All language subtitles for New Face (2020) Ep 212 - Nonton Drama Sub Indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Mengubah penampilan seseorang)

(memang dapat mengubah banyak hal.)

(Bahkan...)

(mungkin takdir seseorang.)

Wajah Baru

Episode 22

Setelah aku kabur,

Li Yao terus mengikutiku.

Terjadi kecelakaan saat melewati jalan gunung.

Aku pun mengikuti alur yang terjadi,

mencari orang menukar wajahku menjadi wajahnya,

kembali ke Kota Jia dengan identitasnya.

Kemudian aku bertemu dengan seseorang,

wajahnya telah ditukar menjadi wajahku,

dia adalah Pan Qiwen.

Aku menipunya untuk menjadi mata-mata polisi,

sebenarnya berniat memanfaatkannya

membantuku mencari pembunuh Hai yang sebenarnya.

Ketika Niki terluka,

aku yang mendonorkan darah,

aku juga yang membunuh Hu

untuk membalaskan dendam Niki dan Chun.

Setelah Pan Qiwen mengetahui identitasku,

dia beralih pada pihak kepolisian,

bahkan menyerahkan hard disk POND pada mereka.

Untunglah aku merebutnya kembali.

Polisi pasti sedang mencariku.

Ji Zai, ajaklah Pan Qiwen keluar,

aku ingin bertemu empat mata dengannya.

Kak Kun, Ji Zai ingin bertemu dengan Anda.

Bawa dia masuk.

Kak Kun.

Kenapa hari ini tiba-tiba

ingin datang mencariku?

Duduklah.

Aku sibuk terus,

bahkan tidak sempat menanyakan kabarmu.

Bagaimana kabarmu belakangan ini?

Aku cukup baik.

Aku bersiap membuka sebuah restoran,

melakukan bisnis kecil-kecilan.

Bagus.

Modalnya cukup tidak?

Cukup.

Bukankah kau telah memberiku sejumlah uang.

Kalau begitu,

kelak aku pergi makan,

kau harus memberiku diskon.

Tentu saja.

Sebenarnya aku datang kali ini

untuk memintamu menghadiri pemotongan pita pembukaan besok.

Tidak tahu Kak Kun bersedia atau tidak

menghadiri restoranku.

Baiklah,

aku akan pergi.

Ini piala Niki, kan?

Dulu dia tidak membiarkan siapa pun menyentuhnya.

Tak disangka setelah dia tiada,

pialanya masih sebersih ini.

Aku mengelapnya setiap hari.

Kalau tidak ada hal lain,

aku pergi dulu, Kak Kun.

Baiklah.

Kalau kau sibuk besok,

tidak datang juga tidak apa-apa.

Aku pasti datang.

Berhati-hatilah di perjalanan mengantar

Xiao'ai dan Jie ke bandara nanti.

Baik, Kak Kun.

(Kota Luwu, Negara M)

Kak An, ini adalah rumah Guru Gu.

Kenapa pintunya tidak dikunci?

Apakah ada orang?

Guru Gu hidup sendiri selama hidupnya.

Sudah meninggal begitu lama,

kenapa masih sangat bersih?

Namaku Gui,

aku adalah pembantu di rumah Guru Gu.

Setelah Guru Gu meninggal,

aku sering datang membersihkan rumahnya.

Siapa yang menyuruhmu melakukannya?

Tidak ada,

aku melakukannya dengan sukarela.

Guru Gu selalu memperlakukanku dengan baik,

aku tidak tahu bagaimana membalasnya.

Kalau... kalau tidak ada urusan lain,

aku pergi dulu, ya.

Tidak apa-apa, kami antar saja.

Tidak perlu, rumahku di dekat sini,

jalan sebentar saja sampai.

Tidak apa-apa,

mobil ada di bawah.

Mari.

Bibi Xiao'ai, kita sudah sampai belum?

Masih perlu sedikit waktu.

Jie, ada apa?

Apakah kau mau ke toilet?

Hui,

cari toilet di depan.

Baik, di depan ada SPBU,

aku akan berhenti dan membawanya pergi.

Baik.

Kak Ai,

kau tunggu sebentar, aku akan membawa Jie pergi.

Lihat.

Untunglah Ibu menyiapkan ini untukku.

Benar,

sudah sampai, di sini rumahku.

Terima kasih, ya.

Terima kasih.

Petugas An,

kurasa dia bermasalah.

Ayo, jalan.

Sebentar, sebentar.

Apakah ada urusan lain?

Boleh pinjam toiletnya sebentar?

Aku akan membawa kalian ke sana.

Toilet di sebelah sini!

Kalau tidak membawa balon,

apa yang akan kita mainkan?

Ayo kita bermain permainan kertas

atau permainan memelihara bunga.

Yoki,

kau duduk di sini dengan patuh, ya.

Bibi Xiao'ai akan pergi melihat Kakak, oke?

Baik.

Sampai jumpa.

Jie.

Jie.

Jie.

Apakah ada orang?

Aku masuk, ya.

Jie?

(Restoran Olive Fruit)

Kak Kun.

Bukankah pembukaan restoran?

Sepi sekali.

Kau datang terlalu pagi.

Masuklah dan duduk dulu,

aku pergi belanja sebentar.

Baiklah.

Barcelona vs Real Madrid,

El Clásico.

Satu gunung tidak bisa menampung dua harimau.

Salah satu harimau pasti akan terluka.

Mari kita bertaruh,

tim mana yang akan menang.

Messi atau Cristiano Ronaldo,

siapa yang lebih hebat?

Ini adalah pertanyaan sulit abad ini.

Kandang Real Madrid,

tempat dan suasananya lebih menguntungkan.

Yang tandang,

akan kurang dukungan.

Seperti pepatah lama,

yang datang belakangan

akan melampaui.

Skornya dua lawan dua.

Rasanya akan seri.

Aku bertaruh Barcelona akan menang.

Sembilan puluh menit,

waktu tambahan dua menit sudah lewat.

(RMA 2 : BAR 3)

Bagaimana kau tahu Barcelona akan menang?

Karena yang kau tonton itu tayangan ulang.

Kau jauh lebih licik daripada dulu.

Pan...

Ketika memukulku untuk datang ke Kota Jia, kau memberitahu aku

kalau kita berada di perahu yang sama,

tidak seharusnya saling bersaing.

Kita berdua adalah kura-kura dan kelinci

yang berlari ke arah yang sama.

Siapa yang kura-kura?

Siapa yang kelinci?

Kau menang.

Dalam pertandingan sepak bola, ya.

Kutraktir kau minum.

Melihat dirimu...

seperti sedang melihat diriku di cermin.

Bisa mengubah seorang dokter bedah plastik menjadi seperti sekarang,

aku sangat bangga.

Kak Kun mengajar dengan baik.

Seberapa baik pun yang kuajarkan,

kau juga bukan Songkun.

Setelah menghabiskan kaleng ini,

kita tidak ada hubungan lagi.

Apa yang mau kau lakukan,

Dokter Pan?

Dokter Pan?

Dokter Pan mulai dari sekarang

sampai waktu yang lama ke depannya

adalah ketua Kamar Dagang POND.

Mengapa kau mengambil hard disk-ku?

Karena di dalamnya ada bukti kejahatanku.

Kau berbohong.

Setelah Chun meninggal,

kau pernah bertanya padaku,

untuk apa sebenarnya kau melakukan semua ini?

Aku menjawabmu, aku bilang

demi menemukan pelaku sebenarnya yang membunuh Hai.

Kita sudah menemukannya.

Paman De.

Tapi yang tidak aku duga adalah

ketika aku melihat polisi

menangkap Paman De,

hatiku masih belum bisa terima.

Sampai aku pergi ke penjara

dan bertatap muka dengan Paman De,

aku baru tiba-tiba mengerti.

Yang membunuh Hai bukanlah Paman De,

tapi POND.

POND lah yang membunuh Hai,

membunuh Chun,

membunuh Niki.

Aku harus menjadi ketua Kamar Dagang POND.

Tapi aku sudah menjadi ketua POND.

Lalu?

Tidak sesederhana yang kau pikirkan.

Kau masih punya istri dan anak,

serahkan saja urusan yang tersisa padaku.

Kau serahkan hard disk ke pihak kepolisian,

maka kita benar-benar dapat memberantas POND sampai ke akarnya.

Bukankah ini tujuan kita bersama?

Iya.

Tapi...

aku ingin memberantas POND dengan tanganku sendiri,

bukan melalui polisi.

POND membuatku kehilangan istri dan anakku.

Jika diganti dirimu,

apakah kau ingin...

memusnahkannya sendiri?

Jawab aku.

Leo.

Terlalu berbahaya.

Kau masih memiliki Yoki.

Serahkan hard disk-nya padaku, aku akan memberikannya ke polisi.

Biarkan mereka yang melakukannya.

Aku sudah pernah bilang,

hal ini aku harus melakukannya sendiri.

Kau gila.

Tidak minum lagi.

Kau pergi saja.

Inspektur Mai, penembak jitu sudah bersiaga.

Jangan terburu-buru.

Orang kita masih ada di dalam.

Baik.

Kak Kun.

Pan Qiwen, si bocah itu menelepon polisi.

Sekarang di luar penuh dengan polisi.

Kau telah dikepung.

Aku yang memohon Inspektur Mai...

memberiku sebuah kesempatan,

membiarkanku berbicara sekali denganmu.

Songkun mengajakku bertemu,

aku bisa memberitahu kalian lokasinya.

Tapi...

tolong janjikan sebuah hal padaku.

Hal apa, katakanlah.

Jangan menyerang paksa.

Beri aku waktu,

aku akan membujuknya menyerahkan diri.

Baik, aku berjanji padamu.

Tapi aku hanya bisa memberimu waktu setengah jam.

Jika waktunya habis dan kalian belum keluar,

kami akan segera menerjang ke dalam.

Kau sekarang masih bisa memberikan hard disk-nya padaku,

lalu menjadi terdakwa merangkap saksi.

Kau masih punya kesempatan untuk kembali ke sisi Yoki.

Lapor Inspektur Mai,

pasukan khusus telah selesai berkumpul dan dapat menyelamatkan tawanan secara paksa.

Jika sepuluh menit kemudian masih tidak ada yang keluar,

bertindaklah sesuai rencana awal.

(Datang ke gedung terbengkalai di pinggiran timur jika ingin dia selamat)

Yoki diculik.

Jangan bergerak!

Mundur.

Jangan bergerak.

Mundur.

Mundur, mundur.

Masuk mobil.

Jangan bergerak.

Jalan!

Jalan!

Cepat masuk ke mobil dan kejar!

-Baik, Pak. -Baik, Pak.

Jangan buru-buru!

Aku naik dulu.

Yoki...

Yoki...

Siapa yang melakukan ini?

Keluar!

Yoki, di mana kau?

Yoki!

Songkun,

kita akhirnya bertemu lagi.

Kau yang menculik Yoki?

Di mana dia?

Jangan gegabah,

hanya dengan menekan pengendali jarak jauh yang ada di tanganku ini,

bom di sebelah Yoki akan langsung meledak.

Letakkan.

Letakkan!

Siapa kau?

Kau benar-benar belum mati?

Aku memang mengalami kecelakaan mobil,

tapi yang mati bukanlah aku,

melainkan sopir yang menabrakku.

Wajahya tertabrak sampai tak berbentuk,

tidak dapat diindentifikasi lagi.

Maka aku memindahkan dia

ke dalam mobilku.

Lalu menaruh identitasku

di mobilnya.

Lalu,

semua orang mengira...

aku telah mati.

Lalu aku hidup kembali.

Wajahmu,

aku yang menukarnya.

Kenapa?

Demi membalas dendam ayahku.

Guru.

Semuanya adalah salahku.

Kalau aku lebih cepat memberitahukanmu kalau orang itu adalah buronan,

semuanya tidak akan terjadi.

(Nisan Li Ziyang)

Akulah yang mencelakaimu,

tapi aku benar-benar butuh uang itu.

Maaf.

Maaf.

Kematian Profesor Yang,

aku sangat menyesalinya.

Kau menyesal.

Setelah ayahku kecelakaan, kita pernah bertemu sekali,

apakah kau masih ingat...

ekspresimu saat itu? Aku masih ingat.

Yang,

walau Guru sudah tiada,

tapi jika ada kesulitan apa pun ke depannya,

carilah aku kapan saja.

Keluarga kita adalah saudara, jangan sungkan kepadaku.

Oh ya,

ini...

sedikit maksud baikku.

Apakah...

kau menutupi sesuatu dariku?

Tentang apa?

Ma... mana mungkin ada hal yang kututupi darimu?

Babat memang enak, ya.

Ayo, bersulang.

Benar-benar tidak ada?

Terima telepon sebentar.

Xinxin, ada apa?

Ayah sedang mengurus urusan di luar.

Sebentar lagi akan pulang dan menemanimu, oke?

Mau pergi ke taman hiburan?

Kalau begitu, coba puji Ayah.

Tawamu itu terbayang di benakku.

Aku bersumpah akan membuatmu membayarnya.

Aku mau membuatmu merasakan pahitnya kehilangan keluarga.

Bedah plastik?

Ya.

Aku berpura-pura menjadi Jie, dan berada di sisimu.

Tujuannya adalah demi memancing keluar pembunuh ayahku yang sebenarnya, Songkun.

Profesor Yang,

bukan aku yang membunuhnya.

Katakan sekali lagi.

Yang,

Profesor Yang benar-benar bukan dia...

Jangan berdalih!

Dialah yang membunuhnya!

Menurutmu,

Profesor Yang benar-benar bukan dibunuh olehku,

tapi semua yang terjadi karena diriku.

Bukan!

Semua karena diriku.

Bukan!

Kaulah yang membunuhnya.

Yang penting kau lepaskan Yoki,

Kubilang kau yang bunuh, ya kau yang bunuh!

kau bisa berbuat apa pun padaku.

Tidak bisa! Tidak bisa! Tidak bisa!

Bangun.

Bangun!

Bangun.

Jangan kemari,

kau jangan kemari.

Serahkan hard disk-nya,

atau aku akan menembaknya.

Yi!

Pan!

Tim A, masuk dari sini.

Tim B, dari sana.

Tim C, dari sini.

Baik, Pak.

Beraksi!

Leo!

Yi!

Berikan padaku!

Polisi, jangan bergerak!

Jangan bergerak!

Cari secara keseluruhan! Cepat, cepat, cepat!

Tim A lindungi TKP!

Baik, Pak!

Tim B, selamatkan tawanan!

Baik, Pak!

Yoki...

Kenapa kau melihatku seperti itu?

Sekarang,

saatnya aku mengucapkan kata-kata terakhir.

Sejak...

Hai terbunuh,

aku menyalahkan...

menyalahkan Paman De.

Aku membenci POND.

Tapi sebenarnya, orang yang paling kubenci...

adalah diriku sendiri.

Pan,

kau adalah orang teraneh...

yang pernah aku temui.

Kau baik hati,

kau...

kau juga kejam,

memiliki hati yang keras.

Manusia,

jangan sampai terbuai

oleh hatinya sendiri.

Tapi aku mengagumimu.

Sebenarnya,

dari awal aku sudah tahu,

aku sudah harus berbalik arah.

Dari awal,

salah selangkah,

langkah selanjutnya akan terus salah.

Bantu aku menjaga Yoki.

Tunggu dia

tumbuh dewasa,

bantu aku beritahu dia,

Ayah paling...

Li Yao...

Li Yao!

♪ Hati yang berjuang ♪

♪ Jurang tanpa dasar ♪

♪ Tidak ada cara untuk peduli ♪

♪ Suasana hati rumit ♪

♪ Tertutup kabut ♪

♪ Tidak bisa berhenti untuk maju ♪

♪ Bukan di ujung jalan di depan ♪

♪ Jangan khawatir aku akan teguh denganmu ♪

♪ Tidak ada jawaban di akhir ♪

♪ Yang kutemani kau mencari ♪

♪ Hati yang berjuang ♪

♪ Jurang tanpa dasar ♪

♪ Tidak ada cara untuk peduli ♪

♪ Suasana hati rumit ♪

♪ Tertutup kabut ♪

♪ Tidak bisa berhenti untuk maju ♪

♪ Bukan di ujung jalan di depan ♪

♪ Jangan khawatir aku akan teguh denganmu ♪

♪ Tidak ada jawaban di akhir ♪

♪ Yang kutemani kau mencari ♪

♪ Bukan di ujung jalan di depan ♪

♪ Jangan khawatir aku akan teguh denganmu ♪

♪ Tidak ada jawaban di akhir ♪

♪ Yang kutemani kau mencari ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.