Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL ANIME NETFLIX ORIGINAL
Para pendeta muda ini baru memuja selama satu fase bulan
dan berpikir karena baru dan menonjol, mereka bisa jadi favorit Selemene.
Mereka harus tahu kedudukan mereka. Aku tahu kedudukanku sendiri.
Apa? Aku tidak merasa terancam.
Bulan sabit menyinarimu, Saudariku.
Sangat berkilau?
Sagan! Komi!
Aku tidak kembali tangan kosong.
- Lihat? - Teratai Mene.
Kau pergi untuk ini?
- Melakukan ini? - Apa?
- Bagaimana kau… - Aku menemukannya. Di kolam.
- Di Hutan Nightsilver. - Hutan Nightsilver?
- Bagaimana kau bisa masuk? - Bagaimana kau bisa keluar?
- Aroma bunganya aneh. - Dan kau melakukan ini sendiri.
Aku terpaksa.
- Seseorang harus melakukannya. - Karena sebuah kisah.
Hutan Nightsilver itu nyata.
Teratainya asli. Aku melihat rumah, rumah kita yang sesungguhnya.
Dengan ini, aku akan memandu kita kembali.
Kita akan rebut kembali. Itu milik kita. Seperti yang tertulis di kisah.
Kau gila. Tapi aku menyayangimu.
- Dan aku merindukanmu. - Kami semua merindukanmu.
Jangan sekarang.
Sekarang aku harus menemukannya.
NEGERI ANTAH-BERANTAH
Beri aku alasan, apa pun itu, untuk tidak membunuhmu.
Setiap malam sepekan terakhir, aku menyaksikan ini terjadi,
dan tiap malam aku menanyakan itu kepada diriku sendiri.
- Tapi kau tak membunuhku. - Tidak.
Aku terus mengalami mimpi buruk ini.
- Mimpi buruk? - Naga. Aku mendengar suara mereka.
- Mereka ada di mana-mana. - Yang sudah kau bunuh.
Tidak. Semuanya. Semua naga.
Itu hanya kata-kata dan musik.
Seolah mereka saling bernyanyi. Kepadaku.
Soal ucapanmu tentang apa pun yang kau lihat di gua itu.
Mungkin.
Aneh, aku tidak mengerti.
Tapi mereka di dalam tubuhku, dan aku tak tahu cara menghentikan mereka.
- Selain bangun tidur. - Selain itu.
- Setidaknya sampai tiba di Benteng Naga. - Kita akan tiba di penghujung pekan.
Mungkin dia bisa bantu.
Seribu tahun lalu, jauh di dalam Hutan Nightsilver,
matahari menutup matanya dan bulan menjadi darah.
- Apakah sakit? - Itu membuatnya lemah.
Mene, Dewi Bulan.
Ya. Dengarlah.
Malam berubah menjadi merah,
dan dewi kita terjebak dalam bayang-bayang oleh Selemene.
- Selemene, Dewi Bulan Gelap. - Mene masih di dalam bayangan?
- Benar. - Bisakah dia keluar?
Kenapa? Kenapa Selemene melakukan itu?
Selemene ingin disembah oleh Coriel'Tauvi.
Menghukum siapa pun yang tidak memanggilnya Dewi.
Tapi beberapa peri, mereka berdoa kepadanya?
- Ke Selemene? - Ya, beberapa. Beberapa masih begitu.
- Tapi dia jahat. - Terkadang begitu cara kerja kejahatan.
Tapi…
Selemene menyingkirkan siapa pun yang tak berdoa kepadanya,
jauh dari rumah kita di Hutan Nightsilver,
ke sudut tergelap di dunia.
Dewi kita yang sesungguhnya meninggalkan dunia ini,
tapi setiap hari kita memuja Mene agar kelak dia kembali kepada kita.
- Terpujilah bulan Mene. - Terpujilah bulan Mene.
Tapi jika Mene mati, bagaimana dia bisa kembali?
Melalui keyakinan. Pemujaan. Yang suci tidak akan pernah mati.
Begini, Mene meninggalkan hadiah untuk kita di kuil.
- Teratai ajaibnya. - Hadiah?
Tapi itu hanya bunga.
Bunga istimewa. Dia hidup untuk bunganya.
Jadi, saat pria itu meletakkan bunganya di bumi, dia akan kembali.
Siapa "pria itu"?
Dia pria dengan pengetahuan dan kekuatan yang hebat.
Ahli sihir.
- Apa dia punya nama? - Tidak.
Dia tinggal di menara ajaib,
terselip di lembah pegunungan tertinggi.
Dan aku akan ke sana. Aku akan membawakannya ini.
Hadiahnya.
Kau akan mengembalikan Mene. Kau akan membawa kita pulang.
Aku tidak mau pulang. Aku ingin lebih banyak kisah.
Jangan khawatir. Masih banyak yang harus diceritakan.
Jadi, kau benar-benar pergi mencari pria ini?
- Kau tidak ikut. - Kita sudah dengar kisahnya, tapi kau…
- Seolah-olah kau memercayainya. - Kita semua percaya.
Tidak cukup yakin.
Kau pergi tanpa sepatah kata pun dan kembali dengan teratai itu.
Sekarang kau pergi lagi dan berharap kami mengikuti tanpa bertanya.
Izinkan kami terlibat.
Kami harus tahu.
- Kisahnya, apa yang membuatmu yakin? - Ini.
Ini alasannya. Aku bisa melakukan ini. Dan ini.
Lakukan untukku.
Aku bahkan bisa membuatnya seakan aku tidak pernah di sini.
- Kau seharusnya beri tahu kami. - Beri tahu apa? Aku orang aneh?
Apa pandangan kalian akan sama?
Kisah mengatakan bahwa pendeta dan pejuang Mene bisa melakukan hal itu.
Tapi Mene sudah tiada. Dia sudah meninggal.
Atau mungkin sebagian dari Mene masih di luar sana.
- Dan dia memilihku. - Tidak.
Mene memilih kita.
Kiri.
Jalan itu akan menambah satu pekan lagi. Ini akan memangkas hari perjalanan kita.
Ya, lebih cepat. Jika itu tidak membunuhmu.
Aku sudah menyusuri jalan-jalan ini. Aku tidak ke kanan.
- Dan dengan datangnya badai ini… - Aku akan mengambil risiko lebih cepat.
Es di depan.
- Berapa lama lagi sampai bawah? - Terlalu lama.
- Tunggu sampai yang terburuk berlalu. - Menunggu?
Aku tidak akan bermalam denganmu di sini.
Mungkin kau seharusnya memikirkan itu di Haupstadt.
- Aku bisa saja meninggalkanmu ke penjaga. - Benar juga.
Terlalu licin.
Ikat diri kita bersama. Ke Sagan.
Berat badannya akan menahan kita.
Mirana!
Pegang aku!
Aku. Aku terlalu berat.
Kita pasti bisa.
Mirana, apa yang kau lakukan? Tidak!
Mirana!
Marci!
Davion!
Siapa pun?
- Aku melihatnya. Sudah kubilang. - Melihat apa?
Menara. Di antara kedua puncak itu.
- Aku tidak melihat apa pun. - Di bawah sana. Percayalah kepadaku.
- Ahli sihir. - Seperti dalam kisahnya.
Halo?
- Tempat ini… - Besar.
Aku mau bilang kosong.
- Besar dan kosong. - Lewat sini. Kurasa.
Besar, kosong, dan aneh.
Apa itu?
Dyfed? Adara?
- Idwal? - Sebutkan namamu.
- Fymryn, dari Enklave Coedwig. - Bagaimana kau bisa menemukan menaraku?
Itu berdiri tinggi di lembah.
- Bagaimana? Bagaimana kau melihatnya? - Sulit melewatkannya.
Dalam seribu tahun, tak ada yang menemukannya.
- Lalu kau melihatnya. - Ya. Seperti kataku.
Kau. Apa kau…
Apa kau dia?
Aku membawa ini. Teratai.
Diambil dari Kuil, dari Hutan Nightsilver.
Aku lakukan hal yang konon tak pernah bisa dilakukan.
- Kau pencuri. Tidak lebih. - Tapi aku…
Aku melakukan semua isi kisahnya, dan sekarang…
Sekarang, kau boleh pergi.
Dewi kami yang sesungguhnya tinggal di teratai ini.
Mene tinggal di sana. Tolong ambillah. Bawa dia kembali.
Cerita hanyalah kisah.
Mati tetaplah mati. Tidak ada yang bisa mengubahnya.
- Bahkan aku tidak bisa mengubahnya. - Aku sudah sampai di kuil.
Kupertaruhkan semua sampai ke sini. Tidak mungkin berakhir begini.
Ini upahmu.
Cochi.
Kau aman.
Sesaat kami di sana, lalu kami semua di sini.
Kecuali kau. Aku sungguh lega.
- Aku mual. Jangan lakukan itu lagi. - Seharusnya kami mendengarkanmu.
- Apa yang kita lihat dan temukan… - Tidak ada.
- Kita tidak menemukan apa pun. - Kita melihat keajaiban.
Aku gagal.
Tidak diragukan lagi.
Mene.
Davion?
Halo!
Cahaya suci bulan…
Dewi, maafkan aku. Aku mengecewakanmu. Aku tahu sekarang.
Tapi tidak akan lagi, aku bersumpah.
Kumohon. Aku bukan apa-apa tanpamu. Bukan siapa pun.
Kumohon. Aku hanya…
Aku ingin pulang.
Tidak bolehkah aku pulang?
Aku mencintaimu.
Ternyata kau.
- Tidakkah kau melihatnya? - Ya.
Tapi hidungnya mirip hidungmu.
Tersenyum padaku.
Sedikit gigi kelinci.
- Di sana. - Ada sesuatu di sini.
Sesuatu tentang kau dan koin ini.
Keduanya cantik. Kita memujanya. Kita akan memberikan cinta pada Dewi.
- Cintai dia bersama. - Cintai dia bersama.
Mirana. Kau sudah melupakanku.
Mirana.
Ingat.
Kami tahu apa maumu.
Kembalinya Nona Kegelapan, Mene.
Mene, yang akan menjerumuskan dunia ke dalam bayangan tak berujung.
Tidak hari ini.
Beri aku teratainya,
atau kukirim kalian ke pelukannya yang sudah mati.
Kami tidak memilikinya. Sudah tidak ada.
Apa yang telah kau lakukan?
- Teratainya. Sekarang. - Berhenti. Kumohon. Aku tak memilikinya.
Berbohong. Tidak bijaksana.
Kau membunuh mereka. Percuma saja membunuh mereka.
- Teratainya lenyap. - Teratai atau kepalamu. Kau yang pilih.
- Sudah kubilang, aku tidak punya! - Kalau begitu, kuambil kepalamu.
Kisah lama sudah berakhir.
Kita akan menulis yang baru bersama.
Jangan tanya, minum saja.
- Kau menyelamatkanku. - Aku membalas budi.
Dua bantuan. Habiskanlah.
Ada Benteng Kesatria Naga beberapa kilometer dari sini.
Kita akan melanjutkannya besok pagi.
Kau bisa menahan satu malam lagi denganku?
- Itu artinya tidak atau ya? - Aku…
Aku melihat banyak hal. Di dalam gua. Di salju.
- Ya. Besar, jelek, dan napas bau. - Tidak. Lebih buruk. Orang-orang.
Orang-orang berubah menjadi monster mengerikan…
Entahlah. Yang kita bunuh tadi adalah orang.
Atau dahulunya.
Kau pikir itu diriku.
- Perubahanku. - Tidak, justru sebaliknya.
Kau menjadi sesuatu yang tidak bisa kusebutkan.
Iblis, naga, siapa yang tahu? Tapi di dalamnya masih kau.
Aku masih melihatmu.
Berjagalah selagi aku tidur.
Ada banyak monster.
BERDASARKAN GIM VIDEO DOTA 2 OLEH VALVE
Terjemahan Subtitle oleh Judith Aulia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.