalian, dasar anak sialan.
Yeon Hee, berikan tanganmu padaku.
Anak-anak, sampai jumpa besok.
Hati-hati di jalan!
Hyeong, hati-hati di jalan.
Apa itu?
Hyeong...
Kau suka Yeon Hee Eonni ya?
Hei, memangnya aku gila?
Lalu kenapa kau memboncengnya?
Itu... bukan karena suka baru kubonceng.
Terus apa dong?
Itu... bukan karena suka.
Yeon Hee 'kan tidak punya sepeda.
Hei, benar kau suka 'kan?
Iya, suka... suka.
Tuh 'kan? Benar 'kan kau suka?
Bilang sama Eomma nanti kalau PR kita sudah kita selesaikan waktu les tadi ya?
Iya, tahu.
Jangan bicara sembarangan, ya!
Baik.
Kami pulang.
Kalian!
Segera minta maaf dan mengaku jika kalian telah berbuat salah!
Eomma...
Ayah kalian adalah polisi! Polisi!
Beraninya kalian macam-macam di luar.
Maaf.
Aku janji lain kali tidak akan terulang lagi.
A... Anu...
Bukan masalah itu.
Anu...
Tidak apa-apa...
Tidak apa-apa...
Tidak apa-apa.
Hati-hati di jalan.
Suruh kalian les malah bolos.
Singkirkan tanganmu!
Tanganmu bisa patah.
Sudah, minggir!
Ji Won, sini kau!
Eomma, aku telah bersalah.
Sini!
Bagian Ji Won biar aku yang tanggung.
Ji Won sama sekali tidak bersalah.
Betul.
Ini adalah kesalahanmu sebagai seorang hyeong. Hyeong.
Apa kata Pastor saat misa minggu lalu?
Tidak peduli kapan pun itu
Tuhan selalu mengawasi.
Terus?
Doa yang dipanjatkan dengan sepenuh hati akan membuahkan jawaban.
Betul!
Setiap malam Eomma berdoa kepada Perawan Maria, tapi...
Sepertinya Eomma masih sepenuh hati.
Maaf.
Bisanya cuma di mulut saja.
Jika sekali lagi kau berani macam-macam di luar...
Kau tahu 'kan?
Iya.
Eomma...
Apa?
Kalau aku juga berdoa dengan sepenuh hati...
Berdoa dengan sepenuh hati...
Aku tidak akan mati muda seperti Appa, 'kan?
Anakku pasti tidak akan seperti itu.
Dokter juga sudah bilang,
di Amerika sekarang ini sedang dilakukan penelitian yang bisa menyembuhkan penyakitmu Hyo Jae.
Selama kau bisa bersabar,
kau pasti akan sembuh.
Tidak peduli apa pun yang terjadi,
pasti akan menyembuhkan penyakitmu, Hyo Jae.
Dasar bajingan, kubuat mampus semua nanti.
Susah payah berhasil menangkapnya
kenapa begitu cepat sudah dibebaskan? Apa-apaan ini?
Sampai aku tidak bisa pulang ke rumah.
Sialan!
Sudah.
Yeobo, sudah lama tidak...
Jika ingin keluar rumah dengan mengenakan baju, jangan sampai ketahuan.
Bicara apa kau tiba-tiba?
Jangan terlalu peduli terhadapku.
Aku juga tidak pernah berharap apapun darimu.
Apa?
Ah, ternyata gara-gara ini?
Yeobo...
Sialan! Demi siapa aku bekerja membanting tulang seperti ini?
Pria itu kalau sudah pulang kerja sudah sepantasnya bersenang-senang.
Ngapain kau ribut-ribut, sialan!
Sialan, banyak lagak lagunya.
Ji Won ya?
Kau kah?
Jangan bercanda!
Siapa?
Siapa?
Hyeong ya?
Hyo Jae!
Hyo Jae!
Hyo Jae buka pintu!
Hyo Jae!
Barusan kau yang teriak?
Ji Won?
Ji Won, kaukah?
Kau yang berteriak?
Kenapa?
Hyeong...
Hyo Jae?
Hyeong ke sini, membuatku kaget.
Apa?
Ada orang mencoba merusak pintu kamar berusaha masuk.
Kalau begitu Anda sempat melihat wajah orang tersebut?
Tidak.
Sepertinya gerombolan bajingan itu.
Siapa maksudmu, Sersan Kim?
Geng Taiwan itu.
Beberapa di antaranya berhasil kulacak.
Sudah kubilang mereka tidak boleh dibebaskan dengan begitu saja.
Hei, bukankah kau bilang sedang tidak berada di rumah?
Kenapa mereka bersikap seperti itu terhadap Jesu-ssi dan anak-anak? [Jesu - adik ipar]
Itulah, mereka memanfaatkan kesempatan saat aku tidak berada di rumah.
Hei, betapa khawatirnya aku sampai setiap pintu kupasangi kunci?
Semuanya cuma ada sidik jari Samonim. [Samonim - Nyonya]
Terasa sedikit aneh.
Anu... rasanya sepertinya bukan manusia.
Edan!
Bicara yang masuk akal sedikit. Yang masuk akal!
Sudah berapa lama tinggal di rumah ini?
Setelah menikah langsung pindah ke sini.
Lebih kurang ada sepuluh tahunan.
Saat menikah
Sojang-nim merekomendasikan sebuah properti.
Rumah kosong ini dibeli dengan harga murah.
Setelah Ji Won lahir,
hak milik ditransfer menjadi atas nama istri.
Hei, Hyo Jae...
Hyo Jae?
Kau ada melihat sesuatu semalam?
Kenapa bengong? Ayo cepat bicara!
Hyo Jae...
Kusuruh kau bicara!
Hyo Jae?
Kenapa begini? Eomma jadi khawatir.
Coba ceritakan.
Kau melihat sesuatu semalam?
Apa ini?
Siapa yang memberikannya padamu?
Hyo Jae, coba ceritakan.
Kutanya siapa yang memberikannya padamu.
Anu... Pastor...
Akhir-akhir ini aku...
Ah tidak apa-apa.
Ibu! Ibu!
Jangan merasa tersinggung. Dengarkan aku baik-baik.
Sepertinya aura di rumah tersebut kurang bagus.
Rumah kami?
Auranya sungguh negatif.
Tempat berkumpulnya para arwah.
Baru-baru ini ada kejadian yang menakutkan, bukan?
Teleponlah ke nomor ini.
Seorang ahli 'feng shui' yang sangat hebat.
Aku sempat berkeliling di bagian luar.
Jadi...
Sering ada kejadian aneh di rumah ini.
Harus bagaimana...
Anu...
Agak susah kalau mau dijelaskan.
Anakku juga bukanlah anak yang suka berbohong.
Boleh minum secangkir kopi?
Oh, boleh.
Titiknya berada di bagian Utara. Lingkaran dalam sudah mati.
Wah, ini memang bukan sembarang lokasi.
Sebuah feng shui yang menelurkan sosok figur yang hebat.
Apakah...
baru-baru ini ada peletakan batu pertama?
Tidak.
Kalau begitu ada perubahan aliran talang air ataupun penggantian posisi pintu utama?
Tidak ada.
Tidak ada ya.
- Ini silakan diminum. - Bentar!
Di sini itu apa?
Cuma lantai bawah tanah.
Dijadikan sebagai gudang.
Anu... pintu apa ini?
Anu... bisa coba dibuka sebentar?
Ter--terbuka tuh!
Anda kenapa?
Hei, sebentar!
Sebentar!
Anda kenapa?
Kau tidak mendengar apa-apa barusan?
Suara apa?
Samonim.
Sebaiknya Anda cari orang lain saja.
Anu, coba ceritakan apa yang terjadi.
Ada masalah. Tapi tidak jelas masalah apa.
Cara terbaik...
...adalah pindah rumah.
Samonim.
Jujur saja barusan tadi...
...sama sekali tidak ada hubungannya dengan feng shui.
Tapi karena hal lain.
Atau...
Sebaiknya cari seorang mudang saja. [Mudang - penyihir]
Halo!
Semuanya berjalan dengan lancar.
Sudah, pulang sana!
Tolong berikan aku secangkir kopi.
Aku minta maaf atas kelancanganku tempo hari.
Setelah menyelami sebentar kasus Jamae-nim, [Jamae - panggilan bagi saudari seiman]
kutemukan terlalu banyak sekali hal-hal yang rancu.
Jamae-nim, jika Anda ingin melakukan pengakuan dosa
saya sebagai seorang pastor
sudah mempersiapkan diri untuk menampung semuanya.
Hari itu kau pernah bilang sangat memahami narapidana 'kan?
Orang-orang ber-Tuhan...
Gara-gara orang-orang ber-Tuhan itu
aku hampir mati disiksa.
Tapi tahukah kau alasan kenapa aku bertahan hidup sambil menggeretakkan gigi?
Demi menemukan putraku.
Aku harus kembali ke rumah ini...
dan mencarinya.
Ini adalah fakta.
Kau bilang ingin tahu apa yang terjadi pada hari itu, 'kan?
Jamae-nim... [Jamae - saudari seiman]
Tidak peduli apa kata orang...
Saya...
lebih memilih percaya apa yang Anda ceritakan.
Tolong beritahu padaku.
Perbuatan siapa.
Mereka.
Perbuatan mereka.
Di rumah ini... ada kehadiran yang lain.
Hyo Jae...
...dibawa pergi oleh mereka.
Karena itu...
Kang Mi Hee-ssi datang ke sini pada tahun 1984.
Sebelumnya yang tinggal di sini adalah halmeoni dan harabeoji yang tertulis di sini, benar?
Iya, Pastor.
Jika di dokumen tertulis seperti ini,
ya seperti ini.
Lalu, siapa yang tinggal di sini sebelum orang-orang ini, kau tahu?
Di dokumennya...
Di dokumennya cuma tertulis sebanyak itu,
aku juga tidak bisa cari tahu lagi.
Ah, kenapa harus marah-marah?
Ada apa?
Kenapa begitu?
Bukan begitu...
Dia dari tadi bertanya tentang rumah di Euryong-dong #34.
Anu Euryong-dong #34--
Itu...
Bukankah yang dari dulu dijuluki rumah berhantu itu?
Pernah terjadi kasus orang hilang juga.
Betul, yang itu.
Kasus pembunuhan 25 tahun yang lalu di mana putranya menghilang.
Ah, kalau itu sih aku kurang tahu.
Tahun 60 berapa gitu.
Sepertinya satu keluarga menghilang semua.
Maaf?
Waktu aku masih duduk di bangku SD.
Sepertinya sih pertengahan tahun 60-an.
Satu keluarga menghilang semua bagaikan asap.
Sungguh mengherankan.
Rumah itu...
...sungguh aneh.
Rumah itu pasti...
Tapi, Pastor Choi
kenapa butuh berkas kasus yang dulu?
Ah itu, karena aku ingin mengkoordinasi sebuah sesi doa bagi para korban kasus tersebut.
Anda masih melakukan kegiatan seperti itu?
Hari ini giliran saya piket.
Anda boleh lihat-lihat dengan tenang.
Bae Doo Hyeongje-nim... [Hyeongje - Saudara seiman]
Pastikan untuk hadir pada misa yang akan datang.
Oh, misa.
- Silakan masuk. - Baik.
November 11, tahun 1967...
Euryong-dong #34.
Terjadi kasus di mana sebuah keluarga yang normal menghilang tanpa jejak.
Tidak ada tanda-tanda jika kediaman mereka sudah diintrusi.
Para penghuninya menghilang.
Mereka yang hilang adalah
seorang ibu beserta dua putrinya yang masih di bawah umur.
Keluar!
Bukankah sudah kusuruh kau jangan keluar? Kusuruh kau diam?
Tuh 'kan? Jangan dilakukan lagi.
Kusuruh kau jangan bergerak. Seperti begini jauh lebih cantik, 'kan?
-Tidak. Sudah cukup, sudah bagus.
Kalau begitu kerjakan separuh saja.
Tidak!
Tidak apa-apa.
Aku tidak mau.
Siapa kalian?
Keluar!
Siapa? Kau siapa?
Kumohon... kumohon...
Kembalikan putraku padaku.
Kembalikan Hyo Jae padaku!
Siapa yang berbuat seperti ini terhadapku?
Kenapa?
Aku sudah gila ya?
Ada orang?
Anda ke sini mencari Man Sin In?
Sebuah kecelakaan kecil menimpa Man Sin In.
Ah, sebenarnya seharusnya tujuh tahun yang lalu sudah mati.
Tapi dikarenakan keahlian ini,
dia sanggup gentayangan di antara alam hidup dan mati.
Walaupun tidak bisa melihat sekarang,
Tapi pada saat bergerak antara dunia kehidupan dan kematian,
dia bisa melihat.
Katanya Anda butuh bantuan?
Rumah itu...
Kenapa Anda bisa sampai pindah ke sana?
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Kenapa harus menaburkan garam?
Dewa akan datang dengan menginjaknya.
Saat upacara berlangsung,
tidak boleh melangkah keluar dari lingkaran ini.
Hati-hati!
Orang itu...
... siapa?
Siapa?
Raga Man Sin In sudah dirasuki.
Cepat keluar!
Orang-orang itu... sekarang ini masih berada di sini.
Berikan kertas tersebut padaku!
Kenapa berdiam di sini? Kenapa berdiam di sini?
Mulai sekarang adalah saat-saat terpenting.
Tutup matamu.
Sama sekali tidak boleh membuka mata.
Suara apa?
Kau dengarkan saja.
Kau... bisa mati. Sama sekali tidak boleh membuka matamu.
Appa!
Kau membunuh anakku.
Appa, kumohon.
Suara apa?
Sedang apa?
Kalian berdua itu sekongkol, sekongkol.
Appa, aku telah bersalah.
Aku telah bersalah.
Aku telah membunuh anakku.
Appa, kumohon.
Appa! Appa!
Jangan bunuh aku! Jangan bunuh aku!
Jangan bunuh aku!
Kumohon.
Diam!
Hen...Hentikan!
- Hentikan! - Tenangkan dirimu!
Masih belum usai.
Jika dihentikan sekarang, akan terjadi malapetaka.
Aku tidak peduli!
Tolong segera keluar!
Kusuruh kau segera keluar!
Aku sudah pulang.
Kalian... sudah jam berapa ini?
Anu... karena di rumah Jun Ho...
Ji Won mana?
Mana Ji Won?
Tadi dia bilang dia duluan.
Ji Won belum pulang?
Apa?
Ji Won!
Ke mana dia?
Ji Won!
Ke mana dia?
Ji Won!
Ji Won!
Ji Won!
Ji Won!
Ji Won! Ji Won!
Apa ini?
Hati-hati! Hati-hati!
Cheol Joong, jangan panik dulu.
Jangan begitu, Ji Won.
- Jangan mati, Ji Won. - Jangan begitu.
Jangan mati.
Kenapa kau harus mati, Ji Won?
- Jangan begitu. - Sialan! - Jangan begitu.
Ji Won, bangun!
- Jangan begitu. - Sialan kau!
Ji Won...
Ji Won...
Bangun, Ji Won! Jangan, Ji Won...
Ji Won!
Gara-gara kau Ji Won mati. Harusnya kau yang mati.
- Kenapa kau membuat Ji Won... - Hentikan!
Gara-gara kau Ji Won mati, bangsat!
Hentikan! Hentikan! Bukan salah Hyo Jae.
Hentikan, Yeobo! Yeobo, hentikan!
Ji Won! Ji Won!
Appa!
Hei, ngapain?
Cepat halangi dia!
Semuanya salahku.
Aku tidak berada di sisi Ji Won.
Hyo Jae...
Pastor pernah berkata seperti ini...
Anak yang baik setelah meninggal,
...akan menjadi malaikat.
Sungguh?
Ji Won dia...
akan berada dalam pelukan Bunda Maria.
Akan bersama dengan kita selama-lamanya.
Tahun 1942...
Onmyouji terbaik Jepang, Abe no Masuki,
yang demi membangun sebuah rumah bagi Jendral Watabe Kunio, ia datang ke Joseon.
Onmyoji Abe
bersikeras jika rumah tersebut harus dibangun di lokasi ini.
Desember 12...
Jenderal Kunio Watabe beserta seluruh keluarganya yang tinggal di rumah tersebut tewas dibunuh.
Reporter Park Eul Seong...
Di rumah itu...
Pada tahun 1967...
dan tahun 1992...
terjadi kejadian orang hilang yang mirip?
Betul.
Dalam laporan berita yang kutulis
pada tahun 1942 di tempat yang sama juga terjadi kasus yang serupa.
Rumah itu...
Maksudku...
Lebih tepatnya kasus tersebut.
Semuanya, berbuat seperti ini tidak benar.
- Jika diteruskan, semuanya akan mati. - Pada saat itu...
eksploitasi Jepang sudah terlalu berlebihan.
Dan meluapkan kemarahan besar para petani.
Maka...
Demi menangkap Jenderal Watabe yang merupakan pelopor,
para petani menerobos masuk ke dalam.
Akhirnya...
suami isteri Jenderal Watabe tersebut tewas dibunuh oleh para petani. Seperti inilah kasusnya.
Sebenarnya...
Orang-orang tersebut...
sama sekali tidak membunuh siapapun.
Hal yang aneh terjadi.
Pembantu rumah tangga dibawa
dan diseret ke tempat persembunyian majikannya.
Tapi di dalamnya...
hanya terlihat sebuah dinding yang aneh.
Dan pasangan suami isteri Jenderal Watabe
menghilang bagai ditelan udara.
Kalau begitu...
kasus orang hilang yang serupa juga terjadi waktu itu?
Sekarang pun aku masih ingat jelas situasi yang terjadi pada saat itu.
Ruang bawah tanah rumah tersebut...
Hidupku...
...sudah dekat dengan ambang maut.
Mana mungkin aku berbohong kepada Pastor
yang membutuhkan bimbingan?
Bapa...
Benarkah ini adalah petunjuk dariMu?
Apapun itu, terjadi hal-hal yang menakutkan di dalam rumah ini.
Coba Anda lihat.
Tahun 1942, suami isteri Jenderal Watabe menghilang tanpa jejak.
Kemudian tahun 1967...
Seorang ibu beserta dua orang putrinya juga menghilang tanpa jejak.
Juga kasus orang hilang.
Dan juga...
Seperti kata Jamae-nim... [Jamae - Panggilan bagi saudari seiman]
Tahun '92...
terulang lagi di mana putra Anda menghilang.
Siklus yang selalu terjadi setiap 25 tahun.
Hari ini adalah hari tersebut.
Aku...
Pernah melihat orang-orang ini.
Mereka...
Masih berada di dalam rumah ini.
Pastor!
Pergilah bersamaku.
Pastor, tolong keluar!
Pastor Choi!
Jika tetap berdiam di sini, entah apa yang akan terjadi.
- Keluarlah! - Kondisi kesehatan Anda juga buruk. Sebaiknya ke rumah sakit saja.
Tapi, jika hari ini adalah hari tersebut...
aku harus tetap berada di sini.
Anda terlalu keras kepala.
Orang-orang itu semuanya berada di sini.
Ini bukan hari pertemuan.
Walaupun kami tahu Anda sedang berbuat kebajikan,
tapi jika seperti ini akan menyulitkan kami.
Pastor akan segera pamit.
Jamae-nim!
Jika bagi Pastor, Tuhan adalah keyakinanmu, maka bagi seorang ibu
darah dagingnya adalah keyakinannya.
Aku ini masih seorang ibu.
Baik itu 25 tahun yang lalu...
maupun hari ini.
Hati-hati di jalan, Pastor.
Silakan.
Jamae-nim!
Pastor, pulanglah. Ayo pulang.
Setiap 25 tahun.
Ji Won...
Lihatlah Eomma.
Harus bisa melewatinya.
Jika sedih, menangislah.
Jika terasa sakit, tidak apa-apa.
Aku... sangat merindukan Ji Won.
Aku tidak berada di sisinya.
Ji Won...
akan dilindungi oleh Bunda Maria.
Hyo Jae...
Hyo Jae...
Ba--Bagaimana bisa...
Benar-benar banyak ulah.
Hyeong ya?
Hh--Hyoa Jae.
Jangan takut.
Kau... Kau siapa?
Anakku Hyo Jae.
Betapa menderitanya aku mencarimu.
Putraku...
Biarkan aku mengelus wajahmu.
Tataplah wajah Eomma.
Dan ciumlah aroma.
Eomma...
Eomma!
Ji Won...
Hyo Jae!
Buka pintunya.
Hyo Jae! Hyo Jae!
Ini harus kau serahkan pada ibumu. Jangan tanya kenapa.
Serahkan pada Eomma ya?
Dan juga...
Jangan pernah cerita pada siapapun jika kau pernah melihatku.
Ada apa?
Barusan kau yang teriak?
Aku yang gagal melindungimu.
Hyeong...
Aku juga akan melindungimu, Hyeong.
Ji Won.
Ayo kita ke tempat Eomma.
Appa!
Ji Won berada di kamar.
Appa.
Dari awal tidak seharusnya kau berada di sini.
Mana mungkin aku adalah ayahmu?
Jangan terus-menerus memanggilku 'ayah'.
Kau yang telah membunuh putraku.
Kau!
Kau yang telah membunuh Ji Won.
Tidak, Appa.
Keluar!
Siapa kau?
Ja--jangan mendekat! Kenapa mendekat?
Mau apa?
Jangan mendekat!
Sebentar!
Pergi kau!
Eomma!
Aku adalah anakmu.
Hyo Jae.
Coba lihat baik-baik.
Ini aku.
Ini aku.
Jangan-jangan...
Tidak mungkin.
Aku berdoa dengan segenap hatiku...
Berdoa jika hari ini akan tiba.
Kenapa bisa ada kejadian seperti ini?
Tataplah aku.
Seperti dulu aku menatapmu.
Eomma...
Tidak ada waktu lagi.
Kenapa?
Appa... Appa ampuni aku.
Yeobo...
Apa yang terjadi?
Kau kenapa?
Kenapa?
Eomma...
Tte--tenanglah.
Tenang?
Kau itu satu komplotan.
Letakkan pisaunya.
Tutup mulutmu!
Kau kira aku tidak tahu?
Kalian berencana melarikan diri setelah membunuh anakku.
Sedang apa kau ini?
Yeobo, kau kenapa?
Yeobo!
Minggir!
Yeobo!
Yeobo!
Eomma!
Demi bisa bertemu dengan Eomma hari ini,
aku telah menunggu 75 tahun lamanya.
Orang-orang yang tinggal di rumah ini
semuanya terperangkap dalam waktu.
Dalam periode waktu yang tidak diketahui...
saling tidak menyadari keberadaan sesama.
Setiap 25 tahun sekali...
Hanya di bulan November...
kesenjangan waktu akan terbuka secara perlahan-lahan.
Setelah bulan November tiba,
pintu waktu akan terbuka lebar.
Waktu akan saling silang.
Rumah ini...
..adalah tempat yang seperti itu.
Hari ini aku akan
membawa Eomma kembali ke tahun 1992.
Hari itu... apa yang terjadi?
Kau...
membunuhku.
Aku?
Iya.
Karena itulah aku seperti ini.
Hidup terperangkap di sini.
Kali ini jangan berbuat seperti itu lagi.
Mati di saat itu...
adalah suratan nasibku.
Gara-gara aku...
seluruh hidup Eomma
terpuruk seperti ini.
Demi memberitahumu untuk tidak membunuhku,
aku datang ke sini mencarimu Eomma.
Eomma...
tidak inginkah kau mencari kembali hidupmu yang hilang?
Ingin rasanya...
membuat semuanya ini kembali ke masa lalu.
Aku juga ingin melewati hidupku.
Serasa neraka.
Betapa tidak adilnya.
Eomma...
Kali ini jangan berbuat seperti itu lagi.
Ampuni aku.
Bajingan yang membunuh anakku!
Hentikan semua ini sekarang juga.
Hyo Jae...
Eomma!
Jangan! Eomma, jangan!
Eomma! Eomma!
Hyo Jae...
Ini adalah suratan nasib Eomma.
Aku cinta padamu...
Anakku.
Terima kasih karena kau telah datang mencariku.
Hen--Hentikan!
Kau... siapa?
Maaf.
Jangan sentuh anak itu.
Kau...
Kenapa?
Hyo Jae...
Hyo Jae!
Anakku.
Eomma!
Hyo Jae!
Eomma harus pergi sekarang juga.
Eomma, jangan pergi...
Yeobo...
Hyo Jae.!
Kalau aku juga berdoa dengan sepenuh hati,
Aku tidak akan mati muda seperti Appa, 'kan?
Eomma tidak peduli apapun yang terjadi,
pasti akan menyembuhkan penyakitmu, Hyo Jae.
Semuanya aman sekarang.
Kemarilah!
Eomma!
Hyo Jae! Hyo Jae!
Hyo Jae! Hyo Jae!
Hyo Jae!
Sungguh sulit dipercaya, 'kan?
Pastor...
Sejujurnya...
Memang seperti itu.
Sampai sekarang dia masih merasa sangat tidak tenang.
Hyo Jae...
Jun Ho ya?
Iya.
Hyo Jae...
tidak lama lagi
Eomma akan pergi ke tempat yang sangat jauh.
Ke mana?
Tidak bisakah aku ikut?
Terlalu jauh.
Kelak bagaimana?
Kelak baru kau ke sana.
Bagi Eomma, yang paling penting adalah dirimu.
Saat itu...
Saat ini...
Kelak juga begitu.
Anu, Pastor...
Pastor.
Siapa anak ini?
Anak ini adalah putra narapidana yang berada di dalam.
Maaf?
Anak yang hilang 25 tahun yang lalu.
Pastor, bukankah Anda masuk ke dalam sendirian?
Di akhir perjalanan waktu yang panjang,
menerobos dan sampai ke masa sekarang ini.
Ah Pastor, Anda bisa saja.
Candaan ini sepertinya agak...
Pastor ini aneh sekali.
Pastor...
Ini adalah pengakuan terakhirku.
Aku...
...adalah orang berdosa atas pembunuhan terhadap suami sendiri.
Tidak lama lagi aku akan bertemu dengan Tuhan
untuk mempertanggung-jawabkan perbuatanku.
Hyo Jae...
Menderita penyakit jantung bawaan.
Meskipun terkesan tidak tahu malu,
tapi tolong bawalah dia pergi dari sini dan ke tempat yang bisa menyelamatkan nyawanya...
Tempat yang bisa menyembuhkan penyakitnya.
Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DamnSuperSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ http://ngesub.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan karya kami berikutnya. ~
Agar supaya Hyo Jae bisa melihat dunia yang indah ini,
kumohon sudi kiranya Pastor membantu.
Kumohon.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.