Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Instagram @skysoultan
The Sweet Girl Season 2
Episode 14
Kenapa kamu di ranjangku?
Lu Yiling.
Ada.
Ini...ini apa yang terjadi?
Kemarin...kemudian...
aku melihat kalian...
Kenapa minumnya sampai mabuk begini?
Kalian berdua lelaki dewasa,
kenapa menari bersama?
Luo Yinran...
Luo Yinran...
Luo Yinran...
Tuan Pei...
Pei...Tuan Pei...
Jiu'er.
Lu...
Tidak boleh...tidak boleh...tidak boleh...
tidak boleh...
Jiu'er.
Kalian...
Kamu...
kalau begitu, aku tidur di mana?
Lu...
Lu...
Beginilah ceritanya.
Nanti datang cari saya.
Dia...
dia langsung pergi?
Masih ada perkataan yang akan Anda bicarakan kepada dia?
Kalau begitu aku akan membantumu untuk memanggil dia kembali.
Tidak usah.
Kamu ada rahasia apa dengannya,
sampai harus berbisik?
Tidak ada.
Katakan!
Tuan Pei berkata
bahwa kelak jika aku ada masalah, boleh pergi mencarinya.
Kamu tadi
sudah mengangguk kepala dan setuju?
Aku hanya sekedar menjawabnya dengan sopan.
Kelak ada masalah apapun,
hanya boleh mencariku untuk mengurusnya.
Tuan Muda,
aku masih harus membuat pakaian,
aku pergi persiapkan dulu.
Kamu tidak perlu membuat pakaian lagi,
biar aku yang membuatnya.
Benarkah?
Ukuran.
Bahu yang sempit,
lingkar pinggang yang besar,
paha yang lebar,
kaki yang panjang.
Kamu sekarang sangat cantik,
percayalah padaku, harus lebih percaya diri.
Ayo jalan.
Cantik.
Kamu lihat,
sudah aku katakan bahwa semuanya akan menyukai kamu.
Sungguh berterimakasih pada Tuan Muda, Nona Lu,
sungguh berterimakasih pada kalian.
Cantik, sungguh cantik.
Baguslah kalau Nona Yan menyukainya.
Bos Yan,
kalau begitu, kelak semua pakaian Nona Yan
boleh diserahkan pada Butik Yunyi.
Baik, baik, baik, semua serahkan pada kalian.
Bahan kain yang dulu aku janjikan pada kalian,
sebentar lagi aku menyuruh karyawan untuk segera mengantar ke Butik Yunyi.
Terima kasih Bos Yan.
Cantik, sungguh cantik.
Semuanya dengarkan aku,
butik Yunyi akan mengeluarkan produk-produk baru.
Demi berterima kasih atas dukungan semuanya yang terus-menerus,
maka semua pelanggan yang membeli produk baru di toko kami,
akan mendapatkan diskon 50%.
Sangat bagus, 50%.
Sangat murah.
Ini jauh lebih murah dari harga di Paviliun Cailing.
Benar.
Dulu ada yang isu bahwa Butik Yunyi akan menghentikan produk,
membuatku mengembalikan pesanan.
Sekarang kalau ingin memesan kembali,
takutnya sudah sangat susah.
Anda tidak usah gelisah,
Tuan Muda kami sudah berkata,
pelanggan yang mengembalikan pesanan sebelumnya,
pakaian kalian,
tetap akan dikirim sesuai pesanan sebelumnya.
Dan juga akan mendapakan diskon 50% seperti membeli produk baru.
Benar.
Bagus sekali.
Aku...aku ingin memesan satu.
Baik, baik, baik, baik.
Jangan gelisah, jangan gelisah,
jangan gelisah.
Silakan masuk ke dalam.
Lihatlah yang telah kamu lakukan!
Tidak sanggup mengalahkan Butik Yunyi,
sekarang malahan
mereka yang menginjak-injak di atas kita.
Aku mana tahu mereka pergi ke tempat yang begitu terpencil
bisa menemukan Butik Celup Kain?
Orang lain bisa terpikir, kenapa kamu tidak bisa?
Kalau kamu bisa lebih awal mengontrol Butik Celup Kain,
Mungkinkah mereka Butik Yunyi ada hari ini?
Sudahlah,
Sekarang sudah tidak usah mengambil tindakan lagi.
Zhen Yu,
belilah semua ini.
Baik.
Tuan Muda,
kita sudah membeli begini banyak,
Zhen Yu sudah tidak sanggup membawanya.
Bagaimana kalau pulang?
Anda bungkus saja semuanya.
Tuan Muda, hati-hati.
Kamu tidak apa-apa?
Tidak apa-apa.
Membunuh orang, membunuh orang,
ada yang terancam nyawanya.
Cepatlah datang melihat, cepatlah datang melihat,
membunuh orang.
Aku lihat ini masih belum mati,
maukah aku memberimu dua tinju lagi?
Membantumu untuk memberlakukan tuduhan ini.
Ingin berapa?
Tidak banyak, tidak banyak,
sepuluh silver dollar sudah cukup.
Zhen Yu.
Tuan Muda.
Berikan kepada dia.
Tidak boleh berikan,
kamu begini bisa membuat etos sosial menjadi buruk.
Kamu ini siapa? Menghalangi pendapatanku.
Mi Jiu'er.
Kamu...kamu...
kamu salah orang.
Kamu menyewa rumahku begitu lama,
mungkinkah aku tidak mengenalmu?
Kamu main-main denganku?
Apa yang terjadi?
Kenapa?
Kenapa?
Sudah ada Tuan Muda yang bisa diandalkan,
langsung keluar untuk menghalangi pendapatanku?
Uang sewa rumah bulan ini masih belum kamu berikan.
Aku sudah bilang, kamu salah orang.
Kamu mau berikan atau tidak?
Kalau tidak berikan, jangan salahkan jika aku marah.
Aku beritahu kamu,
dia...
Kenapa berdiam terus?
Ada yang menfitnah Pengurus Lu,
kamu masih tidak membawa bajingan ini pergi dari sini?
Baik.
Siapa bajingan?
Aku masih belum habis berkata...
Sudah tidak apa-apa.
Kamu mengapa menangkap aku?
Lepaskan aku!
Kalau kamu tidak melepaskanku, maka aku akan memanggil orang.
Tolong!
Panggil lagi,
percaya tidak aku akan membunuhmu?
Kamu...kamu menakuti siapa?
Ampuni aku, Tuan Besar. Ampuni aku, Tuan Besar.
Aku diam...
diam...
Selanjutnya aku menanyakan,
dan kamu jawab apa yang aku tanyakan.
Tuan Pei,
silakan minum teh.
Terimakasih, Bos Qin
Dengar-dengar Bos Qin belakangan ini
sangat sibuk demi Paviliun Cailing.
Kenapa masih ada waktu untuk mengajakku minum teh?
Aku tahu bahwa Tuan Pei tidak suka basa-basi,
kalau begitu aku akan berterus terang saja.
Kali ini mencari Anda,
karena ingin meminta nasehat mengenai pertandingan kali ini.
Meskipun Paviliun Cailing di babak pertama kalah dalam pertandingan,
Tetapi Anda jangan khawatir,
untuk pertandingan selanjutnya,
pasti tidak akan membuat Tuan Pei kecewa.
Paviliun Cailing juga sudah termasuk nama lama di Kota Caiyun,
pakaiannya juga sangat laris di mana-mana.
Kalau dibicarakan mengenai pertandingan,
satu-satunya saingan Paviliun Cailing
hanyalah Butik Yunyi.
Benar sekali yang dikatakan Tuan Pei.
Oleh sebab itu,
aku...
aku...aku...
ini...kali ini...
Bos Qin,
jangan panik,
kita sama-sama adalah pengusaha,
kalau ingin bekerja sama, katakanlah.
Bos Qin ada pemikiran apa,
katakan saja.
Benar-benar sangat membuat senang!
Pemikiran aku, begini.
Kelak berbagai Perhimpunan Pedagang
bekerja sama dengan Perhimpunan Pedagang Kota Hai,
Setiap tahun memberikan
laba tahunan sebesar 5% untuk Perhimpunan Pedagang Kota Hai.
Kalau Tuan Pei
bisa ada kesempatan untuk membuatku memenangkan pertandingan,
maka di kemudian hari,
Perhimpunan Pedagang Kota Caiyun
setiap tahun akan memberikan laba tahunan sebesar 10%
sebagai balasan.
Bos Qin ingin aku sengaja mengalah dalam pertandingan?
20%.
Walaupun harga dimintanya sangat tinggi,
tapi setidaknya dia sudah tidak bersikeras.
Asalkan bisa diselesaikan dengan uang, akan mudah diatur.
Baik,
kalau begitu, semoga kita bisa bekerja sama dengan senang.
Yang aku maksud adalah 20% dari penghasilan tahunan.
A...apa?
20% dari penghasilan tahunan?
ini...ini sama sekali tidak mendapat keuntungan.
Tidak mendapat keuntungan?
Dulu waktu kalian menggunakan cara muslihat
untuk mengalahkan Butik Yunyi,
seharusnya sudah terpikirkan.
Jika kalah,
maka situasinya akan seperti sekarang ini.
Situasi ini paling tidak menguntungkan bagimu,
berapa harga yang aku minta,
sudah bukan kamu yang bisa tentukan.
Tuan Pei,
Anda juga tahu,
bisnis ini, sama sekali tidak bisa dilakukan.
20% dari penghasilan tahunan,
pikulan ini siapa pun juga tidak sanggup memikulnya.
Kalau begitu Bos Qin tidak memikirkan
jika aku sengaja mengalah dalam pertandingan,
Perhimpunan Pedagang dan aku akan rugi berapa banyak.
Ini...
Terima kasih atas teh yang diberikan Bos Qin,
aku masih ada urusan lain, pamit dulu.
Jangan...jangan...jangan...
Tuan Pei...Tuan Pei...
Jual bunga...jual bunga...
jual bunga...jual bunga...
jual bunga...jual bunga...
Kakak yang cantik, apakah kamu ingin membeli bunga?
Adik kecil,
bungamu ini aku ingin semuanya.
Kakak sangat ganteng.
Tidak mau, tidak mau,
dia bercanda saja.
Kami tidak mau.
Ayo, pergi.
Kenapa tidak mau?
Aku...aku tidak menyukai bunga.
Adik kecil.
Lagi pula,
jika aku mengambil bunga-bunga ini,
juga tidak bisa dimanfaatkan untuk makan dan pakai.
Membeli segitu banyak...
Sampai jumpa kakak.
Lagipula aku tidak berkata ingin membeli untukmu.
Tuan Pei,
ternyata kamu.
Terima kasih.
Baguslah jika kamu suka.
Dia bilang dia tidak menyukai bunga.
Jika Tuan Muda menyukai,
kalau begitu berikan saja pada Tuan Muda.
Tidak usah,
lebih baik Tuan Pei menyimpannya untuk diri sendiri.
Tuan Muda,
aku sudah bungkus semua
barang yang di toko itu.
Tuan Muda,
ini bunga yang ingin diberikan kepada Tuan Pei?
Aku rasa Zhen Yu juga sudah sangat lelah
dan ini juga sudah waktunya makan.
Bagaimana kalau kita mencari tempat untuk makan?
Baik.
Baik.
Tuan Muda,
Pemuda itu adalah tuan tanah Pengurus Lu di Desa Changle.
Tuan Muda, Zhen Yu,
kenapa kalian masih belum kemari?
Sudah datang.
Ayo, makan dulu.
Tuan Muda...
Kalau begitu bunga ini...
berikan padaku?
Jual bunga...jual bunga...
Para tamu yang terhormat,
selamat datang,
apakah Anda puas akan makanan di restoran kami?
Puas, puas.
Puas.
Pergilah.
Baiklah, baiklah,
selamat menikmati.
Mari, makan yang banyak.
Mari, Lu,
makan yang banyak.
Mari, makan ini.
Mari, Lu,
perbanyak makan sayuran.
Mari...
Cicipi ini.
Mari...
Lu, mari,
makan sedikit daging.
Dan ini lagi.
Lu...
Sudah...sudah...sudah...
mangkokku sudah tidak muat lagi.
Kalian juga makan.
Aku tidak lapar.
Kamu makan pelan-pelan.
Ya, aku makan, aku makan.
Ternyata makan makanan yang diambil dia.
Ekspresi dia ini...
tidak seharusnya aku makan.
Agak asin...
agak asin...
Ganti restoran lain jika tidak suka makan.
Kalian...
Sakit...
Kalau begitu kalian makan pelan-pelan.
Tuan Muda...
Tuan Muda...Tuan Muda...
Tunggu aku...
-Tuan Muda. -Lu,
-Tuan Muda. -makanan ini kamu masih belum makan.
Tuan Pei, aku harus pergi dulu,
lain kali kita makan bersama lagi.
Tuan Muda...Tuan Muda...
Tuan Muda,
Pengurus Lu sudah datang.
Dapatkan di mobil.
Tuan Muda,
aku ikutduduk di bawah saja.
Tuan Muda,
kalau begitu, jalan tidak?
Pengurus Lu,
Anda lebih baik naik saja.
Kalau tidak, takutnya kita
harus berdiri terus di sini.
Jangan-jangan dia marah lagi?
Apakah dia sama sekali tidak ingin menjelaskan?
Canggung sekali,
apakah harus membicarakan sesuatu...
Kenapa makan dulu makanan yang disumpit Pei Zhuo?
Begitu banyak makanan,
aku mana tahu mana yang kalian sumpit.
Kalau begitu kenapa aku memberikan bunga kepadamu,
kamu malahan menerima punya dia dan tidak menerima punyaku?
Kamu berkata bahwa bunga itu bukan untuk aku.
Tuan Muda,
kamu...
kamu tidak mungkin marah karena hal-hal ini kan?
Aku...aku marah?
Tidak?
Ini adalah uang sewa Desa Changle dalam setahun,
selebihnya merupakan pemberian Tuan Muda,
asalkan kamu tidak mengusir orang-orang yang di dalam Desa.
Tidak mengusir lagi, tidak mengusir lagi.
Tuan Muda benar-benar memberi sangat banyak.
Tetapi,
mengapa Tuan Muda ingin membantu orang miskin di sana
untuk membayar uang sewa?
Tanda tangan.
Baiklah.
Hati-hati di jalan..
Tuan Muda Luo tidak pernah ramah,
kenapa tiba-tiba begitu perhatian terhadap Desa Changle?
Dia...Kenapa berdiam terus?
Ada yang menfitnah Pengurus Lu,
kamu masih tidak membawa bajingan ini pergi dari sini?
Kelihatannya ada hasilnya,
nanti sudah tidak perlu khawatir lagi masalah uang.
Mari, mari, mari, setelah bertaruh jangan menyesal lagi.
Bertaruh yang besar maupun yang kecil,jangan menyesal lagi.
Mari...taruhan, taruhan, taruhan.
Aku...aku bertaruh di sini.
Taruhan ini...taruhan, taruhan.
Taruhan...
Cepat...
Sudah, sudah beli.
Baik, baik, baik.
Taruhan, taruhan, taruhan.
Kenapa lamban?
Setelah bertaruh jangan menyesal lagi.
Cepat, cepat, cepat...
Sudah, sudah.
Ayo, cepat kalau mau main.
Minggir.
Zhang yang selalu kalah datang lagi untuk memberi uang.
Uang dia yang segitu dikit, masih tidak cukup untuk membeli celana.
Taruhan saja.
Kamu?
Boleh, Zhang Si'er.
Dari mana mendapat uang sebanyak itu?
Hati-hati jika pemiliknya tahu,
akan mematahkan kakimu.
Pergi, pergi, pergi.
Uang aku ini,
kudapatkan dengan halal,
lagipula tidak akan habis diambil dan tidak akan habis digunakan.
Berbual kamu!
Boleh.
Bagaimana?
Boleh taruhan?
Ayo taruh.
Mari, mari, mari, taruhan.
Besar...Kecil...
Besar...Kecil...
Aku besar...aku besar...
Aku kecil...
Mari...
besar...besar...besar...
besar...besar...besar...
Perasaan ini...
Sungguh misterius.
Tempat Tuan Muda Yi tebarkan pesona apa masih kurang banyak?
Sekarang pura-pura berperasaan hati yang murni,
sedikit tidak cocok.
Apakah ini merupakan perasaan hati yang berdebar?
Aku memperingatkan kepadamu,
jangan memikirkan yang tidak-tidak pada Lyu Shui.
Apa hubungan denganmu?
Apakah karena Pengurus Lu sudah tidak memedulikan kamu,
maka sasaran kamu berubah ke Lyu Shui?
Luo Yinran,
apa pun aku boleh mengalah,
Lyu Shui, pasti tidak boleh.
Pengurus Lu sangat memedulikan Lyu Shui,
selalu mengganggap Lyu Shui sebagai adik sendiri.
Apa...apa maksudnya?
Kalau kamu hanyalah main-main terhadap Lyu Shui,
aku menasehati kamu supaya menyerah lebih awal.
Kalau tidak, jika Pengurus Lu tahu bahwa
kamu menindas Lyu Shui,
dia akan tidak senang.
Tuan Muda,
kamu benar-benar mencintai sampai menyayangi orang yang di sekelilingnya.
Ini aku berbaik hati untuk menasehatimu.
Tenanglah,
selama ini,
aku pertama kali
memiliki perasaan hati yang berdebar.
Kali ini,
aku serius.
Tuan Besar masih sangat menyayangiku,
akhirnya sudah membiarkanku meninggalkan
tempat yang seram itu.
Diancui,
pergi siapkan pakaian dan perhiasan kepala,
aku ingin membuang sial di badan ini.
Sudah dipersiapkan untuk Nyonya dari awal.
Nyonya, ini...
Nyonya, ini...
Nyonya,
apakah anda tidak puas terhadap semua ini?
Baju-baju ini aku sudah bosan memakainya.
Nyonya,
ini dulu merupakan pakaian yang paling kamu suka.
Anda lihat dua pakaian ini,
baru dibuat bulan lalu,
dan baru dipakai beberapa kali saja.
Kamu berkata seperti ini,
aku malah terpikir,
aku sudah satu bulan tidak membuat pakaian baru.
Kamu pergi ke Butik Yunyi,
Pergi mengundang Pengurus Lu kemari.
Baik.
Lu.
Tuan Pei.
Aku ada hal mencarimu.
Mencari aku?
Tuan Pei, kamu mencariku ada hal apa?
Hari ini adalah hari ulang tahunku,
aku ingin mengundang kamu datang ke rumahku untuk mengikuti perjamuan malam.
Tuan Pei,
kenapa kamu tidak mengatakannya lebih awal?
Biar aku bisa mempersiapkan hadiah untukmu.
Kamu bisa datang makan di malam ini,
merupakan hadiah yang terbaik bagiku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.