Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Instagram @skysoultan
The Sweet Girl Season 2
Episode 15
Pengurus Lu.
Nyonya kedua kami ingin membuat baju,
mohon Anda pergi sebentar.
Sekarang?
Iya.
Pengurus Lu.
Saat kamu keracunan waktu itu,
Nyonya Su kedua ketahuan terlibat dan di kurung di kuil.
Sekarang kamu sebaiknya jangan kesana dulu.
Tidak apa-apa.
Yang seharusnya datang pasti akan datang,
bagaimanapun tidak dapat menghindarinya.
Tuan Pei,
kalau begitu aku pergi ke kediaman Su dulu.
Bila sudah kembali, aku segera pergi ke tempat Anda.
Baik.
Aku akan menunggumu.
Silahkan.
Nyonya,
Pengurus Lu sudah datang.
Nyonya kedua.
Pengurus Lu,
cepat lihat baju ini bagaimana?
Nyonya kedua selama ini menyukai baju dengan warna cerah.
Sekarang memakai baju yang rapi,
ditambah sedikit elegan
dan feminim,
dilihat orang sangat nyaman.
Tidak heran.
Tidak heran jika tidak ada baju yang tidak dapat dijual Pengurus lu.
Tidak peduli apapun baju itu,
diucapkan dari mulut Pengurus Lu
pasti jadi rebutan sampai kehabisan.
Tidak, tidak....
Sunguh sayang sekali,
Yuyan kita tidak pandai berbicara
sehingga bisa di salahkan oleh Yinran.
Disalahkan?
Iya...
Awalnya dia mengira laba-laba itu menyenangkan,
unik,
pinjam untuk bermain dua hari.
Siapa yang mengira makhluk berkaki delapan itu,
tiba-tiba berlari kearah Pengurus Lu,
mengigit kamu.
masalah ini dari awal sudah
di periksa dengan jelas.
Makhluk berkaki delapan itu
bukan memanjat sendiri masuk ke dalam kamar aku,
tetapi Nona Qiao yang menaruhnya.
Kamu bilang Yuyan yang mencelakakan kamu?
Aku...
Pengurus Lu.
Apakah kamu tahu karena kamu berkata seperti itu,
Yuyan kami dipulangkan ke kampung halaman.
Batal menikah dengan Yinran.
Aku dikurung di kuil oleh Tuan Besar,
dikurung lebih dari setengah bulan.
Tetapi dia mencelakaiku sampai hampir bertemu dengan dewa akhirat,
itu juga kenyataan.
Dia sudah mencelakai orang,
mendapat hukuman juga sudah sepantasnya.
Kamu...
Menurut kamu,
Kami semua pantas untuk itu ya?
Nyonya kedua,
Anda hari ini mencari aku,
untuk mengeluarkan ketidakpuasan di hati Anda,
Kalau begitu aku tidak menemani lagi.
Tamparan ini, aku menganggap Anda adalah senior
sehingga tidak mempermasalahkannya dengan Anda.
Tetapi setelah hari ini,
Anda masih menggunakan masalah ini untuk menghadapi aku,
Aku tidak akan menahan emosi lagi.
Tunggu dulu.
Baju-baju ini,
semua dipakai saat menerima hukuman di kuil.
Mau di sebut sebagus apapun oleh Pengurus Lu,
aku juga tidak mau lihat lagi.
Tetapi bahan kain ini sangat berharga,
Kamu harus merubahnya dengan baik.
Semua yang aku ucapkan seharusnya adalah pekerjaan yang kamu lakukan.
Kenapa?
Pengurus Lu ingin menolak?
Baik,
kalau begitu akan dikerjakan sesuai dengan keinginan Nyonya kedua.
Gambar desain bajunya,
besok akan aku kirim ke sini.
Besok?
Aku tidak bisa menunggu selama itu.
Aku paling percaya dengan kemampuan Pengurus Lu.
Kamu buat di sini saja,
tidak akan menghabiskan banyak waktumu.
Aku...
Aku tidak membawa peralatan untuk membuat pakaian.
Sudah kami persiapkan untukmu.
Tuan Muda,
kamu masak sendiri?
Lu pertama kali datang makan,
aku ingin dia mencoba kemampuan memasakku.
Tuan Muda,
ini hadiah yang aku siapkan untuk kamu.
Baik sekali,
taruh di sana saja dulu.
Nyonya kedua,
sudah waktunya makan.
Bawa masuk.
Baik.
Pengurus Lu,
bajuku masih belum selesai?
Kemampuan membuat bajumu sepertinya mulai menurun ya.
Sudah mau selesai.
Aku sudah mau makan.
Kalau tidak, kamu kerjakan diluar saja.
Kenapa?
Janji yang sudah dibuat Pengurus Lu,
Jangan-jangan sekarang mau ditarik kembali?
Ini bukan peraturan Butik Yunyi.
Aku pasti akan selesaikan untuk Anda.
Masih harus merayakan hari ulang tahun Tuan Pei.
Mi jiu'er,
tenanglah.
Tuan Muda,
Anda sudah lelah seharian,
cepatlah kembali untuk istirahat.
Tuan Muda.
Tuan Muda akhirnya Anda pulang.
Lyushui.
Sudah malam begini,
kenapa kamu masih di sini?
Tadi sore Pengurus Lu di panggil oleh Nyonya Su kedua,
sampai sekarang masih belum pulang.
Aku khawatir terjadi apa-apa dengan Pengurus Lu.
Ini...
Tuan Muda.
Sudah malam begini,
mungkin Pengurus Lu tidak datang.
Dia pergi menemui Nyonya Su kedua,
sampai sekarang belum datang.
Apa terjadi masalah?
Aku coba pergi lihat.
Tuan Muda!
Tuan Muda,
Tidak ada yang menjual kue di kota Caiyun.
Aku menghabiskan banyak tenaga baru menemukan bahan makanan,
membuat kue sendiri.
Kamu sama sekali tidak melihatnya?
Kenapa aku ketiduran?
Gawat!
Acara ulangtahun Tuan Pei.
Mi jiu'er.
Kamu bodoh ya?
Dia benar-benar sibuk semalaman di sana.
Nyonya kedua,
bagaimana kalau kita jangan mempersulit Pengurus Lu lagi?
Tidak menyalurkan emosi ini,
Kamu ingin membuatku tertekan ya?
Bagaimana baju yang telah di buat?
Maaf!
Ini...
Ini kamu yang membuat?
Aku...ini...
Yinran...
Melihat raut wajahmu,
sepertinya semalaman kamu tidak tidur.
Kalau tidak, kembalilah dulu untuk tidur.
Ibu angkat,
aku tidak mengantuk.
Sekarang aku ingin menemani Ayah angkat bermain catur.
Kamu ini dari kecil sudah tidak pandai berbohong,
sebenarnya ada apa?
Aku...
Pengurus Lu semalaman tidak pulang,
Kamu sedang mengkhawatirkan Pengurus Lu?
Sudahlah.
Aku, membantu kamu pergi untuk melihat Pengurus Lu.
Kalau begitu merepotkan Ayah dan Ibu angkat.
Yinran pulang dulu.
Pergilah tidur dulu.
Yinran...
Akhirnya pikirannya terbuka.
Maksud kamu...
Dia terhadap Lu Yiling?
Iya...
Kalau begitu...
Mereka berdua,
lumayan cocok.
Dulu ada gossip,
Yinran dan Pengurus Lu memiliki hubungan yang tidak biasa.
Sekarang melihat Yinran sangat cemas terhadap Pengurus Lu,
kelihatannya gossip
itu benar.
Yinran pintar dan cepat dewasa,
ditambah lagi karena kecelakaan waktu kecil,
terhadap orang luar selalu tidak mau membuka hatinya.
Awalnya,
aku khawatir dia akan menyendiri sampai tua.
Tuan Besar,
Anda ini bicara apa...
Yinran kita sangat berbakat,
mana mungkin menyendiri sampai tua.
Dapat menemukan wanita pujaannya,
hal ini sudah sangat indah
dan sangat tidak mudah.
Ibu Yinran.
Kalau saja dapat melihat dari surga,
dia pasti sangat bersyukur.
Oh iya.
Cepat bantu mereka panggil
orang pintar.
Bantu mereka mencocokan takdir,
terus bantu mereka menentukan hari baik untuk pernikahan.
Tuan Besar,
mereka berdua masih belum terburu-buru.
Apakah kamu malah sudah memikirkan
nama untuk cucu?
Sudah...sudah...
Aku pergi melihat Pengurus Lu dulu,
agar Yinran kita merasa tenang.
Adik...
Nyonya besar.
Pengurus Lu.
Kakak,
lihatlah!
Ini baju yang dibuatkan oleh Pengurus Lu.
Bagaimana?
Bagus tidak?
Kakak,
kamu sedang menertawakan apa?
Bagus atau tidak bagus?
Ini baju yang dia buat dengan sepenuh hati untukmu?
Tentu saja sangat bagus.
Adik,
aku ada urusan mencari Pengurus Lu.
Setelah ini,
kamu tidak ada urusan
yang perlu merepotkan Pengurus Lu kan?
Sudah tidak ada.
Kalian sibuk saja.
Aku mau ganti pakaian
pergi ke pesta teh kediaman Qi.
Pergilah...
Nyonya kedua tidak mempersulitmu kan?
Sebenarnya...
Sifatnya tidak jahat,
hanya saja sangat egois.
Kamu bersamaku,
tidak perlu terlalu kaku.
Anggap saja kita sedang berbincang masalah rumah.
Nyonya Besar,
saya ada satu pertanyaan.
Tidak tahu apakah boleh ditanyakan atau tidak.
Tidak ada hal yang tidak boleh ditanya,
tanya saja.
Anda dan Tuan Besar Su saling mencintai,
kenapa dia masih menikahi Nyonya kedua?
Dan Anda juga sangat memanjakan Nyonya kedua,
apa tidak takut dia merebut Tuan Besar Su?
Anak bodoh.
Kalau milikmu,
bagaimanapun orang lain ingin merebut juga tidak dapat direbut.
Bukan milikmu,
bagaimanapun kamu pertahankan, juga tetap akan pergi.
Wanita,
kamu dengar baik-baik.
Orang yang kusukai,
daridulu cuma kamu.
Hanya kamu.
Apakah ada orang yang kamu suka?
Tidak ada.
Tidak ada.
Aku beritahu kamu...
Jika
kamu sekarang ada orang yang kamu sukai,
kamu harus hargai dia.
Apalagi dalam kehidupan ini,
ingin mencari seorang yang kamu cintai
dan yang mencintaimu,
tidaklah mudah.
Anak baik.
Carilah dari lubuk hatimu,
tidak mungkin salah.
Terima kasih Nyonya mengajari saya begitu banyak,
saya akan mengingatnya.
Kalau...
Kalau begitu aku pergi dulu.
Tuan Muda,
saya ingin ijin.
Tidak tahu...
Kamu pergi istirahat saja.
Be...Benarkah?
Terima kasih Tuan Muda.
Sudah sibuk semalaman,
tidurlah baik-baik.
Zhen Yu!
Sini...sini...sini...
Pengurus Lu,
ada apa?
Begini...
Aku ingin memberikan hadiah kepada temanku,
saya ingin menanya pendapatmu.
Coba kamu lihat,
seperti jenis dompet kulit ini...
Kalian para lelaki apakah menyukainya?
Dompet kulit ini...
Pasti tidak murah.
Artinya, masih cocok dijadikan hadiah?
Tentu saja.
Tetapi, Pengurus Lu
kamu mau kasih ke siapa?
Tidak mau kasih tahu kamu.
Bye-bye.
Aku pergi dulu.
Nona Lu.
Silahkan.
Tuan Muda.
Nona Lu sudah datang.
Lu.
Tuan Pei.
Tuan Pei.
Tuan Pei, kemarin sungguh mohon maaf.
Aku kemarin tidak sengaja tidak datang.
Tidak apa-apa,
aku tidak menyalahkanmu.
Oh iya.
Aku juga tidak tahu kamu suka apa,
jadi aku membeli dompet kulit ini.
Aku tahu sekarang baru memberikan hadiah ulang tahun,
sudah sedikit terlambat.
Bagaimana mungkin...
Apapun yang kamu berikan,
aku sangat suka.
Tuan Muda,
Tuan Besar Su mengutus orang datang,
meminta Anda ke sana sebentar.
Tadi siang aku baru pulang dari kediaman Su,
Ayah angkat ingin aku kesana lagi?
Ada masalah apa ya?
Ini...
Tidak diberitahu...
Lu Yiling masih belum pulang?
Pengurus Lu, sangat misterius.
Tetapi...
Aku kira ingin memberikan kejutan untuk Tuan Muda.
Apa maksudmu?
Tetapi Pengurus Lu
kamu ingin memberikannya kepada siapa?
Seseorang yang telah banyak membantuku.
Tidak ingin berbicara denganmu.
Aku pergi dulu.
Bye-bye.
Orang yang banyak membantu dia?
Aku tahu.
Orang ini,
pasti kamu Tuan Muda.
Kamu bilang dia mau menyiapkan hadiah untukku?
Kenapa?
Apakah dia sudah berpikir jelas?
Mau mengutarakan isi hati denganmu, Tuan Muda?
Oh ya?
Ayo...
Ayah angkat, Ibu angkat,
Tuan Pei.
Kebetulan aku sudah lelah bermain catur.
Sini.
Kamu gantikan aku.
Baik.
Pelan-pelan.
Sini.
Pelan-pelan.
Tuan Muda Luo, silahkan.
Tuan Pei adalah tamu yang ditunggu-tunggu.
Hari ini kenapa tiba-tiba bisa datang kesini?
Terhadap Tuan Besar Su ada sedikit permohonan.
Tuan Pei hari ini datang,
ingin melamar.
Melamar?
Ayah angkat hanya ada 2 anak lelaki, aku dan Su yi.
Tidak tahu Tuan Pei ingin melamar siapa???
Pengurus Butik Yunyi,
Lu Yiling.
Lu Yiling?
Betul sekali.
Seharusnya masalah ini tidak datang ke Tuan Besar Su,
tetapi Lu tidak memiliki sanak saudara.
Hal besar seperti melamar ini,
Pei merasa masih perlu ada senior yang menjadi saksi.
baru sesuai dengan peraturan.
Lu tinggal di butik Yunyi,
tadinya aku ingin mengajukan lamaran ke pemilik butik Yunyi.
Tetapi Tuan Muda Luo belum menikah,
tidak cocok menjadi wali.
Sehingga terpikirkan Tuan Besar Su dan Butik Yunyi punya hubungan dekat.
Juga termasuk senior aku dan Lu.
Jadi,
mengharapkan persetujuan dari Tuan Besar Su.
Yinran...
Kamu sebagai pemilik dari butik Yunyi,
memanggil kamu kesini, ingin menanyakan padamu.
Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?
Ayah angkat...
Pernikahan Lu Yiling adalah urusan dia sendiri.
Kita semua tidak dapat menggantikan dia memberi keputusan.
Kalau begitu,
saya dapat membuat keputusan sendiri.
Pernikahan merupakan hal besar,
tidak bisa main-main.
Tuan Pei dan Nona Lu tidak lama kenal,
mungkin kamu tidak telalu mengenalnya.
Lu Yiling tidak hanya bodoh,
tetapi emosinya juga tidak bagus.
Aku malah merasa dia yang seperti itu,
sangat manis.
Dia sangat pendendam,
melakukan sesuatu diluar akal sehat.
Aku tidak keberatan.
Tidak hanya itu,
dalam dirinya masih banyak kekurangan yang tidak dapat dihitung.
Tuan Pei,
apakah kamu yakin ingin menikahinya?
Mau sebanyak apapun kekurangannya,
yang ingin saya nikahi adalah dia.
Dia dengan begitu banyak kekurangannya,
perasaan Tuan Pei sungguh sangat dalam.
Tetapi,
Lu Yiling adalah pengurus Butik Yunyi.
Dia ikut dengan Yinran,
bersama-sama berjuang.
Jika dia menikah dengan Anda
bersama-sama pulang ke kota Hai.
Aku khawatir,
Butik Yunyi tidak dapat beradaptasi.
Tidak jarang akan mendapatkan masalah.
Yinran...
Bagaimana menurutmu?
Butik Yunyi kehilangan siapapun masih tetap dapat berjalan.
Tetapi memilih untuk pergi atau menetap,
hanya Pengurus Lu sendiri yang dapat memutuskan.
Bila dia tidak ingin,
Bila dia tidak ingin,
Tuan pei bagaimanapun tidak dapat membawanya pergi.
Tuan Muda bagaimana tahu Pei tidak dapat membawanya pergi?
Tuan Pei.
Begini saja,
bukannya Su ingin menolak lamaran ini.
Hanya saja aku merasa kata-kata Yinran ada benarnya.
Perasaan hati,
adalah urusan dua orang.
Kalau Pengurus Lu juga menyetujui lamaranmu,
aku akan membantunya.
Tetapi,
harus tetap menanyakan pendapat Pengurus Lu.
Maksud Tuan Besar Su saya sudah mengerti.
Saya pasti akan membuatnya menyetujuiku.
Kamu menang.
Hari ini sampai disini saja.
Tuan Pei,
tinggallah untuk makan dulu.
Tidak.
Saya masih ada pekerjaan,
pamit terlebih dahulu.
Ini bukannya...
Dompet yang Pengurus Lu beli?
Betul sekali,
Lu hari ini sengaja memberikannya padaku.
Kenapa?
Tidak...tidak apa-apa.
Tuan Besar.
Tuan Muda,
minum teh dulu, makan kue,
Istirahatlah sebentar.
Taruh disini dulu.
Sejak Tuan Muda pulang dari kediaman Su,
suasana hati sepertinya jadi lebih baik.
Apakah ada kabar baik?
Aku pergi ke kediaman Su untuk melamar Lu.
Apa?
Melamar?
Kamu tolong ke Butik Yunyi,
serahkan ini pada Lu.
Kamu kenapa?
Tidak apa-apa.
Saya merasa keputusan Tuan Muda ini,
sungguh tiba-tiba sekali.
Sejak saya masih kecil,
Ayah sudah memberitahu aku.
Tidak peduli melakukan apapun,
harus bisa lebih dulu dari orang lain.
Dibisnis aku selalu lakukan dengan sangat baik.
Tetapi terhadap Lu,
aku selalu terlambat selangkah daripada Luo Yinran.
Kali ini aku tidak mau menunggu lagi.
Cepat pergilah.
Baik, Tuan Muda.
Kalau begitu kuserahkan padamu.
Baik.
Urusan ini harus terselesaikan dengan baik,
dengar tidak?
Siap, Tuan Muda.
Maaf, maaf Tuan Muda.
Tuan Muda meminta saya menyerahkan surat ini ke Pengurus Lu.
Surat ini sudah kuterima.
Tuan Muda,
Nona Chu,
surat ini...
Tuan Muda kami akan serahkan ke Pengurus Lu,
silahkan Anda pulang.
Baiklah.
Hanya saja surat ini sangat penting.
Mohon agar Tuan Muda dapat segera memberikan
Kepada Pengurus Lu.
Lu,
malam ini,
mari bertemu
di kolam bahagia.
Pei Zhuo.
Tuan Muda,
Pengurus Lu memberikan dompet kulit kepada Tuan Pei,
Tuan Pei juga mengajak Pengurus Lu ketemu saat larut malam .
Ini...
Agak sedikit aneh...
Atau
kita langsung hancurkan saja surat ini.
Setelah itu kita beri Pengurus Lu banyak pekerjaan
untuk menahan dia supaya dia tidak pergi.
Tidak perlu.
Apakah menurutmu saya seperti orang yang
karena rasa cemburu sehingga menggunakan segala cara?
Betul juga.
Tuan Muda, kamu lihat bahan ini.
Tadi pagi ijin pergi kemana?
Butik Yunyi sangat sibuk,
kamu malah berani minta ijin.
Hari ini kamu harus lembur.
pesanan selama dua bulan ini periksa semua.
Se...Semua?
Di...Diperiksa semua?
Tentu saja.
Kamu juga dapat memilih dipotong gaji setengah hari.
Aku...
Aku pergi sekarang.
Seharusnya,
ini pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan.
Sudah belajar begitu lama,
sudah periksa begitu lama,
baru selesai beberapa halaman.
Kukira baik sekali,
secepat itu memberiku ijin.
Sekarang malah memintaku lembur.
Tapi ini begini banyak,
kapan baru bisa selesai periksa?
Tuan Muda.
Apakah Lu membalas suratku?
Tidak ada.
Apakah kamu yakin memberikan sendiri surat itu kepada dia?
Yakin.
Tidak bisa, aku pergi lihat dulu.
Tuan Pei kenapa malam begini baru datang?
Aku sedang bersiap-siap tutup toko.
Aku ingin mencari Pengurus Lu.
Mohon maaf, Tuan Pei.
Butik Yunyi kami ada peraturan,
setelah tutup toko siapapun tidak diperbolehkan masuk kedalam.
Maaf mengganggu.
Tuan Muda.
Kamu ingin berbuat apa?
Kamu tunggu aku di pinggir sungai,
aku pasti akan membawanya.
Apa?
Tuan Muda!
Tuan Muda!
Tuan Muda,
tadi Tuan Pei datang.
Sudah aku usir pergi.
Pengurus Lu...
Suruh dia istirahat lebih awal,
tidak usah memeriksa pesanan lagi.
Baik.
Tunggu dulu.
Lebih baik aku pergi sendiri.
Ini aku.
Tuan Pei, kamu kenapa...
Nanti kujelaskan padamu.
Aku berikan surat ke kamu, kamu ada baca?
Surat?
Surat apa?
Ternyata benar tidak baca.
Ayo,
aku bawa kamu pergi ke suatu tempat.
Pergi kemana?
Nanti kamu juga tahu.
Hati-hati.
Tuan Pei,
kamu misterius sekali.
Sebenarnya kamu ingin bawa aku kemana?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.