Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped/Synced by ParkMinYoung
Follow us on Instagram/Telegram, @ParkMinYoungSubs
"Drama ini berdasarkan Kisah On Dal dalam Kronik Tiga Kerajaan"
"Karakter, kejadian, dan tanggal tidak sesuai fakta sejarah"
Dia hanya tahu namanya. Yeom Ga Jin.
Bisakah Anda membiarkannya tinggal di sini?
Pada hari Ibu meninggal.
Aku harus tahu apa yang terjadi hari itu.
Peringatan kematian siapa?
Dal adalah putranya. Jenderal On Hyeop.
"Jenderal On Hyeop"?
Suku Sunno juga menderita tanpa alasan.
Mereka dijebak atas pengkhianatan.
Aku tidak punya waktu untuk orang desa sepertimu.
Aku datang untuk mencari seseorang.
Toko herba Jangbaek!
Kamu meninggalkan tempat itu bersama sang putri!
Dia putri raja. Putri Pyeonggang.
Dengarkan aku baik-baik.
Hidupmu bukan milikmu sendiri.
Rakyat Suku Sunno berkorban untuk menyelamatkanmu.
Jika ingin bunuh diri, kamu harus meminta restu mereka.
Anda akan tinggal di desa ini?
Tuan Putri sudah mati.
"EPISODE 5"
"Pyeonggang".
Itu nama yang kuat dan diberkati.
Itu namamu, Pyeonggang. Kamu menyukainya?
Tampaknya ada situasi yang tidak bisa dia jelaskan.
Aku tidak bisa membawanya bersamaku.
Aku bersumpah atas nyawaku untuk memberi tahu Anda ini.
Dia sudah pasti Tuan Putri.
Apa dia membenciku?
Tidak. Dia tidak mengatakan hal seperti itu.
Dia akan menyimpan dendam.
Dia akan membenci ayahnya yang tidak berperasaan.
Saat ini, prioritas kita adalah membawanya kembali dengan selamat.
Jika para pemberontak mendengar ini...
Para pemberontak
termasuk Gochuga, bukan?
Ayahku belum tahu.
Seberapa jauh
aku bisa memercayaimu?
Anda harus memercayaiku
untuk bertemu Tuan Putri lagi.
Aku akan mencari cara untuk membawanya kembali dengan selamat.
Saat kita siap,
Anda hanya perlu memberi perintah.
Aku putra yang berbakti dan bijaksana,
tidak ingin membuat ayahku khawatir.
Dengan itu, maksud Anda...
Aku tidak pernah kemari untuk menemui Raja
dan kamu
tidak pernah melihatku.
Aku tidak tahu apa yang terjadi,
tapi bagaimana Anda menghadapi kemarahan Gochuga jika dia tahu?
Kepala Kasim.
Itu tergantung lidahmu yang licik.
Kurangi bicara
dan perpanjang umurmu.
Raja pergi ke Balai Magnolia?
Kudengar dia datang tiba-tiba dan melihat-lihat.
Tapi bukan hanya itu yang aneh.
Dia biasanya mabuk karena alkohol atau teler akibat obat.
Hari ini, dia sama sekali tidak menyentuh keduanya
dan tetap di kamarnya.
Saat seseorang bersikap tidak biasa,
mereka bilang waktu mereka di sini sudah berakhir.
Kamu mungkin tidak akan terlalu kesulitan.
Hal baik tidak terjadi karena keberuntungan.
Raja terobsesi dengan hantu Tuan Putri.
Kita harus mengubah ketakutan itu menjadi kenyataan.
Tuan Putri?
Gadis muda yang menghilang saat Ratu dibunuh?
Ya. Setelah itu, dia kehilangan ingatannya
dan tinggal di Cheonjubang.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kita harus segera mengusirnya demi keamanan desa.
Katanya dia ingin melupakan rasa bersalahnya.
Entahlah, Pak Kepala.
Apa yang akan dilakukan ayahku?
Jenderal
pasti akan mengikuti arus.
Arus?
Terkadang seseorang harus tinggal meski kita ingin mereka pergi,
dan harus ada yang pergi meski kita meminta mereka tinggal.
Jangan mencoba melawan alam.
Tapi kejadian hari itu menghancurkan suku kita.
Ayahku meninggal dengan dijebak dan dihina.
Itu bukan salah Tuan Putri.
Aku tahu itu, tapi...
Aku bahkan tidak bisa melihat wajahnya sekarang.
Ini terlalu sulit.
Kamu sudah pulang?
Di mana dia? Apa dia benar-benar pergi?
Astaga.
Kukira kamu pergi begitu saja.
Apa ini?
Ibu On Dal membuatkannya untukku. Apa aku terlihat aneh?
Tidak. Cocok sekali untukmu.
Dengan pakaian seperti itu, kamu mirip salah satu dari kami.
Kamu akan tetap tinggal bersama kami dan tidak pergi ke mana pun?
Andai aku bisa.
Jika kamu mau, semua beres. Apa yang kamu cemaskan?
Aku harus membuang sesuatu.
Apa? Itu dia.
Wanita muda itu mencerahkan seluruh desa.
Gadis cantik itu pembunuh?
Itu sangat mengerikan.
Dia bilang dia berhenti. Jangan membahasnya.
Bisakah pemakan daging
menyintas dari sayuran dan herba saja?
Aku yakin Dal sedang banyak pikiran.
Kamu sungguh tidak mau makan?
Di mana dia?
Kamu terjaga semalaman,
tidak akan makan seharian, atau menggerakkan satu jari pun!
Kamu akan layu dan mati di tempat kamu berbaring?
Dasar bodoh!
Dasar bodoh!
Kamu berbuat sesukamu!
Kamu membawa gadis itu kembali,
pasukan Raja tidak mendapatkan tujuan mereka.
Ada apa lagi?
Warga desa bilang mereka menerimanya padahal tahu dia pembunuh!
Kenapa kamu marah?
Kamu mengingkari ibu untuk meninggalkan gunung
dan kamu bahkan pergi ke Kastel Pyeongyang?
Ibu ingin mematahkan kakimu,
tapi menahan diri.
Maafkan aku, Ibu.
Jika kamu tahu itu, masuk dan makanlah.
Aku harus dihukum karena melakukan kesalahan.
Seperti yang kita janjikan.
Dal.
Dal.
Dia benar-benar terpikat.
Astaga.
Sumurnya hampir kering, begitu juga dengan sungai.
Kita mungkin akan sekarat jika kekeringan berlanjut.
Mari kita naik lebih tinggi.
Apa? Dal!
Apa?
Kenapa dia tiba-tiba menjaga jarak?
Kamu dan Dal bertengkar?
Tidak.
Seolah-olah aku berhak melawannya.
Aku berbuat salah kepadanya.
Dal mungkin berbicara seperti orang tidak beradab,
tapi dia sangat manis.
Dia akan segera melupakannya.
Jangan khawatir.
Kamu baru saja melihatnya.
Dia mengambil cangkulnya untuk menjalani hukuman.
Hukuman?
Kamu berjanji kepada ibumu
akan bekerja jika sekali lagi
meninggalkan gunung?
Kamu melakukan ini karena aku.
Seharusnya aku yang dihukum.
Aku datang untuk mengatakan hal menjengkelkan.
Aku akan tinggal di Lembah Hantu.
Aku tahu aku bersalah dan tidak tahu malu,
tapi aku ingin hidup.
Aku enggan pergi ke istana karena Ayah memperlakukanku seperti hantu.
Aku tidak akan lagi
melakukan apa pun yang membuat tanganku kotor karena darah.
Aku akan bekerja di ladang, pohon jatuh, dan mengumpulkan herba
serta hidup dengan baik, sepertimu.
Jika kamu tidak suka dan menolak,
aku akan pergi.
Bintang-bintang tidak sejajar.
Apa?
Kekeringan akan berlangsung cukup lama.
Karena itu aku menggali dengan giat. Bukan karenamu.
Kamu tidak keberatan aku tinggal di Lembah Hantu?
Para penduduk desa menerimamu.
Kamu. Bagaimana menurutmu?
Menurutku?
Menurutku?
Aku harus mulai memikirkan perasaanku.
Apa ada sisa besi?
Bisa tambahkan ini dan lelehkan semuanya?
Ya. Dia sendiri yang membawanya kemari.
Dia menyuruhku membuat sabit atau apa pun kebutuhan penduduk desa.
Jika pembunuh membuang pisaunya, itu berarti tidak bercanda.
Kenapa harus kamu?
Ayahmu
membunuh ayahku
dan membinasakan sukuku.
- Dal. - Jangan bertanya.
Kamu bisa pergi
dan mencari cara untuk hidup sendiri.
Kamu kembali dari gunung dengan tangan kosong.
Kenapa kamu di sini sekarang?
Jika bertangan kosong,
aku bisa membawa apa pun yang kutemukan.
Raja merencanakan sesuatu.
Jika kamu tidak melakukan sesuatu tentang Tuan Putri,
ayah akan turun tangan langsung.
Ayah pasti sibuk dengan politik.
Serahkan kepadaku, Ayah.
Kenapa kamu kemari larut malam?
Kudengar kamu menjual herba ilegal.
Aku datang untuk menyelidiki.
Ini tidak bisa ditemukan di Goguryeo.
Kamu membelinya dari Baekje atau Silla?
Kamu membela Ibu kota kami
dan memedulikan barang yang dijual toko herba?
Jika menyelundupkan barang, yang melanggar hukum,
kamu pantas dihukum.
Bahkan dewan Lima Suku mengabaikan usaha kami.
Dengar.
Aku Kepala Pertahanan Ibu Kota.
Bukan boneka dewan Lima Suku.
Bakar semuanya.
- Baik, Tuan! - Baik, Tuan!
Masuklah.
Untuk menghemat lebih dari 180 kg herba,
apa yang harus dilakukan seorang wanita?
Informasi darimu waktu itu
tidak berguna.
Aku tidak menangkap hewan liar, apalagi pembunuh.
Benarkah?
Ayahku menekanku setiap hari
dan aku tidak tahu di mana pembunuhnya.
Jadi,
aku ingin kamu membantuku diam-diam.
Seorang pemilik toko herba bisa apa?
Jenderal Go.
Melalui Kepala Kasim,
kamu menyelundupkan narkoba ke istana.
Untuk mengalihkan pikiran Raja.
Perlahan, kamu menambah dosis.
Itu tidak benar.
Sudah kuduga.
Kamu berbohong
dan denyutmu masih sama.
- Leluconmu terlalu ekstrem. - Itu lelucon?
Aku butuh kelicikan dan keberanianmu.
Kemampuanmu membuat seseorang
memercayai kebohongan.
Aku memahatnya sendiri.
Ini artinya kita ada di pihak yang sama.
Apa kabar?
Kenapa kamu kemari sebelum sarapan?
Aku ingin mengembalikan sesuatu kepada On Dal.
Letakkan di sana.
Dia pergi pagi-pagi sekali
tanpa makan apa pun.
Apa dia pergi menggali sumur?
Bagaimana aku tahu ke mana dia jika tidak tahu dia memikirkan apa?
Apa yang kamu bawa?
Ini tidak banyak.
Aku hanya merasa tidak boleh memilikinya.
Aku akan mengembalikannya sendiri.
Tunggu, tetap di tempatmu. Kamu bisa mengambil ini juga?
Dia langsung meminta makanan setelah bangun tidur
dan dia sudah lama tidak makan.
Dia jarang makan belakangan ini?
Karena
kamu memutuskan tinggal di Lembah Hantu,
biar kukatakan satu hal.
Aku mendengarkan.
Tolong jangan menyebabkan
perselisihan atau pertumpahan darah di lembah ini.
Aku yakin kamu melalui banyak hal,
tapi tidak ada yang semenyedihkan Dal.
Jika kamu berpikir hal buruk mungkin terjadi,
silakan pergi dengan tenang.
Kamu mengerti maksudku?
Aku tahu alasan Anda mengatakan ini,
tapi aku tidak akan pergi.
Aku berutang banyak kepada Dal.
Aku juga harus menebusnya kepada penduduk desa.
Aku memutuskan untuk membuka lembaran baru
dan aku akan menunjukkan kepada Dal
betapa bertekadnya aku.
Dunia
tidak selalu memberikan keinginanmu.
Astaga.
Aku penasaran alasanmu mengabaikan Ga Jin.
Aku berpikir panjang dan keras, tapi tetap tidak mengerti.
Tapi tiba-tiba aku mengerti.
Kecemburuan.
Tentara yang datang untuk menangkapnya.
Astaga.
Pria tampan dengan suara manis.
Kukira dia di sini untuk menangkapnya,
tapi aku merasakan suatu getaran.
- Lalu kenapa? - Jadi,
mereka berdua memiliki semacam hubungan.
Hubungan apa? Semacam hubungan.
Kamu menyadari itu dan menjadi kesal.
Karena cemburu.
Bodoh. Jika itu benar, aku akan merasa lebih baik.
Lalu apa masalahnya?
Ada banyak kejadian di dunia ini.
Kejadian bodoh di antara orang yang tidak bisa berubah.
Kamu terlibat kekacauan saat terjebak dalam perangkap.
Kalau begitu, Ga Jin seorang perangkap?
Kamu di sini.
Ini sangat lambat dengan cangkul.
- Keluar. - Berikan beliungnya.
Aku akan menggali batu untukmu.
Kubilang keluar.
Aku harus berguna jika tetap di sini.
Serahkan saja kepadaku dan makanlah sesuatu.
Ibumu khawatir karena kamu terus melewatkan jam makan.
Jangan membuang makanan.
Aku mengerti kamu membenciku,
tapi makanannya tidak berbahaya.
Aku juga masih kecil saat itu.
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Semua sangat membingungkan dan aku takut.
Jadi,
kenapa aku harus diperlakukan seperti penjahat?
Aku juga marah. Ini tidak adil dan aku marah.
Tetap saja...
Aku berharap setidaknya kamu akan memahamiku.
Lalu aku bisa melupakan masa laluku.
Aku bisa hidup bahagia di Lembah Hantu dan...
Apa aku bilang itu salahmu?
Ini juga sulit bagiku.
Aku mencemaskanmu dan ingin menjagamu,
tapi aku tidak bisa.
Setiap kali melihatmu, aku teringat ayahku.
Aku melihatnya mati.
Aku merasa bersalah
terhadap ayahku dan para penduduk desa.
"Dia putri Raja."
"Tapi aku masih menyukainya."
Itu akan membuatku tampak bodoh dan tidak tahu malu.
Kita tidak melakukan kesalahan.
Tapi kita dihukum.
Terima kasih sudah memberitahuku.
Aku akan mengembalikan ini.
Semoga kamu segera menemukan air.
Aku akan bekerja di ladang, pohon jatuh, dan mengumpulkan herba
serta hidup dengan baik, sepertimu.
Kenapa aku harus diperlakukan seperti penjahat?
Kita tidak melakukan kesalahan.
Tapi kita dihukum.
Ga Jin!
Jangan pergi.
Tetaplah di sini sebagai Yeom Ga Jin.
Bekerjalah di ladang dan kumpulkan herba,
dan hidup seperti itu.
Lakukan sesukamu.
Kamu bukan putri atau pembunuh.
Kamu hanya Yeom Ga Jin.
Mengerti?
Kamu mau melakukannya?
Apa kamu
memaafkanku?
Kenapa aku harus memaafkanmu padahal kamu tidak bersalah?
Terima kasih.
Aku memberi kepala suku kecil sebuah tugas penting
dan kamu telah melakukan pekerjaan yang buruk.
Kuberi waktu, tapi kamu masih belum mengirimkan kepala si pembunuh itu.
Kamu menyebabkan kebinasaanmu sendiri.
Saat kesabaranku habis,
tempat tinggalmu akan terbakar dan hidupmu
akan berakhir, ingatlah itu.
Sebelum kita membunuh Raja,
kita harus menyingkirkan Go Won Pyo.
Siapa kamu?
Pemilik toko Jangbaek datang untuk menemui Gochuga.
Laporkan.
Apa? Mereka membawa jasad si pembunuh?
Ya. Pemilik toko herba datang langsung ke sini.
Tidak mungkin.
Gochuga ingin bertemu dengan Anda.
Mereka menemukannya di hilir sungai.
Memang bengkak, tapi fitur wajahnya
terlihat mirip dengan wajah di poster itu.
Ini tidak bisa dikenali.
Ayah ingin bertemu denganku?
Kamu berkelahi dengannya, jadi, pasti mengenalinya.
Periksa apa benar ini pembunuhnya.
Baiklah.
Itu memang dia.
- Kamu yakin? - Ya.
Dia pembunuh yang kulihat saat upacara.
Masuklah.
Matamu tajam.
Aku mengerti alasan ayahmu selalu membualkanmu.
Itu pujian yang berlebihan.
Aku harus menolak itu.
Itu tidak perlu.
Kami menjanjikan hadiah sebagai imbalan kepala pembunuh itu,
jadi, semua ini pantas kamu dapatkan.
Aku tidak melakukannya untuk dibayar.
Anda selalu baik dan peduli terhadap keluarga kami,
jadi, aku ingin melakukan sesuatu sebagai balasannya.
Kamu pantas dipuji.
Aku selalu ingin bertemu langsung denganmu
setelah mendengar hal-hal hebat tentangmu.
Berkat dia, kita bisa menghindari masalah.
Silakan kunjungi aku kapan pun kamu butuh bantuanku.
Aku merasa terhormat.
Pemilik toko herba telah berkontribusi besar.
Aku memercayai keserakahan orang.
Apa?
Tindakan kebaikan untuk membalas budi seseorang.
Aku tidak memercayai orang yang mengatakan hal-hal
yang tidak kasatmata.
Apa itu artinya ada yang mengganggu Anda?
Kamu menemukan mayat lebih cepat dari dugaanku.
Ada banyak mayat
menumpuk di luar kota karena penyakit dan kelaparan.
Aku harus memilih gadis yang seusia dengannya
dan mengembangkannya di bawah air, yang menyebabkan penundaan.
Kamu sengaja melempar mayat ke air untuk membuatnya mengembang?
Kamu benar-benar tanpa belas kasih.
Bukankah kamu yang memintaku melakukan hal tanpa belas kasih itu?
Maksudku pria yang membuatku melakukan pekerjaan kotor
karena dia tidak ingin seseorang mencurigainya.
Aku akan membalas budiku.
Kamu harus bersiap.
Aku akan memasang bunga tinggi.
Kita hebat. Bagus.
Dia berteriak dan memanggilku hantu.
Tapi dia memang mengira aku sudah mati.
Aku juga akan terkejut.
Tapi kamu tetap putrinya.
Aku akan bahagia, bukannya takut.
Jadi, kamu kabur begitu saja?
Aku mungkin masih hidup, tapi aku sama saja dengan mati.
Bagaimana dengan adikmu?
Bahkan jika kami bertemu lagi,
dia tidak akan bisa mengenaliku.
Hidupku di istana terasa seperti mimpi.
Ayah dan teman-teman sejatiku
berada di Cheonjubang.
Tapi itu juga tidak berguna.
Ayo.
- Ke mana? - Ikuti saja aku.
Apa yang kamu lakukan?
Kamu tidak tahu?
Aku mengukur.
Untuk apa?
Astaga. Kita harus membuat satu kamar lagi.
Tempat ini terlalu kecil untuk dua orang.
Kamu sulit dipercaya.
Kenapa kamu pindah ke sini padahal punya rumah sendiri?
Siapa bilang aku akan membiarkanmu tinggal di sini?
Jangan mendekatiku.
Omong kosong apa yang kamu bicarakan?
Sudah kubilang jangan mendekatiku.
Kurasa kamu keliru...
Kayu? Kenapa kamu butuh kayu untuk menggali sumur?
Carikan yang panjang dan kuat, jangan yang sudah bengkok.
Lalu kamu, buatkan dia matras jerami.
Aku tahu kamu tidak mampu membuatkan kasur sutra untuknya,
tapi matras jerami tidak cukup baik.
- Apa? - Percayalah kepadaku soal wanita.
Aku tahu kamu melakukan ini demi Ga Jin.
Ya, benar. Kalian bilang dia boleh tinggal.
Jadi, kita harus tepati janji dan bantu dia tinggal dengan nyaman.
Ini langkah besar.
Kamu sudah mendapatkan restu ibumu?
Untuk apa aku butuh persetujuannya
untuk membawa ayah Ga Jin?
- Apa? - Apa?
Kukira kamu akan tinggal bersamanya.
Kukira kamu akan menikahinya.
"Menikah"?
- Siapa? Aku? - Ya.
Dengan Ga Jin?
- Itu yang kamu inginkan, bukan? - Dasar kurang ajar.
Astaga, aku sudah marah karena mimisan.
Aku tidak akan menerima ini!
- Jadi, bukan begitu? - Apa kita salah?
Kamu tidak akan menikahinya?
- Kamu tidak akan menikahinya? - Omong kosong apa itu?
Kamu menjadi sangat kasar setiap kali kamu marah.
Kamu harus memperbaiki itu.
Seharusnya kamu lebih jelas.
Kamu yang membuatnya terdengar aneh.
Kenapa kamu marah kepadaku padahal kamu yang memukulku?
Aku yang mimisan.
Kamu tertawa?
Maaf. Aku tidak akan tertawa.
- Hei... - Apa lagi sekarang?
Soal membawa ayahku...
- Kamu tidak mau dia di sini? - Tidak, bukan begitu.
Aku berterima kasih atas niatmu.
Tapi aku merasa bersalah kepadamu dan para penduduk desa.
Kamu tidak perlu merasa seperti itu.
Ayo jemput dia setelah selesai menggali sumur.
Sampai saat itu, kita bisa memperbaiki rumah.
Dal.
Kamu melakukan segalanya untukku.
Ada yang bisa kubantu?
Katakan saja apa pun yang kamu inginkan.
Aku akan melakukan apa pun yang aku bisa.
Ini sesuatu yang sangat sulit.
Kamu tidak keberatan?
Apa itu?
Jalanilah hidup yang normal, Ga Jin.
Itu keinginanmu.
Payah sekali.
Aku sudah berjanji kepadamu.
Janji tidak berpengaruh.
Tetap berpegang pada kata-katamu adalah bagian yang sulit.
Kamu yakin tidak akan membunuh lagi?
Aku membuang semua senjataku.
Bahkan jika nyawamu terancam?
Aku tidak akan melakukan hal-hal yang mengotori tangan dengan darah.
- Lalu bagaimana dengan ini? - Astaga.
Aku sudah minta maaf.
Ga Jin.
Kamu pantas bahagia sekarang.
Jangan mengkhawatirkan hal lain.
Lakukan saja yang terbaik untukmu.
Dia menunggu.
Cepat periksa.
Ya.
Bukan dia.
Kamu yakin?
Bukan dia.
Dia sebaya.
Tapi dia orang yang sangat berbeda.
Dia bukan Tuan Putri?
Aku yakin
itu bukan dia.
Bawa dia keluar.
Aku yakin dia salah.
Dia adalah pembunuh... Tidak.
Dia Tuan Putri.
Dia bersumpah setia kepada ayah untuk melindungi Putra Mahkota.
Tidak ada alasan baginya untuk berbohong.
Kalau begitu,
maksud Ayah, aku berbohong?
Kamu putra ayah dan tampak yakin.
- Jadi, ayah harus memercayaimu. - Ayah.
Belajarlah menghindari masalah.
Jika tidak, kamu akan mengeluarkan darah.
Sumurnya kering.
Aku mungkin tidak bisa melihat, tapi tetap bisa mendengar.
Aku punya air di rumahku. Aku akan memberi Anda sedikit.
Tidak apa-apa. Akan kuminta Dal mengambilkan air.
Dia pergi memeriksa jebakan yang dia siapkan.
Dia tidak pernah memberitahuku ke mana dia pergi.
Ini sayuran apa?
Aku yakin rasanya enak dengan bumbu.
Aku mungkin buta, tapi bisa dengar dan punya tubuh yang sehat.
Jadi, jangan mengasihaniku.
Tidak, aku tidak mengasihani Anda.
Lalu apa?
Kamu ingin membalas kebaikan Dal?
Tidak perlu.
Kamu bukan satu-satunya orang yang menerima kebaikannya.
Astaga, lihat dirimu.
Kamu harus bersama ibumu.
Sedang apa kamu sendirian di sini?
Pergilah.
Dia terlahir dengan hati yang baik.
Entah manusia atau hewan,
dia tidak bisa mengabaikan
mereka yang tidak punya tempat tujuan.
Dia tidak punya hati seperti orang lain.
Tapi bagaimana mungkin?
Apa maksudmu?
Kudengar keluarganya dan penduduk desa
akhirnya meninggal dengan menyedihkan.
Aku yakin dia merasa benci.
Bagaimana bisa dia tidak ingin membalas dendam?
Apa dia lupa
tentang kejadian hari itu?
Hidup akan lebih mudah jika bisa melupakan yang ingin kita lupakan.
Dia hanya berusaha keras untuk melupakannya.
Setiap kali memikirkan hari itu,
dia menjadi patah hati dan marah.
Tapi dia menahan itu dan mengabaikannya
karena dia ingin menjadi manusia yang layak.
"Manusia yang layak".
Kamu datang untuk mengawasiku?
Aku janji akan berbagi daging kelinci, tapi kutarik lagi.
Aku tidak berbohong. Lihat.
Aku tidak bisa menangkap satu pun.
Aku bisa melihatnya. Aku kecewa.
Astaga, makan sayuran saja.
Itu lebih sehat untukmu.
Aku tumbuh dengan makan lobak hijau kering dan lobak kering.
Lihatlah betapa kuatnya aku.
- Kamu selalu saja beralasan. - Aku serius.
Kami tidak akan pernah makan daging jika terus memercayaimu.
Mulai sekarang, serahkan perburuan kepadaku.
Kita juga harus menyingkirkan batu dari perkebunan hijau.
Para wanita sepertinya kesulitan.
Saat mengeringkan herba, kita harus melakukannya bersama.
Itu akan menghemat waktu.
Apa? Apa ada masalah?
Tidak, bukan begitu.
Apa kamu selalu secerewet ini?
Kamu bahkan memukuli orang sekarang?
Mari kita santai saja untuk memperbaiki rumah.
Sumurnya lebih mendesak, jadi, kita harus menggalinya.
Aku juga akan membantu.
Astaga, kamu bicara seolah-olah kamu salah satu dari kami sekarang.
Atau kamu rubah yang berpura-pura menjadi Ga Jin
agar bisa memakan hatiku?
Astaga.
Ga Jin menyembunyikan dirinya dengan baik.
Aku bahkan tidak bisa menebak di mana dia.
Entah di mana aku bisa menemukannya.
Lantas, kalian harus menggantikan dan melakukan pekerjaannya.
Ketua.
Jika kita terus menundanya, Go Won Pyo akan membunuh kita.
Serahkan kepadaku. Aku akan mengurusnya.
Kenapa kamu berpikir aku akan memintamu?
Ini tugas yang sangat penting.
Kalian harus bergegas.
- Baiklah. - Baiklah.
Kita harus pergi.
Begitu tiba di Kastel Pyeongyang,
entah bagaimana situasinya nanti.
Kami tidak akan bisa mengurus Anda lagi.
Kalian punya misi berbahaya?
Bukan begitu.
Astaga. Lebih baik memeriksa semua hal dengan saksama.
Anda tidak perlu khawatir. Tinggallah bersama Ga Jin.
Aku juga menganggap kalian sebagai anakku sendiri.
Apa pun itu, tolong jaga diri kalian.
Ada desa bernama Lembah Hantu di Gunung Daeseong.
"Lembah Hantu"?
Aku punya gerbang, jadi, orang-orang tidak melompati dinding.
Kenapa kamu harus bicara denganku tanpa memberi tahu orang?
Tergantung pada jawabanmu,
mungkin aku harus mengambil nyawamu.
Kudengar Gochuga mencurigai mayatnya palsu.
Sangat sulit mendapatkan kepercayaannya.
Tapi aku mungkin dianggap penipu dan disalahkan.
Kamu sudah tahu identitas pembunuh itu, bukan?
Kamu tidak akan kembali setelah pergi ke Gunung Daeseong
tanpa mengetahui apa pun.
Selama pembunuhnya bukan Tuan Putri,
identitas mayatnya tidak penting.
Aku tidak bisa memercayaimu.
Kamu memberikan obat mengerikan itu kepada Raja.
Tapi kamu membantu putrinya lolos.
Kamu memihak siapa?
Aku takut kepada Gochuga.
Aku mengerti ada Lima suku.
Tapi kami, Suku Sono, tidak bisa melawannya
karena jika melakukannya, akan ada pertumpahan darah.
Apa karena itu kamu berusaha mengambil hati setiap suku
agar bisa mencari cara untuk bertahan hidup?
Kamu benar.
Dia sudah pernah membunuh orang tidak berdosa di suku kami.
Ratu juga meninggal karena tuduhan palsu.
Tutup mulutmu!
Ayahku diperintahkan oleh Raja
dan hanya menjalankan rencana pengkhianatan.
Bahkan Raja takut kepada Gochuga.
Sekarang, dia mencoba membunuh seorang putri.
Kamu akan segera dipaksa membuat keputusan.
Kamu akan mengikuti jejak ayahmu ke jalan yang sudah bernoda darah?
Atau kamu akan memulai jalanmu sendiri?
Kamu bertarung dengan batu? Kamu sangat bodoh.
Aku baik-baik saja. Aku bisa melakukannya.
Jangan bergerak.
Jika kamu merusak kukumu, itu akan membuatmu tidak nyaman.
Hei, kubilang aku baik-baik saja.
Kurasa kamu salah tempat.
Kita sudah menggali cukup lama dan hanya melihat batu, bukan air.
Kamu tidak tahu pepatah, "Ketulusan adalah jalan menuju surga"?
Ada pepatah, "Tuangkan air ke dalam panci yang retak."
Mari kita lihat siapa yang benar.
Hei, tanganmu bisa terluka. Sudah cukup. Hentikan.
Hei!
Hentikan.
Hei! Ada apa? Kamu baik-baik saja?
Di mana kamu terluka? Coba kulihat.
Hei.
Yang benar saja.
Tanganku tidak cedera.
Tapi rasanya lebih baik.
Kamu mengejekku soal itu.
Tapi kamu yang bertengkar dengan batu.
Lihat.
Aku menang.
Luar biasa.
Ini bagus.
Semua yang kulihat dan kudengar di sini
membuatku berpikir bahwa aku bermimpi.
Mimpi?
Ya. Jika aku bermimpi,
aku tidak akan pernah mau bangun.
"Aku ingin terus bermimpi sampai akhir."
Kalau begitu, tidurlah sepuasmu.
Aku tidak akan membangunkanmu.
Aku benar-benar akan tidur di sini.
Silakan saja.
Kamu ingat dahulu kita duduk di atas batu seperti ini?
Kamu menyombongkan ukiran kuda kayumu.
Kamu ingat apa yang kamu paksakan hari itu?
Bahwa kamu akan menjadi penguasa dan menguasai seluruh kekaisaran.
Kamu bilang akan menjadi jenderal.
Apa kamu masih
ingin menjadi penguasa?
Aku masih kecil saat itu.
Sekarang, semuanya tampak begitu jauh.
Benar. Itu yang harus kamu lakukan.
Hapus kenangan buruk sedikit demi sedikit.
Serta, penuhi hidupmu dengan sesuatu yang baik.
Bagaimana denganmu?
Kamu sudah menghapus semua kenangan buruk?
Jauh dari itu.
Belum.
Ini bagus sekali!
Apa gunanya mengayun pedangmu ke udara yang tidak terlihat?
Seharusnya kamu bunuh pembunuh itu saat ada kesempatan.
Sekeras apa pun aku memaksakan diri,
aku tidak berani membunuh seorang putri kerajaan.
Tapi aku tahu Ayah sudah lama melakukannya.
Biar ayah ajari sesuatu.
Pedang menarik darah.
Jika itu membuatmu takut, ayah sarankan kamu memegang sabit.
Arah yang dituju pedang juga penting.
Ayah sungguh mengarahkan pedang kepada Ratu
padahal seharusnya membunuh musuh kita?
Keputusan itu ayah lakukan hanya demi keluarga kita.
Dahulu, dan sekarang juga.
Tapi kamu
berbohong kepada ayahmu sendiri, dibutakan oleh rasa cintamu.
Ya.
Aku
putra Ayah yang bodoh.
Mulai besok, kamu akan mundur sebagai Kepala Pertahanan Ibu Kota.
Siapa di sana?
- Ayah baik-baik saja? - Tangkap mereka!
Pembunuh!
Pergilah sekarang. Cepat!
Kalian anjing pemburu dari Cheonjubang.
Ibu, aku dalam perjalanan untuk menjalani hukumanku.
Jika harus menjalani hukumanmu lagi,
kamu mungkin akan berakhir dengan pengantin wanita.
Astaga. Jangan rusak pagi bahagiaku dengan pernyataan konyol itu.
Ini.
Kenapa berat sekali?
Jika berbagi makanan dengannya, itu tidak akan mengenyangkan.
"Saat suamiku kembali"
- "Ada" - Dia konyol.
- Ga Jin. - Apa?
Setelah semua berjalan lancar, kamu harus pulang lebih dahulu.
Kita bisa memperbaiki rumah tepat waktu,
tapi kamu harus membawa ayahmu lebih dahulu.
Bagaimana jika tidak berjalan lancar?
Ayahku mungkin akan mati karena menunggu.
Jangan membuat sial.
Minggir.
Hei!
Kamu...
Apa?
Hei!
Hei. Astaga.
Ini...
Hei!
Air!
Kita punya air! Air!
- Air! - Ya!
Hei, kubilang apa kepadamu?
Kubilang kita akan menemukan air di sini. Lihatlah.
Baik. Berhenti menyombongkan diri.
Air! Kita punya air!
Aku akan pergi dan membawa orang-orang.
Tunggu di sini.
Baiklah.
Kamu menemukan air?
"RIVER WHERE THE MOON RISES"
Orang-orang di desa kami senang menerimamu.
Mungkin, Tuan Putri berakhir di sini
untuk meminta kita melupakan masa lalu dan hidup dengan damai.
Jangan gegabah dan memikirkan balas dendam.
Temukan Tuan Putri lebih dahulu.
Kita harus lebih berhati-hati terhadap Tuan Putri daripada Raja.
Jika sifatnya mirip dengan mendiang ibunya,
cakarnya akan segera menyakiti kita.
Beraninya kamu menyentuhku?
Aku putri sulung Raja
dan mewarisi keturunan mendiang Ratu.
Aku Putri Pyeonggang.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.