All language subtitles for New Face (2020) Ep 11118 - Nonton Drama Sub Indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Mengubah penampilan seseorang)

(memang dapat mengubah banyak hal.)

(Bahkan...)

(mungkin takdir seseorang.)

Wajah Baru

Episode 18

Ada masalah apa? Terburu-buru sekali?

Masalah Hu sudah dibereskan,

yang harus diselidiki dan ditangkap sudah dilakukan semua.

Atasan secara khusus memuji kita.

Berarti...

ada bonus ya?

Apa yang kau pikirkan,

cuma pujian verbal.

Mai ini benar-benar pelit sekali.

Jadi hari ini aku sengaja mentraktirmu minum kopi,

pesan sesukamu.

Mau menyenangkanku dengan segelas kopi saja?

Yang benar saja.

Aku pergi dulu.

Tidak mau minum?

Jika bonus turun, ingat beritahu aku.

Aku beritahukan sebuah rahasia,

orang itu, bukan adikku.

Kapan Li Yao kemari?

Kira-kira beberapa bulan yang lalu,

dia membayar biaya setahun sekaligus,

setelah itu tidak pernah datang lagi.

Palsu.

Dia itu palsu.

Maksudmu saat itu, Leo tidak mengenali kakaknya?

Benar.

Dia duduk pas menghadap kakaknya

tapi tidak ada respons sama sekali.

Itu aneh.

Menurut sepengetahuanku,

Leo dibesarkan oleh kakaknya,

hubungan mereka sangatlah dalam,

bagaimana mungkin tidak mengenalinya?

Apakah Anda masih ingat, dia pergi menangani kasus ke Kota Luwu,

dan menghilang selama beberapa saat?

Kak Leo!

Akhirnya kau kembali,

aku kira kau menghilang.

Bagaimana mungkin?

Bagaimana?

Tidak apa-apa, kan?

Tenang saja.

Aku belum mati.

Yang penting kau tidak cacat.

Leo.

Pak Mai.

Tidak apa, duduk, duduk.

Kau ini, bekerja terlalu keras.

Kau harus ingat,

ke depannya saat keluar untuk menangani kasus harus berhati-hati.

Terima kasih, Inspektur.

Saat itu dia bilang dia terjatuh dari gedung

dan dirawat di rumah sakit selama sebulan,

jadi tidak bisa dihubungi.

Aku juga ingat hal ini.

Saat itu dia pergi ke Kota Luwu

untuk menyelidiki kasus Hai.

Aku juga ingat, tidak lama setelah dia kembali kali itu, dia mengundurkan diri.

Sudah kau pikirkan dengan baik?

Sudah.

Tekanan menjadi seorang polisi terlalu besar.

Kali ini,

nyawaku hampir melayang.

Kakakku membesarkanku seorang diri,

kalau aku mati, dia bagaimana?

Aku tidak hidup demi diriku sendiri.

Leo ini,

begitu peduli dengan kakaknya,

tapi ternyata selama ini dia tidak pernah mengunjungi kakaknya.

Bahkan tidak mengenali kakaknya, ini terlalu aneh.

Gerak-geriknya memang juga berbeda,

aku rasa menangani kasus di Kota Luwu,

tidak sesederhana yang dia katakan.

Andy.

Kau segeralah bersiap,

sekarang juga pergi ke Kota Luwu,

selidiki kasus yang Leo selidiki sebelumnya.

Terutama tentang apa yang

sebenarnya menyebabkan kecelakaan Leo.

Jika menemukan petunjuk apa pun, segera beritahu aku, oke?

Baik, Pak.

(Kota Luwu, Negara M)

Permisi, apakah ada layanan bahasa Mandarin?

Ada.

Boleh bantu aku periksa kamar yang sudah aku pesan?

Permisi.

Ya.

Boleh bertanya bos kalian di mana?

Aku orangnya, maaf Anda adalah...

Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.

Baik.

Ini adalah Petugas Li.

Tahun lalu dia memang pernah datang

untuk menangani kasus.

Setiap kali datang pasti tinggal di sini.

Bisa dibilang dia adalah teman lamaku.

Lalu apa kau masih ingat, saat itu apakah ada hal yang berbeda?

Hal yang berbeda?

Maret tahun lalu, di suatu pagi,

aku sedang mencuci mobil di taman.

Pagi, Bos.

Pagi, Petugas Li.

Bisa pinjamkan aku mobil beberapa hari?

Aku akan bayar perharinya.

Baik, tidak masalah.

Langsung bawa saja.

Itu adalah terakhir kali aku bertemu dengannya.

Berarti setelah itu, dia tidak pernah kembali lagi?

Tidak.

Setelah itu aku menelepon dia beberapa kali,

menanyakan kapan dia akan mengembalikan mobilnya.

Tersambung, tapi tidak ada yang angkat.

Lalu setelah kira-kira...

satu mingguan.

Dia mengirim pesan padaku, katanya

mobilnya hilang,

lalu mengganti biaya mobilnya.

Menggantiku dengan uang yang sangat banyak,

uang itu bahkan cukup untuk membeli mobil baru.

Kopernya di hotel saja tidak diambil.

Jadi maksudmu, setelah beberapa saat menghilang,

bagaimanapun kau meneleponnya, tidak dapat menghubunginya,

pada akhirnya dia menghubungimu via pesan singkat.

Benar, benar.

Apakah pesannya masih ada?

Sudah selama ini, pasti sudah kuhapus.

Apakah kau masih ingat kapan pesan itu dikirim?

Tidak ingat lagi, sudah terlalu lama.

Bagaimana cara dia mengganti rugi?

Transfer bank kepadaku.

Transfer bank?

Betul.

Berarti dalam catatan bank

seharusnya bisa memeriksa waktu tepatnya.

Kenapa aku tidak terpikirkan,

aku ingat, dia mengirimkan uangnya padaku

keesokan hari setelah dia mengirim pesan.

Kalau begitu aku periksa dulu mutasi bank,

di sana tertera waktunya.

(Kantor Polisi Kota Jia, Negara M)

Masuk.

Anda flu?

Ini untuk mencegah flu.

Bagaimana, sudah dapat?

Kata pemilik hotel,

setelah Li Yao menghilang satu minggu,

dia menghubunginya via pesan singkat

dan mengganti rugi mobil yang sebelumnya dia pinjam.

Uangnya diberikan via transfer bank.

Atas nama siapa akun itu? Apakah sudah diperiksa?

Sudah.

Akun sudah ditutup, pemilik akun sudah meninggal.

Seharusnya adalah identitas palsu.

Tapi bos hotel memberikan info waktu transfer.

Uangnya ditransfer tepat pada saat Li Yao menghilang.

Berarti,

saat itu Leo masih koma,

tetapi masih bisa mengirim pesan dan mentransfer uang.

Ya, benar.

Aku rasa ada dua kemungkinan.

Satu, ada orang yang mengirim pesan atas namanya.

Dua,

Li Yao sama sekali tidak pernah koma.

Maksudmu, Leo selama ini membohongi kita?

Tapi kenapa dia melakukan ini?

Aku rasa masih ada kemungkinan ketiga,

sedikit sulit dipercaya.

Masih ada kemungkinan apa?

Orang yang kembali, sama sekali bukan Li Yao,

hanya berparas sama persis dengannya.

Siapa kau?

Sudah saatnya utangmu dibayar,

akhirnya aku bisa membalas dendam.

Polisi!

Kau tidak apa-apa, kan?

Tidak apa-apa.

Kau terluka.

Sakit...

Ayo,

aku antar kau pulang.

Terima kasih, ya.

Tidak perlu sungkan.

Pelan sedikit.

Masih saja takut sakit...

Pelan sedikit, pelan sedikit.

Awalnya bermaksud datang mengunjungimu,

tidak kusangka malah menyelamatkan nyawamu.

Nasibku memang baik,

bisa bagaimana lagi.

Kau kenal orang itu?

Kenapa dia mau membunuhmu?

Katanya mau membalas dendam,

mukanya tertutup serapat itu, mana kutahu siapa dia.

Apakah mungkin orangnya Hu?

Aku sudah bertahun-tahun menjadi polisi,

banyak yang dendam padaku,

aku benar-benar tidak tahu.

Aku buang, ya.

Baiklah.

Sudah tidak ada apa-apa lagi,

aku pergi dulu.

Oh ya,

POND akan melakukan pemilihan ketua baru,

aku takut akan terjadi kekacauan,

jika ada informasi segera beritahu aku.

Tenang saja.

Besok buat transkrip ke kantor polisi.

Baik, Bu!

Istirahatlah dengan baik.

(Teknik membentuk ulang wajah yang diinvestasi oleh perusahaan Nanhua,)

(akan membuat genetik manusia dan pengobatan bedah plastik terpadu sempurna.)

(Menurut penjelasan dari supervisor teknologi Perusahaan Nanhua, Tuan Wu Shijiu,)

(jika teknologi ini berhasil,)

(akan sepenuhnya merubah konsep bedah plastik yang ada sekarang.)

Keberuntungan Paman Bai dan Paman Long hari ini lumayan bagus.

Aku juga tidak tahu kenapa hari ini,

mau kartu apa, pasti dapat.

Hu,

hari ini kau harus berhati-hati,

nafsu Paman Bai sedang tinggi,

kartu apa pun yang kau keluarkan, akan dia makan.

Sepertinya,

sulit bagiku untuk tidak rugi hari ini.

Ba Wan.

Menang sudah.

Hu...

Kartuku ini semua masih belum keluar,

kau... kau kenapa membuang kartu Ba Wan?

Cerobohnya aku.

Sebentar lagi pemilihan ketua baru...

Tiba-tiba teringat sesuatu...

Ayahku hari ini menyuruhku pulang,

usianya sudah sembilan puluhan,

temperamennya sangat aneh.

Kalau aku hari ini tidak pulang,

dia pasti... pasti akan marah padaku.

Paman Bai,

Hu,

itu...

maaf ya.

Maaf,

aku pergi dulu.

Eh, kita masih main ini.

Dia sudah pergi.

Ya sudah,

Hu,

kita kapan-kapan main lagi,

aku pergi dulu ya.

Paman Bai.

Anda akan memilih siapa untuk ketua baru?

Tentu saja memilihmu.

Tapi kalau Paman De dan Paman Long memilih Kun,

satu suaraku ini tidak berguna untukmu,

juga akan membuat mereka tersinggung.

Hu,

yang bukan milikmu,

tidak akan bisa kau rebut.

Aku pergi dulu.

Kak Hu,

kalau kita masih tidak bergerak, maka akan terlambat.

Ayah.

Hadiahnya sudah aku bantu pilihkan.

Hadiah apa?

Hadiah ulang tahun pernikahanmu dan ibu.

Bukankah kau yang menyuruhku membantu memilihkannya?

Ya, ya, ya.

Simpan yang baik, ya.

Selamat malam, Ayah.

Anda Ketua Li, kan?

Benar.

Halo,

aku Wu Shijiu.

Silakan duduk.

Terima kasih.

Aku ingin bicara empat mata

dengan Tuan Wu.

Kau tunggu saja aku di sebelah.

Kudengar yayasan Anda ingin berinvestasi pada proyek perusahaan kami.

Yayasan kami

sangat tertarik dengan teknik membentuk ulang wajah perusahaan Anda.

Bagaimana perkembangan proyek ini sekarang?

Sekarang dalam tahap percobaan,

jika bisa mendapatkan dukungan investasi dari yayasan Anda,

maka akan sangat bagus.

Proyek ini,

apakah Anda sendiri yang mengembangkannya?

Kami memiliki tim teknik,

aku adalah ketuanya.

Kalau begitu apakah di dalam tim ini,

terdapat profesor bermarga Yang dan Gu?

Apa sebenarnya pekerjaanmu?

Investor.

Maaf,

investasikan saja uangmu ke tempat lain.

Saya pamit dulu.

Anda istirahat dulu, saya akan membuatkan teh.

Mana tehnya?

Tehnya lumayan enak.

Ma!

Ma!

Jangan berteriak lagi.

Dia sedang tidur.

Siapa kau sebenarnya?

Apa yang mau kau lakukan?

Pertanyaan yang aku tanyakan masih belum kau jawab.

Aku tanya sekali lagi,

apakah kau mengenal profesor bermarga Yang dan Gu?

Kenal.

Apa hubungan kalian?

Dulu kami pernah bekerja bersama,

lalu terdapat sedikit perselisihan,

maka aku keluar

dan pergi ke Amerika.

Kapan kau pergi ke Amerika?

Kira-kira,

empat tahun yang lalu.

Apakah pernah kembali ke sini?

Tidak,

aku baru menginjakkan kakiku di Kota Jia dua bulan yang lalu.

Sebelum ke sini,

aku terus berada di Amerika.

Kalau tidak percaya, kau bisa memeriksanya.

Pertanyaan terakhir,

apakah kau pernah menukar wajah orang?

Apa yang kau katakan?

Ada yang wajahnya ditukar?

Apakah Yang dan Gu berhasil?

Yang kutanya itu, apakah kau pernah menukar wajah orang?

Tidak lama setelah sampai di Amerika,

aku mengalami kecelakaan.

Mataku tidak bisa melihat lagi,

tidak bisa melakukan apa pun lagi.

Maaf, mengganggu.

Tunggu.

Kau mengenal Profesor Yang dan Dosen Gu?

Kenal.

Kenapa?

Tunggu sebentar.

Mohon,

berikan foto ini pada mereka.

Katakan saja,

aku, Wu Shijiu, sangat merindukan mereka.

Untuk perihal masa lalu,

tolong jangan disimpan di dalam hati.

Kita...

masih teman.

Aku mohon padamu.

Kenapa kau masih belum pergi?

(Papan dinding kumpulan informasi)

Kak Kun,

hari ini ganteng sekali.

Ayo foto.

Foto buat apa.

Ayo foto sekali.

Tiga, dua, satu.

Bagaimana?

Ayah.

Niki,

hari ini kau cantik sekali.

Ayah,

hari ini hari ulang tahun pernikahan kalian,

ayo kita foto keluarga.

Ayo Yoki, kemari.

Ji Zai.

Niki,

hari ini kau benar-benar cantik sekali.

Tutup mulutmu!

Ayah,

duduk kemari.

Ayo, Ibu kemari.

Lebih dekat.

Yoki duduk di sini.

Ji Zai.

Baik.

Ayah, cepat rangkul Ibu.

Ayo, semuanya lihat kemari.

Kak Kun,

tersenyum, tersenyum.

Tiga, dua, satu.

Cheese.

Oke.

Bu,

hari ini Ibu cantik sekali.

Sudah lama tidak melihat Ibu berdandan seperti ini.

Ini semua berkat kau.

Benar juga.

Mana Ayah?

Ayah.

Pelan-pelan.

Sebelah sini, ayo.

Hati-hati, ya.

Ayah, cepatlah sedikit.

Ayah,

apakah benda itu sudah kau bawa?

Aduh!

Cepat ambil!

Baik.

Barang apa?

Tidak,

Ayah cuma lupa membawa ponsel.

Ceroboh sekali di saat genting.

Bu,

dulu kenapa kau bisa suka dengan Ayah?

Ayah kalian...

Aku ingat kencan pertama kali kami itu di pantai.

Hari itu anginnya sangat besar,

dia takut aku kedinginan, jadi ingin memakaikan bajunya padaku,

tapi dia juga malu.

Jadi dia terus memegang baju itu di tangannya.

Saat itu, dia sudah kedinginan sampai gemetar,

tapi mulutnya masih berkata panas.

Kenapa Ayah payah sekali?

Jadi saat itu aku mengambil bajunya, lalu mengenakannya,

mukanya langsung memerah.

Saat itu aku langsung yakin dialah orangnya.

Bisa menikah dengan ayah kalian

adalah hal paling bahagia dalam hidupku.

Ibu, aku mau ke toilet.

Ayo, Ibu temani.

Bu,

pakaian Ibu tidak leluasa, biar aku saja.

Kau juga sama.

Biar aku saja.

Pelan-pelan.

Ayo.

Niki!

(Ruang Operasi)

Niki...

Niki tidak apa-apa.

Baguslah...

Aku tahu…

hidupku sudah tidak lama lagi.

Aku tahu...

kau bukan dia.

Tapi aku...

aku tahu, kau adalah orang baik.

Aku tahu...

Beritahu aku,

apakah Kun

yang menyuruhmu melakukan ini?

Beritahu dia...

jaga baik-baik...

Niki...

Yoki...

(Ruang Gawat Darurat)

Panggil semua saudara kita untuk membalas dendam Kak Kun!

Cepat pergi, cepat pergi.

Detektif Li, Songkun yang menyuruhmu datang?

Berapa yang dia berikan?

Aku berikan dua kali lipat.

Kau juga yang membunuh Hai, kan?

Bukan aku yang membunuh Hai...

Jangan bergerak!

Polisi!

Lepaskan senjatamu!

Cepat!

Tangan di kepala!

Cepat!

Menghadap ke tembok!

Terjadi kasus pembunuhan di bawah Jembatan Sungai Linglong,

meminta bantuan personel.

Kenapa kau kemari?

Kebetulan aku berada di sekitar.

Mana orangnya?

Aku pergi dulu,

tidak bisa berlama-lama di sini.

Maaf merepotkanmu.

♪ Tidak ada yang peduli denganku ♪

♪ Diriku dalam cermin juga telah hilang ♪

♪ Sebelum aku bersiap ♪

♪ Aku harus mencari sedikit keberanian ♪

♪ Entah bagaimana akhirnya yang kutemukan ♪

♪ Adalah diriku yang lain ♪

♪ Katakan di mana aku sekarang ♪

♪ Katakan mengapa aku begitu cemas ♪

♪ Katakan bagaimana tampangku sekarang ♪

♪ Kau bilang beginilah dunia ♪

♪ Memilih bingung dan putus asa ♪

♪ Atau harapan ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.