Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 24
Hajar!
Apakah kalian tuli?
Tidakkah mendengar aku berbicara!
Hajar!
Hajar!
Ayah, dia siapa?
Ayah akan memberitahumu setelah kau tumbuh dewasa.
Kau masih berani datang?
Kau yang membunuh Kak Kun.
Memangnya kau tak tahu
bagaimana dia mati?
Kenapa?
Takut mati?
Setelah membunuhku,
apakah kau bisa membalaskan dendamnya?
Ayah.
Tidak apa-apa,
lanjutkan bermainnya.
Ji Zai,
jika kau sungguh menganggapnya sebagai saudaramu,
kau seharusnya berdiri di pihakku.
Ayah lihat, aku menanam beberapa bibit.
Apa jadinya mereka saat tumbuh, ya?
Mereka akan menjadi sebuah pohon besar.
Wangtianshu, ya?
Mereka bahkan juga bisa berbunga.
Paman Bai, Paman Long,
kalian adalah senior di kamar dagang,
kenapa malah tidak setaat junior dalam mematuhi aturan?
Membunuh ketua,
kejahatan berat, lo.
Paman Bai dan Paman Long ingin membunuh Kak Kun.
Kalian semua sudah melihatnya, kan?
Sudah!
Songkun ini palsu,
dia Songkun gadungan.
Paman De dipenjara gara-gara dia,
jangan ditipu olehnya!
Paman Bai,
Anda berkata Kak Kun palsu?
Kenapa mengatakannya setelah Paman De ditangkap?
Kulihat kau begitu ingin jadi ketua sampai jadi gila!
Kau...
Ji Zai!
Baiklah.
Baiklah.
Baiklah.
Kalau begitu, aku mau lihat,
siapa yang bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup!
Apakah aku masih Songkun yang palsu?
Apa yang ingin kau lakukan pada kami?
Tanyalah mereka.
Polisi!
Ada yang melapor
kalian mencoba membunuh Songkun.
Ikut kami kembali ke kantor polisi untuk membantu penyelidikan.
Membunuh?
Songkun baik-baik saja,
bagaimana kami membunuhnya?
Kami menangkap kalian bukan hanya karena masalah ini.
Masih ada hal lainkah?
Penyelundupan, pencucian uang, pengedaran uang palsu.
Jika ada yang ingin dikatakan,
katakanlah di kantor polisi.
Kalian ada bukti apa?
Tidak ada bukti,
kami tidak akan sembarangan menangkap orang.
Bawa pergi!
Kau sangat mirip Kak Kun tadi.
Ji Zai.
Meski Paman Long dan Paman Bai sudah ditangkap,
POND tetap saja sangat berbahaya.
Kau berbeda dengan mereka,
kau tidak pernah melakukan kejahatan.
Berbalik sekarang masih sempat.
Masih merasa aku mirip Kak Kun-mu?
Sekarang kurasa...
kau tidak hanya mirip.
♪ Biarkan rindu menjadi es ♪
♪ Dan waktu berhenti ♪
♪ Kenangan tak bersuara Menusuk mata pagi dan malam ♪
♪ Sakit hingga terbangun ♪
♪ Sebuah hati menyimpan namamu ♪
♪ Cinta telah kalah ♪
♪ Hanya dapat melihatmu dari jauh ♪
♪ Sambil menahan napas ♪
♪ Aku tidak ingin tahu ♪
♪ Kau baik-baik saja tanpa diriku ♪
♪ Air mata tumpah tanpa ampun ♪
♪ Menggenangi penjara kesepian ini ♪
♪ Aku tidak ingin tahu ♪
Maaf.
♪ Kau sangat menderita tanpa diriku ♪
♪ Memohon dan merindu setiap waktu ♪
♪ Meski pelukan terakhir ♪
♪ Tak mengapa ♪
Kuberitahu kau, permainan ini memiliki
sandbox dunia sebesar 4 juta kilometer persegi
dan melakukan restorasi perang Tiga Kerajaan asli.
Kuberitahu kau,
sungguhan.
Permainan ini, luar biasa sekali.
Kakak Ipar,
kau mau ke mana?
Berbelanja sedikit.
Aku pergi denganmu.
Tidak perlu, aku bisa sendiri.
Kakak Ipar,
Kak Kun takut kau akan ada bahaya,
sengaja berpesan padaku.
Supermarket ada di dekat sini,
aku akan segera kembali setelah berbelanja.
Kakak Ipar.
Sungguh tidak akan ada apa-apa.
Kakak Ipar,
jangan menyulitkanku.
Baiklah.
Kalau begitu, aku tidak pergi.
Kakak Ipar, beritahu aku apa yang mau kau beli,
biar kusuruh mereka pergi membelinya.
Permainan itu, ribuan orang berperang di layar yang sama.
Kuberi kau satu.
Anak-anak sungguh baik,
-sangat cepat sudah berteman. -Kita keluarkan ini.
Taruh ini di sini.
Tadi mereka ingin keluar bermain,
bawahanmu tidak mengizinkannya,
katanya itu pesan darimu.
Bagus sekali.
Aku mengkhawatirkan keselamatan kalian.
Kalau di sini begitu berbahaya,
kenapa masih tinggal di sini?
-Bisakah kita pulang? -Taruh ini di sini.
Seharusnya taruh di sini.
Xinxin, apa yang kau lakukan?
Xinxin.
Ayah salah.
Ayah tidak seharusnya galak padamu,
Ayah minta maaf padamu.
Xinxin kelak
harus rukun dengan adik.
Tidak boleh mendorongnya,
mengerti?
Kau adalah seorang kakak.
Kata Yoki, kau adalah ayahnya,
tapi jelas-jelas kau adalah ayahku.
Xinxin,
Ayah selamanya adalah ayahmu.
Ayah akan membawamu ke taman bermain besok, oke?
Jangan menangis lagi.
Sayang,
jangan menangis lagi, ya.
Anak baik, anak baik.
Ayo, sayang.
Jangan menangis lagi.
Kau paling baik.
Kau setahun lebih besar dari Yoki,
kau adalah kakaknya.
Kelak,
kau jaga Yoki untuk Ayah,
selalu mengalah padanya, ya?
Sudah, anak baik.
Jangan menangis lagi, ya.
Ayo, bermain.
Kalian pergilah bermain bersama.
(National)
Apakah harus pergi?
Songkun selalu berkumpul dengan yang lain setiap ulang tahun.
Jika tahun ini tidak berkumpul,
orang-orang akan bergosip.
Lagi pula, bagus juga makan dan berkumpul di saat seperti ini.
Kak Kun.
Kau bawa mobil sendiri?
Di mana Qiang?
Dia ada urusan lain.
Ibu,
Ayah kenapa belum kembali?
Ke mana perginya Kak Kun hari ini?
Kak Kun berulang tahun hari ini,
dia pergi menghadiri pesta ulang tahun.
Ibu,
kenapa Ayah tidak membawa kita merayakan ulang tahunnya?
Mungkin,
dia masih ada urusan lain.
Ibu, ayo kita pergi mencari Ayah.
Ayo, kita pergi.
Coba
kita gambar awan ini.
Ayo, kita pergi mencari Ayah.
Aku mau mencari Ayah.
Iya, iya.
Anak baik.
Ayo, saudara-saudara sekalian,
bersulang untuk Kak Kun.
Mari, saudara-saudara.
Sini, sini, biar aku saja.
Kak Kun.
Hari ini kau harus bersulang untuk Kak Ai.
Saat kau tak ada,
Kak Ai banyak membantumu
mengurusi semua urusan kamar dagang.
Itu sudah seharusnya kulakukan.
Kak Kun,
aku bersulang untukmu.
Mari.
Menurutku, ini harus diminum dengan menyilangkan tangan.
Kenapa kau di sini?
Xinxin bersikeras untuk mencari Ayah,
tidak apa-apa, kalian selesaikan saja dulu.
Sayang, ayo kembali dan tunggu Ayah.
Ayo, Ayah masih ada pekerjaan.
Chen Wan.
Kalian sudah datang,
mari makan bersama.
Tidak usah.
Ayah.
Ayo.
Xinxin.
Silakan.
Tidak apa-apa, aku duduk di sana saja.
Kau duduk di sini saja.
Kak Ai, duduklah.
Kita sudah membahas sampai mana tadi, Lou Man?
Minum dengan Kak Ai...
Xiao'ai.
Tanpa Xiao'ai,
aku juga tidak mungkin duduk di sini hari ini,
minum bersama kalian.
Bersulang untuk Xiao'ai.
Ayo, Chen Wan,
segelas anggur ini...
kita bersulang untuknya bersama.
Aku dengan air saja.
Terima kasih, Kak Kun.
Terima kasih, Kak Wan.
Ayo semuanya bersama,
ayo minum bersama.
Ayo.
Chen Wan.
Iya.
Ingin makan apa?
Ada apa dengan wanita tadi?
Itu kekasih Kak Kun,
beberapa hari yang lalu membawa anak mencari Kak Kun.
Rasanya Kak Kun sangat memerhatikan wanita ini.
Kak Chun sudah tiada,
wanita di sampingnya sudah tidak bisa duduk diam,
ingin menjadi istri.
Tak heran tadi Kak Kun mengajaknya bersulang untuk Kak Ai bersama.
Iya,
apa artinya itu?
Itu artinya mereka adalah satu keluarga.
Lalu, bagaimana dengan Kak Ai?
Anak sudah sebesar itu,
Kak Ai tampaknya
sudah tidak ada harapan lagi.
Qiang.
Ada apa?
Pan mau mengurus masalah Mayuzai.
Nona,
permisi, di mana toiletnya?
Jalan terus.
Terima kasih.
Sama-sama.
Kak Wan,
toilet itu rusak,
pergilah ke sini saja.
Baiklah.
Ayo, pergi.
Terima kasih.
Jalan terus lalu belok kanan.
Mayuzai,
ini semua adalah bukti pengedaran narkobamu.
Jika diserahkan pada polisi,
takutnya kau harus kembali ke penjara lagi.
Jangan, jangan.
Kak Qiang,
aku baru saja keluar,
aku tidak ingin kembali lagi.
Lepaskanlah aku,
Kak Qiang.
Baiklah.
Kutanya kau,
apakah kau yang membantu Paman De menyampaikan pesan pada Yi?
Tidak mau berbicara?
Serahkan saja fotonya pada polisi.
Akan kukatakan.
Saat di penjara,
Paman De berpesan padaku,
setelah keluar beritahu Yi
agar memikirkan cara mendapatkan hard disk.
Dia juga memberitahuku...
Dia juga memberitahumu apa?
Bukan apa-apa.
Di mana Yi?
Aku tidak tahu.
Dia mengajakku bertemu di hutan,
setelah menyampaikan pesan Paman De,
aku langsung pergi.
Kau tak tahu?
Aku tahu kau adalah bawahan Yi.
Saat di penjara,
dia khusus berpesan
agar orang di dalam menjagamu.
Kau ingin melindungi Yi,
benar, kan?
Aku sungguh tidak tahu.
Aku sudah mengatakan semuanya.
Kau tidak tahu apapun, ya?
Akan kukatakan...
tapi aku benar-benar tidak tahu
di mana Kak Yi.
Tapi
saat aku bertemu dengannya,
kulihat dia membawa korek api
yang di atasnya tertulis nama sebuah hotel.
Hotel apa?
Hotel Hongchen.
Lihat,
ini...
aku sudah mengatakan semua yang kuketahui.
Ampunilah aku.
Kak Kun.
Serahkan foto
dan bukti pengedaran narkobanya
pada polisi.
Kak Kun,
kenapa kau tidak menepati perkataanmu?
Kak Qiang,
Kak Qiang.
Kak Qiang kau sudah ditipu.
Dia bukan yang asli,
dia bukan Songkun!
Dia palsu!
Dia sungguh bukan Songkun, Kak Qiang!
Kak Qiang, dia bukan Songkun yang asli.
Bagaimana dengan Xinxin?
Apakah dia baik-baik saja?
Dia sangat kaget,
menangis terus.
Susah payah baru bisa membujuknya tidur.
Baiklah.
Aku ingin bertanya padamu,
sekarang aku seharusnya memanggilmu Songkun
atau memanggilmu...
Pan Qiwen?
Yang sudah ditangkap,
kenapa kau masih mau di sini?
Kenapa kau tidak pergi?
Kenapa?
Aku tahu aku sedang mengambil risiko,
tapi sekarang aku memiliki kesempatan
untuk memberantas Kamar Dagang POND yang busuk ini.
Jika aku tidak melakukannya,
hatiku tidak akan tenang.
Seperti saat itu
masalah Profesor Yang,
itu selalu menjadi belenggu di hatiku.
Jika aku tidak menyelesaikannya dengan tanganku sendiri,
kelak akan ada orang tak bersalah
yang tak terhitung jumlahnya
yang celaka.
Jika kita pergi begitu saja...
hatiku tidak akan pernah tenang.
Ada beberapa hal...
yang harus dilakukan.
Tapi...
tapi aku sunguh sangat mengkhawatirkanmu.
Aku tidak ingin dihantui ketakutan setiap hari,
begitu banyak orang yang mengikutiku setiap hari.
Aku sungguh sangat khawatir,
aku sungguh sangat khawatir.
Semua akan baik-baik saja.
Xiao'ai.
Kak Wan,
aku kebetulan lewat dan membeli sedikit lauk.
Ayo kita masak hot pot bersama.
Boleh, boleh.
Silakan masuk.
Yoki sedang dalam masa pertumbuhan harus makan lebih banyak.
Kau mau makan apa? Bibi ambilkan untukmu.
Di mana Xinxin?
Bukankah sudah kubilang tadi, dia sudah tidur.
Bibi Xiao'ai ambilkan bakso, ya?
Iya.
Masih tidak berterima kasih pada Bibi?
Terima kasih, Bibi.
Bibi Xiao'ai, itu kenapa?
Bibi terluka.
Dulu saat
pergi dengan ayahmu mengurus sesuatu,
sedikit terluka.
Sebelumnya, pernah sekali saat pergi bersamaku,
Xiao'ai membantuku menghalangi peluru.
Aku masih bisa duduk di sini
harus berterima kasih padanya.
Aku berhutang padanya.
Xiao'ai,
aku bersulang untukmu.
Kau tidak bisa minum,
biar aku saja.
Tidak, tidak.
Aku harus meminumnya.
Terima kasih.
Tidak perlu berterima kasih padaku.
Aku melakukannya dengan sukarela.
Kak Wan,
aku tidak tahu kau suka pedas atau tidak,
jadi
aku memesan hot pot dua rasa.
Lebih banyak rasa, lebih banyak pilihan.
Aku...
Dia tidak makan pedas,
kau juga tidak.
Sebenarnya, tidak perlu.
Coba saja.
Halo.
Baiklah, aku mengerti.
Ada apa?
Sudah ada berita tentang Yi.
Kalian makanlah pelan-pelan.
Jaga dengan baik.
Baik, Kak Kun.
Hati-hatilah.
Kak Wan,
mari kita lanjutkan makannya.
Iya.
Makanlah lebih banyak.
Kak Ai,
tadi Pak Hu menelepon,
katanya hutangnya sudah dibayar.
Haruskah kita mengembalikan rumah yang kita tahan?
Hal sebesar ini,
harus kau tanyakan pada Kak Kun.
Bagaimana bisa aku yang membuat keputusan?
Kak Kun sudah bilang
agar kau yang memutuskan saja.
Karena dia sudah mengembalikan uangnya,
berikan saja padanya.
Perlakukan dia dengan baik.
Baik, Kak Ai.
Kak Wan,
apakah kau masih bisa minum?
Aku akan menemanimu minum.
Di dalam kamar Kak Kun ada sebotol minuman bagus,
bawakan kemari.
Kak Ai,
aku tidak tahu ada di mana.
Di dalam lemari sebelah ranjang Kak Kun.
Baik.
Kau jangan keberatan, ya.
Saat itu
aku terluka,
aku pindah ke sini
agar Kak Kun leluasa merawatku.
Kau telah menyelamatkan nyawanya,
sudah seharusnya dia menjagamu.
Kakak Ipar,
ini minumannya.
Jangan sembarangan memanggil,
Kakak Ipar Besar di sini.
Maaf, Kak Ai.
Apakah ada gunanya meminta maaf padaku?
Maaf, Kakak Ipar.
Tidak apa-apa.
Xiao'ai,
aku akan bersulang untukmu sekali lagi.
Jika bukan karena dirimu,
kami tidak mungkin bisa berkumpul kembali.
Terima kasih,
sudah merepotkanmu beberapa waktu ini.
Wang Xiao'ai!
Ke mana perginya kau beberapa hari ini?
Tidak membalas pesan maupun mengangkat telepon.
Apa yang mau kau lakukan?
Maaf, maaf, maaf...
karena aku membuatmu tidak senang.
Tidak ada hubungannya denganmu.
Xiao'ai.
Xiao'ai.
Xiao'ai.
Mereka berdua sudah tidur?
Sudah lelah, ya?
Tidak juga.
Taruhlah, biar aku yang lipat saja.
Apakah urusanmu lancar?
Lumayan.
Akan segera berakhir.
Setelah ini semua berakhir,
kita langsung pulang.
Bagaimana dengan Xiao'ai?
Dia menyukaimu.
Kau jangan salah paham,
aku dan dia... kita berdua
sebenarnya...
Aku percaya padamu.
Aku percaya,
kau akan menanganinya dengan benar.
Iya.
Sudah malam,
segera mandi dan tidurlah.
Baik.
Halo, aku adalah pelayan.
Lantai bawah bilang langit-langit bocor, aku datang untuk memeriksanya.
Petugas An,
sudah diperiksa,
tidak ada orang.
Mundur.
Aku yakin pasti dia,
tidak mungkin salah lihat.
Orang ini berkata tidak usah membereskan kamar,
dan sekali tinggal langsung 10 hari,
kesanku padanya sangat dalam.
Oh iya, kamar 206
juga dipesan 10 hari.
206 juga dipesan 10 hari?
Kamar ini sepertinya dipesan di hari yang sama dengan 205.
Saat itu aku juga bertanya-tanya.
Siapa yang memesannya?
Orang ini memakai masker dan topi,
aku tidak melihat tampangnya dengan jelas.
♪ Tidak ada yang peduli denganku ♪
♪ Diriku dalam cermin juga telah hilang ♪
♪ Sebelum aku bersiap ♪
♪ Aku harus mencari sedikit keberanian ♪
♪ Entah bagaimana akhirnya yang kutemukan ♪
♪ Adalah diriku yang lain ♪
♪ Katakan di mana aku sekarang ♪
♪ Katakan mengapa aku begitu cemas ♪
♪ Katakan bagaimana tampangku sekarang ♪
♪ Kau bilang beginilah dunia ♪
♪ Memilih bingung dan putus asa ♪
♪ Atau harapan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.