Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kalengpoker.net Poker Bukan Kaleng-Kaleng
Bonus New Member 30%
Seratus lilin.
Seratus cerita hantu.
Dan cermin di kegelapan untuk memanggil roh.
Prosedurnya sederhana, tapi sangat menakutkan.
Kau harus duduk di samping pemain lain,
Di lingkaran yang terbuat dari seratus lilin.
Kau bawa satu lilin, lalu ceritakan cerita horor.
Kemudian pergi ke kamar sebelah dengan membawa lilin,
Tetap di sana sendirian bersama cermin.
Tiup lilinnya, dan jika kau beruntung,
Kau akan melihat kegelapan dahsyat dihadapanmu.
Tapi jika kau tak beruntung,
Itu akan jadi hal terakhir yang akan kau lihat,
Sebelum pikiranmu tersesat di labirin kewarasan kegelapan.
Setelah kisah diceritakan, dan lilin ditiup mati,
Sebuah portal akan mulai terbuka melalui cermin.
Kau akan merasakan kehadiran tak biasa di sekitarmu,
Mengintai di bayangan.
Kau dilarang meninggalkan permainan,
Jika tidak, kutukan terburuk akan menimpamu.
Menurut legenda, permainan ini berasal dari Jepang berabad lalu.
Samurai lama saling menceritakan cerita-cerita menakutkan,
Untuk pembuktian diri akan keberanian mereka.
Kabarnya suatu malam,
Seorang samurai memainkan ini bersama istri dan anaknya.
Setelah berjam-jam,
Mereka mencapai cerita ke-100.
Lalu kemudian sesuatu yang mengerikan terjadi.
Istri yang kesatria tersebut bunuh diri didepan cermin.
Memotong tenggorokannya dengan pecahan kaca.
Putus asa karena rasa sakit,
Sang samurai melakukan hal yang sama,
Untuk bergabung istrinya di alam baka.
Saat ini,
Setiap kau nyalakan lilin di cermin di kegelapan,
Kau bisa lihat bayangan mereka.
Permainan seratus lilin, telah dimulai.
Jadi?
Aku tak melihat apa-apa./ Kami mulai khawatir.
Mari lanjutkan. Cepat atau lambat, kita akan melihat sesuatu.
Jangan bodoh. Takkan ada yang terjadi.
Siapa berikutnya?/ Ini giliran Kristy.
Tidak, satu wanita sudah maju duluan. Giliranmu, Alex.
Oke, aku punya banyak cerita untuk diceritakan.
Aku takkan tak cerita tentang ketika kita mabuk...
...dan berakhir di ranjang bersama teman Ibumu.
Dan itu... Itu cerita horor.
James, itu sudah sangat lama, dan itu melibatkan banyak alkohol.
Aku saat itu kedinginan... Kau tahu? Itu tak penting.
Baik, baik...
Ini cerita yang akan aku ceritakan...
Ini cerita tentang gadis kecil.
Dia ketakutan dan sendirian didalam hutan.
Dia berlari... Dia berlari melewati pepohonan dan semak-semak...
Hingga dia menemui sesuatu yang tak terduga.
Hai?
Hei.
Kau sendirian?
Kau mau bermain?
Oke.
Apa yang kau lakukan di sini?
Tidak ada.
Kau tahu apa?/ Apa?
Aku melihat sesuatu di hutan.
Ada penyihir di sana.
Dia menculik anak-anak dan memakan mereka.
Bagaimana kau tahu?/ Semua orang tahu.
Tentang hutan dan orang-orang hilang.
Menurutmu mengapa dia memakan anak kecil?
Dia menyukai rasanya.
Rasanya?
Boleh aku bertanya padamu?
Tentu.
Seperti apa rasamu, jalang kecil?
Kau telat.
Maaf, sayang, kita harus benar-benar yakin.
Aku tak suka menjadi umpan.
Menurutmu seperti apa rasanya penyihir?
Apa yang kau lakukan di sana? Merancap?
Ini giliranku, 'kan?/ Ya. Ini giliranmu.
Aku harap ini tak selama seperti ceritanya Alex.
Ayolah. Aku tak selama itu.
Jadi, aku tahu cerita yang terjadi dulu sekali.
Di kota asalku.
Ayo.
Kau tahu siapa yang melakukan ini, 'kan?
Sang momok.
Mereka di mana-mana.
Di ladang, di hutan,
Jika kau keluar, kau akan tempatkan kita dalam bahaya.
Mengerti?
Jika mereka menemukanmu...
Maafkan Ayah.
Aku tahu kau tak pernah keluar.
Tapi itu mengerikan di luar sana.
Itu berbahaya.
Kita harus tetap bersama.
Kau dan Ayah.
Kau tak ingin ayah kehilanganmu, 'kan, Nak?
Jika aku mati sebelum aku terbangun,
Jangan menangis dan jangan bersedih.
Semuanya bukan milikku untuk dipertahankan.
Aku memejamkan mataku, dan...
Hati-hati.
Ada apa?
Apa kau melihat sesuatu?
Di lumbung.
Apa menurut ayah mereka mencium aromaku?
Kau lihat kabut di luar?
Memenuhi ladang?
Itulah mereka. Aroma anak kecil...
Itu menarik mereka.
Itu ada di pakaianmu.
Di rambutmu.
Itu dulu disebut "Kabut Setan".
Karena mereka bergerak bersama kabut.
Kau memiliki mata Ibumu.
Ayah akan pergi memberi makan babi.
Ya, itu bagus.
Itu penempatan yang bagus.
Ayah ingin tunjukkan kau sesuatu.
Bisa kau matikan lampunya?
Lihat ini.
Ini dunia kecil kita.
Bisa Ayah bacakan ini untukku?
Lagi?
Baiklah.
Kau tetap di sini.
Jika aku mati sebelum aku bangun,
Mereka tak menangis, mereka tak sakit.
Semuanya bukan milikku untuk dipertahankan.
Aku memejamkan mataku untuk tidur.
Berdoa kepada Tuhan agar membawa jiwaku.
Jika aku mati sebelum aku bangun...
Apa yang kau lakukan di sini?
Mereka datang.
Kau tahu harus apa.
Lari!
Maafkan aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Kami mendapatkan anaknya.
Ayo, ayo, ayo!
Semua aman. Bergerak.
Tersangka tumbang. Senjata diamankan.
Dimengerti.
Kami mendapatkan kontrol.
Tersangka tewas.
Semua baik. Kau aman.
Anakku tersayang.
Ibu?
Ibu, kau disana?
Aku merindukanmu.
Permainan bodoh.
Kau memang bodoh, Kristy. Apa yang kau lakukan di sini?
Hei, pus-pus.
Hei, bagaimana kabarmu?
Kau sedang apa di sini?
Penyihir
Kristy? Kristy? Kristy, ada apa?
Ada yang salah dengan wajahku.../ Apa yang terjadi?
Aku tak bisa menghapusnya...
Aku tak bisa menghapusnya!/ Apa yang kau bicarakan?
Tak ada yang salah dengan wajahmu./ Apa kalian buta?
Aku monster! Aku.../ Lihat di cermin.
Aku bersumpah ada sesuatu di wajahku.
Itu permainan, Kristy.
Kau melihat sesuatu yang tidak nyata.
Kau baik-baik saja.
Mari kita melanjutkan.
Ayo pergi mencari minum.
Anak-Anak Bermata Hitam.
Pertama aku mendengar legenda ini sudah sangat lama. Tahun '80-an.
Bung, kau tak setua itu.
Aku sebenarnya setua layaknya kemanusiaan.
Aku menjaga diriku tetap muda dengan darah wanita perawan.
Aku bisa tahu kau tak perlu khawatir soal itu.
Persetan denganmu, James.
Jadi, anak-anak bermata hitam...
Kabarnya mereka adalah iblis yang menyamar sebagai anak muda.
Kau bisa melihat mereka mencari tumpangan, atau meminta sumbangan.
Kau bisa temukan mereka ketika kau tak mengharapkannya.
Di halaman depanmu, atau bahkan di tempat yang lebih buruk...
Soal itulah cerita ini sebenarnya...
Boleh aku minta segelas air?
Aku haus!
Pergi, atau kami akan membunuhmu
Kau gila? Itu bisa saja mengenai kepalaku.
Apa maksudmu, James?/ Ini harusnya membuatku takut?
Selebaran kamp?/ Apa?
Ini selebaran kamp.
Tidak, aku bersumpah, seseorang melempar bata ke arahku,
Ada catatan yang melekat di sana,
Isinya, "Pergi, atau kami akan membunuhmu."
Sudah kubilang ini bukan sekedar permainan, James.
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Kita tak bisa hentikan permainannya sekarang.
Kita harus lanjutkan bercerita.
Ini giliranmu, Alex.
Ya, aku tahu.
Aku memikirkan cerita yang pernah kudengar saat masih sekolah.
Ini tentang gadis kecil.
Mereka memiliki kehidupan sempurna.
Tapi suatu malam, sesuatu yang sangat mengerikan...
...terjadi kepada mereka.
Sayang...
Kenapa kau belum tidur?
Jill?
Apa kau mengompol?
Ya Tuhan!
Ya Tuhan, sayang, apa yang terjadi?
Apa yang terjadi, Jill?
Apa ada seseorang di sini? Bicara pada Ibu.
Katie.
Katie?
Katie? Katie.
Ibu?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi di lorong?
Tidak...
Ibu melakukannya lagi.
Buka!
Buka pintunya!
Sekarang! Ini ibumu!
Buka pintunya!
Buka pintunya, sekarang!
Letakkan tanganmu di pintu, dan buka kuncinya!
Ini Ibumu!
Tolong, biarkan aku masuk!
Ya Tuhan!
Keluar dari sana! Kau dalam bahaya!
Anakku...
Kristy?! Kristy? Kristy, ada apa? Kristy, ada apa?
Ada seseorang di sini, kita tidak sendirian.
Ada seseorang di sini.../ Tapi tak ada orang lain disini.
Aku bersumpah, dia di sana.
Itu seorang wanita dengan wajah yang seperti habis dimakan,
Dan dia memegang kucing.
Dia di sana./ Kristy, itu permainan.
Roh tak bisa melukaimu. Tak apa.
Aku bersumpah melihat dia! Aku tidak mengada-ada!
Aku tidak mengada-ada!/ Kau sebaiknya tiup lilinnya.
Apa?/ Kau harus tiup lilinnya.
Jika tidak kita tak bisa melanjutkan permainan.
Aku tak mau lagi berurusan dengan permainan ini!
Aku mau pulang!
Ingat, kita semua setuju untuk ini. Kita harus selesaikan permainannya.
Itu bukan khayalanku! Aku tak tahu akan jadi seperti ini!
Aku tahu, Kristy! Tapi semakin cepat kita selesaikan permainan,
Semakin cepat kita akan pulang. Cukup tiup lilinnya.
Lakukan saja.
Ayo.
Baiklah, aku akan melanjutkan ini.
Aku membaca sebuah cerita online baru-baru ini,
Tentang kedua teman... Natasha dan Nina.
Ada foto layar percakapan diantara mereka berdua.
Dan suatu hari, Natasha terbangun di kegelapan.
Dan tak tahu apa yang terjadi.
Kalengpoker.net Poker Bukan Kaleng-Kaleng
Bonus New Member 30%
Di mana aku?
Halo?
Halo?
Tolong!
Aku mohon!
Tidak!
Tidak!
Ini tidak mungkin! Tidak!
1 Kontak. Nina.
Tidak...
Pulsa Anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini.
Aku mohon, Nina, tolong aku...
Nina. Online.
Nina, tolong, aku tak tahu di mana, dan aku tak bisa bergerak.
Tolong aku...
Aku tak bisa bernapas.
Nina. Online.
Kawan, aku tak tahu apa yang terjadi.
Aku terjebak dan tak bisa keluar.
Ayolah!
Tolong. Tolong...
Nina. Online.
Menulis...
Menulis...
Online.
Ini siapa, Berengsek? Apa ini lelucon?
Aku akan melaporkanmu ke polisi./ Tidak, tidak, tidak...
Tidak, tidak, tidak, tidak...
Tidak...
Aku mohon, Nina, tolong aku.
Online. Merekam Audio.
Natasha?
Tidak, tidak mungkin. Ini tak mungkin kau.
Ini lelucon, 'kan?/ Tidak, tidak, tidak!
Tidak, Nina, ada apa denganmu? Tolong bantu aku.
Aku tak bisa bernapas! Aku tercekik!
Natasha sahabatku dan dia meninggal kemarin.
Tidak, tidak, tidak!
Aku bersumpah aku masih hidup. Kumohon tolong aku.
Beritahu orang tuaku. Aku mohon.
Aku tak percaya denganmu.
Jika ini memang Natasha, kau pasti tahu jawabannya.
Berapa nilai yang kau dapat di kelas biologi?
Persetan denganmu, Nina! Kau tak mengenali suaraku?
Cepat, jawab.
Entahlah. Itu tidak benar. Kita masih belum diberitahu nilainya.
Apa film terakhir yang kita tonton bersama?
Jangan berikan aku pertanyaan bodoh!
Jika ini Natasha, kau pasti tahu film terakhir yang kita tonton bersama.
Aku tidak tahu, Nina! Apa...
Itu "Diary of a Passion", kita menangis di akhir film.
Merekam Audio.
Natasha? Tidak mungkin.
Aku melihatmu semalam di peti mati. Bagaimana bisa? Kau di mana?
Nina, aku didalam peti mati. Aku tak tahu bagaimana aku di sini.
Aku tak mengerti. Aku tak bisa bergerak.
Tolong aku...
Aku tidak mengerti.
Ini pasti peristiwa dimana orang dikubur hidup-hidup.
Nina, itu tak pernah terjadi.
Astaga, Natu...
Aku akan hubungi orang tuamu.
Nina, tunggu.
Jangan tinggalkan aku sendiri, Nina.
Tidak!
Aku tak percaya ini terjadi kepadamu.
Tetap tenang. Aku sudah beritahu orang tuamu semuanya.
Mereka sudah bicara pada polisi, dan akan menuju ke pemakaman.
Tetap tenang dan berhenti bicara, atau kau akan kehabisan napas.
Terima kasih, kawan.
Minta mereka segera datang. Aku kesulitan bernapas.
Nina?
Nina, aku mohon, aku kehabisan udara.
Online.
Nina? Nina!
Mereka dua blok lagi dari sana. Bertahanlah.
Nina, ada binatang disini. Tolong cepatlah!
Nina, kenapa kau tertawa?
Ini tidak lucu.
Apa ini lelucon? Hei!
Ayolah, hentikan.
Takkan ada yang datang membantumu.
Aku menghalangimu dari meminta bantuan orang lain.
Nina, apa maksudmu? Aku kehabisan udara.
Aku memberimu racun yang membuatmu katatonik.
Tidak, tidak, tidak, tidak...
Aku juga yang tinggalkan ponsel yang tak ada pulsanya...
...dan hanya menyimpan kontakku./ Nina, tidak, aku mohon!
Dan aku juga yang pastikan tinggalkan piaraan untuk temanmu.
Kenapa, berengsek? Apa salahku?
Kau masih bertanya?
Kau lupa jika kau selingkuh dengan Damian, Jalang?
Apa maksudmu? Itu tidak benar.
Tidak, tidak, tidak...
Halo, sayang.
Aku menyukainya kemarin.
Aku tak mengira kau bisa begitu menggairahkan.
Halo, cantik.
Lihat siapa yang bicara./ Tidak, tidak, tidak...
Tidak.../ Aku merasa bersalah soal Nina,
Tapi aku tak bisa menahan diri.
Aku ingin sembunyikan dia.../ Nina, tidak!
...dan tak pernah melepasmu. Aku sayang dia.
Sampai jumpa, Natu.
Kuharap kau menikmati tempat persembunyianmu...
...bersama tikus dan cacing.
Dan bersama Damian yang berada tak jauh darimu.
Keluarkan aku dari sini>
Tidak! Tidak! Tidak!
Tidak!
Itu saja. Aku keluar. Ini benar-benar bodoh.
James, ada apa?/Bukan apa-apa. Persetan peraturan permainan ini...
Aku pergi dari sini, oke?/ Apa yang terjadi?
Di mana ponsel-ponsel?/ Ini hanya permainan.
Tak apa untuk merasa takut./ Persetan denganmu, oke?
Persetan denganmu, persetan permainan ini...
Kau yang membuat kita terlihat kekacauan ini.
Jangan salahkan dia. Kita semua setuju untuk ini.
Berhenti menyalahkan dia. Cobalah jantan dengan perbuatanmu.
Baiklah, tutup mulutmu./ Persetan denganmu!
Tidak, persetan denganmu!/ Hentikan! Berhenti!
Oke, kau mau pergi? Maka pergilah.
Kau yang akan bertanggung jawab atas yang terjadi kepada kami.
Oke, mari melanjutkan.
Tapi kau yang berikutnya, Alex.
Oke.
Aku teringat cerita yang aku baca di surat kabar.
Di kampung halamanku.
Itu tentang pendeta.
Aku tak ingat tahunnya.../ Tahunnya tidak penting, oke?
Cukup ceritakan saja./ Baiklah.
Pendeta ini pendatang baru di kota.
Lalu ada seorang gadis ini...
Dan dia sedang hamil.
Tapi ada sesuatu yang sangat tidak beres dengannya.
Dasar sampah.
Bisa kau beritahu aku di mana kediaman keluarga Bracken?
Rumah yang terlihat paling buruk di pulau ini.
Terima kasih.
Namaku Bapa Carey.
Di mana Bapa Andrews?
Dia terhambat.
Dia meminta maaf.
Biarkan dia masuk, Pascal.
Ny. Bracken?
Kau menempuh perjalanan jauh.
Kau mau wiski?
Aku lebih memilih untuk memulai.
Bapa?
Berhenti...
Apa kami akan mati, Bapa?
Tidak, Anakku. Tentu saja tidak.
Dia ingin membunuh kami.
Tolong aku!/ Bapa kami yang bertakhta di Surga...
Tolong aku, Bapa!
Dia menelan lidahnya sendiri.
Kemari!
Tetap buka mulutmu!
Maafkan kelalaian kami seperti kami memaafkan orang yang lalai kepada kami.
Bantu aku!
Sudah berapa lama dia seperti ini?
Mimpi buruknya dimulai beberapa minggu lalu.
Lalu dia mulai melihat sesuatu.
Sekarang dia bilang mendengar suara-suara.
Siapa ayah anak dikandungannya?
Dia tak mau memberitahu.
Kau bisa bantu kami?
Iblis itu bisa membunuh mereka berdua.
Dan aku tak tahu jika aku bisa menghentikan itu.
Lakukan apa yang harus kau lakukan.
Periksa tali pengikatnya.
Pergi.
Keluar!
Diberkatilah Engkau diantara wanita,
Dan berkat adalah buah dari rahim-Mu, Yesus...
Kau tak bisa hentikan aku... Penipu!
Aku akan habisi mereka semua!
Tuhan ampuni aku...
Jangan! Dia akan mengutuk kita semua!
Ibu... Perutku sakit...
Dorong!
Dorong, Maehb!
Sekali lagi...
Anaknya laki-laki.
Katakan padaku, siapa yang akan merawat anak itu?
Bapa Andrews bilang dia akan carikan rumah yang bagus.
Lebih cepat, lebih baik.
Itu akan kejam untuk biarkan ibu dan anaknya merasa terikat.
Bawa anak itu.
Bawa bersamamu.
Bapa?
Aku doakan kedamaian dan kesehatan untukmu.
Dan juga denganmu.
Aku ingin kau membawa kami menyeberang.
Aku melepasmu.
Demi Tuhan!
Ini Bapa Andrews. Aku membawa Bapa Carey.
Kami kemari untuk membantu...
Kau tahu siapa ini?
Kau tak tahu betapa lama aku sudah menunggumu.
Pangeran kecilku.
Ada yang tidak beres.
Aku akan hampiri dia./ Tidak! Kau tak boleh masuk...
Kau harus menunggu mereka kembali.
Itu peraturannya./ Persetan peraturanmu.
Aku akan menghampiri dia./ Bajingan.
Dia tak di sini./ Apa kau yakin?
Aku mencari di seluruh ruangan.
Kita harus terus melanjutkan permainan.
Kau gila? Alex menghilang. Hilang!
Erica benar. Dia selalu benar.
Setelah kau memulai permainan, kau tak bisa berhenti.
Oke, ini dia.
Ini cerita tentang seorang gadis.
Gadis ini, dia pindah untuk tinggal di sebuah apartemen.
Dia berpikir tinggal sendirian.
Hingga dia sadar...
Dia tidak sendirian.
Ini terlihat bagus.
Aku ingin kau melihat pemandangannya.
Tidak, aku berhasil mendapatkan semuanya sendiri.
Ya, aku tinggal menyelesaikannya.
Oke. Aku juga merindukanmu. Sampai jumpa.
Ibu: Pagi, sayang. Bagaimana semuanya di West Coast?
Baik. Hampir selesai berbenah. Aku akan tunjukkan foto-fotonya.
Apa?
Kau butuh sesuatu?
Maaf, aku mencari Adam.
Adam pergi tiga hari lalu.
Kau sebaiknya kembali minggu depan.
Tak ada orang lain di sini yang memiliki kunci utama, 'kan?
Sejauh yang aku tahu tidak ada.
Apa semuanya baik?
Ya. Tak apa.
Terima kasih untuk bantuannya.
Aku tak melihat apa-apa.
Kau juga tak melihat Alex?
Erica?
Ceritakan cerita terakhir agar kita bisa keluar dari sini.
Kita tak tahu itu./ Tak tahu apa?
Jika semua ini akan berakhir.
Itu harus, karena Erica berkata begitu.
Erica?
Ceritakan cerita terakhirmu agar kita bisa pergi dari sini!
Erica?/ Duduk.
Aku akan ceritakan cerita terakhir.
Bertahun-tahun lalu, ada seorang gadis kecil.
Dia anak yatim piatu.
Orang tuanya tewas dalam kecelakaan.
Jadi, neneknya yang merawat dia.
Ketika gadis itu 7 tahun,
Neneknya beritahu dia sebuah cerita.
Dia tahu banyak tentang mantra dan tenung.
Jadi, sang nenek mulai mengajarinya beberapa rahasia.
Gadis itu berpikir neneknya hanya bergurau,
Tapi para tetangganya tak berpikir demikian.
Mereka berpikir dia memanggil kutukan setan,
Dan menyalahkan dia untuk masalah finansial dan kesehatannya.
Para tetangga mulai menyerang dia.
Melempar batu ke rumah...
Mengancam agar mereka meninggalkan lingkungan itu.
Itu adalah permulaan dari mimpi buruk.
Penyerangan menjadi semakin sering dan keji.
Sang nenek dan gadis itu mulai merasa muram kepada yang lain.
Suatu hari, gadis itu pergi berkemah bersama sekolahnya selama seminggu.
Selama berkemah,
Gadis itu mengalami firasat serta mimpi yang buruk.
Rumah secara tak biasanya menjadi hening...
Dia mencari neneknya ke mana-mana.
Hingga dia pergi ke kamar sang nenek...
Dia berada di sana.
Mati terbaring di lantai.
Kucing duduk di atas mayatnya.
Dan dia memakan hampir sebagian wajahnya.
Tak lama setelahnya, saat penyelidikan kepolisian,
Mereka memutuskan bahwa sang nenek...
Diserang dengan pukulan batu bata di kepala.
Gadis itu dimasukkan ke panti asuhan,
Dimana dia habiskan beberapa tahun berikutnya...
Membangun begitu banyak amarah dan kepahitan.
Gadis itu akhirnya menjadi lebih tua dan meninggalkan panti asuhan.
Hal pertama yang dia lakukan,
Adalah kembali ke rumah neneknya.
Kemudian mengambil buku dari perpustakaan.
Itu adalah kumpulan cerita-cerita horor,
Berjudul "Seratus Permainan Lilin".
Kemudian membujuk anak-anak tetangga,
Untuk memainkan permainannya di rumah yang sama.
Sekarang,
Ini waktunya menuai buah dari kemarahannya.
James? James?
James?
Apa kau di sana?
Alex?
Kalian di mana, teman-teman?
James?
Alex?
Kalengpoker.net Poker Bukan Kaleng-Kaleng
Bonus New Member 30%
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.