All language subtitles for New Face (2020) Epp14 14 - Nonton Drama Sub Indonesia

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Mengubah penampilan seseorang)

(memang dapat mengubah banyak hal.)

(Bahkan...)

(mungkin takdir seseorang.)

Wajah Baru

Episode 14

Aku datang.

Kau sudah datang?

Aku datang.

Ya Tuhan!

Keluar!

Apa yang kau lakukan?

Nyonya Lao,

Nyonya Lao sungguh maaf,

aku sungguh tidak tahu itu kau.

Tuan Lao.

Jangan banyak omong kosong,

aku ingin tahu siapa orang itu sebenarnya?

Nyonya kemarin memesan sebuah kamar di hotel,

dia ada janji dengan seseorang.

Sempurna.

Malam pukul 9.

Aku tunggu, ya.

Siapa?

Tepatnya siapa,

aku masih belum tahu.

Paman Long,

Tuan Lao sudah datang.

Tuan Lao?

Aku sudah mengutus orang ke hotel

untuk mengambil rekaman kamera CCTV,

dia akan membawa tangkapan layar rekaman itu ke sini,

Anda lihat saja sendiri.

Orangmu di mana!

Apakah mengambil satu foto saja begitu sulit?

Baik.

Sudah di pintu depan,

aku jemput dia sebentar.

Pergi!

Paman Long,

kenapa Anda kemari?

Kun,

sini, sini, sini.

Kun,

apa yang ada di tanganmu itu? Biar aku lihat.

Benda di dalam ini,

aku sendiri saja belum melihatnya.

Sudah,

kita berdua tidak perlu berbelit-belit lagi.

Aku sudah dengar apa yang kau bicarakan dengan Tuan Lao.

Aku jujur saja padamu,

orang yang ada dalam foto ini adalah aku.

Kalau begitu, Anda dalam masalah besar.

Kun,

Paman Long mohon padamu,

jangan berikan foto ini pada Tuan Lao.

Paman Long mohon padamu,

mohon padamu!

Paman Long.

Lalu bagaimana denganku?

Kun,

kau harus bantu Paman Long sekali.

Kau bukannya tidak tahu temperamen Tuan Lao.

Jika masalah ini membuatnya salah paham,

dia tidak mengirimkan barang untuk kamar dagang,

kemudian menghambat bisnis kamar dagang.

Paman De pasti akan menyalahkanku.

Aku juga tidak sanggup

menyinggung Tuan Lao.

Kau...

Bagaimana kalau begini,

asalkan kau berjanji...

tidak memberikan foto itu pada Tuan Lao,

aku akan mengembalikan pub itu padamu.

Cuma mengembalikan pub saja?

♪ Hati yang berjuang ♪

♪ Penderitaan yang tak berdasar ♪

♪ Tidak ada cara untuk memedulikannya ♪

♪ Suasana hati yang rumit tertutup asap kabut ♪

Mana fotonya?

Fotonya tidak dapat,

kamera CCTV-nya rusak.

Kamera CCTV-nya rusak?

Tidak dapat fotonya?

Biasanya tidak rusak,

malah di saat ini rusak.

Kalau begitu...

orang itu,

jangan-jangan adalah kau?

Tuan Lao,

jangan bercanda seperti ini.

Jika tidak bisa menemukannya,

kau tahu akibatnya, kan?

Terima kasih, Paman Long.

Aku mewakili Kak Kun untuk berterima kasih padamu.

Paman Long,

Anda jangan mondar-mandir lagi.

Anda begitu masuk langsung mondar-mandir sampai aku jadi pusing.

Cepat katakan,

siapa orang

yang membuatmu begitu marah?

Duduk, duduk, duduk.

Sini, sini, sini.

Bisa siapa lagi?

Siapa lagi selain Songkun.

Tidak disangka dia berani menjebakku!

Bagaimana Songkun menjebakmu?

Dia menyuruh Wang Xiao'ai

menipuku ke hotel.

Begitu aku masuk kamar...

ada Nyonya Lao di dalam.

Apa yang kau lakukan pada Nyonya Lao?

Memangnya apa yang bisa kulakukan pada Nyonya Lao?

Dia itu istri Tuan Lao.

Nyonya Lao

sudah mengatakannya pada Tuan Lao?

Mana mungkin Nyonya Lao akan mengatakannya?

Dia kemungkinan besar juga pasti mengajak kekasih gelapnya ke hotel.

Tapi...

bagaimana bisa aku dijebak oleh Songkun!

Jadi rahasiamu

ada di tangan Songkun?

Aku mengembalikan semua bisnis...

miliknya dulu.

Semuanya kau kembalikan?

Memangnya bisa jika tidak dikembalikan?

Sekarang di tangannya ada fotoku di hotel.

Jika Tuan Lao sampai tahu,

bagaimana aku menjelaskannya?

Rasakan.

Aku sudah mengingatkanmu sejak lama,

ada bahaya yang mengintai akibat mesum.

Kau cepat atau lambat akan berakhir di tangan wanita,

akhirnya bagaimana?

Sudah, sudah.

Jangan katakan kata-kata tidak berguna lagi,

apakah ada gunanya?

Tapi,

kau juga harus hati-hati.

Aku rasa targetnya selanjutnya

mungkin saja adalah kau!

Aku?

Ingin bermain denganku,

dia masih terlalu muda.

Tapi bagaimanapun,

aku juga tidak akan sembarangan berkencan ke hotel.

Kau...

Kau ini...

Sudah, sudah, sudah.

Paman Long,

bercanda, bercanda.

Ayo, duduk, duduk.

Kak Ai,

kau bisa membuat Paman Long memuntahkan seonggok daging sebesar ini,

dia pasti benar-benar sakit hati.

Katakan,

apa kelab Kak Kun ini adalah kelab paling terkenal di jalan ini?

Tentu saja.

Tidak hanya kelab ini saja,

semua yang ada di jalan ini

adalah milik Kak Kun.

Pelecehan, lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Kau sangat cantik...

Lepaskan aku!

Apa yang kau lakukan?

Jika kau ingin minum-minum di sini,

kami menyambutmu,

minumlah sampai puas.

Jika kau ingin berbuat onar di sini,

jangan salahkan aku tidak memperingatkanmu lebih dulu.

Kau siapa?

Mulutmu besar juga.

Seluruh jalan ini milikku, menurutmu siapa aku?

Kau adalah gadis yang seksi.

Apa katamu?

Sangat cantik.

Apa katanya?

Siapa peduli apa yang dia katakan, hajar dia.

Tenang.

Ayo maju.

Baik, baik.

Awas saja kau.

Kau tidak apa-apa?

Tidak apa-apa.

Ambilkan sebotol bir.

Minumlah sampai puas.

Terima kasih, Kak.

Ayo sini.

Kak Kun,

sudah lama tidak berjumpa,

semuanya rindu padamu.

Saudara-saudara,

bersulang untuk Kak Kun!

Bersulang untuk Kak Kun!

Kak Kun.

Hari ini adalah hari ulang tahun Kak Hai.

Semasa hidup Kak Hai begitu baik kepada kita semua,

walaupun dia sudah tiada...

Ada orang yang membunuh Hai,

dia memakai sarung tangan.

Tapi di senjatanya,

masih saja tertinggal bekas sidik jari Songkun.

Ini berarti orang ini sejak awal sudah merencanakannya,

ingin melimpahkan kesalahan pada Songkun.

Asalkan kita bisa menemukan pembunuh Hai yang sebenarnya,

membantu membersihkan tuduhan terhadap Songkun,

dia dengan sendirinya akan kembali.

(Ingin kembali ke wajahmu semula?)

(Jadilah Ketua.)

Kak Kun,

wakililah Kak Hai meniup lilin ini.

Ayo!

Kak Hai,

selamat ulang tahun!

Selamat ulang tahun.

Minum yang banyak, mengerti?

Kau tahu tidak permainan itu?

Sungguh nyata, rasanya seperti asli.

Mana Kak Kun?

Ayo, ayo, ayo minum.

Tadi masih di sini.

(Aku adalah Songkun,)

(Pan Qiwen ada di tanganku.)

(Segera naik ke atap, jika tidak tanggung sendiri akibatnya.)

(Jangan lapor polisi.)

Mana Songkun?

Mana Songkun?

Di belakangmu...

Bokongmu lembut juga, ya.

Pesan itu aku yang mengirimnya,

aku membohongimu.

Kau kekanak-kanakan sekali!

Hanya kau yang boleh memanfaatkan kesempatan ketika bekerja untuk memegang bokongku,

lalu aku tidak boleh?

Kau boleh mempermainkan aku, aku tidak boleh mempermainkanmu?

Aku memang mempermainkanmu,

tapi bukankah setiap kali aku juga yang menyelamatkanmu?

Kau ini kenapa orangnya pendendam seperti ini?

Bisnis yang direbut Paman Long sudah kudapatkan kembali.

Walaupun masih jauh dari tujuan kita,

tapi...

ini juga layak kita rayakan, kan?

Ambil bir, sana.

Kota Jia sungguh lumayan,

lampunya gemerlapan.

Tapi aku masih lebih suka Kota Luwu.

Sederhana,

damai dan tenang.

Kau rindu rumah?

Mana mungkin tidak rindu?

Sekarang aku setiap malam

tidak bisa lelap jika tidak

melihat foto istri dan putriku.

Sepanjang hari membicarakan istri dan anak,

punya ambisi besar atau tidak?

Kembali ke sisi mereka berdua...

adalah ambisi terbesarku

saat ini.

Apakah kau tidak punya impian apa pun?

Dulu sungguh ada,

menjadi dokter bedah plastik terhebat di dunia ini.

Sampai ketika putriku sakit,

aku baru menyadari,

dibandingkan dengan istri dan anakku

impian bukanlah apa-apa.

Kau belum berkeluarga,

kau tidak mengerti.

Masing-masing orang punya tujuan sendiri.

Dulu,

aku selalu berkata pada pasienku,

begitu orang menukar wajahnya,

berarti menukar hidup yang baru.

Terbukti pada diriku.

Ini mungkin karma yang ada dalam legenda.

Mulutmu begitu busuk,

pantas saja tidak punya teman.

Siapa bilang aku tidak punya teman?

Dulu ada.

Apa maksudnya dulu ada?

Sekarang sudah bertengkar?

Meninggal.

Maaf.

Kau sekarang sudah bukan polisi lagi,

kenapa kau begitu memedulikan kasus Hai?

Karena Hai...

adalah temanku yang meninggal itu.

Kau tidak akan mengira aku adalah Songkun lagi, kan?

Kehidupan manusia

tidak hanya akan memiliki satu teman.

Aku...

sejak kecil tumbuh besar bersama Hai di panti asuhan.

Tidak lama kemudian,

dia diadopsi oleh orang,

kami berdua kehilangan komunikasi.

Sampai terjadi sesuatu pada Hai,

aku baru tahu,

Hai...

adalah teman baikku waktu itu.

Lucu, kan?

Tidak mudah bisa bertemu lagi,

tapi malah dengan cara seperti ini.

Jadi kau menggunakan segala cara ingin menangkap Songkun,

demi membalas dendam untuk Hai?

Aku tidak tahu selain melakukan ini,

apa lagi yang bisa kulakukan untuknya.

Hai seumur hidupnya...

bisa mempunyai teman sepertimu,

sudah cukup.

Istri dan anakmu...

bisa memiliki suami baik sepertimu,

juga sudah cukup.

Jarang bisa sesenang ini,

betul, kan?

Ayo.

Baiklah,

jika kau tidak takut kalah,

aku temani kau.

Kau sudah berlatih?

Pertama kau harus yakin kau bisa melakukannya,

kemudian perhatikan targetmu dengan teliti,

lalu baru lempar kacangmu,

maka akan berhasil.

Pan,

walaupun kau ini adalah dokter

tapi semangatmu yang tidak ingin kalah itu,

membuat orang terkesan.

Ayo,

berikan dulu uangnya.

Baiklah, baiklah.

Bersedia bertaruh harus bersedia mengakui kekalahan.

Tidak disangka,

ternyata aku bisa mendapatkan 100 dolar darimu.

Lanjut.

Tidak mau main lagi.

Kenapa minum begitu banyak?

Sulit menemukan teman minum yang mengerti kita,

senang.

Hati-hati, sebelah sini.

Kun,

pelan-pelan, pelan-pelan.

Kenapa di sini ada bekas luka?

Apa?

Kenapa ada bekas luka?

Kau lupa?

Aku lupa?

Kau lupa bekas luka ini?

Kenapa lagi?

Aku ketahuan.

Katakan.

Di badan Chun ada bekas luka,

aku bertanya padanya kenapa ada bekas luka.

Tidak masalah.

Itu adalah bekas tembak,

aku yang menangkap pelakunya.

Hari itu hari ulang tahun pernikahan Songkun dan Chun,

mereka pergi makan ke restoran.

Chun menyadari

ada orang yang mengambil pistol hendak membunuh Songkun,

lalu dia mengadang dan terkena tembakan itu.

Pulanglah,

cepat

cari kesempatan selesaikan masalah ini.

Tembakan itu sangat berbahaya.

Kau tau tembakan itu

kena di bagian mana?

Di sini,

di dekat jantung.

Itu sungguh...

Jangan minum-minum lagi.

Minum-minum akan menghambat masalah.

Lihat kita berdua,

begitu banyak lika-liku sudah kita lalui,

apakah akhirnya harus berakhir karena wanita?

Semangat.

Li!

Aku mengerti.

Kenapa kau datang kemari?

Kak Kun khawatir padamu,

menyuruhku datang menjemputmu.

Aku ini bukan anak kecil,

tidak perlu kau datang menjemputku.

Baiklah.

Kau jalan saja,

aku ikuti.

Niki, Niki!

Xiong menindas temas sekelas lagi.

Di mana?

Bawa aku ke sana.

Di sana.

Ikuti aku.

Siapa dia?

Hebat sekali kelihatannya.

Tahu siapa aku?

Aku kira siapa,

ternyata Kak Ji Zai.

Baguslah jika tahu.

Kalian orang-orang dewasa menindas anak-anak,

apakah tidak malu?

Kak Ji Zai,

ini bukan daerah kekuasaanmu.

Yang tidak seharusnya ikut campur,

lebih baik jangan ikut campur.

Tapi hari ini aku mau ikut campur.

Kau mau ikut campur bagaimana?

Hei.

Ji Zai.

Ji Zai, kau tidak apa-apa, kan?

Darah...

Darah siapa ini?

Darahmu.

Sialan,

aku tidak akan mengampuni mereka.

Kenapa di sini ada bekas luka?

Siapa kau?

Aku ya aku.

Kau bukan Songkun.

Omong kosong apa yang kau katakan,

turunkan pisaumu.

Songkun tidak mungkin tidak tahu dari mana bekas lukaku.

Insiden tujuh tahun lalu,

kita berdua keluar untuk makan,

ada orang di belakangku menembak ke arahku,

kau mengadang tembakan itu untukku.

Masalah ini aku tidak mungkin lupa.

Hari itu aku minum terlalu banyak.

(GOODCLUB, Bar Musik)

Kak Kun,

di luar ada orang bermarga Zhong mencarimu.

Bermarga Zhong?

Dia bilang kalian...

Tuan Songkun,

kau masih ingat padaku?

Aku tidak mungkin membocorkan identitasmu sebagai buronan.

Apakah aku bisa bicara denganmu?

(Kota Jia, Negara M)

Aku ini

memiliki pengalaman yang rumit,

orang yang kutemui terlalu banyak,

daya ingatku tidak bagus.

Seberapa buruk pun daya ingatmu,

juga tidak seharusnya lupa padaku.

Kecuali...

kau sama sekali tidak kenal padaku.

Apa maksud kata-kata Tuan Zhong ini?

Kita tidak perlu berbelit-belit lagi,

sebenarnya kau sama sekali tidak tahu aku siapa.

Tentu saja,

aku juga tidak tahu kau siapa.

Tapi aku tahu,

kau bukan Songkun.

Aku tidak tahu apa yang kau katakan.

Aku jujur padamu,

aku sudah kenal Songkun bertahun-tahun.

Wajahnya sekarang,

sudah lama bukan wajah ini lagi.

(Daftar Profil Pasien Bedah Plastik)

(Foto pasien)

Kau tahu

bagaimana wajah Songkun sekarang?

Betul,

aku yang mencari orang

untuk menukar wajahnya.

Apa yang kau lakukan?

Mana fotonya?

Profesor Yang,

operasinya sudah dilakukan,

tidak ada salahnya aku memberitahumu.

Identitas orang ini,

tidak boleh diketahui orang.

Tunggu,

kenapa dia tidak boleh diketahui orang?

Dia adalah seorang buronan.

Mencarimu melakukan operasi

itu demi bersembunyi dari penangkapan.

Masalah yang besar seperti ini, kenapa tidak kau katakan dari awal?

Jika memberitahumu dari awal,

apakah kau masih akan mengoperasinya?

Aku tidak peduli,

kau harus berikan foto itu padaku.

Berikan foto itu padaku!

Kau tidak boleh pergi,

berikan foto itu padaku.

Jika kau tidak berikan foto itu,

aku akan menelepon polisi!

Kau sudah gila, ya?

Tunggu, kau...

Kuberitahu kau,

jika masalah ini diselidiki sampai ke akarnya,

kau dan aku juga akan terlibat.

Zhong, tunggu,

berikan fotonya padaku!

Berikan fotonya padaku!

Kematian Profesor Yang

adalah sesuatu di luar dugaan.

Jika dia mendengarkanku,

pada akhirnya dia juga tidak akan mati.

Semua ini tidak penting.

Yang penting adalah

hal yang akan kita bicarakan selanjutnya.

Aku tidak tahu

kenapa kau mau berpura-pura jadi Songkun,

aku juga tidak mau tahu.

Tapi aku tahu,

jika,

kau ingin terus berpura-pura,

kau harus menutup mulutku.

Aku mau uang,

aku mau uang yang banyak.

Bagaimana jika aku menolak memberikannya?

Sebelum datang,

aku sudah menulis sebuah surat di email,

dikirim massal.

Jika aku tidak bisa pulang,

begitu waktunya tiba,

email itu akan terkirim ke semua orang POND.

Kalau begitu uang ini,

mau tidak mau harus kuberikan.

Baiklah,

kuberikan.

Kuberikan dua kali lipat.

Tapi aku punya satu syarat,

aku mau foto Songkun setelah menukar wajahnya.

Fotonya setelah menukar wajah

tidak bisa kutemukan lagi.

Tidak ada foto,

maka tidak ada uang.

Tapi aku ingat dengan sangat jelas,

rupanya setelah menukar wajahnya.

♪ Tidak ada yang peduli denganku ♪

♪ Diriku dalam cermin juga telah hilang ♪

♪ Sebelum aku bersiap ♪

♪ Aku harus mencari sedikit keberanian ♪

♪ Entah bagaimana akhirnya yang kutemukan ♪

♪ Adalah diriku yang lain ♪

♪ Katakan di mana aku sekarang ♪

♪ Katakan mengapa aku begitu cemas ♪

♪ Katakan bagaimana tampangku sekarang ♪

♪ Kau bilang beginilah dunia ♪

♪ Memilih bingung dan putus asa ♪

♪ Atau harapan ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.