Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
English Subtitles by VIU, Viki, DramaFever Alih Bahasa: Artha Regina
[EPISODE SEBELUMNYA]
[Episode 6]
Ini kedua kalinya aku disini.
Kalau seperti ini terus, aku bisa langganan di restoran ini.
Itu tempat duduk kita waktu itu.
Selamat Datang di Quebec. Silahkan duduk.
Aku tahu. Aku tak pernah ke luar negeri sebelumnya.
Kenapa kau ada di sana jam 9 pagi?
Waktu umurku masih 29 saja, aku jarang jalan-jalan ke supermarket.
Serius?/ Ya, karena aku tidak ada keperluan kesana.
Aku juga sudah keliling-keliling di sekitaran sini...
...padahal aku tak pernah ke luar negeri sebelumnya.
Aku saja jarang tersesat dan aku tidak pernah lupa makan.
Sekarang pun, aku mau makan daging sapi.
Aku lagi ada di restoran keren bersama seorang pria.
Siapa peduli restorannya keren? Yang penting prianya yang keren.
Aku ngantuk. Sudah, ya.
Ya. Selamat tidur.
CEO, sebelah sini.
Di usia 29 tahun pun...,
...kau tetap masih bersinar.
♪ Kesendirian ini membelengguku ♪
Tapi aku tidak...
...berada di sisimu.
Hidup kekalku...
...akhirnya harus berakhir.
Bertahun-tahun setelah kematianku...,
...kau masih sering kesini.
Kau telah melupakanku...
...dan hidupmu telah sempurna...
...setelah kepergianku.
Aku harus menghilang.
Agar kau bisa tersenyum.
Inilah keputusan yang harus kutentukan.
Aku harus mengakhiri hidupku.
♪ 'Ku 'kan menemukanmu ♪
♪ 'Ku 'kan mengenalimu♪
♪ Bagaimanapun penampilanmu ♪
♪ 'Ku 'kan mengenalimu♪
♪ 'Ku 'kan mengingatnya 'Ku 'kan mengenalimu ♪
♪ Walau kau tak ada lagi ♪
Akhirnya...,
...itulah keputusan yang kutentukan.
♪ 'Ku 'kan pergi ♪
Aku harus kelihatan seperti manusia, aku jalan kaki saja.
Masuklah.
Tidak ada manusia yang bisa berjalan kaki sampai ke Incheon.
Tapi, kau yakin aku boleh ikut denganmu?
Aku juga sudah bilang padanya, biar dia juga ajak teman.
Kalau soal pria, kau harus tahu bagaimana sikapnya kalau ada temannya.
Di situlah pria biasanya ceroboh dan buat kesalahan.
Kesalahan mereka itulah jati diri sesungguhnya pria.
Aku tetap ingin bertemu pria seperti mereka meskipun mereka melakukan kesalahan.
Menurutmu mereka memacari tipe wanita seperti apa?
Lihatlah mobil, pakaian, jam tangan, dan penampilannya.
Pasti ada wanita beruntung yang bisa kencan bersamanya.
Memang.
Tarik pedangnya. Sekarang.
Kumohon.
Kenapa kau ingin aku menariknya sekarang?
Kau tidak menyahut waktu aku mengetuk pintu kamarmu.
Lagipula, aku sudah keluar kamar sekarang.
Aku ingin berhenti.
Berhenti apa?
Aku ingin berhenti mengira kalau aku bisa memilih.
Apa maksudmu pilihan yang akan kautentukan?
Apa itu?
Tepatnya pilihan apa...
...yang kautentukan?
Jawab saja.
Jangan bertanya.
Maaf...
...tapi aku belum selesai mencari tahu tentang permintaanmu itu.
Mencari tahu apa?
Aku mencari latar belakangmu di Internet.
Aku tidak bisa menemukan data yang akurat.
Seolah-olah...
...ada seseorang yang menghapus informasi tentangmu.
Kau pernah bilang padaku...
...kalau aku tahu sesungguhnya tentang dirimu...,
...pasti aku akan sangat membencimu.
Yang kaumaksudkan itu pasti pedang...,
...dan aku sudah tahu itu.
Nyatanya aku tidak membencimu, tapi kau bilang aku akan membencimu.
Berarti ada hal lain lagi yang lebih penting dari itu.
Pedang itu...
Katamu kau ditikam oleh seseorang yang tak pernah kau sangka, 'kan?
Apa kau dulu melakukan kejahatan...
...makanya semua informasi tentang dirimu itu tidak ada?
Jika kau sedang dihukum...,
...maka itu keputusan yang salah kalau harus menarik pedangnya.
Apa dulu Ahjussi itu...
...pemberontak...
...atau semacamnya?
Ya.
Kau benar.
Aku sibuk berusaha agar tetap bertahan hidup.
Hidupku tidak tercatat dalam sejarah.
Aku berusaha dengan sekuat tenaga...
...tapi bahkan kematianku saja tidak terhormat.
Semua hal takkan berkunjung baik...
...dengan caraku mendekati Raja.
Tapi aku memang melakukan pendekatan padanya...,
...dan dengan setiap langkah yang kuambil...,
...nyawa orang tak berdosa pun hilang.
Dosaku tidak diampuni...
...dan aku sekarang sedang dihukum.
Pedang inilah...
...hukumannya.
Tapi...,
...kalaupun itu memang hukuman...,
...bukankah 900 tahun menderita itu sudah cukup?
Tidak.
Tidak mungkin itu hukuman.
Dewa tidak akan...
...memberikanmu kemampuan seperti itu sebagai hukuman.
Jika Ahjussi dulunya memang orang jahat...
Jika Ahjussi dulunya memang orang jahat...
...dia pasti akan membuatmu menjadi goblin saja.
Dia tidak akan membuatmu harus bertemu...
...pengantin goblin untuk menarik pedangnya.
Aku tidak tahu orang macam apa kau...,
...tapi aku yakin Ahjussi itu pasti sangat disayangi olehnya.
Yang kumaksudkan kau berbuat jahat...,
...adalah mungkin kau mencintai istri raja...
...dan dihukum karena hal itu atau semacamnya.
Maaf kalau tadi aku menerka kau itu seorang pemberontak.
Kalau begitu...
...bisakah kau membuatku lebih tampan sekarang?
Tidak...,
...aku tidak bisa.../ Terima ka--
Apa?/ Mengerikan sekali.
Apa kau selalu memikirkan hal itu setiap hari selama 900 tahun?
Berarti kau pasti sangat putus asa sekali selama 900 tahun.
Aku turut bersedih.
Tunggu.
Apa kau tak bisa konsisten sedikit?
Aku menangis...
...karena aku sedih...,
...tapi bisa-bisanya kau memohon padaku secara cuma-cuma?
Ahjussi saja tidak berusaha keras...
...agar lebih tampan.
Apa?/ Kau dengar ucapanku tadi.
Aku tahu itu karena aku pernah dalam kondisi yang menyedihkan...,
...dan ketika kau merasa menyedihkan...,
...kau harusnya mencari hal yang bisa diandalkan bukannya minta dikasihani.
Aku harus berangkat kerja./ Hei.
Pertimbangkan itu sampai aku pulang nanti.
Pikirkan apa yang akan kuinginkan.
Kau ternyata lebih menyedihkan daripada aku.
Akan kuteriaki mereka semua yang jahat padamu.
Tunggu. Jadi apa maumu?
Uang, rumah, perhiasan, semacam itukah?
Cuma itu saja?
Kalau begitu...
...apa maksudmu kau ingin hal kulakukan kalau kau membutuhkannya?
Apa? Cinta?
Tidak bisakah kau pilih beli rumah saja...
...yang penuh dengan perhiasan, uang dan cinta?
Pergilah. Berangkat kerja saja kau.
Aku sudah bilang padamu.
Mungkin karena kau dulu seorang prajurit, makanya ingatanmu itu payah.
Hei. Semua pekerjaan itu sama.
Jangan meremehkan pekerjaanku!
Dia menghiburku dan ikut menangis bersamaku, tapi dia tidak mau menarik pedangnya.
Bisa-bisanya dia membuat kesimpulan seperti itu di saat dia sedang bersedih seperti tadi?
CEO, sebelah sini.
Dia bertemu seseorang pada saat itu.
Dan aku akan mati.
"CEO?"
CEO, sebelah sini./ "Sebelah sini"?
Dia seorang makeup artist.
Aku wiraswasta.
Boleh aku bertanya apa pekerjaan temanmu?
Aku bukan temannya. Aku jauh lebih muda...,
...dan pekerjaanku adalah pewaris perusahaan.
Dan mungkin karena itulah aku dapat karma karena pekerjaan itu.
Karmaku adalah berada di hadapan wanita cantik sepertimu.
Aku Yu Deok Hwa.
Ah, ya.
Kalau kau?
Apa pekerjaanmu?
Kau tidak punya pekerjaan?
Pekerjaanku semacam di perusahaan pelayanan.
Aku tidak bisa memberitahumu lebih rinci tentang pekerjaanku, karena ini rahasia perusahaan.
Harap maklum.
Baiklah. Kau sudah punya nama hari ini?
Kim Woo Bin.
Dia bilang dia bekerja di perusahaan pelayanan.
Dia pasti kerja jadi pelayan di suatu klub.
Dia bisa mendengarmu, bodoh.
Kau punya kartu nama? Berikan aku kartu namamu. Biar kuperiksa tempat kerjamu.
Kartu nama.
Berarti aku harus punya apapun setiap waktu, ya?
Lain kali kau harus memberitahuku terlebih dulu...
...apa yang harus kubawa, jadi aku bisa menyiapkannya dan...
Apa?
[Pewaris Chunwoo Grup, Yu Deok Hwa]
Kau memang ahli waris perusahaan?
Ya, aku terlahir seperti itu.
Dia pasti sedang berlatih jadi pewaris.
Dia lagi makan seolleongtang. Selera dia sederhana sekali.
Aku salah menebakmu selama ini.
Aku hanya melihat pria kaya, tinggi, muda dan tampan...
...hanya dalam fantasiku saja.
Aku Sunny.
Namamu keren sekali. Yu Deok Hwa.
Namamu juga, Sunny. Keren.
Kau cerdas sekali. Kau cepat mengerti.
Tapi bukankah menurutmu disini tiba-tiba jadi gelap?
Aku pergi sekarang.
Silakan./ Katakan itu sekarang.
Aku pergi sekarang.
Kau juga.
Aku pergi sekarang.
Lupakan apa yang barusan kulakukan.
Mereka kemana?
Mereka bilang mereka sibuk...
Dua-duanya?
Dia bukan orang seperti itu.
Dan aku tidak...
Ini buatmu.
Tak perlu.
Kau memang yang mengambilnya duluan.
Tapi kau yang bayar cincin ini, Woo Bin.
Tapi cincin itu lebih cocok dipakai olehmu.
Oke. Berarti aku akan menerima cincin ini.
Karena aku yang menyimpan cincinnya, boleh aku minta nomor telepon?
Nomorku? Nomorku itu yang menghubungimu kemarin..
Bukan kau. Tapi si pewaris perusahaan itu.
Temanku mengambil kartu namanya, jadi aku tidak tahu cara menghubunginya nanti.
Aku tidak bisa menanyai temanku itu.
Kalau memang si Yu Deok Hwa itu dari Chunwoo Group...,
...berarti dia pemilik gedung restoranku.
Pemilik gedung restoran?
Ya. Pemilik gedung restoranku.
Jadi berikan aku nomor teleponnya.
Banyak yang harus kukatakan padanya.
Tunggu.
Aku saja. Aku saja yang mengecek nomornya...
Apa kau barusan melempar ponselnya? Ke orang yang menawarkan bantuan?
Aku cuma bingung saja.
Terima kasih. Terima kasih.
Baiklah.
Apa pola ponselmu? Atau kau pakai nomor password?
Tidak dua-duanya.
Sepertinya kau ini banyak tidak mengerti apapun.
[Deok Hwa, Goblin, pengantin goblin, Sunny bukan Sun Hee]
Kau pasti kenal dengan sepasang kekasih goblin, ya.
Ya cuma kebetulan saja, aku kenal...
Si goblin ini punya bisnis apa? Bisnis restoran?
Kalau goblin yang kukenal, biasanya usaha warung tteobokki.
Goblin yang kukenal punya banyak karma.
Kau aneh sekali.
Apa obat manusia bisa kau minum?
Aku pilih antara alkohol dan obat-obatan.
Acara ketemuanmu tidak lancar bersama dia?
Kau tak bisa lihat aku ini sedang minum?
Dia bilang aku ini orang yang aneh. Banyak kekuranganku, kau tahu?
Terutama kartu namaku.
Tapi kau cukup berhasil membodohinya. Dia mengira kau itu memang manusia.
Apa kau sedih atau sedang depresi?
Aku cuma muak saja.
Kau terlahir karena adanya pelanggaran aturan...
...dan campur tangan antara kehidupan dan kematian manusia.
Mati saja kalau terpaksa.
Aku akan mencintaimu kalau kau membutuhkannya.
Aku mencintaimu.
Aku teringat lagi dengan kata-kata yang kuucapkan.
Ganjarannya terlalu tinggi untuk ikut campur dengan kehidupan dan kematian manusia.
Aku sangat tua, tapi hanya karena aku sudah tua bukan berarti aku bijaksana.
Kau itu cuma tinggi saja.
Setelah hidup selama ini...,
...aku harusnya tahu apa yang tidak boleh dikatakan.
Mungkin aku memang pantas mati.
Tidak ada orang yang yang pantas mati.
Benarkah?
Tapi, pasti ada saja pengecualian.
Kukira kau bakal tertawa.
Kenapa kau minum obatnya? Apa ada yang terjadi dengan wanita itu?
Kami cuma bicara, dan tiba-tiba, dia sedih karenaku dan dia menangis.
Jadi aku senang.
Dia menangis karena dia sedih, tapi dia tidak mau mencabut pedangnya.
Dab dia juga tidak menangis sendirian.
Kau juga menangis? Di depan si jiwa yang hilang itu?
Aku berada di sisinya. Aku di dekatnya.
Kau ini payah sekali. Tamat riwayatmu sekarang.
Wanita suka pria yang frontal, angkuh, dan acuh tak acuh.
Bisa-bisanya kau menangis di depannya?
Kau sendiri? Kenapa kau juga menangis di depannya setelah kau melihatnya?
Minumlah itu.
Kau harus tentukan keputusanmu secepatnya.
Kau itu bukan Hamlet.
Shakespeare, pria itu...
Dia akhirnya menulis mahakarya dari perkataanku "Harus seperti ini atau tidak".
Apa kau itu sakit parah? Kau mau ke dokter?
Memang ini bisa diobati?/ Apa kau tidak tahu efek plasebo?
Jika kau berkonsultasi dengan dokter.../ Aku merasa sakit karena pedang ini.
Jika dewa hanya memberikan cobaan yang bisa kauhadapi...,
...menurutku dia pasti mengira kalau aku ini hebat.
Karena kau sedih sekali seperti ini, kau mau kupeluk?
Ya sudah, kalau kau tidak mau.
Menggangguku saja. Hentikan.
Sudah kuduga. Cincinnya cantik.
Apa kau membeli cincin?
Tidak, seorang pria yang memberikannya padaku.
Oh, pria itu.
Heol. Pria dari jembatan penyeberangan itu?
Kau bertemu dengannya? Kapan? Seperti apa dia?
Dia masih sangat tampan dan masih sangat aneh.
Dia sangat aneh, tapi ketika aku melihat wajahnya, aku lupa semuanya.
Tapi, cincin itu kelihatan kuno sekali.
Aku juga pernah dapat cincin.
Aku akan balas dendam ke si Brengsek itu.
Balas dendam dengan pertumpahan darah.
Di dunia akhirat pun, ada urutannya.
Astaga.
Anak malang.
Buat anakku yang malang...,
...tanyakan nomor angka yang menang lotre pada si goblin itu.
Kabarnya, kau menyelamatkan anak itu.
Alangkah lebih baik kalau kau tahu nomor buat menang lotre itu.
Kau bisa memberitahuku nomornya, dan kau bisa membeli kuponnya.
Aku pulang.
Ahjussi, tahukah kau...?
Ahjussi memang contoh yang sempurna buat jadi diri sendiri apa adanya.
Sungguh menakjubkan kau selalu membaca buku tiap waktu.
Aku harusnya belajar darimu.
Bagaimana kau bisa mengetahui semua isi dunia dalam pengawasanmu?
Ada mahakarya di pergelangan tanganmu.
Jadi begini...
Apa kau tahu nomor lotre buat menang minggu ini?
Buat apa kau harus tahu itu?
Kalau aku tahu nomornya, nanti akan kucarikan waktu buat menarik pedangnya.
40-14-15-18-22.
Terima kasih.
Astaga.
Apa aku membuntutiku?/ Aku melacakmu.
Kau barusan mengungkapkan rahasia yang mendalam./ Nenek-nenek itu baik, kok.
Dia orang yang baik, karena itu aku memberitahunya.
Buat apa hantu butuh nomor lotre?
Dia akan muncul dalam mimpi anaknya dan memberitahu nomor itu pada anaknya.
Aku mau ke perpustakaan sekarang. Ada ujian sebentar lagi.
Aku beli 10 kupon lotre.
Anak di bawah umur tidak boleh beli kupon lotre.
Apa?
Omong kosong darimana itu?
Memang aturannya begitu.
Aku mau beli 10 kupon lotre./ Kau sudah punya KTP?
Ahjussi, kumohon. Aku tidak boleh ketahuan.
Aku seperti ini karena ini masalah besar.
Ada dewa pelindung di dunia ini.
Inilah saat dimana Ahjussi bertemu pelindungmu.
Kau harus percaya padaku.
Kumohon.
Ini nomor yang bakal menang lotre hari ini.
Aku akan membeli kupon ini, dan kita patungan setengah-setengah.
Oke?/ Keluar!
Aku serius. Aku serius.
Aku tidak punya waktu lagi./ Apa ini perpustakaan?
Ini minimarket dekat perpustakaan. Aku kemari buat beli susu.
Tapi kau tidak beli susu. Kau malah beli kupon lotre.
Bagaimana kau bisa tahu semuanya sepanjang waktu?
Ya. Aku memang daritadi mau membelinya, tapi buktinya belum bisa juga. Puas?
Aku ingin tahu apa anak dari nenek itu jadi membelinya atau tidak.
Dia tidak membelinya.
Dia bekerja sepanjang malam jadi dia tidak punya waktu buat tidur.
Terus bagaimana sekarang? Kau harusnya sudah membuatnya tidur.
Ini tahun yang buruk bagi ladang pertaniannya.
Hujannya cuma turun di Seoul.
Aku tidak bisa mendatangkan hujan di semua lokasi.
Dan kau harus menghormati keputusan 'dewa' apa mereka mau mendatangkan hujan atau tidak.
Apa maksudmu?
Tidak akan ada pemenang lotre minggu ini, jadi aku sudah atur buat minggu depan saja.
Jadi apa maksudnya?
Mereka petani yang jujur dan baik.
Mereka akan bermimpi aneh. Dewa pelindung ini yang akan menanganinya.
Benarkah?
Berarti...
...kau akan membuat mereka menang lotre minggu depan?
Kau keren sekali.
Tapi tetap saja kau tidak bisa membelikan kupon buat mereka minggu depan. Kenapa kau senang?
Lagipula aku tidak bisa membelikan itu selamanya. 2 minggu lagi, umurku 20 tahun.
Tiap minggu ada hari Sabtu, dan aku suka malam Minggu.
Goblin, goblin. Bang!
Jangan bicara padaku.
Heol. Nomor itu memang nomor yang bakal menang.
Kau memang benar.
Ahjussi, kau tak apa?
Benarkah? Aigoo.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Aku akan berterima kasih padanya untukmu.
Tapi, kenapa aku jarang melihat gadis asrama itu lagi?
Berkat kau, dia sudah pergi ke atas sana.
Dia sudah mengatasi semua kesedihan mendalam miliknya.
Kalau begitu Nenek juga...
Aigoo.
Sayang, kau harus...
...hidup bahagia bersama goblin.
Ya?
Bersulang.
Ahjussi.
Kalau aku mati, apa aku bertemu Tuhan atau dewa?
Kenapa?
Aku ingin memarahinya.
Si goblin itu...
...dia dewa yang kesepian.
Manusia hanya tidak tahu saja.
Ketika kita akan meninggalkan dunia ini...,
...pasti ada seseorang yang menahan kita pergi.
Tapi aku sadar itu.
Karena itulah...
...aku berencana ingin menarik pedangnya.
Apa?/ Dengan begitu, dia jadi lebih tampan.
Dan kemudian dia akan menjadi dewa pelindung yang bersinar.
Eun Tak. Maksudku, jiwa yang hilang.
Bukan keputusanmu kau mengkhawatirkan orang lain.
Setelah kau tak berharga lagi jadi pengantin goblin, kau mungkin akan diusir.
Kau tak keberatan seperti itu?
Lagipula, aku tidak layak menerima ini semua.
Hidup ini...
...cuma sesaat. Kau datang dan pergi.
Kau bisa hidup menjalani mimpi buruk...
...meskipun kau sedang tidak bermimpi.
Dimana uang asuransi ibumu?
Kau harus memberikannya padaku sebelum kupukul kau.
Apa begini caramu membalas kebaikanku karena membesarkanmu?
Tapi, aku sudah sangat bahagia sejak pindah kesini.
Seolah-olah aku sedang mengintip surga.
Karena itulah aku ingin menebusnya.
Aku sebenarnya tidak tahu persis apa yang dia maksud saat dia bilang dia bakal jadi tampan.
Tapi, kau selalu mendukungku buat menarik pedangnya.
Itu artinya hal yang baik akan terjadi pada si goblin Ahjussi.
Nenek.
Halo.
Janganlah menderita lagi.
Kau sudah banyak menderita selama ini.
Ibumu khawatir padamu.
Anak pintar.
Dalam kehidupanku berikutnya...,
...aku ingin terlahir sebagai Kim Tae Hee.
[Anda urutan nomor 92414945]
Kau gila? Kenapa juga aku mau menikahimu lagi?
Aku muak denganmu.
Brengsek.
Aku harus pergi kemana sekarang?
Kau bisa pergi melalui pintu yang kaumasuki tadi.
Dunia orang mati ada di seberangnya.
Happy?
Apa itu kau, Happy?
Dia tak enak meninggalkanmu sendirian.
Dia selama ini menunggumu disana.
Happy tahu betul jalan ke dunia akhirat.
[Layanan Pinjaman Uang Terpercaya. Hubungi Team Leader Kim Mi Young]
Kim Mi Young...
...ternyata team leader-nya.
Suara jejak kaki itu...
Bagaimana ini?
Bagaimana ini? Kim Mi Young...
Kenapa dia tidak angkat teleponnya?
Aku tidak bisa melihat dia atau bicara dengannya di telepon.
Apa sebenarnya dia itu?
Aku malaikat pencabut nyawa.
Kami malaikat pencabut nyawa hanya bisa menjalankan perintah.
Bahkan orang yang kuyakini dia memang Sun Hee...
...tapi bagi kebanyakan orang, dia adalah Sunny.
Haruskah aku membunuhnya saja?
Aku marah sekali. Dia sudah melukai harga diriku.
Apa begini cara dia membuatku terobsesi padanya?
Dia membuatku jatuh sakit karena amarah.
Awas saja, kalau kita sudah ketemu.
Apaan itu? Menakutkan sekali.
Ini ayamnya. Silakan dinikmati.
Terima kasih./ Terima kasih.
Bos, apa ada yang terjadi?
Nn. Pekerja Paruh Waktu...,
...kau percaya ada hantu di dunia ini?
Apa?
Tidak. Yang benar saja.
Tidak ada hantu di dunia ini.
Ya 'kan?
Tidak ada hantu, 'kan?
Tentu saja tidak ada.
Waktu orang-orang bilang mereka melihat hantu, mereka itu mengada-ada.
Tapi, ada apa Bos?
Bukan apa-apa. Aku barusan mengalami kejadian aneh.
Lagi pula, aku tidak ingin kau bekerja untuk sementara waktu ini.
Kenapa?/ Aku tadi nonton berita.
Fokuslah belajar buat ujian masuk perguruan tinggi. Kau harus dapat nilai 100.
Kalau aku dapat nilai 100, aku tidak bisa kuliah, Bos.
Benarkah?
Kalau begitu jawab soal yang paling sulit saja.
Yang paling sulit.
Ya.
Renungkanlah hal itu sampai aku pulang nanti.
Renungkan apa yang sebenarnya kuinginkan.
Tetaplah bahagia selama aku tinggal di rumah ini.
Kalau itu yang paling kau inginkan, maka aku dalam posisi yang sulit.
Kehidupan...
...mulai mendekatiku.
Kematian...
...mulai mendekatiku.
Dari kehidupan hingga kematian.
Kau berjalan mendekatiku tanpa lelah.
Kemudian aku berkata...
...seperti ini.
"Aku tidak bersedih."
"Itu saja yang harus kukatakan."
"Ini sudah berakhir. Dan..."
Kau sedang apa disini?
Tak bisakah kau melihatku?
Aku sedang mengawasi.
Mengawasi apa?/ Mengawasimu berjalan.
Selama itu?
Aku jadi tersanjung begini.
Apa ada bedanya kalau kau menatapku...
...selama itu?
Apa kau masih menganggapku dengan cara yang sama?
Apa?/ Kau bilang begitu sebelumnya.
Kalau kau tidak bisa melihatnya.
Masa depanku saat aku umur 20 atau 30 tahun...
Kau masih tak bisa melihatnya?
Ya.
Aku masih tidak bisa melihat masa depanmu.
Tapi biasanya, aku bisa tahu kalau masa depan manusia baik atau buruk.
Begitu rupanya.
Ini pasti karena aku termasuk jiwa yang hilang.
Sepertinya itu malah membuatku orang yang spesial.
Keputusan yang kubuat akan membentuk masa depanku.
Jangan khawatir. Aku tidak akan sengsara sepanjang waktu.
Selama ini aku sudah rendah hati menerima nasibku...
...dan hidup berani sebagai pengantin goblin.
Tapi, itu juga membuatku penasaran.
Apa?/ Masa depanku waktu umur 20...
...dan 30 tahun...
Kau tetap akan menjadi dirimu seperti sekarang ini.
Apa?
Kau tetap akan terus semakin cantik.
Kau tahu darimana itu? Aku bisa saja jelek selama satu atau dua hari.
Malah bisa jadi satu atau dua bulan.
Tapi, saat kau memutuskan melindungi seseorang...,
...apa kau punya semacam kriteria?
Tidak.
Semuanya tergantung pada suasana hatiku hari itu.
Jika aku harus memilih antara anak kecil dan...
...orang dewasa, aku pasti akan menolong anak kecil.
Orang pertama yang memberikanku pertolongan saat dunia...
...membenciku...
...adalah anak kecil.
Kakek...
Biarkan saya membungkuk pada Anda.
Mulai sekarang, saya akan melayani Naeuri.
Jadi, kenapa dulu kau menolong ibuku?
Ibuku orang dewasa.
Aku murah hati saat itu karena aku mabuk...,
...dan ibumu bukan...
...memohon bagi nyawanya.
Kaulah orang...
...yang mendengar permohonannya dan menolongnya.
Rasanya itu seperti mukjizat...
...dan membuatku bahagia.
♪ Dari lamunan yang tak henti ♪
♪ 'Ku melihatmu ♪
Tapi...,
...kau tidak seharusnya menekan rambutku sekeras itu.
♪ Sekelingku semuanya cahaya, bersamamu, semua serba berkilau ♪
♪ Bagaimana bisa kita meninggalkan semua itu?♪
Kau hanya perlu membelainya dengan lembut seperti ini.
♪ Jatuh hati padamu, jatuh bertubi-tubi ♪
♪ Hush, bidadariku, kini 'ku 'kan s'lalu bersamamu ♪
♪ Senyum indahmu dalam kilau air mata Di malam yang sangat dingin ♪
♪ 'Ku 'kan s'lalu ada untukmu ♪
Hari ini pasti hari dimana...
...kau jelek.
Dasar.
Berhenti kau.
Aku ini tadi sedang mengajarimu.
Apa ini?
Tree. (Pohon)
Bukan itu yang kumaksud.
Apa Ahjussi yang melakukannya?
Aku memang lagi mood sedang membabat pohon.
Apa kau melakukan semuanya sendiri...
...dengan bantuan tanganmu yang lentik itu?
Ya.
Tanganku ini perlu istirahat. Aku permisi, kalau begitu.
Ahjussi.
Maaf kalau aku terlalu egois selama ini.
Aku sangat khawatir kalau kau mungkin akan mengusirku.
Aku cukup senang melihatmu memohon padaku buat menarik pedang itu.
Juga, aku khawatir kalau kau mencari orang lain setelah kau jadi tampan.
Apa kau tak mau memberitahuku kalau ucapanku salah?
Apa harus?
Kejamnya.
Aku tidak mengharapkan apa-apa.
Lagipula, aku sudah menetapkan keputusanku.
Aku akan membuatmu jadi tampan.
Permintaan dari orang yang baik seperti Ahjussi...
...pasti hasilnya juga baik.
Kau mau lebih tampan dimana? Di depan pohon yang indah ini?
Sekarang?/ Ya. Kenapa?
Hari ini? Sekarang?/ Ya.
Lebih baik sekarang daripada nanti-nanti, 'kan?
Aku dapat telepon. Halo?
Aku kesana sekarang.
Tapi...
...kau memegang ponselmu terbalik.
Ada apa? Kau sudah mati?
Aku lagi latihan buat mati. Kau ada alkohol?
Ada apa?
Dia bilang dia bersedia menarik pedangnya.
Dia tidak tahu rinciannya, 'kan?
Apa makna dari menarik pedangmu.
Aku tidak bisa memberitahunya.
Dia sepertinya sangat menyukaiku. Aku khawatir padanya.
Apa kau mau membuatku tertawa atau marah?
Kau tidak tahu saja hubunganku dengannya. Dia itu tergila-gila padaku.
Waktu dia melihatku, dia bilang dia mencintaiku dan ingin menikah denganku.
Apa kau tahu betapa kesusahannya aku? Kau itu tidak tahu apa-apa.
Tidak mungkin ada alasan dia tidak menyukaiku.
Tentu saja ada. Usiamu beda jauh dengannya.
Ketika dia sudah kuliah, pemuda tampan akan mengantri jadi pacarnya.
Memangnya kenapa kalau umurku 900 tahun?/ Kenapa kau selalu memalsukan umurmu?
Kau itu umur 939 tahun.
Yang benar 938 tahun, karena aku lahir di awal tahun.
Aku tahu aku harusnya tidak tertawa.
Ini lebih menyenangkan daripada minum.
Haruskah aku menjaga jarak dari dia lagi?
Hanya dia orang yang bisa mengakhiri hidupku.
Tapi dia jugalah yang terus membuatku ingin tetap hidup.
Lucu, bukan?
Jangan bodohi dirimu sendiri.
Kau itu baik-baik saja waktu dia tidak ada.
Apa iya?
Tapi kenapa aku tidak ingat apapun saat masa-masa itu?
Memang Ahjussi goblinnya?
Apa Ahjussi yakin kau itu pelindung?
Kau hantu, bukan?
Aku senang bertemu dengan Ahjussi.
Apa Ahjussi tidak jadi pergi?
Aku akan menikah dengan Ahjussi.
Mulai sekarang...,
...aku pasti akan mengkhawatirkanmu tiap kali turun hujan.
Siapa kau yang bisa menilai apa aku berharga atau tidak?
Aku tidak membutuhkanmu, Ahjussi.
Ahjussi!
Tadi itu "karpet merah" yang keren sekali. Apa Ahjussi yang melakukannya?
Menakjubkan sekali.
Ahjussi.
Jangan panggil aku.
Jangan panggil aku lagi, Ji Eun Tak.
Biarkan aku pergi.
Ahjussi.
♪ 'Ku 'kan menemukanmu ♪
♪ 'Ku 'kan mengenalimu♪
♪ Bagaimanapun penampilanmu ♪
♪ 'Ku 'kan mengenalimu ♪
♪ 'Ku 'kan mengingat ♪
♪ 'Ku 'kan mengenalimu ♪
Apa dia sakit?
♪ 'Ku takkan melupakannya ♪
♪ Ucapanmu, ekspresimu, segalanya, 'ku 'kan mengingatnya ♪
Anak SMA harusnya tidak boleh lari dari rumah.
Bahaya. Bibimu khawatir denganmu.
Masuklah ke mobil./ Kami bisa melakukan hal jahat padamu.
Cepat masuk./ Stop.
Apa lagi kali ini?
Aku ini lebih tua darimu.
Apa kau barusan menginjak bayanganku?
Kenapa? Sakit?
Kau mau memukulku?
Katakan sesuatu.
Aku pasti senang akan melawanmu suatu hari nanti.
Aku harusnya...
Kenapa kita tidak saling menuntut saja dan saling berperang di pengadilan?
Kau ini./ Kau itu tak tahu apa-apa soal hukum.
Kau kenal rentenir-rentenir itu?/ Astaga.
Halo.
Bukannya semua orang kenal satu atau dua rentenir...
Bicara apa aku ini?
Ini cuma aneh saja.
Kau kenal aku?/ Aku pernah melihatmu.
Kau mengikuti Deok Hwa.
Tahu darimana mereka itu rentenir?
Aku dulu pernah jadi rentenir.
Apa?/ Deok Hwa sedang terlambat hari ini.
Biar kuantar kau.
Mereka terlalu tua buat berkelahi di luar SMA.
Halo, aku lagi ada di luar SMA Wanita Jungang.
Dia cukup keren juga.
Kenapa kau ini?/ Apa apa apa!
Astaga.../ Cukup!
Kalian tidak tahu ada dimana? Lihat aku.
Jadi kalian berdua saling berkelahi?
Di luar SMA tanpa alasan?
Ya. Kami selalu saja ke SMA tiap kali si brandal ini yang menyetir.
Ini semua salahmu.
Kau harusnya sudah mencegahku dulu sebelum kita berhenti si SMA.
Lihat, 'kan? Dia ini menyebalkan seperti itu.
Kalian berdua yang menyebabkan ku jadi kesal, jadi katakan sejujurnya.
Kenapa kalian berkelahi?
Bukannya kalian sekawan?
Memang./ Memang.
Tapi kita selalu saja bertengkar tiap waktu.
Kami pernah bertengkar hebat beberapa waktu lalu dan kami dirawat di RS selama dua minggu.
Setelah kami berbaikan, kami bertengkar lagi.
Kami tidak membuat orang lain kesal. Kami hanya saling bertengkar, itu saja.
Apa kalian berdua ini bercanda?
Tidak, tapi perkelahian kami memang lelucon.
Kalian berdua berkelahi.
Kalian takkan pernah berbaikan selama sisa hidup kalian.
Kenapa ini sebenarnya?
Kami serius.
Deok Hwa Oppa sangat baik.
Dia baik, manis...
...dan dia selalu menepati janji-janjinya.
Dia orang yang pandai mengambil sikap.
Dia rendah hati dan sederhana, padahal dia ahli waris.
Begitu, ya.
Ya.
Dia banyak menghiburku.
Misalnya?
Maaf./ Ya.
Aku pulang.
Aku yang mengajari dia buang muka di hadapan seorang perempuan.
Apa si goblin lagi kesusahan?
Entahlah. Dia bilang dia tidak bisa mengingat masa lalunya.
Masa lalu apa?
Memangnya aku harus tahu ingatannya? Mana aku tahu apa yang dia pikirkan?
Tapi sepertinya kau itu tahu.
Aku tidak tahu. Cepat kupas bawang putihnya.
Sebelum aku menyebut namamu tiga kali.
Maaf.
Kalau 100 tahun yang lalu, aku hanya menyebut nama...
...orang tiga kali. Tapi sekarang, tidak bisa lagi.
Orang langsung mendengarku kalau aku sudah menyebut namanya sekali.
Pekerjaanmu cukup susah juga, ya.
Apa kau tahu yang paling parahnya apa?
Jiwa yang hilang?
Haruskah aku kupas sisanya?
Si Goblin itu...
...lahir di awal tahun jadi dia setahun lebih muda dari umurnya.
Apa?/ Hanya itu yang bisa kuberitahu padamu.
Semoga berhasil.
Tapi...,
...aku umur 9 tahun waktu pertama kali kau dan aku bertemu.
Dan setelah itu aku bertemu kau lagi waktu umur 19 tahun.
Kami bertemu karena ibuku waktu aku umur sembilan tahun.
Bagaimana kau bisa menemukanku lagi waktu umurku 19 tahun?
9.
19.
29.
Karena hal yang tersembunyi dalam kesempurnaan sejati adalah hal yang paling berbahaya.
Apa maksudnya itu?
Apa aku harus memberitahumu suatu rahasia?/ Ya.
Kau akan bertemu dengan malaikat pencabut nyawa waktu umurmu 29 tahun.
Walau bukan aku yang menemuimu saat itu.
Itulah nasib bagi jiwa yang hilang.
Dunia ini membutuhkan urutan...
...dan 9 adalah angka di bawah 10...,
...angka sempurna yang melambangkan sifat keilahian.
Semoga kau beruntung saat itu.
Kenapa kau menatapku? Apa rahasianya?
Aku mimpi indah kemarin lusa. Aku naik jabatan.
Apaan kau ini?
Cuciannya.
Ahjussi bisa lanjutkan mengupas bawang putihnya.
Ahjussi.
Apa?
Aku tidak tahu siapa yang terburu-buru disini.
Apa kau melihatku sekarang?
Ya.
Apa mungkin kau marah padaku?
Kenapa harus aku?/ Terus kenapa kau marah?
Apa yang membuatmu marah?
Kenapa aku merasa kalau aku yang bersalah?
Kapan aku begitu?
Sekarang pun kau begitu. Kau sekarang marah.
Memang kau itu siapa?
Siapa kau yang terus-menerus memanggilku? Kau itu berisik.
Kenapa kau selalu membuatku bingung?
Kenapa kau membuatku bingung? Kau pikir kau siapa?
Kau harusnya menarik pedangnya saat aku menyuruhmu...
...karena itulah nilai dan gunanya dirimu.
Aku hanya...
Itulah sebabnya...
Aku bilang aku akan menarik pedangnya.
Kaulah orang yang tak mau bicara denganku.
Kukira kau sedang menunggu salju pertama turun...
...karena itu janji kita.
Sudahlah.
Kau mungkin punya banyak waktu karena kau hidup abadi...,
...tapi aku ini manusia biasa...
...jadi waktu itu adalah emas dan uang.
Berapa lama lagi aku harus siaga?
Aku sibuk sekolah dan bekerja paruh waktu.
Besok saja./ Kenapa tidak hari ini?
Aku punya waktu luang hari ini.
Jangan hari ini. Besok saja.
Hari ini cuacanya bagus di luar.
Aku ingin berjalan-jalan denganmu hari ini.
Besok saja.
Kenapa lagi?
Biarkan aku menariknya sebelum aku berangkat sekolah.
Cuacanya jelek hari ini.
Aku nanti akan menjemputmu.
Besok saja.
Satu hari lagi.
Kenapa tidak hari ini?
Satu hari lagi saja.
Kau pikir aku mau melakukannya secara cuma-cuma?
Naeuri.
Maafkan saya.
Saya akan segera menyusul Anda, Panglima.
Aku belum menemukan orang yang harus kubalas budinya.
Kau bisa menyebut itu sebagai urusan yang belum terselesaikan.
Lukisan itu...
Tolong bakar lukisan itu untukku.
Naeuri.
Pastikan pengantin mudaku...
...makan teratur, berpendidikan,
...dan hidup dengan baik...
...meskipun aku tidak ada di sini.
Itulah...
...tugas terakhirmu.
Aku harus...
...melaksanakan perintahmu, Naeuri.
Naeuri...
Naeuri...
Kartu kreditku.
Kau sungguh memberikan ini padaku, Paman?
Janganlah hidup dibatasi oleh kartu kredit...
...dan hiduplah yang bebas, Deok Hwa.
Itu hadiahmu.
Hadiah?
Kenapa aku dapat hadiah?
Aku tidak melakukan apa-apa yang pantas buat dapat hadiah.
Kau sudah bekerja keras, dan sudah dewasa.
Aku mencintaimu.
Anak ini.
Aku menaruh sertifikat rumah ini di kamarmu.
Sekarang, ini sudah jadi rumahmu.
Panjang umurlah.
Dan aku punya permintaan.
Setelah aku menghilang...,
...tanda lahirnya pun akan menghilang.
Kemudian...
...tolong hapuslah ingatannya...
...agar dia tidak menyalahkan dirinya sendiri.
Apa?
Bicara yang jelas.
Berisik disini. Aku tidak bisa mendengarmu.
Pakai earphone-mu!
Ya. Aku sudah memegang ponselnya jauh dari telingaku!
Aku sudah bisa melihat wajahmu.
Hei...
Sudahlah. Aku mau tutup telepon saja.
SMS aku kalau ada yang mau katakan pada sang dewa.
Aku tidak melihat wajahmu.
Apa kau meletakkan ponselnya di telingamu?
Halo?
Senangnya berjalan-jalan denganmu.
♪ Beautiful life, 'ku 'kan s'lalu berada di sisimu ♪
Aku senang menjemputmu pulang sekolah.
♪ It's a beautiful life ♪
♪ 'Ku 'kan s'lalu mendukungmu♪
Kapan kau sampai?
Aku senang melihatmu.
Kenapa kau baik sekali padaku akhir-akhir ini?
Mencurigakan sekali.
Mana tanganmu.
♪ Bernafas saja sudah cukup bagiku ♪
♪ Beautiful life, beautiful day ♪
♪ "Ku 'kan berada di ingatanmu ♪
♪ Beautiful life, beautiful day ♪
♪ Teruslah di sampingku ♪
♪ Beautiful, my love ♪
♪ Beautiful, your heart ♪
Huruf apa ini?
Huruf "Chong", artinya "mendengar".
Ah. Mendengar.
Terima kasih.
Ahjussi, good night.
♪ Sorrowful life, sorrowful day ♪
♪ 'Ku tak bisa menghapus kesedihanku ♪
♪ Sorrowful life, sorrowful day ♪
♪ Jangan tinggalkan diriku ♪
♪ Agar 'ku tak mudah dilupakan ♪
Baiklah.
Aku hanya perlu memahaminya sekarang.
♪ It's beautiful life ♪
Kenapa aku tidak bisa memahaminya?
Aku yakin pasti ada maknanya.
Aku masuk, ya.
Ya.
Daebak.
Buat apa semua ini?
Kupikir kau mungkin membutuhkannya kalau kau sudah dewasa.
Kau harus tahu buat apa 5 juta won itu.
Itu buat kau masuk kuliah waktu umur 20 tahun.
Dan itu buat kau nanti dapat pacar waktu kuliah...
Kau bisa memakainya waktu kencan.
Kenapa kau mendadak memberikan semua ini?
Harum sekali.
Hari ini saja./ Hari ini kenapa?
Pedangnya.
Sekarang?
Jam segini?
Ya. Sekarang.
Baiklah, aku akan melakukannya. Tunggu sebentar.
Tapi...,
...apa ada rasa cinta di antara barang-barang yang kauberikan ini?
Tidak ada.
Aku hanya ingin tahu saja. Aku siap-siap dulu.
Selalu ada tempat menakjubkan di balik pintu ajaibmu.
Aku belum pernah ke ladang bunga soba.
Indah sekali.
Apa mungkin kau dapat bunga soba yang kauberikan padaku itu dari sini?
Aku masih ingat apa makna bunga soba.
Kekasih.
Ini pasti jadi tempat yang spesial...
...karena kau harus datang ke sini untuk menarik pedangnya.
Inilah awal dan akhir bagiku.
Aku mengandalkanmu.
Sekarang? Sekarang juga?
Tunggu.
Aku senang Ahjussi bakal jadi tampan habis ini...,
...tapi nanti...
...aku tidak berharga dan tak ada gunanya lagi. Aku jadi khawatir.
Jadi aku sudah menuliskan kontrak.
[Ji Eun Tak, Pengantin Goblin: Pemohon Goblin Ahjussi: Penyetuju]
Aku memberikan semua makanan itu biar kau belajar, bukan menulis ini.
Kau juga harus membaca kalimat terakhirnya.
Pada hari salju pertama turun tiap tahun...
...si Penyetuju harus mengabulkan permintaan si Pemohon.
Karena si Pemohon akan menunggu si Sang Penyetuju.
Kau sungguh akan mati?
Ya.
Sebelum salju pertama turun.
Kenapa salju pertama?
Aku tidak ingin merusak hari salju pertamanya.
Apa karena ini kau menanyakan namaku?
Tidak.
Aku memang ingin tahu saja.
Namamu cocok dengan dirimu.
Kau tahu maksudku, 'kan?
[Tanda Tangan: Kim Shin]
Ini 'kan maksudmu?
Kau bisa tahu darimana?
Padahal biasanya sulit orang langsung tandatangan kontrak.
Daebak.
Turun salju.
Ini salju pertama, Ahjussi.
Kenapa sudah turun salju?
Keren sekali.
Aku suka karena suasananya indah, tapi bunganya pasti kedinginan.
Ya, 'kan?
Kita sekarang sedang melihat salju pertama yang turun lebih awal.
Ahjussi yang melakukannya, 'kan?
Kau ingin aku menarik pedangnya waktu turun salju.
Maaf karena sikapku yang egois selama ini...,
...tapi sikapku begitu karena aku ingin diingat.
Sampai kapan kita berlama-lama dan menikmati salju ini?
Kita harus buru-buru, dan membuat Ahjussi jadi tampan.
Baiklah, sekarang.
Baiklah. Sekarang waktunya membuatmu tampan.
Ada kata-kata terakhir?
Setiap saat aku menghabiskan waktu bersamamu itu...
...waktu yang bersinar.
Saat cuaca sedang bagus...,
...saat cuaca sedang tidak bagus...,
...dan saat cuaca yang cukup bagus...
...aku mencintai semua saat-saat itu.
Juga...,
...apapun yang terjadi...,
...itu bukanlah kesalahanmu.
Ahjussi, apa mungkin kau...
...akan berubah jadi sapu terbang?
Itu tidak akan terjadi.
Syukurlah.
Aku mulai menariknya sekarang, ya.
Kenapa aku tidak bisa memegangnya?
Aku bisa melihatnya, tapi aku tidak bisa memegangnya.
Apa tanganmu sudah cukup kuat?
Baik, biar kucoba lagi.
Kau bilang sebelumnya kalau apapun yang terjadi...
...itu bukan kesalahanku...,
...jadi jangan tarik perkataan itu lagi./ Hei.
Mana bisa pengantin goblin.../ Kubilang, jangan tarik perkataanmu.
Jangan bergerak kau.
Aku malah yang jauh lebih kaget dari kau.
Aku masih berdiri disini. Mana bisa aku bergerak lagi?
Mana kesepakatan yang kau tulis itu? Biar kubakar itu.
Tunggu.
Aku tahu apa itu. Pasti. Aku mengerti sekarang.
Apa itu?/ Pangeran terkutuk.
Pangeran, yang dalam cerita dongeng itu?
Terus apa maksudmu?
Sebuah ciuman.
Indonesian Subtitle by Artha Regina
♪ Karena cintamu yang menyakitkan, 'ku menghapus segalanya ♪
♪ Kekasihku, jangan tinggalkan diriku ♪
♪ Kekasihku, 'ku s'lalu ♪
♪ Ada di sampingmu ♪
[Goblin]
Pokoknya, aku mencoba memegang pedangnya.
Tapi, aku tidak bisa menyentuhnya meskipun aku bisa melihatnya.
Dia hidup lagi.
Dia bukan pengantin goblin. Aku akan mengusirnya.
Kenapa kau perlu kartu nama?/ Aku cuma ingin saja.
Bukannya ini nomor teleponnya Kim Woo Bin?
Aku belum punya kartu nama./ Terus mau kau apa?
Apa yang kau suka, Woo Bin?/ Kau, Sunny.
Itu ciuman pertamaku, tentu saja.
Kau tak apa?
Tae Hee Oppa?
Siapa di sini yang namanya Tae Hee? Keluar.
Siapa kau?
♪ Matamu itu yang selalu kuingat tiap 'ku memejamkan mata ♪
♪ Jantungku terus berdegup, karenanya 'ku ingin melupakannya ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.